Anda di halaman 1dari 26

Page | 1

Solar
Electric
Power
System

ECOTOURISM
PANGANDARAN
2013
Owners Manual
Page | 2

DAFTAR ISI

Halaman

I PENENGENALAN UMUM ...................................................................................... 3
1.1 Istilah dan Definisi ...................................................................................... 3
1.2 Konversi Energi Surya Ke Listrik ...................................................................... 6
1.3 Sistem dan Komponen ................................................................................. 8
1.4 Turbin Angin ............................................................................................ 9

II INSTALASI PANEL SURYA .................................................................................... 18
2.1 General Wiring Diagram .............................................................................. 18

III PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN .................................................................. 21
3.1 Pengoperasian ........................................................................................... 21
3.2 Pemeliharaan ............................................................................................ 23
3.3 Troubleshoting .......................................................................................... 24



Page | 3

Pendahuluan


Sebagaimana yang telah diketahui bahwa persedian sumber energi minyak bumi, gas alam
dan batu bara sangat terbatas, apabila secara terus menerus digunakan maka suatu saat sumber
energi tersebut akan habis, disamping itu juga kecenderungan melonjaknya harga sumber energi
tersebut. Saat ini Indonesia di ambang keterpurukan karena krisis energi. Harga minyak mentah
yang melonjak sampai 145 dollar per barrel menekan pemerintahan SBY untuk menaikkan harga
bahan bakar minyak dengan alasan menyelamatkan APBN. Akibatnya, harga kebutuhan pokok
semakin meningkat, yang berakibat menurunnya kesejahteraan masyarakat. Selain dari pada itu
perubahan iklim yang semakin menjadi-jadi ini (Global Warming). Oleh karena itu, pemanfaatan
sumber-sumber energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan menjadi pilihan.
Energi Hijau (Green Energy) / Energi Terbarukan (Renewable Energy) / Energi Bersih (Clean
Energy) merupakan suatu istilah yang menjelaskan apa yang dianggap sebagai sumber energi
dan tenaga yang ramah terhadap lingkungan. Sehingga satu-satunya cara mengatasi perubahan iklim
ini yakni dengan menghemat energi dan menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan, Energi
Terbarukan.
Adapun energi yang dapat diperbarui di antaranya yakni :
1. Energi Matahari
Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi
dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini
dalam waktu yang lebih lama.

2. Tenaga Angin
Keuntungan terpenting dari tenaga angin adalah berkurangnya level emisi karbon dioksida penyebab
perubahan ikilm.

3. Panas Bumi
Pembangkit listrik tenaga Panas Bumi hampir tidak menimpulkan polusi atau emisi gas rumah kaca.
Tenaga ini juga tidak berisik dan dapat diandalkan.

4. Tenaga Air
Energi Hidroelectrik adalah energi air. Air bergerak menyimpan energi alami yang sangat besar,
apakah air bagian dari sungai yang mengalir atau ombak di lautan.












Page | 4

I. Pengenalan Umum
1.1 Panel Surya
Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik.
Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol" karena Matahari merupakan sumber cahaya terkuat
yang dapat dimanfaatkan.

Gambar 1.1 Beberapa Bentuk/Ukuran Panel Surya

Sel surya atau juga sering disebut fotovoltaik (PV) adalah divais yang mampu mengkonversi
langsung cahaya matahari menjadi listrik. Sel surya dapat dianalogikan sebagai divais dengan dua
terminal atau sambungan, dimana saat kondisi gelap atau tidak cukup cahaya berfungsi seperti
dioda, dan saat disinari dengan cahaya matahari dapat menghasilkan tegangan. Ketika disinari,
umumnya satu sel surya komersial menghasilkan tegangan dc sebesar 0,5 sampai 1 volt, dan arus
short-circuit dalam skala milliampere per cm
2
. Besar tegangan dan arus ini tidak cukup untuk
berbagai aplikasi, sehingga umumnya sejumlah sel surya disusun secara seri membentuk modul
surya. Satu modul surya biasanya terdiri dari 28-36 sel surya, dan total menghasilkan tegangan dc
sebesar 12 V dalam kondisi penyinaran standar (Air Mass 1.5). Modul surya tersebut bisa
digabungkan secara paralel atau seri untuk memperbesar total tegangan dan arus outputnya
sesuai dengan daya yang dibutuhkan untuk aplikasi tertentu. Gambar dibawah menunjukan
ilustrasi dari modul surya.

Gambar 1.2 Modol Panel Surya

A. Struktur Sel Surya
Sesuai dengan perkembangan sains&teknologi, jenis-jenis teknologi sel surya pun berkembang
dengan berbagai inovasi. Ada yang disebut sel surya generasi satu, dua, tiga dan empat, dengan
struktur atau bagian-bagian penyusun sel yang berbeda pula (Jenis-jenis teknologi surya akan
dibahas di tulisan Sel Surya : Jenis-jenis teknologi). Dalam tulisan ini akan dibahas struktur dan
cara kerja dari sel surya yang umum berada dipasaran saat ini yaitu sel surya berbasis material
silikon yang juga secara umum mencakup struktur dan cara kerja sel surya generasi pertama (sel
surya silikon) dan kedua (thin film/lapisan tipis).
Page | 5


