Anda di halaman 1dari 19

29

BAB IV
PENGOLAHAN & ANALISA DATA
4.1 Pengenalan Departemen Technical Service
Departemen Technical Service adalah departemen yang terdiri dari empat
seksi departemen yaitu Warranty & Product Quality Information, Service network
development, Publication & After Market Product Development, dan Service
Training & Planning.
Departemen Technical Service secara garis besar bertujuan memberikan
pelayanan kepada pelanggan yang memakai produk-produk denso yang beredar di
pasar dan melakukan pengembangan produk untuk merefleksikan atau merespon apa
yang di mau oleh pasar. Pelayanan dan pengembangan yang di maksud dapat berupa
pelayanan atas permasalahan-permasalahan dari produk denso yang sudah terjual
kepada costumer yang masih dalam masa garansi, pengembangan produk untuk dapat
menghasilkan produk yang terbaik, serta beberapa hal lainnya yang terkait dengan
layanan purna jual atas produk-produk denso.




30

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Technical Service Departement
Dibawah ini adalah merupakan struktur organisasi dari Technical Service
Department.









4.1.2 JobDescriptionTechnicalServiceGroup
4.1.2.1 Service Warranty & Product Quality Information
Service Warranty & Product Quality Information grup adalah merupakan
grup yang memiliki 2 fungsi grup, untuk fungsi yang pertama adalah Service
Warranty yang berfungsi sebagai bagian yang memproses dan memberikan
pengaturan secara umum pada proses warranty claim dari produk denso yang
memiliki beberapa masalah pada costumer yang di terima melalui pihak Service
Dealer Denso, dealer kendaraan, manufaktur kendaraan, hingga costumer.

31

Sedangkan untuk fungsi yang lainnya, sebagai Product Quality Information
yang berfungsi mengumpulkan informasi tentang permasalahan pada product Denso
yang sudah terjual dan telah beredar pada pasar. Informasi-informasi yang di temukan
pada pasar akan di buatkan laporan produk / product report dan tentunya setelah
melakukan investigasi atas permasalahan pada produk yang bermasalah tersebut. Dari
product report yang di buat akan di respon oleh perusahaan untuk melakukan
perbaikan pada produk yang bermasalah tersebut.

4.1.2.2 Service Network Development Group
Grup ini memiliki fungsi untuk memperluas dan menambah jaringan service
dealer Denso di seluruh penjuru nusantara dengan menunjuk atau memilih bengkel-
bengkel yang sudah ada pada setiap daerahnya dan tentunya bengkel-bengkel tersebut
harus memenuhi kriteria-kriteria yang sudah di bakukan.
Penambahan service dealer ini bertujuan untuk melayani dan memberikan
service kepada costumer untuk penanganan produk-produk Denso, baik untuk
perawatan berkala maupun pelayanan claim warranty hingga penanganan
permasalahan-permasalahan yang terjadi pada produk-produk yang bermasalah.
Selain itu, grup ini juga melakukan kontrol aktivitas dari dealer-dealer tersebut, dan
juga melakukan pengembangan Special Services Tools untuk memudahkan proses
pekerjaan yang dilakukan pada workshop dealer.


32

4.1.2.3 Publication & After Market Development Group
Sesuai dengan namanya Publication & After Market Development adalah grup
yang memiliki 2 fungsi di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Publication
Untuk fungsi yang pertama adalah Publication, dimana memiliki fungsi
sebagai bagian yang menerbitkan buku seperti Installasi Manual yang
berisikan petunjuk pemasangan produk Denso, Service Manual yang berisikan
petunjuk perbaikan untuk produk Denso, Product Application List yang
berisikan daftar produk Denso yang terpasang pada suatu kendaraan, Part
Catalog yang berisi informasi sebuah produk Denso baik produk Assy.
sampai part-part kecil yang tergabung dalam part Assy. tersebut. Dan yang
terakhir adalah Service Bulletin dimana buku ini berisi informasi teknis untuk
suatu produk yang mengalami perubahan design atau improvement dari
produk Denso.
Dibawah ini adalah diagram aliran proses pembuatan material publication
yang dimulai dari proses pengumpulan data dan informasi yang didapat dari
Marketing Department, Engineering Department, Area Head Quarter (Denso
Thailand), Head Quarter (Denso Japan), dan Car Maker. Setelah data dan
informasi diterima, lalu dilakukan proses penyeleksian data dimana data-data
yang di seleksi berupa New Product Information, Drawing, Sourcing List,
Engineering Design Change, Car Maker Service Manual. Lalu dilanjutkan
dengan proses pembuatan buku, dimana proses pembuatan buku ini
33


