Anda di halaman 1dari 96

73

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)


Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

POKOK BAHASAN PERTAMA
P E N D A H U L U A N


A. URAIAN

1. Pengertian
Sebelum mempelajari secara mendalam, tentang model-model pembelajaran IPS,
sangat penting untuk mengetahui pengertian-pengertian berikut ini:
a. Pengertian belajar. adalah suatu kegiatan, di mana seseorang membuat atau
menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang ada pada dirinya dalam pengetahuan,
sikap, dan keterampilan. Belajar merupakan proses kegiatan yang dilakukan oleh peserta
didik/anak didik secara sadar dan sengaja, setelah belajar terdapat perubahan tingkah
laku yang berarti pada dirinya
b. Pengertian mengajar adalah suatu kegiatan agar proses belajar seseorang atau
sekelompok orang dapat terjadi. Mengajar merupakan aktivitas pendidik/guru yang
mengakibatkan anak didik untuk belajar, meliputi: memberikan stimulus, bimbingan
pengarahan, dan dorongan sehingga terjadi proses belajar.
c. Pengertian pembelajaran adalah kegiatan belajar mengajar yaitu setiap kegiatan yang
dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu pengetahuan, keterampilan,
sikap atau nilai yang baru. Pembelajaran merupakan komponen yang tidak kalah
pentingnya dibandingkan dengan kurikulum. Usaha perbaikan pendidikan senantiasa
terfokus pada silih pergantian kurikulum, pada hal jika kurikulum menjawab
pertanyaan what to teach, pembelajaran menjawab pertanyaan how to teach. Perbaikan
kurikulum melahirkan materi ajar yang lebih baik, perbaikan pembelajaran melahirkan
cara belajar dan mengajar yang lebih baik. Pembelajaran merupakan kegiatan untuk
menjawab pertanyaan bagaimana agar peserta didik mau dan mampu belajar. Untuk itu
terdapat tiga komponen utama yang saling berinteraksi yaitu: guru yang mengajar,
peserta didik (anak didik) yang belajar, dan kurikulum (materi) yang
diajarkan/dipelajari. Jadi, pembelajaran merupakan interaksi pendidik dengan peserta
didik melalui suatu rancangan kegiatan yang sistematis untuk menghasilkan luaran
yang berkualitas.
d. Pengertian model pembelajaran. Model adalah kerangka konseptual yang digunakan
sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Jadi, model pembelajaran adalah
kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan prosedur yang sistematis
dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan
belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perencanaan pengajaran bagi para
guru dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran. Syarifuddin Sagala (2005:175) model
dapat dipahami sebagai: (1) suatu tipe atau desain, (2) suatu deskripsi atau analogi yang
dipergunakan untuk membantu proses visualisasi sesuatu yang tidak dapat dengan
langsung diamati, (3) suatu sistem asumsi-asumsi, data-data, dan inferensi-inferensi
yang dipakai untuk menggambarkan secara matematis suatu obyek atau peristiwa, (4)
suatu desain yang disederhanakan dari suatu sistem kerja, suatu terjemahan realitas
yang disederhanakan, (5) suatu deskripsi dari suatu sistem yang dimungkinkan atau
imajiner, dan (6) penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan
sifat bentuk aslinya.
e. Pengertian Ilmu pengetahuan sosial (IPS), yaitu terjemahan dari social studies di dunia
pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. Edgar B. Wesley (1952:9)
mengartikan those portions or aspects of social sciences that have been selected and adapted for
use in the school or in other instructional situation. Dikatakannya pula bahwa the social
studies are social sciences sumplified for paedagogical purpose.

74
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

John Jarolimek, (1971:4) mengatakan the social studies have been defined as those portion of
the social sciences selected for instructional purpose. Kemudian disebut pula bahwa ilmu-
ilmu sosial yang mendukung social studies, adalah history, sosiology, political science, Social
psychologi, philosophy, antroplogy and economic.
Diana Nomida Musnir dan Maas DP (1998) mendeskripsikan hakikat Pendidikan IPS
adalah berbagai konsep dan prinsip yang terdapat dalam ilmu-ilmu sosial, misalnya
tentang kependudukan, kriminalitas, tentang korupsi dan kolusi dan sebagainya yang
dikemas untuk kepentingan pendidikan dalam rangka upaya pencapaian tujuan
pendidikan diberbagai jenjang pendidikan. Berbagai realitas tersebut dijelaskan melalui
pendekatan multi dimensi arah dalam melakukan berbagai prinsip dan generalisasi yang
terdapat dalam ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi sosial,
geografi dan ilmu politik
Numan Somantri, (2001) menegaskan bahwa program pendidikan IPS merupakan
perpaduan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial dan humaniora termasuk didalamnya
agama, filsafat, dan pendidikan. Bahkan IPS juga dapat mengambil aspek-aspek tertentu
dan ilmu-ilmu kealaman dan teknologi.
Dengan pengertian di atas berarti IPS adalah terjemahan dari Social Studies dari
Amerika Serikat yang dipolakan untuk kebutuhan pembelajaran di persekolahan. IPS
adalah ilmu pengetahuan tentang manusia dalam lingkungan hidupnya, yaitu mempelajari
kegiatan hidup manusia dalam kelompok yang disebut masyarakat dengan menggunakan
berbagai disiplin ilmu sosial (social sciences), sepertinya: sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah,
antropologi, psikologi sosial, dan sebagainya, juga dengan humaniora dan ilmu kealaman.

2. Masalah-masalah Pembelajaran
Upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan dengan melakukan
perubahan kurikulum, baik struktur maupun prosedur perumusannya dan akan lebih
bermakna bila diikuti oleh perubahan praktik pembelajaran yang mendukung keberhasilan
implementasi kurikulum tersebut.
Banyak faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran peserta didik baik
secara eksternal maupun internal diidentifikasikan sebagai berikut. Faktor-faktor eksternal
mencakup dosen/guru, materi, pola interaksi, media dan teknologi, situasi belajar dan
sistem. Masih ada guru/dosen yang kurang menguasai materi pelajaran dan dalam
mengevaluasi peserta didik menuntut jawaban yang persis seperti yang ia jelaskan; dengan
kata lain, peserta didik tidak diberi peluang untuk berpikir kreatif, identik dengan burung
beo. Dosen/guru juga mempunyai keterbatasan dalam mengakses informasi baru yang
memungkinkan ia mengetahui perkembangan terakhir di bidangnya (state of the art) dan
kemungkinan perkembangan yang lebih jauh dari yang sudah ada dicapai sekarang (frontier
of knowledge). Sementara itu materi pelajaran dipandang oleh peserta didik terlalu teoritis,
kurang memberi contoh-contoh yang kontekstual. Metode penyampaian bersifat menoton,
kurang memanfaatkan berbagai media secara optimal. Dosen/guru yang demikian ini,
menganggap pembelajaran hanya tugas transfer pengetahuan kepada peserta didik,
sehingga yang dianggap terpenting asal memiliki buku teks untuk itu sudah bisa mengajar.
Paradigma yang demikian mendangkalkan pengertian pembelajaran yang perlu diubah
sebagai tanggung jawab dalam upaya penguasaan dan pengembangan kemampuan
peserta didik kearah perubahan yang lebih baik sesuai tujuan instruksionalnya.
Faktor-faktor yang bersifat internal, dari peserta didik itu sendiri, mencakup
motivasi, kemampuan awal, kemampuan belajar mandiri penguasaan bahasa dan
kesenjangan belajar (learning gap). Motivasi yang rendah ditandai dengan cepatnya mereka
merasa bosan, berekspektasi instan (quick yielding) sukar berkonsentrasi, tidak dapat
mengatur waktu, dan malas mengerjakan pekerjaan rumah. Kemampuan awal yang lemah

75
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

ditandai dengan sulitnya mereka mencerna pelajaran (termasuk sulit memahami buku teks),
sulit memahami tugas-tugas, dan tidak menguasai strategi belajar. Kesenjangan belajar yang
cukup besar terjadi antara: a) hafalan dengan pemahaman, b) pemahaman dengan
kompetensi, c) kompetensi dengan kemampuan untuk melakukan, d) kemampuan untuk
melakukan dengan benar-benar melakukan, dan e) benar-benar melakukan dengan
menghasilkan perubahan secara terus-menerus.

3. Pentingnya Kualitas Pembelajaran
Direktorat Ketenagaan Dikti-Diknas (2007:5) mengemukakan bahwa Konsep kualitas
pendidikan mengandung atribut pokok, yaitu relevan dengan kebutuhan masyarakat dan
pengguna lulusan, memiliki suasana akademik (academic-atmosphere) dalam
menyelenggarakan program studi, serta efisiensi program secara selektif berdasarkan
kelayakan dan kecukupan. Dimensi-dimensi tersebut mempunyai kedudukan dan fungsi
yang sangat strategi untuk merancang dan mengembangkan usaha penyelenggaraan
pendidikan yang berorientasi kualitas pada masa yang akan datang.
Kualitas perlu diperlakukan sebagai dimensi kriteria yang berfungsi sebagai tolok
ukur dalam kegiatan pengembangan profesi, baik yang berkaitan dengan usaha
penyelenggaraan lembaga pendidikan maupun kegiatan pembelajaran di kelas. Hal ini
diperlukan karena beberapa alasan berikut.
a. Lembaga pendidikan akan berkembang secara konsisten dan mampu bersaing di era
informasi dan globalisasi dengan meletakan aspek kualitas secara sadar dalam kegiatan
pendidikan dan pembelajaran.
b. Kualitas perlu diperhatikan dan dikaji secara terus menerus, karena substansi kualitas
pada dasarnya terus berkembang secara interaktif dengan tuntutan kebutuhan
masyarakat dan perkembangan teknologi
c. Aspek kualitas perlu mendapat perhatian karena terkait bukan saja pada kegiatan sivitas
akademika dalam lingkungan kampus, tetapi juga pengguna lain di luar kampus sebagai
stake-holders.
d. Suatu bangsa akan mampu bersaing dalam percaturan internasional jika bangsa tersebut
memiliki keunggulan (excelence) yang diakui oleh bangsa-bangsa lain.
e. Kesejahteraan masyarakat dan/atau bangsa akan terwujud jika pendidikan dibangun
atas dasar keadilan sebagai bentuk tanggung jawab sosial masyarakat bangsa yang
bersangkutan

4. Indikator kualitas pembelajaran
Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti (2007:6) merumuskan indikator kualitas
pembelajaran dapat dilihat dari berbagai aspek, antra lain: perilaku pembelajaran oleh
pendidik (dosen/guru), perilaku dan dampak belajar peserta didik, iklim belajar; materi,
media, dan sistem pembelajaran yang berkualitas. Masing-masing aspek tersebut dapat
dijabarkan sebagai berikut:
a. Perilaku pembelajaran pendidik (guru), dapat dilihat dari kinerjanya sebagai berikut:
1) membangun persepsi dan sikap positif peserta didik
2) menguasai substansi keilmuan dari materi yang diajarkan
3) memberikan layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik
4) menguasai pengelolaan pembelajaran yang mendidik
5) mengembangkan kepribadian dan keprofesionalan sebagai kemampuan yang
mandiri




76
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

b. Perilaku dan dampak belajar peserta didik, dapat dilihat dari kompetensinya sebagai
berikut:
1) Memiliki persepsi dan sikap positif terhadap belajar, termasuk di dalamnya persepsi
dan sikap terhadap mata pelajaran, guru, media, dan fasilitas belajar serta iklim
belajar
2) Mau dan mampu mendapatkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan
keterampilan serta membangun sikapnya
3) Mau dan mampu memperluas serta memperdalam pengetahuan dan keterampilan
serta memantapkan sikapnya
c. Iklim pembelajaran mencakup:
1) Suasana kelas yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan
pembelajaran yang menarik, menantang, menyenangkan dan bermakna bagi
pembentukan profesionalitas kependidikan
2) Perwujudan nilai dan semanagat ketauladanan, prakarsa, dan kreatifitas pendidik
3) Suasana sekolah dan tempat praktek lainnya yang kondusif bagi tumbuhnya
penghargaan peserta didik dan pendidik terhadap kinerjanya
d. Materi pembelajaran yang berkualitas yang dapat dilihat dari:
1) Kesesuaiannya dengan tujuan dan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik
2) Ada keseimbangan antara keluasan dan kedalaman materi dengan waktu yang
tersedia
3) Materi pembelajaran sistematis dan kontekstual
4) Dapat mengakomodasikan partisipasi aktif peserta didik dalam belajar semaksimal
mungkin
5) Dapat menarik manfaat yang optimal dari perkembangan dan kemajuan bidang
ilmu, teknologi, dan seni
6) Materi pembelajaran memenuhi kriteria filosofis, profesional, psikopedagogis, dan
praktis
e. Kualitas media pembelajaran, yaitu:
1) dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna
2) Mampu memfasilitasi proses interaksi antara peserta didik dan pendidik, sesama
peserta didik, serta peserta didik dengan ahli bidang ilmu yang relevan
3) Media pembelajaran dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik
4) Melalui media pembelajaran, mampu mengubah suasana belajar dari peserta didik
pasif dan pendidik sebagai sumber ilmu satu-satunya, menjadi peserta didik yang
aktif berdiskusi dan mencari informasi melalui berbagai sumber belajar yang ada.
f. Sistem pembelajaran disekolah mampu menunjukkann kualitasnya apabila:
1) Sekolah dapat menonjol ciri khas keunggulannya
2) Memiliki perencanaan yang matang dalam bentuk rencana strategis dan rencana
operasional sekolah, agar semua upaya dapat sinergis oleh seluruh komponen sistem
pendidikan dalam wadah sekolah
3) Ada semangat perubahan yang dicanangkan dalam visi dan misi sekolah yang
mampu membangkitkan upaya kreatif dan inovatif dari semua sivitas akademika
melalui berbagai aktivitas pengembangan
4) Dalam rangka menjaga keselarasan antar komponen sistem pendidikan di sekolah,
pengendalian dan penjaminan mutu perlu menjadi salah satu mekanismenya






77
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

5. Strategi mencapai Kualitas
Untuk mencapai kualitas pembelajaran dapat dikembangkan antara lain
menggunakan strategi sebagai berikut:
a. Di tingkat kelembagaan
1) mengembangkan berbagai fasilitas kelembagaan dalam membangun sikap,
semangat, dan budaya perubahan yang terkait dengan kinerja perofesional
dosen/guru
2) Meningkatkan kemampuan pembelajaran para dosen/guru melalui berbagai
kegiatan profesional secara periodik dan berkelanjutan.
3) Peningkatan kualitas LPTK sebagai penjamin mutu lulusan calon guru yang
profesional
b. Dari pihak individu dosen/guru.
1) memiliki kesadaran atas tugasnya yang mulia, sehingga dalam melakukan tugas
pembelajarannya merupakan panggilan hati nurani, bukan keterpaksaan.
2) melakukan perbaikan pembelajaran secara terus menerus berdasarkan hasil
penelitian tindakan kelas atau catatan pengalaman kelas dan/atau catatan perbaikan
3) mencoba menerapkan berbagai model pembelajaran yang relevan untuk
pembelajaran baik teori tatap muka maupun praktikum.
4) berupaya membangun sikap positif terhadap belajar, yang bermuara pada
peningkatan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.
c. Dilihat dari kegiatan belajar mengajar (pembelajaran)
1) pembelajaran yang Menyenangkan
2) menantang
3) mendorong aktivitas untuk bereksplorasi
4) mengembangkan keterampilan berpikir
5) memberi kesempatan untuk berhasil
6) memberi umpan balik dan koreksi


B. PELATIHAN

1. Tugas Individu
Setelah mempelajari bahan tersebut di atas (materi bagian pertama), jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
a. Ada apa dengan pembelajaran?
Jawaban:
Yang menjadi masalah pembelajaran:
.
.
.
b. Pentingkah kualitas pembelajaran?
Jawaban:
Konsep kualitas pembelajaran:
1) ..
2) ..
3) ..............................
4) ..





78
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

c. Kemukakan yang menjadi indikator kualitas pembelajaran!
Jawaban:
Indikator kualitas pembelajaran:
1) ..................................................................................................................................
2) ..................................................................................................................................
3) .................................................................................................................................
4) .................................................................................................................................

d. Deskripsikan strategi pencapaian kualitas!
Jawaban:
Strategi pencapaian kualitas:
Di tingkat institusi (sekolah dan LPTK): .......................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
Dari pihak individu dosen/guru: ..................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
......................................................................................................................................

2. Tugas Kelompok

Bagi yang menginginkan tugas kelompok, diskusikan 3 - 6 orang mengenai masalah-
masalah pembelajaran dan pentingnya kualitas pembelajaran, dan laporkan hasilnya pada
instruktur/petatar!


























79
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

POKOK BAHASAN KEDUA
BERBAGAI MODEL DALAM PEMBELAJARAN IPS


A. URAIAN

1. Arti dan Berbagai Model Pembelajaran
Pada Bab I sudah dikemukakan bahwa model pembelajaran adalah kerangka
konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan prosedur yang sistematis dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar
tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perencanaan pengajaran bagi para guru dalam
melaksanakan aktivitas pembelajarannya.
Komaruddin, (2000:152) memahami model dalam pembelajaran sebagai:
a. suatu tipe atau desain
b. suatu deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses visualisasi
sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati,
c. suatu sistem asumsi-asumsi, data-data, dan inferensi-inferensi yang dipakai untuk
menggambarkan secara matematis suatu obyek atau peristiwa;
d. suatu desain yang disederhanakan dari suatu sistem kerja, suatu terjemahan realitas
yang disederhanakan;
e. suatu deskripsi dari suatu sistem yang mungkin atau imajiner; dan
f. penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya
Jadi model pembelajaran dapat dipahami sebagai sesuatu yang tidak terjadi secara
kebetulan, melainkan didesain sedemikian rupa agar pelaksanaan proses pembelajaran
terstruktur, sistematis, dan mampu meningkatkan partisipasi aktif peserta didik sesuai
dengan situasi dan kebutuhan, serta tujuan tertentu. Sebagai desain pelaksanaan proses
pembelajaran, model pembelajaran meskenariokan strategi dan metode pembelajaran sesuai
pendekatan yang digunakan. Penggunaan strategi, media dan pendekatan yang digunakan
untuk pembelajaran akan memberi label dari model pembelajaran tersebut.
Berkenaan dengan model pembelajaran ini, masing-masing ahli ada perbedaan
pendapat, berbeda penekanannya, maka model pembelajarannya juga mengalami
perbedaan. Walaupun nampak juga persamaan-persamaan dalam model mereka. Beberapa
model yang ditawarkan oleh para ahli, misalnya model desain sistem instruksional dari
Banathy yang mengandung enam unsur yaitu: 1) perumusan tujuan, 2) mengembangkan tes,
3) menganalisis kegiatan belajar mengajar, 4) menyusun pola system, 5) melasksanakan test
output, dan 6) merubah untuk memperbaiki.
Model disain pembelajaran dari vermon S. Gerlach, Donal F. Ely yang mengandung
sepuluh unsur, yaitu: 1) pengkhususan tujuan pengajaran, 2) menyeleksi isi pelajaran, 3)
mengakses kemampuan dasar murid, 4) strategi yang akan dilaksanakan, 5)
mengorganisasikan murid ke dalam kelompok-kelompok, 6) alokasi waktu, 7) alokasi unit
tempat-tempat belajar, 8) menyeleksi sumber-sumber belajar yang tepat, 9) mengevaluasi
penampilan guru dan siswa dan , 1) suatu analisis bahan umpan balik oleh guru dan murid.
Masih banyak model desain sistem instruksional dari ahli sepertinya: Model
Kaufman, Model Jerrald E. Kempt, Model Malcoln Skilbeck, Model Hilda Taba, dan Model
PPSI yang diperkenalkan pada kurikulum 1975/1976 dan masih berlaku dalam kurikulum
1984. Model PPSI ini, dengan prosedur pengembangan seperti gambar: 2.1
Selain itu, masih banyak model pembelajaran dengan pengutamaan tertentu,
misalnya: Model pembelajaran behavioral yang terdiri dari model belajar tuntas (masteri
learning), belajar kontrol diri sendiri, dan simulasi; Model pembelajaran alam sekitar, Model
pemrosesan informasi, Model pembelajaran sekolah kerja, model pembelajaran pemecahan
masalah sosial, model pengembangan kepribadian individu, dan model pembelajaran

80
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Portofolio. Namun yang diuraikan di sini adalah model pembelajaran yang bersifat inovatif
dan partisipatif, yang dapat diterapkan pada bidang studi IPS, sepertinya: model
pembelajaran contextual teaching and learning (CTL), model pembelajaran berdasarkan
masalah sosial atau problem based instruction (PBI), model pembelajaran kreatif dan produktif,
model pembelajaran tematik, model pembelajaran kooperatif, dan Model pembelajaran IPS.

































2. Model Pembelajaran CTL
Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan
mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasimtarget penguasaan materi terbukti berhasil
dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak
memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Pembelajaran CTL adalah konsep
belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan
situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga
dan masyarakat.
Syaiful Sagala (2005:87) dan Masnur Muslich (2007:41) Pembelajaran kontekstual
(Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan
antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat
Gambar: 2.1 Prosedur Pengembangan System Instruksional (Model PPSI)

- Merumuskan TIK berdasarkan
TIU, pokok bahasan/sub pokok
bahasan (GBPP)
- TIK harus bersifat operasional,
spesifik tunggal tingkah laku
yang merupakan hasil belajar
(dapat diukur)
- Sesuai dengan tujuan
- Sesuai dengan pokok
bahasan (GBPP)
- Sesuai dengan kegiatan
- Sesuai dengan alokasi
waktu yang tersedia
- Menetapkan metode
- Merumuskan langkah-langkah
kegiatan B-M
- Menetapkan alat, media, dan
sumber bahan
- Menetapkan alokasi waktu
pelaksanaannya
- Menyusun item-item test dari
TIK
- Bentuk items harus sesuai
dengan tingkah laku yang
dilukiskan dalam TIK:
objective test, essay test,
performance test, attitude test
- Menetapkan Jenis kegiatan atau
B-M yang perlu ditempuh;
yang tidak perlu ditempuh
- Mengadakan pra-test
- Menyampaikan materi pelajaran
- Mengadakan post test
- Balikan (perbaikan pelajaran)
MENETAPKAN KEGIATAN
BELAJAR MENGAJAR
Langkah I Langkah IV
Langkah II Langkah V
Langkah III Langkah VI

PERUMUSAN TUJUAN
INSTRUKSIONAL
MEMILIH MATERI
MENGEMBANGKAN ALAT
EVALUASI
MERENCANAKAN PROGRAM
KEGIATAN
MELAKSANAKAN PROGRAM
BELAJAR MENGAJAR
Umpan
balik

81
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan
mereka sehari-hari.
Jadi, landasan filosofis CTL adalah konstruktivisme, yaitu filosofi belajar yang
menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, tetapi merekonstruksikan atau
membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang
mereka alami dalam kehidupannya.
Banyak padanan istilah yang visi dan misinya hampir sama dengan CTL, yaitu:
experiencial learning
real world education
active learning
learner centered instruction
learning-in-context
Untuk memahami secara mendalam, kata-kata kunci (keywords) yang dapat dipakai
sebagai pengingat bagi guru ketika melaksanakan pembelajaran berbasis CTL, yaitu:
a. Belajar pada hakikatnya real world learning
b. Mengutamakan pengalaman nyata
c. Berpikir tingkat tinggi
d. Berpusat pada siswa
e. Siswa aktif, kritis, dan kreatif
f. Pengetahuan bermakna dalam kehidupan
g. Dekat dengan kehidupan nyata
h. Perubahan tingkah laku
i. Siswa praktek bukan menghafal
j. Learning bukan teaching
k. Pendidikan (education) bukan pengajaran (instruction)
l. Pembentukan manusia
m. Memecahkan masalah
John A. Zahorik dalam Masnur Muslich (2007:52) mengemukakan ada lima elemen
yang harus diperhatikan dalam pembelajaran CTL, yaitu:
a. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge),
b. Pemerolehan pengetahuan baru (acquiring knowledge) dengan cara mempelajari secara
keseluruhan dulu, kemudian memerhatikan detailnya
c. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge), yaitu dengan cara menyusun: 1)
konsep sementara, (hipotesis), 2) melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat
tanggapan (validasi), dan atas dasar tanggapan itu 3) konsep tersebut direvisi dan
dikembangkan
d. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge)
e. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan
tersebut.
Di dalam melakukan pembelajaran CTL dengan melibatkan tujuh komponen utama,
yaitu:
a. Konstruktivisme (Constructivism)
b. Bertanya (Questioning)
c. Menemukan (Inquiry)
d. Masyarakat belajar (Learning Community)
e. Pemodelan (Modeling)
f. Refleksi (Reflection)
g. Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment)



82
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Prosedur, strategi, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran CTL secara
konstruktivisme, dideskripsikan secara visualisasi seperti gambar 2.2, 2.3, dan 2.4






























Gambar 2. 2 Prosedur Pembelajaran Model Konstruktivisme
(Direktorat ketenagaan Ditjen-Dikti, 2007:45)





Orientasi

Penggalian ide
Aplikasi
ide
Reviu perubahan
ide
Membandingkan
dengan ide
sebelumnya
Restrukturisasi ide












Klarifiasi dan
pertukaran
Ekspose pada
situasi konflik
Konstruksi
ide baru
Evaluasi

Driver dalam Fraser dan Walberg, 1995

83
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar



Gambar 2.3 Strategi yang digunakan dalam Pembelajaran Konstruktivisme
(Direktorat ketenagaan Ditjen-Dikti, 2007:48)







8 8/ /1 14 4/ /2 20 01 10 0
Pemb. Pendahuluan:
Klasikal
Orientasi
Penggalian ide
Pemb. Inti: Klasikal
Restrukturisasi Ide:
Klarifikasi dan pertukaran ide;
Ekspose pada situasi konflik;
Konstruksi ide baru; Evaluasi
Pemb. Inti: Kel,
Individual
Restrukturisasi
Ide:
Klarifikasi dan pertu-
karan ide; Ekspose
pada
situasi konflik;
Konstruk-
si ide baru; Evaluasi
Aplikasi ide
Tugas Terstruktur: Kel,
Individual, Tutorial
Restrukturisasi Ide
Aplikasi ide

Tugas Mandiri: Kel.
Individual,
Restrukturisasi Ide
Aplikasi ide

Tatap Muka
Non Tatap Muka
Pemb. Penutup: Klasikal
Review perubahan ide

84
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Pemb. Pendahuluan: Klasikal
Pemb. kelompok besar
Demonstrasi, diskusi kelas
Pemb. Inti: Klasikal
Pemb. kelompok besar
Demonstrasi, diskusi kelas
Pemb. Penutup: Klasikal
Pembelajaran kelompok besar
Pemb. Inti: Kel, Individual
Sindikat
Pemb. kelompok kecil
Triad
Praktikum
Seminar
Penugasan

Tugas Terstruktur:
Kelompok, Individual
Penugasan
Tutorial, responsi

Tugas Mandiri: Kelompok,
Individual
Browsing internet
Proyek, praktikum

Non Tatap Muka
Tatap Muka




































Gambar 2.4 Metode yang dipakai dalam Pembelajaran Konstruktivisme
(Direktorat ketenagaan Ditjen-Dikti, 2007:49)

3. Model Pembelajaran Keterampilan Pemecahan Masalah Sosial


Dalam kehidupan bermasyarakat individu merupakan aktor sosial.
Salah satu kemampuan yang dituntut untuk menjadi seorang aktor
sosial yang baik adalah mengambil putusan secara nalar atau well
informed and reasoned decision making (Banks dalam Direktorat
ketenagaan Ditjen Dikti, 2007:121).
Kemampuan tersebut akan tercermin melalui proses pembelajaran yang memungkinkan
individu terlibat dalam berbagai bentuk kegiatan pemecahan masalah sosial baik secara
individu maupun kelompok. Karena itu kemampuan pemecahan masalah sosial diperlukan.

