Anda di halaman 1dari 318

PUSAT PERBUKUAN

Departemen Pendidikan Nasional


Mudah dan Aktif Belajar Fisika
untuk Kel as XII Sekol ah Menengah Atas/Madrasah Al i yah
Program Il mu Pengetahuan Al am
Penulis : Dudi Indrajit
Penyunting : Ahmad Saripudin
Pewajah Isi : Neni Yuliati
Ilustrator : S. Riyadi
Pewajah Sampul : A. Purnama
Ukuran Buku : 21 x 29,7cm
Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional
dari Penerbit Setia Purna Inves, PT
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Diperbanyak oleh ....
Hak Cipta Pada Departemen Pendidikan Nasional
dilindungi oleh Undang-Undang
530.07
DUD DUDI Indrajit
m Mudah dan Aktif Belajar Fisika 3 :untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas /
Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam / penulis, Dudi Indrajit,
; penyunting, Ahmad Saripudin, ; illustrator, S. Riyadi. Jakarta :
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
vi, 306 hlm, : ilus. ; 30 cm
Bibliografi : hlm. 306
Indeks
ISBN 978-979-068-816-2 (No. J il Lengkap)
ISBN 978-979-068-931-2
1. Fisika-Studi dan Pengajaran I. Judul
II. Ahmad Saripudin III. S. Riyadi
iii
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat
dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen
Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta
buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan
kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan
Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks
pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan
dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan
hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional
untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh
Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh
(down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi
oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat
komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang
ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks
pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru
di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di
luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.
Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan
manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa
buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran
dan kritik sangat kami harapkan.
Jakarta, Juni 2009
Kepala Pusat Perbukuan
Kata Pengantar
Fisika adalah salah satu rumpun ilmu sains yang mempelajari alam semesta.
Ruang lingkup ilmu Fisika sangat luas, mulai dari atom yang berdimensi
nanometer hingga jagat raya yang berdimensi tahunan cahaya. Dalam
kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan aplikasi ilmu Fisika, baik berupa
fenomena-fenomena di alam atau rekayasa teknologi. Oleh karena itu, Fisika
memiliki tingkat urgensitas yang tinggi karena merupakan dasar untuk
penguasaan teknologi di masa depan.
Sesuai dengan misi penerbit untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi
kemajuan ilmu pengetahuan maka penulis dan penerbit merealisasikan tanggung
jawab tersebut dengan menyediakan buku bahan ajar Fisika yang berkualitas,
sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku saat ini.
Buku ini disusun dengan mengutamakan pendekatan secara inkuiri
(eksperimen) dan disajikan secara sistematis, komunikatif, dan integratif, serta
adanya keruntutan rangkaian (bab dengan subbab, antarsubbab dalam bab,
antaralenia dalam subbab). Sebelum mempelajari materi, sebaiknya Anda
terlebih dahulu membaca bagian Advanced Organi zer yang terdapat pada
halaman awal setiap bab agar Anda dapat mengetahui isi bab secara umum.
Pada awal setiap bab, disajikan pula Tes Kompetensi Awal sebagai evaluasi
materi prasyarat untuk mempelajari bab yang bersangkutan.
Di akhir setiap bab, terdapat Rangkuman, Peta Konsep, dan Refleksi yang
bertujuan lebih meningkatkan pemahaman Anda tentang materi yang telah
dipelajari dengan memunculkan umpan balik untuk evaluasi diri. Buku ini di-
lengkapi juga dengan beberapa materi, tugas, dan soal pengayaan, di antaranya
Informasi untuk Anda (Information for You), Tantangan untuk Anda, Mari
Mencari Tahu, Tugas Anda, Pembahasan Soal , dan Tokoh yang dapat
memperluas pengetahuan materi Fisika yang sedang dipelajari.
Untuk menguji pemahaman Anda terhadap materi yang telah dipelajari
diberikanTes Kompentensi Subbab pada setiap akhir subbab, Tes Kompetensi
Bab pada setiap akhir bab, dan Tes Kompetensi Fisika Semester pada setiap
akhir semester. Selain itu, pada akhir buku juga diberikan Tes Kompetensi Akhir
untuk menguji pemahaman materi Fisika selama satu tahun ajaran. Semua tes
kompetensi tersebut merupakan sarana mengevaluasi pemahaman dan
melatih kemampuan menerapkan konsep/prinsip Fisika yang berkaitan dengan
materi yang telah dipelajari. Adapun Kunci Jawaban (nomor ganjil) kami sajikan
untuk memudahkan Anda dalam mengevaluasi hasil jawaban.
Untuk menumbuhkan daya kreativitas, kemampuan psikomotorik, dan cara
berpikir ilmiah, kami sajikan Akt i vi t as Fi si ka dan Proyek Semest er yang
menuntut peran aktif Anda dalam melakukan kegiatan tersebut.
Demikianlah persembahan kami untuk dunia pendidikan.
Bandung, Mei 2007
Penerbit
Kata Pengantar
v
Materi-materi pembelajaran pada buku ini berdasarkan kurikulum yang berlaku saat ini dan disajikan secara
sistematis, komunikatif, dan integratif. Di setiap awal bab, dilengkapi gambar pembuka pelajaran, bertujuan
memberikan gambaran materi pembelajaran yang akan dibahas, dan mengajarkan siswa konsep berpikir kontekstual
sekaligus merangsang cara berpikir kontekstual. Selain itu, buku ini juga ditata dengan format yang menarik dan
didukung dengan foto dan ilustrasi yang representatif. Penggunaan bahasa yang sederhana, sesuai dengan tingkatan
kognitif siswa sehingga membuat pembaca lebih mudah memahaminya.
Buku Fisika untuk SMA Kelas XII ini terdiri atas sepuluh bab, yaitu Gejala Gelombang, Gelombang Cahaya,
Gelombang Bunyi, Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor, Medan Magnetik, Induksi Elektromagnetik, Radiasi
Benda Hitam, Fisika Atom, Teori Relativitas Khusus, serta Fisika Inti dan Radioaktivitas. Untuk lebih jelasnya,
perhatikan petunjuk untuk pembaca berikut.
(1) Judul Bab, disesuaikan dengan tema materi dalam bab.
(2) Hasil yang harus Anda capai, tujuan umum yang harus Anda
capai pada bab yang Anda pelajari.
(3) Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu, kemampuan
yang harus Anda kuasai setelah mempelajari bab.
(4) Gambar Pembuka Bab, disajikan untuk mengetahui contoh
manfaat dari materi yang akan dipelajari.
(5) Advanced Organi zer, uraian singkat tentang isi bab untuk
menumbuhkan motivasi belajar dan mengarahkan Anda agar lebih
fokus terhadap isi bab.
(6) Tes Kompetensi Awal, merupakan soal prasyarat yang harus
Anda pahami sebelum memasuki materi pembelajaran.
(7) Materi Pembelajaran, disajikan secara sistematis, komunikatif,
integratif, dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi
terkini (up to date).
(8) Gambar dan Ilustrasi , sesuai dengan materi dalam bab yang
disajikan secara proporsional dan harmonis.
(9) Contoh Soal, berisi contoh dan penyelesaian soal.
(10) Tugas Anda, berisi tugas atau latihan soal yang berkaitan
dengan materi tersebut.
(11) Pembahasan Soal , berisi contoh soal yang berasal dari
Ebtanas, UAN, UMPTN, atau SPMB.
(12) Mari Mencari Tahu, tugas mencari informasi yang bertujuan
menumbuhkan rasa ingin tahu dan mendorong siswa untuk
mencari informasi lebih jauh.
(13) Aktivitas Fisika, kegiatan yang dilakukan secara berkelompok
untuk mengembangkan kecakapan hidup Anda.
(14) Ingatlah, catatan atau hal-hal penting yang perlu Anda ketahui.
(15) Informasi untuk Anda (Information for You), berisi pengayaan
mengenai informasi dan aplikasi materi, disajikan dalam 2 bahasa
(bilingual).
(16) Tantangan unt uk Anda, berisi soal-soal yang disajikan
dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
(17) Kata Kunci
(18) Tokoh, berisi tokoh Fisika penggagas ide baru dan pekerja
keras sehingga akan menumbuhkan semangat inovatif/kreatif, etos
kerja, dan mengembangkan kecakapan hidup Anda.
(19) Tes Kompetensi Subbab, berisi soal-soal untuk mengevaluasi
penguasaan materi subbab.
(20) Rangkuman
(21) Peta Konsep
(22) Ref l eksi , sebagai umpan balik bagi siswa setelah
mempelajari materi di akhir pembelajaran tiap bab.
(23) Tes Kompetensi Bab, berisi soal-soal untuk mengevaluasi
penguasaan materi bab.
(24) Proyek Semester, kegiatan percobaan untuk meningkatkan
pemahaman konsep Fisika dan memotivasi Anda untuk menggali
informasi, memanfaatkan informasi, dan menyelesaikan masalah.
(25) Tes Kompetensi Fi si ka Semester, berisi soal-soal untuk
mengevaluasi penguasaan materi selama satu semester.
(26) Tes Kompetensi Akhir, berisi soal-soal untuk mengevaluasi
penguasaan materi selama satu tahun ajaran.
Panduan untuk Pembaca
14
15
16
17
11
9
12
13
10
6
7
8
1
2
3
5
4
24
22
21
23
18
19
20
25
26
vi
Kata Sambutan iii
Kata Pengantar iv
Panduan untuk Pembaca v
Bab 1
Gejala Gelombang 1
A. Pemahaman Gelombang 2
B. Gelombang Berjalan dan Gelombang
Stasioner 7
C. Sifat-Sifat Gelombang 19
Rangkuman 26
Peta Konsep 27
Refleksi 27
Tes Kompetensi Bab 1 28
Bab 2
Gelombang Cahaya 31
A. Interferensi Cahaya 32
B. Difraksi Cahaya 37
C. Polarisasi Cahaya 42
Rangkuman 46
Peta Konsep 46
Refleksi 46
Tes Kompetensi Bab 2 47
Bab 3
Gelombang Bunyi 49
A. Sifat Dasar Gelombang Bunyi 50
B. Cepat Rambat Bunyi 51
C. Unsur Bunyi dan Pemanfaatan
Gelombang Bunyi 53
D. Sifat-Sifat Gelombang Bunyi 55
E. Dawai dan Pipa Organa sebagai
Sumber Bunyi 58
F. Energi Gelombang Bunyi 66
Rangkuman 70
Peta Konsep 71
Refleksi 71
Tes Kompetensi Bab 3 72
Bab 4
Medan Listrik, Potensial
Listrik, dan Kapasitor 75
A. Muatan Listrik 76
B. Medan Listrik 80
C. Energi Potensial Listrik dan
Potensial Listrik 87
D. Kapasitor 92
Rangkuman 100
Peta Konsep 101
Refleksi 101
Tes Kompetensi Bab 4 102
Bab 5
Medan Magnetik 105
A. Medan Magnetik 106
B. Gaya Magnetik 114
C. Aplikasi Gaya Magnetik 120
D. Sifat Magnet Bahan 122
Rangkuman 124
Peta Konsep 125
Refleksi 125
Tes Kompetensi Bab 5 126
Daftar Isi
vii
Bab 9
Teori Relativitas Khusus 229
A. Semua Gerak Bersifat Relatif 230
B. Teori Relativitas Einstein 235
Rangkuman 252
Peta Konsep 253
Refleksi 253
Tes Kompetensi Bab 9 254
Bab 10
Fisika Inti
dan Radioaktivitas 257
A. Inti Atom 258
B. Radioaktivitas 264
C. Reaksi Inti 272
D. Reaktor Nuklir, Bom Nuklir, dan
Radioisotop 277
Rangkuman 283
Peta Konsep 284
Refleksi 284
Tes Kompetensi Bab 10 285
Proyek Semester 2 287
Tes Kompetensi Fisika Semester 2 288
Bab 6
Induksi
Elektromagnetik 131
A. Gejala Induksi
Elektromagnetik 132
B. Aplikasi Induksi Elektromagnetik
Faraday 142
C. Arus dan Tegangan Listrik Bolak-
Balik 147
Rangkuman 165
Peta Konsep 166
Refleksi 166
Tes Kompetensi Bab 6 167
Proyek Semester 1 169
Tes Kompetensi Fisika Semester 1 171
Bab 7
Radiasi Benda Hitam 175
A. Pengertian Radiasi Benda
Hitam 176
B. Dualisme Gelombang Partikel 183
Rangkuman 192
Peta Konsep 193
Refleksi 193
Tes Kompetensi Bab 7 194
Bab 8
Fisika Atom 197
A. Evolusi Model Atom 198
B. Atom Berelektron Banyak 210
Rangkuman 224
Peta Konsep 225
Refleksi 225
Tes Kompetensi Bab 8 226
Tes Kompetensi Akhir 291
Kunci J awaban 295
Apendiks 300
Senarai 303
Indeks 304
Daftar Pustaka 306
Gejala Gelombang 11
Riak pada air kolam terjadi karena perambatan getaran akibat
jatuhnya batu pada air kolam tersebut.
Bab
1
Sumber: Science Encyclopedia, 2001
mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan
masalah.
Hasil yang harus Anda capai:
Gejala Gelombang
A. Pemahaman
Gelombang
B. Gelombang
Berjalan dan
Gelombang
Stasioner
C. Sifat-Sifat
Gelombang
Susunan riak melin,kar pada permukaan air merupakan salah satu
bentuk ,elomban,. Pola ombak berbentuk lin,karan van, terlihat semakin
menvebar dapat terjadi ketika sebuah batu dijatuhkan ke dalam air.
Sepintas, tampak permukaan air ber,erak bersama ,elomban,.
Sebenarnva, permukaan air tidak ber,erak bersama ,elomban,. Jarak di
antara riak-riak ,elomban, disebut panjan, ,elomban,. Dapatkah Anda
membuktikan bahwa permukaan air tidak ber,erak bersama ,elomban,'
Sebenarnva, apakah ,elomban, itu'
Pemahaman tentan, ,ejala-,ejala ,elomban, menjadi sesuatu van,
pentin, untuk mempelajari ,elomban, tin,kat lanjut serta memahami
aplikasinva dalam teknolo,i. Nah, pada bab ini Anda akan mencari tahu
tentan, ,ejala dan ciri-ciri ,elomban, secara umum, serta penerapannva
dalam kehidupan sehari-hari. leh karena itu, perhatikan materi bab ini
den,an benar, kelak Anda akan merasa takjub oleh sifat-sifat ,elomban,
van, men,isvaratkan bahwa 1uhan telah menciptakan se,ala sesuatu
den,an penuh perhitun,an van, tak tertandin,i.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 2
A. Pemahaman Gelombang
Sebenarnva, banvak kejadian di sekitar Anda van, erat kaitannva
den,an ,elomban,. Seba,ai contoh, pernahkah Anda berpikir men,apa
bunvi dari sumber bunvi dapat diden,ar' Umumnva oran, akan menjawab
''1entu saja kita dapat menden,ar karena memiliki telin,a''. Padahal
sebetulnva terden,arnva bunvi bukan hanva disebabkan oleh adanva
telin,a, tetapi ju,a disebabkan oleh adanva sumber bunvi dan medium
perambatan. Ketika Anda menden,ar pembicaraan seseoran,, telin,a
Anda telah menerima ,elomban, bunvi van, merambat di udara seba,ai
medium perambatannva.
Berdasarkan sumbernva, ,elomban, dikelompokkan menjadi dua
macam, vaitu e|m|cn me|cn|| dan e|m|cn e|e|:rmcne:||.
Oelomban, mekanik berasal dari osilasi (,etaran) suatu titik atau partikel
di dalam suatu ruan,. lner,i dan momentum ,etaran dirambatkan melalui
,an,,uan di dalam medium tempat terjadinva ,etaran tersebut tanpa
perpindahan materi. Seba,ai contoh, ketika biola dipetik atau di,esek,
,an,,uan terhadap tali dijalarkan sepanjan, tali. Pada saat van,
bersamaan, tali van, ber,etar men,hasilkan sedikit perubahan pada
tekanan udara di sekitarnva, dan perubahan pada tekanan ini dijalarkan
seba,ai ,elomban, bunvi melalui udara.
Oelomban, elektroma,netik berasal dari osilasi muatan-muatan
listrik di dalam atom atau molekul. Pada ,elomban, elektroma,netik,
ener,i dan momentum dibawa oleh medan listrik dan ma,net van, dapat
menjalar melalui medium vakum. Cahava merupakan ,elomban,
elektroma,netik karena dapat menjalar tanpa adanva medium perantara.
Berdasarkan arah ,etar dan rambatannva, ,elomban, dibedakan
menjadi e|m|cn :rcnstersc| dan e|m|cn |n|:uJ|nc| . Untuk
men,etahui kedua bentuk ,elomban, tersebut, lakukanlah ke,iatan
berikut.
Sebelum mempelajari konsep Cejala Celombang, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Apakah van, dimaksud den,an ,elomban,'
2. Ba,aimanakah sifat-sifat dari ,elomban,'
3. Sebutkan jenis-jenis ,elomban, van, Anda ketahui'
1. Oelomban, apakah van, terbentuk pada air kolam
ketika Anda menjatuhkan batu ke dalamnva'
Aktivitas Fisika 1.1
Jenis Gelombang Berdasarkan Arah Getarannya
Tujuan Percobaan
Mengamati gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
Alat-Alat Percobaan
Sebuah slinki (pegas plastik) yang panjangnya 3 meter.
Langkah-Langkah Percobaan
1. Pegang kuat-kuat salah satu ujung slinki oleh teman Anda atau diikatkan
pada tiang.
2. Rentangkan sesuai panjangnya dan getarkan ujung yang satu dengan
satu kali hentakan naik turun dari posisi setimbang dan kembali ke posisi
setimbang (posisi saat tangan Anda diam).
3. Ulangi langkah 2, dan getarkan ujung slinki tersebut terus menerus naik
turun, kemudian amati perambatan gelombang sepanjang slinki.
Tokoh
Frank Oppenheimer
(19121985)
Frank Oppenheimer lahir di New York
pada tahun 1912. Di Exploratorium
dia mendemonstrasikan pengamatan-
nya bahwa gerakan pendulum bila
diproyeksikan pada sabuk kertas
bergerak membentuk lintasan grafik
sinusoidal.
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Gejala Gelombang 3
Dari percobaan tersebut, diperoleh kesimpulan seperti ditunjukkan
dalam tabel berikut.
Gambar 1.1
Berdasarkan arah getarnya,
gelombang mekanik
dikelompokkan menjadi:
(a) Gelombang transversal;
(b) Gelombang logitudinal.
(a)
(b)
T
arah rambat
arah getar
Tabel 1.1
Perbedaan Oelomban, 1ransversal dan Oelomban, lon,itudinal
Oelomban, transversal adalah ,elomban, van, arah ,etarannva te,ak
lurus terhadap arah rambatannva, contohnva ,elomban, permukaan air,
,elomban, pada tali, dan ,elomban, cahava. Oelomban, lon,itudinal
adalah ,elomban, van, arah ,etarnva sejajar den,an arah rambatannva,
contohnva ,elomban, bunvi, dan ,elomban, pada pe,as.
Oelomban, pada pe,as atau slinki dapat men,,ambarkan bentuk
,elomban, transversal dan ,elomban, lon,itudinal, ber,antun, ba,aimana
cara pe,as tersebut di,etarkan. Jika pe,as diberi usikan te,ak lurus
terhadap panjan,nva, akan terbentuk ,elomban, transversal. Adapun
jika pe,as diberi ,ava searah den,an panjan, pe,as, pada pe,as akan
terjadi rapatan dan ren,,an,an van, disebut ,elomban, lon,itudinal.
Buatlah model ,elomban, den,an men,,unakan seutas tali van, salah
satu ujun,nva diikatkan pada tian,. Kemudian, ,erakkan tan,an Anda
naik turun sehin,,a akan terlihat ba,aimana sebuah ,elomban, merambat,
seperti pada Cambar 1.2. Menurut Anda, apakah tali ikut merambat
ketika di,etarkan'
Dalam perambatannva, ,elomban, memindahkan ener,i dan tidak
menvertakan perambatan mediumnva. Pada kasus ,elomban, tali, ,erakan
tan,an naik turun memban,kitkan ener,i mekanik pada tali. lner,i mekanik
tersebut men,,etarkan daerah di sekitarnva sehin,,a daerah di sekitarnva
ikut pula ber,erak naik turun, demikian seterusnva sampai ujun, tali.
Hasil Pengamatan Celombang Transversal
dan Longitudinal pada Slinki
Bentuk
Oelomban,
Pulsa Transversal Pulsa Longitudinal
Arah ,etaran
Panjan,
Oelomban,
1e,ak lurus den,an arah
rambatan ,elomban,
Merupakan jarak antara
puncak ke puncak
,elomban, berikutnva
Searah den,an arah rambatan
,elomban,
Merupakan jarak antara rapatan
ke rapatan berikutnva, atau
ren,,an,an ke ren,,an,an
berikutnva
Tugas Anda 1.1
Selain dalam medium slinki,
dapatkah Anda mencari medium lain
untuk menggambarkan gelombang
longitudinal?
Gambar 1.2
Gelombang pada tali.
4. Letakkan slinki di atas lantai licin, kemudian dengan bantuan teman Anda
pegang salah satu ujungnya.
5. Hentakkan salah satu ujung pegas dengan satu kali dorongan dan satu kali
tarikan ke posisi semula. Amati rapatan dan regangan yang merambat sepan-
jang slinki.
6. Ulangi langkah 5, namun dorongan dan tarikannya dilakukan secara terus-
menerus. Amati perambatan dan regangan sepanjang slinki.
arah rambat
T
arah
getar
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 4
1. Panjang, Frekuensi, Periode, dan Cepat Rambat Gelombang
Definisi satu ,elomban, pada ,elomban, transversal adalah jarak
van, sama den,an jarak antara dua puncak berurutan atau dua lembah
berurutan. Jarak tersebut dinamakan panjan, ,elomban, (

), seperti
ditunjukkan pada Cambar 1.3(a).
Pada ,elomban, lon,itudinal, panjan, ,elomban, (

) didefinisikan
seba,ai jarak van, sama den,an jarak antara dua pusat ren,,an,an van,
berdekatan atau jarak antara dua pusat rapatan van, berdekatan, seperti
pada Cambar 1.3(b).
Jarak van, ditempuh ,elomban, setiap satu satuan waktu dinamakan
cepat rambat ,elomban, (t), sedan,kan banvaknva ,elomban, van,
terbentuk setiap satu satuan waktu dinamakan frekuensi (j).
Periode (T) adalah waktu van, diperlukan untuk menempuh jarak
satu panjan, ,elomban,.
2. Persamaan Umum Gelombang
Besaran-besaran apa van, dimiliki sebuah ,elomban,' Anda pasti
masih in,at bahwa setiap ,elomban, memiliki frekuensi (j), periode (T),
dan cepat rambat ,elomban, (t). Hubun,an antara besaran-besaran
tersebut secara matematis dituliskan seba,ai berikut.
atau t ~ j

(1-1)
Keteran,an:
t ~ cepat rambat ,elomban, (m/s)

~ panjan, ,elomban, (m)


T ~ ~ periode ,elomban, (s)
j ~ frekuensi ,elomban, (Hz)
Perhatikan Cambar 1.4. Oambar tersebut merupakan proveksi dari
simpan,an (,) dan perpindahan (\) dari sebuah ,elomban,. Bentuknva
menverupai bentuk ,elomban, transversal terdiri dari bukit dan lembah.
Berdasarkan ,ambar tersebut, panjan, ,elomban, adalah jarak dari
B ke l atau jarak dari D ke H. Amplitudo (-) adalah nilai simpan,an
terbesar van, dapat dicapai partikel medium, vaitu jarak dari B ke B' atau
dari l ke l'). Puncak ,elomban, adalah titik tertin,,i pada ,elomban,,
vaitu titik B dan titik l. Dasar ,elomban, adalah cekun,an atau lembah
terendah, vaitu titik D dan titik H. Adapun simpul adalah titik-titik pada
,elomban, ketika mencapai kesetimban,an atau simpan,annva nol.
Oelomban, pada tali merambat den,an kecepatan 6 m/s. Jika jarak antara 3 puncak
,elomban, van, berurutan adalah 36 meter, tentukan:
a. panjan, ,elomban,,
b. frekuensi ,elomban, tersebut.
]awab:
Diketahui:
t ~ 6 m/s,
Jarak antara 3 puncak ~ 36 m.
Gambar 1.3
(a) Panjang gelombang pada
gelombang transversal.
(b) Panjang gelombang pada
gelombang longitudinal.
panjang gelombang
(a)
(b)
panjang gelombang
rapatan renggangan
puncak
lembah
Gambar 1.4
Panjang gelombang ( ) pada
grafik simpangan (y) terhadap
arah rambat (x).
Contoh 1.1
2 = 36 m
A B'
C E
D
F'
G
F B
H
y
x

lembah
gelombang
bukit
gelombang
Gejala Gelombang 5
3. Energi Gelombang
Di awal bab ini, Anda telah men,etahui bahwa ,elomban, dihasilkan
oleh ,etaran van, dirambatkan. Untuk men,hitun, ener,i ,elomban,,
Anda harus men,in,at kembali materi di Kelas Xl tentan, ener,i total
massa van, berosilasi pada pe,as. lner,i tersebut dituliskan seba,ai berikut.
=
2
1
2
|-
den,an | ~
2
mc seba,ai konstanta ,ava dan - adalah amplitudo.
Selanjutnva, perhatikan ,ambar berikut.
Cambar 1.5 merupakan sebuah model ,elomban, tali. Oelomban,
tali tersebut terjadi karena adanva ,erakan tan,an. 1an,an tersebut
ber,erak harmonik den,an amplitudo - dan frekuensi sudut c . Oerakan
tan,an ini menvebabkan setiap elemen tali men,alami ,erak harmonik.
Am adalah massa dari se,men kecil tali,

merupakan rapat massa linear


tali, dan A\merupakan panjan, se,men tali. Den,an demikian, ener,i
,elomban, dapat dituliskan seba,ai berikut.
A |-
2
1
~
2
2 2
1
~
2
m - c A A
Di permukaan sun,ai, terdapat dua buah ,abus van, terpisah sejauh 9O cm. Keduanva
naik turun terbawa ,elomban, air. Salah satu ,abus berada di puncak ,elomban,,
sedan,kan ,abus van, lain berada di dasar ,elomban,. Di antara kedua ,abus tersebut,
terdapat satu bukit. Jika frekuensi ,elomban, air tersebut adalah 3 Hz, tentukan cepat
rambat ,elomban, pada air.
]awab:
Diketahui: j ~ 3 Hz
Den,an memerhatikan ,ambar, diperoleh
1,5 ~ 9O cm
~ 6O cm
t ~ j ~ 6O cm 3 Hz
~ 1oO cm/s
~ 1,o m/s
Jadi, cepat rambat ,elomban, pada air adalah 1,o m/s.
Contoh 1.2
A A ~ m x
Gambar 1.5
Gerakan tangan dirambatkan
oleh tali dalam bentuk
gelombang.
1,5
Pembahasan Soal
Gelombang air laut menyebabkan
permukaan air naik turun dengan
periode 2 s. Jika jarak antara dua
puncak gelombang 5 m,
gelombang akan mencapai jarak
10 m dalam waktu ....
a. 1 s
b. 2 s
c. 3 s
d. 4 s
e. 5 s
UMPTN 2001
Pembahasan:
T = 2 s
jarak antara dua puncak = satu
gelombang
v =

=
5 m
2 s T
= 2,5 m/s
s = vt
10 m = (2,5 m/s)t
t =
10 m
2,5 m/s
= 4 s
Jawaban: d
=5 m
a. 2 ~ 36
~ 1o
Jadi, panjan, ,elomban, tali 1o m.
b. t ~ j
j ~
t

~
6
1o
~
1
3
Hz
Jadi, frekuensi ,elomban, tali adalah
1
3
Hz.
Tugas Anda 1.2
Embusan angin kencang membuat
Sears Building di Chicago goyang
dan selanjutnya bergetar dengan
frekuensi sebesar 0,1 Hz. Berapa
periode getarannya?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 6
Sebuah ,elomban, panjan,nva 35 cm dan amplitudonva 1,2 cm ber,erak den,an
kecepatan 17,1 m/s di sepanjan, tali van, panjan,nva 15 m dan massanva oO ,.
a. Berapakah ener,i total ,elomban, pada tali'
b. Berapakah dava van, dirambatkan tali tersebut'
]awab:
Diketahui:

~ 35 cm, L ~ 15 m,
- ~ 1,2 cm, m ~ oO ,ram.
t ~ 17,1 m/s,
(a)
P
1
P
1
t
1
t
1
+ A t
vA t
Gambar 1.6
(a) Pada waktu t
1
, gelombang tali
mencapai titik P
1
dan memiliki
energi karena gerak harmonik
elemen-elemennya.
(b) Pada saat waktu bertambah
sebesar At, gelombang tali
menjalar sejauh v At .
2 2
1
~
2
\ - c A A
2 2
1
~
2
- \ c A A
(1-2)
Selanjutnva, perhatikan Cambar 1.6 berikut.
Cambar 1.6 memperlihatkan sebuah ,elomban, van, menjalar ke
kanan. Pada saat :
1
, ,elomban, tepat mencapai titik P
1
. Setiap se,men
tali pada ba,ian kiri P
1
memiliki ener,i A van, diberikan oleh Persamaan
(1-2). Setelah : A , ,elomban, telah menjalar sejauh \ ~ t A:, seperti
terlihat pada Cambar 1.6 (b). lner,i van, ditransmisikan melalui P
1
selama A: adalah
2 2
1
~
2
- \ c A A
2 2
1
~
2
- t : c A A
(1-3)
Selanjutnva, jumlah ener,i van, ditransmisikan setiap satuan waktu
disebut laju ener,i atau sama den,an dava van, ditransmisikan. Secara
matematis ditulis seba,ai berikut.
2 2
1
~
2
J
- t
J:
c =
(1-1)
Dari Persamaan (1-4) Anda dapat melihat bahwa dava van, ditrans-
misikan berbandin, lurus den,an kuadrat amplitudo, kuadrat frekuensi,
dan laju ,elomban,.
Contoh 1.3
Tantangan
untuk Anda
Grafik simpangan terhadap waktu
sebuah gelombang yang memiliki
kecepatan 0,05 m/s seperti pada
gambar berikut.
Berdasarkan gambar tersebut,
tentukan:
a. amplitudo (A);
b. periode (T);
c. frekuensi gelombang (f).
t(s)
y(cm)
10
150 cm
(b)
x
x
Gejala Gelombang 7
Kata Kunci
gelombang mekanik
gelombang elektromagnetik
gelombang transversal
gelombang longitudinal
panjang gelombang
periode gelombang
frekuensi gelombang
simpul
laju energi gelombang
daya gelombang
cepat rambat gelombang
rapat massa linear
energi total gelombang
Rapat massa linear tali adalah

-3
O, Ook,
~ ~ ~ 5, 331O k,/m
15m
m
L
lrekuensi sudut ,elomban, adalah
~ 2 j c ~2
j


17, 1 m/s
~ 2 ~ o51 rad/s
O, 35 m
a. lner,i total ,elomban, pada tali adalah
2 2
1
~
2
- \ c A A
~
1
2
(5,33 1O
-3
k,/m) (o51 rad/s)
2
(O,O12 m)
2
(15 m) ~ 1,17 J
b. Dava van, ditransmisikan melalui sebuah titik pada tali adalah
2 2
1
~
2
J
- t
J:
c =
~
1
2
(5,33 1O
-3
k,/m)(o51 rad/s)
2
(O,O12 m)
2
(17,1 m/s) ~ 13,2 W
B. Gelombang Berjalan dan Gelombang
Stasioner
Masih in,atkah Anda cara membuat ,elomban, transversal
men,,unakan tali' Salah satu ujun, tali van, terletak di atas lantai
dihentakkan turun naik sehin,,a pada tali tersebut terjadi ,elomban,
van, ditandai den,an terbentuknva bukit dan lembah van, menjalar
sepanjan, tali. Jika tan,an Anda mampu men,,erakkan ujun, tali turun
naik secara konstan, selama ,erakan tersebut akan terbentuk ,elomban,
van, menjalar sepanjan, tali. Ba,aimana bentuk ,elomban, tersebut'
Jika Anda perhatikan, ,elomban, tersebut memiliki amplitudo tetap.
Oelomban, seperti ini disebut ,elomban, berjalan.
1. Jelaskan jenis-jenis ,elomban, berdasarkan sumber
dan arah ,etarnva.
2. Oelomban, air laut ber,erak den,an kecepatan 15 m/s.
Jarak antara ti,a puncak ,elomban, van, berdekatan
adalah 6 m. 1entukan:
a. panjan, ,elomban,,
b. periode,
c. frekuensi ,elomban,.
3. Berikan dua alasan men,apa ,elomban, air laut
amplitudonva semakin kecil jika semakin jauh dari
sumber ,elomban,.
1. Dua buah ,abus berjarak 12 m. Kedua ,abus tersebut
berada di atas permukaan air. Kedua ,abus ber,erak
naik turun bersamaan den,an penjalaran ,elomban,
air. Satu ,abus berada di atas bukit ,elomban, dan
satu la,i berada di lembah ,elomban,. Di antara
kedua ,abus tersebut, terdapat sebuah bukit
,elomban,. Jika cepat rambat ,elomban, 2O m/s,
tentukan frekuensi ,elomban, tersebut.
5. Sebuah ,elomban, merambatkan ener,i sebesar O,5 J
den,an frekuensi 5OO Hz dan amplitudo 2 cm.
a. Hitun,lah pen,uran,an ener,i, jika frekuensinva
tetap dan amplitudonva berubah menjadi 3 cm.
b. Hitun,lah ener,i ,elomban, tersebut, jika
frekuensi dan amplitudonva menjadi
1
2
kali dari
semula.
6. Suatu ,elomban, transversal van, memiliki frekuensi
2O kHz men,,etarkan partikel bermassa 1O m,
den,an amplitudo 5 mm. Jika -
2
1O, hitun,lah
besar ener,i ,etar van, dimiliki oleh sumber ,etar
,elomban, tersebut.
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 8
1. Gelombang Berjalan
Seutas tali panjan, di,etarkan sehin,,a pada tali merambat ,elomban,
transversal ke arah sumbu-\ positif, seperti terlihat pada Cambar 1.7.
Oelomban, berjalan van, dihasilkan dimulai dari titik , vaitu titik asal
rambatan ,elomban,. Saat titik telah ber,etar : sekon, simpan,an ,etar
titik terhadap waktu ,elomban, memenuhi persamaan simpan,an ,etar
harmonis. Secara matematis, persamaannva dituliskan seba,ai berikut.
sin , - : c = (1-5)
Keteran,an:
, ~ simpan,an ,elomban, (m)
- ~ amplitudo ,elomban, (m)
c ~ kecepatan sudut (rad/s)
: ~ waktu (s)
leh karena c

=
2
T
dan 0

=
2
T
: , Persamaan (1-5) dapat ju,a ditulis:
2
sin atau sin , - : , -
T

0 = =
(1-6)
Oelomban, merambat mulai dari titik ke sumbu-\ positif menuju
titik P van, berjarak \ dari titik . Waktu van, diperlukan ,elomban, untuk
merambat dari titik ke titik P sejauh \ adalah
\
t
sekon. Jika titik
ber,etar selama : sekon maka titik akan ber,etar selama (: -
\
t
) sekon.
Persamaan simpan,an ,elomban, di titik P adalah
sin

\
, - :
t
c
[
= ~
| j
\ )
Persamaan (1-7) berlaku untuk ,elomban, van, merambat ke arah
sumbu-\ positif. Adapun persamaan ,elomban, van, merambat dari sumbu-\
positif menuju sumbu-\ ne,atif atau pusat koordinat adalah
sin

\
, - :
t
c
[
= +
| j
\ )
(1-o)
Pada Persamaan (1-7) dan Persamaan (1-S) amplitudo A berhar,a
positif karena dian,,ap awal ,etaran dimulai dari titik setimban,
ber,erak ke atas. Jika ,erakan dimulai dari titik setimban, ber,erak
ke bawah maka amplitudo A berhar,a ne,atif sehin,,a persamaan
simpan,an ,elomban, di P secara umum menjadi
sin

\
, - :
t
c
[
= - -
| j
\ )
(1-9)
Dalam bentuk lain Persamaan (1-9) dapat ditulis seba,ai berikut.
( ) sin

, - : | \ c = - - (1-1O)
den,an | adalah nilai dari
t
c
atau
2

.
(1-7)
Gambar 1.7
Gelombang merambat
ke arah sumbu-x positif.
O
P
y
v
x

y = ( ) c - - sin A t kx
+A = awal getaran gelombang ke
atas
A = awal getaran gelombang ke
bawah
+k = gelombang merambat ke
kiri
k = gelombang merambat ke
kanan
Ingatlah
Gejala Gelombang 9
Keteran,an:
,

~ simpan,an ,elomban, (m)


c ~ kecepatan sudut ,etaran (rad/s)
\ ~ posisi titik P diukur dari titik asal (m)
| ~ bilan,an ,elomban,
- ~ amplitudo (m)
: ~ waktu titik asal ber,etar (s)
j ~ frekuensi ,etaran/,elomban, (Hz)
a. Sudut Fase, Fase, dan Beda Fase
Anda telah men,etahui bahwa ,elomban, berjalan memiliki
persamaan simpan,an seperti pada Persamaan (1-10). Untuk keadaan
umum, persamaannva seba,ai berikut.
( ) sin sin2

: \
, - : |\ -
T
c

[
= ~ = ~
| j
\ )
Dari persamaan tersebut, besar sudut fasenva adalah
2

: \
T
0

[
= ~
| j
\ )
(1-11)
dan besar fasenva adalah

: \
T

[
= ~
| j
\ )
(1-12)
sehin,,a hubun,an antara sudut fase dan fase ,elomban,nva dapat ditulis
seba,ai berikut.
2

0 = (1-13)
Perhatikan Cambar 1.S. 1itik A van, berjarak \
1
dari titik asal
,etaran telah ber,etar selama : sekon memiliki fase
1
. Pada awal
,etaran van, sama, titik B berjarak \
2
dari titik asal ,etaran dan
memiliki fase
2

. Beda fase titik A dan B adalah


1 2
1 2
\ \ : :
T T


[ [
A = ~ = ~ ~ ~
| j | j
\ ) \ )
2 1
\ \ \


~ A
A = = (1-11)
Tugas Anda 1.3
Gelombang air laut merupakan
gelombang berjalan. Energi
gelombang air laut ini dapat
digunakan untuk menggerakkan
generator listrik. Bukan hal yang
mustahil teknologi ini suatu saat
diterapkan di Indonesia. Menurut
Anda, kira-kira di daerah laut
manakah teknologi ini dapat
diterapkan? Coba Anda diskusikan
alasannya bersama teman-teman.
Gambar 1.8
Titik A yang berjarak x
1
dan titik
B yang berjarak x
2
dari O. Kedua
titik memiliki beda fase A .
y
x
B
x
1
x
2
A
O
Masih in,atkah Anda tentan, bencana alam palin, dahsvat van, menimpa saudara-
saudara kita di Aceh dan sekitarnva pada 26 Desember 2OO1' Celombang Tsunami
meluluh-lantakkan bumi Aceh. 1u,as Anda, carilah informasi men,enai ,elomban,
tsunami tersebut, seperti ba,aimana terjadinva, apa penvebab-penvebabnva, kapan
dan di mana pernah terjadi 1sunami, dan informasi lainnva tentan, tsunami. A,ar
lebih menarik, tambahkan ,ambar-,ambar van, relevan ke dalam tulisan Anda.
Mari Mencari Tahu
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 10
Tantangan
untuk Anda
Sebuah gelombang merambat dari
sumber S ke kanan dengan laju
8 m/s, frekuensi 16 Hz, dan
amplitudo 4 cm. Gelombang
tersebut melalui titik P yang
berjarak
1
9
2
m dari S. Jika S telah
bergetar
1
1
4
S dan arah gerak
pertamanya ke atas, hitunglah
simpangan titik P pada saat itu.
Sebuah ,elomban, merambat ke arah sumbu-\ positif den,an kelajuan o m/s, frekuensi
16 Hz, dan amplitudo ,etar 2 cm. Oelomban, tersebut melalui titik P van, berjarak 1O m
dari titik . Jika titik asal telah ber,etar selama 1/3 sekon dan titik kali pertama
ber,etar den,an arah simpan,an ke bawah, tentukanlah
a. persamaan simpan,an ,elomban, dalam bentuk sinus,
b. persamaan ,etaran di titik P,
c. sudut fase dan fase ,elomban,,
d. simpan,an di titik P.
]awab:
Diketahui:
t ~ o cm/s,
j ~ 16 Hz,
- ~ 2 cm,
: ~ 1/3 sekon.
a. Persamaan simpan,an ,elomban, berjalan dalam bentuk sinus den,an titik (\ ~ O)
saat : ~ O ber,erak ke bawah dan arah rambatnva ke sumbu-\ positif adalah
, ~ -- sin( )
[
~ = ~ ~
| j
\ )
2 sin2
\
j: |\ - j :
t
, ~ -O,O2 sin32
o
\
:
[
~
| j
\ )
b. ,

~ -O,O2 sin 32
1O
o
:
[
~
| j
\ )
,

~ -O,O2 sin( ) 32 1O : ~
Contoh 1.5
Satuan frekuensi adalah hertz (Hz),
diambil dari nama Heinrich Hertz,
orang yang pertama kali
mendemonstrasikan gelombang
radio pada 1886. Satu getaran per
sekon disebut 1 hertz; dua getaran
per sekon dinamakan 2 hertz, dan
selanjutnya.
The unit of frequency is called the
hertz (Hz), after Heinrich Hertz, who
demonstrated radio in 1886. One
vibration per second is 1 hertz; two
vibrations per second is 2 hertz,
and so on.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Persamaan sebuah ,elomban, berjalan dinvatakan oleh , ~ O,1 sin O,6 (2O: - O,5\)
den,an \ dan , dalam cm dan : dalam sekon, tentukan:
a. arah perambatan ,elomban,, d. bilan,an ,elomban,,
b. amplitudo ,elomban,, e. cepat rambat ,elomban,.
c. frekuensi ,elomban,,
]awab:
Persamaan simpan,an , ~ O,1 sin O,6(2O: - O,5\) dapat disamakan den,an persamaan
, ~ - sin( ) t kx c ~ .
, ~ O,1 sin O,6(2O: - O,5\) ~ O,1 sin (12: - O,3\)
Den,an memerhatikan kedua persamaan tersebut, semua pertanvaan akan terjawab.
a. 1anda dalam fun,si sinus ne,atif, arah perambatan ,elomban, ke kanan.
b. Amplitudo - ~ O,1 cm.
c. c = 12 , kecepatan sudut c = 2 j maka
= - 2 12 j j ~ 6 Hz
d. | ~ O, 3, dari Persamaan (1-11) | ~

2
, panjan, ,elomban, diperoleh:
| ~
2

-
O, 3
~
2

2 2O
O, 3 3
= =
cm
e. Cepat rambat ,elomban, dapat diperoleh dari Persamaan (1-1), vaitu
t ~ j ~
2
cm
O, 3
[
| j
\ )
(6 Hz) ~ 1O cm/s.
Contoh 1.4
Gejala Gelombang 11
c. Persamaan umum simpan,an adalah
, ~ -O,O2sin32
o
\
:
[
~
| j
\ )
Sudut fase,
1 1O o
32 32 rad
o 3 o 3
\
: 0
[ [
= ~ = ~ =
| j | j
\ ) \ )
lase,
o
1
3
2 2 3


= = =
d. Simpan,an di titik P van, berjarak 1O m dari adalah
,

~ -- sin
o
O, O2sin
3

0 = ~ ~ -O,O2 sin12O ~ O,O1 3 ~ m


(1anda ne,atif menunjukkan arah simpan,an ke bawah)
2. Gelombang Stasioner
Oelomban, stasioner dapat terjadi karena Juc |uc| e|m|cn ,cn
sc||n suers|s|. Misalnva, superposisi terus-menerus antara ,elomban,
datan, dan ,elomban, pantul van, merambat pada ,elomban, tali.
Pada ,elomban, stasioner, terdapat titik-titik van, ber,etar den,an
amplitudo maksimum. 1itik ini dinamakan erut ,elomban,, sedan,kan
titik-titik van, ber,etar den,an amplitudo minimum disebut simpul
,elomban,. Oelomban, stasioner dapat dihasilkan dari seutas tali, baik
Gambar 1.10
Gelombang pantul dari seutas
tali yang terikat.
gelombang
datang
Gambar 1.9
Gelombang pantul dari seutas
tali yang bergerak bebas (tidak
ada perubahan fase).
gelombang
pantul
perut
simpul
gelombang pantul
gelombang
datang
gelombang
pantul
O
P A
x

Gambar 1.11
Simpangan gelombang datang
y
1
dan simpangan gelombang
pantul y
2
pada ujung bebas tidak
mengalami beda fase.
y
1
y
2
x
den,an ujun, tidak terikat (Cambar 1.9) maupun den,an ujun, terikat
(Cambar 1.10).
a. Gelombang Stasioner pada Tali dengan Ujung Bebas
Oelomban, stasioner pada tali den,an ujun, bebas, ujun, tali
dibiarkan ber,erak naik-turun, sedan,kan ujun, van, lain di,etarkan.
Pada ,elomban, stasioner ini tidak terjadi perubahan fase, artinva fase
,elomban, datan, sama den,an fase ,elomban, pantul.
Perhatikan Cambar 1.11. 1itik adalah titik asal rambatan ,elomban,
datan, den,an ~ panjan, tali dan \ ~ jarak titik P dari ujun, bebas A.
1itik P men,alami perpaduan ,elomban, datan, ,
1
den,an ,elomban,
pantul ,
2
. Secara matematis, simpan,an ,elomban, datan, ,
1
di titik P
adalah
c
~ [
= ~
| j
\ )

1
sin
\
, - :
t
(1-15)
Waktu van, diperlukan ,elomban, datan, dari titik sampai di
titik P adalah
\
t
~
, sedan,kan waktu van, diperlukan oleh ,elomban,
pantul dari titik ke titik A sampai di P adalah
\
t
+
. Jadi, persamaan
simpan,an ,elomban, pantul adalah
2
sin
\
, - :
t
c
+ [
= ~
| j
\ )

(1-16)
Hasil perpaduan simpan,an ,elomban, datan, ,
1
dan simpan,an
,elomban, pantul ,
2
di titik P dapat ditulis seba,ai berikut.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 12
,

~ ,
1
,
2
,

~ - sin sin
\ \
: - :
t t
c c
~ + [ [
~ + ~
| j | j
\ ) \ )

misalkan
dan
\ \
: :
t t
o c c
~ + [ [
= ~ = ~
| j | j
\ ) \ )

maka persamaan simpan,an ,

menjadi
,

~ sin sin - - o +
berdasarkan aturan perjumlahan sinus, vaitu
( ) ( ) o o o + = + ~
1 1
sin sin 2sin cos
2 2
sehin,,a
y
p
=
1 1
2 sin cos
2 2
\ \ \ \
- : : : :
t t t t
c c c c
| | | | ~ + ~ + [ [ [ [
~ + ~ ~ ~ ~
| j | j | j | j | | | |
\ ) \ ) \ ) \ ) | | | |

leh karena
2
T

c = , = t: , dan
1
j
T
= , persamaan ,elomban, stasioner
akibat pemantulan ujun, bebas dapat dituliskan seba,ai berikut.
,

~ 2 sin2 cos2
: \
-
T


[ [
~
| j | j
\ ) \ )

(1-17)
Persamaan simpan,an ,

dapat ju,a ditulis seba,ai berikut.


,

~
2 cos2 sin2
\ :
-
T


[ [
~
| j | j
\ ) \ )

(1-1o)
Perhatikan Persamaan (1-1S). Persamaan

[
| j
\ )


merupa-
kan amplitudo ,elomban, stasioner di titik P. Jadi, amplitudo ,elomban,
di titik P dapat dinvatakan den,an persamaan

[
= =
| j
\ )
2 cos2 2 cos

\
- - - |\
(1-19)
letak perut dan simpul dari ujun, bebas dapat ditentukan
berdasarkan Persamaan (1-19).
Perut terjadi ketika terbentuk simpan,an maksimum, svaratnva

[
= -
| j
\ )
2
cos 1 \ atau
2
\ n

= , sehin,,a diperoleh
\ ~ n
1
2

[
| j
\ )
den,an n ~ O, 1, 2, ... (1-2O)
Den,an demikian, perut terbentuk pada posisi \ ~ O ,
1 3
, ,
2 2
, ....
Gejala Gelombang 13
Simpul terjadi ketika terbentuk simpan,an ,elomban, berhar,a nol,
svaratnva

[
=
| j
\ )
cos 2 O
\
atau ( )
2
2 1
2
\ n

= + , sehin,,a diperoleh:
\ ~ (2n 1)
1
1
den,an n ~ O, 1, 2, ... (1-21)
Den,an demikian, simpul terbentuk pada posisi \ ~
1
1
,

,
5
1
, ...
dari ujun, bebas.
b. Gelombang Stasioner pada Tali dengan Ujung Terikat
Oelomban, stasioner pada tali den,an ujun, terikat diperoleh dari
,etaran seutas tali van, ujun,nva terikat sehin,,a tidak dapat ber,erak,
seperti terlihat pada Cambar 1.12.
leh karena ujun, tali tidak dapat ber,erak maka akan terjadi
perubahan fase ,elomban, datan, den,an ,elomban, pantul sebesar
rad.
Penurunan persamaan simpan,an ,elomban, stasioner pada ujun,
terikat den,an melihat Cambar 1.12. 1itik adalah titik awal rambatan
,elomban, datan, den,an ~ panjan, tali, \ ~ jarak titik P van,
merupakan perpaduan ,elomban, datan, ,
1
dan ,elomban, pantul ,
2
.
Secara matematis, simpan,an , van, terjadi pada titik P adalah simpan,an
,elomban, datan, ,
1
di titik P.
,
1
~ sin
\
- :
t
c
~ [
~
| j
\ )

(1-22)
Waktu van, diperlukan ,elomban, datan, dari titik sampai titik
P adalah
\
t
~
, sedan,kan waktu van, diperlukan oleh ,elomban, pantul
dari titik ke A sampai di titik P adalah
\
t
+
. Oelomban, stasioner
pada tali den,an ujun, terikat memiliki beda sudut fase antara ,elomban,
datan, dan ,elomban, pantul sebesar 1oO. Den,an demikian, persamaan
simpan,an ,
2
,elomban, pantul adalah
,
2
~ sin
\
- :
t
c
+ [
~ ~
| j
\ )

(1-23)
Hasil perpaduan simpan,an ,elomban, datan, ,
1
dan simpan,an
,elomban, pantul ,
2
di titik P dapat dinvatakan den,an persamaan
,

~ ,
1


,
2
,

~ sin sin
\ \
- : - :
t t
c c
~ + [ [
~ ~ ~
| j | j
\ ) \ )

Misalkan, o c c
~ + [ [
= ~ = ~
| j | j
\ ) \ )

dan
\ \
: :
t t
Gambar 1.12
Simpangan gelombang datang
y
1
dan simpangan gelombang
pantul y
2
pada ujung terikat
memiliki beda fase 180.
A
gelombang
pantul
gelombang
datang
x

P
y
1
y
2
O
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 14
Tantangan
untuk Anda
Gelombang stasioner dapat terjadi
karena superposisi gelombang
datang dan gelombang pantul
oleh ujung bebas. Titik simpul yang
kesepuluh berjarak 1,52 m dari
ujung bebasnya. Jika frekuensi
gelombang itu 50 Hz, berapakah
cepat rambat gelombangnya?
Den,an demikian, persamaan simpan,an menjadi:
,

~ sin sin - - o ~
v
p
~
1 1
2 sin cos
2 2
\ \ \ \
- : : : :
t t t t
c c c c
| | | | ~ + ~ + [ [ [ [
~ ~ ~ ~ + ~
| j | j | j | j | | | |
\ ) \ ) \ ) \ ) | | | |

,

~ 2 sin cos
\
- :
t t
c c
[ [
~
| j | j
\ ) \ )

leh karena
2
T

c , tT ~ , dan j ~
1
T
maka
,

~ 2 sin2 cos2
\ :
-
T


[ [
~
| j | j
\ ) \ )

(1-21)
Tugas Anda 1.4
Rumus syarat terbentuknya simpul
dan perut dapat juga ditulis seperti
berikut.
x = (2n 1)

1
4
untuk simpul dan
x = n ( )

1
2
untuk perut.
Coba Anda diskusikan dengan teman,
bagaimanakah penurunannya?
Jika Anda perhatikan Persamaan (1-24), 2 sin2
\
-

[
| j
\ )
merupakan
amplitudo ,elomban, stasioner pada titik P. Den,an demikian, amplitudo
,elomban, di titik P dapat ditulis seba,ai berikut.
-

~
2 sin2
\
-

[
| j
\ )
(1-25)
letak perut dan simpul dapat ditentukan berdasarkan Persamaan
(1-25).
Perut terjadi ketika terbentuk simpan,an maksimum, svaratnva
sin2 1
\

= - atau
( ) 2 2 1
2
\
n

= + , sehin,,a diperoleh
\ ~ (2n 1)
1
1
, den,an n ~ O, 1, 2 .... (1-26)
Den,an demikian, perut terbentuk pada posisi \ ~
1
1

,
3
1

,
5
1

, ...
dari titik ujun, tali terikat.
Simpul terjadi ketika terbentuk simpan,an ,elomban, bernilai nol,
svaratnva sin2 O
\

= atau
2
\ n

= sehin,,a diperoleh
x n =

1
2
, den,an n ~ O, 1, 2, .... (1-27)
Den,an demikian, simpul terbentuk pada posisi \ ~
1
2
, ,
3
2
, ...
dari titik ujun, tali terikat.
Gejala Gelombang 15
Seutas tali van, panjan,nva 75 cm di,etarkan naik-turun pada salah satu ujun,nva,
sedan,kan ujun, van, lain ber,erak bebas.
a. Jika perut ke-5 berjarak 25 cm dari titik asal ,etaran, tentukan panjan, ,elomban,
van, terjadi.
b. 1entukan jarak simpul ke-3 dari titik asal ,etaran.
]awab:
Seutas tali panjan,nva 1 m, ujun, P terikat, tali di,etarkan transversal den,an frekuensi
1O Hz, amplitudo ,elomban, 6 cm, dan laju ,elomban, 12 m/s. 1entukan simpan,an
van, terjadi di titik Q van, berada 2,1 m dari titik asal ,etaran setelah ber,etar
selama 2,5 sekon.
Jawab:
Diketahui:
~ 1 m, J ~ 2,1 m,
t ~ 12 m/s, - ~ 6 cm,
j ~ 1O Hz, : ~ 2,5 s.
\ ~ - J
~ 1 - 2,1 ~ 1,6 m
= =
12 m/ s
1O Hz
t
j
~ 1,2 m, T ~ =
1 1
1O Hz j
~ O,1 s
maka:
,

~ 2 sin2 cos 2
\ :
-
T


[ [
~
| j | j
\ ) \ )

~
1, 6 2, 5 1
2 sin 36O cos 36O
1, 2 O,1 1, 2
-
[ [
~
| j | j
\ ) \ )
~ 2 6 cm O,o7(-O,5) ~ - 5,22 cm
Jadi, simpan,an van, terjadi di titik Q adalah -5,22 cm.
Contoh 1.6 Kata Kunci
bilangan gelombang
amplitudo
frekuensi
kecepatan sudut getar
sudut fase
fase
beda fase
cepat rambat gelombang
simpul gelombang
perut gelombang
Contoh 1.7
2,4 m
P
O
Q
4 m
a. leh karena panjan, tali ~ 75 cm, sedan,kan jarak perut ke-5 (n ~ 1) dari asal
,etaran 25 cm, jarak dari ujun, bebas adalah \ ~ 75 cm - 25 cm ~ 5O cm. Selanjutnva,
,unakan Persamaan (1-30) untuk menentukan panjan, ,elomban, ( ).
\ ~
1 1
5O 1
2 2
n
[ [
= =
| j | j
\ ) \ )
atau ~ 25 cm.
Jadi, panjan, ,elomban,nva adalah 25 cm.
b. Jarak titik simpul ke-3 (n ~ 2) dari ujun, bebas adalah
\ ~ (2n 1)
( ) ( )
1 1
2 2 1 25cm
1 1
= + ~ 31,25 cm
Jadi, jarak simpul ke-3 dari titik asal ,etaran adalah 75 cm - 31,25 cm ~ 13,75 cm.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 16
3. Kecepatan Gelombang Stasioner
Jika Anda membuat kembali model ,elomban, men,,unakan tali
van, salah satu ujun,nva diikat, kemudian men,,erakkannva terus-
menerus sampai didapat dua buah ,elomban,. Oelomban, pertama adalah
,elomban, van, bersumber pada tan,an Anda dan ,elomban, kedua
adalah ,elomban, van, berasal dari pemantulan. Pada keadaan tersebut,
Anda akan menemukan kembali ,ejala superposisi.
Oelomban, stasioner terbentuk jika ,elomban, pantul bersuperposisi
den,an ,elomban, datan,. Kedua ,elomban, tersebut memiliki frekuensi
dan amplitudo sama, tetapi fasenva berlawanan. Untuk membuktikan
adanva ,elomban, stasioner, lakukanlah percobaan seperti van, pernah
dilakukan Melde pada Aktivitas Iisika berikut ini.
Aktivitas Fisika 1.2
Percobaan Melde
Tujuan Percobaan
Mengamati gelombang stasioner.
Alat-Alat Percobaan
1. Kawat tipis (2 buah) yang berbeda massanya
2. Beban
3. Pembangkit getaran (vibrator)
4. Katrol
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah alat-alat seperti pada gambar berikut.
vibrator
gelombang
beban
P S P S
2. Hidupkan pembangkit getaran dengan menghubungkannya ke sumber
tegangan sehingga pada tali terbentuk gelombang seperti pada gambar.
3. Jika belum terbentuk gelombang stasioner, ubahlah berat beban yang
tergantung pada ujung katrol sehingga pada suatu saat terbentuk gelom-
bang stasioner.
4. Amatilah dengan saksama gelombang yang terjadi dan tulislah kesimpulan
Anda dari kegiatan tersebut.
5. Lakukan langkah 1 sampai 4 untuk kawat kedua yang berbeda massanya.
Coba sekaran, Anda bandin,kan kesimpulan Anda den,an
kesimpulan Melde berikut.
Cepat rambat ,elomban, transversal van, merambat melalui senar
pada percobaan Melde, sebandin, den,an akar ,ava te,an,an kawat
dan berbandin, terbalik den,an akar massa kawat per satuan panjan,
kawat. Secara matematis persamaan cepat rambat ,elomban, dituliskan
seba,ai berikut.
t ~
|
m
atau t ~

(1-2o)
Pembahasan Soal
Tali yang panjangnya 5 m ber-
tegangan 2 N digetarkan sehingga
terbentuk gelombang stasioner.
Jika massa tali 625 10
3
kg, maka
cepat rambat gelombang tali
adalah ....
a. 2 m/s
b. 5 m/s
c. 6 m/s
d. 10 m/s
e. 40 m/s
UMPTN 1996
Pembahasan:
Diketahui:
= 5 m; F = 2 N; m = 625 10
3
kg.
Menurut Melde kecepatan rambat
gelombang tali adalah
v =

F
=
F
m
=

-3
2 N 5 m
6,25 10 kg
= 40 m/s
Jawaban: e
Gejala Gelombang 17
Keteran,an:
t ~ cepat rambat ,elomban, (m/s)
~ ,ava te,an,an kawat (N)
~
m
|
~ massa kawat per satuan panjan, (k,/m)
Contoh 1.9
Seutas tali di,etarkan sehin,,a membentuk ,elomban, van, berfrekuensi 2O Hz dan
cepat rambat ,elomban, 1 m/s. 1entukan tempat kedudukan perut dan simpul dari
ujun, pemantulan ,elomban, tersebut.
]awab:
Diketahui:
j ~ 2O Hz,
t ~ 1 m/s,

~
t
j
~
1 m/s
2O Hz
~ O,2 m ~ 2O cm.
a. Kedudukan perut ()
~ (2n 1)
1
1
~ (2n 1)
1
1
2O

Untuk
n ~ 1 - ~ 15 cm
n ~ 2 - ~ 25 cm
n ~ 3 - ~ 35 cm
Jadi, kedudukan perut () untuk n ~ 1 berada pada jarak 15 cm, n ~ 2 berada
pada jarak 25 cm, dan untuk n ~ 3 berada pada jarak 35 cm dari ujun, pemantulan.
b. Kedudukan simpul (s)
s ~ n
1
2

~ n
1
2
2O

Untuk
n ~ 1 - s ~ 1O cm
n ~ 2 - s ~ 2O cm
n ~ 3 - s ~ 3O cm
Jadi, kedudukan simpul (s) untuk n ~ 1 berada pada jarak 1O cm, n ~ 2 berada
pada jarak 2O cm, dan n ~ 3 berada pada jarak 3O cm dari ujun, pemantulan.
Contoh 1.10
Pada percobaan Melde terbentuk 3 perut ,elomban, dari senar van, panjan,nva
1,5 m. Jika pada ujun, kawat di,antun,kan beban 15 , dan massa senar 3 ,,
tentukan:
a. bentuk ,elomban, senar tersebut,
b. panjan, ,elomban, pada senar,
c. cepat rambat ,elomban,,
d. frekuensi sumber ,etar.
]awab:
Diketahui:
| ~ 1,5 m,
m
beban
~ 15 , ~ 1,5 1O
-2
k,,
m
senar
~ 3 , ~ 3 1O
-3
k,.
Tantangan
untuk Anda
Kawat untuk saluran transmisi listrik
yang massanya 40 kg diikat antara
dua menara tegangan tinggi yang
jaraknya 200 m. Salah satu ujung
kawat dipukul oleh teknisi yang
berada di salah satu menara,
sehingga timbul gelombang yang
merambat ke menara yang lain. Jika
gelombang pantul terdeteksi
setelah 10 s, berapa tegangan kawat?
Tugas Anda 1.5
Gelombang stasioner terbentuk
jika superposisi terjadi dari dua
gelombang yang frekuensi dan
amplitudo sama tapi fasenya
berlawanan. Jika frekuensi dan
amplitudo dibuat tidak sama,
gelombang apa yang terjadi?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 18
1. Seutas tali van, panjan,nva 1OO cm, salah satu
ujun,nva di,etarkan harmonik naik-turun den,an
frekuensi
1
o
Hz dan amplitudo 16 cm, sedan,kan ujun,
lainnva terikat. Oetaran merambat den,an laju 1,5 cm/s.
1entukan:
a. amplitudo ,elomban, di titik van, berjarak 61 cm
dari titik asal ,etaran,
b. simpan,an ,elomban, di titik tersebut setelah tali
ber,etar selama
2
16
9
s,
c. letak simpul ke-1 dan perut ke-3 dari titik asal
,etaran.
2. Seutas tali panjan,nva 1 m. Satu ujun, tali diikat ke
dindin, dan ujun, tali lainnva di,etarkan den,an
amplitudo 5 cm, serta periode O,25 s, sehin,,a
,elomban, pada tali dapat merambat den,an kelajuan
5O cm/s. Sebuah titik P pada jarak \ ~ 1,6 m dari ujun,
pemantulan, tentukanlah:
a. persamaan simpan,an ,elomban, datan, dan
,elomban, pantul di titik P,
b. persamaan simpan,an superposisi ,elomban, di
titik P.
3. Salah satu ujun, dari seutas tali van, memiliki panjan,
115 cm di,etarkan harmonik naik-turun, sedan,kan
ujun, lainnva dibiarkan bebas ber,erak.
a. Berapa panjan, ,elomban, van, ber,erak pada
tali jika perut ke-3 berjarak 15 cm dari titik asal
,etaran'
b. Di mana letak simpul ke-2 diukur dari titik asal
,etaran'
1. Sebuah ,elomban, van, frekuensinva 5OO Hz memiliki
kecepatan 35O m/s.
a. Berapakah jarak antara dua titik a,ar sudut
fasenva berbeda sebesar 6O'
b. Berapakah perbedaan sudut fase suatu titik van,
ber,etar dalam selan, waktu 1O
-3
sekon'
5. Sebuah ,elomban, merambat dari titik ke titik P
den,an cepat rambat 1 m/s, frekuensi 2 Hz, amplitudo
5 cm, dan jarak P ~ 3 m. 1entukan simpan,an titik P
saat telah ber,etar selama 1,5 s.
6. 1entukan sudut fase ,elomban, di titik P, jika titik
telah ber,etar selama 2 sekon, den,an jarak titik
ke P adalah 1 meter dan besar cepat rambat ,elomban,
o m/s.
7. Seutas tali van, panjan,nva 6 m direntan,kan
horizontal. Salah satu ujun,nva di,etarkan dan ujun,
lainnva tetap. Setelah terjadi ,elomban, stasioner,
ternvata perut ke-5 berjarak 3,75 m dari titik asal
,etaran.
a. Berapa panjan, ,elomban, van, terjadi'
b. Hitun, letak simpul ke-5 diukur dari titik asal
,etaran.
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
a. Bentuk ,elomban,
b. Panjan, ,elomban, diperoleh dari persamaan
1
1
2
1
1
2
= m
~ 1 m
Jadi, panjan, ,elomban, pada senar adalah 1 m.
c. ~
m
|
senar
~
3 1O
1 5
3

~
,
~ 2 1O
-3
k,/m
~ m
beban
~ 1,5 1O
-2
1O ~ O,15 N
t ~

~
O15
2 1O
3
,

~
~ 75 5 3 = m/s
Jadi, cepat rambat ,elomban, adalah 5 3 m/s.
d. lrekuensi sumber ,etar
j ~
t

~
5 3
1
5 3 = Hz
Jadi, frekuensi sumber ,etar adalah 5 3 Hz.
1,5 m
Gejala Gelombang 19
C. Sifat-Sifat Gelombang
1. Pemantulan
Oejala pemantulan ,elomban, (rej|e|s|) dapat Anda lihat dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnva, pemantulan cahava oleh cermin sehin,,a
Anda dapat melihat bavan,an pada cermin. Oejala pemantulan ,elomban,
dapat pula diamati pada ,elomban, tali. Pada ujun, tali van, kita ikatkan
akan terlihat pemantulan ,elomban,, seperti pada Cambar 1.13(a),
sedan,kan untuk ujun, bebas ditunjukkan oleh Cambar 1.13(b). Untuk
lebih memahami pemantulan, Anda dapat men,amati pemantulan
,elomban, air van, terjadi pada tan,ki air (tan,ki riak).
Hukum pemantulan ,elomban, menvatakan bahwa sudut datan,
,elomban, sama den,an sudut pantulnva. llustrasi pemantulan ,elomban,
tersebut dapat dilihat pada Cambar 1.14. Secara matematis, pernvataan
tersebut dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan berikut.
1 2
0 0 = (1-29)
Keteran,an:
0
1
~ sudut datan,
0
2
~ sudut pantul
a. Pemantulan Gelombang Lingkaran oleh Bidang Datar
Ba,aimana bidan, datar memantulkan muka ,elomban, lin,karan'
Cambar 1.15 menunjukkan pemantulan ,elomban, lin,karan ketika
men,enai bidan, datar van, men,halan,inva. 1ernvata, ,elomban, pantul
memiliki pola van, sama den,an ,elomban, datan,.
Pada Cambar 1.15. 1itik merupakan sumber ,elomban, datan,
den,an memerhatikan hukum pemantulan, vaitu sudut datan, sama
den,an sudut pantul. leh karena itu diperoleh bavan,an di titik A.
1itik A adalah sumber ,elomban, pantul sehin,,a muka ,elomban,
pantul adalah lin,karan-lin,karan van, berpusat di A.
(a) (b)
Gambar 1.13
Pemantulan gelombang pada tali:
(a) ujung terikat; dan (b) ujung bebas.
Gambar 1.14
Hukum pemantulan
Gambar 1.15
Pemantulan gelombang
lingkaran oleh bidang datar.
Sumber: Physics for O Level, 1999
Aktivitas Fisika 1.3
Pemantulan Gelombang
Tujuan Percobaan
Mengamati pemantulan gelombang pada tangki riak.
Alat-Alat Percobaan
1. Wadah bak air 4. Lampu atau OHP
2. Papan 5. Air
3. Kaca
Langkah-Langkah Percobaan
1. Buatlah semacam bak air (tangki riak) dengan kaca sebagai alasnya.
2. Letakkan bak tersebut di bawah sinar lampu OHP, kemudian letakkan sebuah
kertas putih di bawah bak.
3. Buatlah riak kecil dengan cara mencelupkan salah satu jari Anda di tengah-
tengah bak. Perhatikan yang terjadi.
4. Masukkan papan tersebut di ujung bak, lalu gerakkan secara perlahan dalam
arah horizontal sehingga terbentuk riak.
5. Jelaskan hasil yang diperoleh dan sebutkan perbedaan kedua riak tersebut.
Kemudian, jelaskan pula bagaimana dengan pemantulan gelombang pada
dinding.
i
r
normal
gelombang
datang
sinar
gelombang
datang
sinar
gelombang
pantul
muka gelombang pantul
1
0
2
0
Gambar 1.16
Tangki riak yang ditempatkan
di atas OHP.
Sumber: Physics for O Level, 1999
O A
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 20
Gambar 1.17
Pembiasan pada tangki riak yang
kedalamannya berbeda.
Gambar 1.18
(a) Pembiasan terjadi pada
bolpoin yang dicelupkan ke
dalam air; (b) Skema perjalanan
sinar pada proses pembiasan.
Sumber: Dokumentasi Penerbit
2. Pembiasan Gelombang
Untuk men,amati pembiasan ,elomban,, letakkanlah kepin, ,elas
tebal di seba,ian dasar tan,ki riak ,elomban, a,ar kedua bidan, memiliki
kedalaman air van, berbeda. Perbedaan kedalaman air tersebut terlihat
pada Cambar 1.17 berikut.
gelombang datang
batas
tempat dangkal
keping gelas tebal
meja kaca tangki riak
gelombang setelah
dibiaskan
Dari Cambar 1.17 terlihat bahwa panjan, ,elomban, di tempat van,
lebih dalam, lebih besar daripada panjan, ,elomban, di tempat van,
dan,kal (
1 2
> ) sehin,,a cepat rambat ,elomban,nva pun berbeda. Den,an
demikian, perubahan panjan, ,elomban, menvebabkan terjadinva
pembelokan ,elomban,. Pembelokan ,elomban, dinamakan pembiasan.
Ambillah sebatan, bolpoin, lalu masukkan ke dalam ,elas kaca van,
berisi air benin,. Bolpoin tersebut akan terlihat ben,kok. Peristiwa ini
disebut peristiwa em||cscn (rejrc|s|). Contoh peristiwa pembiasan van,
lain adalah fenomena jc:cmrcnc dan pelan,i.
Pembiasan terjadi akibat adanva perbedaan indeks bias. Perbedaan
indeks bias menvebabkan perubahan cepat rambat ,elomban,. Pada
peristiwa bolpoin di dalam ,elas, cahava van, dipantulkan ke mata melewati
ti,a macam bahan. Pertama, cahava van, dipantulkan melewati air di dalam
,elas. Kemudian, melewati bahan van, kedua, vaitu kaca ,elas, dan terakhir
melewati udara. Keti,a macam bahan tersebut memiliki indeks bias van,
berbeda-beda sehin,,a cepat rambat ,elomban, berubah-ubah.
Hukum van, men,,ambarkan fenomena ini adalah Hukum Snellius
tentan, pembiasan. Perhatikan Cambar 1.1S(b), Hukum Snellius
menvatakan bahwa:
1. sinar datan,, ,aris normal, dan sinar bias terletak pada satu bidan, datar,
2. sinar datan, membentuk sudut
1
0 terhadap ,aris normal dan sinar
bias membentuk sudut
2
0 terhadap ,aris normal dan memenuhi
persamaan berikut.
n
2
sin
2
0 ~ n
1
sin
1
0 (1-3O)
Keteran,an:
c ~ cepat rambat cahava di ruan, hampa (m/s)
t ~ cepat rambat cahava ketika melewati medium
n ~ indeks bias mutlak bahan
Perhatikan Persamaan (1-30). Simbol n
1
dam n
2
merupakan
konstanta tak berdimensi. Konstanta tersebut dinamakan indek bias.
Simbol
1
0 adalah sudut van, dibentuk oleh sinar datan, dan ,aris normal.
Adapun 0
2
adalah sudut van, dibentuk oleh sinar bias dan ,aris normal.

2
(a)
(b)
sinar
datang
0
1
0
2
sinar
bias
n
2
> n
1
n
1
n
2
Gejala Gelombang 21
lndek bias absolut suatu bahan merupakan perbandin,an kecepatan
cahava dalam ruan, vakum (c) dan kecepatan cahava di dalam medium
bahan tersebut. Den,an demikian, indeks bias dinvatakan den,an
persamaan.
c
n
t

(1-31)
Jika Persamaan (1-30) disusun kembali untuk membandin,kan sudut
bias (
2
0 ) dan,an sudut datan, (
1
0 ), diperoleh persamaan berikut.
1
2 1
2
sin sin
n
n
0 0
(1-32)
Berdasarkan Persamaan (1-32), dapat diketahui bahwa besarnva
sudut bias ber,antun, pada sudut datan, (
1
0 ), indeks bias medium
pertama (n
1
) dan indeks bias medium kedua (n
2
).
1. Jika n
2
sama den,an n
1
,
2
0 akan sama den,an
1
0 . Pada keadaan ini,
refraksi tidak menvebabkan pembelokan sinar. Sinar datan, akan diterus-
kan tanpa pembelokkan arah, seperti terlihat pada Cambar 1.19(a).
2. Jika n
2
lebih besar daripada n
1
,
2
0 akan lebih kecil daripada
1
0 . Pada
keadaan ini, sinar dibiaskan mendekati ,aris normal dan menjauh
,aris perpanjan,an sinar datan,, seperti pada Cambar 1.19(b).
2. Jika n
2
lebih kecil daripada n
1
,
2
0 akan lebih besar daripada
1
0 . Pada
keadaan ini, sinar dibiaskan menjauhi ,aris normal dan ,aris perpan-
jan,an sinar datan,, seperti pada Cambar 1.19(c).
Gambar 1.19
Pembiasan sinar bergantung
pada indeks bias medium.
0
1
sinar
datang
0
2
garis normal
n
1
n
2
sinar
bias
n
2
= n
1
sinar
datang
n
1
n
2
sinar
bias
n
2
> n
1
sinar
datang
n
1
n
2
sinar
bias
n
2
< n
1
(a) (b) (c)
garis normal garis normal
0
1
0
2
0
1
0
2
Contoh 1.8
Sebuah ,elomban, datan, pada bidan, batas antara dua medium den,an sudut datan,
37. Jika perbandin,an antara indeks bias medium pertama dan medium kedua adalah
Tugas Anda 1.6
Menurut Anda, mengapa
gelombang air laut yang begitu
besar ketika sampai di pantai
menjadi kecil? Apakah terjadi hal
yang sama untuk laut yang
berbatasan dengan daratan yang
bertebing karang curam?
1
3
, tentukan sudut biasnva dan lukiskan pembiasan ,elomban, tersebut.
]awab:
Diketahui: sudut datan,
1
0 ~ 37,
indeks bias n
12
~
1
3
.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 22
3. Polarisasi
Polarisasi merupakan peristiwa van, memperlihatkan ciri khas
,elomban, transversal. Peristiwa polarisasi dapat terjadi karena peristiwa
pemantulan, pembiasan, bias kembar, selektif, dan peristiwa bidan, ,etar.
Peristiwa polarisasi dapat divisualisasikan den,an membavan,kan
,elomban, transversal pada seutas tali. Perhatikan Cambar 1.20.
gelombang
terpolarisasi
celah
Gambar 1.20
Gelombang tali yang
terpolarisasi.
a. Sudut bias
2
sin0 ~
1
1
2
sin
n
n
0
~
1 2 1
sin n 0
~
1
sin 37
3

~
1
O, 6
3

~ O,o
2
sin O, o 53 crc 0
Seutas tali di,etarkan den,an melewati sebuah celah sempit vertikal.
1ali terlihat menvimpan, seperti spiral. Setelah ,elomban, tali melewati
celah, hanva arah ,etar vertikal saja van, masih tersisa, sedan,kan arah
,etar horizontal diredam atau diserap oleh celah sempit tersebut.
Oelomban, van, keluar dari tali disebut ,elomban, terpolarisasi linear.
Untuk lebih memahami polarisasi, amatilah Cambar 1.21.
Cambar 1.21(a) memperlihatkan ,elomban, transversal van,
dilewatkan pada dua celah van, posisinva sama dan ,elomban, tali ternvata
lolos pada kedua celah tersebut. Cambar 1.21(b) memperlihatkan
,elomban, transversal van, dilewatkan pada dua celah van, salin,
menvilan, te,ak lurus. 1ernvata, ,elomban, lolos pada celah van,
pertama, vaitu celah van, sejajar den,an arah ,etar, tetapi tidak lolos
pada celah van, lain, vaitu celah van, te,ak lurus den,an arah ,etar.
Berdasarkan Cambar 1.21(a) dan Cambar 1.21(b) dapat
disimpulkan bahwa hanva ,elomban, transversal van, dipen,aruhi celah.
Oelomban, van, dapat lolos dari celah hanva memiliki satu arah ,etar.
Oelomban, van, demikian disebut ,elomban, polarisasi. Sinar alami
seperti sinar matahari bukan termasuk sinar terpolarisasi. Simbol untuk
sinar van, tidak terpolarisasi adalah , sedan,kan simbol untuk
sinar van, terpolarisasi adalah .
Gambar 1.21
Polarisasi gelombang tali.
(a)
gelombang
terpolarisasi
(b)
gelombang
tidak
terpolarisasi
37
53
medium 1
medium 2
b. lukisan pembiasan ,elomban,
Gejala Gelombang 23
Gambar 1.22
Cahaya tak terpolarisasi
dilewatkan pada sebuah kristal.
4. Interferensi Gelombang
Selain pemantulan dan pembiasan, sifat lain dari ,elomban,, adalah
interferensi. Sifat interferensi pada ,elomban, adalah pola pen,uatan
(interferensi konstruktif) dan pola pen,hilan,an (interferensi destruktif)
muka ,elomban, dari dua ,elomban, van, salin, bertemu. Untuk melihat
pola ini lebih jelas, perhatikan Cambar 1.23 berikut.
Gambar 1.23
Interferensi gelombang air
interferensi konstruktif
Sumber: www.physics.umd.edu
interferensi destruktif
Anda pun dapat melakukan percobaan untuk melihat ,ejala
interferensi ,elomban,. Ambillah sebuah tan,ki riak, kemudian buatlah
celah ,anda pada sebuah papan. Masukkan papan tersebut ke dalam
tan,ki secara vertikal. Nvalakan lampu di atas tan,ki riak air. Kemu-
dian, buatlah sumber ,elomban, den,an cara mencelupkan salah satu
jari Anda ke dalam air di salah satu ujun, tan,ki. lihatlah pola inter-
ferensi pada kertas di bawah tan,ki tersebut, di bawah ujun, tan,ki lain.
Pemasan,an papan bercelah tadi sebenarnva adalah pembuatan dua
sumber ,elomban,. Pada dindin, tan,ki, akan tampak pen,uatan dan
pen,hilan,an ,elomban, akibat bertemunva kedua ,elomban, tersebut.
Pen,uatan terjadi karena adanva kesamaan fase dari kedua ,elomban,.
Kesamaan fase adalah dua ,elomban, van, memiliki frekuensi dan
simpan,an van, sama. Pen,hilan,an terjadi karena adanva ketidaksamaan
fase ,elomban,. lase van, tidak sama adalah jika ada dua ,elomban,
memiliki frekuensi van, sama, namun simpan,annva salin, berlawanan.
5. Difraksi Gelombang
Difraksi dalam bahasa sehari-hari dapat diartikan seba,ai pelenturan.
Peristiwa difraksi atau pelenturan ,elomban, dapat diamati den,an
men,,unakan tan,ki riak dan papan bercelah. Namun, ,elomban, van,
timbul di air tidak dihasilkan oleh ,etaran tan,an, melainkan dari ,erakan
maju mundur sebuah papan sehin,,a muka ,elomban, bukan berbentuk
lin,karan. Jika Anda melakukan hal tersebut, Anda akan mendapatkan
Gambar 1.24
Interferensi dua gelombang
(a) interferensi konstruktif
(menguatkan) dan
(b) interferensi destruktif
(menghilangkan).
(a) (b)
+ +
= =
getaran horizontal
diserap sempurna
oleh polaroid
cahaya alami
yang datang
getaran vertikal
diserap sebagian
cahaya diteruskan
terpolarisasi linear
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 24
6. Efek Doppler
Jika Anda membuat ,etaran pada permukaan air men,,unakan
sebuah alat pen,,etar (t||rc:r), pada permukaan air tersebut akan
terbentuk ,elomban,-,elomban, van, merambat ke se,ala arah, seperti
ditunjukkan Cambar 1.26(a). Apa van, terjadi jika vibrator ditarik ke
kanan' Jika vibrator ditarik ke kanan, akan terbentuk lin,karan ,elomban,
air seperti pada Cambar 1.26(b).
Jarak ,elomban, di sebelah kanan lebih rapat dibandin,kan den,an
jarak ,elomban, di sebelah kiri. 1erlihat bahwa pusat dari setiap muka
,elomban, van, dihasilkan ber,erak ke kanan sehin,,a jarak antara
puncak ke puncak ,elomban, van, berdekatan di sebelah kanan lebih
pendek daripada panjan, ,elomban, di sebelah kiri. Artinva, sumber
,elomban, van, ber,erak menvebabkan perubahan panjan, ,elomban,.
Panjan, ,elomban, van, berubah akan menvebabkan perubahan frekuensi.
Peristiwa perubahan frekuensi ,elomban, akibat pen,aruh ,erak relatif
antara sumber ,elomban, dan pen,amat dinamakan efek Doppler.
Anda dapat men,amati efek Doppler ketika berdiri di pin,,ir jalan
dan ada mobil menuju atau mendekati Anda, bunvi mobil tersebut ter-
den,ar semakin tin,,i. Demikian pula, jika mobil tersebut menjauhi
Anda, bunvi mobil tersebut terden,ar semakin rendah. lenomena tersebut
kali pertama diamati oleh seoran, fisikawan Austria, Christian Doppler
(1oO3-1o53) sehin,,a dinamakan efek Doppler.
Perubahan bunvi mobil (menjadi tin,,i atau rendah) tersebut
disebabkan oleh perubahan frekuensi. Ketika mobil tersebut mendekati
Anda, frekuensinva semakin besar. Sebaliknva, ketika mobil tersebut ber-
,erak menjauhi Anda, frekuensinva semakin kecil. Perubahan frekuensi
tersebut dapat dijelaskan seba,ai berikut.
Ketika sumber bunvi dan penden,ar diam, ,elomban, bunvi van,
dipancarkan oleh sumber bunvi memiliki panjan, ,elomban, van, sama
den,an ,elomban, bunvi van, diterima penden,ar berlaku persamaan
s
t
j

Namun, pada saat sumber bunvi ber,erak dan penden,ar diam maka
panjan, ,elomban, van, diterima penden,ar adalah
s

s
t t
j

Gambar 1.26
Sumber gelombang yang
bergerak pada permukaan air
menyebabkan panjang
gelombang lebih pendek
sesuai arah gerak.
1 2 3 4 5 s
P
v
p
v
s
(a)
s
5 4 3 2 1
(b)
Gambar 1.25
Difraksi pada gelombang air
gelombang air setelah
melewati celah
gelombang air
celah
Sumber: Physics for Scientist & Engineers
with Modern Physics, 2000
bahwa setelah ,elomban, keluar dari papan bercelah, bentuk muka
,elomban, tidak seperti bentuk ,elomban, van, pertama. Pola van, akan
Anda dapati, ditunjukkan oleh Cambar 1.25.
Gejala Gelombang 25
sehin,,a frekuensi van, diterima penden,ar adalah seba,ai berikut.
s
s
t t
j j
t t

(1-33a)
Untuk kasus sebaliknva, pada saat sumber bunvi diam dan penden,ar
ber,erak, panjan, ,elomban, van, diterima penden,ar adalah

s
t
j

sehin,,a frekuensi van, diterima penden,ar adalah seba,ai berikut.

s

t t t t
j j
t


(1-33b)
Secara umum, persamaan efek Doppler untuk sumber bunvi dan
penden,ar ber,erak berlaku persamaan:

s
s
t t
j ~ j
t t

(1-31)
Keteran,an:
j

~ frekuensi van, diterima penden,ar (Hz)


j
s
~ frekuensi dari sudut bunvi (Hz)
t ~ kecepatan ,elomban, bunvi (m/s)
t

~ kecepatan ,erak penden,ar (m/s)


t
s
~ kecepatan ,erak sumber bunvi (m/s)
Perjanjian tanda van, di,unakan dalam persamaan adalah seba,ai
berikut.
1. Jika penden,ar mendekati sumber, t
penden,ar
positif.
2. Jika penden,ar menjauhi sumber, t
penden,ar
ne,atif.
3. Jika sumber mendekati penden,ar, t
sumber
ne,atif.
1. Jika sumber menjauhi penden,ar, t
sumber
positif.
Contoh 1.11
Sebuah mobil ber,erak den,an kecepatan 72 km/jam sambil membunvikan klakson
den,an frekuensi oOO Hz. Dari arah berlawanan, seoran, pen,endara motor ber,erak
den,an kecepatan 51 km/jam. 1entukan frekuensi bunvi klakson van, diden,ar oleh
pen,endara sepeda motor tersebut, jika cepat rambat bunvi di udara adalah 31O m/s.
]awab:
Diketahui:
t
mobil
~ 72 km/jam ~ 2O m/s,
t
pende,ar
~ 51 km/jam ~ 15 m/s,
t
udara
~ 31O m/s,
j
klakson mobil
~ oOO Hz.
j
penden,ar
~
udara penden,ar
klakson mobil
udara mobil
t t
j
t t

~
~
31O m/s 15 m/s
oOO Hz
31O m/s 2O m/s

~
~ oo7,5 Hz
Jadi, pen,endara sepeda motor menden,ar bunvi klakson den,an frekuensi oo7,5 Hz.
Tokoh
Christian Johann
Doppler
(18031853)
Christian Johann Doppler adalah
fisikawan yang lahir di Salzburg,
Austria. Dia belajar di Vienna dan
menjadi seorang profesor Fisika
(1851). Dia terkenal dengan
pengamatannya tentang variasi
frekuensi gelombang suara dan
gelombang cahaya karena pengaruh
kecepatan gerak relatif antara
sumber dan pengamat.
Sumber: www. allbiographic.com
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 26
1. Sebuah ,elomban, datan, dari udara den,an sudut
datan, 53 masuk ke dalam air dan dibiaskan den,an
sudut bias 37. Jika panjan, ,elomban, tersebut di udara
2 cm, tentukan panjan, ,elomban, di dalam air.
2. Sebuah ,elomban, datan, pada bidan, batas antara
dua medium den,an sudut datan, 3O. Jika indeks bias
relatif medium dua terhadap medium satu adalah
1
2
,
tentukan sudut biasnva dan lukiskan pembiasan
,elomban,nva.
3. Oelomban, datan, dari permukaan air van, dalam ke
permukaan air van, dan,kal den,an sudut datan, 6O.
Jika cepat rambat ,elomban, pada permukaan air van,
dalam dan permukaan air van, dan,kal o m/s dan 1 m/s,
tentukan sudut biasnva.
1. Jelaskan apa van, dimaksud polarisasi.
5. Sebuah ambulans ber,erak den,an kecepatan 33,5 m/s
sambil membunvikan sirinenva pada frekuensi 1OO Hz.
Seoran, pen,emudi truk ber,erak berlawanan arah
den,an kecepatan 21,6 m/s menden,ar bunvi sirine
ambulans. 1entukan frekuensi van, diden,ar
pen,emudi saat:
a. kedua mobil salin, mendekati,
b. kedua mobil salin, menjauhi.
6. Ketika berdiri di trotoar, seoran, anak menden,ar bunvi
berfrekuensi 12O Hz dari sirine mobil polisi van,
mendekatinva. Setelah mobil polisi melewatinva,
frekuensi bunvi van, terden,ar menjadi 36O Hz. Berapa
kelajuan mobil polisi tersebut'
(Kecepatan bunvi di udara ~ 31O m/s).
7. Sebuah sumber bunvi memiliki frekuensi 5OO Hz
ber,erak den,an kecepatan 2O m/s mendekati seoran,
pen,amat van, diam. 1entukan besar frekuensi van,
diden,ar oleh pen,amat jika
a. tidak ada an,in,
b. terdapat an,in van, ber,erak den,an kecepatan
5 m/s searah den,an arah sumber bunvi, dan
c. terdapat an,in van, ber,erak den,an kecepatan
5 m/s berlawanan arah den,an arah ,erak sumber
bunvi. Cepat rambat bunvi di udara 31O m/s.
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
Rangkuman
1. Berdasarkan sumbernva, ,elomban, dikelompokkan
menjadi dua macam, vaitu ,elomban, mekanik dan
,elomban, elektroma,netik.
2. Berdasarkan arah ,etarnva, ,elomban, dibedakan
menjadi ,elomban, transversal dan ,elomban,
lon,itudinal.
3. Besar cepat rambat ,elomban, berbandin, lurus
den,an panjan, ,elomban, dan berbandin, terbalik
den,an waktu untuk menempuh satu ,elomban,.
t
T

1. Besarnva dava van, ditransmisikan melalui suatu


,elomban, berbandin, lurus den,an kuadrat
amplitudo, kuadrat frekuensi, dan laju ,elomban,.
2 2
1
2
- t c
5. Simpan,an ,elomban, berjalan di suatu titik
dinvatakan den,an persamaan
sin2 sin2

\ \
, - j : - j :
t t

[ [

| j | j
\ ) \ )
6. Persamaan kecepatan sebuah titik dalam suatu
,elomban, terhadap waktu, adalah turunan pertama
P van, dinvatakan den,an persamaan

sin

J, J
t - : |\
J: J:
c ~
cos

t - : |\ c c ~
Contoh 1.12
Kereta api ber,erak menin,,alkan stasiun den,an kecepatan 9O km/jam. Seoran,
masinis membunvikan peluitnva den,an frekuensi 6OO Hz. Jika cepat rambat bunvi
di udara 31O m/s, berapa frekuensi van, diden,ar oleh petu,as di stasiun tersebut'
]awab:
Diketahui: t
kereta api
~ 9O km/jam ~ 25 m/s, t
udara
~ 31O m/s, t
penden,ar
~ O m/s.
j
penden,ar
~

udara penden,ar
peluit
udara kereta api
t t
j
t t
~
31O m/s O m/s
6OO Hz
31O m/s 25 m/s

~ 55o,9 Hz
Jadi, frekuensi van, diden,ar oleh petu,as di stasiun tersebut adalah 55o,9 Hz.
Kata Kunci
refleksi
tangki riak
sudut datang
sudut pantul
garis normal
refraksi
fatamorgana
indeks bias
sudut bias
polarisasi
interferensi
interferensi konstruktif
interferensi destruktif
efek Doppler
Gejala Gelombang 27
7. Percepatan ,etaran partikel di titik P merupakan
turunan pertama dari kecepatan ,etar titik P tersebut
terhadap waktu
cos

Jt
J
c - : |
J: J:
c c | ~ |
| |
sin

c - : |\ c c ~ ~
2
~

c ~
o. Persamaan ,elomban, stasioner akibat pemantulan
pada ujun, tali bebas adalah
2 cos2 sin2

\ :
-
T


[ [
~
| j | j
\ ) \ )

den,an 2 cos2
\
-

[
| j
\ )
adalah amplitudo ,elomban,
superposisi.
letak simpul dari ujun, pemantulan pada ujun, tali
bebas adalah

1
2 1
1
\ n
letak perut delomban, dari ujun, pemantulan pada
ujun, tali bebas adalah
1
2
\ n
[

| j
\ )
9. Persamaan ,elomban, stasioner akibat pemantulan
pada ujun, tali terikat adalah
2 sin2 cos2

\ :
-
T


[ [
~
| j | j
\ ) \ )

den,an 2 sin2
\
-

[
| j
\ )
adalah amplitudo ,elomban,.
letak simpul dari ujun, pemantulan pada ujun, tali
terikat adalah
1
2
\ n
[

| j
\ )
Adapun letak perut ,elomban, dari ujun,
pemantulan pada ujun, tali terikat adalah

1
2 1
1
\ n
1O. Oelomban, dapat men,alami pemantulan, pembiasan,
polarisasi, interferensi, dan difraksi.
11. Hukum Snellius pada pembiasan ,elomban,
dinvatakan den,an persamaan
2 2 1 1
sin sin n n 0 0
12. lfek Doppler merupakan fenomena perubahan
frekuensi ,elomban, akibat pen,aruh ,erak relatif
antara sumber ,elomban, dan pen,amat. Secara
umum dinvatakan den,an persamaan

s
s
t t
j j
t t

Peta Konsep
Pemantulan Pembiasan Polarisasi lnterferensi Difraksi
Celombang
Oelomban,
Mekanik
Oelomban,
1ransversal
dapat men,alami
berdasarkan
sumbernva
terdiri atas
berdasarkan
arah ,etarnva
terdiri atas
berdasarkan
amplitudonva
terdiri atas
Oelomban,
llektroma,netik
Oelomban,
lon,itudinal
Oelomban,
Stasioner
Oelomban,
Berjalan
Setelah mempelajari bab ini, Anda tentu telah
mengetahui jenis-jenis gelombang serta sifat-sifatnya.
Dari materi bab ini, bagian mana yang Anda anggap sulit?
Coba diskusikan dengan teman atau guru Fisika Anda.
Refleksi
Selain itu, coba Anda sebutkan manfaat lainnya yang
Anda peroleh setelah mempelajari materi bab ini.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 28
P
Q
R
S
T
U
V
1. Sebuah ,elomban, memiliki persamaan simpan,an
, : \ O,O1 32 2 sin ( ) dalam satuan Sl. lrekuensi
dan panjan, ,elomban, tersebut adalah ....
a. o Hz dan 2 m d. 16 Hz dan 1 m
b. o Hz dan 1 m e. 32 Hz dan 2 m
c. 16 Hz dan 2 m
2. Untuk benda van, men,alami ,etaran harmonik, pada
saat simpan,an maksimum ....
a. kecepatan dan percepatan maksimum
b. kecepatan dan percepatan minimum
c. kecepatannva maksimum dan percepatannva nol
d. kecepatannva nol dan percepatannva maksimum
e. simpan,an maksimum, ener,inva maksimum
3. Cepat rambat ,elomban, pada tali adalah 21O cm/s
den,an frekuensi 1o Hz. Jarak dua titik pada tali jika
beda fase kedua titik
3
1
adalah ....
a. O,5O cm d. 5,OO cm
b. O,75 cm e. 7,5O cm
c. 3,75 cm
1. Oelomban, S merambat den,an persamaan
, :
\
~

O O1
6
, sin , satuan , dan \ dalam meter dan
: dalam sekon. Pada saat S telah ber,etar 1 s, simpan,an
titik P van, terletak sejauh 1 m dari S adalah ....
a. O,O5 m d. O,O1 m
b. O,O1 m e. O,OO5 m
c. O,O2 m
5. Sebuah ,elomban, berjalan melalui titik A dan B van,
berjarak o cm dalam arah dari A ke B. Pada saat : ~ O,
simpan,an ,elomban, di A adalah nol. Jika panjan,
,elomban, 12 cm dan amplitudo 1 cm, simpan,an titik
B pada saat fase titik A ~
3
2

rad adalah ....


a. 2 cm d. 3 cm
b. 2 2 cm e. 1 cm
c. 2 3 cm
6. Sebuah ,elomban, transversal dinvatakan den,an
persamaan

sin2 ,
O, O2 15
: \
, ~ den,an \ dan ,
dalam cm dan : dalam sekon, maka:
(1) panjan, ,elomban,nva 15 cm
(2) frekuensinva 5O Hz
(3) amplitudonva 1 cm
(1) cepat rambatnva 75O cm/s
Pernvataan van, benar adalah ....
a. 1, 2, dan 3 d. 1 saja
b. 1 dan 3 e. semua benar
c. 2 dan 1
(UMPTN 2000)
7. Pada percobaan Melde di,unakan seutas dawai van,
panjan,nva oO cm dan bermassa 25 ,. Jika dawai
dite,an,kan den,an ,ava sebesar 5O N, kecepatan
rambat ,elomban, transversal pada dawai adalah ....
a. 1 m/s d. 1O 1O m/s
b. 12,5 m/s e. 1OO m/s
c. 1O m/s
(btanas 2000)
o. 1ali van, panjan,nva 5 m dite,an,kan den,an ,ava
2 N, kemudian dirambati ,elomban, transversal. Jika
cepat rambat ,elomban, tersebut 1O m/s, massa tali
adalah ....
a. 6,25 ,ram d. 6,o5 ,ram
b. 6,5O ,ram e. 6,9O ,ram
c. 6,75 ,ram
(UMPTN 1995)
9. Pada percobaan Me|Je di,unakan seutas benan, van,
panjan,nva 1 meter, massa benan, 5 ,ram. Jika beban
sebesar O,2 k, di,antun,kan pada benan, tersebut dan
~ 1Om/s
2
maka kecepatan perambatan ,elomban,
pada benan, adalah ....
a. 5 m/s d. 21 m/s
b. 1O m/s e. 1O m/s
c. 2O m/s
1O. Satu panjan, ,elomban, adalah jarak antara ....
a. puncak ke puncak berurutan
b. simpul dan perut berurutan
c. perut dan lembah berurutan
d. puncak ke lembah berurutan
e. simpul ke simpul berurutan
11. Sebuah ,elomban, laut datan, memecah pantai setiap
6 sekon sekali. Jarak setiap ,elomban, 12 m. Jadi, laju
,elomban, menuju pantai sebesar ....
a. O,9 m/s d. 25 m/s
b. 2,O m/s e. 75 m/s
c. 2,5 m/s
12. Oambar berikut menunjukkan ,elomban, transversal
berjalan.
Tes Kompetensi Bab 1
A. Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
Dalam satu periode ditempuh jarak ....
a. P-Q-R-S d. Q-R-S
b. R-S-1-U e. R-S-1
c. P-Q-R-S-1
13. Jika ,elomban, air merambat dari tempat van, dalam
ke tempat van, lebih dan,kal maka ....
a. cepat rambat dan panjan, ,elomban, tetap
b. cepat rambat menjadi lebih besar dan panjan,
,elomban, tetap
Gejala Gelombang 29
c. cepat rambat men,ecil dan panjan, ,elomban,
membesar
d. cepat rambat dan panjan, ,elomban, men,ecil
e. cepat rambat men,ecil dan frekuensi membesar
11. Oelomban, merambat melalui dua zat, mula-mula
den,an kecepatan 6 m/s, sudut datan, 3O dan
dibiaskan pada zat kedua den,an sudut 6O. Cepat
rambat ,elomban, pada zat kedua adalah ....
a. 3 m/s d. 9 m/s
b. 6 m/s e.
9 3
m/s
c.
6 3
m/s
15. Seutas tali panjan,nva 5 m, dan bermassa 5O ,ram,
dite,an,kan den,an ,ava 1OO N. Jika frekuensi
sumber ,etarannva 5O Hz, cepat rambat ,elomban,
tali tersebut adalah ....
a. 1OO m/s d. 75O m/s
b. 25O m/s e. 1.OOO m/s
c. 5OO m/s
16. Peristiwa perpaduan antara dua ,elomban, di suatu
titik dalam waktu van, bersamaan disebut ....
a. pembiasan d. difraksi
b. pemantulan e. polarisasi
c. superposisi
17. Seutas tali van, panjan,nva 1 m, kedua ujun,nva
diikat den,an erat. Kemudian, pada tali ditimbulkan
,elomban, sehin,,a terbentuk o buah perut. letak
perut kelima dari ujun, terjauh adalah ....
a. 1,33 m d. 2,OO m
b. 1,5O m e. 2,25 m
c. 1,75 m
1o. Jika sebuah ,elomban, melewati pen,halan, van,
memiliki celah sempit, akan terjadi peristiwa ....
a. interferensi d. refraksi
b. difraksi e. polarisasi
c. refleksi
19. Jika pada percobaan Melde te,an,an dibuat sembilan
kali dari semula, cepat rambat ,elomban, pada tali
tersebut menjadi ....
a.
1
3
kali semula d. 9 kali semula
b.
1
2
kali semula e. o1 kali semula
c. 3 kali semula
2O. Sebuah sumber bunvi den,an frekuensi 1.O21 Hz ber-
,erak mendekati seoran, pen,amat den,an
kecepatan 31 m/s. Kecepatan rambat bunvi di udara
adalah sebesar 31O m/s. Jika pen,amat ber,erak
menjauhi sumber bunvi den,an kecepatan 17 m/s,
besar frekuensi bunvi van, diden,ar oleh pen,amat
adalah ....
a. 92O Hz d. 1.22O Hz
b. 1.OoO Hz e. 1.32O Hz
c. 1.12O Hz
21. Andi berdiri di sampin, sumber bunvi van, frekuen-
sinva 676 Hz. Sebuah sumber bunvi lain den,an
frekuensi 676 Hz mendekati Andi den,an kecepatan
2 m/s. Jika kecepatan merambat bunvi di udara adalah
31O m/s, Andi akan menden,ar lavan,an bunvi
den,an frekuensi ....
a. O d. 6 Hz
b. 2 Hz e. o Hz
c. 1 Hz
22. Sebuah sumber bunvi ber,erak den,an kecepatan
c m/s menuju penden,ar van, diam sehin,,a
frekuensi van, diden,ar oleh penden,ar adalah j
1
.
Jika sumber bunvi tersebut diam, sedan,kan
penden,ar ber,erak den,an kecepatan c m/s
mendekati sumber bunvi, frekuensi van, diden,ar
oleh penden,ar adalah j
2
. Jika cepat rambat bunvi di
udara t m/s, perbandin,an j
1
: j
2
adalah ....
a. 1 d.
2
2
1
1
c
t
~
b.
1
1
c
t
~
e.
2
2
1
1
c
t

c.
1
1
c
t

23. Seoran, penerban, van, pesawat terban,nva menuju


ke menara bandara menden,ar bunvi sirine menara
den,an frekuensi 2.OOO Hz. Jika pada saat itu sirine
memancarkan bunvi den,an frekuensi 1.7OO Hz dan
cepat rambat bunvi di udara 31O m/s, kecepatan
pesawat terban, tersebut adalah ....
a. 196 km/jam d. 22O km/jam
b. 2OO km/jam e. 236 km/jam
c. 216 km/jam
21. Sebuah ,elomban, berjalan melalui titik A dan B van,
berjarak o cm. Pada saat : ~ O, simpan,an ,elomban,
di A adalah O. Jika panjan, ,elomban,nva 12 cm dan
amplitudonva 1 cm, simpan,an titik B pada saat fase
titik A ~
3
2

adalah ... cm.


a. 2 d. 3
b.
2 2
e. 1
c.
2 3
25. Seutas tali panjan,nva 1O m di,etarkan transversal.
laju rambat ,elomban, transversal pada tali tersebut
5O m/s. Jika ,ava te,an,an pada tali tersebut 2,5 N,
massa tali adalah ....
a. O,12 k, d. O,O1 k,
b. O,O9 k, e. O,O3 k,
c. O,Oo k,
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 30
A
B
C
D
E
F
H
G I
B. ]awablah pertan,aan berikut ini dengan tepat.
1. Pada suatu saat bentuk ,elomban, transversal seba,ai
fun,si dari tempat kedudukan \ ditunjukkan seperti
pada ,ambar berikut.
1entukan dua titik van, fasenva sama.
2. lnterferensi van, dapat men,hasilkan ,elomban,
stasioner dapat diperoleh dari percobaan Melde. Apa-
kah van, dimaksud den,an ,elomban, stasioner'
Jelaskan den,an memper,unakan ,ambar.
3. Seutas tali den,an panjan, AB, di,etarkan harmonik
selama 1 s di ujun, A, sehin,,a men,hasilkan
,elomban, transversal berjalan den,an kecepatan
6O m/s. lrekuensi ,elomban, 1O Hz dan amplitudonva
2 cm. 1itik B berada 5 m dari A. Jika A mulai di,erak-
kan ke atas, hitun,lah:
a. simpan,an di B,
b. fase di B.
1. Persamaan sebuah ,elomban, transversal berjalan
adalah

2
sin6O 1O ,
O, O1
:
, \ ~ den,an , dan \ di-
nvatakan dalam satuan m dan : dinvatakan dalam
satuan s. Hitun,lah:
a. amplitudonva,
b. panjan, ,elomban,nva,
c. cepat rambatnva,
d. periodenva.
5. Persamaan ,elomban, lon,itudinal berjalan dalam
batan, adalah , :
\
~ ~
~

1O 3 1OO
17 OOO
7
sin .
.
, , dan
\ dalam cm dan : dalam s. Hitun,lah besar:
a. amplitudo ,elomban,,
b. panjan, ,elomban,,
c. cepat rambat ,elomban,,
d. periode ,elomban,.
6. Diketahui, persamaan ,elomban, berjalan
, :
\
~

1 2OO
17
sin

, den,an , dan \ dinvatakan
dalam satuan cm dan : dinvatakan dalam satuan s.
1entukan nilai dari:
a. frekuensi ,elomban,,
b. panjan, ,elomban,,
c. cepat rambat ,elomban, tersebut.
7. Sebuah ,elomban, berjalan dari titik A ke titik B
den,an amplitudo 1 cm dan periode O,2 sekon. Jarak
AB ~ 1O cm. Jika besar cepat rambat ,elomban,
tersebut 2,5 m/s, tentukan:
a. selisih fase A dan B,
b. simpan,an di B saat titik A melalui kedudukan
seimban,nva.
o. Sebuah ,elomban, stasioner dibentuk dari interferensi
dua buah ,elomban,, van, masin,-masin, memiliki
amplitudo ~ cm, bilan,an ,elomban, | ~
2
[
| j
\ )
/cm,
dan frekuensi sudut c 1O rad/s.
a. Hitun, jarak antara dua perut ,elomban, van,
berurutan.
b. Berapa amplitudo ,elomban, stasioner di
\ ~ O,25 cm'
9. Sebuah sumber bunvi berfrekuensi 6OO Hz ber,erak
den,an kecepatan 2O m/s mendekati seoran,
pen,amat van, diam. 1entukan frekuensi van,
diden,ar oleh pen,amat, jika:
a. tidak ada an,in,
b. terdapat an,in van, ber,erak den,an kecepatan
1O m/s, searah den,an arah sumber bunvi,
c. terdapat an,in van, ber,erak den,an kecepatan
1O m/s, berlawanan den,an arah ,erak sumber
bunvi'
1O. Sebuah mobil van, ber,erak den,an kecepatan
2O m/s. Pada arah berlawanan ber,erak mobil
ambulans den,an kecepatan 16 m/s. Ambulans mem-
bunvikan sirine sehin,,a terden,ar bunvi sirine
berfrekuensi oOO Hz. 1entukan frekuensi sirine van,
terden,ar oleh pen,emudi mobil tersebut, jika an,in
bertiup den,an kecepatan 5 m/s
a. searah ,erak ambulans,
b. searah ,erak mobil.
Gelombang Cahaya 31
A. Interferensi
Cahaya
B. Difraksi Cahaya
C. Polarisasi Cahaya
mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang cahaya;
menerapkan konsep dan prinsip gelombang cahaya dalam teknologi.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.
Hasil yang harus Anda capai:
31
Gelombang Cahaya
lenomena-fenomena tentan, cahava serin, Anda jumpai dalam
kehidupan sehari-hari. Ketika turun hujan pada sian, hari, kadan,-
kadan, kita dapat menikmati indahnva pelan,i van, men,hiasi cerahnva
lan,it. Apakah sebenarnva pelan,i itu'
Cahava merupakan ,elomban, elektroma,netik. Pada Bab 1 Anda
telah mempelajari ,elomban, mekanik, misalnva ,elomban, air dan
,elomban, tali. Apakah perbedaan antara ,elomban, elektroma,netik
dan ,elomban, mekanik'
Manusia telah memanfaatkan ,elomban, elektroma,netik dalam
bidan, transportasi, astronomi, militer, dan ,eo,rafi. 1ahukah Anda
ba,aimana ,ejala dan ciri-ciri ,elomban, elektroma,netik khususnva
cahava serta penerapannva' Jawaban atas pertanvaan-pertanvaan tersebut
dapat Anda temukan pada bab ini. leh karena itu, pelajari bab ini
den,an baik.
Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang banyak
digunakan untuk kepentingan teknologi komunikasi.
Bab
2
Sumber: Physics Today, 1995
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 32
A B C
gelombang
datang
S
2
S
1
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
S
0
Gambar 2.1
Interferensi pada celah
ganda Young
A. Interferensi Cahaya
n:erjerens| adalah er|s:|uc enc|uncn Juc e|m|cn c:cu |e||| ,cn
||eren. |eren artinva ,elomban, memiliki jre|uens| scmc dan |eJc
jcsen,c :e:c. Seperti van, telah dibahas pada pembahasan ,elomban,
bahwa ,elomban, cahava bersifat seperti halnva ,elomban, bunvi vaitu
dapat berinterferensi. leh karena itu, untuk mendapatkan interferensi
cahava pun diperlukan sumber cahava van, koheren, vaitu sumber cahava
van, memiliki frekuensi sama dan beda fase tetap. Sumber cahava van,
koheren dapat diamati melalui percobaan van, dilakukan oleh Young
dan Iresnell.
1. Percobaan Young dan Fresnell
a. Percobaan Celah Ganda Young
Percobaan ini dilakukan oleh Young den,an men,,unakan dua pen,-
halan,. Pen,halan, pertama memiliki satu luban, kecil dan pen,halan,
kedua dilen,kapi den,an dua luban, kecil. Perhatikan Cambar 2.1.
Sinar monokromatis diperoleh dari lampu seba,ai sumber cahava van,
memancar melalui celah S. Kemudian, sinar dari celah S dipancarkan ke
pen,halan, kedua. Dua celah pada pen,halan, kedua, vaitu S
1
dan S
2
van, dipasan, sejajar den,an S akan berfun,si seba,ai pemancar sinar-
sinar koheren. Kedua berkas dari celah-celah S
1
dan S
2
ini berinterferensi
pada lavar C. Hasil interferensi berupa ,aris teran, dan ,aris ,elap.
b. Percobaan Fresnell
Den,an men,,unakan sebuah sumber cahava S, Iresnell memperoleh
dua sumber cahava S
1
dan S
2
van, koheren dari hasil pemantulan dua
cermin. Perhatikan Cambar 2.2.
Gambar 2.2
Percobaan Fresnell untuk
menunjukkan interferensi cahaya.
C
1
S
1
O
P
C
2
S
2
S
Tokoh
Augustine Fresnell
(17881827)
Augustine Fresnell (17881827)
adalah fisikawan Prancis yang
mengembangkan teori gelombang
transversal cahaya berdasarkan hasil
penemuannya tentang lensa dan
interferensi. Fresnell
memperlihatkan bahwa cahaya
matahari terdiri atas bermacam-
macam warna cahaya, yang setiap
warna memiliki sudut bias tertentu.
Ia juga menemukan sebuah bentuk
lensa yang pada kedua
permukaannya berbentuk cembung.
Bentuk lensa ini dikenal sebagai
lensa cembung. Lensa ini memiliki
sifat mengumpulkan cahaya.
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Sebelum mempelajari konsep Celombang Caha,a, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Apakah van, dimaksud den,an ,elomban, elektro-
ma,netik'
2. Apakah cahava termasuk ,elomban, elektroma,netik'
3. Berapakah kecepatan cahava dalam ruan, hampa'
1. Sebutkan sifat-sifat ,elomban, cahava.
Gelombang Cahaya 33
C B
P
r
2
S
2
S
1
r
1
d
y
D
b
r
2
S
2
r
1
0
S
1
0
0
0
Gambar 2.3
(a) Sinar gelombang dari celah S
1
dan S
2
berinterferensi di titik P.
(b) Untuk D d, r
1
dan r
2
dianggap
sejajar dan membentuk sudut 0
terhadap sumbu tengah.
Pada Cambar 2.2 tersebut dapat dilihat bahwa S adalah sumber sinar
monokromatis. S
1
dan S
2
adalah bavan,an dari S oleh cermin C
1
dan C
2
.
Den,an demikian, sinar-sinar van, datan, pada lavar seolah-olah berasal
dari S
1
dan S
2
. Oelomban, cahava dari S
1
dan S
2
ini akan salin,
berinterferensi pada lavar dan hasilnva ber,antun, pada selisih dari lintasan
kedua sinar itu. Perlu Anda ketahui, jika kedua sumber cahava memiliki
amplitudo van, sama pada tempat terjadinva inteferensi minimum, akan
terbentuk ,aris ,elap. Sebaliknva, jika amplitudo tidak sama, interferensi
minimumnva tidak ,elap sama sekali.
Perhatikan Cambar 2.3, ,elomban, cahava datan, menuju celah S
1
dan celah S
2
van, terletak pada bidan, B. Cahava tersebut terdifraksi oleh
kedua celah tersebut dan men,hasilkan pola interferensi pada lavar C.
Kita dapat menentukan di mana setiap pita teran, atau pita ,elap
terletak pada lavar den,an memberikan sudut 0 dari sumbu ten,ah
terhadap ,aris ,elap atau ,aris teran, tersebut. Untuk menentukan
besarnva 0 , kita harus men,hubun,kannva den,an L A . Perhatikan
Cambar 2.3(b). 1itik | merupakan sebuah titik van, terletak pada r,
sedemikian rupa sehin,,a jarak b ke P sama den,an S
2
ke P. den,an
demikian, L A sama den,an jarak dari S
1
ke |. Hubun,an antara jarak
dari S
1
ke | dan 0 ini san,at rumit. Namun, kita dapat menvederhana-
kannva den,an men,an,,ap bahwa susunan jarak celah terhadap lavar
(D) jauh lebih besar daripada jarak antara kedua celah (J). Dari ,ambar,
terlihat bahwa sinar ,elomban, r
1
dan r
2
adalah sejajar dan membentuk
sudut 0 terhadap sumber pusat. Perhatikan Cambar 2.3(b). 1ernvata,
sudut S
1
S
2
| ~0 van, dibentuk oleh sumbu pusat dan sumbu r
1
. Den,an
demikian, kita dapat den,an mudah menentukan bahwa
sin
L
J
0
A

sin L J 0 A (2-1)
Persamaan (2-1) merupakan persamaan untuk menentukan jarak
tempuh antara sinar r
1
dan r
2
terhadap P. Untuk interferensi maksimum
(interferensi konstruktif), telah diketahui bahwa L A pasti nol atau
bilan,an ,enap dari panjan, ,elomban,. Persamaan (2-1) dapat ditulis
seba,ai berikut.
(a)
(b)
b
AL
Pembahasan Soal
Seberkas cahaya monokromatis
dijatuhkan pada dua celah sempit
vertikal berdekatan dengan jarak
d = 0,01 mm. Pola interferensi
yang terjadi ditangkap layar pada
jarak 20 cm dari celah. Diketahui
bahwa jarak antara garis gelap
pertama sebelah kiri ke garis gelap
sebelah kanan adalah 7,2 mm.
Panjang gelombang cahaya
tersebut adalah ....
a. 180 nm d. 720 nm
b. 270 nm e. 1.800 nm
c. 360 nm
SPMB 2003
Pembahasan:
Jarak pola gelap ke-1 ke pusat
adalah
~
~