Gambar 1.3 Struktur Panel Surya

a. Substrat/Metal backing
Substrat adalah material yang menopang seluruh komponen sel surya. Material substrat juga
harus mempunyai konduktifitas listrik yang baik karena juga berfungsi sebagai kontak terminal
positif sel surya, sehinga umumnya digunakan material metal atau logam seperti aluminium
atau molybdenum. Untuk sel surya dye-sensitized (DSSC) dan sel surya organik, substrat juga
berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya sehingga material yang digunakan yaitu material
yang konduktif tapi juga transparan sepertii ndium tin oxide (ITO) dan flourine doped tin oxide
(FTO).

b. Material semikonduktor
Material semikonduktor merupakan bagian inti dari sel surya yang biasanya mempunyai tebal
sampai beberapa ratus mikrometer untuk sel surya generasi pertama (silikon), dan 1-3
mikrometer untuk sel surya lapisan tipis. Material semikonduktor inilah yang berfungsi
menyerap cahaya dari sinar matahari. Untuk kasus gambar diatas, semikonduktor yang
digunakan adalah material silikon, yang umum diaplikasikan di industri elektronik. Sedangkan
untuk sel surya lapisan tipis, material semikonduktor yang umum digunakan dan telah masuk
pasaran yaitu contohnya material Cu(In,Ga)(S,Se)
2
(CIGS), CdTe (kadmium telluride), dan
amorphous silikon, disamping material-material semikonduktor potensial lain yang dalam
sedang dalam penelitian intensif seperti Cu
2
ZnSn(S,Se)
4
(CZTS) dan Cu
2
O (copper oxide).
Bagian semikonduktor tersebut terdiri dari junction atau gabungan dari dua material
semikonduktor yaitu semikonduktor tipe-p (material-material yang disebutkan diatas) dan tipe-
n (silikon tipe-n, CdS,dll) yang membentuk p-n junction. P-n junction ini menjadi kunci dari
prinsip kerja sel surya. Pengertian semikonduktor tipe-p, tipe-n, dan juga prinsip p-n junction
dan sel surya akan dibahas dibagian cara kerja sel surya.

c. Kontak metal / contact grid
Selain substrat sebagai kontak positif, diatas sebagian material semikonduktor biasanya
dilapiskan material metal atau material konduktif transparan sebagai kontak negatif.

d. Lapisan antireflektif
Refleksi cahaya harus diminimalisir agar mengoptimalkan cahaya yang terserap oleh
semikonduktor. Oleh karena itu biasanya sel surya dilapisi oleh lapisan anti-refleksi. Material
anti-refleksi ini adalah lapisan tipis material dengan besar indeks refraktif optik antara
semikonduktor dan udara yang menyebabkan cahaya dibelokkan ke arah semikonduktor
sehingga meminimumkan cahaya yang dipantulkan kembali.

e. Enkapsulasi / cover glass
Bagian ini berfungsi sebagai enkapsulasi untuk melindungi modul surya dari hujan atau kotoran.


Page | 6

B. Jenis-jenis Panel Surya (PV)

Tabel 1.1 Jenis-jenis Panel Surya
Efesiensi
Perubahan
Daya
Daya
Tahan
Biaya Keterangan Penggunaan
Mono
Sangat
Baik
Sangat
Baik
Baik
Kegunaan
Pemakaian
Luas
Sehari-hari
Poly Baik
Sangat
Baik
Sangat
Baik
Cocok untuk
produksi
massal di
masa depan
Sehari-hari
Amorphous Cukup Baik
Cukup
Baik
Baik
Bekerja baik
dalam
pencahayaan
fluorescent
Sehari-hari
& perangkat
komersial
(kalkulator)
Compound
(GaAs)
Sangat
Baik
Sangat
Baik
Cukup
Baik
Berat &
Rapuh
Pemakaian
di luar
angkasa

a. Panel Surya Pollycristalline
Merupakan panel surya / solar cell yang memiliki susunan kristal acak. Type Polikristal
memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis monokristal untuk
menghasilkan daya listrik yang sama, akan tetapi dapat menghasilkan listrik pada saat
mendung.

b. Panel Surya Monocristalline
Merupakan panel yang paling efisien, menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling
tinggi. Memiliki efisiensi sampai dengan 15% pada lokasi yang memiliki sinar matahari secara
terus-menerus dan dalam jangka waktu yang panjang. Kelemahan dari panel jenis ini adalah
tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan
turun drastis dalam cuaca berawan.

c. Panel Surya Amorphous
Silikon amorf (a-Si) telah digunakan sebagai bahan sel surya fotovoltaik untuk kalkulator selama
beberapa waktu. Panel surya amorphous tahan terhadap cuaca dan cocok untuk pemakaian di
luar gedung. Mereka memiliki operasi maksimum kisaran suhu -40 sampai 176-derajat
Fahrenheit, hampir tidak ada perawatan, dan juga efektif pada hari berawan. Panel surya
Amorphous diciptakan dengan menyemprotkan silikon ke kaca di lapisan sangat tipis, dan
umumnya dikenal sebagai panel surya film tipis.

d. Panel Surya CIS (Copper Indium Selenide)
CuInSe2 (CIS) adalah suatu semikonduktor tipe-p yang digunakan sebagai bahan sel surya yang
mempunyai efisiensi atau daya serap energi yang cukup besar di daerah 300 nm500 nm. Sel
surya CIS banyak diteliti dan dikembangkan di negara maju karena termasuk sel surya yang
mempunyai efisiensi tinggi. CuInSe2 pada sel surya adalah bagian lapisan tipis tipe p. Bahan Cu
merupakan bahan konduktor yang mempunyai konduktivitas yang tinggi, bahan In termasuk
bahan konduktor yang biasa digunakan untuk membentuk lapisan tipis tipe p, dan bahan Se
Page | 7

termasuk bahan semikonduktor tipe-p. Dengan memadukan ketiga unsur tadi akan diperoleh
semikonduktor tipe-p yang mempunyai konduktivitas tinggi.