85
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

a. manusia sebagai mahluk sosial (homo sapiens)
b. kecerdasan berkembang secara individual dalam konteks sosial budaya
c. rasa ingin tahu (curiousity) sebagai bagian dari proses kecerdasan
d. kemampuan memecahkan masalah merupakan sarana berpikir kritis-reflektif
Selanjutnya, pembelajaran keterampilan pemecahan masalah sosial ini diperlukan:
a. kebutuhan individu sebagai akator sosial
b. kemampuan membuat putusan sebagai atribut personal aktor sosial
c. partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan publik sebagai bentuk kontribusi aktor
sosial terhadap masyarakat
d. demokratis, cerdas dan bertanggungjawab sebagai watak aktor sosial
Adapun sarana pengembangan kemampuan pemecahan sosial, yaitu:
a. akses terhadap media massa
b. studi pustaka
c. berdialog dengan nara sumber
d. pertemuan sosial, dan
e. partisipasi sosial

Materi
Materi pokok yang cocok untuk dijadikan fokus pembelajaran model, adalah:
a. Masalah-masalah sosial, politik, yuridis, ideologis, dan lain-lain yang ada dalam
masyarakat sekitar.
b. Strategi komunikasi untuk mempengaruhi pejabat terkait
c. Pemecaham masalah yang mencerminkan konsep dan prinsip demokratis
d. Hubungan fungsional masalah dengan kebijakan publik

Strategi Pembelajaran
Model pembelajaran ini menerapkan pendekatan fungsional (functional approach) atau
pendekatan berbasis masalah (problem based approach) dengan strategi instruksional yang
digunakan pada dasarnya bertolak dari esensi strategi inquiry, discovery, problem solving, dan
research-oriented yang dikemas dalam model proyect dengan menggunakan multi metode
dan aneka media dan sumber. Sebagai multi metode, pembelajaran dilakukan secara
kombinasi: presntasi dosen, diskusi umum, diskusi kelompok, survei lapangan, studi
kepustakaan, workshop, dan simulasi dengar pendapat (simulated-shearing). Sebagai aneka
media dan sumber seperti: media cetakan, media terekam, media tersiar, dan nara sumber
(pakar, praktisi, manusia kunci, pelaku sejarah)
Untuk kepentingan perekaman proses belajar dan pengemasan hasil belajar
dikembangkan portofolio pembelajaran secara terpadu atau pengalaman belajar yang
terpadu dialami oleh siswa dalam melakanakan tugas-tugas beelajarnya.
Dalam hal ini ditetapkan langkah-langkah
a. mengidentifikasi masalah kebijakan publik dalam masyarakat
b. memilih suatu masalah untuk dikaji oleh kelas
c. mengumpulkan informasi yang terkait pada masalah itu
d. mengembangkan fortofolio kelas
e. menyajikan portofolio
f. melakukan refleksi pengalaman belajar.






86
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Penerapan dalam Lingkungan Persekolahan



Evaluasi






Hasil Belajar

a. Kepekaan dan ketanggapan terhadap masalah kebijakan publik dan implikasinya
b. Keterampilan merumuskan alternatif kebijakan
c. Melaksanakan proses demokrasi
d. Kemampuan bernalar dan rasa tanggung jawab
e. Keterampilan mensosialisasikan usulan kebijakan




86
Tatap Muka
Mandiri



Pendahuluan: Klasikal
Orientasi
Penggalian ide
Inti: Klasikal

IDENTIFIKASI MASALAH MELALUI
CURAH PENDAPAT, DISKUSI KLP KECIL
Penutup: Klasikal
Review dan refleksi
Inti: Klasikal

PEMILIHAN MASALAH MELALUI
VARIASI DISKUSI KELOMPOK,
SIMULASI, GAMES

Penyajian Portofolio
Dalam Simulasi Dengar
Pendapat


Tugas Mandiri Individual,
Kelompok:
Pengembangan Portofolio
Kelas


Tugas Terstruktur
Individual, Kelompok:
Pengumpulan data




Model pembelajaran ini menggunakan evaluasi
melalui unjuk kerja, portofolio, dan kebijakan
baik secara individu maupun dengan kelompok

87
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

4. Model Pembelajaran Kreatif dan Produktif
Pembelajaran kreatif dan produktif merupakan model yang dikembangkan dengan
mengacu kepada berbagai pendekatan pembelajaran yang diasumsikan mampu
meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Pendekatan tersebut antara lain: belajar aktif,
kreatif, konstruktif, serta kolaboratif dan kooperatif. Karakteristik penting dari setiap
pendekatan tersebut diintegrasikan sehingga menghasilkan satu model yang
memungkinkan peserta didik menegembangkan kreativitas untuk menghasilkan produk
yang bersumber dari pemahaman mereka terhadap konsep yang sedang dikaji. Beberapa
karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:
a. Keterlibatan peserta didik secara intelektual dan emosional dalam pembelajaran
b. Peserta didik didorong untuk menemukan/mengkonstruksi sendiri konsep yang sedang
dikaji melalui penafsiran yang dilakukan dengan berbagai cara, seperti observasi,
diskusi, atau percobaan
c. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanggungjawab menyelesaikan
tugas bersama. Kesempatan ini diberikan melalui kegiatan eksplorasi, interpretasi, dan
rekreasi.
d. Untuk menjadi kreatif, seseorang harus bekerja keras berdedikasi tinggi, antusias, serta
percaya diri
Tujuan (Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring). Dampak Instruksional yang
dapat dicapai melalui model pembelajaran ini antara lain:
a. pemahaman terhadap suatu nilai, konsep, atau masalah tertentu
b. kemampuan menerapkan konsep/memecahkan masalah, serta
c. kemampuan mengkreasikan sesuatu berdasarkan pemahaman tersebut.
Dari segi dampak pengiring (nurturant effects), melalui model pembelajaran kreatif dan
produktif diharapkan dapat dibentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif, bertanggung
jawab, serta bekerja sama; yang semuanya merupakan tujuan pembelajaran jangka panjang.
Tentu saja dampak pengiring hanya mungkin terbentuk, jika kesempatan untuk
mencapai/menghayati berbagai kemampuan tersebut memang benar-benar disediakan
secara memadai. Hal itu akan tercapai, jia model pembelajaran ini diterapkan secara benar
dan memadai.
Materi yang sesuai disajikan dengan model kreatif dan produktif merupakan materi
yang menuntut pemahaman yang tinggi terhadap nilai, konsep, atau masalah aktual di
masyarakat; serta keterampilan menerapkan pemahaman tersebut dalam bentuk karya
nyata. Materi ini dapat berasal dari berbagai bidang studi, seperti masalah sosial ekonomi
dari bidang studi IPS, masalah kehidupan demokrasi dari Pendidikan Kewarganegaraan,
masalah apresiasi sastra dari Bahasa Indodnesia, atau masalah polusi dari IPA
Mengenai prosedur pembelajaran kreatif dan produktif dapat dibagi menjadi empat
langkah, yaitu orientasi, eksplorasi, interpretasi, dan re-kreasi. Setiap langkah dapat
dikembangkan lebih lanjut oleh para dosen, dengan berpegang pada hakikat setiap langkah,
sebagai berikut.

Orientasi
Seperti halnya dalam setiap pembelajaran, kegiatan diawali dengan orientasi untuk
mengkomunikasikan garis besar tugas (termasuk tujuan, materi, kegiatan) dan penilaian
yang akan diterapkan, serta terciptanya kesepakatan antara dosen dan mahasiswa dalam
mengimplementasikannya.





88
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Eksplorasi
Pada tahap ini, dilakukan dengan berbagai cara seperti mencari dan membaca buku
sumber, melakukan observasi, wawancara, percobaan dan sebagainya. Kegiatan ini dapat
dilakukan secara individu mapun kelompok sesuai kesepakatan pada orientasi. Waktunya
disesuaikan dengan luasnya bidang yang harus dieksplorasi, jika memerlukan waktu lama
dikerjakan di luar jam tatap muka (kuliah). Agar dapat lebih terarah sebaiknya ada panduan
yang memuat tentang tujuan, materi, waktu, cara kerja, dan hasil akhir yang diharapkan.
Interpretasi
Tahap interpretasi, hasil eksplorasi diinterpretasikan melalui kegiatan analisis, diskusi,
tanya jawab, kemudian dirumuskan konsepnya dan disajikan pemahamannya di dapan
kelas dan ditanggapi oleh mahasiswa dan dosen
Re-Kreasi
Pada tahap re-kreasi, dibuat suatu simpulan sebagai hasil ciptaan dari pemahaman
terhadap konsep/topik/masalah yang dikaji menurut kreasinya masing-masing. Re-kreasi
dapat dilakukan secara individu atau kelompok sesuai pilihannya masing-masing. Hasil re-
kreasi merupakan produk kreatif yang dapat ditampilkan, dipresentasikan,
dipajang/dipamerkan/dipublikasikan, atau ditindaklanjuti
Evaluasi belajar dilakukan selama proses pembelajaran dan pada akhir pelajaran.
Evaluasi selama proses pembelajaran dilakukan secara observasi mengenai sikap,
kemampuan berpikir, dan bekerja sama. Evaluasi pada akhir pelajaran dilakukan secara test
pemahaman konsep sebagai hasil dari eksplorasi dan interpretasi, juga dengan produk
kreatif yang dihasilkan.
Model pembelajaran kreatif dan produktif tidak terlepas dari kelemahan di samping
kekuatan yang dimilikinya. Kelemahan tersebut terkait pada masalah kesediaan guru
berubah dari kebiasaan pembelajaran secara tradisional, membutuhkan waktu yang cukup
panjang dan diburuh target penyelesaian materi yang relatif banyak.dan kelas yang besar.
Terlepas dari kelemahannya, model pembelajaran kreatif dan produktif mempunyai
kekuatan, yaitu adanya keterlibatan secara optimal peserta didik dalam belajar dan
terbentuknya dampak pengiring berpikir kreatif, bekerja sama, berdisiplin, bertanggung
jawab, dll.
Pembelajaran kreatif dan produktif secara visualisasi seperti gambar: 2.5

















Gambar: 2.5 Visualisasi Pembelajaran Kreatif Produktif
(Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti, 2007:111)

89
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

5. Model PembelajaranTematik

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema
tertentu. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan tema adalah pokok pikiran;
dasar cerita atau gagasan pokok mengenai yang dipercakapkan. (1996:p.1029). Oleh karena
itu siswa, dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan
sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan
memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep
lain yang telah dipahaminya.
Dalam aplikasinya, pembelajaran tematik itu berkaitan dengan berbagai masalah
atau mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta
didik. Sebagai contoh: pengembangan materi IPS terpadu dari konsep ekonomi Pasar
dapat dikembangkan dengan lebih luas lagi secara multi disipliner, yaitu digeneralisasi
dengan dikaitkan pada disiplin ilmu geografi, sejarah, sosiologi, antropologi, politik,
psikologi, ilmu budaya, dan ilmu pengetahuan alam.
Keuntungan pembelajaran tematik bagi pendidik/guru, antara lain sebagai berikut:
1) Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik
dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu
selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan.
2) Hubungan antara mata pelajaran dan topik dapat diajarkan secara logis dan alami
3) Dapat ditunjukkan bahwa belajar merupakan kegiatan yang kentinyu, tidak terbatas
pada buku paket, jam pelajaran, atau bahkan dinding kelas. Guru dapat membantu
peserta didik memperluas kesempatan belajar ke berrbagai aspek kehidupan
4) Guru bebas membantu siswa melihat masalah, situasi, atau topik dari berbagai sudut
pandang.
5) Pengembangan masyarakat belajar terfasilitasi. Penekanan pada kompetensi bisa
dikurangi dan diganti dengan kerja sama dan kolaborasi
Keuntungan pembelajaran tematik bagi peserta didik/siswa antara lain sebagai
berikut:
1) Siswa mudah memusatkanperhatian pada suatu tema tertentu;
2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi
dasar antarmata pelajaran dalam tema yang sama
3) Pemahaman terhadapmateri pelajaran lebih mendalam dan berkesan
4) Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkanm mata pelajaran
lain dengan pengalaman pribadi siswa
5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan
dalampelajaran sekaligus mat konteks tema yang jelas
6) Siswa mampou lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata,
untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus
mempelajari mata pelajaran lain.
Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses
belajar secara aktif dan berorientasi pada konsep belajar sambil melakukan (learning by
doing). Oleh karena itu, pembelajaran tematik memiliki ciri khas, antara lain:
1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan
kebutuhan anak usia sekolah dasar
2) Kegitan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari
minat dan kebutuhan peserta didik
3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi peserta didik sehingga hasil
belajar dapat bertahan lebih lama;
4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik;

90
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang
sering ditemui peserta didik dalam lingkungannya;
6) Mengembangkan keterampilan sosial peserta didik, seperti kerja sama, toleransi,
komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain
Dengan pelaksanaan pembelajaran tematik, akan diperoleh manfaat sebagai berikut:
1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata
pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi
bahkan dihilangkan.
2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi
peembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir;
3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga peserta didik akan mendapat pengertian mengenai
proses dan materi yang tidak terpecah-pecah
4) Dengan adanya pemaduan antarmata pelajaran maka penguatan konsep akan semakin
baik dan meningkat.

a. Karakteristik Pembelajaran Tematik
Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah, pembelajaran tematik memiliki
karakteristik sebagai berikut:
1) Berpusat pada peserta didik (siswa)
2) Memberikan pengalaman langsung
3) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
4) Menyajikan konsep dari berbagai disiplin ilmu (multidisipliner)
5) Bersifat fleksibel
6) Hasil pelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik
7) Menggunakan prinsip belajar sambil melakukan (learning by doing)

b. Cara Merancang Pembelajaran Tematik IPS
Pembelajaran tematik memerlukan perencanaan dan pengorganisasian.
Agar dapat berhasil dengan baik. Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam merancang
pembelajaran tematik IPS, yaitu: (1) memilih tema IPS, (2) mengorganisasikan tema IPS, (3)
mengumpulkan bahan dan sumber yang berkaitan dengan tema, (4) merancang kegiatan
dan proyek, dan (5) mengimplementasikan satuan pelajaran.

Memilih Tema
Topik untuk pembelajaran tematik IPS dapat berasal dari beberapa sumber,
diantaranya:
a) Topik-topik dalam kurikulum
b) Isu-isu masyarakat
c) Masalah-masalah sosial
d) Event-event khusus dalam
e) Minat peserta didik
f) Literatur










91
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Mengorganisasi Tema
Pengorganisasian tema IPS dilakukan dengan menggunakan jaringan topik web
seperti contoh gambar 2.6






















Gambar: 2.6 Pengorganisasian Tema Secara Topik Web

Dengan topik web kita dapat mengembangkan bahan secara multi disipliner, yaitu:
bahan yang bertemakan konsep atau generalisasi dari suatu disiplin ilmu tertentu (pasar
sebagai konsep ekonomi), sedangkan disiplin-disiplin ilmu lainnya bersifat mendukung
(sosiologi, antropologi, sejarah, geografi, psikologi, politik, ilmu budaya dasar, dan IPA). Di
samping itu dapat pula mengembangkan bahan-bahan problematik yang saling berkaitan
sehingga materi akan lebih komprehensip dan sistimatis.

Mengumpulkan Bahan dan Sumber
Pembelajaran tematik berbeda dengan pembelajaran berdasarkan buku paket tidak
hanya dalam mendesain, melainkan juga berbagai bahan yang digunakan. Inilah beberapa
sumber:
a) Sumber-sumber yang tercetak
b) Sumber-sumber visual
c) Sumber-sumber literatur
d) Artrifac

Mendesain Kegiatan dan Proyek
Beberapa saran, diantaranya:
a) Integrasikan bahasa-membaca, menulis, berbicara, dan mendengar
b) Hendaknya bersifat holistik
c) Tekankan pada pendekatan hands-on, minds-on
d) Sifatnya lintas kurikulum

Konsep
Ekonomi
(Pasar)
Geografi
Sejarah
IPA
Politik Sosiologi
Antropologi Psikologi
Ilmu Budaya
Budaya

92
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Mengimplementasikan Pembelajaran Tematik
Dalam Beberapa kemungkinan implementasi:
a) Lakukan pembelajaran tematik sepanjang hari, untuk beberapa hari
b) Lakukan pembelajaran tematik selama setengah hari untuk beberapa hari
c) Gunakan pembelajaran tematik untuk satu atau dua mata pelajaran
d) Gunakan pembelajaran tematik untuk beberapa mata pelajaran
e) Gunakan pembelajaran tematik untuk kegiatan lanjutan

6. Model Pembelajaran Kooperatif
Cooverative mengandung pengertian bekerja bersama dalam mencapai tujuan
bersama. Dalam kegiatan kooperatif, peserta didik secara individual mencari hasil yang
menguntungkan bagi seluruh anggota kelompoknya. Jadi, dalam pembelajaran kooperatif
terdapat saling ketergantungan positif di antara peserta didik untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Setiap peserta didik mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses.
Kegiatan belajar berpusat pada peserta didik dalam bentuk diskusi, mengerjakan tugas
bersama, saling membantu dan saling mendukung dalam memecahkan masalah. Melalui
interaksi belajar yang efektif peserta didik termotivasi, percaya diri, mampu menggunakan
strategi berpikir tingkat tinggi, serta mampu membangun hubungan interpersonal. Model
pembelajaran kooperatif memungkinkan semua peserta didik dapat menguasai materi pada
tingkat penguasaan yang relatif sama atau sejajar.
Ciri-ciri model pembelajaran koperatif adalah:
a. belajar bersama secara aktif dengan teman
b. selama proses belajar terjadi tatap muka antar teman,
c. saling mendengarkan pendapat di antara anggota kelompok,
d. belajar dari teman sendiri dalam kelompok
e. belajar dalam kelompok kecil, (sebaiknya 3 6 orang)
f. produktif berbicara atau saling mengemukakan pendapat,
g. keputusan tergantung pada peserta didik sendiri,
h. berbagi kepemimpinan dan tanggung jawab
i. membentuk keterampilan sosial
Dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif di dalam kelas, ada beberapa
konsep mendasar yang perlu diperhatikan dan diupayakan oleh pendidik. Konsep dasar
tersebut, yaitu:
a. Perumusan tujuan belajar harus jelas
b. Penerimaan secara menyeluruh oleh peserta didik tentang tujuan belajar
c. Ketergantungan yang bersifat posistif
d. Interaksi yang bersifat terbuka
e. Tanggung jawab individu
f. Kelompok bersifat heterogen
g. Interaksi sikap dan perilaku sosial yang positif
h. Tindak lanjut
i. Kepuasan dalam belajar
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga
tujuan pembelajaran penting, yaitu:
a. hasil belajar akademik
b. penerimaan keragaman
c. pengembangan keterampilan sosial




93
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Mengenai prosedur pembelajaran kooperatif dapat ditempuh dalam empat langkah,
yaitu: orientasi, bekerja kelompok, kuis, dan pemberian penghargaan. Setiap langkah dapat
dikembangkan lebih lanjut oleh para dosen, dengan berpegang pada hakikat setiap langkah,
sebagai berikut:

Orientasi
Sebagaimana halnya dalam setiap pembelajaran , kegiatan diawali dengan orientasi
untuk memahami dan menyepakati bersama tentang apa yang akan dipelajari serta
bagaimana strategi pembelajarannya. Dosen/guru mengkomunikasikan tujuan, materi,
waktu, langkah-langkah serta hasil akhir yang diharapkan dikuasai oleh mahasiswa/siswa,
serta sistem penilaiannya. Pada langkah ini terjadi negosiasi dalam rangka memperoleh
kesepakatan dalam implementasinya.

Kerja Kelompok
Pada tahap ini, dilakukan kerja kelompok sebagai inti kegiatan pembelajaran. Kerja
kelompok dapat dalam bentuk kegiatan memecahkan masalah, atau memahami dan
menerapkan suatu konsep yang dipelajari. Kerja kelompok dapat dilakukan dengan
berbagai cara seperti berdiskusi, melakukan eksplorasi, observasi, percoban, browsing lewat
internet, dan sebagainya. Waktu untuk bekerja kelompok disesuaikan dengan luas dan
dalamnya materi yang harus dikerjakan. Kegiatan yang memerlukan waktu lama dapat
dilakukan di luar jam pelajaran, sedangkan kegiatan yang memerlukan sedikit waktu dapat
dilakukan pada jam pelajaran
Agar kegiatan kelompok lebih terarah, perlu diberikan panduan singkat sebagai
pedoman kegiatan yang memuat tentang tujuan, materi, waktu, cara kerja, dan hasil akhir
yang diharapkan untuk dicapai. Pada saat kerja kelompok, dosen/guru berperan sebagai
fasilitator, dinamisator bagi masing-masing kelompok dengan cara memantau terhadap
pelaksanaan kegiatan kelompok, mengarahkan keterampilan kerja sama, dan memberikan
bantuan pada saat diperlukan.

Tes/Kuis
Pada akhir kegiatan kelompok diharapkan semua mahasisw/siswa telah mampu
memahami konsep/topik/masalah yang sudah dikaji bersama. Kemudian masing-masing
mahasiswa/siswa menjawab tes atau kuis untuk mengetahui pemahaman merek terhadap
konsep/topik/masalah yang dikaji. Penilaian individu ini mencakup penguasaan ranah
kogitif, afektif , dan keterampilan. Misalnya, bagaimana melakukan analisis pembelajaran?
Mengapa perlu melakukan analisis pembelajaran sebelum mengembangkan media?
Mahasiswa/siswa dapat juga diminta membuat prototype media tepatguna yang memiliki
tingkat interaktif tinggi dalam pembelajaran, dsb.

