P. 1
RANGKAIAN LISTRIK 1

RANGKAIAN LISTRIK 1

4.0

|Views: 5,888|Likes:
Dipublikasikan oleh n40n3
rangkuman
rangkuman

More info:

Published by: n40n3 on Nov 21, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2014

pdf

text

original

POLITEKNIK TEDC BANDUNG

1 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
1. RANGKAIAN LISTRIK
Rangkaian Listrik memiliki 3 komponen utama :
1. Sumber tegangan : Batterai, Accumulator, sumber PLN.
2. Sistem Pengawatan : Kabel, switch, stop kontak.
3. Beban rangkaian ( elemen rangkaian ) : Lampu, alat rumah tangga, dll.
Sistem pengawatan menghubungkan sumber tegangan ke beban rangkaian.
- Hubungan antara Sumber tegangan dengan beban pada rangkaian tertutup
sisebut rangkaian listrik. ( CIRCUIT )
- Hubungan antara Sumber tegangan dengan beban pada rangkaian tertbuka
sisebut jaringan listrik. ( NETWORK )
Elemen rangkaian terdiri dari beberapa komponen :
- Komponen aktif : diode, transistor, IC.
- Komponen pasif : resistor, inductor, kapasitor.
Simbol sumber tegangan dan arus :
Contoh sebuah Rangkaian Listrik
+ -
Elemen
rangkaian
Elemen
1
Elemen
3
Elemen
2
A
B
Contoh sebuah Jaringan Listrik
U
S
+
-
Sumber tegangan
tetap
I
S
Sumber Arus
tetap
U
S
+
-
Sumber tegangan
tidak tetap
I
S
Sumber arus
tidak tetap
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
2 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
2. Hukum OHM ( Ω )
“Nilai arus ( I ) yang menagalir diantara 2 buah titik akan berbanding lurus
dengan beda potensial ( U ) diantara 2 titik tersebut dan berbanding terbalik
degan nilai hambatannya (R).”
Keterangan :
- I = nilai arus listrik ampere ( A )
- U = nilai beda potensial/tegangan listrik volt ( V )
- R = nilai hambatan/resistansi Ohm ( Ω )
Hambatan pada konduktor
- Hambatan jenis ( ρ ) : besaranya hambatan konduktor per satuan panjang (Ω/m)
Pada konduktor dalam hal ini adalah kabel memiliki Tahanan Isolator, nilai tahanan
isolator adalah :
R
U
= I
Keteranagan :
- R : Hambatan (Ω)
- ρ : Hambatan jenis (Ωm)
- l : panjang penghantar (m)
- A : luas penampang (m
2
)
A
l
R  =
l
A
p
Π.d
t
Keteranagan :
- R : Hambatan (Ω)
- ρ : Hambatan jenis (Ωm)
- t : tebal isolator (m)
- p : panjang isolator (m)
- l : diameter konduktor (m)
d p
t
R
. .
 =
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
3 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Nilai hambatan jenis ( ρ ) beberapa bahan di suhu 20
o
C ( µ.Ωm )
Jenis Bahan Hambatan jenis Jenis Bahan Hambatan jenis
Perak
Tembaga
Aluminium
0.016
0.017
0.028
Kuningan
Besi (iron)
Lead (timah)
0.090
0.107
0.220
- Koefisien temperatur Tahanan (α) :”Bertambahanya nilai hambatan
suatu bahan sebanyak α Ω saat suhunya naik 1
o
C.”
Koefisien temperatur ( α ) beberapa bahan di suhu 0
o
C (x/Ω
o
C)
Jenis Bahan α Jenis Bahan α
Perak
Tembaga
Aluminium
0.00400
0.00428
0.00425
Kuningan
Besi (iron)
Lead (timah)
0.00150
0.00625
0.00411
Contoh Soal :
1. Hitung nilai tahanan kabel tembaga ( ρ = 0,017.10
-6
Ωm ) dengan luas
penampang ( A ) 10 mm
2
dan panjang ( l )100m !
Jawab :
R = ρ.l/A → R = 0,017.10
-6
.100/10
-5
→ R = 017 Ω,
2. Hitung panjang ( l ) Aluminium 16 mm
2
dengan nilai tahanan ( R ) yang
terukur 0,5 Ω ! ( ρ = 0,028.10
-6
Ωm )
Jawab :
l = R.A/ ρ → l = 0,5.16.10
-6
/0,028.10
-6
→ l = 286 m,
3. Penghantar tembaga memiliki tahanan ( R ) 25Ω pada suhu ( t
1
) 0
o
C, hitung
tahanan penghantar pada suhu ( t
2
) 45
o
C ! (α = 0,00428 Ω
-1
.
o
C
-1
)
( ) t R R
t
. 1  + =
Keterangan :
- Rt : Nilai tahanan di suhu t
o
C (Ω)
- R : Nilai tahanan di suhu 0
o
C (Ω)
- α : coefficient temperature (/Ω
o
C)
- t : suhu tahanan (
o
C)
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
4 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Jawab :
R
t2
= R(1+ α.∆t) → R
t2
=25(1+0,00428.(45-0)) → R
t2
= 29,82 Ω
3. Hubungan Rangkaian Listrik
- Rangkaian Seri
- Rangkaian Parallel
Contoh :
hitung nilai R jika tegangan di
tahanan 500 Ω = 2,5V
i
2
= 2,5/500 = 0,005A → U
50Ω
= 0,005.50 = 0,25 V → U
R
= 2,5+0,25 = 2,75V
12 = i.550 + 2,75 → 9,25 = 550.i → i = 0,0168A → i
1
= 0,0168-0,005 = 0,0118A
Sifat rangkaian Seri :
- Memiliki nilai arus yang sama pada tiap komponen :
i = i
1
= i
2
= i
3
- Nilai tahanan total adalah penjumlahan masing – masing tahanan :
R
total
= R
1
+R
2
+R
3
- Nilai tegangan sumber adalah penjumlahan tegangan di tiap
komponen : U
s
= U
1
+U
2
+U
3
- Nilai tegangan berbanding lulur dengan nilai tahanan tiap komponen :
U
1
= i.R
1
U
2
= i.R
2
U
3
= i.R
3
i
R
1
U
1
R
3
U
3
R
2
U
2
U
s
A
B
Sifat rangkaian Seri :
- Memiliki nilai tegangan yang sama pada tiap komponen :
U
s
= U
1
= U
2
= U
3
- Nilai tahanan total adalah penjumlahan masing – masing
tahanan :
3 2 1
1 1 1 1
R R R R
total
+ + =
- Nilai arus total (i) adalah penjumlahan arus di tiap komponen:
i = i
1
+ i
2
+i
3
i
U
s
A
B
R
3
U
3
R
2
U
2
R
1
U
1
i
3
i
2
i
1
550Ω
50Ω
500Ω R
+
-
12V
i
i
1
i
2
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
5 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
R = U
R
/i
2
= 2,75/0,118 =233 Ω
Hitung nilai arus I, i
1
, i
2
, i
3
dan i
4
!
R
s1
= 3+4+5 = 12Ω
R
p1
= 12//8 = (12.8)/(12+8) = 4,8 Ω
R
s2
= 2+4,8+6 = 12,8 Ω
R
p2
= 9//12,8 = (9.12,8)/(9+12,8) = 5,3Ω
R
t
= 1+5,3+7 = 13,3 Ω
i = 12/13,3 = 0,9A
i
1
= 12,8.0,9/(12,8+9) = 0,53A
i
2
= 0,9 - 0,53 = 0,37A
i
3
= 12.0,37/(12+8) = 0,22A
i
4
= 0,37 – 0,22 = 0,15A
4. TRANFORMASI RANGKAIAN
TRANSFORMASI ∆ → Υ UNTUK RESISTOR
Besar R
1
, R
2
, dan R
3
adalah :
1
2 3
R
12
R
13
R
23
Ditransformasi menjadi
hubungan bintang
3
R
1
1
2
R
2
R
3
31 23 12
31 12
1
R R R
R R
R
+ +
·
=
31 23 12
23 12
2
R R R
R R
R
+ +
·
=
31 23 12
31 23
3
R R R
R R
R
+ +
·
=
i
i
1
i
2
i
3
i
4
1Ω 2Ω 3Ω
5Ω 6Ω 7Ω
4Ω 8Ω 9Ω
+
-
12V
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
6 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
TRANSFORMASI Υ→∆ UNTUK RESISTOR
Besarnya R
12
, R
13
, dan R
23
adalah :
Contoh :
Gambarkan rangkaian Y ABC dari gambar
rangkaian ∆ABC di samping ini !
- ∆DEF →YDEF
O =
+ +
= 14 , 2
7 5 9
5 . 9
D
R
O =
+ +
= 67 , 1
7 5 9
5 . 7
E
R
O =
+ +
= 3
7 5 9
7 . 9
F
R
Ditransformasi menjadi
hubungan delta
3
R
1
1
2
R
2
R
3
1
2 3
R
12
R
13
R
23
3
2 1
2 1 12
.
R
R R
R R R + + =
1
3 2
3 2 23
.
R
R R
R R R + + =
2
3 1
3 1 13
.
R
R R
R R R + + =
1Ω
2Ω
3Ω
4Ω
6Ω
8Ω
7Ω
5Ω
9Ω
A
B
C
D
E
F
D
E
F
5Ω
7Ω
9Ω
D
E
F
R
D
R
E
R
F
1Ω
2Ω
3Ω
4Ω
6Ω
8Ω
A
B
C
D
E
F
2,14 Ω
1,67Ω
3 Ω
1Ω
2Ω
3Ω
6,14Ω
7,67Ω
11Ω
A
B
C
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
7 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
O =
+ +
= 47 , 0
69 , 2 88 , 1 97 , 0
97 . 0 . 69 , 2
A
R
O =
+ +
= 91 , 0
69 , 2 88 , 1 97 , 0
88 . 1 . 69 , 2
C
R
O =
+ +
= 33 , 0
69 , 2 88 , 1 97 , 0
97 . 0 . 88 , 1
B
R
- YABC → ∆ABC...................( sambungan rangkaian Y ABC bagian dalam )
O = + + = 72 , 27
11
67 , 7 . 14 , 6
67 , 7 14 , 6
AB
R
O = + + = 41 . 32
14 , 6
67 , 7 . 11
67 , 7 11
BC
R
O = + + = 95 , 25
67 , 7
11 . 14 , 6
11 14 , 6
AC
R
- Sambungan total rangkaian ∆ABC
`
O = = 97 , 0 72 , 27 // 1
AB
R
O = = 88 , 1 41 , 32 // 2
BC
R
O = = 69 , 2 95 , 25 // 3
AC
R
- maka, ∆ABC → YABC
A
B
C
6,14Ω
7,67Ω
11Ω
A
B
C
R
AB
R
BC
R
AC
A
B
C
R
AB
R
BC
R
AC
A
B
C
R
A
R
B
R
c
A
B C
0,97Ω
1,88Ω
2,69Ω
C
1Ω
2Ω
3Ω
A
B
32,41Ω 27,72Ω
25,95Ω
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
8 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
O =
+ +
= 8 , 0
1 2 2
2 . 2
A
R O =
+ +
= 4 . 0
1 2 2
1 . 2
B
R O =
+ +
= 4 , 0
1 2 2
1 . 2
D
R
R
t
= 0,8 + ((0,4+1)//(0,4+1)) → R
t
= 0,8 + 0,7 = 1,5Ω
I = 12/1,5 = 8A
I
ND
= i
DC
= 1,4.8/(1,4 + 1,4 ) = 4A i
NB
= I
BC
= 8 – 4 = 4A
V
AD
= i.R
A
+ I
ND
.R
D
= 8.0,8+ 4.0,4 = 6,4 + 1,6 = 8V I
AD
= V
AD
/R
AD
= 8/2 = 4A
V
AB
= i.R
A
+ I
NB
.R
B
= 8.0,8+ 4.0,4 = 6,4 + 1,6 = 8V I
AB
= V
AB
/R
AB
= 8/2 = 4A
V
BD
= V
AD
- V
AB
= 8 – 8 = 0V I
BD
= V
BD
/R
BD
= 0/1 = 0A
1Ω
2Ω
1Ω
1Ω
2Ω
12V
+ -
A
B
C
D