C. Keunggulan dan Kelemahan
Keunggulanan menggunakan Solar Home System:
Instalasi mudah
Hanya dengan menggunakan peralatan sederhana dan tidak memerlukan keahlian khusus.
Pengoperasian mudah
Sistem bekerja tanpa bahan bakar dan tidak memerlukan pengoperasian khusus.
Daya tahan lama
Sistem telah terbukti dapat bekerja secara kontinyu dengan baik selama lebih dari 25 tahun.
Ramah lingkungan
Sistem tidak mengakibatkan polusi dan tidak menghasilkan gelombang elektromagnetik.

Energi surya benar-benar memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan
kekurangannya, tetapi biaya awal yang tinggi dan masalah efisiensi tidak dapat diabaikan.
Kelemahan utama dari energi surya adalah biaya awal yang tinggi. Panel surya terbuat dari
bahan mahal.
Memiliki ketergantungan pada cuaca. Saat mendung kemampuan panel surya menangkap sinar
matahari tentu akan berkurang. Akibatnya, PLTS tidak bisa digunakan secara optimal. Karena
saat mendung kemampuan PLTS menyimpan energi berkurang sekitar 30 persen.

1.2 Konversi Energi Surya ke Listrik
Sel surya konvensional bekerja menggunakan prinsip p-n junction, yaitu junction antara
semikonduktor tipe-p dan tipe-n. Semikonduktor ini terdiri dari ikatan-ikatan atom yang dimana
terdapat elektron sebagai penyusun dasar. Semikonduktor tipe-n mempunyai kelebihan elektron
(muatan negatif) sedangkan semikonduktor tipe-p mempunyai kelebihan hole (muatan positif)
dalam struktur atomnya. Kondisi kelebihan elektron dan hole tersebut bisa terjadi dengan
mendoping material dengan atom dopant. Sebagai contoh untuk mendapatkan material silikon
tipe-p, silikon didoping oleh atom boron, sedangkan untuk mendapatkan material silikon tipe-n,
silikon didoping oleh atom fosfor. Ilustrasi dibawah menggambarkan junction semikonduktor tipe-
p dan tipe-n.

Gambar 1.4 junction semikonduktor tipe-p dan tipe-n

Peran dari p-n junction ini adalah untuk membentuk medan listrik sehingga elektron (dan hole) bisa
diekstrak oleh material kontak untuk menghasilkan listrik. Ketika semikonduktor tipe-p dan tipe-n
terkontak, maka kelebihan elektron akan bergerak dari semikonduktor tipe-n ke tipe-p sehingga
membentuk kutub positif pada semikonduktor tipe-n, dan sebaliknya kutub negatif pada
Page | 8

semikonduktor tipe-p. Akibat dari aliran elektron dan hole ini maka terbentuk medan listrik yang
mana ketika cahaya matahari mengenai susuna p-n junction ini maka akan mendorong elektron
bergerak dari semikonduktor menuju kontak negatif, yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai listrik,
dan sebaliknya hole bergerak menuju kontak positif menunggu elektron datang, seperti
diilustrasikan pada gambar dibawah.

Gambar 1.5 Ilustrasi cara kerja sel surya dengan prinsip p-n junction

1.3 Sistem dan Komponen
a. Panel Surya

Gambar 1.6 Panel Surya

Panel Surya atau Panel Surya merupakan alat yang mengkonversi energi matahari menjadi
energi listrik. Merupakan sumber pembangkit listrik ramah lingkungan.

b. Inverter

Gambar 1.7 Inverter Off-Grid

Inverter Off-Grid digunakan pada 8ystem yang tidak terhubung ke Jala-jala PLN, untuk
merubah arus dan tegangan DC ke AC.

Gambar 1.8 Inverter On-Grid

Inverter On-Grid digunakan pada sistem yang terhubung ke Jala-jala PLN, untuk merubah
arus dan tegangan DC ke AC.
Page | 9

c. Battery

Gambar 1.9 Battery
Baterai merupakan peralatan yang digunakan untuk menyimpan energi listrik untuk
digunakan sewaktu-waktu pada saat diperlukan.

d. Sistem Pengkabelan (konektor)

Gambar 1.10 Konektor

Konektor untuk menghubungkan berbagai komponen dalam sistem PLTS.

e. Controller

Gambar 1.11 Controller

Controller merupakan alat yang berfungsi untuk mengatur proses pengisian dari Modul Surya
ke baterai.



