Gambar 4.2 Flow Proses Publication Group
Proses Keterangan
menggunakan beberapa software komputer diantaranya adalah Adobe
Framemaker, Adobe Photoshop, Adobe Distiller, Adobe Illustrator.
Pada diagram di bawah ini adalah merupakan skema umum proses
pembuatan produk Publication grup.












2. Aftermarket Product Development
Untuk fungsi Aftermarket Product Development adalah melakukan
pengembangan dan evaluasi untuk produk Aftermarket yang telah di jual dan
dipasang oleh dealer Denso pada kendaraan costumer. Yang dimaksud produk
aftermarket adalah produk-produk yang tidak termasuk pada kendaraan saat
kendaraan tersebut diproduksi oleh perusahaan manufaktur yang melakukan
34


Proses Keterangan
Gambar 4.3 Flow Proses After Market Development
produksi atas kendaraan tersebut. Sebagai contoh produk aftermarket adalah
paket A/C bus, paket A/C untuk kendaraan non-A/C, serta produk-produk
lainnya yang sengaja dikembangkan untuk di aplikasikan sebagai aksesoris
tambahan untuk memenuhi kebutuhan costumer.
Dibawah ini terdapat skema yang berisi gambaran umum dalam proses
pengembangan atau development atas produk yang dilakukan pada grup ini.
















35

Proses pengembangan produk aftermarket Denso dimulai dari dari
membuat design dari produk yang akan di kembangkan untuk menjadi produk
aftermarket Denso baru. Proses design ini berupa proses pembuatan gambar
atau drawing produk yang akan di buat atau di kembangkan. Setelah melalui
tahap design, lalu di buatlah sebuah model terbatas atau prototype yang akan
di lakukan trial pemasangan produk tersebut. Setelah melakukan trial, akan di
dapat beberapa data yang akan di evaluasi agar mencapai kriteria-kriteria
tertentu atas jenis produk tersebut. Dari hasil evaluasi akan di review, apabila
belum memenuhi kriteria akan di lakukan perbaikan perbaikan untuk
mencapai kriteria yang di inginkan, dan apabila sudah memenuhi kriteria yang
di inginkan, produk tersebut akan di launching ke pasar untuk di jual.

4.1.2.4 Service Training & Service Planning Grup
Pada grup ini memiliki 2 (dua) fungsi yang di antaranya adalah sebagai bagian
pelatihan ( training ) dan sebagai perencanaan ( Planning ) dari Technical Service
Departement sendiri. Untuk bagian training adalah memiliki fungsi untuk
mengadakan pelatihan bagi mekanik dealer Denso, costumer produk denso, dan
untuk pelatihan internal untuk karyawan Denso. Materi pelatihan ini terdiri dari
teknik dan cara perbaikan, teknik dan cara pemasangan, pelaksanaan prosedur
standar, pelatihan tentang sistem dan carta kerja produk Denso, dan pelatihan product
knowledge yang semuanya terhubung dengan produk-produk yang di produksi Denso.
36

Sedangkan fungsi dari bagian perencanaan (planning) adalah melakukan perencanaan
untuk produk-produk terbaru dari Denso, dan perencanaan untuk perbaikan serta
pengembangan jaringan Denso.

