Anda di halaman 1dari 5

Tentang Tablet

Contributed by dPrince Of Smart


Monday, 08 December 2008
Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode
pembuatan, dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. Tablet kempa dibuat dengan memberikan
tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja. Tablet berbentuk kapsul umumnya disebut kaplet.
Bolus adalah tablet besar yang digunakan untuk obat hewan, umumnya untuk hewan besar. Tablet cetak dibuat dengan
cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah ke dalam lubang cetakan. Tablet triturat merupakan tablet
cetak atau kempa berbentuk kecil, umumnya silindris, digunakan untuk memberikan jumlah terukur yang tepat untuk
peracikan obat. Jenis tablet ini sekarang sudah jarang digunakan. Tablet hipodermik adalah tablet cetak yang dibuat dari
bahan yang mudah melarut atau melarut sempurna dalam air, dulu umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi
hipodermik. Diberikan secara oral atau jika diperlukan ketersediaan obat yang cepat seperti halnya pada tablet
Nitrogliserin, diberikan secara sublingual. Tablet bukal digunakan dengan cara meletakan tablet diantara pipi dan gusi
dan tablet sublingual digunakan dengan cara meletakkan tablet di bawah lidah, sehingga zat aktif diserap secara
langsung melalui mukosa mulut. Tablet effervesen yang larut, dibuat dengan cara kempa; selain zat aktif, juga
mengandung campuran asam (asam sitrat, asam tartrat) dan natrium bikarbonat, yang dilarutkan dalam air akan
menghasilkan karbondioksida. Tablet dilarutkan atau didispersikan dalam air sebelum pemberian.
Komposisi Tablet
Zat Aktif
Secara luas obat atau bahan aktif yang diberikan secara oral dalam bentuk tablet dikelompokkan menjadi :
a. Zat Aktif Tidak Larut Air (Insoluble Drugs)
Zat ini cenderung digunakan untuk memberikan efek lokal pada saluran pencernaan (seperti antasida dan adsorben).
Oleh karena zat tidak larut air umumnya dipengaruhi oleh fenomena permukaan, maka jika bekerja menggunakan zat ini,
sangatlah penting memperhatikan kemampuan redispersi bahan obat dari sediaan menghasilkan ukuran partikel yang
halus dan luas permukaan yang tinggi. Dengan demikian efek formulasi, granulasi, dan pencetakan terhadap sifat
permukaan dari bahan dan kemampuan memperbaiki sifat bahan dalam saluran cerna dengan sifat permukaan optimum
merupakan faktor kritis.
b. Zat Aktif Larut Air (Soluble Drugs)
Zat ini cenderung digunakan untuk memberikan efek sistemik dengan terdisolusi dan terabsorpsi pada usus. Dalam hal
obat diharapkan dengan memberikan efek sistemik, rancangan bentuk sediaan harus cepat terdisintegrasi dan terlarut.
Kemampuan ini dapat menjadi faktor kritis atau tidak, bergantung pada kemampuan terlarutnya di daerah saluran cerna
tempat bahan tersebut diabsorpsi.