Page | 10

1.4 Turbin Angin
Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik.
Turbin angin ini pada awalnya dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan para petani dalam
melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dll. Turbin angin terdahulu banyak dibangun di
Denmark, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya dan lebih dikenal dengan Windmill.
Kini turbin angin lebih banyak digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan listrik
masyarakat, dengan menggunakan prinsip konversi energi dan menggunakan sumber daya alam
yang dapat diperbaharui yaitu angin. Walaupun sampai saat ini pembangunan turbin angin
masih belum dapat menyaingi pembangkit listrik konvensonal (Contoh: PLTD,PLTU,dll), turbin
angin masih lebih dikembangkan oleh para ilmuwan karena dalam waktu dekat manusia akan
dihadapkan dengan masalah kekurangan sumber daya alam tak terbaharui (Contoh : batubara,
minyak bumi) sebagai bahan dasar untuk membangkitkan listrik.
Prinsip dasar kerja dari turbin angin adalah mengubah energi mekanis dari angin menjadi
energi putar pada kincir, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator, yang akhirnya
akan menghasilkan listrik.

A. Jenis Turbin Angin
Jenis turbin angin ada 2, yaitu :
a. Turbin Angin Sumbu Horizontal
Turbin angin sumbu horizontal (TASH) memiliki poros rotor utama dan generator
listrik di puncak menara. Turbin berukuran kecil diarahkan oleh sebuahbaling-baling
angin (baling-baling cuaca) yang sederhana, sedangkan turbin berukuran besar pada
umumnya menggunakan sebuah sensor angin yang digandengkan ke sebuah servo motor.
Sebagian besar memiliki sebuah gearbox yang mengubah perputaran kincir yang pelan
menjadi lebih cepat berputar.
Karena sebuah menara menghasilkan turbulensi di belakangnya, turbin biasanya
diarahkan melawan arah anginnya menara. Bilah-bilah turbin dibuat kaku agar mereka tidak
terdorong menuju menara oleh angin berkecepatan tinggi. Sebagai tambahan, bilah-bilah
itu diletakkan di depan menara pada jarak tertentu dan sedikit dimiringkan.
Karena turbulensi menyebabkan kerusakan struktur menara, dan realibilitas begitu
penting, sebagian besar TASH merupakan mesin upwind (melawan arah angin). Meski
memiliki permasalahan turbulensi, mesin downwind (menurut jurusan angin) dibuat karena
tidak memerlukan mekanisme tambahan agar mereka tetap sejalan dengan angin, dan
karena di saat angin berhembus sangat kencang, bilah-bilahnya bisa ditekuk sehingga
mengurangi wilayah tiupan mereka dan dengan demikian juga mengurangi resintensi angin
dari bilah-bilah itu.
Jenis jenis turbin sumbu horizontal :
Multi-blade

Gambar 1.12 Turbin Angin Multi-Blade
Page | 11

Dutch Fourarm

Gambar 1.13 Turbin Angin Dutch Fourarm

Horizontal with Three Blade

Gambar 1.14 Turbin Angin Horizontal with Three Blade

Horizontal with Two Blade

Gambar 1.15 Turbin Angin Horizontal with Two Blade

Page | 12

Kelebihan TASH
Dasar menara yang tinggi membolehkan akses ke angin yang lebih kuat di tempat-tempat yang
memiliki geseran angin (perbedaan antara laju dan arah angin antara dua titik yang jaraknya
relatif dekat di dalam atmosfer bumi. Di sejumlah lokasi geseran angin, setiap sepuluh meter
ke atas, kecepatan angin meningkat sebesar 20%.

Kelemahan TASH
Menara yang tinggi serta bilah yang panjangnya bisa mencapai 90 meter sulit diangkut.
Diperkirakan besar biaya transportasi bisa mencapai 20% dari seluruh biaya peralatan
turbin angin.
TASH yang tinggi sulit dipasang, membutuhkan derek yang yang sangat tinggi dan mahal
serta para operator yang tampil.
Konstruksi menara yang besar dibutuhkan untuk menyangga bilah-bilah yang berat,
gearbox, dan generator.
TASH yang tinggi bisa memengaruhi radar airport.
Ukurannya yang tinggi merintangi jangkauan pandangan dan mengganggu penampilan
lansekap.
Berbagai varian downwind menderita kerusakan struktur yang disebabkan oleh
turbulensi.
TASH membutuhkan mekanisme kontrol yaw tambahan untuk membelokkan kincir ke
arah angin.

b. Turbin Angin Sumbu Vertical
Turbin angin sumbu vertikal/tegak (atau TASV) memiliki poros/sumbu rotor utama yang
disusun tegak lurus. Kelebihan utama susunan ini adalah turbin tidak harus diarahkan ke
angin agar menjadi efektif. Kelebihan ini sangat berguna di tempat-tempat yang arah
anginnya sangat bervariasi. VAWT mampu mendayagunakan angin dari berbagai arah.
Dengan sumbu yang vertikal, generator serta gearbox bisa ditempatkan di dekat tanah,
jadi menara tidak perlu menyokongnya dan lebih mudah diakses untuk keperluan
perawatan. Tapi ini menyebabkan sejumlah desain menghasilkan tenaga putaran yang
berdenyut. Drag (gaya yang menahan pergerakan sebuah benda padat melalui fluida (zat
cair atau gas) bisa saja tercipta saat kincir berputar.
Karena sulit dipasang di atas menara, turbin sumbu tegak sering dipasang lebih dekat ke
dasar tempat ia diletakkan, seperti tanah atau puncak atap sebuah bangunan. Kecepatan
angin lebih pelan pada ketinggian yang rendah, sehingga yang tersedia adalah energi angin
yang sedikit. Aliran udara di dekat tanah dan obyek yang lain mampu menciptakan aliran
yang bergolak, yang bisa menyebabkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan
getaran, diantaranya kebisingan dan bearing wear yang akan meningkatkan biaya
pemeliharaan atau mempersingkat umur turbin angin. Jika tinggi puncak atap yang
dipasangi menara turbin kira-kira 50% dari tinggi bangunan, ini merupakan titik optimal bagi
energi angin yang maksimal dan turbulensi angin yang minimal.











