Anda di halaman 1dari 19

POSYANDU LANSIA

(POSBINDU)
Disusun Oleh :
Kelompok 3
Kelompok 3
Ai Dina Muthmainnah (KHGC11003)
Amhar Syukur Rizki (KHGC11005)
Beni Rispan Gumilar (KHGC11007)
Dea Fitri Handayani (KHGC11011)
Dini Ratna Nurul H (KHGC11016)
Irfan (KHGC11025)
Salman Alfarizi (KHGC11044)
Kelas 3A
PENGERTIAN POSBINDU
Posbindu menurut Depkes RI (2002)
adalah pusat bimbingan pelayanan
kesehatan yang dikelola dan
diselenggarakan untuk dan oleh
masyarakat dengan dukungan teknis dari
petugas kesehatan dalam rangka pencapai
masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Posbindu upaya kesehatan bersumberdaya
masyarakat (UKBM) yang dibentuk oleh
masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan
(usia lanjut).
Posbindu kependekan dari Pos Pembinaan
Terpadu, program ini berbeda dengan Posyandu,
karena Posbindu dikhususkan untuk pembinaan
para orang tua baik yang akan memasuki masa
lansia maupun yang sudah memasuki lansia
(Depkes, 2007).
TUJUAN POSBINDU
Untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu
kehidupan untuk mencapai masa tua yang
bahagia dan berguna dalam kehidupan keluarga
dan masyarakat sesuai dengan eksistensinya
dalam strata kemasyarakatan.
Fungsi dan tugas pokok Posbindu yaitu membina
lansia supaya tetap bisa beraktivitas,
namun sesuai kondisi usianya agar tetap sehat,
produktif dan mandiri selama mungkin serta
melakukan upaya rujukan bagi yang
membutuhkan (Depkes, 2007).
Tujuan pokok dari pelayanan Posbindu adalah :
Memperlambat angka kematian kelompok masyarakat
lansia
Meningkatkan pelayanan kesehatan kelompok
masyarakat lansia
Meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat lansia
untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dari kegiatan-
kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup sehat.
Pendekatan dan pemerataan pelayan kesehatan pada
kelompok masyarakat lansia.
Meningkatkan pembinaan dan bimbingan peran serta
kelompok masyarakat lansia. (Effendy, 1998).
Faktor Yang Mempengaruhi Ketaatan
Lansia Dalam Menggunakan LayKes
Pengetahuan
Sikap
Persepsi
Perilaku dalam bentuk praktik yang sudah nyata
berupa perbuatan terhadap situasi atau
rangsangan dari luar (kepercayaan) dan
keterjangkauan sarana pelayanan kesehatan.
MANFAAT POSBINDU
Posbindu mempunyai manfaat sebagai berikut :
Memberikan semangat hidup kepada usia lanjut
Memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada usia
lanjut
Memberikan keringanan biaya pelayanan kesehatan
bagi usia lanjut dari keluarga miskin atau tidak mampu
Memberikan dukungan atau bimbingan pada usia lanjut
dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya
agar tetap sehat dan mandiri
SASARAN POSBINDU
Menurut Depkes, RI (2001) Sasaran Pembinaan
Posbindu :
Sasaran Langsung (Lansia)
Sasaran tidak langsung
(keluarga, masyarakat,
organisasi)
PEMBENTUKAN POSBINDU
Pendekatan PKM sudah umum.
Langkah-langkahnya meliputi :
Pertemuan tingkat desa
Survey mawas diri
Musyawarah Masyarakat Desa
Pelatihan kader
Pelaksanaan upaya kesehatan oleh masyarakat
Pembinaan dan pelestarian kegiatan
KOMPONEN-KOMPONEN POSBINDU
Kepemimpinan
Pengorganisasian
Anggota Kelompok
Kader
Pendanaan
PELAYANAN KESEHATAN
Pelayaan kesehatan di Posbindu meliputi
pemeriksaan kesehatan fisik dan mental
emosional.
Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari (activity of
daily living)
Pemeriksaan status mental.
Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat
badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada
grafik Indeks Masa Tubuh (IMT)
Pengukuran tekanan darah
Pemeriksaan hemoglobin
Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal
adanya penyakit gula (diabetes mellitus)
Pemeriksaan adanya protein dalam air seni sebagai deteksi awal
adanya penyakit ginjal
Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan
atau ditemukan kelainan
Penyuluhan bisa dilakukan di dalam maupun di luar kelompok
dalam rangka kunjungan rumah dan konseling kesehatan
Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi anggota
kelompok usia lanjut yang tidak datang.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
Kegiatan olah raga seperti senam lansia, gerak jalan santai dan
lain sebagainya untuk meningkatkan kebugaran
SARANA DAN PRASARANA
Untuk kelancaran pelaksanaan Posbindu,
dibutuhkan sarana dan
prasarana penunjang antara lain:
Tempat kegiatan (gedung, ruangan atau tempat
terbuka)
Meja dan kursi
Alat tulis
Buku pencatatan kegiatan (buku register buntu)
Kit usia lanjut yang berisi: Timbangan dewasa, meteran
pengukur tinggi badan, stetoskop, tensimeter, peralatan
laboratorium sederhana termometer
Kartu Menuju Sehat (KMS) usia lanjut
MEKANISME PELAKSANAAN
KEGIATAN
Tahap
pertama:
Pendaftaran,
dilakukan
sebelum
pelaksanaan
pelayanan
Tahap kedua:
Pencatatan
kegiatan sehari
-hari yang
dilakukan usila,
serta
penimbangan
berat badan dan
pengukuran
tinggi badan
Tahap ketiga:
Pengukuran
tekanan
darah,
pemeriksaan
kesehatan
dan
pemeriksaan
status mental
Tahap
Keempat:
Pemeriksaan
air seni dan
kadar darah
(laboratorium
sederhana)
Tahap
Kelima:
Pemberian
penyuluhan
dan
konseling
REKRUTMEN DAN PELATIHAN KADER
POSBINDU
Anggota kelompok Posbindu sendiri atau
anggota masyarakat lainnya.
Adapun persyaratan untuk menjadi kader
Posbindu adalah:
Dipilih dari masyarakat dengan prosedur yang
disesuaikan dengan kondisi setempat;
Mau dan mampu bekerja secara sukarela;
Bisa membaca dan menulis huruf latin;
Sabar dan memahami usia lanjut.
INDIKATOR KEBERHASILAN
Meningkatnya jumlah organisasi masyarakat kelompok
usia lanjut yang berperan serta secara aktif dalam
pelayanan kesehatan usia lanjut
Berkembangnya jenis pelayanan kesehatan usia lanjut di
masyarakat
Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut
yang dilaksanakan oleh 50% puskesmas dan menjangkau
100% panti werda
Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit degeneratif,
dengan jangkauan pelayanan yang mencakup 40% usia
lanjut.

TERIMA KASIH

DAN