Eksipien (Bahan Pembantu)
Eksipien adalah zat yang bersifat inert secara farmakologi yang digunakan sebagai zat pembantu dalam formulasi tablet
untuk memperbaiki sifat zat aktif, membentuk tablet dan mempermudah teknologi pembuatan tablet. Eksipien harus
memiliki kriteria sebagai berikut : tidak toksik (memenuhi persyaratan peraturan di setiap negara), tersedia secara
komersial dengan mutu yang dapat diterima oleh semua negara tempat produk tersebut dikembangkan, harga relatif
murah, tidak kontraindikasi dalam suatu golongan populasi, inert secara fisiologis, stabil secara fisika dan kimia baik
tersendiri maupun dalam kombinasi dengan zat aktif, bebas dari kandungan bakteri patogen, kompatibel dengan zat
warna dan bahan lainnya, dan tidak membawa pengaruh yang buruk terhadap ketersediaan hayati dari zat aktif dalam
sediaan. Eksipien berdasarkan fungsinya dapat digolongkan menjadi :
a. Pengisi (Diluent)
Pengisi adalah zat yang ditambahkan untuk menyesuaikan bobot dan ukuran tablet jika dosis zat aktif tidak cukup untuk
membuat massa tablet, memperbaiki daya kohesi sehingga tablet dapat dikempa dengan baik, serta mengatasi masalah
kelembaban yang mempengaruhi kestabilan zat aktif. Sedangkan pada tablet khusus seperti tablet kunyah, pengisi
dapat berguna untuk memberikan rasa yang lebih baik. Bahan pengisi harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut
: tidak bersifat toksik dan memenuhi peraturan dari negara tempat produk akan dipasarkan, tersedia dalam jumlah yang
cukup di negara tempat produk itu dibuat, harganya cukup murah, tidak boleh memiliki sifat yang paling berlawanan,
inert atau netral, stabil secara fisik dan kimia dalam kombinasi dengan komponen tablet lain, bebas mikroba, tidak
mengganggu warna dan ketersediaan hayati zat aktif. Beberapa senyawa yang dapat digunakan sebagai pengisi antara
lain : laktosa USP, laktosa USP anhidrat, laktosa USP spray dried, amilum untuk kempa langsung, amilum terhidrolisis,
manitol USP, sorbitol, serbuk sukrosa USP, mikrokristalin selulosa NF (Avicel), kalsium sulfat dihidrat NF, dekstrosa,
Emdex dan Celutab. b. Pengikat dan Perekat (Binders and Adhesives)
Pengikat atau perekat adalah zat yang digunakan untuk menaikkan kekompakkan atau sifat kohesif dari serbuk
sehingga dapat membentuk granul. Beberapa senyawa yang dapat digunakan sebagai pengikat atau perekat antara lain
: polimer alam, contohnya amilum, gom (akasia, tragakan), sorbitol, glukosa, gelatin dan natrium alginat; polimer sintetik,
contohnya derivat selulosa seperti metil selulosa, karboksil metil selulosa (CMC), etil selulosa (Ethocel) poli metakrilat,
polivinil pirolidon (PVP).c. Penghancur (Disintegran)
Penghancur atau disintegran adalah zat yang digunakan untuk memudahkan hancurnya tablet dalam cairan saluran
cerna. Penghancur memiliki lima mekanisme sebagai berikut :
- Penguatan efek kapiler, yaitu dengan mempertahankan struktur pori tablet kempa dan menunjukkan tegangan
dPrince Of Smart || Website Online
http://bumikupijak.com Powered by Joomla! Generated: 28 February, 2010, 02:09
permukaan yang rendah terhadap cairan, yang menyebabkan terjadinya penetrasi air yang cepat melalui pori tersebut.
- Penarikan air ke dalam tablet, yang menyebabkan tablet mengembang dan kemudian pecah menjadi fragmen-fragmen
yang sangat menentukan kelarutan selanjutnya sehingga dapat tercapai ketersediaan hayati yang diharapkan.
- Pelepasan gas (terutama CO2), yang dapat merusak struktur tablet. Mekanisme penghancur seperti ini sering ditemui
dalam tablet effervesen.
- Pelelehan pada suhu tubuh.