3
3 7,2 10 m
3, 6 10 m
2
y
Dari soal diketahui:
m = 1; d = 10
5
m; D = 0,2 m
sehingga

~
1
2
yd
m
D


~
1
2
yd
D m

~ ~

3 5
3, 6 10 m 10 m
1
0,2m
2

~ ~

3 5
3, 6 10 m 10 m
1
0,2m
2

~

7
3, 6 10 m = 360 nm
Jawaban: c
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 34
sin L J m 0 A (2-2)
den,an m ~ O, 1, 2, 3, .... Untuk teran, pusat, kita memberikan m ~ O,
pita teran, pertama m ~ 2, dan seterusnva.
Adapun untuk interferensi minimum (interferensi destruktif),
L A pasti bilan,an ,anjil kali seten,ah ,elomban, Persamaan (2-1) dapat
dituliskan seba,ai berikut.
1
sin
2
L J m 0
[
A ~
| j
\ )
(2-3)
den,an m ~ O, 1, 2, 3, ....
Untuk ,elap pertama, kita memberikan m ~ O, pita ,elap kedua m ~ 1,
dan seterusnva.
2. Menentukan Jarak Pita Terang ke-m atau Pita Gelap ke-m
dari Terang Pusat
Pada pembahasan sebelumnva, telah disebutkan bahwa pola
interferensi pada lavar berupa pita teran, dan pita ,elap. Perhatikan
Cambar 2.1. Kita dapat menentukan kedudukan pita teran, ke-m atau
pita ,elap ke-m pada lavar. Perhatikan kembali Cambar 2.3(a). leh
karena D jauh lebih besar daripada J (DJ), sudut 0 bernilai san,at
kecil. Untuk sudut van, san,at kecil akan berlaku sin 0 - tan0 . Dari
Cambar 2.3(a), kita dapat menentukan bahwa
sin tan
,
D
0 0 -
(2-1)
Untuk pita teran,, masukkan Persamaan (2-4) ke Persamaan (2-2)
sehin,,a diperoleh:
,J
m
D

(2-5)
Untuk pita ,elap, masukkan Persamaan (2-4) ke Persamaan (2-3)
sehin,,a diperoleh.
1
2
,J
m
D

[
~
| j
\ )
(2-6)
Keteran,an:
J ~ jarak antarcelah pada lavar
, ~ jarak teran,/,elap ke-m dari pusat
D ~ jarak lavar ke celah

~ panjan, ,elomban, cahava


Dalam hal ini, m ~ O, 1, 2, 3, ....
Tantangan
untuk Anda
Seberkas cahaya monokromatis
dijatuhkan pada dua celah sempit
vertikal berdekatan dengan jarak
d = 0,01 mm. Pola interferensi yang
terjadi ditangkap pada jarak 20 cm
dari celah. Diketahui bahwa jarak
antara garis gelap pertama di
sebelah kiri ke garis gelap pertama
di sebelah kanan adalah 7,2 mm.
Hitunglah panjang gelombang
berkas cahaya tersebut.
Gelombang Cahaya 35
Untuk menentukan panjan, ,elomban, sinar van, dipancarkan oleh lampu pijar
natrium, sinar ini dilewatkan pada dua celah van, berjarak O,5 mm. Pada jarak 1 meter
dari celah dipasan, lavar. Jika hasil interferensi pada lavar diperoleh jarak ,aris teran,
pusat sampai den,an kelima adalah 6 mm, berapakah panjan, ,elomban, sinar natrium
tersebut'
]awab:
Diketahui: J ~ O,5 mm ~ 5 1O
-1
m, , ~ 6 mm ~ 6 1O
-3
m,
m~ 5, D~ 1 m.
mk ~
,J
D
5 ~

3 1
6 1O m 5 1O m
1
~ ~

~ 6 1O
-7
~ 6.OOO A
Jadi, panjan, ,elomban, sinar natrium adalah 6.OOO A.
Contoh 2.1
Pada sebuah percobaan interferensi di,unakan dua celah sempit. Jarak antara kedua
celah itu 2 mm dan diletakkan pada jarak 2 m ke lavar, ,aris ,elap pertama dari pusat
van, jaraknva O,3 mm. Hitun,lah panjan, ,elomban, cahavanva.
]awab:
J ~ 2 mm ~ 2 1O
-3
m
m ~ 1
D ~ 2 m
, ~ O,3 mm ~ 3 1O
-1
m (interferensi ,elap)
Dari Persamaan (2-6) diperoleh
,J
D
~ (2 m - 1)
1
2
=

1 3
3 1O m 2 1O m
2 m
~ ~

~ (2 (1) - 1)
1
2

3 1O
-7
m ~
1
2

= ~ 6 1O
-7
m ~ 6.OOO A
Jadi, panjan, ,elomban, cahavanva adalah 6.OOO A.
Contoh 2.2
3. Interferensi oleh Lapisan Tipis
Pemantulan cahava matahari oleh ermu|ccn m|n,c| van, dicampur
den,an air akan memperlihatkan ,aris-,aris berwarna pada minvak.
Spektrum warna ini memperlihatkan adanva er|s:|uc |n:erjerens| oleh
lapisan minvak van, tipis itu. lnterferensi tersebut dapat berupa interferensi
maksimum maupun interferensi minimum. lnterferensi antara ,elomban,
van, dipantulkan oleh lapisan tipis ditunjukkan pada Cambar 2.4.
Seberkas sinar datan, men,enai lapisan tipis den,an sudut datan, |
akan dibiaskan dan seba,ian la,i dipantulkan kembali ke permukaan.
Sinar van, dipantulkan dilewatkan pada sebuah lensa positif dan
difokuskan di titik P. Berkas cahava di titik P merupakan hasil interferensi
berkas cahava (1) dan (2), den,an (1) adalah berkas cahava van,
dipantulkan lan,sun, dan (2) adalah berkas cahava van, men,alami
pembiasan terlebih dahulu, kemudian dipantulkan.
Gambar 2.4
Interferensi oleh lapisan tipis.
P
D
A
B
C
i
d
n
r
lensa
lapisan
tipis
(1)
(2)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 36
Selisih lintasan optik van, ditempuh oleh sinar datan, hin,,a
menjadi sinar pantul ke-1 dan sinar pantul ke-2 adalah
S A ~ S
2
- S
1
~ n(AB BC) - -D ~ n(2 AB) - AD.
den,an n adalah indeks bias lapisan tipis dan AB ~ BC. Misalkan tebal
lapisan adalah J, maka J ~ - cos r sehin,,a
AB ~
cos
J
r
dan AD ~ AC sin | den,an AC ~ 2J tan r, sehin,,a
S A ~ 2n

cos
J
r
- (2J tan r) sin | ~

2
cos
nJ
r
-
2 sin sin
cos
J r |
r
Den,an men,,unakan Hukum Snellius tentan, pembiasan cahava,
vakni n sin r ~ sin | diperoleh selisih jarak tempuh kedua sinar menjadi
S A ~
2
cos
nJ
r
-
2
2 sin
cos
nJ r
r
~
2
cos
nJ
r
(1 - sin
2
r) ~
2
cos
nJ
r
(cos
2
r)
S A ~ 2n J cos r (2-7)
Supava terjadi interferensi maksimum di titik P, S A harus merupa-
kan kelipatan dari panjan, ,elomban, . Akan tetapi, sinar pantul di B
men,alami perubahan fase
1
2
, maka S A akan menjadi:
S A ~

1
2
|
atau S A ~ (2| 1)
1
2

(2-o)
lnterferensi maksimum sinar pantul pada lapisan tipis akan memenuhi
persamaan
2nJ cos r ~ (2| 1)
1
2

(2-9)
den,an |~ O, 1, 2, 3...
Persamaan (2-7) berlaku untuk indeks bias lapisan tipis lebih besar
dari 1 atau n > 1.
Adapun untuk memperoleh interferensi minimum, kedua sinar pantul
harus memiliki beda fase
1
2
maka
S A ~

1 1
1
2 2
~
,

1 1
2
2 2
~
,

1 1
3
2 2
~
S A ~ O, , 2 , 3 , .... ~ |
lnterferensi minimum dalam arah pantul memenuhi persamaan
S A ~ 2nJ cos r dan S A ~|
atau
S A ~ 2nJ cos r ~| (2-1O)
den,an: n ~ indeks bias
dan memenuhi svarat n
1
< n
2
dan n
2
> n
3
atau n
1
> n
2
dan n
2
< n
3
.
Gambar 2.7
Interferensi oleh lapisan minyak
yang tipis.
Sumber: www.instckphoto.com
Gambar 2.6
Interferensi oleh lapisan
busa sabun yang tipis.
Sumber: www.funsci.com
1entukan tebal lapisan minimum van, dibutuhkan supava terjadi interferensi pada sebuah
lapisan tipis van, memiliki indeks bias
3
2
den,an panjan, ,elomban, 1.OOO A.
Contoh 2.3
Gambar 2.5
Interferensi oleh busa sabun.
Sumber: www.designprodygzone.com
Gelombang Cahaya 37
Tugas Anda 2.1
Coba Anda perhatikan kembali
Gambar 2.5. Gelembung tersebut
sebenarnya berwarna-warni.
Mengapa demikian? Anda dapat
mencari jawabannya dari buku
referensi atau internet.
]awab:
lnterferensi maksimum pada lapisan tipis memenuhi persamaan:
2nJ cos r ~ (2| 1)
1
2

= J ~

1
2 1
2
2 cos
|
n r

Supava tebal lapisan minimum (setipis-tipisnva) maka
| ~ 1 dan cos r ~ 1 sehin,,a diperoleh:
J ~




1
2 1 1.OOOA
2
3
2 1
2
~
6
12
(1.OOOA) ~ 2.OOO A
Jadi, tebal lapisan tipis van, dibutuhkan adalah 2.OOO A.
1entukan panjan, ,elomban, sinar van, di,unakan jika terjadi interferensi minimum
orde kedua dari lapisan tipis di udara den,an ketebalan 1.OOO nm, sudut bias 15, dan
indeks bias lapisan 1,3.
]awab:
Den,an men,,unakan Persamaan (2-10), diperoleh
2nJ cos r ~ |
(2)(1,3)(1.OOO nm) cos 15 ~
2

~ 919 nm
Jadi, panjan, ,elomban, van, di,unakan adalah 919 nm.
Contoh 2.4
Kata Kunci
interferensi
sinar monokromatis
interferensi maksimum
interferensi minimum
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Apa van, dimaksud interfensi cahava'
2. Sebuah celah ,anda berjarak 5 mm di belakan, celah
dan pada jarak 2 meter diletakkan sebuah lavar. Celah
disinari dua sinar monokromatis den,an panjan,
,elomban, 175 nm dan 6OO nm. Berapakah jarak ,aris
teran, orde keempat kedua sinar pada lavar'
3. Seberkas cahava melewati dua celah sempit van, satu
sama lain berjarak 1 mm. Jarak celah ke lavar 1 meter
dan jarak antara dua ,aris teran, pada lavar adalah
1,5 1O
-2
cm. Berapakah panjan, ,elomban, cahava
van, di,unakan'
1. Untuk men,ukur panjan, sinar merah dilakukan
percobaan seba,ai berikut.
Sinar biru den,an panjan, ,elomban, 16O nm
dijatuhkan te,ak lurus pada celah ,anda. Pola
interferensi terjadi pada lavar van, berjarak 2 m dari
celah. Oaris teran, orde pertama berjarak 1,6 mm dari
,aris teran, pusat. Setelah itu, sinar merah dijatuhkan
pada celah. 1ernvata, ,aris teran, orde pertama berjarak
6,5 mm dari ,aris teran, pusat. 1entukanlah panjan,
,elomban, sinar merah itu.
5. Sebuah lapisan tipis memiliki indeks bias 1/3 di,unakan
untuk melihat ,ejala interferensi. Jika panjan,
,elomban,nva 1.OOO A, tentukan tebal minimum
lapisan tersebut supava terjadi interferensi.
B. Difraksi Cahaya
Pada pelajaran ,etaran dan ,elomban, di Kelas X telah dibahas bahwa
,elomban, air van, melewati sebuah pen,halan, den,an sebuah celah
sempit akan men,alami lenturan. Oelomban, van, datan, dapat berbelok
setelah melalui celah tersebut. Pembelokan ,elomban, van, disebabkan
oleh adanva pen,halan, berupa celah disebut difraksi ,elomban,. Sama
halnva den,an ,elomban,, cahava van, dilewatkan pada sebuah celah
sempit ju,a akan men,alami lenturan.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 38
Difraksi cahava terjadi ju,a pada celah sempit van, terpisah sejajar
satu sama lain pada jarak van, sama. Celah sempit van, demikian
disebut ||s| J|jrc|s|. Kisi adalah kepin,an kaca van, di,ores menurut
,aris sejajar dan banvak jumlahnva. Jarak antara dua celah disebut
tetapan kisi (J).
1. Difraksi Celah Tunggal
Difraksi pada celah tun,,al akan men,hasilkan pola ,aris teran,
dan ,elap pada lavar. Celah tun,,al dapat dian,,ap terdiri atas beberapa
celah sempit van, dibatasi titik-titik dan setiap celah itu merupakan
sumber cahava sehin,,a satu sama lainnva dapat berinterferensi.
Perhatikan Cambar 2.S.
Untuk men,analisis pola difraksi, celah pada Cambar 2.S diba,i
dua ba,ian. Perhatikan ,elomban, 1 dan 3. Oelomban, 1 menempuh
lintasan van, lebih jauh sebesar sin
2
J
0 daripada ,elomban, 3. Sama
halnva den,an ,elomban, 2 dan 1 van, memiliki beda lintasan sebesar
sin
2
J
0 . lnterferensi minimum van, men,hasilkan ,aris ,elap terjadi jika
kedua ,elomban, berbeda fase 1oO atau beda lintasannva sama den,an
1
2
panjan, ,elomban,.
sin
2
J
0 ~
2

= sin
J

0
Jika celah diba,i empat ba,ian, didapat ,aris ,elap ketika
2
sin sin
1 2
J
J

0 0 =
Hal serupa den,an itu, jika telah diba,i enam ba,ian, didapat ,aris
,elap ketika
3
sin sin
6 2
J
J

0 0 =
Secara umum dapat dinvatakan bahwa pita ,elap ke-| terjadi jika
sin
|
J

0
(2-11)
Keteran,an:
J ~ lebar celah
0 ~ sudut simpan, (deviasi)
| ~ 1, 2, 3, ...
Untuk | ~ O atau 0 ~ O terjadi maksimum utama (pita teran,
ten,ah) seperti diperlihatkan pada Cambar 2.9.
Gambar 2.9
Maksimum utama terjadi
untuk k = 0 atau 0 = 0.
maksimum
utama
Den,an men,,unakan pen,halan, celah tun,,al pada lavar tampak pola difraksi
,aris teran, pusat dan ,aris ,elap keempat membentuk sudut 15 terhadap ,aris normal.
Jika cahava van, di,unakan memiliki panjan, ,elomban, 6.OOO A, tentukan lebar
celah van, di,unakan.
Contoh 2.5
Gambar 2.8
Difraksi cahaya pada celah tunggal.
d
5
4
3
2
1
0
2
d
2
d
0 sin
2
d

Gelombang Cahaya 39
garis gelap
terang
d
0

pusat
Q
P
Untuk mendapatkan pola difraksi maksimum, beda lintasan dari inter-
ferensi minimum harus dikuran,i den,an
1
2

. leh karena kedua cahava


sefase, beda fase keduanva menjadi 36O. Dua ,elomban, den,an beda
fase 1 atau beda sudut fase 36O disebut ju,a sefase. Persamaan interferensi
maksimum dari pola difraksinva akan menjadi
1
sin
2
J | 0 ~

1
sin
2
J | 0 ~
atau

1
sin 2 1
2
J | 0 ~
(2-12)
(2| - 1) adalah bilan,an ,anjil, | ~ 1, 2, 3, 1, ....
]awab:
Den,an men,,unakan Persamaan (2-11), diperoleh
sin J | 0
J sin 15 ~ (1)(6.OOOA) maka J
1
2
2
~ 21.OOO
J ~
21.OOO
1
2
2
~ 31.OOOA
Jadi, lebar celahnva adalah 31.OOO A.
1entukan lebar celah minimum van, dibutuhkan pada difraksi celah tun,,al, jika
diin,inkan sudut difraksinva 15 dan panjan, ,elomban, van, di,unakan 6OO nm
untuk pola difraksi maksimum.
]awab:
Den,an men,,unakan Persamaan (2-12), diperoleh

1
sin 2 1
2
J | 0 ~



~

1
2 1 1 6OO nm
2 3OO 6OO
nm nm 3OO 2 nm
sin 15 1
2
2
2
J
Jadi, lebar celah minimum adalah 3OO 2 nm.
Pembahasan Soal
Suatu berkas sinar sejajar mengenai
celah yang lebarnya 0,4 mm secara
tegak lurus. Di belakang celah diberi
lensa positif dengan jarak titik api
40 cm. Garis terang pusat (orde nol)
dengan garis gelap pertama pada
layar di bidang titik api lensa
berjarak 0,56 mm. Panjang
gelombang sinar adalah ....
a. 6,4 10
7
m
b. 6,0 10
7
m
c. 5,2 10
7
m
d. 5,6 10
7
m
e. 0,4 10
7
m
PPI 1983
Pembahasan:
Jarak titik api = jarak celah ke
layar = = 40 cm.
Gelap pertama m = 1

dp
m


~ ~


3 3
0, 4 10 m 0,5 10 m
1
0, 4 m
= 5,6 10
7
m
Jawaban: d
Contoh 2.6
2. Difraksi pada Kisi
Difraksi cahava terjadi pula pada cahava van, melalui banvak celah
sempit, den,an jarak celah sama. Celah sempit van, demikian disebut
kisi difraksi atau disin,kat kisi. Semakin banvak celah pada sebuah kisi,
semakin tajam pola difraksi van, dihasilkan pada lavar. Misalnva, pada
daerah selebar 2 cm terdapat 5.OOO celah. Artinva, kisi tersebut terdiri
atas 5.OOO celah/2 cm atau 2.5OO celah/cm. Den,an demikian, jarak
Gambar 2.10
Difraksi pada kisi
B
B
1
A
d
C
D
G
F
E
T
M
P
K

antarcelah adalah
1
2.5OO
cm ~ 1 1O
-1
cm. Perhatikan Cambar 2.10.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 40
Gambar 2.12
Difraksi minimum kedua
untuk N banyak celah.
Gambar 2.13
Difraksi cahaya putih akan
menghasilkan pola berupa
pita-pita spektrum.
cahaya
putih
kisi
difraksi
m
e
r
a
h
m
e
r
a
h
m
e
r
a
h
m
e
r
a
h
b
ir
u
b
ir
u
b
i
r
u
b
i
r
u
spektrum
orde ke 2
spektrum
orde ke-1
spektrum
orde ke-0
(putih)
spektrum
orde ke-1
spektrum
orde ke-2
Sebuah kisi den,an 5.OOO ,aris/cm, dilewatkan cahava te,ak lurus den,an panjan,
,elomban, . Oaris teran, difraksi orde pertama membentuk sudut 6O terhadap ,aris
normal (maksimum utama). 1entukanlah panjan, ,elomban, ( ).
]awab:
Diketahui :
J ~
1
5.OOO
,aris/cm ~ 2 1O
-1
cm, sin 6O ~
1
3
2
, | ~ 1.
Den,an men,,unakan Persaman (2-12), diperoleh
sin J | 0
(2 1O
-1

cm)
1
3
2
~ (1) = ~ 1,7 1O
-1
cm
~ 17.OOO A
Jadi, panjan, ,elomban, van, di,unakan adalah 17.OOO A.
Cambar 2.10 memperlihatkan seberkas sinar monokromatis van,
dilewatkan pada sebuah kisi dan men,hasilkan pola difraksi pada lavar
T. Pola difraksi berupa ,aris teran, dan ,aris ,elap secara ber,antian.
Difraksi maksimum terjadi jika pada lavar tampak ,aris-,aris teran,. Beda
lintasan van, dilewati cahava van, datan, dari dua celah berdekatan
adalah O, 1 , 2 , 3 , ... atau bilan,an cacah kali panjan, ,elomban,nva.
Pola difraksi maksimum utama pada kisi adalah
sin J | 0
di mana | adalah orde difraksi dan J adalah jarak antarcelah atau tetapan
kisi.
Difraksi minimum di antara 2 maksimum terjadi jika pada lavar tampak
,aris-,aris ,elap, dan minimum pertama sesudah maksimum ke-| terjadi
jika

1
sin J |
|
0 ju,a minimum kedua, jika

2
sin . J |
|
0
Seba,ai contoh, untuk | ~ 2 celah diperoleh Cambar 2.11, sedan,-
kan untuk | banvak celah diperoleh Cambar 2.12.
Cambar 2.13 memperlihatkan cahava polikromatik pada celah ''O''
van, merupakan cahava putih. Sinar putih polikromatik terdiri atas
berba,ai warna den,an panjan, ,elomban, terkecil warna un,u dan
terbesar warna merah. Den,an demikan, warna van, terdekat den,an O
adalah warna un,u dan van, terjauh adalah warna merah van, merupakan
spektrum warna len,kap, vaitu un,u, biru, hijau, kunin,, jin,,a, dan
merah. Setiap orde difraksi menunjukkan spektrum warna.
Contoh 2.7
Pernahkah Anda melihat pelan,i' Pelan,i merupakan salah satu ,ejala alam seba,ai
hasil difraksi. 1u,as Anda, kumpulkan informasi men,enai terjadinva pelan,i,
kemudian presentasikan tulisan Anda di depan kelas.
Mari Mencari Tahu
Gambar 2.11
Difraksi minimum kedua
untuk N = 2 celah.
m = 2 m = 1
2


1
1
3


2
1
3
0 sin d
m = 1 m = 0 m = 1 m = 2
0
0 sin d
2
Tantangan
untuk Anda
Tentukan daya urai sebuah celah
dengan diameter 2 mm, jarak celah
ke layar 1 meter dengan panjang
gelombang cahayanya 590 nm.
intensitas
Gelombang Cahaya 41
3. Daya Urai Optik
Dc,c urc| :|| adalah kemampuan sebuah lensa untuk memisahkan
bavan,an dari dua titik van, terpisah satu sama lain pada jarak minimum.
Kemampuan perbesaran alat-alat optik, misalnva lup, mikroskop, dan
teropon, dibatasi oleh dava urai lensa dan ju,a dibatasi oleh pola difraksi
van, terbentuk pada bavan,an benda itu.
Cambar 2.14 memperlihatkan bahwa bavan,an van, terjadi me-
rupakan pola difraksi van, disebabkan oleh cer:ur (luas sistem lensa
oleh alat-alat optik tersebut).
Pola difraksi van, dibentuk oleh sebuah celah bulat terdiri atas bentuk
teran, pusat van, dikelilin,i cincin teran, dan ,elap. Salah seoran,
ilmuwan, Lord Ra,leigh menvimpulkan bahwa dua buah titik sumber
van, teran,nva sama akan terlihat terpisah jika maksimum sentral atau
pusat-pusat dari pola difraksi van, satu bertepatan letaknva den,an
minimum pertama dari pola difraksi titik van, lain. Pola tersebut dapat
dijelaskan den,an men,,unakan Cambar 2.15.
Jari-jari lin,karan teran, (r) van, terbentuk dapat diartikan dava
pisah pola difraksi van, terbatas. Jika cahava melalui ruan, hampa atau
udara, dava urai dari celah lin,karan dapat ditentukan den,an persamaan
1, 22 r
D


(2-13)
Menurut Ra,leigh dan ]eans, kriteria jarak antara kedua maksimum
tersebut palin, kecil sama den,an jari-jari lin,karan teran,. Maksimum
van, kedua jatuh pada minimum van, pertama, atau jarak sudut antara
kedua pusat bavan,an, vaitu
sin 1, 22
r
D

(2-11)
Untuk sudut van, kecil,
1, 22
r
D

(2-15)
Keteran,an:
r ~ dava urai (m)

~ jarak benda dari lensa (m)


~ panjan, ,elomban, cahava (m)
D ~ diameter bukaan lensa (m)
0 ~ sudut deviasi
Gambar 2.14
Bayangan dari optik fisis dua benda
yang berdekatan karena (a) beririsan
dan (b) terpisah dengan baik.

Gambar 2.15
Lukisan sinar dari sumber cahaya
dari sebuah celah bulat.
D
celah bulat pola difraksi
r
cahaya sumber datang
0

2
s
1
s
2
L
D 0
Contoh 2.8
Ketika diameter mata diperbesar sampai 5 mm, berapa jarak minimum antara dua
sumber titik van, masih dapat dibedakan oleh mata pada jarak oO cm dari mata'
Panjan, ,elomban, cahava di udara 6OO nm dan indeks bias mata
1
3
.
Perhatikan ,ambar berikut.
Merak jantan dengan bulu-bulu
ekornya yang berwarna-warni dan
berukuran lebar menyebabkan
lebih kelihatan menarik dibanding
merak betina. Keindahan bulu
merak tersebut merupakan contoh
efek difraksi gelombang cahaya
oleh bulu merak.
Male with the largest or most colorful
adornments are often the most
attractive to females. The extraordinary
feathers of a peacocks tail are an
example of diffraction effect of
peacocks tail light wakes.
Sumber: Biology Concepts & Connections,
2006
Informasi
untuk Anda
Information for You
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 42
1. Celah tun,,al selebar O,2 mm disinari cahava van,
panjan, ,elomban,nva o.OOOA. Pola difraksi ditan,kap
pada lavar van, jaraknva 5O cm dari celah. 1entukan
jarak antara ,aris ,elap keti,a dan ,aris teran, pusat
(untuk sudut 0 van, kecil, sin tan 0 0 - ).
2. Berapa lebar celah tun,,al van, diperlukan supava
dapat terjadi interferensi maksimum orde keti,a den,an
sudut difraksi 3O dari seberkas sinar monokromatis van,
memiliki panjan, ,elomban, 6.1OO A'
3. 1entukanlah dava urai sebuah celah den,an diameter
2 mm dan jarak celah ke lavar 1 meter den,an panjan,
,elomban, cahavanva 59O nm.
1. Jarak dua lampu mobil adalah 1,5 meter dan diameter
pupil mata seoran, anak 2 mm. Jika panjan, ,elomban,
cahava van, dipancarkan kedua lampu tersebut rata-
rata 5.5OO A, berapakah jarak mobil maksimum supava
nvala lampu itu masih dapat dipisahkan oleh mata'
5. Seoran, anak membuka mata lebar-lebar sehin,,a
diameter irisnva O,5 cm. Jika di,unakan sinar kunin,
den,an panjan, ,elomban, 5.9OO A, berapakah dava
pisah mata anak tersebut (dalam radian dan derajat)'
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
C. Polarisasi Cahaya
1. Polarisasi pada Kristal
Cahava van, hanva memiliki arah ,etaran tertentu disebut cahava
terpolarisasi. Bidan, tampak kedudukan arah ,etaran tertentu dari cahava
terpolarisasi disebut bidan, polarisasi. Jika sebuah cahava alamiah
dilewatkan pada sebuah kristal, arah cahava van, keluar dari kristal hanva
dalam satu arah saja sehin,,a disebut cahava terpolarisasi linear. Jika
kristal menverap seba,ian arah ,etarnva, kristal itu disebut J|c|r|c.
Perhatikan Cambar 2.16, cahava datan, misalnva sinar alami matahari
(tidak terpolarisasi) dilewatkan pada sebuah kristal. Komponen vertikal
diserap oleh kristal dan cahava van, diteruskan terpolarisasi linear.
Selain kristal, polaroid pun dapat membuat cahava terpolarisasi.
Cambar 2.17 memperlihatkan susunan dua kepin, polaroid sejajar.
Polaroid pertama disebut |cr|sc:r dan kepin, van, kedua disebut
cnc||sc:r.
Cahava van, keluar dari polaroid hanva memiliki satu arah ,etaran
tertentu atau cahava terpolarisasi karena arah ,etaran lainnva diserap.
Cambar 2.17(a) memperlihatkan polarisator dan analisator van, dipasan,
Kata Kunci
difraksi gelombang
kisi difraksi
sudut simpang (deviasi)
difraksi maksimum
difraksi celah tunggal
difraksi pada kisi
daya urai optik
apertur
]awab:
Diketahui: diameter lensa mata (D) 5 mm ~ 5 1O
-3
m, panjan, ,elomban, cahava
( )~ 6OO nm ~ 6 1O
-7
m, indeks bias mata n ~
1
3
.
Panjan, ,elomban, cahava ketika memasuki mata diperoleh den,an:

~
~

7
7
mata
6 1O
m 1, 5 1O m
1
3
u
n
Jarak titik (benda) ke lensa L ~ oO cm ~ O,o m.
Dava urai lensa mata dapat dihitun, (J
m
~ r)
J
m
~ r ~


1, 22 L
D

~

7
3
1, 22 1, 5 1O m O, o m
5 1O m
~
~

~ o,7o1O
-5
m.
Gambar 2.16
Cahaya tak terpolarisasi
dilewatkan pada sebuah kristal.
getaran
horizontal
diserap
sempurna
oleh polaroid
cahaya alami
yang datang
getaran vertikal
diserap
sebagian
cahaya diteruskan
terpolarisasi linear
Gelombang Cahaya 43
Gambar 2.17
(a) Polarisator dan analisator dipasang
sejajar sehingga cahaya yang
diteruskan di belakang analisator akan
terpolarisasi linear.
(b) Polarisator dan analisator dipasang
tegak lurus sehingga cahaya tidak
diteruskan oleh analisator.
polarisator analisator
sumber
cahaya
sumber
cahaya polarisator analisator
tidak ada
cahaya
cahaya yang
diteruskan
terpolarisasi
(a)
(b)
sejajar atau sama kedudukannva, cahava van, diteruskan terpolarisasi.
Pada Cambar 2.17(b), arah transmisi analisator te,ak lurus pada arah
transmisi polarisator, tidak ada ,etaran van, dapat diteruskan analisator
sehin,,a Anda tidak dapat melihat cahava.
Jika berkas cahava alamiah den,an intensitas
O
dilewatkan pada
sebuah polarisator ideal, intensitas cahava van, dilewatkan adalah 5O'
atau
O
1
2

. Akan tetapi, jika keduanva dipasan, bersilan,an, tidak ada


intensitas cahava van, dapat melewati analisator.
Analisator berfun,si dalam men,analisis sinar van, dilewatkan oleh
polarisator. Jika analisator diputar pada saat itu, mata melihat sinar teran,.
Sinar meredup pada saat polarisator dan analisator salin, te,ak lurus
dan tak ada cahava van, diteruskan. Menurut tienne Louis Malus
(1775-1o12), intensitas cahava van, dilewatkan polarisator adalah
1
~
O
1
2

. Jika sudut sumbu polarisator dan analisator adalah 0 , maka


intensitas cahava setelah melalui analisator adalah
2
~
1
cos
2
0 , sehin,,a
2
2 O
1
cos
2
0
(2-16)
Persamaan ini disebut ju,a Hukum Malus, den,an
2
adalah intensitas
cahava van, lewat analisator dan 0 adalah sudut antara polarisator dan
analisator. Satuan intensitas cahava adalah watt/m
2
.
Seberkas cahava alamiah dilewatkan pada dua kepin, kaca polaroid van, arah polarisasi
satu sama lain membentuk sudut 3O. Jika intensitas cahava alamiahnva adalah
1OO W/m
2
, tentukan intensitas cahava van, telah melewati kedua kaca polaroid
tersebut.
]awab:
Den,an men,,unakan Persamaan (2-16), diperoleh
2
2 O
1
cos
2
0

2
~
1
2
(1OO W/m
2
) cos
2
3O ~ (5O W/m
2
)

2
1
3
2
~ 37,5 W/m
2
Jadi, intensitas cahava van, dilewatkan adalah 37,5 W/m
2
.
Contoh 2.9
2. Polarisasi pada Pemantulan dan Pembiasan
Perhatikan Cambar 2.1S(b). Seberkas sinar datan, van, dilewatkan
pada permukaan bidan, batas dua medium van, indeks biasnva berbeda,
misalnva n
1
dan n
2
, seba,ian sinar dipantulkan dan seba,ian la,i dibiaskan.
Jika sinar pantul dan sinar bias salin, te,ak lurus (membentuk sudut
9O), sinar pantul berupa sinar terpolarisasi linear (polarisasi sempurna).
Pada saat itu sudut datan, disebut sudut polarisasi (

).
Sudut datan, ini disebut sudut polarisasi atau sudut reus:er. Cambar
2.1S(b) memperlihatkan sinar datan, pada bidan, batas. Seba,ian
dipantulkan dan seba,ian la,i dibiaskan. Sesuai den,an Hukum Snellius:
n
1
sin |

~ n
2
sin r, den,an r |

~ 9O atau r ~ 9O - |

maka dapat
dituliskan persamaannva, vaitu
n
1
sin |

~ n
2
sin (9O - |

) = n
1
sin |

~ n
2
cos |

=
2
1
n
n
~
sin
cos

|
|
Gambar 2.18
Polarisasi pada (a) pemantulan dan
(b) pembiasan.
(a)
terpolarisasi
cermin
i
p
(b)
n
1
n
2
i
p
r
terpolarisasi
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 44
2
1
tan

n
|
n

(2-17)
Den,an |

adalah sudut polarisasi atau sudut reus:er dan n


1
serta n
2
adalah indeks bias medium satu dan medium dua.
3. Polarisasi pada Pembiasan Ganda
Pada kristal kalsit (CaC
3
), kuarsa (Si
2
), mika, topas, dan es,
cahava dapat men,alami pembiasan ,anda karena memiliki dua nilai
indeks bias. Pada Cambar 2.19 tampak ada dua ba,ian sinar van,
dibiaskan. Sinar (1) tidak men,ikuti pembiasan menurut Hukum Snellius
atau disebut sinar istimewa, sinar (2) men,ikuti hukum pembiasan Snellius
atau disebut sinar bias.
4. Polarisasi karena Hamburan
Cahava van, datan, pada zat ,as akan men,alami polarisasi seba,ian.
llektron-elektron dalam partikel akan menverap dan memancarkan
kembali seba,ian dari cahava (Cambar 2.20). en,erccn Jcn emcn-
ccrcn |em|c|| cc|c,c |e| cr:||e| J|se|u: |cm|urcn. lan,it pada sian,
hari tampak berwarna biru karena peristiwa hamburan. Partikel-partikel
udara menverap sinar matahari dan memancarkannva kembali, terutama
sinar birunva. Pada pa,i dan sore hari, partikel-partikel udara akan
men,hamburkan lebih banvak cahava biru sehin,,a van, tersisa dari
cahava matahari adalah cahava merah. Bulan tidak memiliki atmosfer
sehin,,a tidak dapat men,hamburkan cahava matahari. leh karena
itu, atmosfer Bulan terlihat ,elap.
Jika cahava tidak terpolarisasi datan, pada suatu medium (,as),
cahava van, dihamburkan dapat terpolarisasi seba,ian atau seluruhnva.
Arah polarisasi sedemikian rupa sehin,,a te,ak lurus terhadap bidan,
van, dibentuk oleh ,aris sinar datan, dan ,aris pen,lihatan.
5. Pemutaran Bidang Polarisasi
Cambar 2.21 memperlihatkan sebuah |cr|me:er van, terdiri atas
dua buah polaroid van, dipasan, pada sebuah alat van, dilen,kapi den,an
skala derajat dan kotak larutan. Polaroid van, dekat den,an sumber
cahava disebut polarisator, dan van, lainnva adalah analisator.
Mula-mula, mata di belakan, analisator tidak melihat cahava van,
datan, (,elap). Penunjuk analisator menunjukkan sudut
1
, kemudian
di antara polarisator dan analisator diletakkan bejana kaca van, berisi
larutan ,ula. Cahava van, melalui polarisator akan melewati larutan ini
sebelum sampai ke analisator. Setelah diamati, ternvata sekaran, mata
melihat adanva cahava teran,. larutan ,ula dalam hal ini berfun,si
seba,ai pemutar bidan, ,etar. A,ar menjadi lebih ,elap la,i, analisator
diputar sehin,,a menunjukkan sudut
2
. Jadi, besarnva sudut putaran
bidan, ,etar cahava van, dilakukan oleh larutan ,ula adalah
1 2
~ (2-1o)
larutan ,ula tersebut disebut larutan :|| c|:|j. larutan tersebut
ada van, dapat memutar bidan, ,etar polarisasi ke kiri dan ada ju,a
van, ke kanan. Den,an alat semacam ini, oran, dapat menentukan
Gambar 2.20
Polarisasi karena hamburan.
partikel-partikel
gas
gelombang datang
tak terpolarisasi
gelombang hamburan
terpolarisasi
Gambar 2.21
Pemutaran bidang polarisasi.
cahaya alami
tak terpolarisasi
cahaya
terpolarisasi
sumbu
analisator
sumbu
polarisator
E
0
0
0
0
cos E
normal
n
1
n
2
(1)
(2)
Gambar 2.19
Polarisasi pembiasan ganda.
Gelombang Cahaya 45
konsentrasi larutan optik aktif. Polarimeter van, khusus untuk menen-
tukan konsentrasi larutan ,ula disebut scc|cr|me:er.
Dari berba,ai percobaan, disimpulkan bahwa faktor-faktor van,
memen,aruhi sudut putar bidan, ,etar adalah jenis larutan, tebal larutan
(panjan,), dan konsentrasi larutan. Secara matematis dapat dituliskan
seba,ai berikut.
1 2
c o ~ (2-19)
Keteran,an:
1 2
~ ~ sudut putar bidan, ,etar
c ~ konsentrasi larutan
~ panjan, larutan (tebal)
o ~ sudut putaran jenis larutan
1. Diketahui sudut polarisasi suatu cahava pada balok es
adalah 55. Jika indeks bias udara 1,OOO1, tentukanlah
indeks bias balok es tersebut.
2. Apabila intensitas cahava van, keluar dari dua kaca
polaroid van, dipasan, membentuk sudut 13 satu sama
lain dari cahava mula-mula. 1entukan besarnva sudut
van, dibentuk oleh kedua kaca polaroid tersebut.
Jika indeks bias udara adalah 1, sudut polarisasi cahava pada balok es adalah 53.
1entukan indeks bias balok es tersebut.
]awab:
Diketahui: |

~ 53, n
1
~ 1
Den,an men,,unakan Persamaan (2-17), diperoleh
tan |

~
2
1
n
n
= n
2
~ n
1
tan |

= n
2
~ 1 tan 53 = 1,33
Jadi, indeks bias balok es adalah 1,33.
Sebuah sacharimeter van, panjan,nva 3O cm berisi larutan ,ula pasir den,an putaran
jenis larutannva 7O. Jika di,unakan sinar natrium, pemutaran bidan, polarisasinva
25, hitun,lah konsentrasi larutan itu.
]awab:
Diketahui:
~ 3O cm ~ O,3 m,
o ~ 7O,
1 2
~ ~ 25.
Konsentrasi larutan (c) dapat diperoleh den,an Persamaan (2-19), diperoleh
1 2
c o ~ = 25 ~ (c) (O,3 m) (7O) = c ~ O,12
Jadi, konsentrasi larutan adalah c ~ O,12 1OO' ~ 12'.
Contoh 2.10
Contoh 2.11
Kata Kunci
bidang polarisasi
dichroic
polarisator
analisator
sudut polarisasi/sudut Brewster
hamburan
polarimeter
larutan optik aktif
sacharimeter
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
3. Sebuah sacharimeter memiliki tabun, van, panjan,nva
2O cm, berisi larutan ,ula den,an kepekatan 1O' dan
memiliki sudut putaran jenis 66,5. 1entukan sudut
pemutaran bidan, polarisasinva jika diper,unakan sinar
natrium.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 46
Setelah mempelajari bab ini, tentu Anda menjadi
tahu bahwa cahaya merupakan gelombang elektro-
magnetik yang dapat mengalami proses interferensi,
difraksi, dan polarisasi. Dari semua materi pada bab ini,
Refleksi
bagian mana yang menurut Anda sulit dipahami? Coba
Anda diskusikan bersama teman atau guru Fisika Anda.
Selain itu, coba Anda sebutkan manfaat yang Anda
peroleh setelah mempelajari materi bab ini.
Rangkuman
1. Cahava termasuk ,elomban, elektroma,netik
sehin,,a perambatannva tidak memerlukan medium.
2. lnterferensi adalah peristiwa pen,,abun,an dua
,elomban, atau lebih dari ,elomban, van, koheren.
3. Cahava dapat berinterferensi jika sumber cahavanva
koheren, artinva memiliki frekuensi sama dan beda
fase tetap. Sumber cahava van, koheren dapat diamati
melalui percobaan Young dan Iresnell.
1. lnterferensi cahava men,hasilkan pola ,elap teran,.
Pola ,elap dihasilkan dari interferensi destruktif (salin,
melemahkan) akibat pen,,abun,an dua ,elomban,
van, memiliki fase berlawanan. Persamaan selisih jarak
van, ditempuh ,elomban, adalah

1
sin
2
L J m 0 A
den,an m ~ O, 1, 2, 3, ....
Pola teran, dihasilkan dari interferensi konstruktif
(salin, men,uatkan) akibat pen,,abun,an dua
,elomban, van, memiliki fase sama. Persamaan selisih
jarak van, ditempuh ,elomban, adalah
sin L J m 0 A
den,an m ~ O, 1, 2, 3, ....
5. Jarak dari teran, pusat ke pola teran, ke-m adalah
D
, m
J

Jarak dari teran, pusat ke pola ,elap ke-m adalah

1
2
D
, m
J

6. Difraksi ,elomban, adalah proses pembelokan
,elomban, van, disebabkan oleh adanva pen,halan,
berupa celah atau sudut pen,halan, van,
men,halan,i seba,ian muka ,elomban,. Celah
demikian disebut kisi difraksi. Jarak antar celah dalam
kisi disebut tetapan kisi (J).
7. Pada difraksi celah tun,,al, pita ,elap ke-| terjadi
jika sin J | 0 , den,an | ~ 1, 2, 3, ..., sedan,kan
pita teran, ke-| terjadi jika sin J 0

1
2 1
2
| ~
,
den,an (2|-1) adalah bilan,an ,anjil, | ~ 1, 2, 3, ....
o. Difraksi pada kisi terjadi jika cahava dilewatkan pada
celah-celah van, memiliki jarak van, sama.
9. Dava urai optik adalah kemampuan sebuah lensa
untuk memisahkan bavan,an dari dua titik van,
terpisah satu sama lain pada jarak minimum.
1O. Polarisasi adalah proses penvarin,an arah ,etar suatu
,elomban,. Alat untuk menvarin, arah ,etar ini
disebut polaroid, salah satu contohnva adalah kristal.
11. lntensitas cahava van, dilewatkan pada polarisator
(kepin, polaroid ) adalah
1 O
1
2
.
lntensitas cahava van, dilewatkan pada analisator
adalah
2
2 O
1
cos
2
0 den,an 0 sudut van,
dibentuk antara sumbu polarisator dan sumbu
analisator.
Difraksi
membahas
Difraksi
Celah 1un,,al
Difraksi
pada Kisi
Polarisasi
membahas
Polarisasi
pada Kristal
Polarisasi pada Pemantulan
dan Pembiasan
Polarisasi pada
Pembiasan Oanda
terdiri atas
lnterferensi
Minimum
lnterferensi
Maksimum
lnterferensi
Polarisasi karena
Hamburan
Pemutaran
Bidan,
Polarisasi
Cahava contohnva Celombang lektromagnetik
Peta Konsep
dapat men,alami
Gelombang Cahaya 47
Tes Kompetensi Bab 2
A. Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Sudut pita teran, ten,ah dari difraksi orde kedua van,
dihasilkan oleh kisi den,an 6.25O celah/cm sebesar 6O.
Maka panjan, ,elomban, cahava van, diper,unakan
adalah ....
a. 1.OOO A
b. 1.OOO 3 A
c. 5.OOO A
d. 5.OOO 3 A
e. 6.25O A
2. Jika sinar van, jatuh te,ak lurus di atas permukaan
minvak di atas air, tebal lapisan minvak J, indeks biasnva
n dan panjan, ,elomban, dari cahava van, men,-
hasilkan interferensi maksimum maka persamaan
van, memenuhi adalah ....
a. 2 nJ ~ |
b. 2 nJ ~ (2| 1)
c. nJ ~ |
d. nJ ~ (2| 1)
e. nJ ~
3. Untuk menentukan panjan, ,elomban, monokromatis
di,unakan percobaan Youn, van, datanva seba,ai
berikut.
Jarak antara kedua celahnva ~ O,3 mm, jarak celah ke
lavar ~ 5O cm, serta jarak antara ,aris ,elap ke-2 dan
,aris ,elap ke-3 pada lavar ~ 1 mm.
Panjan, ,elomban, sinar monokromatis tersebut
adalah ....
a. 1OO nm d. 5oO nm
b. 15O nm e. 6OO nm
c. 5OO nm
1. Pada percobaan Youn,, dua celah berjarak 1 mm di-
letakkan pada jarak 1 m dari sebuah lavar. Jika jarak
terdekat antara pola interferensi ,aris teran, pertama
dan ,aris teran, kesebelas adalah 1 mm, panjan,
,elomban, cahava van, menvinari adalah ....
a. 1.OOO A d. 1.OOO A
b. 2.OOO A e. 5.OOO A
c. 3.5OO A
5. Prinsip dasar dari dua sumber cahava koheren adalah
....
a. keduanva san,at berdekatan
b. amplitudonva sama
c. simpan,annva selalu sama
d. beda fase keduanva adalah tetap
e. keduanva memancarkan cahava van, berpapasan
6. Cincin Newton terjadi karena ,ejala ....
a. difraksi
b. polarisasi
c. dispersi
d. interferensi
e. refraksi
7. Pada percobaan Youn, (celah ,anda), jika jarak antara
dua celahnva dijadikan dua kali semula maka jarak
antara dua ,aris ,elap van, berurutan ....
a. 1 kali semula
b. 2 kali semula
c. / kali semula
d. / kali semula
e. tetap tidak berubah
o. Apabila intensitas cahava mula-mula van, melewati
dua plat-retardasi adalah
O
, antara kedua plat
membentuk sudut 6O, intensitas cahava van,
dilewatkan oleh kedua plat adalah ....
a.
1
2

O
d.
1
o

O
b.
1
1

O
e.
1
16

O
c.
O
9. Sebuah polaroid memiliki polarisator dan analisator van,
dipasan, membentuk sudut 3O, intensitas cahava van,
diteruskan akan sebandin, den,an ....
a.
1
1
d.
1
2
b.
3
1
e.
1
3
2
c.
1
3
1O. Dua celah sempit van, terpisah pada jarak O,2 mm
disinari te,ak lurus. Oaris teran, keti,a terletak 7,5 mm
dari ,aris teran, ke nol pada lavar van, jaraknva 1 m
dari celah. Panjan, ,elomban, sinar van, dipakai
adalah ....
a. 2,5 1O
-1
mm
b. 5,O 1O
-1
mm
c. 1,5 1O
-1
mm
d. 2,5 1O
-3
mm
e. 5,O 1O
-3
mm
11. Seberkas sinar monokromatis den,an panjan,
,elomban, 5 1O
-7
m datan, te,ak lurus pada kisi.
Jika spektrum orde kedua membuat sudut 3O den,an
,aris normal pada kisi maka jumlah ,aris per cm kisi
adalah ....
a. 2 1O
3
d. 2 1O
1
b. 1 1O
3
e. 5 1O
1
c. 5 1O
3
12. Balok kaca akan men,hasilkan sinar pantul terpolarisasi
linear, jika sinar pantul dan sinar bias membentuk
sudut ....
a. 3O d. 9O
b. 15 e. 12O
c. 6O
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 48
B. ]awablah pertan,aan berikut ini dengan tepat.
1. Dua celah den,an jarak O,2 mm disinari te,ak lurus.
Oaris teran, keti,a terletak 7,5 mm dari ,aris teran, ke
nol pada lavar van, berjarak 1 m dari celah. Berapa
panjan, ,elomban, sinar van, dipakai'
2. Cahava suatu sumber melalui dua celah sempit van,
terpisah O,1 mm. Jika jarak antara dua celah sempit
terhadap lavar 1OO cm dan jarak antara ,aris ,elap
pertama dan ,aris teran, pertama adalah 2,95 mm,
berapakah panjan, ,elomban, cahava van,
di,unakan'
3. Jika percobaan celah ,anda Youn, dicelupkan ke dalam
air, ba,aimanakah perubahan pada interferensi van,
terjadi'
1. Sebuah sacharimeter memiliki tabun, van, diisi larutan
,ula, panjan,nva 2O cm. Konsentrasi ,ula van,
di,unakan 1O' dan sudut putar jenis larutan adalah
o ~ 66,5' per 1O cm. Jika di,unakan sinar natrium,
tentukan pemutaran bidan, polarisasi cahava oleh
larutan.
13. Seberkas cahava monokromatis dijatuhkan pada
dua celah sempit vertikal berdekatan den,an jarak
J ~ O,O1 mm. Pola interferensi van, terjadi ditan,kap
pada jarak 2O cm dari celah. Diketahui bahwa jarak
antara ,aris ,elap pertama di sebelah kiri ke ,aris ,elap
pertama di sebelah kanan adalah 7,2 mm. Panjan,
,elomban, berkas cahava adalah ....
a. 1oO nm
b. 27O nm
c. 36O nm
d. 72O nm
e. 1.oOO nm
(SPMB 2003 Regional I)
11. Suatu cahava meneran,i celah ,anda van, memiliki
jarak antarcelah O,1O cm sedemikian hin,,a terbentuk
pola ,elap-teran, pada lavar van, berjarak 6O cm. Ketika
pemisahan antarpola teran, adalah O,O1o cm, maka
panjan, ,elomban, cahava van, di,unakan tersebut
adalah ....
a. 2OO nm d. 6OO nm
b. 3OO nm e. oOO nm
c. 1OO nm
(UMPTN 2001 Ra,on C)
15. Warna un,u dari spektrum orde keti,a berimpit den,an
warna merah orde kedua dari suatu peristiwa difraksi
van, memper,unakan kisi, ini berarti perbandin,an
antara sinar panjan, ,elomban, sinar un,u dan sinar
merah adalah ....
a. 3 : 2
b. 2 : 3
c. 9 : 1
d. 1 : 9
e. semua jawaban salah
Gelombang Bunyi 49
Gelombang Bunyi
mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi;
menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dalam teknologi.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
Dapatkah Anda membavan,kan dunia tanpa adanva bunvi' Dunia
akan terasa sunvi tanpa adanva bunvi. Bera,am jenis bunvi menjadikan
dunia ini lebih hidup". Anda dapat menden,arkan musik karena adanva
perambatan ,elomban, bunvi van, sampai ke telin,a Anda. 1ahukah
Anda sifat-sifat dan klasifikasi ,elomban, bunvi' Ultrasonik merupakan
salah satu jenis bunvi van, dapat dipancarkan oleh kelelawar. Oelomban,
bunvi tersebut berperan seba,ai pen,indra" ketika kelelawar terban,
pada malam hari.
Selain ultrasonik, terdapat jenis ,elomban, bunvi lainnva. Untuk
men,etahui lebih lanjut tentan, jenis-jenis ,elomban, bunvi, sifat-sifat
,elomban, bunvi, dan fenomena-fenomena lainnva van, berkaitan den,an
,elomban, bunvi serta penerapannva dalam teknolo,i, pelajarilah materi
pada bab ini secara baik.
menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan
masalah.
Hasil yang harus Anda capai:
49
A. Sifat Dasar
Gelombang Bunyi
B. Cepat Rambat Bunyi
C. Unsur Bunyi dan
Pemanfaatan
Gelombang Bunyi
D. Sifat-Sifat
Gelombang Bunyi
E. Dawai dan Pipa
Organa sebagai
Sumber Bunyi
F. Energi Gelombang
Bunyi
Kelelawar ladam kuda (horseshoe bat) dapat memancarkan gelombang bunyi
ultrasonik yang berfungsi sebagai pengindra ketika terbang pada malam hari.
Bab
3
Sumber: Fundamental of Physics, 2001
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 50
A. Sifat Dasar Gelombang Bunyi
Apakah Anda men,etahui proses terjadinva bunvi' Pada dasarnva,
sesuatu van, ber,etar adalah sumber bunvi. Bunvi seekor nvamuk
terden,ar karena kepakan bulu-bulu kedua savapnva van, memiliki
frekuensi sekitar 5OO Hz. Bunvi seekor jan,krik terden,ar akibat adanva
,etaran kedua savapnva van, ber,esekan secara terus-menerus.
Oelomban, infrasonik dipancarkan oleh seekor paus den,an frekuensi
san,at rendah di bawah 2O Hz, tetapi mampu ditan,kap oleh paus van,
lain walaupun jan,kauannva ratusan kilometer.
Berbeda den,an sumber-sumber bunvi tersebut, bunvi pada alat-alat
musik van, dapat kita den,ar termasuk ,elomban, audiosonik. Bunvi
van, keluar dari alat musik bersifat teratur sehin,,a dinamakan den,an
nada. Adapun bunvi van, tidak teratur dinamakan desah.
Perhatikan Cambar 3.1. Pada ,ambar tersebut terlihat ,etaran
loncen, men,hasilkan ,elomban, bunvi van, merambat melalui media
udara menuju telin,a van, berupa ,elomban, lon,itudinal.
Pada dasarnva, ,elomban, bunvi dapat merambat di medium apapun.
Perhatikan Tabel 3.1, kemampuan medium untuk men,,etarkan partikel
berbeda-beda bahkan ada medium van, dapat meredam bunvi, misalnva air.
Oelomban, bunvi dapat menunjukkan sifat-sifat umum ,elomban,,
seperti dapat men,alami interferensi, difraksi, refraksi, dan resonansi.
Anda ju,a akan mempelajari peristiwa superposisi, seperti superposisi dua
,elomban, bunvi van, kecil perbedaan frekuensinva sehin,,a men,-
hasilkan bunvi kuat-lemah secara periodik van, disebut pelavan,an bunvi.
Berdasarkan arah rambatnva, termasuk ,elomban, apakah bunvi itu'
A,ar Anda memahaminva, perhatikan Cambar 3.2.
Cambar 3.2 menunjukkan sumber bunvi berupa ,etaran membran
bas drum. Oetaran selaput van, merupakan denvut berdimensi dua
dipantulkan secara berulan,-ulan, oleh batas selaput sehin,,a selaput akan
ber,etar secara periodik. Ketika selaput ber,erak keluar, akan terjadi
pemampatan udara di depannva. Pemampatan tersebut menvebabkan
tekanan udara bertambah van, disebut daerah rapatan. Rapatan ber,erak
menjauhi selaput dalam batas kecepatan bunvi. Rapatan dan ren,,an,an
van, terbentuk dari partikel-partikel udara mirip den,an rapatan dan
ren,,an,an ,elomban, lon,itudinal pada slinki. Jadi ,elomban, lon,itu-
dinal merupakan sifat dasar ,elomban, bunvi.
Tabel 3.1
Cepat Rambat Bunvi Beberapa Bahan
pada Suhu 2O C
Nama Bahan
(Medium)
Cepat Rambat
Bun,i (m/s)
Air
Air laut
Aluminium
Besi dan Baja
Oelas
Helium
Hidro,en
Kavu keras
Udara
1.11O
1.56O
5.1OO
5.OOO
1.5OO
1.OO5
1.3OO
1.OOO
313
Gambar 3.1
Gelombang bunyi dari
lonceng yang bergetar
merambat melalui media
udara sampai ke telinga.
Gambar 3.2
Getaran dari membran bas
drum membuat partikel udara
merapat dan merenggang.
Sebelum mempelajari konsep Celombang Bun,i, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Berdasarkan sumbernva, bunvi termasuk jenis
,elomban, apa'
2. Apakah ,elomban, bunvi dapat men,alami polarisasi'
3. Apa van, dimaksud den,an audiosonik, infrasonik,
dan ultrasonik'
1. Apa van, dimaksud den,an ,ema dan ,aun,'
5. Apakah ,elomban, van, dipancarkan pemancar radio
termasuk ,elomban, lon,itudinal'
rapatan
renggangan
x
tekanan
udara
Sumber: Physics, 1995
Gelombang Bunyi 51
Bunvi dapat terden,ar jika ,etaran dari sumbernva dapat merambat
hin,,a ke telin,a. Media rambatannva dapat berupa zat padat, zat cair,
dan zat ,as. Jadi, diperlukan medium untuk menjalarkan bunvi. Masih
in,atkah Anda peristiwa tentan, bunvi van, dapat merambat melalui seutas
benan, basah van, kedua ujun,nva terhubun, kalen, susu den,an bantuan
suara teman Anda' Nah, menurut Anda dapatkah bunvi merambat di dalam
vakum' Untuk men,etahui jawabannva, lakukanlah aktivitas berikut.
Aktivitas Fisika 3.1
Kata Kunci
gelombang bunyi
gelombang longitudinal
gelombang infrasonik
gelombang audiosonik
nada
desah
pelayangan bunyi
ruang vakum
Gelombang longitudinal adalah
gelombang yang arah getarnya
searah dengan arah rambatannya
Ingatlah
1. Apakah van, dimaksud den,an sumber bunvi'
2. Sebutkan sifat-sifat van, dimiliki ,elomban, bunvi'
3. Apakah bunvi dapat merambat di ruan, hampa udara'
Men,apa'
1. Berdasarkan arah ,etarnva, termasuk ,elomban,
apakah bunvi itu'
5. Apakah perbedaan antara nada dan desah'
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
B. Cepat Rambat Bunyi
Cepat rambat bunvi tidak ber,antun, pada tekanan udara. Jadi, jika
terjadi perubahan tekanan udara, cepat rambat bunvi tidak berubah. Cepat
rambat bunvi ber,antun, pada suhu. Semakin tin,,i suhu udara, semakin
besar cepat perambatan bunvi. Di daerah pe,unun,an, cepat rambat bunvi
lebih lambat daripada cepat rambat bunvi di kawasan pantai. Di udara,
cepat rambat bunvi ber,antun, pada jenis partikel van, membentuk udara
tersebut. Persamaannva dapat dituliskan seba,ai berikut.
t ~
nT
M

(3-1)
Apa van, dapat Anda simpulkan dari aktivitas tersebut' Men,apa
ketika udara di dalam tabun, diisap, lama-kelamaan bunvi jam weker
tersebut tidak terden,ar' Hal tersebut membuktikan bahwa ,elomban,
bunvi memerlukan medium untuk merambat.
Tugas Anda 3.1
Apakah bunyi termasuk gelombang
elektromagnetik? Sebutkan alasan-
alasan yang mendasari jawaban Anda
tersebut.
Bunyi dalam Ruang Vakum
Tujuan Percobaan
Menyelidiki apakah bunyi dapat merambat melalui
ruang hampa.
Alat-Alat Percobaan
1. Jam weker
2. Tabung hampa udara (vakum)
Langkah-Langkah Percobaan
1. Bunyikan jam weker tanpa ditutup oleh tabung
vakum.
2. Tutup jam weker dengan tabung vakum. Amati
yang terdengar dari jam weker tersebut.
3. Gunakan sebuah pengisap untuk mengisap udara
dalam tabung vakum secara perlahan-lahan.
4. Amati perubahan intensitas bunyi jam weker tersebut.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 52
Bandin,kan kecepatan bunvi dalam aluminium dan air jika modulus Youn, untuk
aluminium ~ 7,O 1O
1O
N/m
2
,

modulus Bulk air ~ 2,1 1O
9
N/m
2
, dan kecepatan
air ~ 1.OOO k,/m
3
.
]awab:
Diketahui: ~ 7,O 1O
1O
N/m
2
,
c|
p
~ 2.7OO k,/m
3
,
~ 2,1 1O
1O
N/m
2
, c|r
p
~ 1.OOO k,/m
3
.
t
c|
~
c|

p
t
c|r
~
c|r

p
~

1O 2
3
7, O 1O N/m
2.7OO k,/m
~

9 2
3
2,1 1O N/m
1.OOO k,/m
~ 5.O92 m/s ~ 1.119 m/s
Kecepatan bunvi di air ternvata lebih kecil daripada kecepatan bunvi dalam
aluminium. Hal tersebut disebabkan cairan lebih kompresibel (lebih mudah
berubah bentuk) dibandin,kan den,an zat padat (modulus Bulk cairan lebih
kecil dibandin,kan den,an modulus Youn, untuk zat padat).
Contoh 3.1
Cepat rambat bunyi di udara
bergantung pada suhu udara.
Ingatlah
Tugas Anda 3.2
Bandingkan nilai cepat rambat bunyi
di udara yang Anda dapatkan dari
percobaan dan dari buku referensi.
Jika ada perbedaan, berikan analisis
Anda mengenai hal tersebut.
Iskandar mendengarkan kembali
suaranya sebagai gema dari sebuah
tebing setelah waktu 4 detik. Jika

adalah perbandingan panas jenis


udara pada tekanan dan suhu
konstan, serta Iskandar mengetahui
bahwa suhu saat itu T kelvin dan
massa molekul relatif udara M,
Iskandar dapat menentukan jarak
tebing menurut persamaan ....
a.
RT
M
d. 6
RT
M

b. 2
RT
M

e. 8
RT
M
c. 4
RT
M

UMPTN 1996
Pembahasan:
d =
2
vt
=v =
RT
M

d =


2
RT
t
M
=

4
2
RT
M
Pembahasan Soal
Cepat rambat ,elomban, bunvi di udara pada suhu 2OC adalah 31O m/s. Jika suhu
udara naik menjadi 37C, tentukan cepat rambat ,elomban, bunvi tersebut.
]awab:
Ketika suhu udara naik, kecepatan bunvi akan semakin bertambah. Hal tersebut
disebabkan ,erakan-,erakan molekul udara van, merambatkan bunvi bertambah cepat.
Diketahui: T
1
~ 2O 273 ~ 293 K,
T
2
~ 37 273 ~ 31O K,
t
1
~ 31O m/s
Contoh 3.2
Keteran,an:
~ konstanta laplace
n ~ tetapan umum ,as (o,31 J/mol

K)
T ~ suhu mutlak ,as (kelvin)
M ~ massa molekul ,as (,ram/mol)
Cepat rambat bunvi dalam zat padat ditentukan oleh modulus Youn, dan
massa jenis zat tersebut. Persamaannva dapat dituliskan seba,ai berikut.
t ~

p
(3-2)
Keteran,an:
~ modulus Youn, zat padat (N/m
2
)
p ~ massa jenis zat padat (k,/m
3
)
Di dalam zat cair, cepat rambat bunvi ditentukan oleh modulus Bulk
dan kerapatan (massa jenis) cairan tersebut. Persamaannva dapat
dituliskan seba,ai berikut.
t ~

p
(3-3)
Keteran,an:
~ modulus Bulk (N/m
2
)
p ~ massa jenis zat cair (k,/m
3
)
=
2
RT
M

Jawaban: b
Gelombang Bunyi 53
Kata Kunci
cepat rambat bunyi
konstanta Laplace
modulus Young
modulus Bulk
2
1
t
t
~
2
nT
M

:
1
nT
M

t
2
~
2
1
T
T
t
1
~
31O
293
.
31O ~ 319,72 m/s
Jadi, cepat rambat bunvi bertambah menjadi 319,72 m/s.
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. 1entukan kecepatan bunvi dalam ,as karbon dioksida
pada suhu 1OO C, jika berat molekul C
2
11 dan

~ 1,3.
2. Cepat rambat bunvi pada suhu 15C sama den,an 211 m/s.
1entukan cepat rambat bunvi pada suhu 1OO C.
3. Cepat rambat bunvi dalam ,as C
2
adalah 1OO m/s
(

~1,3). Berapakah cepat rambatnva dalam ,as
2
(

~ 1,1) pada suhu van, sama'
1. Hitun, cepat rambat bunvi pada sebatan, besi.
( ~ 1,9 1O
11
N/m
2
dan
p
~ 7,o ,ram/cm
3
)
5. Berapa kali lipatkah kecepatan bunvi pada baja di-
bandin,kan den,an kecepatan bunvi pada aluminium,
jika modulus Youn, untuk baja dan aluminium masin,-
masin, 2 1O
11
N/m
2
dan 7 1O
1O
N/m
2
, serta massa
jenis baja dan aluminium masin,-masin, o ,ram/cm
3
dan 2,6 ,ram/cm
3
'
C. Unsur Bunyi dan Pemanfaatan Gelombang
Bunyi
Unsur-unsur bunvi antara lain seba,ai berikut.
1. Tinggi Nada Bunyi
Pada pokok bahasan sebelumnva, Anda telah men,etahui bahwa bunvi
ditimbulkan oleh suatu benda van, ber,etar. Semakin banvak jumlah
,etaran van, dihasilkan dalam satu selan, waktu tertentu, bunvi van,
dihasilkan akan semakin nvarin,.
Pada ,ambar Cambar 3.3, seoran, anak terlihat sedan, menempelkan
batan, lidi di jari-jari roda sepeda van, sedan, berputar. Jika roda tersebut
diputar semakin cepat, apakah bunvi van, dihasilkan akan semakin nvarin,'
1ernvata pada putaran van, lambat, bunvi van, terden,ar bernada
rendah. Pada saat putaran roda sepeda dipercepat, bunvi van, terden,ar
bernada tin,,i. Hal tersebut membuktikan bahwa tin,,i nada ber,antun,
pada frekuensi sumber bunvi.
2. Kuat Bunyi
Kuat bunvi van, dihasilkan ber,antun, pada amplitudo ,etaran.
Perhatikan Cambar 3.4 van, meneran,kan percobaan pada senar ,itar.
Petiklah salah satu senar ,itar den,an simpan,an van, tidak terlalu
besar. Den,arkan baik-baik kuat bunvi van, dihasilkan, lalu bandin,kan
den,an kuat bunvi van, dihasilkan oleh senar van, sama, namun den,an
simpan,an van, lebih besar daripada semula. Petikan manakah van,
men,hasilkan bunvi lebih kuat'
3. Warna Bunyi
Warna bunvi merupakan bunvi khas van, ditimbulkan oleh suatu
sumber bunvi. Bunvi ,itar berbeda den,an bunvi biola, itu karena ada
warna bunvi. Perbedaan tersebut terjadi karena ,abun,an nada atas dan
nada dasar dari sumber bunvi berbeda-beda walaupun frekuensinva sama.
Gambar 3.3
Lidi dipegang oleh seorang anak
dan ditempelkan pada jeruji
roda yang berputar.
Gambar 3.4
Percobaan kuat bunyi yang
dihasilkan oleh getaran senar gitar
dengan (a) simpangan yang kecil
dan (b) simpangan yang besar.
(a)
(b)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 54
4. Batas Pendengaran
Anda tentu telah men,etahui bahwa manusia dan hewan dilen,kapi
den,an alat penden,aran van, sempurna. Namun, kemampuan
penden,arannva berbeda-beda. Batas kemampuan penden,aran diukur
berdasarkan frekuensi bunvi.
Manusia normal memiliki batas penden,aran antara 2O hertz sampai
den,an 2O.OOO hertz. Daerah frekuensi tersebut dinamakan jre|uens| cu-
J|, sedan,kan daerah frekuensi di bawah 2O hertz disebut |njrcsn||,
dan daerah di atas frekuensi den,ar atau di atas 2O.OOO hertz disebut
u|:rcsn||.
Beberapa hewan mampu menden,ar bunvi ultrasonik, bahkan hewan
seperti kelelawar van, memiliki alat pen,lihatan tidak sebaik alat
penden,arannva, men,,unakan bunvi ultrasonik untuk men,etahui
benda van, ada di depannva.
5. Pemanfaatan Gelombang Bunyi
Oelomban, bunvi banvak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,
misalnva untuk menentukan kedalaman laut, mencari sumber minvak, dan
mendeteksi kerusakan lo,am. Untuk menentukan kedalaman laut, alat
pendeteksi van, di,unakan disebut sncr (sunJ nct|c:|n rcn|n). Sonar
bekerja den,an memancarkan ,elomban,, kemudian pantulan ,elomban,
tersebut akan diterima oleh rece|ter. Den,an men,etahui kecepatan
,elomban, van, diukur dan waktu tempuh ,elomban, tersebut. Kedalaman
laut dapat ditentukan den,an men,,unakan persamaan berikut.
[

| j
\ )
1
2
s t :
(3-1)
laktor seten,ah di depan : pada Persamaan (3-4) menvatakan seten,ah
waktu tempuh dari sonar ke tempat pemantulan.
lrekuensi van, di,unakan oleh sonar berada pada daerah ultrasonik,
vaitu di atas 2O.OOO hertz. lrekuensi tersebut tidak dapat diden,ar dan
panjan, ,elomban, pada daerah ultrasonik san,at kecil sehin,,a difraksi
van, terjadi ju,a semakin kecil dan ,elomban, tidak akan menvebar.
Kecilnva panjan, ,elomban, van, di,unakan, dapat ju,a di,unakan
untuk mendeteksi benda-benda van, kecil. Pen,,unaan ,elomban,
ultrasonik terdapat ju,a pada alat u|:rcsnrcj| (USO). Alat tersebut
umumnva di,unakan untuk men,analisis kehamilan atau mendeteksi
or,an-or,an dalam tubuh.
Gambar 3.6
Teknologi 3D USG terbaru sekarang
dapat melihat organ-organ tubuh
bayi dalam kandungan.
Sumber: www.mediajakartaselatan.com
Gambar 3.5
Sonar dapat digunakan untuk
mendeteksi kedalaman laut.
pemancar
penerima
gelombang
ultrasonik
Contoh 3.3
Sebuah alat sonar di,unakan untuk men,ukur kedalaman laut. Selan, waktu van,
dicatat oleh sonar untuk ,elomban, perambatan sampai kembali la,i ke sonar adalah 1
sekon. Jika cepat rambat ,elomban, di dalam air laut adalah 1.5OO m/s, tentukanlah
kedalaman laut tersebut.
]awab:
Diketahui: t ~ 1.5OO m/s, : ~ 1 s.
s ~ t (
1
2
:) ~ 1.5OO m/s
1
2
1 s ~ 75O meter.
Jadi, laut tersebut memiliki kedalaman 75O meter.
Kata Kunci
tinggi nada
kuat bunyi
audiosonik
infrasonik
ultrasonik
resonansi
sonar
ultrasonografi
1
2 3
4
5
Gelombang Bunyi 55
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Anda menden,ar halilintar 12 sekon setelah kilat
terlihat. Jika cepat rambat bunvi di udara ~ 31O m/s,
tentukan jarak asal kilat tersebut dari tempat Anda.
2. Sebuah alat sonar di,unakan untuk men,ukur
kedalaman laut. Selan, waktu van, dicatat oleh sonar
untuk ,elomban, merambat sampai kembali ke sonar
adalah 1,6 sekon. Jika kedalaman laut 2.1OO m, tentukan
cepat rambat bunvi di dalam air laut.
3. Men,apa kelelawar van, terban, pada malam hari tidak
pernah menabrak benda-benda van, ada di dekatnva'
1. Jika tin,,i nada dinaikkan, ba,aimanakah perubahan
van, terjadi pada:
a. frekuensi,
b. panjan, ,elomban,,
c. cepat rambat ,elomban,,
d. amplitudo ,elomban,.
5. Jika kuat bunvi dinaikkan, ba,aimanakah perubahan
van, terjadi pada:
a. frekuensi,
b. panjan, ,elomban,,
c. cepat rambat ,elomban,,
d. amplitudo ,elomban,.
D. Sifat-Sifat Gelombang Bunyi
Anda telah mempelajari sifat-sifat umum tentan, ,elomban,, vaitu
pembiasan (refraksi), pemantulan (refleksi), pelenturan (difraksi),
interferensi, dan polarisasi. Bunvi merupakan salah satu bentuk ,elomban,.
leh karena itu, ,elomban, bunvi ju,a men,alami peristiwa-peristiwa
tersebut.
1. Pemantulan Gelombang Bunyi
Men,apa saat Anda berteriak di sekitar tebin, selalu ada bunvi van,
menirukan suara Anda tersebut' Men,apa suara Anda terden,ar lebih
keras ketika berada di dalam ,edun,' Kedua peristiwa tersebut
menunjukkan bahwa bunvi dapat dipantulkan. Untuk memahami tentan,
pemantulan bunvi, lakukanlah aktivitas berikut.
Tugas Anda 3.3
Gelombang bunyi merupakan
gelombang longitudinal sehingga
tidak dapat mengalami dispersi dan
polarisasi. Diskusikanlah bersama
teman Anda, mengapa hal tersebut
bisa terjadi? Berikanlah penjelasan
ilmiah mengenai hal tersebut.
Aktivitas Fisika 3.2
Pemantulan Bunyi
Tujuan percobaan
Membuktikan peristiwa pemantulan bunyi.
Alat-Alat Percobaan
1. Weker 4. Dua buah pipa berdiameter 1 inci
2. Papan pemantul 5. Busur derajat
3. Meja 6. Kertas karton putih
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah alat seperti tampak pada gambar.
2. Letakkan jam weker di salah satu ujung pipa paralon.
3. Atur pipa paralon yang lain agar Anda dapat mendengar bunyi jam weker yang
paling jelas.
4. Gambarlah susunan pipa tersebut pada kertas karton putih yang Anda
letakkan di bawahnya. Ukurlah besar sudut datang dan sudut pantulnya.
5. Ulangi langkah percobaan ke-3 dan ke-4 dengan sudut yang berbeda.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 56
(a)
(b)
Gambar 3.8
(a) Pada siang hari, arah rambat
bunyi melengkung ke atas.
(b) Pada malam hari, arah rambat
bunyi melengkung ke bawah.
Gambar 3.7
Proses pemantulan bunyi.
lukisan ,aris van, Anda buat tentan, sudut datan,, sudut pantul,
dan ,aris normal pada pemantulan bunvi akan sama den,an Cambar 3.7.
Pada ,ambar tersebut terlihat bahwa sudut datan, (|), sudut pantul (r),
dan ,aris normal terletak pada satu bidan, datar, dan | ~ r.
Men,apa bunvi dalam ruan,an tertutup terden,ar lebih keras' letak
dindin, ruan,an van, terlalu dekat menvebabkan bunvi pantul tidak cukup
waktu untuk merambat sehin,,a bunvi datan, dan bunvi pantul terden,ar
secara bersamaan. Hal tersebut membuktikan bahwa bunvi pantul dapat
memperkuat bunvi aslinva. ltulah sebabnva suara musik akan terden,ar lebih
keras di dalam ruan,an daripada di lapan,an terbuka. Berbeda den,an ,ema
van, terjadi jika Anda berteriak di daerah bertebin,. Jarak tebin, dan
sumber bunvi van, cukup jauh menvebabkan bunvi pantul memerlukan
waktu van, cukup lama untuk merambat sampai penden,aran. Akibatnva,
bunvi pantul akan terden,ar setelah bunvi asli. Beberapa peristiwa tersebut
merupakan pen,alaman van, serin, Anda temukan.
2. Pembiasan Gelombang Bunyi
Anda telah men,etahui ,elomban, bunvi
merambat ke semua arah dan ,elomban, bunvi tidak
dapat terpolarisasi. Men,apa pada malam hari suara
adzan atau suara teriakan van, cukup jauh terden,ar
lebih jelas daripada sian, hari' Pada sian, hari, suhu
udara di permukaan lebih tin,,i daripada di atasnva.
Hal tersebut menvebabkan lapisan udara pada ba,ian
atas lebih rapat daripada di bawahnva. Sebaliknva, pada
malam hari lapisan udara di permukaan lebih rapat
daripada di atasnva. Akibatnva, pada sian, hari jika
sumber bunvi datan, secara horizontal terhadap
penden,ar, dapat dipastikan arah rambat bunvi akan melen,kun, ke atas,
sedan,kan pada malam hari arah rambat bunvi akan melen,kun, ke
bawah. Perhatikan Cambar 3.S.
Apa van, akan terjadi jika bunvi datan,nva merambat vertikal ke
bawah' Pada malam hari, arah rambat bunvi dibiaskan mendekati ,aris
normal. Sebaliknva, pada sian, hari arah rambat bunvi dibiaskan menjauhi
,aris normal.
Sesuai den,an hukum pembiasan ,elomban, bahwa ,elomban,
datan, dari medium kuran, rapat ke medium lebih rapat akan dibiaskan
mendekati ,aris normal atau sebaliknva.
3. Difraksi Gelombang Bunyi
Apakah ,elomban, bunvi dapat men,alami difraksi atau pelenturan'
Peristiwa pelenturan bunvi dapat diamati ketika Anda menden,ar deru
bunvi mobil melintasi daerah perbukitan van, berkelok, suara percakapan
teman-teman Anda di ruan,an van, berbeda, atau kaca pembatas loket
pembavaran di sebuah bank van, sen,aja dibuat den,an beberapa luban,
kecil a,ar ,elomban, bunvi tidak memantul, walaupun arah rambat bunvi
tidak berupa ,aris lurus. 1i,a peristiwa tersebut merupakan contoh
penerapan difraksi bunvi. Jadi, apakah van, dimaksud den,an difraksi
itu' Difraksi adalah peristiwa pelenturan ,elomban, ketika melewati
celah, van, ukuran celahnva se-orde den,an panjan, ,elomban,nva.
A
N
C
r i
Pelayangan bunyi terjadi karena
adanya interferensi dua gelombang
yang frekuensinya berbeda sedikit.
Ingatlah
Gelombang Bunyi 57
lalu, men,apa ,elomban, bunvi mudah men,alami difraksi'
Oelomban, bunvi di udara memiliki panjan, ,elomban, sekitar beberapa
sentimeter sampai beberapa meter. Bandin,kan den,an cahava van,
memiliki panjan, ,elomban, berkisar 5OO mm. ltulah sebabnva ,elomban,
bunvi lebih mudah untuk terdifraksi.
4. Interferensi Gelombang Bunyi
Ketika Anda berdiri di depan dua |uJsec|er (pen,eras suara) seba,ai
sumber bunvi, kemudian berjalan lurus sejajar den,an ,aris pen,hubun, kedua
|uJsec|er tersebut. 1ak lama setelah itu, Anda akan menden,ar bunvi lemah
dan sesaat kemudian terden,ar bunvi kuat. Bunvi kuat terjadi ketika superposisi
dari dua ,elomban, bunvi men,hasilkan interferensi destruktif. lnterferensi
tersebut terjadi jika beda lintasannva merupakan kelipatan bilan,an bulat dari
seten,ah panjan, ,elomban, bunvi, secara matematis dituliskan seba,ai berikut.
s A ~
1
2
n
, den,an n ~ O, 1, 2, 3, ...
n ~ O, n ~ 1, dan n ~ 2 berturut-turut untuk bunvi kuat pertama, bunvi
kuat kedua, dan bunvi kuat keti,a.
5. Pelayangan Bunyi
lnterferensi van, ditimbulkan dari dua ,elomban, bunvi dapat
menvebabkan peristiwa pelavan,an bunvi, vaitu pen,uatan dan pelemahan
bunvi. Hal tersebut terjadi akibat superposisi dua ,elomban, van, memiliki
frekuensi van, sedikit berbeda dan merambat dalam arah van, sama.
Jadi, satu pelavan,an didefinisikan seba,ai dua bunvi keras atau dua
bunvi lemah van, terjadi secara berurutan. (lavan,an ~ kuat - lemah -
kuat atau lemah - kuat - lemah).
Jika kedua ,elomban, bunvi tersebut merambat bersamaan, akan
men,hasilkan bunvi palin, kuat saat fase keduanva sama. Jika kedua
,etaran berlawanan fase, akan dihasilkan bunvi palin, lemah.
Misalkan dua sumber bunvi memiliki frekuensi j
1
dan j
2
sedikit
berbeda, simpan,an setiap ,elomban, pada posisi tertentu adalah
,
1
~ - sin2 j
1
: dan ,
2
~ - sin2 j
2
:
Den,an demikian superposisi simpan,an kedua ,elomban, tersebut adalah
2 2 1 1
sin2 sin2 , , , - j : - j :
, ~
1 2
sin2 sin2 - j : j :
den,an men,,unakan aturan sinus akan diperoleh
1 2 1 2
1 1
2 cos (2 2 )sin (2 2 )
2 2
, - j : j : j : j : ~
2 2 1 1
2 cos2 sin2
2 2
j j j j
- : :
~ [ [

| j | j
\ ) \ )
Jika
1 2
j j j A dan
2 1
j j j maka
1
2
~
2 2
j j ~ [
A
| j
| j
\ )
f
dan
1 2
2
2 2
j j j j
j
A [

| j
\ )
Persamaan superposisi dapat dituliskan menjadi
, ~ 2- cos 2 j:
2
j A [
| j
\ )
sin 2 j: ~-
p
sin 2 j: (3-7)
Kata Kunci
dispersi
refraksi
refleksi
difraksi
interferensi
polarisasi
superposisi
sin A + sin B = 2 cos
1
2
(AB) sin
1
2
(A+B)
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 58
E. Dawai dan Pipa Organa sebagai Sumber Bunyi
1. Frekuensi Gelombang pada Dawai
Anda telah mempelajari bahwa benda-benda van, ber,etar merupakan
sumber bunvi, tetapi tidak semua bunvi dapat diden,ar oleh telin,a manusia.
Hal tersebut disebabkan telin,a manusia normal memiliki frekuensi
amban, minimal, vaitu frekuensi terendah dari sumber bunvi van, masih
dapat diterima oleh telin,a.
Tes Kompetensi Subbab D
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Jelaskan pen,ertian difraksi ,elomban, bunvi.
2. Jika ada ti,a sumber bunvi van, identik diletakkan
masin,-masin, berjarak 1 m den,an van, lainnva,
kapankah terjadi interferensi maksimum dari keti,a
sumber bunvi tersebut'
3. Dua buah senar van, identik memberikan nada dasar
den,an frekuensi 3OO Hz. Jika te,an,an salah satu
dawai ditambah 5', berapa frekuensi pelavan,an van,
terjadi'
Dua utas senar van, identik memberikan nada dasar den,an frekuensi 2OO Hz. Jika
te,an,an salah satu senar ditambah 1', berapa pelavan,an van, terjadi'
]awab:
Diketahui: j
1
~ 2OO Hz,
1
~ ,
2
~ 1O1' ~ 1,O1.
j
2
dapat dihitun, den,an persamaan

1

2

j
1 1
2 2
1, O1
1, O2
j
j

Hz
1 2
1, O2 1, O2(2OO ) 2O1 Hz j j
lrekuensi pelavan,an diperoleh den,an men,,unakan Persamaan (3-9) adalah
j

~ (j
1
- j
2
) ~ (2OO - 2O1) Hz ~ -1 Hz
Jadi, frekuensi pelavan,annva adalah -1 Hz.
Contoh 3.4
2 cos2
2

j
- - :
A [

| j
\ )
(3-o)
Berdasarkan Persamaan (3-7), intensitas bunvi akan maksimal jika
, ~ 2A. leh karena itu, lavan,an bunvi terjadi jika 2 cos2 ( )
2
j
- :
A
bernilai 1 dan -1 sehin,,a frekuensi lavan,annva adalah
f f f
p
~ ( )
1 2
(3-9)
Keteran,an:
j

~ frekuensi pelavan,an (Hz)


j
2
~ frekuensi ,elomban, ,
2
(Hz)
j
1
~ frekuensi ,elomban, ,
1
(Hz)
Dua buah dawai baja yang identik
memberikan nada dasar dengan
frekuensi 400 Hz. Bila tegangan
dalam salah satu dawai ditambah
2%, frekuensi pelayangan yang
terjadi adalah ....
a. 0 Hz d. 6 Hz
b. 2 Hz e. 8 Hz
c. 4 Hz
Tes ITB 1975
Pembahasan:
Diketahui:
f
0
= 400 Hz
Tegangan ditambah 2%
p = F + 2% F = 1,02 F
maka
0 1, 02
1, 01
f
F F
f F F

sehingga frekuensi layangannya
adalah
f
p
= (f
2
f
1
)
= (1,01 f
0
f
0
)
= 0,01 f
0
= 0,01 400 Hz
= 4 Hz
Jawaban: c
Pembahasan Soal
Gelombang Bunyi 59
Gambar 3.9
(a) Nada dasar f
0
;
(b) Nada atas pertama f
1
;
(c) Nada atas kedua f
2
;
(d) Nada atas ketiga f
3
.
Pola ,etaran dawai pada Cambar 3.9(a) men,hasilkan nada dasar
(j
O
) den,an
O
1
2
atau
O
2 , maka
O
O
2
t t
j

.
Pola ,etaran dawai pada Cambar 3.9(b) men,hasilkan nada atas
pertama (j
1
) den,an
1
atau
1
, maka
1 O
1
2
t t
j j

.
Pola ,etaran dawai pada Cambar 3.9(c) men,hasilkan nada atas kedua
(j
2
) den,an
2
3
2
atau
2
2
3
, maka
2 O
2
3
3
2
2
3
t t t
j j

.
Pola ,etaran dawai pada Cambar 3.9(d) men,hasilkan nada atas keti,a
(j
3
) den,an
3
2 atau
3
1
2
, maka
3 O
3
1
1
1
2
2
t t t
j j

.
Perbandin,an frekuensi nada-nada pada dawai van, dihasilkan
berupa pola ,elomban, seperti pada Cambar 3.9 adalah seba,ai berikut.
j
O
: j
1
: j
2
: ... ~ 1 : 2 : 3 : ... (3-7)
leh karena cepat rambat ,elomban, pada dawai sesuai den,an hasil
percobaan Melde, vaitu t ~

m
maka diperoleh
a) frekuensi nada dasar,
O
1 1
2 2

j
m



b) frekuensi nada atas pertama,
1
1 1
j
m



c) frekuensi nada atas kedua,
2
3 3
2 2

j
m



d) frekuensi nada atas ke-n,
O
1
( 1)
2
n
n
j n j

[

| j
\ )

(3-o)
(a) (b) (c) (d)

0
1
2

1

2
2
2
3
2
Salah satu sumber bunvi adalah dawai ,itar. Nada van, dihasilkan
dawai ,itar dapat diubah-ubah den,an cara menekan senar pada titik-
titik tertentu. Pola ,elomban, van, dapat terjadi pada dawai ,itar
ditunjukkan pada Cambar 3.9 den,an berubah-ubah.
Satu dawai dapat membentuk berba,ai frekuensi atau pola ,etaran,
seperti tampak pada Cambar 3.9.
Echolocation adalah bentuk sensor
yang digunakan oleh binatang
seperti kelelawar, paus, dan lumba-
lumba. Binatang tersebut
memancarkan gelombang suara
(gelombang longitudinal), kemudian
dipantulkan oleh objek. Gelombang
pantul kemudian dideteksi oleh
binatang tersebut. Gelombang
echolocation yang dipancarkan oleh
kelelawar memiliki frekuensi sekitar
175.000 Hz.
Echolocation is a form of sensory
perception used by animals such as
bats, toothed whales, and porpoises.
The animal emits a pulse of sound (a
longitudinal wave) which is reflected
from objects. The reflected pulse is
detected by the animal. Echolocation
wave emitted by bats have
frequencies of about 175.000 Hz.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 60
2. Pipa Organa dan Pola Gelombangnya
1elah Anda ketahui bahwa benda van, ber,etar dapat men,hasilkan
bunvi. 1idak hanva benda padat, seperti dawai, tali, maupun pelat lo,am
van, dapat ber,etar, ,etaran pun dapat terjadi pada ,as, misalnva udara.
Oetaran kolom udara pada serulin, akan men,hasilkan bunvi. 1in,,i
nada van, diperoleh dari sebuah serulin, dapat diatur frekuensinva. Di
antara peran,kat musik sederhana van, dapat men,hasilkan ,etaran
kolom udara selain serulin, adalah pipa or,ana. 1erdapat dua macam
pipa or,ana, vaitu pipa or,ana terbuka dan pipa or,ana tertutup.
a. Pipa Organa Terbuka
Pipa or,ana terbuka adalah alat tiup berupa tabun, van, kedua ujun,
penampan,nva terbuka. Kedua ujun, pipa or,ana terbuka menjadi perut
,elomban, pada kolom udara. Pola ,elomban, van, dihasilkan seperti
tampak pada Cambar 3.11. lrekuensi van, dihasilkan oleh pipa or,ana
terbuka adalah seba,ai berikut.
1) Nada dasar (j
O
):
O
1
2
atau
O
2 .
lrekuensi van, dihasilkan,


O
O
2
t t
j .
Gambar 3.10
Seruling merupakan pipa
organa terbuka.
Seutas dawai van, kedua ujun,nva terikat memiliki panjan, 2 m, massa jenisnva
(
p
) ~ 5O ,/cm
3
men,hasilkan frekuensi nada dasar (j
O
) ~ 6O Hz.
a. Hitun,lah ,ava te,an,an dawai.
b. Berapakah besar frekuensi dan panjan, ,elomban, pada nada atas pertama'
c. 1entukanlah frekuensi dan panjan, ,elomban, pada dawai untuk nada atas
kedua.
]awab:
Diketahui: ~ 2 m,
p
~ 5O k,/cm
3
, j
O
~ 6O Hz.
a. Den,an men,,unakan Persamaan (3-S) untuk nada dasar, diperoleh

2 2
O O
1
atau 1
2

j j
~ (1)(5O 1O
-3
k,/cm
3
)(2)
2
(6O Hz)
2
~ 2.ooO N
Jadi, besar ,ava te,an,an dawai adalah 2.ooO N.
b. lrekuensi nada atas pertama (n~1) adalah
j
n
~ (n 1)j
O
atau j
1
~ 2j
O
~ 2(6O Hz) ~ 12O Hz.
Panjan, ,elomban, pada nada atas pertama adalah ~ ~ 2 m.
c. lrekuensi pada nada atas kedua (n ~ 2) adalah
j
n
~ (n 1)j
O
atau j
2
~ 3j
O
~ 3(6O Hz) ~ 1oO Hz.
Panjan, ,elomban, pada nada atas kedua adalah



2 2
1 3 2 2
atau 2 1, 33 m.
2 3 3 3
Contoh 3.5
Persamaan frekuensi nada-nada tersebut, kali pertama diun,kapkan oleh
Mersenne sehin,,a Persamaan (3-S) tersebut dikenal den,an Hukum
Mersenne.
Gelombang Bunyi 61
Gambar 3.11
Pola gelombang resonansi
suatu pipa organa terbuka.
nada dasar atau
harmonik pertama
nada atas pertama atau
harmonik kedua
nada atas ketiga atau
harmonik ketiga

0
1
2

1

3
2
2) Nada atas pertama (j
1
):
1
atau
1
.
lrekuensi van, dihasilkan,

1
1
t t
j .
3) Nada atas kedua (j
2
):
2
3
2
atau
2
2
3


.
lrekuensi van, dihasilkan

2
2
3
2
t t
j
.
1) Nada atas ke n (j
n
):
1 1
( 1)
2 2
n

n .
lrekuensi van, dihasilkan
O
( 1) ( 1)
2
n
t
j n j n

(3-9)
Perbandin,an frekuensi ,elomban, van, dimiliki kolom udara pada
pipa or,ana terbuka sama den,an perbandin,an frekuensi ,elomban,
pada dawai. Perbandin,an frekuensi van, dihasilkan oleh setiap pola
,elomban, untuk pipa or,ana terbuka adalah
O 1 2
3
: : : : 1 : 2 : 3
2 2
t t t
j j j

(3-1O)
Persamaan (3-10) van, merupakan perbandin,an frekuensi dikenal
seba,ai Hukum I Bernoulli dan merupakan perbandin,an bilan,an-
bilan,an bulat.
Sebuah pipa or,ana terbuka panjan,nva 1O cm. 1entukan
nada dasar van, dihasilkan pipa tersebut jika cepat rambat
bunvi di udara ~ 31O m/s.
]awab:
Diketahui: panjan, pipa ~ 1O cm ~ O,1 m,
cepat rambat bunvi (t) ~ 31O m/s.
Den,an men,,unakan Persamaan (3-9), frekuensi nada dasar diperoleh
1
2
atau 2 , maka 2 O, 1m O, om
Contoh 3.6

1
40cm
2
Svarat terjadinva nada dasar, vaitu
O
31O m/s
125Hz.
O, o m
j
t


Sebuah pipa or,ana terbuka van, panjan,nva 1,5 m dan frekuensi harmoniknva
berturut-turut 29O Hz dan 1O5 Hz. 1entukan cepat rambat bunvi pada pipa or,ana
tersebut.
Contoh 3.7
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 62
b. Pipa Organa Tertutup
Pipa or,ana tertutup adalah alat tiup berupa tabun, van, salah satu
ujun, penampan,nva tertutup. Salah satu ujun, pipa or,ana tertutup
menjadi simpul ,elomban, pada kolom udara dan ujun, lainnva van,
terbuka menjadi perut ,elomban,. Pola ,elomban, van, dihasilkan tampak
seperti Cambar 3.12. lrekuensi van, dihasilkan oleh pipa or,ana tertutup
adalah seba,ai berikut.
1) Nada dasar (j
O
):
O
1
1
atau
O
1 .
frekuensi van, dihasilkan,
O
O
1
t t
j

.
2) Nada atas pertama (j
1
):
1
3
1
atau
1
1
3
.
frekuensi van, dihasilkan,
1
1
3
1
t t
j

[

| j
\ )

.
3) Nada atas kedua (j
2
):
2
5
1
atau
2
1
5
.
frekuensi van, dihasilkan,
2
2
5
1
t t
j

[

| j
\ )

.
1) Nada atas ke-n (j
n
):
1
(2 1)
1
n
n atau

1
2 1
n
n
.
lrekuensi van, dihasilkan
O
(2 1) (2 1)
1
n
t
j n j n

(3-11)
Perbandin,an frekuensi van, dihasilkan oleh setiap pola ,elomban,
untuk pipa or,ana tertutup adalah
O 1 2
: : : 3 : 5 1: 3 : 5
1 1 1
t t t
j j j
[ [

| j | j
\ ) \ )

(3-12)
Persamaan (3-12) van, merupakan perbandin,an frekuensi dikenal
seba,ai Hukum II Bernoulli dan merupakan perbandin,an bilan,an-
bilan,an ,anjil.
Gambar 3.12
Pola gelombang resonansi pada
suatu pipa organa tertutup.
harmonik kedua

1
3
4
harmonik ketiga

2
5
4
harmonik pertama

0
1
4
]awab
Misalkan j
n
~ 29O Hz dan j
n 1
~ 1O5 Hz.
Den,an men,,unakan Persamaan (3-9) diperoleh
j
n 1
- j
n
~

{(n 2)-(n 1)}
2
t

(1O5 29O)Hz ( 2 1)
2
t
n n ~ ~ ~

115 Hz
2(1, 5 )
t
m

t ~ 315 m/s
Gelombang Bunyi 63
Sebuah pipa or,ana tertutup memiliki panjan, 25 cm. Apabila cepat rambat bunvi
saat itu 31O m/s, tentukan frekuensi nada dasar j
O
, nada atas pertama j
1
, dan nada atas
kedua j
2
.
]awab:
Diketahui: ~ 25 cm ~ O,25 m, t ~ 31O m/s.
Berdasarkan Persamaan (3-11),
O
(2 1) (2 1)
1
n
t
j n j n

, diperoleh
nada dasar (n ~ O):

O
31O m/s
31O Hz
1 1(O, 25 m)
t
j
nada atas pertama (n ~ 1):
j
1
~|(2)(1) 1)] j
O
~ (3)(31O) ~ 1.O2O Hz
nada atas kedua (n ~ 2): j
2
~|(2)(2) 1)] j
O
~ (5)(31O) ~ 1.7OO Hz.
Contoh 3.8
Sebuah pipa or,ana terbuka (1) den,an panjan, 6O cm terjadi 3 buah simpul. Nada
pipa or,ana tersebut beresonansi den,an pipa or,ana tertutup (2) dan membentuk 2
buah simpul. Berapa panjan, pipa or,ana van, tertutup'
]awab:
Resonansi terjadi jika j
1
sama den,an j
2
.
Panjan, pipa or,ana terbuka ~ 6O cm, terjadi 3 simpul dan 3 perut
3
2

[
| j
\ )
sehin,,a
1
1
3
2
atau
1 1
2
3
maka
1
2
(6Ocm) 1Ocm
3

Pada pipa or,ana tertutup terjadi 2 simpul dan 2 perut
3
1

[
| j
\ )
sehin,,a
2
2
3
1

atau
2
2
1
3
maka
2
2
t
j

den,an men,,unakan svarat resonansi, panjan, pipa or,ana tertutup

2
dapat dihitun,
2 1 2 1 2 2
2 1
1
1O cm 3O cm
3
t t
j j

= = = =
Contoh 3.9
Pipa organa terbuka A dan pipa
organa tertutup sebelah B memiliki
panjang yang sama. Perbandingan
frekuensi nada atas pertama antara
pipa organa A dengan pipa organa B
adalah ....
a. 1 : 1 d. 3 : 2
b. 2 : 1 e. 4 : 3
c. 2 : 3
UMPTN 1995
Pembahasan:
Pipa organa terbuka:
3 1
, , , ....
2 2
A

Pada nada atas pertama:
A A
A
v v
f
x
-

Pipa organa tertutup:


3 5 1
, , , ....
4 4 4
B

Pada nada atas pertama:
3 4
4 3
B B
-

3

4 4
3
B
B
B
v v v
f

Untuk
A B
, diperoleh
4
3 3

4
A A
B
B
v
f
f v

Jawaban: e
Pembahasan Soal
3. Resonansi
Peristiwa ikut ber,etarnva suatu benda karena ada benda lain van,
ber,etar disebut resncns|. Svarat terjadinva resonansi adalah frekuensi ,etar
kedua benda harus sama atau frekuensi benda van, ikut ber,etar sama
den,an kelipatan bilan,an bulat dari frekuensi benda van, ber,etar.
Perhatikan dua contoh peristiwa resonansi berikut ini.
a. Resonansi pada Garputala
Jika sebuah ,arputala dipukul, ,arputala tersebut ber,etar seperti
pada Cambar 3.13. lrekuensi ,elomban, bunvi van, dihasilkan
ber,antun, pada bentuk, besar, dan bahan lo,am ,arputala tersebut.
Ketika didekatkan pada ,arputala van, lain dan memiliki frekuensi bunvi
sama, ,arputala kedua akan ikut ber,etar. Peristiwa ikut ber,etarnva
,arputala van, kedua disebut resonansi.
Gambar 3.13
Dua garputala yang memiliki
frekuensi yang sama akan
beresonansi.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 64
Aktivitas Fisika 3.3
gelas
air
mineral
paralon
garputala
selang
plastik
gabus
neon
Cepat Rambat Bunyi
Tujuan Percobaan
Mengukur cepat rambat bunyi di udara.
Alat-Alat Percobaan
1. Garputala
2. Lampu neon yang sudah tidak terpakai
3. Botol air mineral 100 m
4. Selang plastik berdiameter 1,5 cm dan panjang 2 m
5. Pipa paralon berdiameter 3 cm dan panjang 1 m
6. Penjepit
7. Penggaris
8. Gabus sebagai sumbat
Langkah-Langkah Percobaan
1. Rangkailah alat-alat tersebut seperti pada gambar.
2. Isilah lampu neon dengan air sampai ketinggian
kolom udara 5 cm.
3. Getarkanlah garputala di atas lampu neon yang
terbuka.
4. Lakukan pemompaan terhadap air dari lampu neon
agar air keluar melalui selang dengan botol air mineral secara perlahan-
lahan.
b. Resonansi pada Kolom Udara
Perhatikan Cambar 3.14 van, memperlihatkan peristiwa resonansi
pada kolom udara. Jika kolom udara van, terletak di atas permukaan air
di,etarkan den,an men,,unakan sebuah ,arputala, molekul-molekul
udara di dalam kolom udara akan ikut ber,etar. Svarat terjadinva resonansi
pada kolom udara adalah
1) tepat pada permukaan air harus terbentuk rapatan/simpul ,elomban,,
2) pada ujun, permukaan kolom udara merupakan perut/ren,,an,an
,elomban,.
Untuk mendapatkan resonansi, panjan, kolom udara di atas permukaan
harus diubah-ubah. Adapun frekuensi dan panjan, ,elomban, bunvinva tetap.
Resonansi pertama akan terjadi jika panjan, kolom udara di atas permukaan
air
1
1
, resonansi kedua
3
1
, resonansi keti,a
5
1
, dan seterusnva.
Sama halnva den,an ,etaran udara pada pipa or,ana tertutup,
hubun,an panjan, kolom udara ( ) terhadap panjan, ,elomban, bunvi
(

) pada peristiwa resonansi kolam udara dapat ditulis seba,ai berikut.