4.2 Perusahaan Karoseri
Karoseri berasal dari bahasa Belanda Carrosserie adalah rumah-rumah
kendaraan yang dibangun diatas rangka/chasis mobil atau chasis khusus bus ataupun
truk. Pada awalnya karoseri di Indonesia menggunakan rangka kayu, yang dilapisi
dengan plat logam tipis. Industri ini berkembang dengan sangat pesat pada tahun
1970an, dan pada saat itu banyak mobil penumpang ataupun minibus yang dibangun
dari pickup, termasuk juga pembuatan bus dari chasis truk. Perusahaan karoseri dapat
memproduksi beberapa ukuran bus dari yang ukuran mini bus sampai dengan ukuran
big bus. Karoseri juga memproduksi beberapa kendaraan khusus seperti mobil untuk
angkutan umum perkotaan atau pedesaan, mobil ambulance, mobil pemadam
kebakaran. Namun pada penulisan kali ini, penulis hanya membahas secara garis
besar pada jenis kendaraan mini bus saja.






37

Gambar 4.4 Flow Proses Pembuatan Microbus
4.2.1 Gambaran Umum Proses Produksi Pada Karoseri









1. Body Assy
Body Assy adalah proses perakitan body atau badan kendaraan bus yang
dilakukan oleh karoseri. Proses perakitan ini dilakukan dari bahan mentah
hingga menjadi satu kesatuan badan kendaraan. Proses perakitan body bus
NO Point Gambar Keterangan
1. Body Assy Body Di Rakit Oleh Karoseri
2. Chassis Kendaraan Chassis Kendaraan Di Produksi Oleh Chassis Manufaktur
3. Proses Docking Body Assy Di Pasang Di atas Chassis
4. Triming Section Pemasangan Bagian bagian Interior & Air Conditioner
5. PDI Proses pemeriksaan akhir pada kendaraan
38

pada karoseri menggunakan proses manual yang dilakukan oleh operator di
bantu beberapa alat bantu tidak seperti pada perusahaan manufaktur mobil
umum yang sudah banyak menggunakan teknologi robot dalam proses
perakitan kendaraan.
2. Chassis Kendaraan
Chassis kendaraan adalah rangka dasar dari kendaraan yang di produksi
oleh chassis maker, dimana chassis menjadi penumpu body kendaraan yang di
pasang (docking) di atasnya. Pada chassis terdapat beberapa komponen utama
kendaraan seperti mesin, rangkaian penerus daya, dan sistem kendali
kendaraan (steering).
3. Proses Docking
Proses docking adalah proses pemasangan body assy di atas chassis yang
dilakukan oleh operator dengan menggunakan bantuan crane. Setelah body
assy di angkat dan di arahkan ke bagian chassis, body assy di ikat ke chassis
dengan bolt.
4. Triming Section
Triming Section adalah berisi proses pemasangan komponen-komponen
pendukung pada kendaraan. Komponen-komponen yang dimaksud adalah
seperti pemasangan kursi, pemasangan karpet, dan pemasangan komponen-
komponen interior lainnya. Pada bagian ini juga dilakukan proses
pemasangan Air Conditioner kendaraandan peranti peranti lainnya seperti
39

perangkat audio kendaraan dan juga beberapa bagian eksterior kendaraan
seperti pemasangan lampu, kaca spion dan wiper.
5. Pre Delivery Inspection (PDI)
Pre Delivery Inspection adalah proses pemeriksaan akhir dari kendaraan
yang menjadi sebagai pengendalian kualitas (quality control) dari kendaraan
bus yang diproduksi. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kualitas produk
agar setiap produk yang akann di berikan kepada costumer tidak terdapat
cacat produksi atau kekurangan-kekurangan lainnya.
4.2.2 Lay Out Pembuatan Microbus Pada Trimming Section





Gambar 4.5 Layout Trimming Section Proses Produksi Micro Bus
Pada proses produksi mini bus bagian trimming section terdapat 5 Work
Station. Pada section ini, di awali dengan proses docking body kendaraan keatas
chassis kendaraan dan di ikuti proses-proses lainnya sampai dengan kendaraan ini
selesai dan siap di delivery ke costumer. Pada trimming section, proses pemasangan
Air Conditioner (A/C) pada kendaraan. Proses pemasangan A/C di lakukan oleh
dealer Denso.
40

Tabel 4.1 Data Elemen Kerja Aktual
4.3 Pengolahan & Analisa Data
4.3.1 Data Waktu Proses Elemen Kerja
Berikut adalah data prooses aktual yang terjadi di Perusahaan Karoseri
Rahayu Santosa.
