- Perusakan pengikat oleh reaksi enzimatikPenghancur dapat ditambahkan sebelum granulasi (intragranular) atau saat
tahap lubrikasi (ekstragranular). Penambahan secara ekstragranular bertujuan agar terjadi mekanisme penghancuran
yang lebih cepat, sedangkan penambahan secara intragranular dapat menyebabkan dispersi partikel menjadi lebih
halus. Kombinasi dari kedua cara penambahan tersebut akan memberikan hasil yang lebih baik. Beberapa senyawa
yang dapat digunakan sebagai penghancur antara lain : amilum dan derivatnya, selulosa dan derivatnya, alginat, PVP,
Gum (agar, guar, karaya, pektin, tragakan), Povidone XL, dan campuran effervesen.
d. Pelincir (Lubrikan)
i. Lubrikan Murni
Lubrikan murni adalah zat yang digunakan untuk mengurangi gesekan antara granul dengan dinding cetakan selama
pengempaan dan pengeluaran tablet. Lubrikan dapat bekerja dengan dua mekanisme, yaitu fluid lubrication dan
boundary lubrication. Fluid lubrication bekerja dengan memisahkan kedua permukaan granul dan dinding. Sedangkan
boundary lubrication bekerja karena adanya penempelan dari bagian molekular yang mempunyai rantai karbon panjang,
ke permukaan logam dari dinding cetakan. Karena penampilannya lebih kuat, maka mekanisme ini lebih baik jika
dibandingkan dengan fluid lubrication. Secara umum, lubrikan berukuran 200 mesh atau lebih halus, dan dapat melewati
saringan 100 mesh (dari nilon) sebelum ditambahkan pada tahap granulasi. Tipe atau jenis lubrikan yang digunakan
tergantung dari alat pengempa, tablet yang akan dibuat, sifat penghancur, dan disolusi yang diinginkan, pertimbangan
kompatibilitas dengan zat aktif, serta biaya. Berdasarkan kelarutannya dalam air, lubrikan dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
- Lubrikan larut air
Lubrikan ini umumnya hanya digunakan jika tablet harus sangat larut air (misalnza tablet effervesen) dan tergantung dari
karakteristik disolusi yang diinginkan. Beberapa contoh senyawa yang dapat digolongkan sebagai lubrikan larut air
antara lain : natrium benzoat, natrium asetat, natrium klorida, natrium oleat, natrium lauril sulfat, magnesium lauril sulfat,
asam borat, Karbowax 4000, Karbowax 6000, polietilenglikol.- Lubrikan tidak larut air
Lubrikan ini lebih efektif daripada yang larut air dan digunakan pada konsentrasi yang lebih rendah. Beberapa contoh
senyawa yang dapat digolongkan sebagai lubrikan tidak larut air antara lain : magnesium stearat, kalsium stearat,
natrium stearat, asam stearat, Sterotex, talk, lilin, Stearowet.
ii. Anti Lengket (Antiadheren)
Antiadheren adalah zat yang digunakan untuk mencegah menempelnya massa tablet pada punch dan untuk mengurangi
penempelan pada dinding cetakan. Bahan ini sangat diperlukan untuk zat-zat yang mudah menempel, seperti vitamin E.
Beberapa contoh senyawa yang dapat digolongkan sebagai antiadheren antara lain : talk, pati jagung, Cab-O-Sil, DL-
Leucin, natrium lauril sulfat.
iii. Perbaikan Aliran (Glidan)
Glidan adalah zat yang digunakan untuk memperbaiki aliran granul dari hopper ke feeder dan ke lubang cetakan.
Beberapa mekanisme kerja glidan, yaitu : dispersi muatan elektrostatik pada permukaan granul, distribusi glidan selama
granulasi, adsorpsi gas pada glidan yang berlawanan dengan granulasi, meminimalkan gaya van der Waals dengan
pemisahan granul, mengurangi friksi antar partikel dan mengurangi permukaan kasar granul dengan penempelan glidan
selama granulasi. Beberapa contoh senyawa yang dapat digolongkan sebagai glidan antara lain : talk, pati jagung, Cab-
O-Sil, siloid, aerosol.e. Pembasah (Surfaktan)
Beberapa zat berkhasiat memiliki sifat hidrofob, yaitu sifat yang susah untuk dibasahi. Zat berkhasiat yang demikian
akan menimbulkan masalah dalam waktu hancurnya, oleh karena itu diperlukan suatu zat pembasah. Zat pembasah
membantu mempercepat penetrasi cairan ke dalam tablet sehingga dapat terjadi kontak antara bahan cairan dengan zat
penghancur yang lebih cepat.