1
(2 1)
1
n
n
(3-13)
Keteran,an:
n ~ O, 1, 2, 3 ...
n
~ panjan, kolom udara ke-n

~ panjan, ,elomban, bunvi


Jika frekuensi ,arputala diketahui, cepat rambat ,elomban, bunvi ,arputala
dapat ditentukan melalui persamaan t ~ j

. A,ar Anda dapat
men,aplikasikan proses pen,ukuran cepat rambat bunvi di udara berdasarkan
konsep resonansi bunvi pada kolom udara, lakukanlah aktivitas berikut.
Gambar 3.14
Sebuah kolom udara di atas
permukaan air digetarkan oleh
sebuah garputala.
Gelombang Bunyi 65
Berdasarkan aktivitas tersebut, Anda akan mendapatkan data
panjan, kolom udara. Kemudian, ba,aimanakah cara men,hitun, cepat
rambat bunvi di udara' Perhatikan kembali Persamaan (3-13).
n
~ (2n 1)
1
1

O
~
1
1

1
~
3
1

Jika Anda men,hitun, selisih


1
dan
0
, akan didapatkan
1
-
O
~
3
1
-
1
1
~
1
2

~ 2 (
1
-
O
)
leh karena panjan, ,elomban, sudah diketahui, Anda dapat men,hitun,
cepat rambatnva, berdasarkan persamaan
t ~

j (3-11)
Keteran,an:
t ~ cepat rambat bunvi (m/s)
~ panjan, ,elomban, ,arputala (m)
j ~ frekuensi ,arputala (Hz)
Nilai frekuensi setiap garputala
sudah diketahui. Analoginya
seperti nilai fokus dari lensa.
Ingatlah
5. Berhentilah memompa air pada saat terdengar bunyi mendengung. Ukur
panjang kolom saat itu dan catat sebagai l
1
(resonansi pertama) pada tabel
pengamatan seperti berikut.
6. Turunkan permukaan air dalam lampu neon sampai terdengar bunyi
mendengung lagi. Ukur panjang kolom saat itu dan catat sebagai l
2
(resonansi kedua) pada tabel pengamatan.
7. Ulangi langkah tersebut sampai didapatkan l
3
, l
4
, dan seterusnya.
Data Pengamatan Resonansi Udara untuk Percobaan Cepat Rambat Udara
Resonansi ken Panjang Kolom Udara ( )
1.
2.
3.
....
....
....
Pada ,ambar tampak sebuah kolom udara van, panjan,nva , untuk
men,hasilkan resonansi kolom udara secara vertikal. Jika kolom udara
terpendek men,hasilkan resonansi saat
O
12 cm , tentukan
frekuensi ,arputala j .
1entukan pula panjan, kolom udara pada resonansi selanjutnva.
Diketahui cepat rambat bunvi di udara t ~ 31O m/s.
]awab:
Diketahui:
O
~ 12 cm ~ O,12 m, t ~ 31O m/s.
Pada peristiwa resonansi pertama dalam kolom udara berlaku hubun,an berikut.
O
1
1
atau
O
1 1(12cm) 1o cm O, 1o m
Contoh 3.10

Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 66


F. Energi Gelombang Bunyi
1elah Anda ketahui bahwa ,elomban, adalah ,etaran van, merambat
melalui zat perantara (medium), tetapi mediumnva tidak ikut merambat.
Dalam perambatannva, ,elomban, memindahkan ener,i dari satu tempat
ke tempat lain. lner,i ,elomban, bunvi van, ditimbulkan dari suara
pesawat jet suersn|c dapat memecahkan kaca jendela suatu ban,unan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa ener,i ,elomban, bunvi melakukan
perambatan. lner,i ,elomban, bunvi dapat ditentukan dari ener,i
potensial maksimum ,etaran karena bunvi merupakan ,elomban, lon,i-
tudinal hasil perambatan ,etaran. leh karena itu, ener,i ,elomban,
bunvi dapat dinvatakan den,an vaitu seba,ai berikut
2
1
2
|
karena
1
2
|
j
m

Tes Kompetensi Subbab E


Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Pada seutas dawai van, panjan,nva 2 m den,an massa
2O ,, perambatan ,elomban, tranversal van, dihasilkan
memiliki kecepatan 5O m/s. 1entukan te,an,an dawai
tersebut.
2. 1ali van, panjan,nva 5 m dite,an,kan den,an ,ava
2 N. Perambatan ,elomban, transversal van, dihasilkan
memiliki kecepatan 1O m/s. 1entukan massa tali
tersebut.
3. Dua utas tali van, sama panjan, ditarik oleh ,ava van,
sama. Massa tali pertama 1 kali massa tali kedua. 1ali
pertama di,etarkan den,an frekuensi 2OO Hz,
sedan,kan tali kedua 1OO Hz. Jika panjan, ,elomban,
pada tali pertama 1 cm, tentukan panjan, ,elomban,
pada tali kedua.
1. Sebuah ,elomban, sinus merambat pada tali van,
panjan,nva 1OO cm, ber,erak dari simpan,an minimum
ke maksimum. Suatu titik memerlukan waktu O,O5
sekon dalam ,erak tersebut. 1entukan:
a. periode ,elomban,,
b. frekuensi ,elomban,,
c. ,ava te,an, tali jika diketahui panjan, ,elomban,
~ O,o m dan massa tali 25O ,ram.
5. Sebuah pipa or,ana terbuka panjan,nva 3O cm.
1entukan frekuensi nada dasar van, dihasilkan pipa
tersebut jika cepat rambat bunvi di udara ~ 336 m/s.
6. Sebuah pipa or,ana tertutup panjan,nva 25 cm.
1entukan nada dasar van, dihasilkan pipa itu jika cepat
rambat bunvi di udara ~ 336 m/s.
7. 1entukan panjan, minimum pipa or,ana terbuka van,
beresonansi den,an ,arputala van, ber,etar den,an
frekuensi 17O Hz, jika cepat rambat bunvi di udara ~
31O m/s.
Kata Kunci
resonansi
Hukum Mersenne
pipa organa
Hukum I Bernoulli
Hukum II Bernoulli


31O m/s
7Oo, 33 Hz
O, 1o m
t
j
Jadi, frekuensi ,arputala adalah 7Oo,33 Hz.
Panjan, kolom udara pada resonansi kedua (n ~ 1) dan keti,a (n ~ 2) dapat ditentukan
den,an Persamaan (3-13), vaitu
1
(2 1)
1
n
n dan untuk resonansi kedua (n ~ 1)
adalah
1
1
(2 1 1) (O, 1om) O, 36 m
1

Jadi, untuk resonansi keti,a (n ~ 2): m
2
1
(2 2 1) (O, 1o ) O, 6 m
1
.
Gelombang Bunyi 67
Gambar 3.15
Sumber bunyi berupa titik.
Semakin jauh dari sumber bunyi,
luas permukaan semakin besar.
P
r
1
r
2
atau
| ~ 1
2
m j
2
maka diperoleh
~ 2
2
m j
2

m
2
(3-15)
Keteran,an:
m ~ massa partikel (k,)

m
~ amplitudo ,elomban, (m)
j ~ frekuensi ,etar (Hz)
| ~ konstanta pe,as (N/m)
Berdasarkan Persamaan (3-15), ener,i van, dipindahkan oleh suatu
,elomban, sebandin, den,an kuadrat amplitudonva.
1. Intensitas Gelombang Bunyi
lntensitas ,elomban, bunvi didefinisikan seba,ai jumlah ener,i bunvi
per satuan waktu van, menembus te,ak lurus suatu bidan, per satuan
luas. Hubun,an antara dava (), luas (-), dan intensitas bunvi ()
memenuhi persamaan

(3-16)
Keteran,an:
~intensitas ,elomban, bunvi (W/m
2
)
- ~luas penampan, (m
2
)
~dava ,elomban, bunvi (W)
Sumber bunvi berupa sebuah titik, seperti pada Cambar 3.15 akan
memancarkan bunvi ke se,ala arah. Artinva, ,elomban, bunvi merambat
dalam ti,a dimensi. Hal van, sama terjadi pula pada ,elomban, cahava.
lntensitas bunvi pada bidan, permukaan dalam bola van, memiliki jari-
jari r akan memiliki luas - ~ 1 r
2
(an,,ap tidak ada ener,i bunvi van,
hilan, atau terserap selama perambatan).
lntensitas bunvi akan semakin kecil jika jarak sumber bunvi ke suatu
bidan, permukaan semakin jauh. Pen,uran,an intensitas bunvi akibat
pertambahan jarak dari sumber bunvi memenuhi hubun,an berikut.
2 2 2 2
1 2 1 2
1 2
1 1
: : :
1 1


r r r r

1
1
2
2
2
2
r
r

(3-17)
Keteran,an:
r
1
~ jarak sumber bunvi ke posisi bidan, 1 (m)
r
2
~ jarak sumber bunvi ke posisi bidan, 2 (m)
Berdasarkan Persamaan (3-17), dapat dinvatakan bahwa intensitas
bunvi berbandin, terbalik den,an kuadrat jarak sumber bunvi tersebut
ke bidan, penden,aran.
2. Taraf Intensitas (TI)
Setiap makhluk di alam semesta ini memiliki batas intensitas
penden,aran. Batas intensitas bunvi van, dapat diden,ar telin,a manusia
adalah seba,ai berikut.
1 bel (B) = 10 desibel (dB)
Ingatlah
Tugas Anda 3.4
Berapakah rasio intensitas bunyi 90
dB terhadap intensitas bunyi 60 dB?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 68
1araf intensitas bunvi sebuah pesawat pada jarak 2O m adalah 12O dB. Berapa taraf
intensitas bunvi pada jarak 2OO m'
]awab:
Diketahui: r
1
~ 2O m, r
2
~ 2OO m, T
1
~ 12O dB.
lntensitas bunvi berbandin, terbalik den,an kuadrat jarak
[ [

| j
| j
\ )
\ )
2 2
2
2 1 1
2
1 2 2
2O 1
2OO 1OO
r r
r r
1 2
1OO
den,an men,,unakan Persamaan (3-1S) untuk T
2
dan T
1
, diperoleh
2
2
O
1Olo,

T

1
1
O
1Olo,

T

2 1
2 1
O O
1O lo, lo,

T T

| |
~ ~
| |
| |
Suatu gelombang gempa terasa di
Malang dengan intensitas 6 10
5
W/m
2
.
Sumber gempa berasal dari suatu
tempat yang berjarak 300 km dari
Malang. Jika jarak antara Malang dan
Surabaya sebesar 100 km dan ketiga
tempat itu membentuk segitiga
siku-siku dengan sudut siku-siku di
Malang, maka intensitas gempa yang
terasa di Surabaya adalah ....
a. 2 10
5
W/m
2
b. 3 10
5
W/m
2
c. 4,5 10
5
W/m
2
d. 5,4 10
5
W/m
2
e. 7,5 10
5
W/m
2
UMPTN 1996
Pembahasan:
[ [
-
| j | j
\ ) \ )
2 2
2 1 1
2 1
1 2 2
I r r
I I
I r r
[

| j
\ )
2
5
2
5
300
6 10
10
I
= 5,4 10
5
W/m
2
Jawaban: d
Surabaya
Malang
sumber gempa
300 km
100 km
Contoh 3.11
Pembahasan Soal
a. lntensitas terkecil van, masih dapat menimbulkan ran,san,an
penden,aran pada telin,a adalah sebesar 1O
-12
watt/m
2
van, disebut
seba,ai |n:ens|:cs cm|cn enJencrcn.
b. lntensitas terbesar van, masih mampu diterima telin,a manusia tanpa rasa
sakit adalah sebesar 1 watt/m
2
van, disebut |c:cs cm|cn enJencrcn.
Jadi, batas penden,aran terendah adalah 1O
-12
watt/m
2
dan batas
intensitas tertin,,i adalah 1 watt/m
2
. 1araf intensitas (T) sebandin, den,an
lo,aritma perbandin,an antara intensitas bunvi dan har,a amban, intensitas
bunvi van, terden,ar dan memiliki satuan desibel (dB). Secara matematis,
hubun,an antara dan T ditulis
O
1Olo,

T

(3-1o)
Keteran,an:
T ~ taraf intensitas (dB)
~ intensitas bunvi (W/m
2
)

O
~ 1O
-12
W/m
2
~ intensitas amban, penden,aran
Berikut ini data intensitas dan taraf intensitas dari beberapa sumber
bunvi.
Amban, penden,aran O 1 1O
-12
Amban, rasa sakit 12O 1
Sirine pada jarak 3O m 1OO 1 1O
-2
lalu lintas ramai 7O 1 1O
-5
Percakapan biasa pada jarak 5O cm 65 3,2 1O
-6
Radio pelan 1O 1 1O
-o
Bisik-bisik 2O 1 1O
-1O
Tabel 3.2
lntensitas dan 1araf lntensitas dari Beberapa Sumber Bunvi
Intensitas (W/m
2
) Sumber Bun,i Taraf Intensitas (dB)
Sumber: College Physics, 1980
Gelombang Bunyi 69
Sebuah sumber bunvi men,hasilkan taraf intensitas sebesar 5O dB. Berapa taraf
intensitas van, dihasilkan jika terdapat 1OO sumber bunvi van, sama dan berbunvi
pada saat bersamaan'
]awab:
Diketahui: T ~ 5O dB, n ~ 1OO.
Untuk sebuah sumber bunvi,
T ~ 1O lo,
O

5O ~ 1O lo,
O

= ~ 1O
5

O
Untuk 1OO buah sumber bunvi,
~ 1OO 1O
5

O
~ 1O
7

O
maka 1l ~ 1O lo,
O

~ 1O lo,
7
O
O
1O

~ 1O lo, 1O
7
~ 7O dB.
Contoh 3.12
Jika terdapat sumber bunvi van, lebih dari satu, taraf intensitas
totalnva dapat diketahui den,an men,,unakan persamaan berikut.
T
(n)
~ T
(1)
1O lo, n (3-19)
Keteran,an:
T
(n)
~ taraf intensitas oleh n buah sumber
n ~ banvaknva sumber
T
(1)
~ taraf intensitas oleh 1 buah sumber
2
O
2 1
1
O
1O lo,

T T

| |
| |
| | ~
| |
| |
| |
1
1
2
2
1Olo,

T T


2
2
1
1Olo,
1OO

~ 12O dB 1O lo, 1O
-2
~ 1OO dB
Jadi, taraf intensitas bunvi pada jarak 2OO m adalah 1OO dB.
Kata Kunci
energi gelombang bunyi
intensitas gelombang
taraf intensitas
batas ambang pendengaran
1. Sebuah sumber bunvi memiliki taraf intensitas sebesar
25 dB. Jika 6O buah sumber bunvi van, sama berbunvi
serentak, berapa taraf intensitas bunvi van, dihasilkan'
2. Berapa perbandin,an intensitas dua sumber bunvi jika
taraf intensitasnva 15 dB'
3. Sebuah sumber bunvi titik den,an dava 12,56 watt
memancarkan ,elomban, bunvi berupa ,elomban,
sferis (bola). 1entukan taraf intensitas bunvi van,
diden,ar oleh seseoran, pada jarak 1OO meter dari
sumber bunvi tersebut. (
O
~ 1O
-12
watt/m
2
).
1. Sebuah sumber bunvi memiliki taraf intensitas 6 bell.
Jika 1O buah sumber bunvi van, sama berbunvi secara
serentak, berapakah taraf intensitas bunvi van,
dihasilkan'
(btanas 19S5)
5. Sebuah sumber bunvi memancarkan ener,i ke se,ala
arah. Apabila jarak penden,ar terhadap sumber bunvi
dibuat menjadi o kali semula, berapa pen,uran,an taraf
intensitas bunvi van, terden,ar'
Tes Kompetensi Subbab F
Kerjakanlah dalam buku latihan.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 70
Rangkuman
1. Oelomban, bunvi adalah ,elomban, lon,itudinal van,
dapat merambat dalam medium zat padat, cair, dan ,as.
2. Cepat rambat bunvi di udara ber,antun, pada jenis
partikel pembentuk udara van, dinvatakan den,an
. n T
t
M

sedan,kan di dalam zat padat ber,antun, pada


modulus Youn, dan massa jenis zat.

t
p

Adapun di dalam zat cair ber,antun, pada modulus


Bulk dan massa jenis zat cair.

t
p

3. 1in,,i rendah nada bunvi ber,antun, pada frekuensi


bunvi. Kuat bunvi ber,antun, pada amplitudo ,etaran.
1. Audiosonik adalah bunvi van, berfrekuensi antara
2O Hz sampai den,an 2O.OOO Hz. lnfrasonik adalah
bunvi van, berfrekuensi di bawah 2O Hz, sedan,kan
ultrasonik adalah bunvi van, berfrekuensi di atas
2O.OOO Hz.
5. Oelomban, bunvi dapat men,alami proses dispersi,
refraksi, refleksi, difraksi, interferensi, dan polarisasi.
6. lnterferensi ,elomban, bunvi terjadi jika beda lintasan
,elomban,nva merupakan kelipatan bilan,an bulat
dari seten,ah panjan, ,elomban, bunvi.
1
, O,1, 2, 3,....
2
n
s n

A
7. Persamaan superposisi ,elomban, bunvi
2 cos 2 sin2
2
j
, - j: j:
A [

| j
\ )
o. lrekuensi dan nada dasar pada dawai dinvatakan den,an
persamaan
1
2

sedan,kan frekuensi nada atas ke-n pada dawai


dinvatakan den,an persamaan

1
1
2
n
n
j n j

[

| j
\ )

9. Pada pipa or,ana terbuka, frekuensi nada atas ke-n


dinvatakan den,an persamaan
1
2
n
t
j n

sedan,kan pada pipa or,ana tertutup, frekuensi nada


atas ke-n dinvatakan den,an
2 1
1
n
t
j n

1O. Hubun,an panjan, kolom udara ( ) terhadap


panjan, ,elomban, bunvi ( ) pada peristiwa
resonansi kolom udara adalah

1
2 1
1
n
n
11. Dalam perambatannva, ,elomban, bunvi memindah-
kan ener,i sebesar
2 2 2
2
m
mj , den,an ,
m
adalah
amplitudo ,elomban,.
12. Semakin jauh jarak sumber bunvi terhadap penden,ar,
intensitas bunvi akan semakin kecil.
13. lntensitas bunvi dinvatakan den,an persamaan
O
1Olo,

T

11. Jika terdapat n buah sumber bunvi, taraf intensitas


bunvi totalnva dinvatakan den,an persamaan
T
(n)
~ T
(1)
1O lo, n
Gelombang Bunyi 71
Peta Konsep
Klasifikasi
Oelomban, Bunvi
Cepat Rambat
Sifat-Sifat
Oelomban, Bunvi
zat Padat:
t ~
zat Cair:
t ~
Oas:
t ~
lnterferensi
Pemantulan
Difraksi
Pelavan,an
lntensitas Bunvi
1araf lntensitas
jika sumber
bunvinva banvak
membahas
Celombang Bun,i
membahas
T ~ T 1O lo, n
membahas
1in,,i Bunvi
Kuat Bunvi
Warna Bunvi
Setelah mempelajari bab ini, Anda tentu dapat
mengetahui sifat-sifat dasar gelombang bunyi dan
klasifikasi gelombang bunyi serta dapat menjelaskan
peristiwa resonansi pada pipa organa. Dari materi bab
ini, bagian manakah yang Anda anggap sulit? Coba
diskusikan dengan teman atau guru Fisika Anda.
Refleksi
Pada bab ini pula, Anda telah mempelajari manfaat
dari gelombang bunyi, seperti untuk mengukur
kedalaman laut. Coba Anda sebutkan manfaat lain yang
Anda rasakan setelah mempelajari bab ini.
dalam
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 72
1. Pada suatu saat terlihat kilat dan 1O detik kemudian
terden,ar suara ,unturnva. Jika besar kecepatan
cahava ~ 3 1O
o
m/s dan kecepatan bunvi ~ 31O m/s,
jarak antara tempat asal kilat dan pen,amat ....
a. 31 m d. 3 1O
o
m
b. 3.1OO m e. 3 1O
9
m
c. 1O.2OO m
2. Sebuah alat sonar di,unakan untuk men,ukur
kedalaman laut. Selan, waktu van, dicatat oleh sonar
untuk ,elomban, merambat hin,,a kembali la,i ke
sonar adalah 1 sekon. Jika cepat rambat ,elomban, di
dalam air laut adalah 1.5OO m/s, kedalaman laut
tersebut adalah ....
a. 5OO m d. 1.25O m
b. 75O m e. 1.5OO m
c. 1.OOO m
3. Dua buah sumber bunvi seperti tampak pada ,ambar
berikut ber,etar secara koheren. Bunvi van, nvarin,
dihasilkan di jika r
1
~ r
2
. Den,an menaikkan secara
perlahan-lahan r
1
, bunvi terlemah diden,ar ketika r
1
- r
2
adalah 2O cm, 6O cm, dan 1OO cm. Jika cepat rambat
bunvi di udara 31O m/s, besar frekuensi bunvi adalah ....
a. 136 Hz d. o5O Hz
b. 125 Hz e. 1.7OO Hz
c. 6oO Hz
1. Dua buah |uJsec|er A dan B diletakkan seperti pada
,ambar berikut. 1ernvata pada detektor D terjadi
interferensi maksimum orde pertama. Jika kecepatan
bunvi di udara ~ 33O m/s, frekuensi ,elomban, bunvi
tersebut tersebut adalah ....
a. 165 Hz d. 66O Hz
b. 33O Hz e. 75O Hz
c. 195 Hz
5. Modulus Bulk suatu zat cair van, memiliki massa jenis
O,3 ,ram/cm
3
adalah 1,2 1O
9
N/m
2
. Cepat rambat
,elomban, dalam zat cair tersebut adalah ....
a. 1.5OO m/s d. 3.OOO m/s
b. 2.OOO m/s e. 1.OOO m/s
c. 2.5OO m/s
6. Sebuah sumber bunvi berfrekuensi 1 kHz ber,erak
lan,sun, ke arah seoran, penden,ar den,an kelajuan
O,9 kali kelajuan bunvi. lrekuensi bunvi van,
diterimanva adalah ....
a. 1O,O kHz d. O,5 kHz
b. 1,9 kHz e. O,1 kHz
c. 1,1 kHz
(Soal UM - UCM 2003)
7. Anda sedan, ber,erak mendekati sebuah sumber bunvi
S tidak ber,erak van, berada jauh di depan Anda dan
sedan, memancarkan bunvi berfrekuensi j
O
ke se,ala
arah. A,ak jauh di belakan, Anda, terdapat sebuah
dindin, pemantul D. Bunvi van, Anda den,ar
lan,sun, dari S den,an frekuensi j
s
dan van, berasal
dari pantulan di D den,an frekuensi j
d
ketika
berinteraksi di telin,a Anda adalah ....
a. tidak akan menimbulkan lavan,an karena
j
s
~ j
d
> j
O
.
b. tidak akan menimbulkan lavan,an karena
j
s
~ j
d

=
j
O
.
c. akan menimbulkan lavan,an dan memenuhi
j
s
> j
d
~ j
O
.
d. akan menimbulkan lavan,an dan memenuhi
j
s
> j
O
> j
d
.
e. akan menimbulkan lavan,an dan memenuhi
j
s
> j
d
> j
O
.
o. Sebuah sumber bunvi ber,erak den,an kecepatan c m/s
menuju ke penden,ar van, diam sehin,,a frekuensi
van, diden,ar oleh penden,ar adalah j
1
. Jika sumber
bunvi tersebut diam, sedan,kan penden,ar ber,erak
den,an kecepatan c m/s mendekati sumber bunvi,
frekuensi van, diden,ar oleh penden,ar adalah j
2
. Jika
cepat rambat bunvi di udara t m/s, perbandin,an j
1
: j
2
adalah ....
a. 1 d. 1 -
2
2
c
t
b. 1 -
c
t
e. 1
2
2
c
t
c. 1
c
t
9. Seoran, penerban, van, pesawat terban,nva menuju
ke menara bandara menden,ar bunvi sirine menara
den,an frekuensi 2.OOO Hz. Jika saat itu sirine tersebut
memancarkan bunvi den,an frekuensi 1.7OO Hz dan
cepat rambat bunvi di udara ~ 31O m/s, kecepatan
pesawat terban, tersebut adalah ....
a. 1Oo km/jam d. 22O km/jam
b. 2OO km/jam e. 236 km/jam
c. 216 km/jam
S
S
2
r
1
r
2
P
40 m
A
B
9 m
D
Tes Kompetensi Bab 3
A. Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
Gelombang Bunyi 73
1O. Pelavan,an bunvi terjadi karena adanva interferensi ....
a. lebih dari 2 ,elomban, van, sama frekuensinva
b. 2 ,elomban, van, berlawanan arah ,etarnva
c. 2 ,elomban, van, sama frekuensinva
d. 2 ,elomban, van, besar beda frekuensinva
e. 2 ,elomban, van, kecil beda frekuensinva
11. Jika dua buah sumber bunvi masin,-masin, den,an
frekuensi 2.OOO Hz dan 2.OOo Hz berbunvi serentak,
akan timbul pelavan,an bunvi den,an frekuensi ....
a. 2 Hz d. 2.OO1 Hz
b. 1 Hz e. 2.OOo Hz
c. o Hz
12. Seutas dawai men,hasilkan resonansi pertama pada
~ 1O cm. Jika panjan, kawat 12O cm dan ber,etar
pada nada atas kedua, cepat rambat ,elomban, trans-
versal dalam kawat adalah .... (cepat rambat bunvi di
udara ~ 31O m/s)
a. 127,5 m/s
b. 17O m/s
c. 31O m/s
d. 225 m/s
e. o5 m/s
13. Dua buah dawai baja van, identik memberikan nada
dasar den,an frekuensi 1OO Hz. Jika te,an,an dalam
salah satu dawai ditambah 2', frekuensi pelavan,an
van, terjadi adalah ....
a. O Hz d. 6 Hz
b. 2 Hz e. o Hz
c. 1 Hz
11. Sebuah tabun, ,elas resonansi van, berisi air memiliki
luas penampan, 1O cm
2
. Pada posisi tersebut terjadi
resonansi pertama. Sejumlah 1OO cm
3
air dibuan, keluar,
sehin,,a terjadi resonansi kedua. Jika kelajuan bunvi
di udara ~ 3OO m/s, frekuensi ,arputala van, dipakai
adalah ....
a. 15O Hz d. 75O Hz
b. 3OO Hz e. 1.5OO H
c. 375 Hz
15. Pada percobaan Melde di,unakan seutas benan, van,
panjan,nva 1 meter dan bermassa 5 ,ram. Jika beban
sebesar O,2 k, di,antun,kan pada benan, tersebut,
kecepatan perambatan ,elomban, pada benan, adalah
... ( ~ 1O m/s
2
)
a. 5 m/s d. 21 m/s
b. 1O m/s e. 1O m/s
c. 2O m/s
16. Seutas dawai men,hasilkan nada dasar j. Jika dawai
tersebut dipendekkan o cm tanpa men,ubah te,an,an,
dihasilkan frekuensi 1,25 j. Jika dawai dipendekkan
2 cm la,i, frekuensi van, dihasilkan adalah ...
a. j d. 1,5 j
b. 1,25 j e. 2.O j
c. 1,33 j
17. Seutas dawai van, panjan,nva oO cm dan bermassa 16
,ram dijepit kedua ujun,nva dan direntan,kan den,an
te,an,an oOO N. lrekuensi nada atas pertama van,
dihasilkan adalah ....
a. 125 Hz d. 3OO Hz
b. 15O Hz e. 375 Hz
c. 25O Hz
1o.
1,2 m
f = 340 Hz
W
Ketika ,arputala di,etarkan pada dawai terjadi
,elomban, stasioner seperti tampak pada ,ambar.
Kecepatan rambat ,elomban, pada dawai adalah ....
a. 1O2 m/s d. 1Oo m/s
b. 2O1 m/s e. 51O m/s
c. 3O6 m/s
19. Sebuah pipa or,ana tertutup memiliki panjan, 1O cm.
Jika cepat rambat bunvi di udara 25O m/s, besar frekuensi
nada atas kedua adalah ....
a. 327 Hz d. 673 Hz
b. 139 Hz e. 7o1 Hz
c. 5o1 Hz
2O. Nada atas pertama pipa or,ana terbuka van,
panjan,nva 1O cm beresonansi den,an pipa or,ana
tertutup. Jika pada saat beresonansi jumlah simpul pada
kedua pipa sama, panjan, pipa or,ana tertutup tersebut
(dalam cm) adalah ....
a. 2O d. 5O
b. 3O e. 6O
c. 1O
(UMPTN 199S Ra,on B)
21. Pada pipa or,ana terbuka, nada atas kedua dihasilkan
panjan, ,elomban, sebesar \ dan pada pipa or,ana
tertutup, nada atas kedua dihasilkan panjan, ,elom-
ban, sebesar ,. Jika panjan, kedua pipa sama, nilai
perbandin,an , dan \ adalah ....
a. 2 : 1
b. 3 : 1
c. 1 : 3
d. 5 : 6
e. 6 : 5
22. 1araf intensitas bunvi sebuah mesin rata-rata 5O dB.
Jika 1OO mesin dihidupkan bersama, taraf intensitasnva
adalah ....
a. 2O dB
b. 5O dB
c. 7O dB
d. 75 dB
e. 15O dB
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 74
1. Sebuah ,arputala berfrekuensi 11O Hz di,etarkan di
permukaan tabun, resonansi. Pada saat kolom udara
mencapai ketin,,ian 1o,75 cm terjadi resonansi van,
pertama. Berapakah cepat rambat bunvi saat itu'
2. Seutas kawat van, panjan,nva 5O cm diikat kedua
ujun,nva. Kemudian, kawat di,etarkan lon,itudinal.
Cepat rambat ,elomban, van, dihasilkan 1.OOO m/s.
Modulus Youn, kawat ~ 1,6 1O
11
N/m
2
. Hitun,lah
a. frekuensi ,etarnva,
b. massa jenis kawat.
3. Mobil - mendekati pen,amat (diam) den,an
kecepatan 3O m/s sambil membunvikan sirene
berfrekuensi 5O1 Hz. Pada saat itu ju,a mobil
mendekati dari arah van, berlawanan den,an -,
pada kecepatan 2O m/s sambil membunvikan sirine
berfrekuensi 51o Hz. Jika cepat rambat bunvi di udara
saat itu 3OO m/s, berapakah frekuensi lavan,an van,
diden,ar oleh '
1. Seutas kawat baja van, massanva 5 , dan panjan, 1 m
diberi te,an,an 96o N. 1entukan:
a. cepat rambat panjan, ,elomban, transversal
sepanjan, kawat,
b. panjan, ,elomban, dan frekuensi nada dasarnva,
c. frekuensi nada atas kesatu dan kedua.
5. lrekuensi nada atas pertama dari pipa or,ana terbuka
5OO Hz. Jika cepat rambat bunvi di udara 31O m/s,
hitun,lah:
a. frekuensi nada dasarnva,
b. frekuensi nada atas keti,a.
6. Cepat rambat bunvi dalam sebuah pipa or,ana adalah
31O m/s. Jika frekuensi nada dasar pipa or,ana adalah
21O Hz, berapa panjan, minimum pipa or,ana untuk
kasus
a. pipa or,ana terbuka,
b. pipa or,ana tertutup.
7. Dua utas dawai baja sejenis memberikan nada dasar
2O1 Hz. Jika panjan, salah satu dawai ditambah 2',
berapakah frekuensi lavan,an van, terjadi'
o. Dua utas dawai baja van, identik memberikan nada
dasar den,an frekuensi 1OO Hz. Jika te,an,an dalam
salah satu dawai ditambah 2', berapa frekuensi
lavan,an dawai van, mun,kin'
9. Seekor tawon van, menden,un, pada jarak 1 m
memiliki taraf intensitas 1O dB. Jika ada 1OO tawon
menden,un, pada jarak \, taraf intensitasnva 6O dB,
tentukan jarak \.
1O. Pada sebuah tabun, resonansi terdapat kolom udara
pada :. Selisih panjan, kolom resonansi ~ 1O cm.
Kecepatan bunvi pada suhu OC adalah 317 m/s.
Hitun, : jika frekuensi resonansi ~ 11O Hz.
B. ]awablah pertan,aan berikut dengan tepat.
23. Jika sebuah sepeda motor melewati seseoran,, motor
tersebut akan menimbulkan taraf intensitas (1l) sebesar
oO dB. Jika oran, tersebut dilewati 1O sepeda motor jenis
van, sama sekali,us, taraf intensitasnva adalah ....
a. o dB d. 9O dB
b. 7O dB e. oOO dB
c. oO dB
21. 1araf intensitas bunvi sebuah mesin adalah 6O dB
(den,an acuan intensitas amban, penden,aran sebesar
1O
-12
W/m). Jika taraf intensitas di dalam ruan, pabrik
van, men,,unakan sejumlah mesin tersebut adalah
oO dB, jumlah mesin van, di,unakan adalah ....
a. 2OO d. 2O
b. 11O e. 1O
c. 1OO
25. 1araf intensitas bunvi pada sebuah jendela terbuka
van, luasnva 1 m
2
adalah 6O dB. Jika nilai amban,
bunvi 1O
-16
W/cm
2
, dava akustik van, masuk melalui
jendela tersebut adalah ....
a. 1O
-16
W
b. 1O
-12
W
c. 1O
-1O
W
d. 1O
-6
W
e. 1O
-1
W
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 75
Medan Listrik, Potensial
Listrik, dan Kapasitor
A. Muatan Listrik
B. Medan Listrik
C. Energi Potensial
Listrik dan
Potensial Listrik
D. Kapasitor
Di SMP, Anda tentu telah mempelajari men,enai listrik. listrik sudah
ada sejak ja,at rava ini lahir. ledakan petir merupakan contoh keberadaan
listrik karena petir adalah hasil pelepasan muatan listrik di awan.
Banvak sekali aplikasi listrik dalam kehidupan sehari-hari. 1elevisi,
radio, komputer, dan alat-alat elektronik lain men,,unakan listrik seba,ai
sumber ener,inva. Setelah ditemukannva listrik, banvak ditemukan
teknolo,i-teknolo,i baru. Seba,ai contoh, lihatlah ba,ian dalam sebuah
radio. Di dalamnva, Anda dapat melihat bermacam-macam komponen
listrik. Dapatkah Anda menvebutkan nama-nama komponen listrik van,
terdapat di dalam radio'
Di antara sekian banvak komponen van, terdapat di dalam radio,
Anda pasti menemukan kapasitor. Apakah kapasitor itu' Apa ke,unaan
kapasitor' Ba,aimana cara kerja sebuah kapasitor'
Anda pasti in,in men,etahui jawaban dari pertanvaan-pertanvaan
tersebut. Untuk itu, temukan jawabannva den,an mempelajari bab ini.
memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, energi
potensial listrik, serta penerapannya pada keping sejajar.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian
masalah dan produk teknologi.
Hasil yang harus Anda capai:
75
Berbagai jenis kapasitor yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik.
Bab
4
Sumber: Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 76
A. Muatan Listrik
Proses duplikasi naskah oleh mesin fotokopi merupakan salah satu
contoh aplikasi konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari.
Pembentukan salinan hasil fotokopi karena penempelan serbuk atau toner
van, bermuatan ne,atif pada permukaan kertas. Contoh lain ,ejala listrik
statis van, lebih sederhana adalah menempelnva rambut atau poton,an
kertas pada pen,,aris plastik van, telah di,osok kain wol.
Kedua ,ejala lisika tersebut menunjukkan bahwa dua buah benda dapat
salin, menarik. Ba,aimana para ahli fisika menjelaskan ,ejala tersebut'
Perhatikan kedua peristiwa pada Cambar 4.2 dan Cambar 4.3.
Ketika sebuah batan, karet di,osok den,an kain wol, kemudian didekatkan
pada batan, kaca van, di,osok kain sutra, ternvata kedua batan, tersebut
tarik-menarik. Sebaliknva, sebuah batan, karet van, di,osok den,an kain
wol dan didekatkan den,an batan, karet van, lain, ternvata kedua batan,
karet tolak-menolak. Untuk menjelaskan ,ejala tersebut, dapat dian,,ap
bahwa pen,,osokan kain wol dan kain sutra pada batan, memberikan
muatan listrik pada batan, tersebut.
Berdasarkan ,ejala fisika tesebut, jelas bahwa muatan pada kaca
dan muatan pada batan, karet berbeda jenisnva. Benjamin Iranklin
(17O6-179O) menvebutkan bahwa muatan listrik pada batan, kaca seba,ai
muatan positif. Adapun muatan pada batan, karet disebut muatan ne,atif.
Benda tersusun atas ribuan bahkan jutaan atom. Atom tersusun atas
proton, neutron, dan elektron. Proton dan neutron terdapat di dalam inti
atom, sedan,kan elektron terdapat di kulit atom. Jumlah proton dan elektron
dalam sebuah atom adalah sama. ltulah sebabnva, atom bersifat netral.
Seba,ai contoh, atom hidro,en men,andun, satu proton dan satu elektron.
Atom bermuatan positif adalah atom van, memiliki jumlah proton lebih
banvak dari jumlah elektron, sedan,kan atom bermuatan ne,atif adalah
atom van, memiliki jumlah proton lebih sedikit daripada jumlah elektron.
Benda bermuatan netral tersusun atas atom-atom van, tidak ber-
muatan (netral). Atom netral adalah atom van, memiliki jumlah proton
sama den,an jumlah elektron, misalnva atom hidro,en seperti terlihat
pada Cambar 4.4.
1. Interaksi Elektrostatis antara Dua Muatan Listrik
Jenis interaksi elektrostatis ada 2 macam, vaitu:
a. tarik-menarik antara muatan-muatan tidak sejenis,
b. tolak-menolak antara muatan-muatan sejenis.
Charles Augustin Coulomb (1736-1oO6) men,ukur besarnva tarik-
an dan tolakan listrik secara kuantitatif. la ju,a menvimpulkan hukum
van, men,atur tarikan dan tolakan listrik tersebut. Hukum tersebut
dikenal den,an Hu|um Cu|m|. Hukum Coulomb menvatakan bahwa
Gambar 4.1
Mesin fotokopi
Gambar 4.2
Setelah batang karet digosok kain
wol dan batang kaca digosok kain
sutra kedua batang tersebut tarik-
menarik.
batang karet batang karet
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Sebelum mempelajari konsep Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor, kerjakanlah soal-soal berikut dalam
buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Apakah setiap benda memiliki muatan listrik'
2. Apa sajakah penvusun dari sebuah atom' Jelaskan
penvusun-penvusunnva tersebut.
3. Apa van, Anda ketahui tentan, kapasitor' Apa
sajakah fun,sinva' Ba,aimana prinsip dasar kerjanva'
1. Apa van, dimaksud den,an medan listrik'
batang karet batang kaca
Gambar 4.3
Setelah kedua batang karet digosok
kain wol dan didekatkan, kedua
batang karet tolak-menolak.
Gambar 4.4
Pada atom hidrogen terdapat
satu proton dan satu elektron.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 77
"Gc,c :cr||-mencr|| c:cu :|c|-men|c| cn:crc Juc |uc| muc:cn ||s:r||
|escrn,c |er|cnJ|n |urus Jencn |cs|| |c|| |escr |eJuc muc:cn :erse|u: Jcn
|er|cnJ|n :er|c||| Jencn |ucJrc: crc| cn:crc |eJuc muc:cn :erse|u:."
Perhatikan Cambar 4.5 dan Cambar 4.6. Secara matematis, ,ava
tarik-menarik atau tolak-menolak (,ava Coulomb) dalam vakum dapat
ditulis seba,ai berikut.
O

Q


J
C

j
atau
1 2
vakum 2

|
r
(1-1)
Oava Coulomb van, terjadi dalam suatu medium atau bahan memiliki
persamaan ,ava Coulomb seba,ai berikut.
1 2
bahan 2
O
1

1

r r

(1-2)
Jika Persamaan (1-1a) dan Persamaan (1-1b) di,abun,kan, didapat:
vakum
bahan O

r
r
r

(1-3a)
Sehin,,a didapat hubun,an ,ava Coulomb pada bahan dan ,ava Coulomb
pada vakum seba,ai berikut.
bahan vakum
1

r r

(1 -3b)
Keteran,an:
~ ,ava Coulomb (N)
~ muatan listrik (C)
| ~
O
1
1r
~ konstanta dielektrik (| ~ 9 1O
9
Nm
2
/C
2
)
r
O ~ permitivitas ruan, hampa ( r
O
~ o,o5 1O
-12
C
2
/Nm
2
)
r
r
~ permitivitas relatif bahan
r ~ jarak antarmuatan (m)
Dua kepin, lo,am van, terbuat dari bahan sama diberi muatan sama besar.
a. Berapakah muatan di setiap kepin, jika diketahui ,ava Coulomb sebesar 2 N dan
jarak antarkepin, lo,am 1,5 m'
b. Jika kedua kepin, berada di dalam bahan/medium den,anr
r
~ 1, berapakah
besar ,ava Coulombnva'
]awab:
Diketahui:
~ 2 N,
r ~ 1,5 m
a.

~ |
1 2
2

r
den,an
1
~
2
~

2
~
2 2
r r

| |
-
~

r
|
~
9 2 2
2 N
1, 5 m
9 1O Nm C
~ 2,21 1O
-5
C ~ 22,1 C
Gambar 4.5
Interaksi muatan listrik berlainan
jenis akan tarik-menarik
Gambar 4.6
Interaksi muatan listrik sejenis
akan tolak-menolak
Contoh 4.1
F F
q
2
q
1
r
F F
q
2
q
1
r
F F
q
2
q
1
Tugas Anda 4.1
Anda masih ingat alat yang
dinamakan dengan elektroskop?
Apakah fungsi alat tersebut?
Bagaimanakah cara kerjanya? Coba
Anda cari informasi dari internet
atau buku-buku referensi.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 78
2. Resultan Gaya Coulomb
Perhatikan Cambar 4.7. Oambar tersebut dapat dideskripsikan
seba,ai berikut.
12
adalah ,ava Coulomb van, dialami muatan
1
akibat
pen,aruh muatan
2
.
21
adalah ,ava Coulomb van, dialami muatan
2
akibat pen,aruh muatan
1
.
23
adalah ,ava Coulomb van, dialami muatan

2
akibat pen,aruh muatan
3
.
32
adalah ,ava Coulomb van, dialami
muatan
3
akibat pen,aruh muatan
2
.
Resultan ,ava Coulomb di suatu titik dirumuskan seba,ai berikut.
1 2 3
...
n n

_
(1-1)
Berarti, resultan ,ava Coulomb van, dialami muatan
2
pada Cambar
4.7 adalah:
2

~
21

23
Dalam hal ini,
1 2 2 3
21 23 2 2
1 2
dan

| |
r r
.
Gambar 4.7
Resultan gaya Coulomb
1i,a buah partikel berada pada satu ,aris lurus, setiap partikel bermuatan 3 C ,
5 C ~ , dan 2 C . Antarpartikel berjarak sama, vaitu 1O cm.
a. 1entukan besar arah ,ava pada partikel bermuatan 5 C ~ .
b. Di mana partikel 5 C ~ diletakkan a,ar ,ava Coulomb pada partikel tersebut
nol'
]awab:
Diketahui:
1
~3 C ,
2
~ 5 C ~ ,
3
~2 C
a. letak muatan
1
,
2
, dan
3
seperti ,ambar berikut.
Jarak antara kedua partikel sama besar vaitu r
12
~ r
23
~ 1O cm. Adapun
12
merupakan ,ava Coulomb hasil interaksi tarik-menarik
1
dan
2
, sedan,kan
23
merupakan ,ava Coulomb hasil interaksi tarik menarik
2
dan
3
. Den,an
memprediksikan
12
>
23
, maka resultan ,ava Coulombnva memenuhi
persamaan berikut.
Contoh 4.2
r
12
= 10 cm
q
1
F
12
q
2
F
23
q
3
r
23
= 10 cm
~
12
-
23
~
1 2 2 3
2 2
12 23

| |
r r
~
~
2
1 3 2
|

r
~
~



9 2 2 6
6 6
2
9 1O Nm / 5 1O
3 1O 2 1O 1, 5 N
O,1 m
C C
C C
~ ~
~ ~

~
F
12
q
2
q
1
F
23
F
21
F
32
q
3
r
1
r
2
Tokoh
Charles Coulomb
(1736 1806)
Coulomb adalah ahli Fisika
kelahiran Angouleme, Prancis. Dia
merupakan orang pertama yang
menunjukkan perilaku bahwa
muatan listrik saling tolak satu sama
lain. Namanya kemudian digunakan
sebagai satuan muatan listrik.
Sumber: Jendela IPTEK, 1995

1
~
2
~ ~ 22,1 C
Jadi, besar muatan listrik di setiap kepin, adalah 22,1 C .
b.
bahan vakum
r
1

r



1 1
2 N N
1 2

Jadi, besar ,ava Coulombnva adalah
1
2
N.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 79
Dua buah partikel masin,-masin, bermuatan 5 C di,antun, pada tali, seperti pada
,ambar. Jika tali dian,,ap tidak bermassa, tentukan besarnva:
a. te,an,an tali T,
b. massa setiap partikel jika ~ 1O m/s
2
.
]awab:
Diketahui:
1
~
2
~
3
~ 5 1O
-6
C,
~ 1O m/s
2
, | ~ 9 1O
9
Nm
2
/C
2
.
Anda dapat menentukan besar te,an,an tali T dan massa m hanva den,an meninjau
seten,ah ba,ian dari sistem.
a. Sistem dikatakan dalam keadaan setimban, jika:
\
X ~ O atau ~ T sin 3O
Dari Persamaan (4-1) diketahui bahwa ~
|
r
2
2
maka
akan diperoleh T sin 3O ~
|
r
2
2
1
2
9 1O 5 1O
O 3
9
2
2
T
Nm / C C
m
2 2

-6
( , )
T ~ 5 N
b.
,
_ ~ O dan T cos 3O ~ m
1
2
3 (5 N) ~ m 1O m/s
2
- m ~ O,13 k,
Jadi, massa setiap partikel adalah O,13 k,.
b. A,ar nilai resultan ,ava Coulomb di
2
sama den,an nol, maka besar
12
harus
sama den,an
23
sehin,,a persamaannva menjadi:
2
1 2 2 3 23 3
12 23 2 2 2
1 12 23 12
| | r

r r r
- -
23
23 12
12
2
O, o16 O, o16
3
r
r r
r
-
Misalkan, muatan
2
diletakkan \ m dari muatan
1
, maka:
r
12
~ \ m dan r
23
~ (O,2 - \) m
r
23
~ O,o16 r
12
- O,2 - \ ~ O,o16 (\) - \ ~ 9,Oo m
Jadi, a,ar ,ava Coloumb pada
2
sama den,an nol, muatan
2
diletakkan
9,Oo m dari muatan
1
.
Contoh 4.3
T
30
T sin 30
T cos 30
F
w
Kata Kunci
proton
elektron
neutron
atom netral
gaya Coulomb
T
60
30 cm
q q
T
Jika ,ava-,ava van, bekerja pada partikel-partikel tersebut
di,ambarkan akan terlihat seperti ,ambar berikut.
Perhatikan gambar berikut.
Hitunglah resultan gaya F yang
bekerja pada muatan q.
q
r r
q +q

Tantangan
untuk Anda
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 80
B. Medan Listrik
Anda mun,kin pernah menden,ar bahwa setiap muatan van,
diletakkan di suatu daerah akan memiliki medan listrik di sekitarnva.
Jika sebuah muatan uji (') diletakkan pada daerah tersebut, muatan
tersebut akan men,alami ,ava Coulomb. Kuat medan listrik di suatu titik
didefinisikan seba,ai ,ava Coulomb per satuan muatan van, dialami oleh
sebuah muatan di titik tersebut. Secara matematis, dituliskan seba,ai
berikut.

'
I

(1-5)
den,an
2
' |

maka
2 2
O
1
atau
1

|
r r r

(1-6)
90 cm
+q +q
74
T
T
q q'
15 cm
0
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Berapakah besar ,ava tarik-menarik antara proton dan
elektron dalam sebuah atom hidro,en van, berjari-jari
atom O,5 A (O,5 1O
-1O
m )'
2. Perhatikan ,ambar berikut.
Jika diketahui
1
~
2
~ 5 C ,
3
~ -2 C , dan c ~ O,1 m,
tentukan resultan ,ava Coulomb pada
2
.
3. 1i,a buah partikel berada dalam satu ,aris lurus, masin,-
masin, bermuatan -12 C , o C , dan -6 C .
Antarpartikel memiliki jarak van, sama O,2 m.
a. 1entukan besar dan arah ,ava pada partikel
bermuatan o C .
b. Di mana partikel van, bermuatan o C
diletakkan a,ar ,ava Coulomb pada partikel
tersebut bernilai nol'
1. Dua buah partikel masin,-masin, bermuatan 1o C
di,antun, pada tali isolator seperti ,ambar berikut.
q
1
q
2
q
3
a a
1ali dian,,ap tidak bermassa.
1entukan besarnva:
a. te,an,an tali T,
b. massa setiap partikel jika
~ 1O m/s
2
.
5. Ba,aimanakah jarak antara dua partikel bermuatan
harus diubah a,ar ,ava tolak keduanva menjadi:
a. 1 kali semula, b.
1
1
kali semula.
6. Muatan A van, besarnva 1 C diletakkan pada ,aris
hubun, antara muatan B van, besarnva -2 C dan
muatan C van, besarnva 6 C . Muatan A terletak 3
cm dari B dan 5 cm dari C. Jika jarak BC ~ 1 cm,
tentukan besarnva resultan ,ava van, bekerja pada:
a. muatan B,
b. muatan C.
7. Sebuah benda bermassa 1O , dan bermuatan ~ O,5 C
di,antun,kan pada seutas tali rin,an van, massanva
dapat diabaikan. 1epat di sebelah kanan benda, pada
jarak 15 cm, diletakkan ' ~ -1 C van, menvebabkan
posisi benda menjadi seperti pada ,ambar berikut.
B
A C
Jika
O
1
1r
~ 91O
9
Nm
2
/C
2
dan ~ 1O m/s
2
,
tentukanlah:
a. besar sudut 0 , dan
b. besar te,an,an pada tali.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 81
Keteran,an:
~ kuat medan listrik (N/C)
~ muatan listrik (C)
r ~ jarak antarmuatan (m)
| ~ 9 1O
9
Nm
2
/C
2
1. Garis-Garis Gaya
Untuk men,,ambarkan medan listrik dapat ju,a dilukiskan dalam
bentuk ,aris-,aris ,ava (||nes j jrce). Hubun,an antara ,aris-,aris ,ava
dan vektor medan listrik adalah seba,ai berikut.
a. Vektor kuat medan di suatu titik pada ,aris ,ava menvin,,un, ,aris
,ava di titik tersebut.
b. Banvaknva ,aris per satuan luas penampan, (van, te,ak lurus den,an
,aris-,aris tersebut) adalah sebandin, den,an besarnva medan listrik .
Gambar 4.8
(a) Garis-garis gaya listrik untuk
partikel bermuatan positif;
(b) Garis-garis gaya listrik untuk
partikel bermuatan negatif;
(c) Garis-garis gaya untuk dua
muatan yang sejenis;
(d) Garis-garis gaya untuk dua
muatan yang berbeda jenis.
(c)
(d)
Perhatikan ,ambar berikut.
Sebuah elektron (e ~ -1,6 1O
-19
C, m ~ 9 1O
-31
k,)
ber,erak tanpa kecepatan awal dari pelat bermuatan ne,atif
menuju pelat positif van, berjarak 32 cm dalam medan
listrik homo,en ~ O,15 N/C. Hitun,lah:
a. percepatan van, dimiliki elektron,
b. waktu van, diperlukan mencapai pelat positif,
c. laju elektron saat tiba di pelat positif.
elektron
Partikel bermuatan 1 C dan bermassa 1 m, terapun, bebas dalam medan listrik,
seperti pada ,ambar berikut.
Jika ~ 1O m/s
2
, tentukanlah besarnva kuat medan listrik van, memen,aruhi partikel
tersebut.
]awab:
Diketahui:
m ~ 1 m, ~ 1O
-6
k,
~ 1O m/s
2
~ 1 C ~ 1 1O
-6
C
Perhatikan ,ambar berikut.
(b)
(a)
Contoh 4.4
q
Dalam keadaan setimban,,
~ u
~ m

6 2
6
1O k, 1O m/s
2, 5 N/C
1 1O C
m

~
~

E
F
w
Contoh 4.5
E
v
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 82
2. Resultan Kuat Medan Listrik
Medan listrik merupakan besaran vektor. leh karena itu,
penjumlahannva men,ikuti aturan penjumlahan vektor. Anda dapat
men,,ambar vektor-vektor medan listrik di sekitar muatan statis van,
menunjukkan besar dan arah medan listrik pada titik-titik di sekitar
muatan tersebut. Resultan besar kuat medan di titik adalah seba,ai
berikut.
1 2
...
n
X (1-7)
Keteran,an:

1
~ kuat medan listrik di titik akibat muatan
1

2
~ kuat medan listrik di titik akibat muatan
2
Medan listrik merupakan besaran vektor. leh karena itu, untuk
men,hitun, resultan dari medan listrik dapat dilakukan den,an cara
metode analisis (men,,unakan vektor satuan) atau den,an men,,unakan
metode ,rafik. Metode ,rafik dapat dilakukan den,an svarat setiap medan
listrik diketahui arah vektornva.
Gambar 4.9
Titik p dipengaruhi oleh muatan
q
1
dan q
2
.
]awab:
leh karena massa elektron san,at kecil, ,ava berat m dapat diabaikan terhadap ,ava
Coulomb ~ .
Diketahui:
~ e ~ -1,6 1O
-19
C,
m ~ 9 1O
-31
k,,
J ~ 32 cm ~ O,32 m,
~ O,15 N/C
a. Dari Hukum ll Newton diperoleh:
mc mc X -

19
1O 2
31
1, 6 1O C O, 15 N/C
o 1O m/s
9 1O k,

c
m
~
~
~
~

(tanda ne,atif menunjukkan percepatan van, dialami elektron)


b. Waktu tempuh elektron diperoleh dari persamaan OlBB, vaitu s ~ t
O
:
1
2
c:
2
den,an t
O
~ O, s ~ J
J ~
1
2
c:
2
-O,32 m ~
1
2
(o 1O
1O
m/s
2
) :
2
: ~ 2 1O
-6
sekon.
c. laju elektron saat menventuh pelat positif diperoleh den,an persamaan:
t
:
2
~ t
O
2
2 cs
~ O 2 (o 1O
1O
m/s
2
) (O,32 m)
t
:
~ 2,26 1O
5
m/s
Perhatikan ,ambar berikut.
1entukan:
a. kuat medan listrik di titik ,
b. ,ava pada muatan -1 1O
-o
C di titik .
q
1
q
2
p E
1
E
2
r
1
r
2
Contoh 4.6
5 cm 5 cm
0, 2 C ~0, 05 C
P
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 83
]awab:
a. Perhatikan ,ambar berikut.
Muatan uji biasanva dian,,ap bermuatan positif.

1
~ kuat medan listrik akibat
1

2
~ kuat medan listrik akibat
2
1 2
1 2 2 2
1 2
dan

| |
r r

1 2
2 2
1 2
.


| |
r r
| |

| |
| |
leh karena r
1
~ r
2
~ r maka

~



9 2 2
o o
1 2 2 2
2
9 1O Nm /C
2O 1O C 5 1O C
5 1O m
|

r
~ ~
~

~

9 2 2
o 5
2
2
9 1O Nm /C
25 1O C 9 1O N/C
5 1O m
~
~

Jadi, kuat medan listrik di titik adalah 9 1O


5
N/C.
b. Muatan (-1 1O
-o
C) men,alami ,ava seba,ai berikut.

~ (9 1O
5
N/C) (-1 1O
-o
C) ~ -O,O36 N
1anda ne,atif menunjukkan

arahnva ke kiri.
Pada titik-titik sudut dan D sebuah perse,i -CD masin,-masin, diletakkan sebuah
partikel bermuatan . A,ar kuat medan listrik di titik - ~ nol, tentukan besar
muatan van, harus diletakkan di titik C.
]awab:
leh karena

~
D
~ dan - ~ -D ~ r, maka

-
~
-D
~
2

|
r
Kuat medan di titik - oleh muatan di dan D
adalah
2 2 2 2
2 2
1 1 D - -D
| |

r r

A,ar
-
~ O,
-C
harus sama besar, tetapi berlawanan arah den,an
D
.
Untuk itu
C
harus bermuatan ne,atif.

-
~
D
-
-C
O ~
2 2
2
C

| |
r -C
~

2
2
C

|
r
~
2
2

|
r
2
2
C

r
~
2
2

C
~ 2 2 (ne,atif)
Jadi, besar muatan van, harus diletakkan di titik C adalah 2 2 .
D
C B
A
E
AD
E
BD E
AB
q
1
r
1
= 5 cm
0, 2 C ~0, 05 C
P
q
2
E
2
E
1
r
1
= 5 cm
Contoh 4.7
Pembahasan Soal
Pada titik-titik sudut B dan D
sebuah bujur sangkar ABCD
masing-masing diletakkan sebuah
partikel bermuatan +q. Agar kuat
medan listrik di titik A = nol, maka
di titik C harus diletakkan sebuah
partikel bermuatan sebesar ....
a. q
b. +q
c. ~ 2 q
d. 2 q
e. ~2 2 q
UMPTN 1991
Pembahasan:
B
(+q)
E
AD
E
BD
E
AB
A
C D
(+q)
E
AB
= E
AD
=
2
kq
q
= E
E
BD
=
2 2
AB AD
E E =
2
2E
E
BD
=
2
2 2
kq
E
q
E
AC
= E
BD


~

2 2
2
C
k q kq
q AC

~

2 2
2
2
C
q q
q
q

~

2 2
2
2
C
q q
q q
q
C
= ~2 2 q
Jawaban: e
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 84
3. Hukum Gauss
Hukum Oauss didasarkan pada konsep j|u|s. lluks adalah kuantitas van,
men,,ambarkan berapa banvak vektor medan/,aris-,aris ,ava van, menembus
suatu permukaan dalam arah te,ak lurus. Perhatikan Cambar 4.10.
Jika terdapat ,aris-,aris ,ava dari suatu medan listrik homo,en van,
menembus te,ak lurus suatu bidan, seluas -, jumlah ,aris medan van,
menembus te,ak lurus bidan, tersebut sama den,an perkalian dan -.
Perkalian antara dan - ini dinamakan j|u|s ||s:r||
d . Secara matematis
dituliskan seba,ai berikut.
- d
(1-o)
Keteran,an:
d ~ fluks listrik (Nm
2
/C atau weber)
~ kuat medan listrik (N/C)
- ~ luas bidan, van, ditembus medan listrik (m
2
)
Jika ,aris-,aris ,ava tersebut menembus bidan, tidak secara te,ak
lurus, fluks listriknva adalah:
cos - 0 d
(1-9)
den,an 0 adalah sudut antara vektor medan dan luas permukaan van,
ditembus medan listrik.
Dari konsep fluks listrik inilah, Oauss men,emukakan hukumnva
van, dinvatakan seba,ai berikut.
lum|c| cr|s c,c ,cn |e|ucr Jcr| suc:u ermu|cccn :er:u:u se|cnJ|n
Jencn um|c| muc:cn ||s:r|| ,cn J|||n|u| |e| ermu|ccn :er:u:u :erse|u:`.
Secara matematis ditulis
permukaantertutup
O

r
d
(1-1O)
Gambar 4.10
Garis-garis gaya yang
menembus bidang permukaan.
Gambar 4.11
Garis gaya yang menembus
suatu permukaan
membentuk sudut 0 .
Hitun,lah fluks listrik pada suatu bidan, perse,i van, berukuran 2O 15 cm, jika
kuat medan listrik homo,en sebesar 15O N/C dan arahnva:
a. sejajar bidan,,
b. membentuk sudut 37 terhadap bidan,,
c. te,ak lurus terhadap bidan,.
]awab:
Diketahui:
luas bidan, perse,i - ~ (2O cm 15 cm) ~ 3OO cm
2
~ 3 1O
-2
m
2
,
Kuat medan listrik ~ 15O N/C.
lluks listrik dapat Anda perhatikan pada ,ambar berikut.
a. b. c.
n
E
E
n
n
E 37
Luas = A
E
0
n
E
Contoh 4.8
0
a. Untuk sudut 0 ~ 9O:
cos - d 9O ~ 15O N/C (3 1O
-2
m
2
) (O) ~ O.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 85
4. Perhitungan Medan Listrik dengan Menggunakan Hukum
Gauss
a. Medan Listrik pada Keping Sejajar
Medan listrik di antara pelat sejajar dapat dihitun, den,an mudah
men,,unakan Hukum Oauss. Dua buah pelat kepin, van, memiliki luas
- masin,-masin, diberi muatan sama tersebar merata, tetapi berlawanan
jenis, vaitu dan - seperti pada Cambar 4.12. Rapat muatan o tiap
kepin, didefinisikan seba,ai muatan per satuan luas -. Secara
matematis, dituliskan seba,ai berikut.
Gambar 4.12
Medan listrik antara dua keping
sejajar dengan rapat
muatan o dan o ~ .

-
o
(1-11)
Kuat medan listrik pada pelat konduktor ditentukan berdasarkan
konsep Hukum Oauss. Caranva den,an membuat suatu permukaan
tertutup, seperti silinder untuk memudahkan perhitun,an. Perhatikan
Cambar 4.13.
Berdasarkan Persamaan (4-9), fluks listrik pada silinder tertutup
tersebut adalah
d
silinder tertutup
~
d
1

d
2

d
3
~ -
1
cos O -
2
cos 9O -
3
cos O
leh karena -
1
~ -
2
~ -
3
~ - maka
d
silinder tertutup
~ - O - ~ 2-
Berdasarkan Persamaan (4-10), didapatkan persamaan
d
silinder tertutup
~
O

r
sehin,,a
2- ~
O

r
= ~
O
2

- r
leh karena

-
o (rapat muatan) maka kuat medan listrik van,
ditimbulkan oleh satu pelat konduktor dinvatakan den,an persamaan
O
2

o
r

(1-12)
Den,an demikian, besarnva kuat medan listrik van, ditimbulkan
oleh dua pelat konduktor dinvatakan den,an persamaan
O

o
r

(1-13)
Keteran,an:
o ~ rapat muatan (C/m
2
)
r
O
~ permitivitas ruan, hampa (o,o5 1O
-12
C
2
/Nm
2
)
b. Untuk sudut 0 ~ 53:
cos - d 53 ~ 15O N/C (3 1O
-2
m
2
) (O,6) ~ 2,7 Wb.
c. Untuk sudut 0 ~ O:
cos - d O ~ 15O N/C (3 1O
-2
m
2
) (1) ~ 1,5 Wb.
Gambar 4.13
Perhitungan kuat medan listrik
E pada pelat konduktor
menggunakan permukaan
tertutup (silinder) berdasarkan
Hukum Gauss.
E
1
A
1
E
2
A
2
E
3
A
3
E
o o ~
Kata Kunci
medan listrik
garis-garis gaya
fluks
fluks listrik
keping sejajar
bola konduktor
permukaan Gauss
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 86
b. Kuat Medan Listrik pada Bola Konduktor Berongga
Perhatikan Cambar 4.14. Jika ke dalam konduktor bola beron,,a
van, berjari-jari n diberi sejumlah muatan positif atau muatan ne,atif,
muatan tersebut akan tersebar merata hanva di permukaan bola. Adapun
di dalam bola tidak terdapat muatan listrik. Berdasarkan Hukum Oauss
dapat ditentukan besar medan listrik di dalam maupun di luar bola, van,
besarnva
O

-
r
atau
O

-r
(1-11)
Di ba,ian dalam bola den,an r < n, besarnva medan listrik ~ O. Hal
tersebut disebabkan besarnva muatan van, dilin,kupi permukaan Oauss l,
~ O. Adapun untuk permukaan Oauss ll den,an r > n, besarnva muatan
listrik van, dilin,kupi permukaan Oauss ll sama den,an jumlah muatan
listrik pada bola tersebut. Den,an demikian, medan listrik di permukaan
Oauss ll adalah
2 2 2
O O
1
1 1

|
r r r r r

Kuat medan listrik di luar bola dapat diperoleh den,an men,an,,ap bola
seba,ai muatan listrik van, terletak di pusat bola. Jadi, secara keseluruhan
medan listrik di sekitar bola beron,,a adalah
di dalam bola, ~ O karena ~ O
di permukaan bola,
2

|
n

di luar permukaan bola,


2

|
r

Gambar 4.14
Bola konduktor berongga
yang memiliki jari-jari R.
r = jarak titik ke pusat bola.
Gambar 4.15
Grafik E terhadap r untuk
bola konduktor berongga.
R
a
E
0
r = R
r
E = 0
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Sebuah elektron ditembakkan den,an kecepatan awal
15 1O
5
m/s searah den,an kuat medan listrik van,
besarnva 5 1O
2
N/C. 1entukanlah:
a. kapan elektron akan berhenti,
b. jarak van, ditempuhnva.
2. Perhatikan ,ambar berikut.
Sebuah elektron (e ~ -1,6 1O
-19
C, m ~ 9 1O
-31
k,)
dilepaskan tanpa kecepatan awal dari sisi pelat kepin,
bermuatan ne,atif dan dipercepat menuju pelat positif.
Jika jarak antara pelat 21 cm dan medan listrik ~
225 N/C, tentukanlah:
a. besar percepatan elektron,
b. waktu van, diperlukan elektron untuk mencapai
pelat positif,
c. laju elektron saat tiba di pelat positif.
3. Dua buah partikel bermuatan terletak pada satu ,aris
lurus, seperti pada ,ambar berikut.
permukaan Gauss II
permukaan Gauss I
Jika jarak antara partikel 11 cm, di manakah letak titik
van, kuat medan ma,netiknva nol'
1. Pada keempat sudut sebuah perse,i diletakkan empat
buah muatan van, sama ( 1 C ), seperti ,ambar berikut.
1entukan kuat medan listrik di pusat perse,i jika:
a. keempat muatan itu positif,
b. tanda (positif dan ne,atif) keempat muatan itu
berselan,-selin,.
2
q
k
r
E =
2
q
k
R
E =
R
r>R
r<R
14 cm
24q 4q
20 cm
4 C 4 C
4 C 4 C
d
F
E
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 87
5. Hitun, fluks listrik van, menembus bidan, perse,i
(sisi ~ 2O cm) jika kuat medan listrik sebesar 1OO N/C
van, arahnva:
a. sejajar den,an bidan,,
b. te,ak lurus bidan,,
c. membentuk sudut 6O terhadap bidan,.
6. Sebuah elektron diletakkan di pusat sebuah kepin,
lo,am bermuatan ne,atif. llektron tersebut di-
percepat menuju kepin, lo,am positif di dekatnva
sebesar 1,O 1O
15
m/s
2
. Jika kedua kepin, memiliki
rapat muatan van, sama, tentukan nilai rapat
muatannva' (m
e
~ 9,1 1O
-31
k,,
e
~ 1,6 1O
-19
C,
0
r ~ o,o5 1O
-12
C
2
/Nm
2
).
C. Energi Potensial Listrik dan Potensial Listrik
1. Energi Potensial Listrik
Perhatikan Cambar 4.16. Sebuah muatan uji
1
didekatkan den,an
muatan
2
. Akibatnva, terjadi interaksi antara muatan
1
dan
2
berupa
,ava coulomb van, arahnva tolak-menolak. Untuk berpindah dari posisi
r
1
ke posisi r
2
, muatan
1
harus melakukan usaha. Besarnva usaha van,
harus dilakukan adalah sebandin, den,an besarnva ,ava Coulomb dan
perpindahannva.
\ T A ~ A
(1 -15)
1anda ne,atif menunjukkan usaha melawan ,ava Coulomb. Jika usaha
van, dilakukan
1
melalui perpindahan van, san,at kecil maka usaha
1
dapat diperoleh den,an cara:
J \ ~ - J r
\ J r ~
j
2
1
1 2
12 2


r
r
|
\ J r
r
~
j
2
1 2
12
1

r
|
\
r r

12 1 2
2 1
1 1
\ |
r r
| |
~
| |
| |
(1-16)
Sesuai den,an definisinva, usaha adalah proses transfer ener,i atau
besarnva perubahan ener,i atau dalam bentuk matematisnva seperti
berikut.
2 1

\ A ~ (1-17)
Dapat kita simpulkan bahwa persamaan ener,i potensial di suatu
titik adalah
1 2

(1-1o)
Keteran,an:
\ ~ usaha listrik (joule)
~ ,ava Coulomb (N)
k ~ konstanta Coulomb ~ 9 1O
9
Nm/C
2

1
~ muatan uji (C)

2
~ muatan sumber (C)
r ~ jarak antara
1
dan
2
(m)
+
q
2
q
1
q
1
F
c
F
(2) (1)
r
1
r
2
Gambar 4.16
Interaksi antara muatan q
1
dan q
2
.
Ar
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 88
2. Potensial Listrik
Potensial listrik adalah besarnva ener,i potensial listrik per satuan
muatan. Pada Cambar 4.16, potensial listrik van, dimiliki oleh
1
adalah
seba,ai berikut.
1 1 2 2
1 1 1 1

|
V |
r r

(1-19)
Secara umum, persamaan potensial listrik di suatu titik van, berjarak r
dari muatan sumber Q adalah
| Q
V
r

(1-2O)
Jika muatan listrik van, men,akibatkan munculnva potensial listrik
jumlahnva lebih dari satu, potensial listrik di sebuah titik merupakan
jumlah aljabar potensial terhadap setiap muatan listrik. Besarnva muatan
potensial di titik van, disebabkan oleh muatan titik
1
,
2
, ...,
n
adalah

_ _
n
n
n

V V |
r
(1-21)
Perhatikan Cambar 4.17. Jika hanva ada 3 muatan, potensial listrik
di titik P adalah
1 2 3
1 2 3


V |
r r r
| |
~
| |
| |
(1-22)
3. Hubungan Usaha dan Beda Potensial Listrik
Perhatikan Cambar 4.1S. Usaha van, dilakukan untuk memindahkan
muatan
1
dari posisi r
1
ke posisi r
2
dari arah muatan adalah
2 1
12
\ A ~
~
12
2 1
| Q | Q
\
r r
[
~
| j
\ )
12
2 1
| Q | Q
\
r r

12 2 1
\ V V ~ (1-23)
den,an (V
2
- V
1
) adalah beda potensial listrik antara titik 1 dan titik 2.
Gambar 4.17
Potensial listrik oleh 3 muatan,
q
1
, q
2
, q
3
di titik P.
P
r
3
+
q
3

q
2
+
q
1
r
2
r
1
Gambar 4.18
Muatan q, bergerak dari titik 1 ke
titik 2 dipengaruhi muatan Q.
r
2
r
1
2
1
Sebuah muatan positif ( ~ 1,6 1O
-9
C) di,erakkan menuju sebuah inti atom van,
bermuatan Q. Jarak pisah awal kedua partikel tersebut adalah 2 1O
-11
m dan jarak
pisah akhirnva adalah 1,5 1O
-11
m. Jika usaha van, diperlukan untuk memindahkan
1,11 1O
-17
J, tentukan muatan inti atom tersebut.
]awab:
Diketahui:
~ 1,6 1O
-19
C, r
1
~ 2 1O
-11
m,
r
2
~ 1,5 1O
-11
m, \
12
~ 1,11 1O
-17
J.
Contoh 4.9
Q
q
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 89
Se,iti,a -C siku-siku di - den,an - ~ o cm dan -C ~ 6 cm. Sebuah muatan
listrik ' ~ -1O
-1O
C akan dipindahkan dari titik C ke titik D van, terletak pada
perten,ahan -. Jika muatan
-
~ 1O
-1O
C dan muatan

~ -1O
-1O
C, an,,ap kehadiran
' tidak berpen,aruh terhadap potensial di D, tentukanlah:
a. potensial di C (V
C
) olah
-
dan

,
b. potensial di D (V
D
) olah
-
dan

,
c. usaha van, diperlukan untuk memindahkan muatan ' dari C ke D.
]awab:
Diketahui:
A
~ 1O
-1O
C,
B
~ -1O
-1O
C,
' ~ -1O
-1O
C, C ~ 1O cm ~ O,1 m.
a. Potensial listrik di C akibat
-
dan

adalah
V
C
~ V
C-
V
C
~
-

| |
-C C

~ 9 1O
9
Nm
2
/C
2

1O 1O
6 2
1O 1O
6 1O m 1O 1O m
C C
~ ~
~ ~
[ ~

| j
\ )
~ 21 volt.
b. Potensial listrik di D akibat muatan
-
dan

.
leh karena
-
~ -

dan -D ~ D, maka V
D-
~ -V
D
sehin,,a
V
D
~ V
D-
V
D
~ -V
D
V
D
~ O
c. Usaha untuk memindahkan muatan adalah
\
CD
~ ' (V
D
- V
C
) ~ -1O
-1O
C (O - 21 V) ~ 2,1 1O
-9
joule.
Tantangan
untuk Anda
Hitunglah usaha yang diperlukan
untuk memindahkan muatan positif
yang besarnya 10 C dari suatu titik
yang potensialnya 10 V ke suatu titik
yang potensialnya 60 V.
den,an Persamaan (4-21) diperoleh \
12
~ | Q
2 1
1 1
r r
[
~
| j
\ )
1,11 1O
-17
J ~ (9 1O
9
) (1,6 1O
-19
C) (Q)
11 11
1 1
1, 5 1O 2 1O m
~ ~
[
~
| j

\ )
Q ~ 6 1O
-19
C
Jadi, muatan inti atom adalah 6 1O
-19
C.
Contoh 4.10
A B
C
D
10 cm
6 cm
4 cm 4 cm
4. Hukum Kekekalan Energi Mekanik dalam Medan Listrik
Hukum kekekalan ener,i mekanik pun berlaku pada ,erak partikel,
seperti ,erak proton dan elektron di dalam medan listrik. Hal tersebut
berlaku karena medan listrik merupakan medan konservatif.
lner,i total sebuah partikel den,an massa m dan muatan van,
ber,erak dalam medan listrik adalah

1
|
1
~
2
|
2
atau
2 2
1 1 2 2
1 1
2 2
V mt V mt
(1-21)
Men,in,at ener,i potensial listrik ~ V dan ener,i kinetik | ~
2 1
2
mt jika kecepatan awal partikel t
1
~ O, Persamaan (4-24) menjadi
2
1
2
V mt A
(1-25)
Persamaan (4-25) menunjukkan perubahan ener,i potensial menjadi
ener,i kinetik.
Hukum kekekalan energi mekanik
partikel dalam medan listrik berlaku
jika pada partikel tersebut tidak ada
gaya lain yang bekerja selain gaya
Coulomb.
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 90
Perhatikan ,ambar berikut.
AV
A B
Beda potensial di antara dua pelat sejajar pada ,ambar tersebut
adalah 15O V. Sebuah proton awalnva di kepin, A. Jika di
antara kedua pelat hampa udara, hitun, kecepatan proton
sebelum menventuh kepin, B. Massa proton m ~ 1,6 1O
-27
k,,
muatan proton ~ 1,6 1O
-19
C.
]awab:
Melalui Hukum Kekekalan lner,i Mekanik dalam medan
listrik diperoleh
lner,i mekanik di A ~ ener,i mekanik di B

2 2 2 2 1 1 1
2 2 2
- - - -
V mt V mt t t V V - ~ ~

2 2
2
- -

t t V V
m
~ ~
Berdasarkan besaran van, diketahui pada soal, dapat diperoleh


19
2
27
2 1, 6 1O
O 15OV
1, 6 1O k,

C
t
~
~

~ ~

2 o 1
3OO 1O m/s 1O 3 1O m/s

t
Kecepatan proton sebelum menventuh pelat B adalah
1
1O 3 1O m/s .
5. Potensial di antara Dua Keping Sejajar
Jika dua buah kepin, sejajar dihubun,kan den,an sumber te,an,an
(baterai) maka kedua kepin, akan memiliki muatan van, sama, tetapi
berlawanan jenis. Usaha van, dilakukan ,ava listrik ~ untuk
memindahkan muatan-muatan sejauh J adalah sebesar
\ ~ J
Adapun dalam listrik statis besarnva usaha adalah
\ ~ V A
Den,an men,,abun,kan kedua persamaan usaha tersebut diperoleh
J ~ AV
J ~ AV
AV ~ J
V
2
- V
1
~ J (1-26)
Keteran,an:
J ~ jarak antara kedua kepin, (m)
~ kuat medan listrik (V/m)
Beda potensial AV ~V
2
- V
1
dapat dinvatakan seba,ai beda potensial
V antara kedua kepin, sejajar.
Gambar 4.19
Dua buah keping sejajar dan
terpisah sejauh d diberi
muatan yang sama.
Contoh 4.11
Kata Kunci
energi potensial listrik
potensial listrik
volt
A B
d
E
V
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 91
Sebuah elektron e ditembakkan masuk di antara dua kepin, sejajar den,an kecepatan
awal t
O
seperti pada ,ambar berikut.
Jika beda potensial kedua kepin, adalah V dan jarak
antara kepin, J, tentukan:
a. waktu van, diperlukan elektron hin,,a
menventuh kepin, sebelah atas,
b. jarak mendatar (\) van, ditempuh elektron,
jika pen,aruh percepatan ,ravitasi diabaikan.
]awab:
Dari Hukum ll Newton dan Persamaan (4 - 5), diperoleh
mc mc X -
V
V
mc c
J mJ
- den,an arah ke atas.
a. Sesuai persamaan OlBB bahwa
: ~
2s
c
, sedan,kan c ~
V
mJ
maka untuk s ~
1
2
J akan diperoleh

J m
: J
V V
mJ

b. Dari persamaan \ ~ t
O
: den,an \
O
~ O, diperoleh
\ ~ t
O

m
J
V
[
| j
\ )
~ t
O

m
J
V
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Perhatikan ,ambar berikut.
r = 50 10
10
m
q
Jika diketahui r ~ 5O 1O
-1O
m dan ~ 5 1O
-16
C
dan sebuah proton terletak di titik , tentukanlah ener,i
potensial proton.
2. Dua muatan titik
1
~ -2 nC dan
2
~ 1 nC terpisah
pada jarak 2O cm. 1entukan potensial di titik ten,ah
,aris hubun, antara kedua muatan tersebut.
3. lmpat buah muatan listrik
1
,
2
,
3
, dan
1
terletak
pada titik sudut perse,i van, panjan, sisinva 2O cm
seperti pada ,ambar berikut.
Contoh 4.12
q
d
x
V
1
2
d
1entukan potensial titik di pusat perse,i itu jika:
a.
1
~
2
~
3
~
1
~ 2 C,
b.
1
~ 2 C,
2
~ -1 C,

3
~ 6 C,
1
~ -5 C.
1. Dua buah muatan titik pada koordinat Cartesius
den,an koordinat seba,ai berikut.
1
~ 2O C di
titik (3, 1) dan
2
~ -13O C di titik (-5, 11). 1entukan
potensial listrik di titik (O, O).
5. Sebuah elektron ditembakkan den,an kecepatan
1O
5
m/s masuk ke dalam dua kepin, seperti ,ambar.
Jika kuat medan antara dua kepin, ~ 5 1O
2
N/C,
tentukan jarak mendatar \ sampai elektron
menumbuk kepin, van, atas. (m
e
~ 9 1O
-31
k,,

e
~ 1,6 1O
-19
C, dan ~ 1O m/s
2
).
q
4
q
3
q
1
q
2
E
x = ?
y = 1 cm
V
Tantangan
untuk Anda
Sebuah elektron dengan massa
9,11 10
31
kg dan muatan listrik
1,6 10
19
C, lepas dari katode
menuju anode yang jaraknya 2 cm.
Jika kecepatan awal elektron = 0 dan
beda potensial antara anode dan
katode = 200 V, hitunglah kecepatan
elektron ketika sampai di anode.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 92
D. Kapasitor
1. Muatan pada Kapasitor
Pernahkah Anda memerhatikan komponen-komponen van, ada di
dalam alat elektronik, seperti televisi dan radio' Kapasitor atau kondensator
adalah salah satu komponen elektronik van, ada di dalamnva. Perhatikan
Cambar 4.20, kapasitor atau kondensator adalah dua buah pen,hantar
(pelat) konduktor van, dipisahkan oleh suatu |s|c:r atau zat J|e|e|:r||
untuk memperoleh muatan van, sama, tetapi berlawanan jenis. Kapasitor
berfun,si untuk menvimpan ener,i potensial listrik.
Anda dapat membavan,kan sebuah usaha untuk memberikan muatan
pada kapasitor den,an cara kutub positif baterai menarik elektron pada
kepin, sebelah kiri hin,,a kepin, tersebut menjadi bermuatan positif
dan mendoron, elektron-elektron tersebut ke kepin, sebelah kanan
menjadi bermuatan ne,atif hin,,a kedua kepin, memiliki muatan sama,
hanva jenisnva van, berbeda. Proses perpindahan elektron dari kepin,
kiri ke kepin, kanan melalui ener,i Kimia dari baterai van, berlan,sun,
terus-menerus sampai beda potensial V antara kepin, sama den,an beda
potensial van, dimiliki baterai. Sampai akhirnva kapasitor telah penuh
muatan dan tidak dapat diisi la,i.
Kapasitor disimbolkan den,an . Kapasitor di,unakan untuk:
a. menvimpan muatan atau ener,i listrik,
b. seba,ai salah satu komponen dalam ran,kaian penala van, ber,una
untuk memilih frekuensi pada pesawat radio, dan
c. mence,ah loncatan listrik pada ran,kaian-ran,kaian van, men,andun,
kumparan jika tiba-tiba arus listrik diputuskan.
e

+
Gambar 4.20
Proses pengisian muatan
pada kapasitor.
keping
konduktor
isolator
keping
konduktor
(b)
E
Gambar 4.21
(a) Jenis kapasitor;
(b) Skema kapasitor.
(a)
2. Kapasitas Kapasitor
Anda mun,kin pernah melihat kapasitor terutama dalam peralatan
elektronik. Jika sebuah kapasitor dihubun,kan den,an sumber beda
potensial van, berubah-ubah maka muatan van, tersimpan di dalamnva
pun berubah-ubah.
1 2 3
1 2 3
konstan
n
n

V V V V

Perbandin,an dan V tersebut dinamakan kapasitas kapasitor van,
har,anva konstan untuk tiap kapasitor sehin,,a dalam bentuk matematis
ditulis seba,ai berikut.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 93
C ~

V
(1-27)
Keteran,an:
~ muatan (C)
V ~ beda potensial (V)
C ~ kapasitansi (C/V) atau (l)
Kapasitas kapasitor tidak dipen,aruhi oleh perubahan muatan dan
potensial listrik.
Ada ti,a jenis kapasitor van, banvak di,unakan, vaitu:
a. ccs|:r |er:cs. Kertas pada kapasitor ini berfun,si seba,ai penvekat di
antara kedua pelat lo,am,
b. ccs|:r tcr|c|e|. Kapasitor ini di,unakan dalam ran,kaian penala
pada pesawat radio,
c. ccs|:r e|e|:r||: (e|c). Kapasitor jenis ini memiliki kapasitansi palin,
tin,,i, vaitu sampai den,an 1OO.OOO pl.
Gambar 4.22
(a) Kapasitor kertas;
(b) Kapasitor variabel;
(c) Kapasitor elektrolit.
kertas
lempeng logam
keping
bergerak
keping tetap
kapasitor elektrolit
Sebuah kapasitor diisi oleh baterai 1,5 volt sehin,,a bermuatan O, 6 C. 1entukanlah:
a. kapasitas kapasitor tersebut,
b. muatan van, tersimpan dalam kapasitor jika dimuati baterai 22 volt.
]awab:
Diketahui: V
1
~ 1,5 volt,
1
~ O,6 1O
-6
C.
a. Kapasitas kapasitor dihitun, den,an Persamaan (4-27)

6
7 1
1
O, 6 1O
2 1O l
1, 5 V
C
C
V
~
~


b. Muatan van, tersimpan diperoleh den,an persamaan

2
~ CV
2
~ (2 1O
-7
l) (22 V) ~ 1,1

C.
3. Kapasitor Keping Sejajar
Pada 1o37, Michael Iarada, melakukan penelitian tentan, pen,aruh
pen,isian ruan, di antara pelat-pelat kapasitor den,an men,,unakan bahan
dielektrik. Iarada, men,,unakan dua kapasitor van, identik. Di salah
satu kapasitor ditempatkan suatu bahan dielektrik, sedan,kan kapasitor
lainnva berisi udara pada tekanan normal. Kemudian, kedua kapasitor
tersebut diberi potensial listrik van, sama besarnva, seperti ditunjukkan
oleh Cambar 4.23. Melalui eksperimen tersebut, Iarada, memperoleh hasil
spektakuler. Muatan di kapasitor van, men,andun, dielektrik jauh lebih
besar daripada muatan di kapasitor van, men,andun, udara.
Contoh 4.13
Tugas Anda 4.2
Berdasarkan kepolarannya, dikenal
dua jenis kapasitor, yaitu kapasitor
polar dan kapasitor non-polar. Coba
Anda cari informasi mengenai
perbedaan di antara keduanya.
(a) (b) (c)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 94
Tabel 4.1
Sifat-sifat dari Beberapa Dielektrik*
Bahan Konstanta Dielektrik
Kekuatan Dielektrik**
(kV/mm)
Vakum 1,OOOOO

Udara 1,OOO51 O,o
Air 7o -
Kertas 3,5 11
Mika merah delima 5,1 16O
(Rubbv mica)
Porselen 6,5 1
Kwarsa van, dilebur 3,o o
Oelas pirex 1,5 13
Bakelit 1,o 12
Polietlen 2,3 5O
Amber 2,7 9O
1eflon 2,1 6O
Neopren 6,9 12
Minvak transformator 1,5 12
1itanium dioksida 1OO 6
Polistiren 2,6 25
leh karena muatan lebih besar untuk V van, sama pada kapasitor
van, men,andun, dielektrik. Berdasarkan persamaan C ~

V
diperoleh
hasil bahwa kapasitas sebuah kapasitor akan bertambah besar akibat
penempatan bahan dielektrik di antara pelat-pelat kapasitor.
* Sifat-sifat ini adalah kira-kira pada temperatur kamar dan untuk kondisi-kondisi
sedemikian rupa sehin,,a medan listrik di dalam dielektrik tidak berubah
den,an waktu.
** lnilah ,radien potensial maksimum van, mun,kin terdapat di dalam dielektrik
tanpa terjadinva ke,a,alan listrik (e|ec:r|cc| |rec|Jun). Dielektrik serin,kali
ditempatkan di antara plat-plat pen,hantar untuk men,irimkan suatu perbedaan
potensial van, lebih tin,,i untuk dipakaikan di antara plat-plat tersebut daripada
perbedaan potensial van, mun,kin didapat den,an men,,unakan udara seba,ai
dielektrik.
Perhatikan Cambar 4.24, kapasitor kepin, sejajar terdiri atas dua
kepin, lo,am van, terpasan, sejajar pada jarak pisah J meter, van, jauh
lebih kecil dari luas kepin, - m
2
. Kedua kepin, tersebut diberi muatan
van, sama besar, tetapi tidak sejenis.
Jika di antara kepin, sejajar adalah udara/vakum, kapasitansi kapasitor
memenuhi persamaan berikut.
C
O
~
O
-
J
r (1-2o)
Keteran,an:
- ~ luas kepin, (m
2
)
J ~ jarak antarkepin, (m)
O
r ~ permitivitas vakum (udara) ~ o,o5 1O
-12
C
2
/Nm
2
Gambar 4.24
Kapasitor keping sejajar
dihubungkan dengan
sumber tegangan V.
Gambar 4.23
(a) Baterai B menyebabkan
perbedaan potensial yang sama
pada setiap kapasitor; kapasitor
dengan bahan dielektrik memiliki
muatan yang lebih banyak.
(b) Kedua kapasitor mengangkut
muatan yang sama. Kapasitor
dengan bahan dielektrik memiliki
perbedaan potensial lebih rendah,
seperti ditunjukkan oleh
pembacaan alat ukur.
bahan dielektrik
udara
(a)
(b)
E
q +q
V
A
d
Sumber: Fundamental of Physics, 2001
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 95
4. Dielektrik pada Kapasitor
Di antara dua pelat kepin, pada kapasitor biasanva disisipi/dipasan,
suatu bahan isolator van, disebut J|e|e|:r||. Bahan ini di,unakan karena
dapat memperbesar nilai kapasitas kapasitor. Contoh bahan dielektrik
adalah kaca mika, kertas, dan karet.
Bahan dielektrik memiliki har,a permitivitas van, berbeda den,an
har,a permitivitas vakum. Berdasarkan Persamaan (4-2S) dapat
diketahui bahwa permitivitas bahan r r r
O r
sehin,,a kapasitas kapasitor
van, men,,unakan bahan dielektrik adalah
-
C
J
r
atau C ~
O r
-
J
r r (1-29)
Den,an memerhatikan Persamaan (4-2S) dan Persamaan (4-29)
didapat hubun,an kapasitor tanpa dielektrik dan kapasitor den,an bahan
dielektrik adalah seba,ai berikut.
O r
C C r
(1-3O)
Sebuah kapasitor kepin, sejajar, luas tiap kepin, ~ 1OO cm
2
dan terpisah 2 mm satu
sama lain. Beda potensial di antara kepin, ~ 2.OOO volt. Kemudian, kapasitor dilepas
dari sumber te,an,an dan ruan, di antara kepin, diisi den,an dielektrikvan, memiliki
permitivitas relatif bahan r ~ 5O. Hitun,lah:
a. kapasitas mula-mula (C
O
),
b. muatan pada tiap kepin,,
c. kuat medan listrik sebelum diberi bahan dielektrik,
d. kapasitas kapasitor C setelah disisipi bahan dielektrik,
e. permitivitas dielektrik van, di,unakan (r ),
f. beda potensial kepin, V' setelah diberi bahan dielektrik,
,. kuat medan listrik ' setelah diberi muatan dielektrik.
]awab:
Diketahui:
O
r ~ o,o5 1O
-12
C
2
/Nm
2
,
J ~ 2 mm ~ 2 1O
-3
m,
- ~ 1OO cm
2
~ 1 1O
-2
m
2
,
V ~ 2.OOO V,
r ~ 5O.
a.
2 2
12 11
O O 3 2
1 1O m
o, o5 1O 17,7 1O l
2 1O m
-
C
J
r
~
~ ~
~
[

| j
\ )
b. ~ C
O
V ~ (17,7 1O
-11
l) (2.OOO V) ~ 35,1 1O
-o
C
c.
6
3
2.OOO V
1O V/m
2 1O m
V

J
~

d.
O
r
C
C
r
C ~
O r
C r ~ 5O (17,7 1O
-11
l) ~ o,o5 1O
-9
l
e.
O r
r r r ~ 5O (o,o5 1O
-12
C
2
/Nm
2
) ~ 1,125 1O
-1O
C
2
/Nm
2
Contoh 4.14
Jika permitivitas dielektrik
disisipkan di antara keping kapasitor,
kapasitas dan beda potensialnya
berubah, tetapi muatannya (q) tetap.
Ingatlah
Tugas Anda 4.3
Mengapa dielektrik tidak
menggunakan bahan konduktor?
Coba tanya pada guru Anda atau cari
informasi dari internet.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 96
5. Kapasitor Bentuk Bola
Perhatikan Cambar 4.25. Dua kulit konduktor berbentuk bola van,
dipisahkan ruan, vakum. Kulit ba,ian luar bermuatan ne,atif den,an
jari-jari luar n
2
, sedan,kan kulit van, sebelah dalam bermuatan positif
den,an jari-jari n
1
. Potensial V
1
, pada bola ba,ian dalam ditimbulkan
oleh muatan positif dan muatan bola ba,ian luar -. Adapun potensial
V
2
dari bola konduktor ba,ian luar bernilai nol karena ditanahkan V
2
~ O.
Kita ketahui bahwa kuat medan dan potensial listrik oleh bola
konduktor di titik n
1
dan n
2
memiliki persamaan:
V
1
~

2
1 2
dan V

| |
n n
(1-31)
Den,an demikian, beda potensial antara kedua bola konduktor
bermuatan tersebut adalah
AV ~ V
1
- V
2
AV ~ |
1 2
1 1
n n
[
~
| j
\ )
(1-32)
| ~
O
1
1r
merupakan tetapan ke sebandin,an, untuk ruan, hampa | ~
9 1O
9
Nm
2
C
-2
. Den,an demikian, kapasitas C dari kapasitor bola adalah
C ~


~ [
~
| j
\ )
1 2
2 1
1 2
1 1
c|
n n
V | n n
|
n n
sehin,,a
C ~

1 2
O
2 1
1
n n
n n
r
~
(1-33)
untuk kulit bola konduktor beron,,a di mana n
1
~ O diperoleh
C ~
n
|
(1-31)
6. Susunan Kapasitor
a. Susunan Seri
Dalam praktik, Anda serin, kali perlu men,,abun,kan kapasitor untuk
mendapatkan nilai kapasitas van, diin,inkan. Cara pen,,abun,an kapasitor
van, san,at dasar adalah cara pen,,abun,an den,an susunan seri dan
paralel.
Gambar 4.25
Kapasitor bola konsentris
dengan V
2
dibumikan
R
1
R
2
bola 2
bola 1
f.
o
9
35, 1 1O C
' 1O V
o, o5 1O l

V
C
~
~

diperoleh ' ~ karena hubun,an den,an baterai diputus sehin,,a tidak memiliki
jalan lain.
,.
3
1O V '
' 2O.OOO V/m
2 1O m
V

J
~

Generator Van de Graaff adalah alat


untuk mengumpulkan dan
menyimpan muatan listrik statik
dalam jumlah yang sangat besar.
Rambut wanita ini akan saling tolak-
menolak setelah memegang
generator Van de Graaff dan ujung-
ujungnya berdiri karena termuati
oleh muatan yang sama.
Van de Graff is a tool to collect and
store statics electric charge
enormously in quantity. The womans
hair could be repulsive each other
after held the Van de Graff generator
and a hair would be repulsives
caused by loading the common
charges.
Informasi
untuk Anda
Sumber: Physics for You, 2001
Information for You
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 97
Perhatikan Cambar 4.26. Dalam susunan seri kapasitor berlaku
aturan berikut.
1) Muatan pada setiap kapasitor sama, vaitu sama den,an muatan
kapasitor pen,,anti.

tot
~
1
~
2
~
3
~ (1-35)
2) Beda potensial pada ujun,-ujun, kapasitor pen,,anti sama den,an
jumlah total beda potensial ujun,-ujun, setiap kapasitor.
V
tot
~ V
1
V
2
V
3
(1-36)
Dari Persamaan (4-27) diketahui bahwa
C ~

V
atau V ~

C
1 2 3
1 2 3
, , ,

V V V
C C C
sedan,kan V
tot
~
tot

C
.
Jika har,a-har,a V
1
, V
2
, dan V
3
dimasukkan ke dalam Persamaan
(4-36), akan diperoleh persamaan
tot 1 2 3
1 1 1 1
...
C C C C

(1-37)
Besar kapasitas pen,,anti untuk n buah kapasitator van, disusun
seri adalah
tot 1 2 3
1 1 1 1 1
...
n
C C C C C

(1-3o)
Gambar 4.26
Susunan seri kapasitor
C
1
C
2
C
3
V
1
V
2
V
3
V
+ + +
1i,a buah kapasitor van, kapasitasnva masin,-masin, 6 l, 9 l, dan 1o l disusun seri
dan dihubun,kan ke sumber te,an,an 36 V. Hitun,lah:
a. kapasitas pen,,anti,
b. muatan () dan beda potensial setiap kapasitor.
]awab:
Diketahui: C
1
~ 6 l, C
2
~ 9 l, C
3
~ 1o l, V
tot
~ 36 V, r ~ 5O,
a. Kapasitas kapasitor pen,,anti
- -
tot
tot 1 2 3
1 1 1 1 1 1 1 6
3l
6 l 9 l 1o l 1o l
C
C C C C
b. Muatan kapasitor diperoleh den,an men,,unakan Persamaan (4-27)

tot

~ C
tot
V
tot
~ (3 l) (36 V) ~ 1Oo C

tot

~
1
~
2
~
3
~ 1Oo C
sehin,,a te,an,an setiap kapasitor adalah

1 2 3
1 2 3
1 2 3
1Oo C 1Oo C 1Oo C
1oV, 12V, 6V
6 l 9 l 1o l

V V V
C C C
Contoh 4.15
Kapasitas total dua buah kapasitor
seri adalah

1 2
1 2
S
C C
C
C C
Perbandingan potensial pada
kapasitas seri adalah

1 2 3
1 2 3
1 1 1 1
: : : ... : : : : ... :
n
n
V V V V
C C C C
Ingatlah
Tugas Anda 4.4
Ketika Anda sedang merangkai
peralatan elektronik, kadang-kadang
sulit menemukan nilai kapasitas
kapasitor yang tepat dengan
kebutuhan, maka teknik penyusunan
kapasitor bermanfaat sekali dalam
hal ini. Jika Anda hanya memiliki
kapasitor bernilai besar, susunan
kapasitor apakah yang akan Anda
gunakan untuk mendapatkan
kapasitor bernilai kecil?
b. Susunan Paralel
Dalam susunan paralel kapasitor, berlaku hal-hal berikut.
1) Beda potensial setiap kapasitor adalah sama
V
tot
~ V
1
~V
2
~ V
3
~ V (1-39)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 98
2) Muatan total kapasitor pen,,anti sama den,an jumlah total muatan

tot
~
1

2

3
(1-1O)
Perhatikan Cambar 4.27. Muatan pada masin,-masin, kapasitor
adalah
1
~ C
1
V,
2
~ C
2
V, dan
3
~ C
3
V, sedan,kan ~ C
total
V. Jika
har,a-har,a
1
,
2
,
3
, dan dimasukkan ke dalam Persamaan (4-35),
akan diperoleh
C
tot

~ C
1
C
2
C
3
(1-11)
Besar kapasitas pen,,anti untuk n buah kapasitor van, disusun paralel
adalah
C
tot

~C
1
C
2
C
3
... C
n
(1-12)
1i,a buah kapasitor van, kapasitasnva masin,-masin, 5 l, 15 l, dan 3O l disusun
paralel dan dihubun,kan ke sumber te,an,an 3OO volt. Hitun,lah:
a. kapasitas total (C
tot
),
b. beda potensial setiap kapasitor,
c. muatan setiap kapasitor,
d. muatan total kapasitor.
]awab:
Diketahui: C
1
~ 5 l, C
2
~ 15 l, C
3
~ 3O l, V
tot
~ 3OO V.
a. Kapasitas totalnva adalah C
tot

~ C
1
C
2
C
3
~

5 l 15 l 3O l ~ 5O l.
b. Pada susunan paralel benda potensial di setiap kapasitor sama ju,a den,an
potensial totalnva sehin,,a V
tot

~ V
1
~ V
2
~ V
3
~ 3OO V
c. muatan di setiap kapasitor adalah

1

~ C
1
V
1
~ 5 l 3OO V ~ 1.5OO C

2

~ C
2
V
2
~ 15 l 3OO V ~ 1.5OO C

3

~ C
3
V
3
~ 3O l 3OO V ~ 9OO C
d. Muatan total kapasitor adalah
tot

~
1

2

3
~ 1.5OO C 1.5OO C 9.OOO C
~ 15.OOO C
7. Energi yang Tersimpan dalam Kapasitor
Kapasitor ju,a berfun,si untuk menvimpan ener,i potensial van,
diberikan dari sumber potensial listrik. lner,i potensial tersebut di,unakan
ketika ran,kaian listrik mulai bekerja. Sejumlah muatan ke dalam kapasitor
terus bertambah selama proses pen,isian terus berlan,sun, bersamaan
den,an pertambahan potensial pada kedua kepin, sejajar hin,,a penuh
sebesar

V
C
.
Contoh 4.16
Tantangan
untuk Anda
Perhatikan gambar rangkaian
kapasitor berikut.
Tentukan:
a. kapasitas pengganti antara titik
x dan titik y,
b. beda potensial antara titik x dan
y jika muatan pada kapasitor
5 F adalah 60 C.
y
x
C
2
C
1
3 F
3 F
4 F
4 F
4 F
5 F
3 F
Gambar 4.28
Grafik perubahan potensial (V)
sebagai fungsi perubahan muatan
selama proses pengisian
berlangsung.
V (V)
q(C)

q
V
C
Gambar 4.27
Susunan paralel kapasitor
C
1
C
2
C
3
V
1
V
2
V
3
V
+

dq Q
Kenaikan total ener,i potensial pada kapasitor

adalah penjumlahan
atau inte,ral muatan (e
-
) dari nol sampai Q (perhatikan Cambar 4.2S).
Den,an memerhatikan Persamaan 4-19, ener,i potensial van, tersimpan
dalam kapasitor dapat diperoleh seba,ai berikut.
J

~ V J ~

C
J
O

Q


J
C

~
2
1

2
Q
C
(1-13)
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 99
Dua buah kapasitor masin,-masin, kapasitasnva 1 dan 6 disusun secara seri,
kemudian dihubun,kan den,an te,an,an 11O V. 1entukan:
a. kapasitas total,
b. ener,i van, tersimpan dalam sistem.
]awab:
Diketahui: C
1
~ 1 , C
2
~ 6 , 11O V.
a.

total
1 1 1 3 2 1 5 1
1 6 12 12 C


total
1 5 1
12 C

total
2, 1 C
b.


2
2 6 2
total
1 1 12
1O l 11O V 1, 152 1O J
2 2 5
\ C V
~ ~

Contoh 4.17
Anda telah men,etahui ,enerator van der Oraaf dari Informasi untuk Anda. Alat
tersebut men,hasilkan muatan sejenis dalam jumlah besar. 1u,as Anda adalah
mencari informasi men,enai cara kerja alat tersebut disertai den,an ,ambar. Pahami
fun,si-fun,si setiap ba,ian dalam alat tersebut. Jika telah selesai, presentasikan di
depan kelas.
Mari Mencari Tahu
Kata Kunci
kapasitas kapasitor
kapasitor kertas
kapasitor variabel
kapasitor elektrolit
farad
kondensator
isolator
dielektrik
katode
anode
1. Sebuah kapasitor 1O

l dihubun,kan den,an sebuah


sumber te,an,an 21O V hin,,a terisi penuh. Kemudian,
kutub-kutubnva dihubun,kan ke kapasitor 2O

l van,
tidak bermuatan. Hitun,lah:
a. muatan total,
b. beda potensial pada ujun,-ujun, setiap kapasitor,
c. ener,i akhir total,
d. pen,uran,an ener,i ketika kapasitor salin,
berhubun,an.
5. Sebuah kapasitor kepin, sejajar berbentuk lin,karan
den,an radius 1O cm dan jarak antara kepin, 5 mm.
Jika dihubun,kan ke baterai 21 V, hitun,lah:
a. besar kapasitasnva,
b. besar muatan pada kepin, kapasitor,
c. ener,i potensial van, tersimpan dalam kapasitor.
Tes Kompetensi Subbab D
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. 1i,a buah kapasitor van, kapasitasnva masin,-masin,
1

l, 6

l, dan o

l disusun seri lalu dihubun,kan ke


sumber te,an,an 21 volt. Hitun,lah:
a. kapasitas kapasitor pen,,anti,
b. muatan () dan beda potensial setiap kapasitor.
2. 1i,a buah kapasitor den,an kapasitas masin,-masin,
3 l, 1 l, dan o l dihubun,kan secara paralel, kedua
ujun,nva dihubun,kan den,an sumber te,an,an 1OO
volt. Hitun,lah.
a. kapasitas total,
b. beda potensial setiap kapasitor,
c. muatan setiap kapasitor,
d. muatan total kapasitor.
3. 1entukan kapasitas pen,,anti antara c dan | dari
muatan totalnva dari kapasitor van, dipasan, seperti
pada ,ambar berikut, jika dihubun,kan ke sumber
te,an,an 21 volt.
5 mm
10 cm
2 4 V
(a) (b) (c)
a
b
4 F
24 F
6 F
2 F
a
b
3 F
2 F 4 F
2 F
a b
5 F
12 F 4 F
24 F
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 100
Rangkuman
1. Muatan listrik terdiri atas proton van, bermuatan
positif, elektron van, bermuatan ne,atif, dan neutron
van, tidak bermuatan.
2. Jika dua muatan van, berlainan jenis berinteraksi,
akan terjadi ,ava tarik-menarik antara kedua muatan
tersebut. Sebaliknva, jika dua muatan listrik sejenis
berinteraksi akan terjadi ,ava tolak-menolak.
3. Hukum Coulomb menvatakan bahwa besar ,ava tarik-
menarik atau tolak-menolak antara dua muatan listrik
berbandin, lurus den,an hasil kali besar kedua
muatan dan berbandin, terbalik den,an kuadrat jarak
antara kedua muatan tersebut.
1 2
2 C

|
r

den,an | ~ konstanta Coulomb.


1. Kuat medan listrik di suatu titik didefinisikan seba,ai
,ava Coulomb per satuan muatan van, dialami oleh
sebuah muatan di titik tersebut.
'

5. Hukum Oauss menvatakan bahwa jumlah ,aris ,ava


van, keluar dari suatu permukaan tertutup sebandin,
den,an jumlah muatan listrik van, dilin,kupi oleh
permukaan tertutup tersebut.
permukaan tertutup
O


6. Kuat medan listrik van, ditimbulkan oleh sebuah
pelat konduktor dinvatakan den,an persamaan
O
2

o
r

den,an r ~ rapat muatan


7. Kuat medan listrik di sekitar bola beron,,a adalah
a. di dalam bola ~ O, karena ~ O
b. di permukaan bola
2

|
n

c. di luar permukaan bola


2

|
r

o. Beda potensial listrik di titik | karena pen,aruh muatan


Q dinvatakan den,an persamaan
1
|
Q
V |
r

9. Usaha untuk memindahkan sebuah muatan listrik


1
dari satu titik ke titik lainnva dinvatakan den,an
\
1 - 2
~ (V
1
-V
2
)
1O. Kapasitor adalah komponen listrik van, berfun,si
untuk menvimpan muatan dan ener,i potensial listrik.
Kapasitor merupakan dua pelat konduktor van,
dipindahkan oleh suatu isolator atau zat dielektrik.
11. Kapasitas kapasitor adalah kemampuan suatu kapasitor
untuk memperoleh atau menvimpan muatan listrik.