Page | 13

Jenis jenis turbin sumbu horizontal :
H-Rotor

Gambar 1.16 Turbin Angin H-Rotor

Darrieus

Gambar 1.17 Turbin Angin Darrieus

Savonius

Gambar 1.18 Turbin Angin Savonius

Page | 14

Maglev

Gambar 1.19 Turbin Angin Maglev

Kelebihan TASV
Tidak membutuhkan struktur menara yang besar.
Karena bilah-bilah rotornya vertikal, tidak dibutuhkan mekanisme yaw.
Sebuah TASV bisa diletakkan lebih dekat ke tanah, membuat pemeliharaan bagian-bagiannya
yang bergerak jadi lebih mudah.
TASV memiliki sudut airfoil (bentuk bilah sebuah baling-baling yang terlihat secara melintang)
yang lebih tinggi, memberikan keaerodinamisan yang tinggi sembari mengurangi drag pada
tekanan yang rendah dan tinggi.
Desain TASV berbilah lurus dengan potongan melintang berbentuk kotak atau empat persegi
panjang memiliki wilayah tiupan yang lebih besar untuk diameter tertentu daripada wilayah tiupan
berbentuk lingkarannya TASH.
TASV memiliki kecepatan awal angin yang lebih rendah daripada TASH. Biasanya TASV mulai
menghasilkan listrik pada 10km/jam (6 m.p.h.)
TASV biasanya memiliki tip speed ratio (perbandingan antara kecepatan putaran dari ujung
sebuah bilah dengan laju sebenarnya angin) yang lebih rendah sehingga lebih kecil
kemungkinannya rusak di saat angin berhembus sangat kencang.
TASV bisa didirikan pada lokasi-lokasi dimana struktur yang lebih tinggi dilarang dibangun.
TASV yang ditempatkan di dekat tanah bisa mengambil keuntungan dari berbagai lokasi yang
menyalurkan angin serta meningkatkan laju angin (seperti gunung atau bukit yang puncaknya
datar dan puncak bukit),
TASV tidak harus diubah posisinya jika arah angin berubah.
Kincir pada TASV mudah dilihat dan dihindari burung.

Kekurangan TASV
Kebanyakan TASV memproduksi energi hanya 50% dari efisiensi TASH karena drag tambahan
yang dimilikinya saat kincir berputar.
TASV tidak mengambil keuntungan dari angin yang melaju lebih kencang di elevasi yang lebih
tinggi.
Kebanyakan TASV mempunyai torsi awal yang rendah, dan membutuhkan energi untuk mulai
berputar.
Page | 15

Sebuah TASV yang menggunakan kabel untuk menyanggahnya memberi tekanan pada bantalan
dasar karena semua berat rotor dibebankan pada bantalan. Kabel yang dikaitkan ke puncak
bantalan meningkatkan daya dorong ke bawah saat angin bertiup.

B. Sistem dan Komponen
Sebenarnya prosesnya tidak semudah itu, karena terdapat berbagai macam sub-sistem yang
dapat meningkatkan safety dan efisiensi dari turbin angin, yaitu :
a. Gearbox

Gambar 1.20 Gearbox

Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi.

b. Brake System

Gambar 1.21 Brake System

Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik
aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki
titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan energi listrik
maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan. Kehadiran angin
diluar diguaan akan menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros generator,
sehingga jika tidak di atasi maka putaran ini dapat merusak generator. Dampak dari
kerusakan akibat putaran berlebih diantaranya : overheat, rotor breakdown, kawat pada
generator putus karena tidak dapat menahan arus yang cukup besar.






Page | 16

c. Generator

Gambar 1.22 Generator

Ini adalah salah satu komponen terpenting dalam pembuatan sistem turbin angin.
Generator ini dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya
dapat dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya,
(mengacu pada salah satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang dengan
material ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang
bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros
generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya
karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu.
Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik
untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan
oleh generator ini berupa AC(alternating current) yang memiliki bentuk gelombang
kurang lebih sinusoidal.

d. Penyimpan energy (Battery)

Gambar 1.23 Battery

Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan
selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan
alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika beban
penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah
sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi.
Oleh karena itu kita perlu menyimpan sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi
kelebihan daya pada saat turbin angin berputar kencang atau saat penggunaan daya
pada masyarakat menurun. Penyimpanan energi ini diakomodasi dengan menggunakan
alat penyimpan energi. Contoh sederhana yang dapat dijadikan referensi sebagai alat
penyimpan energi listrik adalah aki mobil. Aki mobil memiliki kapasitas penyimpanan
energi yang cukup besar. Aki 12 volt, 65 Ah dapat dipakai untuk mencatu rumah tangga
(kurang lebih) selama 0.5 jam pada daya 780 watt.
Kendala dalam menggunakan alat ini adalah alat ini memerlukan catu daya DC (Direct
Current) untuk meng-charge/mengisi energi, sedangkan dari generator dihasilkan catu
daya AC (Alternating Current). Oleh karena itu diperlukan rectifier-inverter untuk
mengakomodasi keperluan ini. Rectifier-inverter akan dijelaskan berikut.

