Anda di halaman 1dari 13

Tugas Pengenalan Inventarisasi Panas Bumi

Oleh:
Abby Suyoto
11 300 332
Fisika Geothermal
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Manado
2013

Peta Gunung Berapi Di Indonesia


Laporan Siatuasi: Dua Gunung Berapi di Sulawesi Utara, Indonesia
Meletus dalam Waktu Satu Minggu
Kamis, 14 Juli 2011
Gunung berapi Sulawesi Utara, Gunung Soputan, yang terletak di Kabupaten
Minahasa Tenggara, meletus pada Juli 3, 2011 memuntahkan abu dan asap 5000
meter ke udara. Pemerintah telah menetapkan zona pengecualian delapan-kilometer
radius. Tidak ada instruksi evakuasi yang diterbitkan karena warga terdekat tinggal
sekitar 8 km dari gunung berapi. Namun, banyak penerbangan ke dan dari Manado
dibatalkan dan beberapa bandara regional ditutup karena awan abu. Gunung berapi
ini telah menunjukkan tidak ada pola letusan lebih lanjut namun pemerintah masih
memantau aktivitasnya.


Sekitar satu minggu setelahnya, Gunung Lokon meletus, salah satu gunung berapi
paling aktif di Indonesia yang terletak 35 km di sebelah selatan ibukota provinsi
Manado, telah memercikkan abu panas sejak Senin 11 Juli, 2011 pada pukul 3 sore
waktu setempat. Pemerintah meningkatkan status gunung berapi untuk tingkat siaga
bahaya tertinggi yakni tingkat 10 dengan adanya peningkatan yang signifikan dalam
aktivitas gunung berapi.


"Daerah perumahan terdekat adalah 3,5 km dari gunung berapi. Hal ini membuat
mereka sangat rentan terhadap awan panas, "kata Surono, kepala Pusat Vulkanologi
dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia, Badan Geologi menyatakan dalam website
resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Kondisi ini berbeda dari
Letusan Gunung Soputan, "tambah Surono. Tiga desa utara dari Lokon: Kinilow,
Kakaskasen, dan Kotomohon adalah yang paling rentan terhadap percikan bahan
vulkanik dari Lokon karena awan panas bergerak ke utara. Orang-orang dari desa-
desa telah dievakuasi ke arah timur dari inti letusan. Ada 28.000 orang tinggal di
zona evakuasi, tetapi hanya ratusan orang telah dievakuasi ke tempat yang lebih
aman sebagai langkah pencegahan.


Letusan ini telah sangat terpengaruh mata pencaharian masyarakat, yang sebagian
besar pertanian sebagai abu panas telah menutupi lahan pertanian mereka. Pejabat
lokal berjanji untuk mendistribusikan benih untuk membantu penduduk yang terkena
bencana untuk memulihkan pertanian mereka. Mereka juga akan mendistribusikan
masker dan obat-obatan kepada orang-orang di lokasi evakuasi dan sekitarnya.


Sulawesi Utara memiliki tiga gunung berapi paling aktif: Soputan, Lokon, dan
Karangetang, yang statusnya juga dinaikkan menjadi siaga beberapa bulan lalu
karena provinsi ini terletak pada Cincin Api Pasifik. Selain tiga gunung berapi aktif,
sebuah gunung berapi bawah laut telah ditemukan di Sangihe-Talaud Kepulauan
Sulawesi Utara.












Soputan

Ketinggian : 1.784 m (5.853 kaki)
Lokasi : Sulawesi Utara
Koordinat : 1.108N / 124.725E
Jenis : stratovolcano
Letusan terakhir : 2011
Gunung Soputan adalah sebuah gunung berapi yang terletak di provinsi Sulawesi
Utara , Indonesia . Gunung ini tercatat telah terjadi letusan yang cukup sering dalam
rentang waktu beberapa tahun sekali.Lokasi Gunung Soputan berjarak sekitar 50
kilometer di sebelah baratdaya-selatan kota Manado dan berjaraksekitar 12
kilometer di sebelah timur laut kota Tombatu, kabupaten Minahasa Tenggara.
Letusan
Letusan Soputan tercatat terjadi pada tahun 1785, 1819, 1833(?), 1845, 1890, 1901,
1906, 1907, 1908-09, 1910, 1911-12, 1913, 1915, 1917, 1923-24, 1947, 1953,
1966-67, 1968, 1970, 1971, 1973, 1982, 1984, 1985, 1989, 1991-96, 2000-03,
2004, 2005, 2007, 2008 dan 2011.Tipe erupsi dari Soputan adalah ledakan, kubah
lava, aliran piroklastik, dan aktivitas strombolian.