f. Penyerap Cairan (Adsorben)
Adsorben adalah zat yang digunakan untuk menyerap sejumlah besar cairan seperti minyak, ekstrak cair, dan lelehan
eutektik yang dapat terinkoporasi dalam tablet tanpa perubahan zat tersebut menjadi basah. Beberapa contoh zat yang
dapat digolongkan menjadi adsorben antara lain : Cab-O-Sil, siloid, aerosol, tanah liat, bentonit, kaolin, magnesium
silikat, magnesium karbonat, magnesium oksida, trikalsium fosfat, amilum.
g. Zat Tambahan (Adjuvan)
Adjuvan adalah zat tambahan dalam formula sediaan obat yang ditambahkan dalam jumlah kecil untuk maksud
pemberian warna, penawar bau, rasa dan juga untuk meningkatkan ketersediaan hayati suatu obat, sehingga sediaan
Farmasi yang dibuat dapat memenuhi syarat dan mampu memberikan efek terapeutik yang diharapkan.
Metode Pembuatan Tablet
Pada umumnya tablet kempa dibuat dengan mengempa massa kempa yang mengalir dari corong ke kisi pengisi lalu ke
lubang kempa menjadi massa kompak dan padat. Tablet dibuat sesuai bentuk dan ukuran pons dan lubang kempa lalu
dikempa menghasilkan massa rengat dan kompak dengan bentuk tertentu. Unit tablet dalam satu batch harus
mempunyai keseragaman bobot, keseragaman kandungan, serta kadar zat aktif yang harus memenuhi syarat.
Ketentuan lain yang juga penting dari massa tablet yaitu massa tablet harus homogen dan massa kempa harus mengalir
lancar ke lubang kempa.
dPrince Of Smart || Website Online
http://bumikupijak.com Powered by Joomla! Generated: 28 February, 2010, 02:09
Massa kempa adalah massa tablet yang terdiri dari campuran fase dalam dan fase luar yang telah diproses untuk siap
dikempa menjadi tablet. Fase dalam adalah massa utama tablet yang terdiri dari campuran zat aktif dan eksipien yang
diproses menjadi granul secara basah atau kering atau tergantung pembuatan, dapat pula merupakan campuran serbuk
zat aktif dan eksipien. Fase luar adalah campuran beberapa eksipien saja, yaitu penghancur luar, glidan, dan lubrikan
yang ditambahkan ke fase dalam untuk memudahkan pengempaan tablet dan untuk menunjang mutu tablet yang
memenuhi syarat. Massa kempa yang baik memiliki sifat-sifat :
- Memiliki aliran yang baik agar dapat dengan lancar mengalir dari corong ke lubang kempa sehingga keragaman bobot
memenuhi syarat.
- Memiliki sifat granulometri (ukuran serba sama) agar pengisian lubang kempa selalu dalam bobot dan volume yang
tepat, cepat dan partikel setelah dikempa menghasilkan tablet yang kompak.
- Memiliki kompressibilitas yang baik.
- Memiliki kompaktibilitas yang baik.
- Memiliki kandungan zat aktif yang homogen dan serba sama.Granulasi adalah proses pembuatan ikatan partikel-
partikel kecil membentuk padatan yang lebih besar atau agregat permanen melalui penggumpalan massa, sehingga
dapat dibuat granul yang lebih homogen dari segi kadar, massa jenis, ukuran serta bentuk partikel.Adapun fungsi
granulasi adalah untuk memperbaiki sifat aliran dan kompressibilitas dari massa cetak tablet, memadatkan bahan-bahan,
menyediakan campuran seragam yang tidak memisah, mengendalikan kecepatan pelepasan zat aktif, mengurangi debu,
dan memperbaiki penampakan tablet.Untuk beberapa zat aktif tertentu, proses granulasi dapat dilewati jika zat aktif
memenuhi syarat untuk langsung dikempa. Metode ini disebut kempa langsung. Metode ini mengurangi lamanya proses
pembuatan tablet melalui proses granulasi, tapi sering timbul beberapa kendala yang disebabkan sifat aktif itu sendiri
atau eksipien.