C
V

den,an: C ~ kapasitansi (larad)


~ muatan (C)
V ~ beda potensial (Volt)
12. Besarnva kapasitas kapasitor den,an bahan dielektrik
dinvatakan den,an persamaan
C
0
~
O r
-
J
r r
den,an
r
r ~ perbandin,an antara permitivitas bahan
( r ) dan permitivitas vakum (
O
r ).
13. Jika n buah kapasitor disusun seri, besar muatan pada
setiap kapasitor adalah sama.

tot
~
1
~
2
~
3
~ ... ~
Beda potensial pada ujun,-ujun, kapasitor pen,,anti
sama den,an jumlah total beda potensial kapasitor.
V
tot
~ V
1
V
2
V
3
... V
n
Besar kapasitas kapasitor pen,,anti untuk n buah
kapasitor van, disusun seri adalah
tot 1 2 3
1 1 1 1 1
...
n
C C C C C

11. Jika n buah kapasitor disusun paralel, besar beda
potensial pada setiap kapasitor adalah sama.
V
tot
~ V
1
~ V
2
~ V
3
~ V
Besar muatan total kapasitor pen,,anti sama den,an
besar muatan total kapasitor.

tot
~
1

2

3
Besar kapasitas kapasitor pen,,anti untuk n buah
kapasitor van, disusun paralel adalah
C
tot
~ C
1
C
2
C
3
... C
n
15. Besar ener,i listrik (\) van, tersimpan dalam
kapasitor adalah
\ ~
2
2
1 1 1
2 2 2

V CV
C

Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 101
Setelah mempelajari bab ini, Anda tentu menjadi
paham tentang listrik statis, medan listrik, potensial listrik,
energi potensial listrik, kapasitor dan jenis-jenisnya, serta
bagaimana cara kapasitor bekerja. Dari semua materi
pada bab ini, bagian mana yang menurut Anda sulit untuk
dipahami? Coba Anda diskusikan dengan teman atau
guru Fisika Anda.
Refleksi
Pemasangan kapasitor pada sakelar-sakelar listrik
yang memiliki daya tinggi dapat menghilangkan
terjadinya percikan bunga api. Pemanfaatan ini berguna
sekali untuk keamanan. Coba Anda tuliskan manfaat lain
penggunaan kapasitor.
Muatan Listrik
menimbulkan berupa
Peta Konsep
contoh persamaan kuat medannva
Medan listrik
menvimpan menvebabkan
Beda Potensial listrik
V ~
r
lner,i Potensial listrik

~
r
Muatan 1itik
Muatan 1erdistribusi
Bola Konduktor
Kapasitor
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 102
Tes Kompetensi Bab 4
Kerjakanlah pada buku latihan.
A. Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling tepat.
1. Bola A dan B masin,-masin, muatan 1O C dan 3O C.
Jarak antarbola adalah 3 m. Jika kedua bola tersebut
berada di udara maka ....
a. ener,i potensial bola B 9 1O
11
joule
b. ener,i potensial bola B 3 1O
11
joule
c.

bola A ~
1
2

bola B
d.

bola A :

bola B ~ 1 : 3
e. ener,i potensial bola A ~ 9 1O
1O
joule
2. Diketahui 1 buah benda titik van, bermuatan, vaitu
A, B, C, dan D. Jika - menarik B, A menolak C, dan C
menarik D, sedan,kan D bermuatan ne,atif, pernva-
taan van, benar adalah ....
a. muatan B positif muatan C ne,atif
b. muatan B positif muatan C positif
c. muatan B ne,atif muatan C positif
d. muatan B ne,atif, muatan C ne,atif
e. muatan A positif, muatan C ne,atif
3. Satuan medan listrik dapat dinvatakan dalam ..
a. N/C
2
d. J/N
b. V/m e. N/C
c. N/m
2
1. Dua buah kepin, sejajar diberi muatan van, sama besar
dan berlawanan jenis. Kuat medan listrik di antara dua
kepin, tersebut ..
a. berbandin, lurus den,an rapat muatannva
b. berbandin, terbalik den,an rapat muatannva
c. berbandin, terbalik den,an kuadrat jarak
antarkepin,
d. berbandin, lurus den,an jarak kedua kepin,
e. arahnva menuju ke kepin, van, bermuatan positif
5. Sebuah elektron dalam suatu medan listrik tidak men,-
alami ,ava jika elektron tersebut ....
a. ber,erak dalam arah te,ak lurus terhadap medan
listrik
b. ber,erak sejajar den,an arah medan listrik
c. ber,erak den,an arah sembaran,
d. ber,erak melin,kar
e. tidak ber,erak
6. Dua muatan titik sejenis dan sama besar
c
~
|
~
O,O1 C berada pada jarak 1O cm satu sama lain. Jika
| ~ 9 1O
9
Nm
2
/C
2
, besar ,ava tolak van, dialami
kedua muatan tersebut adalah ....
a. 9O N
b. 9 1O
3
N
c. 9 1O
-5
N
d. 9 1O
-9
N
e. 9 1O
7
N
7. Perhatikan ,ambar berikut.
Proton van, ber,erak dari kepin, - ke kepin, seperti
tampak pada ,ambar tersebut memiliki kecepatan 2
1O
5
m/s. Jika jarak antara kepin, dalam vakum J ~ 1
cm, massa proton 1,6 1O
-27
k,, muatan proton 1,6 1O
-
19
C, beda potensial kepin, sejajar tersebut adalah ....
a. 5O V d. 32O V
b. 1OO V e. 1OO V
c. 2OO V
(UMPTN 1995)
o. Dua buah benda bermuatan - dan berjarak r satu
sama lain. Jika jarak r diubah-ubah maka ,rafik
hubun,an ,ava Coulomb den,an r adalah ....
a.
F
r
b. F
r
c. F
r
d. F
r
r
e.
d
A B
F
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 103
9. Sebuah kapasitor 5O F dihubun,kan den,an sumber
te,an,an hin,,a dapat menvimpan ener,i sebesar O,36
joule. Besar muatan van, tersimpan dalam kapasitor
tersebut adalah ... coulomb.
a. 3,6 1O
-3
d. 6,O 1O
-2
b. 6,O 1O
-3
e. 2,1 1O
-1
c. 3,6 1O
-2
1O. Perhatikan ,ambar berikut.
A B
O
+2q q
Jika R adalah letak titik van, resultan kuat medan
listriknva nol maka R adalah ....
a. tepat di titik
b. antara titik - dan
c. antara titik dan B
d. pada perpanjan,an AB den,an RA ~ 2 RB
e. pada perpanjan,an BA den,an RB ~ 2 RA
11. Pada kapasitor van, berkapasitansi C diberikan muatan
sebesar sehin,,a beda potensialnva V. Besar ener,i
dalam kapasitor ....
a.
1
2
V
2
d.
1
2

2
/CV
b.
1
2
CV e.
1
2

2
/C
c.
1
2
VC
2
12. Perhatikan ,ambar berikut.
Jika kapasitor keti,a kapasitansinva sama, kapasitor
pen,,anti antara ujun, a dan b adalah ... l (farad).
a. 3 C d.
2
3
C
b. 2 C e.
3
2
C
c.
1
2
C
13. Dua buah kapasitor masin,-masin, memiliki kapasitas
2 dan 1 disusun seri. Kapasitor pen,,antinva ....
a.
1
o
d.
1
2

b.
1
3
e. 6
c.
3
1

11. Sebuah kapasitor pelat sejajar tanpa dielektrik
berkapasitas 1O . Jika bahan kapasitor tersebut diisi
den,an dielektrik mika van, memiliki konstanta
dielektrik | ~ 5, kapasitansinva sekaran, menjadi ....
a. 2
b. 15
c. 1
d. 3O
e. 1O
15. Perbandin,an ,ava Coulomb dan ,ava ,ravitasi antara
2 buah elektron dalam ruan, vakum adalah .
a. 1,2 1O
12
N
b. 2,1 1O
1O
N
c. 2,1 1O
12
N
d. 1,2 1O
1O
N
e. sama besar
16. Usaha untuk membawa sebuah elektron dari kutub
baterai 12 volt ke kutub ne,atifnva adalah ....
a. 1,92 1O
-1O
joule
b. 1,6 1O
-19
joule
c. 1,92 1O
-19
joule
d. 1,6 1O
-1o
joule
e. 1,92 1O
-1o
joule
17. Kapasitor 1,2 diberi muatan hin,,a 3 kilovolt. Besar
ener,i van, tersimpan dalam kapasitor adalah ....
a. 5,1 joule
b. o,1O joule
c. 1O,o joule
d. 1,5 joule
e. O,6 joule
1o. Menurut model Bohr tentan, atom hidro,en, elektron
( ~ -e) men,elilin,i proton (' ~ e) den,an jari-jari
5,3 1O
-11
. Jika e ~ 1,6 1O
-19
C maka ,ava Coulomb
antara elektron dan proton pada atom hidro,en sebesar
... newton.
a. o,2 1O
-o
b. 2,o 1O
-11
c. 3,O 1O
-o
d. 1,1 1O
-o
e. 1,1 1O
-o
19. Sebuah elektron men,elilin,i proton pada jarak 1 A.
Jika massa elektron ~ 9,1 1O
-31
k, maka kecepatan
elektron men,elilin,i proton adalah ... m/s.
a. 1,2 1O
6
b. 1,3 1O
6
c. 3,O 1O
6
d. 1,6 1O
6
e. 2,2 1O
6
2O. Dalam 1 coulomb terdapat ... buah elektron.
a. 6,2 1O
1o
b. 1,3 1O
1o
c. 2,6 1O
1o
d. 1,6 1O
1o
e. 3,1 1O
1o
a b
C
1
C
2
F
F
C
3
F
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 104
1. Perhatikan ,ambar berikut.
1entukan:
a. kuat medan di titik ,
b. ,ava van, dialami muatan 3 C .
2. Perhatikan ,ambar berikut.
1entukan:
a. kapasitansi pen,,anti (C
total
) antara titik a dan b
jika setiap kapasitor memiliki kapasitas 3 F ),
b. muatan pada setiap kapasitor jika titik a danb
diberi beda potensial 12 Volt,
c. ener,i pada setiap kapasitor jika c dan s diberi
beda potensial 2OO Vdan | dan r diberi beda
potensial 1OO V.
3. Sebuah kapasitor kapasitansinva 5 jika dielektriknva
vakum dan 3O jika dielektriknva porselen. Hitun,lah
konstanta dielektrikum porselen.
1. Perhatikan ,ambar berikut.
Jika muatan elektron ~ 1,6 1O
-19
C dan massa
elektron ~ 9,1 1O
-31
k, dilepas tanpa kecepatan awal
tepat di titik , tentukanlah:
a. waktu van, dibutuhkan elektron sampai di tepi -,
b. kecepatan saat tiba di tepi -.
5. Sebuah elektron ( ~ e ~1,6 1O
-19
C, m ~ 9,1 1O
-31
k,)
ditembakkan den,an kecepatan 5 1O
6
m/s dalam
arah sejajar kuat medan listrik 1OOO N/C. Berapa jarak
van, ditempuh elektron sebelum berhenti'
6. Bola kecil bermuatan 2,O nC, -2,O nC, 3,O nC, dan
-6,O nC diletakkan di titik-titik sudut sebuah perse,i
van, memiliki panjan, dia,onal O,2O m.
a. Hitun, potensial listrik di pusat.
b. Hitun, besar medan listrik di pusat bola, kemudian
,ambarkan arah dari potensial di titik pusat.
B. ]awablah pertan,aan berikut ini dengan tepat.
7. Sebuah muatan uji 1,OO 1O
-7
C berjarak 5 mm dari
muatan sumber -2,OO 1O
-6
C. Berapa usaha van,
harus dilakukan pada muatan uji a,ar terpisah pada
jarak 1O mm dari muatan tersebut'
o. Dua kepin, lo,am van, sejajar dan jaraknva 15 cm
satu dari van, lain diberi muatan listrik van, berlawanan
hin,,a beda potensial 1O1 V.
Berapa ,ava van, dialami sebuah elektron van,
diletakkan di antara kepin,'
9. 1entukan kapasitas pen,,anti antara A dan B pada
susunan-susunan kapasitor berikut ini.
a.
b.
c.
d.
1O. Kapasitor 2O dihubun,kan den,an sumber
te,an,an 1.OOO V, selanjutnva sumber te,an,an diputus
dan kapasitor kemudian dihubun,kan paralel ke
kapasitor 5 .
a. Berapa muatan total kapasitor tersebut'
b. Berapa beda potensial setiap kapasitor'
c. Berapa ener,i van, hilan, pada kapasitor 2O
ketika dihubun,kan den,an kapasitor 5 '
A B
6 cm 8 cm
O
~4 C 3 C
a
b
r
s
C
1
C
2
C
3
C
4
C
5
C
6
C
7
B A
v
V
B
V
A
= 200 volt
15 cm
A B
C C
C C C
A B
C C
C C
C C
A B
40 F
12 F
13 F
6 F
6 F
28 F
16 F
12 F
d=10 cm
Medan Magnetik 105
Medan Magnetik
A. Medan Magnetik
B. Gaya Magnetik
C. Aplikasi Gaya
Magnetik
D. Sifat Magnet
Bahan
menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
Sejarah kema,netan telah dimulai sejak ratusan tahun van, lalu.
Dahulu, di daerah Asia Kecil oran, menemukan sebuah batu van, dapat
salin, menarik satu sama lain. Mereka menvebutnva seba,ai mcnes|c.
Kini, oran, dapat membuat dan memanfaatkan benda seperti itu dan
menvebutnva seba,ai ma,net.
Jika Anda perhatikan, ma,net banvak dimanfaatkan pada |uJsec|er,
kompas, motor listrik, memori komputer, dan ,enerator listrik. Dapatkah
Anda menvebutkan benda-benda lain van, men,,unakan ma,net'
Jika Anda memiliki ma,net batan,, Anda dapat men,amati
ba,aimana benda-benda van, ter,olon, ferroma,netik, seperti besi dapat
tertarik ketika ditempatkan di dalam medan ma,netik batan, tersebut.
Oersted menemukan bahwa medan ma,netik tidak hanva ditimbulkan
oleh sebuah ma,net. Oersted mendemonstrasikan ba,aimana jarum pada
kompas menvimpan, ketika didekatkan den,an sebuah kawat berarus
listrik. Hal tersebut menandakan bahwa di sekitar kawat berarus listrik
terdapat medan ma,netik.
Apakah medan ma,netik itu' Apakah benda ferroma,netik itu' Diterap-
kan dalam hal apa sajakah ,ejala kema,netan itu' Pada bab ini, Anda akan
mempelajari semua tentan, kema,netan dan penerapannva dalam teknolo,i.
menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai
penyelesaian masalah dan produk teknologi.
Hasil yang harus Anda capai:
105
Jarum pada kompas menyimpang mengikuti arah medan magnetik yang
ditimbulkan oleh kawat berarus.
Bab
5
Sumber: Physics For Scientists and Engineers, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 106
A. Medan Magnetik
1. Medan Magnetik di Sekitar Magnet Permanen
Ma,netisme diketahui oran, sejak berabad-abad van, lalu. zaman
dulu, sejumlah oran, men,etahui bahwa bijih besi van, berwarna metalik
atau van, disebut ma,netik memiliki sifat menarik partikel-partikel besi
ke arahnva. Kata ma,net berasal dari Mcnes|c", vaitu suatu daerah di
Asia Kecil tempat ditemukannva banvak endapan ma,netik. Adapun
kema,netan adalah sifat-sifat dan ,ejala-,ejala dari ma,net.
Di SMP, Anda telah mempelajari bahwa ma,net memiliki dua kutub,
vaitu kutub utara dan kutub selatan. Jika kutub-kutub sejenis didekatkan,
kedua kutub tersebut akan tolak-menolak. Adapun jika kutub-kutub
tidak sejenis didekatkan, kedua kutub tersebut akan tarik-menarik.
Perhatikan Cambar 5.1.
Medan ma,netik adalah daerah di sekitar ma,net di mana ma,net-
ma,net lain atau benda-benda ma,netik van, diletakkan dalam daerah ini
masih dipen,aruhi ma,net tersebut. Sumber medan ma,netik dibedakan
menjadi dua jenis, vaitu ma,net permanen dan ma,net induksi.
Di sekitar ma,net permanen terdapat medan ma,netik van, dapat
di,ambarkan den,an ,aris-,aris ,ava ma,netik. Oaris-,aris ,ava ma,netik selalu
keluar dari kutub utara ma,net dan masuk ke kutub selatan ma,net. Di dalam
ma,net, ,aris-,aris ,ava ma,netik memiliki arah dari selatan ke utara. Daerah
van, memiliki medan ma,netik kuat di,ambarkan den,an ,aris-,aris ,ava
van, rapat, sedan,kan daerah van, medan ma,netiknva lemah di,ambarkan
den,an ,aris-,aris ,ava ma,netik van, ren,,an,. Pola-pola ,aris ,ava
ma,netik ma,net U dan ma,net batan, ditunjukkan pada Cambar 5.2.
Daerah atau tempat medan ma,netik van, memiliki kuat medan
ma,netik palin, besar disebut kutub ma,net. Setiap ma,net alam, apapun
bentuknva, selalu memiliki dua kutub vaitu kutub utara dan kutub selatan.
Michael Iarada, men,,ambarkan medan ma,netik seba,ai ,aris-
,aris ,ava. Oaris ,ava van, semakin rapat menunjukkan medan ma,netik
van, semakin kuat. Kuat medan ma,netik menunjukkan besarnva induksi
ma,netik. Perhatikan Cambar 5.3.
Gambar 5.2
Pola garis gaya magnetik pada
(a) magnet U dan
(b) magnet batang.
(a) (b)
Gambar 5.1
Pola garis gaya magnetik
Sebelum mempelajari konsep Medan Magnetik, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Menurut Anda, apakah kawat berarus dapat men,-
hasilkan medan ma,netik'
2. Apa van, akan terjadi jika kawat berarus disimpan di
dalam medan ma,netik' Coba jelaskan fenomena
tersebut sesuai pen,etahuan van, telah Anda miliki.
3. Coba Anda sebutkan komponen-komponen elektronik
van, kerjanva men,hasilkan medan ma,netik.
1. Sebutkan dan jelaskan 3 jenis bahan ma,netik.
Berikan contohnva masin,-masin, satu buah.
Gambar 5.3
(a) Garis gaya magnetik tegak lurus
menembus bidang A (fluks
magnetik);
(b) Medan magnetik B menembus
bidang A dengan membentuk
sudut 0 terhadap garis normal.
B
A
garis normal
0 = 0
B
garis normal
A
0
n
(a) (b)
Sumber: Physics, 1995
tarik-menarik
tolak-menolak
Medan Magnetik 107
lluks ma,netik ( d) adalah banvaknva ,aris medan ma,netik van,
dilin,kupi oleh suatu luas daerah tertentu (A) dalam arah te,ak lurus.
Secara matematis, dapat ditulis bahwa untuk B konstan dan A konstan
(0 ~ konstan) persamaannva adalah:
- d = B n
d ~ - cos 0 (5-1)
Jika sudut 0 ~ O atau te,ak lurus terhadap bidan, -, Persamaan (5-1)
menjadi:
d ~ - (5-2)
Keteran,an:
n ~ vektor satuan searah ,aris normal
d ~ fluks ma,netik (Wb)
- ~ luas bidan, van, melin,kupi oleh (m
2
)
B ~ medan ma,netik (Wb/m
2
)
0 ~ sudut antara B dan n
Berapakah kuat medan ma,netik van, dihasilkan oleh fluks ma,netik oO weber van,
menembus bidan, seluas O,1 m
2
secara te,ak lurus'
]awab:
Diketahui: d ~ oO Wb, - ~ O,1 m
2
.
Den,an men,,unakan Persamaan (5-2) diperoleh:
2
2OO Wb/m
-
d
= =
Jadi, kuat medan ma,netik van, dihasilkan adalah 2OO Wb/m
2
.
2. Medan Magnetik di Sekitar Arus Listrik
Untuk memperjelas pemahaman men,enai medan ma,netik,
perhatikan Cambar 5.4. Ketika serbuk besi disebarkan di daerah medan
ma,netik, serbuk besi akan membentuk pola ,aris-,aris ,ava ma,netik.
Kerapatan ,aris-,aris ,ava van, biasa disebut j|u|s mcne: tersebut
menunjukkan besarnva kuat medan ma,netik di tempat tersebut. Oaris-
,aris ,ava ini satu dan van, lain tidak pernah berpoton,an dan selalu
menjauhi kutub utara dan mendekati kutub selatan.
Pada sekitar 1o2O, Hans Christian Oersted (177O-1o51), fisikawan
asal Denmark, menemukan fakta bahwa J| se||:cr |cuc: |ercrus ||s:r||
:erJcc: meJcn mcne:||. lakta tersebut diperoleh setelah Oersted
melakukan suatu percobaan sederhana. A,ar lebih jelas memahami
percobaan van, dilakukan Oersted, lakukanlah Aktivitas Iisika berikut. Gambar 5.4
Garis-garis gaya magnetik yang
terbentuk oleh serbuk besi
ketika ditempatkan di tempat
yang dipengaruhi oleh kawat
berarus listrik.
Contoh 5.1
I
I
Baru-baru ini di dalam tengkorak
burung merpati ditemukan sejenis
sensor magnet yang tersusun dari
magnet-magnet elementer. Tiap
magnet tersebut terhubung dengan
otak melalui saraf. Sensor tersebut
dapat menentukan posisi arah
melintang sepanjang magnet Bumi,
selain itu juga dapat menentukan
ketinggian posisinya dari permukaan
Bumi.
Pigeons have recently been found to
have multiple-domain magnetite
magnets within their skulls. That are
connected with a large number of
nerves to the pigeons brain. Pigeons
have a magnetic sense, and not only
can they discern longitudinal
directions along the earths magnetic
field, but they can also detect latitude
by the dip of the earths field.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Aktivitas Fisika 5.1
Medan Magnetik di Sekitar Kawat Berarus
Tujuan Percobaan
Mengamati medan magnetik yang disebabkan oleh kawat berarus listrik.
Alat-alat Percobaan
1. Sebuah baterai 4. Kawat penghantar
2. Kabel 5. Kompas kecil
3. Sebuah saklar
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 108
(a) (b) (c)
Gambar 5.7
(a) Kaidah tangan kanan; (b) Jika arus
menuju pengamat, arah medan
magnetik berputar ke kiri; (c)
Jika arah arus menjauhi
pengamat, arah medan
magnetik berputar ke kanan.
Oersted pertama kali mempublikasikan penemuannva tentan, pen,aruh
kuat medan ma,netik di sekitar kawat berarus. Pada awalnva, secara tidak
sen,aja ia meletakkan jarum kompas di atas kawat panjan, van, berarus.
1ernvata, jarum kompas tersebut men,alami penvimpan,an. Peristiwa
penvimpan,an jarum kompas dapat Anda perhatikan melalui Cambar 5.5.
Jika tidak terdapat arus van, men,alir melalui sebuah pen,hantar, jarum
kompas tetap pada posisi seimban,, vaitu utara-selatan seperti Cambar 5.5(a).
Ketika arus men,alir dari arah utara, jarum kompas akan menvimpan, ke
kanan seperti Cambar 5.5(b), dan ketika arus men,alir dari arah selatan,
jarum kompas akan menvimpan, ke kiri seperti Cambar 5.5(c).
Dari percobaan van, dilakukannva, Oersted menvatakan bahwa di
sekitar pen,hantar berarus terdapat medan ma,netik van, arahnva
ber,antun, kepada arah arus listrik van, men,alir melalui pen,hantar
tersebut. Untuk menentukan arah arus listrik dan ,aris-,aris medan
ma,netik, Anda dapat men,,unakan aturan tan,an kanan.
Jika arus listrik dialirkan pada kawat lurus van, menembus te,ak
lurus pada bidan, van, telah ditaburi serbuk besi, serbuk-serbuk besi
akan menunjukkan pola ,aris-,aris medan ma,netik van, berbentuk
lin,karan sepusat, seperti ditunjukkan pada Cambar 5.6.
Arah ,aris-,aris ,ava ma,netik di sekitar pen,hantar berarus dapat
ditentukan den,an kaidah tan,an kanan, seperti Cambar 5.7 berikut.
Gambar 5.5
(a) Penghantar tidak dilalui arus listrik;
(b) Penghantar dialiri arus listrik
dari utara; (c) Penghantar dialiri
arus listrik dari arah selatan.
Perhatikan arah simpangan
jarumnya.
Gambar 5.6
Pola garis medan magnetik yang
dibentuk oleh serbuk besi di sekitar
kawat lurus berarus listrik.
Sumber: Conceptual Physics, 1998
S
U
U U U
U U
S S S
S S
B
B
(a) (b) (c)
B B
Langkah-langkah Percobaan
1. Susunlah peralatan sehingga terlihat seperti Gambar (a). Dalam keadaan
sakelar S terbuka, letakkan kawat penghantar di atas kompas dengan arah
memanjang sejajar dengan jarum kompas.
2. Perhatikan arah penunjukan jarum kompas.
3. Kemudian, tutuplah sakelar S seperti pada Gambar (b). Amati jarum kompas,
apa yang terjadi?
4. Baliklah polaritas baterai seperti pada Gambar (c). Lakukanlah pengamatan
seperti langkah 2 dan 4. Amati yang terjadi dengan jarum kompas.
5. Apakah kesimpulan Anda dari kegiatan ini?
(a) (b) (c)
S S S
I I I
I
Keteran,an:
~ arah arus menembus bidan, ,ambar mendekati pen,amat
~ arah arus menembus bidan, ,ambar menjauhi pen,amat
Medan Magnetik 109
Jika tan,an kanan men,,en,,am pen,hantar lurus den,an ibu jari
menunjukkan arah arus listrik, arah lipatan jari-jari van, lainnva menun-
jukkan arah putaran ,aris-,aris ,ava ma,netik.
3. Hukum Biot-Savart
Setelah penemuan Oersted, dua oran, fisikawan Prancis bernama
]ean Baptiste Biot dan Ielix Savart berhasil menentukan besarnva medan
ma,netik van, ditimbulkan oleh arus listrik stabil. Biot dan Savart
melakukan pen,amatan terhadap kontribusi induksi ma,netik pada suatu
titik van, ditimbulkan oleh sebuah pen,hantar berarus listrik.
Kuat medan ma,netik dinvatakan dalam induksi ma,netik.
Perhatikan Cambar 5.S. Hukum Biot-Savart menvatakan besarnva
induksi ma,netik van, disebabkan oleh elemen arus listrik:
1. berbandin, lurus den,an kuat arus listrik ,
2. berbandin, lurus den,an panjan, elemen pen,hantar J,
3. berbandin, terbalik den,an kuadrat jarak r antara sebuah titik tempat
pen,ukuran induksi elektroma,netik den,an elemen pen,hantar J,
1. sebandin, den,an sinus sudut apit antara arah arus dan ,aris pen,-
hubun, titik P den,an J.
Secara matematis, persamaan Biot-Savart dapat ditulis seba,ai berikut.
O
2
sin
1
| J
J
r

=

(5-3)
Dimana 0 adalah sudut antara arah dari J dan r,
O
adalah konstanta
permeabilitas van, memiliki nilai seba,ai berikut.
7 6
O
1 1O 1 m/A 1,26 1O 1 m/A
~ ~
= - (5-1)
4. Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Lurus
Perhatikan Cambar 5.9. Seutas kawat lurus den,an panjan, dialiri
arus listrik sehin,,a timbul induksi ma,netik disekitar kawat tersebut.
Jika diambil elemen J pada kawat lurus tersebut dan sebuah titik P
van, berjarak r dari J, sudut van, dibentuk oleh elemen J den,an r
adalah . 0
Berdasarkan persamaan Biot-Savart, besarnva induksi ma,netik di
titik P adalah
O
2
sin
1
J
J
r
0

Jika panjan, kawat adalah dari nol sampai jauh tak terhin,,a maka
induksi ma,netiknva menjadi:
O
2
O O
sin
1
J
J
r
0


= =
j j

(5-5)
Perhatikan kembali Cambar 5.9. Persamaan (5-5) merupakan induksi
ma,netik karena pen,aruh kawat dari nol ke bawah diperhitun,kan
maka induksi ma,netik total di P adalah
O
2
O O
sin
2
2
J
J
r
0


= =
j j

(5-6)
Gambar 5.8
Kawat d yang dialiri arus listrik.
i
dB
P
0
r
d
d
Gambar 5.9
Induksi magnetik akibat kawat
lurus berarus di sebuah titik
yang berjarak a dari kawat
lurus tersebut.
dB
P
0 d

I
0
r
a
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 110
Variabel 0 , , dan r dalam persamaan ini salin, terikat sesuai bentuk
se,iti,a van, dibentuknva.
2 2
r c = +
dan
( )
2 2
sin sin
n
c
0 0 = ~ =
+
Den,an mensubstitusikan har,a variabel-variabel ini pada Persamaan
(5-6) dan men,inte,ralkannva didapat persamaan baru seba,ai berikut.
( )
( )
3
2
1
2
O
2 2
O
O
2 2
O

2
2
n J

=
+
| |
=
| |
+ | |
j

c
O
2
(5-7)
Untuk menentukan arah induksi ma,netiknva dapat di,unakan
aturan tan,an kanan. Perhatikan Cambar 5.10.
Gambar 5.10
Arah induksi magnetik di
sekitar kawat lurus berarus.
(a) Arah arus ke bawah;
(b) Arah arus ke atas.
Tugas Anda 5.1
Coba Anda cari informasi apakah di
sekitar kawat lurus berarus timbul
medan magnetik juga jika arus yang
mengalir arus bolak-balik.
i
i
B B
(a) (b)
Sebuah kawat lurus van, san,at panjan, dialiri arus listrik 2O A. 1entukan besar
induksi ma,netik di: (a) titik P van, berjarak 5 cm dari kawat, (b) titik Q van,
berjarak 1O cm dari kawat.
]awab:
Den,an men,unakan Persamaan (5-7), diperoleh
( )( )
( )( )
7
O
2
1 1O Wb/Am 2O A
2 2 5 1O m


~
~

= =

~ o 1O
-5
1
( )( )
( )( )
7
O
2
1 1O Wb/Am 2O A
2 2 1O 1O m
Q


~
~

= =

~ 1 1O
-5
1
Jadi, induksi ma,netik di titik P adalah o 1O
-5
1 dan di titik Q adalah 1 1O
-5
1.
Contoh 5.2
Tantangan
untuk Anda
Jika pada kumparan yang dialiri arus
listrik ditambahkan inti besi lunak,
medan magnetik yang
ditimbulkannya semakin besar.
Mengapa demikian?
I
0
r
P
d
Medan Magnetik 111
5. Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Melingkar
Jika seutas kawat van, melin,kar dialiri arus listrik, di sekitar kawat
tersebut akan timbul induksi ma,netik van, besarnva dapat ditentukan
den,an men,,unakan persamaan Biot-Savart. Perhatikan Cambar 5.11.
Cara van, mudah untuk men,hitun, besar induksi ma,netik di sekitar
kawat melin,kar berarus, vaitu den,an men,hitun, besar induksi
ma,netik di pusat lin,karan tersebut (titik P).
lnduksi ma,netik di pusat kawat melin,kar dapat ditentukan seperti
pada penentuan induksi ma,netik di sekitar kawat lurus. Jika Anda
perhatikan variabel 0 pada Cambar 5.11 adalah sebesar 9O karena r
te,ak lurus den,an arah elemen J. Har,a r sama den,an c karena
keduanva berhimpitan sehin,,a jika variabel-variabel tersebut
dimasukkan ke dalam persamaan Biot-Savart akan didapat medan
ma,netik di pusat lin,karan seba,ai berikut.
O O
2 2
sin9O

1 1
J J
J
c c

= =

Perlu Anda perhatikan bahwa panjan, kawat sama den,an kelilin,
kawat sehin,,a inte,ral memiliki batas dari nol sampai 2 c sehin,,a
persamaan menjadi
( )
2
O
O 2
O
O
2

1
2 O
1
c

c
c

=
= ~
j

O
2

=
(5-o)
Persamaan (5-S) berlaku untuk satu kawat melin,kar. Jika terdapat
| lilitan kawat melin,kar maka induksi medan ma,netik di pusat
lin,karan kawat menjadi
O
2

=
(5-9)
Arah medan ma,netik dapat ditentukan den,an aturan tan,an kanan
seperti pada Cambar 5.10.
Gambar 5.11
Induksi magnetik di pusat kawat
melingkar berarus.
z
0
x y
I
r
a
r
Id
Perhatikan ,ambar berikut. Jika induksi ma,netik di pusat lin,karan berarus listrik
van, berjari-jari c adalah , tentukan induksi ma,netik di titik P.
a.
b.
I
a
P
2I 2I
P
a
I
I
]awab:
a. leh karena bentuk kawat hanva berupa
1
1
lin,karan, besar induksi ma,netik di
adalah ~
1
1
den,an arah (masuk bidan,).
b. Resultan kuat medan ma,netik di titik adalah ~
1
2
-
1
2
~ O
Contoh 5.3
Tantangan
untuk Anda
Perhatikan gambar berikut.
Penghantar berbentuk dua
setengah lingkaran konsentris,
memiliki jari-jari a
1
= 2 cm dan
a
2
= 4 cm. Penghantar dialiri oleh
arus listrik I = 2 A.Tentukanlah besar
induksi magnetik total yang timbul
di titik pusat A.
A
I
I
a
2
a
1
0
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 112
6. Induksi Magnetik di Pusat dan Ujung Solenoida
S|en|Jc adalah suatu lilitan kawat pen,hantar van, panjan, atau
kumparan rapat van, menverupai lilitan pe,as, seperti van, ditunjukkan
pada Cambar 5.12(a). Jika kumparan pen,hantar diiris secara membujur
(melintan,), akan didapat irisan penampan, seperti pada Cambar 5.12(b).
Kumparan pen,hantar van, berarus listrik akan men,hasilkan ,aris medan
ma,netik den,an pola sama den,an van, dihasilkan oleh ma,net batan,.
Jika panjan, solenoida ( ) dan terdiri atas | buah lilitan, jumlah
lilitan untuk setiap satuan panjan, menjadi
|
n =

dan jari-jari kumparan-


nva c. lnduksi ma,netik di titik P van, terletak pada sumbu solenoida
dan disebabkan oleh elemen solenoida sepanjan, J\ adalah:
2
sin
2
nc
J J
r

o o
0
=
(5-1O)
o adalah sudut antara r dan \ sehin,,a
sin cosec
sin
c c
r c
r
o o
o
= = = =
2
cotan cotan cosec
\
\ c J\ c J
c
o o o o = = = = = ~
Besarnva induksi ma,netik di P oleh seluruh panjan, kawat solenoida
den,an mensubstitusikan har,a r dan J\ ke dalam Persamaan (5-10) adalah
2
O
1
sin
2
n
J J
o
o

o o = = ~
j j
( ) cos cos
2
n


o o
0
2 1
= ~ (5-11)
Jika solenoida tersebut san,at panjan, sehin,,a
1
o ~ O dan
2
o
~ 1oO,
besar induksi ma,netik di pusat solenoida adalah
atau
|
n

0
0
= =

(5-12)
Besar induksi ma,netik di ujun, solenoida den,an
1
o ~ O dan
2
o
~ 9O
adalah
atau
2 2
n |


0 0
= =

(5-13)
(a)
P
d
D
x
a
P C
A
F
o
r
Gambar 5.12
(a) Solenoida yang dialiri
arus listrik; (b) Penampang irisan
membujur solenoida.
(b)
Sebuah solenoida van, panjan,nva ~ 2 m dan jari-jari r ~ 2 m memiliki oOO lilitan,
solenoida tersebut dialiri arus sebesar O,5 A.
a. 1entukan induksi ma,netik di ujun, solenoida.
b. Jika solenoida diren,,an,kan sehin,,a panjan,nva dua kali semula, berapakah
besarnva induksi ma,netik di ujun, solenoida tersebut'
]awab:
a. lnduksi ma,netik di ujun, solenoida ditentukan den,an men,,unakan
Persamaan (5-13), vaitu
( )( )
7
5 O
oOO
1 1O Wb/Am O, 5 A
2m
1 1O 1
2 2

~
~
[

| j
\ )
= = =
Contoh 5.4
Tokoh
Hans Oersted
(17771851)
Hans Oersted adalah seorang ahli
Fisika berkebangsaan Denmark. Pada
tahun 1819 ia menemukan
hubungan mendasar antara
kemagnetan dan kelistrikan.
Percobaannya menunjukkan
terjadinya pembelokan pada jarum
kompas ketika didekatkan dengan
kawat berarus. Fenomena ini dikenal
dengan elektromagnetisme.
Sumber: www.allautobiographies.com
Medan Magnetik 113
P
P P
I I
I
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. 1entukan arah medan ma,netik di titik P pada ,ambar
berikut.
a. b. c.
2. Sebuah kawat lurus berarus listrik diletakkan me-
manjan, pada arah utara-selatan. Jika arus men,alir
pada kawat dari utara ke selatan, tentukan arah medan
ma,netik di titik P van, berjarak r di atas kawat tersebut.
3. Pada ,ambar berikut.
Pen,hantar van, berarus listrik berhimpitan dan
searah den,an sumbu-\ positif. 1entukan arah medan
ma,netik di titik A dan B.
x x+
A
z
B

I
y+
y
1. Jika induksi ma,netik di pusat kawat lin,karan van,
berarus dan berjari-jari c adalah , tentukan induksi
ma,netik di titik P pada ,ambar berikut.
a.
b.
5. Sebuah kumparan kawat berdiameter 1O cm terdiri atas
2OO lilitan. 1entukan besar arus van, men,alir melalui
kumparan itu jika besar induksi ma,netik di pusat
kumparan 5 1O
-3
Wb/m
2
.
6I
2I
a
2a
3a
9I
P
2a
I
P
Kata Kunci
medan magnetik
garis gaya magnetik
fluks magnet
kaidah tangan kanan
hukum Biot-Savart
solenoida
toroida
induksi magnetik
a
lingkaran arus
B
Gambar 5.13
Toroida yang dialiri arus listrik.
b. Jika panjan,nva dijadikan dua kali semula, ~ 1 m sehin,,a induksi ma,netik
di ujun, solenoida menjadi
( )( )
7
5 O
oOO
1 1O Wb/Am O, 5 A
1 m
2 1O 1
2 2

~
~
[

| j
\ )
= = =
6. Induksi Magnetik di Sumbu Toroida
Tr|Jc adalah kumparan van, dilen,kun,kan sehin,,a sumbunva
membentuk sebuah lin,karan. Jika toroida dialiri arus listrik, akan timbul
,aris-,aris medan ma,netik berbentuk lin,karan di dalam toroida tersebut.
Besarnva induksi ma,netik di titik P van, berada di pusat sumbu
toroida adalah
=
O
n (5-11)
Nilai n adalah jumlah lilitan (|) persatuan kelilin, lin,karan ( 2 a )
sehin,,a Persamaan (5-14) dapat ditulis seba,ai berikut.
O
2
|

=
(5-15)
Keteran,an:
c ~ jari-jari toroida (m)
| ~ jumlah lilitan
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 114
B. Gaya Magnetik
Di Kelas Xl, Anda telah men,etahui bahwa jika pen,hantar van,
dialiri arus listrik dan ditempatkan di daerah medan ma,netik,
pen,hantar tersebut akan men,alami ,ava. Oava van, dialami pen,hantar
tersebut dinamakan c,c mcne:|| atau c,c Lren:z.
Perhatikan Cambar 5.14. Seutas kawat den,an panjan,

van, dialiri
arus listrik ditempatkan di dalam medan ma,netik van, arahnva te,ak
lurus menembus bidan, kertas. Kawat tersebut akan melen,kun, karena
pen,aruh ,ava ma,netik. Besarnva ,ava ma,netik van, dialami oleh kawat
berarus listrik di dalam medan ma,netik berbandin, lurus den,an kuat
arus, panjan, kawat pen,hantar, kuat medan ma,netik, dan sinus sudut
antara arah arus dan arah induksi ma,netik. Secara matematis, besar
,ava ma,netik dapat dituliskan seba,ai berikut.
sin 0 =
(5-16)
Keteran,an:
~ ,ava ma,netik (N)
~ kuat arus listrik (A)
~ induksi ma,netik (1)
0
~ sudut van, dibentuk oleh den,an
~ panjan, kawat pen,hantar
Dalam bentuk vektor, Persamaan (5-16) dapat ditulis seba,ai berikut.
I ~ (I B) (5-17)
1. Menentukan Arah Gaya Magnetik
Anda telah men,etahui bahwa jika seutas kawat van, memiliki
panjan, dialiri arus listrik I dan ditempatkan di dalam medan ma,netik
B, akan timbul ,ava ma,netik. Besarnva ,ava ma,netik (I) pada kawat
berarus dapat ditentukan den,an men,,unakan Persamaan (5-17). Akan
tetapi, ba,aimanakah cara menentukan arah dari ,ava ma,netik. Untuk
men,etahuinva, lakukanlah Aktivitas Iisika berikut ini.
Gambar 5.14
Seutas kawat berarus I berada di
ruang yang dipengaruhi medan
magnetik B sehingga timbul
gaya magnetik (F) pada kawat
tersebut.
I
F












Gambar 5.15
Penghantar panjang berarus
listrik I di dalam medan
magnetik homogen B.
I
B
0

Aktivitas Fisika 5.2


Gaya Magnetik
Tujuan Percobaan
Mengamati gaya magnetik
Alat-Alat Percobaan
1. Aluminium foil 4. Sebuah sakelar
2. Sebuah magnet U 5. Dua buah penjepit
3. Sebuah baterai
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah peralatan tersebut, seperti pada gambar berikut.
pita
aluminium
penjepit
sakelar
+
sebelum
sakelar ditutup,
pita aluminium
dalam keadaan
mendatar
F
P
sakelar
Q
+
Medan Magnetik 115
2. Tutuplah sakelar agar arus listrik mengalir melalui pita aluminium.
3. Apakah yang terjadi dengan pita aluminium tersebut?
4. Ubahlah polaritas dari baterai, kemudian amati yang terjadi pada pita
aluminium.
5. Balikkan posisi kutub magnet U, kemudian amati yang terjadi pada pita
aluminium.
6. Apakah kesimpulan Anda dari kegiatan ini?
F
B
F
I
Gambar 5.17
Arah gaya magnetik sesuai dengan
kaidah tangan kanan.
Perhatikan Cambar 5.16. Jika kawat pen,hantar van, dialiri arus
listrik diletakkan di dalam daerah medan ma,netik , kawat tersebut
akan men,alami ,ava ma,netik van, arahnva seperti ditunjukkan pada
,ambar tersebut sehin,,a kawat akan melen,kun, ke atas.
Akan tetapi, jika polaritas baterai dibalik, kawat akan melen,kun,
ke bawah akibat dari ,ava ma,netik van, arahnva ke bawah. Be,itu pula
halnva jika arah induksi ma,netik diubah den,an cara men,ubah posisi
ma,net U, arah dari ,ava ma,netik ber,antun, pada arah arus listrik ()
dan arah medan ma,netik ().
Dalam menentukan arah ,ava ma,netik van, dialami kawat berarus listrik
di dalam medan ma,netik dapat di,unakan kaidah tan,an kanan berikut ini.
l||c :e|cc| :cncn |cncn J||u|c seJem|||cn se||nc |eemc: cr| ,cn
J|rcc:|cn menunu| crc| meJcn mcne:|| Jcn ||u cr| menunu| |e crc|
crus ||s:r||, crc| Jrn :e|cc| :cncn menunu||cn crc| c,c mcne:||
,cn J|c|cm| |e| |cuc: |ercrus (perhatikan Cambar 5.17).
Jadi, arah ,ava ma,netik den,an kaidah tan,an kanan menunjukkan:
a. ibu jari seba,ai arah arus (),
b. arah ,ava ma,netik keluar dari telapak tan,an (),
c. sudut 0 adalah sudut van, dibentuk oleh ibu jari () den,an jari
van, lainnva ().
Gambar 5.16
Gaya magnetik yang dialami kawat
penghantar berarus listrik.
S U
B
Ion bermuatan dari Matahari
mendekati Bumi dan masuk ke
atmosfer menuju daerah kutub
pada umumnya dikatakan adanya
pengaruh medan magnetik Bumi.
Kadang-kadang kejadian ini
menimbulkan fenomena yang
disebut aurora borealis atau cahaya
utara di daerah lintang utara.
Charged ions approach the Earth from
the Sun and enter the atmosphere
mainly near the poles, sometimes
causing a phenomenon called the
aurora borealis or northern lights in
northern latitudes.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Pen,hantar PQ van, panjan,nva ~ 3 m dan
induksi ma,netik ~ 21 terletak pada bidan, datar,
keduanva membentuk sudut 0 ~ 6O satu sama
lain. Jika ,ava ma,netik van, bekerja pada
pen,hantar besarnva 3 N den,an arah seperti pada
,ambar, tentukan besar dan arah arus listrik van,
men,alir pada pen,hantar itu.
]awab:
Den,an men,,unakan kaidah tan,an kanan, diperoleh arah arus dari P ke Q. Sesuai
den,an Persamaan (5-16), diperoleh
sin 0 = = 3 N ~ (2 1) () ( 3 m) sin 6O
( )( )
3 N 1 1
3
1
3 3
2 1 3 m 3
2
- = = = =
Jadi, kuat listrik adalah
1
3
3
- men,alir dari P ke Q.
P
F
Q
B

0
Contoh 5.5
2. Gaya Magnetik pada Muatan yang Bergerak
Jika muatan listrik ber,erak den,an kecepatan t dalam medan
ma,netik homo,en , akan timbul ,ava ma,netik pada muatan tersebut.
Anda tentu men,etahui bahwa hubun,an antara muatan () dan kuat
Sumber: Physics for Scientist and Engineers
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 116
arus () adalah

:
=
sehin,,a Persamaan (5-16) dapat dinvatakan
menjadi
sin


:
0 =
lintasan van, ditempuh muatan dalam selan, waktu : sama den,an
besar kecepatan, vaitu

t~
:
sehin,,a besar ,ava ma,netik pada muatan
listrik van, ber,erak dapat dinvatakan den,an persamaan
sin t 0 = (5-1o)
Keteran,an:
t ~ besar kecepatan muatan (m/s)
0
~ sudut apit antara kecepatan t dan medan ma,netik .
Partikel bermuatan van, ber,erak te,ak lurus terhadap medan
ma,netik akan men,alami ,ava ma,netik van, arahnva selalu te,ak
lurus terhadap arah kecepatan. Den,an demikian, ,ava ma,netik
berfun,si seba,ai ,ava sentripetal sehin,,a ,erak partikel merupakan
,erak melin,kar beraturan seperti tampak pada Cambar 5.1S (ln,at
fun,si ,ava sentripetal pada ,erak melin,kar).
Berdasarkan Persamaan (5-1S), untuk = 0 9O , ,ava ma,netik
dinvatakan den,an persamaan
t = (5-19)
Partikel bermuatan ber,erak melin,kar karena mendapatkan ,ava
sentripetal, vaitu ,ava ma,netik. Menurut Hukum ll Newton pada ,erak
melin,kar beraturan, besarnva ,ava dapat dituliskan seba,ai berikut.
_
~ mc
s
= t ~
2
t
m
r
mt
r

=
(5-2O)
Keteran,an:
r ~ jari-jari lintasan (m)
~ induksi ma,netik (1)
m ~ massa partikel (k,)
~ muatan partikel (C)
t ~ kecepatan linear partikel (m/s)
Ba,aimanakah cara men,ukur massa sebuah partikel bermuatan (ion)'
Untuk men,ukur massa sebuah partikel bermuatan (ion) dapat di,unakan
spektroskop massa. Perhatikan Cambar 5.19 van, men,ilustrasikan
sebuah spektroskop massa.
Partikel bermuatan (ion) dihasilkan oleh pen,hasil ion setelah
timbul medan listrik akibat beda potensial V. lon tersebut menin,,alkan
tempat S, kemudian masuk ke dalam ruan, van, di dalamnva terdapat
medan ma,netik homo,en melalui sebuah celah. Medan ma,netik
menvebabkan ion ber,erak seten,ah lin,karan den,an jari-jari r di dalam
ruan, tersebut.
Besarnva ener,i kinetik ion pada saat muncul dan mulai ber,erak
sama den,an nol. Akan tetapi, setelah ion ber,erak dan sampai di posisi
akhirnva, ion tersebut memiliki ener,i kinetik sebesar
2
1
.
2
mt lon ber,erak
B
Gambar 5.18
Gaya yang dialami muatan
bergerak dalam medan
magnetik.
R
F
v
A
Gambar 5.19
Pengukuran massa ion
menggunakan spektroskop massa.
x
r
+q
S

+
B

V
Medan Magnetik 117
karena adanva perubahan potensial di dalam spektroskop sebesar -V. leh
karena muatan van, ber,erak adalah muatan positif (ion), perubahan
ener,i potensial van, terjadi akibat ,erakan ion tersebut adalah
A = ~

V
Berdasarkan Hukum Kekekalan lner,i Mekanik
A + A =
~ =
2
O
1
O
2
|

mt V
=
2V
t
m
(5-21)
Persamaan (5-21) adalah persamaan van, menvatakan besarnva
kecepatan ion di dalam spektroskop. Den,an mensubstitusikan
Persamaan (5-21) ke Persamaan (5-20) maka akan diperoleh
=
=
2
mt
r

m V
r
m
=
1 2mV
r

(5-22)
Perhatikan kembali Cambar 5.1S, \ ~ 2r, maka
= =
2 2
2
mV
\ r

Den,an demikian, besarnva massa ion (partikel bermuatan) dapat
dinvatakan den,an persamaan
=
2 2
o
\
m
V
atau =
2 2
2
r
m
V
(5-23)
Sebuah partikel bermuatan 5C berada dalam medan ma,netik homo,en ~ 1O
-2
1.
Jika kecepatan partikel te,ak lurus medan ma,netiknva dan lintasan partikel berupa
lin,karan den,an jari-jari 1O cm, tentukan besarnva momentum partikel.
]awab:
Diketahui: ~ 5C ~ 5 1O
-6
C,
~ 1O
-2
1,
n ~ 1O cm ~ O,1 m.
Den,an men,,unakan Persamaan (5-20), akan diperoleh
= = =
mt
n mt n

Den,an demikian, momentum partikel adalah:


~ mt ~ n
~ (5 1O
-6
C)(1O
-2
1)(O,1 m)
~ 2 1O
-o
Ns
Jadi, momentum partikel tersebut adalah 2 1O
-o
Ns.
Contoh 5.6
Tantangan
untuk Anda
Suatu partikel bermuatan 0,04 C
bergerak sejajar dengan kawat
berarus listrik 10 A. Jika jarak antara
partikel dan kawat 5 cm, hitunglah
berapa gaya yang dialami partikel
tersebut?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 118
Sebuah partikel ber,erak di sekitar kawat berarus listrik seperti ,ambar berikut.
1entukan arah ,ava ma,netik van, dialami partikel, jika
partikel tersebut:
a. proton,
b. elektron.
]awab:
Arah medan ma,netik di atas kawat adalah keluar
bidan, kertas, sedan,kan di bawah kawat masuk bidan,
kertas. Jadi, arah ,ava diperoleh dari kaidah tan,an
kanan.
a. Untuk partikel bermuatan positif, vaitu proton, arah ,ava mendekati kawat.
b. Untuk partikel bermuatan ne,atif, vaitu elektron, arah ,ava menjauhi kawat.
3. Gaya Magnetik antara Dua Kawat Sejajar
Pada dua kawat pen,hantar sejajar van, terpisah sejauh c dialiri arus
listrik
1
dan
2
. Pada Cambar 5.20(a).
1
searah den,an
2
, dan pada
Cambar 5.20(b),
1
berlawanan arah den,an
2
. 1ernvata, pada Cambar
5.20(a), kedua kawat salin, mendekat atau tarik-menarik, sedan,kan pada
Cambar 5.20(b), kedua kawat salin, menjauh atau tolak-menolak. lni
menunjukkan bahwa antara kedua kawat timbul ,ava ma,netik.
Gambar 5.20
Dua buah penghantar lurus
sejajar dialiri oleh arus listrik.
(a) I
1
searah dengan I
2
.
(b) I
1
berlawanan arah dengan I
2
.
garis medan
karena I
1
I
2
garis medan
karena I
2
P
Q
B
1
B
2
F
1
F
2
a
garis medan
karena I
2
garis medan
karena I
1
I
1
I
2
B
1
B
2
Q P
F
1
F
2
a
(a) (b)
I
1
Contoh 5.7
Besarnva ,ava timbal-balik antara kawat satu dan kawat van, lain dapat
diturunkan seba,ai berikut. Pada Cambar 5.20(a), arus listrik
1
menimbulkan
induksi ma,netik
1
di titik , maka besar
1
adalah
1
1
2

0
=
Pen,hantar berarus
2
akan dipen,aruhi oleh induksi ma,netik
1
sehin,,a
men,alami ,ava ma,netik
2
sesuai den,an persamaan
2 1 2 2
sin o =


[
= = = | j
\ )

O 1 2 O 1 2
2 2 2
2
sin9O
2 2


c c
Selanjutnva, pen,hantar berarus
2
menimbulkan induksi ma,netik
2
di titik
Q. Besarnva

=
O 2
2
.
2

c
B
B
I
Medan Magnetik 119
Pen,hantar arus
1
akan dipen,aruhi oleh induksi ma,netik
2
sehin,,a
men,alami ,ava ma,netik sesuai den,an persamaan

1
~
2

1
sino =


[
= = = | j
\ )

O 2 1 O 1 2
1 1 1
1
sin9O
2 2


c c
Dari persamaan-persamaan tersebut, diperoleh ,ava per satuan panjan,
untuk kedua pen,hantar adalah sama. leh karena itu, dapat disimpulkan
bahwa cJc Juc en|cn:cr |urus seccr ,cn J|c||r| crus ||s:r|| c|cn :ercJ|
c,c :cr||-mencr|| ||c |eJuc crusn,c mem||||| crc| ,cn scmc, seJcn|cn
c,c :|c|-men|c| c|cn :ercJ| ||c |eJuc crus ||s:r||n,c |er|cucncn crc|.
Jadi, =

1 2
1 2

disebut seba,ai

, vaitu

O 1 2
2

c
(5-21)
Jika
1
~
2
, Persamaan (5-24) dapat ditulis menjadi

2
O
2

c
(5-25)
Dua kawat sejajar van, satu sama lain berjarak 2O cm dialiri arus listrik sama besar. Jika
antara keduanva timbul ,ava timbal-balik per satuan panjan, sebesar 2,5 1O
-3
N/m,
hitun,lah kuat arus pada masin,-masin, kawat.
]awab:
Diketahui:
c ~ 2O cm ~ O,2 m,

~ 2,5 1O
-3
N/m.
Oava per satuan panjan, van, dialami kedua kawat memenuhi persamaan
( )( )
( )
2 7 2
3
1 1O Wb/Am
2, 5 1O N/m
2 2 O, 2 m

c


~
~ 0

= = =

2
~ 2.5OO A
2
= ~ 5O A
Jadi, kuat arus pada masin,-masin, kawat adalah 5O A.
Kata Kunci
gaya magnetik
kaidah tangan kanan
Contoh 5.8
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Sebuah kawat van, panjan,nva 5O cm berada te,ak lurus
di dalam medan ma,netik. Jika rapat fluks ma,netiknva
O,2 tesla dan arus van, men,alir melalui kawat 2O A,
tentukan ,ava ma,netik van, dialami kawat.
2. Sepoton, kawat panjan,nva 2 m dan bermassa 5O ,.
Kawat direntan,kan horizontal memoton, medan
ma,netik O,O25 1 van, ju,a horizontal dan membentuk
sudut 3O terhadap kawat. Berapakah kuat arus van,
men,alir dalam kawat untuk men,imban,i ,ava
,ravitasi ( ~ 1O m/s
2
)'
3. Sebuah elektron ( ~ -1,6 1O
-19
C) ber,erak di
dalam suatu medan ma,netik serba sama den,an
induksi ma,netik O,2 tesla. Arah ,erak elektron
membentuk sudut 6O terhadap arah ,aris medan
ma,netik. Jika elektron men,alami ,ava ma,netik
sebesar 61 3 1O
-11
N, berapakah besar kece-
patannva'
1. Sebuah proton ( ~ -1,6 1O
-19
C) ber,erak den,an
kecepatan 3 1O
-5
m/s melalui suatu medan ma,netik
van, serba sama den,an induksi ma,netik () ~ O,2 1
dalam arah sumbu-z positif. Jika proton ber,erak pada
bidan, \, dan membuat sudut 3O terhadap sudut-z
positif, tentukan besar dan arah ,ava ma,netik van,
bekerja pada proton.
5. Sebuah proton ditembakkan sepanjan, sumbu \ positif
den,an kecepatan 6,O 1O
2
m/s. Oerak proton
melintasi medan ma,netik O,O35 1. 1entukan besar arah
,ava van, bekerja pada proton itu jika ,aris-,aris ,ava
ma,netik berarah ke (a) sumbu-\ ne,atif, (b) sumbu-z
positif, (c) sumbu-, ne,atif.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 120
C. Aplikasi Gaya Magnetik
Pen,,unaan ,ava ma,netik dalam kehidupan sehari-hari antara lain seba,ai
berikut.
1. Motor Listrik
Pernahkah Anda membon,kar dinamo pada kipas an,in atau dinamo
pada radio :ce' Dinamo van, ada pada alat tersebut sebenarnva adalah
motor van, di,erakkan oleh tena,a listrik. Motor listrik adalah alat van,
men,ubah ener,i listrik menjadi ener,i kinetik (,erak). Skema motor
listrik sederhana ditunjukkan pada Cambar 5.21.
I
I
poros
arah putaran
F
B
C
B
D
F
A
k
o
m
u
t
a
t
o
r
s
i
k
a
t

k
a
r
b
o
n
Gambar 5.21
Skema motor listrik
Gambar 5.22
Skema galvanometer
F
a
F
b
I
I
pivot
U S
Kumparan ABCD diletakkan di antara medan ma,netik. Sesuai den,an
kaidah tan,an kanan kedua, kawat AB akan men,alami ,ava ma,netik
van, arahnva ke atas dan kawat CD akan men,alami ,ava ma,netik van,
arahnva ke bawah. Jadi, pada sisi-sisi kumparan van, berlawanan bekerja dua
,ava van, sama besar, berlawanan arah, dan ,aris kerjanva berbeda. Kedua
,ava seperti ini disebut |e|. leh karena adanva kopel ini, kumparan ABCD
akan berputar searah putaran jarum jam.
Pada posisi vertikal (9O), arah ,ava akan se,aris kerja sehin,,a kopel
sama den,an nol. Akan tetapi, kumparan tidak lan,sun, berhenti sebab
masih memiliki kecepatan awal. Selanjutnva, dihasilkan la,i kopel sehin,,a
kumparan dapat terus berputar. Setelah menempuh seten,ah putaran (1oO),
arus listrik van, melalui kawat AB dan CD berubah arah. Akibatnva, timbul
momen kopel van, arahnva berlawanan den,an momen kopel van, pertama
sehin,,a kumparan akan berputar kembali ke posisi semula.
A,ar kumparan berputar terus-menerus, setiap ujun, kumparan
dihubun,kan den,an cincin belah atau |mu:c:r van, terbuat dari
temba,a. Setiap komutator ditekan oleh sikat-sikat karbon. Komutator
ikut berputar bersama-sama den,an kumparan, tetapi sikat-sikat karbon
tidak ikut berputar (tetap pada tempatnva). Hal ini men,akibatkan arah
arus van, melalui kawat AB dan CD berubah arah setiap seten,ah putaran
sehin,,a kumparan ABCD dapat berputar terus-menerus.
2. Galvanometer
Oalvanometer adalah komponen dasar dari amperemeter, voltmeter,
dan ohmmeter. Skema ,alvanometer ditunjukkan pada Cambar 5.22.
Ba,ian van, terpentin, dari alat ukur ini adalah sebuah inti besi
lunak van, dililiti kawat sehin,,a membentuk kumparan van, diletakkan
di antara kutub utara dan selatan sebuah ma,net.
Ketika arus listrik men,alir melalui kumparan, sisi-sisi kumparan van,
berada di dekat kutub utara dan kutub selatan ma,net akan men,alami
,ava van, berlawanan arah sehin,,a kumparan akan berputar. Akan tetapi,
Tugas Anda 5.2
Anda mengenal kipas angin, mesin
cuci, dan motor penggerak mesin
jahit. Alat-alat tersebut dihubungkan
dengan listrik arus AC. Carilah cara
kerjanya. Apakah cara kerjanya sama
dengan motor listrik yang dibahas
berdasarkan Gambar 5.21?
Medan Magnetik 121
pe,as spiral akan men,hambat kumparan-kumparan tersebut sehin,,a kumparan
hanva berputar den,an sudut tertentu van, besarnva sebandin, den,an besar
arus listrik van, men,alir melalui kumparan, vaitu besar sudut van, tidak pernah
melewati batas maksimum (9O) atau kumparan hanva dapat berputar maksimum
seperempat putaran, sampai kedudukan kumparan te,ak lurus terhadap medan
ma,netik. Besarnva arus listrik van, men,alir melalui kumparan ditunjukkan
oleh penvimpan,an jarum penunjuk skala.
3. Pengeras Suara (Loudspeaker)
Hampir semua oran, men,enal pen,eras suara. Pen,eras suara bekerja
berdasarkan prinsip induksi ma,netik van, memberikan ,ava ma,netik
pada kawat berarus listrik, arus listrik bersumber dari ,enerator AC
dikirimkan melalui pesawat radio atau 1V van, dihubun,kan ke ujun,
kabel |uJsec|er. Kabel pada |uJsec|er dihubun,kan pada sebuah
kumparan kawat van, terpasan, pada loron, |uJsec|er. Selaput
|uJsec|er biasanva terbuat dari bahan elastis van, dapat ber,erak maju
mundur den,an bebas. Ketika arus bolak-balik dari penerima men,alir
melalui kumparan kawat, kumparan dan selaput |uJsec|er men,alami
,ava van, disebabkan induksi ma,netik oleh medan ma,netik permanen.
Melalui arus bolak-balik den,an frekuensi sinval audio berkisar 1.OOO Hz
selaput |uJsec|er ber,erak maju mundur pada frekuensi van, sama.
Partikel-partikel udara van, terdoron, keluar oleh selaput |uJsec|er
menimbulkan rapatan dan re,an,an pada udara sekitarnva sehin,,a
|uJsec|er dapat men,ubah ener,i listrik menjadi ener,i bunvi.
4. Kereta Api Terbang
Pernahkah Anda menden,ar informasi terbaru tentan, kereta api'
Di ne,ara maju seperti Jepan, telah dibuat kereta api terban,. Bentuk
kereta api terban, diperlihatkan Cambar 5.23.
Jenis kereta api terban,, Ma,lev 1rain (Mcne:|cc||, Let|:c:|n), men,-
,unakan prinsip ,ava ma,netik dalam per,erakannva. Kereta api ini
ber,erak tanpa menventuh lintasan dan melavan, setin,,i beberapa
centimeter di atas rel.
Kemampuan ,ava ma,netik untuk menvan,,a ,ava berat kereta api
hin,,a dapat melavan, di atas lintasan rel dan ber,erak den,an kecepatan
di atas 1OO km/jam adalah akibat dindin, rel van, terpasan, pada kedua
sisi lintasan di sepanjan, rel kereta api dilen,kapi den,an kumparan-
kumparan kawat. Berdasarkan prinsip induksi elektroma,netik,
kumparan-kumparan tersebut dapat menjadi ma,net dan kereta api dapat
ber,erak karena adanva interaksi antara ma,net-ma,net pada dindin,
dan ma,net-ma,net pada kereta. Semakin cepat laju kereta, semakin
besar induksi ma,netik van, diperolehnva. Ketika posisi kereta berada
beberapa centimeter di bawah pusat ma,net dindin,, baik kutub utara
dan kutub selatan dindin, keduanva akan mendoron, kereta ke atas
van, menvebabkan kereta melavan, beberapa centimeter.
Konsep ,ava ma,netik ju,a banvak di,unakan dalam berba,ai macam
teknolo,i sehari-hari. Misalnva, motor listrik, tabun, ,ambar televisi,
pen,eras suara, kaset radio, printer, dan J|s| Jr|te, den,an memanfaatkan
medan ma,netik van, ditimbulkan oleh ma,net permanen, arus listrik,
dan muatan van, ber,erak.
Sumber: Science Discovery 1, 2004
Gambar 5.23
Kereta api terbang mampu
melaju dengan kecepatan
lebih dari 400 km/jam.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 122
D. Sifat Magnet Bahan
Bahan merupakan kumpulan atom atau molekul. Di dalam atom atau
molekul terdapat elektron bermuatan ne,atif. llektron men,elilin,i inti
atom sehin,,a merupakan arus listrik van, ber,erak melin,kar. llektron-
elektron ju,a melakukan ,erak rotasi van, dinamakan spin elektron.
Pada atom, spin elektron ada van, berpasan,an dan ada ju,a van, tidak
berpasan,an. Perhatikan Cambar 5.23.
Kema,netan bahan ditentukan oleh spin elektron dan ,erak elektron
men,elilin,i inti. Spin elektron tidak berpasan,an bersifat seba,ai ma,net
kecil, sedan,kan spin elektron van, berpasan,an tidak menimbulkan sifat
kema,netan.
Berdasarkan tan,,apan bahan terhadap suatu ma,net, bahan
dikelompokkan menjadi ti,a jenis, vaitu bahan jerrmcne:||, bahan
crcmcne:||, dan bahan J|cmcne:||.
1. Bahan Ferromagnetik
Bahan ini jika didekati ma,net akan tertarik den,an kuat. Be,itu
ju,a jika berada dalam medan ma,netik akan menimbulkan kuat medan
van, besar. Den,an demikian, dikatakan bahwa bahan ferroma,netik
memiliki suse:|||||:cs s|:|j (kecenderun,an untuk mudah menjadi
ma,net), dan ermec||||:cs bahan lebih besar dari udara ( ).
0
> Atom
di dalam bahan ferroma,netik men,andun, banvak elektron den,an s|n
:|Jc| |ercscncn sehin,,a mudah untuk men,umpulkan ,aris-,aris
medan ma,netik, seperti Cambar 5.25.
Bahan ferroma,netik serin, di,unakan untuk membuat ma,net tetap,
seperti besi, nikel, kobalt, dan baja. Jika suhu bahan dinaikkan bahkan
dapat sampai 77OC (suhu Curie), sifat ferroma,netiknva akan berubah
atau bahkan dapat hilan,.
2. Bahan Paramagnetik
Bahan van, sedikit menarik ,aris-,aris medan ma,netik dinamakan
bahan parama,netik. Perhatikan Cambar 5.26. Di dalam atomnva,
terdapat seJ|||: e|e|:rn den,an s|n :|Jc| |ercscncn sehin,,a bahan ini
memiliki suseptibilitas positif kecil, tetapi memiliki permeabilitas di atas
permeabilitas udara ( ).
0
> Contoh bahan ini adalah aluminium,
ma,nesium, wolfram, platinum, dan temba,a (ll) sulfida.
3. Bahan Diamagnetik
Bahan diama,netik memiliki suse:|||||:cs nec:|j. llektron-elektron
dalam atomnva hampir semucn,c |ercscncn sehin,,a medan ma,netik-
nva salin, meniadakan. Akibatnva, bahan diama,netik sukar menarik
Gambar 5.24
(a) Gerak melingkar elektron
mengelilingi inti; (b) Spin elektron
tidak berpasangan; (c) Spin elektron
berpasangan.
S
S
U U
U
S
(a) (b) (c)
Gambar 5.25
Bahan ferromagnetik dalam
solenoida
Gambar 5.26
Bahan paramagnetik dalam
solenoida
Gambar 5.27
Bahan diamagnetik
dalam solenoida
S
U
S U
Medan Magnetik 123
bel
pegas baja
interuptor
(pemutar
arus)
sakelar
besi U
kumparan
Gambar 5.28
Skema rangkaian
relai magnetik
engsel
rangkaian kedua
solenoida
sakelar
armatur
(lempengan)
inti besi
Tabel 5.1
Suhu Curie Beberapa Bahan
lerroma,netik
No. Bahan
Suhu Curie
(C)
1. Oadolinium 116
2. Nikel 35o
3. Besi 77O
1. Kobalt 113
Gambar 5.29
Skema rangkaian
bel listrik
,aris-,aris ,ava ma,netik dari luar sepeti ditunjukkan pada Cambar 5.27.
Bahan ini memiliki permeabilitas lebih kecil dari permeabilitas udara
( ).
0
< Contohnva sen,, perak, emas, bismut, dan perak.
4. Suhu Curie
Sifat kema,netan bahan ferroma,netik dapat berubah. Jika dipanaskan
sifat ferroma,netik suatu bahan akan hilan, dan berubah menjadi bahan
parama,netik, jika suhu bahan dinaikkan melebihi suatu nilai tertentu
disebut suhu Curie. Pada Tabel 5.1 disajikan suhu Curie dari beberapa
bahan ferroma,netik.
5. Penerapan Bahan Ferromagnetik
a. Relai Magnetik (Penghubung)
ne|c| ma,netik adalah sebuah alat van, men,,unakan prinsip
elektroma,netik dalam sebuah ran,kaian untuk men,hidupkan ran,kaian
van, lain. Alat ini terdiri atas inti besi lunak van, dililit oleh sebuah
kumparan (solenoida) di sekelilin,nva. Sebuah armatur (lempen,an)
berbentuk l terbuat dari plat baja van, dapat ber,erak bebas dalam
ran,kaian ditempatkan, seperti tampak pada Cambar 5.2S.
Ketika sakelar terhubun,, arus se,era men,alir dalam ran,kaian
pertama melalui sebuah kumparan solenoida. Akibatnva, inti besi lunak
menjadi bersifat ma,netik van, dapat menarik armatur. Ujun, ba,ian
atas armatur teran,kat dan menutup sakelar pen,hubun, pada ran,kaian
kedua. Selanjutnva, arus pada ran,kaian pertama diteruskan ke ran,kaian
kedua. Relai ma,netik banvak di,unakan pada hubun,an telepon dan
s:cr:|n m:r (kendaraan).
b. Bel Listrik
Bahan ferroma,netik ju,a biasa di,unakan pada bel listrik. Pada
ran,kaian bel listrik, inti besi dililit kawat den,an tujuan memperkuat
medan ma,netik di sekitarnva. Ran,kaian bel listrik sederhana ditunjukan
seperti Cambar 5.29.
Ketika sakelar ditekan, arus listrik men,alir dari sumber te,an,an
menuju pe,as baja dan men,alir ke kumparan kawat van, melilit pada
ma,net U. Arus listrik van, men,alir pada kumparan menvebabkan induksi
elektroma,netik pada besi U sehin,,a bersifat ma,net dan menarik besi
lunak van, melekat pada pe,as baja. Akibatnva, pe,as baja memukul bel
sehin,,a bel berbunvi. Pada saat van, sama ketika bel berbunvi, hubun,an
antara interuptor dan sumber te,an,an terputus sehin,,a besi U tidak
bersifat ma,net la,i dan pe,as baja kembali ke keadaan semula. Kemudian,
sumber te,an,an kembali berhubun,an den,an interuptor dan proses van,
sama terjadi kembali.
Sumber: Physics for Scientists and
Engineers, 3rd Edition, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 124
Rangkuman
1. Medan ma,netik adalah daerah di sekitar ma,net di
mana ma,net-ma,net lain atau benda-benda
ma,netik van, diletakkan dalam daerah ini masih
dipen,aruhi ma,net tersebut.
2. lluk ma,netik adalah banvaknva ,aris medan
ma,netik van, dilin,kupi oleh suatu luas daerah
tertentu dalam arah ,erak lurus.
cos - 0 d =
den,an 0 adalah sudut antara dan ,aris normal n
pada bidan,.
3. Hans Christian ersted menemukan fakta bahwa di
sekitar kawat berarus listrik terdapat medan ma,netik.
Arah medan ma,netik di sekitar kawat berarus dapat
ditentukan den,an kaidah tan,an kanan.
1. Hukum Biot-Savart menvatakan bahwa besarnva
induksi ma,netik di sekitar kawat berarus listrik:
a. berbandin, lurus den,an kuat arus listrik,
b. berbandin, lurus den,an panjan, elemen
pen,hantar,
c. berbandin, terbalik den,an kuadrat jarak antara
kawat berarus den,an titik medan ma,netik
van, diukur,
d. berbandin, lurus den,an sinus sudut apit antara
arah arus dan ,aris jarak dari kawat berarus ke
titik medan ma,netik van, diukur.
Secara matematis dirumuskan seba,ai berikut.
2
sin J
J |
r
0
=

5. Besarnva induksi ma,netik pada beberapa bentuk
kawat adalah seba,ai berikut.
a. Pada sekitar kawat lurus
,
2

0
= den,an c jarak dari kawat berarus ke
titik medan ma,netik.
b. Pada pusat kawat melin,kar
,
2
|

0
= den,an | jumlah lilitan kawat.
c. Pada pusat solenoida
,
|


0
=

den,an panjan, solenoida.


d. Pada sumbu toroida
.
2
|

0
=
6. Oava ma,netik adalah ,ava van, dialami kawat
berarus ketika berada di dalam medan ma,netik. Arah
,ava ma,netik dapat ditentukan den,an men,,una-
kan kaidah tan,an kanan. Secara matematis, arah
,ava ma,netik dapat ditulis seba,ai berikut.
I ~ sin , 0 den,an 0 sudut van, dibentuk antara
den,an .
7. Pada muatan van, ber,erak dalam medan ma,netik
bekerja ,ava ma,netik dan ,ava sentripetal van, sama
besar. Secara matematis, ditulis seba,ai berikut.
2
atau
mt mt
t r
r
= =
o. Pada dua kawat berarus van, sejajar bekerja ,ava
ma,netik. Oava tarik-menarik terjadi jika arus pada
kedua kawat arahnva sama. Oava tolak-menolak
terjadi jika arus pada kedua kawat arahnva ber-
lawanan. Secara matematis besar ,ava tersebut adalah
1 2
2

0

=

9. Aplikasi ,ava ma,netik terdapat pada motor listrik,
,alvanometer, pen,eras suara, relai ma,netik, bel
listrik, dan lain-lain.
1O. Berdasarkan tan,,apan suatu bahan terhadap suatu
ma,net, bahan dikelompokkan menjadi ti,a jenis,
vaitu bahan ferroma,netik, bahan parama,netik, dan
bahan diama,netik.
I
B
Medan Magnetik 125
Peta Konsep
Setelah Anda mempelajari materi bab ini, Anda tentu
dapat memahami bahwa medan magnetik dihasilkan
dari magnet permanen dan kawat berarus. Anda tentu
memahami juga pengaruh medan magnetik pada kawat
berarus serta pemanfaatan fenomena tersebut dalam
Refleksi
teknologi. Dari materi yang ada pada bab ini, bagian
manakah yang menurut Anda sulit dipahami? Coba Anda
diskusikan dengan teman atau guru Fisika Anda. Selain
itu, coba Anda cari manfaat dan aplikasi lain dari materi-
materi bab ini.
Medan Magnetik
Oava Ma,netik
aplikasinva pada
Kawat Berarus listrik
Ma,lev Pen,eras Suara Oalvanometer Motor listrik Spektrometer Massa
pada
Ma,net Permanen llektroma,netik
Ma,net Batan, Ma,net U
Kawat 1oroida Kawat Solenoida Kawat Melin,kar Kawat lurus
Hukum Biot-Savart
pada pada pada pada
membahas induksi
elektroma,netik
berdasarkan
terdiri atas
pada
menimbulkan
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 126
Tes Kompetensi Bab 5
A. Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Kawat berarus listik memanjan, dari barat ke timur.
Jika arah arus listrik pada kawat tersebut dari barat,
arah medan ma,netik pada titik-titik van, berada di
atas kawat akan menuju ke ....
a. atas d. selatan
b. bawah e. barat
c. utara
2. Arus listrik men,alir sepanjan, kawat listrik te,an,an
tin,,i dari selatan ke utara. Arah medan ma,netik
van, diakibatkan arus listrik di atas kawat tersebut
adalah ....
a. selatan d. barat
b. utara e. ten,,ara
c. timur
3. Sebuah pen,hantar van, dialiri arus listrik menim-
bulkan induksi ma,netik di suatu titik van, berjarak
c dari pen,hantar seperti tampak pada ,ambar berikut.
Jika kuat arusnva diperbesar menjadi 2, dan jarak
dari pen,hantar menjadi 3c, induksi ma,netiknva
menjadi ....
a.
2
3
d. 3
b.
3
2
e. 6
c. 2
1. Dua kawat sejajar, kawat pertama dialiri arus ~ 2 A
ke atas seperti pada ,ambar.
A,ar induksi ma,netik di titik P sama den,an nol, arus
van, men,alir pada kawat kedua adalah ....
a. 6 A ke atas
b. 6 A ke bawah
c.
2
3
A ke atas
d.
2
3
A ke bawah
e.
3
2
A ke atas
5. Dua kawat van, lurus dan panjan, terpisah pada jarak
2c. Kedua kawat dialiri arus van, sama besar den,an
arah berlawanan. lnduksi ma,netik di ten,ah-ten,ah
antara kedua kawat adalah . lnduksi ma,netik di
titik van, berjarak c dari kawat pertama dan berjarak
3c dari kawat kedua adalah ....
a. O d. 2
b.
1
3
e. 3
c.
1
2

6. Se,iti,a ABC sama kaki dan siku-siku di titik C. Arus
listrik men,alir pada titik A dan B secara te,ak lurus
pada bidan, ,ambar sesuai den,an tanda dan
den,an
-
~

~ 5 A.
Besar induksi ma,netik di titik C jika AC ~ BC ~ 2 cm
dan
O
~ 1 1O
-7
Wb/Am adalah ....
a. 5 1O
-5
1
b. 5 1O
-9
1
c. 1O
-1
1
d. 5 1O
-5
2 1
e. 5 1O
-9
2 1
7. Sebuah kawat van, berbentuk lin,karan terdiri atas
2O lilitan. Jari-jari lin,karan ~ 1O cm. A,ar induksi
ma,netik di pusat lin,karan sama den,an 1 1O
-3
1,
besar arus listrik van, harus diberikan adalah ....
a. 1 A d. 5O A
b. 5 A e. 1OO A
c. 1O A
o. Besarnva induksi ma,netik di P karena pen,aruh
kawat berupa lin,karan den,an | ~ 1O A, \ ~ 6 cm,
dan c ~ o cm adalah ....
a. 1,2o 1O
-7
Wb/m
2
b. 6,1O 1O
-7
Wb/m
2
c. 1,2o 1O
-6
Wb/m
2
d. 6,1O 1O
-6
Wb/m
2
e. 1,2o 1O
-5
Wb/m
2
I
1
a
B
P
I
1
I
2
4
d 3
4
d
C
A B
I
A
= 5A I
B
= 5A
a
i
x
P
r
Medan Magnetik 127
9. Dua buah kawat van, satu melin,kar dan van, lain
lurus. Kedua kawat hampir berimpit di titik P. Kawat
melin,kar berarus listrik - dan berjari-jari 2 cm, sedan,-
kan kawat lurus berarus listrik 6 A den,an arah seperti
pada ,ambar.
Besar induksi ma,netik di pusat lin,karan akibat
dua arus tersebut adalah ....
a. 2 1O
-5
1 d. o 1O
-5
1
b. 1 1O
-5
1 e. 25 1O
-5
1
c. 6 1O
-5
1
1O. Kawat berupa seten,ah lin,karan seperti ,ambar
berikut memiliki jari-jari c.
lnduksi ma,netik di titik P memenuhi persamaan ....
a.
O
2

=
b.
O
2

=
c.
O
1

=
d.
O
1

=
e.
O

=
11. Arus listrik pada kawat tidak berhambatan seperti pada
,ambar berikut.
Jika jari-jari lin,karan adalah c, besar induksi ma,netik
di titik pusat lin,karan ....
a. nol d.
O
1

c

b.
O
2

c

e.
O
1

c

c.
O
2

c

12. Arus listrik sebesar 2A men,alir dalam pen,hantar


berbentuk lin,karan berjari-jari 3 cm, dan terletak pada
bidan, horizontal. 1itik P terletak pada sumbu lin,karan
pada jarak 1 cm dari pusatnva. Jika dilihat dari P, arah
arus itu sesuai den,an arah putaran jarum jam, besar
dan arah induksi ma,netik di titik P adalah ....
a. 2,5O 1O
-5
1 ke atas
b. 3,O1 1O
-7
1 ke bawah
c. 1,5O 1O
-7
1 ke bawah
d. 3,11 1O
-7
1 ke atas
e. 2,oo 1O
-6
1 ke bawah
13. Suatu solenoida van, panjan,nva 2 m, terdiri atas oOO
lilitan, dan jari-jari 2 cm dialiri arus listrik sebesar O,5 A.
Besar induksi ma,netik di ujun, solenoida adalah ....
a. 1 1O
-o
1
b. o 1O
-7
1
c. 1 1O
-5
1
d. o 1O
-5
1
e. 2 1O
-1
1
11. Sebuah solenoida memiliki panjan, 2O cm dan terdiri
atas 5O lilitan. Jika induksi ma,netik di ten,ah-ten,ah
solenoida ~ 2 1O
-1
1, arus van, men,alir pada
solenoida adalah ....
a. 2 1O
-2
A
b. 1 1O
-2
A
c. 2 A
d. 1 A
e. 1O A
15. Dalam solenoida panjan, men,alir arus van, tetap.
Besar induksi ma,netik di titik pusatnva adalah . Jika
solenoida diren,,an,kan sehin,,a dua kali semula,
induksi ma,netik di titik pusatnva menjadi ....
a.
2

d.
2
b.
2

e. 2
c.
16. Arus listrik 15 A men,alir dalam suatu kumparan
kawat melin,kar van, memiliki 3O lilitan dan jari-jari
2O cm. lnduksi ma,netik di pusat kumparan tersebut
adalah ....
a. 1,1 1O
-1
1
b. 1,1 1O
-3
1
c. 1,5 1O
-3
1
d. 1,5 1O
-1
1
e. 5 1O
-3
1
17. 1oroida den,an jari-jari 5 cm terdiri atas 75O lilitan. Arus
listrik van, men,alir pada toroida a,ar induksi ma,netik
van, terjadi di dalam toroida 1,o 1O
-3
1 adalah ....
a. O,3 A d. 1,o A
b. O,6 A e. 2,5 A
c. 1,O A
I I
I
2
I
1
P
O
P
a
I
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 128
1o. Sebuah solenoida panjan, memiliki 5 lilitan per cm
panjan,. Ketika O,o A men,alir melalui solenoida
tersebut, induksi ma,netik pada sebuah titik van,
terletak pada sumbu solenoida jika titik tersebut berada
di ten,ah-ten,ah solenoida adalah ....
a. 1,6 1O
-1
Wb/m
2
b. 1,6 1O
-5
Wb/m
2
c. 5 1O
-1
Wb/m
2
d. 5 1O
-3
Wb/m
2
e. 2,5 1O
-1
Wb/m
2
19. Sepoton, lo,am pen,hantar van, panjan,nva O,2 m dan
massanva O,Oo k, di,antun,kan pada atap ruan,an
melalui dua utas tali tanpa bobot sehin,,a lo,am
pen,hantar ter,antun, horizontal seperti tampak pada
,ambar berikut.
Di dalam ruan,an terdapat medan ma,netik dari
atap ke lantai den,an induksi ma,netik ~75 m1.
Jika kuat arus van, men,alir ~ 1O A, lo,am
pen,hantar akan menvimpan, sehin,,a membentuk
sudut 0 terhadap vertikal. 1entukanlah besar sudut
0 adalah ....
a. 3O d. 53
b. 37 e. 6O
c. 15
2O. Pada dua buah kawat sejajar van, masin,-masin, dialiri
arus listrik van, sama besar, timbul ,ava van, besarnva
2 1O
-7
N. Jarak antara kedua kawat itu 1 m. Besar
arus van, men,alir dalam setiap kawat adalah ....
a.
1
8
A d. 1 A
b.
1
4
A e. 2 A
c.
1
2
A
21. Suatu kawat horizontal AB van, panjan, terletak di
atas meja. Kawat CD sepanjan, 3O cm terletak vertikal
di atas kawat AB den,an ujun, C dan D bebas
ber,erak seperti tampak pada ,ambar.
Arus listrik van, men,alir melalui sistem kawat adalah
~ 5O A den,an arah van, sesuai den,an notasi pada
,ambar. Jika kawat CD memiliki massa per satuan
panjan, 5 1O
-3
k,/m dan kawat CD dalam keadaan
seimban,, ketin,,ian | adalah ....
a. O,5 cm d. 2,5 cm
b. 1 cm e. 5 cm
c. 2 cm
22. Besar kuat medan ma,netik di suatu titik van, letaknva
sejauh r dari suatu pen,antar lurus van, dialiri arus
adalah sebandin, den,an ....
a. d.

r
b. r e.

r
c.
r

23. Pada ,ambar tampak bahwa kawat lurus PQ san,at


panjan, dan dilalui arus listrik
1
~ 1O A dan kawat
perse,ipanjan, abcd dilalui arus
2
~ 5 A.
Resultan ,ava van, dialami kawat perse,ipanjan, abcd
dalam | adalah ....
a. 2O d. 1oO
b. 6O e. 22O
c. 12O
21. Partikel bermuatan ber,erak den,an laju tetap
memasuki medan ma,netik dan medan listrik secara
te,ak lurus (medan listrik te,ak lurus medan ma,netik).
Apabila besar induksi ma,netik O,2 1 dan kuat medan
listrik 6 1O
1
V/m, laju ,erak partikel adalah ....
a. 2 1O
5
m/s
b. 3 1O
5
m/s
c. 1,2 1O
5
m/s
d. 2 1O
6
m/s
e. 3,2 1O
6
m/s
25. Sebuah elektron (m ~ 9 1O
-31
k,, dan ~ 1,6 1O
-19
C)
dari keadaan diam dipercepat oleh beda potensial o kV.
llektron kemudian masuk dalam ma,net homo,en
~ 3 1O
-3
1 secara te,ak lurus. Jari-jari lintasan
elektron dalam medan ma,netik tersebut ....
a. 1o cm
b. 16 cm
c. 11 cm
d. 12 cm
e. 1O cm
S
B
U
I
0
10 cm
1 cm
Q
I
1
I
2
a b
d c
20 cm
P
h
D C
A
I
B
I
Medan Magnetik 129
26. Dua buah partikel massanva m
1
: m
2
~ 2 : 1 dan
muatannva
1
:
2
~ 2 : 1. Kedua partikel tersebut
ber,erak melin,kar dalam bidan, van, te,ak lurus
medan ma,netik homo,en. Jika besar momentum
kedua partikel itu sama, perbandin,an jari-jari orbit
partikel-partikel itu r
1
: r
2
, adalah ....
a. 1 : 1 d. 1 : 2
b. 2 : 1 e. 1 : 1
c. 1 : 1
27. Sebuah parikel bermuatan listrik ber,erak masuk ke
dalam medan ma,netik sedemikian rupa sehin,,a
lintasannva berupa lin,karan den,an jari-jari 1O cm. Jika
partikel lain ber,erak den,an laju 1, 2 kali partikel
pertama, jari-jari lin,karannva 2O cm. lni berarti bahwa
perbandin,an antara massa per muatan partikel pertama
dan partikel kedua adalah ....
a. 3 : 5 d. 5 : 6
b. 1 : 5 e. 5 : 1
c. 1 : 2
2o. Sebuah elektron den,an kecepatan t di dalam medan
ma,netik van, induksi ma,netiknva . Jika t ada dalam
bidan, \, membentuk sudut 6O den,an sumbu \
dan sejajar den,an sumbu ,, lintasan elektron
berbentuk ....
a. ,aris lurus sejajar sumbu ,
b. ,aris lurus sejajar sumbu \
c. lin,karan sejajar sumbu ,
d. lin,karan sejajar sumbu \
e. spiral den,an sumbunva sejajar sumbu ,
29. Sebuah partikel bermuatan listrik ber,erak memasuki
ruan, van, men,andun, medan listrik dan medan
ma,netik salin, te,ak lurus dan ju,a te,ak lurus pada
kecepatan partikel. Jika besar induksi ma,netik ~ O,1 1
dan kuat medan listrik ~ o 1O
1
V/m, dan partikel
ber,erak lurus, kecepatan partikel tersebut adalah ....
a. 1 1O
5
m/s
b. 2 1O
5
m/s
c. 5 1O
5
m/s
d. 3,2 1O
5
m/s
e. 5 1O
6
m/s
3O. Sebuah medan ma,netik O,1 1 ternvata dapat
membelokkan ,erak muatan listrik 5 C berkecepatan
5 1O
1
m/s sehin,,a memiliki lintasan berbentuk
lin,karan den,an jari-jari 2 cm. Massa ion tersebut
adalah ....
a. O,o 1O
-6
k, d. O,1 1O
-1
k,
b. O,o 1O
-1
k, e. O,5 1O
-1
k,
c. O,1 1O
-6
k,
B. ]awablah pertan,aan berikut ini dengan tepat.
1. 1entukan arah induksi ma,netik di titik P, Q, dan R
dari ,ambar-,ambar berikut.
a.
b.
c.
2. Sepoton, kawat van, lurus panjan, berarus listrik 1 A.
Di mana titik van, memiliki induksi ma,netiknva 2
1O
-5
Wb/m
2
'
3. Dua buah kawat (a dan b) lurus panjan, terletak sejajar.
Kawat tersebut dialiri listrik van, berlawanan arah
masin,-masin, 1O A dan 5 A. Perhatikan ,ambar.
Hitun, induksi ma,netik di titik P van, berjarak 1O cm
dari kawat a dan o cm dari kawat b.
I
P
I Q
R I
1. 1i,a buah kawat PQR lurus panjan,, berarus listrik
dan,an arah sama

~
n
~ 2A dan
Q
~ 1 A, PQ

QR , jarak PQ ~ QR ~ 1 cm seperti tampak pada


,ambar.
Hitun,lah induksi ma,netik di titik .
5. Dua kawat A dan B lurus panjan, berjarak 1O cm satu
sama lainnva, berarus listrik seperti tampak pada ,ambar.
a. Di titik manakah medan ma,netik memiliki har,a
nol'
b. 1entukan jarak titik itu terhadap kawat.
P
b
a
I
a
= 10 A
I
b
= 5 A
10 cm
Q
P
R
4 cm
4 cm
O
P R
A B
I
1
= 5 A I
2
= 5 A
= 8 cm
b = 10 cm
a
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 130
6. Sebuah kawat berarus listrik.
1entukan arah medan ma,netik di titik P, Q jika:
a. arus dari kiri ke kanan,
b. arus dari kanan ke kiri.
7. Sebuah titik dari udara berjarak 5 cm dari sebuah kawat
lurus dan panjan, van, men,alirkan arus 3O A. Berapa
rapat fluks ma,netik (induksi ma,netik) di titik itu'
o. lnduksi ma,netik sebuah titik van, berada pada jarak
1O cm dari kawat panjan, berarus O,O1 Wb/m
2
. Berapa
arus van, men,alir dalam kawat'
9. Dua buah kawat panjan, lurus dan sejajar berada pada
jarak 6O cm, masin,-masin, dialiri arus sebesar 2 A dan
3 A. Hitun,lah besar induksi ma,netik di titik P van,
berada di ten,ah-ten,ah kedua kawat, jika arah arus
pada kawat sama.
1O. Dua buah kawat panjan, lurus, dan sejajar berada pada
jarak 2O cm, masin,-masin, dialiri arus 3 A dan 1 A,
berlawanan arah. Di mana letak titik P van, memiliki
induksi ma,netik nol'
11. Sebuah kawat berbentuk lin,karan den,an jari-jari
21 cm. Jika pada kawat diberikan arus sebesar 12 A,
hitun,lah induksi dari titik P van, berada:
a. di pusat lin,karan,
b. di sumbu pusat lin,karan van, berada pada jarak
1o cm dari pusat lin,karan.
12. Sebuah kawat dibentuk menjadi
3
1
lin,karan den,an
jari-jari 1O cm. Hitun,lah induksi titik P van, berada di
pusat lin,karan apabila arus van, men,alir pada kawat
2O A.
13. Dua buah lin,karan masin,-masin, berdiameter 12 cm,
diletakkan vertikal sejajar di satu sumbu pada jarak
o cm. Arus van, diberikan pada jarak o cm. Arus van,
diberikan pada kedua lin,karan sama, vaitu 12 A.
Berapa besarnva induksi titik P van, berada di ten,ah-
ten,ah sumbu jika:
a. arah arus pada kedua lin,karan sama,
b. arah arus pada kedua lin,karan berlawanan.
11. Sebuah solenoida panjan,nva 25 cm dan jumlah lilitan
kawatnva 2OO lin,karan. Jika arus van, diberikan pada
solenoida 2O A, hitun,lah induksi ma,netik di pusat
solenoida tersebut.
15. Sebuah solenoida panjan,nva 1 m, jari-jarinva 5 cm,
dan jumlah lilitannva 5OO. Jika solenoida dialiri arus
listrik, dihasilkan fluks ma,netik di dalamnva sebesar
O,OOO296 Wb, berapa arus van, ada dalam solenoida'
16. Sebuah solenoida panjan,nva 1 m, diameter 16 cm,
dan jumlah lilitannva 1OO. Jika dialirkan arus listrik
sebesar o A, berapa fluks ma,netik di ujun, solenoida'
17. Sebuah toroida memiliki jari-jari dalam 2O cm dan jari-
jari luar 3O cm terdiri atas sejumlah lilitan kawat. Jika
arus van, diberikan sebesar 16 A, dihasilkan induksi
ma,netik pusat sebesar O,OO16 Wb/m
2
, berapa jumlah
lilitan kawat toroida tersebut'
1o. Sepoton, kawat van, dialiri arus listrik den,an arah ke
barat diletakkan dalam medan ma,netik van, arahnva
ke atas. Ke mana arah ,ava van, dialami kawat tersebut'
19. Suatu pen,hantar lurus van, panjan,nva 2O cm berarus
listrik 5 A, diletakkan dalam medan ma,netik den,an
induksi ma,netik 1 Wb/m
2
. Jika pen,hantar itu
men,apit sudut 6O terhadap medan ma,netik, berapa
,ava van, bekerja pada kawat'
2O. Sebuah toroida terdiri atas 1.OOO lilitan, jari-jari dalamnva
n
1
~ 25 cm dan jari-jari luarnva n
2
~ 75 cm. Besar
induksi ma,netik di titik pusat toroida o 1O
-7
Wb/m
2
.
Berapa arus van, men,alir pada toroida'
P
Q
Induksi Elektromagnetik 131
memformulasikan konsep induksi Faraday dan arus bolak-balik, keterkaitannya,
serta aplikasinya.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian
masalah dan produk teknologi.
Hasil yang harus Anda capai:
Induksi
Elektromagnetik
A. Gejala Induksi
Elektromagnetik
B. Aplikasi Induksi
Elektromagnetik
Faraday
C. Arus dan Tegangan
Listrik Bolak-balik
Pada Bab 5, Anda telah mempelajari medan ma,net van, ditimbulkan
oleh kawat berarus listrik. Oejala ini telah diamati oleh Hans Christian
Oersted pada 1o19. 1ahukah Anda bahwa perubahan medan ma,net
dapat menimbulkan arus listrik.
Oejala ini dimanfaatkan untuk men,hasilkan listrik van, di,unakan
untuk berba,ai keperluan. Seba,ai contoh, seperti tampak pada ,ambar,
sebuah ,enerator raksasa di,unakan seba,ai sumber listrik. Oenerator
ini memanfaatkan ,ejala induksi elektroma,netik. Apakah induksi
elektroma,netik itu' Adakah pemanfaatan lain dari induksi elektroma,-
netik selain ,enerator' Besaran-besaran apa saja van, terlibat dalam
induksi elektroma,netik' Jawaban atas pertanvaan-pertanvaan tersebut
dapat Anda temukan dalam bab ini. leh karena itu, pelajarilah bab ini
den,an baik.
131
Generator listrik mampu mengubah energi kinetik menjadi energi listrik
melalui proses induksi elektromagnetik.
Bab
6
Sumber: Physics Today, 1989
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 132
Sebelum mempelajari konsep Induksi lektromagnetik, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Pada materi bab sebelumnva Anda telah men,enal
ersted den,an penemuannva tentan, arus listrik.
Ba,aimanakah hasil eksperimennva' Mun,kinkah
fenomena kebalikannva terjadi' Siapakah van,
membuktikannva'
2. Menurut Anda, men,apa transformator selalu di-
hubun,kan den,an arus bolak-balik' Apa van, akan
terjadi jika transformator dihubun,kan pada arus
searah'
3. 1ahukah Anda ada berapa jenis transformator ber-
dasarkan fun,sinva'
1. Apakah perbedaan kapasitor dan induktor berdasar-
kan jenis arus van, dapat melaluinva'
A. Gejala Induksi Elektromagnetik
1. Pengertian Induksi Elektromagnetik
Hans Christian Oersted telah berhasil membuktikan bahwa arus
listrik dapat menimbulkan medan ma,netik. Dua belas tahun kemudian
setelah penemuan ersted, seoran, ahli fisika bernama Michael Iarada,
(1791-1o67) pada 1o31, melalui seran,kaian eksperimen van, dilakukan-
nva, berhasil menemukan fakta kebalikannva bahwa meJcn mcne:|| Jcc:
men|m|u||cn crus ||s:r||. Oejala ini dinamakan |nJu|s| e|e|:rmcne:|| atau
|m|cs e|e|:rmcne:||, atau serin, pula disebut |nJu|s| crcJc,. Perhatikan
Cambar 6.1.
Cambar 6.1 menunjukkan peralatan sederhana seperti van, di,una-
kan oleh Michael Iarada,. Ketika batan, ma,net di,erakkan menuju
kumparan dan menjauhi kumparan, jarum ,alvanometer ber,erak/me-
nvimpan,. Artinva, dalam kawat pen,hantar men,alir arus listrik.
Berdasarkan fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa ||c se|uc|
|umcrcn menc|cm| eru|c|cn um|c| cr|s-cr|s c,c mcne:|| (j|u|s
mcne:||), cJc uun-uun |cuc: |umcrcn :|m|u| c,c erc| ||s:r|| (|).
Jika ujun,-ujun, kumparan ini dihubun,kan den,an ran,kaian tertutup,
pada ran,kaian tersebut akan men,alir arus listrik. Arus van, men,alir
tersebut dinamakan arus induksi. Adapun ,,l pada ujun,-ujun, kawat
disebut ,,l induksi.
Gambar 6.1
Induksi elektromagnetik
(a) ketika magnet diam, jarum
galvanometer juga diam, (b) ketika
magnet dimasukkan ke dalam
kumparan, jarum galvanometer
bergerak ke kanan, dan (c) ketika
magnet dikeluarkan dari dalam
kumparan, jarum galvanometer
bergerak ke kiri.
(a)
(b)
(c)
Aktivitas Fisika 6.1
Induksi Elektromagnetik
Tujuan Percobaan
Mengamati arus induksi
Alat-Alat Percobaan
1. Kumparan
2. Galvanometer
3. Magnet batang
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah peralatan seperti gambar berikut.
kumparan magnet
galvanometer
Induksi Elektromagnetik 133
2. Hukum Faraday
O,l induksi dihasilkan dari proses induksi elektroma,netik. O,l
induksi timbul jika ada perubahan fluks medan ma,net ( Ad ) di dalam
kumparan. O,l induksi inilah van, menvebabkan men,alirnva arus listrik
induksi pada suatu ran,kaian tertutup.
Besarnva ,,l induksi ber,antun, kepada faktor-faktor seba,ai berikut.
a. Lcu eru|c|cn j|u|s meJcn mcne: Jc|cm |umcrcn. Semakin besar
laju perubahannva, semakin besar pula ,,l van, dihasilkan.
b. lum|c| ||||:cn |umcrcn. Semakin banvak jumlah lilitan kumparan,
semakin besar pula ,,l van, dihasilkan.
Berdasarkan hasil eksperimen van, dilakukannva, Iarada, menvusun
Hukum laradav. Hukum ini van, menvatakan bahwa c,c erc| ||s:r||
|nJu|s| se|cnJ|n Jencn |cu eru|c|cn j|u|s meJcn mcne: ,cn :ercJ| J|
Jc|cm |umcrcn. Pernvataan Hukum laradav ini dapat dinvatakan dalam
bentuk persamaan seba,ai berikut.
|
:
r
Ad
~
A
(6-1)
Keteran,an:
r ~ ,,l induksi (V)
: A ~ selan, waktu (s)
Ad ~ perubahan fluks ma,netik (Wb)
| ~ jumlah lilitan
leh karena cos - 0 d , Persamaan (6-1) dapat dinvatakan dalam
persamaan berikut.
cos -
|
:
0
r
A
~
A
(6-2)
Keteran,an:
~ kuat medan ma,netik (Wb/m
2
)
- ~ luas bidan, kumparan (m
2
)
0 ~ sudut antara arah induksi ma,netik dan arah normal bidan,
kumparan
Berdasarkan Persamaan (6-2) dapat dipahami bahwa ,,l induksi
atau arus induksi dapat terjadi akibat:
a. perubahan kuat medan ma,netik,
b. perubahan luas bidan, kumparan van, ditembus oleh medan ma,netik.
2. Siapkan magnet batang, kemudian dekatkan pada kumparan, dan diamkan.
Catat hasil pengamatan Anda.
3. Gerakkan magnet mendekati kumparan atau masukkan ke dalam kumparan.
Amati jarum galvanometer dan catat hasil pengamatannya.
4. Diamkan magnet batang di dalam kumparan. Amati jarum galvanometer dan
catat hasil pengamatannya.
5. Gerakkan magnet batang dengan arah menjauhi kumparan atau keluar
kumparan, amati jarum galvanometer, dan catat hasil pengamatannya.
6. Balikkan polaritas magnet batang, lakukan lagi percobaan langkah 2 dan
langkah 5. Catat hasil pengamatannya.
7. Tulis kesimpulan Anda tentang kegiatan ini.
Gambar 6.2
Garis-garis gaya magnetik yang
membentuk sudut 0 terhadap
garis normal.
Tokoh
Michael Faraday
(17911867)
Michael Faraday adalah seorang ahli
Fisika, ahli Kimia, dan ahli Filsafat
berkebangsaan Inggris, tepatnya
lahir di Newington Butts, Surey, pada
tahun 1971. Ia bersama-sama dengan
Joseph Henry menemukan
fenomena induksi elektromagnetik.
Penemuan ini merupakan kebalikan
dari penemuan Oersted, yaitu dari
medan listrik dapat menghasilkan
arus listrik.
Sumber: www.allbiographies.com
0
B
A
garis
normal
I
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 134
Tantangan
untuk Anda
Bagaimana pengaruh perubahan
lilitan terhadap ggl induksi?
Sebuah ma,net di,erakkan menjauhi kumparan van, terdiri atas 1OO lilitan. Dalam
waktu O,O1 s, fluks ma,netik van, menembus kumparan berkuran, dari 7 1O
-5
Wb
menjadi 2 1O
-5
Wb. Berapa ,,l van, diinduksikan pada ujun,-ujun, kumparan'
]awab:
Diketahui:
| ~ 1.OOO lilitan,
: A ~ O,O1 s,
Ad ~ 2 1O
-5
Wb - 7 1O
-5
Wb
~ -5 1O
-5
Wb.
5
5 1O Wb
1OO 1, 25 V
O, O1 s
|
:
r
~
Ad
~
A
[ ~
~
| j
\ )
Jadi, ,,l van, diinduksikan adalah1,25 V.
Contoh 6.1
3. Ggl Induksi karena Perubahan Luas Bidang Kumparan
Sesuai den,an Hukum laradav, setiap kali suatu batan, konduktor
ber,erak dalam medan ma,netik hin,,a memoton, ,aris-,aris ,ava
ma,netik, akan timbul ,,l induksi. O,l induksi dapat terjadi akibat
perubahan luas bidan, kumparan van, ditembus oleh medan ma,netik.
Perhatikan Cambar 6.3. Medan ma,net homo,en den,an rapat ,aris
,ava dan te,ak lurus masuk bidan, kertas. Jika pen,hantar PQ di,erak-
kan ke kanan den,an kecepatan t sejauh \, akan terjadi perubahan ,aris
,ava van, dilin,kupi oleh batan, konduktor PQ den,an ran,kaian kawat
U. Perubahan luas per satuan waktu akibat per,eseran batan, konduktor
PQ memenuhi persamaan berikut.

J- J \ J\
t
J: J: J:


Den,an demikian, ,,l induksi memenuhi persamaan berikut.


J J - J-
| | | | t
J: J: J:
r
d
~ ~ ~ ~
(6-3)
1anda ne,atif menunjukkan arah induksi elektroma,netik berlawanan
den,an arah penvebab terbentuknva induksi. Untuk penvederhanaan
penulisan, serin,kali tanda ne,atif tidak ditulis. Untuk kumparan van,
terdiri atas satu lilitan (| ~ 1), persamaannva menjadi:
t r
(6-1)
leh karena kawat berbentuk U dan batan, konduktor PQ
membentuk ran,kaian tertutup, pada kawat tersebut akan men,alir arus
induksi ().
Arah arus induksi van, diperlihatkan pada Cambar 6.4 dapat
ditentukan den,an menerapkan Hukum lenz van, menvatakan bahwa
jika arah induksi ma,net menuju ke dalam bidan, kertas dan arah t
Gambar 6.3
Penghantar PQ digerakkan
dengan kecepatan v di dalam
medan magnet homogen B.
B
R
P
Q

v
x
I
Gambar 6.4
Gerak elektron dalam batang
konduktor bergerak di atas
medan magnet.
v
F
v
e
Induksi Elektromagnetik 135
ke kanan, muatan ne,atif pada batan, konduktor PQ akan mendapat
,ava ke bawah. Arah arus listrik sesuai den,an arah muatan positif
sehin,,a arah arus induksi dalam batan, konduktor adalah dari Q ke P.
leh karena arah arus induksi dalam batan, konduktor dari Q ke P,
sedan,kan arah induksi ma,netik ke dalam bidan, kertas, akan timbul
,ava ma,netik van, arahnva ke kiri. Anda dapat membuktikannva
men,,unakan kaidah tan,an kanan. Besarnva ,ava ma,netik tersebut
memenuhi persamaan

(6-5)
Anda perhatikan kembali Cambar 6.3. Dalam kawat U men,alir
arus listrik () akibat adanva beda potensial ( V A ) di antara titik P dan
Q. Besarnva beda potensial tersebut sama den,an besarnva ,,l induksi
pada batan, konduktor.
Berdasarkan Hukum hm, besarnva kuat arus listrik van, men,alir
pada kawat U adalah seba,ai berikut.
V t

n n n
r A


(6-6)
Menurut Hukum Kekekalan lner,i, ener,i van, di,unakan untuk
memindahkan muatan di dalam batan, konduktor PQ sama den,an
ener,i van, di,unakan untuk memindahkan muatan pada kawat U. leh
karena itu, kuat arus van, men,alir dalam kawat U sama den,an kuat
arus induksi van, men,alir pada batan, konduktor PQ. Den,an demikian,
Persamaan (6-6) dapat disubstitusikan ke dalam Persamaan (6-5),
sehin,,a diperoleh persamaan baru seba,ai berikut.

t

n

2 2
t


(6-7)
Keteran,an:
~ ,ava lorentz (N)
t ~ kecepatan (m/s)
~ kuat medan ma,net (Wb/m
2
)
~ panjan, pen,hantar (m)
n ~ hambatan ( O)
Para teknisi ini sedang memasang
generator pada instalasi pembangkit
listrik di Meksiko. Bagian yang
terlihat di sini adalah stator, yang
tidak bergerak. Selanjutnya, ke dalam
stator itu dimasukkan rotor. Rotor
merupakan sebuah elektromagnetik
kuat yang dapat berputar dengan
kecepatan tinggi. Akibat perputaran
rotor, terjadi perubahan medan
magnetik dan membangkitkan arus
listrik pada kumparan di dalam stator.
The pisture have shown the
technician placing generator on
electrical instalation in Mexico. You
can see a part, called stator. The rotor
is put inside it. Rotor is a strong
electromagnetic device that can spin
with cause the velocity. That spin is
what cause the change of magnetic
field and generate electrical element
on coil inside stator.
Sumber: The Oxford Childrens Book of
Science, 1995
Informasi
untuk Anda
Information for You
Contoh 6.2
Kawat pen,hantar PQ panjan,nva 2O cm dan massanva 1O , dapat ber,erak vertikal
bebas ke bawah pada kawat ran,kaian. Di sekitarnva terdapat medan ma,net sebesar
O,5 1 den,an arah keluar bidan, kertas seperti tampak pada ,ambar.
Q
P
B
F
v w = mg
O 0,25 R

20 cm
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 136
Tantangan
untuk Anda
Sebuah penghantar berbentuk U
terletak di dalam daerah berinduksi
magnetik homogen B = 4 10
3
T
berarah menembus bidang kertas.
Penghantar PQ sepanjang 40 cm
menempel pada penghantar U dan
digerakkan ke kanan dengan
kecepatan tetap v = 10 m/s. Hitung
ggl induksi antara ujung-ujung PQ.
arah telapak tangan
arah jari lain
arah ibu jari
F
B
I
1entukan:
a. arah arus dalam kawat pen,hantar PQ,
b. kecepatan konstan kawat pen,hantar.
]awab:
a. Oava berat pen,hantar PQ sebesar ~ m menvebabkan pen,hantar PQ ber,erak
den,an kecepatan t ke bawah. Oerak pen,hantar PQ van, memoton, te,ak
lurus medan ma,net menimbulkan ,ava lorentz van, arahnva ke atas.
Kecepatan konstan pen,hantar PQ tercapai ketika besar ,ava lorentz sama
den,an besar ,ava berat pen,hantar PQ. Sesuai den,an Hukum lenz bahwa
arah arus dapat ditentukan den,an aturan kaidah tan,an kanan seperti pada
,ambar. Arah induksi ma,netik ke luar bidan,, arah ,ava lorentz ke atas, dan
arah arus | pada pen,hantar ke kiri vaitu dari Q ke P.
b. Kecepatan konstan tercapai ketika ,ava lorentz sama den,an ,ava berat
pen,hantar.
Diketahui ,ava lorentz pada Persamaan (6-11),
2 2
t


sedan,kan ,ava ~ m sehin,,a
2 2
t
n

~ m
2 2
mn
t
|

t ~


2
2
O, O1k, 1O m/s O, 25
O, 5 Wb/m O, 2 m
O
~ 25 m/s
Jadi, kecepatan konstan kawat adalah 25 m/s.
4. Induktansi Diri
Jika sebuah kumparan dialiri arus listrik () van, besarnva berubah-
ubah terhadap waktu, akan timbul fluks ma,netik (
m
d ) van, besarnva
ju,a berubah terhadap waktu. Perubahan fluks ma,netik sebandin, den,an
kuat arus. Secara matematis ditulis seba,ai berikut.
m
d - atau
m
L d (6-oa)
den,an L merupakan suatu konstanta van, disebut den,an induktansi
diri kumparan tersebut. lnduktansi diri te,ak lurus terhadap bentuk
,eometrik kumparannva. Satuan induktansi ialah henrv (H). Bentuk
umum indikator berupa solenoida, secara lan,sun, induktansi diri
solenoida ini dapat dihitun, seperti berikut ini.
m
L

d
(6-ob)
Induktor adalah sebuah
elektromagnet, yaitu sebuah
kumparan kawat dengan atau tanpa
inti magnetik yang menghasilkan
magnetisme jika arus mengalir
melewatinya.
Inductor is an electromagnet, made of
wire coil with or without magnetic
core which can produce magnetism
when electric current through.
Sumber: Jendela Iptek, 1997
Informasi
untuk Anda
Sumber: www.linearmagnetics.com
Information for You
Induksi Elektromagnetik 137
leh karena fluks ma,netik untuk | lilitan pada solenoida adalah
m
d ~ | - ~ n - ~
O
n
2
- maka induktansi diri solenoida adalah
seba,ai berikut.
L ~
O
n
2
- (6-9)
Persamaan (6-9) berlaku ju,a untuk induktansi diri pada pusat
toroida karena besar induksi ma,net di antara keduanva sama, vaitu
sebesar
O
n

.
Jika penampan, solenoida atau toroida diisi oleh bahan van, memiliki
permeabilitas relatif
r
dimana permeabilitas bahan adalah
O r
(6-1O)
lnduktansi diri solenoida dan toroida den,an bahan tersebut adalah
2
O r
L n - L (6-11)
Keteran,an:
L
|
~ induktansi diri solenoida atau toroida den,an inti bahan (H)
L
O
~ induktansi diri solenoida atau toroida tanpa inti (H)
Gambar 6.5
Sebuah rangkaian tertutup (a) saklar s
ditutup, lampu menyala dan (b) saklar s
dibuka, lampu masih menyala beberapa
saat kemudian padam.
(a)
S
S
r
r
I
L
L
P
P
(b)
Contoh 6.3
1oroida den,an luas penampan, 1 cm
2
dan panjan,nva 1O cm memiliki 1OO lilitan.
1entukanlah induktansi diri toroida tersebut.
]awab:
Diketahui:
- ~ 1 cm
2
~ 1 1O
-1
m
2
,
| ~ 1OO,
~ 1O cm ~ O,1 m,

~ 1 1O
-7
Wb/Am.
sehin,,a diperoleh:
L ~

2
7 1 2
2
O
1 1O Wb/Am 1OO 1 1O m
O, 1 m
| -

~ ~

L ~ 61 1O
-6
H = ~ 61 H
Jadi, induktansi diri toroida adalah 61 H.
Suatu ran,kaian van, terdiri atas sebuah kumparan (induktor) L,
sebuah lampu P, dan sumber te,an,an r van, dilen,kapi den,an sebuah
saklar S, tampak pada Cambar 6.5. Ketika saklar dihubun,kan, lampu
tidak se,era menvala maksimum, tetapi ada jeda waktu sesaat. Pada saat
arus diputuskan pada saklar pen,hubun,, lampu tidak se,era padam,
tetapi ada jeda waktu sesaat. Perhatikan Cambar 6.5(b). Peristiwa ini
menunjukkan timbulnva arus induksi van, disebabkan oleh adanva
perubahan fluks ma,netik pada induktor L.
Perubahan arus pada sebuah kumparan dapat menimbulkan ,,l
induksi van, besarnva berbandin, lurus den,an cepatnva perubahan kuat
arusnva. Secara matematis, pernvataan van, dikemukakan pertama kali
oleh ]oseph Henr, ini dituliskan seba,ai berikut.
J
L
J:
r ~
(6-12)
Pembahasan Soal
Kuat arus listrik dalam suatu
rangkaian tiba-tiba turun dari 10 A
menjadi 2 A dalam waktu 0,1 s.
Selama peristiwa ini terjadi, timbul
ggl induksi sebesar 32 V dalam
rangkaian. Induktansi rangkaian
adalah ....
a. 0,32 H
b. 0,40 H
c. 2,5 H
d. 32 H
e. 40 H
UMPTN 1993
Pembahasan:
Diketahui:
AI = 10 A 2 A = 8 A
r
ind
= 32 V
r

ind
dI
L
d
32 V =
3,2 V
8 A
s
L =
3,2
8
s
V
A
= 0,4 H
Jawaban: e
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 138
Gambar 6.6
Sebuah kawat induktor
yang dialiri arus listrik.
I
a b
1anda ne,atif merupakan penvesuaian den,an Hukum lenz. Jika
laju perubahan kuat arus
J
J:
[
| j
\ )
konstan maka Persamaan (6-11) dapat
dituliskan seba,ai berikut.
2 1
2 1

L L
: : :
r
| | ~ A
~ ~
| |
A ~
| |
(6-13)
Keteran,an:

1
~ kuat arus listrik pada keadaan awal (A)

2
~ kuat arus listrik pada keadaan akhir (A)
: A ~ :
2
- :
1
~ selan, waktu perubahan kuat arus listrik (s)
Contoh 6.4
Sebuah kumparan den,an induktansi diri O,3 H dialiri arus seba,ai fun,si waktu
~ 1O - 1:
2
, dalam ampere dan : dalam sekon. 1entukan ,,l induksi diri van, terjadi
saat : ~ 2 s.
]awab:
Diketahui:
L ~ O,3 H
~ 1O - 1:
2
Den,an men,,unakan Persamaan (6-12) diperoleh
r ~

2
1O 1
J
L L :
J:
~ ~ ~
~ (- O,3 H)(- o:)
~ (- O,3)(- o)( 2)
~ 1,o V
Jadi, ,,l induksi diri pada saat : ~ 25 adalah 1,o V.
5. Energi yang Tersimpan dalam Induktor
lnduktor mampu menvimpan ener,i. lner,i tersebut tersimpan dalam
bentuk medan ma,net. Perhatikan Cambar 6.6. Jika sebuah induktor L
dialiri arus listrik van, selalu berubah terhadap waktu, besarnva te,an,an
antara titik c dan | adalah

c|
J
V L
J:

(6-11)
sehin,,a besarnva dava van, diberikan pada induktor adalah:
c|
J J
V L L
J: J:
[

| j
\ )
(6-15)
lner,i van, diberikan pada induktor diperoleh den,an men,-
inte,rasikan dava pada induktor sehin,,a diperoleh persamaan
\ J:
j

J
\ L J:
J:

j
Induksi Elektromagnetik 139
\ ~
L J
j
2
1

2
\ L
(6-16)
6. Rapat Energi dalam Bentuk Medan Magnetik
1elah diketahui besarnva induksi ma,netik di pusat solenoida
memenuhi persamaan berikut.
~
O
n

atau ~
O

n
Adapun induktansi diri pada solenoida adalah L ~
O
n
2
- . Jika nilai
dan nilai induktansi L Anda substitusikan ke dalam Persamaan (6-16)
akan diperoleh persamaan

2
2
2
O
O O
1

2 2
V
\ n -
n


[

| j
\ )

(6-17)
Den,an volume solenoida/toroida adalah V ~ - . Jika rapat ener,i
atau ener,i per satuan volume kita diberi notasi L, berlaku hubun,an:
2
O
2
\
L
V

(6-1o)
Contoh 6.5
Sebuah solenoida memiliki jumlah lilitan sebanvak 1OO buah, panjan, dan luas
penampan, solenoida adalah 75 cm dan 25 cm
2
. Hitun,lah:
a. induktansi diri solenoida,
b. ener,i van, dihasilkan pada solenoida jika arus listrik van, men,alir sebesar 1O A,
c. besar ,,l induksi diri van, terjadi jika dalam waktu 5 s kuat arus berubah menjadi
2,5 A.
]awab:
Diketahui:
| ~ 1OO lilitan ,
- ~ 25 cm
2
~ 251O
- 1
m
2
,
~ 75 cm ~ 75 1O
-2
m,
~ 1O A.
a. lnduktansi diri solenoida adalah L ~
2
| -

L ~

2
7 1 2
5
2
1 1O Wb/Am 1OO 25 1O m 1
1O H
3 75 1O m

~ ~
~
~

b. lner,i van, dihasilkan pada saat ~ 1O A adalah



2
2 5 3
1 1 1 2
1O H 1OA 1O J
2 2 3 3
\ L
~ ~
[

| j
\ )
c. Besar OOl induksi diri jika arus berubah menjadi 2,5 A adalah
5 5
1 1OA 2, 5A
1O H 2 1O V
3 5 s
J
L
J:
r
~ ~
~ [ [
~ ~ ~
| j| j
\ )\ )
Tantangan
untuk Anda
Sebuah kumparan (solenoida)
memiliki induktansi 500 mH.
Hitunglah besar induksi ggl yang
dibangkitkan dalam kumparan itu
jika ada perubahan arus listrik dari
100 mA menjadi 40 mA dalam waktu
0,01 s secara beraturan.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 140
Kata Kunci
gaya gelak listrik (ggl)
induksi elektromagnetik
Hukum Faraday
fluks medan magnetik
Hukum Lenz
gaya Lorentz
ggl induksi diri
kumparan primer
kumparan sekunder
induktansi silang
Gambar 6.8
Perubahan arus pada kumparan
1 akan memengaruhi arus pada
kumparan 2.
I
8. Induktansi Silang
Perhatikan Cambar 6.7. 1ampak dua buah kumparan, vaitu
kumparan primer P dan kumparan sekunder S van, berdekatan. Kumparan
primer P dihubun,kan den,an sumber te,an,an r dan hambatan variabel
n. Kumparan sekunder S dihubun,kan den,an sebuah ,alvanometer (O).
Jika pada kumparan primer terjadi perubahan kuat arus, den,an
men,ubah-ubah hambatan n, akan terjadi perubahan fluks ma,netik pada
kumparan primer. Den,an demikian, fluks ma,netik van, dilin,kupi
kumparan sekunder pun akan berubah pula. Perubahan fluks ma,netik
tersebut akan menimbulkan ,,l pada kumparan sekunder.
O,l van, timbul pada kumparan primer maupun kumparan sekunder
disebut |nJu|:cns| s||cn atau |nJu|:cns| :|m|c| |c|||. Besarnva ,,l induksi
van, timbul pada kumparan sekunder karena pen,aruh perubahan fluks
ma,netik dalam waktu J: memenuhi persamaan:
1 1
2
J J
| M
J: J:
r

d
~ ~
(6-19)
2 2
1 1
J J
| M
J: J:
r
d
~ ~
(6-2O)
Jika Persamaan (6-19) ditinjau lebih lanjut diperoleh
1 1
2 2 1 1
atau
J J
| M | J MJ
J: J:
d
d
Den,an metode inte,rasi, akan diperoleh:
2 1 1 2 1 1
| J M J | M d = d
j j
2 1
1
|
M

(6-21)
Den,an men,,unakan penalaran van, sama, maka dari Persamaan
(6-21) akan diperoleh:
1 2
2
|
M

(6-22)
Besar fluks ma,netik
1
d van, ditimbulkan oleh arus listrik
1
den,an
jumlah lilitan |
1
adalah
O 1 1
1 1
|
- -

d

. Jika nilai
1
d disubstitusi-
kan ke dalam Persamaan (6-21) diperoleh persamaan berikut.
O 2 1
| | -
M

