Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYAKIT JANTUNG KORENER (PJK)


DI PAVILIUN UPI/ROI RS. SITI KHODIJAH SEPANJANG




Disusun oleh :

1. Dendi Eko Cahyono
2. Eko Prasetya
3. Indra Prastiyo
4. Lilis Suprastiana
5. Sri Dwi Purnamasari
6. Uswatun Hasanah



PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2013




SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik Penyuluhan : Penyakit Jantung
Pokok Bahasan : Penyakit Jantung Koroner
Sasaran : Keluarga Pasien Pav. UPI/ROI RS. Siti Khodijah Sepanjang
Tempat : RS. Siti Khodijah Sepanjang
Waktu : Jam 10.00 10.30 WIB, 30 menit
Hari/Tanggal : Senin, 03 Juni 2013

A. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit jantung koroner diharapkan
Keluarga Pasien Pav. UPI/ROI RS. Siti Khodijah Sepanjang mampu memahami
tentang cara pencegahan penyakit jantung koroner.
B. Tujuan Instruksional Khusus
1. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan hal-hal tentang Pengertian penyakit
jantung Koroner (PJK)
2. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan tentang faktor resiko PJK
3. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan tentang gejala dan tanda PJK
4. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan cara pencegahan PJK
5. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan makanan sehat untuk jantung
C. Struktur Organisasi
Pembawa Acara : Dendi Eko
Penyaji : Eko Prasetya A
Fasilitator : Indra Prastiyo
Sri Dwi Purnamasari
Observer : Uswatun Hasanah
Lilis Suprastiyana








D. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Keluarga Metode Waktu
Pembukaan

1. Memberi salam
2. Memperkenalkan diri
3. Bina hubungan saling
percaya.
4. Menyampaikan tujuan
pokok materi
1. Menjawab salam
2. Mendengar kan
Ceramah 3 menit
Pelaksanaan Menjelaskan materi
tentang:
1. Pengertian penyakit
jantung Koroner(PJK)
2. Faktor resiko PJK
3. Gejala dan tanda PJK
4. Cara pencegahan PJK
5. Makanan sehat bagi
jantung

1. Mendengar kan

2. Menanyakan
materi yang
belum
dimengerti
Ceramah 15 menit
Penutup 1. Memberikan pertanyaan
2. Menarik kesimpulan
3. Menyampaikan hasil
Evaluasi
4. Menutup penyuluhan
(salam)
1. Menjawab
pertanyaan

2. Menjawab salam

Tanya
jawab
12 menit

C. Setting Tempat





D. Garis Besar Materi Materi ( Terlampir)
Pengertian penyakit jantung Koroner (PJK)
Faktor resiko PJK
Gejala dan tanda PJK
A
C
B
C
Keterangan :
A = Penyaji
B = Pembawa Acara
C = Audience
D = Observer

D
Cara pencegahan PJK
Makanan sehat bagi jantung
E. Evaluasi
Evaluasi Struktural
- Kesiapan Keluarga Pasien Pav. UPI/ROI RS. Siti Khodijah Sepanjang
- Kesiapan tempat Ruang Tunggu Pav. UPI/ROI RS. Siti Khodijah Sepanjang
- Kesiapan Waktu pelaksanaan.
- Kesiapan tim penyaji
- Kesiapan materi penyaji
- Kesiapan Leaflet
Evaluasi Proses
- Peserta penyuluhan akan memenuhi waktu pelaksanaan
- Peserta aktif dalam melaksanakan tanya jawab
Evaluasi Hasil
- Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
- Adanya kesepakatan antara Keluarga pasien Pav. UPI/ROI RS. Siti
Khodijah Sepanjang dengan perawat dalam melaksanakan implementasi
- Keluarga pasien Pav. UPI/ROI RS. Siti Khodijah Sepanjang dapat
menjelaskan tentang cara pencegahan dan pengobatan
H. LAMPIRAN
- Materi Lengkap
- Daftar Hadir Peserta