Penghargaan Kelompok
Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada kelompok yang
berhasil memperoleh kenaikan skor dalam tes individu. Kenaikan skor dihitung dari selisih
antara skor dasar dengan sekor tes individu. Menghitung skor yang didapat masing-masing
kelompok dengan cara menjumlahkan skor yang didapat di dalam kelompok tersebut
kemudian dihitung rata-ratanya. Selanjutnya berdasarkan skor rata-rata tersebut ditentukan
penghargaan masing-masing kelompok. Misalnya, bagi kelompok yang mendapat rata-rata
kenaikan skor sampai denga 15 mendapat penghargaan sebagai good team. Keanaikan skor
lebih dari 15 hinga 20 mendapat penghargaan great team. Sedangkan kenaikan skor lebih
dari 20 sampai 30 mendapat penghargaan sebagai super team.
Anggota kelompok pada priode tertentu dapat diputar, sehingga dalam satu satuan
waktu pembelajaran anggota kelompok dapat diputar 23 kali putaran. Hal ini

94
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

dimaksudkan untuk meningkatkan dinamika kelompok di antara anggota kelompok dalam
kelompok tersebut
Di akhir tatap muka, dosen/guru memberikan kesimpulan terhadap materi yang lebih
dibahas pada pertemuan itu, sehingga terdapat kesamaan pemahaman pada semua
mahasiswa.
Model pembelajaran kooperatif secara visualisasi seperti gambar: 2.
















Gambar: 2. Visualisasi Pembelajaran Kooperatif
(Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti, 2007 power point)

7. Model Pembelajaran IPS
Model-model pembelajaran yang telah disebutkan terdahulu dapat digunakan dalam
bidang studi IPS, hanya saja dengan penekanan tertentu sesuai dengan karakteristik bidang
studi IPS. Dalam kurikulum sekolah, IPS termasuk dalam kelompok program pendidikan
akademik, memiliki sifat yang berbeda dengan bidang pelajaran yang bersifat akademik
lainnya, seperti matematika, IPA, dan Bahasa. Karena itu, uraian berikut ini merupakan hal
yang perlu mendapat perhatian dalam skenario model pembelajaran IPS.
Sudah disebutkan terdahulu bahwa IPS adalah ilmu pengetahuan tentang manusia
dalam lingkungan hidupnya, yaitu mempelajari kegiatan hidup manusia dalam kelompok
yang disebut masyarakat dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu sosial, sepertinya:
sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, antropologi, psikologi sosial, dan sebagainya, bahkan
pada humaniora dan juga ilmu kealaman. Karena itu IPS adalah bidang studi yang
merupakan paduan (fusi) dari sejumlah mata pelajaran ilmu sosial, humaniora, dan ilmu
kealaman.
Sebagai program dalam kurikulum sekolah dikenal dua pendekatan, yaitu
pendekatan integrated dan pendekatan subject matter masing-msing cabang ilmu sosial (SD
dan SMP integrated, SMA subject matter yaitu: sosiologi antropologi budaya, geografi dan
kependudukan, ekonomi dan akuntansi, dan sejarah)
Program pengajaran IPS mengembang dua fungsi utama, yaitu:
a. membina pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan yang bermanfaat bagi
perkembangan dan kelanjutan pendidikan selanjutnya
b. Membina sikap-sikap yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
Tujuan program pengajaran IPS meliputi 3 aspek yaitu:
a. penyampaian pengetahuan dan pengertian
b. pembentukan nilai dan sikap
c. melatih keterampilan

95
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Bentuk pengajarannya berupa fakta-fakta, konsep-konsep dan generalisasi menurut
IPS yang penting untuk dapat memahami dan memecahkan masalah-masalah sosial.
Misalnya di dalam geografi siswa perlu memahami sebab akibat erosi. Dalam ekonomi
mengenal hubungan antara penawaran dan permintaan, dalam sejarah anak didik mengenal
tentang pertanda-pertanda zaman dan sebagainya.
Sesuai dengan bentuk dan sifat program pengajaran IPS yang multi dimensional,
maka para guru IPS diharuskan berfikir lebih jauh dalam pengembangan program
pembelajarannya. Secara teoritik, penerapan asas-asas di atas akan melahirkan
a. Proses pembelajaran IPS yang manusiawi dan demokratis
b. Prinsip dan teknik pengembangan materi IPS secara terintegrasi
c. Penggunaan metode mengajar secara bervariasi
d. Mengajar secara tim (team teching)
Sumber-sumber materi pengajaran IPS ada tiga, yaitu:
a. teori keilmuan (ilmu-ilmu sosial, humaniora, filsafat, pendidikan, dan juga ilmu-ilmu
kealaman)
b. masyarakat, dan
c. pribadi anak didik
Prinsip penyusunan materi pengajaran IPS seharusnya mempertimbangkan hal-hal
berikut:
a. kemanfaatan
b. kesesuaian
c. ketepatan,
d. sikon masyarakat, dan
e. kemampuan guru
Pola pengorganisasian materi ada beberapa kemungkinan, yaitu:
a. Pola pengorganisasian terpisah (separated)
b. Pola pengorganisasian yang meluas (broadfild) dengan cara: korelasi, integrasi, fusi atau
unifikasi kompetensi profesional pengembangan IPS
c. Pola pengorganisasian lintas rumpun ilmu, misalnya ilmu kealaman, humaniora, agama,
pendidikan dan sebagainya.
Secara visualisasi dapat dilihat gambar berikut ini:




















96
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar




















































97
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar
























B. PELATIHAN (TUGAS)

2. Tugas Individu

Setelah mempelajari bahan tersebut di atas (materi bagian kedua), jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
a. Kemukakan arti pentingnya model pembelajaran!
Jawaban:
Arti model pembelajaran:
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Pentingnya model pembelajaran:
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................

b. Skenario model pembelajaran diimplementasikan dalam proses pembelajaran dengan
langkah-langkah kegiatan. Pilih salah satu model untuk pembelajaran IPS dan susun
landasan teori dan langkah-langkah pembelajarannya!
Jawaban:
Nama model : ...............................................................................................................
Landasan teori: ...............................................................................................................
Langkah-langkahnya: .....................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................

98
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

c. Kemukakan hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam skenario model pembelajaran
IPS!
Jawaban:
Bentuk dan sifat program materialnya:.........................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
Aplikasinya dalam proses pembelajaran: ......................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
Pengembangan materinya:..............................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................

d. Model pembelajaran IPS di SD dan SMP berbeda dengan di SMA. Deskripsikan letak
perbedaannya!
Jawaban:
Pendekatannya di SD dan SMP ...................................................................................
......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Pendekatannya di SMA ................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Pengembangan materi IPS di SD dan SMP ................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Pengembangan materi IPS di SMA ..............................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................

e. Kemukakan relevansinya pengorganisasian tematik IPS dengan pola topik web dan
contohnya!
Jawaban:
Pengorganisasian tematik ...............................................................................................
........................................................................................................................................
Kebaikan pola topik web ...............................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
Contoh pola topik web
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................



99
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

3. Tugas Kelompok

Bagi yang menginginkan tugas kelompok, diskusikan 3 - 6 orang berikut ini
1) Untuk apa model-model pembelajaran itu dilakukan?
2) Kemukakan model pembelajaran yang tergolong inovatif dan partisipatif dengan
alasannya!
3) Hampir semua model pembelajaran dapat digunakan untuk pembelajaran IPS.
Bagaimana model pembelajaran IPS dilakukan?
4) Pilih pokok bahasan dalam kurikulum Anda.Identifikasi konsep-konsep dari berbagai
disiplin ilmu yang relevan dengan menggunakan jaringan topik web!











































100
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar


Pola Evaluasi

Multi Evaluasi

Sifat IPS

Multi Dimensional
& Sumber

Pola Metodologis

Multi Metode &
Media serta CBSA
POKOK BAHASAN KETIGA
STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN IPS

A. URAIAN

1. Pengertian
Dalam menggunakan model mengajar sudah barang tentu guru yang tidak mengenal
strategi dan metode pembelajaran jangan diharap bisa melaksanakan proses belajar
mengajar dengan sebaik-baiknya. Untuk mendorong keberhasilan guru dalam proses belajar
mengajar, berikut ini disajikan strategi dan metode mengajar yang mungkin dapat
dilaksanakan oleh guru IPS
Strategi belajar mengajar adalah pola umum kegiatan belajar mengajar (transaksi
pengajaran) yang seyogyanya terjadi di kelas pada saat pembelajaran. Juga adalah garis
besar rancangan kegiatan guru siswa dalam melakukan pencapaian tujuan instruksional.
Metode mengajar atau metodik berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk
mencapai tujuan tertentu. Metodologi adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk
melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan
peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses
belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.
Jadi, strategi lebih luas dari metode, artinya dalam strategi belajar mengajar
menggunakan berbagai metode.
Penentuan strategi pembelajaran ini sangat penting, karena akan menentukan:
a. pola interaksi/kegiatan belajar mengajar
b. tahap-tahap pencapaian tujuan pengajaran dan bahkan juga
c. tingkat dan kadar serta jenis hasil belajar mengajar.
Sebagai rambu-rambu, faktor penentu strategi pembelajaran antara lain:
a. tujuan yang harus dicapai,
b. sifat dan jumlah materi pelajaran,
c. keadaan dan kemampuan siswa,
d. keadaan dan kemampuan sekolah/kelas,
e. keadaan dan kemampuan guru/dosen,
f. situasi dan keadaan, dan
g. faktor lain yang tidak terduga.
Adapun prinsip pokok yang harus terserap dalam pembelajaran IPS apapun bentuk
strategi dan mtodenya, adalah:
a. keharusan penggunaan asas multi metode
b. keharusan penggunaan asas multi media
c. keharusan asas multi evaluasi
d. keharusan penggunaan asas CBSA berkadar tinggi.
Bahwa semua asas itu harus dianut, konsisten dengan sifat karakteristik IPS yang
multi dimensional dan multi sumber. Secara visualisasi seperti gambar berikut ini.








Gambar: 3.1 Prinsip Pokok Pembelajaran IPS


101
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

2. Penggolongan Strategi Pembelajaran

Gagne dan Briggs, mengelompokkan strategi pembelajaran atas dua jenis, yaitu:
strategi pembelajaran ekspositorik dan strategi pembelajaran heuristic atau hipotetik. Apabila
dikaji berbagai literatur, masih banyak jenis strategi yang dapat diketahui, sepertinya
strategi deduktif yang hampir sama dengan expository, induktif yang hampir sama dengan
inquiry/discopery, strategi belajar tuntas atau maju berkelanjutan (mastery learning), dan
berdasarkan domein tujuan, seperti strategi domein kognitif, strategi domein affektif, dan
strategi domein psikomotor. Namun yang dijelaskan berikut ini hanalah strategi
ekspositorik dan heuristik

a. Strategi Pembelajaran Ekspositorik

Strategi pembelajaran ekspository disebut juga dengan mengajar secara
konvensional, mengajar secara verbal adalah pengajaran yang menyampaikan pesan dalam
keadaan telah siap. Strategi ini, berpandangan bahwa tingkah laku kelas pengajaran dan
distribusi pengetahuan itu dikontrol dan ditentukan oleh guru. Maka hakikat mengajar
menurut pandangan ini adalah penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik yang
dipandang sebagai obyek yang menerima apa yang diberikan dari guru. Peserta didik
mendengar dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru, sekali-sekali bertanya pada
guru. Jadi, guru berperan lebih aktif, lebih banyak melakukan aktivitas dibandingkan
siswanya yang berperan lebih pasif hanya menerima bahan ajaran yang disampaikan
kepadanya. Dalam interaksi hanya terjadi komunikasi satu arah atau komunikasi aksi.
Supaya tingkat CBSA menjadi tinggi diperlukan alat bantu/media pembelajaran dan variasi
dengan memberi contoh soal, metode tanya jawab dan sebagainya.

Apabila pembelajaran ekspositori dibuat dalam bentuk bagan seperti gambar: 3.2 dan 3.3




















Gambar: 3.2 Ekspositori Ditinjau dari Sudut Guru



Guru bertanya pada
peserta didik
Guru menyampaikan
informasi/bahan pada anak didik

Anak didik menjawab

Ekspository
1 2a 3 - 4
Guru memilih tingkah laku
(tujuan)

1 2 - 4
(1)
(2a)
(2)
(3)
(4)
Keterangan: Jalur yang ditempuh
Atau

102
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar






(1)




(2a) (2b) (2b)




(3) (4)



Keterangan: jalur yang ditempuh
Atau








b. Strategi Pembelajaran Heuristik
Strategi pembelajaran heuristik atau hipotetik, pengajaran yang mengharuskan
pengolahan oleh peserta didik sendiri. Dalam strategi pengajaran heuristik meliputi dua
substrategi yaitu Discovery (penemuan) dan inquiry (penyelidikan)
Penemuan, yaitu para peserta didik diharuskan menemukan prinsip atau hubungan
yang sebelumnya tidak diketahuinya yang merupakan akibat dari pengalaman belajarnya
yang telah diatur secara cermat dan seksama oleh guru
Penyelidikan, yaitu peserta didik sebagai subjek di samping sebagai objek pengajaran
(belajar). Mereka dilepas bebas untuk menemukan sesuatu melalui proses asimilasi yaitu
memasukkan hasil pengamatan ke dalam struktur kognitif peserta didik yang telah ada
dan proses akomodasi yakni mengadakan perubahan-perubahan atau penyesuaian
dalam struktur kognitif yang lama hingga cocok/tepat dan sesuai dengan penomena baru
yang diamati. Apabila pembelajaran inquiry/disecovery dibuat dalam gambar/bagian
seperti gambar: 3.4










Peserta didik bertanya
Guru mengarahkan lagi per-
tanyaan pada peserta didik
Guru menjawab pertanyaan
peserta didik
Eksposisi Guru menjawab/memberi-
kan informasi
1 - 2 - 3
1 - 2a - 2b - 3
Gambar: 3.3 Ekspositori Ditinjau dari sudut Kegiatan
Peserta Didik


103
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

(1)



(2)



(3)




(4a) (3a)




(4b)




(5 )






Prinsip pendekatan heuristik oleh Rusyan (1993:115) adalah: (1) aktivitas peserta didik
menjadi fokus perhatian utama dalam belajar, (2) berfikir logis adalah cara yang paling
utama dalam menemukan sesuatu, (3) proses mengetahui dari sesuatu yang sudah diketahui
menuju kepada yang belum diketahui adalah jalan pelajaran yang paling rasional dalam
pelajaran di sekolah, (4) pengalaman yang penuh tujuan adalah tonggak dari usaha
pembelajaran peserta didik kearah belajar berbuiat, bekerja dan berusaha; (5) perkembangan
mental seseorang berlangsung selama ia berpikir dan belajar mandiri. Dengan prinsip ini
menunjukkan bahwa strategi heuristik dapat mendorong peserta didik bersikap berani
untuk berpikir ilmiah dan mengembangkan berpikir mandiri.
Dalam kegiatan belajar mengajar dengan kadar CBSA yang tinggi dan keberhasilan
pencapaian tujuan pengajaran secara manusiawi, melalui operasionalisasi fungsi dan
peranannya sebagai guru inquiry, di mana guru berperan sebagai:
- motivator
- dinamisatorpemberi kejelasan(clarity)
- pendorong semangat (probing)
- penanya yang terarah
- fasilitator yang fungsional
- pemberi hadiah (reward/reinforement)
- manajer kelas/kelompok
- pengarah (directors)
- pengambil putusan yang
- penilai (evaluator), dll
Guru memilih tingkah laku
(tujuan)
Guru bertanya yang dapat memancing
Pendapat peserta didik
Peserta didik mengajukan hipotesis
untuk dikaji/dipelajari lebih lanjut
Individu/kelompok peserta didik
menjelajahi data/informasi
untuk menguji hipotesis
Peserta didik tidak mencari
informasi untuk menguji
hipotesisi
Peserta didik menarik kesimpulan
Guru mendorong peserta didik
mencari data/informasi
INQUIRY
Peserta didik mengidentifikasi
jawaban/menarik simpulan
Gambar: 3.4 Pembelajaran Inquiry/Discovery


104
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Peran-peran tadi dijalankan baik untuk peserta didik secara individual, kelompok
maupun klasikal serta di dalam maupun di luar kelas/sekolah sepanjang peserta didik
dalam proses interaksi belajar. Dan peran ini akan lebih mantap serta berhasil bila guru
mampu menempatkan dirinya seperti bandul jam yang berayun antara dua kutub yang
berbeda karakteristiknya (lihat gambar). Kapankah bandul ini berayun ke kiri atau ke kana,
antara lain ditentukan oleh keadaan peserta didik itu sendiri, keadaan dan kepatutannya.










100 100
- Otoriter - Demokratis
- Serba tahu/manusia sumber - penanya/inkuiri
- Penentu/pemberi perintah - kawan/motivator/pendorong
Gambar: 3.5 Peran Guru Sebagai Bandul Jam


GURU Sebaiknya
Motivator, fasilitator, evalu-
ator , dll. Jangan sebaliknya

` ?




EKSPOSITORY INQUIRY






? CBSA
Sebaiknya
Interaktif, partisipatif, pengamat,
Tidak pasif atau sebagai penonton
PESERTA DIDIK

Gambar: 3.6 Implementasi strategi dalam Pembelajaran Menggunakan strategi dalam
kegiatan belajar mengajar, seperti tabel 3.1 yang perlu dilengkapi dengan merujuk pada
salah satu model pembelajaran yang dipilih



Guru sebagai Bandul Jam

105
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Tabel 3.1 Strategi dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Ekspository Inquiry/Discovery

Kegiatan Awal Kegiatan Ahir
- Orientasi - Refleksi
..
..
.
. ..



3. Berbagai Strategi Metode Pembelajaran

Metode mengajar, sangat banyak dan beraneka ragam. Setiap metode mempunyai
keunggulan dan kelemahan dibandingkan dengan yang lain. Seperti halnya dengan tidak
ada obat yang mujarab di dunia ini hanyalah mujarab karena cocok penyakitnya. Juga tidak
ada satu pun metode yang dianggap ampuh untuk segala situasi. Suatu metode dapat
dipandang ampuh untuk suatu situasi, namun tidak ampuh untuk situasi lain.
Seringkali terjadi pengajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai metode
secara bervariasi. Dapat pula suatu metode dilaksanakan secara berdiri sendiri. Ini tergantun
kepada pertimbangan didasarkan situasi belajar mengajar yang relevan. Agar dapat
menerapkan suatu metode yang relevan dengan situasi tertentu perlu dipahami keadaan
metode tersebut.
Dari sekian banyak metode mengajar, dalam penggunaannya dapat dikategorikan ke
dalam tiga pendekatan, yaitu:
a. pendekatan kelompok/klasikal
b. pendekatan bermain, dan
c. pendekatan individu
Metode mengajar dengan pendekatan kelompok/klasikal pada umumnya ditujukan
untuk membimbing kelompok atau klasikal dalam belajar. Pendekatan bermain
menunjukkan para peserta didik untuk belajar dengan menghayati, melakoni perasaan-
perasaan tertentu dalam suatu keadaan terkontrol melalui latihan/permainan. Pendekatan
bermain ini umumnya dilakukan secara kelompok walaupun juga dapat dilakukan secara
individu. Pendekatan individu memungkinkan setiap anak didik dapat belajar sesuai
dengan bakat, keinginan, dan kemampuan masing-masing individu. Namun demikian,
pendekatan kelompok, bermain pun harus tetap memperhatikan adanya perbedaan individu
pada anak didik. Hal ini tercermin dalam penetapan penggunaan metode secara bervariasi
disesuaikan dengan tujuan dan bahan yang dipelajari
Adapun macam metode mengajar dari ketiga kategori pendekatan tersebut,
dideskripsikan seperti pada gambar: 3.7. Selain itu, jenis ragam metode mengajar dari segi
strategi pembelajaran dideskripsikan dalam tabel 3.2 dan klasifikasi metode mengajar
menurut domain seperti gambar 3.8







106
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar



















Tabel 3.2 Jenis Ragam Metode mengajar dari Segi Strategi
Ekspository Inquiry/Discopery
- Ceramah
- Demonstrasi
- Tanya jawab
- Simulasi/pengamatan dan Percobaan
- Diskusi
- Pemecahan masalah
- Pemberian tugas
- Latihan/drill









COGNITIVE AFFECTIVE PSIKOMOTOR

1. DISKUSI 1. ROLE FLAYING 1. SIMULASI
2. CERAMAH 2. GAMES 2. SOSIODRAMA
3. PARTISIPATORI 3. V C T 3. STUDY PROYEK
4. PROBLEM SOLVING 4. PENGKONDISIAN 4. DEMONSTRASI
5. SEMINAR 5. MODELING 5. LATIHAN
6. DLL. 6. DLL. 6. DLL.


Gambar 3.8 Jenis Ragam Metode Mengajar dari Segi Domain





DOMAIN
Gambar 3.7 Klasifikasi Strategi Metode Pembelajaran

107
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

4. Kriteria Pemilihan Metode Mengajar IPS

Paradigma lama mengajar sebagai usaha mentransfer atau menyampaikan (relay)
sesuatu pengetahuan guru kepada peserta didik sebanyak mungkin, sudah saatnya perlu
ditingkatkan lebih dari itu. Dengan usaha membina, membantu, memotivasi, mendorong
dan memberikan fasilitas kepada peserta didik dalam mencapai keberhasilannya secara
mantap dan wajar. Untuk itu, keharusan penggunaan asas multi metode dalam kegiatan
belajar mengajar. Dalam upaya menentukan jenis ragam metode kearah multi metode
mengajar yang akan digunakan dalam rangka pembelajaran IPS perlu dipertimbangkan hal-
hal sebagai berikut:
1) tujuan berbagai jenis dan fungsinya
2) Subjek didik yang berbagai tingkat kematangannya/jenjangnya
3) Situasi dalam berbagai keadaan/kondisinya
4) Fasilitas yang berbagai kualitas dan kuantitasnya
5) Pribadi guru/calon guru serta kemampuan profesi yang berbeda-beda
Sebagai ilustrasi dapat dilihat pada gambar 3.8. Aplikasi memilih metode dalam
kegiatan belajar mengajar, seperti matriks 3.3 yang perlu dilengkapi dengan merujuk pada
pendekatan dan domain pembelajaran.
























Gambar 3.9 Kriteria Pemilihan Metode Mengajar








METODE
SITUASI
SUBJEK
DIDIK
TUJUAN
PRIBADI
GURU
FASILITAS

108
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Matriks 3.3 Pemilihan Metode Pembelajaran


MATRIK PEMILIHAN METODE

P E N D E K A T A N
K A W A S A N
KELOMPOK BERMAIN INDIVIDU

KOGNITIF CERAMAH ..
... ......................... .......................
........................... ......................... .......................


AFEKTIF ......................... ROLE FLAYING ........................
......................... ......................... .......................
......................... ......................... ........................


PSIKOMOTOR .............................. ............................... LATIHAN
.............................. ............................... .......................
.............................. ............................... ........................


B. PELATIHAN

3. Tugas Individu

Setelah mempelajari bahan tersebut di atas (materi bagian ketiga), jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
a. Apa arti dan pentingnya perancangan strategi pembelajaran!
Jawaban:
Pengertian strategi pembelajaran:
.
.
Pentingnya perancangan strategi pembelajaran:
.
.
b. Kemukakan rambu-rambu pembelajaran IPS!
Jawaban:
Rambu-rambu pembelajaran IPS: ..................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
c. Prinsip pokok pembelajaran IPS yaitu Multi metode, multi media dan multi evaluasi.
Deskripsikan pengimplementasiannya dalam pembelajaran
Jawaban:
Implementasi multi metode dalam pembelajaran IPS:
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................

109
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Implementasi multi media dalam pembelajaran IPS:
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Implementasi multi evaluasi IPS:
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
d. Identifikasi metode mengajar yang berkaitan dengan strategi pembelajaran berikut ini!

Strategi Pembelajaran Kawasan/domein Metode Pembelajaran
Ekspository c. .......................................
d. Sikap
e. Keterampilan
Ceramah, demonstrasi
...............................................
...............................................
Inquiry/Discovery 1. .......................................
2. .........................................
3. .........................................
...............................................
...............................................
...............................................
e. Penyempurnaan apa yang sebaiknya dilakukan guru dalam implementasi strategi
pembelajaran ekspositori dan inquiry sehingga diperoleh strategi yang lebih bermakna.
Jawaban:
Penyempurnaan pemebelajaran ekspository:
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
Penyempurnaan pembelajaran inquiry/discovery:
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................


2. Tugas Kelompok

Bagi yang menginginkan tugas kelompok, diskusikan 3 - 6 orang berikut ini
a. Kemukakan dengan singkat alasan mengapa tidak ada satu pun metode mengajar yang
tepat untuk segala kompetensi/tujuan pembelajaran!
b. Pengisian tabel 3.1 (dalam materi uraian pokok bahasan ketiga) dengan memilih salah
satu model pembelajaran yang akan dirancang.
c. Pengisian Matriks 3.3 (dalam materi uraian pokok bahasan ketiga) dengan mengambil
salah satu pokok bahasan dari GBPP mata kuliah yang diemban.