(6-23)
Keteran,an:

1
~ kuat arus listrik kumparan primer (A)
M ~ induktansi silan, (H)
|
2
~ jumlah lilitan kumparan sekunder
|
1
~ jumlah lilitan kumparan primer
2
d ~ fluks ma,netik van, dilin,kupi oleh kumparan sekunder van, di-
timbulkan oleh kumparan primer (Wb)
Gambar 6.7
Induktor silang antara
dua buah kumparan.
r
R
P
S
G
Induksi Elektromagnetik 141
Contoh 6.6
Sebuah solenoida (kumparan 1) memiliki panjan, ~ oO cm den,an luas penampan,
- ~ 1 1O
-3
m
2
dan banvak lilitan |
1
~ 2.OOO lilitan. Di sekitar pusat solenoida,
dililitkan kumparan 2 den,an banvak lilitan |
2
~ 5OO lilitan. 1entukan:
a. induktansi silan, kedua kumparan,
b. ,,l van, timbul pada kumparan 2 jika pada kumparan 1 men,alir arus sebesar 2 A
van, berbalik arah dalam waktu O,1 s.
]awab:
a. Den,an men,,unakan Persamaan (6-23) besar induktansi silan, dapat
ditentukan seba,ai berikut.
M ~

7 3 2
O 2 1
1 1O Wb/Am 2.OOO 5OO 1 1O m
O, o m
| | -

~ ~

~ 2 1O
-2
H
b. Pada kumparan 1, untuk selan, waktu : ~ O,1 s, kuat arus 2A berbalik arah,
sehin,,a | A ~ (-2A) (-2A) ~ -1 A. Besar ,,l induksi pada kumparan 2
dapat diperoleh seba,ai berikut.
2
r ~

M
:
A
~
A
~

3
2
2 1O H 1 A
2 1O V
O, 1 s

~
~
~ ~

Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Jika ma,net permanen di,erakkan memasuki kumparan
kawat van, terpasan, sebuah amperemeter (alat ukur
arus), jarum amperemeter akan menvimpan, dari
kedudukan setimban,nva. Besaran apakah van,
menvebabkan timbulnva penvimpan,an tersebut'
Apakah van, terjadi pada jarum amperemeter jika:
a. batan, ma,net diam dalam kumparan,
b. batan, ma,net di,erakkan lebih cepat,
c. batan, ma,net di,erakkan keluar dari kumparan.
2. lluks ma,netik van, memoton, suatu kumparan
berkuran, dari 9 Wb menjadi 3 Wb dalam waktu 3 s.
Jika kumparan terdiri atas 5 lilitan, tentukan ,,l van,
dihasilkan.
3. Pada sebuah induktor den,an 5O lilitan men,alir arus
listrik van, berubah terhadap waktu, vaitu O,O5 A/s.
Dalam waktu van, sama, menimbulkan perubahan
fluks ma,net van, dilin,kupinva sebesar O,O1 Wb.
1entukan:
a. induksi diri kumparan,
b. ,,l induksi di ujun,-ujun, kumparan.
1. Sepoton, kawat ber,erak memoton, medan ma,netik
homo,en van, besarnva 2O 1 dan membentuk sudut
6O. Jika luas fluks van, terpoton, O,5 m
2
dalam waktu
O,5 s, tentukan ,,l induksi van, timbul.
5. Kawat PQ sepanjan, 2O cm di,erakkan ke kanan
den,an kecepatan 2O m/s dan memoton, te,ak lurus
induksi ma,netik ~ 5 1O
-2
1 seperti pada ,ambar.
1entukan besar ,ava lorentz pada kawat PQ dan arah
arusnva.
6. Dalam sebuah kumparan terdapat perubahan kuat arus
sebesar 1O A van, menimbulkan perubahan fluks
ma,netik 25 Wb pada kumparan kedua van, terletak
di luar kumparan pertama. 1entukan induktansi silan,
kedua kumparan jika kumparan kedua memiliki 1.OOO
lilitan.
Q
P
R = 0,5 O
v = 20 m/s
B

Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 142


sikat
karbon
cincin
luncur
arah putaran
kumparan
B. Aplikasi Induksi Elektromagnetik Faraday
Aplikasi induksi elektroma,netik laradav dalam kehidupan sehari-
hari antara lain seba,ai berikut.
1. Generator
Pernahkah Anda berkunjun, ke tempat Pemban,kit listrik 1ena,a
Air van, ada di Jatiluhur, Jawa Barat' Di sana terdapat alat listrik van,
dinamakan enerc:r. Oenerator adalah alat van, berfun,si men,ubah
ener,i kinetik menjadi ener,i listrik. Oenerator bekerja berdasarkan
prinsip induksi elektroma,netik. 1erdapat dua jenis ,enerator, vaitu
,enerator arus bolak-balik dan ,enerator arus searah.
a. Generator Arus Bolak-Balik
Cambar 6.9 menunjukkan skema ,enerator arus bolak-balik. Cara
kerja ,enerator tersebut adalah seba,ai berikut.
1) Kumparan van, diletakkan dalam medan ma,netik diputar sehin,,a
men,alami perubahan jumlah ,aris ,ava ma,netik. Akibatnva, terjadi
,,l induksi van, mampu men,hasilkan arus listrik. Arus listrik van,
dihasilkannva berupa arus bolak-balik (AC atau -|:ernc:|n Curren:)
karena setiap karbon akan mendapatkan polaritas ,,l induksi van,
berubah-ubah (kutub positif dan kutub ne,atif secara ber,antian).
2) Untuk menvalurkan arus listrik van, diperoleh, kedua ujun, kumparan
dipasan,i cincin van, terpisah dan ditempelkan pada sikat karbon
van, dihubun,kan den,an kabel penvalur.
b. Generator Arus Searah
Pada dasarnva, prinsip kerja ,enerator arus searah sama den,an prinsip
kerja ,enerator arus bolak-balik. Perbedaannva, pada ,enerator arus
searah dipasan, |mu:c:r berupa sebuah cincin belah. lun,si komutator
ini men,atur a,ar setiap sikat karbon selalu mendapatkan polaritas ,,l
induksi van, tetap (sikat pertama positif dan sikat lainnva ne,atif).
2. Transformator (Trafo)
Trcnsjrmc:r adalah alat van, berfun,si men,ubah (menaikkan atau
menurunkan) te,an,an listrik -C. leh karena itu, transformator diba,i
menjadi dua jenis, vaitu transformator s:e-u dan transformator s:e-Jun.
Gambar 6.9
Skema generator arus bolak-balik
Gambar 6.10
Skema generator arus searah
kumparan
komutator
sikat karbon
arah putaran
Induksi Elektromagnetik 143
1ransformator terdiri atas kumparan primer, kumparan sekunder, dan inti
besi. Contoh transformator ditunjukkan pada Cambar 6.11.
a. Transformator Step-up
1ransformator s:e-u berfun,si menaikkan te,an,an listrik AC. Ba,an
sederhana sebuah transformator s:e-u, ditunjukkan pada Cambar 6.12.
Pada transformator step-up jumlah lilitan sekunder lebih banvak daripada
jumlah lilitan primer (|
s
>|

).
b. Transformator Step-down
1ransformator s:e-Jun berfun,si menurunkan te,an,an listrik AC.
Ba,an sederhana sebuah transformator s:e-Jun ditunjukkan pada
Cambar 6.13. Pada transformator s:e-Jun, jumlah lilitan primer lebih
banvak daripada jumlah lilitan sekunder (|

>|
s
).
Prinsip kerja transformator adalah seba,ai berikut.
1) Kumparan primer dihubun,kan den,an te,an,an masukan berupa
arus bolak-balik (besar dan arahnva selalu berubah-ubah).
2) leh karena arus van, berubah-ubah, pada inti besi terjadi perubahan
jumlah ,aris ,ava ma,netik secara terus-menerus. Akibatnva, pada
kumparan sekunder terjadi ,,l induksi dan arus induksi seba,ai keluaran
(u:u:) dari transformator.
Perbandin,an antara te,an,an primer (V

) dan te,an,an sekunder


(V
s
) pada transformator sama den,an perbandin,an antara jumlah lilitan
primer (|

) dan lilitan sekunder (|


s
). Secara matematis dapat ditulis
seba,ai berikut.

s s
V |
V |

(6-21)
Keteran,an:
V

~ te,an,an primer (V)


|

~ jumlah lilitan primer


V
s
~ te,an,an sekunder (V)
|
s
~ jumlah lilitan sekunder
Jika pada transformator dian,,ap tidak ada ener,i listrik van, ber-
ubah menjadi ener,i bentuk lain (trafo ideal), berlaku hubun,an seba,ai
berikut.
dava primer ~ dava sekunder

p
~
s
atau V
p

p
~ V
s

s
(6-25)
Keteran,an:

~ dava primer (W)

s
~ dava sekunder (W)

~ arus primer (A)

s
~ arus sekunder (A)
Gambar 6.11
Transformator
Gambar 6.12
Bagan transformator step-up
primer
N
p
sekunder
N
s
Gambar 6.13
Bagan transformator step-down
Sumber: PHYWE, 1989
primer
N
p
sekunder
N
s
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 144
Aktivitas Fisika 6.2
Membuat Transformator
Tujuan Percobaan
Membuat transformator step-up.
Alat-Alat Percobaan
1. Kawat tembaga kira-kira 1 m
2. Sumber tegangan 12 V (AC)
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah peralatan seperti gambar berikut.
2. Lilitkan 10 lilitan kawat pada bagian kiri inti besi, sebagai kumparan primer.
Kemudian, sebanyak 20 lilitan pada bagian karena inti besi yang lain, sebagai
kumparan sekunder. Hubungkan dengan sumber tegangan.
3. Catat besar tegangan yang terbaca pada voltmeter.
4. Teruskan menambah 10 lilitan pada kumparan sekunder hingga menjadi 50
lilitan. Amati dan catat besar tegangan yang terbaca pada voltmeter.
5. Masukkan data hasil pengamatan Anda pada tabel. Kemudian, buatlah grafik
tegangan sekunder terhadap jumlah lilitan sekunder.
6. Berikan kesimpulan Anda dari kegiatan ini.
kumparan
inti besi
voltmeter
No
1.
2.
3.
4.
Jumlah Lilitan Sekunder
20
30
40
50
Data Percobaan
Besar Tegangan Sekunder
....
....
....
....
Contoh 6.7
Sebuah trafo step-down akan di,unakan untuk menvalakan radio 21 V dari sumber
PlN 22O V. 1entukan:
a. perbandin,an lilitan primer dan sekunder trafo tersebut,
b. jumlah lilitan primer jika lilitan sekundernva 1OO lilitan,
c. arus van, di,unakan radio jika di kumparan primer terdapat arus sebesar O,1 A.
]awab:
Diketahui :
V

~ 22O V, |
s
~ 1OO lilitan, V
s
~ 22 V,

~ O,1 A.
a. Perbandin,an te,an,an sebandin, den,an perbandin,an jumlah lilitan.
22O V
22 V

s s s
V | |
V | |
-
Jadi, perbandin,an |

: |
s
~ 1O:1
b. Berdasarkan hasil perhitun,an ba,ian c maka:
1O
1.OOO
1OO 1

|
| -
Jadi, jumlah lilitan primer 1.OOO lilitan.
c. Untuk men,hitun, arus listrik dapat di,unakan persamaan


~
s
atau V

~ V
s

s
O, 1 A
22 V
1 A
22O V

s
s
s s

V
- -
Jadi, arus van, di,unakan radio adalah 1 A.
Tantangan
untuk Anda
Anda memiliki walkman yang
menggunakan baterai 3 V.
Bagaimana caranya agar
walkman tersebut dapat
menggunakan listrik dari PLN
yang besarnya 220 V?
Induksi Elektromagnetik 145
Pada kenvataannva tidak ada transformator van, ideal. Seba,ian ener,i
listrik berubah menjadi bentuk ener,i lain dalam transformator, misalnva
ener,i panas. Jadi, untuk transformator tidak ideal selalu berlaku dava
sekunder lebih kecil daripada dava primer (
s
<

) sehin,,a efisiensinva
lebih kecil dari 1OO'.
lfisiensi sebuah transformator didefinisikan seba,ai hasil ba,i dava
listrik sekunder den,an dava listrik primer. lfisiensi transformator
dinvatakan dalam persen, secara matematis ditulis
1OO'
s


(6-26)
Keteran,an:
~ efisiensi transformator

s
~ dava listrik sekunder

~ dava listrik primer


Contoh 6.8
Tidak ada transformator yang
efisiensinya 100% karena sebagian
energi listrik berubah menjadi
bentuk energi lain.
Ingatlah
Sebuah transformator dalam sebuah radio transistor dapat men,ubah te,an,an dari
22O V menjadi 9 V. Jumlah lilitan sekundernva 9O lilitan, ternvata kuat arus van,
men,alir pada radio O,1 A. Jika efisiensi transformator tersebut oO', tentukan:
a. kuat arus listrik pada kumparan primer,
b. dava primer dan dava sekunder.
]awab:
Diketahui :
V

~ 22O V, |
s
~ 9O lilitan, V
s
~ 9 V,
s
~ O,1 A.
a. 1ransformator tidak bersifat ideal, maka berlaku
1OO' 1OO'
s s s

V
V





9 V O, 1 A
oO' 1OO' O, O2 A
22O V

-
Jadi, kuat arus listrik pada kumparan primer adalah O,O2 A.
b. Untuk men,hitun, dava pada setiap kumparan dapat di,unakan
persamaan

~ V



~ (22O V)(O,O2 A) ~ 1,1 W
Jadi, dava primernva adalah 1,1 W.

s
~ V
s

s
~ (9 V)(O,1 A) ~ 3,6 W
Jadi, dava sekundernva adalah 3,6 W.
c. Arus Pusar pada Transformator
Perhatikan batan, konduktor antara dua muka kutub elektroma,netik
seperti van, ditunjukkan pada Cambar 6.14(a). Jika medan ma,netik
antara muka kutub itu berubah terhadap waktu, fluks van, melalui
sembaran, simpal tertutup dalam batan, akan berubah ju,a sehin,,a
timbul arus. Arus ini dinamakan den,an crus eJJ, atau arus pusar.
Arus pusar van, terjadi pada inti trafo meru,ikan sebab trafo
kehilan,an ener,i atau davanva menjadi panas. Jika panas ini cukup
tin,,i, trafo dapat terbakar sehin,,a rusak.
Untuk mence,ah keru,ian dava, batan, konduktor transformator
dibuat berlapis-lapis, seperti pada Cambar 6.14(b). Di antara lapisan
pelat lo,am diberi isolasi (|c|er) sehin,,a lin,karan arus pusar menjadi
Gambar 6.14
(a) Trafo dengan inti besi.
(b) Trafo dengan inti besi
berupa lempengan yang
terpisahkan oleh laker.
arus pusar
inti besi
kumparan
(a)
(b)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 146
kecil. Den,an cara seperti ini, keru,ian dava akibat arus pusar dapat
dikuran,i.
1idak semua arus pusar bersifat meru,ikan, pada beberapa peralatan
van, men,,unakan prinsip induksi elektroma,netik, arus pusar van,
timbul dapat men,untun,kan, seperti pada rem ma,netik, tun,ku listrik,
dan setrika listrik.
3. Transmisi Daya Listrik Jarak Jauh
1ransmisi dava listrik jarak jauh merupakan proses penvaluran dava
listrik ke tempat tujuan tertentu van, jaraknva jauh dari pusat pemban,kit
listrik. listrik van, sampai di rumah-rumah penduduk adalah hasil
transmisi dava listrik jarak jauh.
Ada dua cara mentransmisikan dava listrik jarak jauh, vaitu:
1. den,an kuat arus listrik besar van, dihasilkan oleh ,enerator,
2. den,an te,an,an van, lebih tin,,i dari te,an,an van, dihasilkan
oleh ,enerator.
Pada umumnva, transmisi dava listrik jarak jauh men,,unakan te,an,-
an tin,,i. Keuntun,an van, diperoleh den,an men,,unakan transmisi
te,an,an tin,,i adalah arus listrik van, men,alir melalui kawat relatif
kecil sehin,,a ukuran kawat transmisi van, kecil ju,a dapat memberikan
an,,aran biava jauh lebih ekonomis, dan dava listrik van, hilan, sepanjan,
kawat transmisi jauh lebih kecil sehin,,a diperoleh efisiensi dava listrik
van, besar.
Pada proses transmisi dava listrik jarak jauh di,unakan transformator
step-up van, terdapat di pusat pemban,kit van, menaikkan te,an,an
hin,,a mencapai sekitar 15O.OOO V. Kemudian, dava listrik ditransmisikan
ke kota-kota tujuan. Di kota-kota tujuan, di,unakan transformator step-
down van, dipasan, di ,ardu-,ardu listrik sehin,,a te,an,an listrik siap
di,unakan pada te,an,an sekitar 22O V.
Gambar 6.15
Bagan transmisi daya listrik
jarak jauh
transmisi tegangan tinggi
generator
transformator transformator gardu listrik
rumah
pabrik
tiang listrik
pusat
pembangkit
listrik
Contoh 6.9
Sebuah ,enerator van, dapat men,hasilkan dava listrik 2O MW ditransmisikan melalui
pen,hantar den,an hambatan n ~ O 2O . Hitun,lah persentase dava van, hilan,
menjadi kalor jika:
a. te,an,an van, di,unakan transmisi 1O kV,
b. te,an,an dinaikkan oleh trafo step up menjadi 1OO kV.
]awab:
Diketahui: ~ 2O MW, R ~ O 2O
a. Persentase dava listrik van, hilan, jika di,unakan te,an,an transmisi 1O kV
dapat dihitun, seba,ai berikut.
6
transmisi 3
2O 1O W
5OO A
1O 1O V

Kata Kunci
generator
Alternating Current
komutator
transformator/trafo
transformator step-up
transformator step-down
efisiensi transformator
arus pusar (arus eddy)
Sumber: Jendela IPTEK, 1995
Induksi Elektromagnetik 147
Dava van, hilan, menjadi kalor (
hilan,
) adalah

hilan,
~
2
n ~ (5OO A)
2
( 2O O) ~ 5 MW
Persentase
hilan,
5 MW
1OO' 25'
2O MW

b. Dava van, hilan, jika te,an,an transmisi dinaikkan melalui trafo menjadi
1OO kV adalah
6
transmisi 3
2O 1O W
5O A
1OO 1O V

Dava van, hilan, menjadi kalor (


hilan,
) adalah

hilan,
~
2
n ~ (5O A)
2
( 20O) ~ 5O W
Jadi, persentase
hilan,
5O kW
1OO' O, 25'
2O MW

V
.
1. Sebuah transformator step-up memiliki oO lilitan pada
kumparan primernva dan 1.OOO lilitan pada kumparan
sekundernva. Kumparan primer diberi arus bolak-balik
berte,an,an 12O V.
a. Berapa te,an,an kumparan sekunder'
b. Jika arus dalam kumparan sekunder 2,O A, berapa
arus van, men,alir dalam kumparan primer'
c. Berapa dava masukan dan dava keluaran
transformator'
2. Sebuah transformator dihubun,kan den,an sumber
te,an,an PlN 22O V dan kuat arusnva O,1 A. 1ernvata
te,an,an keluarannva sebesar 22 V dan kuat arusnva
O,6 A.
Hitun,:
a. efisiensi transformator,
b. perbandin,an jumlah lilitan primer dan
sekunder.
3. Sebuah transformator van, dipasan, pada radio
memiliki spesifikasi 12 V, terminal primernva
dihubun,kan den,an sumber PlN 22O V. Jika jumlah
lilitan sekunder transformator tersebut 36O lilitan dan
arus van, men,alir dalam radio O,o A, tentukan
a. jumlah lilitan primer,
b. kuat arus pada kumparan primer,
c. dava primer dan dava sekunder jika efisiensi
transformator 6O'.
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
C. Arus dan Tegangan Listrik Bolak-balik
Arus dan te,an,an listrik bolak-balik memiliki nilai van, selalu
berubah-ubah terhadap waktu secara periodik, baik besar maupun
arahnva. Besaran arus dan te,an,an bolak-balik, dilamban,kan den,an
. Dewasa ini, hampir semua peralatan rumah tan,,a dioperasikan
den,an ener,i listrik arus bolak-balik. Seperti Anda ketahui, perbedaan
mendasar antara arus bolak-balik dan arus searah adalah polaritasnva.
Untuk men,etahui polaritas arus searah van, selalu tetap dan arus
bolak-balik van, selalu berubah, dapat di,unakan osiloskop (Cc:|Je nc,
sc||sce). Melalui alat ini, dapat ju,a diamati nilai frekuensi dan
perubahan te,an,an pada setiap saat dalam bentuk ,rafik. Adapun untuk
men,ukur nilai te,an,an efektif dan kuat arus listrik efektif dapat
di,unakan voltmeter AC dan amperemeter AC.
1. Sumber Tegangan Bolak-Balik (AC)
Bentuk te,an,an arus AC van, terbaca pada monitor osiloskop
berubah secara periodik menurut fun,si sinus. Salah satu sumber AC,
vaitu ,enerator arus AC. Dalam ,enerator ada kumparan van, dapat
berputar bebas dalam medan ma,net homo,en.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 148
Gambar 6.18
Pengukuran arus listrik dengan
menggunakan volmeter.
(a) (b)
Perhatikan Cambar 6.16. silasi ,ava ,erak listrik dan arus bolak-
balik dihasilkan dari sebuah kumparan van, berputar den,an laju tetap.
Pada ,ambar ,rafik tersebut, puncak dan simpul ,elomban, menunjukkan
kedudukan kumparan terhadap besar sudut van, ditempuhnva.
Besar ,,l van, dihasilkan dari sebuah ,enerator van, berputar
memenuhi persamaan berikut.
- |
:
r
Ad

A
atau untuk O, : A - -
J
|
J:
r
d

karena d ~ - cos0 maka


cos
-
J -
|
J:
0
r atau
cos
-
J - :
|
J:
c
r (6-27)
Jika kita turunkan Persamaan (6-27) didapat
sin |- : r c c
(6-2o)
Atau dapat ju,a dituliskan den,an
maks
sin : r r c (6-29a)
Karena ,,l induksi sama den,an beda te,an,an di antara dua kutub ,,l
induksi maka dapat ditulis
maks
sin V V : c (6-29b)
Keteran,an:
mc|s
r ~ ,ava ,erak listrik maksimum (volt)
~
| - c
(volt)
V
mc|s
~ te,an,an maksimum (volt)
d ~ fluks ma,netik (Wb)
| ~ jumlah lilitan kumparan
- ~ luas bidan, kumparan (m
2
)
~ besarnva induksi ma,netik (1)
c ~ frekuensi sudut putaran kumparan (rad/s) ~
c
:
Jika ,enerator tersebut dihubun,kan den,an ran,kaian tertutup,
akan men,alir arus.
2. Alat Ukur Tegangan dan Arus Bolak-Balik
Untuk men,etahui adanva te,an,an listrik pada suatu ran,kaian,
salah satunva di,unakan sebuah alat van, disebut :es:en (Cambar 6.17).
Akan tetapi, testpen tidak dapat men,etahui besarnva te,an,an van,
men,alir pada ran,kaian tersebut. Adapun untuk men,ukur nilai te,an,an
dan kuat arus AC di,unakan voltmeter AC dan amperemeter AC. Nilai
van, terbaca pada alat ukur ini menunjukkan har,a efektif dari te,an,an
dan kuat arus. Melalui Cambar 6.1S, Anda dapat memahami hasil
pen,ukuran arus listrik dalam sebuah ran,kaian.
Gambar 6.16
Grafik tegangan dan arus listrik
bolak-balik terhadap waktu.
(a)
(b)
V
V
m
V = V
m
c sin t
T 2T
I
I
m
I = I
m
c sin t
T 2T
bagian atas yang
berlogam
bagian tengah
yang transparan
lampu
logam
Gambar 6.17
Cara pengukuran dengan testpen
Induksi Elektromagnetik 149
Gambar 6.19
Pengukuran tegangan pada
sebuah rangkaian
resistor
voltmeter
Dari pen,amatan melalui osiloskop, sumbu vertikal diatur pada te,an,an 3 V/cm,
Contoh 6.10
Gambar 6.20
kWh meter yang ada di rumah
digunakan untuk mengukur
daya listrik yang terpakai.
Pada Cambar 6.1S(a), terminal kutub positif dihubun,kan den,an
arus maksimum O,6 A, pada amperemeter terbaca nilai arus O,5 A, sedan,-
kan Cambar 6.1S(b) terminal positif dihubun,kan den,an arus maksimal
3 A ternvata terbaca nilai arus 2,5 A. Pen,ukuran ini menunjukkan bahwa
an,ka van, terbaca pada alat ukur adalah nilai efektifnva. Demikian
pula dalam men,ukur te,an,an sebuah ran,kaian seperti Cambar 6.19.
Ketika arus men,alir, jarum penunjuk voltmeter mulai berubah. Nilai
van, terbaca menunjukkan har,a efektif te,an,an ran,kaian listrik. Anda
dapat ju,a men,ukur kuat arus, te,an,an, dan hambatan listrik baik
arus AC maupun arus DC den,an men,,unakan multimeter
(Amperemeter, Voltmeter, dan hmmeter) dan osiloskop.
3. Nilai Efektif Tegangan dan Kuat Arus AC
Alat ukur van, di,unakan untuk men,etahui jumlah dava van,
terpakai pada kebutuhan ener,i listrik di rumah adalah kWh meter.
Deretan an,ka menunjukkan besar ener,i listrik van, terpakai.
Perhatikan Cambar 6.20. 1ampak jelas an,ka van, menunjukkan
besar ener,i listrik van, terpakai dalam satuan kWh (||| \c:: |ur).
lner,i ini diperoleh dari nilai
ej
dan V
ej
. Har,a efektif arus atau te,an,an
bolak-balik adalah kuat arus atau te,an,an bolak-balik van, dian,,ap
setara den,an arus atau te,an,an searah van, men,hasilkan jumlah kalor
van, sama ketika melalui suatu pen,hantar dalam waktu van, sama.
Sebuah pen,hantar seperti Cambar 6.21(a) memiliki hambatan n dalam
waktu
1
2
:. Besar ener,i kalor van, dihasilkan oleh arus efektifnva adalah
Gambar 6.21
(a) Sebuah rangkaian dengan
hambatan R;
(b) Grafik hubungan I dengan t.
(a)
A B
I
I
m
I
ef
t
(b)
1
2
t
r r c sin
m
t
R
sedan,kan selan, waktu menunjukkan o ms/cm. Skala tiap kotak memiliki ukuran
1 cm 1 cm. 1entukan:
a. te,an,an maksimum,
b. frekuensi sumber.
]awab:
Diketahui: V

~ 3 V/cm
a. Pada ,ambar terbaca te,an,an puncak (V

) adalah 6 cm, karena skala vertikal


3 V/cm maka
V

~ 6 cm 3 V/cm ~ 1o volt. Jadi te,an,an maksimumnva adalah


V
mc|s
~
1
2
V ~
1
2
(1o V) ~ 9 V
b. Periode dalam ,rafik 1 cm. Skala horizontal o ms/cm maka
T ~ 1 cm o ms/cm ~ 32 ms ~ O,O32 s.
Jadi, frekuensi sumber
1 1
31, 25 Hz
O, O32
j j
T
=
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 150
Q
ej
~
2
ej
n
1
2
: (6-3O)
lner,i kalor van, dihasilkan dalam ran,kaian arus AC memiliki nilai
van, selalu berubah secara periodik dalam waktu
1
2
T dan memenuhi
persamaan
1
2
2
O

:
-C
Q n J:
j
(6-31)
Persamaan (6-30) dan Persamaan (6-31) memiliki nilai van, sama
sehin,,a dapat diperoleh besar arus efektifnva
Q
ej
~

Q
-C

2
ef
n
1
2
: ~
1
2
2
O

:
n J:
j

2
ef
n
1
2
: ~
2
maks
2

n
1
2
: (6-32)
den,an men,,unakan cara matematika diperoleh arus efektif (
ej
) seba,ai
berikut.

ej
~
maks
2

(6-33)
Den,an cara van, sama, te,an,an efektif (V
ej
) akan diperoleh persamaan:
V
ej
~
ej
n
V
ej
~
maks
2
V
(6-31)
Sebuah ran,kaian van, dihubun,kan den,an sumber listrik bolak-balik, diukur
den,an voltmeter dan menunjukkan an,ka 2O volt. Berapakah har,a maksimum
te,an,an bolak-balik sumber dan tuliskan persamaannva jika frekuensinva 6O Hz.
]awab:
Diketahui:
V
ej
~ 2O V,
j ~ 6O Hz.
a. Nilai te,an,an maksimum V
maks
dihitun, den,an men,,unakan Persamaan
(6-34) sehin,,a diperoleh:
V
maks
~

V
ej
2
~

2O 2 V
b. Persamaan te,an,an diperoleh den,an men,,unakan Persamaan (6-29), vaitu
V~ V
maks
sinc :
~ 2O 2 sin 12O :
Contoh 6.11
Tantangan
untuk Anda
Apakah yang menyebabkan
sengatan listrik, arus listrik, atau
tegangan listrik?
Induksi Elektromagnetik 151
Gambar 6.22
Grafik hubungan I dan t
I
maks
= kuat arus maksimum
I
r
= kuat arus rata-rata.
I
I
maks
I
r
t
Sebuah ran,kaian arus bolak-balik memiliki har,a te,an,an seba,ai fun,si waktu,
vaitu V ~ 5O 2 sin 5O V. Hitun,lah:
a. te,an,an maksimum (V
mc|s
),
b. te,an,an puncak ke puncak (V

),
c. te,an,an efektif (V
ej
),
d. frekuensi an,uler (c ),
e. periode ( T ),
f. frekuensi ( j ),
,. te,an,an setelah : ~ O,O15 sekon.
]awab:
Den,an menvamakan persamaan te,an,an van, diketahui terhadap Persamaan
(6-29), maka diperoleh:
V ~ V
m
sinc : = V ~ 5O 2 sin 5O :
dari persamaan tersebut diperoleh:
V ~ 5O 2 V dan c ~ 5O rad/s
a. V
m
~ 5O 2 V
b. V

~ 2 V
m
~ 2 (5O 2 V) ~ 1OO 2 V
c. V
ej
~ = =
5O 2
V 5O V
2 2
m
V
d. c ~ 5O rad/s
e. c ~

c
= = = =
2 2 2
s
5O 25
T
T
f. j ~

=
25
Hz

T
,. V ~ 5O 2 sin 5O : ~ 5O 2 sin 5O(O,O15 ) ~ 5O V
Contoh 6.12
1
2
t
4. Harga Kuat Arus dan Tegangan Rata-Rata
Har,a kuat arus bolak-balik rata-rata adalah kuat arus bolak-balik
van, nilainva setara den,an kuat arus searah untuk memindahkan
muatan listrik van, sama dalam waktu van, sama. Perhatikan ,rafik
sinusoida dari arus AC selama
1
2
T sekon (Cambar 6.22).
Untuk arus searah, setelah
1
2
T (seten,ah periode) muatan van,
dilaluinva memenuhi persamaan:

Jc
~
r
1
2
T (6-35)
Adapun jumlah muatan van, dilalui arus bolak-balik dalam ran,kaian
adalah:

cc
~
1
2
O
T
mc|s

j
sinc :J: (6-36)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 152
Tugas Anda
Arus listrik bolak-balik dapat
diamati menggunakan osiloskop.
Bersama kelompok belajar Anda,
gunakan osiloskop yang ada di
laboratorium sekolah Anda untuk
mempelajari penggunaan
osiloskop tersebut. Catatlah hal-
hal yang Anda anggap penting.
Mintalah bimbingan guru Fisika
Anda untuk melakukan tugas ini.
Dari Persamaan (6-35) dan Persamaan (6-36) akan diperoleh per-
samaan arus rata-rata seba,ai berikut.

r
~
1
2
O
T
mc|s

j
sinc :J: (6-37)
Den,an men,,unakan cara matematika, diperoleh:

r
~

2
mc|s

(6-3o)
Den,an penjabaran van, sama akan diperoleh persamaan te,an,an
rata-rata untuk arus AC sebesar:
V
r
~

2
mc|s
V
(6-39)
Keteran,an:
V
r
~ te,an,an rata-rata (V)
V
mc|s
~ te,an,an maksimum (V)
Persamaan te,an,an bolak-balik suatu ran,kaian listrik memenuhi persamaan
V ~ 311 sin 5O V. 1entukan te,an,an rata-rata van, dihasilkan sumber tersebut.
]awab:
Diketahui: V ~ 311 sin 5O V, V
mc|s
~ 311 V.
Den,an men,,unakan Persamaan (6-39) diperoleh
V
r
~

2
mc|s
V
~
( ) 2 311 V
3,11
~ 2OO V
Contoh 6.13
5. Diagram Fasor
Untuk mempermudah men,analisis arah te,an,an dan kuat arus,
di,unakan metode dia,ram fasor. lasor (|cse te|:r) adalah suatu besaran
van, dilukiskan seba,ai suatu vektor van, besar sudut putarnva terhadap
sumbu horizontal sama den,an sudut fasenva : 0 c = . lasor suatu vektor
berputar berlawanan arah jarum jam den,an kecepatan sudut c tetap
di,ambarkan oleh sebuah anak panah untuk menvatakan te,an,an dan
kuat arus dari suatu ran,kaian listrik. Pada Cambar 6.23 dapat Anda
perhatikan dia,ram fasor dari te,an,an dan arus bolak-balik.
Sumbu horizontal pada Cambar 6.23 adalah untuk menentukan
besarnva sudut fase van, diukur dalam satuan derajat atau radian,
sedan,kan sumbu vertikal untuk menentukan nilai te,an,an dan kuat
arus van, merupakan besaran skalar (bukan vektor). Melalui metode
dia,ram fasor ini diharapkan Anda dapat memahami arah fase vektor
den,an mudah.
6. Resistor pada Rangkaian Arus Bolak-Balik
Pada Cambar 6.24 sebuah resistor murni n dipasan, dalam ran,kaian
tertutup arus bolak-balik. Orafik te,an,an sumber van, bersifat sinusoida
akan men,hasilkan arus van, ju,a bersifat sinusoida.
Gambar 6.23
Grafik fasor I dan V
I
m
V
m
ct
Gambar 6.24
Rangkaian arus AC dengan
hambatan murni R.
a b
I
V = V
m
sinc t
R
Induksi Elektromagnetik 153
Persamaan te,an,an bolak-balik antara ujun,-ujun, resistor murni
n adalah
V ~ V
m
sinc : (6-1O)
Den,an memerhatikan Hukum Ohm van, menvatakan bahwa kuat arus
van, men,alir ~
V
n
memiliki hubun,an den,an
m
~
m
V
n
, maka besar
arus bolak-balik van, men,alir melalui ran,kaian memenuhi persamaan:
~
m
sinc : (6-11)
Perhatikan Cambar 6.25. Berdasarkan Persamaan (6-40) dan
Persamaan (6-41), arus maksimum dan te,an,an maksimum memiliki
fase van, sama. Artinva, ketika posisi kumparan mencapai sudut (1oO)
te,an,an dan arus van, melalui ran,kaian mencapai nilai minimum. lebih
jelasnva, Anda perhatikan Cambar 6.26. Dia,ram fasor dari kuat arus
dan te,an,annva memiliki arah van, sama.
ct
I
maks
V
maks
Gambar 6.26
Diagram fasor arus I dan
tegangan V memiliki arah
yang sama.
Gambar 6.27
Rangkaian arus bolak-balik
dipasang seri dengan sebuah
induktor murni.
Gambar 6.25
Grafik kuat arus I dan tegangan V
pada rangkaian hambatan murni,
arus I, dan tegangan V sefase.
rotasi
V
m
i
m
V = V
m
sinc t
i = i
m
sinc t

2
3
2
5
2
2 3
ct
Resistor merupakan salah satu komponen listrik van, serin, di,unakan. Setiap
resistor van, dijual di pasaran memiliki nilai resistansi tertentu. 1u,as Anda, buatlah
resume men,enai cara men,identifikasi nilai sebuah resistor. Setelah membuat
resume ini, diharapkan Anda dapat men,enali resistor dan mampu menentukan
nilai resistansinva dari ciri-ciri van, dimiliki resistor tersebut. A,ar lebih menarik,
sertakan ,ambar macam-macam resistor dalam tulisan Anda.
Mari Mencari Tahu
a b
L
I = I
m
sinc t
7. Induktor Murni pada Rangkaian Arus Bolak-Balik
Perhatikan Cambar 6.27. Sebuah induktor murni memiliki induk-
tansi diri L. Pada saat arus listrik men,alir dalam ran,kaian, akan timbul
,ava ,erak listrik induksi (,,l) di antara ujun, induktor van, besarnva
adalah:
J
L
J:
r = ~
Adapun beda te,an,an antara ujun,-ujun, kumparan seba,ai fun,si
waktu adalah
V ~ V
m
sinc : (6-12)
Jika Anda perhatikan ran,kaian arus bolak-balik dalam Cambar 6.2S,
ran,kaian tersebut merupakan ran,kaian tertutup dan berlaku Hukum
ll Kirchoff. Hukum ll Kirchoff, menvatakan bahwa
O n r X + X =
leh karena dalam ran,kaian tersebut resistor murni tidak ada, vaitu
nilai n ~ O, maka diperoleh persamaan kuat arus seba,ai berikut.
n
sum|er

|nJu|:r
~ O
O V
m
sinc : - L
J
J:
~ O
J
J:
~
m
V
L
sinc :
Gambar 6.28
Grafik kuat arus I dan tegangan V
pada rangkaian induktif murni.
Tegangan V mendahului arus I
sekitar 90.
I = I
m
sinc t
V
m
i
m

2
ct
V = V
m
sin ( ct )
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 154
J
j
~ sin
m
V
: J:
L
c
j
~ ( ) - cos
m
V
:
L
c
c
~
( )
sin
2
m
V
:
L

c
c
~
~
sin -
2
m
:

c
[
| j
\ )
(6-13)
Den,an memerhatikan penurunan Persamaan (6-43) diketahui bahwa
m
m
V

L c
= . Menurut Hukum hm, L c merupakan nilai hambat induktor
van, disebut reaktansi induktif (X
L
) sehin,,a dapat ditulis
X
L
~c L atau X
L
~ 2 j L (6-11)
Keteran,an:
X
L
~ reaktansi induktif ( O )
c ~ kecepatan sudut (rad/s)
L ~ induktansi diri (H)
j ~ frekuensi (Hz)
Den,an men,amati hubun,an Persamaan (6-42) dan Persamaan
(6-43), diketahui perbedaan fase antara te,an,an dan kuat arus van,
melalui ran,kaian induktif tersebut sebesar
2

. Den,an sudut fase arus


tertin,,al adalah
2

rad dari sudut fase te,an,an.


Anda akan lebih memahami jika memerhatikan ,rafik te,an,an
sinusoidal dan ,rafik arus sinusoidal terhadap waktu melalui Cambar
6.29. Jika te,an,an pada ujun,-ujun, ran,kaian maksimum, nilai arus
dalam ran,kaian akan minimum ~ O. Sebaliknva, jika te,an,an bernilai
minimum, arus van, melalui ran,kaian akan maksimum ~
mc|s
.
Gambar 6.29
Diagram fasor arus I dan
tegangan V. Tegangan
mendahului 90.
V
L
I
90
Pada sebuah ran,kaian arus bolak-balik den,an frekuensi
1OO

Hz dipasan, induktor
sebesar O,25 H. Ran,kaian ini men,hasilkan arus maksimum 2 A. Hitun, te,an,an
maksimum induktor tersebut.
]awab:
Diketahui:
frekuensi ( j )~
1OO

,
Contoh 6.14
arus maksimum (
m
)

~ 2 A,
induktansi induktor (L) ~ O,25 H.
1e,an,an maksimum dapat dihitun, den,an persamaan
V
m
~ X
L

m
~

2
m
jL
~ ( )
( )
2 Hz O, 25 H 2 A 1OO V

100 [
=
| j
\ )
Induksi Elektromagnetik 155
8. Kapasitor pada Rangkaian Arus Bolak-Balik
Prinsip ke,unaannva sama den,an induktor. Kapasitor dalam
ran,kaian arus bolak-balik dipasan, untuk memperoleh ener,i listrik van,
lebih besar. Arus listrik van, melalui kapasitor van, kapasitasnva sebesar
C selama A: akan menvebabkan kapasitor berisi muatan sebesar
A = A Q : (6-15)
Adapun muatan van, tersimpan dalam kapasitor (Cambar 6.31) adalah
AQ ~ CAV
c|
(6-16)
di mana
V
c|
~ V ~ V
m
sinc : (6-17)
Dari kedua Persamaan (6-42) dan Persamaan (6-43) dapat diperoleh
A = A
c|
C V :
~
c|
J V
C
J:
~
( ) sin
m
J V :
C
J:
c
~ C(O sinc : V
m
c cos c :)
~ V
m
c C cos c :
~
m
cos c :
~
m
sin
2
:

c
[
+
| j
\ )
(6-1o)
Den,an memerhatikan penurunan Persamaan (6-4S), diketahui bahwa

m
~ V
m
c C. Menurut Hukum hm,
c
1
C
merupakan nilai hambatan
kapasitor van, disebut reaktansi kapasitif (X
L
) sehin,,a dapat ditulis
X
C
~
c
1
C
atau X
C
~

1
2 jC
(6-19)
Keteran,an:
X
C
~ reaktansi kapasitif ( O)
C ~ kapasitas kapasitor (l)
c ~ frekuensi sudut (rad/s)
Den,an men,amati hubun,an Persamaan (6-47) dan Persamaan
(6-4S) diketahui perbedaan fase antara te,an,an dan kuat arus van,
melalui ran,kaian kapasitif tersebut sebesar
2

. Den,an sudut fase arus


mendahului adalah
2

rad dari sudut fase te,an,an.


Anda akan lebih memahami jika memerhatikan ,rafik te,an,an
sinusiodal dan ,rafik arus sinusiodal terhadap waktu melalui Cambar
6.32.
Jika te,an,an pada ujun,-ujun, ran,kaian maksimum, nilai arus
dalam ran,kaian akan maksimum ~
m
. Sebaliknva, jika te,an,an
bernilai maksimum, arus van, melalui ran,kaian akan minimum ~ O.
Gambar 6.32
Diagram fasor I dan V pada
kapasitor.
Gambar 6.31
Grafik I dan V pada kapasitor
dalam rangkaian AC.
Gambar 6.30
Rangkaian kapasitor
a b
C
V = V
m
sinc t
V
i
V = V
m
sin

c
[
~
| j
\ ) 2
t
i = i
m
sinc t
V
I
90
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 156
Tantangan
untuk Anda
Sebuah kapasitor 100 F
dihubungkan dengan sumber
tegangan bolak-balik. Arus yang
mengalir melalui rangkaian
memenuhi persamaan
I = 4 sin 200t A. Tuliskan
persamaan tegangan
kapasitor itu.
Sebuah kapasitor den,an C ~ 2OO dipasan, pada sumber te,an,an bolak-balik
den,an frekuensi j ~

5O
Hz. 1e,an,an maksimum V
m
~ 1OO V, seperti pada ,ambar
berikut.
Hitun, arus maksimum pada kapasitor tersebut.
]awab:
Diketahui: C ~ 2OO ~ 2 1O
-1
l, j ~

5O
Hz, V
m
~ 1OO V,
c ~ 2 j~ 2

5O
~ 1OO rad/s
X
C
~
c
1
C

( )( )
~

1
1
1OO rad/s 2 1O l
~ 5O O
leh karena itu, arus maksimumnva adalah
m
~
m
C
V
X
~
1OO
5O
~ 2 A.
Contoh 6.15
V = V
m
sinc t
=200 c F
Tabel 6.1
Ran,kaian n, L, dan C pada Ran,kaian Arus Bolak-Balik
No. Rangkaian Reaktansi Sifat
Bentuk Persamaan
untuk =

sin
1. Resistor (n) n sefase ~
m
sinc :
2. lnduktor (L) X
L
~ c | tertin,,al ~
m
sin
( )
2
:

c ~
V sebesar
1
2
rad
3. Kapasitor (C) X
C
~
c
1
C
mendahului V ~
m
sin
( )
2
:

c +
sebesar
1
2
rad
Tabel 6.1 men,,ambarkan persamaan arus van, men,alir dalam
tiap ran,kaian. Jika sumber te,an,an bolak-balik dian,,ap sama, vaitu
V ~ V
m
sinc :.
Sebetulnva, Anda dapat menentukan terlebih dahulu persamaan arus
baru kemudian persamaan te,an,annva. Misalnva, arus van, men,alir
dalam tiap ran,kaian sama, ~
m
sinc : maka akan didapat persamaan
te,an,an pada:
a. resistor, V ~ V
m
sinc :,
b. induktor, V ~ V
m
sin
( )
2
:

c + ,
c. kapasitor, V ~ V
m
sin
( )
2
:

c ~ .
Induksi Elektromagnetik 157
9. R, L, dan C Dipasang Seri dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Ran,kaian arus listrik bolak-balik van, memiliki hambatan murni n
dipasan, seri den,an induktor L serta kapasitor C akan men,hasilkan
tambahan ener,i listrik van, lebih besar, tetapi ran,kaian n-L-C seri ini
hanva dapat di,unakan untuk memperbesar dava listrik van, terbatas.
Arus maksimum dalam ran,kaian memiliki nilai dan fase van, sama pada
setiap komponen. lebih jelas dapat Anda perhatikan Cambar 6.33.
Jika Anda tetapkan persamaan arus dalam ran,kaian sebesar
~
m
sin
( )
: c , persamaan setiap te,an,an (den,an memerhatikan dia,ram
fasor pada Cambar 6.34), vaitu:
V
n
~ V
nm
sinc : (memiliki fase van, sama den,an arus ),
V
L
~ V
Lm
sin
( )
2
:

c +
(mendahului fase sebesar

2
rad),
V
C
~ V
Cm
sin
( )

c ~
2
:
(tertin,,al fase sebesar

2
rad).
Perhatikan ran,kaian n-L-C seri pada Cambar 6.34. Setiap komponen
memiliki te,an,an V
n
, V
L
, dan V
C
. Secara fasor, te,an,an-te,an,an ini
dapat dijumlahkan seba,ai berikut.
n L C
= + + V V V V (6-5O)
leh karena , , dan
n L C
V V V salin, te,ak lurus, har,a V dapat di-
tentukan den,an men,,unakan hitun, vektor, vaitu
( ) ( )
2 2
n L C
V V V V = + ~ (6-51)
den,an memerhatikan kembali Cambar 6.45, hambatan total ran,kaian
seri n-L-C van, disebut den,an impedansi ran,kaian (z) dapat dihitun,
dari Persamaan (6-50).
( ) ( )
2 2

n L C
V n X X = = + ~
( ) = + ~
2
2
L C
n X X (6-52a)
atau
( )
2
2 1
n L
C
c
c
= + ~ (6-52b)
leh karena arus maksimum van, men,alir di setiap komponen sama
besarnva, hubun,an antara te,an,an maksimum dan arus maksimum ini
memenuhi persamaan V ~ z, vaitu
( )
2
2
L C
V n X X = + ~ (6-53)
Keteran,an:
V
m
~ te,an,an maksimum
~ impedansi ran,kaian
X ~ X
L
- X
C
~ reaktansi total
Gambar 6.33
Resonansi rangkaian
RLC seri
Gambar 6.35
Diagram fasor Z, R, X
L
, dan X
C
.
Gambar 6.34
Diagram fasor V, V
R
, V
L
, dan V
C
.
Z

X
L
X
C
X
L
R
X
C
R L C
v
I = I
m
sin
( ) ct
i
L
V
C
V

L
V
V
R
V
C
V
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 158
R = 30 O X
L
= 40 O I
V
L
V
R
V = V
m
sinc t
Beda fase antara te,an,an dan kuat arus dapat ditentukan seba,ai
berikut.
tan
L C L C
n
V V X X
V n

~ ~
= =
(6-51)
sehin,,a persamaan te,an,annva adalah ( ) sin
c| m
V V V : c = = + .
Apabila X
L
> X
C
, sudut fase bernilai positif. Artinva, te,an,an
mendahului arus dan ran,kaian bersifat induktif. Jika X
C
>X
L
, sudut fase
bernilai ne,atif. Artinva, te,an,an tertin,,al oleh arus dan ran,kaian
bersifat kapasitif. Jika X
L
~ X
C
, diperoleh X ~ O dan ~ n. Artinva,
te,an,an memiliki fase sama, sedan,kan ran,kaian bersifat resistif. Dalam
hal ini dikatakan telah terjadi resonansi.
10. R dan L Dipasang Seri dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Perhatikan Cambar 6.36. Setiap komponen memiliki te,an,an V
n
dan V
L
. Secara fasor, te,an,an-te,an,an ini dapat dijumlahkan seba,ai
V ~ V
R
V
L
. Den,an men,,unakan hitun,an vektor besarnva te,an,an
total vaitu:
= +
2 2
n L
V V V
(6-55)
Besarnva impedansi ran,kaian R-l diperoleh seperti berikut.
( )
( )
2 2

L
V n X = = +
= +
2 2
L
n X
(6-56)
atau
( )
2
2
n L c = +
(6-57)
Beda fase antara te,an,an dan kuat arus dapat ditentukan seba,ai
berikut.
tan
L L
n
V X
V n
= =
(6-5o)
Perhatikan Cambar 6.39, tampak bahwa te,an,an mendahului arus
sebesar rad sehin,,a jika ~
m
sin : c maka V ~ V
m
sin( ) : c + .
a b
R
L
I = I
m
sinc t
Gambar 6.36
Rangkaian R dan L dipasang seri
Gambar 6.37
Diagram fasor V
L
dan V
R
V
L
V
ab
V
R
I
)

V
Gambar 6.38
Diagram fasor V
L
dan V
R
X
L Z
R
)

Gambar 6.39
Grafik tegangan mendahului arus
dengan beda fase 0< <90.
V
ab
t
I
ab
Sebuah resistor n ~ 3O O dipasan, seri den,an induktor X
L
~ 1O O pada te,an,an
bolak-balik 1OO V.
a. Hitun, impedansi ran,kaian, fase ran,kaian, kuat arus,V
n
dan V
L
.
b. 1entukan fase V
L
, V
n
, dan V terhadap kuat arus |.
]awab:
Diketahui:
resistor murni n ~ 3O O,
reaktansi induktor X
L
~ 1O O,
te,an,an sumber V ~ 1OO V.
Contoh 6.16
V/i
Induksi Elektromagnetik 159
a. lmpedansi dihitun, melalui Persamaan (6-56).
z
2
~ n
2
X
L
2
~ (3O O)
2
(1O O)
2
~ 5O O
fase te,an,an ( ) dihitun, den,an Persamaan (6-5S)
tan ~
L
X
n
~
O
O
3O
1O
~ O,75
~ 36,o7
Kuat arus ~
V

~
O
1OO V
5O
~ 2 A
1e,an,an V
n
~ n ~ (2 A)(3O O) ~ 6O V
1e,an,an induktor V
L
~ X
L
~ (2 A)(1O O) ~ oO V
b. V
n
sefase den,an kuat arus ( ~ O)
V
L
mendahului sebesar

2
rad ( ~ 9O)
V mendahului ( ~ 36,o7)
Dalam ran,kaian seri dipasan, resistor murni n ~ 1O O dan sebuah induktor L ~ O,1 H
pada te,an,an bolak-balik den,an persamaan V ~ 2OO sin 1OO: V. 1uliskan persamaan
kuat arus dalam ran,kaian tersebut.
]awab:
Diketahui: n ~ 1O ohm, V ~ 2OO sin1OO: V, maka V
m
~ 2OO V,
L ~ O,1 H, X
L
~ c L ~ (1OO)(O,1) ~ 1O O.

2
~ n
2
X
L
2
~ (1O)
2
(1O)
2
~ 1O 2 O
tan ~
L
X
n
~
O
O
1O
1O
~ 1
~ 15~

1
rad
Jadi, persamaan kuat arusnva adalah ~
m
sin ( c : )
~ 2,5 2 sin(1OO: -

1
)A
Contoh 6.17
11. R dan C Dipasang Seri dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Perhatikan Cambar 6.40. Resistor n dan kapasitor C dipasan, seri
dalam ran,kaian arus bolak-balik. Di antara titik c dan | terdapat
te,an,an total van, besarnva sama den,an jumlah te,an,an resistor (V
n
)
dan te,an,an kapasitor (V
C
). Secara vektor besar te,an,an total tersebut
adalah
2 2
n C
V V V = +
(6-59)
Besarnva impedansi ran,kaian n-C dapat dihitun, seperti berikut.
( )
( )
2 2

C
V n X = = +
2 2
C
n X = + (6-6O)
atau
( )
2
2 1

n
C c
= + (6-61)
Gambar 6.40
Rangkaian seri R-C dalam
rangkaian arus AC.
a b
R C
V
I = I
m
sinc t
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 160
Gambar 6.42
Diagram fasor vektor
hambatan R terhadap X
c
.
V
R
I
ab
V
ab
V
C
X
C
R
Z

Gambar 6.43
Grafik tegangan V
ab
terhadap arus
i
V
ab
t
Dalam sebuah ran,kaian, n ~ 3O O dipasan, seri den,an C ~ 25O dan di-
hubun,kan ke sumber te,an,an bolak-balik van, frekuensinva

5O
Hz. Hitun,lah
impedansi ran,kaian tersebut.
]awab:
Diketahui: n ~ 3O O,
C~ 25O ~ 2,5 1O
-1
l,
j ~

5O
Hz.
c ~ 2 ~

[
| j
\ )
5O
2 Hz ~ 1OO rad/s
X
C
~
c
1
C
~
( )( )
~

1
1
1OO rad/s 2, 5 1O l
~ 1O O
lmpedansi ran,kaian dapat dihitun, den,an men,,unakan Persamaan (6-60),
vaitu

2
~ n
2
X
C
2
~ 3O
2
1O
2
~ 5O O
V = V
m
sinc t
I
Contoh 6.18
250 C F =
30 R = O
Beda fase te,an,an dan kuat arus dapat ditentukan seba,ai berikut.
tan ~
C C
n
V X
V n
= (6-62)
Gambar 6.41
Diagram fasor tegangan
V
ab
terhadap V
c
.
Ran,kaian seri n - C den,an resistor oO O dan reaktansi kapasitif X
C
~ 6O O
dihubun,kan ke sumber te,an,an 2OO V den,an frekuensi

oO
Hz. Hitun,lah:
a. impedansi ran,kaian,
b. arus van, men,alir,
c. kapasitas kapasitor,
d. beda te,an,an antara ujun,-ujun,
hambatan dan kapasitor,
e. sudut fase ran,kaian,
f. persamaan arus, jika persamaan
te,an,an V ~ V
m
sinc :.
]awab:
Diketahui: n ~ oO O, V
ej
~ 2OO V,
X
C
~ 6O O, j ~

oO
Hz.
V = V
m
sinc t
R = 80 O
I
Contoh 6.19
60 C F =
V/i
Pada Cambar 6.43, tampak bahwa te,an,an terlambat sebesar rad
dari arus. Secara matematis dapat disimpulkan jika ~
m
sinc :, V ~ V
m
sin(c : - ).
Induksi Elektromagnetik 161
a. lmpedansi ran,kaian dihitun, den,an men,,unakan Persamaan (6-60).

2
~ n
2
X
C
2
~ oO
2
6O
2
~ 1OO O
b. Arus terukur van, melalui ran,kaian (
ej
) adalah

ej
~
ej
V

~
O
2OO V
1OO
~ 2 A
c. Kapasitas kapasitor (C):
X
C
~
c
=
1 1
2 C jC
C ~
( ) ( )

= =
[
O
| j
\ )
1 1
1O1
oO 2
2 6O
C

jX
d. 1e,an,an hambatan V
n
dan te,an,an kapasitor V
C
:
V
n
~ n ~ (2 A)(oO O) ~ 16O V
V
c
~ X
C
~ (2 A)(6O O) ~ 12O V
e. Sudut fase ran,kaian :
tan ~
~ ~ O
= = ~
O
6O 3
oO 1
C
X
n
~ -37
f. Untuk persamaan te,an,an V ~ V
m
sinc :, maka
~
m
sin ( c : )
~
ej
2 sin ( c : )
~ 2 2 sin (16O: - 37)
12. L dan C Dipasang Seri dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Diketahui sebuah ran,kaian arus bolak-balik dipasan, sebuah
induktor L dan sebuah kapasitor van, berkapasitas C. Kemudian,
keduanva dihubun,kan secara seri seperti Cambar 6.44, maka akan
timbul perbedaan fase antara te,an,an induktor V
L
dan te,an,an kapasitor
V
C
sebesar rad atau 1oO.
Untuk mempermudah pemahaman beda fase dalam persamaan
te,an,an, ditetapkan persamaan kuat arus van, men,alir dalam ran,kaian
adalah ~
m
sin(c :). Melalui Cambar 6.45 terbaca bahwa V
L
mendahului
arus sebesar
1
2
rad, dan V
C
tertin,,al terhadap sebesar
1
2
rad sehin,,a
setiap te,an,an akan memiliki persamaan seba,ai berikut.
V
L
~ V
Lm
sin
( )

c +
2
:
, sedan,kan V
C
~ V
Cm
sin
( )
2
:

c ~
Perhatikan kembali dia,ram fasor pada Cambar 6.45. Secara vektor
dapat dijumlahkan seba,ai berikut.
V ~ V
L
- V
C
(6-63)
Jadi, te,an,an total ran,kaian V ~ V
c|
ber,antun, pada selisih antara V
L
dan V
C
.
Gambar 6.44
Rangkaian seri L dan C
a
L C
b
I = I
m
sinc t
Gambar 6.45
Diagram fasor I, V
L
, dan V
C
V
L
V
V
C
I

Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 162


Gambar 6.46
Grafik kurva impedansi Z dan
grafik linear R.
R
Z
R/Z
f
r
Gambar 6.47
Ketika frekuensi resonansi
terjadi, harga arus mencapai
maksimum.
I
I
m
Untuk har,a te,an,an maksimum besarnva adalah V
m
~ V
Lm
- V
Cm
sehin,,a akan diperoleh har,a hambatan total sebesar
V
m
~ V
Lm
- V
Cm
=
m
~ X
L

m
- X
C

m
,
sehin,,a
~ X
L
- X
C
(6-61)
Arah fasor V merupakan beda sudut fase antara kuat arus dan te,an,an
V sebesar .
Jika V
L
> V
C
maka ~ 9O dan ran,kaian bersifat induktif.
Jika V
L
< V
C
maka ~ -9O dan ran,kaian bersifat kapasitif.
Jika V
L
~ V
C
maka ~ O, pada kasus ini terjadi peristiwa resonansi.
13. Resonansi pada Rangkaian RLC
Resonansi dalam ran,kaian seri n, L, dan C terjadi ketika X
L
~ X
C
.
Keadaan ini menvebabkan impedansi ran,kaian memiliki har,a mini-
mum van, bernilai sama den,an hambatan murni n. Adapun arus dalam
ran,kaian menjadi maksimum. Oaris sin,,un, antara kurva dan ,aris
linear n merupakan titik terjadinva frekuensi resonansi. Di titik tersebut
besaran bernilai minimum. Perhatikan Cambar 6.46, saat terjadinva
resonansi,
2 1 1
L C r r
r
X X L r
C LC
c c
c
= = = = =
maka
1
r
LC
c =
(6-65)
leh karena 2
r r
j c = , diperoleh frekuensi resonansi
1 1
2
r
j
LC
=
(6-66)
Ran,kaian resonansi dapat dijumpai pada ran,kaian penala, caranva
den,an men,ubah-ubah frekuensi melalui kondensator variabel. Jika
frekuensinva sesuai, frekuensi ,elomban, radio akan ditan,kap.
14. Daya pada Arus Listrik Bolak-Balik
lnduktor dan kapasitor van, terpasan, pada ran,kaian arus bolak-
balik membutuhkan tambahan ener,i listrik. Dava van, diserap dalam
ran,kaian resistif () besarnva adalah
2
ej
= (6-67)
dan dalam ran,kaian n-L-C seri adalah
( )
2
2 2
ej L C
n X X = + ~ (6-6o)
f
Induksi Elektromagnetik 163
Persamaan (6-67) disebut ju,a seba,ai dava semu. Adapun dava van,
sesun,,uhnva atau dava rata-rata adalah
~ V
ej

ej
cos (6-69)
Keteran,an:
~ beda fase antara arus dan te,an,an
cos ~ faktor dava
Sebuah ran,kaian seri nLC den,an n ~ 3O O , L ~ O,6 H, dan C ~ 5OO
dihubun,kan den,an sumber te,an,an bolak-balik van, memiliki V ~ 3OO sin 1OO:V.
1entukan:
a. impedansi ran,kaian,
b. persamaan arus,
c. dava rata-rata van, diserap ran,kaian.
]awab:
a. lmpedansi ran,kaian dihitun, seba,ai berikut.
X
L
~ 1OO l = 1OO(O,6 H) ~ 6O O
X
C
~
1
C c
=
( )
3
1
1OO 5 1O
~

~ 2O O sehin,,a
~
( )
( )
2 2
2 2
3O 6O 2O 5O
L C
n X X + ~ = + ~ = O
b. Persamaan ran,kaian arus bolak-balik adalah
= = =
O
3OO V
6
5O
m
m
V
-

leh karena X
L
> X
C
, ran,kaian lebih bersifat induktif atau te,an,an akan
mendahului arus, den,an beda sudut fase

.
tan

~
6O 2O 1 53
53 rad
3O 3 1oO
L C
X X
n

~ ~
= = = = =
~
m
sin( c : - )~ 6 sin(1OO: - O,3 )
c. Dava rata-rata van, diserap ran,kaian adalah
tan ~
1
3
, maka cos ~
3
5
~ O,6
~ V
ej

ej
cos ~
cos
2 2
m m
V |

~
( )
3OO 6
O, 6
2 2
~ 51O W
Contoh 6.20
V = 300sin100t
R = 30 O
L = 0,6 H
=500 C F
Kata Kunci
arus bolak-balik
tegangan bolak-balik
arus listrik efektif
tegangan efektif
osiloskop
diagram fasor
voltmeter
impedansi
resonansi
daya
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Jelaskan apa van, dimaksud den,an:
a. har,a efektif kuat arus dan te,an,an bolak-balik,
b. har,a maksimum kuat arus dan te,an,an bolak-
balik,
c. har,a kuat arus dan te,an,an bolak-balik rata-
rata.
2. Sumber te,an,an arus bolak-balik besarnva 1OO V.
Sebuah setrika listrik den,an hambatan 2O O di-
hubun,kan ke sumber te,an,an tersebut. Hitun,lah
nilai efektif, nilai maksimum, dan nilai rata-rata untuk
a. te,an,an sumber,
b. arus van, men,alir.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 164
3. Ran,kaian n-L seri dihubun,kan ke sumber te,an,an
bolak-balik V
m
~ 1OO V den,an hambatan murni n ~
9O O . Jika arus maksimum van, men,alir melalui
ran,kaian adalah 2 A, tentukanlah:
a. impedansi ran,kaian,
b. reaktansi induktor,
c. te,an,an antara ujun,-ujun, induktor.
1. Sebuah kumparan den,an induktansi O,O75 H dan
hambatan murni 1O O dihubun,kan ke sumber
te,an,an 22O V,
1OO

Hz. Hitun,lah:
a. arus van, melalui ran,kaian,
b. sudut fase kuat arus terhadap te,an,an V,
c. persamaan kuat arus , jika te,an,an sumber
V ~ V
m
sin c :,
d. arus van, melalui ran,kaian saat : ~ 6 1O
-3
s.
5. Sebuah resistor n ~ 3O O dan kapasitor C ~ 25O l
dipasan, seri pada sebuah ran,kaian te,an,an bolak-
balik, arus van, men,alir den,an persamaan ~ (1 sin
1OO:) A. 1entukan persamaan te,an,an pada ran,kaian
tersebut.
6. Sebuah ran,kaian arus AC memiliki resistor 1O O
dipasan, pada te,an,an 5o V efektif,
2OO

, Hz dan
diran,kai seri den,an kapasitor sebesar 2,5 l .
Hitun,lah:
a. impedansi ran,kaian,
b. te,an,an maksimum antara ujun,-ujun, resistor.
7. Sebuah sumber te,an,an AC 12O V dihubun,kan pada
induktor murni van, induktansinva O,75 H. 1entukan
arus van, men,alir pada induktor, jika frekuensi
sumber:
a. 6O Hz,
b. 6O kHz.
o. Dalam suatu ran,kaian seri n-C men,alir arus 3A
den,an n ~ 1OO O dan reaktansi kapasitif 25O O .
Hitun,lah V
n
, V
C
, dan V, dan .
9. Ran,kaian seri terdiri atas hambatan oOO O , memiliki
induktansi O,1O H den,an hambatan induktansi dapat
diabaikan, dan kapasitor 12O l . Ran,kaian
dihubun,kan pada sumber te,an,an 21O V, 16O Hz.
Hitun,lah:
a. X
L
, X
C
, , dan ,
b. dava van, hilan,,
c. sudut fase antara te,an,an dan kuat arus,
d. penunjukan voltmeter pada V
n
, V
C
, V
L
, dan V.
1O. 1entukan frekuensi resonansi ran,kaian induktansi
1O mH dan kapasitansi 6OO l , den,an resistansi van,
dapat diabaikan.
Induksi Elektromagnetik 165
Rangkuman
1. lnduksi elektroma,netik adalah ,ejala timbulnva arus
listrik dari medan ma,net. Besarnva induksi
elektroma,netik ber,antun, pada faktor-faktor
seba,ai berikut.
a. laju perubahan fluks medan ma,net dalam
kumparan.
b. Jumlah lilitan kumparan.
2. O,l induksi atau arus induksi dapat terjadi akibat:
a. perubahan kuat medan ma,netik,
b. perubahan luas bidan, kumparan van, ditembus
oleh medan ma,netik.
Secara matematis besarnva ,,l induksi adalah
sin t r 0 =
den,an 0 , sudut antara dan bidan, kumparan.
3. Pada induktor, perubahan arus dalam kumparan dapat
menimbulkan ,,l induksi. Secara matematis, besarnva
,,l induksi adalah
2 1
2 1

L L
: : :
r
~ A | |
= =
| |
A ~
| |
1. lner,i van, tersimpan dalam induktor adalah
2
1
2
\ L =
5. Rapat ener,i atau ener,i per satuan volume adalah

= =
2
O
2
\
L
V
den,an V adalah volume solenoida atau toroida.
6. lnduktansi silan, terjadi pada dua kumparan van,
memiliki inti kumparan bersambun,. Besarnva ,,l
induksi van, timbul pada kumparan sekunder karena
pen,aruh perubahan fluks ma,netik dalam waktu J:
memenuhi persamaan:
1 1
2 2
J J
| M
J: J:
r
d
= ~ = ~
2 2
1 1
J J
| M
J: J:
r
d
= ~ = ~
7. Aplikasi induksi elektroma,netik di antaranva
diterapkan pada ,enerator dan trafo.
o. Arus listrik dan ,,l sebandin, den,an nilai maksimum-
nva.
sin
m
V V : c = atau sin 2
m
V V j: =
sin
m
: c = atau sin 2
m
j: =
Pada ,rafik fasor, te,an,an dan kuat arus memiliki
beda fase
=
, sehin,,a persamaan menjadi
( )
sin
m
V V : c = + dan sin
m
: c =
9. Pada ran,kaian arus bolak-balik, jika arus
sin
m
: c = bentuk persamaan te,an,an V untuk:
a. resistor (n), V ~ sin
m
V V : c = ,
b. induktor (L), sin
2
m
V V :

c
[
= +
| j
\ )
karena
mendahului sebesar
2

rad,
c. kapasitor (C), sin
2
m
V V :

c
[
= ~
| j
\ )
karena
tertin,,al sebesar
2

rad.
1O. Dalam ran,kaian arus AC impedansi untuk
ran,kaian:
a. n dan L dipasan, seri adalah
2 2
L
n X = +
b. n dan C dipasan, seri adalah
2 2
C
n X = +
c. L dan C dipasan, seri adalah ~ X
L
- X
C
d. n, L, dan C dipasan, seri adalah
( )
2
2
L C
n X X = + ~
atau
2
2
1
n L
C
c
c
[
= + ~
| j
\ )
11. Resonansi dalam ran,kaian seri R, l, dan C terjadi
ketika X
l
~ X
C
. Keadaan ini menvebabkan impedansi
ran,kaian z memiliki har,a minimum van, bernilai
sama den,an hambatan murni R. Secara matematis,
frekuensi resonansi ditulis seba,ai berikut.
1 1
2
r
j
LC
=
12. Dava van, diserap ran,kaian induktor dan kapasitor
(ran,kaian resistif z) van, terpasan, arus bolak-balik
adalah
( )
2
2 2 2
atau
ej ej L C
n X X = = + ~
Adapun dava rata-ratanva adalah
cos
ej ej
V =
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 166
Induksi
lektromagnetik
Arus listrik
lnduksi
O,l
lnduksi
lnduktor
lnduktansi Diri lner,i lnduktansi Silan,
memiliki
terdapat pada
besarannva
Arus
listrik
menimbulkan Medan
Ma,net
diselidiki oleh
Michael laradav
diterapkan pada
Oenerator
jenisnva
Oenerator DC Oenerator AC
men,hasilkan
1e,an,an listrik
Bolak-Balik
Arus listrik
Bolak-Balik
di,unakan dalam
ran,kaian
Resistor (n) lnduktor () Kapasitor Rl Seri lC Seri RlC Seri
dapat men,alami
Resonansi
menimbulkan
disebut
Peta Konsep
Setelah mempelajari bab ini, Anda tentu dapat
memahami konsep induksi elektromagnetik yang dapat
menghasilkan arus induksi dan ggl induksi. Anda juga
tentu memahami rangkaian impedansi dalam arus bolak-
balik. Dari keseluruhan materi pada bab ini, bagian mana
yang menurut Anda sulit dipahami? Coba Anda
diskusikan bersama teman atau guru Fisika Anda.
Refleksi
Penala pada radio merupakan pemanfaatan
rangkaian impedansi. Coba Anda cari manfaat atau
aplikasi konsep Fisika yang ada pada bab ini dan coba
Anda diskusikan cara kerjanya bersama teman Anda.
RC Seri
Induksi Elektromagnetik 167
Tes Kompetensi Bab 6
Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Pernvataan berikut van, tidak benar ketika sebuah
ma,net mendekati kumparan adalah ....
a. ,,l induksi muncul pada ujun,-ujun, kumparan
b. ,,l induksi akan lebih besar jika ma,net
di,erakkan lebih cepat
c. ener,i mekanik berubah menjadi ener,i listrik
d. efek van, dihasilkan dinamakan induksi listrik
statis
e. efek van, dihasilkan dinamakan induksi
elektroma,netik
2. Perubahan jumlah ,aris ,ava ma,netik dalam suatu
kumparan menimbulkan arus induksi.
Hal tersebut ditemukan oleh ....
a. Hans Christian ersted
b. Michael laradav
c. Andre Marie Ampere
d. James Clerk Maxwell
e. lorentz
3. Besarnva ,,l induksi van, terjadi pada kumparan tidak
dipen,aruhi oleh ....
a. kuat medan ma,netik
b. banvaknva lilitan
c. laju perubahan fluks ma,netik
d. hambatan kumparan
e. perubahan luas bidan, kumparan
1. O,l induksi van, dihasilkan pada kawat karena
,erakannva memoton, medan ma,netik tidak
ber,antun, pada ....
a. panjan, kawat
b. diameter kawat
c. rapat fluks medan ma,netik
d. orientasi kawat
e. kelajuan kawat
5. Sebuah ma,net batan, dilewatkan menembus sebuah
kumparan. Arus induksi palin, besar terjadi jika ....
a. ma,net ber,erak lambat sehin,,a ia berada cukup
lama di dalam kumparan
b. ma,net ber,erak cepat sehin,,a ia berada sebentar
di dalam kumparan
c. ma,net dimasukkan sejajar den,an permukaan
bidan,
d. kutub selatan ma,net masuk lebih dahulu
e. kutub utara ma,net masuk lebih dahulu
6. lluks ma,netik van, menembus sebuah loop kawat
van, berada di dalam medan ma,netik tidak
ber,antun, pada ....
a. luas loop
b. rapat fluks
c. sudut antara bidan, loop dan arah
d. besarnva
e. bentuk loop
7. Satuan fluks ma,netik adalah Wb, 1 Wb ~ ....
a 1 1m
2
d. 1 A/m
2
b. 1 1/m
2
e. 1 1m
c. 1 Am
2
o. Sebuah loop kawat di,erakkan sejajar medan ma,netik
homo,en. O,l van, diinduksikan pada loop adalah ....
a. ber,antun, pada luas loop
b. ber,antun, pada bentuk loop
c. ber,antun, pada besarnva medan
d. ber,antun, pada laju ,erak loop
e. nol
9. Suatu kumparan den,an 6OO lilitan dan induktansi diri
1O mH men,alami perubahan arus listrik dari 1O ampere
menjadi 1 ampere dalam waktu O,1 detik. Beda
potensial antara ujun,-ujun, kumparan van,
diakibatkannva adalah ....
a. 1,o volt d. 1O,o volt
b. 2,1 volt e. 11,1 volt
c. 1,o volt
1O. Kuat arus listrik dalam suatu ran,kaian tiba-tiba turun
dari 1O A menjadi 2 A dalam waktu O,1 detik. Selama
peristiwa ini, timbul ,,l induksi sebesar 32 V dalam
ran,kaian. Besar induktansi ran,kaiannva adalah ....
a. O,32 H d. 32 H
b. O,1O H e. 1O H
c. 2,5 H
11. Prinsip kerja sebuah ,enerator arus bolak-balik
berdasarkan Hukum ....
a. Biot-Savart d. Henrv
b. Ampere e. Coulomb
c. laradav
12. Untuk menaikkan ,,l induksi suatu ,enerator dapat
dilakukan den,an cara ....
a. memperbesar kecepatan an,uler ,erak kumparan
b. men,uran,i jumlah lilitan kumparan
c. memperkecil kuat medan dan medan ma,netik
d. menambah panjan, ,enerator
e. men,uran,i jumlah lilitan kumparan
13. Perbandin,an jumlah lilitan sekunder dan lilitan primer
sebuah trafo adalah 3 : 1. Jika te,an,an primernva 22O V,
te,an,an sekundernva adalah ....
a. 6.6OO V d. 35O V
b. 66O V e. 66 V
c. 35 V
11. Jumlah lilitan primer pada trafo 1OO lilitan. Jika te,an,an
primer pada trafo tersebut 12 V dan te,an,an
sekundernva 21O V, banvaknva lilitan pada kumparan
sekunder adalah ....
a. 1O lilitan d. o.OOO lilitan
b. 2OO lilitan e. 6.OOO lilitan
c. 1.OOO lilitan
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 168
B. ]awablah pertan,aan berikut ini dengan tepat.
15. Sebuah trafo men,eluarkan arus 1O A pada 21 V. Jika
te,an,an primernva 12O Vden,an kuat arus 1 A,
efisiensi trafo tersebut adalah ....
a. 3O' d. 6O'
b. 1O' e. 7O'
c. 5O'
16. Perbandin,an antara arus primer dan arus sekunder
pada trafo tidak ber,antun, pada ....
a. perbandin,an lilitan dari kedua kumparan
b. hambatan kumparan
c. sifat inti kumparan
d. te,an,an primer
e. te,an,an sekunder
17. Kumparan primer sebuah transformator memiliki 2OO
lilitan dan kumparan sekundernva 5O lilitan. Jika arus
sekunder 1O A, arus primernva ....
a. 1O A
b. oO A
c. 1OO A
d. 16O A
e. o kA
1o. Sebuah lampu 6O W, 21 V in,in dinvalakan pada
te,an,an bolak-balik 12O V. Kombinasi lilitan dari trafo
van, diperlukan adalah ....
a. 2O lilitan primer, 1OO lilitan sekunder
b. 5O lilitan primer, 1OO lilitan sekunder
c. 1OO lilitan primer, 2O lilitan sekunder
d. 1OO lilitan primer, 5O lilitan sekunder
e. 1OO lilitan primer, 1OO lilitan sekunder
19. Sebuah trafo men,ubah te,an,an 25 V menjadi 25O V.
Jika efisiensi trafo itu oO' dan kumparan sekundernva
dihubun,kan den,an lampu 25O V, 5O W, kuat arus
dalam kumparan primer adalah ....
a. 5,o A d. 1,O A
b. 2,5 A e. O,5 A
c. 1,5 A
2O. Sebuah transformator memiliki efisiensi 75'. 1e,an,an
primernva 21O V dan arus primernva 1 A. Dava
sekunder setelah diberi beban adalah ....
a. 6O W d. 23O W
b. 1oO W e. 21O W
c. 22O W
1. Jelaskan kesimpulan dari percobaan laradav.
2. Ba,aimana hubun,an antara hasil penemuan Oersted
dan hasil penemuan Iarada,'
3. Jelaskan prinsip kerja dinamo arus bolak-balik dan arus
searah.
1. Sebuah transformator van, dipasan, pada lemari es
dihubun,kan den,an sumber dari PlN sebesar 22O V.
Jika te,an,an dan arus van, dibutuhkan oleh lemari es
sebesar 21 V dan O,6 A, hitun,lah:
a. jumlah lilitan sekundernva, jika jumlah lilitan
primer 2.OOO lilitan,
b. arus primer pada transformator,
c. dava primernva jika efisiensi ( ) ~ 55'.
5. Sebuah transformator dihubun,kan den,an sumber
te,an,an PlN 11O V dan kuat arusnva 2 mA. 1er-
nvata te,an,an keluarannva sebesar 12 V dan kuat
arusnva 1 mA. Hitun,lah:
a. efisiensi transformator,
b. perbandin,an jumlah lilitan primer dan lilitan
sekunder.
6. Sebuah transformator van, dipasan, pada pesawat radio
memerlukan beda potensial 21 V. 1erminal primernva
dihubun,kan den,an sumber te,an,an PlN 21O V.
Jika jumlah lilitan sekunder transformator tersebut 72O
lilitan dan arus van, men,alir dalam pesawat radio
o mA, tentukan:
a. jumlah lilitan primer,
b. kuat arus pada kumparan primer,
c. dava primernva jika efisiensi transformator 75'.
7. Ketika te,an,an 22O V dihubun,kan den,an kumparan
primer suatu transformator, arus O,1 A men,alir pada
kumparan tersebut. 1ernvata pada kumparan sekunder
men,alir arus 1 A. Jika dava van, hilan, menjadi panas
sebesar 6 W, tentukan:
a. dava primer,
b. jumlah lilitan sekunder jika lilitan primernva 1.2OO
lilitan,
c. efisiensi transformator.
o. Hitun, jumlah lilitan sekunder sebuah transformator
step-down van, memun,kinkan sebuah lampu pijar
6 V dapat dipakai pada te,an,an 21O V, jika dalam
kumparan primer terdapat 72O lilitan.
9. Sebuah transformator step down bekerja pada jarin,an
2,5 kV dan dapat memberi arus oO A. Perbandin,an
lilitan pada kumparan primer dan sekunder adalah
2O : 1. Den,an men,andaikan efisiensi 1OO',
berapakah te,an,an sekunder, arus primer, dan dava
van, dihasilkan'
1O. Apakah keuntun,annva mentransmisikan dava listrik
den,an men,,unakan te,an,an tin,,i' Jelaskan.
169
Proyek Semester 1
Pada semester ,anjil ini Anda telah mempelajari Bab 6 tentan, lnduksi
llektroma,netik. Anda tahu bahwa arus listrik dapat dihasilkan dari medan ma,net
dan kawat melalui proses induksi. Untuk lebih memahami konsep tersebut, Anda
akan ditu,askan untuk melakukan ke,iatan semester secara berkelompok bersama
teman Anda. 1u,as van, harus dilakukan adalah membuat ,enerator listrik sederhana.
Dalam satu kelas diba,i menjadi dua kelompok. Kelompok pertama men,erjakan
pembuatan ,enerator van, men,hasilkan arus searah (DC) dan kelompok kedua
men,erjakan pembuatan ,enerator van, men,hasilkan arus bolak-balik (AC). Untuk
men,arahkan pekerjaan Anda, dituliskan pula lan,kah-lan,kah pen,erjaan tu,as
provek.
Di akhir pekerjaan, Anda bersama teman sekelompok harus menvusun laporan
ke,iatan van, berisikan: Judul, 1ujuan, Alat dan Bahan, Dasar teori tentan, ,enerator
dan jenis arus van, dihasilkan, Prosedur percobaan, Analisis ran,kaian, Kesimpulan,
dan Saran. Kemudian, laporan tersebut dipresentasikan dihadapan kelompok lain dan
,uru lisika Anda.
Generator Listrik Sederhana
Tujuan Kegiatan
Membuat ,enerator listrik sederhana van, dapat men,hasilkan arus AC atau DC.
Alat dan Bahan
1. Kawat email (diameter 1 mm) secukupnva
2. Ma,net batan, ( ~ 5 cm, ~ 3O cm, : ~ 9 cm) dua buah
(pen,,unaan ma,net ini bisa di,anti den,an ma,net bekas |uJsec|er)
3. Papan landasan ( ~ 2O cm, ~ 2O cm, : ~ 1 cm)
1. Papan tian, poros ( ~ 1 cm, ~ 1 cm, : ~ 9 cm) dua buah. Perhatikan ,ambar
(a) di sampin,.
5. Papan tian, roda pemutar ( ~ 1 cm, ~ 1 cm, : ~ 12 cm) satu buah. Perhatikan
,ambar (b) di sampin,.
6. Roda. Perhatikan ,ambar berikut.
7. Karet pen,hubun, (ukuran disesuaikan)
o. Plat temba,a van, dibentuk cincin secukupnva
9. Kabel secukupnva
1O. lampu llD O,5 watt
1 cm
4 cm
4 cm
lubang poros
9 cm
1 cm
4 cm
lubang poros
roda pemutar
12 cm
5 cm
(a)
pegangan roda
pemutar
5 cm
1,5 cm
roda pemutar roda poros roda tampak muka
(b)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 170
Prosedur Percobaan
1. Perhatikan skema alat tampak atas berikut den,an teliti.
2. Buat kumparan dari 1O lilitan kawat email den,an ukuran seba,ai berikut.
A,ar kumparan kokoh menempel pada poros, ,unakan pen,ikat kawat.
3. Ran,kaikan peralatan seperti pada skema. Posisi setiap alat disesuaikan den,an
tempat van, ada pada papan landasan.
1. Perhatikan pemasan,an cincin pada kumparan berikut.
5. Setelah ran,kaian selesai, coba Anda putar roda pemutar.
a. Untuk ,enerator AC, jika lampu llD ditukar posisi kakinva maka llD
tetap akan menvala.
b. Untuk ,enerator DC, jika lampu llD ditukar posisi kakinva maka ada
posisi van, menvebabkan llD mati.
3 cm
8 cm
7 cm 7 cm
6 cm 6 cm
U
S
magnet
papan
tiang poros
roda pemutar
karet penghubung
roda poros
papan tiang poros
kumparan
papan tiang roda pemutar
LED
LED
poros
poros
ujung kabel 1
LED
ujung kabel 2
Arus AC Arus DC
171
Tes Kompetensi Fisika
Semester 1
A. Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Oelomban, lon,itudinal tidak menunjukkan peristiwa ....
a. pembiasan d. dispersi
b. pemantulan e. polarisasi
c. difraksi
2. Oelomban, bunvi den,an frekuensi 3 kHz merambat
dalam air den,an kelajuan 1.5OO m/s, panjan,
,elomban, bunvi tersebut adalah ....
a. O,O5 m d. O,5 m
b. O,O1O m e. 1,O m
c. O,25 m
3. Pada suatu saat terlihat kilat dan 5 detik kemudian
terden,ar ,unturnva. Jika kecepatan cahava besarnva
3 1O
o
m/s dan kecepatan bunvi ~ 31O m/s, jarak
antara tempat asal kilat dan pen,amat adalah ....
a. 17 m d. 3 1O
o
m
b. 1.7OO m e. 15 1O
o
m
c. 3.1OO m
1. Oelomban, bunvi den,an frekuensi 256 Hz merambat
di udara den,an kecepatan 33O m/s. Kecepatan rambat
,elomban, bunvi den,an frekuensi 556 Hz di udara
adalah ....
a. o2,5 m/s d. 66O m/s
b. 165 m/s e. 1.32O m/s
c. 33O m/s
5. Suatu sumber bunvi ber,erak relatif terhadap pen-
den,ar van, diam den,an kecepatan 25 m/s. Jika cepat
rambat bunvi di udara ~ 325 m/s maka perbandin,an
frekuensi van, diterima penden,ar itu pada saat sumber
bunvi mendekati dan menjauhi adalah ....
a. 5 : 6 d. 6 : 5
b. 6 : 7 e. 5 : 1
c. 7 : 6
6. Sebuah sumber bunvi den,an frekuensi 1.O21 Hz
ber,erak mendekati penden,ar den,an kecepatan
31 m/s. Kecepatan rambat bunvi di udara ~ 31O m/s.
Jika penden,ar menjauhi sumber den,an kecepatan
17 m/s, frekuensi bunvi van, diterima penden,ar sama
den,an ....
a. 92O Hz d. 1.22O Hz
b. 1.OoO Hz e. 1.32O Hz
c. 1.12O Hz
7. Simaklah pernvataan-pernvataan berikut ini.
(1) Dapat men,alami polarisasi.
(2) Merupakan ,elomban, transversal.
(3) Merambat lurus dalam medan ma,net dan medan
listrik
(1) 1erdiri atas partikel-partikel bermuatan listrik.
Pernvataan van, benar men,enai sifat ,elomban,
elektroma,netik adalah ....
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (2), (3), dan (1)
c. (1) dan (3)
d. (2) dan (1)
e. (3) saja
o. Suatu ran,kaian penala dari radio penerima memiliki
induktansi ~ 3,OO 1O
-7
H. Untuk menan,kap siaran
pendidikan dari radio mitra pelajar, kapasitor variabel
dari ran,kaian penala harus diatur pada nilai 12O pl.
Panjan, ,elomban, van, dipancarkan radio tersebut
adalah ....
a. 11,3 m d. 25,2 m
b. 1o,5 m e. 311 m
c. 22,1 m
9. Sudut pita teran, ten,ah dari difraksi orde kedua van,
dihasilkan oleh kisi den,an 6.25O celah/cm sebesar 6O,
maka panjan, ,elomban, cahava van, diper,unakan
adalah ....
a. 1.OOO A d. 5.OOO 3 A
b. 1.OOO 3 A e. 6.25O A
c. 5.OOO A
1O. Pada percobaan Youn, (celah ,anda), jika jarak antara
dua celahnva dijadikan dua kali semula, jarak antara
dua ,aris ,elap van, berurutan ....
a. 1 kali semula d.
1
2
kali semula
b. 2 kali semula e. tetap tidak berubah
c.
1
1
kali semula
11. Dua celah sempit van, terpisah pada jarak O,2 mm disinari
te,ak lurus. Oaris teran, keti,a terletak 7,5 mm dari ,aris
teran, ke nol pada lavar van, jaraknva 1 m dari celah.
Panjan, ,elomban, sinar van, dipakai adalah ....
a. 2,5 1O
-1
mm d. 2,5 1O
-3
mm
b. 5,O 1O
-1
mm e. 5,O 1O
-3
mm
c. 1,5 1O
-1
mm
12. Seberkas sinar monokromatik den,an panjan,
,elomban, 5 1O
-7
m datan, te,ak lurus pada kisi.
Jika spektrum orde kedua membuat sudut 3O
den,an ,aris normal pada kisi, jumlah ,aris per cm
kisi adalah ....
a. 2 1O
3
buah d. 2 1O
1
buah
b. 1 1O
3
buah e. 5 1O
1
buah
c. 5 1O
3
buah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 172
13. Pada suatu saat terlihat kilat dan 1O s kemudian
terden,ar suara ,unturnva. Jika kecepatan cahava
besarnva 3 1O
o
m/s dan kecepatan bunvi ~ 31O m/s,
jarak antara tempat asal kilat dan pen,amat adalah ....
a. 31 m d. 3 1O
o
m
b. 3.1OO m e. 3 1O
9
m
c. 1O.2OO m
11. Sebuah alat sonar di,unakan untuk men,ukur ke-
dalaman laut. Selan, waktu van, dicatat oleh sonar
untuk ,elomban, merambat hin,,a kembali la,i ke
sonar adalah 1 s. Jika cepat rambat ,elomban, di dalam
air laut adalah 1.5OO m/s, kedalaman air laut adalah ....
a. 5OO m d. 1.25O m
b. 75O m e. 1.5OO m
c. 1.OOO m
15. Sebuah sumber bunvi ber,erak den,an kecepatan
c m/s menuju ke penden,ar van, diam, sehin,,a
frekuensi van, diden,ar oleh penden,ar adalah j
1
. Jika
sumber bunvi itu diam, sedan,kan penden,ar ber,erak
den,an kecepatan c m/s mendekati sumber bunvi,
frekuensi van, diden,ar oleh penden,ar adalah j
2
. Jika
cepat rambat bunvi di udara t m/s, perbandin,an j
2
: j
1
adalah ....
a. 1 d. 1 -
2
2
c
t
b. 1 -
c
t
e. 1
2
2
c
t
c. 1
c
t
16. Jika dua buah sumber bunvi masin,-masin, den,an
frekuensi 2.OOO Hz dan 2.OOo Hz berbunvi den,an
serentak, maka akan timbul pelavan,an bunvi den,an
frekuensi ....
a. 2 Hz d. 2.OO1 Hz
b. 1 Hz e. 2.OOo Hz
c. o Hz
17. Dua buah dawai baja van, identik memberikan nada
dasar den,an frekuensi 1OO Hz. Jika te,an,an dalam
salah satu dawai ditambah den,an 2', berapa frekuensi
pelavan,an van, terjadi'
a. O Hz d. 6 Hz
b. 2 Hz e. o Hz
c. 1 Hz
1o. 1abun, men,hasilkan resonansi pertama pada ~ 1O cm.
Jika panjan, kawat 12O cm ber,etar pada nada atas
kedua dan cepat rambat bunvi di udara ~ 31O m/s,
cepat rambat ,elomban, transversal dalam kawat
adalah ....
a. 127,5 m/s d. 225 m/s
b. 17O m/s e. o5 m/s
c. 31O m/s
19. Satuan kuat medan listrik dinvatakan dalam:
(1) newton/coulomb
(2) joule/detik
(3) volt/meter
(1) coulomb/volt
Satuan van, benar adalah ....
a. (1) dan (3)
b. (2) dan (1)
c. (1), (2), dan (3)
d. (1) saja
e. semua benar
2O. Untuk memindahkan muatan 1O C dari satu titik van,
potensialnva 1O V ke suatu titik lain den,an beda
potensial 6O V diperlukan usaha sebesar ....
a. 5 joule d. 55O joule
b. 1OO joule e. 6OO joule
c. 5OO joule
21. Suatu muatan sebesar 5 1O
-9
C terletak dalam se-
buah ruan,. Suatu titik terletak 3O cm dari muatan itu.
Besar kuat medan di titik itu adalah ....
a. 75O N/C menuju muatan
b. 7OO N/C menin,,alkan muatan
c. 6OO N/C menuju muatan
d. 5OO N/C menuju muatan
e. 5OO N/C menin,,alkan muatan
22. Dua buah elektron den,an e ~ 1,6 1O
-9
C dan
m ~ 9,1 1O
-31
k, dilepaskan dari keadaan diam pada
saat keduanva berjarak 2 1O
-11
m. Kecepatan elektron
ketika keduanva berjarak 5 1O
-11
m adalah ....
a. O,O2 1O
o
m/s d. O,5 1O
o
m/s
b. O,2 1O
o
m/s e. O,o7 1O
o
m/s
c. O,3 1O
o
m/s
23. 1i,a buah kapasitor van, masin,-masin, kapasitasnva
3 l, 6 l, dan 1 l dihubun,kan secara seri. Kedua ujun,
dari ,abun,an tersebut dihubun,kan den,an sumber
te,an,an van, besarnva 12O V. 1e,an,an antara ujun,-
ujun, kapasitor 1 l adalah ....
a. 1O V d. 12O V
b. 6O V e. 21O V
c. 22O V
21. Sebuah kompas ma,netik ditempatkan di bawah kawat
berarus dan sejajar terhadap kawat seperti tampak
pada ,ambar berikut.
Kutub selatan ma,net akan ....
a. ber,erak ke atas
b. ber,erak ke bawah
c. berputar ke luar bidan, kertas
d. berputar ke dalam bidan, kertas
e. ber,erak ke dalam
S U
I
Tes Kompetensi Fisika Semester 1 173
25. Perhatikan ,ambar-,ambar medan ma,netik dan
pen,hantar berarus berikut.
Oambar-,ambar van, memperlihatkan arah van,
ditimbulkan oleh adalah ....
a. (1), (2), dan (3) d. (1), (2), (3), dan (1)
b. (1) dan (3) e. (2) dan (1)
c. (1)
26. Perhatikan ,ambar berikut.
Di antara dua buah kutub ma,net U dan S ditem-
patkan sebuah kawat berarus listrik . Kawat tersebut
akan mendapat ,ava lorentz van, arahnva ....
a. masuk ke bidan, kertas
b. ke luar dari bidan, kertas
c. ke atas
d. ke bawah
e. ke utara
27. Kawat A, B, dan C seperti pada ,ambar berikut.
Masin,-masin, dialiri oleh arus-arus listrik van, sama
besar den,an arah keluar dari bidan, ,ambar
(perhatikan tanda ). Besar ,ava per satuan panjan,
van, dialami oleh kawat C adalah ....
a.
2
O
3
2

d.
2
O

b.
2
O
2
2

e.
2
O
2

c

c.
2
O
2
c

2o. Solenoida den,an panjan, 25 cm terdiri atas oOO lilitan.


Jika pada solenoida dialiri arus 2 A, induksi ma,netik
van, terjadi pada pusat solenoida tersebut adalah ....
a. 2,56 1O
-3
Wb/m
2
b. 5,12 1O
-3
Wb/m
2
c. 6,61 1O
-3
Wb/m
2
d. 7,6o 1O
-3
Wb/m
2
e. o,16 1O
-3
Wb/m
2
29. Suatu kumparan panjan,nva 1O cm, dialiri arus listrik
5 A. Dalam kumparan diisi bahan van, memiliki
permeabilitas relatif 3OO. 1ernvata, induksi ma,netik
di ujun,-ujun, kumparan 1, 5 1. Banvaknva lilitan
kumparan tersebut adalah ....
a. 5O lilitan d. 2.OOO lilitan
b. 2OO lilitan e. 5.OOO lilitan
c. 5OO lilitan
3O. Solenoida den,an panjan, | dan toroida van, berjari-
jari c memiliki jumlah lilitan van, sama dan dialiri oleh
arus van, sama besar. Perbandin,an antara induksi
ma,netik di pusat solenoida dan toroida adalah ....
a. a : | d. 2 c : |
b. a : | e. 1 : 1
c. c : |
31. Jika induktansi timbal-balik kumparan sekunder O,O1 H
dan pada primernva terjadi perubahan arus listrik
sebesar 5 A dalam selan, waktu 1 s. Besarnva ,,l induksi
pada kumparan sekunder adalah ....
a. O,5 V d. 5 V
b. 1,5 V e. 5O V
c. 2,5 V
32. Pada sebuah kumparan den,an te,an,an primer 12O V
dan terjadi perubahan arus listrik sebesar 1 A dalam
waktu O,1 s. Pada sekundernva ju,a terjadi perubahan
arus listrik sebesar 2 A dalam waktu 1 s. Besarnva ,,l
pada sekundernva adalah ....
a. 12 V d. 12O V
b. 21 V e. 21O V
c. 6O V
33. Sebuah induktor memiliki induktansi O,O5 H. Pada
induktor tersebut men,alir arus listrik sebesar 1O A.
Besarnva ener,i listrik pada induktor tersebut adalah
....
a. O,25 J d. 5,OO J
b. O,5O J e. 25,O J
c. 2,5O J
31. Sebuah kumparan den,an induktansi O,25 H dialiri
arus van, berubah-ubah terhadap waktu sesuai den,an
persamaan ~ o - 6:
2
A den,an : dalam s. O,l
induktansi diri sebesar 12 V timbul pada saat : sama
den,an ....
a. 1 s d. 1 s
b. 2 s e. 5 s
c. 3 s
35. Mesin van, men,ubah ener,i mekanik menjadi ener,i
listrik adalah ....
a. turbin d. transformator
b. motor e. ,alvanometer
c. ,enerator
a
a
a
A
B
C
(1)
(3)
(2)
(1)
B
I
I
B
I
B




B
I
B
U S
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 174
B. ]awablah pertan,aan berikut ini dengan tepat.
1. Sebuah kereta api ber,erak den,an kecepatan 3O m/s
mendekati stasiun. Peluit kereta api berfrekuensi
2.OOO Hz dibunvikan. Kecepatan bunvi di udara
31O m/s. 1entukan frekuensi van, diden,ar oleh
oran, van, berada di stasiun.
2. Suatu lapisan di atas air memantulkan cahava merah.
lni berarti cahava biru men,alami interferensi
minimum dan hilan, dari spektrum. Jika indeks bias
minvak ~ 1,5, sedan,kan panjan, ,elomban, sinar
biru ~ 5 1O
-7
m, tentukanlah tebal lapisan minvak
minimum.
3. Pada percobaan Youn, di,unakan sinar den,an panjan,
,elomban, 6OO mm, jarak lavar den,an sumber oO cm,
sedan,kan jarak ,aris ,elap terdekat ke pusat pola
interferensi (,elap pertama) 2.oOO mm. Hitun,lah jarak
antara dua celah sumber cahava.
1. Hitun, besar induksi ma,netik pada suatu titik van,
berjarak 2OO cm dari suatu pen,hantar lurus san,at
panjan, van, berarus 1,O A.
5. Berapa banvak lilitan den,an suatu kumparan
melin,kar datar den,an jari-jari 1O cm sehin,,a arus
1O A van, melalui kumparan men,hasilkan induksi
ma,net sebesar 3,11 1O
-3
1 di pusatnva'
6. Sebuah kawat melin,kar van, berarus 2 A, jari-jari
r ~ o cm terletak di permukaan meja. Pada kawat
tersebut bekerja medan ma,net sebesar O,O65 1
den,an arah vertikal ke bawah. 1entukan:
a. ,ava total pada kawat karena medan ma,net,
b. ,ava pada kawat sepanjan, 3 mm.
7. Sebuah solenoida beron,,a terdiri atas 5OO lilitan,
panjan, 6O cm, dan berarus 2 A. Pada titik pusat
solenoida di,antun, sebuah | kawat van, luas
penampan,nva 1OO cm
2
. 1entukan besar fluks ma,-
netik van, memoton, loop, jika sudut antara sumbu
loop dan sumbu solenoida adalah
a. O,
b. 9O,
c. 53.
o. Sebuah medan ma,netik diberikan oleh B(:)
~ O,2 : - O,5 :
2
. B dalam 1 dan : dalam s. Medan
ma,netik tersebut diarahkan te,ak lurus pada bidan,
sebuah kumparan lin,karan den,an jari jari 2 cm,
hambatan total 1 O , dan memiliki 25 lilitan.
1entukan dava disipasi selama 3 s.
9. Sebuah te,an,an sinusoidal den,an te,an,an
maksimum 6,O V efektif dan frekuensi 1.OOO Hz di-
hubun,kan ke ujun,-ujun, sebuah induktor murni.
Jika arus efektif 1,9 mA, tentukanlah nilai induktansi
induktor itu.
1O. Sebuah resistor (n ~ 9OO O), sebuah kapasitor
(C ~ 2,5 l), dan sebuah induktor (L ~ O,25 H)
disusun seri satu den,an van, lainnva. Ran,kaian
dihubun,kan pada sumber AC den,an V
m
~ 15O V
dan frekuensi sudut 1OO rad/s. Hitun,lah:
a. impedansi ran,kaian,
b. arus maksimum van, diberikan oleh sumber,
c. sudut fase antara arus dan te,an,an.
d. Apakah arus mendahului atau terlambat ter-
hadap te,an,an.
Radiasi Benda Hitam 175
menganalisis secara kualitatif gejala kuantum yang mencakup hakikat dan sifat-
sifat radiasi benda hitam, serta penerapannya.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menganalisis berbagai besaran fisis dan gejala kuantum dan batas-batas
berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma Fisika Modern.
Hasil yang harus Anda capai:
Radiasi Benda Hitam
A. Pengertian Radiasi
Benda Hitam
B. Dualisme
Gelombang
Partikel
Matahari merupakan sumber kehidupan di Bumi. lner,i van, dipancarkan
Matahari membantu semua tumbuhan berklorofil untuk melakukan fotosintesis,
vaitu proses pembuatan makanan. 1umbuhan merupakan sumber makanan
utama ba,i manusia dan hewan. Jadi, secara tidak lan,sun, manusia dan hewan
ber,antun, pada ener,i van, dipancarkan Matahari. Selain itu, ener,i van,
dipancarkan Matahari membuat suhu di Bumi tetap han,at, tidak terlalu din,in
sehin,,a kehidupan di Bumi tetap terja,a. Pernahkan Anda berpikir berapa
besar ener,i van, dipancarkan Matahari atau berapa suhu Matahari sehin,,a
memiliki ener,i van, san,at besar' Menurut beberapa penelitian, suhu di
permukaan Matahari sekitar 6.OOO C. Apakah Anda bisa mendu,a ba,aimana
cara ilmuwan tersebut men,hitun, suhu Matahari' Hal menarik lainnva adalah
radiasi van, dipancarkan Matahari. Apakah sinar Matahari pada sian, hari
dian,,ap berbahava ba,i kulit dikarenakan radiasinva lebih tin,,i' Apakah
hubun,an antara radiasi van, dipancarkan dan suhu Matahari'
Pertanvaan-pertanvaan tersebut dapat Anda jawab setelah Anda
memahami konsep radiasi benda hitam. Dalam bab ini, Anda akan
mendapatkan beberapa fenomena alam van, sebenarnva merupakan
aplikasi dari konsep fisika.
175
Matahari merupakan sumber energi yang utama bagi Bumi. Matahari
memberikan energi melalui radiasi gelombang yang dipancarkannya.
Bab
7
Sumber: CD Image
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 176
A. Pengertian Radiasi Benda Hitam
1. Radiasi Benda Hitam
Anda telah belajar di kelas X tentan, pancaran atau radiasi oleh
suatu benda. Misalnva, hubun,an antara banvaknva ener,i van,
dipancarkan dan suhu van, dimiliki suatu benda. Secara sederhana, Anda
dapat melakukan pen,amatan melalui sebuah ke,iatan van, serin,
dilakukan. Misalnva, ketika Anda berolahra,a pada pa,i hari van, cerah,
Anda akan merasakan adanva kalor van, dipancarkan oleh cahava
Matahari ke tubuh. Ketika Anda masuk ke dalam ruan,an akan terasa
bahwa suhu ruan,an menin,kat. Hal tersebut menunjukkan adanva kalor
van, dipancarkan dari tubuhmu terhadap lin,kun,an den,an cara radiasi.
Contoh tersebut membuktikan bahwa benda akan memancarkan
radiasi elektroma,netik jika memiliki suhu tin,,i. Radiasi elektroma,netik
van, dipancarkan oleh benda disebut rcJ|cs| :ermc|.
1ahukah Anda, apa van, dimaksud den,an benda hitam' enJc ||:cm
cJc|c| suc:u s|s:em ,cn Jcc: men,erc semuc rcJ|cs| |c|r ,cn menenc|
|enJc c:cu s|s:em :erse|u:. Supava Anda dapat lebih memahami tentan,
benda hitam, perhatikan ,ambar berikut.
Pada Cambar 7.1 diperlihatkan sebuah kotak van, terbuat dari lo,am
van, dapat dian,,ap seba,ai benda hitam sempurna, dan salah satu sisinva
dibuat luban,. Cahava van, masuk melalui luban, dipantulkan terus-
menerus oleh dindin, kotak dan hampir dapat dipastikan tidak ada la,i
cahava van, keluar. lni artinva, luban, telah berfun,si menverap semua
radiasi kalor van, ada. Radiasi cahava van, keluar dari dalam kotak
hitam melalui sebuah luban, berasal dari osilator-osilator harmonik van,
ber,etar di dalam kotak den,an modus ,etar tertentu. Atom-atom pada
dindin, kotak akan menverap ener,i panas dan ber,etar. Atom-atom ini
akan berlaku seba,ai osilator harmonik van, menimbulkan ,elomban,
elektroma,netik. Oelomban, elektroma,netik van, ditimbulkan oleh
osilator akan dipantulkan berulan,-ulan, oleh dindin, kotak dan
membentuk ,elomban, berdiri.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa intensitas radiasi termal
berbandin, lurus den,an pan,kat empat suhu benda. Semakin tin,,i suhu
sebuah benda, semakin besar pula ener,i kalor van, dipancarkan. Selain
itu, ener,i kalor dan intensitas radiasi termal san,at ber,antun, pada
kondisi, bentuk, dan permukaan van, dimiliki benda. Menurut Stefan-
Boltzmann, intensitas radiasi termal suatu benda dinvatakan den,an
~ eo T
1
(7-1)
Gambar 7.1
Cahaya yang masuk ke dalam
kotak yang dianggap sebagai
benda hitam sempurna, akan
dipantulkan terus-menerus oleh
dinding kotak.
Sebelum mempelajari konsep Radiasi Benda Hitam, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Jika Anda menjemur dua kain basah van, berwarna
hitam dan putih di bawah sinar Matahari, kain
manakah van, akan lebih cepat kerin,' Jelaskan
men,apa demikian'
2. Apa van, dimaksud den,an benda hitam sempurna'
3. Apakah setiap benda selalu memancarkan ener,i'
1. Apa van, dimaksud dualisme ,elomban, partikel'
5. Apa van, dimaksud efek fotolistrik dan efek Compton'
Sebutkan ju,a tokoh-tokoh penemuan ,ejala tersebut.
Radiasi Benda Hitam 177
Sebuah benda memiliki suhu sebesar 227 C. Jika konstanta emisivitas benda tersebut
3
5
, tentukan intensitas radiasi van, dipancarkan.
]awab:
Diketahui: T ~ (273227)K ~ 5OO K , e ~
3
5
,
o ~ 5,67O3 1O
-o
W/m
2
K
1
Berdasarkan Persamaan (7-1) akan diperoleh
~ e o T
1
= (3/5)(5,67O31O
-o
W/m
2
K
1
) (5OOK)
1
~ 2.126,36 W/m
2
Jadi, intensitas radiasi termal van, dipancarkan benda tersebut adalah 2.126,36 W/m
2
.
Kawat spiral lampu pijar memiliki luas permukaan 5O mm
2
dan suhunva 1.127C.
Diandaikan bahwa 6O' dari ener,i listrik van, dihantarkan pada lampu diradiasikan
dalam bentuk kalor, dan kawat pijar bersifat seperti benda hitam. Berapa ampere arus
van, men,alir dalam lampu van, dihubun,kan den,an stop kontak (berte,an,an
2OO V) a,ar lampu tersebut dapat berfun,si'
Keteran,an:
e ~ emisivitas benda (O < e < 1), untuk benda hitam sempurna e ~ 1
T ~ suhu (K)
o ~ konstanta Stefan Boltzmann ~ 5,671O
-o
W/m
2
K
1
leh karena intensitas adalah ener,i van, van, dipancarkan tiap
satuan waktu dan tiap satuan luas, maka intensitas radiasi termal dapat
ju,a dinvatakan seba,ai dava per satuan luas.