F. Referensi :
Gray, H. H. Et al. 2005. Lecture Notes : Kardiologi. Jakarta: Erlangga.
Joewono. B. S. 2003. Ilmu Penyakit Jantung , Surabaya, Airlangga University
Press
Sarwono. 2002. Buku Ajar : Ilmu Penyakit Dalam ; Jilid I: Edisi 3. Jakarta.
FKUI
Suddarth & Brunner. 2007. Keperawatan Medikal Bedah; Edisi 8. Jakarta. EGC

MATERI PENYULUHAN
PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)

I. Pengertian
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang ditandai dengan penyempitan
pembuluh darah jantung.

II. Faktor Risiko
Penyebab panyakit jantung koroner (PJK) adalah :
1. Lemak dan pengaturan makanan
Terdapat hubungan langsung antara resiko penyakit jantung koroner dan
kolesssterol darah. Kolesterol ditransport dalam darah dalam bentuk lipoprotein,
75% LDL (Lemak jahat) dan 20% dalam bentuk HDL. Kadar kolestrol yang
rendah memiliki peran yang baik pada PJK dan terdapat hubungan terbalik
antara kadar HDL dan insidensi PJK
2. Kebiasaan merokok
Sekitar 24% kematian PJK pada laki-laki dan 11% pada perempuan disebabkan
kebiasaan merokok. Pengaruh merokok terhadap kejadian PJK :
a) Timbulnya aterosklerosis
b) Peningkatan trombogenesisi dan vasokontriksi
c) Peningkatan tekanan darah dan denyut jantung
d) Provokasi aritmia jantung
e) Peningkatan kebutuhan oksigen otot jantung
f) Penurunan kapasitas pengangkutan oksigen
Setelah 1 tahun berhenti merokok risiko PJK turun menjadi 50% dan menjadi
normal setelah 4 tahun berhenti merokok.
3. Kegemukan atau obesitas
Terdapat saling keterkaitan antara berat badan, peningkatan tekanan darah,
peningkatan kolesterol, diabetes mellitus dan tingkat aktivitas rendah.
4. Kencing manis atau Diabetes
Resiko terjadinya PJK apada pasien diabetes mellitus adalah 2-4 kali lebih tinggi
dari populasi umum dan tidak terkait dengan keparahan atau dengan durasi
diabetes mellitus. Meskipun diabetes merupakan faktor risiko untuk PJK juga
berkaitan dengan adanya abnormalitas metabolisme lipid, obesitas, hipertensi
sistemik dan peningkatan trombogenesis.
5. Hipertensi sistemik
Resiko PJK berhubungan langsung dengan tekanan darah, untuk setiap
penurunan tekanan diastolik sebesar 5 mmHg risiko PJK berkurang sekitar 16%.
6. Jenis kelamin dan hormon seks
Morbitiditas PJK pada laki-laki 2 kali lebih besar dibandingkan perempuan, dan
terjadi hampir 10 tahun lebih dini pada laki-laki daripada perempuan. Estrogen
endogen pada perempuan bersifat protektif terhadap insidernsi PJK.
7. Riwayat keluarga
Riwayat keluarga PJK pada keluarga yang langsung berhubungan darah yang
berusia kurang dari 70 tahun merupakan faktor risiko independen untuk
terjadinya PJK. Terdapat beberapa bukti bahwa riwayat keluarga yang positif
dapat mempengaruhi usia terjadinya PJK pada keluarga dekat.
8. Kelas Sosial
Resiko kematian akibat PJK lebih tinggi pada kelas sosial ekonomi rendah
daripada kelas sosial ekomonomi tinggi.
9. Kepribadian
Stres baik fisik maupun mental merupakan faktor risiko PJK. Perilaku yang
rentan terjadinya PJK anaara lain : agresif, kompetitif, kasar, sinis, keinginan
untuk dipandang, keinginan untuk mencapai sesuatu, gangguan tidur, dan
kemarahan di jalam.
10. Aktivitas fisik
Olah raga yang teratur berkaitan dengan penurunan insidensi PJK sebesar 20-
40%.
11. Pembekuan darah
Beberapa faktor pembekuan darah dapat mempengaruhi insidensi kejadian PJK
termasuk kadar fibrinogen, aktivitas fibrinolitik endigen, viskositas darah, dan
kadar faktor VII dan VIII.
12. Infeksi
Infeksi oleh chlamidia pneumoniae tampaknya berhubungan dengan adanya
penyakit koroner arterosklerotik.
13. Alkohol
Alkohol dalam dosis rendah meningkatkan trombolisis endogen mengurangi
adesi platelet dan meningkatkan kadar HDL dalam sirkulasi, namun peningkatan
dosis alkohol dikaitkan dengan peningkatan mortalitas kardiovaskuler karena
aritmia, hipertensi sistemik dan kardiomiopathy dilatasi.



