Anda di halaman 1dari 18

52

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan merupakan salah satu pangan bergizi, selain sumber protein juga sumber
asam lemak esensial yang menunjang perbaikan kualitas sumberdaya manusia.
Untuk mendukung pengadaan ikan sebagai pangan tidak hanya mengandalkan
hasil laut, tetapi juga perlu digalakkan usaha perikanan budidaya.
Berbagai macam bahan gizi pakan ikan/makanan yang sangat penting bagi
kebutuhan ikan. Ikan merupakan salah satu jenis organisme air sumber pangan
bagi manusia yang banyak mengandung protein. Agar dapat dibudidayakan dalam
waktu yang relatif tidak terlalu lama maka dalam proses pembudidayaannya selain
menggunakan pakan alami juga memberikan pakan buatan. Pakan buatan yang
diberikan pada ikan harus mengandung zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan
ikan tersebut. Saat ini dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan tentang
nutrisi ikan maka pabrik pakan buatan ikan menyusun formulasi pakan sesuai
dengan kebutuhan gizi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan.
Nutrien atau kandungan zat gizi dalam bahan pakan di bagi menjadi enam
bagian yaitu : energi, protein dan asam amino, lipid dan asam lemak, karbohidrat,
vitamin dan mineral.
53

53

1.2 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum teknik dasar formulasi pakan ikan yaitu :
1. Untuk mengatahui cara menghitung formulasi pakan dengan berbagai
metode.
2. Untuk mengatahui komposisi gizi dari masing-masing bahan baku pakan
yang tersedia.
3. Untuk mengetahui cara cepat dan tepat dalam menghitung formulasi .

1.3 Manfaat Praktikum
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum teknik dasar formulasi
pakan ikan diantaranya :
1. Praktikan mampu membuat formulasi pakan sesuai dengan yang
dibutuhkan oleh ikan tertentu.
2. Praktikan memahami cara menghitung formulasi pakan dengan berbgai
metode.

63



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Umum Formulasi Pakan
Komposisi bahan dalam pakan buatan disusun berdasarkan kebutuhan zat gizi
setiap jenis ikan maupun udang. Komposisi ini sering disebut formulasi pakan.
Formulasi yang baik berarti mengandung semua zat gizi yang diperlukan ikan dan
secara ekonomis murah serta mudah diperoleh sehingga dapat meinberikan
keuntungan.
Penyusunan formulasi pakan terutama memperhatikan penghitungan nilai
kandungan protein karena zat gizi ini merupakan komponen utama untuk
pertumbuhan mbuh ikan. Setelah diketahui kandungan protein dari pakan yang
akan dibuat maka langkah selanjutnya adalah perhitungan untuk komponen zat-
zat gizi lainnya.
Berikut ini diberikan beberapa contoh cara menghitung/menyusun formulasi
pakan dengan cara/mecode tersebut. Contoh-contoh ini dapat diperluas sendiri
tergantung keinginan atau ketersediaan bahan baku.
Cara yang digunakan dalam penyusunan pakan yaitu metode bujur sangkar
(pearson square methode), metode coba-coba (trial and error methode), dan
berbagai metode dengan program komputer (Suprijatna et al., 2005). Aspek yang
perlu diperhatikan dalam membuat formulasi pakan adalah ketersediaan bahan
pakan, kualitas pada bahan pakan, harga bahan pakan, banyaknya bahan pakan
yang dapat digunakan dalam formula pakan, jenis unggas, dan juga umur unggas
(Rahayu et al., 2011).
Berikut ini diberikan beberapa contoh cara menghitung/menyusun formulasi
pakan dengan cara/mecode tersebut. Contoh-contoh ini dapat diperluas sendiri
tergantung keinginan atau ketersediaan bahan baku.