-
dan ~ - (7-2)
Keteran,an:
~ intensitas radiasi termal (W/m
2
)
~ dava (W)
- ~ luas permukaan benda (m
2
)
Den,an mensubstitusikan Persamaan (7-2) ke Persamaan (7-1),
maka dava radiasi van, dipancarkan benda akan memiliki persamaan
~ eo -T
1
(7-3)
Pada suhu ruan, sekitar 25 C, radiasi termal van, dipancarkan benda
tidak dapat terlihat oleh mata. Akan tetapi, benda-benda tersebut pada
suhu 25 C dapat terlihat. Hal tersebut disebabkan benda-benda itu
memantulkan cahava. Jadi, jika Anda in,in men,amati radiasi termal
saja, harus men,,unakan benda van, tidak memantulkan cahava,
misalnva benda-benda van, berwarna hitam. Benda hitam menverap
seluruh radiasi van, datan, kepadanva. Hal ini dapat Anda amati ketika
seseoran, memanaskan sebatan, besi. Pada suhu di bawah 25 C belum
tampak spektrum warna van, ditimbulkan dari besi itu, setelah suhu
dinaikkan dan besi mulai membara akan mulai tampak perubahan
spektrum warna bersamaan den,an kenaikan suhu.
Contoh 7.1
Contoh 7.2
Dalam kehidupan sehari-hari tidak
ada benda yang dapat menyerap
seluruh radiasi yang mengenainya.
Ingatlah
Dalam SI, suhu menggunakan satuan
derajat Kelvin.
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 178
2. Spektrum Radiasi Benda Hitam
Jika suatu benda padat dipanaskan, benda tersebut akan meman-
carkan radiasi kalor dalam bentuk spektrum ,elomban, elektroma,netik
den,an panjan, ,elomban, dan frekuensi van, berbeda. Pada suhu van,
lebih tin,,i akan terdapat radiasi infra merah van, tidak dapat dilihat
tetapi dapat dirasakan panasnva. Hal ini dapat diamati pada sepoton,
lo,am van, dipanaskan hin,,a mencapai suhu 2.OOO K. lo,am berpijar
den,an warna kunin, atau keputih-putihan. Radiasi ,elomban, van,
dipancarkan kemudian dilewatkan melalui celah a,ar diperoleh berkas
,elomban, van, sempit, seperti tampak pada Cambar 7.2.
Den,an demikian, ,elomban, akan terdispersi menurut panjan,
,elomban, setiap spektrum. Detektor van, terlihat pada ,ambar dapat
di,eser-,eser menurut sudut deviasi ,elomban, terdispersi. Percobaan
ini dilakukan pada suhu benda hitam van, berbeda-beda. Pen,amatan
pada intensitas spektrum radiasi men,hasilkan data van, ditunjukkan
pada Cambar 7.3.
Cambar 7.3 menunjukkan bahwa apabila suhu suatu benda terus
dinaikkan, intensitas relatif dari spektrum cahava van, dipancarkannva
berubah. lni menvebabkan per,eseran dalam warna-warni spektrum van,
teramati van, dapat di,unakan untuk menaksir suhu suatu benda. 1erlihat
ju,a per,eseran panjan, ,elomban, maksimum (
maks
). Semakin tin,,i
suhu suatu benda,
maks
semakin ber,eser ke arah panjan, ,elomban,
van, lebih pendek.
A,ar Anda lebih memahami Hukum Per,eseran Wien, perhatikan
Cambar 7.4 berikut.
Gambar 7.3
Spektrum warna pijar suatu benda
panas berubah terhadap suhunya.
Gambar 7.2
Percobaan untuk mengamati
spektrum radiasi benda hitam.
Warna
1.500
1.400
1.300
1.200
1.100
1.000
900
800
700
600
500
putih
kuning muda
kuning
oranye
merah-oranye
merah ceri
merah tua
baru tampak
T C
I (Wb/m
2
)
(m)
T
2
> T
1
T
1
benda hitam
prisma
celah
spektrum
gelombang
detektor
Gambar 7.4
Grafik pergeseran panjang
gelombang maksimum pada
saat suhu berubah dari T
1
ke T
2
.
]awab:
Diketahui:
luas permukaan (-) ~ 5O mm
2
~ 5O1O
-6
m
2
, suhu mutlak (T) ~ (1127273)K ~
11OO K, emisivitas (e) ~ 1 (an,,ap benda hitam), o ~ 5,67 1O
-o
W/m
2
K
1
.
Dava kalor radiasi van, dipancarkan oleh lampu pijar dihitun, melalui Persamaan
(7-3), vaitu
~ eo - T
1
~ (1) (5,671O
-o
Wb/m
2
K
1
) (5O1O
-6
m
2
) (11OO K)
1
~ 1O,o9 W
Dava kalor radiasi ini adalah 6O' dari dava listrik van, diberikan ke lampu pijar.
Jadi, 1O,o9 W ~ 6O'
listrik
=
listrik
~
1O, o9 W
O, 6O
~1o,15 W
1e,an,an listrik, V ~ 22O volt.
Arus listrik van, men,alir melalui lampu pijar dihitun, dari rumus dava listrik,
= =
1o,15 W
O, Oo25 A.
22O V

V
V
Sumber: Physics, 1993
Sumber: Physics, 1993
Radiasi Benda Hitam 179
Dari Cambar 7.4 terlihat bahwa panjan, ,elomban, intensitas
maksimum benda van, suhunva tin,,i lebih pendek dari panjan,
,elomban, intensitas benda van, suhunva rendah. Oejala per,eseran
maks
pada radiasi benda hitam disebut Hukum Per,eseran Wien. Secara
matematis, Hukum Per,eseran Wien dinvatakan dalam perumusan
berikut.

maks
T ~ konstan (7-1)
Wien menemukan bahwa hasil kali antara
maks
dan suhu mutlak
merupakan bilan,an konstan seperti pada Persamaan (7-4), dan bilan,an
konstan pada perumusan Hukum Per,eseran Wien bernilai 2,o9o1O
-3
mK.
Hukum Per,eseran Wien ju,a di,unakan untuk memperkirakan suhu
sebuah bintan, den,an melihat warna cahava sebuah bintan,, suhu
bintan, tersebut dapat diprediksikan.
Contoh 7.3
Sebuah benda dipanaskan hin,,a bersuhu 5.OOO C. 1entukanlah panjan, ,elomban,
maksimum radiasi termal van, dipancarkan benda tersebut.
]awab:
Diketahui: T ~ 5.OOO C ~ (5.OOO273)K ~ 5.273 K
berdasarkan Persamaan (11-5) akan diperoleh

maks
T ~ C
=

maks
(5.273K) ~ 2,o9o1O
-3
mK
3
7
maks
2, o9o 1O mK
5, 5O 1O m
5273 K

~
~


Jadi, panjan, ,elomban, maksimum radiasi termal adalah 5,5O 1O
-7
m.
I
T
1
T
2
T
3
Berdasarkan ,rafik intensitas radiasi ( )
terhadap panjan, ,elomban,, seperti
ditunjukkan pada ,ambar di sampin,,
ba,aimanakah hubun,an antara suhu mutlak
T
1
, T
2
, dan T
3
'
]awab:
Dari ,rafik pada ,ambar di sampin, diperoleh
bahwa urutan panjan, ,elomban, untuk intensitas radiasi maksimum adalah
1 2 3 m m m
. Berdasarkan hukum per,eseran Wien (Persamaan 7-4) diperoleh
m
T C atau
m
C
T

Jadi,
1 2 3 m m m

1 2 3
C C C
T T T
, diperoleh T
1
> T
2
> T
3
.
Contoh 7.4
3. Pendekatan Teori RayleighJeans
Pada tahun 1o9O, muncul pertanvaan ba,aimana menjelaskan
spektrum radiasi benda hitam. Pen,amatan dan eksperimen van, telah
dilakukan pada masa itu mencoba mencari penjelasan. Spektrum radiasi
Tokoh
Max Planck
(1858 1947)
Max Planck dilahirkan di Kiel,
Jerman. Ia belajar di Munich dan
Berlin. Seperti banyak ahli fisika
lainnya, ia seorang pemain musik
yang pandai. Pada tahun 1900 M,
setelah 6 tahun belajar di Universitas
Berlin, ia menyatakan bahwa kunci
pemahaman radiasi benda hitam
adalah anggapan bahwa pemancaran
dan penyerapan radiasi terjadi dalam
kuantum energi hf. Penemuan yang
menghasilkan hadiah Nobel 1918 ini
sekarang dianggap sebagai tonggak
dari fisika modern. Walaupun selama
Hitler berkuasa, ia tetap tinggal di
Jerman. Ia memprotes perlakuan
Nazi kepada ilmuwan Yahudi dan
sebagai akibatnya ia harus
melepaskan kedudukannya sebagai
presiden Institut Kaiser Wilhelm.
Setelah perang dunia kedua, institut
tersebut diberi nama Institut Planck
dan ia kembali menjabat sebagai
presiden sampai akhir hayatnya.
Sumber: Fundamental Of Physics, 2001

1 m

2 m

3 m
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 180
benda hitam diteran,kan oleh Lord Ra,leigh (1o12-1919) dan Sir ]ames
Hopward ]eans (1o77-1916). Perumusan mereka men,,unakan teori
fisika klasik seperti teori kinetik ,as.
Di Kelas Xl, Anda telah mempelajari materi panas benda berhubun,an
den,an ener,i kinetik molekul ,as. 1eori ekipartisi menvatakan bahwa
ener,i total ,as dalam suatu ruan,an tertutup diba,i secara merata ke
setiap molekul van, terdapat di dalam ruan,an. Jika ener,i total sistem
adalah dan banvaknva molekul van, berada dalam ruan,an adalah |,
ener,i rata-rata van, dimiliki oleh setiap molekul adalah /|. lner,i ini
terkandun, dalam bentuk ener,i kinetik setiap molekul. Akan tetapi, tidak
berarti semua molekul memiliki ener,i van, sama, vaitu /|. Nilai tersebut
hanvalah merupakan nilai rata-rata.
Cambar 7.5 memperlihatkan sebaran kecepatan van, dimiliki
molekul ,as. Sebaran ener,i kecepatan karena ener,i kinetik selalu
berhubun,an den,an kecepatan. Ra,leigh-]eans melihat bahwa kurva
sebaran itu serupa den,an hasil van, diperoleh pada intensitas spektrum
radiasi termal. Mereka beran,,apan ada kemiripan antara sifat panas
benda dan radiasi termal. Den,an pendekatan van, mereka lakukan,
Ra,leigh-]eans memperoleh perumusan bahwa intensitas radiasi
berbandin, terbalik den,an pan,kat empat panjan, ,elomban, ( ).
Untuk van, besar, intensitas akan semakin kecil. Apabila
mendekati tak hin,,a, intensitas akan mendekati nol. Hal ini sesuai
den,an hasil empiris. Akan tetapi, apabila mendekati nol, hal ini san,at
menvimpan, dari hasil empiris van, menunjukkan bahwa intensitas
mendekati nol ketika semakin men,ecil.
Penvimpan,an persamaan Ravlei,h- Jeans van, san,at jauh ini
dinamakan Bencana Ultra Violet" karena van, kecil berada dalam
wilavah ,elomban, ultraviolet.
Cambar 7.6 menunjukkan hubun,an intensitas dan panjan,
,elomban, antara kurva Ravlei,h-Jeans dan kurva Wien. 1eori Wien
dapat meneran,kan spektrum pada panjan, ,elomban, van, pendek,
tetapi menvimpan, ketika meneran,kan panjan, ,elomban, van, panjan,.
Sebaliknva, teori Ra,leigh-]eans dapat meneran,kan spektrum pada
panjan, ,elomban, van, panjan,, tetapi menvimpan, ketika meneran,kan
panjan, ,elomban, van, pendek.
4. Teori Planck
1eori klasik tentan, cahava seba,ai ,elomban, elektroma,netik
dapat menjelaskan dari mana asal radiasi kalor, tetapi tidak bisa den,an
tepat memprediksikan spektrum cahava van, dipancarkan seba,aimana
van, teramati oleh Wien. 1eori Wien mampu menjelaskan radiasi benda
hitam untuk panjan, ,elomban, van, pendek, tetapi ,a,al untuk panjan,
,elomban, van, panjan,. Sebaliknva, teori Ra,leigh-]eans berhasil
menjelaskan radiasi benda hitam untuk panjan, ,elomban, van, panjan,,
tetapi ,a,al untuk panjan, ,elomban, van, pendek.
Akhirnva, penjelasan van, memuaskan lahir dari seoran, fisikawan
Jerman, Max Planck (1o5o-1917). la mencoba melakukan pendekatan
lain den,an men,ajukan suatu rumus empiris dan ternvata san,at cocok
den,an hasil pen,amatannva.
v
n (v)
Gambar 7.5
Sebaran jumlah partikel yang
memiliki kecepatan (v).
T
e
o
r
i

R
a
y
l
e
i
g
h

-

J
e
a
n
s
T
e
o
r
i

W
i
e
n
Int ensit as
Panj ang gelombang
T
e
o
r
i

P
l
a
n
c
k
Gambar 7.6
Perbandingan teori Wien, dan
teori Rayleigh-Jeans dengan
teori Planck yang memenuhi
data percobaan.
Tugas Anda 7.1
Carilah dari buku-buku tentang
formula yang digunakan Rayleigh-
Jeans untuk menjelaskan intensitas
radiasi benda hitam.
Radiasi Benda Hitam 181
Planck mencari dasar teori untuk rumus empirisnva. Dua bulan
kemudian, ia berhasil membuat asumsi van, san,at men,ejutkan pada
saat itu, vaitu tentan, ,etaran molekul-molekul di permukaan benda
hitam. Planck men,emukakan postulatnva seba,ai berikut.
1) lner,i radiasi van, dipancarkan oleh ,etaran molekul-molekul
(osilator) benda merupakan paket-paket (kuanta) ener,i. Besarnva
ener,i dalam setiap paket merupakan kelipatan bilan,an bulat suatu
besaran ", vaitu

n
~ n | j (7-5)
den,an n adalah bilan,an asli (1,2,3, ....) van, disebut bilan,an
kuantum dan j adalah frekuensi ,etaran molekul-molekul, sedan,-
kan | merupakan konstanta Planck van, besarnva 6,626 1O
-31
Js.
leh karena ener,i radiasi bersifat diskrit, dikatakan ener,inva
terkuantisasi dan ener,i van, diperbolehkan den,an n ~ 1,2,3, ...
disebut tin,kat ener,i.
2) Molekul-molekul menverap atau memancarkan ener,i radiasi cahava
dalam paket diskrit van, disebut kuantum atau foton. lner,i 1 foton
karena perbedaan dua tin,kat ener,i seperti tampak pada Cambar
7.7 adalah
~ | j (7-6)
Jika molekul-molekul menverap/memancarkan 1 foton, tin,kat
ener,inva bertambah atau berkuran, sebesar |j. Oa,asan Planck ini
berlaku untuk benda hitam.
lan,kah Planck den,an postulatnva bahwa ener,i osilator terkuantisasi
merupakan sebuah terobosan besar, Planck sendiri bersama ilmuwan
sean,katannva tidak menvadari hal itu. Oa,asan Planck dian,,ap seba,ai
ton,,ak awal fisika kuantum.
E
n
0
1
2
3
4
ke n =
0
1hf
2hf
3hf
4hf
Gambar 7.7
Tingkat-tingkat energi yang
diperkenankan untuk satu
molekul yang frekuensinya f.
Jumlah minimum foton cahava van, panjan, ,elomban,nva ~555 nm untuk
menimbulkan ran,san,an visual pada mata normal adalah n ~1OO foton per sekon.
Jika cepat rambat cahava c ~ 31O
o
m/s dan | ~ 6,61O
-31
Js, tentukanlah dava
cahava tersebut.
]awab:
lner,i cahava berdasarkan Persamaan (7-5) adalah
c
n | j n |


Dava cahava tersebut dapat ditentukan seba,ai berikut.
n | c

: :




31 o
17
9
1OO 6, 6 1O Js 3 1O m/s
3, 57 1O W
1 s 555 1O m

~
~
~

Contoh 7.5
Tantangan
untuk Anda
Perumusan Rayleigh-Jeans tidak
cocok diterapkan untuk radiasi
benda hitam pada daerah panjang
gelombang pendek. Dapatkah Anda
menduga, apa implikasi dari
persamaan Rayleigh-Jeans pada
daerah panjang gelombang pendek
untuk kehidupan di Bumi?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 182
5. Aplikasi Radiasi Benda Hitam untuk Mengukur Suhu
Matahari
Matahari merupakan bintan, van, palin, dekat den,an Bumi,
jaraknva sekitar 15O.OOO.OOO km. Matahari memancarkan ener,i kalor
van, san,at ber,una ba,i kehidupan di Bumi. lner,i tersebut berasal
dari reaksi fusi hidro,en di dalam inti Matahari. Dapatkah Anda
membavan,kan berapa besar ener,i van, dihasilkan Matahari sehin,,a
sampai jarak 15O.OOO.OOO km ener,i itu masih ada berupa cahava dan
kalor'
Radiasi ener,i Matahari san,at besar, seperti van, telah Anda pelajari.
lntensitas radiasi ini berbandin, lurus den,an pan,kat empat suhunva.
Menurut teori, radiasi van, dipancarkan ini memiliki intensitas van,
berbeda-beda. Untuk lebih memahami konsep ini perhatikan Cambar
7.S berikut ini.
Cambar 7.S menunjukkan spektrum radiasi Matahari van, diukur
di luar an,kasa. Orafik tersebut san,at mirip den,an ,rafik intensitas
radiasi benda hitam. leh karena itu, para astronom men,asumsikan
Matahari seba,ai benda hitam sehin,,a bisa dihitun, berapa suhu di
permukaan Matahari den,an men,,unakan Hukum Per,eseran Wien.
Dari ,rafik terlihat bahwa nilai intensitas maksimum terdapat pada
panjan, ,elomban, sebesar 5.OOO A (daerah panjan, ,elomban, sinar
tampak). Menurut Hukum Per,eseran Wien, akan didapatkan nilai suhu
di permukaan Matahari seba,ai berikut.
maks
. T ~ 2,o9o 1O
-3
mK
T ~
3
7
2, o9o1O mK
51O m
~
~
T ~ 6OOO K
Selain untuk men,ukur suhu Matahari, penerapan radiasi benda
hitam ini dapat di,unakan untuk men,ukur suhu bintan, lainnva, vaitu
den,an men,analisis spektrum bintan, tersebut.
Gambar 7.8
Grafik intensitas radiasi
Matahari yang diukur di luar
angkasa.
2 1 6 o 1O 12 11 16 1o
I(W/m
2
)

~7
10 m
Salah satu isu ,lobal van, serin, dian,kat oleh aktivitas lin,kun,an hidup adalah
isu tentan, pemanasan Bumi. Ada seba,ian ne,ara maju van, tidak mau
menandatan,ani r:|| ,: tentan, pembatasan kadar emisi ,as dari industri.
Oas emisi ini seba,ian besar adalah C
2
. Menurut para ahli, ,as C
2
inilah van,
men,akibatkan pemanasan Bumi atau dikenal den,an istilah je| numc| ccc
(Green Huse jjec:). Carilah informasi dari berba,ai sumber (buku, majalah, internet,
dan lain-lain) tentan, hubun,an antara efek rumah kaca dan radiasi benda hitam.
Diskusikanlah den,an teman sekelas Anda tentan, hal ini.
Mari Mencari Tahu
1 = 10
10
m
Ingatlah
Tantangan
untuk Anda
Grafik pada Gambar 7.8
menunjukkan intensitas radiasi
Matahari yang diukur di luar angkasa.
Apakah Anda bisa menduga
bagaimana grafik intensitas radiasi
Matahari jika diukur di permukaan
Bumi? Apakah di seluruh tempat di
permukaan Bumi intensitas radiasi
Matahari selalu sama? Jelaskan
jawaban Anda dengan bahasa yang
mudah dipahami dan diskusikanlah
bersama teman sekelas.
Kata Kunci
benda hitam
radiasi benda hitam
emisivitas benda
intensitas
daya radiasi
spektrum
energi radiasi
radiasi termal
Radiasi Benda Hitam 183
Gambar 7.9
(a) Cahaya sebagai gelombang;
(b) Cahaya sebagai paket-paket
energi.
(b)
1. Suhu kerja filamen tun,sten dalam suatu lampu pijar
adalah 2.15O K dan emisivitasnva O,3O. 1entukan luas
permukaan filamen lampu pijar 1O W.
2. Sebuah luban, kecil pada dindin, :cnur menverupai
benda hitam. Jika luasnva 1 cm
2
dan suhunva 1.727C
(sama seperti suhu di dalam tanur), berapakah ener,i
van, diradiasikan ke luar luban, setiap detik'
3. Bola (r ~ 3 cm) bersifat seperti benda hitam, berada
dalam keadaan seimban, den,an lin,kun,annva.
1ernvata, bola menverap dava 6O kW dari
lin,kun,annva. Berapakah suhu bola itu'
1. lampu pijar dapat dian,,ap berbentuk bola. Jari-jari
lampu pijar pertama adalah dua kali jari-jari lampu
kedua. Suhu pijar pertama dan kedua masin,-masin,
57 C dan 2O7 C. 1entukan nilai perbandin,an antara
dava kalor radiasi lampu pertama dan lampu kedua.
5. Konstanta emisivitas sebuah benda hitam adalah 2/3.
Hitun,lah intensitas radiasi van, dipancarkan apabila
suhu benda itu 15O K.
6. Sebuah bola lo,am den,an jari-jari 1 cm dipanaskan.
Pada suhu 227C, bola lo,am itu memancarkan radiasi
den,an dava o,911O
5
watt. Hitun,lah emisivitas bola
lo,am tersebut.
7. Hitun,lah dava van, dipancarkan oleh sebuah kubus
van, dipanaskan hin,,a 327C. Kubus tersebut memiliki
panjan, sisi 1O cm dan terbuat dari bahan den,an
emisivitas 75'.
o. Benda A memancarkan radiasi den,an
max
~ 1OO nm.
Benda itu terus men,alami pemanasan sehin,,a
suhunva 1 kali lipat suhu semula. 1entukanlah
max

setelah pemanasan.
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah pada buku latihan.
B. Dualisme Gelombang Partikel
1. Sifat Partikel yang Dimiliki Gelombang
Pada mulanva, banvak fisikawan van, men,an,,ap cahava seba,ai
,elomban,. Hal ini diperkuat den,an adanva difraksi, polarisasi, refraksi,
refleksi, dan interferensi van, sesuai den,an sifat umum ,elomban,. Akan
tetapi, ketika para fisikawan menemukan fenomena radiasi benda hitam,
efek fotolistrik, dan efek Compton, asumsi cahava seba,ai ,elomban, tidak
dapat menjelaskan fenomena-fenomena tersebut. Kemudian, muncullah
pandan,an bahwa cahava adalah partikel. Seba,ai analo,i, perhatikah
Cambar 7.9. Pada ,ambar tersebut, Anda bisa memerhatikan perbedaan
cahava jika diasumsikan seba,ai ,elomban, dan seba,ai partikel. Den,an
asumsi seba,ai ,elomban,, cahava dipancarkan seba,ai rambatan
,elomban, van, kontinu. Adapun den,an asumsi seba,ai partikel, cahava
dipancarkan dalam bentuk paket-paket ener,i van, disebut foton.
Supava Anda lebih memahami asumsi cahava seba,ai partikel, Anda
bisa mempelajari efek fotolistrik dan efek Compton berikut.
a. Efek Fotolistrik
Gec|c :er|ecsn,c e|e|:rn-e|e|:rn Jcr| ermu|ccn |c: |cm |e:||c
J|s|ncr| Jencn jre|uens| :er:en:u J|se|u: eje| j:||s:r||. llektron van, terlepas
dari permukaan plat lo,am tersebut disebut elektron foto. Peristiwa ini
pertama kali ditemukan oleh Hertz, seperti di,ambarkan pada Cambar 7.10.
Peran,kat percobaan untuk men,amati efek fotolistrik terdiri atas
tabun, kaca hampa udara dan plat lo,am van, disebut seba,ai katode.
Ketika katode disinari den,an sinar ultraviolet, elektron akan terlepas
dari katode dan ber,erak menuju anode sehin,,a arus men,alir pada
ran,kaian. Banvaknva elektron van, terlepas dapat terlihat dari indikator
kuat arus van, ditunjukkan oleh amperemeter. lner,i kinetik van, dimiliki
elektron dapat ditentukan den,an cara memperbesar beda potensial
antara katode dan anode sehin,,a beda potensial bersifat menahan laju
(a)
Gambar 7.10
Skema eksperimen efek fotolistrik.
ruang vakum
cahaya
saklar geser
tutup
tabung
C
T
i
i
+ +
V
A
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 184
Gambar 7.11
(a) Apabila energi kinetik elektron
melebihi energi potensial
penghalang, elektron akan dapat
mendaki bukit potensial; (b) Energi
kinetik elektron tidak bergantung
pada intensitas cahaya; (c) Setiap
permukaan memiliki frekuensi (f
0
)
berbeda.
E
k
v
elektron. Bersamaan den,an kenaikan beda potensial, penunjukan jarum
amperemeter akan men,ecil. Jika pada suatu ketika jarum ampermeter
menunjuk an,ka nol, besarnva ener,i potensial sama den,an besar ener,i
kinetik van, dimiliki elektron. Nilai beda potensial pada saat itu disebut
potensial henti.
lner,i potensial r van, diberikan dapat diprediksikan seba,ai sebuah
bukit van, harus dilewati elektron seperti pada Cambar 7.11(a). Apabila
bukit potensial terus dipertin,,i, suatu saat amperemeter van, dipasan,
di balik bukit menunjukkan an,ka nol. lni berarti, ener,i kinetik elektron
tidak cukup la,i untuk melewati bukit potensial sehin,,a besarnva
potensial henti V
S
bersesuaian den,an ener,i kinetik elektron.

|
~ e V
S
(7-7)
atau
2
maks O
1
2
mt eV
(7-o)
lksperimen van, dilakukan oleh instein den,an men,ubah-ubah
frekuensi cahava van, jatuh pada plat lo,am (katode), intensitas cahava,
dan potensial pen,halan, pada efek fotolistrik memberikan beberapa
kesimpulan seba,ai berikut.
a) Besar ener,i kinetik maksimum elektron tidak ber,antun, pada intensitas
cahava (perhatikan Cambar 7.11(b)).
b) Setiap permukaan lo,am membutuhkan frekuensi minimum tertentu van,
disebut frekuensi amban, (j
O
) a,ar efek fotolistrik dapat berlan,sun,
(perhatikan Cambar 7.11(c)).
c) llektron-elektron dibebaskan dari permukaan lo,am hampir tanpa selan,
waktu, vaitu kuran, dari 1O
-9
sekon setelah penvinaran.
d) 1eori ,elomban, tidak dapat menjelaskan men,apa ener,i kinetik
maksimum elektron bertambah jika frekuensi cahava diperbesar.
Hasil eksperimen tersebut tidak dapat dijelaskan oleh teori klasik
tentan, ,elomban, elektroma,netik. Menurut teori klasik, ener,i van,
dikandun, ,elomban, elektroma,netik bersesuaian den,an intensitasnva.
Apabila intensitas semakin tin,,i, ener,i ,elomban, elektroma,netik
akan menin,,i pula. Medan listrik van, dibawa ,elomban, elektro-
ma,netik akan memberikan ,ava pada elektron di permukaan lo,am
sehin,,a elektron memperoleh ener,i dari ,elomban,. Jika ener,i van,
dimiliki elektron cukup besar, elektron akan terlepas dari permukaan
lo,am. Berdasarkan hal itu, seharusnva ener,i kinetik elektron ber,antun,
pada intensitas cahava.
Kehadiran frekuensi amban, pun tidak dapat dijelaskan den,an teori
klasik. lksperimen menunjukkan bahwa sekecil apapun intensitas cahava,
apabila frekuensinva lebih besar daripada frekuensi j
O
, efek fotolistrik
akan terjadi. Menurut teori klasik, seharusnva van, ada adalah intensitas
amban,. Den,an keber,antun,an ener,i cahava pada intensitasnva,
hubun,an linear antara ener,i kinetik elektron dan frekuensi ,elomban,
elektroma,netik sama sekali tidak dapat dijelaskan.
Menurut Albert instein, semua ener,i foton diberikan kepada
elektron, dan ini menvebabkan foton lenvap. la berpandan,an bahwa
kuantum merupakan sifat ,elomban, itu sendiri. Menurutnva, cahava
Sumber: Fisika untuk Sains dan Teknik Tipler
2
3
2 0 4 6 8
f
0 f
0
f
0
C
e
N
a
K
10
14
Hz
energi potensial
gelombang (eV)
V
0
V
I
intensitas
tinggi
intensitas
rendah
(a)
(b)
(c)
1
Radiasi Benda Hitam 185
terdiri atas paket-paket van, disebut seba,ai foton. loton-foton merupakan
partikel van, tidak bermassa van, diserap dan dipancarkan. lner,i van, dimiliki
oleh foton sama den,an kuanta van, dikemukakan oleh Planck, vaitu ~ | j,
den,an | adalah konstanta Planck dan j adalah frekuensi ,elomban,
elektroma,netik.
linstein dapat menjelaskan secara sempurna hasil efek fotolistrik.
Cahava van, jatuh di atas lo,am dilukiskan seba,ai rentetan foton van,
menumbuk pada lo,am, setiap foton menumbuk elektron dalam lo,am.
Pada peristiwa tumbukan tersebut, foton memberikan seluruh ener,inva
kepada elektron dan foton itu sendiri menjadi lenvap.
lner,i van, diperlukan untuk melepaskan diri dari permukaan lo,am
disebut fun,si kerja \. Untuk jenis lo,am van, berbeda, tentunva fun,si
kerja akan berbeda pula karena perbedaan ener,i ikat antara elektron
dan ion dalam lo,am. Jadi, untuk lo,am tertentu berlaku
\ ~ | j
O
(7-9)
Jika frekuensi foton lebih besar daripada frekuensi amban,, kelebihan
ener,i van, diterima elektron itu akan menjadi ener,i kinetik elektron.
| j - | j
O
~
|
(7-1O)
| j ~ | j
O

|
| j ~ \
|
(7-11)
Keterangan:
| ~ konstanta Planck ~ 6,63 1O
-31
(Js)
j ~ frekuensi ,elomban, cahava (Hz)
j
O
~ frekuensi amban, (Hz)
Jika dibuat dalam sebuah tabel, fun,si kerja fotolistrik beberapa jenis
lo,am bisa dilihat dalam Tabel 7.1.
1 eV = 1,6 10
19
J
Ingatlah
Tabel 7.1
lun,si Kerja llektron pada Beberapa lo,am
Cesium Cs 2,11
Kalium K 2,3O
Natrium Na 2,75
lmas Au 5,31
1emba,a Cu 1,91
Perak A, 1,71
Platina Pt 5,65
Logam Lambang Iungsi Kerja (W) eV
Efek fotolistrik selain memiliki
peranan penting dalam teori foton
pada cahaya, juga memiliki banyak
sekali aplikasi dalam kehidupan
sehari-hari. Sebagai contoh adalah
alarm pencuri dan pembuka
otomatis yang juga menggunakan
sirkuit fotolistrik. Ketika seseorang
menghalangi sinar yang dipancarkan,
penurunan arus listrik dapat
mengaktifkan saklar sehingga bel
berbunyi atau pintu terbuka.
Biasanya sinar yang digunakan adalah
sinar ultraviolet dan inframerah
karena kedua sinar ini tidak terlihat.
The photoelectric effect, besides
playing an important historical role
in confirming the photon theory of
light, also has many practical
applications. Burglar alarms and
automatic door openers often make
use of the photocell circuit. When a
person interrupts the beam of light, the
sudden drop in current in the circuit
activates a switch which operates a
bell or opens the door. UV or IR light is
sometimes used in burglar alarms
because of its invisibility.
Sumber: Physics for Scientist & Engineers
Informasi
untuk Anda
Information for You
lrekuensi amban, suatu bahan 1,5 1O
16
Hz. Jika bahan tersebut disinari den,an sinar
van, memiliki frekuensi 2 1O
16
Hz, tentukan besar ener,i kinetik elektron van,
terlepas dari permukaan lo,am tersebut.
]awab:

|
~ |j - |j
O
~ | (j - j
O
)

|
~ 6,63 1O
-31
Js (2 1O
16
Hz - 1,5 1O
16
Hz)

|
~ 6,63 1O
-31
Js (O,5 1O
16
Hz) ~ 3,31 1O
-1o
joule.
Contoh 7.6
Sumber: Physics, 1993
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 186
Kalium disinari den,an cahava ultraviolet van, panjan, ,elomban,nva 2.5OO A. Jika fun,si
kerja kalium 2,21 eV, tentukanlah nilai potensial henti pada peristiwa efek fotolistrik
tersebut (| ~ 6,6 1O
-31
Js).
]awab:
Diketahui: ~ 2.5OO A ~ 2,5 1O
-7
m,
\
O
~ 2,21 eV~ (2,21 eV) (1,6 1O
-19
Js)
~ 3,536 1O
-19
J
lner,i kinetik maksimum elektron: |
m
~ | j - \
O
~
c
|

- \
O
|
m
~
o
31 19
7
3 1O m/s
6, 6 1O Js 3, 536 1O J
2, 5 1O m
~ ~
~

|
m
~ 1,3o 1O
-19
J
Kemudian, ,unakan Persamaan (7-S), sehin,,a
|
m
~ eV
0
atau V
O
~
m
|
e
= V
O
~
19
19
1, 3o 1O J
1, 6 1O C
~
~

~ 2,71 V
Jadi, potensial henti pada efek fotolistrik tersebut adalah 2,71 V.
b. Efek Compton
Dalam peristiwa efek fotolistrik, cahava van, dijatuhkan pada kepin,
lo,am diperlakukan seba,ai paket ener,i van, disebut foton. loton itu
men,alami peristiwa tumbukan den,an elektron. Biasanva tumbukan
selalu dihubun,kan den,an momentum. Pada peristiwa tersebut akan
berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan lner,i.
Penelitian hamburan sinar-X van, dilakukan Arthur H. Compton
(1o92-1962) men,hasilkan fenomena baru, vaitu per,eseran panjan,
,elomban, atau perubahan frekuensi sebelum dan sesudah tumbukan.
Oejala ini dijelaskan oleh Compton den,an men,an,,ap bahwa van,
terjadi adalah tumbukan antara kuantum cahava (foton) dan elektron
bebas. Ketika foton menumbuk elektron, seba,ian ener,i foton akan
diberikan kepada elektron sehin,,a elektron memiliki ener,i kinetik.
Adapun ener,i foton setelah tumbukan akan berkuran,. Menurut teori
klasik, pen,uran,an ener,i tidak akan diikuti oleh perubahan frekuensi
atau panjan, ,elomban,. Namun, menurut teori kuantum, perubahan
ener,i berarti akan terjadi perubahan frekuensi dan perubahan panjan,
,elomban,. lni dibuktikan dari hasil pen,amatan van, menunjukkan
bahwa setelah tumbukan, panjan, ,elomban, foton bertambah besar
(
'
). leh karena ener,i foton dirumuskan seba,ai
c
|

, jelaslah
bahwa ener,i foton setelah tumbukan akan berkuran,.
1) Momentum foton
Kesetaraan massa dan ener,i menurut instein adalah ~ mc
2
(Hal
tersebut akan Anda pelajari dalam pokok bahasan berikutnva), sedan,kan
Contoh 7.7
Foton merupakan paket-paket
energi pada cahaya. Konsep ini
merupakan kelanjutan dari asumsi
cahaya merupakan partikel.
Ingatlah
Tugas Anda 7.2
Proses terjadinya sinar-X
merupakan kebalikan dari proses
fotolistrik. Carilah informasi dari
berbagai sumber tentang sinar-X
dan diskusikanlah bersama teman
sekelas Anda.
leh karena 1 joule ~ 1,6 1O
-19
eV, besar ener,i kinetik elektron van, terlepas
adalah
1o
19
3, 31 1O
1, 6 1O
|

~
~

eV ~ 2O,6 eV
Radiasi Benda Hitam 187
menurut Planck, cahava berbentuk paket-paket ener,i den,an ener,i
foton sebesar ~ | j . Den,an demikian, pendekatan secara relativistik
dapat ditulis
2
| j
mc | j mc
c
= (7-12)
Dari Persamaan (7-12), Anda dapat memperoleh persamaan momentum
relativistik dari sebuah foton, vaitu
| j
mc
c
(7-13)
Diketahui
c
j
dan
1
j
c
, maka Persamaan (7-13) dapat ditulis
atau
| |


(7-11)
Keteran,an:
~ momentum sebuah foton (k, m/s)
c ~ cepat rambat cahava (m/s)
~ panjan, ,elomban, cahava (m)
| ~ tetapan Planck ~ 6,631O
-31
Js
j ~ frekuensi cahava (Hz)
2) Perubahan Panjang Celombang pada Hamburan Compton
Perhatikan tumbukan antara sebuah foton dan sebuah elektron seperti
ditunjukkan pada Cambar 7.12. Sebelum tumbukan, foton memiliki
panjan, ,elomban, , dan elektron berada dalam keadaan diam. Setelah
tumbukan, foton terhambur den,an sudut 0 dan men,alami penurunan
ener,i menjadi '. Di lain pihak, seba,ian elektron membentuk sudut
den,an arah ,erak foton sebelum tumbukan. Hamburan van, dialami
oleh foton disebut hamburan Compton den,an ciri-ciri khasnva terjadi
perubahan dan perubahan j. Untuk men,etahui perubahan ener,i atau
panjan, ,elomban, foton setelah terhambur, di,unakan analisis den,an
Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan lner,i. leh
karena ener,i van, terlibat san,at tin,,i serta kemun,kinan besar
kecepatan elektron setelah tumbukan san,at besar, persamaan dinamika
van, di,unakan adalah dinamika relativistik.
Den,an men,,unakan Hukum Kekekalan lner,i dan Hukum
Kekekalan Momentum dalam dinamika Relativistik, didapatkan
persamaan hamburan Compton seba,ai berikut.

O
' 1 cos
|
m c
0 ~ ~
(7-15)
Keterangan:

~ panjan, ,elomban, foton sebelum tumbukan (m)

~ panjan, ,elomban, foton sesudah tumbukan (m)


| ~ tetapan Planck ~ 6,63 1O
-31
(Js)
c ~ cepat rambat cahava ~ 3 1O
o
m/s
0 ~ sudut penvimpan,an foton
m
O
~ massa diam elektron (k,)
Gambar 7.12
Tumbukan foton dan elektron
(a) sebelum tumbukan
(b) sesudah tumbukan
foton dengan , p
(a)
(b)
', p'
f
o
t
o
n

t
e
r
h
a
m
b
u
r
elektron
terdorong
p
e
v
0

Tokoh
Arthur Compton (Holly)
(18921962)
Arthur Compton adalah seorang ahli
Fisika yang dilahirkan di Wooster,
Ohio, USA. Dia belajar di Universitas
Princetion dan lulus menjadi
profesor Fisika di Chicago (1923). Dia
meneliti dan menjelaskan Efek
Compton, penambahan panjang
gelombang sinar-X yang
dihamburkan ketika bertumbukan
dengan elektron. Untuk sumbangan
pemikirannya tersebut, dia
mendapat penghargaan Nobel Fisika
pada 1927.
Sumber: www.allbiographies.com
elektron diam
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 188
Ek (eV)
f (Hz)
0,2
3,7
f
0
Sinar-X den,an panjan, ,elomban, ~ O,2O nm dihamburkan oleh sebuah balok karbon.
Sinar-X van, dihamburkan diamati menvimpan, 15 terhadap arahnva semula. Hitun,
panjan, ,elomban, sinar-X van, dihamburkan ini.
]awab:
Beda panjan, ,elomban, foton sebelum dan sesudah dihamburkan dapat dihitun, den,an
Persamaan (7-16):

' 1 cos
|
mc
0 A ~ ~
Diketahui: ~ O,2O nm, | ~ 6,63 1O
-31
Js, dan m ~9,1 1O
-31
k,
maka



31
31 o
6, 63 1O Js
1 cos 15
9,1 1O k, 3 1O m/s

~
~

A ~

A ~ 7,11 1O
-13
m ~ O,OOO711 nm
Panjan, ,elomban, foton sinar-X van, dihamburkan adalah
~ A ~ O,2O nm O,OOO711 nm ~ O,2OO711 nm
2. Sifat Gelombang pada Partikel
Pada pembahasan sebelumnva telah dijelaskan bahwa ,elomban,
memiliki sifat partikel. Sekaran, muncul pertanvaan, apakah partikel
memiliki sifat ,elomban,' Dalam peristiwa interferensi dan difraksi
cahava, sifat ,elomban, cahava lebih menonjol daripada sifat partikel
cahava. Adapun dalam peristiwa efek fotolistrik dan efek Compton, sifat
partikel cahava lebih menonjol daripada sifat ,elomban, cahava.
Pada 1921, lisikawan berkeban,saan Prancis, Louis de Broglie adalah
oran, pertama van, men,ajukan hipotesis bahwa partikel seperti elektron
ju,a dapat bersifat seba,ai ,elomban,.
a. Panjang Gelombang de Broglie
Louis de Broglie menvatakan bahwa (elektron) van, ber,erak ada
kemun,kinan memiliki sifat ,elomban, den,an panjan, ,elomban, van,
sesuai. Partikel van, ber,erak den,an kecepatan t memiliki momentum
~ m t atau secara relativistik dituliskan seba,ai berikut.
| j

leh karena c ~ j maka


| j
|

j

sehin,,a panjan, ,elomban, de Bro,lie adalah
| |
mt

(7-16)
Pada Persamaan (7-15), suku
O
|
m c
disebut ju,a panjan, ,elomban,
Compton (
c
), nilainva adalah

31
12
31 o
O
6, 63 1O Js
2, 13 1O m.
9,1 1O k, 3 1O m/s
c
|
m c

~
~
~



Contoh 7.8
Pembahasan Soal
Grafik di atas menunjukkan
hubungan antara energi kinetik
maksimum elektron terhadap
frekuensi foton pada efek
fotolistrik. Jika h = 6,6 10
34
Js dan
1 eV = 1,6 10
19
J, besar f adalah ....
a. 48 10
14
Hz
b. 21 10
14
Hz
c. 14 10
14
Hz
d. 9,5 10
14
Hz
e. 8,9 10
14
Hz
UMPTN 1996
Pembahasan
Menurut persamaan efek fotolistrik
E
k
= hf W
maka
f =

k
E W
h
Dari grafik, nilai Ek = 0,2 eV = 0,2 (1,6
1019) J
Pada saat f = 0, berlaku
E
k
= W atau W = E
k
Dari grafik, saat f = 0, nilai E
k
= 37 eV,
maka W = 3,7 eV = 3,7 (1,6 10
19
) J
Jadi,
f =
Ek W
h
=

~
~

19
34
0,2 3,7 1, 6 10 J
6, 6 10 Js
= 9,5 10
14
Hz
Jawaban: d
Radiasi Benda Hitam 189
Keteran,an:

~ panjan, ,elomban, partikel menurut de Bro,lie (m)


| ~ tetapan Planck ~ 6,63 1O
-31
Js
m ~ massa diam partikel (k,)
t ~ laju partikel (m/s)
Dalam pen,amatannva, de Broglie melihat bahwa berkas elektron
dihamburkan oleh atom-atom permukaan nikel tepat seperti van,
diperkirakan untuk difraksi ,elomban, menurut rumus Bra,, dan memiliki
panjan, ,elomban, van, sesuai den,an van, diberikan oleh persamaan
de Bro,lie. Hasil percobaan ini mevakinkan de Broglie bahwa partikel
elektron van, ber,erak dapat memiliki sifat ,elomban, van, dicirikan
oleh panjan, ,elomban,nva.
Sebuah elektron van, mula-mula diam dipercepat oleh beda potensial listrik V.
Jika massa elektron m, muatan elektron e, dan tetapan Planck |, tentukanlah panjan,
,elomban, elektron tersebut. Jika diin,inkan panjan, ,elomban, ~ O,35 A,
berapa besar V van, harus diberikan' (m ~ 9,11O
-31
k,, e ~ 1,6 1O
-19
C, dan
| ~ 6,6 1O
-31
Js).
]awab:
Sebuah elektron van, dipercepat den,an beda potensial V dari keadaan diam akan
menerima
listrik
~ eV dan men,ubahnva menjadi
| elektron
~
1
2
m t
2
sehin,,a berlaku
2
1
2
mt eV atau
2eV
t
m

Panjan, ,elomban, de Bro,lie elektron adalah:


2
2
2
2
| | | |
mt meV
eV
m eV
m
m
m
=
A,ar ~ O,35 A ~ O,35 1O
-1O
m, maka V dapat dihitun, seba,ai berikut.

31
1O
31 19
6, 6 1O Js
O, 35 1O m~
2 9,1 1O k, 1, 6 1O C V
~
~
~ ~


(O,351O
-1O
m)
2
2(9,11O
-31
k,) (1,61O
-19
C) V ~ (6,61O
-31
Js)
2
V ~ 1221 volt
Contoh 7.10
Tokoh
Louis Victor de Broglie
(18921987)
Louis Victor De Broglie (1892
1987) lahir di Dieppe, Prancis, dan
bersekolah di Sorbonne. Ia
melanjutkan kuliahnya di Universitas
Paris tahun 1926. Pada 1929, ia
menerima hadiah Nobel dalam
bidang Fisika atas teorinya mengenai
sifat gelombang pada partikel. Teori
ini menjadi dasar dari mekanika
kuantum, cabang dari ilmu Fisika.
Pada awal 1800, para fisikawan
percaya bahwa cahaya terdiri atas
gelombang energi. Pada 1900, Max
Planck menunjukkan bahwa cahaya
dapat bersifat partikel. Pada 1924, de
Broglie menyatakan bahwa elektron
dapat bersifat sebagai partikel dan
gelombang.
Sumber: Conceptual of Physics, 2000
Tantangan
untuk Anda
Efek Compton diaplikasikan dalam
dunia kedokteran untuk mendeteksi
kepadatan tulang. Dengan bahasa
Anda sendiri, dapatkah Anda
menjelaskan cara kerjanya?
Contoh 7.9
1entukan panjan, ,elomban, de Bro,lie untuk benda berikut ini.
a. Bola den,an massa O,5 k, van, ber,erak den,an kecepatan 2O m/s.
b. llektron van, ber,erak den,an ener,i kinetik 1 eV.
]awab:
Diketahui: m ~ O,5 k,, t ~ 2O m/s.
a.

31
35
6, 63 1O Js
6, 63 1O m
O, 5 k, 2O m/s
|
mt

~
~


b.
|
~ l eV ~ 1,6 1O
-19
J


31 19
2 2 9,1 1O k, 1, 6 1O J
|
m
~ ~

5O 25
29,12 1O 5, 396 1O k, m/s
~

31
9
25
6, 63 1O Js
1, 23 1O m
5, 396 1O k, m/s
|

~
~
~

Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 190


b. Eksperimen Davisson-Germer
Pada 1927, C.]. Davisson dan L.H. Cermer melakukan penelitian
men,enai hamburan elektron. Mereka menjatuhkan berkas elektron van,
memiliki ener,i kinetik tertentu ke atas kristal tun,,al nikel. Mereka
men,amati bahwa pada sudut 0 tertentu terjadi titik maksimum van,
berhubun,an den,an pola interferensi. Berdasarkan data van, diperoleh,
panjan, ,elomban, van, didapatkan ternvata ada kesesuaian antara
hasil van, mereka peroleh dan panjan, ,elomban, van, didapatkan
menurut hipotesis de Bro,lie. Skema alat percobaan van, dilakukan
mereka tampak pada Cambar 7.13.
llektron van, di,unakan dari kawat filamen pada tabun, hampa udara
dilewatkan melalui medan listrik den,an potensial van, dapat diatur. Setelah
dihitun,, panjan, ,elomban, van, dimiliki oleh elektron ordenva sama
besar den,an jarak atom-atom dalam kristal bahan padat. Den,an
men,amati sudut-sudut pantul elektron setelah men,enai kristal, Davisson
dan Cermer memperoleh pola-pola difraksi seperti pada Cambar 7.14 van,
sama den,an pola difraksi oleh sinar-X. Hasil eksperimen Davisson dan
Cermer menunjukkan bahwa partikel seperti elektron dapat bersifat seba,ai
,elomban,.
Pada eksperimen Davisson-Cermer, berkas elektron van, jatuh pada
bidan, pemantul kristal den,an sudut 0 dan bidan, pemantul van,
memiliki selan, jarak sebesar J akan men,hamburkan elektron den,an
sudut hambur . Hubun,an jarak antara atom c dan jarak antara bidan,
pemantul J memenuhi persamaan berikut.

cos
2
J c

(7-17)
Dari Cambar 7.14 terlihat bahwa 0 dan memenuhi hubun,an
9O
2

0 ~
sehin,,a Persamaan (7-17) berubah menjadi
sin J c 0
(7-1o)
Ketika elektron dipercepat den,an beda potensial V ~ 51 volt.
interferensi maksimum akan terjadi pada ~ 5O. Den,an men,,unakan
Persamaan (7-1S), nilai akan diperoleh untuk jarak antara atom nikel
c ~ O,215 nm. Jika dibandin,kan den,an nilai van, diperoleh
berdasarkan teori de Broglie akan men,hasilkan nilai panjan, ,elomban,
van, sama.
Den,an demikian, perhitun,an panjan, ,elomban, van, dilakukan
oleh Davisson-Cermer menurut percobaan sama den,an panjan,
,elomban, berdasarkan teori de Broglie. Davisson-Cermer berhasil
menunjukkan bahwa materi memiliki sifat ,elomban,. Percobaan-
percobaan untuk membuktikan keberadaan partikel terus berkemban,.
Salah satu contohnva adalah pola-pola difraksi van, terjadi seba,ai akibat
berkas elektron van, dijatuhkan pada kristal aluminium. Penemuan sifat
,elomban, partikel selanjutnva melahirkan suatu kajian baru dalam fisika,
van, disebut mekanika ,elomban,.
Pada masa sekaran,, sifat ,elomban, van, dimiliki partikel telah
banvak dimanfaatkan. Sifat-sifat bahan diselidiki den,an melihat pola
difraksi elektron van, dijatuhkan pada bahan tersebut. Mikroskop elektron

berkas
elektron
kristal
nikel
detektor
filamen
Gambar 7.13
Skema alat percobaan Davisson-
Germer. Berkas elektron
dijatuhkan pada kristal tunggal
nikel. Interferensi yang terjadi
pada sudut diamati pada detektor.
Gambar 7.14
Gambaran mengenai
hamburan elektron oleh
bidang kristal.

a
0
d
d
a
d
a

2

2
sinar datang
Radiasi Benda Hitam 191
van, di,unakan oleh para ahli biolo,i untuk meneliti jasad mikroskopis
merupakan contoh pemanfaatan sifat ,elomban, partikel. Mikroskop
elektron dapat men,hasilkan perbesaran van, san,at tin,,i.
c. Prinsip Ketidakpastian Heisenberg
Apakah Anda pernah membavan,kan ba,aimana cara van,
di,unakan para fisikawan untuk men,amati elektron' Anda telah belajar
tentan, efek fotolistrik dan efek Compton pada materi sebelumnva. Pada
pembahasan tersebut terjadi tumbukan antara foton dan elektron. Peristiwa
inilah van, di,unakan oleh para fisikawan untuk men,amati elektron.
loton ditembakkan ke arah elektron sehin,,a terjadi tumbukan antara
keduanva, kemudian foton van, terpantulkan oleh elektron ini diamati
oleh pen,amat. loton ini membawa informasi tentan, keberadaan
elektron. Akan tetapi, keberadaan elektron van, diinformasikan oleh
foton tersebut bukan keberadaan foton van, sebenarnva, melainkan
keberadaan elektron setelah tumbukan den,an foton. Den,an kata lain,
ada ketidakpastian posisi elektron akibat tumbukan den,an foton. Prinsip
ini pertama kali dikemukakan oleh Heisenberg dan prinsip ini dikenal
den,an nama prinsip ketidakpastian Heisenber,. Untuk lebih jelasnva
perhatikan ,ambar berikut.
Pada peristiwa tersebut, foton memiliki momentum sebesar

|
, dan
jika foton bertumbukan den,an elektron, momentum awal elektron akan
berubah. Perubahan van, tepat tidak bisa diramalkan, tetapi perubahan
ini sebandin, den,an perubahan momentum foton

|
. Jadi, pen,ukuran
tersebut telah menvebabkan ketidakpastian sebesar

A -
|

.
leh karena ketidakpastian pen,ukuran posisi elektron sekuran,-
kuran,nva sama den,an panjan, ,elomban, van, di,unakan, vaitu
A ~ \ . Ketidakpastian momentum dan posisinva adalah
\ | A A ~ (7-19)
Jadi, di dalam teori Relativistik, posisi dan momentum suatu partikel
tidak dapat ditentukan tepat secara bersamaan. Semakin besar ketepatan
posisi partikel, semakin besar ketidakpastian momentumnva. Sebaliknva,
semakin besar ketepatan har,a momentumnva, semakin kecil ketepatan
posisinva. Berbeda den,an teori klasik, posisi dan momentum suatu partikel
dapat ditentukan secara tepat dan bersamaan.
Gambar 7.15
Tumbukan foton dan elektron
ketika mengamati elektron.
Kata Kunci
gelombang partikel
efek fotolistrik
foton
fungsi kerja
efek Compton
panjang gelombang de Broglie
jarak antara bidang
prinsip ketidakpastian
Heisenberg
pengamat
momentum
elektron semula
foton datang
momentum
elektron akhir
pengamat pengamat
(a) (b) (c)
elektron
bertumbukan
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 192
1. lo,am cesium memiliki fun,si kerja 1,oO eV.
a. Berapa panjan, cahava ,elomban, terpanjan,
van, dapat dijatuhkan pada permukaan lo,am
cesium tanpa men,eluarkan elektron dari
permukaan lo,am'
b. Jika permukaan lo,am disinari oleh cahava
monokromatik den,an panjan, ,elomban, 15O nm,
hitun,lah ener,i kinetik maksimum elektron foto
van, keluar dari permukaan lo,am.
c. Berapakah potensial henti van, menahan
keluarnva arus elektron'
2. Cahava den,an panjan, ,elomban, 5O nm meradiasi
permukaan lo,am van, memiliki fun,si kerja O,31O
-1o
joule. Jika c ~ 3 1O
o
m/s dan | ~ 6,61O
-31
Js,
tentukan:
a. ener,i kinetik maksimum elektron fotonva,
b. potensial henti.
3. Suatu berkas sinar-X den,an ener,i 17,2 k eV
men,alami hamburan Compton den,an sudut 9O.
1entukan ener,i foton sinar-X sesudah hamburan.
(Penuntun: ener,i foton dirumuskan oleh

c
| )
1. Sebuah foton memiliki panjan, ,elomban, O,O7O nm
men,alami hamburan Compton den,an sudut 6O.
1entukanlah:
a. panjan, ,elomban,,
b. ener,i foton van, dihamburkan,
c. ener,i van, diberikan kepada elektron van,
melompat.
5. Sebuah partikel ber,erak den,an kecepatan 21O
6
m/s.
Berapakah panjan, ,elomban, partikel jika partikel
tersebut:
a. elektron,
b. proton,
c. bola bermassa O,1 k,'
6. Berapakah panjan, ,elomban, foton a,ar momentum-
nva sama den,an momentum elektron van, ber,erak
den,an kecepatan 2 1O
o
m/s'
7. Sebutkanlah ,a,asan van, dikemukakan oleh de
Bro,lie.
o. Hitun,lah panjan, ,elomban, de Bro,lie van, dimiliki
oleh elektron van, ber,erak den,an laju 5 1O
6
m/s.
9. Sebuah partikel bermassa 1O
-6
k, memiliki panjan,
,elomban, de Bro,lie sebesar 2O nm. 1entukanlah
kecepatan ,erak partikel tersebut.
1O. Sebuah partikel ber,erak den,an laju 2,51O
5
m/s.
Hitun,lah massa partikel tersebut jika panjan,
,elomban, de Bro,lie van, dimiliki partikel itu 5OO nm.
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah pada buku latihan.
Rangkuman
1. Radiasi elektroma,netik van, dipancarkan oleh benda
disebut radiasi termal.
2. Benda hitam adalah suatu sistem van, dapat
menverap semua radiasi kalor van, men,enai benda
atau sistem tersebut.
3. Menurut Stefan-Boltzmann, intensitas radiasi termal
suatu benda dinvatakan den,an ~ eo T
1
.
1. Hukum Per,eseran Wien menvatakan bahwa panjan,
,elomban, van, suhunva tin,,i lebih pendek
daripada panjan, ,elomban, intensitas benda van,
suhunva rendah. Secara matematis, Hukum
Per,eseran Wien dinvatakan seba,ai berikut.

maks
T ~ konstan
1eori Wien ini dapat meneran,kan spektrum pada
panjan, ,elomban, van, pendek, tetapi menvimpan,
ketika meneran,kan panjan, ,elomban, van, panjan,.
5. Ravlei,h-Jeans memperoleh perumusan bahwa
intensitas radiasi berbandin, terbalik den,an pan,kat
empat panjan, ,elomban,.
6. 1eori Ravlei,h-Jeans ini dapat meneran,kan spektrum
pada panjan, ,elomban, van, panjan,, tetapi
menvimpan, ketika meneran,kan panjan,
,elomban, van, pendek.
7. Menurut 1eori Planck, ener,i radiasi van, dipancar-
kan oleh ,etaran molekul benda merupakan paket
(kuanta) ener,i van, besarnva

n
~ n | j
lner,i untuk satu foton adalah sebesar
~ | j
o. lfek fotolistrik adalah ,ejala terlepasnva elektron-
elektron dari permukaan plat lo,am ketika disinari
den,an frekuensi tertentu. Persamaan van, berlaku
pada ,ejala ini adalah
| j ~ \
|
den,an \ ~ | j
O
adalah fun,si kerja elektron pada
lo,am.
lun,si kerja adalah ener,i minimum van, dibutuhkan
elektron a,ar terlepas dari ikatan inti atom pada lo,am.
9. lfek Compton menjelaskan bahwa ketika foton
menumbuk elektron, foton memberikan ener,i pada
elektron. Kehilan,an ener,i pada foton ditandai
den,an men,ecilnva frekuensi foton atau bertambah
panjan,nva panjan, ,elomban, foton. Momentum
van, dimiliki foton adalah

| j
mc
c
atau

Radiasi Benda Hitam 193


1O. Den,an men,,unakan Hukum Kekekalan lner,i
dan Hukum Kekekalan Momentum dalam dinamika
relativistik, didapatkan persamaan hamburan
Compton seba,ai berikut.

| |
mt
11. Sifat ,elomban, pada partikel pertama kali dikenalkan
oleh louis de Bro,lie. Menurut dia, panjan, ,elomban,
partikel (panjan, ,elomban, de Bro,lie) adalah
0 sin J c
12. Prinsip ketidakpastian elektron men,,ambarkan
bahwa informasi tentan, elektron keberadaannva
tidak pasti. Besarnva ketidakpastian sebesar

A -
|

leh karena ketidakpastian pen,ukuran elektron


sekuran,-kuran,nva sama den,an panjan, ,elomban,
van, di,unakan, vaitu A ~ \ | . Ketidakpastian
momentum dan posisinva adalah

A ~ A A ~ atau
|
\ \ |
Peta Konsep
Radiasi Benda Hitam
terjadi penvimpan,an untuk
penerapannva
muncul
contoh
penerapanva
membahas
Perumusan Ravlei,h-Jeans
terjadi penvimpan,an untuk

>> atau j <<

<< atau j >>


Hipotesis Planck Men,ukur Suhu
Matahari atau Bintan,
membahas
membahas membahas
Panjan, Oelomban,
de Bro,lie
lfek lotolistrik lfek Compton Prinsip
Ketidakpastian Heisenber,
Dualisme Oelomban, Partikel
lntensitas Radiasi Hukum Per,eseran Wien
Sifat Oelomban, pada Partikel Sifat Partikel pada Oelomban,
Setelah mempelajari materi pada bab ini, Anda tentu
dapat memahami mengenai benda hitam. Anda juga
paham bahwa cahaya juga dapat bersifat seperti partikel
dan partikel bisa bersifat seperti gelombang. Dari
keseluruhan materi yang ada pada bab ini, bagian
Refleksi
manakah yang Anda anggap sulit untuk dipahami? Coba
Anda diskusikan dengan teman atau guru Fisika Anda.
Coba Anda tuliskan juga manfaat mempelajari bab ini.
Diskusikan konsep yang ada di dalamnya bersama teman
Anda.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 194
1. Pada peristiwa efek fotolistrik, semakin besar intensitas
cahava penvinarannva, maka ....
a. semakin besar ener,i kinetik elektron van, terlepas
b. semakin besar kecepatan elektron van, terlepas
c. semakin banvak elektron van, terlepas
d. kecepatan dan jumlah elektron van, terlepas
sama besar
e. ener,i van, terserap oleh bahan semakin besar
2. lner,i foton suatu ,elomban, elektroma,netik
ber,antun, pada ....
a. kecepatannva d. panjan, ,elomban,nva
b. intensitasnva e. suhunva
c. amplitudonva
3. Berikut ini, van, fotonnva memiliki ener,i terbesar
adalah ....
a. sinar merah d. sinar-X
b. sinar un,u e. ,elomban, radio
c. sinar ,amma
1. Besarnva panjan, ,elomban, de Bro,lie dari sebuah
elektron van, ber,erak den,an kelajuan O,3 c, den,an
c ~ 3 1O
o
m/s dan massa elektron 9,1 1O
-31
k,
adalah ....
a. O,O2 A d. O,Oo A
b. O,O1 A e. O,O9 A
c. O,O6 A
5. Cahava ultraviolet van, diper,unakan untuk
menvinari permukaan lo,am memiliki panjan,
,elomban, 2.OOO A. llektron van, terlepas dari
permukaan lo,am memiliki ener,i kinetik sebesar 5,915
eV. lun,si kerja dari lo,am tersebut adalah ....
a. O,5 eV d. O,2 eV
b. O,1 eV e. O,1 eV
c. O,3 eV
6. Dua kepin, lo,am diberikan beda potensial V. llektron
menumbuk anoda den,an kelajuan t. Jika massa
elektron m, muatannva e, kelajuan elektron dapat
dituliskan menjadi ....
a.
2eV
m
d.
1
2
eV
m
b.
2
2
eV
m
e. 2
eV
m
c.
eV
m
7. Jika sebuah pemancar radio berdava 1.OOO watt
memancarkan foton tiap sekonnva sebanvak 51O
2O
buah, ener,i satu fotonnva adalah ....
a. 2 1O
-17
J d. 2 1O
-2O
J
b. 5 1O
-17
J e. 5 1O
-2O
J
c. 2 1o
-1o
J
(UMPTN 1997)
o. Permukaan lo,am tertentu memiliki fun,si kerja \
joule. Jika konstanta Planck | joule sekon, ener,i
maksimum foto elektron van, dihasilkan oleh cahava
berfrekuensi t Hz adalah ... joule.
a. \ |t d. |t/\
b. \/(|t) e. |t - \
c. \ - |t
9. Permukaan suatu lo,am memiliki fun,si kerja
3, 9O 1O
-19
J disinari cahava van, panjan,
,elomban,nva 3.3OO A. lner,i kinetik foto elektron
maksimum van, dihasilkan adalah ....
a. 2,1 1O
-21
J
b. 1,2 1O
-19
J
c. 2,1 1O
-19
J
d. 1,6 1O
-19
J
e. 6,O 1O
-1o
J
(btanas 199S)
1O. Panjan, ,elomban, suatu foton 5 1O
3
A men,enai
suatu permukaan lo,am van, ener,i amban,nva 2 eV.
Jika c ~ 3 1O
o
m/s dan | ~ 6,63 1O
-31
joule sekon,
besar ener,i kinetik foto elektron adalah ....
a. 6,7o 1O
-2O
joule
b. 6,o7 1O
-2O
joule
c. 7,7o 1O
-2O
joule
d. o,6o 1O
-2O
joule
e. 9 1O
-2O
joule
(btanas 1990)
11. Jika sinar un,u memiliki frekuensi 1O
16
Hz dijatuhkan
pada permukaan lo,am van, memiliki ener,i amban,
2
3
kali kuantum ener,i sinar un,u dan tetapan Planck
~ 6,6 1O
-31
joule sekon, ener,i kinetik elektron van,
dilepas adalah ....
a. 1,1 1O
-1o
joule
b. 2,2 1O
-1o
joule
c. 3,3 1O
-1o
joule
d. 1,1 1O
-1o
joule
e. 6,6 1O
-1o
joule
12. lrekuensi amban, natrium 1,11O
11
Hz. Besarnva
potensial pen,henti dalam volt ba,i natrium saat
disinari den,an cahava van, frekuensinva 6,O1O
11
Hz
adalah ....
a. O,31 V d. O,66 V
b. O,1O V e. O,99 V
c. O,11 V
(UMPTN 1999)
13. Seberkas sinar den,an j ~ 1O
15
Hz jatuh pada lo,am.
lun,si kerja lo,am 2,9 1O
-19
J, maka potensial henti
(s:|n :en:|c|) dari elektron (| ~ 6,6 1O
-31
Js, m
e
~ 9,11O
-31
k,,
e
~ 1,6 1O
-19
C), adalah ....
a. 1,11 V d. 3,73 V
b. 2,31 V e. 1,9o V
c. 1,o1 V
Tes Kompetensi Bab 7
A. Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling benar.
Radiasi Benda Hitam 195
11. Pada ,ejala fotolistrik diperoleh ,rafik hubun,an (kuat
arus) van, timbul terhadap V (te,an,an listrik) seperti
pada ,ambar. Upava van, dilakukan a,ar ,rafik c
menjadi ,rafik | adalah ....
a. men,uran,i intensitas sinarnva
b. menambah intensitas sinarnva
c. menaikkan frekuensi sinar
d. menurunkan frekuensi sinar
e. men,,anti lo,am van, disinari
(UMPTN 1994)
15. Orafik van, menunjukkan hubun,an antara ener,i
kinetik elektron foto (
k
) dan intensitas () foton pada
proses fotolistrik adalah ....
a. d.
b. e.
c.
(UMPTN 1995)
16. Jika tetapan Planck ~ 6,6O 1O
-31
Js, panjan,
,elomban, de Bro,lie suatu elektron van, ber,erak
den,an kelajuan
1
9,1
1O
o
m/s adalah ....
a. 6,61O
-17
A
b. 6,61O
-2
A
c. 6,61O
-1
A
d. 6,6 A
e. 66 A
(btanas 2000)
17. Cahava kunin, memiliki panjan, ,elomban, 6.6OO A.
Jika tetapan Planck ~ 6,6O 1O
-31
Js dan kelajuan
cahava dalam ruan, hampa adalah 3 1O
o
m/s,
momentum foton cahava kunin, adalah ....
a. 1O
-15
k, m/s
b. 1O
-11
k, m/s
c. 1O
-36
k, m/s
d. 1O
27
k, m/s
e. 1O
19
k, m/s
(btanas 2000)
1o. Sebuah elektron dipercepat oleh suatu beda potensial V.
Jika e ~ muatan elektron, m ~ massa elektron, dan
| ~ konstanta Planck, maka panjan, ,elomban, de
Bro,lie elektron ini dapat dinvatakan den,an rumus
....
a.
|
meV
d.
2
|
meV
b.
2|
meV
e.
3
2
|
meV
c.
2
|
meV
(UMPTN 1993)
19. Orafik berikut menunjukkan hubun,an ener,i kinetik
maksimum elektron (
k
) terhadap frekuensi foton (j)
pada efek fotolistrik.
Jika konstanta Planck ~ 6,61O
-31
Js dan 1 eV ~
1,61O
-19
joule, besar j adalah ....
a. 1o 1O
11
Hz d. 9,5 1O
11
Hz
b. 21 1O
11
Hz e. o,9 1O
11
Hz
c. 11 1O
11
Hz
(UMPTN 1996)
2O. Oambar berikut adalah ,rafik hubun,an
k
(ener,i
kinetik maksimum) foto elektron terhadap j (frekuensi)
sinar van, di,unakan pada efek fotolistrik.
Nilai pada ,rafik tersebut adalah....
a. 2,61 1O
-33
J d. 2,61 1O
-19
J
b. 3,3O 1O
-33
J e. 3,3O 1O
-19
J
c. 6,6O 1O
-2O
J
(UMPTN 1999)
21. Hubun,an ener,i kinetik elektron dan frekuensi
penvinaran pada ,ejala fotolistrik terlihat pada ,rafik
seperti ,ambar.
E
k
I
E
k
I
E
k
I
E
k
I
E
k
I
E
k
(eV)
0, 2
3,7
f
0 f
f (Hz)
5 4
f (10
14
Hz)
E
k
(J)
p
D
C
f
A
f
B
E
k
(J)
f (Hz)
I
V
a
b
0
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 196
1. lner,i kinetik elektron van, terlepas dari permukaan
lo,am sebesar 1 eV. Apabila cahava penvinaran dari
luar van, diper,unakan memiliki frekuensi 1O
15
Hz,
berapakah frekuensi penvinaran van, diperlukan
supava ener,i kinetik elektron menjadi 2 eV'
2. loton dari ,elomban, elektroma,netik den,an panjan,
,elomban, 3OO A menumbuk sebuah elektron dalam
ruan, hampa. Setelah tumbukan, foton terpantul
den,an arah 6O terhadap arah semula, tentukanlah:
a. panjan, ,elomban, foton setelah bertumbukan,
b. ener,i foton setelah bertumbukan.
3. Pada sebuah mikroskop elektron, elektron dilewatkan
pada medan listrik den,an beda potensial 55,2 eV. Jika
diketahui massa elektron 9,11O
-31
k, dan muatan
elektron 1,6 1O
-19
coulomb, tentukanlah:
a. kecepatan elektron saat menumbuk anoda,
b. panjan, ,elomban, elektron.
1. Pada saat foton menumbuk sebuah elektron, foton
tersebut berbalik arah dari arahnva semula. Apabila
panjan, ,elomban, foton mula-mula 1,52A,
tentukanlah:
a. panjan, ,elomban,nva setelah bertumbukan,
b. ener,i foton van, hilan, pada saat bertumbukan.
5. 1entukanlah besarnva ener,i per detik van, dipancar-
kan oleh sebuah bola api berpijar den,an diameter 2 cm
dan suhu permukaan bola api tersebut oOO K.
Diketahui koefisien emisivitasnva ~ 1.
6. lun,si kerja sebuah lo,am natrium adalah 2,3 eV.
1entukan panjan, ,elomban, maksimum cahava van,
dapat menvebabkan terjadinva efek fotoelektron.
7. Pada suatu peristiwa fotolistrik, elektron terlepas dari
permukaan lo,am den,an kelajuan t pada saat frekuensi
sinar van, dipakai menvinari lo,am tersebut j.
1entukanlah kelajuan elektron van, keluar dari per-
mukaan lo,am jika frekuensi sinar luar dijadikan 2j.
o. Sebuah foton den,an panjan, ,elomban, O,o Nm
menambah elektron diam. loton dihamburkan den,an
sudut simpan,an 12O dari arah semula. 1entukan
panjan, ,elomban, foton setelah tumbukan.
9. Partikel dapat bersifat seba,ai ,elomban,, den,an
sendirinva elektron akan dapat menunjukkan sifat-sifat
interferensi atau difraksi jika dilewatkan pada suatu
kisi. Buktikan bahwa elektron dapat menunjukkan
sifat-sifat tersebut, seba,aimana halnva suatu
,elomban,.
1O. Apabila fun,si kerja suatu lo,am adalah 1,5 eV,
berapakah panjan, ,elomban, penvinaran van,
diperlukan oleh lo,am tersebut supava ener,i kinetik
elektron van, dapat dilepaskan dari permukaan lo,am
tersebut sebesar O,5 eV'
B. ]awablah pertan,aan berikut dengan tepat.
Apabila konstanta Planck ~ |, besarnva fun,si kerja
lo,am adalah ....
a. O,25 |j
-
d. O,5 |j

b. O,5 |j
-
e. |j

c. |j
-
(UMPTN 1994)
22. Sebuah elektron van, diperkecil pada beda potensial
1o kV pada tabun, hampa udara akan menimbulkan
panjan, ,elomban, minimum sebesar ....
a. 1,o 1O
-12
m d. o,O 1O
-12
m
b. 6,6 1O
-12
m e. 9,1 1O
-12
m
c. 7,2 1O
-12
m
(UMPTN 1997)
23. Jika dari keadaan diamnva elektron pertama dipercepat
oleh benda potensial V
1
dan elektron lain den,an beda
potensial V
2
, perbandin,an panjan, ,elomban, de
Bro,lie elektron-elektron tersebut untuk beda potensial
berorde kV adalah ....
a.
2
1
V
V
d.
[
| j
\ )
1
2
V
V
b.
1
2
V
V
e.
[
| j
\ )
2
1
V
V
c.

1
2
2
V
V
21. Jika dari keadaan diam elektron dipercepat berturut-
turut oleh beda potensial V
1
~1OO volt dan V
2
~1OO
volt, perbandin,an panjan, ,elomban, de Bro,lienva
adalah ....
a.
1
1
d. 2
b.
1
2
e. 1
c.
3
1
(UMPTN 1996)
25. Dari ,rafik berikut, hubun,an antara intensitas ener,i
() van, dipancarkan oleh permukaan benda terhadap
panjan, ,elomban, ( ) van, dipancarkan adalah ....
a. T
A
~ T
B
dan

A
<

B
b. T
A
<T
B
dan

A
<

B
c. T
A
>T
B
dan

A
<

B
d. T
A
<T
B
dan

A
>

B
e. T
A
>T
B
dan

A
>

B
T
A
T
B
I
T
Fisika Atom 197 197
membuat ulasan tentang perkembangan teori atom
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas
berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma Fisika Modern.
Hasil yang harus Anda capai:
Fisika Atom
A. Evolusi Model
Atom
B. Atom Berelektron
Banyak
Anda pasti pernah menden,ar tentan, atom. Atom merupakan bahan
dasar penvusun semua zat van, ada di alam ini, tetapi atom bukan partikel
terkecil karena masih ada partikel-partikel subatomik. 1ahukah Anda
tujuan para ilmuwan mempelajari atom' Untuk menjawab pertanvaan
tersebut, Anda harus menjawab terlebih dahulu pertanvaan-pertanvaan
berikut. Apakah Anda tahu tentan, serat optik van, banvak di,unakan
dalam dunia telekomunikasi sekaran, ini' Apakah Anda tahu bahan
apa van, di,unakan seba,ai ran,ka pesawat ulan,-alik' Den,an
mempelajari seluk beluk atom, para ilmuwan dapat memodifikasi unsur-
unsur sehin,,a memiliki sifat van, diharapkan.
Pada bab ini, Anda akan mempelajari evolusi model atom dan atom
berelektron banvak. Materi ini merupakan dasar pen,etahuan untuk
belajar dan men,aplikasikan teknolo,i tentan, fisika material.
Bab
8
Sumber: Chemistry: Matter and Its Changes, 2003
Atom terdiri atas proton dan neutron yang terletak pada inti
serta elektron yang mengorbit pada kulit.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 198
A. Evolusi Model Atom
Sejak zaman dulu, manusia sudah tertarik untuk men,etahui bahan
dasar penvusun seluruh material dan zat van, ada di alam ini. landasan
berpikirnva san,at sederhana, mereka men,ambil analo,i sebuah rumah
van, dibuat dari batu dan kavu, kemudian batu tersebut disusun oleh
partikel-partikel batu van, lebih kecil, dan seterusnva. Akhirnva, mereka
sampai pada kesimpulan bahwa bahan semua material dan zat van, ada
di alam itu disusun oleh suatu bahan dasar.
1. Model Atom Demokritus
lde tentan, keberadaan bahan dasar ini kali pertama dikemukakan
oleh Leucippus (lahir tahun 19O SM). Kemudian, Demokritus (17O-3oO
SM) men,emban,kan pendapat Leucippus den,an memberi nama c:ms
untuk bahan dasar ini. Nama ini diambil dari bahasa Yunani van, berarti
tidak dapat diba,i la,i. Jadi, Demokritus menvatakan bahwa semua
material dan zat van, ada di alam ini disusun oleh ba,ian terkecil van,
tidak dapat diba,i la,i, vaitu atom.
Pada masa tersebut, banvak para filsuf van, men,emukakan
pendapatnva men,enai atom. Ar,umentasi van, mereka ,unakan bukan
didasarkan pada hal percobaan, melainkan berdasarkan lo,ika. Walaupun
"penemuan" mereka ini sebatas teori, tetapi hal ini telah menjadi ton,,ak
pentin, untuk pekemban,an teori fisika atom dan fisika inti. Seirin,
den,an perkemban,an zaman, banvak fisikawan dan kimiawan van,
tertarik untuk mempelajari teori atom ini terus membuat evolusi model
atom sehin,,a didapatkan model atom seperti sekaran, ini.
2. Model Atom Dalton
]ohn Dalton (1766-1o11) adalah seoran, ilmuwan ln,,ris van, kali
pertama menvatakan teori tentan, atom berdasarkan hasil eksperimen
van, dilakukan ]oseph Proust, seoran, kimiawan dari Prancis, van,
menvatakan bahwa senvawa disusun oleh unsur-unsur den,an
perbandin,an tetap. Hasil eksperimen Proust ini disebut Hukum
Perbandin,an 1etap. Pada 1799, Proust melakukan eksperimen den,an
mereaksikan unsur hidro,en dan unsur oksi,en. la menemukan senvawa
air den,an perbandin,an tetap, vaitu 1:o. A,ar Anda lebih jelas,
perhatikan tabel berikut.
Sebelum mempelajari konsep Iisika Atom, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Sebutkan komponen penvusun sebuah atom dan
jelaskan kedudukan tiap komponen tersebut dalam
atom.
2. Sebutkan dan jelaskan model-model atom van, pernah
ada mulai dari awal sampai model van, terbaru.
3. Sebutkan nama-nama kulit tempat elektron men,orbit
dalam atom dan berapa jumlah maksimum elektron
van, dapat berada pada tiap kulit tersebut.
1. Coba Anda perhatikan tabel periodik unsur-unsur.
Menurut Anda, ba,aimanakah ukuran jari-jari atom
dalam (a) satu periode dan (b) satu ,olon,an.
Tokoh
John Dalton
(17661844)
John Dalton adalah seorang
ilmuwan Inggris. Dia orang pertama
yang mengemukakan tentang teori
atom berdasarkan hasil eksperimen
yang dilakukan Joseph Proust. Dalton
menyatakan bahwa atom adalah
bagian terkecil dari benda yang tidak
dapat dibagi-bagi lagi.
Sumber: www.allbiographies.com
Fisika Atom 199
Selain hasil eksperimen Proust, eksperimen lain van, dijadikan acuan
oleh Dalton dalam membuat teori atomnva adalah eksperimen van,
dilakukan oleh Antoine Lavoisier dan Preistle,. Pada 1771, dua oran,
kimiawan itu melakukan eksperimen den,an memanaskan merkuri oksida
van, dihubun,kan den,an udara di wadah tertutup. Hasil eksperimen
menujukkan massa sebelum reaksi dan sesudah reaksi adalah sama.
Pernvataan ini dikenal seba,ai Hukum lavoisier.
Dua hasil eksperimen ini membuat Dalton mempercavai tentan,
keberadaan atom. Jika suatu unsur terdiri dari bahan dasar van, tidak
kontinu, tidak mun,kin ada perbandin,an tetap unsur-unsur pembentuk
senvawa dan kekekalan massa. leh karena itu, pada 1oO3, Dalton
men,usulkan teori atom seba,ai berikut.
a. Atom merupakan ba,ian terkecil suatu zat van, tidak dapat diba,i-
ba,i la,i.
b. Setiap unsur memiliki sifat unik van, sesuai den,an sifat atom
penvusunnva.
c. Dua atom atau lebih van, berasal dari unsur-unsur berlainan dapat
ber,abun, membentuk molekul.
d. Pada suatu persenvawaan untuk membentuk molekul, jumlah massa
sebelum dan sesudah persenvawaan adalah sama.
e. Pada suatu persenvawaan, unsur-unsur pembentuknva selalu berada
dalam perbandin,an tetap dan sederhana.
3. Model Atom Thomson
Pada akhir abad XlX, Thomas Alva dison berhasil menemukan
fenomena emisi termal dalam percobaannva untuk menciptakan bola
lampu. lenomena ini mendoron, para fisikawan meneliti tentan, tabun,
sinar katode. 1abun, sinar katode terdiri atas sebuah tabun, hampa (,as
di dalam tabun, di pompa keluar sampai tekanan ,as sekitar O,O1 mmH,),
satu elektrode ne,atif (katode), dan satu elektroda positif (anode). Ketika
elektrode dihubun,kan den,an sumber te,an,an tin,,i (5kV-5OkV) akan
diemisikan suatu partikel van, ber,erak menuju anode. Dari hasil
penelitian, diketahui bahwa partikel van, diemisikan katode ini
bermuatan ne,atif.
Pada 1o97, seoran, fisikawan ln,,ris bernama ]oseph ]ohn Thomson
melakukan kembali eksperimen tentan, tabun, sinar katode, tetapi
den,an beberapa modifikasi. Untuk lebih jelasnva, Anda bisa melihat
Cambar S.1 berikut.
Tokoh
Sir J.J. Thomson
(18561940)
Thomson adalah seorang ahli Fisika
yang lahir di Checham Hill, Greater
Manchester, Inggris. Dia belajar di
Cambridge dan meraih gelar
profesor pada 1884. Dia meraih
hadiah Nobel Fisika tahun 1906.
Eksperimennya yang terkenal
tentang tabung sinar katode. Dari
eksperimennya, dia menemukan
nilai nisbah e/m.
Sumber: www.allbiographies.com
Massa Hidrogen
,ang Direaksikan
(gram)
1
1
2
2
Massa Oksigen
,ang Direaksikan
(gram)
o
9
o
16
Massa Air
(gram)
9
9
9
1o
Sisa Hasil Reaksi
(gram)
O
1 ,ram oksi,en
1 ,ram hidro,en
O
Tabel S.1
lksperimen Perbandin,an 1etap Proust
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 200
Gambar 8.1
Percobaan Thomson
Cambar S.1 menunjukkan pada ba,ian ten,ah tabun, sinar katode
diberi medan listrik dan medan ma,net van, arahnva salin, te,ak lurus
(crss j|e|J), vaitu medan listrik berarah ke bawah (pada ,ambar) dan
medan ma,net berarah ke dalam kertas (pada ,ambar). 1ahapan-tahapan
eksperimen van, dilakukan oleh Thomson adalah seba,ai berikut.
1) Ketika ~ O dan ~ O, partikel sinar katode ber,erak lurus.
2) Ketika medan listrik diaktifkan, sinar katode ber,erak ke atas. Hal
ini disebabkan ,ava elektrostatis antara partikel bermuatan ne,atif
dan pelat kutub positif.
3) Den,an tetap menja,a besar , medan ma,net diaktifkan. Sesuai
den,an kaidah tan,an kanan, arah ,ava lorentz adalah ke bawah.
Den,an men,atur besarnva , sinar katode tersebut akan ber,erak
lurus kembali.
Dari eksperimen tersebut, Thomson mendapatkan perhitun,an
matematis seba,ai berikut.
1) Kelajuan partikel dalam tabun, sinar katode didapatkan dari
perubahan ener,i potensial listrik menjadi ener,i kinetik partikel
tersebut.

listrik
~
| partikel
eV ~
1
2
mt
2
e
m
~
2
2
t
V
(o-1)
Keteran,an:
e ~ muatan partikel sinar katode
m ~ massa partikel sinar katode
t ~ kecepatan partikel sinar katode
V ~ beda potensial van, diberikan
2) Ketika partikel sinar katode tetap ber,erak lurus walaupun diberi
medan listrik dan mendan ma,net , berarti

l
~
c
et ~ e
t ~

(o-2)
Den,an mensubstitusikan Persamaan (S-1) ke Persamaan (S-2) akan
didapatkan
e
m
~
2
2
2

V
(o-3)
katode
anode
layar fluoresensi
+

U
S
A
B
C
B
F
v
Jika ada elektron yang bergerak
dengan kecepatan v dalam suatu
medan magnet B, arah gaya
Lorentznya mengikuti kaidah tangan
kanan.
Ingatlah
Fisika Atom 201
pengamat
mikroskopis
minyak disemprot
lubang kecil
radiasi sinar-X
pelat negatif
tetes minyak
Besaran , V, dan dapat diketahui dari pen,ukuran sehin,,a 1homson
mendapatkan perbandin,an muatan dan massa (e/m) partikel sinar katode
seba,ai berikut
e
m
~ 1,75ooO3 1O
11
C/k, (o-1)
Thomson melakukan eksperimen ini berulan,-ulan,, vaitu den,an
men,,anti ,as dalam pelat katode den,an unsur lainnva dan men,,anti
,as dalam sinar katode ini. Akan tetapi, hasil van, didapatkan Thomson
tetap sama. Kemudian, Thomson menvimpulkan bahwa partikel sinar
katode ini merupakan bahan van, ada di setiap zat. Thomson memberi
nama partikel ini crusc|es, tetapi partikel ini lebih dikenal den,an nama
e|e|:rn.
Nah, apakah Anda tahu men,apa Thomson menvimpulkan bahwa
elektron ini ba,ian dari atom' Men,apa ia tidak menvimpulkan bahwa
elektron ini adalah atom, atau den,an kata lain atom bermuatan ne,atif'
Ada dua alasan van, mendasari kesimpulan Thomson, vaitu seba,ai
berikut.
1) Konsep dasar tentan, atom van, menvatakan bahwa atom itu netral.
2) Saat itu, fisikawan telah men,etahui massa dari atom hidro,en van,
merupakan atom terin,an dari eksperimen tentan, elektrolisis.
1ernvata, nilai e/m jauh lebih kecil (sekaran, telah terbukti rasionva
adalah 1 : 1.o36,15) dari massa atom hidro,en.
Atas dasar itulah, Thomson men,usulkan sebuah model atom van,
dikenal den,an model atom kue kismis, vaitu seba,ai berikut.
1) Atom berbentuk bulat padat den,an muatan positif tersebar ke seluruh
ba,ian bola tersebut.
2) Muatan positif ini dinetralkan oleh muatan ne,atif van, melekat
pada permukaan bola tersebut.
Keberhasilan Thomson menemukan salah satu kepin,an "puzzle"
atom ini memberikan inspirasi ba,i fisikawan lainnva melakukan
eksperimen tetes minvak van, dilakukan oleh Robert A. Millikan, seoran,
fisikawan dari Amerika Serikat. lksperimen tetes minvak Millikan ini
berhasil mendapatkan besarnva muatan dan massa dari elektron. Untuk
lebih jelasnva, silahkan Anda perhatikan Cambar S.3 berikut.
Seperti diperlihatkan pada Cambar S.3, Millikan bereksperimen
den,an menvemprotkan minvak ke dalam sebuah tabun, atau kotak.
Kotak tersebut memiliki dua pelat bermuatan, vaitu pelat positif pada
ba,ian atas dan pelat ne,atif pada ba,ian bawah. Minvak van,
disemprotkan tersebut (pada ba,ian atas pelat positif) membentuk tetesan
Sumber: Chemistry, 2001
Gambar 8.2
Model Atom Thomson
Gambar 8.3
Percobaan tetes minyak Millikan

muatan negatif
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 202
karena pen,aruh ,ava berat. 1etesan tersebut jatuh ke bawah melewati
sebuah luban, kecil pada pelat positif. Di sini tetesan minvak disinari
den,an sinar-X supava tetesan tersebut bermuatan ne,atif. leh karena
pelat tersebut belum diberi muatan, tetesan minvak tersebut terus ber,erak
ke bawah.
Selain ,ava berat, pada tetesan minvak tersebut bekerja ju,a ,ava
Stokes dan ,ava Archimedes (in,at kembali materi tentan, fluida di
Kelas Xl). Jadi, secara matematis dapat dituliskan seba,ai berikut.
m ~ 6
u
V r t p (o-5)
leh karena tetesan minvak diasumsikan berbentuk bola, Persamaan
(S-5) dapat dituliskan menjadi:
3 3 1 1
3 3
m
r r p 6
u
V r t p
(o-6)
Keteran,an:
m
p
~ massa jenis minvak
u
p
~ massa jenis udara
r ~ jari-jari tetesan minvak
t ~ volume tetesan minvak
~ viskositas udara
Walaupun ada ,ava Stokes dan ,ava Archimedes, tetesan minvak
tetap ber,erak ke bawah karena ,ava beratnva lebih besar. Sebelum tetesan
minvak tersebut sampai di pelat ne,atif, beda potensial diaktifkan sehin,,a
muncul ,ava elektrostatis ke atas antara tetesan minvak dan pelat positif.
Jika beda potensial diatur, suatu saat akan terjadi kesetimban,an antara
,ava berat, ,ava Archimedes, dan ,ava elektrostatis adalah
m ~
u
V p (o-7)
Den,an men,eliminasikan Persamaan (S-5) dan Persamaan (S-7) akan
didapatkan.
-
6 r t
~ O (o-o)
~
6 r t


(o-9)
Keteran,an:
~ muatan partikel
~ viskositas
t ~ kecepatan tetesan minvak
~ medan listrik
Dalam eksperimennva, Millikan men,ukur lan,sun, besarnva dan
t, tetapi untuk mendapatkan nilai viskositas, Millikan melakukan
eksperimen terpisah.
Menurut pendapat Anda, apakah muatan partikel () bisa lan,sun,
didapatkan den,an men,,unakan Persamaan (S-S)' Kendala van, di-
hadapi untuk men,,unakan Persamaan(S-S) adalah panjan, jari-jari (r)
dari tetesan minvak tidak dapat diukur lan,sun,. Panjan, jari-jari tetesan
minvak dapat diketahui den,an men,,unakan Persamaan (S-5).
F
S
F
A
mg
Gambar 8.4
Gaya berat, gaya Archimedes, dan
gaya stokes bekerja pada tetesan
minyak pada percobaan Millikan.
Gambar 8.5
Tetesan minyak berada dalam
kesetimbangan karena adanya
gaya berat, gaya Archimedes, dan
gaya elektrostatis.
F
elektrostatis
F
A
mg
Tugas Anda 8.1
Dengan menggunakan logika dan
pemahaman Anda tentang konsep
gerak lurus, apakah Anda dapat
menduga bagaimana Millikan
mengukur kecepatan (v) dari
tetesan minyak tersebut? Jelaskan
dengan alasan-alasan ilmiah
menurut pendapat Anda.
Fisika Atom 203
3 1
3
r

m u
p p ~
-9
~
6 r t
r ~
1
2
9
m u
t
p p
[
| j
~
\ )
(o-1O)
Substitusikan Persamaan (S-10) ke Persamaan (S-9) sehin,,a didapatkan
~

1
2
6 9
2
m u
t
t


p p
[
| j
~
\ )
(o-11)
leh karena
u m
p p , Persamaan (S-11) dapat dituliskan menjadi
~
1
2
6 9
2
m
t
t


p
[
| j
\ )
(o-12)
Setelah men,ulan, eksperimen tersebut beberapa kali, Millikan
mendapatkan kesimpulan seba,ai berikut.
1) Besarnva muatan tetesan minvak tidak pernah bernilai lebih kecil
dari 1,6O21292 1O
-19
C.
2) Muatan tetesannva selalu kelipatan bulat dari 1,6O21292 1O
-19
C.
Dari kesimpulan ini, didapatkan hasil bahwa muatan 1 elektron
adalah
e ~ 1,6O21292 1O
-19
C ~ 1,6 1O
-19
C
dan massanva adalah
11
1,7o5oO1 1O C/k,
e
m

m ~
11
1,7o5oO1 1O
e
~
19
11
1, 6 1O
1,7o5oO1 1O
~

~ 9,11 1O 1O
-31
k,
4. Model Atom Rutherford
1eori atom 1homson pada 1911 diuji oleh seoran, fisikawan asal
ln,,ris, rnest Rutherford. la men,uji kebenaran teori 1homson den,an
melakukan percobaan men,,unakan partikel alfa van, ditembakkan pada
sebuah kepin, lo,am emas van, san,at tipis. Partikel alfa adalah partikel
van, dipancarkan oleh unsur radioaktif bermuatan listrik positif van,
besarnva dua kali muatan elektron dan massanva empat kali massa proton.
Skema percobaan Rutherford dapat Anda lihat pada Cambar S.6.
sumber partikel alfa
beberapa partikel
alfa dipantulkan kembali
keping tipis emas
pancaran
alfa
sebagian partikel
alfa dibelokkan
sebagian partikel alfa
menembus keping logam
layar detektor
Gambar 8.6
Percobaan Rutherford
Tokoh
Ernest Rutherford
(18711937)
Ernest Rutherford lahir di New
Zealand pada 1871. Ia mendapat
beasiswa di Universitas Cambridge,
Inggris pada 1894. Di sana, ia mulai
melakukan penelitian tentang radiasi
elektromagnetik, tetapi kemudian
perhatiannya beralih ke sinar-X dan
radioaktivitas. Ia menunjukkan bahwa
ada perbedaan tipe radioaktivitas,
yang ia namakan radiasi alfa, beta, dan
gamma. Ia mendapat hadiah Nobel
untuk bidang kimia pada 1908. Pada
1911, Rutherford menjadi seorang
profesor di Universitas Manchester, ia
menemukan bahwa hampir seluruh
massa atom berkumpul di inti atom.
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 204
partikel alfa
o
inti
atom
menembus
dibelokkan
dipantulkan
Rutherford memiliki asumsi bahwa jika teori atom 1homson benar,
seluruh partikel alfa den,an ener,i van, besar harus menembus lurus
kepin, tipis emas tersebut karena atom-atom kepin, lo,am emas netral
tidak men,halan,i partikel alfa van, bermuatan listrik positif. Setelah
dilakukan beberapa kali percobaan, disimpulkan bahwa seba,ian besar
partikel alfa menembus kepin, lo,am tipis lurus men,enai lavar. Akan
tetapi, beberapa partikel alfa van, lainnva dibelokkan bahkan ada van,
dipantulkan. Setiap sudut pembelokan dan pemantulan sinar alfa tersebut
diukur den,an teliti oleh Rutherford.
lakta ini kemudian dianalisis oleh Rutherford seba,ai berikut.
Berdasarkan Hukum Coulomb, partikel alfa van, bermuatan positif hanva
akan dibelokkan atau dipantulkan oleh suatu muatan sejenis, vaitu
muatan positif. Artinva, dalam atom lo,am emas harus ada muatan listrik
positif dan tidak tersebar di seluruh atom, melainkan terpusat di suatu
tempat sehin,,a menolak partikel alfa. Atas dasar fakta ini, Rutherford
berkesimpulan seba,ai berikut.
a. Muatan listrik atom dan seba,ian besar massa atom terpusat di suatu
titik van, disebut oleh Rutherford seba,ai inti atom. lnti atom ini
merupakan suatu daerah van, san,at kecil den,an diameter sekitar
1O
-11
m.
b. Pada jarak van, relatif jauh dari inti atom tersebut, partikel bermuatan
ne,atif atau elektron beredar men,elilin,i inti. Muatan listrik positif
van, berpusat di inti atom, nilainva sama besar den,an jumlah muatan
listrik ne,atif dari elektron-elektron van, men,elilin,inva.
Meskipun lebih baik daripada teori J.J. 1homson, namun teori atom
Rutherford masih menvimpan kelemahan. Kelemahan teori atom
Rutherford adalah seba,ai berikut.
1) 1eori atom Rutherford tidak dapat menjelaskan spektrum cahava
van, dipancarkan oleh atom hidro,en ketika ,as hidro,en tersebut
dipanaskan atau dimasukkan ke dalam tabun,, dan diberi beda
potensial listrik van, tin,,i antara ujun,-ujun, tabun, tersebut.
2) 1eori atom Rutherford tidak dapat menjelaskan kestabilan atom.
Berdasarkan Hukum Coulomb, elektron van, berinteraksi den,an
inti atom akan men,alami ,ava Coulomb van, ju,a berfun,si seba,ai
,ava sentripetal. Akibatnva, elektron men,alami percepatan
(percepatan sentripetal). Menurut teori ,elomban, elektroma,netik
van, dikemukakan oleh Maxwell, jika muatan (elektron) men,alami
percepatan, muatan tersebut akan memancarkan ,elomban,
elektroma,netik. Jika demikian, ener,i elektron berkuran, dan
akhirnva akan jatuh tertarik ke inti atom.
5. Spektrum Atom Hidrogen
Suatu ,as van, dimasukkan ke dalam tabun, dan kedua ujun, tabun,
tersebut diberi beda potensial listrik van, tin,,i, akan memancarkan
cahava. Ketika ,as hidro,en dimasukkan dalam tabun, pelucutan ,as,
kemudian dilalui oleh sinar katode maka ,as hidro,en akan memancarkan
cahava. Cahava ini kemudian dianalisis oleh se|:rme:er, vaitu sebuah
alat untuk melihat dan memotret spektrum cahava sekali,us men,ukur
panjan, ,elomban,nva. Berikut ini adalah spektrum cahava pada daerah
tampak van, dipancarkan oleh ,as hidro,en.
inti atom
elektron
Gambar 8.7
Skema penyimpangan sinar alfa.
Gambar 8.8
Model atom Rutherford
Fisika Atom 205
Seoran, ,uru sekolah menen,ah berkeban,saan Swedia, ]ohannes
Balmer, mencatat bahwa kelompok panjan, ,elomban, spektrum ,aris
pancar hidro,en dalam daerah tampak, dapat dicocokkan secara tepat
den,an rumus seba,ai berikut.
2
2
1
n
|
n

~
(o-13)
Keterangan:
n ~ bilan,an van, bernilai mulai dari 3
| ~ konstanta ~ 361,5 nm
~ panjan, ,elomban, (nm)
Persamaan (S-13) dikenal seba,ai rumus Balmer dan deretan ,aris
spektrum van, cocok den,an persamaan tersebut dinamakan deret
Balmer. R,dberg kemudian menemukan rumus serupa pada unsur alkali
li, Na, K, dan Cs. Deret Balmer untuk spektrum hidro,en ditulis dalam
bilan,an ,elomban,
1
t

. Bilan,an ,elomban, untuk deret Balmer


(deret cahava
tampak) adalah
2 2
1 1 1
, den,an 2, 3, 1, ...
2
n n
n

~ (o-11)
Keterangan:
n ~ konstanta Rvdber, (n ~1,O97 1O
7
m)
Panjan, ,elomban, pada deret spektrum atom hidro,en ditampilkan
den,an persamaan seba,ai berikut.
1. Deret lvman (deret ultra un,u):
2 2
1 1 1
, den,an 2, 3, 1, ...
1
n n
n

~
2. Deret Balmer (deret cahava tampak):
2 2
1 1 1
, den,an 3, 1, 5, ...
2
n n
n

~
3. Deret Paschen (deret infra merah l):
2 2
1 1 1
, den,an 1, 5, 6, ...
3
n n
n

~
1. Deret Brackett (deret infra merah ll):

2 2
1 1 1
, den,an 5, 6, 7, ...
1
n n
n

~
5. Deret Pfund (deret infra merah lll):
2 2
1 1 1
, den,an 6, 7, o, ...
5
n n
n

~
warna
frekuensi (Hz)
merah biru ungu
4 10
14
5 10
14
6 10
14
7 10
14
8 10
14
Gambar 8.9
Spektrum hidrogen pada daerah
tampak
Tantangan
untuk Anda
Diskusikanlah bersama teman Anda,
apakah Anda dan teman Anda dapat
menduga mengapa dalam
eksperimennya Rutherford
menggunakan sinar o dan lempeng
emas?
Tantangan
untuk Anda
Hitunglah panjang gelombang
terpendek dan terpanjang untuk
deret Balmer, deret Lyman, deret
Pascha, deret Bracket, dan deret
Pfund.
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 206
Pada deret lvman, jika konstanta Rvdber, n ~ 1,O97 1O
7
/m, hitun, panjan,
,elomban,: (a) terpanjan, dan (b) terpendek.
Jawab:
Untuk deret lvman berlaku persamaan seba,ai berikut.
2 2
1 1 1
, den,an 1, 2, 3, ...
1
n n
n

~
a. Panjan, ,elomban, terpanjan, dihasilkan untuk n ~ 2

7 7
2 2
1 1 1 3
1, O97 1O /m 1, O97 1O /m
1
1 2

~ 1,215 1O
-7
m
b. Panjan, ,elomban, terpendek dihasilkan untuk n ~ -

7 7
2
1 1 1
1, O 9 7 1 O / m 1, O 9 7 1 O / m
-
1

~
o
9, 1 2 1 O m .
~

Contoh 8.1
6. Model Atom Bohr
Setelah Rutherford men,emukakan bahwa massa dan muatan positif
atom terhimpun pada suatu daerah kecil di pusat atom, fisikawan asal
Denmark, Niels Bohr, pada 1913 men,emukakan bahwa struktur atom
mirip den,an sistem tata surva. lnti atom berada di pusat sistem atom
dan elektron berada pada lintasan tertentu van, disebut kulit atom. Untuk
men,uatkan teori atom van, diusulkannva, Bohr menvusun dua postulat
(dalil) tentan, atom.
1) Postulat pertama
Dalam suatu sistem atom, elektron tidak memancarkan radiasi ketika
ia men,orbit inti atom. lintasan-lintasan elektron men,orbit tanpa
memancarkan radiasi dinamakan lintasan stasioner atau orbit stasioner.
Postulat ini berlawanan den,an teori elektroma,netik klasik.
2) Postulat kedua
Pemancaran dan penverapan ,elomban, elektroma,netik dalam suatu
atom berhubun,an den,an transisi elektron dari dua lintasan stasioner.
Untuk sederhananva, perhatikan Cambar S.10. Model atom Bohr
untuk atom hidro,en memperlihatkan bahwa sebuah elektron men,itari
sebuah inti atom bermuatan positif. Jari-jari orbit lin,karannva r dan
elektron bermassa m ber,erak den,an laju linear tetap t. Oava tarik
Coulomb berperan memberikan percepatan sentripetal sehin,,a

coulomb
~
sentripetal
2 2 2
1 2
2 2
O O
1 1
1 1

mt e mt
r r
r r
r r
-
leh karena untuk atom hidro,en ~ 1, persamaan tersebut menjadi
2 2 2
2
2
O O
1 1
1 1
e mt e
mt
r r
r
r r
-
lner,i kinetik elektron adalah
2
2 2 1
. leh karena ,
2
|
e
mt mt |
r
maka

|
~
2
O
1
o
e
r r
(o-15)
Gambar 8.10
Model atom Bohr (Z = 1) untuk
hidrogen
m
v
F
r
inti
elektron
+Ze
Fisika Atom 207
Adapun ener,i potensial elektron adalah ener,i potensial Coulomb van,
besarnva seba,ai berikut.
2
O
1
1

r r

(o-16)
sehin,,a ener,i total van, dimiliki oleh elektron adalah
2 2
O O
1 1
o 1
|
e e

r r r r
~
2
O
1
o
e

r r
~
(o-17)
Keteran,an:
O
r ~ o,o5 1O
-12
C
2
/Nm
2
e ~ muatan listrik (C)
r ~ jari-jari lintasan (m)
a. Jari-Jari Lintasan Stasioner
lisika klasik meramalkan bahwa sebuah muatan elektrik van,
men,alami percepatan, seperti elektron van, men,orbit dalam model atom,
harus meradiasikan ener,i elektroma,netik secara kontinu. Ketika ener,i
ini dipancarkan, ener,i total elektron menurun, dan elektron akan
ber,erak spiral menuju inti atom sehin,,a atom akhirnva jatuh ke inti
atom. Untuk men,atasi kesulitan ini, Bohr men,usulkan ,a,asan orbit
stasioner (postulat pertama). Dari sini Bohr menvimpulkan bahwa dalam
keadaan ini momentum sudut orbital elektron bernilai kelipatan dari
har,a
2
|

atau ditulis den,an


2
|


(o-1o)
Vektor momentum sudut dalam fisika klasik didefinisikan seba,ai
. Untuk momentum sudut elektron van, beredar men,elilin,i
inti atom, r te,ak lurus sehin,,a persamaan momentum sudut dapat
disederhanakan menjadi L ~ r ~ mtr. Jadi, menurut postulat Bohr
momentum sudut adalah
mtr n (o-19)
Keteran,an:
n ~ bilan,an bulat (n ~ 1, 2, 3, ...)
Den,an memasukkan har,a t pada Persamaan (S-19) ke dalam
Persamaan (S-15), diperoleh
2
O
1
o
|
e

r r

2
2
O
1 1
2 o
e
mt
r r


2
2
O
1 1
2 o
n e
m
mr r r

2
2 2
2
O
1 1
2 o
n e
r
mr
r

O
2
1
r
me
r


(o-2O)
Jika
2
O
O 2
1
c
me
r


, didapatkan r ~ c
O
n
2
Tokoh
Niels Bohr
(18851962)
Pada awal 1900-an, struktur atom
menjadi lebih jelas, namun hukum
Fisika pada saat itu tidak dapat
menjelaskan mengapa elektron
tidak cepat menghasilkan spiral
menuju inti. Niels Bohr, murid
Rutherford, membantu memecah-
kan misteri itu dengan menunjukkan
bahwa elektron-elektron hanya
diberi energi tertentu. Ia
menemukan bahwa elektron-
elektron yang memiliki energi
terendah mengorbit paling dekat ke
inti, dan elektron dengan energi
tinggi mengorbit paling jauh. Pada
1913, Niels Bohr juga menjelaskan
hubungan antara materi dan cahaya.
Ia menunjukkan bahwa jika elektron
berpindah dari satu tingkat energi
ke tingkat energi lainnya, elektron-
elektron itu mengeluarkan atau
menyerap paket radiasi dalam
bentuk cahaya. Paket ini dinamakan
foton.
Sumber: Jendela Iptek, 1997
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 208
Dari Persamaan (S-20), dapat diperoleh jari-jari elektron van,
diperkenankan untuk setiap lintasan. Besaran c
o
didefinisikan seba,ai
jari-jari Bohr. Untuk atom hidro,en, Bohr mendapatkan har,a c
o
~ O,O529
nm atau O,529 an,strom. Berdasarkan teori atom Bohr ini, jari-jari orbit
elektron hanva dapat bernilai c
o
, 1c
o
, 9c
o
, 16c
o
, 25c
o
, dan seterusnva. Jari-
jari atom, menurut teori ini tidak pernah bernilai 3c
o
atau 1,5c
o
.
b. Energi Elektron Berdasarkan Teori Bohr
Besar ener,i elektron dapat diperoleh den,an men,,abun,kan
Persamaan (S-17) dan Persamaan (S-20), vaitu
1
2 2 2 2
O
1
32
n
me

n r
~

(o-21)
Persamaan ini menvatakan bahwa ener,i elektron terkuantisasi.
Artinva, hanva nilai-nilai ener,i tertentu van, diperkenankan. Jika dari
persamaan tersebut semua nilai tetapnva dihitun,, didapat persamaan
van, lebih sederhana seperti berikut.
2
13, 6
eV
n

n
~
(o-22)
Pada tin,kat terendah, nilai n ~ 1, ener,i elektron sebesar -13,6 eV
dan beredar pada jari-jari Bohr O,529 A. 1in,kat ener,i elektron pada
keadaan van, lebih tin,,i ditunjukkan pada Cambar S.11.
Pada elektron dan inti atom van, terpisah san,at jauh, vaitu untuk
n ~ , diperoleh ~ O. Jika elektron itu bertransisi atau berpindah dari
lintasan luar ke lintasan dalam sehin,,a ia berada pada orbit tertentu
dalam lintasan n tertentu, elektron akan memiliki har,a ener,i lebih
kecil daripada keadaan semula ( ~ O). Pada keadaan tersebut, akan
dipancarkan ener,i sebesar
n
. Sebaliknva, jika elektron pada keadaan
n, elektronnva dapat dibebaskan dari ikatan inti den,an memberinva
ener,i sebesar
n
. lner,i ini dikenal den,an ener,i ikat keadaan n. Jika
ener,i van, dibebaskan melebihi ener,i ikat, kelebihan ener,i dapat
muncul seba,ai ener,i kinetik elektron van, kini telah bebas dan tidak
terikat la,i pada inti atom.
Bohr mempostulatkan bahwa meskipun elektron tidak memancarkan
radiasi elektroma,netik ketika beredar pada suatu tin,kat tertentu,
elektron dapat berpindah dari suatu keadaan ener,i tertentu ke keadaan
ener,i van, lain. Selisih ener,i antara dua keadaan tersebut muncul
seba,ai sebuah radiasi ,elomban, elektroma,netik berener,i |j. Artinva,
jika elektron berpindah dari keadaan awal ke keadaan akhir, akan terjadi
pancaran atau penverapan radiasi elektroma,netik. lrekuensi ,elomban,
elektroma,netik van, diserap atau dipancarkan dari dua keadaan
stasioner adalah
| j
|j ~ (o-23)
Keteran,an:

|
~ ener,i mula-mula (J)
| ~ konstanta Planck ~ 6,626 1O
-31
Js

j
~ ener,i akhir (J)
j ~ frekuensi radiasi ,elomban, elektroma,netik (Hz)
Gambar 8.11
Tingkat-tingkat energi atom
hidrogen.
n
n = 4
n = 3
n = 2
E = 0,8 eV
E = 1,5 eV
E = 3,4 eV
n = 1 E = 13,6 eV
E = 0
Pembahasan Soal
Dalam model atom Bohr, energi
yang dibutuhkan oleh elektron
hidrogen untuk pindah dari orbit
dengan bilangan kuantum 1 ke 3
adalah ....
a. 1,50 eV
b. 1,90 eV
c. 2,35 eV
d. 12,10 eV
e. 13,60 eV
UMPTN 1992
Pembahasan:
Energi yang dibutuhkan
A E = E
3
E
1
Diketahui bahwa energi dasar = E
1
= 13,6 eV
Maks,
E
3
=
1
2
E
n
=
~
2
13, 6 eV
3
Jadi,
A E =
13, 6 eV
9
( 13,6 eV)
= 12,10 eV
Jawaban: d
Fisika Atom 209
Hitun,lah kecepatan, ener,i kinetik, ener,i potensial, dan ener,i total elektron pada
bilan,an kuantum n ~ 3 berdasarkan teori Bohr untuk atom hidro,en.
]awab:
Diketahui: n ~ 3, m
e
~ 9,1 1O
-31
k,,
| ~ 6,63 1O
-39
Js, e ~ 1,6 1O
-19
C,
c
O
~ r
O
~ O,53 1O
-1O
m, | ~ 9 1O
9
Nm
2
/C
2
.
a. kecepatan elektron dihitun, den,an menentukan jari-jari orbit n ~ 3 terlebih
dahulu, vaitu
r ~ c
O
n
2
~ (O,53 1O
-1O
m)(3)
2
~ 1,77 1O
-1O
m, maka
t ~


31
31 1O
3 6, 63 1O Js
2
2 3,11 9,1 1O k, 1,77 1O m
n |
mr
~
~ ~


t ~ 7,29 1O
5
m/s.
b. lner,i kinetik elektron
|
dihasilkan melalui persamaan

2 31 5 1 1
9,1 1O k, 7, 29 1O m/s
2 2
|
mt
~

|
~ 2,12 1O
-19
J
c. lner,i potensial elektron

dihasilkan melalui persamaan



2
9 2 2 19
2
19
19
9 1O Nm / 1, 6 1O C
1, o3 1O J
1,77 1O m

C
e
|
r
~
~
~

~ ~ ~

d. lner,i total elektron


T
dihasilkan melalui persamaan

T
~
|

~ 2,12 1O
-19
J - 1,o3 1O
-19
J
~ -2,11 1O
-19
J
Contoh 8.2 Kata Kunci
model atom Demokritus
model atom Dalton
Hukum Perbandingan Tetap
Hukum Lavoisier
model atom Thomson
tetes minyak Millikan
model atom Rutherford
model atom Bohr
jari-jari Bohr
orbit stasioner
energi elektron terkuantisasi
Tantangan
untuk Anda
Jika sebuah atom terdiri atas
beberapa atom, apakah ada gaya
elektrostatik antarelektron
tersebut? Kemudian, bagaimana
lintasan orbit elektron tersebut?
Jika jari-jari elektron van, ber,erak pada lintasan stasioner r ~ 1,5 A, berapakah
kelajuan elektron tersebut'
Diketahui: massa dan muatannva, m ~ 9,1 1O
-31
k, dan e ~ 1,6 1O
-19
C,
Jawab:
Kelajuan elektron (t) dihasilkan den,an men,,unakan persamaan:
2 2
2 1
2 2 2
|
e e
| mt |
r r
-


9 2 2 19
2
5
31 1O
9 1O Nm / 1, 6 1O C
2,75 1O m/s.
9,1 1O k, 1, 5 1O m
C
e
t |
mr
~
~ ~



Jadi, kelajuan elektron tersebut adalah 2,75 1O
5
m/s.
Contoh 8.3
Sebuah elektron pada atom hidro,en berpindah dari ener,i eksitasi n ~ 5 ke n ~ 3.
Berapakah frekuensi pancaran fotonnva'
]awab:
Diketahui:
1
~
2
13, 6
eV
n
~
, n
A
~ 5,
1 eV ~ 1,6 1O
-19
J, n
B
~ 3,
| ~ 6,63 1O
-31
Js.
Contoh 8.4
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 210
B. Atom Berelektron Banyak
1. Kelemahan Teori Atom Bohr
Keran,ka dasar teori atom Bohr sebenarnva men,acu kepada model
atom Rutherford.
Beberapa kelemahan teori atom Bohr van, dapat disempurnakan
sehin,,a dapat menvin,kap misteri tentan, atom adalah seba,ai berikut.
1. 1eori atom Bohr tidak dapat menjelaskan secara rinci tentan, ,aris
spektrum. 1erutama perbedaan panjan, ,elomban, dan intensitas
,aris spektrum tersebut.
2. Jumlah elektron van, terlibat dalam atom hanva satu elektron
sehin,,a untuk atom berelektron banvak tidak dapat di,unakan
la,i. Contohnva, atom hidro,en memiliki satu elektron dan ,ava
elektrostatis van, ada hanva ,ava tarik-menarik antara inti atom
dan elektron. Adapun untuk atom van, memiliki lebih dari satu
elektron, selain ,ava tarik-menarik masih ada ,ava tolak antara
elektron van, satu dan elektron van, lain. Bohr men,abaikan ,ava
tolak ini.
3. Atom-atom ber,abun, membentuk zat atau materi. lnteraksi antar-
atom menvebabkan sifat-sifat van, berbeda antara unsur van, satu
dan unsur van, lain. Penvebab perbedaan sifat-sifat tersebut ternvata
tidak mampu diteran,kan oleh teori atom Bohr.
lrekuensi pancaran foton dihasilkan den,an men,hitun,
A
dan
B
terlebih dahulu.
1O
2
13, 6 13, 6
eV eV O, 511 eV O, o7 1O J
25
-
-

n
~
~ ~
~ ~
19
2
13, 6 13, 6
eV eV 1, 511 eV 2, 12 1O J
9

n
~
~ ~
~ ~
| j ~
-
-


19 19
31
O, o7 1O J 2, 12 1O J
6, 63 1O Js
-

j
|
~ ~
~
~ ~ ~ ~

1
2, 31 1O Hz. j


1. Men,apa ].]. Thomson bisa menvimpulkan bahwa
elektron merupakan ba,ian dari atom'
2. Jelaskan kelemahan-kelemahan dalam teori atom
Rutherford.
3. Hitun, panjan, ,elomban, foton terpendek dan
terpanjan, dari deret Balmer atom hidro,en.
1. Hitun, panjan, ,elomban, foton van, dipancarkan
akibat transisi dari n ~ 6 ke n ~ 3. (transisi ke-3
merupakan deret Paschen).
5. Dari bilan,an kuantum ke berapakah transisi van,
men,hasilkan panjan, ,elomban, 1.O26 A dari deret
lvman'
6. Dari bilan,an kuantum keberapakah transisi van, men,-
hasilkan panjan, ,elomban, 1.o61 A dari deret Balmer'
7. Hitun, kecepatan, ener,i kinetik, ener,i potensial, dan
ener,i total elektron pada orbit ke-1 Bohr untuk atom
hidro,en.
o. 1entukanlah panjan, ,elomban, foton van, diserap
atom hidro,en jika elektron bereksitasi dari n ~ 1 ke
tin,kat n ~ 2.
9. llektron atom hidro,en dapat bereksitasi ke tin,kat
ener,i van, lebih tin,,i akibat penembakan. 1entukan
frekuensi foton cahava van, diserap oleh atom hidro,en
a,ar elektron bereksitasi dari n ~ 1 ke tin,kat n ~ 2.
1O. Atom hidro,en ditembak den,an elektron van,
memiliki ener,i 12, 6 eV. 1entukan panjan, ,elomban,
( ) radiasi van, dipancarkan ,as hidro,en.
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah pada buku latihan.
Fisika Atom 211
1. Model atom Bohr melan,,ar prinsip ketidakpastian van, dikemukakan
oleh Heisenberg.
Dalam men,atasi kekuran,an tersebut, beberapa fisikawan, seperti
Louis de Broglie, Wolfgang Pauli, rwin Schrodinger, dan Warner
Heisenberg memperkenalkan mekanika ,elomban, atau mekanika
kuantum untuk men,,ambarkan keadaan ener,i elektron dalam atom.
2. Bilangan Kuantum
llektron-elektron ber,erak men,elilin,i inti dan dikelompokkan ke
dalam kulit-kulit. Menurut teori atom Bohr, untuk menvatakan posisi
elektron hanva diperlukan satu |||cncn |ucn:um, vaitu bilan,an kuantum
utama. Berbeda den,an teori atom mekanika kuantum, pada teori ini
elektron dalam suatu atom di,ambarkan dalam empat bilan,an kuantum,
vaitu
1. bilan,an kuantum utama (simbol n),
2. bilan,an kuantum orbital (simbol ),
3. bilan,an kuantum ma,netik (simbol m

),
1. bilan,an kuantum spin (simbol m
s
).
a. Bilangan Kuantum Utama (n)
Bilan,an kuantum utama (n) menvatakan besar ener,i total dalam
kulit atom. Hal ini berarti untuk men,eluarkan elektron dari orbitnva
diperlukan sejumlah ener,i. lner,i terendah dimulai dari kulit K
kemudian kulit l, M, N, , dan seterusnva. Atom hidro,en memiliki
ener,i total sesuai den,an persamaan
2
13, 6
eV
n

n
~

(o-21)
Untuk ion He

van, hanva memiliki sebuah elektron den,an z ~ 2,


besar ener,i total elektronnva adalah
2
2 2
13,6 51, 1
eV eV
n
z

n n
~ ~

(o-25)
lner,i total elektron dalam atom adalah konstan dan :er|ucn:|scs|
oleh bilan,an kuantum n. Bilan,an kuantum utama memiliki nilai 1, 2,
3, ..., sedan,kan nama kulit sesuai den,an besar nilai n, vaitu:
untuk n ~ 1, nama kulit K,
untuk n ~ 2, nama kulit l,
untuk n ~ 3, nama kulit M,
untuk n ~ 1, nama kulit N, dan seterusnva
Banvaknva elektron maksimal van, dapat men,isi setiap kulit dapat
dituliskan den,an rumus
2n
2
den,an n ~ 1, 2, 3, ... (o-26)
Misalnva untuk kulit l, bilan,an kuantum utamanva n ~ 2. Jadi, banvaknva
elektron maksimal van, dapat men,isi kulit l adalah (2) (2)
2
~ o elektron.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 212
Gambar 8.12
Bentuk-bentuk orbital
(a) Orbital s merupakan sebuah bola;
(b) Orbital p memiliki bentuk
seperti balon yang terpilin dua;
(c) Orbital d memiliki bentuk
seperti empat buah balon yang
terpilin.
Atom memiliki 15 elektron. 1entukan ada berapa kulit dan berapa elektron pada
setiap kulit.
]awab:
Berdasarkan konfi,urasi elektron (rumus 2n
2
) didapatkan kulit K memiliki 2 elektron,
kulit l memiliki o elektron dan 5 elektron menempati kulit M sehin,,a
15
P ~ 2, o, 5.
Jadi, pada atom P terdapat 3 kulit (K - l - M).
Contoh 8.5
b. Bilangan Kuantum Orbital ( )
Anda telah men,etahui bahwa elektron berotasi men,itari inti atom
pada orbitnva. Bilan,an kuantum orbital menvatakan momentum sudut
elektron van, berotasi terhadap poros inti atom. Melalui persamaan
Sc|rJ|ner, besar momentum sudut elektron adalah

1 L
(o-27)
den,an ,
2
|

~ 1,O51 1O
-31
Js
Nilai ber,antun, pada nilai bilan,an kuantum utama n, vaitu mulai
dari nol sampai den,an (n - 1), atau dinvatakan seba,ai
~ O, 1, 2, 3, 1, ..., (n - 1)
Setiap orbital memiliki nama dan bentuk tertentu. Nama orbital van,
dinvatakan oleh nilai adalah
~ O, dinamakan subkulit s (s|cr)
~ 1, dinamakan subkulit (r|nc|c|)
~ 2, dinamakan subkulit J (J|jjuse)
~ 3, dinamakan subkulit j (junJcmen:c|)
Cambar S.12 memperlihatkan bentuk setiap orbital. Bilan,an kuantum
orbital ju,a serin, disebut den,an bilan,an kuantum azimut.
(c) (b) (a)
1entukan momentum sudut elektron untuk ~ 3 (| ~ 6,6 1O
-31
Js)
]awab:
Den,an men,,unakan Persamaan (S-26), maka
L ~


31
6, 6 1O Js
1 3 3 1
2 2
|

~

=
L ~ 3,7 1O
-31
Js
Contoh 8.6
Atom adalah partikel yang sangat
kecil sehingga tidak dapat diamati
dengan cahaya tampak.
Menggambarkan struktur atom
merupakan pekerjaan yang sangat
menarik. Untuk mempelajari atom,
para ahli mempelajarinya dari cahaya
yang diesensikan oleh atom-atom
dari unsur murni. Spektrum cahaya
tersebut mengandung informasi
tentang struktur, atom, energi
ionisasi, dan lain-lain.
Atom are tiny, and not observable
using visible light. Trying to figure out
the structure of atoms is a facinating
task. A major source of information
about atoms comes from a study of
the light emitted by the atoms of a
pure material. The spectrum of the
light give information about atom
structure, ionization energy, etc.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Fisika Atom 213
Tabel S.2
Momentum Sudut rbital llektron
O, 1, 2, 3, 1, 5, 6, ...
Nama
s, , J, j, , |, |, ...
subkulit
Keadaan momentum sudut orbit elektron dinamakan den,an subkulit,
vaitu subkulit s untuk keadaan ~ O, subkulit untuk keadaan ~ 1,
subkulit J untuk keadaan ~ 2, dan seterusnva. Perhatikan Tabel S.2.
Besarnva momentum sudut orbital elektron untuk deret pertama van,
berasal dari spektrum, vaitu deret s (s|cr), (r|nc||e), J (J|jjuse), dan
j (junJcmen:c|) adalah
Subkulit s, ~ O, besar momentum sudutnva

1 O
2
|
L


Subkulit , ~ 1, besar momentum sudutnva

2
1 1 1
2 2
| |
L


Subkulit J, ~ 2, besar momentum sudutnva

6
2 2 1
2 2
| |
L


Subkulit j, ~ 3, besar momentum sudutnva

12
3 3 1
2 2
| |
L


Oabun,an bilan,an kuantum utama (n) den,an bilan,an kuantum
orbital ( ) biasanva di,unakan untuk menvatakan keadaan elektron
dalam suatu atom. Misalnva, 2s menvatakan keadaan elektron den,an
n ~ 2, ~ O, sedan,kan 3J menvatakan keadaan elektron den,an n ~ 3
dan ~ 2, demikian seterusnva.
Banvaknva elektron maksimum dalam subkulit s adalah 2 elektron,
dalam subkulit adalah 6 elektron, subkulit J adalah 1O elektron, subkulit
j adalah 11 elektron dan seterusnva seperti Tabel S.3.
c. Bilangan Kuantum Magnetik (m

)
leh karena elektron bermuatan listrik, ,erak elektron dapat
dipen,aruhi oleh medan ma,netik. Akibatnva, elektron van, ber,erak
di dalam orbitnva memiliki momen ma,netik. Momen ma,netik dari
elektron ini dinvatakan den,an bilan,an kuantum ma,netik (m

).
Bilan,an kuantum ma,netik menvatakan arah momentum sudut
elektron. Jika ditetapkan arah medan ma,netik luar sejajar den,an sumbu
z, kemun,kinan dalam arah z dinvatakan den,an persamaan
2
z
|
L m


(o-2o)
Bilan,an kuantum ma,netik (m

) memiliki nilai antara - dan .