1Ω
0,4Ω
0,8Ω
1Ω
0,4Ω
12V
+ -
A
B
C
D
Y
i
i
i
N
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
9 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
M
U
1
I
1
R
1
U
U
1
= I
1
. R
1
R
1
= ρ
A
l
1
5. DROP TEGANGAN
Tegangan pada terminal beban dari setiap komponen diatas akan memiliki nilai lebih
kecil dari tegangan sumber, karena adanya drop tegangan pada kawat penghantar.
Drop Tegangan : ”Tegangan yang digunakan oleh tahanan dari kawat penghantar
yang timbul karena panjangnya kawat.”
Contoh :
1. Jika pada rangkaian diatas motor menyerap arus ( i ) 30 A, dimana jarak
motor ke sumber tegangan ( l ) adalah 50m dan hambatan konduktor ( R )
0,002 Ω/m, hitung nilai drop tegangannya !
Jawab :
U = i.R →U = 30.2.50.0,002 = 6V
M
U
I
I
1
Motor pompa
air
Lampu
I
2
I
3
Setrika
U
2
I
2
R
2
U
U
2
= I
2
. R
2
R
2
= ρ
A
l
2
U
3
I
3
R
3
U
U
3
= I
3
. R
3
R
3
= ρ
A
l
3
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
10 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
2. Sebuah beban listrik menarik arus ( i )60A pada tegangan ( U ) 200V disuplai
dari pusat pembangkit yang berjarak ( l ) 600m. Apabila resistansi dari
konduktor yang digunakan R = 0,25 Ω/1000m. hitung output dari generator
yang dihasilkan agar tegangan beroperasi pada tegangan normal !
Jawab :
U
out
= U+U
drop
= 200+(60.2.600.0,25/1000) =200+18 = 218V
6. MENENTUKAN TANDA dalam MENULIS PERSAMAAN RANGKAIAN
LISTRIK
Kenaikan
Tegangan
Tahanan Sumber Tegangan
dari A ke B -IR +IR +E +E
Dari B ke A +IR -IR -E -E

7. Tahanan dalam Baterai
Menurut hukum Kirchoff tegangan ΣU pada rangkaian tertutup sama dengan nol,
dengan demikian :
Tegangan dari A ke B = E
= + Ir + IR
= I ( r + R )
Menurut hukum kirchoff E = IR + Ir
E – IR – Ir = 0
Jika memiliki tahanan dalam r maka tegangan pada baterai akan lebih kecil dari
tegangan baterai.
Contoh :
Σ E = I ( R + r )
Baterai memiliki tahanan
dalam r Ω
R
I
- +
A B r
A B
I
A B
I
A B
I
A B
I
r E
R
V
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
11 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Sebuah sel baterai memiliki GGL ( E ) 1,5V dan memiliki tahanan dalam ( r ) 0,5Ω.
Apabila suatu resistor luar disambungkanke baterai ini, maka pada resistor tersebut
akan mengalir arus sebesar 0,5A. Berapakah penunjukkan voltmeter pada terminal
baterai dan berapa nilai tahanan luar tersebut ?
Jawab :
R = (E - i.r)/i = (1,5 – 0,5.0,5)/0,5 = 1,25/0,5 = 2,5Ω
U = i.R = 2,5.0,5 = 1,25V
8. HUKUM KIRCHOFF
1. Hukum Kirchoff Arus
” Jumlah arus-arus yang masuk cabang dengan yang keluar dari
cabang pada rangkaian tertutup pada 1 titik sama dengan nol ”
2. Hukum Kirchoff Tegangan
” Jumlah tegangan pada rangkaian tertutup sama dengan nol ”
Tegangan dari A ke B :
- U = – IR
1
– IR
2
U – IR
1
– IR
2
= 0
Prosedur Penggunaan Hukum Kirchoff
1. Misalkan dan langsung tandai arah arus listrik pada konduktor listrik.
Dalam memisalkan penandaan arah arus, tidak perlu apakah itu benar atau
tidak.
Σ I = 0
Jumlah arus yang masuk di titik A
sama dengan yang keluar dari titik A
Σ U = 0
A
I
1
I
2
I
3
Σ I = 0
I
1
+ I
2
+ I
3
= 0
I
1
+ I
2
= I
3
R
1
I
R
2
+
-
A
B
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
12 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
2. Tentukan arah peninjauan rangkaian tersebut, mengingat tanda hasil kali IR
akan diberi tanda (+) jika arah tinjauan ini searah dengan arah peninjauan
arah arus yang dijelaskan sebelumnya. Tetapi IR akan bernilai (-) jika arah
tinjauan berlawanan dengan arah permisalan arus.
3. Memberi tanda pada sumber tegangan seperti yang telah dicontohkan.
Contoh :
hitung nilai arus yang mengalir pada
masing – masing hambatan !
- Loop ABEFA
15 – 15.i
1
– 12.i
3
= 0 → 15i
1
+ 12(i
1
+i
2
) = 15 → 27i
1
+ 12i
2
= 15….. 1
- Loop BCDEB
-12 + 12.i
3
+ 10.i
2
= 0 → 12(i
1
+i
2
) + 10i
2
= 12 → 12i
1
+ 22i
2
= 12….. 2
10Ω
B C
+
-
+
-
15V
12V
A
D
E
F
i
2
15Ω
12Ω
i
1
i
3
27 12
12 22
i
1
i
2
=
15
12
D= (27.22) – (12.12) = 594 – 144 = 450
15 12
12 22
D
i1
= (15.22) – (12.12)
= 330 – 144 = 186
i
1
= 186/450
= 0,41A
27 15
5
12 12
D
i2
= (27.12) – (12.15)
= 324 – 180 = 144
i
2
= 144/450
= 0,32A
i
3
= i
1
+ i
2
= 0,41 + 0,32 = 0,73A
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
13 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
9. Maxwell Loop Current Methode ( Metode Arus Loop Maxwell)
Pada penggunaan metode arus loop Maxwell, langkah – langkah perlu dilakukan
adalah :
1. Buat permisalan arah peninjauan pada tiap rangkaian.
2. Buat permisalan arah arus pada tiap rangkaian searah dengan arah loopnya.
- Loop I
1
15 – 15I
1
– 12I
1
+ 12I
2
= 0 → -27I
1
+ 12I
2
= -15 ……1
- Loop I
2
-12 – 12I
2
+ 12I
1
– 10I
2
= 0 → 12I
1
– 22I
2
= 12 …….. 2
10Ω
B C
+
-
+
-
15V
12V
A
D
E
F
15Ω
12Ω I
2 I
1
12
D= (-27.-22) – (12.12) = 594 – 144 = 450
-27 12
12 -22
i
1
i
2
=
-15
i
3
= i
1
- i
2
= 0,41 – (-0,32) = 0,73A
i
1
= 186/450
= 0,41A
-15 12
12 -22
D
i1
= (-15.-22) – (12.12)
= 330 – 144 = 186
i
2
= -144/450
= -0,32A
-27 -15
12 12
D
i2
= (-27.12) – (12.-15)
= -324 + 180 = -144
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
14 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
10. Theorema Superposisi
“Di dalam setiap jaringan penahan linier yang mengandung beberapa sumber,
tegangan atau arus yang melalui setiap tahanan atau sumber dapat dihitung dengan
melakukan penjumlahan aljabar dari semua tegangan atau arus sendiri-sendiri yang
dihasilkan oleh setiap sumber bebas yang bekerja sendiri, dengan semua sumber
tegangan bebas laindiganti oleh rangkaian-rangkaian pendek dan semua sumber
arus bebas yang lain diganti oleh rangkaian terbuka.”
Contoh :
Hitung nilai i
1
dan i
2
menggunakan
metode superposisi !
- Rangkaian 1
- Rangkaian 2
+
-
4V
2mA
2kΩ 3kΩ
1kΩ
i
1 i
2
+
-
4V
2kΩ 3kΩ
1kΩ
i’
i’ = 4/(2000+3000+1000)
=4/6000 = 0,67mA
i’ = i
1
’ = i
2