Sumber : Karoseri Rahayu Santosa
41

4.3.2 Analisa Data Work Station Time








Diagram 4.1 Diagram Work Station Time
Data diatas merupakan data work station time pada proses di trimming
section. Dari data diatas terlihat bahwa jumlah waktu pada work station 3 terlihat
paling besar diantara work station lainnya hal ini membuktikan bahwa pada work
station 3 terjadi penumpukan elemen kerja. Hal ini akan mengakibatkan proses
delivery menjadi terlambat.










42

4.3.3 Analisa Peta Proses Operasi Aktual


















Diagram 4.2 Peta Proses Operasi Aktual
Dari gambar peta proses operasi diatas dapat terlihat bahwa terjadi
penumpukan elemen pekerjaan pada work satation 3.
43

4.3.4 Analisa Faktor Penyebab
Untuk menganalisa terjadinya penumpukan elemen kerja pada work station 3
sebagai langkah pertama adalah pengkajian faktor penyebab atau faktor
pendukungnya. Faktor-faktor tersebut dapat dijabarkan dengan menggunakan Tool
Cause Effect Diagram sebagai berikut :







Diagram 4.3 Tool cause Effect Diagram
4.3.5 Rencana Perbaikan

Tabel 4.2 Rencana Perbaikan






1.1
BodyDocking
TrimingSection
154
2.1
Dempul
TrimingSection
88
2.2
Painting
TrimingSection
122
2.3
Stripping
TrimingSection
41
3.1
Bungkus
Trimboard
TrimingSection
61
3.4
PasangPlafon
TrimingSection
36
3.7
TrimboardBody
LH
TrimingSection
30
3.1
0
TrimboardBody
RH
TrimingSection
27
3.1
3
PasangKarpet
TrimingSection
13
3.1
6
TrimboardPintuTengah
TrimingSection
14
3.1
9
TrimboardPintuBelakang
TrimingSection
22
3.2
Set Cooling
Unit (Rr&Fr)
TrimingSection
87
3.5
Set Condenser &Cover
TrimingSection
108
3.8
Set A/C Piping
Triming
Section
35
3.1
5
Set Wiring
HarnessA/C
TrimingSection
15
3.1
7
Set SwitchA/C
(Fr&Rr)
TrimingSection
50
3.9
Set Bracket
Compressor
TrimingSection
32
3.1
1
Set Compressor
TrimingSection
24
3.1
2
Set Braket
Altenator
TrimingSection
40
3.1
4
Set Altenator
TrimingSection
15
3.2
0
VacumTes& Tes
Kebocoran
TrimingSection
18
3.2
1
Isi Gas
Refrigerant
TrimingSection
22
4.1
WiringPadaPlafon
TrimingSection
57
4.2
PasangDashboard
TrimingSection
53
4.3
PasangSpionL/R
TrimingSection
17
4.4
PasangWiper &
Washer
TrimingSection
27
4.5
PasangKunci
Pintu
TrimingSection
47
4.6
PasangLampu
Fr
TrimingSection
24
4.7
PasangLampu
Rr
TrimingSection
21
TesJalan
PreDelivery
Inspection
80
TesKebocoranKabin
PreDelivery
Inspection
63
5.1
Check operasional AC
PreDelivery
Inspection
60 5.2
5.2
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Sub
Ass
Assy
Finis
h
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
17
14
15
16
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
31
32
44
4.3.6 Perbaikan
4.3.6.1 Assembly Chart

















45

4.3.6.2 Peta Proses Operasi Baru
















Diagram 4.5 Peta Proses Operasi Baru
46

4.3.6.3 Data Waktu Proses Elemen Kerja Baru
Berikut adalah data elemen kerja setiap work station.

Tabel 4.3 Data Elemen Kerja Baru


















Sumber : Karoseri Rahayu Santosa






47

4.3.6.4 Data Work Station Time Baru
















Diagram 4.6 Diagram Work Station Time Baru

Gambar diatas adalah diagram analisa elemen kerja setiap work station setelah
dilakukan perubahan pada operasi peta proses . Dari diagram diatas dapat
disimpulkan bahwa terjadi penuruna elemen kerja pada work station 3 yang
sebelumnya jumlah work station time nya sebesar 649 menit menjadi 433 menit.