Page | 17

e. Rectifier-inverter

Gambar 1.24 Inverter

Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusoidal (AC)
yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik. Ketika
dibutuhkan daya dari penyimpan energi(aki/lainnya) maka catu yang dihasilkan oleh aki
akan berbentuk gelombang DC. Karena kebanyakan kebutuhan rumah tangga
menggunakan catu daya AC , maka diperlukan inverter untuk mengubah gelombang DC
yang dikeluarkan oleh aki menjadi gelombang AC, agar dapat digunakan oleh rumah
tangga.

C. Spesifikasi Maglev Wind Turbine
Turbin ini merupakan desain penggabungan antara turbin savonius dengan turbin darrieus.
Blade Savonius type-S dengan 2 stage digabungkan dengan 3 blades Darrieus dapat
meningkatkan performansi turbin angin. Berikut dibawah ini merupakan bagian bagian dari
turbin.

Gambar 1.25 Bagian bagian Maglev Wind Turbin
Page | 18

Tabel 1.1 Spesifikasi Teknis VAWT 600 Watt



Gambar 1.26 Perbandingan Daya Output (W) dengan Kecepatan Angin (m/s)


Gambar 1.27 Hybrid System Installation
Page | 19

II. Instalasi
2.1 General Wiring Diagram
Diagram instalasi pembangkit listrik tenaga surya ini terdiri dari panel surya / solar cell, charge
controller, inverter, baterai.

Gambar 2.1 General Wiring Diagram

Dari diagram pembangkit listrik tenaga surya diatas: beberapa panel surya / solar cell di
paralel untuk menghasilkan arus yang lebih besar. Combiner pada gambar diatas menghubungkan
kaki positif panel surya/solar cells satu dengan panel surya / solar cell lainnya. Kaki / kutub
negatif panel satu dan lainnya juga dihubungkan. Ujung kaki positif panel surya / solar cell
dihubungkan ke kaki positif charge controller, dan kaki negatif panel surya / solar cell
dihubungkan ke kaki negatif charge controller. Tegangan panel surya / solar cell yang dihasilkan
akan digunakan oleh charge controller untuk mengisi baterai. Untuk menghidupkan beban
perangkat AC (alternating current) seperti Televisi, Radio, komputer, dll, arus baterai disupply
oleh inverter.

Instalasi pembangkit listrik dengan tenaga surya membutuhkan perencanaan mengenai
kebutuhan daya:
Jumlah pemakaian
Jumlah panel surya / solar cell
Jumlah baterai
Perhitungan keperluan daya (perhitungan daya listrik perangkat dapat dilihat pada label di
belakang perangkat, ataupun dibaca dari manual):
Penerangan rumah: 10 lampu CFL @ 15 Watt x 4 jam sehari = 600 Watt hour.
Televisi 21": @ 100 Watt x 5 jam sehari = 500 Watt hour
Kulkas 360 liter : @ 135 Watt x 24 jam x 1/3 (karena compressor kulkas tidak selalu hidup,
umumnya mereka bekerja lebih sering apabila kulkas lebih sering dibuka pintu) = 1080 Watt
hour
Komputer : @ 150 Watt x 6 jam = 900 Watt hour
Perangkat lainnya = 400 Watt hour
Total kebutuhan daya = 3480 Watt hour
Jumlah panel surya / solar cell yang dibutuhkan, satu panel kita hitung 100 Watt (perhitungan
adalah 5 jam maksimun tenaga surya):
Kebutuhan panel surya / solar cell : (3480 / 100 x 5) = 7 panel surya / solar cell.
Jumlah kebutuhan batere 12 Volt dengan masing-masing 100 Ah:
Page | 20

Kebutuhan batere minimun (batere hanya digunakan 50% untuk pemenuhan kebutuhan
listrik), dengan demikian kebutuhan daya kita kalikan 2 x lipat : 3480 x 2 = 6960 Watt hour =
6960 / 12 Volt / 100 Amp = 6 batere 100 Ah.
Kebutuhan batere (dengan pertimbangan dapat melayani kebutuhan 3 hari tanpa sinar
matahari) : 3480 x 3 x 2 = 20880 Watt hour =20880 / 12 Volt / 100 Amp = 17 batere 100 Ah.

A. Off Grid System

Gambar 2.2 Off Grid System

Merupakan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk daerah-daerah terpencil/pedesaan
yang tidak terjangkau oleh jaringan PLN.
Off Grid System disebut juga Stand-Alone PV system yaitu sistem pembangkit listrik yang
hanya mengandalkan energi matahari sebagai satu-satunya sumber energi utama dengan
menggunakan rangkaian photovoltaic modul (Solar PV) untuk menghasilkan energi listrik sesuai
dengan kebutuhan.
Sistem off grid umumnya digunakan pada daerah/wilayah yang jauh / tidak terjangkau
jaringan listrik (PLN).. Beberapa produk off grid system diantaranya SHS (Solar Home System),
PJUTS, dan PLTS Komunal untuk system berskala besar.