Granulasi Basah
Granulasi basah adalah metode yang dilakukan dengan cara membasahi massa tablet menggunakan larutan pengikat
sampai terdapat tingkat kebasahan tertentu, lalu digranulasi. Metode ini dapat digunakan untuk zat aktif yang sukar larut
dalam air atau pelarut yang digunakan tahan terhadap pemanasan dan kelembaban. Umumnya digunakan untuk zat
aktif yang sulit dicetak karena mempunyai sifat aliran dan kompressibilitas yang jelek. Oleh karena itu, pada metode ini
diperlukan zat, pengikat, penghancur, pengisi, lubrikan dan eksipien lain.
Keuntungan dan Kerugian Granulasi Basah
Keuntungan pembuatan tablet dengan metode granulasi basah adalah :
- Dapat meningkatkan kohesifitas dan kempressibilitas serbuk dengan penambahan bahan pengikat.
- Dapat digunakan untuk zat aktif dosis besar yang sulit mengalir dan sulit dikompresi.
- Distribusi dan keseragaman kandungan baik bagi zat aktif yang mudah larut dan dosis kecil.
- Zat warna dapat lebih homogen karena terlebih dahulu dilarutkan dalam cairan pengikat.
- Serbuk dapat ditangani tanpa menghasilkan kontaminasi udara (debu dari serbuk).
- Mampu mencegah pemisahan komponen campuran selama proses.
- Dapat memperbaiki kecepatan disolusi zat aktif yang sukar larut serta dapat menghasilkan kecepatan pelepasan yang
termodifikasi dengan pemilihan bahan pengikat dan bahan pembawa yang cocok. Kerugian pembuatan tablet dengan
metode granulasi basah adalah :
- Membutuhkan tempat yang luas, biaya yang tinggi, alat dan waktu yang banyak.
- Memungkinkan terjadinya kehilangan bahan selama pemindahan ke unit proses lainnya.
- Kemungkinan terjadinya kontaminasi silang lebih besar.
- Tidak dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab.Mekanisme Ikatan
Mekanisme pembentukan ikatan yang terjadi pada partikel-partikel pembentuk granul adalah :
i. Timbulnya Gaya Antar Permukaan atau Gaya Kapiler Selama PemisahanMenurut Conway, ada empat keadaan dalam
pembentukan granul, yaitu :
a. Pendular
Pada keadaan ini, ruangan antar partikel diisi sebagian oleh zat pengikat dan membentuk jembatan cair antara partikel.
b. Funikular
Pada keadaan ini, terjadi kenaikan tegangan permukaan kurang lebih tiga kali tahap pendular.
c. Kapiler
Pada keadaan ini semua ruangan antar partikel diisi oleh zat pengikat. Karena adanya gaya kapiler pada permukaan
konkaf antara cairan-cairan di permukaan granul, maka akan terjadi pembentukan granul.
d. Droplet
Pada tahap ini terjadi penutupan partikel oleh tetesan cairan. Kekuatan ikatan dipengaruhi oleh gaya permukaan cairan
yang digunakan.
ii. Pembentukan Jembatan Padat
Selama pengeringan terbentuk jembatan padat antara partikel-partikel. Jembatan padat terjadi karena salah satu dari
dua mekanisme yaitu jembatan padat merupakan zat pengikat yang mengeras atau terdiri dari hablur yang terlarut dalam
larutan pengikat.