Gunung Lokon

Lokasi : Tomohon,Sulawesi Utara
Ketinggian : 1580 meter (5,184 ft)
Koordinat : 1
o
2129N 124
o
4731E / 1.358
o
N 124.792
o
E
Jenis : Stratovolcano
Letusan
Beberapa peristiwa meletusnya gunung ini yang bisa terekam dalam masa kini
diantaranya:
1951.Terjadi letusan pada tahun ini yang tidak sehebat letusan tahun 1991 dan
2011.
1991.Gunung Lokon pada Oktober 1991 pernah meletus yang menimbulkan
kerugian material mencapai Rp 1 miliar. Ribuan jiwa penduduk di Desa Kakaskasen
I,Kakaskasen II, Kinilow dan Tinoor, ketika itu setempat diungsikan besar-besaran
ke sejumlah daerah yang dinilai tidak rawan karena atap ribuan rumah penduduk
hancur dihantam batu dan debu setebal 15 sampai 20 cm. Dalam musibah tersebut,
seorang wisatawan asal Swiss, Vivian Clavel yang berkunjung saat terjadi letusan
hebat itu tidak dapat ditemukan. Ia dipastikan tewas tertimbun longsoran lahar
dingin.
2001
Waktu meletus pada 2001, sebagian wilayah Kota Manado yang berjarak sekitar 25
Km dari gunung itu,ditutupi hujan debu yang mengguyur disebabkan karena tiupan
angin. Material debu yang dikeluarkan dari kawah gunung api ini berbentuk lava
pijar dan ketinggiannya diperkirakan mencapai 400 meter. Letusan ini tidak sebesar
letusan tahun 1991.
2011
Tanggal 10 Juli 2011 sebelum meletus.Gunung Lokon mulai menunjukkan aktivitas
sejak 18 Juni 2011. Minggu, 10 Juli 2011 status gunung ini telah ditingkatkan dari
Siaga menjadi Awas oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
Badan Geologi. Pada Kamis, 14 Juli 2011 pukul 22:45 WITA gunung Lokon di kawah
Tompaluan meletus dengan lontaran material pijar, pasir, dan hujan abu setinggi
sekitar 1.500 meter. Selanjutnya, letusan kembali terjadi pada Jumat dini hari sekitar
pukul 01.30 Wita dengan lontaran material vulkanik setinggi 600 meter. Letusan ini
mengakibatkan lebih dari 10.000 warga di beberapa desa, di antaranya Kinilow ,
Tinoor, dan Kakaskasen mengungsi ke Tomohon atau Manado. Sedikitnya dalam
sehari setelah letusan telah dua warga meninggal sebagai akibat tidak langsung dari
letusan.
Gunung Mahawu


Ketinggian : 1,324 meter (4,344 kaki)
Lokasi : Tomohon,Sulawesi utara, Indonesia
Koordinat : 12129N 1245129E / 1.358N 124.858E
Jenis : Stratovolcano
Letusan terakhir : 1977
Gunung Mahawu adalah gunung berapi stratovolcano yang terletak di timur gunung
berapi Gunung Lokon. Gunung Empung di Sulawesi Utara , Indonesia . Gunung
Mahawu memiliki lebar 180 m dan kedalaman kawah 140 m dengan dua kerucut
Piroklastik di lereng utara Letusan kecil terjadi dit tahun 1789. Tahun 1994 terjadi
letupan lumpur fumarol dan aktivitas geyser yang terjadi sepanjang danau kawah
yang berwarna kehijau-hijauan.


