Anda di halaman 1dari 13

Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194

H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan
perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta
lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal menyediakan berbagai
alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti : menabung di bank,
membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal bertindak
sebagai penghubung. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor
dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui
jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal
(Bruce Lliyd, 1976), adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang
dengan kriteria pasarnya secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi
secara keseluruhan.
Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar
modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau
sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal
(investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan
usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, kedua pasar modal menjadi sarana
bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi,
reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang
dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument.
II. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari pra listing?
2. Apakah Persyaratan Untuk Listing di Pasar Modal
3. Bagaimanakah Proses go public ?



Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

BAB II
PEMBAHASAN
I. Pengertian Pra-Listing
Pencatatan (Listing) adalah pencantuman suatu Efek dalam daftar Efek yang tercatat di
Bursa sehingga dapat diperdagangkan di Bursa. Dalam yourdictionary.com disebutkan
bahwa definisi listing adalah in securities, the action of having a corporations securities
registered and traded on a particular exchange. Artinya di bidang sekuritas, listing
merupakan tindakan mendaftarkan dan memperdagangkan saham sebuah perusahaan di
bursa saham tertentu.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa listing adalah pencatatan saham
dari sebuah perusahaan dalam daftar yang dibuat oleh sebuah bursa saham, dengan
demikian saham tersebut dapat diperjualbelikan
Pencatatan pendahuluan (pre-listing) dilakukan pada saat calon emiten sedang dalam
proses go public. Bursa dan calon emiten akan menandatangani perjanjian pendahuluan
sebagai tanda persetujuan prinsip atas pencatatan saham.
Fase sebelum listing di mulai pada saat perusahaan ingin melakukan go publik, dan
proses go publik itu sendiri sudah mengharuskan emiten terbuka. Keterbukaan masa
sebelum listing umumnya tercermin dari prospektusnya.
Pra pencatatan yang berasal dari pelaksanaan Waran obligasi konversi, ESOP/MSOP,
hak memesan efek terlebih dahulu wajib dilakukan secara pra-pencatatan. Pra-Pencatatan
sebagaimana dimaksud adalah persetujuan atas rencana pencatatan yang diberikan Bursa
sebelum saham atas pelaksanaan Efek diterbitkan. Saham tersebut efektif dicatatkan dan
diperdagangkan di Bursa setelah dilakukan penerbitan saham baru.
Bursa mencatatkan secara pre-listing saham-saham yang berasal dari pelaksanaan
konversi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, waran, obligasi konversi, dan Efek Bersifat
Ekuitas Selain Saham lainnya


Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

II. Persyaratan Untuk Listing di Pasar Modal
Untuk dapat listing di pasar modal perseroan harus melakukan berbagai tahap yang
telah ditentukan oleh UUPM dan Peraturan Bapepam-Lembaga Keuangan. Namun sebelum
sampai ke tahap listing perseroan harus terlebih dahulu membuat persiapan untuk go
public. Kata go public juga sering disebut dengan istilah penawaran umum, yakni suatu
kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh emitenuntuk menjual
saham atau efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM serta
peraturan pelaksananya.
Persyaratan Pencatatan Saham adalah sebagai berikut:
1. Badan hukum Calon Perusahaan Tercatat berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
2. Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan ke Bapepam dan LK telah menjadi efektif.
3. Memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jajaran anggota Dewan
Komisaris, memiliki Direktur tidak terafiliasi, memiliki Komite Audit atau menyampaikan
pernyataan untuk membentuk Komite Audit paling lambat 6 bulan setelah tercatat,
memiliki Sekretaris Perusahaan.
4. Nilai nominal saham sekurang-kurangnya Rp100.
5. Calon Perusahaan Tercatat tidak sedang dalam sengketa hukum yang diperkirakan
dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan.
6. Bidang usaha baik langsung atau tidak langsung tidak dilarang oleh Undang-Undang
yang berlaku di Indonesia.
7. Khusus calon Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam industri pabrikan, memiliki
sertifikat AMDAL dan tidak dalam masalah pencemaran lingkungan dan calon
Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam industri kehutanan harus memiliki
sertifikat ecolabelling (ramah lingkungan).
8. Persyaratan pencatatan awal yang berkaitan dengan hal finansial didasarkan pada
laporan keuangan Auditan terakhir sebelum mengajukan permohonan pencatatan.
Dalam penawaran umum, perusahaan akan menjual sahamnya di pasar modal. Hal ini
sebagaimana telah diatur dalam UUPM Pasal 1 angka 13 yang menyebutkan bahwa pasar
modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek,

Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya serta lembaga dan
profesi yang berkaitan dengan efek. Untuk tercapainya penyelenggaraan perdagangan efek
tersebut secara teratur, wajar dan efisien maka apa yang dinamakan dengan bursa efek.
a. Syarat-syarat go public
Mengenai pelaksanaan go public UUPM menetapkan bahwa hal ini hanya dapat
dilakukan oleh emiten yang telah menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada
Bapepam untuk menawarkan atau menjual efek kepada masyarakat dan pernyataan
pendaftaran tersebut telah dinyatakan efektif. Syarat-syarat bagi perusahaan yang
akan melakukan go public adalah:
a. Emiten berkedudukan di Indonesia;
b. Pemegang saham minimal 300 orang;
c. Modal disetor penuh sekurang-kurangnya 3 Milyar Rupiah;
d. Setelah diaudit, selama dua tahun buku terakhir berturut-turut memperoleh
laba;
e. Laporan keuangan telah diperiksa akuntan publik untuk dua tahun terakhir
berturut-turut dengan pernyataan wajar tanpa pengecualian untuk tahun
terakhir;
f. Untuk perbankan harus memenuhi kriteria sebagai bank sehat dan memenuhi
kecukupan modal sesuai ketentuan Bank Indonesia;

III. Proses go public
Bagi suatu perusahaan yang berencana untuk melakukan go public, terdapat
hal-hal yang harus dipersiapkan dan diperhatikan. Hal ini penting karena
pelaksanaan go public, ini berhubungan dengan kepemilikan, sehingga rencana ini
harus dimintakan persetujuan dari para pemegang saham lama dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (selanjutnya disebit RUPS), apakah mereka menyetujui jika
persentase kepemilikan mereka berkurang karena diserahkan kepada investor baru.
Dalam hal meminta persetujuan, direksi harus mengadakan pemanggilan terhadap
pemegang saham dan mengumumkannya di harian surat kabar. Pada waktu RUPS
Notaris sebagai pejabat yang sah menghadiri RUPS tersebut dan membuat berita
acara mengenai jalannya RUPS dan membuat aktanya. Dalam RUPS tersebut apabila

Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

rencana ini disetujui, maka perusahaan perlu mencari lembaga penunjang dan
profesi penunjang yang akan membantu dalam mempersiapkan kelengkapan
dokumen yang dibutuhkan oleh emisi. Lembaga penunjang disini meliputi wali
amanat, biro administrasi efek, penanggung, dan kustodian.
Untuk profesi penunjang yang dibutuhkan adalah akuntan publik, konsultan
hukum, penilai (appraisal), Notaris dan profesi lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam hal menetapkan profesi penunjang pasar modal, perseroan terbatas tertutup
yang akan go public harus memilih profesi penunjang yang telah terdaftar di pasar
modal. Di samping itu juga ada penjamin emisi (underwriter) yang akan menjamin
dan membantu proses emisi. Dalam proses penawaran umum ini, dengan bantuan
lembaga dan profesi penunjang, emiten akan mempersiapkan kelengkapan
dokumenyang dibutuhkan dalam emisi. Setelah semuanya selesai, maka perusahaan
dapat melakukan kontrak pendahuluan dengan bursa efek untuk pencatatan saham
yang nantinya akan diperdagangkan di pasar sekunder.
Untuk memasarkan saham yang akan dilakukan dalam penawaran umum,
sebelumnya perusahaan harus terlebih dahulu mengajukan pernyataan pendaftaran
go public kepada Bapepam. Kemudian Bapepam akan menanggapai dalam waktu 45
(empat puluh lima) hari. Apabila dalam jangka waktu tersebut tidak ada tanggapan
yang disampaikan oleh Bapepam maka pendaftaran dinyatakan efektif.
Berkaitan dengan kewajiban menyampaikan pernyataan pendaftaran telah diatur
dalam Pasal 70 angka 1 yang menyebutkan bahwa yang dapat melakukan
penawaran umum hanyalah emiten yang telah menyampaikan pernyataan
pendaftaran kepada Bapepam untuk menawarkan atau menjual efek kepada
masyarakat dan pernyataan pendaftaran tersebut telah efektif.
Mengenai masa penyampaian pernyataan pendaftaran sampai dinyatakan efektif
oleh Bapepam, adalah melalui tiga proses yang dengan adanya proses ini diharapkan
dapat memberikan informasi yang cukup dan akurat mengenai fakta materiil
perusahaan.
Proses tersebut antara lain meliputi:
a. Tahap Pra-Emisi

Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

1. Perusahaan melakukan kajian mendalam (due diligence) terhadap keadaan
keuangan, aset, kewajiban kepada pihak lain dan kewajiban pihak lain terhadap
perusahaan dan rencana penghimpunan dana. Dari kajian ini akan terlihat terhadap
hal-hal apa saja perusahaan perlu melakukan restrukturisasi misalnya permodalan,
keuangan, aser, organisasi atau posisi-posisi tertentu dijajaran eksekutif dan
komisaris perusahaan. Dari legal audit bisa diketahui tentang jumlah dan status aset
yang dimiliki perusahaan, utang perusahaan kepada pihak lain, piutang pihak lain
terhadap perusahaan yang belum terselesaikan. Kajian mendalam (due diligence)
akan menghasilkan sejumlah rekomendasi tindakan yang harus dilakukan
perusahaan dalam rangka memenuhi persyaratan melakukan penawaran umum.
2. Perusahaan menyusun rencana penawaran umum yang harus mendapatkan
persetujuan dari RUPS. Keputusan RUPS itu akan menjadi landasan hukum untuk
melakukan penawaran umum. RUPS juga akan memutuskan perubahan Anggaran
Dasar (AD) perusahaan.
3. Perusahaan menentukan penjamin emisi (underwriter), profesi penunjang, dan
lembaga penunjang untuk penawaran umum
Tahap ini dibagi dua: tahap persiapan internal perusahaan dan tahap proses di
BAPEPAM.
Persiapan Internal Perusahaan. Menurut Isandar Z. Alwi, hal-hal yang dilakukan
dalam tahap ini antara lain adalah:
1. Manajemen perusahaan harus membuat dan memutuskan rencana untuk
memperoleh dana melalui publik.
2. Rencana ini harus diajukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) dan
harus disetujui oleh RUPS tersebut.
3. Perusahaan yang bersangkutan harus melibatkan lembaga-lembaga pendukung
pasar modal untuk membantu mereka dalam penyediaan dokumen-dokumen
yang dibutuhkan, seperti penjamin emisi (underwriter) dan lembaga profesi.
Adapun lembaga profesi yang dimaksud antara lain adalah kantor akuntan
publik, notaris, konsultan hukum dan perusahaan penilai (appraisal company);
4. Perusahaan mempersiapkan semua dokumen dalam rangka rencana penwaran
umum.
5. Perusahaan melakukan konfirmasi dengan agen penjual oleh penjamin emisi.

Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

6. Perusahaan mempersiapkan kontrak awal dengan bursa efek.
7. Perusahaan menandatangani perjanjian-perjanjian yang berhubungan dengan
rencana panawaran umum.
8. Perusahaan melakukan pengumuman kepada publik (public exposure).
9. Perusahaan mengirimkan pernyataan registrasi dan dokumen-dokumen
pendukung lainnya ke Bapepam
Registrasi di Bapepam
Adapun hal-hal yang harus dilakukan pada tahap ini antara lain adalah:
1. Perusahaan menyampaikan pernyataan pendaftaran dengan memenuhi semua
persyaratan yang terkait dengan penawaran umum.
2. Setelah menerima dokumen pendaftaran atau prospektus awal (empat rangkap),
Bapepam melakukan penelaahan atas kelengkapan dokumen tersebut, khususnya
menyangkut aspek hukum, keuangan dan aspek keterbukaan lainnya. Kemudian,
Bapepam akan memberikan tanggapan atas dokumen pendaftaran tersebut dalam
waktu 45 hari. Apabila Bapepam tidak memberikan tanggapan atau jawaban pada
waktu tersebut, pernyataan pendaftaran akan efektif secara otomatis;
3. Setelah Bapepam memberikan pernyataan ekfetif atas pendaftaran tersebut,
perusahaan dapat mempersiapkan langkah-langkah penawaran lebih lanjut dengan
menyusun jadwal penawaran umum.
b. Tahap Emisi
1. Penawaran oleh sindikasi penjamin emisi dan agen penjual di pasar primer
2. Penjatahan kepada pemodal oleh sindikasi penjamin emisi dan emiten di pasar
primer
3. Penyerahan efek kepada pemodal di pasar primer
4. Emiten mencatatkan efeknya di pasar sekunder (di bursa)
5. Perdagangan efek di pasar sekunder (di bursa)

