Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN
Dermatitis atopik (DA) adalah keadaan peradangan kulit kronis dan
residif, disertai gatal, yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-
anak, sering berhubungan dengan peningkatan kadar igE dalam serum dan riwayat
atopi pada keluarga atau penderita (D.A, rhinitis alergi;, dan atau asma bronkial).
elainan kulit berupa papul gatal, yang kemudian mengalami eskoriasi dan
likenifikasi, distribusinya di lipatan (fleksural).
!
ata "atopi# pertama kali diperkenalkan oleh $o%a (!&'(), yaitu istilah
yang dipakai untuk sekelompok penyakit pada indi)idu yang mempunyai riwayat
kepekaan dalam keluarganya, *isalnya + asma bronkial, rinitis alergik, dermatitis
atopik, dan konjungti)itis alergik.
!
,erbagai penelitian menyatakan bahwa pre)alensi dermatitis atopik makin
meningkat sehingga merupakan masalah kesehatan besar.
!
-enyakit ini dialami
sekitar !.-'./ anak. -ada 0. / kasus dermatitis atopik umumnya di mulai saat anak-
anak di bawah 1 tahun dan !./ saat remaja 2dewasa.
1,
. 3mumnya terjadi sebelum
usia !' bulan dan episode-episode selanjutnya akan hilang timbul hingga
anak melewati masa tertentu. 4ebagaian besar anak akan sembuh dari eksema
sebelum usia 1 tahun. 4ebagaian ke%il anak akan terus mengalami eksema hingga
dewasa. Di perkirakan angka kejadian di masyarakat adalah sekitar !-(/ dan pada
anak 51 tahun sebesar (,!/ dan pre)alensi DA pada anak meningkat 1-!./ pada '.-
(. tahun terakhir.
(,6
Dermatitis atopi %enderung diturunkan. 7ebih dari seperempat anak dari
seorang ibu yang menderita atopi akan mengalami dermatitis atopi pada masa
kehidupan ( bulan pertama. 8ejala utama dermatitis atopik ialah (pruritus), dapat
hilang timbul sepanjang hari, tetapi umumnya lebih hebat pada malam hari.
Akibatnya penderita akan menggaruk sehingga timbul berma%am-ma%am
kelainan kulit berupa papul, lekenifikasi, eritema, erosi, ekskoriasi, eksudasi,
dan krusta. Dermatitis atopik dapat dibagi menjadi ( fase, yaitu + dermatitis atopik
1
infantil (terjadi pada usia ' bulan sampai ' tahun ); dermatitis atopik anak ( '
tahun sampai !. tahun ); dan dermatitis atopik remaja dan dewasa.
!
Di Amerika 4erikat, Eropa, 9epang, Australia dan negara industri lain,
pre)alensi Dermatitis Atopik men%apai !.-'. /, sedangkan pada dewasa kira-
kira !-( /. Di negara Agraris, misalnya $ina Eropa :imur, Asia :engah,
-re)alensi dermatitis jauh lebih rendah. ;anita banyak menderita dermatitis
Atopik daripada pria dengan rasio !,(+!. ,erbagai faktor lingkungan berpengaruh
terhadap pre)alensi dermatitis Atopik, misalnya jumlah keluarga ke%il, pendidikan
ibu makin tinggi, penghasilan meningkat, migrasi dari desa ke kota dan
meningkatnya penggunaan antibiotik, berpotensi menaikan jumlah penderita
Dermatitis Atopik. -re)alensi yang tinggi ditemukan di Amerika. Di <nggr is,
pada sur)ei populasi pada !06. anak-anak yang menderita Dermatitis Atopik dari
usia satu sampai lima tahun di temukan kira-kira => / kasus ringan, !> / kasus
sedang, ' / kasus berat.
!,1
Dermatitis atopik di%etuskan oleh sejumlah faktor pen%etus. *eliputi
bahan iritan (bahan pakaian yang tidak %o%ok, air keras), mikroba (khususnya
staphylococcus aureus), psikologis (khususnya keadaan stress), dan faktor alergi.
-ada pasien dermatitis atopi% seringkali mengalami peningkatan serum <gE dan
derajat sensitisasi yang tinggi terhadap allergen lingkungan, termasuk makanan.
-olutan dalam maupun luar ruangan seperti asam tembakau dapat mempengaruhi
produksi <gE.
1
Dari uraian diatas, mengenai dermatitis Atopik maka penulis tertarik
membuat laporan tentang kasus Dermatitis Atopik dan membahas mengenai kasus
yang ada, diagnosis serta penatalaksanaannya.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi
Dermatitis atopik (DA) adalah keadaan peradangan kulit kronis dan
residif, disertai gatal, yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-
anak, sering berhubungan dengan peningkatan kadar igE dalam serum dan riwayat
atopi pada keluarga atau penderita (D.A, rhinitis alergi;, dan atau asma bronkial.
elainan kulit berupa papul gatal, yang kemudian mengalami eskoriasi dan
likenifikasi, distribusinya di lipatan (fleksural).
!,',1

2.2. Etiologi
,erbagai faktor ikut berinteraksi dalam patogenesis dermatitis Atopik,
misalnya faktor genetik, lingkungan, sawar kulit, farmakologik dan imunologik.
onsep dasar terjadinya Dermatitis atopik adalah melalui reaksi imunologi, yang
diperantarai oleh sel-sel yang berasal dari sumsum tulang. adar <gE dalam
serum penderita Dermatitis Atopik dan jumlah eosinofil dalam darah perifer
umumnya meningkat. :erbukti bahawa ada hubungan se%ara sistemik antara
dermatitis Atopik dan alergi saluran pernapasan.
!
2.3. Patogenesis
,erbagai faktor turut berperan dalam patogenesis Dermatitis Atopik;
!,>,1
a. Respon I!n pa"a #!lit
ulit pasien DA yang bebas lesi klinis menampakkan hiperplasia
epidermal ringan dan infiltrat peri)askuler yang jarang. 7esi kulit
eksematosa akut ditandai edema interseluler nyata (spongiosis) epidermis.