110
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

POKOK BAHASAN KEEMPAT
PENGEMBANGAN MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN IPS


A. URAIAN

1. Media Pembelajaran IPS

a. Pengertian Media Pembelajaran
Media Pembelajaran merupakan bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di kelas.
Pemanfaatan media pembelajaran merupakan upaya kreatif dan sistematis untuk
menciptakan pengalaman yang dapat membelajarkan peserta didik sehingga pada akhirnya
tercipta suatu lulusan yang berkualitas.
Istilah media berasal dari bahasa Latin, yaitu bentuk jamak dari medium yang
secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu
yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.
Istilah media itu lebih populer dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada
dasarnya adalah aplikasi komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran
disebut media pembelajaran.
Association for Education and Communication Technologi (AECT) mengartikan
media sebagai segala sesuatu yang dipergunakan orang untuk proses penyaluran informasi.
Sedangkan Nation Education Association (NEA) mengartikan media sebagai segala benda
yang dapat dimanipulasikan dilihat, di dengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen
yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut. Di samping itu Brown (Modul Akta Mengajar
V-B, Nomor 15, 1982/1983, P.19) mengatakan bahwa media yang digunakan dengan baik
dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas proses instruksional.
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, yang dapat
merangsang pikiran, perasaan, dan kemampuan anak didik sehingga dapat mendorog
terjadinya proses belajar pada dirinya.
Dari uraian di atas dapat ditarik suatu simpulan bahwa media adalah segala sesuatu
yang dapat menyalurkan pesan (massage), merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.
Dan penggunaaan media secara kreatif dapa memungkinkan peserta didik untuk belajar
lebih banyak, mencamkan apa yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan performens
mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Dewasa ini, kadang membingunkan antara media dan alat praga. Karena pada alat
atau benda yang sama kadang orang menyebutnya sebagai media dan bagi orang yang lain
menyebutnya sebagai alat praga. Untuk mengetahui perbedaan antara media dan alat
praga/alat bantu hanyalah pada fungsinya, bukan pada substansi. Suatu sumber belajar
dikatakan alat praga jika hal tersebut digunakan untuk mempragakan fakta, konsep, prinsip,
atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata/konkret, misalnya dengan mengajar
tumbuhan dengan membawa gambar tumbuhan atau benda aslinya tersebut ke kelas.
Sebagai alat bantu jika alat/benda itu digunakan untuk mempermudah tugas mengajar,
fungsinya hanya sebagai alat bantu saja, tidak terkandung pesan/isi/bahan pelajaran.
Dalam pelajaran tentang kuman misalnya, bantuan mikroskop sebagai alat pengajaran
sangat penting. Demikian pula dalam pelajaran menggambar, mistar atau kuas berfungsi
sebagai alat pengajaran yang sering diperlukan. Lain halnya dengan media, yaitu, selalu
mengandung pesan atau isi pelajaran didalamnya, merupakan bagian integral dari seluruh
kegiatan belajar dan ada pembagian tanggung jawab antara guru kelas atau dosen di satu
pihak dan sumber lain di lain fihak. Untuk mengetahui secara jelas perhatikan pola-pola
instruksional pada gambar 4.1

111
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

MEDIA
Pada gambar 4.1 terlihat adanya empat pola pembelajaran, yaitu:
Dalam pola 1 sumber gambaran belajar anak didik atau peserta didik hanyalah berupa orang
saja. Guru kelas atau dosen memegang kendali yang penuh atas terjadinya
kegiatan belajar mengajar
Dalam pola 2 sumber belajar berupa orang dibantu oleh sumber lain. Walaupun demikian
dalam pola ini guru kelas atau dosen masih memegang kendali, hanya saja
tidak mutlak, karena dia dibentu oleh sumber lain. Dalam pola instruksional
ini sumber yang berfungsi sebagai alat bantu disebut alat praga








3

1 2 4











Gambar 4.1 Perbedaan Media dengan Alat Pembelajaran
Dalam pola 3 sumber berupa orang bersama-sama dengan sumber lain berdasarkan suatu
pembagian tanggung jawab. Dalam hal ini kontrol terhadap kegiatan belajar
mengajar dibagi bersama antara sumber manusia dan sumber lain. Dan
sumber lain tersebut merupakan bagian integral dari seluruh kegiatan belajar.
Dalam pola kegiatan ini sumber lain tersebut dinamakan media
Dalam pola 4 anak didik belajar hanya dari satu sumber yang bukan manusia. Keadaan ini
terjadi dalam suatu pengajaran melalui media. Dan, sumber bukan manusia
tersebut dinamakan media.

b. Manfaat Media Pembelajaran
Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar
interaksi antara guru dengan siswa sehinga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan
efisien. Tetapi secara lebih khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci, yaitu:
1) menyampaikan materi pembelajaran dapat diseragamkan
2) proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
3) proses pembelajaran lebih intensif
4) efisiensi dalam waktu dan tenaga
5) meningkatkan kualitas hasil belajar anak didik
6) media memungkinkan proses belajar dapat didlakukan di mana saja dan kapan saja
KURIKULUM
ALAT
PRAGA
GURU
KELAS
GURU
KELAS
GURU
KELAS
MEDIA
ANAK DIDIK

112
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

7) media dapat menumbuhkan sikap positif anak didik terhadap materi dan prfoses belajar
8) mengubah peran guru kearah yang lebih positif dan produktif

c. Jenis Media Pembelajaran

Kemajuan teknologi masuk di dunia pendidikan (persekolahan) dan di dalam
ruangan lingkup kelas sangat mengembangkan media pembelajaran. Aderson (Etin
Solihatin, 2007:p.26) mengelompokkan media menjadi sepuluh golongan seperti tabel 1

Tabel 1 Klasifikasi Media Menurut Anderson

No.

1.
2.

3.
4.

5.
6.
7.
8.
9.
10.



Colongan Media

Audio
Cetak

Audio Cetak
Proyeksi visual Diam

Proyeksi Audiovisual Diam
Visual gerak
Audiovisual gerak
Obyek fisik
Manusia dan lingkungan
Komputer

Contoh dalam Pembelajaran

Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
Buku Pelajaran, modul, brosur, leaflet,
gambar
Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
Overhead Transparancy (OHP), film
bingkai (slide)
Film bingkai (slide) bersuara
Film bisu
Film gerak bersuara, video/ved, televisi
Benda nyata, model, specimen
Guru, pustakawan, laboran
CAI (pembelajaran berbantuan computer),
CBI (pembelajaran berbasis computer)

Klasifikasi media yang dikemukakan oleh Anderson dalam tabel 1 pada dasarnya
dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu: media cetak, media elektronik, dan
media objek nyata atau realita.
1) Media Cetak. Istilah media cetak biasanya diartikan sebagai bahan yang diproduksi
melalui percetakan profesional, seperti buku, majalah, dan modul. Selain itu,
tulisan/bagan/gambar yang difoto kopi ataupun hasil reproduksi sendiri, dapat juga
dikategorikan sebagai media cetak.
Ada beberapa keuntungan dan kelemahan dalam penggunaan media cetak ini, yaitu:
a) Keuntungan , di samping relatif murah pengadaannya, juga lebih mudah dalam
pengunaannya, dalam arti tidak memerlukan peralatan khusus, serta lebih luwes
dalam pengertian mudah digunakan, dibawa agtau dipindahkan.
b) Kelemahan, jika kurang dirancang dengan baik, cenderung untuk membosankan. Di
samping itu, media ini kurang dapat memberikan suasana yang hidup bagi peserta
didik.
2) Media Elektronik. Ada berbagai macam media elektronik yang lazim dipilih dan
digunakan dalam pengajaran antara lain:
a) Perangkat Slide atau film bingkai
b) Film strips
c) Rekaman
d) Overhead Transparansi
e) Vidio Tape/Video Casette



113
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Seperti halnya dengan media cetak, media elektronik juga mempunyai beberapa
keuntungan dan kelemahan, yaitu:
a) Keuntungan. Pada umumnya ialah dapat memberikan suasana yang lebih hidup
penampilannya lebih menarik, dan di samping itu dapat pula digunaan untuk
memperlihatkan suatu proses tertentu secara lebih nyata.
b) Kelemahan, terutama terletak dalam segi teknis dan juga biaya. Penggunaan media
ini memerlukaan dukungan sarana dan prasarana tertentu seperti listrik serta
peralatan/bahan-bahan khusus yang tidak selamanya mudah diperoleh di tempat-
tempat tertentu. Di samping itu, pengadaan maupun pemeliharaannya ceenderung
menuntut biaya yang mahal.
3) Media Realita, adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar.
Pemanfaatan media realita tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas,
melainkan dapat juga dengan cara mengajak peserta didik melihat langsung (observasi)
benda nyata tersebut ke lokasinya. Media realita sangat bermanfaat terutama bagi
peserta didik yang tidak memiliki pengalaman terhadap benda tertentu. Misalnya untuk
mempelajari binatang langka, peserta didik diajak melihat anoa, badak, harimau, yang
ada di kebun binatang.
Seperti dengan media lainnya, media realita juga memiliki keuntungan dan kerugian,
yaitu:
a) Keuntungan,
- Dapat memberikan kesempatan semaksimal mungkin pada peserta didik untuk
mempelajari sesuatu ataupun melaksanakan tugas-tugas dalam situasi nyata,
juga
- Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami sendiri situasi
yang sesungguhnya dan melatih keteampilan mereka dengan menggunakan
sebanyak mungkin alat indra
b) Kelemahan,
- Membawa peserta didik ke berabagai tempat di luar sekolah kadang-kadang
mengandung risiko dalam bentuk kecelakaan dan sejenisnya
- Biaya yang diperlukan untuk mengadakan berbagai obyek nyata kadang-kadang
tidak sedikit, apalagi ditambah dengan kemungkinan kerusakan dalam
menggunakannya
- Tidak selalu dapat memberikan semua gambaran dari objek yang sebenarnya,
seperti peembesaran, pemotongan, dan gambar bagian demi bagian, sehingga
pengajaran harus didukung pula dengan media lain.
d. Kriteria Kualitas Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di
sekolah. Pemanfaatan media pembelajaran merupakan upaya kreatif dan sistematis untuk
mengefektifkan pembelajaran. Karena itu, kualitas media pembelajaran diperlukan untuk
menghasilkan lulusan yang berkualitas.
1) dapat menciptakan pengalaman yang bermakna
2) menfasilitasi interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan ahli lainnya
3) memperkaya pengalaman belajar siswa
4) mampu mengubah suasana belajar menjadi aktif mencari informasi melalui berbagai
sumber
e. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran IPS
Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media
pembelajaran, adalah:
1) Tujuan pembelajaran
2) Prinsip-prinsip IPS (integrated, scop, sequence)

114
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

3) Manfaat dan ketepatgunaan
4) Sasaran didik
5) Karakteristik media yang bersangkutan
6) Kemampuan guru menggunakan suatu jenis media
7) Keluwesan atau fleksibilitas dalam penggunaannya
8) Kesesuaian dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada
9) Biaya
10) Ketersediaannya
11) Mutu teknis

f. Prinsip Pemanfaatan Media Pembelajaran
Etin Solihatin dan Raharjo (2007:32) mengemukakanp prinsip umum yang perlu
diperhatikan dalam pemanfaatan media pembelajaran IPS, yaitu:
1) Setiap jenis media memiliki kelebihan dan kelemahan. Tidak ada satu jenis media yang
cocok untuk segala macam proses belajar dan dapat mencapai semua tujuan belajar.
Ibaratnya, tidak ada satu jenis obat yang manjur untuk semua jenis penyakit
2) Penggunaan beberapa macam media secara bervariasi memang perlu. Namun harap
diingat, bahwa penggunaan media yang terlalu banyak sekaligus dalam suatu kegiatan
pembelajaran, justru akan membingungkan siswa dan tidak akan meperjelas pelajaran.
Oleh karena itu, gunakan media seperlunya, jangan berlebihan.
3) Penggunaan media harus dapat memperlakukan siswa secara aktif. Lebih baik
menggunakan media sederhana yang dapat mengaktifkan seluruh siswa daripada media
canggih, namun justru membuat siswa terheran-heran pasif.
4) Swebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan
rencana pelajaran. Tentukan bagian materi mana saja yang akan disajikan dengan
bantuan media. Rencanakan bagaimana strategi dan teknik penggunaannya.
5) Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan atau sekedar
pengisi waktu kosong. Jika siswa sadsr bahwa media yang digunakan hanya untuk
mengisi waktu kosong maka kesan ini akan selalu muncul setiap kali guru
menggunakan media.
6) Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaan media.
Kurangnya persiapan bukan saja membuat proses kegiatan belajar mengajar tidak efektif
dan efisien, tetapi justru mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Hal ini terutama
perlu diperhatikan ketika akan menggunakan media eletronik.
Berkenaan dengan tahapan-tahapan pemanfaatan alat/media pembelajaran adalah
sebagai berikut: pertama, membuat daftar kebutuhan melalui identifikasi alat pembelajaran
yang diperlukan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas atau disekolah.
Kedua, golongkan ketersediaan alat/media tersebut. Ketiga, bila alat/media tersebut
tersedia, pikirkan kesesuaian penggunaannya, bila belum sesuai lakukan modifikasi bila
diperlukan. Keempat, media/alat yang belum tersedia dapat dilakukan dengan jalan
meminjam, membuat, atau membeli.









115
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Tersedia
Belum
tersedia
Sesuai
Berkenaan dengan tahapan-tahapan pemanfaatan media/alat pembelajaran dapat
dilihat pada gambar 4.2. Mengenai analisis kebutuhan media dengan tebel 4.2
















Gambar 4.2 Tahapan Pemanfaatan Media Pembelajaran

Tabel 4.2 Analisis Kebutuhan Media

Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :


Spesifiksi
materi
Metode Bentuk layanan Jenis media/alat
Orientasi


Pengertian
Sosiologi

.
.

Ceramah,
Tanya jawab

..
..

.
.
Klasikal


.
.

.
.
Pembesar suara, Lactop,
LCD.

.
.

.
.

2. Sumber Belajar (learning resources)

Sering didengar istilah sumber belajar (learning resources), guru juga dalam
merencanakan pembelajarannya mencantumkan sumber belajarnya, namun yang dituliskan
adalah sejumlah buku-buku perpustakaan sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak
terasa apa yang mereka gunakan, orang, dan benda tertentu adalah termasuk sumber
belajar. Roestiyah (1982:59) mengartikan sumber-sumber belajar ialah segala sesuatu yang
dapat dipergunakan sebagai tempat atau asal untuk belajar seseorang. Dengan demikian
tempat ini merupakan bahan untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-
hal yang baru. Sebab belajar pada hakikatnya adalah mendapatkan hal-hal baru.
Di mana-mana orang dapat belajar, dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan,
sebab itu, sumber belajar pun ada di mana-mana, baik berupa manusia maupun non


Membuat
daftar
kebutuhan
melalui
identifikasi
alat
pembelajaran
Tidak
sesuai
Disesuaikan
dengan
modifikasi






Digunakan
Pinjam
Buat
Beli

116
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

manusia, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
pembelajaran. Dengan perkataan lain sumber belajar itu merupakan apa saja, baik yang
direncanakan maupun yang menurut sifatnya dapat dimanfaatkan untuk membantu proses
belajar.
Departemen P & K, Proyek PIPT (1981:163-164), mengatakan bahwa sumber-sumber
belajar itu haruslah dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga dapat berfungsi untuk:
a. Meningkatkan produktivitas pendidikan, dengan jalan:
- mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktunya secara
lebih baik
- Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak
membina dan mengembangkan gairah belajar siswa
b. Memberi kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan:
- mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional
- memberikan kesempatan bagi siswa untukberkembang sesujai dengan
kemampuannya
c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran denganjalan:
- perencanaan program pendidikan yang lebih sistematis
- pengembangan materi pelajaran yang dilandasi oleh penelitian tentang perilaku
d. Lebih memantafkan pengajaran dengan jalan:
- meningkatkan kemampuan manusia dengan berbagai media komunikasi
- penyajian informasi dan data secara lebih konkrit
e. Memungkinkan belajar secara seketika, karena dapat:
- mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak
dengan realitas yang sifat konkrit
- memberikan peengetahuan yang sifatnya langsung
f. Memungkinkan penyajian pendidikan yang lebih luas, terutama dengan adanya media
massa, dengan jalan:
- pemanfaatan bersama secara lebih luas tenaga ataupun kejadian yang langka
- penyajian informasi yang mampu menembus batas geografi
Selain itu, juga dapat dikatakan bahwa sumber-sumber belajar tu dapat berfungsi
teoritis dan praktis. Secara teoritis sumber belajar dapat dimanfaatkan untuk:
a. Perencanaan, sehinggga dapat diperoleh bahan sajian yang berdaya guna dan tepat guna
yang dapat dipakai sebagai sumber belajar
b. Penelitian, dengan maksud untuk menguji pengetahuan yang berhubungan dengan
sumber belajar siswa kegiatan peembelajaran , yang kegiatannya meliputi juga
pembahasans sumber pustaka, pemilihan informasi yang dapat diterapkan.
Secara praktis dapat dimanfaatkan untuk:
a. Kegiatan pengadaan (produktif), seperti misalnya membuat makalah, buku, film, grafis,
slide dan sebagainya. Termasuk juga di dalamnya melaksanakan penataran, latihan.
b. Pelayanan dan pemanfaatan, tidak saja pelayanan terhadap kegiatan peembelajaran di
lembaga yang bersangkutan, tetapi juga pemanfaatan sumber belajar tersebut oleh
masyarakat pemakai (eksponen lainnya).
Abdul Majid (2007:170) mengkategorikan sumber belajar sebagai berikut:
a. Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan
belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan
sebagai tempat belajar yang berarti belajar, misalnya: perpustakaan, pasar, museum,
sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan, dan sebagainya.
b. Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi
peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya
situs, candi, benda peninggalan lainnya.

117
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

c. Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat
belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikateggorikan sebagai sumber belajar.
Misalnya: guru, ahli geologi, polisi, dokter, dan ahli-ahli lainnya.
d. Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik
dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks,
kaamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya
e. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa
bencana, dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai
sumber belajar

PELATIHAN

4. Tugas Individu
Setelah mempelajari bahan tersebut di atas (materi bagian keempat), jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
a. Deskripsikan bahwa media merupakan bagian tak terpisahkan dari kualitas
pembelajaran..
Jawaban:
Untuk mencapai kualitas pembelajaran dengan pemanfaatan media
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
b. Kemukakan dengan kata-kata sendiri manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan
media dalam pembelajaran IPS!
Jawaban:
Manfaat penggunaan media dalam pembelajaran IPS:
.........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
c. Deskripsikan dengan singkat bahwa media dapat menghasilkan keseragaman dan
pengalaman yang integral
Jawaban:
Media dapat menghasilkan keseragaman:
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................

Media dapat memberikan pengalaman yang integral:
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
d. Tidak semua media dapat menjamin keberhasilan pembelajaran jika guru tidak dapat
menggunakannya dengan baik. Bagaimanakah agar media yang dipilih itu dapat
digunakan dengan baik?
Jawaban:
Agar media yang sudah dipilih dapat digunakan dengan baik:
.......................................................................................................................................
........................................................................................................................................
.......................................................................................................................................

118
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

e. Kemukakan pengertian dan fungsi sumber belajar!
Jawaban:
Pengertian sumber belajar:
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
........................................................................................................................................
Fungsi sumber belajar:
.......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................

5. Tugas Kelompok

Bagi yang menginginkan tugas kelompok, diskusikan 3 - 6 orang berikut ini
a. Tentukan salah satu kompetensi dasar mata kuliah dengan indikatornya kemudian
isikan tujuan, jenis media yang digunakan, dan secara singkat alasan pilih tersebut
dalam lajur tabel di bawah ini
Nama Sekolah : .......................................................................................................
Mata Pelajaran : ......................................................................................................
Kelas/Semester : ......................................................................................................
Alokasi Waktu : ......................................................................................................
Standar Kompetensi: .
.
Indikator : .....................................................................................................
.....................................................................................................
Tujuan Jenis Media Penggunaan Alasan pilihan






b. Buat salah satu jenis media yang tercantum dalam tabel latihan 1 diatas, dan cara
penggunaannya!
Jawaban:
Nama media yang dibuat: .........................................................................................
Cara penggunaannya: ................................................................................................
........................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
c. Berikan deskripsi bahwa pada hakikatnya sumber belajar itu terdapat di mana-mana!
Jawaban:
Sumber belajar itu ada dimana-mana sebab: ...........................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................


119
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar


POKOK BAHASAN KELIMA
METODE ASESMEN PEMBALAJARAN IPS

A. URAIAN

1. Pengertian dan Prosedur Asesmen
a. Pengertian Asesmen
Asesmen adalah prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang
prestasi atau kinerja seseorang yang hasilnya akan digunakan untuk evaluasi. Asesmen
dilakukan untuk mengethui seberapa tinggi kinerja atau prestasi seseorang. Informasi
tersebut diperoleh dari hasil pengolahan data pengukuran dan non pengukuran. Informasi
disajikan dalam bentuk profil peserta didik untuk menetapkan apakah peserta didik
dinyatakan sudah atau belum menguasai kompetensi yang ditargetkan.
Pengukuran dan non pengukuran adalah proses untuk memperoleh deskripsi
tentang karakteristik seseorang dengan aturan tertentu. Hasil pengukuran berupa data
numerik atau kuantitatif, sedangkan hasil non pengukuran berupa data kualitatif. Contoh
pengukuran antara lain memberikan ulangan dan tugas, sedangkan contoh nonpengukuran
antara lain tentang tingkatan karakteristik yang dimiliki seseorang dengan aturan tertentu.
Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes dan/atau
non tes. Tes adalah alat ukur berupa satu pertanyaan untuk mengukur sampel tingkah laku
dan jawaban yang diberikan dapat dikategorikan menjadi benar dan salah. Non tes juga
merupakan alat ukur untuk mengukur sampel tingkah laku, tetapi jawaban yang diberikan
tidak dapat dikategorikan benar dan salah, misalnya kategori positif dan negatif, setuju dan
tidak setuju, atau suka dan tidak suka. Pelaksanaan pengukuran dalam IPS harus
menerapakan prinsip keseimbangan antara formal tes dan non formal tes dengan instrumen
tes dan non tes
Evaluasi merupakan tindakan untuk menetapkan keberhasilan suatu program
pendidikan, termasuk menetapkan keberhasilan peserta didik dalam program atau
kelompok peserta didik. Sebagai contoh guru harus mengevaluasi apakah program
pembelajaran yang dirancang sudah menunjukkan hasil yang diharapkan. Demikian pula,
suatu program studi harus mengevaluasi apakah seluruh peserta didik yang menempuh
suatu program berhasil atau gagal, sehingga dapat untuk menyatakan tingkat keberhasilan
program.
Dalam proses asesmen, bagi peserta didik yang belum menguasai kompetensi
ditindaklanjuti dengan program remedial atau mengulang, sedangkan yang sudah
menguasai tetapi belum maksimal diberi program pengayaan. Gambar 5.1 mengilus-trasikan
keterkaitan antara kegiatan pengumpulan data, proses asesmen beserta tindak lanjutnya.













Gambar 5.1. Proses Asesmen dan Tindak Lanjutnya
Asesmen
Non-pengukuran Pengukuran
Profil peserta didik
Tindak lanjut hasil asesmen

120
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

b. Karakteristik Asesmen Berbasis Kompetensi
1) Berfokus pada hasil, sehingga anak didik yang mengalami kesulitan
2) Dilaksanakan untuk setiap individu dan untuk menentukan dia sudah menguasai
atau belum menguasai kompetensi yang diajarkan
3) Mengacu kepada standar/kriteria dan tidak untuk membandingkan keberhasilan
seseorang dengan orang lainnya.
4) Memberikan kesempatan mahasiswa dapat mengevaluasi diri sendiri sehingga hasil
akan lebih bermakna, baik bagi pendidik, peserta didik, maupun administrator.
5) Bersifat autentik, terbuka, holistik, dan integratif. Autentik, terfokus kepada
kompetensi yang didemonstrasikan. Terbuka, memberi peluang anak didik
merespons secara kreatif. Holistik, mencakup semua kemampuan dan kompetensi;
sehingga pendekatan integratif yaitu dari beberapa menjadi satu kesatuan
6) Kelulusan menurut ketercapaian standar yang ditentukan untuk semua kompetensi
utama, dinyatakan kompeten atau tidak (lulus atau tidak lulus). Tidak kompeten
atau tidak lulus apabila tingkat penguasaannya kurang dari 70 %

2. Metode dan Bentuk Instrumen Asesmen
a. Tes (Gradasi benar salah)
1) Tes formal adalah tes yang dilakukan dalam waktu khusus, terpisah/di luar waktu
untuk kegiatan pembelajaran, yaitu:
a) tes tulis dengan bentuk instrumennya diklasifikasikan dalam tiga jenis soal, yaitu:
(1) soal dengan memberi jawaban, meliputi
Item tes isian atau melengkapi
Item tes jawaban singkat atau pendek
Item tes uraian (tes uraian terbatas dan bebas)
(2) Soal dengan memilih jawaban, meliputi:
Item tes pilihan ganda
Item tes dua pilihan (benar salah, ya - tidak)
Item tes menjodohkan
Item tes sebab akibat
(3) Soal gabungan memilih dan memberi jawaban, sepertinya:
Item tes pilihan ganda beralasan
Item tes dua pilihan beralasan
Dll.
b) tes lisan, dengan bentuk instrumennya
Daftar pertanyaan
c) tes kinerja, dengan bentuk instrumennya
Item tes paper and pencil
Item tes identifikasi
Item tes simulasi
Item tes uji petik kerja
2) Tes non-formal adalah tes yang dilakukan menyatu dengan kegiatan pembelajaran
atau dilaksanakan tidak khusus dalam suasana tes, yaitu:
a) Observasi, dengan bentuk instrumennya
Lembar observasi
b) Penugasan, dengan bentuk instrumennya
Tugas proyek
Tugas portofolio
Tugs rumah
Dll.