c. Tahap setelah Emisi
Sesudah proses emisi, emiten berkewajiban untuk menyampaikan informasi yaitu :
1. Laporan berkala, misalnya laporan tahunan dan laporan tengah tahunan
(continuous disclosure)

Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

2. Laporan kejadian penting dan relevan, misalnya akuisisi, pergantian direksi (timely
disclosure)

SEBELUM EMISI EMISI SESUDAH
EMISI
INTERN
PERUSAHAAN
BAPEPAM PASAR
PERDANA
PASAR
SEKUNDER
PELAPO
RAN
Rencana Go Public
RUPS
Penunjukkan :
Underwriter
Profesi Penunjang
Lembaga
Penunjang
Mempersiapkan
dokumen-
dokumen
Konfirmasi sebagai
Agen Penjual oleh
Penjamin
Kontrak
Pendahuluan
dengan Brrsa Efek
Penandatanganan
Perjanjian-
perjanjian
Public Expose
Pernyataan
Pendaftaran
Ekspose
Terbatgas di
Bapepam
Tanggapan
atas :
kelengkapan
dokumen
Kekcukupan
dan kejelasan
informasi
Keterbukaan
Komentar
tertulis dalam
waktu 45 hari
Pernyataan
pendaftaran
dinyatakan
efek.
Penawaran
umum
Penjatahan
kepada
pemodal
oleh
sindikasi
penjamin
emisi dan
emiten.
Distribusi
efek kepada
pemodal
secara
elektronikl
Emiten
Mencatatkan
sahamnya di
Bursa Efek
Perdagangan
di Bursa Efek
Laporan
Berkala,
misalnya
Laporan
tahunan dan
laploran tengah
tahunan
Laporan
Kejadian
Penting dan
Relevan,
misalnya
akuisisi
maupun
penggantian
manajemen.

Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

Adapun akta-akta yang dibuat oleh notaris sebagai profesi penunjang pasar modal
dalam proses go public/penawaran umum saham sebelum perusahaan listing di pasar modal
antara lain meliputi :
a. Pembuatan akta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) persetujuan
untuk Initial Public Offering (IPO)
b. Membuat perubahan anggaran dasar
c. Membuat akta-akta perjanjian berkaitan dengan penawaran umum tersebut
d. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham
Isi dari perjanjian ini biasanya antara lain adalah :
1. Penunjukan
2. Tugas dan kewajiban emiten pada pasar perdana
3. Tugas dan kewajiban Biro Administrasi Efek pada pasar perdana
4. Laporan-laporan pada pasar perdana
5. Biaya dan cara pembayaran pada pasar perdana
6. Tugas dan kewajiban BAE pada pasar sekunder
7. Tugas dan kewajiban emiten pada pasar sekunder
8. laporan-laporan pada pasar sekunder
9. Biaya dan pembayaran pada pasar sekunder
e. Perjanjian Penjaminan Emisi Efek
Isi dari perjanjian ini antara lain meliputi :
1. Tentang penawaran umum
2. Tentang penjaminan emisi
3. Tentang pernyataan pendaftaran menjadi efektif
4. Tentang jadwal waktu
5. Penyebaran prospektus, formulir pemesanan, pembelian saham dan prospektus
ringkas
6. Pelaksanaan penawaran umum
7. Penerimaan dan sistem penjatahan
8. Pembayaran
9. Pengembalian uang
10. Imbalan jasa
11. Undertaking dan waransi dari emiten

Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

12. Undertaking dan waransi dari para penjamin emisi
13. Hukum yang berlaku
14. Pengadilan yang berwenang
15. Alamat pemberitahuan
f. Perubahan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek
Perubahan ini dilakukan untuk mengakomodir hal-hal yang belum cukup diatur dalam
perjanjian emisi efek. Beberapa contoh perubahan dimaksud antara lain meliputi
perubahan mengenai harga saham perdana yang akan dijual, jadwal waktu emisi,
pembentukan sindikasi dari para penjamin pelaksana emisi efek.
g. Perjanjian Pengadaan Barang Cetakan
Perjanjian ini dilakukan emiten dengan pihak BAE sebagai salah satu pelaku dalam
kegiatan di pasar modal, dan diatur dalam Pasal 48 UUPM. Biro ini menangani
pencatatan dan administrasi saham yang telah dicatatkan di bursa, antara lain
mengenai pemeliharaan daftar pemegang saham emiten termasuk setiap pencatatan
pemindahan hak atas saham. Isi perjanjian ini antara lain :
4. Jenis dan jumlah barang
5. Persyaratan teknis
6. Harga penawaran
7. cara pembayaran
8. Jaminan keamanan
9. denda
10. Pengiriman barang

g. Ketentuan Umum Pencatatan
Beberapa ketentuan umum pencatatan saham adalah sebagai berikut :
1. Efek ekuitas yang dicatatkan di bursa meliputi saham, hak memesan efek terlebih
dahulu , waran, dan turunan lainnya.
2. Perusahaan wajib mencatatkan seluruh saham (company listing).
3. Pencatatan saham yang berasal dari right, waran, obligasi konvertibel, dan lain-lain
wajib dilakukan secara pra-pencatatan.
4. Setiap efek yang bersifat ekuitas selain saham yang tercatat di bursa harus
memberikan hak kepada pemegangnya untuk memperoleh satu saham.

Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|

5. Perusahaan tercatat dilarang melakukan stock split atau reverse stock sekurang-
kurangnya 12 bulan sejak saham diperdagangkan di bursa.
6. Perusahaan tercatat dilarang melakukan stock split atau reverse stock sekurang-
kurangnya 12 bulan sejak tanggal perubahan nilai nominal terakhir.

PERSYARATAN PENCATATAN













Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|



BAB III
PENUTUP

I. Kesimpulan
Pencatatan pendahuluan (pre-listing) dilakukan pada saat calon emiten sedang dalam
proses go public. Bursa dan calon emiten akan menandatangani perjanjian pendahuluan
sebagai tanda persetujuan prinsip atas pencatatan saham.
Fase sebelum listing di mulai pada saat perusahaan ingin melakukan go publik, dan
proses go publik itu sendiri sudah mengharuskan emiten terbuka. Keterbukaan masa
sebelum listing umumnya tercermin dari prospektusnya.
Pra pencatatan yang berasal dari pelaksanaan Waran obligasi konversi, ESOP/MSOP,
hak memesan efek terlebih dahulu wajib dilakukan secara pra-pencatatan. Pra-Pencatatan
sebagaimana dimaksud adalah persetujuan atas rencana pencatatan yang diberikan Bursa
sebelum saham atas pelaksanaan Efek diterbitkan. Saham tersebut efektif dicatatkan dan
diperdagangkan di Bursa setelah dilakukan penerbitan saham baru.
Bursa mencatatkan secara pre-listing saham-saham yang berasal dari pelaksanaan
konversi HakMemesan Efek Terlebih Dahulu, waran, obligasi konversi, dan Efek Bersifat
Ekuitas Selain Saham lainnya

II. Saran
1. Sebaiknya proses pendaftaan saham dilakukan dengan cara yang lebih sederhana
dan ringkas dengan biaya ringan sehingga semakin besar peluang masyarakat
untuk berinvestasi dipasar modal.
2. Dalam setiap prosesnya agar memberikan kejelasan batas-batas setiap proses
antara pralisting, listing, srta pasca listing.


Tri Rahmi Khairunnisa || 1109112194
H
u
k
u
m

P
a
s
a
r

M
o
d
a
l


|
|