POLITEKNIK TEDC BANDUNG
15 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
11. Metode Thevenin
“Ketika akan menganalisa suatu rangkaian linier, susun rangkaian menjadi 2
jaringan ( A dan B ) yang dihubungkan dengan konduktor tangpa tahanan. Jika salah
satu mengandung sumber tak bebas, variabel pengontro harus dalam jaringan yang
sama. Dengan definisi U
OC
( Open Circuit Voltage ) sebagai tegangan rangkaian
terbuka yang terdapat pada terminal rangkaian A jika B diputuskan sehingga tidak
ada arus yang ditarik dari rangkain A, maka tegangan dan arus dalam rangkaian B
tidak berubah meskipun rangkaian A dimatikan. ( Dalam rangkaian A semua sumber
tegangan bebas diganti oleh rangkaain hubung singkat serta untuk sumber arus
bebas diganti oleh rangkaian terbuka ) dan sumber tegangan U
OC
dihubungkan
dengan pengkutuban yang benar secara seri dengan jaringan A yang mati.”
Contoh :
Perhatikan rangkaian berikut :
Tentukan nilai arus i !
Jawab :
Dengan menggunakan metode thevenin, kita menyusun rangkaian menjadi 2
jaringan.
2kΩ 3kΩ
1kΩ +4V
2mA
+
-
R
1
R
2
R
3
i
R
1
R
2
R
3
2kΩ 3kΩ
1kΩ +4V
2mA
+
-
a
b
Jaringan A Jaringan B
i
1 i
2
2mA
2kΩ 3kΩ
1kΩ
i
1
” i
2