121
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

b. Non-tes (positif-negatif, setuju-tidak setuju, suka-tidak suka)
1) Observasi, dengan bentuk instrumen lembar observasi
2) Wawancara, dengan bentuk instrumen pedoman wawancara
3) Inveentori, dengan beentuk instrumen skala inventori
4) Self report, dengan bentuk kuesioner, ceklis, catatan harian (angket, daftar cek, daftar
catatan harian)
Rangkuman metode asesmen beserta bentuk instrumen asesmennya disajikan
dalam Tabel 5.1

3. Strategi Pengembangan Asesmen
Dalam mengembangkan sistem asesmen berbasis kompetensi meliputi langkah-
langkah:
a. menentukan kompetensi
b. menjabarkan kompetensi menjadi sejumlah subkompetensi
c. menjabarkan subkompetensi menjadi sejumlah indikator capaian
d. menentukan metode asesmen dan bentuk instrumen sesuai dengan indikator
e. menyusun profil hasil belajar anak didik

Tabel 5.1 Klasifikasi Metode dan Bentuk Instrumen Asesmen
No. Metode Asesmen Tehnik
Penilaian
Bentuk Instrumen Asesmen
1 Tes (gradasi benar-salah)
a. Tes formal (dilakukan
secara khusus seperti
ujian
sisipan/midsemester,
ujian akhir, ujian
responsi)
Tes tulis Tes isian (melengkapi)
Tes jawaban pendek
Tes uraia
Tes pilihan ganda
Tes dua pilihan (yatidak)
Tes menjodohkan
Dll.
Tes lisan Daftar pertanyaan
Tes kinerja Tes tulis keterampilan
Tes identifikasi
Tes simulasi
Uji petik kerja
b.

Tes non formal
(dilakukan menyatu
dengan proses
pembelajaran)

Penugasan Tugas proyek
Tugas portofolio
Tugas rumah
Observasi Lembar observasi
2

Nontes (gradasi positif-
negatif, setuju-tidak
setuju, suka-tidak suka)
Observasi Lembar observasi
Wawancara Pedoman wawancara
Inventori Skala inventori
Self report Kuesioner

Instrumen asesmen yang baik haruslah memenuhi persyaratan kesahihan dan
keandalan. Untuk itu, kegiatan pengembangan instrumen perlu mengikuti langkah yang
dapat dipertanggungjawabkan, yaitu: penyusunan kisi-kisi, pengembangan item, instrumen,
telaah dan revisi item instrumen, uji coba instrumen, analisis empiris kualitas instrumen.


122
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

a. Penyusunan Kisi-kisi

Kisi-kisi digunakan untuk acuan pengembangan instrumen, baik bentuk maupun
item instrumen. Dosen dalam penyusunan kisi-kisi perlu menelusuri dan mengacu pada
pengembangan kurikulum, silabus, dan pengalaman belajar mahasiswa.
Kisi-kisi asesmen berbasis kompetensi digunakan untuk menunjukkan keterkaitan
antara kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian, dan strategi asesmen yang
direncanakan (yang meliputi metode asesmen, bentuk asesmen, dan item instrumen).
Kisi-kisi asesmen berbasis kompetensi tersebut dapat ditampilkan dalam bentuk Tabel
5.2

Tabel 5.2 Kisi-kisi Asesmen Berbasis Kompetensi untuk Tingkat Mata Kuliah

Program Studi: .....................................................
Mata kuliah: ..........................................................
Standar kompetensi: ....................................................................................................
...................................................................................................
Kompetensi
dasar
Indikator
pencapaian
Strategi Asesmen
Metode Teknik Bentuk
instrumen
Nomor item
instrumen








b. Pengembangan Instrumen
Pengembangan item instrumen harus selalu mengacu pada kisi-kisi yang telah
ditetapkan agar dihasilkan item instrumen yang sahih. Berikut ini disajikan hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam pengembangan item instrumen tes maupun nontes.
1) Pengembangan item tes tulis
Hal yang diperhatikan dalam mengembangkan tes tulis yaitu
a) Memperhatikan persyaratan penyusunan instrumen, baik dari aspek
materi/isi/konsep, konstruksi, maupun bahasa.
b) Mengacu pada karakteristik indikator kompetensi yang ditargetkan.
c) Memilih bentuk instrumen yang sesuai dengan indikator, apakah bentuk tes
isian, uraian, pilihan ganda atau lainnya.
d) Membuat kunci jawaban atau pedoman penyekoran.



123
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

2) Pengembangan item tes keterampilan
a) Hal yang diperhatikan dalam mengembangkan item tes keterampilan adalah
sebagai berikut.
(a) Persyaratan penyusunan instrumen keterampilan, baik dari aspek
materi/isi/konsep, konstruksi, maupun bahasa.
(b) Jenis tes keterampilan yang dipakai, apakah tes tulis keterampilan, tes
identifikasi, tes simulasi, atau uji petik kerja/work sampel test.
(c) Indikator kompetensi yang ditargetkan.
(d) Pedoman penskoran atau rubrik.
b) Langkah pengembangan item instrumen keterampilan adalah sebagai berikut.
(1) Tes tulis keterampilan untuk menghasilkan desain/rangkaian, gambar, dll.
(a) menentukan aspek produk yang akan dinilai.
(b) menentukan cara penskoran secara holistik atau analitik.
(c) menentukan bobot skor.
(d) menentukan klasifikasi peringkat penilaian.
(2) Tes identifikasi untuk mengukur kinerja seseorang atas dasar tanda-tanda
atau sinyal yang diberikan saat diberikan tes.
(a) menentukan jenis kemampuan kinerja yang akan diidentifikasi.
(b) menentukan banyaknya hal/aspek yang akan diidentifikasi.
(c) membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan
kategorisasi keberhasilan identifikasi.
(3) Uji petik kerja untuk mengukur kinerja dalam situasi yang sebenarnya atau
uji simulasi untuk mengukur kinerja dalam situasi yang mirip dengan situasi
yang sebenarnya
(a) mengidentifikasi aspek kinerja yang dinilai.
(b) menentukan model skala yang dipakai untuk penskoran yaitu rating scale
atau check list.
(c) membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan
kategorisasi keberhasilan kinerja.
3) Pengembangan instrumen observasi
(a) mengacu indikator kompetensi yang dikembangkan.
(b) mengidentifikasi langkah kerja yang diobservasi.
(c) menentukan model skala yang dipakai untuk menskor, yakni rating scale atau
check list.
(d) membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan kategorisasi
keberhasilan kompetensi yang dikembangkan.
4) Pengembangan instrumen penugasan
(a) mengacu indikator kompetensi yang dikembangkan.
(b) mengacu pada jenis tugas yang dikerjakan.
(c) mengidentifikasi aspek tugas yang dikerjakan.
(d) menentukan model skala yang dipakai untuk menskor, yakni rating scale atau
check list.
(e) membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan kategorisasi
keberhasilan tugas.
5) Pengembangan item instrumen nontes
Instrumen nontes yang mencakup observasi, wawancara, inventori, dan self report,
antara lain digunakan untuk mengukur kompetensi yang berkait dengan ranah
afektif seperti sikap terhadap mata kuliah. Observasi dan wawancara dapat
dilaksanakan dengan pedoman observasi dan daftar wawancara, sedangkan self
report berbentuk angket. Agar dapat mengases penguasaan kompetensi maka

124
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

diperlukan sejumlah indikator pencapaian. Indikator ini digunakan sebagai dasar
penulisan item pernyataan atau pertanyaan. Langkah-langkah pengembangan
instrumen nontes yaitu:
(a) mengacu pada bentuk instrumen/inventori yang akan dikembangkan (skala
Thurstone, skala Likert, skala berdiferensi semantik, dll.),
(b) mengacu pada indikator yang ditentukan,
(c) memilih pernyataan/pernyataan yang tidak menuntut respon yang tidak
mengandung social desirability yang tinggi,
(d) tidak ada jawaban/pernyataan yang benar atau salah, dan
(e) menentukan gradasi skala yang dipilih dan penskorannya.
Instrumen asesmen untuk kinerja dapat menggunakan dua kemungkinan instrumen,
yaitu (a) daftar cek (ya tidak), (b) skala rentang (sangat kompeten, - kompoten agak
kompoten tidak kompeten). Kemungkinan keduanya dapat digabungkan.

c. Telaah dan Revisi Instrumen
Setelah penyusunan instrumen asesmen selesai, hasilnya tidak langsung dapat
digunakan atau diterapkan, melainkan perlu ditelaah lagi, dan atas hasil telaah itu dilakukan
revisi untuk memperbaiki item instrumen yang kurang baik. Beberapa hal yang perlu
ditelaan, yakni telaah dari segi:
1) substansi isi, konsep, dan bahasa,
2) persyaratan item sesuai bentuk instrumen, dan
3) indikator pencapaian ksompetensi.

d. Uji Coba Instrumen
Meski sudah ditelaah dan direvisi, belum berarti instrumen asesmen tersebut siap
digunakan. Instrumen tersebut perlu diujicoba terlebih dulu sebelum digunakan. Uji coba
bisa dilakukan sebelum instrumen dipakai untuk pengumpulan data penilaian yang disebut
dengan ujicoba terpisah. Uji coba dapat pula dilakukan bersamaan dengan pengumpulan
data penilaian, yang disebut dengan uji coba terpakai. Dalam uji coba terpisah analisis
didasarkan pada data uji coba yang digunakan untuk perbaikan instrumen. Pada uji coba
terpakai analisis instrumen didasarkan pada data awal dan data penilaian didasarkan pada
item instrumen yang memenuhi syarat. Hal yang diujicobakan selain berkait dengan aspek
substansi juga menyangkut aspek keterbacaannya.

e. Analisis Empiris Kualitas Instrumen
Analisis data statistik terhadap data empiris hasil uji coba baik melalui uji coba
terpisah maupun uji coba terpakai akan memberikan informasi tentang kesahihan dan
keandalan instrumen sebagai indikator dari kualitas instrumen. Hasil analisis empiris
digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki item instrumen yang kurang memenuhi syarat
dan menggani item instrumen yang tidak memenuhi syarat.
Sesuai dengan karakteristik asesmen berbasis kompetensi yang mengacu pada acuan
kriteria maka analisis keandalan item bukan didasarkan pada indek kesukaran item dan
daya beda item, karena kedua indeks tersebut digunakan untuk pemenuhan persyaratan
keandalan item instrumen beracuan norma. Keandalan item instrumen beracuan kriteria
diukur dengan menggunakan persentase konsistensi dan indeks sensitivitas item.
Persentase konsistensi digunakan untuk mengetahui konsistensi mahasiswa yang menguasai
(mastery) dan yang tidak menguasai (nonmastery) atas dasar konsistensinya dalam
mengerjakan dua perangkat intsrumen yang ekuivalen. Indeks sensitivitas item yang
dihitung berdasar hasil pengukuran suatu item yang diujikan pada peserta yang belum
diajar dan yang telah diajar untuk mengetahui penguasaan (mastery) materi telah dipelajari.

125
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Soal
Nyatakan benar (dengan cara menuliskan kode B di dalam kurung) atau salah
(dengan cara menuliskan kode S di dalam kurung) pernyataan di bawah ini, dan
berilah alasannya!

A. (.....) Konsep kualitas pembelajaran merupakan tugas dan tanggung jawab
Guru untuk mengelola pembelajarannya

B. (.....) Rancangan pembelajaran IPS diarahkan atau difokuskan sesuai dengan
kondisi dan perkembangan potensi siswa agar pembelajaran yang
dilakukan benar-benar berguna dan bermanfaat bagi siswa.

C. (.....) Model pembelajaran inovatif dan partisipatif menggunakan strategi
pembelajaran pada guru yang memposisikan diri yang aktif menyajikan
materinya


Penskoran dan Kunci Jawaban
Skor = 9
Kunci Jawaban: 1. A ( B )
Alasannya: tugas utama guru adalah pendidikan dan pengajaran, dalam
menjalankan tugasnya ia membuat perencanaan pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, dan menilai proses dan hasil belajar peserta didik (siswa)

Kunci Jawaban: 1. B ( B )
Alasannya: Misi pendidikan IPS yaitu membina pengetahuan kecerdasan, dan
keterampilan yang bermanfaat untuk dirinya sendiri, masyarakat dan studi lanjut.
Selain itu membina sikap-sikap yang selaras dengan nilai-nilai pansasila dan
UUD 45

Kunci Jawaban: 1. C ( S )
Alasannya: sasaran pembalajaran adalah menjadikan siswa yang belajar. Model
pembelajaran inovatif dan partisipatif berfokus pada siswa aktif yang
diasumsikan belajar terjadi jika individu (siswa)
yang belajar aktif terlibat secara optimal baik secara intelektual, emosional,
maupun fisik.


4. Contoh Bentuk-bentuk instrument
Contoh instrumen asesmen yang dikemukakan berikut ini, bukanlah satu-stunya
bentuk instrumen, hanyalah salah satu dari sekian banyak bentuk instrumen asesmen yang
berbasis kompetensi, diharapkan dengan contoh tersebut dapat memancing untuk lebih
kreatif dalam mendesain asesmen pembelajaran yang tepat bagi keperluan pengembangan
pembelajaran yang diampuhnya. Sebagai contoh bentuk-bentuk instrumen, diantaranya:

a. Contoh: Instrumen asesmen bentuk isian (benar-salah) beralasan













































126
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

b. Contoh: Instrumen asesmen bentuk uraian

Soal:
Pak Syamsu Alam adalah seorang kepala sekolah SMP. Di lingkungannya, Pak
Syamsu dipandang sebagai seorang tokoh karena sering memimpin shalat di
masjid. Pada pemilihan umum tahun 2004, ia menjadi ketua pelaksana
pemungutan suara.

Ia memiliki anak yang bernama Martinus yang bersekolah di kelas dua SMP
tersebut. Martinus rajin menyiram bunga yang ditanam di halaman rumahnya.
Ia aktif sebagai anggota perkumpulan remaja di tempat tinggalnya.

Berdasarkan kasus di atas, buatlah daftar klasifikasi yang mencakup lingkup
sosial, tokoh sosial, status sosial, peran sosial, dan jenis status sosial mulai dari
tingkat rumah tangga, sekolah, masyarakat, dan negara!

Pedoman penskoran

No Lingkup Tokoh Status Sosial Peran Sosial Jenis
Status
Skor*
1.

Keluarga Martinus

Anggota
keluarga Pak
Syamsu
Alam
Mengerjakan
pekerjaan
rumah
Ascribed
status

5
Syamsu
Alam
Kepala
keluarga
Memimpin
keluarga
Achieved
status
4
2 Sekolah

Syamsu
Alam
Kepala
Sekolah
Memimpin
sekolah
Achieved
status
5
Martinus siswa SMP Belajar Achieved
status
4
3 Masyarakat Syamsu
Alam

Imam Pemimpin
shalat
Achieved
status
dan/atau
Assigned
status
5
Martinus Pengurus
perkumpulan
remaja
Anggota
perkumpulan
remaja
Achieved
status

4
4 Negara Syamsu
Alam

Ketua PPS Pemimpin
proses
pemilu
Assigned
status
5
Skor maksimum 32
*Setiap pengisian sel secara tepat memperoleh skor 1








127
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

c. Contoh: Instrumen asesmen bentuk pilihan ganda beralasan

Di bawah ini diberikan contoh tentang hubungan antara jumlah pekerja
dengan produktivitas kerja dalam pengolahan sebidang lahan pertanian
untuk budidaya lada hitam.
Tabel: Produktivitas Pertanian
Jumlah Pekerja Hasil panen (dalam kg)

1
2
3
4
5


10
22
36
49
59

Kesimpulan yang dapat ditarik dari tabel di atas adalah .
A. peningkatan produktivitas berbanding lurus dengan penambahan
tenaga kerja
B. semakin banyak tenaga kerja semakin efisien hasil panen yang
diperoleh
C. penambahan tenaga kerja akan meningkatkan produktivitas secara
konsisten
D. penambahan tenaga kerja tidak selalu diikuti dengan produktivitas
secara konsisten
Alasan..
.
Kunci jawaban: D
Alasan: Semakin menambah tenaga kerja yang tidak diikuti dengan penambahan
produktivitas akan menyebabkan pengangguran yang tidak kentara.


d. Contoh: Instrumen asesmen bentuk hubungan sebab akibat

Petunjuk:
Soal terdiri atas tiga bagian, yaitu: PERTANYAAN, kata SEBAB dan
ALASAN yang disusun berurutan. Pilihlah:
A. Jika pernyataan betul, alasan betul dan keduanya menunjukkan
hubungan sebab akibat
B. Jika pernyataan betul dan alasan betul, tetapi keduanya tidak
menunjukkan hubungan sebab akibat
C. Jika pernyataan betul dan alasan salah
D. Jika pernyataan salah dan alasan betul

Soal:
1) Perjuangan bangsa Indonesia dalam usaha mengusir kaum penjajah
sebelum tahun 1908, termasuk perjuangan yang bersifat regional
SEBAB
Perjuangan bangsa Indonesia dalam usaha mengusir kaum penjajah
dipimpin oleh tokoh-tokoh dari seluruh wilayah Indonesia

128
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

2) Perjanjian Saragosa 1526 merupakan perjanjian antara Portugal dan
Spanyol
SEBAB
Perjanjian Saragosa menetapkan batas timur bagi pelayaran Spanyol
di globe dunia yang memisahkan dengan wilayah Portugal.


Kunci Jawaban:
1) D
2) A

e. Contoh: Instrumen asesmen bentuk rating scale






































Petunjuk:
Beri lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati
pada waktu guru mengajar:
1.sangat tidak baik dalam mempersiapkan pelajaran
2.tidak baik/rendah
3.biasa/cukup
4.baik/tinggi
5.sangat baik/sangat tinggi
Nama guru : .....................................................................................................
Sekolah : .....................................................................................................
Program studi: ......................................................................................................
Tanggal : ......................................................................................................

Aspek yang dinilai Deskriptor Skala Nilai
I. Kompetensi Pe-
dagogik
A. Kesungguhan dalam mempersiapkan pel-
ajaran
1 2 3 4 5
B. Keteraturan dan ketertiban penyelenggara-
an pelajaran
1 2 3 4 5
C. dst.
II. Kompetens Pro-
fesional
A. Dst.
III. Dst.


JUMLAH Skor: ..........


Pedoman Penskoran

skor maksimal (N x 5 = N5) 5 skala nilai tertingi N = Jumlah deskriptor
skor minimal (N x 1 = N1) 1 skala nilai terendah





129
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

f. Contoh: Instrumen asesmen bentuk Checklist
Beri tanda centang (......) di belakang angka di mana kemampuan guru teramati
pada waktu mengajar
Nama Guru : ...............................................................................................................
Sekolah : .................................................................................................................
Program studi: ................................................................................................................
Tanggal : .................................................................................................................

PENGAMATAN KEMAMPUAN MENGAJAR

Centang No. Kinerja yang diamati
...... 1. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran
...... 2. Menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran
...... 3. Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan isi
pelajaran
..... 4. Mendorong dan menggalakkan keterlibatan siswa dalam
pembelajaran
..... 5. Mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan
relevansinya
...... 6. Menggunakan waktu pembelajaran secara efisien
...... 7. Menyediakan lingkungan belajar yang menarik dan teratur
..... 8. Melakukan evaluasi hasil belajar dalam proses pembeelajaran
...... 9. Melakukan refleksi
...... 10. Memberikan tugas terstruktur






g. Contoh: Instrumen asesmen bentuk Proyek

Tugas :
Dalam lingkungan masyarakat sekitar kita terdapat berbagai masalah sosial yang timbul
akibat dari suatu kebijakan publik, berkaitan dengan pelaksanaan otonomi daerah.
Kebijakan publik itu misalnya tentang pelebaran jalan, izin pendirian pabrik, pendirian
super market, penataan pasar, penanganan masalah sampah, banjir dan lain-lain. Tugas
Anda adalah sebagai berikut.
1. Pilihlah satu bentuk kebijakan publik yang diberlakukan di lingkungan sekitar
Anda! Berikan penjelasan tentang urgensi atau pentingnya kebijakan tersebut
untuk didiskusikan!
2. Berikan analisis Anda bahwa kebijakan tersebut menimbulkan berbagai masalah
sosial, misalnya dari segi sosiologis, historis-kultural, ekonomis, demografis,
politik, hukum dan sebagainya.
3. Berikan saran Anda kepada para pengambil kebijakan publik (misalnya
Gubernur, Bupati/Walikota), para wakil rakyat di DPRD, maupun masyarakat
sendiri dalam menyikapi masalah tersebut. Kaitkan saran Anda tersebut dengan
proses demokratisasi dan upaya pengembangan civil society atau tatanan
masyarakat madani!
Pedoman Penskoran
Tiap tanda centang () bernilai satu. Skor maksimal 10. 70% dari 10 = 7, kompetensi
minimal yang dapat dinyatakan menguasai kompetensi.


130
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Rambu-rambu/kunci penilaian Skor maksimal
1. Kebijakan publik yang dipilih misalnya tentang Pemberian Izin
Pendirian Super Market oleh Bupati di suatu wilayah Kecamatan
tertentu. Kebijakan tersebut telah menimbulkan keresahan
masyarakat. Tunjukkan bukti-bukti yang mendukung pernyataan
tersebut, misalnya berita surat kabar atau yang lain.
15

2. Adanya Super Market di suatu wilayah Kecamatan, apalagi
pedesaan akan menimbulkan berbagai masalah sosial bagi
sebagian besar. Misalnya, dari segi ekonomi akan mematikan
pasar-pasar tradisional terdekat, sekaligus mempersempit
kesempatan berusaha para pedagang kecil (bakul) dan tidak sejalan
dengan kebijakan pemerataan penghasilan dsb. Dari segi sosiologi,
akan merubah perilaku masyarakat dalam berjual-beli dan
merubah fungsi sosial pasar sebagai media berinteraksi sosial.
Secara kultural, super market tidak/belum sesuai dengan budaya
pasar masyarakat pedesaan, sehingga akan terasa asing. Secara
geografis dapat merubah struktur lingkungan, baik lingkungan
phisik maupun sosial. Secara politis dapat menimbulkan isue
politik yang mengurangi partisipasi atau dukungan masyarakat
terhadap pemerintah sebagi pengambil kebijakan publik. Selain
itu, kebijakan tersebut juga berifat kapitalistik.
50

3. Bupati perlu meninjau kembali kebijakan yang telah dikeluarkan,
demi kesejahteraan dan ketenangan masyarakat. Kebijakan
publik harus lebih berpihak pada kepentingan rakyat kecil. DPR
Kabupaten harus lebih aspiratif, dengan memperjuangkan
melalui proses legislatif dan politis, demi kepentingan rakyat
banyak. Elemen-elemen masyarakat dan LSM perlu lebih
menunjukkan peran aktifnya dalam memperjuangkan hak dan
kewajiban warga dalam bidang sosisl-ekonomi, sekaligus sebagai
proses pemberdayaan masyarakat ke arah pengembangan
masyarakat sipil (civil society), masyarakat warga, atau
masyarakat madani.
35
Skor Total maksimum 100

5. Pelaporan Hasil dan Tindak Lanjut Asesmen

a. Pelaporan Hasil Asesmen
Pelaporan hasil asesmen adalah putusan dari respon peserta didik pada instrumen
yang diberikan, apakah dapat dikatakan telah menguasai kompetensi dengan dinyatakan
lulus atau belum menguasai kompetensi yang dinyatakan tidak lulus.
Pada setiap proses penyekoran, guru harus memanfaatkan rubrik/ pedoman
penskoran atau kunci jawaban sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Hal ini
dilakukan untuk menjamin objektivitas dan meminimalkan kesalahan pengukuran.
Cara tradisional untuk memberikan skor pada tes pilihan ganda adalah
menghitung jawaban yang benar untuk setiap mahasiswa. Pada instrumen lain, skor mentah
untuk setiap mahasiswa dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan skor pada setiap soal
atau tugas. Kadang-kadang, skor mentah ini dikonversikan ke dalam bentuk persentase.
Sebagai contoh, peserta didik yang mendapat skor 30 dari 40 soal adalah 30/40 x 100% =
75%.