Gunung Klabat

1.995 m (6.545 ft)
Ketinggian topografi
1.850 m (6.070 ft)
Lokasi : Sulawesi utara
Jenis : Stratovolcano

Gunung Klabat merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara. Puncak
ketinggiannya mencapai sekitar 2100 meter . Gunung ini oleh masyarakat Tonsea (
Minahasa Utara) disebut juga Gunung Tamporok. Gunung ini merupakan obyek
wisata alam dan dapat ditelusuri mulai dari Airmadidi (Ibu Kota Kabupaten Minahasa
Utara ). Gunung ini merupakan gunung api yang tidak aktif lagi. Puncak Gunung
Klabat ini mempunyai kepundan berbentuk danau kecil dengan air yang sangat
jernih.
Sejarah Nama Klabat
Kata Klabat diambil dari bahasa Minahasa "Kalawat" dialek Tonsea "Kalabat". Kata
ini disebutkan oleh para pelaut Portugis "Calabets" sebagai nama gunung di pulau
sulawesi, dari kata ini dinamakan sebagai nama pulau yang kemudian Calabes jadi
Calabes = Celebes yang menjadi Sulawesi akhirnya kata ini menjadi nama pulau
Sulawesi. Baca sejarah Sulawesi oleh David DS Lumoindong.
Nama-nama yang dari kata Klabat
Nama Klabat diabadikan menjadi nama desa Klabat,Stadion Klabat di Kota Manado ,
dan Universitas Klabat di Kota Airmadidi.

Gunung Tangkoko

Ketinggian : 1.149 m (3.770 ft)
Lokasi : Sulawesi, Indonesia
Koordinat : 131N 12512E / 1.52N 125.2E
Jenis : stratovolcano
Letusan terakhir : 1880

Gunung Tangkoko adalah gunung stratovolcano di Sulawesi Utara , Indonesia.
Puncak gunung memiliki kawah vulkanik. Di lereng timur terdapat kubah lava Batu
Angus. Berdasarkan catatan sejarah, letusan terjadi hanya sekali ketika abad
kesembilan belas. Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus adalah kawasan
konvervasi untuk Monyet hitam sulawesi dan Tarsius tarsier.



Gunung Empung

Ketinggian : 1,340 m
Lokasi : Sulawesi, Indonesia
Koordinat : 12129N 1244731E / 1.358N 124.792E
Jenis : Stratovolcano
Letusan terakhir ; 2003
Gunung Empung, bersama dengan Gunung Lokon adalah Gunung Berapi kembar
(berjarak 2.2 km) di Sulawesi Utara , Indonesia. Kedua berada di atas dataran
Tondano dan keduanya adalah Gunung Berapi aktif di Sulawesi. Gunung Empung
memiliki diameter 400 m dan 150 m kedalaman kawah dari puncak gunung akibat
dari erupsi yang terjadi pada abad kedelapanbelaS.



Gunung Awu

Ketinggian : 1.320 m (4,331 kaki )
Lokasi : Pulau Sangihe, Kepulauan Sangihe, Indonesia
Koordinat : 340N 12530E / 3.67N 125.50E
Jenis : Stratovolcano
Umur batuan : 100,000
Letusan terakhir : 2004
Gunung Awu adalah gunung dengan jenis stratovolcano yang terletak di Kepulauan
Sangihe . Letusan besar terjadi pada tahun-tahun 1711, 1812, 1856, 1892 and 1966
yang menyebabkan lebih 8000 orang tewas akibat letusan gunung Awu.