i
1
” = 4000.0,002/(4000+2000) =1,33mA
i
2
” = 2000.0,002/(4000+2000) = 0,67mA
i
1
= i
1
’ - i
1
” = (0,67 – 1,33)mA = -0,63mA
i
2
= i
2
’ + i
2
” = (0,67 + 0,67)mA = 1,34mA
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
16 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Persamaan tegangan pada titik a-b ( U
OC
) adalah :
Jika jaringan A dimatikan ( sumber tegangan bebas dihubung singkat dan sumber
arusmenjadi rangkaian terbuka ) diperoleh nilai Tahanan Thevenin ( R
TH
) :
Setelah nilai tegangan U
OC
dan tahanan R
TH
didapat maka kita mendapat jaringan
pengganti jaringan A. Jika jaringan tersebut dihubungkan dengan jaringan B maka
kita dapat menghitung nilai arus i.
R
1
R
2
2kΩ 3kΩ
+4V
2mA
+
-
a
b
U
OC
I
1
U
OC
– 4 – 2.10
3
(I
1
) – 3.10
3
(0) = 0
U
OC
– 4 – 2.10
3
(2.10
-3
) – 0 = 0
U
OC
– 4 – 4 = 0
U
OC
= 8 V
R
1
R
2
2kΩ 3kΩ
a
b
R
TH
= R
1
+ R
2
= 2kΩ + 3kΩ
R
TH
= 5kΩ
R
TH
U
OC
+
-
R
3
1kΩ
i
R
Total
= R
TH
+ R
3
= 5kΩ + 1kΩ = 6kΩ
i = U
OC
/R
Total
= 8/6.10
3
= 1,33.10
-3
A
Jadi, nilai ar us i adalah 1,33.10
-3
A.
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
17 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
12. Metode Northon
“Saat menganalisa rangkaian linier, susun rangkaian menjadi 2 jaringan ( A dan B )
yang dihubungkan dengan konduktor tanpa tahanan. Jika salah satu jaringan
mengandung sumber tidak tetap, variabel pengontrol harus berada di jaringan yang
sama. Definisikan arus I
SC
( Short Circuit Curent ) sebagai arus hubung pendek yang
timbul pada terminal di jaringan A. Jika jaringan B dihubung pendek sehingga tida
ada tegangan dari jaringan A, maka semua tegangan dan arus di jaringan B bernilai
tetap. Pada jaringan A semua sumber teganan bebas diganti oleh rangkaian hubung
sinngkat dan semua sumber arus diganti oleh rangkaian terbuka ( jaringan A
dimatikan ) lalu hubungkan sumber arus I
SC
dengan jaringan A yang mati, secara
parallel dan dengan pengkutuban yang wajar.”
Contoh :
Jika pada rangkaian sebelumnya metode yang digunakan adalah metode Northon,
maka untuk menentukan arus i yang harus dilakukan adalah menjadikan jaringan A
sebagai rangkaian tertutup yaitu dengan menghubung singkat titik a dan b.
Dari gambar diatas kita dapat membuat persamaan untuk arus I
1
dan I
SC
:
4 – 2.10
3
(I
1
) – 3.10
3
(I
1
+2.10
-3
) = 0
4 – 2000I
1
– 3000I
1
– 6 = 0
-2 – 5000I
1
= 0
-5000I
1
= 2
I
1
= -0,4.10
-3
A
Dan untuk persamaan I
SC
adalah :
I
Sc
= I
1
+ 2mA
= -0,4.10
-3
+ 2.10
-3
I
Sc
= 1,6.10
-3
A
R
1
R
2
2kΩ 3kΩ
+4V
2mA
+
-
I
SC
I
1
I
1
+2mA
a
b
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
18 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
) (Watt
T
W
P =
Saat jaringan A dimatikan kita dapat menentukan nilai tahanan Northon ( R
N
)
dimana nilai R
N
= R
TH
. Setelah mendapat nilai I
Sc
dan R
N
maka akan diperoleh
jaringan pengganti jaringan A.
13. DAYA LISTRIK DAN ENERGI
Energi listrik ( W ) : usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan listrik ( q )
pada suatu beda potensial ( V ) dengan satuan Joule ( J ).
W = q.V ................ karena : q = i.t dan V = i.R
Daya Listrik ( P ) : banyaknya energi listrik ( W ) yang dikeluarkan per satuan waktu t
Contoh :
Data dari instalasi (perlengkapan listrik Rumah Tangga).
Bertegangan 230V, digunakan dalam suatu bangunan gedung dan beroperasi
dalam 8 jam/hari. Sebagai berikut :
- 8 buah lampu 100 watt
- 4 buah lampu 75 watt
I
sc
R
N R
3
1kΩ
i
Dari gambar, nilai i adalah :
i = (R
N
/(R
N
+ R
3
)).I
SC
= (5.10
3
/(5.10
3
+ 1.10
3
)).1,6.10
-3
= (5/6).1,6.10
-3
i = 1,33.10
-3
A
Daya listrik = (Watt)
usaha
waktu
W = i
2
.R.t = V
2
.t/R = V.i.t
P = V.i = i
2
.R = V
2
/R
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
19 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
- 1 watter hitter 1500 watt
- 3 motor berarus 4 A (920 watt )
- 6 buah unit pemanas, masing-masing 2 KW
- 1 buah radio 40 watt
a) Hitung total beban yang dipikul instalasi!
b) Hitung total arus yang ditarik dari instalasi!
c) Jika harga pembayaran energi/KWh adalah Rp. 500,00.
Hitung pembayaran energi selama 5 hari!
a. Beban total :
- Lampu 100 = 8 x 100 = 800
- Lampu 75 = 4 x 75 = 300
- Water Heater = 1 x 1500 = 1500
- Motor = 3 x 920 = 2760
- Pemanas ruangan = 6 x 2000 = 12000
- Radio = 1 x 40 = 40 +
Beban total = 17400 watt
b. i = P/V = 17400/230= 75,65 A
c. Biaya selama 5 hari = 17,4.8.5.500 = Rp. 348.000,-
14. Efek Arus Listrik
“Saat suatu beban terhubung pada sumber
tegangan maka akan timbul arus dan
mengeluarkan energi panas (H). panas iniu
timbul akibat adanya pergesekan antar
elektron dalam bahan.” Besarnya energi
panas pada setiap detik sama dengan energi
yang dihasilkan. Dalam satuan kalori ( cal ).
LOAD (R)
+
+ -
U
i
H = W/4,2 = 0,24.W
W = usaha dalam joule ( J ) dan H = panas yang dihasilkan ( cal )
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
20 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
15. Distribusi Listrik
Pada Distribusi listrik besar tegangan yang diterima beban memilki nilai yang lebih
kecil karena adanya tegangan jatuh antara Beban dengan sumber.
Perhatikan gambar berikut :
PELANGGAN
DIDTRIBUTOR
GENERATOR
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
21 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Jika hambatan konduktor yang digunakan ( R ) 0,4Ω/1000m, maka persamaan
tegangan jatuh antara titik A dan F adalah :
Drop AF = (2.0,4/1000)(100.i + 200.(i-100) + 100.(i-180) + 80.(i-240) + 100.(i-340)
230-228 =(0,8/1000)(100i + 200 i- 20000 + 100i – 18000 + 80i- 19200 + 100i- 34000)
2 =(0,8/1000)(580i - 91200)
2500 = 580i – 91200
93700 = 580i
161,5A = i
I
AB
= 161,5A I
DE
= 161,5 – 240 = -78,5A
I
BC
= 161,5 – 100 = 61,5A I
EF
= 161,5 – 340 = -178,5A
I
CD
= 161,5 – 180 = -18,5A
Nilai negatif pada arus menunjukan arah permisalan arus yang terbalik, maka arah
arus yan sebenarnya adalah :
Drop tegangan tiap titik :
100m 200m 100m 80m 100m
100A 80A 60A 100A
i i - 100 i - 180 i - 240 i - 340
A B C D E F
230V
228V
100m 200m 100m 80m 100m
100A 80A 60A 100A
i i - 100 180 - i 240 - i 340 - i
A B C D E F
230V
228V
Drop AB = 161,5.2.100.0,4/1000 = 12,92V V
AB
= 230 – 12,92 = 217,1V
Drop BC = 61,5.2.200.0,4/1000 = 9,8V V
BC
= 217,1 – 9,8 = 207,3V
Drop CD = 18,5.2.100.0,4/1000 = 1,48V V
CD
= 208,68 – 1,48 = 207,2V
Drop DE = 78,5.2.80.0.04/1000 = 5,02V V
DE
= 213,7 – 5,02 = 208,68V
Drop EF = 178,5.2.100.0,4/1000 = 14,3V V
EF
= 228 – 14,3 = 213,7V
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
22 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
+
-
- +
R1
1/R2
110V
5A
6A 40V
7A
SOAL - SOAL
1. Perhatikan gambar !
Jika sumber arus 5A menyerap daya 125 Watt, hitung nilai R1 dan R2 !
2. Gunakan hukum ohm dan hukum kirchoff pada rangkaian berikut untuk menentukan:
a. U
in
b. Daya pada sumber tegangan 4I
x
c. U
s
3. Pada gambar berikut ini :
4. Dalam rangkaian berikut ini, carilah daya yang diserap oleh :
I
1
+
-
U
5A
+
-
- +
5Ω
3Ω
60V
4i
X
U
s
U
in
+
-
2Ω
8A
2A
I
X
+
-
5Ω
20Ω +
-
U
2
+
-
U
1
60V
U
3
U
4 U
5
U
1
/12 35I
2
/3
2
a. Gunakan hokum Ohm dan hokum
kirchoff untuk menentukan semua
tegangan dan arus dalam rangkaian.
b. Hitung daya yang diserap tiap komponen
dan buktikan jumlahnya adalah nol.
I
2 I
1
I
3
I
2 I
1
I
3
I
4
20Ω
4A
25Ω
120Ω 60Ω
U
s
240V
+
-
a. Sumber arus 4A
b. Tahanan 20Ω
c. Tahanan 120Ω
d. Tahanan 60Ω
e. Sumber tegangan U
s
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
23 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
5. Perhatikan gambar rangkaian berikut ini :
6.
7.
8. Perhatikan gambar rangkaian berikut :
X
+
-
8V
20Ω 30Ω
15Ω 50Ω
3V
I
x
Tentukan daya yang diserap elemen X pada gambar
bila elemen adalah :
a. Tahanan 70Ω
b. Sumber tegangan 2V dengan kutub + di sebelah
kiri
c. Sumber tegangan 19I
x
denagan kutub + di sebelah
kiri
3U
B
2U
A
+
-
+
-
120V
U
A
U
B
10Ω
20Ω
30Ω
Tentukan daya yang diserap masing – masing
elemen pada rangkaian berikut :
I
4Ω
6Ω
20A
0,2 i
A
i
A
A
B
C
D
Tentukan daya yang diserap masing – masing
elemen pada rangkaian berikut :
20mA
iX
IA
IB
1kΩ 4kΩ
Hitung nilai daya yang diberikan masing – masing
sumber bila nilai i
x
adalah :
a. 3I
A
b. 3I
B
Ic
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
24 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
9. Perhatikan gambar rangkaian disamping ini :
hitung daya yang diserap masing – masing elemen pada
rangkaian !
10.
11. Gunakan analisa simpul ( Kirchoff Curent Law’s ) Untuk mencari nilai U
X
dari rangkaian di
bawah ini, jika elemen A adalah:
a. Sumber arus 2A dengan arah panah ke kanan
b. Tahanan 8Ω
c. Sumber tegangan 10V dengan referensi positif di kanan
12. Perhatikan gambar berikut ini :
5mA
2kΩ
4kΩ
-3mA
8kΩ
X
25Ω
5A
100Ω
Jika X menyerap daya 100W, tentukan nilai X jika :
a. X adalah tahanan lebih besar dari 50Ω
b. X adalah sumber arus dengan tanda panah
kebawah dan nilainya lebih besar dari 2A
25Ω
5A
9A
A
17A
4Ω 6Ω
U
x
U
Y
2Ω
U
R
+ -
I
-R = U/I
-P = U.I = I
2
.R = U
2
/R