131
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Batas kelulusan dalam pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus
ditentukan dengan mengacu pada pencapaian standar kompetensi. Hal ini dilakukan untuk
menjamin kualitas hasil pembelajaran. Batas kelulusan untuk kompetensi utama adalah 70%
dari skor total dengan kualifikasi nilai B, sedangkan batas kelulusan untuk kompetensi
pendukung dan kompetensi lainnya boleh 60% dari skor total dengan kualifikasi nilai C.
Untuk nilai A kalau mencapai kualifikasi penguasaan kompetensi utama mencapai 85
100%
Penjenjangan nilai kelulusan harus dikaitkan dengan standar kompetensi sesuai
aturan akademik yang telah disepakati. Salah satu contoh penjenjangan nilai yang dapat
dijadikan acuan kelulusan seperti tabel 5.3

b. Program Tindak Lanjut Asesmen
Kegiatan belajar mengajar (pembelajaran) pada hakikatnya suatu upaya agar
peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dapat menguasai bahan-bahan belajarnya

Tabel 5.3 Contoh Penjenjangan Nilai yang Dicapai dalam Penguasaan Kompetensi
Simbol Kriteria Keterangan
A: 85 100 1. Menguasai hampir semua konsep yang
diberikan
2. Memiliki keterampilan yang hampir
sempurna
3. Sangat siap untuk belajar lanjut.

B: 70 84 Menguasai sebagian besar konsep yang
diberikan
Memiliki keterampilan di atas minimum
Memenuhi syarat untuk belajar lanjut

TL: 0 69 Menguasai sebagian kecil konsep yang
diberikan
Memiliki keterampilan di bawah batas
minimum
Kurang memenuhi syarat untuk belajar
lanjut.
Jika ada kompetensi dasar
yang belum lulus, mahasiswa
dinyatakan TL kemudian
mengikuti remedi dalam
batas waktu yang ditentukan
dan menempuh ujian lagi.

sesuai tujuan-tujuan atau kompetensi yang telah ditetapkannya. Untuk itu, guru melakukan
berbagai upaya mulai dari penyusunan rencana pelajaran, penggunaan strategi belajar
mengajar yang relevan, sampai dengan pelaksanaan penilaian dan umpan balik. Namun
demikian, kenyataannya setelah kegiatan belajar mengajar berakhir masih saja ada peserta
didik yang tidak menguasai materi pelajaran dengan baik sebagaimana tercermin dalam
nilai atau hasil belajar lebih rendah dari kebanyakan peserta didik lainnya. Mereka
memerlukan pendekatan khusus untuk dapat mencapai hasil-hasil belajar yang diharapkan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan hasil belajar dengan
memberikan layanan bimbingan belajar.
Berkenaan dengan masalah kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik ini, ada
beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru, antara lain melaksanakan remedial dengan
strategi dan pendekatan seperti apa yang disebut: perbaikan/pengulangan, pengayaan dan
pengukuhan serta pencepatan (aceleration).
Secara visual konsep dasar strategi dan teknik-teknik pendekatan remedial untuk
program tindak lanjut seperti gambar 5.2

132
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Program perbaikan merupakan bentuk khusus dari pengajaran yang diberikan
kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar berat. Dilaksanakan secara individu
atau kelompok sesua tingkat homogenitas dan kuantitas peserta didik yang


Akhir satuan program
(uji kompetensi)








Tatap muka/
Unit pelajaran
(uji diagnosis)



Gambar 5.2 Program Tindak Lanjut

mengalami kesulitan belajar. Perbaikan dilakukan setiap akhir jam pertemuan atau setiap
unit pelajaran. Namun jika terjadi pada setiap akhir satuan program dilakukan
pengulangan.
Program pengayaan dan pengukuhan merupakan bentuk khusus dari pengajaran
yang diberikan kepada peserta didik yang mempunyai kesulitan belajar ringan (penguasaan
yang belum tuntas/masteri). Bentuk pengajaran pengayaan yang mungkin
dapat ditempuh dengan cara mengerjakan soal-soal/tugas tambahan khususnya kompetensi
yang belum tercapai secara tuntas, dilaksanakan di kelas atau di rumah. Tugas-tugas yang
diberikan baik dalam bentuk pekerjaan ruamah maupun dikerjakan di kelas apabila ada
peningkatan patut diberikan penghargaan dengan penambahan nilai yang menjadi insentif
baginya.
Program pencepatan merupakan bentuk khusus dari pengajaran yang diberikan
kepada peserta didik yang berbakat dan menunjukkan penguasaan kompetensi secara
menyeluruh dari program studi yang ditempuhnya dengan luar biasa. Peserta didik yang
demikian ini ada dua kemungkinan pelaksanaannya yaitu secara promosi status akademik
ketingkat yang lebih tinggi atau program maju berkelanjutan tetap pada kelas yang diduki
dan diangkat sebagai tutor sebaya.
Sebagai tindak lanjut dari penggunaan hasil asesmen, selain untuk memperbaiki
hasil dengan rencana program remedial bagi semua atau sebagian siswa seperti yang telah
disebutkan di atas, juga dengan perbaikan program kegiatan pembelajaran, khususnya yang
berkaitan dengan materi pelajaran yang sulit dipahami oleh sebagian besar atau semua
siswa. Perbaikan program kegiatan dengan merubah strategi dan metode yang digunakan.
Atau mungkin juga dengan memperbaiki tingkat kesulitan soal yang digunakan, yaitu soal
yang tingkat kesulitannya kurang dari 40 % (soal terlalu sulit) sehingga tidak terjawab oleh
peserta didik. Sebaliknya soal yang tingkat kesulitannya lebih dari 90 % juga perlu
diperbaiki karena terlalu mudah. Dan pada akhirnya akan ditemukan soal yang standar.
PBM I
ASESMEN

EVALUASI
1 2
Program
Pengayaan
3
Perbaikan PBM II

133
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Menentukan tingkat kesulitan soal dapat digunakan rumus yaitu: jumlah peserta yang jawab
benar dibagi jumlah peserta dikali seratus = prosentasi

B. PELATIHAN
1. Tugas Individu
Setelah mempelajari bahan tersebut di atas (materi bagian kelima), jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
a. Kemukakan hakikat dilaksanakan asesmen dalam pembelajaran
Jawaban:
Hakikat asesmen dalam pembelajaran: ....................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
b. Bagaimanakah keterkaiatan antara asesmen dan evaluasi?
Jawaban:
Asesemen: .
.
.
Evaluasi:


Kedudukan asesmen terhadap evaluasi:
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
c. Coba tentukan metode, teknik dan bentuk asesmen dengan mengisi tabel berikut ini
Metode Teknik Bentuk Instrumen
..................................... ............................................. sebab akibat

..................................... ............................................ Paper and pensil

Nontes ............................................. ............................................

..................................... Tes kinerja .............................................

.....................................

........................................... Menjodohkan
.................................... Observasi

............................................
Tes nonformal ............................................ ............................................

Soal c ini, termasuk bentuk instrumen apa? ....................................................................

d. Deskripsiskan dengan kata-kata sendiri manfaat dari pelaksanaan asesmen sebelum
pelajaran dimulai!
Jawaban:
Manfaat pelaksanaan asesmen sebelum pelajaran dimulai: .................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
e. Putusan apa sajakah, yang mungkin dapat diambil seorang guru, bila menghadapi hasil
asesmen, kurang 70 %, 70 85 %, 86 - 100 %? Deskripsikan tindak lanjutnya

134
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar


Keterangan:
X =benar
_ =salah
Jawaban:
Hasil asesmen kurang 70 %: ......................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Hasil asesmen 70 85 %: ..................................................................................
.................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Hasil asesmen 86 100 %: ..



2. Tugas Kelompok

Bagi yang menginginkan tugas kelompok, diskusikan 3 - 6 orang berikut ini
ii. Coba Anda tentukan satu unit pelajaran IPS dan buat kisi-kisi asesmen dengan
menggunakan tabel 5.2 yang ada pada pokok pembahasan kelima.
iii. Data asesmen yang digambarkan dalam tabel berikut ini, deskripsikan tindakan apa
yang tampaknya perlu Anda lakukan sebagai upaya tindak lanjut.


Nomor Soal Tes
SISWA JML TL
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 X X X X X X - X X X 9
2 X X - - X X - X - X 6
3 X X - - - - - X - X 4
4 - X - X X - X X - X 6
5 - X X X X X - - X - 6
6 X - X X X X - X X X 8
7 X - - - X - - - - X 3
8 - - - - X - - - X X 3
9 X X - - X X X - X X 7
10 - - X - X - - X X X 5
JML 4 6 4 4 9 5 1 6 6 9

TL














135
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

POKOK BAHASAN KEENAM
PENGEMBANGAN SILLABUS DAN RPP


A. URAIAN
1. Pengembangan Silabus
Dalam kaitannya dengan desentralisasi pendidikan dalam bidang kurikulum
menggunakan prinsip Kesatuan dalam kebijakan dan keragaman dalam pelaksanaan.
Kesatuan dalam kebijakan terwujud dalam ketentuan umum, standard kompetensi bahan
kajian, beserta pedoman pelaksanaannya yang disusun secara nasional (kurnas) terwujud
dalam standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD). Keragaman dalam pelaksanaan
terwujud dalam silabus dan RPP yang disusun oleh daerah dan sekolah (kurikulum
implementatif).
Sebagai kerangka dasarnya menyatakan bahwa pemerintah pusat (Depdiknas)
bertanggungjawab dalam penyempurnaan dan pengembangan:
a. Standar kompetensi anak didik dan warga/rombongan belajar
b. Standar materi pokok
c. Pembelajaran dan penilaian hasil belajar secara nasional
d. Pengendalian mutu
Pemerintah Daerah bertanggungjawab dalam penjabaran dan pelaksanaan
kurikulum yang mencakup:
a. Pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus
b. Rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian
c. Pelaksanaan dan pengelolaan pembelajaran, serta pelaksanaan dan pengelompokan
penilaian hasil belajar
Jadi, silabus dikembangkan oleh guru melalui forum musyawarah guru mata
pelajaran (MGMP) atau kelompok kerja guru (KKG) sesuai ketentuan yang berlaku. Karena
itu, dalam hal tertentu (standar kompetensi dan kompetensi dasar) merupakan kesatuan
dalam kebijakan, tetapi dalam hal komponen, bentuk dan pelaksanaan merupakan
keragaman, memungkinkan setiap sekolah berbeda menurut karakteristiknya masing-
masing.

a. Pengertian Silabus
Silabus dapat didefinisikan sebagai garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-
pokok isi atau materi pelajaran. Istilah silabus digunakan untuk menyebut suatu pokok
pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi (SK) dan
kompetensi dasar (KD) yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu
dipelajari anak didik dalam rangka penncapaian SK dan KD yang dikembangkan oleh pusat
(kurnas). Selanjutnya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran,
dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Selain itu, silabus
harus dikaji dan dikembangkan secara berkesinambungan dengan memperhatikan masukan
hasil evaluasi hasil belajar, hasil evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan hasil
evaluasi rencana pembelajaran. Oleh karena itu, siklus pengembangan silabus diawali dari
perencanaan, pelaksanaan, penilaian, kemudian jadi balikan untuk perbaikan dan
pemantapan selanjutnya.

b. Isi Silabus
Pada umumnya suatu silabus berisi uraian program yang mencantumkan: 1) bidang
studi yang diajarkan, 2) jenjang pendidikan/sekolah, dan semester, 3) pengelompokan
kompetensi dasar, 4) materi pokok, 5) indikator, 6) strategi pembelajaran, 7) alokasi waktu,
dan 8) sumber bahan/alat/media.

136
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

c. Manfaat Silabus
Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran lebih
lanjut, seperti pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pengelolaan kegiatan
belajar mengajar (KBM), dan pengembangan sistem asesmen/penilaian. Artinya guru dalam
membuat RPP, melaksakan KBM, dan asesmen/penilaian selalu mengacu pada silabus.

d. Pinsip Pengembangan Silabus
Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum dan pembelajaran
yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran. Beberapa prinsip yang mendasari
pengembangan silabus antara lain: ilmiah, memperhatikan perkembangan dan kebutuhan
anak didik, sistematis, relevansi, konsisten, kecukupan, aktual dan kontekstual, fleksibel,
dan menyeluruh

e. Langkah-langkah Pengembangan Silabus
Langkah-langkah pengembangan silabus, dapat ditemukan berbagai pariasi dari
yang menyusun silabus. Namun secara umum proses pengembangan silabus berbasis
kompetensi terdiri atas tujuh langkah utama sebagaimana tercantum dalam Buku Pedoman
Umum Pengembangan Silabus (Depdiknas 2004), yaitu:
1) penulisan identitas mata pelajaran;
2) perumusan standar kompetensi
3) penentuan komptensi dasar;
4) rumusan indikator pencapaian;
5) penentuan materi pokok dan uraiannya;
6) penentuan pengalaman belajar
7) penentuan alokasi waktu; dan
8) penentuan sumber bahan
Penulisan identitas mata pelajaran, yang perlu diisi adalah nama sekolah, nama
mata pelajaran, kelas dan semester. Dengan informasi tersebut guru akan mendapatkan
kejelasan tentang tingkat pengetahuanprasyarat, pengetahuan awal dan karakteristik siswa
yang akan diberi pelajaran

Contoh: Penulisan Identitas Mata Pelajaran

SILABUS

Nama Sekolah : ...............................................................................................................
Mata Pelajaran : ......................................................................................................
Kelas/Semester : ......................................................................................................

Penentuan Standar Kompetensi. Standar kompetensi adalah standar kompetensi
mata pelajaran berupa pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus
dikuasai serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata
pelajaran. Karena Standar kompetensi telah disusun secara nasional, maka dalam membuat
silabus tinggal menyalin untuk mata pelajaran yang termuat dalam kurikulum (kurnas). Dan
untuk mata pelajaran muatan lokal (mulok) disusun sendiri oleh sekolah yang bersangkutan.
Penentuan kompetensi dasar. Kompetensi dasar merupakan perincian atau
penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi. Kompetensi dasar adalah pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang minimal harus dikuasai peserta didik untuk menunjukkan
bahwa siswa telah menguasai standar kompetensi yang ditetapkan. Rumusan kompetensi
dasar mengandung unsur pembentukan tercapainya standar kompetensi. Artinya dengan
tercapainya semua kompetensi dasar, maka standar kompetensi akan terbentuk.

137
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Rumusan Indikator Pencapaian. Indikator adalah indikator kompetensi mata
pelajaran yang menunjukkan tanda-tanda, perbuatan dan/atau respons yang dilakukan atau
ditampilkan oleh peserta didik. Indikator, yaitu:
a. sesuatu yang dapat menjadi petunjuk atau keterangan kompetensi dasar mata pelajaran
b. merupakan jabaran dari kompetensi dasar mata pelajaran yaitu satu kompetensi dasar
terdiri dari dua atau lebih indikator
c. mengacu pada rumusan kompetensi dasar mata pelajaran
d. dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi
e. digunakan sebagai dasar menyusun instrumen asesmen
Penentuan Materi Pokok. Materi pokok adalah pokok-pokok materi pembelajaran
yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dan yang akan dinilai
dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian
belajar. K Ka ar re en na a s st ta an nd da ar r m ma at te er ri i p po ok ko ok k t te el la ah h d di it te et ta ap pk ka an n s se ec ca ar ra a n na as si io on na al l, , m ma ak ka a m ma at te er ri i p po ok ko ok k
t ti in ng gg ga al l d di is sa al li in n d da ar ri i b bu uk ku u s st ta an nd da ar r K Ko om mp pe et te en ns si i m ma at ta a p pe el la aj ja ar ra an n. . S Se em me en nt ta ar ra a t tu ug ga as s p pa ar ra a
p pe en ng ge em mb ba an ng g s si il la ab bu us s m me em mb be er ri ik ka an n j ja ab ba ar ra an n/ /m ma at te er ri i p po ok ko ok k t te er rs se eb bu ut t k ke e d da al la am m u ur ra ai ia an n m ma at te er ri i
p po ok ko ok k y ya an ng g b bi ia as sa a d di is se eb bu ut t d de en ng ga an n m ma at te er ri i a at ta au u b ba ah ha an n y ya an ng g a ak ka an n d di ip pe el la aj ja ar ri i/ /d di ia aj ja ar rk ka an n d da an n
d di ih ha ar ra ap pk ka an n d di ik ku ua as sa ai i s se et te el la ah h p pe em mb be el la aj ja ar ra an n. . H Ha al l y ya an ng g p pe er rl lu u d di ip pe er rh ha at ti ik ka an n d da al la am m
m me en ng ge em mb ba an ng gk ka an n b ba ah ha an n p pe el la aj ja ar ra an n t te er rs se eb bu ut t, , y ya ai it tu u m me em mb be en nt tu uk k t te er rc ca ap pa ai in ny ya a k ko om mp pe et te en ns si i d da as sa ar r
m ma at ta a p pe el la aj ja ar ra an n, , m me er ru up pa ak ka an n m ma at te er ri i y ya an ng g e es se en ns si ia al l, , d da an n d di it tu ua an ng gk ka an n d da al la am m b be en nt tu uk k p po ok ko ok k
b ba ah ha as sa an n b be es se er rt ta a s su ub b p po ok ko ok k b ba ah ha as sa an n. . S Se el la ai in n i it tu u, , p pe er rl lu u p pu ul la a m me em mp pe er rt ti im mb ba an ng gk ka an n: : t ti in ng gk ka at t
p pe er rk ke em mb ba an ng ga an n p pe es se er rt ta a d di id di ik k, , k ke eb be er rm ma an nf fa aa at ta an n b ba ag gi i p pe es se er rt ta a d di id di ik k, , s st tr ru uk kt tu ur r k ke ei il lm mu ua an n, ,
k ke ed da al la am ma an n d da an n k ke el lu ua as sa an n m ma at te er ri i, , r re el le ev va an ns si i k ke eb bu ut tu uh ha an n d da an n t tu un nt tu ut ta an n l li in ng gk ku un ng ga an n s se er rt ta a a al lo ok ka as si i
w wa ak kt tu u. .
Penentuan pengalaman belajar. Pengalaman belajar adalah kegiatan fisik maupun
mental yang perlu dilakukan oleh anak didik dalam mencapai standard kompetensi dan
kompetensi dasar serta materi pelajaran. Dapat diperoleh baik di dalam kelas secara teori
tatap muka dan praktek maupun di luar kelas dengan kunjungan pada objek studi di
lapang.
Pengalaman dan kegiatan belajar di sini berpusat pada siswa (CBSA), dan hal yang
perlu diperhatikan adalah semua aktivitas siswa dalam interaksinya dengan materi
pembelajaran (bukan interaksi guru-siswa) untuk menguasai kompetensi yang ditetapkan.
Contoh: - menyalakan bola lampu dengan menghubungkan dua beterei dengan kabal dan
bola lampu
- Mengidentifikasi macam-macam jual beli yang terjadi di masayarakat secara
berkelompok.
Selanjutnya dalam merumuskan pengalaman belajar perlu memahami modus atau
pola pengalaman belajar siswa dan kemungkinan hasil belajar yang dicapainya, dalam
kerucut pengalaman belajar seperti gambar 6.1
Gambar 6.1 memberikan makna dalam pembelajaran bahwa dengan memberi
pengalaman belajar hanya dengan membaca berarti yang diingat hanya 10 %. Jika











138
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar


















Gambar 6.1 Kerucut Pengalaman Belajar

Pembelajaran hanya dalam bentuk ceramah yang berarti siswa hanya mendengakan,
maka siswa hanya mampu mengingat 20 % dar apa yang didengarnya itu. Kalau mengajar
dengan mengemas dalam bentuk siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok dan melaporkan
hasilnya maka siswa mampu mengingat sampai 90 % dari apa yang dikerjakan (secara
berkelompok) dan dikatakan (dalam bentuk laporan lisan atau tulis).
Oleh karena itu, dosen/guru ketika akan menentukan strategi pembelajarannya
seharusnya berpikir dari bawah ke atas, bukan sebaliknya dari atas ke bawah. Pilih strategi
yang memberikan peluang siswa untuk melakukan dan melaporkan yaitu hasilnya 90 %.
Apabila tidak memungkinkan, barulah berpikir kearah satu tingkat di atasnya yaitu
mengatakan sesuatu baik secara lisan maupun tulis dengan hasilnya 70 %. Begitulah
seterusnya sampai pada hanya menyuruh siswa untuk membaca dengan hasilnya hanya 10
%.
Penentuan Alokasi Waktu. Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar
didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu
dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat
kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan
dalam silabus merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk
menguasai kompetensi dasar.
Penentuan Sumber Bahan Ajar. Sumber bahan ajar adalah rujukan, objek dan/atau
bahan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembelajaran. Sumber bahan ajar
dapat berupa sumber primer (objek langsung) sekunder, dan tersier. Penentuan sumber
bahan ajar yaitu secara fungsional mendukung pengalaman belajar yang dilakukan oleh
siswa dan ketersediaan secara efisien dan efektif. Sumber bahan ajar akan terhindar dari
kesalahan konsep dan plagiat. Teknik penulisannya, yaitu: nama pengarang, tahun terbit,
judul buku, tempat dan nama penerbit, disusun secara abjad.

f. Format Silabus
Sudah disebutkan terdahulu bahwa pelaksanaan silabus merupakan ketentuan
keragaman menurut karakteristik sekolah masing-masing, sehingga hasil pengembangan
silabus dapat dikemas ke dalam beberapa jenis format. Klasifikasi format silabus pada
hakikatnya ada dua bentuk, yaitu format silabus disusun dalam bentuk vertikal dan dalam
Yang diingat
10 % .
baca
20 % ...
30 %
50 % ..
70 % ........
lihat
dengar
lihat dan dengar

katakan
Katakan dan lakukan
90%
Modus:
Verbal
Visual
Berbuat
Sheal, Peter (1989)
How to develop and
present staff Training
courses,
London:Kogan Page
Ltd

139
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

bentuk horizontal. Pengembang silabus dapat memilih salah satu di antaranya. Sebagai
contoh format silabus adalah sebagai berikut.
Contoh: Silabus Bentuk Horizontal

SILABUS

Nama Sekolah : .
Mata Pelajaran :
Kelas/Program :
Semester :

Standar Kompetensi: .
.


No.
Kompetensi
Dasar
Materi Pokok Pengalaman
Belajar
Alokasi
waktu
Sumber
bahan/alat











Contoh: Silabus Bentuk Vertikal

SILABUS

Nama Sekolah : .
Mata Pelajaran :
Kelas/Program :
Semester :
I. Standar kompetensi : ..................................................................................................
II. Kompetensi Dasar : .................................................................................................
III. Materi Pokok : .................................................................................................
IV. Pengalaman Belajar : ..................................................................................................
V. Indikator : ................................................................................................
VI. Penilaian : ................................................................................................
VII. Alokasi waktu : ...................................................................................................
VIII. Sumber/Bahan/Alat: ...............................................................................................









140
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

a. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Berdasarkan silabus, guru mengembangkannya menjadi rancangan pelaksanaan
pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswanya.
Banyak istilah yang biasa digunakan untuk rancangan pelaksanaan pembelajaran, yaitu
satuan pelajaran (SP) satuan acara pelajaran (SAP), review overview presentation exercise
summary (ROPES), model satuan pelajaran (MSP), dan rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP). Semua istilah ini, hakikatnya adalah persiapan mengajar dimuka kelas setiap
pertemuan atau setiap unit (kompetensi dasar atau pokok bahasan). Berikut ini yang
disajikan adalah rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai yang diterapkan dalam KTSP
dewasa ini.
Rencana pelakanaan pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata
pelajaran setiap pertemuan atau per unit yang akan diterapkan guru (baik yang menyusun
RPP itu sendiri maupun yang bukan) diharapkan bisa menerapkan pembelajaran secara
terprogram.
Silabus dan RPP adalah dokumen pengembangan kurikulum yang dioperasikan
dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi guru dan anak didik (siswa). Kalau silabus
merupakan program untuk jangka waktu agak panjang (semesteran/tahunan), maka RPP
merupakan program untuk jangka waktu singkat dan merupakan tahapan program
pelaksanaan silabus.

b. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan RPP

1) Fungsi Guru dalam Persiapan Mengajar
Silabus yang dibuat, walaupun dinyatakan sebagai kurikulum implementasi, masih
cenderung belum operasional dan belum menjangkau suasana riil dalam kelas. Karena itu,
guru diberi kewenangan secara leluasa untuk menganalisis silabus tersebut sesuai
karakteristik dan kondisi sekolah serta kemampuan dalam menjabarkannya menjadi
persiapan mengajar yang siap dijadikan pedoman pembentukan kompetensi peserta didik.
Guru, murid, dan bahan ajar merupakan unsur yang dominan dalam proses
pemeblajaran. Ketiga unsur ini saling berkaitan , mempengaruhi serta tunjang menunjang
antara satu dengan lainnya. Jika salah satu unsur tidak ada, maka kedua unsur yang lain
tidak dapat berhubungan secara wajar dan proses pembelajaran tidak akan berlangsung
dengan baik. Jika proses belajar mengajar itu ditinjau dari segi kegiatan guru, maka terlihat
bahwa guru memegang peranan prima. Ia berfungsi sebagai pembuat keputusan yang
berhubungan dengan perencanaan, implementasi, dan penilaian/evaluasi
Sebagai perencana, guru hendaknya dapat:
- mendiagnosis kebutuhan siswa
- merumuskan tujuan instruksional
- menetapkan strategi dan media pengajaran
Sebaga pengimplementasi, guru hendaknya dapat mempertimbangkan berbagai
situasi dan kondisi yang ada dan berusaha memoles setiap situasi yang muncul menjadi
situasi yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar menagajar.
Sebagai evaluator harus dapat menetapkan prosedur dan teknik asesmen yang
tepat. Jika kompetensi dasar yang telah ditetapkan pada kegiatan perencanaan belum
tercapai, maka ia harus meninjau kembali rencana serta implementasinya dengan maksud
melakukan perbaikan
Secara visualisasi dapat dilihat pada gambar 6.2

141
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar




2) Prinsip-prinsip Persiapan Mengajar
Untuk membuat perencanaan yang baik dan dapat menyelenggarakan proses
peembelajaran yang ideal, setiap guru harus mengetahui unsur-unsur perencanaan
pembelajaran yang baik, antara lain:
- Rumusan kompetensi harus jelas
- Persiapan mengajar sederhana, fleksibel, dan dapat dilaksanakan
- KBM yang disusun menunjang ketercapaian kompetensi

















Gambar: 6.2 Fungsi Guru dalam Persiapan Mengajar

- Pengembangan RPP secara utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya
- Terkordinasi dengan komponen pelaksana program sekolah, terutama yang dilaksa-
nakan secara team teaching atau moving class.