4el 7angerhans (7$) dan makrofag dalam lesi kulit dan sedikit dalam
kulit tanpa lesi, menampakkan molekul <gE, selain didapati pula sedikit
infiltrat sel : dalam epidermis. Di dalam dermis dari lesi akut, tampak
influ? sel :. <nfiltrat limfositik tersebut terdiri terutama atas sel : memori
aktif yang membawa $D(, $D> dan $D>1 @A (bukti dari pajanan
3
sebelumnya dengan antigen). Eosinofil jarang ditemukan pada DA akut,
sedangkan sel mast dalam jumlah normal dalam stadium degranulasi
berbeda.
7esi kronik likenifikasi ditandai oleh epidermis hiperplastik
dengan pemanjangan rete ridges, hiperkeratosis jelas, dan spongiosis
minimal. :erdapat peningkatan sel 7$ yang membawa <gE dalam
epidermis, dan makrofag mendominasi infiltrat dermis. 9umlah sel mast
meningkat dan umumnya dalam stadium degranulasi penuh. 4el netrofil
tidak ditemui dalam lesi kulit DA walaupun terjadi peningkatan kolonisasi
dan infeksi 4 aureus. Eosinofil meningkat dalam lesi kulit DA kronik, dan
sel ini mengalami sitolisis dan melepas kandungan protein granul ke
dalam dermis atas dari kulit berlesi (major basic protein dengan pola
fibriler). Eosinofil diduga berkontribusi dalam inflamasi alergik dengan
mensekresikan sitokin dan mediator yang meningkatkan inflamasi alergik
dan menginduksi kerusakan jaringan melalui produksi reactive oxygen
intermediate (@A<) dan pelepasan protein toksik dari granul.
1,0
Sito#in "an #eo#in
4itokin :BC-D dan <7-! dari keratinosit, sel mast, dan sel dendritik
(D$) mengikat reseptor pada endotel )askuler, mengaktifkan jalur sinyal,
yang berakibat pada induksi molekul adesi sel endotel )askuler. ejadian
di atas, mengawali proses tethering, akti)asi, dan adhesi sel radang ke
endotel )askuler dilanjutkan dengan ekstra)asasi sel radang ke dalam
kulit. 4etelah berada dalam kulit, sel radang merespon chemotactic
gradients oleh pengaruh kemokin yang mun%ul dari lokasi kerusakan atau
infeksi.
DA akut disertai dengan produksi sitokin dari sel :h', <7-> dan <7-
!(, yang memediasi pergeseran isotip imunoglobulin ke sintesis <gE, dan
terjadi peningkatan ekspresi molekul adesi pada sel endotel. 4ebaliknya,
<7-1 berperan dalam perkembangan dan kelangsungan hidup eosinofil, dan
hal ini dominan pada DA kronik. -roduksi 8*-$4C yang meningkat akan
4
menghambat apoptosis monosit, sehingga berkontribusi dalam persistensi
DA. ,ertahannya DA kronik melibatkan pula sitokin sel :h!-like, <7-!'
dan <7-!=, <7-!!, dan :8C-E!.
emokin spesifik kulit, cutaneous : cell-attracting chemokine
($:A$), $$ chemokine ligand '0 ($$7'0), di upregulate pada DA dan
berfungsi menarik sel : yang memiliki $$ chemokin receptor !. ($$@!.)
dan $7AF ke dalam kulit. 4el : $7AF dapat pula mengikat $$7!0 pada
endotel )askuler dari )enula kulit. -engerahan selektif sel :h' yang
mengekspresikan $$@>, dimediasi oleh kemokin dari makrofag dan
sitokin dari timus dan activation-regulated cytokine. 4elain itu, kemokin
fra%talkine, inducible protein !. (<- !.), dan monokin diupregulasi se%ara
kuat pada keratinosit dan mengakibatkan migrasi sel :h! ke arah
epidermis, terutama pada DA kronik. -eningkatan ekspresi $$ chemokine,
macrophage chemoattractant protein-> (*$-->), eota?in, dan regulated
on activation normal :-cell expressed and secreted (@AB:E4)
mempunyai andil untuk infiltrasi makrofag, eosinofil, dan sel : ke dalam
lesi kulit DA akut maupun kronik.
!,0
$. %eneti#
romosom 1G(!-(( mengandung kumpulan famili gen sitokin <7-(,
<7->, <7-!( dan 8*-$4C, yang diekspresikan oleh :H'. Ekspresi gen <7->
memainkan peranan penting dalam ekspresi dermatitis Atopik. -erbedaan
genetik akti)itas transkripsi gen <7-> mempengaruhi predisposisi Dermatitis
Atopik. Ada hubungan yang erat antara polimorfisme spesifik gen kimase sel
mas dan dermatitis atopik. :etapi tidak dengan asma bronkial aatu rhinitis
alergi. Iarian kenetik sel mas, yaitu serine protease yang disekresikan oleh
sel mas di kulit, mempunyai efek spesifik pada organ, dan berperan dalam
timbulnya Dermatitis Atopik.
!
5
2.& Diagnosis
Diagnosis didasarkan pada konstelasi temuan klinis oleh Hanifin J @ajka
(:abel !.!).