a. Hitung nilai R bila U = -8V dan I = -5A
b. Hitung daya yang diserap bila I = -5A dan R = 2,2Ω
c. Hitung nilai I bila R = 8Ω dan R menyerap daya 200mW
d. Tentukan nilai konduktansi (G) bila U = 2,5V dan I =
100mA. ~ G = 1/R = I/U~
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
25 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
13.
14.
a. Hitung nilai I
x
dan U
x
pada gambar 1,2 dan 3
b. Bila pada gambar 1 nilai R
A
tiga kali lebih besar dari R
B
, hitung nilai tegangan pada
terminal R
A
dan R
B
15.
16.
Hitung daya yang diserap kelima elemen tersebut dalam rangkaian!
+
+ - + +
+
- -
-
+
+
+
-
-
-
-
a
b
36V
12V
14V
U
2
U
s1
U
R1
U
R2
R
2
R
1
4V
a. Gunakan hokum Kirchoff tegangan untuk menhitung U
R2
dan
U
ab
b. Jika tahanan pada U
2
, U
s1
dan R
1
masing – masing adalah 4Ω,
6Ω dan 2Ω. Gunakan persamaan pembagi tegangan untuk
menghitung tegangan U
2
, U
s1
dan U
R1
+
-
6Ω
U
x
R
A
R
B
6Ω 12V
+
-
5A
I
x
Gambar 1
5Ω
6A
+ -
R
1
5Ω
R
2
U
x
-
+ 60V
I
x
Gambar 2
10A
12A
2A
I
x
50Ω
100Ω
50Ω
25Ω
U
x
+ -
Gambar 3
a. b. c.
d.
e. f.
g. h.
2A
8Ω 16Ω
12Ω
9A 4A
I
1
I
2 I
3
Hitung nilai I
1
, I
2
dan I
3
!
I
4
2Ω
40Ω
5Ω
3,1A
0,1U
1
U
1
+
-
I
1
= I
2
– I
4
I
2
= I
1
+ I
4
I
3
= 9 + 4 + I
2
I
4
= I
2
– I
1
U
8
= U
16
= U
12
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
26 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
17.
18.
19.
20.
6A
4A
0,9I
3
9Ω
3Ω
6Ω
6Ω
15Ω
a
b
Hitung tegangan pada terminal A dan
B(U
ab
)!
I
3
I
1
I
4
I
5
2A
50Ω
75Ω
70Ω
30Ω
9Ω
U
2
+ -
I
1
I
3
R
eq
Perhatikan gambar berikut!
A. Pakai metode kombinasi tahanan untuk
mencari R
eq
!
B. Pakai persamaan pembagi arus untuk mencari
I
1
!
C. Pakai persamaan pembagi tegangan untuk
mencari U
2
!
D. Pakai persamaan pembagi arus untuk mencari
I
3
!
I
2
I
4
15A
I
31
I
24
I
23
I
41
-8A
2
1
3
Sebuah rangkaian tertentu berisi 6 elemen dan 4 simpul
(empat titik cabang) dengan nomor 1,2,3 dan 4. Tiap
elemen rangkaian dihubungkan di antara pasangan
berbeda simpul-simpul. Arus yang mengarah dari simpul 1
ke simpul 2 pada cabang itu adalah I
12
= 15A, I
34
= -8A. cari
I
23
, I
13
, dan I
41
bila I
24
sama dengan :
A. O
B. 18A
C. -18A
12Ω
6Ω
U
S
2Ω 2,25Ω
24V
+
-
Hitung daya yang diserap oleh :
A. Sumber arus 4A
B. Tahanan 2Ω
C. Tahanan 12Ω
D. Tahanan 6Ω
E. Sumber tegangan U
s
4A
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
27 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
21.
22.
23. Elemen pijar sebuah lampu listrik terbuat dari bahan tungsten dengan koefisien temperatur
resistansi 510 x 10
-5
/
o
C Ω pada suhu nol
o
C. pada awal penyalaan, suhunya 20
o
C, tahanan
filamennya 4Ω. Beberapa jam kemudian setelah penyalaan, tahanan filamennya berubah
menjadi 10Ω. Hitunglah kenaikan temperature elemen pijar lampu dari suhu awal 20
o
C!
24. perhatikan gambar.
25.
2,8A
9Ω
U
x
6Ω
2,4Ω
1,4A
3,1A
15Ω
12Ω
4Ω
+
-
Hitung U
x
dan I
x
!
I
x
1Ω
5Ω
25Ω
2Ω 5Ω
18Ω
10Ω
40Ω
4,5Ω
4Ω
1,5Ω R
P
Q
A. Hitung R
pq
bila R = 14Ω!
B. Hitung R bila R
pq
= 14Ω!
16A
5A
10Ω
30Ω 5Ω
0,5I
X
I
X
I
1
U
5
+
-
A. Hitung I
x
dengan hukum KCL
B. Hitung U
5
dengan hukum
KCL
C. Hitung daya pada sumber
16A
1Ω
2Ω
3Ω
4Ω 6Ω 7Ω
5Ω
8Ω
9Ω
60V
I
I
1
I
2
I
3
I
4
I
5
I
6
Hitung I, I
1
, I
2
, I
3
, I
4
, I
5
, I
6
!
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
28 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
26.
27.
28.
29.
30. Jaringan listrik tersusun oleh resistor sebagai berikut :
I
1
I
2
3A
25Ω
4Ω
+ -
5I
X
12Ω
I
X
I
2
P Q R
Z Y X
a
b
a. Tentukan rangkaian pengganti thevenin dan
hitung nilai U
th
dan R
th
b. Tentukan rangkaian pengganti northon dan
hitung nilai I
SC
dan R
N
12A
50V
+
+
- -
40Ω 20Ω
10I
1
I
1
a
b
a. Tentukan rangkaian pengganti thevenin dan hitung nilai U
th
dan R
th
b. Tentukan rangkaian pengganti northon dan hitung nilai I
SC
dan R
N
Melalui titk A disupply arus 80A dan pada titik B, C dan D keluar arus
masing – masing 25A, 35A dan 20A. Gunakan metode super posisi
untuk menghitung arus I
AC
!
2Ω 1Ω
+
A
-
+
-
1Ω
3Ω
2Ω
B
C D
6V
7V
Gunakan metode Maxwell untuk menghitung :
a. Arus pada AC
b. Arus pada BC
c. Arus pada CD
50Ω
I
4
I
1
I
3
I
2
600mA
25Ω
3Ω
+ -
20V
+
-
18Ω
8Ω 9Ω
12V
A B C
D
Gunakan hokum kirchoff untuk menghitung :
a. Tegangan AB
b. Tegangan BD
c. Arus di jalur CD
I
1
I
2
I
3
I
4
E
I
A
A. B.
C.
D.
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
80A
25A
20A 35A
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
29 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
+
-
- +
R1
1/R2
110V
5A
6A 40V
7A
31.
Apabila besar tegangan minimal yang diijinkan pada titik beban adalah 245V,hitung besar
diameter konduktor yang digunakan jika tahanan jenis bahan yang dimaksud adalah 1,7
µΩ.cm !
32. Filamen sebuah lampu pijar 240V terbuat dari kawat berdiameter 0,02mm yang memiliki
tahanan jenis 4,3 µΩ.cm pada suhu 20
o
C. Bila α = (0,005/
o
C), berapa panjang kawat bila
disipasi panas dari lampu adalah 60W pada saat suhu filamen 2420
o
C !
JAWABAN SOAL – SOAL
1. Perhatikan gambar !
Jika sumber arus 5A menyerap daya 125 Watt, hitung nilai R1 dan R2 !
Jawab :
U
5A
= 125/5 = 25V
25 – 5.R
1
+ 110 – 40 = 0 → -5.R
1
= -95 → R
1
= 19Ω
I
1
.1/R
2
= 40 → (7 + 6 + 5)/R
2
= 40 → R
2
= 18/40 = 0,45Ω
200m 200m 100m 50m 150m
A B C D E F
250V
255V
50A 80A 120A 30A
(250 – x) (200 – x) (120 – x) ( x) (30 + x)
I
1
+
-
U
5A
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
30 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
2. Gunakan hukum ohm dan hukum kirchoff pada rangkaian berikut untuk menentukan:
d. U
in
e. Daya pada sumber tegangan 4I
x
f. U
s
Jawab :
I
x
= 8 + 2 = 10A → 4I
x
= 4 . 10 = 40V
a. U
in
– 5.2 + 60 + 8.2 – 40 = 0 → U
in
= - 26V
b. P
4ix
= 40.8 = 320W
c. -26 – 5.2 + 60 – 3.4 + U
s
= 0 → U
s
= -12V
3. Pada gambar berikut ini :
Jawab:
a. U
2
= 60V I
2
= 60/20 = 3A U
5
= 35.3/3 = 35V
60V – 5.I
3
– 35 = 0 → -5.I
3
= -25 → I
3
= 5A
4. Dalam rangkaian berikut ini, carilah daya yang diserap oleh :
+
-
- +
5Ω
3Ω
60V
4i
X
U
s
U
in
+
-
2Ω
8A
2A
I
X
+
-
5Ω
20Ω +
-
U
2
+
-
U
1
60V
U
3
U
4 U
5
U
1
/12 35I
2
/3
2
c. Gunakan hokum Ohm dan hokum
kirchoff untuk menentukan semua
tegangan dan arus dalam rangkaian.
d. Hitung daya yang diserap tiap komponen
dan buktikan jumlahnya adalah nol.
I
2 I
1
I
3
I
2 I
1
I
3
I
4
20Ω
4A
25Ω
120Ω 60Ω
U
s
240V
+
-
f. Sumber arus 4A
g. Tahanan 20Ω
h. Tahanan 120Ω
i. Tahanan 60Ω
j. Sumber tegangan U
s
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
31 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
5. Perhatikan gambar rangkaian berikut ini :
Jawab :
a. X = 70Ω R
t
= 20 + 15 + 70 + 50 + 30 = 185Ω
3 – 185.I
x
– 8 = 0 → -185.I
x
= 5 → I
x
= -2,7.10
-2
A
P
x
= (-2,7.10
-2
).70 = 7,29.10
-4
.70 = 510,3.10
-4
= 51,03 mW
b. X = 2V R
t
= 20 + 15 + 50 + 30 = 115Ω
3 – 115.I
x
– 8 + 2 = 0 → -115.I
x
= 3 → I
x
= -0,026A
P
x
= 2.0,026 = 0,052 = 52mW
c. X = 19I
x
R
t
= 20 + 15 + 50 + 30 = 115Ω
3 – 115.I
x
– 8 + 19I
x
= 0 → -96.I
x
= 5 → I
x
= -0,052A
P
x
= (19.0,052).0,052 = 0,051 = 51mW
Jawab :
U
A
= 30I U
B
= 50I R
t
= 10 + 20 + 30 = 60Ω
120 + 3.30I – 60.I – 2.50I = 0 → -70I = -120 → I = 1,71A
X
+
-
8V
20Ω 30Ω
15Ω 50Ω
3V
I
x
Tentukan daya yang diserap elemen X pada gambar
bila elemen adalah :
d. Tahanan 70Ω
e. Sumber tegangan 2V dengan kutub + di sebelah
kiri
f. Sumber tegangan 19I
x
denagan kutub + di sebelah
kiri
3U
B
2U
A
+
-
+
-
120V
U
A
U
B
10Ω
20Ω
30Ω
Tentukan daya yang diserap masing – masing
elemen pada rangkaian berikut :
I
Jawab :
240 – 4.20 – 120.I
1
= 0 → -120.I
1
= -160 → I
1
= 1,33A
I
2
= 4 – 1,33 = 2,67A
240 – 4.20 – 25.2,67 – 60.I
3
= 0 → -60.I
3
= -93,25 → I
3
= 1,55A
U
s
= 60.1,55 = 93,25V → I
4
= 2,67 – 1,55 = 1,12A
a. P
40A
= 240.4 = 960W
b. P
20Ω
= 4
2
.20 = 16.20 = 320W
c. P
120Ω
= 1,33
2
.120 = 1,77.120 = 212,27W
d. P
60Ω
= 1,55
2
.60 = 2,4.60 = 144W
e. P
Us
= 93,25.1,12 = 104,44W
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
32 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
P
120V
= 1,71.120 = 205,2 W P
10Ω
= 1,71
2
.10 = 29,24 W
P
3UB
= (3.50.1,71).1,71 = 438,62 W P
20Ω
= 1,71
2
.20 = 58,48 W
P
2UA
= (2.30.1,71).1,71 = 175,45 W P
30Ω
= 1,71
2
.30 = 87,72 W
6.
Jawab :
I
B
= -400/2,4 = -166,67A P
4Ω
= -400.-100 = 40000W
I
B
’ = -400/6 = -66,67A P
6Ω
= -400.-66,67 = 26668
I
A
= -400/4 = -100A P
0,2iA
= -400.(0,2.-100) = 8000W
I
A
’ = -100 – 20 = -120A P
20A
= -400.20 = 8000W
P
U
= -166,67.-400 = 66668W
7. Perhatikan gambar rangkaian berikut :
Jawab :
I
A
= I
B
– 20mA I
B
= I
A
+ 20mA I
C
= I
B
+ I
X
a. I
C
= I
B
+ 3I
A
= (I
A
+ 20mA) + 3I
A
= 4I
A
+ 20mA
10
3
.I
A
= 4.10
3
(4I
A
+ 20.10
-3
) I
C
= (14,67 + (3.-5,33))mA = -1,32mA
I0
3
.I
A
= 16.10
3
I
A
+ 80 I
x
= 3.-5,33mA = -15,99mA
-15.10
3
I
A
= 80
I
A
= -5,33.10
-3
= -5,33mA P
ix
= ((-1,32.10
-3
).4.10
3
).-15,99.10
-3
= 84,43mW
I
B
= (-5,33 + 20)mA = 14,67mA P
20mA
= ((-5,33.10
-3
).10
3
).20.10
-3
= 106,6mW
4Ω
6Ω
20A
0,2 i
A
i
A
A
B
C
D
Tentukan daya yang diserap masing – masing
elemen pada rangkaian berikut :
U
6Ω 4Ω
20A
0,2i
A
i
A