3) Perumusan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan komponen utama yang terlebih dahulu harus
dirumuskan guru dalam proses pembelajaran. Tujuan-tujuan tersebut merupakan tujuan
instruksional sebagai sasaran dari proses pembelajaran yaitu perilaku hasil belajar yang
diharapkan dimiliki peserta didik setelah mereka menempuh proses pembelajaran.
Dijabarkan dari Kompetensis dasar dan pokok materi yang diorientasikan pada kepentingan
peserta didik.
Sebagai penjabaran kompetensi, tujuan instruksional memiliki ciri-ciri, yaitu:
a) memuat spesifikasi tingkah laku dan materi
b) operasional dalam arti kongkret dan dapat diamati
c) dapat diukur melalui alat ukur yang ada
Sehubungan dengan ciri-ciri tersebut dalam merumuskannya harus ada subjek didik,
kata kerja operasional/tindakan, kondisi, dan standar atau kriteria keberhasilan.
Sebagai contoh: subjek didik murid, siswa, mahasiswa,
kata kerja operasional/tindakan mendeskripsikan
kondisi konsep ilmu ekonomi
kriteria keberhasilan - pengertian kelangkaan sumber daya
Rumusannya: Siswa dapat mendeskripsikan pengertian kelangkaan sumber
daya dalam konsep ilmu ekonomi.

Perencanaan Implementasi
Perencanaan
Evaluasi
Balikan
- mendiagnosis kebutuhan siswa
- merumuskan tujuan
instruksional
- menetapkan strategi dan media
pembelajaran
- mempertimbangkan
berbagai situasi dan
kondisi (keterampilan
profesional)
- dapat menetapkan
prosedur dan teknik
asesmen
-
-
-
- tepat
-

142
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

4) Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran adalah skenario proses pembelajaran yang
dilakoni setiap unit pelajaran, yaitu:
- Setiap unit (pertemuan tatap muka) kegiatan pembelajaran dikelompokkan dalam tiga
bagian, yaitu: pendahuluan, kegiatan Inti, dan penutup
- Jika dibutuhkan dua kali pertemuan, setiap pertemuan dikelompokkan seperti satu
pertemuan (pertama, kedua)
- Bagian pendahuluan, yaitu: menarik perhatian, memotivasi, memberi acuan, dan
membuat kaitan (maksimal 15 menit). Bentuknya secara klsikal
- Kegiatan inti yaitu interaksi peserta didik terhadap materi sesuai model
pembelajaran/strategi yang digunakan sfesifikasi tingkah laku dan materi. Lamanya 90
menit dikurang 15 menit pendahuluan kurang 15 menit penutup = 60 menit.
Bentuknyaklasikal/kelompo/individu.
- Bagian penutup refleksi (mengulas rangkuman kegiatan), reinforcemen, tugas
rumah/terstruktur (maksimal 15 menit) Bentuknya klasikal.

c. Langkah-langkah Penyusuna RPP
Langkah yang patut dilakukan guru dalam penyusunan RPP adalah sebagai berikut:
1) Ambillah satu unit pembelajaran yang akan diterapkan dalam pembelajaran
2) Tulis standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam unit tersebut
3) Tentukan indikator untuk mencapai kompetensi dasar tersebut
4) Tentukan alokasi waktu yang diperlukan untuk mencapai indikator tersebut.
5) Rumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut
6) Tentukan materi pembelajaran yang akan diberikan/dikenakan kepada siswa untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan
7) Pilihlah metode pembelajaran yang dapat mendukung sifat materi dan tujuan
pembelajaran
8) Susunlah langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada setiap satuan rumusan
tujuan pembelajaran yang bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal, kegiatan inti,
dan kegiatan penutup
9) Jika alokasi waktu untuk mencapai satu kompetensi dasar lebih dari 2 (dua) jam
pelajaran, bagilah langkah-langkah pembelajaran menjadi lebih dari satu pertemuan.
Pembagian setiap jam pertemuan bisa didasarkan pada satuan tujuan pembelajaran
atau sifat/tipe/jenis materi pembelajaran
10) Sebutkan sumber/media belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran secara
konkret dan untuk setiap bagian/unit pertemuan
11) Tentukan teknik penilaian, bentuk, dan contoh instrumen penilaian yang akan
digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar atau tujuan
pembelajaran yang telah dirumuskan. Jika instrumen penilaian berbentuk tugas,
rumuskan tugas tersebut secara jelas dan bagaimana rambu-rambu penilaiannya. Jika
instrumen penilaian berbentuk soal, cantumkan soal-soal tersebut dan tentukan
rambu-rambu penilaiannya dan/atau kunci jawabannya. Jika penilaiannya
berbentuk proses, susunlah rubriknya dan indikator masing-masingnya.

d. Format RPP
Sudah dikemukakan bahwa Silabus dan RPP merupakan kurikulum implementatif,
disusun sesuai ketentuan keragaman menurut karakteristik sekolah masing-masing. RPP
dibuat sebagai persiapan mengajar di muka kelas, sehingga proses pembelajaran dapat
terarah secara sistematis, efisien, dan efektif.

143
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Karena ketentuan keragaman dan tidak ada format baku dalam penyusunan
persiapan mengajar, maka guru diharapkan dapat mengembangkan format-format baru.
Ada beberapa alternatif format penyusunan persiapan yang bisa dikembangkan, Format
yang dipilih guru sangat bergantung pada sifat materi pembelajaran dan selera/kehendak
kurikulum yang sedang berlaku. Yang penting adalah ketika memutuskan penggunaan
format tertentu harus dilakukan secara sadar dan rasional
Berikut ini dikemukakan tiga contoh format rencana persiapan mengajar sebagai
bahan pembanding dan stimulus untuk lahirnya kreativitas guru dalam membuat model-
model baru.
Cantoh 1. Format Ropes

PERSIAPAN MENGAJAR MODEL ROPES

I. Identitas Rencana Pembelajaran
Mata Pelajaran :
Materi Pokok :
Kelas/Semester:
Pertemuan :
Waktu :

II. Kemampuan Dasar/Tujuan
Standar Kompetensi:
Kompetensi Dasar :
Indikator :

III. Prosedur dan Materi
1. Review: ..
....
.
2. Overview:
.
.

3. Presentation:
telling:
.
.

showing: .
.
.
doing: .
.
.

4. Exercise: .
.
.
atau dengan kata lain, head heart and hand
5. Summary: .

144
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar


IV. Sumber Bahan/Media/Alat
Sumber bahan: ..
Media/Alat: ...

V. Penilaian (instrumen dan prosedur yang digunakan untuk menilaia pencapaian
belajar siswa, misalnya: tes tulis, kinerja, produk, p;royek, portofolio, serta tindak
lanjut hasil penilaian, misalnya remedial, pengayaan, atau pencepatan




Diketahui oleh Guru ybs.
Kepala Sekolah,




. ...


Contoh 2. Format Satuan Pelajaran (SP)


SATUAN PELAJARAN
(S P)


Bidang Studi :
Pokok Bahasan:
Kelas/semester:
Pertemuan :
Waktu :


a. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


b. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSU (TIK)
2.1
2.2...
Dst.

c. BAHAN PELAJARAN (MATERI PELAJARAN)
...........







145
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

d. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

4.1 Metode:

4.2 Kegiatan Guru dan Siwa

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1. ...............................................................
2. ...............................................................
3. ...............................................................
dst.
1. ................................................................
2. ................................................................
3. ................................................................
dst.

e. ALAT DAN SUMBER BAHAN

5.1 Alat: ..
......

5.2 Sumber bahan: ...
...

f. EVALUASI

6.1 Prosedur: .
6.2 Istrumen Evaluasi: (lembaran tes dan kunci jawaban atau rubriknya)
..
6.3 Matriks: (Kesesuain TIK dengan alat evaluasi)




Mengetahui Guru mata pelajaran
Kepala Sekolah






Catatan: Jika Satuan Peljaran dioperasikan lebih dari satu kali pertemuan, maka pada
rumusan TIK dan KBM (kegiatan guru dan siswa) dinyatakan pertemuan pertama,
kedua, dst.










146
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Contoh 3 Format RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(R P P)


Satuan Pendidikan :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Standar Kompetensi: ....
Alokasi waktu : x menit (pertemuan ke )



Kompetensi Dasar : ....
Indikator : 1. ....
2.
dst. .


A. Tujuan Pembelajaran

1.
2.
dst.
(Satu atau lebih indikator dapat dirumuskan dengan satu tujuan pembelajaran)


e. Materi Pembelajaran

.

.
.

.
(Satu kompetensi dasar dapat dirumuskan dengan satu atau lebih pokok materi. Tiap
pokok materi mengandung unsur pembentukan untuk tercapainya kompetensi dasar dan
standar kompetensi, selanjutnya dengan akumulasi ketercapaian beberapa standar
kompetensi membentuk standar lulusan yang menjadi mutu luaran.)












147
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

f. Metode Pembelajaran

.
.
g. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

No. Kegiatan Belajar Alokasi Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
- kegiatan prasyarat
- membuka pelajaran
- memotivasi peserta didik
Kegiatan Inti



Kegiatan Penutup
- siswa dan guru melakukan refleksi
- tugas terstruktur (pekerjaan rumah)
max. 15 menit



.





max. 15 menit
2. Kegiatan Awal
- kegiatan prasyarat
- dst.
max. 15 menit
3. Dst. Dst.

h. Sumber/media/alat belajar




i. Strategi Asesmen
Prosedur:

Metode/teknik

Instrumen (soal/tugas) ditambah dengan kunci jawaban atau rubriknya



Mengetahui Guru mata pelajaran
Kepala Sekolah











148
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

B. PELATIHAN

3. Tugas Individu

Setelah mempelajari bahan tersebut di atas (materi bagian kelima), jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
iv. Deskripsikan mengapa Silabus dan RPP disebut sebagai kurikulum implementatif?
Jawaban:
Silabus dan RPP sebagai kurikulum implementatif:




b. RPP disusun dengan prinsip nutturen effect. Kemukakan apa maksudnya!
Jawaban:
Maksud nutteren effeck dalam penyusunan RPP:



1. Kemukakan yang dimaksud dengan Indikator dan cara penenetuannya!
Jawaban:
Indikator: ..
..

Cara menentukan indikator: ..
......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
2. Komponen apa sajakah dalam format RPP?
Jawaban:
Komponen RPP:
........................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
3. Deskripsikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran!
Jawaban:
Pendahuluan: ................................................................................................................
Kegiatan Inti: ................................................................................................................
................................................................................................................
................................................................................................................
Penutup : .................................................................................................................


4. Tugas Kelompok

Bagi yang menginginkan tugas kelompok, diskusikan 3 - 6 orang berikut ini.
Coba Anda menentukan satu unit pelajaran dan mengisi format Silabus dan RPP (Contoh 3)
yang ada dalam materi pokok keenam di atas.




149
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Lampiran-Lampiran

KATA KERJA OPERASIONAL

Abdul Majid (2007:263) mengemukakan sejumlah kata kertja operasional yang
dapat dipakai dalam perumusan Standar kompetensi dan Kompetensi dasar sebagai
berikut:

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mendefinisikan
Menerapkan
Mengkonstruksikan
Mengidentifikasikan
Mengenal
Menyelesaikan
Menyusun

Menunjukkan
Membaca
Menghitung
Menggambarkan
Melafalkan
Mengucapkan
Membedakan
Mendefinisikan
Menafsirkan
Menerapkan
Menceriterakan
Mengidentifikasi
Menguraikan
Menggunakan
Menentukan
Menyusun
Menyimpulkan
Menginterpretasikan
Mendemonstrasikan
Menterjemahkan
Merumuskan
Menyelesaikan
Mendeskripsikan
Menganalisis
Mensintesis
Mengevaluasi

Keterangan:
Satu kata kerja dapat dipakai pada standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Perbedaannya adalah pada standar kompetensi cakupannya lebih luas dari kompetensi
dasar. Satu standar kompetensi dapat dipecah menjadi 3 6 atau lebih kompetensi
dasar. Satu kompetensi dasar harus ddipecah menjadi minimal 2 indikator.









150
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

RUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN MENURUT AHLI

A. Benyamin S. Bloom (Sumber: Roestiyah NK. 1982:139-140)

TAXONOMI TUJUAN PENDIDIKAN COGNITIVE DOMAIN


KATEGORI DARI
TAXONOMI

TUJUAN UMUM
PENGAJARAN

ISTILAH HASIL
BELAJAR YANG
BEHAVIORISTIS
1. Pengetahuan: mengingat
materi yang telah dipela-
jari dari fakta-fakta hingga
teori abstrak. Merupakan
tingkat terendah dari hasil
belajar
Mengetahui istilah-istilah,
mengetahui fakta tertentu,
mengetahui metode dan
prosedur, mengetahui kon-
sep dasar, mengetahui
prinsip-prinsip
Mendefinisikan, meng-
gambarkan, mengenal,
menamai, menyusun,
men-cocokkan, meng-
hasilkan, memilih, menya-
takan, mengelompokkan,
menjodohkan
2. Pengertian: kemampuan
menangkap arti materi
dengan menterjemahkan,
menginterpretasi bahan
meramalkan. Satu tapak
lebih tinggi dari no. 1


Mengerti fakta dan prinsip.
Menginterpretasi bahan
ver-bal. Menginterpretasi
diag-ram dan grafik.
Menter-jemahkan materi
verbal ke dalam rumus
matematik. Mengestimasi
penggunaan data.
Mempertimbangkan
metode dan prosedur
Mengerti, mempertahan-
kan, membedakan, mem-
perkirakan, menerangkan,
memperluas, menunjuk-
kan, merangkaikan, mera-
malkan, menuliskan,
mengikhtisarkan. Menter-
jemahkan,
mengumpulkan, memberi
contoh, memberi hipotesis
3. Aplikasi atau penggu-
naan kemampuan: meng-
gunakan bahan yang telah
dipelajari ke dalam situasi
baru dan kongkrit, mi-
salnya aturan metode,
konsep, prinsip hukum &
teori. Lebih tinggi dari no.
1 & no. 2 di atas.
Menggunakan prinsip &
konsep, menggunakan hu-
kum & teori dalam
praktek, memecahkan soal
mate-matis, membuat
diagram dan grafik,
menggunakan metode &
prosedur secara benar.
Mengubah, menghitung,
menunjukkan, menemu-
kan, menggunakan, me-
rombak, melakukan, me-
nyediakan, menghubung-
kan, mencemohkan
4. Analisis: kemampuan
memecahkan bahan ke
dalam komponen bagian-
bagiannya, sehingga struk-
tur organisasinya bagian
menganalisis hubungan &
prinsip organisasinya
Mengenal asumsi yang tak
dinyatakan. Mengenal
kesa-lah berpikir logis.
Mem-bedakan fakta &
petunjuk. Mengevaluasi
relevansi da-ta.
Menganalisis struktur or-
ganisasi dari suatu peker-
jaan seni, musik, tulisan
Memecahkan, membuat
diagram, membedakan,
memisahkan, mengenal,
menggambarkan, menun-
jukkan, menggabungkan,
memilih, membagi.




151
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar


KATEGORI DARI
TAXONOMI

TUJUAN UMUM
PENGAJARAN

ISTILAH HASIL
BELAJAR YANG
BEHAVIORISTIS
5. Sintesis: kemampuan
meletakkan bagian-bagian
untuk satu keseluruhan,
meliputi menghasilkan
mengkomuniksikankhusus
merencanakan tindakan
menyusun suatu
hubungan abstrak.
Mengenakan tingkatan
kreatif dengan tekanan
pada formulasi pada
struktur baru
Memilih suatu tema ter-
organisasi. Berbicara de-
ngan bahasa baik, menulis
ceritera pendek, meren-
canakan eksperimen integ-
rasi pengalaman kearah
problem solving, Mempor-
mulasi suatu skema baru
untuk mengklasifikasikan
objek
Mengategorikan, mengga-
bungkan, mengumpulkan,
menciptakan, membuat,
merencanakan, menerang-
kan, mengubah,
mengorga-nisasikan,
menyusun,
menghubungkan,
merevisi, menceritakan,
menyimpul-kan.
6. Evaluasi: kemampuan
mempertimbangkan nilai
dari materi untuk suatu
tujuan tertentu. Pertim-
bangan ini didasarkan
krirteria yang jelas. Me-
rupakan hasil belajar
tertinggi

Mempertimbangkan kon-
sistensi logis dari materi
tertulis. Mempertimbang-
kan kesesuaian dengan
kon-klusi yang ditunjang
de-ngan data. Mempertim-
bangkan nilai suatu peker-
jaan dengan menggunakan
kriteria internal. Memper-
timbangkan nilai suatu pe-
kerjaan dengan mengguna-
kan standard kebenaran
eksternal
Menilai, membandingkan,
menyimpulkan, mengeri-
tik, menggambarkan, men-
deskripsiskan,
mempertim-bangkan,
menginterpreta-sikan,
menghubungkan,
menyimpulkan.


B. David Krathwohl (Sumber: Roestiyah NK. 1982:141-142

TAXONOMI TUJUAN PENDIDIKAN AFFECTIVE DOMAIN


KATEGORI DARI
TAXONOMI

TUJUAN UMUM
PENGAJARAN

ISTILAH HASIL
BELAJAR YANG
BEHAVIORISTIS
1. Menerima: kemauan
murid melihat fenomena
atau stimuli: aktivitas klas
texbook, musik, usaha
menimbulkan,
memelihara dan
mengarahkan perhtian
murid. Tingkat terrendah
Mendengarkan penuh per-
hatian. Menunjukkan kesa-
daran belajar.
Menunjukkan sensitifitas
terhadap kebu-tuhan
manusia & problem sosial.
Mengikuti sungguh-
sungguh aktifitas sekolah
Bertanya, memilih, meng-
gambarkan, mengikuti,
memberi, memegang,
mengidentifikasi, menem-
patkan, merasakan, me-
nunjuk, menjawab, meng-
gunakan.

152
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar



KATEGORI DARI
TAXONOMI

TUJUAN UMUM
PENGAJARAN

STILAH HASIL BELAJAR
YANG BEHAVIORISTIS
2. Menjawab: partisipasi
aktif dari murid. Tidak
sekedar melihat
fenomena, tetapi
mereaksinya terma-suk di
sini, interest mencari dan
menyenangi.

Mengerjakan pekerjaan ru-
mah. Menurut aturan seko-
lah. Berpartisipasi dalam
diskusi. Menyelesaikan
ker-ja lab. Melapori tugas
ter-tentu. Menunjukkan
interest dalam pelajaran
suka meno-long yang lain
Menjawab, menolong, ber-
tindak menyesuaikan,
men-diskusikan,
menghormati, membantu,
menamai, membentuk,
melakuka, memberikan
membaca, mencatat,
melaporkan, membagi,
mempelajari, mengerjakan
3. Menilai: kemampuan
meletakkan niali terhadap
objek, fenomena atau
tingkah laku. Penilaian
dari hal sederhana sampai
yang kompleks. Penilaian
berdasarkan internalisasi.
Juga sikap & appresiasi
Kepercayaan dalam satu
proses yang demokratis.
Appresiasi terhadap lite-
ratur. Appresiasi peranan
science dalam hidup kita.
Memperhatikan kesejahte-
raan orang lain. Menun-
jukkan sikap mampu
meme-cahkan soal. Partisi-
pasi dalam pekerjaan sosial
Menyelesaikan, menggam-
barkan, membedakan,
men-deskripsikan,
membentuk, memakai,
mengundang, menyatakan,
mempertim-bangkan,
merencakan, membaca,
memilih, me-laporkan
membagi, mem-pelajari,
melakukan
4. Organisasi:
menyatukan nilai-nilai
yang berbeda
memecahkan
pertentangan
pembangunan sistem nilai
yang konsisten. Tekanan
pada perbandingan hu-
bungan & sintesa nilai-
nilai . Meliputi konsep ni-
lai filsafat hidup
Mengenal balans antara
kemerdekaan diri dan
tang-gung jawab.
Mengenal pe-ranan
perencanaan yang
sistematis & problem sol-
ving. Mempertanggungja-
wabkan tingkah lakunya.
Menyadari kekuatan dan
kelemahannya.
Menyelaras-kan hidupnya.
Mendekatka, mengubah
menyusun, menyatukan,
membandingkan, meng-
identifikasi, mengintegra-
sikan, mengatur, menyiap-
kan, menghubungkan,
men-sintesakan
5. Karakterisasi dari nilai
atau kelompok nilai in-
diviud mengontrol ting-
kah lakunya hingga
tercer-min corak hidup
tertentu. Tingkah lakunya
menjadi berisi/berpasive ,
konsisten dan diktabel. Di
sini meliputi pola umum
dari penyesuaian pribadi,
sosial dan emosi.
Menunjukkan kesadsaran
akan keselamatannya. Me-
nunjukkan kepercayaan
diri. Mempraktekkan kerja
sama. Menunjukkan disip-
lin diri. Membiasakan hi-
dup yang sehat
Melakukan, membedakan,
menunjukkan, mempenga-
ruhi, mendengarkan,
meng-ubah, membentuk,
mem-praktekkan,
mengkualifika-sikan,
menanyakan, mem-
perbaiki, memecahkan,
menggunakan, menverifi-
kasikan





153
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

C. Norman E. Gronlund dan R.W.de Maelay (Roestiyah NK. 1982:141-142)


TAXONOMI TUJUAN PENDIDIKAN PSYCHOMOTOR DOMAIN


KATEGORI DARI
TAXONOMI

TUJUAN UMUM
PENGAJARAN

ISTILAH HASIL
BELAJAR YANG
BEHAVIORISTIS
1. Persepsi: Menunjuk
kepada proses kesadaran
akan adanya perubahan
setelah keaktifan: melihat
mendengar, menyentuh,
merasakan, membau, serta
gerak dari urat syaraf kita
Simulasi sensoris mende-ngar
isyarat, melihat ben-tuk, angka!.
Menyentuh bentuk sesuatu.
Merasakan pahit, manis.
Membau dan memegang
sesuatu. Diskri-minasi dari
tanda-tanda: mengikuti
perubahan, men-catat
pengalaman, menja-wab dengan
grak memi-sahkan konsep.
Melihat, mendengar, me-
nyentuh, mengecap, mem-
bau memegang
2. Kesiapan: menunjuk
langkah lanjut setelah ada-
nya persepsi kemampuan
dalam membedakan, me-
milih menggunakan
neoro-muscular yang
tepat dalam membuat
respon
Kesiapan mental memilih dan
membuat sintessis. Ke-siapan
fisik: dalam menye-suaikan
kemampuan neu-romuscular.
Kesiapan emo-sional dalam
merespons menurut sikap yang
tepat.
Memilih, memisahkan,
menunjukkan, mengam-
bil, menggunakan,
melaku-kan, menimbang,
menger-jakan, menjawab,
meme-cahkan,
memperlihatkan.
3. Response terpimpin: de-
ngan persepsi dan
kesiapan di atas,
mengembangkan
kemampuan dalam akti-
fitas mencatat dan mem-
buat laporan

Imitasi, mempertunjukkan
sesuatu. Trial and error me-
mecahkan problem. Meng-ikuti
petunjuk sampai de-ngan yang
belum dikenal. Mengadakan
eksperimenta-si: membuat
singkatan, menggambar,
menyusun, dan sebagainya
Menirukan, meragakan,
menggerakkan,
mengguna-kan,
memisahkan, meng-ubah,
menyusun, mem-buat,
merangkaikan me-
nyingkat, menyimpulkan
4. Mekanisme penggunaan
sejumlah skill dalam
aktivitas yang kompleks,
meliputi 1,2 dan 3 di atas

Memilih: bahan, alat, per-
lengkapan. Merencanakan:
aktivitas, dan waktu. Me-latih:
skill menyusun dan
merangkaikan melakukan:
tugas dengan baik, ber-
tanggungjawab dan cepat
memperkirakan hasil
Memilih, menentukan,
me-masang,
menggunakan,
memperbaiki, melakukan,
mengubah, menyusun,
membentuk

5. Response yang kom-
pleks menggunakan sikap
dan pengalaman1, 2, 3,
dan 4 di atas, penggunaan
perencanaan test, pengem-
bangan model

Adapsi: terhadapsumber pe-
rencanaan dan prosedur yang
tepat. Penggunaan skill dan
memilih profesi. Melaporkan
menjelaskan
Menyesuaikan, merenca-
nakan, menggunakan, me-
lakukan, melaporkan,
men-deskripsikan

154
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

PEDOMAN KEGIATAN PELATIHAN


1. Praktek model-model pembelajaran = 12 jam,
2. Pelaksanaan praktek dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu:
Dua kali praktek, tiap praktek = 6 jam (2 x 6 = 12 jam)
Satu kali praktek dengan lama 12 jam
3. Praktek dengan cara 2.1 bagian pertama untuk kompetensi dasar pertama dengan materi
model-model pembelajaran, strategi dan metoda, serta media/alat dan sumber
pembelajaran. Menggunakan format 1 Tugas pelatihan
4. Praktek dengan cara 2.1 bagian kedua untuk kompetensi dasar kedua dengan materi
asesmen berbasis kompetensi. Menggunakan format 2 pelatihan asesmen
5. Praktek dengan cara 2.2 satu kali praktek dengan materi kompetensi dasar ketiga dengan
materi utama pengembangan silabus dan RPP. Materi sebelumnya tetap merupakan
bahan dasar untuk praktek.
6. Peserta dibagi menjadi kelompok, tiap kelompok beranggotakan 3 6 orang
7. Tugas dikerjakan secara kelompok dan memilih calon presenter dalam sidang pleno
8. 65 85 menit terakhir dilakukan pleno dan refleksi


ALOKASI WAKTU


Tahapan Kegiatan Waktu

1. Pendahuluan Orientasi dan pembagian kelompok 15 menit

2. Kegiatan Inti Kerja kelompok untuk praktek pertama 225 menit
Kerja kelompok dan pleno praktek kedua 225 menit
Kerja kelompok untuk satu kali praktek 500 menit
3. Kegiatan Pleno Presentase tugas kelompok 60 - 70 menit

4. Penutup Refleksi 10 - 15 menit

Catatan: Jumlah kelompok maksimal 6 (enam) kelompok

FORMAT: 1. TUGAS PELATIHAN

Nama Sekolah : ...............................................................................................................
Mata Pelajaran : ......................................................................................................
Kelas/Semester : ..............................................................................................................
Standar Kompetensi: ..


Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok







155
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

A. TUJUAN PEMBELAJARAN:
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

B. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
1. Nama Model : ......................................................................................................
2. Landasan Teori: ......................................................................................................
3. Metode : .......................................................................................................

C. MEDIA/ALAT/SUMBER:
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................

D. LANGKAH-LANGKAH POKOK:

.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
...................................................................................................................................

E. PERTANYAAN/TUGAS:
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................




FORMAT: 2. PELATIHAN ASESMEN

Nama Sekolah : ......................................................................................................
Mata Pelajaran : ......................................................................................................
Kelas/Semester : ......................................................................................................
Alokasi Waktu : ......................................................................................................
Standar Kompetensi: .
.

A. TUJUAN PEMBELAJARAN:

......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
.....................................................................................................................................



156
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

B. KISI-KISI STRATEGI ASESMEN

Strategi Asesmen
Kompet. Dasar Indikator
Metode Bentuk
Instrumen








C. INSTRUMEN ASESMEN

Instrumen Asesmen dibuat berdasarkan nomor butir instrumen yang telah ditentukan
dalam kisi-kisi strategi asesmen disertai dengan kunci jawaban atau penskoran

FORMAT 3 RANCANGAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : ......................................................................................................
Mata Pelajaran : .............................................................................................
Kelas/Semester : ......................................................................................................
Alokasi Waktu : ......................................................................................................
Standar Kompetensi: .
.

Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok



A. TUJUAN PEMBELAJARAN:
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................

B. PENGALAMAN BELAJAR
.........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................

C. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
1. Nama Model : ......................................................................................................
2. Landasan Teori: ......................................................................................................
3. Metode : .......................................................................................................
No. butir
instrumen
n

157
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

D. PROSES PEMBELAJARAN

Tahap Langkah (rinci) Waktu Media/alat
Pendahuluan



Kegiatan Inti










Penutup





E. SUMBER BELAJAR/DAFTAR PUSTAKA
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
......................................................................................................................................

F. STRATEGI ASESMEN

1. Prosedur: .................................................................................................................
......................................................................................................................................
2. Strategi Asesmen

Metode Bentuk No Item Test




3. Instrumen (soal/tugas) ditambah dengan kunci jawaban atau rubriknya
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................













158
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

ASESMEN BEKAL AWAL
(FREE TEST)


Soal: 1
Nyatakan benar (dengan cara menuliskan kode B di dalam kurung) atau salah (dengan cara
menuliskan kode S di dalam kurung) pernyataan di bawah ini, dan berilah alasannya!

A. (.....) Konsep kualitas pembelajaran merupakan tugas dan tanggung jawab Guru
untuk mengelola pembelajarannya

B. (.....) Rancangan pembelajaran IPS diarahkan atau difokuskan sesuai dengan kondisi
dan perkembangan potensi siswa agar pembelajaran yang dilakukan benar-
benar berguna dan bermanfaat bagi siswa.

C. (....) Model pembelajaran inovatif dan partisipatif menggunakan strategi
pembelajaran pada guru yang memposisikan diri yang aktif menyajikan
materinya

Penskoran dan Kunci Jawaban


Skor = 9
Kunci Jawaban: 1. A ( B )
Alasannya: tugas utama guru adalah pendidikan dan pengajaran, dalam menjalankan
tugasnya ia membuat perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan
menilai proses dan hasil belajar peserta didik (siswa)

Kunci Jawaban: 1. B ( B )
Alasannya: Misi pendidikan IPS yaitu membina pengetahuan kecerdasan, dan
keterampilan yang bermanfaat untuk dirinya sendiri, masyarakat dan studi lanjut.
Selain itu membina sikap-sikap yang selaras dengan nilai-nilai pansasila dan UUD 45

Kunci Jawaban: 1. C ( S )
Alasannya: sasaran pembalajaran adalah menjadikan siswa yang belajar. Model
pembelajaran inovatif dan partisipatif berfokus pada siswa aktif yang diasumsikan
belajar terjadi jika individu (siswa) yang belajar aktif terlibat secara optimal baik
secara intelektual, emosional, maupun fisik.













159
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Soal: 2
Penggolongan Strategi pembelajaran yaitu ekspository dan inquiry. Kemukakan skala
kegiatan guru dan siswa yang ideal dan cocok untuk pembelajaran IPS dengan
memperhatikan gambar berikut ini

GURU
A : .......................................
CMGA ........................................
.
.

Ekspository Inquiry



B: ....................................... CBSA


SISWA

Pedoman Penskoran

A. skor maksimal = 10 B = skor maksimal = 5
motivatorDinamisator
Pemberi Kejelasan(Clarity)
Pendorong semangat (Probing)
Penanya yang terarah
Fasilitator yang fungsional
Pemberi Hadiah (Reward/reinfor-cement)
Manajer Kelas/Kelompok
Pengarah (Directors)
Pengambil Putusan yang
Penilai (Evaluator)

Interaktif,
partisipatif,
pengamat,
penanya,
penginisiatif


Soal: 3
Coba isi kolom metode, teknik, dan bentuk instrumen dari kolom jawaban pada tabel
berikut ini.

Metoded Teknik Bentuk Instrumen Jawaban
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
..............................
..............................
..............................
..............................
..............................
..............................
..............................
..............................
..............................
..............................
..............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
Tes non formal, sebab akibat,
tes kinerja, tes tulis, tes
formal, non tes, tes lisan,
simulasi, tugas proyek, tugas
portofolio, self report,
penugasan, kuis, daftar
pertanyaan, tes identifikasi,
cek list, observasi, lembar
obser-vasi, menjodohkan, ku-
esioner, uji petik kerja,
wawancara, interview guide,



160
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

MEDIA
Pedoman Penskoran

Metode Teknik Bentuk Instrumen Skor maks. = 23
1. tes formal,








2. tes non formal,


3. nontes
tes tulis,


tes lisan


tes kinerja,


penugasan,


observasi,


wawancara

self repor
tes sebab akibat, men-
jodohkan.

Kuis, daftar pertanya-
an

uji petik kerja, simulasi,
tes identifikasi
tugas portofolio, tugas
proyek,

cek list, lembar ob-
servasi

interview guide
kuesioner

Setiap penempat-
an jawaban
secara benar, skor
1




Soal: 4.
Isilah gambar berikut ini sehingga jelas perbedaannya antara media dan alat peraga. Berikan
penjelasannya!














A 3

1 2 4

B B C




KURIKULUM

GURU
KELAS
GURU
KELAS

ANAK DIDIK

161
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Scor : 3
Kunci Jawaban: A
Alasan: Pemanfaatan media menciptakan pengalaman yang dapat membelajarkan
siswa bukan pengalaman guru



A. .
Deskripsinya: ..
..
B. .
Deskripsinya: ..
..
C. .
Deskripsinya: ..
..

Pedoman Penskoran
A. Skor = 3 B. Skor = 3 C. Skor = 3
Alat praga: Anak didik
belajar dari Guru sesuai
kurikulum dibantu
dengan alat praga
Guru kelas: Anak didik be-
lajar dari guru sesuai ku-
rikulum dengan
mengguna-kan media
Media: Anak didik belajar
sesuai kurikulum melalui
media tanpa guru




Soal: 5.
Yang TIDAK termasuk kualitas media sebagai bagian yang tak terpisahkan dari
pembelajaran. Berikan alasannya
A. media menciptakan pengalaman guru yang kreatif
B. media menfasilitasi interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan ahli lainnya
C. media memperkaya pengalaman belajar siswa
D. media mampu mengubah suasana belajar menjadi aktif mencari informasi melalui
berbagai sumber


Skor dan Kunci Jawaban






Soal: 6, 7, dan 8
Soal terdiri atas tiga bagian, yaitu: PERTANYAAN, kata SEBAB dan ALASAN yang
disusun berurutan. Pilihlah:
E. jika pernyataan betul, alasan betul dan keduanya menunjukkan hubungan sebab
akibat
F. jika pernyataan betul dan alasan betul, tetapi keduanya tidak menunjukkan
hubungan sebab akibat
G. jika pernyataan betul dan alasan salah
H. jika pernyataan salah dan alasan betul






162
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

INSTRUMEN TES

















Pedoman Penskoran dan Kunci Jawaban

Skor : 9 (tiap jawaban bobot 3)
Kunci jawaban instrumen tes Sebab Akibat 4. D, 5. A, 6. B


Soal: 9
Berikan tanda centang pada kolom benar jika pernyataan benar, dan kolom salah jika
pernyataan salah.

No. Pernyataan Benar Salah
a. Model pembelajaran adalah desain yang
mendeskripsikan pembelajaran untuk mencapai tujuan
belajar tertentu, dan merupakan pedoman bagi guru
untuk merencanakan dan melaksanakan aktivtas
pembelajaran.

.........

........

b. Strategi pembelajaran digolongkan dengan ekspository
dan inquiry. Strategi ekspositori :
1) CBSA
2) guru yang otoriter
Strategi inquiry
3) dominasi guru berceramah secara bervariasi
4) Interaksi multi arah


..........
..........

..........
..........


...........
...........

...........
...........

c. Asesmen adalah tindakan untuk menetapkan
keberhasilan peserta didik setelah mengikuti program
pembelajaran

.........

...........

d. Model pembelajaran kooperatif
1) Pembelajaran dilakukan secara team teching
2) Belajar dari teman sendiri dalam kelompok
3) Saling ketergantungan positif antar anggota
4) Guru bertindak sebagai moderator
...........
...........
...........
...........
...........
...........
...........
...........
6. Silabus dan RPP disusun menurut format yang dianjurkan secara nasional
SEBAB
Silabus dan RPP merupakan kurikulum implementatif

7. Silabus dan RPP adalah dokumen pengembangan kurikulum yang dioperasikan
dalam kegiatan belajar mengajar bagi guru dan peserta didik (siswa)
SEBAB
RPP merupakan program untuk jangka waktu singkat dan merupakan tahapan
program pelaksanaan silabus.

8. Tugas utama seorang guru adalah mengelola pembelajaran yang berkualitas.
Karena itu, guru seyogyanya membuat perencanaan pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, dan menilai proses dan hasil belajar siswa
SEBAB
Salah satu kompetensi dalam PPRI No 19 ayat (3) adalah kompetensi profesinal yaitu
guru harus menguasai substansi materi keilmuan Bidang studi yang diembannya.






163
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

e. Model pembelajaran IPS secara tematik
1) pengembangan materi secara subject matter
2) pendekatan interdisipliner
3) penggunaan metode secara khusus
4) prinsip belajar learning by doing

.
.
.
.






Penskoran

Pernyataan Benar Salah
Pernyataaan benar jawab benar 1 0
Pernyataan salah jawab salah 0 1
Skor maksimal: 14
KUNCI JAWABAN
a. Benar,
b.1) Salah, 2) Benar, 3) Salah, 4) Benar
c. Salah
d. 1) Salah, 2) Benar, 3) Benar, 4) Salah
e. 1) Salah, 2) Benar, 3) Salah, 4) Benar




Soal: 10





Pernyataan Setuju
(3)
Ragu-ragu
(2)
Tidak setuju
(1)
1. Membuat RPP dengan mengimplementa-
sikan model-model pembelajaran
2. Berceramah hanya dalam kegiatan orientasi
pelajaran
3. Skenario pembelajaran dengan interaksi
siswa terhadap materi pelajaran bukan
guru kepada siswa
4. Tidak perlu asesmen bekal awal, karena
mengurangi jam tatap muka
5. Tidak perlu dilakukan refleksi untuk
menutup pelajaran
6. Siswa yang mengalami kesulitan belajar
tidak perlu remedial karena dapat diulangi
tahun/semester berikutnya

...........

...........

..........


...........

...........


............

................

................

................


.................

.................


.................

..................

..................

..................


..................

..................


..................




Berikan tanda centang pada kolom (setuju/ragu-ragu/tidak setuju) untuk setiap
pernyataan tentang aktivitas model pembelajaran IPS yang kemungkinan Anda
lakukan

164
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Pedoman Penskoran

Pernyataan yang bermakna negatif (nomor 4, 5, dan 6) diskor berbanding terbalik dengan
pernyataan yang bermakna positif (1, 2, dan 3). Skor maksimal = 18

Rentangan Skor Kategori Sikap
5 - 6 Sangat negatif
7 9 Negatif
10 12 Netral
13 15 Positif
16 18 Sangat Positif

CATATAN:

- Jumlah soal = 10 dengan skor 100
- Jawaban 70 % ke atas dinyatakan menguasai kompetensi (Lulus)
- Jawaban 69 % ke bawah dinyatakan tidak menguasai kompetensi (Tidak Lulus)
- Bagi yang mencapai 70 % tetapi belum cukup 100 % masih perlu remedial
- Bagi yang kurang 70 % mengalami kesulitan berat dan perlu program khusus atau
mengulang































165
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

P E N U T U P

A. TEST

Untuk mengetahui seberapa jauh Anda mengetahui, memahami dan dapat
mengerjakan seperti apa yang diharapkan dalam tujuan instruksional umum (TIU) maupun
tujuan instruksional khusus (TIK), maka berikut ini Anda diminta mengerjakan tes yang
diambil dari pokok bahasan pertama sampai dengan keenam.
Selanjutnya Anda dipersilahkan untuk menilai kemampuan Anda sendiri
dibandingkan dengan yang diharapkan. Dengan membandingkan kedua hal tersebut Anda
dapat memperkirakan apakah masih ada kesenjangan ataukah tidak. Jika jawaban Anda
masih, maka Anda perlu lebih mencermati pokok bahasan yang berdasarkan evaluasi
Anda masih kurang memadai.

1. Pokok Bahasan Pertama: Pendahuluan
a. Kemukakan arti pentingnya kualitas pembelajaran!
b. Deskripsikan faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran!
c. Bagaimanakah kriteria kualitas pembelajaran yang diharapkan?
d. Deskripsikan suatu sistem yang ideal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran!
e. faktor-faktor apakah yang perlu diubah untuk menghasilak lulusan yang
berkualitas?

2. Pokok Bahasan Kedua: Berbagai Model dalam Pembelajaran IPS
a. Model-model Pembelajaran IPS mengembang standar kompetensi pedagogik dengan
dua kompetensi dasar, Sebutkan keduanya beserta indikatornya!
b. Dalam suasana pembelajaran dikenal beberapa model pembelajaran. Kemukakan tiga
model pembelajaran yang relevan dengan IPS dan landasan filosofis pengembangan-
nya.
c. IPS merupakan mata pelajaran dalam kurikulum sekolah SD, SMP, dan SMA.
Berikan ulasan adakah perbedaan model pembelajarannya?
d. Pengembangan materi pembelajaran IPS dituntut pendekatan interdisipliner.
Deskripsikan dengan sebuah contoh!
e. Isi jawaban yang benar dengan pengisian matriks secara tematik berikut ini!
Nama Sekolah : ..........................................................................................................
Mata Pelajaran : ..........................................................................................................
Kelas/Semester : .........................................................................................................
PB/SPB dalam
Kurikulum *)
Disiplin ilmu Lingkup
Bahan **)
Pokok-pokok Materi/Konsep
.......................... 1. Sosiologi
2. Sejarah
3. Geografi
4. Ekonomi
5. Lainnya
....................

.......................
.......................
......................
.......................
.......................
..................................................
.................................................
.................................................
..................................................
..................................................
..................................................
..................................................
*) Pokok Bahasan/Sub Pokok Bahasan sesuai kurikulum (GBPP) yang diemban.
**) Siswa, Keluarga, Lingkungan, Regional, Negara, atau Dunia.




166
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

3. Pokok Bahasan Ketiga: Strategi dan Metode Pembelajaran IPS

a. Berikan uraian pengertian strategi mengajar sehingga jelas perbedaannya dengan model
pembelajaran dan metode pembelajaran
b. Ada dua golongan strategi mengajar, deskripsikan paradigma dari keduanya
c. Situasi lapangan, fakta menunjukkan bahwa guru-guru IPS banyak yang berlatar
belakang bukan pendidikan IPS atau IPS secara subjek matter. Apa yang bnisa
dilakukan?
d. Mengajar IPS dengan strategi inquiry sebaiknya menggunakan berbagai metode.
Lakukan identifikasi dengan contohnya dalam sbuah kasus
e. Isi jawaban yang benar pada lajur berikut ini
No. Tujuan Spesifikasi Materi Strategi/Metode
1. Ingatan ........................................... Ekspositori, Ceramah
2. Pemahaman ........................................... ..............................................
3. Aplikasi Masalah Ekonomi ..............................................
4. Sikap Terjadinya banjir ..............................................
5. Keterampilan ........................................... Inquiy, Drill

4. Pokok Bahasan Keempat: Pengembangan Media dan Sumber Belajar IPS
a. Kemukakan dengan alasannya, mengapa medoia diperlukan dalam pembeajaran?
b. Kemukakan dengan uraian singkat minimal tiga nilai-nilai praktis dari suatu media!
c. Mengapa unsur tujuan pengajaran penting untuk dipertimbangkaan dalam memilih
media!
d. Sejauh manakah suatu alat praga dapat dipandang sebagai suatu media?
e. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Apa alasannya?

5. Pokok Bahasan Kelima: Metode Asesmen dalam Pembelajaran IPS
a. Berikan alasan yang tepat, perlunya asesmen dalam pembelajaran!
b. Apa beda antara pengukuran dan penilaian
c. Kemukakan karakteristik asesmen yang berbasis kompetensi
d. Observasi adalah salah satu metode asesmen yang dapat dinalai sebagai tes dan juga
non tes. Dalam hal bagaimanakah observasi dikatakan tes dan non tes
e. Apakah tindak mlanjut dari asesmen yang berbasis kompetensi?

6. Pokok Bahasan Keenam: Pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
a. Silabus dan RPP adalah dokumen pengembangan kurikulum implementasi. Berikan
penjelasan maksudnya!
b. Silabus dan RPPkeduanya adalah rencana pengajaran yang dibuat oleh guru.
Kemukakan beberapa perbedaannya!
c. RPP disusun sebagai tahapan operasional dari silabi. Kemukakan dengan uraian
singkat cara peengembangannya!
d. Deskripsikan berbagai hal yang termuat dalam pengembangan langkah-langkah
pembelajaran!
e. Kemukakan sumber bahan yang dapat dipergunakan dalam pengembangan materi
pembelajaran IPS!




167
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

B. TINDAK LANJUT
Setelah Anda meengerjakan tes tersebut pada huruf A dengan sungguh-sungguh.
Anda tentu dapat memperkirakan penguasaan materi yang dimuat dalam masing-masing
pokok bahasan. Bila tingkat penguasaan Anda kira-kira mencapai 80 % ke atas, berarti Anda
sudah memahami materi yang dimuat dalam modul-Modul Pembelajaran IPS ini.
Namun demikian, jika tingkat penguasaan Anda kira-kira masih di bawah 80 %,
maka Anda harus remedia; sekitar Pokok-Pokok Bahasan yang belum Anda kuasai dengan
baik.
Semoga Anda berhasil dalam mempelajari modul Model-Model Pembelajaran IPS,
dan menerapkan dalam mengembang tugas mengajar secara profesional di tempat tugas
masing-masing.








































168
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

DAFTAR PUSTAKA


Abdul Majid. 2007. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru,
Bandung, Rosdakarya
Anonim. 1982/1983. Program Pengajaran IPS, Modul Akta V-B, Depdikbud-Dikti-P2PT.
Bistok Ssirait. 1989. Bahan Pengajaran Untuk Mata Kuliah Evaluasi Hasil Belajar Siswa, Jakarta,
Depdikbud, Dirjen-Dikti, P2LPTK.
Depdiknas. 2003. Pendekatan Kontekstual, Jakarta, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
Meenengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama
Diana Nomida Musnir, Maas DP. 1998/1999. Ilmu Sejarah dalam Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Sosial, Deppdikbud-BPPG-SLTP Setara DIII
Etin Solihatin, & Raharjo. 2007. Cooperative Learning: Analisis Model Peembealajaran IPS,
Jakarta,Bumi Aksara.
Ibrahim, dkk. t.t. Pembelajaran Kooperatif, Jakarta,
Maharuddin Pangewa, 1996. Strategi Belajar Mengajar: Bidang Studi Administrasi Perkantoran
(Komponen Mata Kuliah Proses Belajar Mengajar, Ujungpandang, FPIPS
------------. 1987. Perencanaan Program Pengajaran, Ujungpandang, FPIPS.
Masnur Muslich. 2007. KTSP Dasar Pemahaman dan Pengembangan: Pedoman Bagi Pengelola
Lembaga Pendidikan, Pengawas Sekolah, Komite sekolah, Dewan Sekolah, dan Guru, Jakarta,
Bumi Aksara.
Muhammad Ali. 1983. Guru dalam Proses Belajar Mengajar, Baandung, Sinar Baru Algensindo.
Nasution S. 1999. Kurikulum dan Pengajaran, Jakarta, Bumi Aksara.
R. Ibrahim, Nana Syaodah S. 2003. Perencanaan Pengajaran, Jakarta, Rineka Cipta Kerja sama
Depdikbud.
Rostiyah N.K. 1982. Masalah-masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem, Jakarta, Bina Aksara
----------. 1982. Masalah-masalah Ilmu Keguruan, Jakarta, Bina Aksara
Rohani, Ahmad. t.t. Pengelolaan Pengajaran, Jakarta, PT Rineka Cipta.
Salameto. 1988. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta, Bina Aksara
Sunaryo. 1989. Strategi Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial, Malang, IKIP
Suparno, Ruslan Efendy, Sulaiman Sahlan. 1988. Dimensi-dimensi Mengajar, Bandung, Sinar
Baru.
Suwardi. 1981. Pengembangan Program Pengajaran (Mengenal Moel-model Program Pengajaran
Bidang Studi IPS) Model Pengajaran Unit, Jakarta, Penlok tahap II P3G- Depdikbud.
Thamrin Talut. 1981. Strategi Inkuiry (Suatu Model) Ilmu Pengetahuan Sosial, Jakarta, Penlok
tahap II P3G- Depdikbud.
Zianal Abidin. 1981. Pengembangan Program Pengajaran IPS (Mengenal Model-Model Program
Pengajaran Bidang Studi IPS), Jakarta, Penlok tahap II P3G- Depdikbud.

Anda mungkin juga menyukai