B. On Grid System

Gambar 2.3 On Grid System

Sistem ini menggunakan solar panel (panel photovoltaic) untuk menghasilkan listrik yang
ramah lingkungan dan bebas emisi. Dengan adanya sistem ini akan mengurangi tagihan listrik
rumah tangga, dan memberikan nilai tambah pada pemiliknya.
Rangkaian sistem ini akan tetap berhubungan dengan jaringan PLN dengan mengoptimalkan
pemanfaatan energi dari panel surya untuk menghasilkan energi listrik semaksimal mungkin.
Page | 21

C. Hybrid System

Gambar 2.4 Hybrid System

Hybrid system adalah penggunaan 2 sistem atau lebih pembangkit listrik dengan sumber
energi yang berbeda. Umumnya sistem pembangkit yang banyak digunakan untuk hybrid adalah
genset, PLTS, mikrohydro, tenaga angin.
Sistem ini merupakan salah satu alternatif sistem pembangkit yang tepat diaplikasikan pada
daerah-daerah yang sukar dijangkau oleh sistem pembangkit besar seperti jaringan PLN atau
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Sistem hybrid ini memanfaatkan renewable energy sebagai sumber utama (primer) yang
dikombinasikan dengan genset atau lainnya sebagai sumber energi cadangan (sekunder). Kami
juga mendesain produk SHS yang dilengkapi fitur backup / input cadangan yang dapat disesuai
dengan kebutuhan, diantaranya SHS Hybrid, dan UPS.

























Page | 22

III. Pengoperasian dan Pemeliharaan
3.1 Pengoperasian
Startup Procedure
Hanya teknisi ahli yang harus melakukan prosedur startup. Silahkan hubungi installer Anda
untuk bantuan dalam melakukan tindakan prosedur ini.
1) Putuskan sambungan daya AC
Mengatur/ubah sakelar beralih ke posisi On. AC Sakelar biasanya terletak di sebelah
meteran listrik dan harus diberi label "Solar AC Disconnect" atau "Solar Disconnect".
2) Putuskan daya DC
SMA Sunny Boy inverter: saklar DC Sakelar ke posisi On. DC saklar biasanya terletak
disebelah inverter dan harus berlabel "DC Disconnect".

Shutdown Procedure
Jika untuk alasan apapun Anda merasa bahwa sistem modul/panel surya Anda tidak beroperasi
dengan aman, maka sistem harus ditutup. Untuk menutup sistem, ikuti langkah-langkah
berikut di bawah ini.
1) Putuskan daya DC
SMA Sunny Boy inverter: saklar DC Sakelar ke posisi Off. DC Sakelar biasanya terletak di
sebelah inverter dan harus diberi label "DC Disconnect".
2) Putuskan sambungan daya AC
Mengatur/ubah sakelar beralih ke posisi Off. AC Sakelar biasanya terletak di sebelah
meteran listrik dan harus diberi label "Solar AC Disconnect" atau "Solar Disconnect".





























Page | 23

Beberapa faktor dari pengoperasian sel surya agar mendapatkan nilai yang maksimum sangat
tergantung pada:

a. Ambient temperature udara
Sebuah sel surya dapat beroperasi secara maksimum jika temperature sel tetap normal pada
25 derajat Celsius. Kenaikan temperature lebih tinggi dari temperature normal pada sel surya
akan melemahkan tegangan Voc. Gambar 3.1 menunjukan setiap kenaikan temperature sel
surya 10 derajat celcius dari 25 derajat celsius akan berkurang sekitar 0,4 % pada total tenaga
yang di hasilkan atau akan melemah dua kali lipat untuk kenaikan temperature sel per 10
derajat Celsius.

Gambar 3.1 Karakteristik penurunan voltage terhadap kenaikan temperature

b. Radiasi matahari
Radiasi matahari di bumi pada lokasi yang berbeda akan bervariable dan sangat tergantung
dengan keadaan sepektrum matahari ke bumi. Insolasion matahari akan banyak berpengaruh
terhadap arus (I) dan sedikit terhadap tegangan (v).

c. Kecepatan angin bertiup
Kecepatan tiupan angin disekitar lokasi sel surya akan sangat membantu terhadap pendinginan
temperature permukaan sel surya sehingga temperature dapat terjaga dikisaran 25 derajat
Celsius.

d. Keadaan atmosfir bumi
Keadaan atmosfir bumi berawan, mendung, jenis partikel debu udara, asap, uap air udara,
kabut dan polusi sangat menentukan hasil maksimum arus listrik dari sel surya.

e. Orientasi panel kearah matahari secara optimum
Orintasi dari rangkaian panel kearah matahari secara optimum adalah sangat penting untuk
menghasilkan energi yang maksimum. Selain arah orientasi sudut orientasi (tilt engle) dari
panel juga sangat mempengaruhi hasil energi yang maksimum. Untuk lokasi yang terletak di
belahan utara latitude, maka panel sebaiknya diorientasikan ke selatan. Begitu juga yang
letaknya di belahan selatan latitude, maka panel sebaiknya diorientasikan ke utara. Walaupun
panel diorientasikan ke barat atau ke timur akan tetap menghasilkan energi, tetapi tidak akan
menghasilkan energi yang maksimum.



Page | 24

3.2 Pemeliharaan
Maintenance (pemeliharaan) merupakan aktivitas yang berkaitan untuk mempertahankan
peralatan system (Modul PV) dalam kondisi layak bekerja.