Ta$el 1.1 K'ite'ia a(o' "an ino' "e'atitis atopi#
)a*o' +,a'a+te'isti+s - . 3/ )ino' +,a'a+te'isti+s -. 3/
!. -ruritus
'. Dermatitis di muka atau
ekstensor bayi dan anak
(. Dermatitis di fleksura
pada dewasa
>. Dermatitis kronis atau
residif
1. @iwayat atopi pada
penderita atau
keluarganya
!. Kerosis
'. <nfeksi kulit (khususnya oleh S. aureus dan
)irus herpes simpleks)
(. Dermatitis nonspesifik pada tangan dan kaki
>. <ktiosis2hiperliniar palmaris2keratosis pilaris
1. -itiriasis alba
6. Dermatitis dipapila mamae
0. White dermograpishm dan delayed blanch
respon
=. eilitis
&. 7ipatan infra orbital Dennie-*organ
!.. onjungti)itis berulang
!!. eratokonus
!'. atarak subkapsular anterior
!(. Arbita menjadi gelap
!>. *uka pu%at dan eritem
!1. 8atal bila berkeringat
!6. <ntolerans terhadap wol atau pelarut lemak
!0. Aksentuasi perifokular
!=. Hipersensitif terhadap makanan
!&. -erjalanan penyakit dipengaruhi oleh faktor
lingkungan dan atau emosi
'.. :es kulit alergi tipe dadakan posotif
'!. adar igE didalam serum meningkat
''. Awitan pada usia dini
Ta$el 1.2 riteria diagnostik dermatitis atopik pada bayi
6
)a*o' feat!'es )ino' feat!'es
!. @iwayat atopi pada keluarga.
'. Dermatitis dimuka atau ekstensor
(. -ruritus
!. Kerosis
'. Aksentuasi perifolikular
(. Cisura belakang telinga
>. 4kuama di skalp kronis
Diagnosis DA didasarkan pada konstelasi gambaran klinis DA tipikal mulai
selama bayi. isaran 1./ timbul pada tahun pertama kehidupan dan (./ timbul
antara !-1 tahun. isaran 1. dan =./ pasien DA bayi akan mendapat rhinitis
alergika atau asma pada masa anak.
2.0. %e*ala Klinis
7esi kulit
eluhan gatal dapat intermiten sepanjang hari dan lebih parah menjelang
senja dan malam. 4ebagai konsekuensi keluhan gatal adalah garukan, prurigo
papules, likenifikasi, dan lesi kulit eksematosa.
7esi akut ditandai keluhan gatal intens, papul eritem disertai ekskoriasi, )esikel di
atas kulit eritem, dan eksudat serosa. 7esi subakut ditandai papul eritem,
ekskoriasi, skuamasi. DA kronik ditandai oleh plakat kulit tebal, likenifikasi
(a%%entuated skin markings), dan papul fibrotik (prurigo nodularis).
Distribusi dan pola reaksi kulit ber)ariasi menurut usia pasien dan
akti)itas penyakit. -ada bayi, DA umumnya lebih akut dan terutama mengenai
wajah, s%alp, dan bagian ekstensor ekstremitas. Daerah diaper (popok) biasanya
tidak terkena. -ada anak yang lebih tua, dan pada yang telah menderita dalam
waktu lama, stadium penyakit menjadi kronik dengan likenifikasi dan lokalisasi
berpindah ke lipatan fleksura ekstremitas.
!,(,>
7
8ambar !.'. Dermatitis atopik pada anak dengan likenifikasi pada fosa ante%ubiti dan
plakat ekLematosa generalisata.
DA sering mereda dengan pertambahan usia, dan indi)idu dewasa tersebut
mempunyai kulit yang peka terhadap gatal dan peradangan bila terpajan iritan
eksogen. Eksema tangan kronik mungkin merupakan manifestasi primer dari
banyak orang dewasa dengan DA.
DA dapat dibagi ( fase, yaitu DA <nfantil ( terjadi pada usia ' bulan
sampai ' tahun), DA Anak ( ' sampai !. tahun), dan DA pada remaja dan
dewasa.
1. Bent!# infantil - 1 2 2 ta,!n/
7esi awal dermatitis atopik mun%ul pada bulan pertama
kelahiran, biasanya bersifat akut, sub akut, rekuren, simetris di kedua pipi.
:erdapat eritem berbatas tegas, dapat di sertai papul - papul dan )esikel-
)esikel miliar, yang menjadi erosif, eksudatif, dan berkrusta. :empat
predileksi dikedua pipi, ekstremitas bagian f leksor, dan ekstensor. @asa
gatal yang timbul sangat mengganggu sehingga anak gelisah, susah tidur,
dan sering menangis. -ada umumnya lesi DA infantil eksudatf, banyak
eksudat, erosi, krusta dan dapat mengalami infeksi. 7esi dapat meluas
generalisata bahkan walaupun jarang, dapat ter jadi eritroderma. 4ekitar
usai != bulan mulai tampak likenifikasi.
2. Bent!# ana# -2 2 12 ta,!n/
Awalan lesi mun%ul sebelum umur 1 tahun. 4ebagian merupakan
kelanjutan fase bayi. -ada kondisi kronis tampak lesi
hiperkeratosis,hiperpigmentasi, dan likenifikasi. Akibat adanya gatal dan
8
garukan,akan tampak erosi, eksoriasi linear yang di sebut star%h marks.
:empat predileksi tengkuk, f leksor kubiti, dan fleksor popliteal.
4angat jarang di wajah lesi DA pada anak juga bisa terjadi di paha dan
bokong Eksim pada ke lompok ini sering ter jadi pada daerah ekstensor
(luar) daerah persendian, (sendi pergelangan tangan, siku, dan lutut ), pada
daerah genital juga dapat ter jadi.
!,',1
3. Bent!# "e3asa -4 12ta,!n/
,entuk lesi pada fase dewasa hampir serupa dengan lesi kulitfase akhir
anak-anak 7esi selalu ker ing dan dapat di sertai likenifikasi dan
hiperpigmentasi. -ada DA dewasa, distribusi lesi kurang karakteristik,
sering mengenai tangan dan pergelangan tangan, dapat ditemukan
setempat, misalnya di bibir (kering, pe%ah dan bersisisik), )ul)a, putting
susu, atau s%alp. *anifestasi lain berupa kulit kering dan sulit
mengeluarkan keringat sukar sehingga rasa gatal timbul bila melakukan
latihan fisik. ,erbagai kelainan yang dapat menyer tainya ialah ?erosis
kutis, iktiosis, hiper linearis -almaris et plantaris, pomfoliks, ptiriasis alba,
keratosis pilaris (berupa papul-papul miliar, ditengahnya
terdapat lekukan), dll. -ada orang dewasa sering mengeluh bahwa
penyakitnya kambuh apabila mengalami stress, mungk in karena stress
menurunkan ambang rangsang gatal. DA remaja %enderung ber langsung
lama kemudian menurun dan membaik (sembuh) satelah usia (.
tahun, jarang sampai usia per tengahan, hanya sebagian ke%il ber langsung
sampai tua.