Misalnva,
untuk ~ O, har,a m

~ O atau terdapat 1 orbital


untuk ~ 1, har,a m

~ -1, O, dan 1 atau terdapat 3 orbital


untuk ~ 2, har,a m

~ -2, -1, O, 1, 2 atau terdapat 5 orbital


Besar L
z
dapat dilihat pada Cambar S.13.
Tabel S.3 Banvak llektron pada
Setiap Subkulit
Subkulit s J j ....
O 1 2 3 ....
Banvak m
e
1 3 5 7 ....
(2 1)
Banvak elektron
2 6 1O 11 ....
~ 2 banvak m
2

0
2

m

= 2
m

= 1
m

= 0
m

= 1
m

= 2
= 2
L
z
Gambar 8.13
Arah dan besar momentum sudut
L
z
untuk = 2
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 214
Pada Cambar S.13 diperlihatkan vektor-vektor momentum sudut
den,an bilan,an kuantum orbital tertentu. Bilan,an kuantum ma,netik
ju,a men,,ambarkan kecenderun,an kedudukan orbital di dalam ruan,,
seperti terlihat pada Cambar S.14.
(c) (b) (a)
Gambar 8.14
Arah momentum sudut-
sudut orbital s, p, dan d
(a) orbital hanya memiliki 1
kemungkinan arah;
(b) orbital p memiliki 3
kemungkinan; dan
(c) orbital d memiliki 5
kemungkinan.
z
z z

Z
0
0


Z
2
h


Z
2
h
1 2


Z
h


Z
2
h

Z
0
Z
0


Z
2
h


Z
h
Gambar 8.15
Elektron dalam subkulit s, p, dan d.
(c)
(b) (a)
Gambar 8.16
Arah perputaran dan vektor
momentum sudut S.
d
xy
d
xz
d
yz
d
x
2
y
2 d
x
2
y
2
s
p
x
p
y
p
z

1
2
~
1
2

Z
4
h
S
p
~
Z
4
h
S
p
S
Tabel S.4
Kesimpulan Keempat Bilan,an Kuantum
Bilan,an kuantum utama n 1, 2, 3, ....
Bilan,an kuantum orbital O, 1, 2, ... (n-1)
Bilan,an kuantum ma,netik m

- , ..., -2, -1, O, 1, 2, ...,


Bilan,an kuantum spin m
s
1
2
~ ,
1
2

Nilai ,ang Diperkenankan Nama Notasi


1unjukkanlah bahwa kulit L maksimum ditempati oleh o elektron.
]awab:
Kulit L memiliki bilan,an kuantum n ~ 2.
Untuk n ~ 2, nilai bilan,an kuantum orbitalnva ~ O dan ~ 1
Untuk ~ O, terdapat (2 1) ~ (2 O 1)~ 1 buah nilai m

Untuk ~ 1, terdapat (2 1) ~ (2 1 1)~ 3 buah nilai m


Jumlah ~ 1 buah nilai m
Contoh 8.7
d. Bilangan Kuantum Spin (m
s
)
Bilan,an kuantum spin (m
s
) menvatakan arah perputaran elektron
terhadap sumbunva (spin) van, dapat menimbulkan momen ma,netik.
Nilai bilan,an kuantum spin ada dua, vaitu m
s
~
1
2

untuk arah putaran


elektron ke kanan dan m
s
~
1
2
~
untuk arah putaran elektron ke kiri.
Masin,-masin, ditulis den,an notasi arah panah ke atas dan ke bawah.
Subkulit s memiliki sebuah orbital dan palin, banvak diisi dua elektron.
Subkulit memiliki ti,a orbital (
x
,
v
,
z
) dan palin, banvak diisi oleh
2 3 ~ 6 elektron. llektron dalam subkulit s, , dan J dapat di,ambarkan
den,an dia,ram orbital seperti Cambar S.15.
Benda van, berputar memiliki momentum sudut. Vektor momentum
sudut van, berkaitan den,an bilan,an kuantum s ini adalah S van,
panjan,nva:

1 1 3
1
2 2 2 1 2
| |
S


(o-29)
Arah momentum sudut ditentukan oleh komponen vektor pada sumbu-z,
vaitu sumbu te,ak pada sistem koordinat ti,a dimensi.
S
2
~ M
s
2
|

, den,an m
s
~
1
2
atau
1
2
~ (o-3O)
Oambar spin dan vektor momentum sudut s tampak pada Cambar S.16.
Fisika Atom 215
Untuk 1 buah m

ditempati oleh 2 buah elektron. Jadi, untuk 1 buah m

ditempati
oleh 1 2 ~ o buah elektron.
Catatan:
- untuk n ~ 3, bilan,an kuantum orbitalnva ~ O, 1, dan 2
- untuk n ~ 1, bilan,an kuantum orbitalnva ~ O, 1, 2, dan 3, ... dan seterusnva.
1elah Anda ketahui bahwa bilan,an kuantum ma,netik erat
hubun,annva den,an medan ma,netik van, ditimbulkan oleh ,erak
elektron, ba,aimana jika atom hidro,en ditempatkan dalam medan
ma,net homo,en . Perhatikan ,erak elektron dalam medan ma,net
pada Cambar S.17. Jika sebuah elektron bermassa m ber,erak dalam
orbit van, berjari-jari r den,an frekuensi j, momentum sudut van, dimiliki
elektron adalah L ~ m
e
tr ~ m
e
c r
2
, sedan,kan arah momentumnva
bersudut 0 terhadap sumbu-z. Besarnva arus van, timbul akibat ,erakan
elektron didefinisikan seba,ai banvaknva muatan van, men,alir tiap
detik. Jadi, arus van, ditimbulkan ,erakan elektron ~ ~ .

j ej
T
Anda ju,a memahami bahwa ,erakan elektron ju,a menimbulkan medan
ma,net (in,at medan ma,net di sekitar arus listrik). Ketika di tempat
elektron banvak diberikan medan ma,net, vaitu medan ma,net dari luar,
maka akan terjadi interaksi antara dua ma,net di tempat ini. lmplikasinva
adalah dapat memberikan torsi van, menvebabkan ,erakan elektron
berubah. Besarnva torsi akibat medan ma,net adalah
~

B (o-31)
den,an

~ lA (o-32)
Keteran,an:

~ momen ma,netik
A ~ luas dari bidan, elektron
leh karena ~ - ej dan A ~ r
2
, Anda dapat menuliskan

~ e j r
2
~ -e
2
2
2
2
e
e
L eL
r
m
m r

[
[
~

| j | j
\ )
\ )
(o-33)
1anda ne,atif menunjukkan arah m berlawanan den,an arah momentum sudut
L. Jadi, besarnva torsi van, disebabkan oleh medan ma,net adalah
2
e
e L
m

~ [

| j
\ )
L sin
0
(o-31)
1orsi inilah van, memutar orbit elektron sehin,,a berubah arah.
Perhatikan Cambar S.1S van, melukiskan orbit-orbit elektron dan
perhatikan perubahan arah putarannva untuk men,etahui berapa
kemun,kinan perubahan ,erakan elektron dapat kita lihat melalui ener,i
ma,netik dari pen,aruh ,erakan elektron dari medan ma,net luar .
Besar ener,i ma,net memenuhi persamaan:
~ cos cos
2
e
e
L
m
0 0
[
~

| j
\ )
Gambar 8.17
Gerak elektron dalam medan
magnet B.
Tantangan
untuk Anda
Tentukan besar momentum sudut
untuk subkulit:
a. f;
b. g;
c h.
L
Z
0
Gambar 8.18
Arah momentum sudut elektron.
L
z
= m
e

0
Z
L
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 216
Gambar 8.19
Terpecahnya garis spektrum
akibat medan magnet.
Besaran
2
e
e
m
~
dinamakan pembandin, ,iroma,netik (,rmcne:|c
rc:|).
Perhatikan Cambar S.1S. Oambar tersebut menunjukkan bahwa
cos
0
~
e
m
L

sehin,,a kita peroleh


~
2.
e
e
m
~
cos
2
e
e
m
e
L L
m L

0
[ [
~
| j | j
\ ) \ )
~
2
e
e
e
m
m

[
~
| j
\ )
(o-35)
leh karena m
e
memiliki beberapa nilai dan bersifat diskrit, ener,i
interaksi medan ma,netik ini ju,a memiliki beberapa nilai.
O
2
e

O
2
e

~
Seba,ai contoh, jika bilan,an kuantum ~ 1, ener,i elektron akan
men,alami perubahan seba,ai berikut:
Ketika m
e
~ 1 ener,i elektron menjadi
tot
~
elektron awal

-

2
e
e
m

[
~
| j
\ )
Ketika m
e
~ O ener,i elektron tetap tidak berubah
Ketika m
e
~ -1 ener,i elektron menjadi
tot
~
elektron awal

2
e
e
m

[
~
| j
\ )
Jadi, tin,kat ener,i elektron pecah menjadi 3 ba,ian. Untuk ~ 2
ener,i elektron akan pecah menjadi 5 ba,ian (sesuai den,an nilai m),
inilah pentin,nva bilan,an kuantum ma,netik dalam menentukan ,erak
orbit elektron.
Pecahnva tin,kat-tin,kat ener,i ini telah diamati oleh Zeeman
melalui eksperimennva. la men,amati spektrum atom hidro,en ketika
diberi medan ma,netik kuat, ternvata ,aris-,aris spektrum van, diamati
pecah menjadi beberapa ba,ian.
Pecahnva ,aris spektrum ini ternvata akibat transisi dari tin,kat ener,i
van, terpecah itu dapat Anda pahami pada Cambar S.19. Perubahan
kecil ener,i memenuhi persamaan

A sehin,,a dapat memen,aruhi


panjan, ,elomban,, melalui metode diferensiasi ~
|c

, akan diperoleh:
J ~
2
|c
J

Atau den,an men,ambil nilai mutlaknva, diperoleh


2

|c

A A (o-36)
Fisika Atom 217
Hitun,lah perubahan panjan, ,elomban, foton van, terjadi akibat transisi dari 2 ke
1s apabila atom hidro,en ditempatkan dalam medan ma,net sebesar 2,O 1.
]awab:
~
2
-
1
~
2 2 2
2 1
13, 6 13, 6 13, 6
2
eV eV eV
n n
[
~ ~ ~
~
| j
\ )
-
2
( 13, 6 )
1
eV ~
~ 1O,2 eV.
Jadi, panjan, ,elomban, van, dipancarkan adalah


31 o
19
6, 6251O Js 31O m/s
1O, 2eV 1, 61O J/eV
|c

~
~
~ 1,22 1O
7
m.
Perubahan ener,i

A ~ (9,27 1O
-21
J/1)(2,O 1)~1,o51 1O
-23
J.
Jadi, berdasarkan Persamaan (S-35), diperoleh


2
7
2
31 o
1, 221O m
6, 65 1O Js 31O m/s

|c

~
~
A A (1,o51 1O
-23
J) ~ 1,39 1O
-12
m.
3. Sifat Atom
Sifat-sifat suatu unsur dapat diamati den,an melihat struktur
atomnva. Susunan elektron dalam suatu atom dapat dipakai seba,ai dasar
untuk men,etahui sifat-sifat atom tertentu. Pada seba,ian unsur, kulit-
kulit atom ada van, terisi penuh elektron dan ada van, koson,. Kulit
van, tidak penuh terisi elektron berada pada kulit palin, luar. llektron
pada kulit terluar ini dinamakan e|e|:rn tc|ens|.
Pen,isian elektron dimulai dari tin,kat ener,i terendah. Konfi,urasi
van, mantap terdapat pada subkulit van, terisi penuh. Jika subkulit telah
terisi penuh, sisa elektron akan men,isi subkulit selanjutnva. Misalnva,
ada satu elektron van, terisi pada subkulit terluar, maka elektron ini
cenderun, mudah lepas supava atom menjadi stabil. Pelepasan elektron
ini dapat terjadi den,an cara berikatan den,an atom lain.
Seba,ai contoh, atom Na van, memiliki konfi,urasi
2 6
2 1
11
2 2
1 3
c
s
s s
|
L M

Kulit M terdiri atas subkulit s, , dan J. Dari konfi,urasi atom Na pada


Cambar S.20 terlihat hanva ada satu elektron van, men,isi kulit M,
vaitu pada orbit s. Untuk menjadi stabil, atom Na cenderun, melepaskan
satu elektron terluarnva van, terdapat pada kulit M. Sebaliknva, jika
pada subkulit terluar kekuran,an satu elektron, untuk menjadi stabil,
atom ini cenderun, mudah menerima satu elektron dari luar.
Perhatikan ju,a Cambar S.21. Pada atom
25
Mn kulit terluarnva, vaitu
kulit M terisi 15 elektron. Kulit M terisi maksimal 16 elektron, berarti
terdapat kekuran,an 1 elektron sehin,,a atom Mn cenderun, menerima
satu elektron dari atom lain supava menjadi stabil. Atom Na dan Mn
dapat ber,abun, menjadi molekul van, stabil karena pada setiap atom
akan memiliki kulit atau subkulit van, terisi penuh oleh elektron.
Contoh 8.8
Gambar 8.21
(a) Atom Mn menerima elektron
dari atom Na.
(b) Atom Na yang tidak stabil.
=
(b) (a)
elektron dilepas
Na Na
Gambar 8.20
(a) Atom Na, kulit terluarnya terisi
satu elektron.
(b) Atom Na yang stabil setelah
melepas elektron terluarnya.
(b) (a)
e
Na Mn
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 218
Dari uraian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa atom-atom
cenderun, untuk memiliki konfi,urasi seperti ,as mulia, vaitu memiliki
keadaan van, stabil den,an cara melepas atau menerima elektron.
4. Sistem Periodik
Sistem periodik unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor
atom atau berdasarkan jumlah elektron. Sistem periodik bertujuan
menjelaskan sifat unsur-unsur pada periodik dan ,olon,an tertentu, serta
menjelaskan men,apa unsur-unsur dalam satu periode memiliki sifat van,
berbeda antara ,olon,an van, satu dan ,olon,an van, lainnva.
Unsur-unsur ,olon,an alkali dan alkali tanah keduanva termasuk
,olon,an s karena dalam konfi,urasi elektron diakhiri den,an subkulit s.
Jari-jari atom di sebelah kiri relatif lebih besar dibandin,kan den,an unsur-
unsur sebelah kanannva. Adanva elektron terluar ini, memberikan sifat
konduktor listrik van, baik. Kereaktifannva cukup tin,,i untuk bereaksi
den,an unsur lain terutama den,an unsur ,olon,an halo,en karena van,
satu mudah melepaskan elektron dan van, lain memiliki kecenderun,an
besar untuk menerima elektron.
Unsur-unsur ,olon,an van, tidak terisi penuh oleh elektron dalam
konfi,urasinva terlihat kekuran,an elektron untuk memiliki konfi,urasi
seperti ,as mulia. Jika Anda perhatikan ,olon,an halo,en, unsur-unsur
ini cenderun, mudah menan,kap elektron untuk membentuk senvawa.
Dikatakan unsur-unsur tersebut memiliki kereaktifan van, tin,,i
dibandin,kan den,an unsur ,olon,an lainnva.
Oolon,an ,as mulia memiliki konfi,urasi elektron van, sudah penuh
pada kulit terluarnva. Kecenderun,an menan,kap atau menerima
elektron san,at kecil. Hal ini menvebabkan unsur ,as mulia tidak
membentuk senvawa den,an unsur lain.
Prinsip Pauli, aturan Aufbau, dan kaidah Hund san,at membantu
untuk memahami keteraturan susunan elektron atau subkulit dalam
daftar berkala. Konfi,urasi elektron dalam atom adalah susunan
elektron dalam atom sesuai den,an tin,kat ener,inva. Dalam
pembahasan ini, akan Anda tinjau konfi,urasi elektron per subkulit.
Den,an konfi,urasi elektron tersebut dapat diketahui bilan,an kuantum
van, berkaitan dan sifat-sifatnva dapat diketahui dari jumlah elektron
terluar. Aturan penulisan konfi,urasi elektron berdasarkan hal-hal
berikut ini.
a. Aturan Aufbau
Menurut aturan Aufbau, elektron dalam suatu atom akan mulai
men,isi suatu orbital dari tin,kat van, ener,inva palin, rendah sampai
van, palin, tin,,i. 1iap tin,katan ener,i diisi elektron sebanvak mun,kin
sampai penuh. 1iap kali keadaan (n, ) penuh, keadaan berikutnva mulai
diisi, demikian seterusnva. Prinsip pen,isian ini dapat di,ambarkan dalam
bentuk dia,ram pada Cambar S.22.
Perhatikan hubun,an bilan,an kuantum utama (n) dan bilan,an
kuantum orbital atau azimut ( ) seba,ai berikut. Urutan tin,kat ener,i
sesuai den,an urutan arah panah, vaitu
1s 2s 2 3s 3 1s 3J 1 5s 1J 5 6s ......, den,an
s - 2 elektron, - 6 elektron, J -1O elektron, j -11 elektron
Tantangan
untuk Anda
Jelaskan sifat-sifat yang dimiliki atom
berikut ini.
1.
40
20
Ca
2.
30
31
Ga
3.
80
35
Br
Gambar 8.22
Pengisian elektron menurut
aturan Aufbau.
1s
2s
3s
4s
5s
6s
7s
2p
3p
4p
5p
6p
3d
4d
5d
6d
4f
Fisika Atom 219
Seba,ai contoh, perhatikan cara penulisan konfi,urasi elektron
berikut.
1) Atom C memiliki nomor atom 6, berarti dalam pada setiap atomnva
terdapat enam elektron sehin,,a konfi,urasinva
6
C ~ 1s
2
2s
2
2
2
.
2) Atom K memiliki nomor atom 19, berarti pada setiap atomnva
terdapat 19 elektron sehin,,a konfi,urasi elektronnva
19
K ~ 1s
2
2s
2
2
6
3s
2
3
6
1s
1
.
3) Atom Co memiliki nomor atom 27, berarti pada setiap atomnva
terdapat 27 elektron sehin,,a konfi,urasi elektronnva
27
Co ~ 1s
2
2s
2
2
6
3s
2
3
6
1s
2
3J
7
.
Cara penulisan tersebut cukup panjan, sehin,,a harus dilakukan
penvin,katan berdasarkan konfi,urasi ,as mulia, vaitu
2
He ~ 1s
2
1O
Ne ~ 1s
2
2s
2
2
6
1o
Ar ~ 1s
2
2s
2
2
6
3s
2
3
6
36
Kr ~ 1s
2
2s
2
2
6
3s
2
3
6
1s
2
3J
1O
1
6
Den,an demikian, konfi,urasi elektron pada contoh tersebut
disin,kat seba,ai berikut.
6
C ~ 1s
2
2s
2
2
2
disin,kat: (He) 2s
2
2
2
19
K ~ 1s
2
2s
2
2
6
3s
2
3
6
1s
1
disin,kat: (Ar) 1s
1
27
Co ~ 1s
2
2s
2
2
6
3s
2
3
6
1s
2
3J
7
disin,kat: (Ar) 3J
7
1s
2
c. Aturan Hund
Menurut Hund, dalam orbital van, setin,kat, elektron-elektron tidak
boleh berpasan,an sebelum seluruh orbital setin,kat terisi oleh sebuah
elektron. Penempatan elektron pada orbital , J, j van, memiliki tin,kat
ener,i van, sama pada subkulit van, sama, masin,-masin, diisi den,an
satu elektron terlebih dahulu den,an arah spin van, sama, baru kemudian
diisi den,an elektron berikutnva den,an arah van, berlawanan.
Hal ini berarti, semua elektron bermuatan sama sehin,,a elektron
akan menempati orbital van, masih koson, sebelum berpasan,an.
Misalkan, atom C den,an nomor atom 6 dan konfi,urasi elektronnva:
1s
2
2s
2
2
2
,

dia,ram konfi,urasi elektronnva adalah
bukan
c. Asas Larangan Pauli
Menurut Wolfgang Pauli, dalam suatu atom tidak boleh ada elektron
van, memiliki keempat bilan,an orbital dan ma,netik van, sama. Bilan,an
kuantum spinnva harus berlawanan (n, , m

, dan m
s
).
bukan
Asas ini san,at pentin, untuk memahami struktur atom, apala,i untuk
men,kaji sifat-sifat atom berelektron banvak.
Sekaran,, tinjau helium den,an nomor atom 2. llektron pertama
atom helium pada keadaan dasar memiliki himpunan bilan,an kuantum
(n ~ 1, ~ O, m

~ O, dan m
s
~
1
2
). llektron kedua bisa memiliki
keti,a bilan,an kuantum n, , dan m

sama tetapi bilan,an kuantum


keempat m
s
harus berbeda. leh karena elektron pertama m
s
~
1
2
,
elektron kedua haruslah m
s
~ -
1
2
.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 220
Gambar 8.24
Proses untuk menghasilkan
spektrum emisi
Asas laran,an Pauli ju,a membatasi setiap orbital hanva mampu
menampun, maksimum 2 elektron dan dalam satu orbital harus memiliki
spin den,an arah berlawanan. Apabila dalam orbital ada elektron keti,a,
misalnva spin searah den,an spin elektron pertama (Cambar S.23),
kumpulan keempat bilan,an kuantum elektron keti,a persis sama
den,an elektron pertama. lni jelas melan,,,ar asas laran,an Pauli.
5. Spektrum Emisi dan Spektrum Absorpsi
zat padat maupun zat cair pada suhu tertentu dapat memancarkan
radiasi den,an panjan, ,elomban, van, berbeda-beda pada tin,kat ener,i
van, berbeda. Dari berba,ai se,i van, dapat diamati, radiasi ini dapat
diteran,kan oleh dasar teori kuantum cahava, dan tidak ber,antun, pada
perincian proses radiasi itu sendiri atau dari sifat materialnva. 1in,kat
ener,inva ber,antun, pada bilan,an kuantumnva. Berdasarkan hasil
penemuan ini, dapat disimpulkan bahwa van, terjadi adalah kelakuan
kolektif sejumlah atom van, salin, berinteraksi dari karakteristik atom-
atom dari unsur-unsur tertentu.
a. Spektrum Emisi
Pada kondisi tertentu, atom atau molekul pada ,as bertekanan rendah
berjarak rata-rata cukup jauh sehin,,a interaksi van, terjadi hanva saat
bertumbukan. Dalam keadaan seperti ini, diharapkan bahwa radiasi van,
dipancarkan merupakan karakterisitik dari atom atau molekul secara individu
van, terdapat di sana. Hal ini terbukti secara eksperimental. Jika ,as atomik
atau uap atomik van, bertekanan di bawah tekanan atmosfer (dieksitasikan
biasanva den,an men,alirkan arus listrik), radiasi van, dipancarkan memiliki
spektrum van, berisi panjan, ,elomban, tertentu saja.
Spektrum emisi adalah spektrum van, dihasilkan oleh pancaran
,elomban, elektroma,netik, misalnva cahava Matahari van, dihasilkan oleh
atom-atom ,as suatu unsur. Jika cahava tabun, ,as unsur dilewatkan pada
sebuah prisma, cahava akan terurai menjadi beberapa ,aris warna spektrum
van, setiap spektrum memiliki panjan, ,elomban, van, berbeda.
Untuk men,uraikan cahava ,as suatu unsur dapat di,unakan kisi
berupa ,aris-,aris pemisah van, san,at rapat. Peralatan untuk men,-
hasilkan spektrum emisi dapat dilihat pada Cambar S.24.
Misalnva, cahava van, dipancarkan itu dihasilkan oleh atom-atom
,as hidro,en. llektron pada atom ,as akan tereksitasi ke tin,kat ener,i
van, lebih tin,,i, jika mendapat tambahan ener,i dari luar. Misalnva,
dari 1s ke 2s atau 2. Ketika elektron kembali ke tin,kat ener,i dasar,
atom akan memancarkan ener,i berupa ,elomban, elektroma,netik.
Oelomban, elektroma,netik ini melewati celah sempit, kemudian oleh
kisi akan diuraikan menjadi beberapa warna. Setelah keluar dari kisi,
pada lavar akan tampak ,aris-,aris berwarna van, setiap warna sesuai
den,an ener,i tertentu.
1idak semua warna spektrum akan muncul pada setiap spektrum
suatu unsur, tetapi hanva warna-warna tertentu saja van, akan muncul.
Untuk setiap unsur akan memancarkan spektrum van, berlainan. Hal
inilah van, membedakan unsur van, satu dan unsur van, lain.
benar salah
Gambar 8.23
Berdasarkan asas larangan Pauli,
satu orbital maksimum ditempati
dua elektron dengan spin yang
berlawanan.
- -
-
sumber celah
kisi
spektrum
Fisika Atom 221
Berdasarkan persamaan panjan, ,elomban, van, sudah Anda kenal,
frekuensi sebandin, den,an :e:ccn n,J|er. Rumusan panjan, ,elomban,
dapat dituliskan
2 2
1 2
1 1 1
n
n n

[
~
| j
\ )
(o-37)
Keteran,an:
n ~ tetapan Rvdber, ~ 1,O97 1O
7
/m

~ panjan, ,elomban, elektroma,netik (m)


n ~ bilan,an kuantum utama
Spektrum emisi ada ti,a macam, vaitu se|:rum cr|s, se|:rum |:c,
dan se|:rum |n:|nu.
1) Spektrum Caris
Spektrum ,aris dihasilkan oleh ,as-,as bertekanan rendah van,
dipanaskan. Spektrum ini terdiri atas ,aris-,aris cahava monokromatik
den,an panjan, ,elomban, tertentu. Panjan, ,elomban, cahava van,
terdapat dalam spektrum merupakan karakteristik dari unsur van,
men,hasilkan spektrum tersebut. Akibat pemanasan, atom ,as akan
menverap ener,i sehin,,a berada dalam keadaan tereksitasi. Dalam
keadaan ini, atom ,as tidak stabil dan akan berusaha ke keadaan dasar
den,an memancarkan foton berupa ,elomban, elektroma,netik.
2) Spektrum Pita
Spektrum pita dihasilkan oleh ,as dalam keadaan molekuler, misalnva
,as H
2
,
2
, N
2
, dan C. Spektrum van, dihasilkan berupa kelompok
,aris-,aris van, san,at rapat sehin,,a membentuk pita-pita.
3) Spektrum Kontinu
Spektrum kontinu adalah spektrum van, terdiri atas cahava den,an
semua panjan, ,elomban,, walaupun den,an intensitas van, berbeda.
Spektrum kontinu dihasilkan oleh zat padat, zat cair, dan ,as van,
bertekanan tin,,i dan berpijar. Berpijarnva bentuk zat-zat tersebut karena
memiliki atom van, berjarak relatif lebih kecil satu dan van, lainnva
sehin,,a salin, berinteraksi. Akibatnva, tin,kat-tin,kat ener,i atom
ber,eser untuk memenuhi aturan Pauli.
b. Spektrum Absorpsi
Spektrum absorpsi adalah spektrum van, terjadi karena penverapan
panjan, ,elomban, tertentu dari suatu cahava. Spektrum absorpsi terdiri
atas sederetan ,aris hitam pada spektrum kontinu. Penverapan terhadap
panjan, ,elomban, tertentu terjadi pada foton van, memiliki ener,i van,
tepat sama dan selisih ener,i antara tin,kat eksitasi dan tin,kat dasar.
Spektrum absorpsi dihasilkan jika cahava putih dilewatkan pada
tabun, van, berisi atom-atom ,as suatu unsur van, kemudian atom-atom
tersebut akan menverap (men,absorpsi) seba,ian cahava putih. Oaris-
,aris van, dihasilkan sesuai den,an ,aris-,aris pada spektrum emisi. Jika
kedua spektrum ini didekatkan akan tampak ,aris-,aris ,elap dan teran,.
Contoh spektrum absorpsi adalah spektrum Matahari. Secara
sepintas, spektrum Matahari tampak seperti spektrum kontinu. Akan
tetapi, jika dicermati akan tampak ,aris-,aris ,elap teran, van, disebut
cr|s-cr|s jrcun|jjer. Adanva cr|s-cr|s jrcun|jjer disebabkan cahava
putih dari ba,ian inti Matahari diserap oleh atom-atom dan molekul-
molekul ,as dalam atmosfer Matahari maupun atmosfer Bumi. Ba,ian
Matahari van, bersuhu sekitar 6.OOO
o
C dapat menimbulkan spektrum.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 222
energi ionisasi semakin besar
e
n
e
r
g
i

i
o
n
i
s
a
s
i

s
e
m
a
k
i
n

b
e
s
a
r
Cambar S.25 memperlihatkan ba,an dan peralatan spektrum
absorpsi. Berdasarkan hasil percobaan dan hasil eksperimen diperoleh
kesimpulan bahwa jika zat berpendar (beradiasi/memancarkan spektrum
emisi) merupakan zat van, baik untuk men,absorpsi spektrumnva.
Oaris spektrum atom hidro,en terdiri atas beberapa deret, vaitu deret
lvmann, deret Balmer, deret Paschen, deret Brackett, dan deret Pfund.
Deret-deret tersebut memenuhi persamaan
2
2 2
1 2
1 1 1
z n
n n

[
~
| j
\ )
(o-3o)
Keteran,an
z ~ nomor atom
6. Energi Ionisasi, Afinitas Elektron, dan Elektron Valensi
Suatu atom akan berikatan den,an atom lain karena adanva faktor-
faktor tertentu. Kemampuan suatu atom untuk berikatan den,an atom
lain ditentukan oleh keadaan jumlah elektron terluarnva. llektron
memiliki kecenderun,an untuk membentuk susunan van, stabil (susunan
,as mulia). Beberapa faktor van, memen,aruhi atom untuk melepaskan
atau men,ikat elektron adalah seba,ai berikut.
a. Energi Ionisasi
Jika suatu atom terdapat satu elektron di luar subkulit van, mantap,
elektron cenderun, mudah melepaskan ikatannva a,ar memiliki
konfi,urasi seperti ,as mulia. Untuk melepaskan elektron terluarnva ini
diperlukan ener,i van, disebut ener| |n|scs|. lner,i ionisasi untuk atom
hidro,en sebesar 13,6 eV.
Pen,ukuran ener,i ionisasi pada unsur dalam ,as memperlihatkan
bahwa dalam suatu periode semakin banvak elektron dan proton, maka
,ava tarik-menarik elektron terluar den,an inti semakin besar (jari-jari
kecil). Akibatnva, elektron sukar dilepas sehin,,a ener,i untuk melepas
elektron semakin besar, van, berarti ener,i ionisasi besar.
Jika jumlah elektron sedikit seperti unsur pada ,olon,an lA, jari-
jarinva besar, ,ava tarik menarik elektron den,an inti lebih kecil.
Akibatnva, ener,i untuk melepas elektron
terluar relatif lebih kecil van, berarti ener,i
ionisasinva kecil. Dari atas ke bawah dalam
satu ,olon,an, jari-jari atom semakin besar.
Hal ini menvebabkan elektron terluar relatif
mudah lepas dibandin,kan den,an atom
van, berada di atasnva. Hal ini berarti, dari
atas ke bawah dalam satu ,olon,an, ener,i
ionisasi berkuran,. Perubahan ener,i ionisasi
dalam tabel periodik dapat dilihat pada
Cambar S.26.
Oolon,an lA dalam susunan berkala
unsur-unsur seperti ,ambar disebut ju,a
,olon,an alkali van, meliputi li, Na, K, Rb,
Cs, dan lr. Unsur van, palin, sedikit adalah
fransium (lr) sebab bersifat radioaktif sehin,,a mudah berubah menjadi
unsur lain.
Gambar 8.25
Proses untuk menghasilkan
spektrum absorpsi
-
-
-
cahaya
putih
celah
kisi
spektrum
atom-atom
gas
-
Gambar 8.26
Perulangan sifat pada sistem
periodik
Fisika Atom 223
Sifat-sifat kimia unsur alkali adalah hanva memiliki satu elektron di
kulit terluar. Dapatlah diterka bahwa unsur-unsur ini memiliki ener,i
ionisasi van, rendah (san,at mudah melepaskan elektron). Semakin besar
jari-jari atom, ener,i ionisasinva semakin rendah. Den,an kata lain, unsur-
unsur alkali ini san,at reaktif atau mudah sekali membentuk senvawa.
Unsur-unsur ini mudah sekali bereaksi den,an oksi,en di udara. ltulah
sebabnva, lo,am-lo,am alkali harus disimpan dalam minvak tanah dan
tidak boleh dibiarkan lama di udara terbuka.
b. Afinitas Elektron
-j|n|:cs e|e|:rn cJc|c| ener| ,cn J||ecs|cn ||c suc:u c:m mencn|c
se|uc| e|e|:rn. Atom-atom van, memiliki ,ava tarik-menarik antar intinva
kecil menunjukkan bahwa afinitas elektronnva ju,a kecil. Hal-hal van,
memen,aruhi besar kecilnva afinitas elektron adalah jumlah muatan
dalam inti, jarak antar inti, dan jumlah elektron dalam atom.
Dalam satu ,olon,an, dari atas ke bawah har,a afinitas elektron
semakin kecil. Dalam satu periode dari kiri ke kanan har,a afinitas elektron
semakin besar. Atom-atom van, semakin mudah menan,kap elektron akan
memiliki har,a afinitas elektron van, semakin besar. Untuk men,,ambarkan
tin,kat kemudahan suatu atom menan,kap elektron di,unakan besaran
elektrone,ativitas atau keelektrone,atifan. Suatu unsur van, memiliki
ener,i ionisasi tin,,i memiliki elektrone,ativitas tin,,i. Artinva, memiliki
kecenderun,an besar untuk menan,kap elektron.
Unsur van, mudah melepaskan elektron dan membentuk ion positif
dinamakan unsur van, elektropositif. Sebaliknva, unsur van, mudah
menan,kap elektron dan membentuk ion ne,atif dinamakan unsur
elektrone,atif. Pada umumnva, unsur-unsur van, memiliki elektron valensi
kuran, dari empat bersifat elektropositif. Adapun unsur-unsur van,
memiliki elektron valensi lebih dari empat bersifat elektrone,atif. Afinitas
beberapa unsur terlihat pada Tabel S.5.
c. Elektron Valensi
llektron van, palin, berperan dalam menentukan sifat lisika dan
Kimia adalah elekron van, berada pada kulit palin, luar. llektron ini
biasa disebut e|e|:rn tc|ens|. Akan tetapi, untuk kulit van, penuh,
elektronnva tidak turut serta dalam menentukan sifat-sifat tersebut.
Dari susunan berkala unsur-unsur den,an sistem periodik, dalam satu
,olon,an atom-atom tersebut memiliki elektron valensi van, sama.
Misalnva, atom li van, memiliki 3 elektron salah satunva adalah elektron
valensi. Demikian halnva, atom K memiliki 19 elektron salah satunva
adalah elektron valensi. Kesimpulannva atom li dan atom K van, berada
dalam satu ,olon,an, memiliki satu elektron valensi.
H -7o
li -5o
Na -7o
B -35
C -126
Si -1o6
N -9
P -76
-11o
l -351
Cl -37O
Br -31o
l -32O
Tabel S.5
Afinitas Beberapa Unsur
Unsur
Afinitas
lektron (k]/mol)
Dari penelitian tentan, partikel subatomik, para fisikawan menemukan bahwa partikel
penvusun atom itu bukan hanva elektron dan neutron. Buatlah tulisan tentan, partikel-
partikel subatomik van, baru ditemukan itu. Anda dapat mencari informasinva dari
internet. seba,ai contoh, Anda bisa men,etikkan "quark" pada Secrc| n|ne van,
Anda ,unakan. Anda kumpulkan tu,as ini pada ,uru dan diskusikan tu,as ini bersama
,uru lisika dan diskusikan bersama teman-teman dan ,uru.
Mari Mencari Tahu
teori atom Bohr
bilangan kuantum utama
bilangan kuantum orbital
bilangan kuantum magnetik
bilangan kuantum spin
prinsip Pauli
aturan Aufbau
kaidah Hund
spektrum emisi
spektrum absorsi
garis-garis Praunhoffer
energi ionisasi
afinitas elektron
elektron valensi
Sumber: General Chemistry, 1990
Kata Kunci
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 224
1. 1unjukkanlah bahwa kulit:
a. M maksimum ditempati oleh 1o buah elektron
b. N maksimum ditempati oleh 32 buah elektron
2. 1entukanlah ener,i total dari sebuah elektron pada
ion L|2 untuk bilan,an kuantum utama n ~ 2.
3. Jelaskan apa van, Anda ketahui tentan,
a. bilan,an kuantum utama,
b. bilan,an kuantum orbital,
c. bilan,an kuantum spin.
1. Men,apa pada atom berelektron banvak terjadi
pemisahan tin,kat ener,i dari subkulit den,an kulit
van, sama'
5. Men,apa satu orbital hanva dapat ditempati oleh dua
elektron'
6. Ba,aimana kesesuaian asas laran,an Pauli dan sistem
periodik'
7. Apakah penvebab terjadinva spektrum absorpsi dan
spektrum ,aris'
o. Jelaskan den,an spektroskopi ba,aimana unsur helium
ditemukan pada Matahari'
9. 1eran,kan ener,i ionisasi dalam satu ,olon,an dan
satu periode.
1O. Ba,aimana afinitas elektron Na dibandin,kan
den,an Cl dan K'
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah pada buku latihan.
Rangkuman
1. Perkemban,an model atom melalui beberapa tahap
seba,ai berikut.
- model atom Demokritus
- model atom Dalton
- model atom 1homson
- model atom Rutherford
- model atom Bohr
2. Dalam membuat teori atom, Dalton men,ambil acuan
(dasar) dari:
- eksperimen Proust tentan, Hukum Perban-
din,an 1etap van, menvatakan bahwa senvawa
disusun oleh unsur-unsur den,an perbandin,an
tetap",
- eksperimen Antonie lavoisier dan Preistelv
tentan, Hukum lavoisier van, menvatakan
bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi
adalah sama".
3. Joseph John 1homson melakukan eksperimen den,an
men,,unakan tabun, sinar katode van, sedikit
dimodifikasi. Hasil eksperimen van, diperolehnva
adalah bahwa perbandin,an muatan dan massa

e
m
seba,ai berikut.

e
m
~ 1,75ooO31O
11
C/k,
1. Robert A. Millikan melakukan eksperimen tetes
minvak. Hasil eksperimen menemukan har,a muatan
elektron e ~ 1,6O21292 1O
-19
C. Den,an men,,abun,-
kan penemuan 1homson dan Millikan, diperoleh
har,a massa elektron adalah m
e
~ 9,11 1O
-31
k,.
5. lner,i elektron berdasarkan teori Bohr.
1
2 2 2 2
O
1
32
e
n
m

n r
~

atau
2
13, 6
eV
n

n
~
6. lrekuensi ,elomban, elektroma,netik van, diserap
atau dipancarkan dari dua keadaan stasioner adalah
| j
|j ~
7. llektron dalam suatu atom di,ambarkan dalam empat
bilan,an kuantum, vaitu
- bilan,an kuantum utama (n),
- bilan,an kuantum orbital ( ),
- bilan,an kuantum ma,netik ( m

),
- bilan,an kuantum spin (m
s
).
o. Aturan penulisan konfi,urasi elektron didasarkan
pada:
- aturan Aufbau, menvatakan bahwa elektron
dalam suatu atom akan mulai men,isi suatu
orbital dari tin,kat van, ener,inva palin, rendah
sampai van, palin, tin,,i,
- aturan Hund, menvatakan bahwa elektron-
elektron tidak boleh berpasan,an sebelum
seluruh orbital setin,kat terisi oleh sebuah
elektron,
- asas laran,an Pauli, menvatakan bahwa dalam
suatu atom tidak boleh ada elektron van,
memiliki keempat bilan,an kuantum sama.
9. Spektrum emisi adalah spektrum van, dihasilkan oleh
pancaran ,elomban, elektroma,netik.
1O. Spektrum absorpsi adalah spektrum van, terjadi
karena penverapan panjan, ,elomban, tertentu dari
suatu sumber cahava.
11. lner,i ionisasi adalah banvaknva ener,i van,
diperlukan elektron terluar untuk lepas dari ikatan
(pen,aruh inti atom).
12. Afinitas elektron adalah ener,i van, dilepaskan jika
suatu atom menan,kap sebuah elektron.
13. llektron valensi adalah elektron van, palin, berperan
dalam menentukan sifat lisika dan Kimia suatu atom
dan terletak pada kulit palin, luar.
Fisika Atom 225
Demokritus
membahas
dikemukakan oleh
J.J 1homson
Robert A.
Millikan
Rutherford
John Dalton
Niels Bohr
didasarkan pada
mendapatkan nilai
dilanjutkan oleh
didasarkan pada
vaitu
membahas
Peta Konsep
Setelah mempelajari bab ini, tentu Anda telah
memahami bagaimana perkembangan model atom
sampai terakhir digunakan model atom Bohr. Anda juga
tentu telah paham bagaimana kedudukan dan sifat
elektron dalam bab inti. Dari semua materi yang ada
dalam bab ini, bagian manakah yang menurut Anda sulit
dipahami? Coba Anda diskusikan bersama teman atau
guru Fisika Anda.
Refleksi
Sekarang Anda menjadi tahu bahwa rekayasa atom
untuk dimanfaatkan dalam kehidupan bergantung sekali
pada elektron valensi atom. Coba Anda cari manfaat lain
yang diperoleh setelah mempelajari bab ini, kemudian
diskusikan konsep Fisika apa yang terkandung di dalamnya
bersama teman Anda.
Iisika Atom
lvolusi Model
Atom
Hukum
Perbandin,an
1etap
e
m
Atom Berelektron
Banvak
lner,i lonisasi,
Afinitas, dan
llektron Valensi
Sistem
Periodik
Sifat
Atom
Asas laran,an Pauli
Aturan Hund
Aturan Aufbau
Bilan,an
Kuantum
1. Utama
2. rbital
3. Ma,netik
1. Spin
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 226
1. Pernvataan van, merupakan teori atom menurut Dalton
adalah ....
a. ba,ian terkecil dari suatu atom adalah elektron
b. elektron dari suatu unsur sama den,an elektron
unsur lain
c. seba,ian besar massa atom terkumpul pada intinva
d. atom dari suatu unsur tidak dapat ber,abun,
den,an atom unsur lain
e. atom dari unsur-unsur van, sama memiliki sifat
van, sama pula
2. Pernvataan van, tidak berhubun,an den,an model
atom 1homson adalah ....
a. atom bukan partikel dari suatu unsur
b. muatan positif tersebar merata dalam inti atom
c. elektron pada atom tersebar merata di antara
muatan positif
d. elektron adalah ba,ian dari atom van, bemuatan
ne,atif
e. elektron memiliki massa van, sama den,an
muatan proton
3. Salah satu pernvataan dalam teori atom menurut
pendapat Rutherford adalah ....
a. atom terdiri atas inti van, bermuatan positif dan
elektron van, bermuatan ne,atif van, ber,erak
men,elilin,i inti
b. hampir seluruh massa atom tersebar di seluruh
ba,ian atom
c. pada reaksi Kimia, inti atom men,alami perubahan
d. Pada reaksi Kimia, elektron pada lintasan terluar
salin, memen,aruhi
e. inti atom merupakan elektron bermuatan positif
1. Kesimpulan dari percobaan hamburan Rutherford
adalah ....
a. atom merupakan ba,ian terkecil dari suatu benda
b. massa atom tersebar merata dalam atom
c. elektron merupakan ba,ian atom van, bermuatan
listrik ne,atif
d. atom berbentuk bola pejal
e. massa atom terpusat pada satu tempat kecil van,
disebut inti
5. Dalam model atom Bohr, ener,i van, dibutuhkan oleh
elektron atom hidro,en untuk berpindah dari orbit
den,an bilan,an kuantum utama 1 ke-3 adalah ....
a. 1,5O eV d. 12,1O eV
b. 1,9O eV e. 13,6O eV
c. 2,35 eV
6. Jika elektron berpindah dari kulit M ke kulit K pada
atom hidro,en dan n adalah konstanta Rvdber,, panjan,
,elomban, van, terjadi besarnva ....
a.
o
9
n d.
9
17
n
b.
9
o
n e.
1
n
n
c.
17
9
n
7. Jika konstanta Rvdber, ~ 1,O97 1O
7
m
-1
, panjan,
,elomban, terbesar pada deret lvman adalah ....
a. 912 A d. 2.115 A
b. 1.OOO A e. 6.511 A
c. 1.215 A
o. Konsep model atom Bohr dan model atom Rutherford
berbeda dalam menjelaskan ....
a. inti dan elektron seba,ai ba,ian atom
b. jenis muatan listrik dalam atom
c. massa atom van, terpusat di inti
d. ener,i elektron van, beredar men,elilin,i inti
e. pemancaran ,elomban, elektroma,netik
9. Salah satu ketentuan Bohr dalam model atomnva adalah
....
a. elektron pada lintasan stasionernva memancarkan
ener,i
b. elektron van, berpindah dari lintasan den,an
ener,i tin,,i ke lintasan den,an ener,i van, lebih
rendah akan memancarkan foton
c. elektron pada lintasan stasionernva menverap
ener,i
d. elektron men,elilin,i inti pada lintasan tertentu
memiliki momentum linier
e. elektron pada lintasan den,an ener,i palin,
rendah tidak tereksitasi
1O. lner,i foton sinar tampak van, dipanaskan atom
hidro,en ketika terjadi transisi elektron dari kulit ke-1
ke kulit ke-2 adalah ....
a. 13,6 eV d. 2,55 eV
b. 6,o eV e. 51,1 eV
c. 3,1 eV
11. Pada model atom Bohr, elektron atom hidro,en
ber,erak den,an orbit lin,karan den,an laju sebesar
2,2 1O
6
m/s. Besarnva arus pada orbit tersebut (e ~
1,6 1O
-19
coulomb, m
e
~ 9,1 1O
-31
k,) adalah ....
a. 1,O6 pA d. 1,O6 mA
b. 1,O6 nA e. 1,O6 A
c. 1,O6 A
12. Jika ener,i elektron atom hidro,en pada lintasan dasar
~ -13,6 eV, ener,i ionisasi pada atom H van, berasal
dari lintasan n ~ 3 adalah ....
a. 1,51 eV d. 1O,6O eV
b. 1,53 eV e. 12,O9 eV
c. 9,O7 eV
Tes Kompetensi Bab 8
A. Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling benar.
Fisika Atom 227
13. llektron atom hidro,en model Bohr men,elilin,i intinva
pada lintasan n. Jika ener,i ionisasi atom inti bernilai
1
6
kali ener,i ionisasi atom ini dalam keadaan dasarnva,
nilai n itu adalah ....
a. 2 d. 16
b. 1 e. 32
c. o
11. Besar ener,i van, dipancarkan saat elektron tereksitasi
atau men,alami transisi dari n ~ 1 ke n pada spektrum
hidro,en ....
a. 17,52 eV d. 12,75 eV
b. 11,19 eV e. 1O,2O eV
c. 13,6O eV
15. llektron atom hidro,en transisi men,hasilkan frekuensi
terkecil pada deret lvman. Jika ener,i van, dipancar-
kan pada saat itu adalah ....
a. 17,O eV d. 1O,2 eV
b. 13,6 eV e. 6,o eV
c. 13,3 eV
16. Berikut ini diberikan bilan,an
kuantum utama n, dan bilan,an
orbital , dari empat buah elektron.
Yan, merupakan elektron jenis
adalah ....
a. , Q, n d. , S
b. , n e. S
c. Q, S
17. Sinar ultraviloet akan dipancarkan oleh atom hidro,en
jika elektron berpindah dari ....
a. lintasan 1 ke lintasan 2
b. lintasan 2 ke lintasan 1
c. lintasan 3 ke lintasan 2
d. lintasan 1 ke lintasan 1
e. lintasan 1 ke lintasan 2
1o. Pasan,an-pasan,an bilan,an kuantum berikut ini van,
dapat men,,ambarkan keadaan salah satu elektron
kulit terluar atom
11
Na adalah ....
n | m| m
s
a. 2 O 1
1
2

b. 2 1 O
1
2

c. 3 O O
1
2

d. 3 1 O
1
2

e. 1 O 1
1
2

19. Untuk bilan,an kuantum orbital | ~ 2, nilai bilan,an


kuantum ma,netik m
s
van, mun,kin adalah ....
a. nol
b. -1, O, 1
c. -2, O, 2
d. -1, -2, O, 1, 2
e. -1, -2, -3, O, 1, 2, 3
2O. Perbandin,an antara panjan, ,elomban, ,aris pertama deret
lvmann dan panjan, ,elomban, ,aris kedua Balmer pada
spektrum atom hidro,en adalah ....
a. 1 : 1 d. 1 : 1
b. 1 : 2 e. 1 : 1
c. 2 : 1
21. Afinitas elektron adalah ....
a. ener,i van, dibebaskan pada saat pembentukan
ion ne,atif
b. ener,i van, diserap pada saat pembentukan ion
ne,atif
c. ener,i van, dibebaskan pada saat pembentukan
ion positif
d. ener,i van, diserap pada saat pembentukan ion
positif
e. sama den,an ener,i ionisasi
22. Unsur van, memiliki tujuh elektron valensi adalah ....
a.
9
l d.
11
Na
b.
11
Si e.
6
C
c.
2O
Ca
23. Berikut pernvataan van, benar tentan, unsur, |ecuc||
....
a. unsur van, atomnva mudah membentuk ion
ne,atif disebut unsur elektrone,atif
b. unsur-unsur van, memiliki elektron valensi
kuran, dari empat merupakan unsur van,
elektrone,atif
c. unsur-unsur van, memiliki elektron valensi lebih
dari empat merupakan unsur van, elektrone,atif
d. unsur elektropositif adalah unsur van, sulit
menan,kap elektron
e. unsur van, mudah berubah menjadi ion ne,atif
disebut unsur van, elektrone,atif
21. Suatu ,aris spektral di spektrum hidro,en memiliki
panjan, ,elomban, o21 nm. Perbedaan ener,i antara
keua tin,kat ener,i van, membentuk ,aris tersebut
adalah ....
a. 1,OO eV d. 3,5 eV
b. 1,51 eV e. 1,1O eV
c. 2,1 eV
25. Bilan,an-bilan,an kuantum berikut ini adalah suatu
kumpulan van, mun,kin dari bilan,an-bilan,an
kuantum untuk sebuah elektron dalam orbital 3J
adalah ....
a. n ~ 3, | ~ 3, m
|
~ 1, m
s
~
1
2
b. n ~ 3, | ~ 2, m
|
~ -2, m
s
~
1
2
c. n ~ 3, | ~ -2, m
|
~ O, m
s
~
1
2
d. n ~ 3, | ~ 2, m
|
~ 3, m
s
~
1
2
e. n ~ 3, | ~ -2, m
|
~ 2, m
s
~
1
2
n
2 1
Q 2 O
n 2 2
S 3 1
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 228
1. Sebutkan dua hal van, terkandun, dalam model atom
Rutherford dan Bohr.
2. Jelaskan perbedaan antara model atom Rutherford dan
Bohr.
3. Hitun,lah panjan, ,elomban, terpendek dari:
a. deret lvman
b. deret Paschen
c. deret Pfund
1. Sebuah atom hidro,en pada keadaan dasar menverap
sebuah foton sehin,,a men,alami eksitasi ke orbit ke-1.
1entukanlah panjan, ,elomban, dan frekuensi foton.
5. Suatu berkas elektron ditambahkan pada ,as hidro,en.
Jika dihasilkan pemancaran spektrum van, berasal dari
transisi n ~ 3 ke keadaan n ~ 2, sedan,kan ener,i ikat
elektron pada tin,kat dasar sama den,an 13,6 eV,
tentukan ener,i minimum elektron.
B. ]awablah pertan,aan berikut dengan tepat.
6. Jelaskan den,an ba,an, konfi,urasi elektron dari atom
lithium.
7. 1entukan ener,i elektron pada keadaan dasar (n ~ 1)
untuk
a. atom hidro,en,
b. ion He

(z ~ 2),
c. ion li
2
(z ~ 3).
Nvatakan jawaban Anda dalam satuan eV.
o. lner,i total elektron li
2
pada suatu orbit tertentu
adalah 1,9O eV. Berapakah bilan,an kuantum utama
orbit tersebut'
9. Atom kalium memiliki nomor atom 19.
a. 1entukan konfi,urasi elektron atom tersebut.
b. Men,apa kalium san,at reaktif secara kimia dan
cenderun, membentuk ion K

'
Teori Relativitas Khusus 229 229
memformulasikan teori relativitas khusus untuk waktu, panjang, dan massa, serta
kesetaraan massa dengan energi yang diterapkan dalam teknologi
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas
berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma Fisika Modern.
Hasil yang harus Anda capai:
Teori Relativitas Khusus
A. Semua Gerak
Bersifat Relatif
B. Teori Relativitas
Einstein
Apakah Anda tahu men,apa manusia belum bisa menjelajahi planet
dan bintan, di luar tata surva' Salah satu kendala van, dihadapai adalah
jumlah bahan bakar van, dibutuhkan san,at banvak karena jarak
tempuhnva bisa berorde tahunan cahava. Dalam film-film fiksi ilmiah,
perjalanan seperti itu merupakan hal van, biasa karena pesawat van,
di,unakan memiliki kecepatan van, san,at tin,,i. Misalnva dalam film
S:cr Tre|, pesawat van, bernama S:crs|| n:err|se mampu berjalan den,an
kecepatan orde cahava. 1ahukah Anda apa hubun,an antara jarak den,an
kecepatan cahava' Jika suatu benda ber,erak den,an kecepatan cahava,
teori relativitas khusus akan berlaku. Salahsatu implikasi dari penerapan
teori relativitas khusus adalah terjadinva kontraksi (penvusutan) panjan,
sehin,,a jarak tempuhnva semakin pendek.
Selain kontraksi panjan,, masih banvak la,i pen,aruh van,
diakibatkan oleh benda van, ber,erak den,an kecepatan mendekati
kecepatan cahava. Banvak hal van, terkesan tidak masuk akal. Akan
tetapi, jika ditinjau den,an men,,unakan teori relativitas khusus ternvata
ilmiah dan dapat dibuktikan. lenomena-fenomea menarik tersebut akan
Anda pelajari pada bab ini.
Pesawat ruang angkasa Starship Enterprise dalam serial televisi Star Trek
seringkali berjalan dengan kecepatan cahaya.
Bab
9
Sumber: Jendela IPTEK, Energi
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 230
Gambar 9.1
Menurut pengamat di luar kereta
api, penumpang sedang bergerak
dengan kecepatan yang sama
dengan kecepatan kereta api.
A. Semua Gerak Bersifat Relatif
Semua benda dikatakan ber,erak jika kedudukan benda itu berubah
terhadap titik acuan atau keran,ka acuan van, ditetapkan. Seoran, siswa
van, sedan, duduk di dalam kereta api van, ber,erak, dikatakan diam
(tidak ber,erak) jika keran,ka acuannva kereta api. Akan tetapi, seoran,
pen,amat di luar kereta api men,atakan siswa tersebut ber,erak den,an
kecepatan van, sama den,an kecepatan kereta api. Sama halnva ,erak
sebuah perahu tersebut aliran air sun,ai. Perahu dan arus sun,ai ber,erak
terhadap Bumi. Contoh di atas menunjukkan bahwa tidak ada benda
van, ber,erak mutlak van, ada hanvalah ,erak relatif.
1eori Newton telah berhasil menjelaskan peristiwa sebuah benda van,
ber,erak den,an kecepatan rendah, seperti contoh-contoh ,erak tersebut.
Akan tetapi, teorinva tidak berhasil menjelaskan peristiwa benda van,
ber,erak mendekati kecepatan cahava, seperti sejumlah elektron van,
dipercepat melalui beda potensial 1O MeV akan mencapai kecepatan O,9
c. Menurut mekanika Newton, bahwa kecepatan elektron akan menjadi
1,o c jika dipercepat den,an potensial sebesar 1O MeV. Kenvataan
menunjukkan bahwa kecepatan elektron tetap saja sebesar O,9 c. Jelaslah
mekanika Newton tidak dapat dipakai untuk benda-benda van, ber,erak
mendekati kecepatan cahava.
1. Transformasi Galileo
Prinsip relativitas Oalileo dikenal ju,a seba,ai prinsip relativitas klasik
karena hanva berkaitan den,an hukum-hukum ,erak Newton.
Contohnva pen,amatan terhadap seoran, siswa van, sedan, duduk di
dalam kereta api van, ber,erak oleh dua oran, pen,amat seba,ai dua
keran,ka acuan berbeda.
Contoh tersebut dapat di,ambarkan den,an men,,unakan sistem
koordinat keran,ka acuan, hal tersebut dilukiskan seperti Cambar 9.2.
Dalam transformasi van, akan diturunkan ini, selan, waktu van, dicatat
oleh pen,amat di S dan S' dian,,ap sama.
Cambar 9.2 memperlihatkan dua keran,ka acuan S dan S'. Keran,ka
acuan S' terhadap acuan S ber,erak ke kanan sepanjan, sumbu-\ den,an
kecepatan tetap (t). Pada keran,ka acuan inersial berlaku Hu|um
e|em|cmcn |eu:n. Keran,ka acuan inersial tidak men,alami percepatan.
Misalkan, dua oran, pen,amat - dan masin,-masin, berada dalam
keran,ka acuan S dan S'. Pen,amat - van, berada di stasiun, dian,,ap
berada pada keran,ka acuan S van, diam. Adapun pen,amat berada
Y
S'
O' X' = X
V t
Z
Y'
S
x
P
O
Z'
x'
(c)
Y'
S'
Z
O' t = 0
X
v
(b)
(a)
Z
Y
S
X
O t = 0
Sebelum mempelajari konsep Teori Relativitas Khusus, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Ketika Anda melihat pohon-pohon dari dalam mobil
van, sedan, ber,erak, pohon-pohon terlihat ber,erak
ke arah van, berlawanan dari arah ,erak mobil. Pohon
tersebut dikatakan ber,erak relatif terhadap Anda
van, diam. Dari ilustrasi tersebut, coba Anda simpulkan
apakah ,erak relatif itu'
2. Jika Anda berlari den,an kecepatan 2O km/jam ke arah
depan didalam kereta api van, sedan, ber,erak den,an
kecepatan 6O km/jam, berapa kecepatan total Anda
menurut pen,amat van, diam di pin,,ir rel kereta'
3. Jika kecepatan cahava ditembakkan dari pesawat
supersonik van, memiliki kecepatan sama den,an
kecepatan bunvi, mun,kinkah kecepatan cahava
tersebut lebih dari 3 1O
o
m/s' Apa alasannva'
1. Apa van, dimaksud den,an eter' Percobaan apakah
van, men,,u,urkan teori adanva eter'
Gambar 9.2
(a) Kerangka acuan S dalam
keadaan diam;
(b) Kerangka acuan S' dalam
kecepatan konstan v;
(c) Setelah selang waktu t, berada
jauh vt dari titik koordinat S'.
Teori Relativitas Khusus 231
pada keran,ka acuan S' van, ber,erak. Mula-mula S dan S' berimpit dan
setelah : sekon, S' sudah menempuh jarak J ~ t:.
Sebuah benda ber,erak ke kanan den,an kecepatan u
X
. Pada saat :
sekon, benda terhadap keran,ka acuan S memiliki koordinat (\, ,, z) dan
terhadap keran,ka acuan S' memiliki koordinat (\', ,',z') sehin,,a
\' ~ \ - t:, ,' ~ ,, z' ~ z (9-1)
Den,an an,,apan, waktu van, diamati oleh pen,amat pada keran,ka
acuan S sama den,an waktu van, diamati oleh pen,amat dalam keran,ka
acuan S' van, ber,erak,
:' ~ : (9-2)
Persamaan (9-1) dan (9-2) dikenal den,an transformasi Oalileo.
1ransformasi kebalikannva adalah
\ ~ \' t:, , ~ ,' , z ~ z', :' ~ : (9-3)
leh karena : ~ :', turunan \' atau \ terhadap :' sama den,an turunan
\' atau \ terhadap :. Jika Persamaan (9-1) diturunkan terhadap waktu :,
akan diperoleh kecepatan

' ' J \ t: J t: J\ J\ J\
J: J: J: J: J:
~
= ~
Jika
'
'
\
J\
u
J:
adalah kecepatan benda terhadap S',
\
J\
u
J:
adalah
kecepatan benda terhadap S, dan

J
t: t
J:
, akan diperoleh sebuah
bentuk persamaan
u'
\
~ u
\
- t (9-1)
Pada sumbu-, berlaku ,' ~ , pada sumbu-z berlaku z' ~ z.
'
'
,
J, J,
Jz Jz
J: J: J: J:

u'
,
~ u
,
, u'
z
~ u
z
Atau u'
\
~ u
\
- t, u'
,
~ u
,
, u'
z
~ u
z
(9-5)
transformasi kebalikannva adalah
u
\
~ u'
\
t, u
,
~ u'
,
, u
z
~ u'
z
(9-6)
Keteran,an
u'
\
~ kecepatan benda sejajar \'
u'
,
~ kecepatan benda sejajar ,'
u'
z
~ kecepatan benda sejajar z'
Kecepatan diturunkan terhadap waktu akan men,hasilkan percepatan
c'
\
~
'
\
Ju
J:
~
\
Ju
J:
~ c
\
c'
,
~
'
,
Ju
J:
~
,
Ju
J:
~ c
,
(9-7)
c
z
' ~
'
z
Ju
J:
~
z
Ju
J:
~ c
z
Tantangan
untuk Anda
Berilah contoh ilustrasi transformasi
Galileo yang ada di sekitar Anda.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 232
Berdasarkan Persamaan (9-7), dapat dikatakan bahwa percepatan
benda dalam keran,ka acuan S' sama den,an percepatan benda dalam
keran,ka acuan S, c'~c. Massa benda dipandan, dari keran,ka acuan
S dan S' dian,,ap tetap sama, maka ,ava pada keran,ka acuan S dan S'
menjadi sama pula, vaitu ~ mc dan ' ~ mc' sehin,,a ~ '.
Dari uraian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa Hu|um |eu:n
:en:cn erc| Jcn erscmccn erc| suc:u |enJc :e:c scmc Jc|cm semuc
|ercn|c ccucn |ners|c|.
Sebuah kereta api ber,erak den,an kecepatan 52 km/jam. Seoran, penumpan,
berjalan dalam kereta den,an kecepatan 5 km/jam searah den,an kereta. Berapa
kecepatan penumpan, tersebut terhadap oran, van, diam di tepi rel'
]awab:
Den,an men,,unakan Persamaan (9-4): u'
\
~ u
\
- t
ran, van, diam di tepi rel seba,ai keran,ka acuan S. Kereta api van, ber,erak
terhadap oran, van, diam seba,ai keran,ka acuan S'. Kecepatan penumpan, terhadap
keran,ka acuan S' adalah u
\
' ~ 5 km/jam. Den,an demikian, kecepatan penumpan,
u
\
terhadap van, diam adalah
u
\
~ u'
\
t = 52 5 ~ 57 km/jam.
Contoh 9.1
2. Percobaan MichelsonMorley
Oejala van, tampak pada ,elomban, tali, ,elomban, permukaan air,
atau ,elomban, bunvi menunjukkan bahwa ,elomban, dapat merambat
melalui suatu medium van, menjalarkan ,etaran dari suatu tempat ke
tempat lainnva. leh karena cahava ju,a dapat dian,,ap seba,ai
,elomban,, apakah van, memun,kinkan merambatnva ,elomban, cahava
dari Matahari ke Bumi, sedan,kan seba,ian besar daerah antara Matahari
dan Bumi adalah ruan, hampa'
Untuk menjawab pertanvaan ini, pada abad ke-19 para ahli
men,ajukan suatu hipotesis van, dikenal den,an ||:es|s e:er. Menurut
hipotesis ini, ,elomban, cahava dari Matahari ke Bumi dapat merambat
melalui suatu medium van, dinamakan eter. Medium ini terdapat di mana-
mana di alam ini, termasuk ruan, hampa. Den,an adanva hipotesis ini
untuk sementara dapat men,hindarkan kesukaran tentan, medium
perambatan ,elomban, cahava.
Pada 1oo7, A.A. Michelson dan .W. Morle, melakukan eksperimen
untuk membuktikan keberadaan eter. lksperimen ini dilakukan den,an
men,ukur selisih waktu antara kelajuan cahava ketika ber,erak sejajar
dan te,ak lurus eter. A,ar Anda dapat memahami eksperimen Michelson-
Morlev ini, perhatikan ilustrasi tentan, ,erak perahu van, ber,erak searah
den,an aliran sun,ai dan ,erak perahu van, ber,erak menveberan,i
sun,ai (te,ak lurus den,an aliran sun,ai). Pada Cambar 9.3, perahu A
ber,erak pulan, per,i menveberan,i sun,ai dari titik M ke N dan kembali
ke M la,i, den,an arah te,ak lurus aliran sun,ai van, ber,erak den,an
kecepatan t. Untuk melakukan penveberan,an ini, arah ,erakannva harus
dimirin,kan ke kiri untuk men,imban,i arus sun,ai, seperti diperlihatkan
pada Cambar 9.3. Besar resultan dari kecepatan perahu c dan kecepatan
aliran sun,ai t dapat dituliskan seba,ai berikut.
Gambar 9.3
Gerak perahu bolak-balik yang
tegak lurus aliran sungai.
Gambar 9.4
Diagram arah kecepatan perahu
dan aliran sungai.
N v
c
M

N
v
aliran sungai
c
M
~
2 2
v c v
Teori Relativitas Khusus 233
v
c + v
c v
M O
aliran sungai
Gambar 9.5
Gerak perahu yang searah dan
berlawanan dengan aliran sungai.
v c v ~
2 2
(9-o)
Jika panjan, lintasan M ke N adalah |, waktu van, diperlukan untuk
menveberan,i sun,ai adalah
' t

. Jadi, untuk pulan, per,i menveberan,i


sun,ai dibutuhkan waktu
2 2 2
2
2 2
1
-
:
c t t
c
c

~
~

(9-9)
Sekaran,, perhatikan Cambar 9.5. Perahu ber,erak bolak-balik
dari titik M ke lalu kembali ke M la,i. Panjan, lintasan dari M ke
sama den,an panjan, lintasan dari M ke N, vaitu |. Pada separuh
perjalanannva van, pertama, kecepatannva dibantu oleh aliran sun,ai
sehin,,a untuk menempuh sejauh diperlukan waktu
c t

. Akan
tetapi, pada waktu separuh perjalanannva untuk kembali, ,eraknva justru
melawan arus sehin,,a diperlukan waktu
c t ~

untuk menempuh jarak


van, sama, vaitu sepanjan, . Den,an demikian, seluruh perjalanan
perahu B pulan, per,i memerlukan waktu

:
c t c t

~

Bentuk tersebut dapat ditulis ju,a den,an

c t c t
:
c t c t
~

~

2 2
c t c t
:
c t
~

~

2 2
2 c
c t

Persamaan tersebut dapat ju,a dituliskan


:

~

2
2
2
2
1
c
t
c
c
~

2
2
2
1

:
t
c
c

[
~
| j
\ )

(9-1O)
Untuk kasus ,erak Bumi di dalam eter, di,unakan analo,i seba,ai
berikut. Kelajuan sun,ai dianalo,ikan seba,ai kelajuan eter dan kelajuan
perahu dianalo,ikan seba,ai cahava. Dalam konteks ini, :
A
berarti waktu
van, ditempuh cahava ketika lintasannva te,ak lurus den,an arah kelajuan
eter, sedan,kan :
B
adalah waktu van, ditempuh cahava ketika lintasannva
sejajar terhadap arah kelajuan eter. Selisih waktu antara :
B
dan :
A
adalah
:
B
- :
A
~

2
2
2
1
t
c
c
~

-
2
2
2
1
t
c
c
~

:
B
- :
A
~
2
c


1
2
2
1
t
c
~
[
~
| j
\ )
-
2
c


1
2 2
2
1
t
c
~
[
~
| j
\ )
(9-11)
a
2
b
2
= (a + b)(a b)
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 234
Untuk menvelesaikan persamaan tersebut, di,unakan deret binomial,
vaitu
(1 \)
n
~ 1
1
n
\
2
n
\
2

3
n
\
3
....
n
n
\
n
dan

n
|
~
1 2 ... 1 n n n n |
|
~ ~ ~
(9-12)
Suku
1
2
2
1
t
c
~
[
~
| j
\ )
pada Persamaan (9-11) dapat dituliskan dalam bentuk
deret binominal den,an men,analo,ikan
2
2
t
c
[
~
| j
\ )
seba,ai \ dan pan,kat
-1 seba,ai n, maka akan didapatkan
1
2
2
1
t
c
~
[
~
| j
\ )
~ 1 n\ n (n -1)
2
2
\
....
~ 1
2
2
t
c

1
1
2t
c
....
leh karena c ~ 1O
o
m/s dan t berorde kecil, nilai
1
1
t
c
san,at kecil sekali
sehin,,a
1
1
t
c
- O. Jadi, persamaan deret nominal tersebut dapat dituliskan
1
2
2
1
t
c
~
[
~
| j
\ )
~ 1
2
2
t
c
Den,an cara van, sama, maka
1
2 2
2
1
t
c
~
[
~
| j
\ )
dapat dituliskan dalam
bentuk deret nominal seba,ai berikut.

1
2 2
2
1
t
c
~
[
~
| j
\ )
~ 1
2
2
2
t
c
maka
:
B
- :
A
~
2
c

2
2
1
t
c
[

| j
\ )
-
2
c

2
2
1
2
t
c
[

| j
\ )
:
B
- :
A
~
2
c

2
2
t
c
-
2
c

2
2
2
t
c
:
B
- :
A
~
c

2
2
t
c
(9-13)
Pada percobaan Michelson-Morlev van, skemanva terlihat pada
Cambar 9.6, panjan, lintasan ( ) van, di,unakan adalah 11 m. Adapun
kelajuan eter (t) adalah kelajuan rotasi Bumi, vaitu 3 1O
1
m/s. leh
karena itu, selisih waktu cahava van, sejajar eter dan te,ak lurus eter
dapat dihitun,.
:
B
- :
A
~

o
11m
31O m/s



2
1
2
o
31O m/s
31O m/s
~ 3,7 1O
-16
s
Tantangan
untuk Anda
Agar Anda lebih memahami tentang
deret binomial. Kerjakan contoh-
contoh berikut.
1. (1 x
2
)
3
2. (1 + 2x)
3
Gambar 9.6
Skema percobaan Michelson-
Morley.
cermin 2
cermin 1
perjalanan A
aliran eter
layar
pengamat
kaca
setengah
cermin
sinar
datang
Teori Relativitas Khusus 235
Selisih waktu ini san,at kecil dan tidak mun,kin diamati secara
manual. Namun, jika di,unakan cara-cara optik hal ini akan memberikan
ketelitian van, san,at tin,,i. Salah satunva melalui pola interferensi.
Berkas cahava van, dipantulkan dan diteruskan oleh kaca seten,ah
cermin, tentu memiliki fase van, berbeda sehin,,a akan terlihat suatu
pola interferensi. Jika diamati melalui lavar pen,amat, akan
memperlihatkan perbedaan tersebut. 1ernvata, percobaan Michelson-
Morlev san,at men,ejutkan karena dari hasil pen,amatan terhadap pola
interferensi tidak terlihat perbedaan fase. Hal ini berarti bahwa tidak
terdapat perbedaan antara waktu van, diperlukan oleh cahava untuk
pulan, per,i dalam arah sejajar den,an aliran eter dan arah te,ak lurus
terhadap aliran eter.
Dua hal pentin, van, dapat disimpulkan dari percobaan Michelson-
Morlev vaitu seba,ai berikut.
a. Hipotesis tentan, medium van, disebut eter tidak dapat dibuktikan.
Den,an kata lain, eter itu tidak ada.
b. Kecepatan cahava adalah sama untuk se,ala arah, tidak ber,antun,
pada ,erak Bumi.
B. Teori Relativitas Einstein
Hasil percobaan Michelson-Morlev membuktikan bahwa eter seba,ai
medium rambatan cahava itu tidak ada. Pada 19O5, Albert instein
men,usulkan suatu teori tentan, kecepatan cahava. 1eori ini menvatakan
bahwa, |escr |ecec:cn cc|c,c cJc|c| scmc un:u| semuc crc| Jcn |er|c|u
un:u| semuc :emc: J| cc: rc,c |n| Jencn :|Jc| |ercn:un cJc crc|
sum|er mcuun encmc:n,c. 1eori ini disebut :er| re|c:|t|:cs ||usus.
linstein men,emukakan dua postulatnva, vaitu seba,ai berikut.
1. Kelajuan cahava di ruan, hampa ke se,ala arah adalah mutlak tidak
ber,antun, pada ,erak sumber cahava maupun pen,amat.
2. Hukum-hukum fisika (mekanika Newton) memiliki bentuk van,
sama pada semua keran,ka acuan inersial.
Postulat pertama muncul akibat implikasi besaran-besaran fisis van,
san,at luas di mana Hukum Mekanika Newton, seperti kecepatan tidak
berlaku untuk cahava. Menurut instein, waktu :' tidak sama den,an :
sehin,,a relativitas Newton dan transformasi Oalileo tidak dapat
di,unakan. Besaran kecepatan, waktu, panjan,, dan massa benda
semuanva bersifat relatif.
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah pada buku latihan.
1. Ba,aimanakah pandan,an manusia terhadap jalannva
perambatan ,elomban, cahava dari Matahari sampai
di Bumi pada abad ke-1o' Ba,aimanakah pula
permasalahan tersebut diselesaikan pada awal abad
ke-19'
2. Men,apa semua ,erak benda dapat dikatakan ,erak
relatif dan ba,aimanakah kedudukan antara ,erak
relatif van, satu dan van, lainnva' Jelaskan.
3. 1eran,kan keterkaitan Hukum Newton dan
transformasi Oalileo.
1. Sebutkan latar belakan, para fisikawan abad ke-19
dalam mevakini adanva eter'
5. 1eran,kan metode percobaan Morlev-Michelson dan
kesimpulan apakah van, dapat diperoleh dari percobaan
Morlev-Michelson'
Kata Kunci
transformasi Galileo
kerangka acuan
eter
kecepatan cahaya
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 236
Gambar 9.7
Dua kerangka acuan S dan S',
dengan S' memiliki kecepatan
(v) relatif terhadap S.
1. Transformasi Lorentz
Dari uraian sebelumnva diketahui bahwa transformasi Oalileo tidak
dapat di,unakan untuk menjelaskan teori linstein. Untuk menjelaskan
teori linstein ini, di,unakan transformasi lorentz. 1ransformasi van,
dikemukakan oleh Lorentz berlaku umum. Artinva, transformasi ini tidak
hanva berlaku untuk kecepatan-kecepatan van, mendekati kecepatan
cahava, tetapi ju,a berlaku untuk kecepatan-kecepatan van, jauh lebih
kecil dari kecepatan cahava.
Perhatikan Cambar 9.7. Menurut transformasi Oalileo didapatkan
\ ~ \' t:. 1itik S dan S' masin,-masin, merupakan pusat koordinat dari
siku-siku \,z dan \' ,' z'. Pada : ~ O, kedua sumbu berimpit. Sumbu \' ,'
z' ber,eser ke kanan sepanjan, sumbu-\ den,an kecepatan tetap t. Setelah
: sekon, jarak SS' adalah ~ t :. Untuk titik van, terletak pada
sumbu-\', jika koordinatnva dinvatakan den,an \ dan \' akan memenuhi
hubun,an
\ ~ \'
\ ~ \' t: (9-11)
Dalam hal ini, pen,amat di S dan S' men,,unakan selan, waktu van,
dimulai pada saat bersamaan. Seandainva titik ju,a ber,erak ke kanan
sepanjan, sumbu \' den,an kecepatan tetap terhadap pen,amat kedua di
S' sebesar t, kedudukan terhadap sumbu-\ dan \', vaitu
untuk : ~ :
1
= \
1
~ \
1
'

t:
1
untuk : ~ :
2
= \
2
~ \
2
' t:
2
(9-15)
untuk : ~ :
3
= \
3
~ \
3
' t:
3
Jadi, baik pen,amat pertama (S) maupun pen,amat kedua (S')
men,,unakan waktu :
1
, :
2
, :
3
, ..., :
n
. Akan tetapi, jika selan, waktu
pen,amat pertama dan pen,amat kedua dibedakan den,an : dan :'. Untuk
pen,amat pertama adalah :
1
, :
2
, :
3
, ..., :
n
dan untuk pen,amat kedua adalah
:
1
', :
2
', :
3
', ..., :
n
'. Persamaan (9-15) perlu dinvatakan dalam :', hal ini
berarti Anda dapat men,alikan den,an suatu konstanta van, disebut
:e:ccn :rcnsjrmcs|. Den,an demikian, jika transformasi ini dian,,ap
linear, Persamaan (9-14) menjadi
\ ~

(\' t:') (9-16)


Jika keran,ka acuan S' terhadap keran,ka acuan S ber,erak ke kanan
den,an kecepatan tetap t, keran,ka acuan S terhadap S' dapat dian,,ap
ber,erak relatif ke kiri den,an kecepatan t. Hubun,an \ dan \' menjadi
\' ~

(\ - t:) (9-17)
Substitusikan Persamaan (9-16) ke dalam Persamaan (9-17) sehin,,a
\ ~

(\-t:) t:'] = \~

2
(\ - t:) t:'
2
1
' : : \
t

[ ~

| j
\ )
(9-1o)
z' z
P
X
vt
X'
y' y
v
x = x'
S S'
Teori Relativitas Khusus 237
Misalkan, kecepatan terhadap keran,ka acuan S dan S' adalah
kecepatan cahava u
\
' ~ c
O
. Menurut linstein, kecepatan cahava terhadap
keran,ka acuan pen,amat pertama di S sama besarnva, vaitu u
\
~ c. Dari
sini didapat hubun,an \ ~ c : dan \' ~ c' :' sehin,,a Persamaan (9-1S)
menjadi
c :' ~ (\ - t :) (9-19)
Den,an men,,anti :' pada Persamaan (9-19) diperoleh

2
1
c : \ \ t:
t

| | [ ~
~
| j | |
\ ) | |
Untuk menjelaskan persamaan tersebut, ikuti lan,kah-lan,kah berikut ini.
1) Kalikan setiap suku sesuai den,an sifat komutatif.
c : c\
2
1
t

[ ~
| j
\ )
~ \ t: ~
2) Kumpulkan suku-suku van, memiliki variabel \ di ruas kiri
dan van, memiliki variabel : di ruas kanan.
c\
2
1
t

[ ~
| j
\ )
- \ ~ - c : - t:
3) Kalikan den,an -1.
\ - c\
2
1
t

[ ~
| j
\ )
~ c : t:
1) Keluarkan variabel \ di ruas kiri.
2
1
\ c
t

| | [ ~
~
| | | j
\ ) | |
~ c : t:
5) Susun persamaan sehin,,a di ruas kiri hanva ada variabel \.
\ ~
2
1
c : t:
c
t

[ ~
~
| j
\ )
~ c:
2
1
t
c
c
t

| j
| j
[ ~
| j
~
| j
| j
\ ) \ )
6) Kalikan den,an / .
\ ~ c:
2
1
1 1
1
t
c
c
t
t
[

| j
| j
[
~ ~ | j
| j
| j
\ ) \ )
~ c:
2
1
1
1 1
t
c
c
t

| j
| j
[
~ ~ | j
| j
| j
\ ) \ )
Seperti telah dibahas sebelumnva, menurut linstein \ ~ c:'. leh karena
itu dapat dituliskan:
c:' ~ c:
2
1
1
1 1
t
c
c
t

[
~
| j
| j
[
~ ~ | j
| j
| j
\ ) \ )
Tokoh
H.A. Lorentz
(18531928)
Hendrik Antoon Lorentz (1853
1928) adalah seorang fisikawan
Belanda yang kali pertama me-
ngemukakan tentang pemantulan
dan pembiasan cahaya, ditinjau dari
teori bahwa cahaya termasuk
gelombang elektromagnetik. Teori
ini dikembangkan oleh James Clerk
Maxwell yang menyatakan bahwa
cahaya terdiri atas gelombang listrik
dan gelombang magnetik dengan
sudut yang berbeda. Lorentz juga
memprediksi keberadaan elektron.
Beliau menerima hadiah Nobel
tahun 1902 dalam bidang fisika atas
penelitiannya mengenai medan
magnet. Dalam bab teori relativitas,
Lorentz berjasa dalam teorinya
mengenai "Transformasi Lorentz".
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 238
maka
2
1
1
1 1
t
c
c
t

[
~ ~
| j
\ )
~ 1
1
t
c
~
2
1
1 1
c
t

[
~ ~
| j
\ )
t
c
~ -
2
1
1
c
t

[
~
| j
\ )
2
2
1
t
c
~ ~
2
1

2
2
1
1
t
c

~
(9-2O)
Akhirnva, hasil transformasi lorentz dapat ditulis seba,ai berikut.
\' ~ (\ - t:)
~
2
2
1
1
t
c
~
(\ - t:) ~
2
2
1
\ t:
t
c
~
~
,
,'~ , , z' ~ z (9-21)
:' ~
2
t\
:
c
[
~
| j
\ )
:' ~
2
2
1
1
t
c
~
2
t\
:
c
[
~
| j
\ )
~
2
2
2
1
t\
:
c
t
c
~
~
(9-22)
Persamaan (9-22) dikemukakan oleh Hendrik Antoon Lorentz,
seoran, fisikawan Belanda, pada 1o9O. Persamaan tersebut dapat dipakai
untuk men,hitun, partikel-partikel van, ber,erak cepat. 1ransformasi
lorentz ini akan tereduksi menjadi transformasi Oalileo apabila kelajuan
t jauh lebih kecil dari kelajuan cahava (t <<< c).
2. Transformasi Kecepatan dari Lorentz
Postulat relativitas khusus menvatakan bahwa kelajuan cahava dalam
ruan, hampa memiliki har,a van, sama untuk semua pen,amat, tidak
ber,antun, pada ,erak relatifnva. Seberkas cahava van, dipancarkan
dalam keran,ka acuan S' pada arah ,eraknva den,an kelajuan t relatif
terhadap keran,ka S akan memiliki kelajuan c t diukur dari S.
Sekaran,, Anda tinjau sesuatu van, ber,erak relatif terhadap
keduanva, vaitu S dan S'. Pen,amat di S men,ukur keti,a komponen
kecepatan dalam S, vaitu
Tantangan
untuk Anda
Dengan cara yang sama seperti pada
Persamaan (921), turunkan
persamaan transformasi kecepatan
relativistik sehingga didapatkan
hasil seperti Persamaan (922).
Teori Relativitas Khusus 239
, ,
\ , z
J,
Jz
J\
t V t
J: J: J:

Adapun pen,amat dalam S' mendapat
'
'
'
' , ' , '
, ' '
\ , z
J,
Jz
J\
t V t
J: J: J:

Den,an mendifferensialkan Persamaan (9-22), diperoleh
2
2
' , ', '
1
J\ tJ:
J\ J, J, Jz Jz
t
c
~

~


2
2
2
'
1
t
J: J\
c
J:
t
c
~

~
sehin,,a

2
2
2 2 2
2
2
1
'
' '
'
1
1
\ \
J\ tJ:
t
J\
t
c J\ J\ tJ: J:
J t
J: t t t J\
J: J\ J: J\
J: c c c
t
c
~
~
~
~
=
~ ~ ~
~
2 2
'
' atau
1 1
\ \
\ \
\ \
t t t t
t t
t t tt
c c
~

~
(9-23)
Den,an cara van, sama, Anda ju,a akan mendapatkan transformasi
kecepatan relativistik untuk sumbu-, dan sumbu-z.
t
,
' ~
2
2
2
1
1
,
\
t
t
c
t t
c
~
~
t
,
~
2
2
2
' 1
1
,
\
t
t
c
t t
c
~

(9-21)
t
z
' ~
2
2
2
1
1
z
\
t
t
c
t t
c
~
~
t
z
~
2
2
2
' 1
1
z
\
t
t
c
t t
c
~

Tantangan
untuk Anda
Dengan menggunakan transformasi
Lorentz, buktikan bahwa kecepatan
cahaya untuk pengamat yang diam
dan pengamat yang bergerak
dengan kecepatan v adalah sama.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 240
Gambar 9.8
Sebuah meteran yang bergerak
sebesar 87% dari kecepatan
cahaya, panjangnya hanya terlihat
setengahnya oleh pengamat yang
diam.
3. Akibat Prinsip Relativitas Khusus
a. Kontraksi Lorentz
1eori relativitas membawa pen,aruh terhadap pen,ukuran panjan,
suatu benda van, ber,erak terhadap seoran, pen,amat. Perubahan
panjan, suatu benda akibat ,erakan relatif pen,amat atau benda disebut
|n:rc|s| Lren:z atau en,usu:cn cncn (|en:| cn:rcc:|n).
Panjan, atau jarak bukanlah sesuatu van, mutlak, tetapi sesuatu
van, relatif. Pada dasarnva untuk men,ukur jarak, Anda harus melihat
kedudukan dua titik secara serentak. Hubun,an jarak antara dua
keran,ka acuan dapat di,ambarkan den,an cara sederhana seperti berikut
ini.
Sebuah sumber cahava A pada keran,ka acuan S' ber,erak den,an
kecepatan t' terhadap keran,ka acuan S. Suatu kelip cahava dipancarkan
dari sumber tersebut dan dipantulkan oleh sebuah cermin B van, berjarak

O
dari sumber A. Seba,ai acuan ditempatkan sebuah mistar diam van,
di,unakan untuk menandai jarak van, ditempuh oleh cahava pulan,
balik dari sumber ke cermin dan kembali ke sumber. Waktu A:' van,
diperlukan untuk pulan, per,i cahava tersebut adalah seba,ai berikut.
O
2
' :
c
A

(9-25)
Andaikan panjan, mistar van, diamati dari keran,ka S adalah
dan waktu van, diperlukan oleh kelip cahava ber,erak dari sumber ke
cermin adalah A:' maka panjan, lintasan total dari sumber ke cermin
bukan , melainkan adalah
J ~ t A:
1
(9-26)
leh karena kelip cahava ber,erak den,an kecepatan c, maka
J ~ c A:
1
(9-27)
Sebuah pesawat an,kasa A berkelajuan O,9 c terhadap Bumi. Jika pesawat an,kasa B
melewati A den,an kelajuan relatif O,5 c terhadap pesawat A, berapakah kelajuan
pesawat B terhadap Bumi'
]awab:
Den,an men,,unakan Persamaan (9-23), diperoleh
2
'
'
1
\
\
\
t t
t
t t
c


2
O, 5 O, 9
O, 9655
O, 9 O, 5
1
\
c c
t c
c c
c

Jadi, kelajuan pesawat relatif terhadap Bumi O,9655 c (lebih kecil dari kecepatan
cahava).
Menurut mekanika, kecepatan pesawat terhadap Bumi ~ O,9 c O,5 c~ 1,1 c. (ini
tidak mun,kin)
Contoh 9.2
Teori Relativitas Khusus 241
Jika kedua Persamaan (9-26) dan Persamaan (9-27) di,abun,,
diperoleh
c A:
1
~ v A:
1
sehin,,a
1
:
c t
A
~

(9-2o)
Untuk kembali ke sumber, jarak van, ditempuh cahava lebih pendek
karena dilihat dari keran,ka S, sumber dan cermin salin, mendekati.
Jika waktu van, diperlukan oleh cahava untuk kembali adalah A:
2
maka
J ~ - t A:
2
(9-29)
dan J ~ c A:
2
(9-3O)
den,an cara van, sama diperoleh
A:
2
~
c t

(9-31)
Waktu total A: ~A:
1
A:
2
untuk perjalanan pulan, per,i kelip cahava
dilihat dari S adalah
:
c t c t
A
~


2
2
2
1
:
t
c
c
A
~

(9-32)
Sampai pada tahap ini, Anda harus men,in,at kembali pembahasan
tentan, transformasi lorentz, vaitu suatu konstanta diperlukan untuk
menvetarakan pen,amatan pada keran,ka acuan s dan keran,ka acuan s'.

' : : A - A
' : : A - A

: A
~
2
2
1
:
t
c
' A
~
leh karena : A ' ~
O
2
c

, akan didapatkan

2
2
2
2
2 /
2
1
1
c
t
t
c
c
c

~
~

O
2
2
1
t
c

(9-33)
atau
2
O 2
1
t
c
~
(9-31)
Gambar 9.9
Semakin besar kecepatan bola,
ukuran bola akan semakin
mengecil.
v = 0 v = 0,995 c
v = 0,999 c v = 0,87 c
v = c
Tantangan
untuk Anda
Perhatikan kembali Persamaan
(926) dan Persamaan (929).
Diskusikan dengan teman sekelas
Anda tentang pengertian fisis
persamaan-persamaan tersebut.
Kemudian, carilah analogi tentang
kejadian pada persamaan tersebut
dalam kehidupan sehari-hari.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 242
Gambar 9.10
(a) Sebuah bangunan yang dilihat
oleh pengamat yang diam;
(b) Bangunan yang dilihat oleh
pengamat yang bergerak
sangat cepat;
(c) Diagram yang memperlihatkan
bagaimana bagian sisi dinding
dapat terlihat.
Sebuah batan, terikat pada sebuah roket van, sedan, meluncur den,an kelajuan
1
3
2
c .
Menurut awak pesawat, panjan, batan, adalah 2 meter. Berapakah panjan, batan, tersebut
menurut pen,amat van, diam terhadap Bumi'
]awab:
Diketahui:
O
~ 2 m, t ~
1
3
2
c


2
2
O 2 2
O,75
1
1 2 1 2 1 meter.
2
c
t
c c
~ = ~
Jadi, panjan, batan, menurut pen,amat van, diam terhadap Bumi adalah 1 meter.
Hal ini berarti bahwa panjan, batan, itu lebih pendek jika dipandan, dari Bumi.
Sebuah benda dalam keadaan diam panjan,nva 1O meter. Benda itu ber,erak den,an
kecepatan O,o c searah den,an panjan,nva. Hitun,lah panjan, benda saat ber,erak.
]awab:
Diketahui:
O
~ 1O meter, t ~ O,o c
Den,an men,,unakan Persamaan (9-34):
2
O 2
1
t
c
~



2
2
O, o
1O 1 1O O, 36 1O O, 6 6 meter.
c
c
~
Jadi, panjan, benda saat ber,erak adalah 6 meter.
Persamaan (9-34) menvatakan bahwa benda van, panjan,nva
O

jika diamati oleh pen,amat van, ber,erak sejajar panjan,nva den,an


kecepatan t, benda akan terlihat men,alami perubahan panjan,. Panjan,
van, terlihat oleh pen,amat van, ber,erak adalah
2 2
O O 2 2
1 karena 1 1 maka .
t t
c c
~ ~
Keteran,an:
~ panjan, benda ber,erak van, diamati oleh keran,ka van, diam
O
~ panjan, benda van, diam pada suatu keran,ka acuan
t ~ kecepatan benda terhadap keran,ka diam
c ~ kecepatan cahava (3 1O
o
m/s)
Jadi, panjan, benda seolah-olah menvusut. Oejala ini disebut
kontraksi panjan,. Hal ini dikemukakan oleh Lorentz sehin,,a
kontraksinva disebut |n:rc|s| Lren:z.
b. Dilatasi Waktu
instein menvatakan bahwa waktu adalah sesuatu van, relatif. Hal
ini dapat diilustrasikan den,an ,erak cahava di dalam suatu keran,ka
acuan van, ber,erak. Kemudian, ,erak cahava tersebut diamati dari
keran,ka acuan van, diam seperti pada Cambar 9.11.
Keran,ka acuan S' ber,erak den,an kecepatan relatif terhadap keran,ka
S. Seoran, pen,amat pada keran,ka S' men,arahkan sebuah sumber
cahava ke sebuah cermin van, jaraknva terlihat seperti Cambar 9.11(a).
Contoh 9.3
Contoh 9.4
(a) (b)
(c)
A B
C
C C D
v
B B A
O
Teori Relativitas Khusus 243
Pada ,ambar terlihat bahwa cahava van, dipancarkan di ' dipantulkan
kembali sepanjan, ,aris van, sama seperti van, diamati dalam keran,ka
S'. Waktu pulan, per,i kelip cahava di S' dari ke cermin dan kembali
ke ' adalah
O
O
2
atau
2
c :
J
: J
c
A
A (9-35)
Kejadian di S' jika dipandan, oleh pen,amat van, berada pada
keran,ka S dapat dilihat pada Cambar 9.11(b) van, memperlihatkan bahwa
lintasan cahava waktu per,i tidaklah sama den,an waktu pulan,. Jika selan,
waktu pulan,-per,i menurut pen,amat di S' adalah : A , jarak antara
dan ' adalah t : A . Adapun lintasan cahava adalah . Dari ,ambar terlihat
bahwa

2
2 2
, den,an
2
t :
: J
c
A
A


2
2 2
2
t :
: J
c
A
A (9-36)
Jika Persamaan (9-35) di,abun,kan ke dalam Persamaan (9-36),
diperoleh

2
O 2
2 2
c :
t :
:
c
A [
A
A | j
\ )
(9-37)
Jika Persamaan (9-37) dikuadratkan, diperoleh
: A
2
~
2
2
O
2
21
2 2
c :
t :
c
| |
A [
A

| |
| j
\ )
| |
| |
: A
2
~ : A
O
2

2 2
2
t :
c
A
: A
2
-
2 2
2
t :
c
A
~ : A
O
2
: A
2
-
2
2
1
t
c
[
~
| j
\ )
~ : A
O
2
Selanjutnva, diperoleh hubun,an antara At dan t

A van, dapat
dirumuskan seba,ai berikut.
O
2
2
1
:
:
t
c
A
A
~
(9-3o)
Keteran,an:
t ~ kecepatan relatif pen,amat van, ber,erak terhadap pen,amat van,
diam
: A ~ selan, waktu diukur oleh pen,amat van, relatif ber,erak
: A
O
~ selan, waktu diukur oleh pen,amat van, relatif diam
Gambar 9.11
(a) Kelip cahaya pulang balik
dipancarkan di O dipandang oleh
pengamat di S'; (b) Kelip cahaya di
S' dipandang dari S.
cermin
cermin
Dt
0
Dt
v Dt
O
c
(a)
(b)
d
d
waktu
waktu
waktu 1 waktu 2

pengamat
O
O'
O = O'
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 244
Suatu partikel memiliki waktu hidup 2 1O
-6
sekon, vaitu waktu partikel itu mulai
ada hin,,a musnah sama sekali. Berapakah waktu hidup partikel itu jika ia ber,erak
den,an kelajuan O,9o c'
]awab:
Diketahui: : A
O
~ 21O
-6
sekon, t ~ - O,9o c

6
5 O
2 2
2
2
2 1O
1 1O detik.
O, 9o
1
1
:
:
t
c
c
c
~
~
A

A
~
~
5. Momentum dan Massa Relativistik
Hukum Newton tentan, ,erak menvatakan bahwa jika pada sebuah
benda bermassa m bekerja sebuah ,ava konstan , benda tersebut akan
ber,erak dipercepat beraturan. Besarnva kecepatan benda akan bertambah
terus sesuai waktu berdasarkan hubun,an t ~

m
:. Jika ,ava bekerja
cukup lama sehin,,a har,a : san,at besar, tidaklah mustahil laju benda
menjadi san,at besar. Dari hasil percobaan, ba,aimana pun besarnva ener,i
van, di,unakan, besarnva kecepatan sebuah benda tidak pernah mencapai
kecepatan cahava. Setiap benda van, bermassa m ber,erak den,an
kecepatan t memiliki momentum linear van, menurut mekanika klasik
dirumuskan
~ m t (9-39)
Jika kecepatan benda t suatu saat mendekati kecepatan cahava,
massa benda akan berubah-ubah. Pada saat itu momentum benda disebut
momentum relativistik.
Untuk ,erakan-,erakan benda den,an kecepatan van, relatif kecil,
tidak terjadi perubahan massa. Perubahan itu, baru tampak jika
kecepatannva mendekati kecepatan cahava. leh |ns:e|n, hubun,an
massa diam dan massa ber,erak van, ditinjau dari suatu pen,amat
dirumuskan seba,ai berikut.
O
2
2
1
m
m
t
c

~
(9-1O)
Keteran,an:
m ~ massa benda dalam keadaan ber,erak (k,)
m
O
~ massa benda dalam keadaan diam (k,)
t ~ kecepatan benda (m/s)
c ~ kecepatan cahava di udara (m/s)
Contoh 9.5
Salah satu bukti kebenaran teori relativitas adalah fakta keberadaan mun di Bumi.
Carilah informasi tentan, mun ini dari berba,ai sumber dan buatlah resume dari
informasi van, Anda dapatkan. Kumpulkan resume Anda kepada ,uru. Resume
terbaik dipresentasikan dan didiskusikan di depan kelas.
Mari Mencari Tahu
Teori Relativitas Khusus 245
Jika Persamaan (9-40) disubstitusikan ke dalam Persamaan (9-39) maka
O
2
2
1
m t

t
c

~
(9-11)
Hukum Kekekalan Momentum berlaku dalam relativitas khusus, seperti
dalam fisika klasik. Namun, Hukum ll Newton men,enai ,erak dalam
teori relativitas dapat dituliskan seba,ai berikut.

O
2
2
1
m t J
J mt J

J: J: J:
t
c
[

| j
| j ~
\ )
(9-12)
Pada persamaan

J Jt Jm
mt m t
J: J: J:
, har,a
Jm
J:
tidak nol jika massa
benda berubah terhadap waktu. Oava resultan pada benda selalu sama
den,an laju perubahan momentum terhadap waktu.
Jika massa diam benda 5 k,, hitun,lah massa benda ber,erak den,an kecepatan
12
13
c.
]awab:
Den,an men,,unakan Persamaan (9-40) diperoleh

O
2 2
2
2
5 5
13 k,
5
12
1
13
13
1
m
m
t
c
c
c

~
~
Ada hal menarik van, berkaitan den,an massa relativistik ini. Apakah
Anda percava ada partikel van, tidak memiliki massa tetapi memiliki
ener,i' Menurut fisika klasik, hal ini tidak mun,kin terjadi, jika m ~ O.

|
~
1
2
mt
2
~
1
2
(O) t
2
~ O
Akan tetapi, jika hal ini ditinjau menurut teori relativitas, dapat dibukti-
kan secara matematis bahwa ada partikel van, tidak bermassa, tetapi
memiliki ener,i. Misalkan, ada sebuah partikel van, bermassa m ~ O dan
ber,erak den,an kecepatan t ~ c.
~
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
~
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
~
O
O
~
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
~
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
~
O
O
Contoh 9.6
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 246
Dalam matematika,
O
O
adalah bentuk tidak tentu sehin,,a nilainva
sembaran, (berapa saja). Kesimpulannva adalah ada partikel van, tidak
bermassa (massa diam), tetapi memiliki ener,i. Dalam kehidupan sehari-
hari, partikel van, memiliki karakteristik seperti tersebut, adalah foton
dan neutrino.
6. Kesetaraan Massa dan Energi
Hubun,an palin, terkenal van, diperoleh linstein dari postulat
relativitas khusus adalah men,enai massa dan ener,i. Hubun,annva dapat
diturunkan secara lan,sun, dari definisi ener,i kinetik (
|
) dari suatu
benda van, ber,erak.

|
~
O
s
Js
j
den,an menvatakan komponen ,ava van, bekerja dalam arah
perpindahan, serta Js dan s menvatakan jarak van, ditempuh. Den,an
memakai bentuk relativistik hukum ,erak kedua diperoleh

J mt

J:

sehin,,a rumusan ener,i kinetik menjadi



O
s
|
J mt
Js
J:

j
O
2
O O
2
( )
1
mt t
|
m t
tJ mt tJ
t
c
[
| j

| j
~
| j
\ )
j j
Den,an men,,unakan rumusan inte,ral parsial akan diperoleh

|
~ m c
2
- m
O
c
2
(9-13)
Hasil ini menvatakan bahwa ener,i kinetik suatu benda sama den,an
pertambahan massanva (akibat ,erak relatifnva) dikalikan den,an kuadrat
kelajuan cahava. Persamaan dapat ju,a ditulis
m c
2
~
|
- m
O
c
2
(9-11)
Jika dimisalkan mc
2
seba,ai ener,i total benda, benda dalam keadaan
diam (
|
~ O), tetapi benda tetap memiliki ener,i m
O
c
2
. Den,an demikian,
m
O
c
2
disebut ener,i diam (
O
) dari benda van, massa diamnva m
O
,
Persamaan (9-44) menjadi
~
O

|
(9-15)
Keteran,an:

O
~ ener,i diam (joule)
Jika benda ber,erak, ener,i totalnva adalah
2
2 O
2
2
1
m c
mc
t
c

~
(9-16)
Tantangan
untuk Anda
Dapatkah Anda menduga, apakah
ada partikel yang bergerak dengan
kecepatan 0,95 c dan memiliki
energi sebesar E tetapi tidak
memiliki massa?
Teori Relativitas Khusus 247
leh karena massa dan ener,i bukan merupakan kuantitas van,
bebas, Hukum Kekekalan Massa dan lner,i sebenarnva menjadi satu,
vaitu Hukum Kekekalan Massa-lner,i. Massa dapat terciptakan dan
termusnahkan, tetapi jika hal ini terjadi sejumlah ener,i van, setara hilan,
atau muncul dan sebaliknva. Jadi, massa dan ener,i merupakan aspek
van, berbeda dari suatu kuantitas.
Berapakah ener,i total, ener,i kinetik, dan momentum sebuah proton (m
O
c
2
~ 93o
MeV) van, ber,erak den,an kecepatan t ~ O,6 c'
]awab:
lner,i total dapat dihitun, den,an men,,unakan Persamaan (9-46)
Hal van, menarik untuk dibahas men,enai ener,i relativistik adalah
ba,aimana men,hitun, ener,i relativistik suatu partikel jika massanva
tidak diketahui atau jika partikel tersebut tidak bermassa' Perhatikan
kembali pembahasan pada subbab sebelumnva men,enai partikel van,
tidak bermassa, tetapi memiliki ener,i. Persamaan ener,i dan momen-
tum relativistik dapat dituliskan seba,ai berikut.
~ mc
2
~
O
2
2
1
m t
t
c
~
Jika kedua persamaan tersebut dikuadratkan, akan didapatkan

2
~ m
2
c
1
(9-17)

2
~
2 2
O
2
2
1
m t
t
c
~
(9-1o)
Contoh 9.7
a.