Gunung Karangetang

Ketinggian : 1,827 meter (Puncak Selatan),
1,784 meter ({Puncak Utara)
Lokasi : Siau, Indonesia
Koordinat : 24640N 1252427E / 2.77778N 125.4075E
Jenis : Stratovolcano
Letusan terakhir : 18 Maret 2011
Gunung Karangetang (dikenal juga dengan nama Api Siau) adalah gunung berapi
yang terletak di bagian utara Sulawesi Utara , Indonesia tepatnya di Kabupaten
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro . Gunung Karangetang tampak dari Pelabuhan
Ulu Siau Gunung Karangetang adalah salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia
dengan letusan sebanyak lebih dari 40 kali sejak 1675 serta banyak letusan kecil
yang tidak terdokumentasi pada catatan sejarah. [1] Gunung ini merupakan salah
satu gunung berapi aktif di Indonesia. Pada letusan gunung Karangetang tahun
1997 menewaskan 3 orang. Pada bulan Agustus 2007 terjadi letusan yang memaksa
dilakukannya evakuasi dari sekitar gunung berapi.Letusan Karangetang 2010
Gunung Karangetang pada 4 Agustus sekitar pukul 00.15 WITA meletus. Masyarakat
melakukan evakuasi untuk menghindari letusan susulan. Akibat letusan sedikitnya 4
orang dinyatakan hilang. Akses transportasi ke lokasi bencana lumpuh setelah
jembatan ambruk oleh endapan lahar panas. Rombongan Bupati yang meninjau
lokasi bencana terdekat dengan lereng gunung mengalami kesulitan karena
beberapa jembatan rusak parah.
Letusan Karangetang
Sejak ditetapkan berstatus Awas pada Jumat 18 Maret 2011, aktivitas Gunung
Karangetang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, tetap tinggi. Hari ini, gunung itu
masih mengeluarkan api dan awan panas.Sementara, awan panas Karangetang
mengarah ke Barat, ke arah tiga kampung yakni Kampung Kinali, Mini dan
Winangun. Awan panas dan guguran lava diketahui telah merusak satu jembatan
dan rumah warga.

Gunung Tondano

Ketinggian : 1.202 m (3.944 ft)
Lokasi : Sulawesi Utara , Indonesia
Koordinat : 114N 12450E / 1.23N 124.83E
Jenis : Kaldera
Letusan terakhir ; Tidak diketahui
Gunung Tondano adalah gunung yang terletak di Sulawesi Utara Indonesia ,
terdapat kaldera dengan lebar 20x30 km. Kerucut vulkanik, aliran obsidian , dan
area geothermal diketahui terjadi di kaldera. Danau Tondano berada di timur dari
kalderA.


Gunung Kaweng

Gunung Kaweng merupakan gunung yang terletak di sekitar kawasan tepi Danau
Tondano, letaknya di desa Kaweng, kecamatan Kakas, kabupaten Minahasa,
Sulawesi Utara . Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 1000 meter . Kata
"kaweng" dalam bahasa Minahasa disebut (Toulour) yang artinya kawin .Menurut
cerita rakyat gunung ini mempunyai kembaran, namun kembaran gunung ini tidak
bisa disaksikan lagi karena telah meletus (pada zaman purba) dan menjadi Danau
Tondano dengan luas 4.278 ha terletak di kecamatan Tondano Timur (Kelurahan
Toulour dan Kiniar), Eris (Desa Touliang Oki, Ranomerut, Tandengan, Eris, Watumea
dan Telap), Kakas (Toulumembet, Tasuka (bekas pelabuhan/pangkalan pesawat
tempur tentara Jepang), Kaweng, Kakas Kota, Panasen, Paso), Remboken
(Remboken Kota, Sinuian, Parepey) dan Kecamatan Tondano Selatan (Kelurahan
Paleloaan, Urongo, Roong


Gunung Sahendaruman

Lokasi : Sangihe , Indonesia
Koordinat : 33100N 1253200E / 3.516667N 125.533333E
Gunung Sahendaruman adalah gunung berapi mati yang terletak di bagian selatan
Sangihe .
Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki Keanekaragaman hayati dari pembagian
wilayah Wallacea, khususnya terlihat di hutan kecil dari lereng Gunung
Sahendaruman, sisa hutan di Sangihe. Gunung Sahendaruman adalah habitat dari
burung endemik, yaitu tiga burung terancam punah dan dua dengan status bahaya,
Seriwang Sangihe , Anis-bentet Sangihe , Kacamata Sangihe , Burung Madu Sangihe
dan Serindit Sangihe.