>
2.5 Diagnosis Ban"ing
DA didiagnosis banding dengan dermatitis seboroik, dermatitis kontak,
dermatitis numularis, skabies, iktiosis, psoriasis. dematitis herpetiformis,
Dermatitis numularis. -ada bayi, DA dapat pula didiagnosis banding dengan
sindrom ;iskott-Aldri%h dan sindrom hiper <gE.
!,',(
9
2.6 Penatala#sanaan
1. Penatala#sanaan U!
,erbagai faktor dapat menjadi pen%etus DA dan tidak sama untuk
setiap indi)idu, karena itu perlu diidentifikasi dan dieliminasi berbagai
faktor tersebut.
!
*enghindarkan pemakaian bahan-bahan iritan (deterjen, alkohol,
astringen,
pemutih, dll)
*enghindarkan suhu yang terlalu panas dan dingin, kelembaban tinggi.
*enghindarkan aktifitas yang akan mengeluarkan banyak keringat.
*enghindarkan makanan-makanan yang di%urigai dapat men%etuskan DA.
*elakukan hal-hal yang dapat mengurangi jumlah :D@2agen infeksi,
seperti
menghindari penggunaan kapuk2karpet2mainan berbulu.
*enghindarkan stres emosi.
*engobati rasa gatal.
2. Pengo$atan topi#al
Hidrasi kulit. Dengan melembabkan kulit, diharapkan sawar kulit menjadi
lebih baik dan penderita tidak menggaruk dan lebih impermeabel terhadap
mikroorganisme2bahan iritan. ,erbagai jenis pelembab dapat dipakai antara lain
krim hidrofilik urea !./, pelembab yang mengandung asam laktat dengan
konsentrasi kurang dari 1/. -emakaian pelembab beberapa kali sehari, setelah
mandi.
ortikosteroid topi%al. ;alau steroid topikal sering diberi pada
pengobatan DA, tetapi harus berhati-hati karena efek sampingnya yang %ukup
banyak. ortikosteroid potensi rendah diberi pada bayi, daerah intertriginosa dan
daerah genitalia. ortikosteroid potensi menengah dapat diberi pada anak dan
dewasa. ,ila aktifitas penyakit telah terkontrol. ortikosteroid diaplikasikan
intermiten, umumnya dua kali seminggu.
!
10
- <munomodulator topikal
a. :akrolimus
,ekerja sebagai penghambat calcineurin, sediaan dalam bentuk salap
.,.(/ untuk anak usia ' M !1 tahun dan dewasa .,.(/ dan .,!/. -ada
pengobatan jangka panjang tidak ditemukan efek samping ke%uali rasa
terbakar setempat.
b. -imekrolimus
Naitu suatu senyawa askomisin yaitu suatu imunomodulator golongan
makrolaktam. erjanya sangat mirip siklosporin dan takrolimus.
4ediaan yang dipakai adalah konsentrasi !/, aman pada anak dan dapat
dipakai pada kulit sensitif ' kali sehari.
3. Pengo$atan sistei#
ortikosteroid
Hanya dipakai untuk mengendalikan DA eksaserbasi akut.
Digunakan dalam waktu singkat, dosis rendah, diberi
selang-seling. Dosis diturunkan se%ara tapering. -emakaian
jangka panjang akan menimbulkan efek samping dan bila
tiba-tiba dihentikan akan timbul rebound phenomen.
Antihistamin
Diberi untuk mengurangi rasa gatal. Dalam memilih anti
histamin harus diperhatikan berbagai hal seperti penyakit-
penyakit sistemik, aktifitas penderita dll. Anti histamin
yang mempunyai efek sedatif sebaiknya tidak diberikan
pada penderita dengan aktifitas disiang hari (seperti supir) .
-ada kasus sulit dapat diberi do?epin hidroklorid !.- 01
mg2oral2' ? sehari yang mempunyai efek anti depresan dan
blokade reseptor histamine H! dan H'.
Anti infeksi
11
-emberian anti biotika berkaitan dengan ditemukannya
peningkatan koloni 4. aureus pada kulit penderita DA.
Dapat diberi eritromisin, asitromisin atau kaltromisin jika
telah resisten dapat diberi dikloksasilin, oksasilin, atau
ggenerasi pertama sefalosporin. ,ila ada infeksi )irus dapat
diberi asiklo)ir ( ? >.. mg2hari selama !. hari atau > ? '..
mg2hari untuk !. hari.
ompres
-ada lesi akut yang basah dikompres dahulu sebelum
digunakan steroid, misalnya dengan larutan burowi atau
dengan larutan permanganas kalikus !+1....
',(,>
2.7. P'ognosis
-rognosis Dermatitis Atopik lebih buruk apabila kedua orangtua
menderita Dermatitis Atopik. -enderita atopi mempunyai risiko menderita
dermattitis kontak iritan akibat kerja tangan. ,erikut Caktor yang
berhubungan dengan prognosis kurang baik pada Dermatitis Atopik+
!
DA yang luas pada anak.
*enderita rinitis alergika dan asma bronkiale.
@iwayat DA pada orang tua atau saudaranya.
Awitan (onset) DA pada usia muda.
Anak tunggal.
adar <gE serum sangat tinggi.
2.8. Kopli#asi
omplikasi dengan penyakit lain yang dapat terjadi adalah alergi
saluran pernapasan dan infeksi kulit oleh kuman 4. Aureus dan H.4imple?.