i
A
i
B
i
B

i
B
= i
B
’ + i
A
’ – 0,2i
A
| i
A
’ = i
A
– 20 |
i
A
= U/4 | i
B
= U/2,4 | i
B
‘ = U/6
i
B
= (U/6) + ((U/4) – 20) – (0,2.U/4)
U/2,4 = ((4U + 6U – 0,2U)/24) - 20
U/2,4 = (8,8U/24) – 20
1,2U/24 = -20
U = - 400V
20mA
iX
IA
IB
1kΩ 4kΩ
Hitung nilai daya yang diberikan masing – masing
sumber bila nilai i
x
adalah :
c. 3I
A
d. 3I
B
Ic
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
33 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
b. I
C
= I
B
+ 3I
B
= 4(I
A
+ 20mA) = 4I
A
+ 80mA
10
3
.I
A
= 4.10
3
(4I
A
+ 80.10
-3
) I
C
= (-1,33 + (3.- 1,33))mA = -5,32mA
I0
3
.I
A
= 16.10
3
I
A
+ 320 I
x
= 3.-1,33mA = -3,99mA
-15.10
3
I
A
= 320
I
A
= -21,33.10
-3
= -21,33mA P
ix
= ((-5,32.10
-3
).4.10
3
).-3,99.10
-3
= 84,91mW
I
B
= (-21,33 + 20)mA = -1,33mA P
20mA
= ((-21,33.10
-3
).10
3
).20.10
-3
= -426,6mW
8. Perhatikan gambar rangkaian disamping ini :
hitung daya yang diserap masing – masing elemen pada
rangkaian !
Jawab :
I
1
= 5mA – I
2
I
2
= 5mA – I
1
= I
3
- 3mA I
3
= I
2
+ 3mA
8.10
3
.I
3
= 1,33.10
3
.I
1
→6(I
2
+ 3mA) = 5mA – I
2
→7I
2
= 2mA →I
2
= 0,29mA
I
1
= (5 – 0,29)mA = 4,71mA
9.
Jawab :
a. R
p
= (25.X.100)/((25.X) + (X.100) + (25.100)) → R
p
= 2500.X/(125X + 2500)=20X/(X+20)
P = V
2
/R →P = (i.R
p
)
2
/X →P.X = (i.R
p
)
2
100.X = (5.20X/(X+20))
2
→100X = (10
4
X
2
/(X
2
+ 40X + 400)
X
2
+ 40X + 400 =10
4
X
2
/100X →X
2
+ 40X + 400 = 100X → X
2
- 60X + 400 = 0
5mA
2kΩ
4kΩ
-3mA
8kΩ
8kΩ
2kΩ
4kΩ
5mA -3mA
I
1
8kΩ
2kΩ//4kΩ
-3mA
5mA
I
3
I
2
X
25Ω
5A
100Ω
Jika X menyerap daya 100W, tentukan nilai X jika :
c. X adalah tahanan lebih besar dari 50Ω
d. X adalah sumber arus dengan tanda panah
kebawah dan nilainya lebih besar dari 2A
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
34 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
1 . 2
400 . 1 . 4 ) 60 ( 60
2
12
÷ ÷ ±
= x
2
1600 3600 60
12
÷ ±
= x
2
2000 60
12
±
= x
2
72 , 44 60
12
±
= x
O =
+
= 36 , 52
2
72 , 44 60
1
x
O =
÷
= 64 , 7
2
72 , 44 60
2
x
“Dan nilai yang memenuhi adalah X = 52,36Ω”
1 . 2
5 . 1 . 4 ) 5 ( 5
2
12
÷ ±
= x
2
20 25 5
12
÷ ±
= x
2
5 5
12
±
= x
2
23 , 2 5
12
±
= x
A x 62 , 3
2
23 , 2 5
1
=
+
=
A x 39 , 1
2
23 , 2 5
2
=
÷
=
“Dan nilai yang memenuhi adalah X = 3,62A”
b. I
t
= 5 – X I
25
= (100/125).(5 – X) = 4 – 0,8X I
100
= (25/125).(5 – X) = 1 – 0,8X
100/X = (4 - 0,8X).25 →100/X = 100 – 20X →100 = 100X – 20X
2
→-5 + 5X – X
2
= 0
10. Gunakan analisa simpul ( Kirchoff Curent Law’s ) Untuk mencari nilai U
X
dari rangkaian di
bawah ini, jika elemen A adalah:
a. Sumber arus 2A dengan arah panah ke kanan
b. Tahanan 8Ω
c. Sumber tegangan 10V dengan referensi positif di kanan
Jawab :
a.
U
X
= 7.6 = 42V
25Ω
5A
9A
A
17A
4Ω 6Ω
U
x
U
Y
2Ω
25Ω
5A
9A
17A
4Ω 6Ω
U
x
U
Y
2Ω
2A
I
x
I
y
I
1
I
2
I
x
= 9 – 2 = 7A
I
y
= 2 – I
1
I
1
= 2 – I
y
= 17 – I
2
I
2
= 17 – I
1
17 = I
1
+ I
2
+ +
-
-
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
35 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
b.
6.I
x
– 8.I
x
’ = 4.I
y
→ 6(9 – I
y
– I
1
) – 8(I
y
+ I
1
) = 4.I
y
→ 54 – 6.I
y
– 6.I
1
– 8.I
y
– 8.I
1
= 4.I
y
→ -18.I
y
– 14.I
1
= -54 ……….. 1.
6.I
x
– 8.I
x
’ = -2.I
2
→ 6(9 – I
y
– I
1
) – 8(I
y
+ I
1
) = -2(17 - I
1
)
→ 54 – 6I
y
– 6I
1
– 8I
y
– 8I
1
= -34 + 2I
1
→ -14.I
y
– 16.I
1
= -88 …. 2.
-18.I
y
– 14.I
1
= -54 .....x-7 → 126.I
y
+ 98.I
1
= 378
-14.I
y
– 16.I
1
= -88 …..x-9 → 126.I
y
+ 144.I
1
= 792 –
-46.I
1
= -414 → I
1
= 9A
-14.I
y
– 16.9 = -20 → -14.I
y
= 124 → I
y
= -8,86A
U
x
= 6.(9 – (-8,86 + 9) = 6.8,86 = 53,16V
c.
6.I
x
+ 10 = 4.I
y
→ 6(9 – I
y
– I
1
) +10 = 4.I
y
→ 54 – 6.I
y
– 6.I
1
+ 10 = 4.I
y
→ -10.I
y
– 6.I
1
= -64 ……1
6.I
x
+ 10 = -2.I
2
→ 6(9 – I
y
– I
1
) +10 = -2(17 - I
1
)
→ 54 – 6.I
y
– 6.I
1
+ 10 = -34 + 2.I
1
→ -6.I
y
– 8.I
1
= -94 ……2
-10.I
y
– 6.I
1
= -64 … x-3 → 30.I
y
+ 18.I
1
= 192
-6.I
y
– 8.I
1
= -94 ... x-5 → 30.I
y
+ 40.I
1
= 470 -
-22.I
1
= -208 → I
1
= 9,45A
-6.I
y
– 8.9,45 = -94 → -6.I
y
= -18,4 → I
y
= 3,07A
12. Perhatikan gambar berikut ini :
25Ω
5A
9A
17A
4Ω 6Ω
U
x
U
Y
2Ω
I
x
I
y
I
1
I
2 8Ω
I
x

I
x
= 9 – I
x
’ = 9 – (I
y
+ I
1
)
I
x
’= 9 – I
X
= I
y
+ I
1
I
y
= I
x
’ – I
1
I
1
= I
x
’ – I
y
= 17 – I
2
I
2
= 17 – I
1
= 17 – (I
x
’ – I
y
)
17 = I
1
+ I
2
I
x
= 9 – I
x
’ = 9 – (I
y
+ I
1
)
I
x
’= 9 – I
X
= I
y
+ I
1
I
y
= I
x
’ – I
1
I
1
= I
x
’ – I
y
= 17 – I
2
I
2
= 17 – I
1
= 17 – (I
x
’ – I
y
)
17 = I
1
+ I
2
9A
25Ω
5A
17A
4Ω 6Ω
U
x
U
Y
2Ω
I
x
I
y
I
1
I
2
I
x