III. Tanda dan Gejala Klinis
a) Nyeri dada sebelah kiri{ dengan atau tanpa penjalaran ke bagian belakang
lengan dan leher ) sampai dengan ulu hati, dengan sifat nyeri sebagai berikut :
Mencengkram dan diremas-remas
Rasa terbakar
Rasa penuh ( Merasa tertindih benda berat )
Rasa cekot-cekot ( seperti tertusuk pisau )
Lama nyeri 5 menit- 10 menit
b) Lemah dan pusing
c) Banyak keringat
d) Gemetar dan perasaan mau mati
IV. Pencegahan
Faktor risiko yang dapat diubah :
a) Kurangi konsumsi makanan lemak atau minyak dalam makanan sehari-hari
b) Hindari kebiasan merokok
c) Kontrol berat badab dalam batas normal
d) Olah raga teratur
e) Ikuti pengaturan makanan bagi penderita kencing manis
f) Hindari stres
g) Hindari konsumsi alkohol

Faktor risiko yang tidak dapat diubah :
a) Riwayat keluarga
b) Jenis kelamin dan hormone seks
c) Kepribadian
d) Pembekuan darah
V. Makanan Sehat Untuk Memelihara Jantung
a) Omega 3 yang terdapat dalam aneka ikan laut misalnya lkan teri, tuna, tengiri
dan minyak ikan yang dapat
Mengurangi penyumbatan pembuluh darah
Melancarkan aliran darah
Menurunkan factor Penyumbatan
Menghambat kerusakan sel-sel akibat oksidasi radikal bebas
Meningkatkan HDL (lemak baik)
Membuat membrane sel-sel lebih elastic
Menurunkan tekanan darah
b) Anti oksidan yang banyak terkandung dalam wortel, bamboo kuning, mangga,
bayam, kailan, asparagus, taoge, kacang - kacangan, daun singkong, jeruk,
brokoli dan jambu biji, yang dapat mencegah : Radikal bebas yang mengubah
LDL menjadi plak (plak menempel sehingga akan menyumbat pembuluh darah)
c) Asam Follat yang terkandung dalam kacang - kacangan (merah, hijau, tanah),
hati ayam, Jeruk, bayam dll.
d) Vitamin B 6 yang terdapat dalam pisang, beras merah, ikan laut, Asam folat dan
B6 menghambat terjadinya penyumbatan pembulh darah
e) Flafanoid terdapat dalam jeruk anggur, papaya, jambu biji (sebagai anti oksidan)
f) Makanan tinggi serat, terdapat dalam kacang - kacangan, sayuran, buah-buahan (
dapat menurunkan kadar LDL aliran darah.
g) Bawang Putih, mengandung 15 jenis anti oksidan yang dapat :
Menghancurkan plak dan mencegah kerusakan pembuluh darah lebih lanjut
Menurunkan LDL
Meningkatkan HDL
h) Minyak Zaitun
Menurunkan LDL
Menurunkan pengumpalan darah
Meningkatkan HDL
Mencegah kerusakan pembuluh darah