12
BAB III
LAP9RAN KASUS
3.1 I"entitas Pasien
Bama + 8aisan Arafi
9enis elamin + 7aki-laki
:empat2:anggal 7ahir + -alembang, .& 9anuari '.!(
3mur + !!2' tahun
Agama + <slam
,angsa24uku ,angsa + <ndonesia
Alamat + 9l. -erum A-< ( Bo '! @: 6> -alembang
:anggal -emeriksaan + (. *ei '.!>
3.2 Ananesis
Anamnesis dilakukan se%ara Alloanamnesa dengan <bu kandung pasien di
-oliklinik ulit dan elamin @43D -alembang ,ari.
Kel!,an Utaa
-asien mengeluh timbul bintil-bintil kemerahan di tangan dan kaki sejak '
hari yang lalu.
Kel!,an Ta$a,an
-asien mengeluh terasa gatal.
Ri3a(at Pe'*alanan Pen(a#it
isaran ! minggu yang lalu, pasien mengeluh timbul bintil
kemerahan di daerah dada yang mun%ul se%ara tiba-tiba. Awalnya bintil
kemerahan tersebut sedikit dan menyebar. ,intil kemerahan tersebut terasa
13
gatal terutama saat malam hari saat pasien mau tidur sehingga pasien
menjadi rewel dan menggaruknya. 4etelah di garuk, keluar %airan bening
dari bintil tersebut. <bu pasien mengaku tidak ada demam, riwayat batuk dan
pilek sebelumnya tidak ada. @iwayat kulit kemerahan setelah memakain
baju, %elana, obat-obatan, sabun tidak ada. emudian keesokan harinya
pasien dibawa berobat ke tempat praktek dokter umum dan diberi obat salep,
bintil merah tersebut berkurang, dan menghilang ditempat yang diolesi
salep, tetapi bintil kemerahan mun%ul kembali di bagian tubuh yang lain.
isaran 1 hari yang lalu timbul bintil kemerahan pada bawah ketiak
dan punggung. ,intil kemerahan tersebut terasa gatal, gatal tersebut
dirasakan terus menerus. @asa gatal tersebut juga sering timbul pada malam
hari dan biasanya semakin gatal jika pasien berkeringat. <bu pasien mengaku
bintil merah tersebut sering timbul terutama jika pasien setelah digigit
nyamuk.
isaran ' hari yang lalu pasien mengeluh bintil kemerahan pada
ketiak yang semakin banyak dan meluas ke lengan dan tungkai. ,intil merah
tersebut semakin gatal. -asien lalu dibawa ke -oliklinik kulit dan elamin
@43D -alembang ,ari.
Ri3a(at Pen(a#it Te'"a,!l!
@iwayat dengan keluhan yang sama pernah dialami pasien, pertama kali
kisaran satu bulan yang lalu dan ini sudah yang ke dua kalinya.
@iwayat asma pada pasien tidak ada.
@iwayat alergi makanan pada pasien tidak ada.
Ri3a(at Pen(a#it Kel!a'ga
:idak ada keluarga yang mengalami keluhan yang serupa.
@iwayat asma pada keluarga tidak ada.
@iwayat alergi makanan pada orang tua ada pada ayah pasien.
14
3.3 Pee'i#saan :isi#
Kea"aan U!
Tan"a ;ital
esadaran + $ompos mentis
Badi + !.' ?2menit
@@ + '> ?2menit
,, + !! g
epala + Bormo%ephali
*ata + anemis (-) sklera ikterik (-)
Hidung + B$H (-) sekret (-2-)
:elinga + Byeri tekan tragus (-)
*ulut + 4ianosis (-)
7eher + pembesaran kelenjar getah bening (-)
:hora? + <nspeksi + 4imetris, retraksi <$ (-), spider ner)i (-)
-alpasi+ 4tem fremitus (-), iktus kordis tidak teraba
-erkusi + ,atas jantung paru normal, sonor
Auskultasi + )esuklar, siFs' (F), murmur (-), gallop (-)
Abdomen + <nspeksi + Datar dan 7emas
-alpasi + Byeri tekan (-), hepar dan lien sukar diraba
-erkusi+ :impani
Auskultasi + ,ising usus normal
Ekstremitas + tidak ada kelainan.
Stat!s De'atologis
-ada regio Antebra%hii de?tra et sinistra, regio femoralis anterior de?tra
et sinistra dan regio aksilla sinistra, tampak papul eritem, multiple,
15
ukuran milier, diskret dan pada daerah sekitarnya terdapat erosi, dan
krusta berwarna putih.
3.&. Pee'i#saan pen!n*ang
3ji kulit alergen atau uji <gE spesifik untuk men%ari faktor atopi.
:es dermogradisme.
3.0. Res!e
isaran ! minggu yang lalu, pasien mengeluh timbul bintil
kemerahan di daerah dada yang mun%ul se%ara tiba-tiba. Awalnya bintil
kemerahan tersebut sedikit dan menyebar. ,intil kemerahan tersebut terasa
gatal terutama saat malam hari saat pasien mau tidur sehingga pasien
menjadi rewel dan menggaruknya. 4etelah di garuk, keluar %airan bening
dari bintil tersebut. <bu pasien mengaku tidak ada demam, riwayat batuk dan
pilek sebelumnya tidak ada. emudian keesokan harinya pasien dibawa
berobat ke tempat praktek dokter umum dan diberi obat salep, bintil merah
tersebut berkurang, dan menghilang ditempat yang diolesi salep, tetapi bintil
kemerahan mun%ul kembali di bagian tubuh yang lain.
isaran 1 hari yang lalu timbul bintil kemerahan pada bawah ketiak
dan punggung. ,intil kemerahan tersebut terasa gatal, gatal tersebut
dirasakan terus menerus. @asa gatal tersebut juga sering timbul pada malam
hari dan biasanya semakin gatal jika pasien berkeringat. <bu pasien mengaku
bintil merah tersebut sering timbul terutama jika pasien setelah digigit
nyamuk.
isaran ' hari yang lalu pasien mengeluh bintil kemerahan pada
ketiak yang semakin banyak dan meluas ke lengan dan tungkai. ,intil merah
tersebut semakin gatal. -asien lalu dibawa ke -oliklinik kulit dan elamin
@43D -alembang ,ari.