iii. Adanya Gaya Adhesi dan Kohesi Antar PartikelProses Pembuatan
a) Penghalusan
dPrince Of Smart || Website Online
http://bumikupijak.com Powered by Joomla! Generated: 28 February, 2010, 02:09
Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan eksipien. Semakin besar ukuran partikel
maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel semakin besar yang dapat menyebabkan terjadinya pemisahan pada
granul. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer, hammer mill, dan grinder.b) Pencampuran
Tujuan pencampuran ini adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata dan homogen. Tahap ini dapat
dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer, twin-shell, dan blender.
c) Penambahan dan Pencampuran Larutan Pengikat
Penambahan larutan pengikat akan membentuk massa basah sehingga membutuhkan alat yang dapat meremas
dengan kuat seperti sigma blade mixer dan planetary mixer.
d) Pengayakan
Massa basah dibuat menjadi granul dengan melewatkannya pada ayakan berukuran 6-12 mesh yang disebut oscilating
granulator/fitzmill.
e) Pengeringan
Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan pembasah yang digunakan. Granul kemudian dikeringkan dalam oven atau
fluid bed dryer.
f) Pengayakan
Ukuran granul diperkecil dengan cara melewatkan pada ayakan dengan porositas yang lebih kecil dari yang sebelumnya.
g) Penambahan Penghancur dan Lubrikan
Proses selanjutnya yaitu proses pencampuran granul-granul dengan penghancur dan lubrikan menggunakan twin-shell
blender atau mixer lainnya.
h) Pengempaan Tablet
Proses terakhir dari metode granulasi basah adalah pengempaan massa cetak berupa granul menjadi tablet.
Granulasi Kering
Granulasi kering adalah metode yang dilakukan dengan cara membuat granul secara mekanis tanpa bantuan pengikat
basah atau pelarut pengikat. Metode ini digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab, serta tidak tahan
air atau pelarut yang digunakan. Metode ini dapat dilakukan dengan menggunakan :
a. Mesin Slug
Massa serbuk ditekan pada tekanan tinggi sehingga menjadi tablet besar yang tidak berbentuk, kemudian digiling dan
diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel yang diinginkan.
b. Mesin Rol
Massa serbuk diletakkan diantara mesin rol yang dijalankan secara hidrolik untuk menghasilkan massa rata yang tipis,
lalu diayak atau digiling hingga diperoleh granul dengan ukuran yang diinginkan.
Prinsip Granulasi Kering
Prinsip granulasi kering adalah menciptakan ikatan antara partikel-partikel dengan pemberatan secara mekanik. Ikatan
yang mungkin timbul antar partikel-partikel tergantung dari sifat serbuk serta campuran. Sifat ikatan bermacam-macam,
yaitu :
- Ikatan yang timbul karena jeratan, karena dalam campuran ada serat-serat, misalnya selulosa.
- Ikatan yang terjadi karena gaya molekular.
- Gaya pengikat dari pengikat kering.
- Melalui pancairan yang kemudian membeku kembali.
Keuntungan dan Kerugian Granulasi Kering
Keuntungan pembuatan tablet dengan metode granulasi kering adalah :
- Memerlukan tahap proses yang lebih sedikit sehingga mengurangi kebutuhan akan proses validasi.
- Waktu hancur lebih cepat karena tidak diperlukannya larutan pengikat.
- Tidak memerlukan pengeringan sehingga tidak terlalu lama pengerjaannya.
- Dapat digunakan untuk zat aktif dosis besar yang peka terhadap panas dan lembab.Kerugian pembuatan tablet
dengan metode granulasi kering adalah :
- Perlu mesin khusus untuk pembuat slug.
- Tidak dapat mendistribusikan warna dengan homogen.
- Tidak dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak larut.
- Kemungkinan terjadinya kontaminasi silang lebih cepat.