Bulanan
Inspeksi/pengecekan maksimal per-bulan harus dilakukan dimulai dari bawah (Grounding)
sampai ke sumber listrik (modul PV).

Modul/Panel Surya
Periksa dan pastikan bahwa modul/panel PV antara pukul 09:00 pagi sampai 03:00 sore
tidak terhalangi oleh vegetasi/tumbuhan atau bangunan. Potong vegetasi jika perlu.
Periksa secara visual modul/panel surya dimulai dari bawah/grounding. Modul surya
memiliki kaca pelindung yang dapat menahan beban (lebih dari 50 pound/ft
2
). Jika kaca
pelindung pecah (dalam keadaan running), segera lakukan shutdown prosedur.
Opsional : Periksa permukaan kaca modul/panel surya dari puing-puing, kotoran, kotoran
burung, atau yang mengotori kaca pelindung . Air hujan musiman dapat membasuh kotoran
secara normal , tetapi Anda dapat memilih untuk melakukannya untuk membersihkan
permukaan modul. Pertama pastikan tidak ada modul surya yang pecah/rusak. Kemudian
semprot kaca pelindung modul/panel surya dengan air dari selang.
Jangan melakukan pembersihan pada tengah hari ketika kaca masih panas. Pembersihan
kaca pelindung dengan air secara tiba-tiba (air dingin dalam keadaan kaca pelindung panas)
dapat menghancurkan kaca. Bersihkan hanya saat fajar atau senja ketika kaca modul
dingin.
Modul/panel surya memiliki kaca depan pelindung. Jika kaca pelindung modul surya pecah
dapat terjadi keadaan bahaya (sengatan listrik dan kebakaran). Modul-modul tidak dapat
diperbaiki dan harus segera diganti. Jika Anda memiliki modul rusak, segera lakukan
shutdown prosedur.
Jangan membersihkan modul/panel surya jika display di inverter Anda membaca
"Grounding Fault error". Segera lakukan panggilan kepada teknisi yang berkompeten,
kemudian lihat buku panduan inverter untuk rincian tambahan.

Tahunan
Layanan tahunan harus dilakukan oleh teknisi yang berkompeten saja.

Modul/Panel Surya
Periksa semua kabel modul/panel surya untuk mengkonfirmasi ada koneksi longgar atau aus
isolasi.
Cek semua modul pemasangan untuk memastikan semua aman.

Power Electronics
Periksa semua kabel untuk memastikan tidak ada koneksi longgar atau aus isolasi.











Page | 25

3.3 Troubleshooting
LED (Light Emitting Dioda) yang terletak dibagian depan (muka) SMA inverter.

Problem Penjelasan Panduan
Utilitas Gagal, Power Outage,
Blackout
Tidak masalah
Jangan lakukan apa pun,
inverter akan secara
otomatis me-restart 5
menit setelah listrik
kembali.
Lampu Indicator LED pada
SMA Inverter menyala
berwarna hijau secara terus
menerus
Tidak masalah
Inverter bekerja dengan
benar
Lampu indicator LED SMA
Inverter
berkedip hijau
tiap detik
Inverter mendeteksi
kesalahan utilitas
atau inverter dalam
keadaan startup dari
standby.
Hal ini terjadi setiap kali
inverter mendeteksi
gangguan listrik dari
utilitas dan setiap pagi
inverter berada pada
kondisi awal dan akan
startup dalam 5 menit
Lampu Indicator LED SMA
Inverter
Tidak menyala
Dalam keadaan malam
hari
Pada malam inverter
memasuki mode
tidur/sleep untuk
menghemat daya

Dalam keadaan siang hari
yang cerah
Arus DC terputus dan
mungkin arus AC juga
terputus. Untuk
menghidupkan kembali
inverter atau untuk me-
restart. Lihat prosedur
startup
Lampu Indicator LED pada
SMA Inverter menyala
berwarna kuning secara terus
menerus
Baca layar LCD inverter, Ini akan memberikan
informasi/ pesan kesalahan sistem.
Lampu Indicator LED pada
SMA Inverter menyala
berwarna kuning secara terus
menerus.
Error = EEPROM_d error
-
Hubungi teknisi / installer
Anda
Lampu Indicator LED pada
SMA Inverter menyala
berwarna kuning secara terus
menerus.
Error = Vac Bfr or Vac Srr
Fungsi Gagal
Error/kesalahan system
akan berhenti, tidak perlu
melakukan apa pun,
inverter akan secara
otomatis me-restart
setelah listrik kembali.
Terjadi masalah fungsi
Error/kesalahan system
akan berhenti, tidak perlu
melakukan apa pun,
inverter akan secara
otomatis me-restart
setelah listrik kembali.
Lampu Indicator LED pada
SMA Inverter menyala
berwarna merah secara terus
Fungsi Ok


Periksa AC sakelar dan AC
sirkuit breaker di panel
beban utama Anda. Jika
Page | 26

menerus.
Error = GFDI Fuse Open
Or
Error = EarthCurMax





inverter off maka fungsi
kemungkinan gagal. Jika
hal ini terjadi, tunggu
beberapa jam untuk
memverifikasi, kemudian
hubungi installer/teknisi
Anda
Kesalahan Grounding
(Grounding Fault Error)
Hubungi teknisi/installer
Anda segera