16
-ada regio Antebra%hii de?tra et sinistra, regio femoralis anterior
de?tra et sinistra dan regio aksilla sinistra, tampak papul eritem, multiple,
ukuran milier, diskret dan pada daerah sekitarnya terdapat erosi, dan krusta
berwarna putih. Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan kemungkinan pasien
mengalami dermatitis atopik.
3.5. Diagnosis Ban"ing
Dermatitis atopi%
Dermatitis kontak alergi
-rurigo
4kabies
3.6. Diagnosis Ke'*a
Dermatitis atopik
3.7. Penatala#sanaan
a. 3mum
ulit penderita dermatitis atopi %enderung lebih rentan terhadap
bahan iritan, oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi kemudian
enyingkirkan faktor yang memperberat dan memi%u siklus Ogatal-garukP,
misalnya sabun dan deterjen, kontak dengan bahan kimia, pakaian kasar,
pajanan terhadap panas atau dingin yang ekstrim. *andi dengan
pembersih yang mengandung pelembab; hindari pembersih antibakterial
karena berisiko menginduksi resistensi.
!
b. husus
:opikal+
Hidrasi kulit
Dengan melembabkan kulit, diharapkan sawar kulit menjadi lebih baik dan
penderita tidak menggaruk dan lebih impermeabel terhadap
mikroorganisme2bahan iritan. ,erbagai jenis pelembab dapat dipakai antara
lain krim hidrofilik urea !./, pelembab yang mengandung asam laktat
17
dengan konsentrasi kurang dari 1/. -emakaian pelembab beberapa kali
sehari, setelah mandi. Dapat diberikan kortikosteroid rendah seperti
hidrokortison !/-',1/.
3.8. P'ognosis
Quo ad )itam + dubia ad bonam
Quo ad fun%tionam + dubia ad bonam
Quo ad sanationam + dubia
Quo ad kosmetik + dubia
18
BAB I;
PE)BAHASAN
Dermatitis atopik (DA) merupakan suatu penyakit peradangan kulit yang
kronik, ditandai dengan rasa gatal , eritema, edema, )esikel, dan luka pada stadium
akut, pada stadium kronik ditandai dengan penebalan kulit ( likenifikasi) dan
distribusi lesi spesifik sesuai fase DA, keadaan ini juga berhubungan dengan kondisi
atopik lain pada penderita atau keluarganya. ata atopi pertama kali diperkenalkan
oleh $o%a (!&'(), yaitu istilah yang dipakai untuk sekelompok penyakit pada
indi)idu yang mempunyai riwayat kepekaan dalam keluarga. *isalnya asma
bronkial, rinitis alergi, dermatitis atopik, dan konjungti)a alergik. :erjadinya
Dermatitis Atopik adalah melalui reaksi imunologik. Dalam kasus ini, tidak dapat
dilihat bahwa karena riwayat asma disangkal oleh pasien.
Dalam menegakkan diagnosis dermatitis atopik, Hanifin dan @ajka telah
menyusun kriteria dan kemudian diperbaharui oleh kelompok kerja <nggris di
koordinasi oleh ;illiam (!&&>). Diagnosis dermatitis atopik dapat ditegakkan jika
mempunyai minimal ( kriteria mayor dan ( kriteria minor. -ada kasus, terdapat (
kriteria mayor, yaitu+ pruritus, dermatitis di ekstensor pada anak, kronis atau
residif. ( kriteria minor, yaitu+ adanya ?erosis, gatal bila berkeringat dan
perjalanan penyakit di pengaruhi oleh faktor lingkungan atau emosi, disertai
dengan awitan pada usia dini.
3ntuk memastikan diagosisnya, dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu+
3ji kulit alergen atau uji <gE spesifik untuk men%ari faktor atopi dan tes
dermografisme untuk melihat perubahan dari rangsangan goresan terhadap kulit.
19
3ntuk menyingkirkan diagnosis banding dilakukan pemeriksaan darah tepi yang
biasanya terdapat leukositosis pada ketiga diagnosis banding. 4erta kultur untuk
menentukan mikroorganisme penyebab.
Teo'i Kas!s
Ananesa K'ite'ia )a(o'
!. -ruritus
'. Dermatitis di muka atau
ekstensor bayi dan anak
(. Dermatitis di fleksura pada
dewasa
>. Dermatitis kronis atau residif
1. @iwayat atopi pada penderita atau
keluarganya
K'ite'ia )ino'
!. Kerosis
'. <nfeksi kulit (khususnya oleh
S. aureus dan )irus herpes
simpleks)
(. Dermatitis nonspesifik pada
tangan dan kaki
>. <ktiosis2hiperliniar
palmaris2keratosis pilaris
1. -itiriasis alba
6. Dermatitis dipapila mamae
0. White dermograpishm dan
delayed blanch respon
=. eilitis
&. 7ipatan infra orbital Dennie-
K'ite'ia )a(o'
!. -ruritus
'. Dermatitis di ekstensor pada
anak
(. Dermatitis residif

K'ite'ia ino'<
!. Adanya ?erosis
'. 8atal bila berkeringat
(. -erjalanan penyakit di
pengaruhi oleh faktor
lingkungan dan emosi
>. Awitan pada usia dini
20
*organ
!.. onjungti)itis berulang
!!. eratokonus
!'. atarak subkapsular anterior
!(. Arbita menjadi gelap
!>. *uka pu%at dan eritem
!1. 8atal bila berkeringat
!6. <ntolerans terhadap wol atau
pelarut lemak
!0. Aksentuasi perifokular
!=. Hipersensitif terhadap
makanan
!&. -erjalanan penyakit
dipengaruhi oleh faktor
lingkungan dan atau emosi
'.. :es kulit alergi tipe dadakan
posotif
'!. adar igE didalam serum
meningkat
''. Awitan pada usia dini
Pee'i#saan
:isi#
7esi awal dermatitis atopik mun%ul
pada bulan pertama
kelahiran, biasanya bersifat akut, sub
akut, rekuren, simetris di kedua pipi.