- Keseragaman kandungan lebih sulit dicapai.Proses Pelaksanaan
a) Penghalusan
Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan eksipien. Semakin besar ukuran partikel
maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel semakin besar yang dapat menyebabkan terjadinya pemisahan pada
granul. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer, hammer mill, dan grinder.
b) Pencampuran
Tujuan pencampuran ini adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata dan homogen. Tahap ini dapat
dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer, twin-shell, dan blender.
c) Slugging
Campuran serbuk ditekan ke dalam cetakan yang besar dan dikompakkan dengan punch berpermukaan datar, massa
dPrince Of Smart || Website Online
http://bumikupijak.com Powered by Joomla! Generated: 28 February, 2010, 02:09
yang diperoleh disebut slug.
d) Pengayakan
Massa basah dibuat menjadi granul dengan melewatkannya pada ayakan berukuran 6-12 mesh yang disebut oscilating
granulator/fitzmill.
e) Pengayakan
Ukuran granul diperkecil dengan cara melewatkan pada ayakan dengan porositas yang lebih kecil dari yang sebelumnya.
f) Penambahan Penghancur dan Lubrikan
Proses selanjutnya yaitu proses pencampuran granul-granul dengan penghancur dan lubrikan menggunakan twin-shell
blender atau mixer lainnya.
g) Pengempaan Tablet
Proses terakhir dari metode granulasi kering adalah pengempaan massa cetak berupa granul menjadi tablet.
Kempa Langsung
Kempa langsung adalah pembuatan tablet tanpa adanya proses granulasi yang memerlukan eksipien yang cocok
sehingga dapat memungkinkan untuk dikempa secara langsung. Kempa langsung dapat menghindari banyak masalah
yang timbul pada granulasi basah maupun kering. Walaupun demikian perubahan sifat fisik bahan pengisi dapat
merubah sifat alir sehingga tidak sesuai untuk dikempa secara langsung. Metode ini digunakan untuk zat aktif yang
mempunyai sifat aliran dan kompressibilitas baik. Selain itu kempa langsung dapat dilakukan untuk zat aktif yang tidak
mungkin dilakukan dengan metode granulasi basah (tidak tahan lembab dan panas) dan granulasi kering (yang
melibatkan kompresi tinggi).
Keuntungan dan Kerugian Kempa Langsung
Keuntungan pembuatan tablet dengan metode kempa langsung adalah :
- Kempa langsung merupakan tahap produksi tablet yang paling singkat.
- Keperluan akan alat, ruangan, waktu dan sumber daya manusia lebih sedikit.
- Dapat meningkatkan disintegrasi zat aktif karena tablet langsung mengalami disintegrasi menjadi tablet.Kerugian
pembuatan tablet dengan metode kempa langsung adalah :
- Harga eksipien yang dibutuhkan cukup mahal karena dibutuhkan eksipien yang memiliki aliran, kompressibilitas, serta
ikatan antar partikel yang baik.
- Eksipien dan zat aktif harus memiliki ukuran partikel yang mirip agar tablet dihasilkan mempunyai keseragaman
kandungan yang baik.
- Kemungkinan terjadi kesulitan dalam mendistribusi zat aktif berdosis kecil serta sulit dilakukan untuk zat aktif yang
berdosis tinggi dengan kompressibilitas buruk.Proses Pelaksanaan
a) Penghalusan
Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan eksipien. Semakin besar ukuran partikel
maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel semakin besar yang dapat menyebabkan terjadinya pemisahan pada
granul. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer, hammer mill, dan grinder.
b) Pencampuran
Tujuan pencampuran ini adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata dan homogen. Tahap ini dapat
dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer, twin-shell, dan blender.
c) Pengempaan tablet
Proses terakhir dari metode kempa langsung adalah pengempaan massa cetak menjadi tablet.
dPrince Of Smart || Website Online
http://bumikupijak.com Powered by Joomla! Generated: 28 February, 2010, 02:09

Anda mungkin juga menyukai