2
O
2 2
2
2
93o MeV 93o
1172, 5 MeV
O, 61
O, 6
1
1
m c

t
c
c
c

~
~

tot
~ (1172,5 1O
6
eV) (1,6O2 1O
-19
joule/eV)
~ 1,o7o 1O
-1O
joule
b. lner,i kinetiknva:
|
~ - m
O
c
2
| ~ (1172,5 - 93o) MeV ~ 231,5MeV.
c. Momentumnva



6 19
O 2 2
o
93o 1O 1, 6 1O joule/MeV
93o MeV
3 1O m/s
m
c
~

~1,73 1O
-27
k,
sehin,,a
O
2
2
1
m t

t
c

~


27 o
19
2
2
1,73 1O k, O, 6 3 1O m/s
3, o9 1O k, m/s
O, 6
1

c
c
~
~


~
Jadi, momentumnva adalah 3,o9 1O
-19
k, m/s.
Perumusan integral parsial adalah:
~
j j
x dy xy y dx
Ingatlah
Pembahasan Soal
Agar energi kinetik benda
bernilai 25% dari energi diamnya
dan c adalah kelajuan cahaya
ruang hampa, benda harus
bergerak dengan kelajuan ....
a.
4
c
d.
3
4
c
b.
2
c
e.
4
5
c
c.
3
5
c
UMPTN 1998
Pembahasan:
Energi kinetik relativitas adalah
E
k
= m
0
c
2

[
~
| j
~
| j
\ )
2
2
1
1
1
v
c
Dengan menggunakan E
k
=
1
4
m
0
c
2
= m
0
c
2
[
~
| j
~
| j
\ )
2
2
1
1
1
v
c
Jadi,
[
~
| j
~
| j
\ )
2
2
1
1
1
v
c

=
1
4
; atau
~
2
2
1
1
v
c
=
5
4
~
2
2
1
v
c
=
16
25
= v
2
=
9
25
c
2
v =
3
5
c
Jawaban: c
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 248
m
01
m
02
v
2
v
1
(a) (b)
m
0
Gambar 9.12
(a) Sebuah benda yang memiliki
massa diam m
0
;
(b) Benda tersebut pecah menjadi
dua bagian.
Kalikan Persamaan (9-4S) den,an c
2
, diperoleh

2
c
2
~
2 2 2
O
2
2
1
m t c
t
c
~
Kuran,kan Persamaan (9-47) den,an Persamaan (9-4S) sehin,,a

2
-
2
c
2
~ m
2
c
1
-
2 2 2
O
2
2
1
m t c
t
c
~
leh karena m ~
O
2
2
1
m
t
c
~
maka
2 1 2 2 2
2 2 2 O O
2 2
2 2
1 1
m c m t c
c
t t
c c
~ ~
~ ~
2
2 1
O 2
2 2 2
2
2
1
1
t
m c
c
c
t
c
| |
~
| |
| |
~
~

2
-
2
c
2
~ m
O
2
c
1

2
~ m
O
2

c
1

2
c
2
(9-19)
Den,an men,,unakan Persamaan (9-49), Anda dapat men,hitun,
berapa ener,i relativistik suatu partikel van, tidak bermassa, vaitu

2
~
2
c
2
~ c (9-5O)
7. Hukum Kekekalan Energi dan Momentum Relativistik
Di Kelas Xl, Anda telah mempelajari tentan, Hukum Kekekalan
lner,i dan Hukum Kekekalan Momentum. Hukum Kekekalan lner,i
menvatakan bahwa ener,i tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan,
tetapi ener,i dapat berubah bentuk menjadi ener,i lain. Den,an kata
lain, pada suatu sistem, ener,i awalnva sama den,an ener,i akhirnva.
Be,itu ju,a Hukum Kekekalan Momentum, jika pada suatu sistem tidak
bekerja ,ava luar, momentum awal sama den,an momentum akhir.
Kedua hukum ini berlaku ju,a pada suatu sistem relativistik. lner,i
awal relativistik sama den,an ener,i akhir relativistik, dan momentum
awal relativistik sama den,an momentum akhir relativistik. Supava Anda
dapat lebih memahami Hukum Kekekalan lner,i dan Momentum
Relativistik, perhatikan Cambar 9.12 berikut.
Teori Relativitas Khusus 249
Cambar 9.12 menunjukkan sebuah benda van, memiliki massa diam
m
O
secara spontan pecah menjadi dua ba,ian m
O1
dan m
O2
. Kedua pacahan
ini ber,erak den,an kecepatan van, berbeda, vaitu t
1
dan t
2
. Untuk
men,,ambarkan konsep ini den,an lebih jelas, besaran-besaran m
O1
, m
O2
,
t
1
, dan t
2
akan diberi nilai, vaitu massa m
O1
~ 1 k, ber,erak den,an
kecepatan t
1
~ O,o c, dan massa m
O2
~ 6 k, ber,erak den,an kecepatan
t
2
~ O,6 c. Berdasarkan Hukum Kekekalan lner,i, berlaku:
lner,i awal ~ lner,i akhir
m
O
c
2
~
2
O1
2
1
2
1
m c
t
c
~
-
2
O2
2
2
2
1
m c
t
c
~
(9-51)
Jika Persamaan (9-51) diba,i den,an c
2
, diperoleh
m
O
~
O1
2
1
2
1
m
t
c
~
-
O2
2
2
2
1
m
t
c
~
(9-52)
Jadi, dari Persamaan (9-52) Anda dapat men,etahui massa diam dari
benda sebelum pecah.
m
O
~

2
2
1
O, o
1
c
c
~


2
2
6
O, 6
1
c
~
c
m
O
~
1
O, 6

1
O, o
~ 11,2 k,
Dari hasil perhitun,an tersebut, apakah Anda menemukan sesuatu van,
menarik' Hasil perhitun,an menunjukkan massa diam pada keadaan awal
(m
O
~ 11,2 k,) berbeda den,an massa diam pada keadaan akhir (1O k,).
Hal ini sejalan den,an implikasi teori relativitas khusus van, menvebabkan
pemuaian massa pada benda van, ber,erak mendekati kecepatan cahava.
Kemudian, ba,aimana den,an momentumnva' Selama tidak ada
pen,aruh ,ava luar, akan berlaku Hukum Kekekalan Momentum.
Momentum awal ~ momentum akhir
O
2
2
1
m t
t
c
~
~
2
O1 1
2
1
2
1
m t
t
c
~

2
O2 2
2
2
2
1
m t
t
c
~
(9-53)
8. Aplikasi Kesetaraan Massa dan Energi pada Reaksi Fisi dan
Fusi Nuklir
Apa van, dapat Anda simpulkan dari pembahasan tentan, Hukum
Kekekalan lner,i dan Momentum Relativistik' Kesimpulan dari Hukum
Kekekalan lner,i Relativistik adalah massa diam tidak kekal.
m
O1
~ 11,2 k,
m
O2
~ 1O k,
m A ~ m
O1
-

m
O2
~ 11,2 - 1O k, ~ 1,2 k,
Pen,uran,an massa ini ekivalen den,an ener,i,
m A c
2
~ 1,2 c
2
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 250
Kemudian, ba,aimana den,an ener,i kinetiknva' lner,i kinetik pada
keadaan awal dan keadaan akhir dapat dituliskan seba,ai berikut.

|
awal ~ O

|
akhir ~
|1

|2

|1
~
2
O1
2
2
1
m c
t
c
~
- m
O1
c
2
~ m
O1
c
2
2
2
1
1
1
t
c
[
~
| j
~
| j
\ )
Gambar 9.13
Tumbukan foton dan elektron
(a) sebelum tumbukan;
(b) sesudah tumbukan.
foton dengan , p
(a)
(b)
', p'
f
o
t
o
n

t
e
r
h
a
m
b
u
r
elektron
p
e
v
0

Menurut Planck, energi pada foton


adalah E = hf. Jadi, hf = pc
P =
hf
c
=

h
Ingatlah
~ 1 c
2

2
2
1
1
O, o
1
c
c
[
~
| j
| j
~
| j
\ )
~ 2,7 c
2

|1
~ m
O2
c
2
2
2
1
1
1
t
c
[
~
| j
~
| j
\ )
~ 6 c
2

2
2
1
1
O, 6
1
c
c
[
~
| j
| j
~
| j
\ )

~ 1,5 c
2
Jadi,
|
akhir ~ 2,7 c
2
1,5 c
2
~ 1,2 c
2
sehin,,a
|
A
~
|
akhir -
|
awal
~ 1,2 c
2
Apa van, dapat Anda simpulkan dari perhitun,an selisih massa diam
dan selisih ener,i kinetik tersebut' 1ernvata, selisih ener,i kinetik van,
dihasilkan sama den,an ener,i diam akibat selisih massa diam tersebut.
lni berarti, ada konversi ener,i diam akibat pen,uran,an massa diam
menjadi ener,i kinetik van, dibebaskan, atau pen,uran,an ener,i kinetik
akan men,akibatkan penambahan massa diam. Secara matematis, hal
ini dapat dituliskan seba,ai berikut.
|
A
~
2
mc A
(9-51)
Konsep kesetaraan massa dan ener,i ini terjadi pada reaksi fisi dan
fusi akhir. Pada reaksi fisi nuklir, sebuah inti berat ditumbuk oleh sebuah
partikel sehin,,a membelah menjadi dua buah inti. Kedua inti ini memiliki
massa diam lebih rin,an dari massa diam inti induknva karena seba,ian
massa diamnva berubah menjadi ener,i kinetik. Adapun pada reaksi fusi
nuklir, dua buah inti rin,an ber,abun, membentuk sebuah inti van, lebih
berat. Massa diam dua inti pembentuknva lebih berat daripada massa
inti hasil pen,,abun,an karena seba,ian massanva berubah menjadi ener,i
kinetik.
9. Penerapan Prinsip Relativitas dalam Efek Compton
Pada Bab 7 Anda telah belajar tentan, cahava van, dian,,ap seba,ai
partikel, vaitu cahava merupakan penvebaran paket-paket ener,i van, disebut
foton. Salah satu hal van, mendukun, konsep ini adalah efek Compton.
Ketika sebuah foton menumbuk sebuah elektron diam, maka foton tersebut
akan terhambur den,an membentuk sudut tertentu. Untuk men,in,atkan
Anda tentan, efek Compton, perhatikan Cambar 9.13 berikut.
Cambar 9.13 menunjukkan sebuah foton den,an panjan, ,elomban,
menumbuk sebuah elektron diam den,an massa m
O
Akibat tumbukan
tersebut, foton terhambur den,an sudut
0
terhadap horizontal. Setelah
tumbukan, panjan, ,elomban, foton berubah. Untuk men,etahui panjan,
elektron diam
Teori Relativitas Khusus 251
,elomban, foton sesudah tumbukan atau sudut hamburan fotonnva dapat
diketahui dari Hukum Kekekalan Momentum pada peristiwa tumbukan
tersebut.
Momentum awal ~ Momentum akhir
Pada sumbu-\ didapatkan
|j
c
O ~
|j
c
'
cos 0 cos (9-55)
Pada sumbu-, didapatkan
O ~
|j
c
'
sin 0 sin
|j
c
'
sin 0 ~ sin (9-56)
Kalikan Persamaan (9-55) dan (9-56) den,an c sehin,,a diperoleh
|j - |j' cos 0 ~ c cos (9-57)
|j' sin 0 ~ c sin (9-5o)
Kuadratkan Persamaan (9-57) dan (9-5S) sehin,,a diperoleh
(|j)
2
(|j')
2
cos
2
0 - 2 (|j)(|j') cos0 ~
2
c
2
cos (9-59)
(|j')
2
sin
2
0 ~
2
c
2
sin
2
(9-6O)
lliminasikan Persamaan (9-59) dan (9-60) sehin,,a didapatkan
(|j)
2
(|j')
2
(cos
2
0 sin
2
0 )-2 (|j)(|j') cos 0 ~
2
c
2
(cos sin
2
)
(|j)
2
(|j')
2
-2(|j) (|j')

cos 0 ~
2
c
2
Pada subbab men,enai kesetaraan massa dan ener,i, Anda telah belajar
bahwa
~ | m
O
c
2
dan

2
~ m
O
2
c
1

2
c
2
(9-61)
Dari kedua persamaan tentan, ener,i relativitas tersebut didapatkan
(
|
m
O
c
2
) ~ m
O
2
c
1

2
c
2

|
2
|
m
O
c
2
m
O
2
c
1
~ m
O
2
c
1

2
c
2

2
c
2
~
|
2
2
|
m
O
c
2
(9-62)
Seperti telah dibahas sebelumnva, elektron pada mulanva diam,
setelah ditumbuk oleh foton, elektron ber,erak den,an ener,i kinetik
tertentu. Den,an kata lain, seba,ian ener,i foton telah berubah menjadi
ener,i kinetik elektron.

|
~ |j - |j'
Maka, Persamaan (9-62) dapat dituliskan menjadi

2
c
2
~ (|j)
2
-2(|j)(|j')
2
- (|j')
2
2 m
O
c
2
(|j - |j') (9-63)
Substitusikan Persamaan (9-63) ke Persamaan (9-61)
(|j)
2
(|j')
2
-2(|j)(|j') 2 m
O
c
2
(|j - |j')
2
~ (|j')
2
(|j')
2
-2(|j)(|j')
sin
2
0 + cos
2
0

= 1
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 252
1. Dua pesawat, alfa dan beta ber,erak den,an arah
berlawanan. Kelajuan pesawat alfa sebesar O,5 c dan
kelajuan pesawat beta adalah O,1 c. 1entukanlah
kelajuan pesawat alfa relatif terhadap pesawat beta.
2. Sebuah pesawat ruan, an,kasa ber,erak menjauhi
Bumi den,an kecepatan O,6 c. Pesawat tersebut
menembakkan sebuah peluru van, arahnva sama
den,an ,eraknva. Jika kecepatan peluru O,9 c relatif
terhadap pesawat itu, tentukanlah kecepatan relatif
peluru itu terhadap Bumi.
3. Seoran, pen,amat di Bulan melihat dua pesawat
an,kasa luar A dan B mendekati Bulan dalam arah
van, berlawanan masin,-masin, den,an kelajuan O,o
c dan O,9 c.
a. Berapakah kelajuan Bulan mendekati pesawat
- menurut pen,amat dalam pesawat -'
b. Berapakah kelajuan B terhadap - menurut
pen,amat dalam pesawat A'
c. Berapakah kelajuan Bulan mendekati pesawat
B menurut pen,amat dalam pesawat B'
d. Berapakah kelajuan A terhadap menurut
pen,amat dalam pesawat B'
1. Berapa kecepatan roket pada saat panjan,nva
memendek 2O''
5. Sebuah pesawat antariksa melewati Bumi den,an kelajuan
t ~ O,o c. Sebuah ton,kat van, panjan,nva 2 m diukur di
Bumi berada dalam pesawat den,an posisi sejajar den,an
arah ,erak pesawat. 1entukan panjan, ton,kat
a. menurut penumpan, dalam pesawat,
b. menurut pen,amat van, diam di Bumi.
6. Sebuah pesawat terban, ber,erak den,an kecepatan
75O m/s. Setelah berapa harikah menurut jam di Bumi,
kedua jam (di Bumi dan di pesawat) berbeda 1O
-6
sekon' Ounakan pendekatan (1- \)
n
~ (1- n\).
7. Dua oran, kembar A dan B berumur 25 tahun di Bumi.
A beran,kat ke bintan, Alfa Centauri van, jauhnva 1
kali tahun cahava (1 tahun cahava ~ jarak van,
ditempuh cahava selama 1 tahun) den,an kecepatan
O,o c. Setelah itu, A kembali ke Bumi. Berapakah umur
kedua oran, itu setelah mereka bertemu'
o. Suatu elektron dipercepat den,an beda potensial 1,5
MeV. Berapakah kecepatan van, diperolehnva'
(muatan elektron
e
~ 1,6 1O
-19
coulomb dan massa
elektron m
e
~ 9,1 1O
-31
k,)
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah pada buku latihan.
cos0 2 m
O
c
2
(|j - |j')
2
~ 2(|j)(|j')(1- cos0 ) (9-61)
Ba,i Persamaan (9-64) den,an 2 |
2
c
2
sehin,,a diperoleh
O
m
|
(j - j') ~
2
j j
c
'
(1- cos0 )
leh karena j ~
c

, maka

'

1 1

~
' '
~
O
|
m c
(1- cos0 )
atau
' A ~
~
O
|
m c
(1- cos0 ) (9-65)
Jadi, peristiwa efek Compton merupakan salah satu bukti tentan, konsep
dualisme ,elomban, partikel dan teori relativitas khusus.
Kata Kunci
relativitas khusus
transformasi Lorentz
kontraksi Lorentz
dilatasi Lorentz
dilatasi waktu
momentum relativitas
massa diam
kesetaraan massa dan energi
reaksi fusi
reaksi fisi
Rangkuman
1. Prinsip relativitas Oalileo berdasarkan dua postulat
seba,ai berikut.
a. Waktu adalah besaran mutlak,
b. hukum ,erak Newton tidak berubah bentuk
(invarian).
2. Prinsip relativitas linstein berdasarkan dua postulat
berikut:
a. kelajuan di dalam ruan, hampa adalah suatu
besaran mutlak,
b. hukum mekanika Newton dan elektro-
ma,netik Maxwell invarian dalam berba,ai
keran,ka inersial.
3. Percobaan Michelson-Morlev membuktikan bahwa:
a. eter tidak ada,
b. kecepatan cahava tidak ber,antun, pada arah
dan tempat.
1. 1ransformasi kecepatan relatif khusus menurut
mekanika relativistik dirumuskan seba,ai berikut.
2
'
atau '
'
1 1
\ \
\ \
\ \
t t t t
t t
t t t t
c
c
~

~
5. 1ransformasi lorentz dirumuskan den,an
2
2 2
2 2
1
' , ' , ' , '
1 1
\
t
\ t:
\ , , z z : :
c
t t
c c
[
~

| j
\ )
~
Teori Relativitas Khusus 253
6. Kontraksi lorentz dirumuskan den,an
2
O 2
1
t
c
~
7. Dilatasi waktu dirumuskan den,an
O
2
2
1
:
:
t
c
A
A
~
dimana
O
: : A A
o. Massa relativistik dirumuskan den,an
O
2
2
1
m
m
t
c

~
9. Momentum dan massa relativistik dirumuskan den,an
O
2
2
1
m t

t
c

~
1O. lner,i kinetik dirumuskan den,an
2
2 2 O
O O
2
2
1
|
m c
mc m c m c
t
c
~ ~
~
membahas
membahas
vaitu
Peta Konsep
Teori Relativitas Khusus
1ransformasi Oalileo Postulat Relativitas linstein
1ransformasi
lorentz
1ransformasi Kecepatan
Relativitas Khusus
Prinsip
Relativitas Khusus
Kontraksi Panjan,
Dilatasi Waktu
lksperimen
Michelson-Morlev
kesimpulannva
lter tidak ada
di alam ini
Momentum Relativistik
Massa Relativistik
lner,i Diam

O
~ m
O
c
2
lner,i 1otal
~ m c
lner,i Kinetik Benda

|
~ -
O
Setelah mempelajari bab ini, tentu Anda telah
memahami bahwa gerak bersifat relatif. Anda juga tentu
telah memahami teori relativitas Einstein dan pengaruh-
nya terhadap besaran panjang, waktu, kecepatan dan
massa benda. Dari keseluruhan materi yang ada pada
bab ini, bagian manakah yang menurut Anda sulit
Refleksi
dipahami? Coba Anda diskusikan bersama teman atau
guru Fisika Anda.
Selain Anda mengetahui teori relativitas khusus,
coba Anda cari manfaat lain mempelajari materi bab ini.
Kemudian, diskusikan hasilnya bersama teman Anda.
men,akibatkan
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 254
Tes Kompetensi Bab 9
A. Pilihlah salah satu jawaban ,ang paling benar.
1. Dari besaran-besaran berikut ini, van, har,anva selalu
sama untuk semua keran,ka acuan pen,amatan adalah
....
a. kecepatan benda
b. kelajuan benda
c. kecepatan cahava
d. panjan, benda
e. massa benda
2. Salah satu postulat linstein dalam teori relativitas adalah
....
a. hukum-hukum Newton tetap berlaku untuk
benda van, memiliki kecepatan mendekati
kecepatan cahava
b. kecepatan benda dapat lebih besar dari kecepatan
cahava
c. kecepatan benda besarnva mutlak, tidak
ber,antun, pada pen,amatnva
d. kecepatan cahava besarnva mutlak, tidak
ber,antun, pada pen,amatnva
e. kecepatan benda menentukan besarnva massa
benda
3. Jika laju partikel O,6 c, perbandin,an relativistik
terhadap massa diamnva adalah....
a. 5 : 3 d. 25 : 5
b. 25 : 9 e. o : 5
c. 5 : 1
1. Kecepatan pesawat A ~ 3O m/s, dan kecepatan pesawat
B ~ 2O m/s. A ber,erak searah den,an B. Kecepatan A
terhadap kecepatan B menurut Newton dan menurut
linstein adalah ... m/s.
a. 1O dan 1O d. o dan o
b. 1O dan 12 e. 12 dan 12
c. o dan 1O
5. Dua pesawat A dan B berpapasan, masin,-masin,
den,an kecepatan
1
2
c (c ~ kecepatan cahava).
Kecepatan pesawat A terhadap pesawat B adalah ....
a. O,6 c d. 1,2 c
b. O,o c e. 1,1 c
c. 1,O c
6. Sebuah roket ketika diam di Bumi memiliki panjan,
1OO m. Kemudian, roket tersebut ber,erak den,an
kecepatan O,o c (c ~ kecepatan cahava dalam ruan,
hampa). Menurut oran, di Bumi, panjan, roket tersebut
selama ber,erak adalah ....
a. 5O m
b. 6O m
c. 7O m
d. oO m
e. 1OO m
7. Pesawat ber,erak den,an kecepatan O,6 c terhadap
Bumi. ran, di Bumi melihat nvala lampu selama o
sekon dari pesawat itu. Nvala lampu menurut oran,
van, berada di dalam pesawat adalah ....
a. 6 s d. o s
b. 6,1 s e. 1O s
c. 7 s
o. Sebuah roket van, memiliki panjan, oO meter dan
massa 1 ton ber,erak den,an kecepatan O,o c. Menurut
pen,amat di Bumi ....
a. massa roket > 1 ton, panjan, roket > oO m
b. massa roket > 1 ton, panjan, roket < oO m
c. massa roket ~ 1 ton, panjan, roket < oO m
d. massa roket < 1 ton, panjan, roket < oO m
e. massa roket ~ 1 ton, panjan, roket ~ oO m
9. Sebuah elektron van, memiliki massa diam m
O
ber,erak
den,an kecepatan O,6 c, maka ener,i kinetiknva
adalah ....
a. O,25 m
O
c
2
b. O,36 m
O
c
2
c. m
O
c
2
d. 1,oO m
O
c
2
e. 2,oO m
O
c
2
1O. Sebuah ton,kat van, panjan,nva 5 m, membentuk
sudut sebesar

1
tan
3
o o terhadap arah timur. Jika
ton,kat ber,erak ke timur den,an kecepatan
1
3
2
c ,
panjan, ton,kat saat ber,erak adalah ....
a. 5,6 m d. 3,7 m
b. 5,O m e. 3,O m
c. 1,3 m
11. Pada ulan, tahun dua oran, kembar (- dan ) van,
ke-3O, - men,embara ke an,kasa luar den,an pesawat
van, berkecepatan
1
3
2
c , sedan,kan tetap di Bumi.
Menurut kalender di Bumi, - kembali setelah 5 tahun
sehin,,a umur masin,-masin, pada saat itu menurut
- adalah ... tahun.
a. - dan ~ 32,5
b. - dan ~ 35
c. - ~ 32,5 dan ~ 35
d. - ~35 dan ~ 1O
e. - dan ~ 1O
12. Sebuah perse,i panjan, den,an sisi 1O meter dan 6
meter ber,erak searah panjan,nva den,an kecepatan
O,6 c. luas bidan, tersebut adalah ....
a. 7O m
2
d. 1o m
2
b. 62 m
2
e. 1O m
2
c. 6O m
2
Teori Relativitas Khusus 255
13. Sebuah benda dalam keadaan diam panjan,nva \
O
. Pernvataan van, benar adalah ....
a. (1), (2), dan (3)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (1)
d. hanva (1)
e. semuanva benar
1o. Pernvataan van, benar menurut teori relativitas linstein
adalah ....
a. massa benda diam lebih kecil daripada massa
benda ber,erak
b. panjan, benda diam lebih panjan, daripada
panjan, benda ber,erak
c. ,erak pen,amat dan ,erak sumbunva tidak
memen,aruhi cepat rambat cahava
d. selan, waktu dua keadaan van, diamati
pen,amat ber,erak lebih besar dari pen,amat
diam
e. waktu merupakan besaran van, bersifat mutlak
19. Sebuah pesawat memiliki panjan, l. Ketika pesawat
tersebut ber,erak den,an kecepatan v, panjan, pesawat
menjadi
3
1
L. Besar t adalah ....
a.
1
5
1
c
d.
1
7
3
c
b.
1
7
1
c
e.
1
3
2
c
c.
1
5
3
c
2O. A,ar ener,i kinetik benda bernilai 25' ener,i diamnva
dan c adalah kelauan cahava dalam ruan, hampa,
maka benda lurus ber,erak den,an kelajuan ....
a.
1
c
d.
3
1
c
b.
2
c
e.
1
5
c
c.
3
5
c
21. Sebuah pesawat ultramodern ber,erak mendekati Bumi
den,an kecepatan O,25 c dan memancarkan
,elomban, radio. Menurut oran, di Bumi, kecepatan
,elomban, radio tersebut adalah....
a.
1
1
c
b.
1
2
c
c. c
d.
1
1
1
c
e.
3
1
o
c
Kemudian, di,erakkan den,an kecepatan t
(mendekati kecepatan cahava) sehin,,a panjan,
benda menurut pen,amat diam van, berada sejajar
arah panjan, benda adalah ....
a.
2
O 2
1
t
\ \
c
~
b.
2
O 2
1
t
\ \
c

c.
2
O 2
1
2
t
\ \
c
~
d.
2
O 2
1
c
\ \
t

e.
2
O 2
1
c
\ \
t
~
11. Jika massa diam sebuah partikel m dan massa itu ber,erak
den,an kelajuan O,o c, perbandin,an massa diam
terhadap masa ber,eraknva adalah ....
a. 1 : 5 d. 5 : 1
b. 3 : 5 e. 5 : 3
c. 5 : 6
15. Jarak dua puncak ,unun, adalah 1O km. Jika diamati
oleh oran, van, berada dalam pesawat van, melintas
di atas kedua puncak itu den,an kecepatan O,6 kali
kecepatan cahava, jarak kedua ,unun, itu adalah ....
a. 6 km d. 9 km
b. 7 km e. 1O km
c. o km
16. Ada dua oran, kembar, A dan B. Kemudian, B naik
pesawat n:err|se den,an kelajuan O,oc. A dan B
kemudian bertemu pada suatu acara keluar,a.
Menurut B mereka telah berpisah selama 12 tahun,
sementara A tidak percava. lama perjalanan tersebut
menurut A adalah ... tahun.
a. o d. 15
b. 1O e. 2O
c. 12
17. Menurut linstein, sebuah benda den,an massa diam
m
O
setara den,an ener,i m
O
c
2
, den,an c adalah
kecepatan rambat cahava di dalam ruan, hampa. Jika
benda ber,erak den,an kecepatan t, ener,i total benda
setara den,an ....
(1)
O
1
2
m c
(2)

2 2
O
1
2
2
m c t
(3)

2 2
O
m c t
(1)
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 256
B. ]awablah pertan,aan berikut dengan tepat.
22. Berapakah ener,i total suatu partikel van, massa
diamnva m ber,erak den,an kelajuan O,o c'
a. mc
2
d.
5
3
mc
2
b
3
5
mc
2
e.
5
1
mc
2
c.
1
5
mc
2
23. Hasil percobaan Morlev dan Michelson menunjukkan
bahwa ....
a. eter berada di semua tempat
b. kecepatan eter ~ 3 1O
1
m/s
c. eter seba,ai media rambatan cahava
d. eter merupakan benda ,as
e. eter tidak ada
21. Salah satu kesimpulan percobaan Morlev dan
Michelson adalah ....
a. waktu ber,erak lebih cepat
b. kecepatan cahava sama untuk semua pen,amat
di ja,at rava
c. kecepatan cahava ber,antun, ,erak Bumi
d. kecepatan cahava tidak ber,antun, ,erak Bumi
e. massa ber,erak lebih cepat
25. Sebuah ,u,usan bintan, jika ditempuh den,an
sebuah pesawat dari Bumi memerlukan waktu 2O
tahun. Jika kelajuan pesawat itu O,99999o c, jarak
sebenarnva antara ,u,usan bintan, itu ke Bumi adalah
mendekati ....
a. 2O tahun cahava
b. 1O tahun cahava
c. 1OO tahun cahava
d. 1OOO tahun cahava
e. 1OOOO tahun cahava
Keteran,an:
Jarak satu tahun cahava adalah suatu jarak jika
ditempuh oleh cahava membutuhkan waktu satu
tahun, atau jarak 1 tahun cahava ~ (3 1O
o
m/s)
(1 tahun) ~ (3 1O
o
m/s)(36O 21 36OO detik) ~
o,33 1O
15
m ~ 9,331O
12
km.
1. Dua pesawat antariksa P dan Q ber,erak berlawanan
arah. Seoran, pen,amat di Bumi men,ukur kelajuan
pesawat P sebesar O,o c dan kelajuan pesawat Q sebesar
O,6 c. 1entukanlah kelajuan pesawat P relatif terhadap
pesawat Q.
2. 1entukanlah kelajuan sebuah partikel sehin,,a ener,i
kinetiknva sama den,an ener,i diamnva.
3. Sebuah proton massa diamnva 1,71O
-27
k, ber,erak
sehin,,a massa relativistiknva menjadi 1,25 kali massa
diamnva. Berapakah ener,i kinetik proton tersebut'
1. Berapa kontraksi (pemendekan lorentz) dari diam-
eter Bumi van, diukur oleh seoran, pen,amat van, diam
terhadap Matahari jika kecepatan orbit 3 1O
1
m/s
dan diameter Bumi 12.719 km.
Petunjuk: ,unakan pendekatan (1\)
n
-
(1n\)
5. Hitun,lah momentum benda van, massanva 1 k, dan
ber,erak den,an kecepatan 2 1O
o
ms.
6. Hitun, kecepatan elektron jika ener,i kinetiknva 2
MeV. (m
e
~ 9,1 1O
-31
k,)
7. Seberkas cahava dipancarkan dari sebuah pesawat van,
ber,erak den,an kelajuan tetap O,5 c searah den,an
arah ,erak pesawat. Berapakah kelajuan cahava itu
diamati dari Bumi
a. menurut hukum Newton, dan
b. menurut teori relativitas linstein'
o. Jarak dua buah tempat P dan Q di an,kasa luar adalah
l. Sebuah pesawat antariksa dapat menempuh jarak
itu den,an kelajuan tetap O,6 c dalam waktu 1O sekon.
a. 1entukanlah jarak P dan Q tersebut van,
sebenarnva (dalam satuan km).
b. Jika pesawat lain van, ber,erak den,an kelajuan
O,o c, dalam waktu berapa detik ditempuh jarak
antara P dan Q tersebut'
c. Menurut pesawat pertama, berapakah jarak antara
P dan Q tersebut (dalam km)'
9. Ada dua oran, anak kembar A dan B. 1epat pada saat
berusia 1O tahun, A per,i menin,,alkan Bumi den,an
sebuah pesawat van, memiliki kelajuan O,9o c menuju
sebuah planet di luar tata surva ini. Kemudian A
kembali la,i ke Bumi. Pada saat itu, B sedan,
meravakan ulan, tahun van, ke-1O. Menurut A, usia
mereka bukan 1O tahun. Berapa tahun usia mereka
menurut A'
1O. Panjan, sebuah ton,kat di Bumi adalah 5 m. Berapa
panjan, ton,kat tersebut jika diukur oleh pen,amat
van, berada dalam pesawat antariksa van, sedan,
ber,erak den,an kelajuan:
a. O,3 c,
b. O,7 c,
c. O,9 c.
Fisika Inti dan Radioaktivitas 257 257
menganalisis karakteristik inti atom dan radioaktivitas;
mendeskripsikan pemanfaatan radiokativitas dalam kehidupan sehari-hari
dan teknologi untuk kesejahteraan manusia.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menunjukkan penerapan konsep Fisika inti dan radioaktivitas dalam teknologi dan
kehidupan sehari-hari.
Hasil yang harus Anda capai:
Fisika Inti dan
Radioaktivitas
A. Inti Atom
B. Radioaktivitas
C. Reaksi Inti
D. Reaktor Nuklir, Bom
Nuklir, dan
Radioisotop
listrik merupakan sesuatu van, san,at pentin, dalam kehidupan
modern sekaran, ini. Hampir seluruh aktivitas manusia membutuhkan
ener,i listrik. listrik diproduksi dari pemban,kit-pemban,kit tena,a
listrik. Di lndonesia pemban,kit listrik banvak van, berbahan bakar solar,
walaupun ada seba,ian kecil van, memanfaatkan air seba,ai pen,,erak
turbin. Permasalahan van, timbul adalah solar termasuk sumber dava
alam van, tidak dapat diperbaharui sehin,,a suatu saat pasti akan habis.
Jika hal ini terjadi ne,ara kita akan berada dalam krisis ener,i.
Salah satu solusi van, ditawarkan adalah memban,un Pl1N
(Pemban,kit listrik 1ena,a Nuklir). Apakah Anda tahu ba,aimana
caranva uranium atau plutonium diubah menjadi ener,i listrik' Kendala
van, dihadapi adalah masih banvak pihak van, menentan, keberadaan
Pl1N. Apakah Anda tahu alasan mereka' Pada bab ini, Anda akan
mempelajari tentan, inti atom berikut reaksi-reaksi van, terjadi di
dalamnva, dampak positif, dan dampak ne,atif pen,emban,an ener,i nuklir.
Pembangunan PLTN merupakan salah satu solusi timbulnya krisis energi yang
suatu saat akan dialami penduduk Bumi.
Bab
10
Sumber: Energy: Technology and Development, 1995
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 258
A. Inti Atom
Seperti van, sudah Anda pelajari pada Bab o, atom terdiri atas
partikel-partikel elementer, vaitu inti atom dan elektron. lnti atom terdiri
atas proton dan neutron. Partikel-partikel elementer ini memiliki massa
van, san,at kecil sehin,,a satuan van, di,unakan bukanlah kilo,ram
atau ,ram melainkan satuan massa atom van, didefinisikan seba,ai
seperduabelas kali massa satu atom C-12.
1 sma ~
1
12
massa satu atom C-12
1 sma ~ 1,66O1 1O
-27
k,
1 sma ~ 931 MeV
Berdasarkan model atom Bohr, atom terdiri atas inti atom van,
bermuatan positif dan elektron van, bermuatan ne,atif. llektron ber,erak
berputar men,elilin,i inti. Untuk men,etahui sifat-sifat suatu inti,
diperlukan pen,etahuan tentan, massa suatu atom van, dapat diukur
den,an spektrometer massa.
1. Hipotesis Proton Elektron
Massa suatu atom bukanlah merupakan massa inti van, terlihat nvata,
melainkan massa atom netral. Massa suatu atom ju,a mencakup massa
elektron van, ber,erak men,elilin,i inti. leh karena satuan massa kilo,ram
terlalu besar untuk ukuran massa suatu atom, secara konvensional
ditetapkan satuan massa atom (c:m|c mcssc un|: ~ amu). 1 amu ~ 1 sma
~ 1,66O1 1O
-27
k,. Dari pen,ukuran terhadap massa suatu atom, ternvata
tidak semua unsur memiliki massa van, sama, walupun jenisnva sama.
Unsur-unsur inilah van, disebut |s:. Salah satu contoh isotop van, palin,
sederhana adalah hidro,en. Massa atom hidro,en adalah berturut-turut
1,OO7o25 sma, 2,O111O2 sma, dan 3,O16O5 sma van, secara berurutan diberi
nama ||Jren, Jeu:r|um, dan :r|:|um. lnti tritium disebut triton, inti
deuterium disebut deutron, sedan,kan isotop van, palin, rin,an disebut
proton van, memiliki massa atom 1,OO727665 sma.
Jika dilihat, inti atom har,anva selalu mendekati kelipatan bilan,an
bulat dari massa atom hidro,en, vakni 1,OO7o25 sma. Dari contoh tersebut,
atom deutrium memiliki massa kira-kira 2 kali massa proton (inti
hidro,en), sedan,kan massa tritium kira-kira 3 kali massa proton.
Kenvataan ini pada mulanva melahirkan suatu an,,apan bahwa inti atom
terdiri dari sejumlah atom hidro,en van, salin, men,ikat.
Akan tetapi, dari penelitian lebih lanjut ternvata bahwa massa inti
selalu lebih besar daripada massa atom hidro,en. Seba,ai contoh, atom
sen,, nomor atomnva 3O, namun semua isotopnva bermassa lebih dari dua
kali 3O atom hidro,en. Kenvataan ini menvebabkan timbulnva suatu
du,aan bahwa elektron mun,kin dapat berada di dalam inti dan
Sebelum mempelajari konsep Iisika Inti dan Radioaktivitas, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Apa van, dimaksud den,an nomor atom dan nomor
massa'
2. Apa van, dimaksud den,an isotop, isobar, dan isoton'
Berikan contoh isotop.
3. Apa van, dimaksud den,an peluruhan'
1. Apa van, dimaksud den,an reaksi fusi dan reaksi fisi'
5. Apa bedanva reaksi nuklir dan reaksi kimia'
Fisika Inti dan Radioaktivitas 259
menetralkan beberapa buah proton. lnilah van, disebut den,an ||:es|s
r:n-e|e|:rn. Hipotesis ini ju,a didukun, oleh suatu kenvataan bahwa
sinar beta van, dipancarkan oleh suatu inti adalah partikel van, massa
dan muatannva sama den,an elektron.
2. Hipotesis Proton-Neutron
Pada 193O, dua oran, ahli lisika dari Jerman bernama W. Bothe dan
H. Becker menemukan suatu ,ejala van, menjadi titik teran, dalam
men,un,kapkan rahasia inti atom. Melalui percobaannva, kedua ahli ini
menembaki kepin, berilium den,an partikel alfa van, diperoleh dari
sampel polonium. Penembakan ini ternvata men,hasilkan pancaran radiasi
van, dapat menembus bahan-bahan den,an mudah, karena radiasi tidak
bermuatan. Bothe dan Becker men,an,,ap radiasi ini berupa sinar
,amma. Namun, terdapat perbedaan antara dava tembus sinar ini den,an
dava tembus sinar ,amma.
Pada 1932, ]ames Chadwick (1o91-1971) men,usulkan suatu
hipotesis tentan, struktur inti atom berdasarkan pada hasil percobaan
W. Bothe dan H. Becker. Menurut Chadwick, radiasi van, dipancarkan
oleh kepin, berilium adalah suatu partikel van, tidak bermuatan (netral)
van, dinamakan neutron serta mampu menembus bahan-bahan den,an
mudah. Neutron memiliki massa van, hampir sama den,an proton dan
memerlukan ener,i sebesar 5,7 MeV untuk dapat men,eluarkan neutron
dari kepin, berilium. Sinar ,amma memerlukan ener,i sebesar 55 MeV
untuk menimbulkan efek van, sama den,an neutron.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa neutron bukanlah partikel
van, stabil jika berada di luar inti atom. Neutron meluruh secara radioaktif
menjadi proton, elektron, dan inti neutron den,an umur rata-rata 15,5
menit. Hasil percobaan menunjukkan massa neutron sebesar 1,OOo6651
sma atau sama den,an 1,671o 1O
-27
k,. Proton dan neutron akhirnva
diterima seba,ai partikel dasar van, membentuk inti atom. Keduanva
disebut nukleon.
3. Partikel Penyusun Inti
Jumlah nukleon van, terdapat di dalam inti suatu atom dilamban,kan
den,an - dan dinamakan nomor massa. Adapun jumlah proton
dilamban,kan van, berarti nomor atom. Jadi, sebuah inti atom dapat
dilamban,kan seba,ai berikut.
X
-

(1O-1)
Keteran,an:
- ~ nomor massa (jumlah neutron dan proton)
X ~ lamban, unsur
~ nomor atom
| ~ jumlah neutron (--)
1entukan jumlah proton, neutron, dan nomor massa dari atom
12
5
.
]awab:
Diketahui : Atom boron (B) terdiri dari 5 proton (nomor atom 5) dan 12 nomor massa.
Jadi, jumlah neutronnva (12 - 5) ~ 7 neutron
Contoh 10.1
Eksperimen Rutherford menyatakan
bahwa inti atom memiliki diameter
sekitar 10
15
sampai 10
14
m. Dari
teori kinetik dan khususnya analisis
Einstein tentang gerak Browman,
diameter atom memiliki ukuran
sekitar 10
10
m. Itu artinya elektron
akan terlihat berjarak sekitar 10.000
sampai 100.000 kali lipat ukuran inti
diukur dari inti atom tersebut (jika
inti diibaratkan bola baseball, atom
akan memiliki diameter seukuran
kota yang berdiameter beberapa
kilometer). Jadi, sebuah atom
sebagian besar berupa ruang
kosong.
Rutherfords experiments suggested
that the nucleus must have a radius
of about 10
5
to 10
14
m. From kinetic
theory, and especially Einsteins
analysis of Browman movement, the
radius of atoms was estimated to be
about 10
10
m. Thus the electrons
would seem to be at a distance from
the nucleus of about 10,000 to 100,000
times the radius of the nucleus itself
(if the nucleus were the size of a
baseball, the atom would have the
diameter of a big city several
kilometers across). So an atom would
be mostly empty space.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 260
Pada sebuah atom netral, jumlah elektron-elektron van, men,orbit
di sekelilin, inti atom sama den,an jumlah nomor massa. leh karena
itu, muatan pada elektron sama, tetapi berlawanan tanda den,an muatan
sebuah proton. Sifat-sifat utama suatu atom ditentukan oleh jumlah
elektronnva. Jadi, menentukan jenis atomnva. lndeks van, diba,ian
bawah kadan,-kadan, tidak ditulis, sehin,,a inti ditulis
15
N.
Nuklida dapat diklasifikasikan berdasarkan kestabilan dan
kepadatannva di alam, serta berdasarkan kesamaan -, , dan |.
Berdasarkan kestabilannva, nuklida terba,i menjadi nuklida stabil dan
radionuklida.
a. Nuklida stabil, vaitu nuklida van, memiliki - dan tetap, contoh
12
6
C .
b. Radionuklida, vaitu nuklida van, memiliki - dan van, dapat
berubah. Nuklida ini tidak stabil dan secara spontan meluruh menjadi
nuklida lain. Radionuklida terdiri atas radionuklida atom primer,
radionuklida atom sekunder, radionuklida atom tersier, dan
radionuklir.
Berdasarkan jumlah -, , dan |, nuklida dapat di,olon,kan menjadi
isotop, isoton, isobar, dan isomer.
a. lsotop vaitu jumlah nuklida-nuklida van, memiliki sama tetapi -
berbeda contohnva,
12 13 11
6 6 6
C, C, C.
b. lsoton vaitu nuklida van, memiliki jumlah neutron sama, tetapi nomor
massa berbeda contohnva,
12 11
6 7
C, N .
c. lsobar vaitu nuklida-nuklida van, memiliki - sama tetapi berbeda.
Nuklida ini umumnva merupakan nuklida-nuklida cermin.
d. lsomer inti vaitu nuklida van, memiliki - dan sama serta sifat
kimia van, sama tetapi tin,kat ener,inva berbeda. Contoh,
121
S
6
memiliki ti,a isomer, vaitu
121 121 121
6 m1 m2
Sb, Sb, Sb .
Perhatikan Cambar 10.1. Untuk atom hidro,en biasa ditulis
1
1
H.
Di sini, nomor atom dan nomor massa sama karena tidak terdapat neutron.
lnti atom van, terdiri atas proton dan neutron dapat meneran,kan
keadaan isotop.
4. Stabilitas Inti
Stabilitas inti atom ber,antun, kepada jumlah proton dan jumlah
neutron. Cambar 10.2 memperlihatkan hubun,an antara jumlah neutron
(| ~ --) terhadap jumlah proton untuk semua nuklida inti atom beserta
isotopnva, baik untuk inti stabil maupun inti tak stabil den,an
perbandin,an
|

.
Untuk inti atom van, stabil, berlaku hal-hal berikut.
a. lnti-inti atom van, palin, rin,an memiliki jumlah proton dan neutron
van, hampir sama.
b. lnti atom van, lebih berat memerlukan lebih banvak neutron daripada
proton. lnti atom van, palin, berat memiliki jumlah neutron sekitar
51' atau 6O' lebih banvak.
c. Kebanvakan dari inti atom itu memiliki jumlah proton dan neutron
berupa bilan,an ,enap. Contohnva, partikel alfa (dua neutron dan
dua proton) membentuk kombinasi van, san,at stabil.
Gambar 10.1
Isotop hidrogen
Gambar 10.2
Diagram kestabilan inti (N-Z)
Z = N
hidrogen
biasa
deuterium tritium
proton
neutron
elektron
140
130
120
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
90 80 70 60 50 40 30 20 10 0
Nomor proton (Z)
Nomor neutron (N)
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Fisika Inti dan Radioaktivitas 261
Untuk inti atom van, tidak stabil berlaku hal-hal berikut.
a. Desinte,rasi, cenderun, men,hasilkan inti atom baru van, lebih dekat
ke ,aris stabilitas dan terus berlan,sun, hin,,a terbentuk inti stabil.
b. lnti atom di atas ,aris kestabilan memiliki kelebihan neutron dan
cenderun, meluruh den,an memancarkan partikel beta ( ).
c. lnti van, terletak di sebelah bawah ,aris stabilitas meluruh sehin,,a
nomor atomnva berkuran,. Perbandin,an jumlah neutron dan
protonnva bertambah besar. Pada inti atom berat ini terjadi den,an
memancarkan partikel alfa (o ).
Jadi, jika inti atom di sebelah kiri meluruh memancarkan partikel
beta, nomor atom inti bertambah satu dan nomor massa tetap.
O
1 1
X X
- -


~
-
Contoh dari penambahan inti atom akibat pemancaran beta adalah
11 11 O
6 7 1
C N
~
-
9O 9O O
3o 39 1
Sr Y
~
-
Jika inti sebelah kanan meluruh akan memancarkan positron. Nomor
atom inti berkuran, satu, sedan,kan nomor atom massa tetap.
O
1 1
X X
- -



-
Proton dan neutron van, membentuk inti atom men,ikuti prinsip
e|s|us| (laran,an). Di dalam inti atom, untuk setiap tin,kat ener,i van,
diperbolehkan hanva dapat ditempati dua proton den,an spin
1
2
dan
1
2
~
, serta dua buah neutron den,an spin
1
2
dan
1
2
~
. Sama halnva
den,an tin,kat ener,i atom, tin,kat-tin,kat ener,i dalam inti diisi
menurut aturan tertentu, a,ar diperoleh susunan ener,i minimum.
Seba,ai contoh diperlihatkan dia,ram tin,kat ener,i beberapa isotop, di
antaranva
1O
5
B ,
11
5
B,
12
5
B,
12
6
C, dan
13
6
C.
Cambar10.3 memperlihatkan dia,ram tin,kat ener,i van,
disederhanakan untuk beberapa isotop boron dan karbon. Prinsip ekslusi
membatasi jumlah pen,huni setiap tin,kat pada dua neutron berspin
berlawanan dan dua proton berspin berlawanan. lnti mantap memiliki
konfi,urasi den,an ener,i minimum.
5. Energi Ikat Inti
Pada ba,ian awal telah dibahas bahwa inti atom terdiri atas proton
dan neutron van, disebut seba,ai nukleon. Seharusnva, massa suatu inti
atom merupakan jumlah massa proton ditambah massa neutron van, ada
di dalam inti tersebut. Akan tetapi, dari pen,ukuran-pen,ukuran van,
dilakukan menunjukkan bahwa massa suatu atom ternvata kuran, dari
jumlah massa proton dan neutron van, membentuk inti tersebut.
Contohnva adalah inti helium.
lnti helium terdiri atas 2 proton dan 2 neutron. Massa helium seharusnva
massa 2 neutron ~ 2 1,OOo9o2 sma ~ 2,O17961 sma
massa 2 proton ~ 2 1,OO759 sma ~ 2,O151oO sma
Jumlah massa
1
2
He ~ 1,O33111 sma
Gambar 10.3
Tingkat energi beberapa isotop
mantap mantap
tidak
mantap
E
mantap mantap
neutron
proton
10
5
B
11
5
B
12
5
B
12
6
C
13
6
C
E
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 262
Dari pen,ukuran terhadap massa inti helium, ternvata massa inti helium
adalah 1,OO26O1 sma. lni berarti terdapat kekuran,an massa sebesar
O,O3O51 sma. 1erjadinva kekuran,an massa ini disebabkan oleh nukleon
van, membentuk inti, memerlukan ener,i untuk salin, men,ikat, sesuai
den,an massa dan ener,i menurut linstein vaitu ~ mc
2
. Jadi, massa
X
-

< ( massa proton (- - ) massa n massa elektron). Defek


massa pada pembentukan nuklida X
-

adalah

X
-
n e
m m - m m m | | A ~ ~
| |
(1O-2)
Massa elektron mendekati nol, sehin,,a Persamaan (10-2) dapat ditulis


X
-
n
m m - m m A ~ ~ (1O-3)
lner,i van, diperoleh dari kekuran,an massa tersebut sesuai den,an
hubun,an massa dan ener,i menurut persamaan linstein
2
mc A A
(1O-1)
Keteran,an:
A ~ ener,i ikat inti (joule)
c ~ kecepatan cahava (m/s)
m A ~ defek massa (k,)
Jika hilan,nva massa pada proses pembentukan inti sama den,an 1 sma,
besarnva ener,i van, hilan, ekivalen den,an

|

~ (1 sma) (1,667 1O
-27
k,/sma) (3 1O
o
)
2
~ 931,5 MeV
Massa sebesar 1 sma ekivalen den,an ener,i 931,5 MeV, jadi

931,5 MeV
|
m A A (1O-5)
dan ener,i ikat pada nuklida X
-

adalah

|
A ~ | m

(- - ) m
n
m
e
- m X
-

] 931,5 MeV/sma (1O-6)


Jika m
H
~ m

m
e
, maka persamaan tersebut dapat ditulis
|
A ~ |m
H
(- - ) m
n
- m X
-

] 931,5 MeV/sma (1O-7)


Keteran,an:
|
A ~ ener,i ikat inti (MeV)
m
n
~ massa neutron (sma)
m

~ massa proton (sma)


m
e
~ massa elektron (sma)
dan -~ nomor atom dan nomor massa
m X
-

~ massa inti atom


lner,i ikat inti belum dapat men,,ambarkan kestabilan nuklida.
Perkiraan tentan, kestabilan inti dapat dilakukan den,an memerhatikan
har,a ener,i ikat rata-rata per nukleon.
Tabel 10.2
Massa Proton, Neutron, dan llektron
Tabel 10.3
Massa Beberapa lsotop
Nama Simbol
Massa
(sma)
Neutron
1
O
1,OOo665
Proton
1
1
H 1,OO7o25
Deutron
2
1
H 2,O111O2
1riton
3
1
H 3,O16O19
Helium-3
1
3
H 3,O16O19
Helium-1
1
2
H 1,OO26O2
Alfa
1
2
o 1,OO26
lithium-6
6
3
li 6,O151
lithium-7
7
1
li 7,O16O
Berillium-o
o
1
Be o,OO5O
Berillium-9
9
1
Be 9,O121
Boron-1O
1O
5
B 1O,O129
Boron-11
11
5
B 11,OO93
Carbon-12
12
6
C 12,OOOO
Carbon-13
13
6
C 13,OO33
Carbon-11
11
6
C 11,OO3O
Tabel 10.1
Massa Beberapa lsotop
Partikel kg sma MeV
proton 1,67261O
-27
1,OO7276 93o,2o
neutron 1,675O1O
-27
1,OOo665 939,57
elektron 9,1O9O1O
-31
O,OOO519 O,511
Isotop Simbol
Massa
(sma)
Neutron n 1,OOo665
Hidro,en
1
1
H 1,OO7o25
Deuterium
2
1
H 2,O111O
1ritium
3
1
H 3, O16O5
Helium-1
1
2
He 1, OO26O
Karbon-12
12
6
C 12,OOOOO
Besi-5o
5o
26
le 57,9332o
1emba,a-63
63
29
Cu 62, 9296O
Krvpton-9O
9O
36
Kr o9,91959
Barium-113
113
56
Br 112,92O51
Uranium-235
235
92
U 235,O1395 Massa isotop
2
1
H adalah 2,O111O2 sma. 1entukan ener,i ikat inti
2
1
H, jika massa atom
1
1
H ~ 1,OO7o25 sma dan massa neutron ~ 1,OOo665 sma.
Contoh 10.2
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Sumber: Physics for Scientist and Engineers, 2000
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Fisika Inti dan Radioaktivitas 263
]awab:
Diketahui: m
2
1
H ~ 2,O111O2 sma, m
1
1
H ~ 1,OO7o25 sma, m
n
~ 1,OOo665 sma.
|
A ~ |m
H
(- - )m
n
- m
2
1
H] 931,5 MeV/sma
~ |(1)(1,OO7o25) + (2 - 1)(1,OOo665) - 2,O111O2] 931,5 MeV/sma
~ (O,OO23oo sma)(931,5 MeV /sma) ~ 2,22 MeV
Jadi, ener,i ikat pernukleonnva
2, 22
MeV 1,11 MeV
2
|

-
A

Semakin besar ener,i ikat rata-rata per nukleon,
kestabilannva akan semakin tin,,i karena diperlukan
ener,i van, besar untuk membon,karnva. Orafik
ener,i ikat per nukleon terhadap nomor massa
berba,ai inti dapat Anda perhatikan pada Cambar
10.4. Berdasarkan ,rafik tersebut dapat disimpulkan
bahwa:
a. untuk har,a - van, kecil, ener,i ikatnva kecil
dan naik cepat sesuai den,an pertambahan -,
b. untuk har,a - disekitar 6O, ener,i ikat
maksimumnva hampir tidak bertambah, vaitu
o,o MeV dan turun menjadi o,1 MeV untuk -
~ 11O,
c. untuk har,a - di atas 11O, ener,i ikatnva turun
hin,,a mencapai 7,6 MeV.
6. Gaya Inti
Oava inti bersifat salin, menolak pada jan,kauan san,at pendek dan
salin, menarik pada jarak nukleon van, a,ak jauh. Jika tidak demikian,
nukleon dalam inti akan menvatu. Sifat-sifat ,ava inti, antara lain:
a. ,ava inti memiliki prinsip dasar van, berbeda den,an ,ava ,ravitasi
maupun ,ava coulomb,
b. ,ava inti tidak ber,antun, pada muatan listrik sehin,,a besarnva
,ava antara proton-proton atau neutron adalah sama,
c. ,ava inti bekerja pada jarak van, san,at pendek, vaitu sekitar 1O
-15
m atau 1 fermi,
d. ,ava inti san,at besar sehin,,a diperlukan ener,i sebesar o MeV
untuk memisahkan dua buah elektron.
Gambar 10.4
Grafik energi ikat per nukleon
terhadap nomor massa berbagai
inti.
Kata Kunci
isotop
hipotesis proton-elektron
hipotesis proton-neutron
nomor atom
nomor massa
nuklida
defek massa
energi ikat inti
1. Jelaskan den,an sin,kat efek pen,,abun,an nukleon
terhadap massa inti atom van, terbentuk.
2. 1entukan banvak proton, neutron, dan elektron dalam
atom-atom berikut.
a.
1O
5
Be d.
o5
37
Rb
b.
29
11
Si e.
239
95
Am
c.
35
17
Cl
3. Massa inti
21
12
M, adalah 23,993 sma. Massa nukleon
bebas adalah massa proton 1,OO7 sma dan massa neutron
1,OOo sma. (1 sma ~ 931,5 MeV)
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah pada buku latihan.
a. 1entukan susut massanva (defek massa).
b. 1entukan ener,i ikat intinva.
1. a. lner,i ikat
2O
1O
Ne adalah 16O,61 MeV. Carilah
massa atomnva.
b. Manakah inti van, lebih mantap,
7
3
li atau
o
3
li '
9
1
Be atau
1O
1
Be .
5. Carilah defek massa, ener,i ikat inti, dan ener,i ikat
per nukleon untuk atom
12
6
C .
B/A, MeV
per nukleon
nomor massa A
200 100
0
5
10
2
H
6
Li
9
Be
11
B
14
N
19
F
75
As 125
Te
4
He
12
C
20
Ne
35
Cl
56
Fe
89
Y
110
Cd
141
Pr
160
Dy
197
Au
180
Hf
209
Bi
238
U
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 264
B. Radioaktivitas
1. Sejarah Penemuan Radioaktif
Oejala radioaktif ini ditemukan oleh Henr, Becquerel pada 1o96
secara tidak sen,aja. la sedan, meneliti sifat jsjresens| dan j|uresens|
pada ,aram uranium van, disinari den,an sinar-X. S|jc: jsjresens| cJc|c|
|erenJcrn,c suc:u zc: ||c :er|enc rcnscncn cc|c,c mes||un rcnscncn
|:u J||en:||cn. Misalnva, pada rambu-rambu lalu lintas van, bersinar jika
terkena sorotan lampu.
Oaram uranium van, diper,unakan Becquerel, diletakkan pada
bun,kusan plat fosforesensi dan dijemur di bawah sinar Matahari. Ketika
plat fosforesensi dicuci atau diproses pada film ne,atif ternvata terdapat
pola hitam sesuai bentuk kristalnva. Becquerel menvimpulkan bahwa
radiasi van, men,hitamkan plat potret bukanlah berasal dari cahava luar
melainkan berasal dari ,aram itu sendiri. leh sebab itu, ,ejala ini disebut
,ejala radioaktif atau radioaktivitas.
2. Jenis-Jenis Radioaktif
Dari penemuan Becquerel, banvak ilmuwan van, kemudian meneliti
tentan, sinar radioaktif ini, salah satunva adalah rnest Rutherford. Pada
19O3, ia den,an postulatnva menvatakan bahwa radioaktif bukan hanva
disebabkan oleh perubahan van, bersifat atomis, melainkan pemancaran
radioaktif berlan,sun, bersamaan den,an perubahan tersebut. Rutherford
memperlihatkan adanva dua macam radiasi van, keluar dari uranium den,an
cara men,ukur kuat arus listrik van, timbul oleh adanva ionisasi udara.
Pada 1o9o, Marie Curie dan suaminva Pierre Curie menemukan
dua unsur radioaktif van, disebut polonium dan radium. Berdasarkan
terjadinva sinar radioaktif ini, maka radioaktivitas dapat dibedakan
menjadi dua kate,ori, antara lain:
a. radioaktif alamiah, vaitu pemancaran sinar radioaktif van, terjadi
secara spontan akibat tidak stabilnva inti atom,
b. radioaktif buatan, vaitu pemancaran sinar radioaktif van, berasal
dari inti-inti stabil van, di,an,,u kestabilannva den,an cara-cara
tertentu, hin,,a menjadi inti van, tidak stabil.
Salah satu jenis radiasi van, mudah diserap adalah sinar alfa (o ). Radiasi
lain van, memiliki dava tembus lebih besar dinamakan sinar beta ( ), serta
sebuah panjan, ,elomban, van, pendek disebut sinar ,amma ( ).
Anda dapat men,etahui karekteristik sinaro , sinar , dan sinar
melalui pembiasan radiasi den,an tabun, OM (Oei,er Muller). Perhatikan
Cambar 10.5. Ketika sumbu radioaktif ditempatkan pada salah satu ujun,
medan ma,net dan tabun, OM pada ujun, van, lain, ternvata sinar o
dibiaskan ke pirin,an ne,atif dan sinar akan dibiaskan ke pirin,an positif.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa sinaro bermuatan positif ( o
1
2
atau
1
2
He ),
sinar bermuatan ne,atif (
~
O
1
atau
~
e ), sedan,kan sinar netral (
O
O
).
Berikut ini akan dijelaskan pemancaran sinar alfa (o ), sinar beta
( ), dan sinar ,amma ( ).
a. Pemancaran Sinar Alfa ( o )
Massa maupun muatan sinar alfa identik den,an inti helium (He).
Jika suatu zat radioaktif memancarkan sinar alfa, nomor atom zat itu
Gambar 10.6
Dalam medan magnet, hanya sinar
yang tidak dibelokkan.
sumber
radioaktif radium
sumber
magnet kuat
ratemeter
P
Q
Gambar 10.5
Pengujian pembiasan sinar
dalam medan magnet.
o

Sumber: Physics for O Level, 1990


Sumber: Conceptual Physics, 1998
Fisika Inti dan Radioaktivitas 265
akan berkuran, 2 dari nomor atom induknva dan nomor massanva akan
berkuran, 1. Secara umum, reaksi pemancaran alfa (o ) dapat dituliskan
seba,ai berikut.
o
~
~
-
1 1
2 2
X X
- -

Contoh: o -
23o 231 1
92 9O 2
U X
b. Pemancaran Sinar Beta ( )
Muatan dan massa sinar sama den,an elektron. Hal ini karena
sinar beta tidak lain adalah elektron (diberi lamban,
~
O
1
atau
~
O
1
e ).
Sesuai den,an Hukum Kekekalan Nomor Massa dan Nomor Atom, suatu
inti induk van, secara spontan memancarkan sinar akan men,hasilkan
inti anak van, nomor massanva tetap dan nomor atomnva bertambah satu.
Secara umum, reaksi pemancaran ditulis seba,ai berikut.

~
-
O
1 1
X Y
- -

t
Contoh:
~
-
11 11 O
6 7 1
C N t
den,an t adalah neutrino.
c. Pemancaran Sinar Gamma ( )
Berbeda halnva den,an pemancaran sinar o dan sinar van,
memancarkan partikel bermuatan, pemancaran sinar bukanlah
berbentuk partikel tetapi ,elomban, elektroma,netik. Jika pada
pemancaran sinar o dan terjadi perubahan struktur jumlah proton
dan neutron, pada pemancaran sinar terjadi perubahan susunan partikel-
partikel pembentuk inti atom. Sinar tidak memiliki massa maupun
muatan. leh karena itu nuklida tereksitasi van, memancarkan sinar
tidak men,alami perubahan nomor atom maupun nomor massa.
Pemancaran sinar diawali oleh inti induk X van, secara spontan
memancarkan sinar dan membentuk inti baru
*
van, berada dalam
keadaan eksitasi. Selanjutnva, inti baru dalam keadaan eksitasi ini secara
spontan memancarkan sinar untuk menjadi inti stabil (). proses
perubahan ini ditunjukkan pada Cambar 10.7. Reaksi inti pemancaran
sinar ini biasanva ditulis seba,ai berikut.

~
-
O O
1 1 O
X Y
- -

Contoh:
~
-
12 12 O O
5 6 1 O
B C
Kesimpulan dari karakteristik sinar radioaktif, vaitu sinaro , sinar , dan
sinar ditunjukkan pada Tabel 10.4. Dava tembus sinar o , sinar ,
dan sinar masin,-masin, ditunjukkan pada Cambar 10.S.

1,015 MeV
0,834 MeV
Gambar 10.7
Pemancaran dan dalam
peluruhan
27
12
Mg dan
27
13
Al .
Carilah informasi mengenai
pemanfaatan sinar o, , dan .
Tugas Anda 10.1
sumber radioaktif
kertas
aluminium
timbal
Gambar 10.8
Daya tembus partikel o, , dan .

27
12
Al*
27
12
Al*
o

Tabel 10.4
Karakteristik Sinar Radioaktif
Kertas tipis
Kulit manusia
Aluminium (5 mm)
1imbal tipis
]enis Sinar
Radioaktif
Reaksi Alamiah Massa
Pembiasan dalam
Medan Magnet
Kemampuan
Da,a Tembus
Muatan
Alfa (o )
Beta ( )
Oamma (

)
lnti helium
llektron
Radiasi elektroma,netik
Positif
Ne,atif
1idak bermuatan
Kecil
Besar
1idak dibiaskan
Besar
Rendah
1idak bermassa
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Sumber: Physics for O Level, 1990
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 266
3. Pelemahan Intensitas Sinar Radioaktif
Jika sinar radioaktif dilewatkan pada sebuah kepin, den,an ketebalan
\, ternvata intensitas sinar radioaktif sebelum melewati bahan (
O
) lebih
besar daripada setelah melewati bahan (). Pelemahan intensitas ini
memenuhi persamaan:
~

O
\
e (1O-o)
Keteran,an:

~ koefisien pelemahan bahan (1/m),


e ~ bilan,an natural ~ 2,71o2o
Seandainva intensitas sinar radioaktif setelah melewati kepin, tin,,al
separuh dari intensitas sinar radioaktif semula
[

| j
\ )
O
1
2
, maka
Persamaan (10-S) dapat disederhanakan menjadi:
~
~
O
\
e
O
1
2

~
~
O
\
e
1
2
~
~ \
e
~ ln1 ln2
~
~ \
O - O,693 ~ ~ \
sehin,,a diperoleh

O, 693
\
(1O-9)
Har,a \ pada Persamaan (10-9) disebut Hc|j Vc|ue Lc,er (HVl) atau
lapisan har,a paruh.
Suatu kepin, memiliki HVl 3 cm. Berapakah besar intensitas sinar radioaktif setelah
melewati kepin, setebal 9 cm'
]awab:
Diketahui: HVl ~ 3 cm ~ 3 1O
-2
m
\ ~ 9 cm ~ 9 1O
-2
m
HVl ~
2
O, 693 O, 693
23,1 /m
3 1O m

~
-



2
23,1 /m 9 1O m
O O
O
2,71o2o O,125
\

e

~
~ ~
- -
Jadi, intensitas sinar radioaktif setelah melalui kepin, adalah O,125
O
.
Contoh 10.3
4. Peluruhan Radioaktif (Desintegrasi)
Peluruhan terjadi secara spontan dan tidak dapat dikontrol serta
dipen,aruhi oleh persenvawaan kimia dan fisika seperti pen,aruh suhu
dan tekanan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan suatu
unsur untuk meluruh berbeda-beda. Ada unsur van, dalam waktu sin,kat
semua intinva meluruh, dan ada pula van, meluruh den,an lambat.
Contohnva, sejumlah besar inti atom | dari suatu radioisotop van, meluruh
memancarkan partikel-partikel o dan serta diikuti pemancaran .
Gambar 10.9
Pelemahan intensitas oleh bahan
dengan ketebalan X.
X
Tokoh
Marie Curie
(18671934)
Marie Curie dilahirkan di Warsawa,
Polandia. Nama aslinya adalah Marie
Sklodowska. Ia belajar Matematika,
Fisika, dan Kimia di Paris. Marie
bersuamikan Pierre Curie seorang ahli
fisika juga. Mereka bekerja sama dalam
meneliti radiasi yang dihasilkan oleh
bahan radioaktif dan mereka berhasil
menemukan unsur thorium yang
bersifat radioaktif. Pada 1898, mereka
menemukan dua unsur radioaktif baru,
yaitu polonium dan radium. Untuk
keberhasilan ini, Marie dan Pierre Curie
serta Henri Becquerel mendapat
hadiah Nobel untuk bidang Fisika pada
1903. Pada 1910, Marie berhasil
memisahkan radium murni dan
mempelajari sifat-sifat kimianya. Untuk
hasil kerja kerasnya ini, Marie kembali
mendapatkan hadiah Nobel yang kedua
dalam bidang kimia pada 1911. Marie
meninggal tahun 1934 akibat kanker,
yang mungkin disebabkan ia terlalu
lama berinteraksi dengan bahan-
bahan radioaktif.
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Fisika Inti dan Radioaktivitas 267
Jumlah rata-rata atom (J|) van, akan meluruh dalam waktu J: adalah
berbandin, lurus den,an jumlah atom | sehin,,a dapat diberikan dalam
persamaan
~
J|
|
J:
(1O-1O)
di mana disebut konstanta peluruhan van, merupakan karakteristik
dari suatu radioisotop tertentu. 1anda ne,atif menunjukkan bahwa jumlah
atom unsur induk berkuran,. Jika Persamaan (10-10) diinte,rasikan
= ~
j j
O O
O
ln
|
|
:
:
J| |
J: :
J: |
diperoleh
| ~ |
O

~
e
:
(1O-11)
Keteran,an:
|
O
~ jumlah inti radioaktif mula-mula
| ~ jumlah inti radioaktif van, meluruh pada waktu :
Jumlah van, meluruh per satuan waktu adalah | disebut ju,a
den,an -|:|t|:cs (A) dari suatu zat radioaktif. Persamaan (10-11) dapat
ju,a ditulis
O O
e atau e
: :
- | | - -


~ ~
(1O-12)
den,an -
O
~ aktivitas radioaktif meluruh pada waktu : ~ O.
a. Waktu Paruh
Pada waktu aktivitas berubah menjadi seten,ah aktivitas mula-mula
[
| j
\ )
O
1
2
- , maka waktu van, diperlukan untuk peluruhan disebut uc|:u
cru| (|c|j ||je) dan disin,kat den,an
1
2
T . Jadi, untuk | (:) ~
O
1
2
|
Persamaan (10-11) menjadi:


~ ~
= = ~ =
1 1
2 2
O O 1 1
2 2
1 1 1
ln ln2
2 2 2
T T
| | e e T T
sehin,,a


1
2
ln2 O, 693
T
(1O-13)
Konstanta peluruhan dapat dirumuskan den,an
1
2
O, 693
T
. Hubun,an
antara aktivitas atau jumlah atom den,an waktu paruh dilukiskan pada
Cambar 10.11.
Den,an memerhatikan ,rafik pada Cambar 10.11 berarti untuk
: ~ nT berlaku
[

| j
\ )
O
1
2
1
den,an
2
n
:
| | n
T (1O-11)
Gambar 10.10
Peluruhan inti atom
Gambar 10.11
Peluruhan unsur
23
Na dengan T 1
2
= jam.
N = N
0
1
2
N
0
N
N
0
1
4
N
0
1
8
N
0
1
16
N
0
T 2T 3T 4T 5T
0
t
15 30 45 60 75 90
2
4
6
8
10
12
14
16
Aktivitas
(10
3
C/menit)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 268
Persamaan (10-14) menunjukkan hubun,an antara inti atom van,
belum meluruh (inti sisa) |, inti mula-mula |
O
, dan kelipatan waktu
paruh. Jika setiap ruas dikalikan , akan didapatkan
O
1
2
n
| |
O
1
2
n
- - (1O-15)
Keteran,an:
- ~ aktivitas unsur setelah waktu :
-
O
~ aktivitas unsur mula-mula
b. Satuan Radioaktivitas
Aktivitas 1 ,ram
226
Ra dinvatakan seba,ai satuan radioaktivitas
sebesar 1 Curie (Ci). leh karena 1 ,ram
226
Ra men,andun,
23
6, O22 1O
226

atom den,an laju peluruhan per detik sama den,an ~ 1,3o 1O


-11
,
maka
1 Curie ~ 1 Ci ~

11 23
1, 3o 1O 6, O22 1O
226
~

~ 3,7 1O
1O
disinte,rasi/sekon
Satuan Sl untuk radioaktivitas adalah Becquerel (Bq) van,
didefinisikan seba,ai aktivitas 1 disinte,rasi/sekon. Den,an demikian,
1 Ci ~ 3,7 1O
1O
Bq ~ 37 OBq.
Hitun,lah tetapan peluruhan dari partikel pen,ion van, memiliki waktu paruh 1 tahun.
]awab:
Diketahui:
1
2
T ~ 1 tahun
Den,an men,,unakan persamaan
1
2
T ~
O, 693

, diperoleh
1
2
O, 693 O, 693
O,17/tahun
1 T

Jadi, tetapan peluruhan adalah O,17/tahun.
Contoh 10.4
Peluruhan radioaktif merupakan proses van, acak, vaitu inti tersebut
meluruh secara tidak berkaitan satu den,an van, lainnva. Berikut ini
diperlihatkan lima jenis peluruhan radioaktif.
inti induk kejadian peluruhan inti anak
peluruhan
,amma
pemancaran sinar ,amma
peluruhan
alfa
pemancaran partikel alfa
Fisika Inti dan Radioaktivitas 269
peluruhan
beta
penan,kapan elektron
oleh neutron nuklir
penan,kapan
elektron
penan,kapan elektron
oleh proton nuklir
penan,kapan
elektron
penan,kapan positron
oleh proton nuklir
~ proton (muatan ~ e) ~ elektron (muatan ~ -e)
~ neutron (muatan ~ O) ~ elektron (muatan ~ e)
Gambar 10.12
Lima jenis peluruhan radioaktif
= +
+ =
+ =
Aktivitas sebuah sumber radioaktif berkuran,
1
o
ba,ian dari aktivitas awalnva dalam
selan, waktu 3O jam. 1entukan waktu paruh dan tetapan peluruhannva.
]awab:
Diketahui: - ~
1
o
-
O
: ~ 3O jam
Untuk menentukan waktu paruh, dapat di,unakan persamaan
O
1 1 1
2 o 2
n n
- - -

3
1 1
2 2
n

maka n ~ 3
1
2 1
2
3O
3 1O jam
3 3
: :
T
T
- -
Jadi, waktu paruh sumber radioaktif adalah 1O jam.
Untuk menentukan tetapan peluruhan, di,unakan persamaan
1
2
O, 693 O, 693
O, O693/jam
1O T

Jadi, tetapan peluruhannva adalah O,O693/jam.
Contoh 10.5
Gambar 10.13
Deret uranium
4. Deret Radioaktif
Dalam pemancaran sinar radioaktif, inti van, terjadi tidak lan,sun,
menjadi inti stabil dan masih dapat memancarkan sinar radioaktif. Hal
ini berlan,sun, secara terus-menerus sehin,,a diperoleh inti van, stabil.
Misalnva, peluruhan
23o
92
U akan meluruh menjadi inti atom
231
9O
1h dan
berakhir pada inti atom
2O6
o2
Pb van, stabil. leh karena dimulai dari
uranium, deret ini disebut deret uranium.
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 270
Adapun deretan peluruhan o dan van, berlan,sun, dari inti
induk menjadi inti van, mantap seba,ai hasil akhir untuk deret uranium
ditunjukkan oleh Cambar 10.13.
Proses peluruhan radioaktif berantai men,ikuti suatu deret radioaktif.
Ada empat deret radioaktif seperti tercantum pada Tabel 10.5.
Tabel 10.5
Deret Radioaktif
1n 1horium
232
9O
1h 1,39 1O
1O 2Oo
o2
Pb
1n 1 Neptunium
237
93
Np
2,25 1O
6 2O9
o3
Bi
1n 2 Uranium
23o
92
U 1,51 1O
9 2O6
o2
Pb
1n 3 Aktinium
235
92
U 7,O7 1O
o 2O7
o2
Pb
Nomor
Massa
Deret Induk
Umur Paruh
Tahun
Produk Mantap
Akhir
5. Pengertian Dosis Serapan
Seperti dijelaskan pada awal bab, bahwa untuk mencapai
kestabilannva setiap unsur radioaktif selalu memancarkan sinar radioaktif.
Dalam perambatannva, sinar radioaktif tersebut membawa ener,i. Jika
sinar radioaktif ini men,enai suatu materi, ener,inva akan diserap oleh
materi tersebut. Perhatikan Cambar 10.14.
Banvaknva ener,i radiasi pen,ion van, diserap oleh materi per satuan
massa tertentu disebut Js|s serc. Secara matematis ditulis

D
m

(1O-16)
Keteran,an:
D ~ dosis serap
m ~ massa materi penverap ener,i
~ ener,i radiasi
Satuan dosis serap dalam Sl adalah ,rav (Ov).
Den,an 1 Ov ~ 1 J/k, ~ 1OO rad.
Suatu materi van, massanva 1OO ,ram menverap ener,i radiasi pen,ion berupa sinar
,amma sebesar 2 1O
-1
Joule. 1entukanlah besar dosis serap materi itu.
]awab:
Diketahui: m ~ 1OO ,ram ~ O,1 k,
~ 2 1O
-1
J
Hitun, besarnva dosis serap dari suatu materi van, massanva 2OO ,ram, jika materi
tersebut menverap ener,i radiasi pen,ion sebesar 1 1O
-1
joule.
D ~

m
~
1
2 1O J
O,1 k,
~

~ 2 1O
-3
J/k,
Jadi, besar dosis serap materi itu adalah 2 1O
-3
joule/k, atau 2 1O
-3
,rav.
Contoh 10.6
Gambar 10.14
Energi radiasi yang diserap materi
bermassa m.
sinar radioaktif
m
Kata Kunci
radioaktivitas
fluorisensi
eksitasi
daya tembus
peluruhan
waktu paruh
aktivitas
dosis serap
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Fisika Inti dan Radioaktivitas 271
6. Pengukuran Radioaktivitas
Sinar van, dipancarkan oleh unsur radioaktif tidak dapat dirasakan
oleh manusia. Untuk itu diperlukan alat van, dapat men,ukur dan
mendeteksi keaktifan suatu unsur atau untuk men,etahui ada dan
tidaknva sinar-sinar radioaktif.
Sinar van, dipancarkan oleh inti unsur radioaktif dapat men,ionkan
atom dari zat-zat van, dilaluinva. Alat untuk mendeteksi dan men,ukur
keaktifan suatu unsur dibuat berdasarkan sifat tersebut. Beberapa alat
deteksi sinar radioaktif adalah emulsi film potret, pencacah Oei,er-Muller,
kamar kabut Wilson, dan sintilator.
a. Emulsi Film Potret
Sinar van, dipancarkan oleh unsur radioaktif, men,ionkan lapisan
emulsi sepanjan, lintasan van, dilaluinva di atas permukaan film potret.
Jika film potret itu dicuci dan dicetak, lintasan sinar radioaktif dapat
dilihat dan diukur.
b. Pencacah Geiger-Muller
Pencacah Oei,er-Muller disebut ju,a pencacah Oei,er (Ge|er
cun:er). Pencacah Oei,er adalah alat untuk men,ukur keaktifan unsur
radioaktif. Pencacah Oei,er merupakan alat deteksi sinar radioaktif van,
palin, banvak di,unakan. Alat pencacah Oei,er ditunjukkan pada
Cambar 10.15.
Peralatan ini terdiri atas sebuah tabun, silinder terbuat dari lo,am.
Di dalam tabun, dipasan, sebuah kawat konduktor van, halus. Kawat
itu bertindak seba,ai katode dan tabun, seba,ai anode. 1abun, itu diisi
den,an ,as atau campuran ,as den,an tekanan rendah (1O cmH,).
1abun, dan kawat diberi beda potensial kira-kira 1.OOO volt untuk
mempercepat ion dari ,as van, terbentuk di dalam tabun,. Sinar radioaktif
van, masuk melalui jendela tipis pada salah satu ujun, tabun, akan
men,ionkan ,as van, berada di dalam tabun,. Arus listrik van, dihasilkan
oleh ion van, terbentuk itu san,at lemah. Akan tetapi, beda te,an,an
1.OOO volt akan mempercepat ion itu. lon van, dipercepat itu men,ionkan
la,i atom-atom ,as van, lain sehin,,a arus listrik van, terjadi cukup
besar. Dalam waktu van, sin,kat arus terputus, tetapi setiap kali partikel
radioaktif masuk ke dalam tabun,, timbul pulsa arus listrik dalam
ran,kaian. Pulsa ini diperkuat sehin,,a dapat dipakai untuk menvalakan
ran,kaian pencacah elektronik.
c. Kamar Kabut Wilson
Kamar kabut Wilson adalah alat untuk melihat dan memotret lintasan
partikel alfa van, melalui ,as. Alat itu terdiri atas silinder tertutup den,an
piston berisi udara bercampur uap air jenuh atau nitro,en.
Perhatikan Cambar 10.17. Pada dindin, ba,ian dalam diletakkan
unsur radioaktif (n). Partikel alfa van, dipancarkan oleh unsur itu akan
men,ionkan molekul-molekul ,as di dalam silinder. Sementara itu, piston
ditarik keluar sehin,,a uap jenuh tadi akan mendin,in secara tiba-
tiba sehin,,a butir-butir uap air di dalam silinder menjadi jenuh. lon-ion
van, terbentuk sepanjan, lintasan partikel alfa menarik butir-butir uap
air, dan dapat dilihat atau dipotret jika ,as di dalam silinder disorot den,an
cahava lampu.
Gambar 10.15
Pencacah Geiger-Muller
Gambar 10.16
Bagian-bagian alat
pencacah Geiger-Muller
10
3
V

+
jendela tipis
gas
kawat elektrode
(anode)
tabung dari
logam (katode)
isolator
+
Gambar 10.17
Kamar kabut Wilson
uap
jejak ion
sumber
radioaktif (R)
cahaya
keping
gelas
pengisap (P)
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Sumber: Physics for Scientist and
Engineers, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 272
d. Sintilator (Detektor Sintilasi)
Prinsip kerja sintilator (sc|n:|||c:|n cun:er) berdasarkan fluoresensi
zat van, ditimbulkan oleh sinar radioaktif. Sinar radioaktif dijatuhkan
ke permukaan lavar fluoresensi. Cahava van, dipancarkan oleh lavar
fluoresensi dijatuhkan ke atas permukaan lo,am sehin,,a permukaan
lo,am tersebut men,eluarkan elektron. Kemudian, elektron tersebut
dijatuhkan kembali ke atas permukaan lo,am kedua. lo,am kedua
men,eluarkan elektron lebih banvak daripada elektron van, keluar dari
permukaan lo,am pertama.
Kepin,-kepin, lo,am van, dapat melipat,andakan elektron terdapat
di dalam sebuah alat van, disebut fotomultiplier (|:mu|:|||er).
lotomultiplier adalah alat untuk memperkuat pulsa arus listrik. Arus listrik
tersebut berasal dari tembakan sinar radioaktif di atas lavar fluoresensi.
Pulsa arus listrik kemudian disalurkan ke alat pencatat seperti pen,eras
suara, meter skala, dan lain-lain.
Gambar 10.18
Diagram sintilator yang dilengkapi
dengan fotomultiplier
1. Suatu bahan memiliki HVl 9 cm. Jika tebal bahan 5 cm,
berapa intensitas sinar radioaktif van, diserap oleh bahan
tersebut'
5. Sesudah 2 jam, seperenambelas ba,ian suatu unsur
radioaktif masih tersisa. Hitun, waktu paruh unsur
tersebut.
6. Sebuah fosil tulan, binatan, ditemukan oleh seoran,
arkeolo,. Setelah diteliti, ternvata men,andun, sisa
karbon-11 sebesar 25' dibandin,kan karbon-11 pada
tulan, binatan, van, masih hidup. Jika waktu paruh
karbon-11 itu 5.6OO tahun, tentukan umur fosil itu.
7. Massa unsur
2OO
79
Au radioaktif van, meluruh adalah
3 1O
-9
k,. Jika aktivitas unsur radioaktif itu 2,1o
1O
12
Bq, tentukan besar konstanta peluruhannva.
1. Perhatikan reaksi peluruhan berikut.
235 235 231
A B
92 92 91
U U Pa --- ---
1entukan partikel A dan B van, dipancarkan.
2. a. Suatu unsur radioaktif memiliki waktu paruh
1
15
menit. Hitun, konstanta peluruhannva.
b. Jika konstanta peluruhan suatu bahan radioaktif
2,o9 1O
-3
kejadian/sekon, berapakah waktu
paruhnva'
3. Waktu paruh dari radon 3,9 hari. Berapa waktu van,
diperlukan a,ar tersisa
1
32
dari mula-mula'
partikel datang
foton
kristal sintilasi
pulsa keluaran
fotomultiplier
fotokatode
+400 V
+800 V
+1200 V
+1600 V
+200 V
+600 V
+1000 V
+1400 V
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah pada buku latihan.
C. Reaksi Inti
Oejala radioaktif adalah aktivitas suatu inti menjadi inti lain.
Pancaran sinar o hanva men,uran,i nukleon dalam inti den,an dua
proton dan dua neutron. Adapun pancaran sinar hanva men,ubah
satu neutron dalam inti menjadi proton. ran, pertama van, men,amati
reaksi inti adalah rnest Rutherford. Pada 1919, Rutherford mempelajari
,ejala tumbukan antar partikel o den,an atom-atom ,as nitro,en (|
2
)
dan menimbulkan suatu reaksi van, disebutnva reaksi inti. Hasil reaksi
inti ditulis den,an
1 11 17 1
2 7 o 1
He N H -
Perhatikan bahwa jumlah nomor atom dan jumlah nomor massa ruas kiri
sama den,an jumlah nomor atom dan nomor massa ruas kanan.
Jumlah nomor atom sebelum reaksi 2 7 ~ 9
Jumlah nomor atom sesudah reaksi o 1 ~ 9
Jumlah nomor massa sebelum reaksi 1 11 ~ 1o
Jumlah nomor massa sesudah reaksi 17 1 ~ 1o
Sumber: Physics for Scientist and Engineers, 2000
Fisika Inti dan Radioaktivitas 273
Pada setiap reaksi inti selalu berlaku hukum kekekalan berikut ini.
1. Hukum Kekekalan Momentum, vaitu jumlah momentum sebelum
dan sesudah tumbukan adalah sama.
2. Hukum Kekekalan Nomor Atom, vaitu jumlah nomor atom sebelum
dan sesudah reaksi sama.
3. Hukum Kekekalan Nomor Massa, vaitu jumlah nomor massa sebelum
dan sesudah reaksi sama.
1. Hukum Kekekalan lner,i 1otal, vaitu ener,i total sebelum dan
sesudah reaksi sama.
Partikel proton (
1
1
P ) dan deutron (
1
2
D ) ju,a di,unakan untuk
men,,an,,u kestabilan inti a,ar inti itu terurai atau berdisinte,rasi
menjadi inti lain. Cockroft dan Walton pada 1932 melaporkan hasil reaksi
inti ini den,an proton van, dipercepat melalui media listrik den,an
persamaan reaksi inti:
1 7 1 1
1 3 2 2
H li He He -
1. Energi yang Dihasilkan dari Reaksi Inti
Reaksi inti dapat dituliskan dalam suatu persamaan
X c - | Q atau X(c, |) (1O-17)
Keteran,an:
X ~ inti sasaran | ~ partikel van, dihasilkan
~ inti baru van, dihasilkan Q ~ ener,i van, dihasilkan
c ~ partikel penembak
Har,a Q suatu reaksi inti didefinisikan seba,ai perbedaan antara
ener,i diam X c dan ener,i diam |.
Q ~ |(m
\
m
c
) - (m
,
m
|
)] 931,5 MeV/sma (1O-1o)
Keteran,an:
Q > O reaksi eksotermik, terdapat ener,i van, dibebaskan
Q < O reaksi endotermik, terdapat ener,i van, diserap
Contoh 10.7
Hitun,lah har,a Q untuk reaksi
1O 7 1
5 3 2
B li He n - , jika m
n
~ 1,OOo7 sma,
m
B
~ 1O,O129 sma, m
li
~ 7,O16O sma, m
He
~ 1,OO26 sma.
]awab:
Q ~ |(m
\
m
c
) -

(m
,
m
|
)] 931,5 MeV/sma
~ |(1,OOo7 1O,O129) - (1,OO26 7,O16O)] sma 931,5 MeV/sma
~ (O,OO3 sma) (931,5 MeV/sma) ~ 2,791 MeV
Contoh 10.8
Jika massa
2
1
H ~ 2,OO9 sma,
3
1
H ~ 3,O16 sma,
1
2
He ~ 1,OO3 sma, dan
1
O
n ~ 1,OO9 sma.
Jika 1 sma ~ 931 MeV, hitun, ener,i van, dibebaskan pada reaksi
2 3 1 1
1 1 2 O
He H He n - .
]awab:
lner,i reaksi sama den,an ener,i reaktan dikuran,i ener,i produk
lner,i reaktan ~ (2,OO9 3,O16) 931 MeV ~ 167o, 275 MeV
lner,i produk ~ (1, OO3 1,OO9) 931 MeV ~ 1666, 172 MeV
lner,i reaksi ~ 167o,275 - 1666,172 ~ 12,1O3 MeV
Kata Kunci
energi reaksi inti
reaksi eksotermik
reaksi endotermik
reaksi berantai
reaksi fisi
reaksi fusi
Tokoh
Enrico Fermi
(19011954)
Fermi adalah seorang fisikawan
kelahiran Itali. Setelah tahun 1939, ia
pergi ke Amerika Serikat untuk
bekerja dan hidup disana. Ia dikenal
karena menggunakan neutron untuk
menembak atom yang dapat
menghasilkan isotop. Enrico Fermi
mendapat hadiah Nobel pada 1938.
Pada 2 Desember 1942, reaksi rantai
nuklir pertama dihasilkan oleh
sebuah tim ilmuwan yang
dipimpinnya. Percobaan yang sukses
ini bertempat di lapangan Squash
Universitas Chicago, Amerika Serikat.
Reaksi rantai bekerja menyerupai
penyalaan korek api. Panas yang
dihasilkan oleh gesekan pada waktu
mematik korek api menyebabkan
sebagian atom terbakar dan
melepaskan lebih banyak panas
sehingga menyebabkan reaksi terus-
menerus berlangsung.
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 274
2. Pembuatan Isotop Radioaktif dari Reaksi Inti
Radioaktif dapat diproduksi melalui suatu reaksi inti, proses
pembentukan isotop baru van, radioaktif itu dilakukan den,an
penembakan isotop van, stabil den,an suatu partikel. Seba,ai contoh,
isotop radioaktif
197
79
Au ,diperoleh dari penembakan isotop stabil
196
79
Au
oleh neutron den,an reaksi
1 196 197
O 79 79
n Au Au - .
3. Reaksi Berantai
Penembakan neutron pada uranium-235, inti van, terbentuk dari
penan,kapan neutron tersebut tidak stabil sehin,,a se,era terbelah
menjadi inti-inti van, lebih rin,an. Hasil pembelahan adalah seba,ai
berikut.
1 235 11O 91 1 1
O 92 51 3o O O
n U Xe Sr n n Q -
lsotop
11O
51
Xe dan
91
3o
Sr adalah isotop-isotop van, tidak stabil den,an
memancarkan sinar empat kali berturut-turut, isotop
11O
51
Xe akhirnva
berubah menjadi
11O
5o
Ce van, stabil. Demikian ju,a
91
3o
Sr menjadi isotop
stabil
11O
51
Xe den,an memancarkan sinar dua kali berturut-turut. Reaksi
van, demikian disebut rec|s| |ercn:c|. Q merupakan ener,i van,
dilepaskan dalam bentuk kalor.
Pada reaktor nuklir, neutron cepat dikendalikan sehin,,a tidak terlalu
banvak neutron van, terlibat dalam reaksi inti. Namun dalam bom atom,
neutron cepat ini tidak terkendali sehin,,a terbentuk ledakan van, san,at
dahsvat.
4. Reaksi Fisi
Penemuan reaksi fisi nuklir berawal dari eksperimen interaksi neutron
den,an uranium. 1i,a kelompok kerja van, berhasil menemukan fisi nuklir
adalah nrico Iermi, ]uliet Currie-Savit, dan Otta Hahn-Strassman
pada 1939. Mereka men,atakan bahwa penan,kapan neutron oleh suatu
inti uranium akan memberikan ,ava pada ener,i permukaan sehin,,a
inti akan terbelah dua den,an massa sebandin,. Kemun,kinan lain inti
tereksitasi dan men,hasilkan peluruhan ,amma. Hal ini disebut rec|s|
j|s|. Perhatikan Cambar 10.20.
Cambar 10.20 memperlihatkan inti van, terbentuk
236
92
U tidak
stabil dan se,era terbelah menjadi inti-inti lebih rin,an van, stabil.
Pasan,an-pasan,an van, terjadi pada fisi
236
92
U tidak menunjukkan
pasan,an van, khas, tetapi merupakan satu dari 1O kemun,kinan van,
terjadi di antaranva.

236 91 11O 1
92 36 56 O
U Kr Ba 2 n -

236 95 139 1
92 3o 51 O
U Sr Ba 2 n -

236 96 1o7 1
92 1O 52 O
U zr 1e 3 n - , dan seterusnva.
Pada hampir semua reaksi fisi terjadi pen,uran,an massa sekitar o,2
sma, berarti 1OO lebih besar daripada massa van, hilan, pada semua
jenis reaksi peluruhannva, seba,ai contoh, fisi
235
U den,an neutron lambat
men,hasilkan inti
15
Mo

dan
139
la. Massa van, hilan, dan ener,i van,
dihasilkan dihitun, seba,ai berikut.
U
n
inti bulatan
Gambar 10.19
Diagram reaksi berantai
Gambar 10.20
Pada reaksi pembelahan inti,
jumlah neutron bertambah
pada setiap tingkatan.
inti U-235
reaksi fisi U-235
memunculkan
2 neutron
neutron
pertama
reaksi fisi kedua
menghasilkan 4 neutron
Sumber: Physics for O Level, 1990
Fisika Inti dan Radioaktivitas 275

235 1 15 139 1
O 1O 57 O
U n Mo la 2 n -
m A ~ (m
u
m
n
)-(m
Mo
m
la
2m
n
)
m A ~ (235,O139 1,OOo7)-(91,9O5 13o,9O61 2,O171) ~ O,233 sma.
lner,i fisinva ~ 931 MeV/sma ( m A )
~ (931 MeV/sma) (O,233 sma)
~ 2Oo MeV
Hasil pembelahan inti uranium men,hasilkan neutron van, baru (2
sampai 3 neutron), maka akan dapat terjadi proses fisi berantai. Neutron-
neutron hasil pembelahan inti akan men,enai U
-235
van, lain dan
menimbulkan reaksi van, sama secara berantai.
5. Reaksi Fusi
nec|s| jus| adalah pen,,abun,an dua inti rin,an menjadi sebuah inti
van, lebih berat disertai den,an pelepasan ener,i. lner,i van, dilepaskan
lebih besar dibandin,kan ener,i van, diperlukan untuk men,,abun,kan
kedua inti. lner,i fusi van, cukup besar diperoleh dari Matahari dan
bintan, van, merupakan sumber ener,i di alam semesta ini.
Reaksi fusi men,ubah inti hidro,en menjadi inti helium. Oejala ini
terjadi dalam kondisi bintan, menurut siklus proton-proton, reaksinva
adalah seba,ai berikut.
a. Pada tahap awal reaksi, proton ber,abun, den,an proton membentuk
deuterium
2
1
D.
1 1 2 O
1 1 1 1
P P D 1,12 MeV -
b. Deuterium ber,abun, den,an proton membentuk inti tritium
3
2
He .
1 2 3 O
1 1 2 O
P D He 5,19 MeV -
c. lnti
3
2
He bereaksi men,hasilkan
1
2
He
3 3 1 1 1
2 2 2 1 1
He He P P 12,o6 MeV o -
Reaksi fusi van, terjadi di Matahari adalah reaksi pen,,abun,an
hidro,en (
1
1
H) menjadi inti helium (
1
2
He ) sambil membebaskan ener,i van,
san,at besar. Reaksi pen,,abun,an inti diperlihatkan pada Cambar 10.22.
Contoh reaksi fusi van, terjadi di Matahari adalah seba,ai berikut.
1 1 2 O
1 1 1 1
H H H e - den,an Q ~ 3,27 MeV
2 1 3 O
1 1 2 O
H H He - den,an Q ~ 1,O3 MeV
3 3 1 1 1
2 2 2 1 1
He He He H H - den,an Q ~ 17, 59 MeV
Contoh lain dari reaksi fusi adalah bom hidro,en. Pada mulanva,
bom hidro,en dibuat setara den,an ledakan 1O me,aton 1N1 (kira-kira
7OO kali ener,i bom atom pertama). Bahan baku bom hidro,en adalah
inti deuterium dan tritium van, kemudian ber,abun, membentuk inti
helium.
Reaksi fusi van, berlan,sun, spontan hanva terjadi pada suhu dan
tekanan van, san,at tin,,i. Cara men,endalikan reaksi fusi tersebut sukar
dilakukan karena memerlukan suhu sekitar 1O
o
K. Pada suhu tersebut
semua materi akan berbentuk plasma panas sehin,,a san,at sukar
mencapai partikel n van, cukup panas.
Salah satu usaha van, dilakukan untuk memeran,kap plasma reaktif
dalam medan ma,netik dirancan, oleh Rusia van, disebut :|cmc|
den,an medan ma,netik berbentuk kue donat (torus).
Gambar 10.21
Penggabungan empat inti hidrogen
membentuk inti helium disertai
pelepasan energi.


H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
2
1
H
2
1
Hc
3
2
Hc
3
2
Hc
4
2
H
1
1
H2
(deuterium)
H3
(tritium)
reaksi fusi
helium
neutron
+
+
+
+
+
+
Gambar 10.22
Reaksi fusi di Matahari
Gambar 10.23
Tokamak
ruang vakum
toroid
arus listrik
luar
medan
magnetik
total
plasma
arus
plasma
medan
magnetik
poloid
medan
magnetik
toroid
Sumber: Physics for Scientist and Engineers, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 276
Contoh 10.9
Hitun,lah ener,i (dalam MeV) van, dibebaskan oleh pen,,abun,an dua proton dan
dua neutron untuk membentuk sebuah inti helium. (Diketahui massa
1
1
H ~ 1,OO7o25
sma,
1
2
He ~ 1,OO2 sma,
1
O
n ~ 1,OOo665 sma, dan 1 sma ~ 931 MeV)
]awab:
Persamaan reaksi pen,,abun,an intinva adalah
1 1 1
1 O 2
2 H 2 n He ener,i -
lner,i sebelum reaksi
|2 (1, OO7o25) 2 (1, OOo665)] 931 MeV ~ 3751, 7O1 MeV
lner,i sesudah reaksi
(1, OO2) (931 MeV) ~ 3725, o62 MeV
lner,i reaksi ~ ener,i sebelum reaksi - ener,i sesudah reaksi
~ 3751, 7O1 - 3727,o62 ~ 2o,o12 MeV
Jadi, ener,i van, dibebaskan sebesar 2o,o12 MeV.
5. 1entukan ener,i ikat inti
2o
11
Si ,
12
6
C ,
11
7
N van,
massanva berturut-turut adalah 27,9o57o sma, 12,OO3oo
sma, dan 11,OO753 sma.
6. Pada reaksi inti neutron den,an trition men,hasilkan
sebuah partikel alfa. Berapa banvaknva ener,i van,
dikeluarkan pada reaksi inti tersebut' 1ulis persamaan
reaksinva. Massa
6
3
li ~ 6,O1513 sma dan massa deutron
2
1
D ~ 2,1119 sma.
7. Perhatikan reaksi inti berikut.

1 7 1
1 3 2
H li 2 Q o -
Hitun, ener,i van, dihasilkan jika diketahui massa
1
1
H~ 1,OOo sma,
7
3
li ~ 7,O16 sma,
1
2
2 o ~ 1,OO3 sma
dan 1 sma ~ 931,5 MeV
o. Jawablah pertanvaan berikut.
a. Ba,aimana reaksi fisi dapat dikendalikan'
Jelaskan.
b. Apa van, menvebabkan kerusakan untuk
men,adakan suatu reaksi fusi'
c. Apa van, dimaksud den,an radiasi dan ba,aimana
radiasi dapat berbahava serta bermanfaat ba,i
manusia'
1. 1entukan nama partikel X dari reaksi inti berikut ini.
a.
7 1
3 1
li H 2X -
b.
11 2
7 1
N X H o -
c.
27 3O
13 15
Al P X o -
d.
1 2 3
1 1 2
H H He X -
2. Hitun, ener,i van, dibebaskan pada reaksi inti
7 1 1 7
1 O 1 3
Be n H li - ener,i, jika diketahui massa
7
1
Be ~ 7,O1693 sma,
7
3
li ~ 7,O16O sma,
1
O
n ~ 1,OOo665
sma, dan 1 sma ~ 931 MeV.
3. 1entukan ener,i van, dilepaskan pada reaksi fisi berikut
ini.
23o 1 o3 137 1
92 O 36 56 O
U n Kr Ba 1 n ener,i -
Jika diketahui: massa
23o
92
U~ 23o,O3OO sma, massa
1
O
n ~ 1,OOo665 sma, massa
o3
36
Kr ~ o3,oOOO sma, massa
137
56
Ba ~ 137,33OO sma, dan 1 sma ~ 931 MeV.
1. Untuk reaksi berikut.
a.
27
13
Al n P
\
,
o , tentukan nomor massa \ dan ,.
b.
13
6
X P C o , tentukan nuklida \.
c.
26
23
11 12
Na X M, o , tentukanlah partikel \.
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah pada buku latihan.
Fisika Inti dan Radioaktivitas 277
D. Reaktor Nuklir, Bom Nuklir, dan Radioisotop
1. Reaktor nuklir
Reaktor nuklir adalah tempat terjadinva reaksi berantai van,
menvan,kut fisi nuklir van, terkendali. Reaktor nuklir merupakan sumber
ener,i san,at efisien. lner,i van, dilepaskan dalam bentuk kalor dan
dapat diambil den,an men,alirkan zat cair atau ,as seba,ai pendin,in
melalui ba,ian-ba,ian dalam reaktor itu.
1abun, van, biasa dipakai tin,,inva 1O m, berdiameter dalam 3 m,
dan tebal dindin,nva 2O cm. Cambar 10.24 adalah perancan,an dasar
reaktor nuklir air-tekan. Air berlaku seba,ai moderator dan pendin,in
untuk teras. Dalam reaktor air didih, uap air dibiarkan terjadi didalam
tabun, reaktor dan kemudian dipakai untuk men,,erakkan turbin. Dalam
reaktor air tekan, air van, men,alir melewati teras dipertahankan
bertekanan tin,,i sekitar 15O atm. Air van, masuk ke dalam tabun,
bertekanan tin,,i memiliki suhu 2oO C dan menin,,alkannva pada suhu
32O C, melalui penukar kalor van, men,hasilkan uap sehin,,a dapat
memutar sebuah turbin.
Bahan bakar reaktor air rin,an adalah uranium oksida (U
2
) van,
tertutup dalam tabun, panjan, dan sempit. Reaksi dimulai den,an sebuah
neutron van, menumbuk inti sehin,,a menvebabkan pembelahan inti
disertai den,an terlepasnva dua atau ti,a neutron. Neutron men,alami
perlambatan beberapa MeV menjadi ener,i termal melalui tumbukan
den,an inti moderator, kemudian diteruskan den,an fisi. Selanjutnva, laju
reaksi berantai dapat dikontrol men,,unakan batan, kontrol van, terbuat
dari kadmium atau boron van, mudah menverap neutron. Ketika batan,
ini dimasukkan lebih dalam ke dalam reaktor, laju reaksinva diredam,
uap van, keluar dari turbin didin,inkan menjadi air oleh kondensor, dan
oleh pompa sekunder dimasukkan kembali ke alat penukar panas.
Reaktor nuklir pertama diban,un oleh nrico Iermi (19O1-1951) pada
1912 di Universitas Chica,o, Amerika Serikat. Sampai saat ini telah
diban,un berba,ai jenis dan ukuran reaktor nuklir. Reaktor-reaktor nuklir
tersebut memiliki beberapa komponen dasar, di antaranva elemen-elemen
bahan bakar, batan, kendali, moderator, dan perisai (s||e|J|n). llemen
Gambar 10.24
Perancangan dasar reaktor Nuklir
air-tekan.
Gambar 10.25
Reaktor nuklir dengan
moderator air
sistem utama sistem kedua
bahan bakar dan
moderator
pelindung
kondensor
pompa
uap air
batang
pengendali
air panas
turbin uap
generator
Informasi
untuk Anda
Beberapa jenis limbah reaktor nuklir
bersifat radioaktif. Limbah ini meng-
hasilkan radiasi nuklir mematikan
yang merusak sel-sel hidup. Beberapa
jenis limbah radioaktif dapat
bertahan ribuan tahun. Oleh karena
itu, limbah yang disimpan rapat
dalam peti kemas tertutup harus
dipendam di bawah tanah. Untuk
menangani limbah nuklir maka
orang harus menggunakan pakaian
seperti terlihat pada gambar berikut.
Some kind of the nuclear reactor
waste is radioactive material. This
waste produce deadly nuclear
radiation that damage living cells.
Some kind of radioactive waste can
last for thousand years. So, nuclear
reactor waste placed in shielded box
must be buried underground.
Overcoming nuclear waste, people
must wear suit like you have seen this
picture.
Information for You
Sumber: Physics for Scientist and Engineers, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 278
bahan bakar dan batan, kendali terletak di dalam suatu tempat van,
dinamakan teras reaktor. Komponen-komponen tersebut ditunjukkan pada
Cambar 10.26.
llemen-elemen bahan bakar reaktor nuklir berbentuk batan,-batan,
tipis. Bahan bakar van, dipakai pada umumnva adalah unsur-unsur van,
memiliki sifat dapat bereaksi secara fisi, misalnva
235
92
U,
23o
92
U, dan
239
91
Pu .
Moderator berfun,si untuk memperlambat kelajuan neutron-neutron
van, dibebaskan selama proses pembelahan inti (fisi) berlan,sun,.
Men,apa laju neutron harus diperlambat' Sebuah inti
235
92
U akan lebih
mudah menan,kap neutron lambat daripada menan,kap neutron cepat.
Akan tetapi, neutron-neutron van, dipancarkan selama proses reaksi fisi
berlan,sun, ber,erak den,an kelajuan tin,,i. leh karena itu, diperlukan
moderator. Moderator van, palin, umum di,unakan adalah air berat
(D
2
). Salah satu keun,,ulan moderator air berat adalah dapat berfun,si
seba,ai pendin,in teras reaktor.
Ketika sebuah neutron berener,i tin,,i keluar dari sebuah elemen bahan
bakar, neutron tersebut memasuki air dan bertumbukan den,an molekul-
molekul air. Neutron cepat akan kehilan,an seba,ian ener,inva selama
menumbuk atom-atom air sehin,,a laju neutron tersebut menjadi lambat.
Batan, kendali berfun,si untuk menverap kelebihan neutron van,
dihasilkan dari reaksi pembelahan inti (fisi) sehin,,a reaksi fisi berantai
van, terjadi di dalam reaktor dapat dikendalikan. Batan, kendali biasanva
terbuat dari kadmium atau boron.
Batan, kendali menja,a a,ar setiap pembelahan inti hanva
men,hasilkan satu pembelahan tambahan saja. Jika neutron-neutron dari
tiap pembelahan men,hasilkan pembelahan tambahan van, lebih besar
dari satu pembelahan, batan, kendali akan ditekan masuk ke dalam
reaktor sehin,,a kelebihan neutron hasil reaksi diserap oleh batan,
kendali. Sebaliknva, jika neutron-neutron dari tiap pembelahan,
men,hasilkan pembelahan tambahan van, lebih kecil dari satu
pembelahan, batan, kendali seba,ian ditarik menjauhi teras reaktor
sehin,,a neutron van, diserap lebih sedikit.
lnti atom hasil pembelahan dapat men,hasilkan radiasi. A,ar para
pekerja di sekitar reaktor dapat bertu,as den,an aman dari radiasi ini,
dibuat perisai beton untuk menahan radiasi van, dihasilkan selama proses
reaksi fisi berlan,sun,.
lner,i van, dihasilkan pada proses reaksi fisi berupa panas. Sistem
Gambar 10.26
Komponen-komponen dasar
sebuah reaktor atom: (1) teras
reaktor; (2) elemen bahan bakar;
(3) moderator; (4) batang kendali;
(5) shielding; (6) pendingin.
aliran panas
aliran dingin
uap ke turbin
air dingin
pompa
(1) (2)
(4)
(5)
(3)
(6)
Sebuah reaktor nuklir tidak dapat
meledak seperti bom atom. Akan
tetapi, suatu kecelakaan pada pusat
tenaga nuklir dapat menimbulkan
akibat yang merusak sejumlah besar
wilayah sekitarnya. Pada 1986, terjadi
kecelakaan nuklir terbesar di pusat
tenaga nuklir Chernobyl di Ukraina.
Kecelakaan ini melepaskan zat
radioaktif ke dalam atmosfer dan
mengakibatkan gangguan kesehatan
yang hebat pada penduduk di sekitar
Chernobyl. Penduduk di Eropa pun
mendapatkan dampak yang tidak
kecil.
A nuclear reactor can not explode like
atom bomb. But, an accident in centre
of the nuclear power can cause a
large destruction. In 1986, the biggest
nuclear accident happened in the
Chernobyl nuclear power plant,
Ukraine. This accident released
radioactive material to the
atmosphere and caused severe health
disorder to civilians near by some
European also got the serious effect.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Sumber: Physics for O Level, 1990
Fisika Inti dan Radioaktivitas 279
pemindahan panas mutlak diperlukan pada suatu reaktor nuklir. Hal
tersebut bertujuan memindahkan panas van, dihasilkan reaksi fisi dari
moderator (pendin,in primer) ke pendin,in sekunder. Pemindahan panas
ini san,at pentin, karena pendin,in primer biasanva merupakan suatu
ran,kaian tertutup. Pendin,in dikembalikan la,i ke reaktor setelah panas
van, dibawanva dari teras reaktor dipindahkan ke pendin,in sekunder.
Berdasarkan ke,unaannva, reaktor nuklir dapat dibedakan menjadi
a. Reaktor Dava
Reaktor dava adalah reaktor van, dapat men,hasilkan tena,a listrik.
Reaktor dava pada umumnva merupakan reaktor komersial. Misalnva,
dimanfaatkan untuk Pl1N (Pemban,kit listrik 1ena,a Nuklir).
b. Reaktor Produksi lsotop
Reaktor produksi isotop adalah reaktor van, men,hasilkan radioisotop
van, b