:erdapat eritem berbatas tegas, dapat
di sertai papul - papul dan )esikel-
)esikel miliar, yang menjadi erosif,
eksudatif, dan berkrusta. :empat
predileksi dikedua pipi, ekstremitas
bagian fleksor, dan ekstensor. @asa
@asa gatal yang timbul sangat
mengganggu sehingga
anak gelisah, susah tidur, dan
sering menangis. @asa atal
menyebabkan penderita serin
menggaruk dan terjadi erosi.
-ada regio Antebra%hii de?tra et
sinistra, regio femoralis anterior
de?tra et sinistra dan regio
21
gatal yang timbul sangat mengganggu
sehingga anak gelisah, susah tidur,
dan sering menangis. -ada umumnya
lesi DA infantil eksudatf, banyak
eksudat, erosi, krusta dan dapat
mengalami infeksi
aksilla sinistra, tampak papul
eritem, multiple, ukuran milier,
diskret dan pada daerah
sekitarnya terdapat erosi, dan
disertai krusta berwarna putih.
Pee'i#saan
Lan*!tan=pen
!n*ang
- 3ji kulit alergen atau uji <gE
spesifik untuk men%ari faktor
atopi.
- :es dermografisme putih
:idak dilakukan pemeriksaaan
lanjutan pada pasien ini
Pen(ing#i'an
DD
- DE@*A:<:<4 A:A-<
8ejala utama D.A. ialah (pruritus), dapat hilang timbul sepanjang hari,
tetapi umumnya lebih hebat pada malam hari. Akibatnya penderita
akan menggaruk sehingga timbul berma%am M ma%am kelainan di kulit
berupa papul, papul eritema, likenifikasi, eritema, erosi, ekskoriasi,
eksudasi dan krusta.
Dalam menegakkan diagnosis dermatitis atopik, Hanifin dan @ajka
telah menyusun kriteria dan kemudian diperbaharui oleh kelompok
kerja <nggris di koordinasi oleh ;illiam (!&&>). Diagnosis dermatitis
atopik dapat ditegakkan jika mempunyai minimal ( kriteria mayor dan
( kriteria minor. -ada kasus, terdapat ( kriteria mayor, yaitu+ pruritus,
dermatitis di ekstensor pada anak, kronis atau residif. ( kriteria minor,
yaitu+ adanya ?erosis, gatal bila berkeringat dan perjalanan penyakit di
pengaruhi oleh faktor lingkungan atau emosi, disertai dengan awitan
pada usia dini.
- -@3@<8A
-rurigo adalah erupsi papular kronik dan rekurens, mulainya penyakit
serin pada anak berumur diatas satu tahun. -enyebab yang pasti belum
22
diketahui, sebagian lagi menyebutkan bahwa kulit pada penderita
prurigo ini peka terhadap giitan serangga, misalnya nyamuk,
kemungkinan antigen atau ludah yang ada dalam tubuh serangga
menimbulkan alergi.
:empat predileksinya di ekstremitas baian ekstensor, meluas ke bokon
dan perut. elainan yang khas adalah adanya papul-papul miliar
namun tidak berwarna, berbentuk kubah, lebih mudah diraba daripada
dilihat. 8arukan yang terus-menerus menimbulkan erosi, eskoriasi dan
krusta, hiperpigmentasi dan likenifikasi.
-ada penyakit ini atal juga sering terjadi pada malam hari, orang-orang
yang berdekatan juga terkena.
- DE@*A:<:<4 AB:A A7E@8<
-ada dermatitis kontak alergi terdapat pajanan dengan alergen
sebelumnya, penderita mengeluh gatal. Dalam efloresensinya tampak
eritema numular sampai plakat, papula dan )esikel berkelompok
disertai erosi numular sampai plakat, terkadang hanya berupa makula
hiperpigmentasi dengan skuama halus.
- 4A,<E4
:erdapat pruritus nokturna (gatal pada malam hari yang disebabkan
karena aktifitas tungau), menyerang se%ara berkelompok
elainan kulit tidak hanya karena tungau tetapi karena penderita
sendiri akibat garukan.
-ada kelainan kulit ini dapat menyerupai dermatitis dengan
ditemukannya papul, )esikel, urtika, dan lain-lain, dengan garukan
dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder. 3ntuk
menyingkirkan diagnosis skabies ini maka perlunya ditanyakan apakah
ada riwayat keluarga yang mengalami keluhan yang sama seperti
pasien).
Tatala#sana 1. Penatala#sanaan U! U!
23
faktor pen%etus DA tidak sama
untuk setiap indi)idu, karena itu perlu
diidentifikasi dan dieliminasi berbagai
faktor tersebut.
- *enghindarkan pemakaian bahan-
bahan iritan (deterjen, alkohol,
astringen, pemutih, dll)
- *enghindarkan suhu yang terlalu
panas dan dingin, kelembaban
tinggi.
- *enghindarkan aktifitas yang akan
mengeluarkan banyak keringat.
- *enghindarkan makanan-makanan
yang di%urigai dapat men%etuskan
DA.
- *elakukan hal-hal yang dapat
mengurangi jumlah :D@2agen
infeksi, seperti
- menghindari penggunaan
kapuk2karpet2mainan berbulu.
- *enghindarkan stres emosi.
- *engobati rasa gatal.
>. -engobatan topikal
- Hidrasi kulit
Dengan melembabkan kulit,
diharapkan sawar kulit menjadi
lebih baik dan penderita tidak
menggaruk dan lebih impermeabel
terhadap mikroorganisme2bahan
iritan. ,erbagai jenis pelembab
*enghindarkan kemungkinan
faktor pen%etus
*eningkatkan higienitas A4
dan keluarga.
K,!s!s
:opikal+
- Hidrasi kulit dipakai krim
hidrofilik urea !./.