+ -
10V
U
R
+ -
I
-R = U/I
-P = U.I = I
2
.R = U
2
/R
e. Hitung nilai R bila U = -8V dan I = -5A
f. Hitung daya yang diserap bila I = -5A dan R = 2,2Ω
g. Hitung nilai I bila R = 8Ω dan R menyerap daya 200mW
h. Tentukan nilai konduktansi (G) bila U = 2,5V dan I =
100mA. ~ G = 1/R = I/U~
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
36 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
13.
14.
a. Hitung nilai I
x
dan U
x
pada gambar 1,2 dan 3
b. Bila pada gambar 1 nilai R
A
tiga kali lebih besar dari R
B
, hitung nilai tegangan pada
terminal R
A
dan R
B
a. Gambar 1
I
6Ω
= 12/6 = 2A
I
x
= 5 - 2 = 3A → 12 – 6.3 – U
x
= 0 → U
x
= -6V
a. R = -8/-5 = 1,6Ω
b. P = (-5)
2
.2,2 = 55W
c. I =
3
3
10 . 25
8
10 . 200
÷
÷
= = 0,158A
d. G = 100.10
-3
/2,5 = 40.10
-3
= 40 mS ( mili Siemens)
+
+ - + +
+
- -
-
+
+
+
-
-
-
-
a
b
36V
12V
14V
U
2
U
s1
U
R1
U
R2
R
2
R
1
4V
c. Gunakan hokum Kirchoff tegangan untuk menhitung U
R2
dan
U
ab
d. Jika tahanan pada U
2
, U
s1
dan R
1
masing – masing adalah 4Ω,
6Ω dan 2Ω. Gunakan persamaan pembagi tegangan untuk
menghitung tegangan U
2
, U
s1
dan U
R1
a. U
R2
= -4 + 36 = 32V U
ab
= 32 – 12 – 14 = 6V ……….(kutub positif di titik a)
b. 6 – 4.i – 6.i + 2.i = 0 → -8i = -6 → i = 0,75A
U
2
= 4.0,75 = 3V U
s1
= 6.0,75 = 4,5V U
R1
= 0,75.2 = 1,5V
+
-
6Ω
U
x
R
A
R
B
6Ω 12V
+
-
5A
I
x
Gambar 1
5Ω
6A
+ -
R
1
5Ω
R
2
U
x
-
+ 60V
I
x
Gambar 2
10A
12A
2A
I
x
50Ω
100Ω
50Ω
25Ω
U
x
+ -
Gambar 3
i. j. k.
l.
m. n.
o. p.
2A
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
37 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Gambar 2
I
x
= 6 – 10 = -4A → U
x
= 60 – 2.5 = 50V
Gambar 3
R
bcdef
= (50//100) + 50 = ((50.100)/(50 + 100)) + 50 = 33,33 + 50 = 83,33Ω
I
bc
= 2.150/100 = 3A → U
x
= 50.3 = 150V
I
x
= 3.(83,33 + 25)/25 = 3.108,33/25 = 13A
b. (R
A
+ R
B
).5 = 12 →R
A
+ R
B
= 2,4 →3.R
B
+ R
B
= 2,4 →R
B
= 0,6Ω R
A
= 1,8Ω
U
RA
= 1,8.5 = 9V U
RB
= 0,6.5 = 3V
14.
Jawab :
8.I
1
= -12.I
3
= 16.I
4
8(I
2
– I
4
) = -12.(13 + I
2
) → 8.I
2
– 8.I
4
= -156 – 12.I
2
→20.I
2
– 8.I
4
= -156 …1
8(I
2
– I
4
) = 16.I
4
→ 8.I
2
– 24.I
4
= 0 …2
20.I
2
– 8.I
4
= -156 ….x3 → 60.I
2
– 24.I
4
= -468
8.I
2
– 24.I
4
= 0 ….x1 → 8.I
2
– 24.I
4
= 0 -
52.I
2
= -468 → I
2
= 9A
8.9 – 24.I
4
= 0 → -24.I
4
= -72 → I
4
= 3A
I
1
= 9 – 3 = 6A I
3
= 9 + 9 + 4 = 22A
15.
Hitung daya yang diserap kelima elemen tersebut dalam rangkaian!
8Ω 16Ω
12Ω
9A 4A
I
1
I
2 I
3
Hitung nilai I
1
, I
2
dan I
3
!
I
4
8Ω 16Ω 12Ω
9A 4A
I
2 I
3
I
1
I
4
I
1
= I
2
– I
4
I
2
= I
1
+ I
4
I
3
= 9 + 4 + I
2
I
4
= I
2
– I
1
U
8
= U
16
= U
12
2Ω
40Ω
5Ω
3,1A
0,1U
1
U
1
+
-
I
1
= I
2
– I
4
I
2
= I
1
+ I
4
I
3
= 9 + 4 + I
2
I
4
= I
2
– I
1
U
8
= U
16
= U
12
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
38 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Jawab :
0,1U
1
+ 3,1 =
5 40
1 1
U U
+
0,1U
1
+ 3,1 =
40
8
1 1
U U +
40 (0,1U
1
+ 3,1) = 9U
1
4U
1
+ 12,4 = 9U
1
5U
1
= 124
U
1
= 24,8V
P
40
= (24,8)
2
/40 = 15,38 W P
0,1U1
= 24,8 . (24,8 . 0,1) = 61,5 W
P
5
= (24,8)
2
/5 = 123,01 W P
3,1A
= 24,8 . 3,1 =76,88 W
16.
Jawab :
R
p
= 6 .6/6 + 6 = 36/12 = 3Ω
R
s
= 3 + 15 = 18Ω
I
5
= I
6
+ 4
I
4
+ 0,9I
3
= I
6
+ 4
I
4
= I
1
– I
2
I
1
= 6 – I
3
I
6
+ 4 – 0,9I
3
= 6 – I
3
– I
2
9 3
6
3
9 , 0 4
18
U U U U
÷ ÷ = ÷ +
2
18
4 , 5 2 6
÷ =
÷ + ÷ ÷ U U U U
-3,6U = -36
U = 10V
6A
4A
0,9I
3
9Ω
3Ω
6Ω
6Ω
15Ω
a
b
Hitung tegangan pada terminal A dan
B(U
ab
)!
I
3
I
1
I
2
I
4 I
5
I
6
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
39 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
17.
Jawab :
A. R
p
= 70 . 30/70+30 = 2100/100 = 21Ω
R
s
= 21 + 9 = 30Ω
B. R
p
= 75 . 30/75 +30 = 2250/85 = 26,47Ω
I
1
= = ×
+
2
50 47 , 26
47 , 26
0,69A
C. U
50
= 50 . 0,69 = 34,5V
I
4
= 2 – 0,69 = 1.3A
I
2
= A 93 , 0 31 , 1
30 75
75
= ×
+
U
2
= 0,93 . 9 = 8,42V
D. I
3
= A 651 , 0 93 , 0
100
70
= ×
18.
Jawab :
Jika : I
24
= 0, I
41
= -8A, I
23
= 15A, I
31
= 15 – (-8) = 23A
I
24
= 18A, I
41
= 18 + 8 = 10A, I
23
= 15 – 18 = -3A, I
31
= -3 – (-8) = 5A
I
24
= -18A, I
41
= -18 +(-8) = -26A I
23
= 15 – (-18) = 33A, I
31
= 33 – (-8) = 41A
19.
2A
50Ω
75Ω
70Ω
30Ω
9Ω
U
2
+ -
I
1
I
3
R
eq
Perhatikan gambar berikut!
E. Pakai metode kombinasi tahanan untuk
mencari R
eq
!
F. Pakai persamaan pembagi arus untuk mencari
I
1
!
G. Pakai persamaan pembagi tegangan untuk
mencari U
2
!
H. Pakai persamaan pembagi arus untuk mencari
I
3
!
I
2
I
4
15A
I
31
I
24
I
23
I
41
-8A
2
1
3
Sebuah rangkaian tertentu berisi 6 elemen dan 4 simpul
(empat titik cabang) dengan nomor 1,2,3 dan 4. Tiap
elemen rangkaian dihubungkan di antara pasangan
berbeda simpul-simpul. Arus yang mengarah dari simpul 1
ke simpul 2 pada cabang itu adalah I
12
= 15A, I
34
= -8A. cari
I
23
, I
13
, dan I
41
bila I
24
sama dengan :
D. O
E. 18A
F. -18A
12Ω
6Ω
U
S
2Ω 2,25Ω
24V
+
-
Hitung daya yang diserap oleh :
F. Sumber arus 4A
G. Tahanan 2Ω
H. Tahanan 12Ω
I. Tahanan 6Ω
J. Sumber tegangan U
s
4A
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
40 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Jawab :
A. = U. I = 24 . 4 = 96W
B. P = I
2
. R = 4
2
. 2 = 32W
C. 24 = U
2
+ U
12
U
12
= 24 – (4 . 2)
= 16V
P
12
= 16
2
/12 = 21,33W
D. I
12
= 16/12 = 1,33A
I
2,25
= 4 – 1,33 = 2,67A
U
2,25
= 2,67 . 2,25 = 6,0V
U
6
= U
12
– U
2,25
= 16 – 6 = 10V
P
6
= 10
2
/6 = 16,667W
E. U
s
= U
6
= 10V
I
6
= 10/6 = 1,67A
I
us
= 2.67 – 1,67 = 1A
P
us
= 1 . 10 = 10W
20.
Jawab :
R
s1
= 15//12+4 = 10,67Ω
R
s2
= 2,4 + 9//6 = 6Ω
I
x
= U/6
3,1 –
6
U
– 1,4 -
67 , 10
U
+2,8 = 0
5 , 4
67 , 10 6
= +
U U
16,67U = 288.09
U = 17,28V
U
x
= U = 17,28V
I
x
. R
s1
= U
I
x
= 17,28/10,67 = 1,61A
21.
2,8A
9Ω
U
x
6Ω
2,4Ω
1,4A
3,1A
15Ω
12Ω
4Ω
+
-
Hitung U
x
dan I
x
!
I
x
1Ω
5Ω
25Ω
2Ω 5Ω
18Ω
10Ω
40Ω
4,5Ω
4Ω
1,5Ω R
P
Q
C. Hitung R
pq
bila R = 14Ω!
D. Hitung R bila R
pq
= 14Ω!
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
41 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Jawab :
A. R
pq
= (((((((1,5 + 4,5) //(4+(10//40))+5)//18) + 14)//(5+25)) + 1 + 2)
R
pq
= 15Ω
B. 14 = (((((((1,5 + 4,5) // (4 + (10//40)) + 5)//18 + R)//(5+25))+ 1 +2)
R = 11,37Ω
22. Elemen pijar sebuah lampu listrik terbuat dari bahan tungsten dengan koefisien
temperatur resistansi 510 x 10
-5
/
o
C Ω pada suhu nol
o
C. pada awal penyalaan, suhunya
20
o
C, tahanan filamennya 4Ω. Beberapa jam kemudian setelah penyalaan, tahanan
filamennya berubah menjadi 10Ω. Hitunglah kenaikan temperature elemen pijar lampu
dari suhu awal 20
o
C!
Jawab :
( )
( )
2
1
2
1
1
1
t R
t R
R
R
o
o


+
+
=
2
5
5
. 10 510 1
20 . 10 510 1
10
4
t x
x
÷
÷
+
+
=
4 + 0,204 t
2
= 10 + 1,02
0,204 t
2
= 7,02
t
2
= 34.41
o
C
∆t = t
2
– t
1
= 34,41 – 20 = 14,41
o
C
23. perhatikan gambar.
Jawab :
A. I
3
= I
x
+ 16
16
10 30
+ =
÷
dc dc
U U
-U
dc
(
10
1
30
1
+ ) =16
16
30
4
=
÷
dc
U
-4U
dc
= 480
U
dc
= -120V
I
x
= A 12
10
120
÷ =
÷
16A
5A
10Ω
30Ω
5Ω
0,5I
X
I
X
I
1
U
5
+
-
D. Hitung I
x
dengan hukum KCL
E. Hitung U
5
dengan hukum
KCL
F. Hitung daya pada sumber
16A
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
42 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
B. Sumber arus tidak tetap = I
stt
I
stt
= 0,5 I
x
= 0,5 (-12)
=-6A
I
2
= I
stt
+ 16
= -6 +16
=10A
I
1
= I
2
+5
=10 +5
=15A
U
bc
= U
5
= I
1
. 5 = 15 . 5 = 75V
24.
22525.
25.
C. U
db
= U
dc
- U
bc
= -120 – 75
= -195V
P
db
= U
db
. 6
= -195 . 6
= -3120W
1Ω
2Ω
3Ω
4Ω 6Ω 7Ω
5Ω
8Ω
9Ω
60V
I
I
1
I
2
I
3
I
4
I
5
I
6
Hitung I, I
1
, I
2
, I
3
, I
4
, I
5
, I
6
!
I = 60/4,02 = 14,09A
I
1
= A x 45 , 9 09 , 14
6 21 , 12
21 , 12
=
+
I
6
= I – I
1
= 14,09 – 9,45 = 4,64A
I
2
= A x 72 , 3 64 , 4
23 , 16 4
23 , 16
=
+
I
3
= I
6
– I
2
= 4,64 – 3,72 = 0,92A
I
4
= A x 49 , 0 92 , 0
7 6
7
=
+
I
5
= I
3
– I
4
= 0,92 – 0,49 = 0,43A
R
s1
=1 + 2 + 3 = 6Ω
R
p1
= 6//7
=42/13
=3,23Ω
R
s2
= 5 + 3,23 + 8 = 16,23Ω
R
p2
= 4//16,23
= 64,92/20,23 = 3,21Ω
R
s3
= 3,21 + 9 = 12,21
R
p3
= 12,21//6
= 73,26/18,21 = 4.02Ω
Jawab :
2Ω 1Ω
+
A
-
+
-
1Ω
3Ω
2Ω
B
C D
6V
7V
Gunakan metode Maxwell untuk menghitung :
d. Arus pada AC
e. Arus pada BC
f. Arus pada CD
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
43 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
26.
27.
2Ω 1Ω
+
A
-
+
-
1Ω
3Ω
2Ω
B
C D
6V
7V
I
1
I
2
I
3
a. I
AC
= I
1
– I
2
= 3 – 2 = 1A
b. I
BC
= I
3
– I
1
= 3 – 3 = 0
c. I
CD
= I
3
– I
2
= 3 – 2 = 1A
50Ω
I
4
I
1
I
3
I
2
600mA
25Ω
3Ω
+ -
20V
+
-
18Ω
8Ω 9Ω
12V
A B C
D
Gunakan hokum kirchoff untuk menghitung :
d. Tegangan AB
e. Tegangan BD
f. Arus di jalur CD
Loop ABDA :
12 – 9.I
1
– 18.I
2
= 0 → – 9.I
1
– 18.I
2
= -12
Loop BCDB :
20 – 3.I
4
+ 18.I
2
= 0 → – 3.I
4
+ 18.I
2
= -20
Loop CEDC :
3.I
4
– 8.0,6 = 0 → 3.I
4
= 4,8 → I
4
= 1,6A
-4,8 + 18.I
2
= -20 → 18.I
2
= -15,2 → I
2
= -0,844A
-9.I
1
– 18.-0,844 = -12 → -9.I
1
= -27,2 → I
1
= 3,022 A
a. U
AB
= 9.I
1
= 9.3,022 = 27,2V
b. U
BD
= 18.I
2
= 18.-0,844 = -15,2V
c. I
CD
= I
4
= 1,6A
Jaw ab :
I
1
I
2
I
3
I
4
E
50V
+
+
-
-
40Ω 20Ω
10I
1
I
1
a
b
c. Tentukan rangkaian pengganti thevenin dan hitung nilai U
th
dan R
th
d. Tentukan rangkaian pengganti northon dan hitung nilai I
SC
dan R
N
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
44 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
28.
10.I
1
– 60.I
1
- 50 = 0 → - 50.I
1
= 50 → I
1
= -1A
U
th
= U
ab
= 40.I
1
+ 50 = 40.-1 + 50 = 10V
R
th
= U
th
/ I
SC
= 10/0,625 = 16Ω
Gambar rangkaian pengganti Thevenin:
50V
+
+
- -
40Ω 20Ω
10I
1
I
1
a
b
-40.I
1
= 50 → I
1
= -1,25A
-10.-1,25 – 20.I
1
’ = 0 → -20.I
1
’ = -12,5 →I
1
’ = 0,625A
I
SC
= I
1
+ I
1
’ = -1,25 + 0,625 = -0,625A
R
N
= R
th
= 16Ω
Gambar rangkaian pengganti Northon :
50V
+
+
- -
40Ω 20Ω
10I
1
I
1
a
b
I
SC
I
1

I
1
I
2
3A
25Ω
4Ω
+ -
5I
X
12Ω
I
X
I
2
P Q R
Z Y X
a
b
c. Tentukan rangkaian pengganti thevenin dan
hitung nilai U
th
dan R
th
d. Tentukan rangkaian pengganti northon dan
hitung nilai I
SC
dan R
N
12A
I
1
I
2
3A
25Ω
4Ω
+ -
5I
X
12Ω
I
X I
2
P Q R
Z Y X
a
b
12A
I
1
I
2
3A
25Ω
4Ω
+ -
5I
X
12Ω
I
X I
2
P Q R
Z Y X
a
b
I
SC
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
45 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
29. Jaringan listrik tersusun oleh resistor sebagai berikut :
Jawab :
U
th
= U
ab
= U
QY
= U
QP
+ U
PZ
4.I
2
= -5.I
X
– 12.I
x
→ I
2
= -17.I
x
/4
I
1
= 12 – I
x
→ I
2
= (12 – I
x
) + 3 = 15 - I
X
-17.I
x
/4 = 15 - I
X
→ -17.I
X
= 4(15 – I
x
)
-17.I
X
= 60 – 4.I
X
-13.I
X
= 60 → I
X
= -4,62A
I
2
= 15 – (-4,62) = 19,62A
U
ab
= 4.19,62 = 78,48V
R
th
= 78,48 / 15 = 5,1Ω
U
th
= U
ab
= U
QY
= U
QP
+ U
PZ
= 0
4.I
2
= 0
-5.I
X
– 12.I
x
= 0
I
2
= I
X
= 0
I
SC
= 12 + 3 = 15A
R
N
= R
th
= 5,1Ω
a
b
5,1Ω
R
N
I
SC
15A
Melalui titk A disupply arus 80A dan pada titik B, C dan D keluar arus
masing – masing 25A, 35A dan 20A. Gunakan metode super posisi
untuk menghitung arus I
AC
!
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
80A 25A
20A 35A
I
AC
E. F.
G. H.
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
46 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
30.
I
AC

A B
C D
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
25A 25A
I
AC

A B
C D
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
35A
35A
I
AC
”’
A B
C D
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
20A
20A
0,1Ω
0,2Ω
0,2Ω
0,2Ω
I
AC

25A
25A
0,1Ω
0,2Ω
0,1Ω
0,3Ω
I
AC
’”
20A
20A
0,3Ω
0,2Ω
0,2Ω
I
AC

35A
35A
I’ = (0,1/(0,1+((0,2//0,2)+0,2).25
= (0,1/0,4).25 = 6,25A
I
AC
’= (0,2/0,2+0,2).6,25
= (0,2/0,4).0/6,25 = 3,125A
I’
I”’
R
p
= 0,2//0,3 = (0,2.0,3)/(0,2+0,3)
= 0,12Ω
I
AC
” = (0,12/(0,12+0,2).35
=(0,12/0,32).35 = 13,125A

I’” = (0,1/(0,1+((0,2//0,3)+0,1)).20
= (0,1/0,32).20 = 6,25A
I
AC
”’= (0,3/0,3+0,2).6,25
= (0,3/0,5).6,25 = 3,75A
I
AC
= I
AC
’ + I
AC
” + I
AC
”’ = 3,125 + 13,125 + 3,75 = 20A
200m 200m 100m 50m 150m
A B C D E F
250V
255V
50A 80A 120A 30A
(250 – x) (200 – x) (120 – x) ( x) (30 + x)
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
47 RANGKUMAN RANGKAIAN LISTRIK 1
Apabila besar tegangan minimal yang diijinkan pada titik beban adalah 245V,hitung besar
diameter konduktor yang digunakan jika tahanan jenis bahan yang dimaksud adalah 1,7
µΩ.cm !
Jawab :
Drop
AE
= 250 – 245 = 5
(((250 – x).2.150.R) + ((200 – x).2.200.R) + ((120 – x).2.200.R)) = Drop
AE
((75000.R – 300.x.R) + ( 80000.R – 400.x.R) + (48000.R – 400.x.R)) = 5
203000.R – 1100.x.R = 5 → 203000 – 1100.x
= 5/R
Drop
FE
= 255 – 245 = 10
((x.2.100.R) + ((30 + x).2.50.R)) = Drop
FE
(200.x.R +(3000.R + 100.x.R)) = 10
3000.R + 300x.R = 10 → 3000 + 300.x = 10/R
Sehingga Drop
FE
= 2.Drop
AE
→ 3000 + 300.x = 2.(203000 – 1100.x)
→ 2500.x = 403000
→ x = 161,2
3000 + 300.161,2 = 10/R → R = 10/(51360) = 194,7.10
-6
Ω/m = 194,7.10
-8
Ω/cm
194,7.10
-8
= 1,7.10
-6
/(π.r
2
) → r
2
= 1,7.10
-6
/ (π.194,7.10
-8
) = 0,278 → r = 278 , 0 =
0,527cm
Sehingga diameter kabel yang digunakan adalah : 2.0,527 = 1,054 cm
31. Filamen sebuah lampu pijar 240V terbuat dari kawat berdiameter 0,02mm yang memiliki
tahanan jenis 4,3 µΩ.cm pada suhu 20
o
C. Bila α = (0,005/
o
C), berapa panjang kawat
bila disipasi panas dari lampu adalah 60W pada saat suhu filamen 2420
o
C !
Jawab :
Tahanan tiap 1 cm bahan pada suhu 20
o
C
R
20
= 4,3.10
-6
.1/(π.(0,001)
2
= 1,37Ω
1,37 = R
0
+ R
0
.0,005.20 → 1,37 = 1,1R
0
→ 1,25 = R
0
Tahanan 1 cm bahan di suhu 2420
o
C
R
2420
= 1,25 + (1,25.0,005.2420) → R
2420
= 1,25 + 15,13 = 16,38Ω
Hambatan total kawat di suhu 2420
o
C
R
t
= 240
2
/60 = 960Ω
Panjang kawat = 960/16,38 = 58,61cm

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->