- Dapat diberikan kortikosteroid,
salap steroid berpotensi rendah
seperti hidrokortison !/-',1/
(pada bayi dan anak) diunakan
' kali sehari.
- ,ila aktifitas penyakit telah
terkontrol, maka salap tersebut
dipakai se%ara intermitten,
umumnya ' kali seminggu,
untuk menjaga agar tidak %epat
kambuh (sebaiknya dengan
kortikosteroid yang potensinya
paling rendah).
24
dapat dipakai antara lain krim
hidrofilik urea !./, pelembab yang
mengandung asam laktat dengan
konsentrasi kurang dari 1/.
-emakaian pelembab beberapa kali
sehari, setelah mandi.
- ortikosteroid topi%al
;alau steroid topikal sering diberi
pada pengobatan DA, tetapi harus
berhati-hati karena efek sampingnya
yang %ukup banyak. ortikosteroid
potensi rendah diberi pada bayi,
daerah intertriginosa dan daerah
genitalia. ortikosteroid potensi
menengah dapat diberi pada anak
dan dewasa. ,ila aktifitas penyakit
telah terkontrol. ortikosteroid
diaplikasikan intermiten, umumnya
dua kali seminggu.
- <munomodulator topikal
a. :akrolimus
,ekerja sebagai penghambat
calcineurin, sediaan dalam bentuk
salap .,.(/ untuk anak usia ' M !1
tahun dan dewasa .,.(/ dan .,!/.
-ada pengobatan jangka panjang
tidak ditemukan efek samping
ke%uali rasa terbakar setempat.
b. -imekrolimus
Naitu suatu senyawa askomisin
yaitu suatu imunomodulator
25
golongan makrolaktam. erjanya
sangat mirip siklosporin dan
takrolimus. 4ediaan yang dipakai
adalah konsentrasi !/, aman pada
anak dan dapat dipakai pada kulit
sensitif ' kali sehari.
1. -engobatan sistemik
- ortikosteroid
Hanya dipakai untuk
mengendalikan DA eksaserbasi
akut. Digunakan dalam waktu
singkat, dosis rendah, diberi
selang-seling. Dosis diturunkan
se%ara tapering. -emakaian jangka
panjang akan menimbulkan efek
samping dan bila tiba-tiba
dihentikan akan timbul rebound
phenomen.
- Antihistamin
Diberi untuk mengurangi rasa
gatal. Dalam memilih anti
histamin harus diperhatikan
berbagai hal seperti penyakit-
penyakit sistemik, aktifitas
penderita dll. Anti histamin yang
mempunyai efek sedatif sebaiknya
tidak diberikan pada penderita
dengan aktifitas disiang hari
(seperti supir). -ada kasus sulit
dapat diberi do?epin hidroklorid
!.- 01 mg2oral2' ? sehari yang
26
mempunyai efek anti depresan dan
blokade reseptor histamine H! dan
H'.
- Anti infeksi
-emberian anti biotika berkaitan
dengan ditemukannya peningkatan
koloni 4. aureus pada kulit
penderita DA. Dapat diberi
eritromisin, asitromisin atau
kaltromisin jika telah resisten
dapat diberi dikloksasilin,
oksasilin, atau generasi pertama
sefalosporin. ,ila ada infeksi )irus
dapat diberi asiklo)ir ( ? >..
mg2hari selama !. hari atau > ?
'.. mg2hari untuk !. hari.
- ompres
-ada lesi akut yang basah
dikompres dahulu sebelum
digunakan steroid, misalnya
dengan larutan burowi atau dengan
larutan permanganas kalikus
!+1...
P'ognosis Caktor yang berhubungan dengan
prognosis kurang baik, adalah +
- DA yang luas pada anak.
- *enderita rinitis alergika dan asma
bronkiale.
- @iwayat DA pada orang tua atau
saudaranya.
- Awitan (onset) DA pada usia muda.
- @iwayat alergi dalam keluarga
- Quo ad )itam+ dubia ad bonam
- Quo ad fun%tionam+ dubia ad
bonam
- Quo ad sanationam+ dubia ad
malam
- Quo ad kosmetik+ dubia
27
- Anak tunggal.
- adar <gE serum sangat tinggi.
Diperkirakan (. M (1/ penderita DA
infantil akan berkembang menjadi
asma bronkiale atau hay fever.
-enderita DA mempunyai resiko tinggi
untuk mendapat dermatitis kontak
iritan akibat kerja di tangan.
DA:TAR PUSTAKA
28
!. 4ularsito, 4ri Adi, dan Djuanda, 4uria+ Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin,
Edisi eenam.C3<. 9akarta, '.!.
'. 4iregar, @.4. tlas !er"arna Saripati Penyakit Kulit, Edisi kedua. 9akarta+
E8$, '..1
(. *ansjoer, Arif, dan 4uprohaita+ Kapita Selekta Kedokteran, Edisi
ketiga.C3<. 9akarta, '....
>. CauLi B., 4awitri, -ohan 4.4., '..&. orelasi antara 9umlah
oloni 4taphylo%o%%us Aureus J <gE spesifik terhadap
Enterotoksin4taphylo%o%%us Aureus pada Dermatitis Atopik. Depar temen 2
4*Cesehatan ulitdan elamin C 3BA<@ 2@43 Dr. 4oetomo. 4urabaya.
1. Rulkarnain <., '..&. *anifestasi linis dan Diagnosis Dermatitis
Atopik.dalam ,oediarja 4.A., 4ugito :.7., <ndr iatmi ;., De)ita *., -rihanti
4., (Ed).Dermatitis At opik. ,a lai -enerbit C 3<. 9akarta. Hal. (&-1!
6. 4ularsito 4.A., J Djuanda A., '..1. Dermatitis. dalam <lmu -enyakit ulit
dan elamin. (Ed).<I.9akarta; ,alai -enerbit C 3<; Hal.!'&->0
LA)PIRAN :9T9
29
Pada Ketiak pasien
Pada Punggung pasien
30
Pada tangan kanan
Pada Tungkai kiri
31