64



2.1.1 Metode Percent Square
Metoda segiempat kuadrat adalah suatu metode yang pertama kali dibuat oleh
ahli pakan ternak dalam menyusun pakan ternak yang bernama Pearsons.. Metode
ini ternyata dapat diadaptasi oleh para ahli pakan ikan dan digunakan untuk
menyusun formulasi pakan ikan.Dalam menyusun formulasi pakan ikan dengan
metode ini didasari pada pembagian kadar protein bahan-bahan pakan ikan.
Berdasarkan tingkat kandungan protein, bahan-bahan pakan ikan initerbagi atas
dua bagian yaitu :
Protein Basal, yaitu bahan baku pakan ikan, baik yang berasal dari nabati,
hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein kurang dari 20%.
Protein Suplement, yaitu bahan baku pakan ikan, baik yang berasal dari
nabati, hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein lebih dari
20%.
Dalam metode segi empat ini langkah pertama adalah melakukan pemilihan
bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan. Disarankan untuk
memilih bahan baku pembuatan pakan ikan ini tidak hanya dari satu sumber
bahan saja tetapi menggunakan beberapa bahan baku dari sumber nabati, hewani
atau limbah hasil pertanian. Misalnya kita akan membuat pakan ikan dengan
kadar protein 35% dengan menggunakan bahan baku terdiri dari tepung ikan,
dedak halus, tepung jagung, tepung terigu dan tepung kedelai.
Metode ini berpegang pada empat sudut dari segi empat, perhitungan yang
digunakan hanya pengolahan dasar seperti kurang dan tambah saja. Metode ini
cukup sederhana, mudah dan banyak digunakan sebelum ada alat hitung seperti
sekarang (Rasyaf, 2007). Prosedur kegiatan yang harus dilakukan adalah sebagai
berikut (Kartadisastra, 2002) :
a. Gambar kotak segi empat
b. Tentukan tingkat protein yang diinginkan di tengah-tengah kotak
tersebut
65



c. Kelompokkan bahan-bahan sesuai dengan sumber protein(SP) dan
sumber karbohidrat(SK) kemudian hitung masing-masing rata-rata
sumber tersebut.
d. Tempatkan kelompok SK sebelah atas pojok kiri dan SP pada pojok
kiri bagian bawah
e. Kurangkan jumlah SK dan SP pada protein yang diinginkan secara
diagonal dan tempatkan hasilnya di sudut kanan (hasil tetap positif.
f. Jumlahkan kedua hasil pengurangan tersebut
g. Kalikan tiap bahan baku dalam kelompok sesuai dengan proporsinya
bahan.
Metode ini disebut persen square karena dibuat dalam 100% dan diilustrasikan
dengan bangun bujur sangkar dibawah ini:
Bagian yg
dibutuhkan
Persentase
Penggunaan
Prot. Suplemen
(A) atau Proten
yang lebih dari X
Prot yg dibutuhkan
dikurangi Prot basal
(X B)
(X- B)
Y
(X- B) x100 %
Y
Protein yang
Dibutuhkan
(X)

Protein basal
(B) atau Proten
yang kurang dari
X
Prot Suplemen
dikurangi Prot yg
dibutuhkan
(A X)
(A X)
Y
(A X) x100 %
Y
Jumlah (Y) =
(X B) + (A X)
Jumlah 100%

Gambar 1.Rumus umum metode percent square
66



2.1.2 Simultan
Metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi yang
didasari pada perhitungan matematika yang bahan bakunya dikelompokkan
menjadi X dan Y. X merupakan jumlah berat bahan baku dari kelompok sumber
protein utama (protein suplement) dan Y merupakan jumlah berat kelompok
sumber protein basal. Perhitungannya menggunakan rumus aljabar sehingga
didapat formulasi pakan ikan sesuai dengan kebutuhan. Pada persamaan aljabar
dalam matematika ada dua metode yang digunakan dalam mencari nilai pada
komponen X dan Y yaitu metode substitusi dan metode eliminasi. Metode
substitusi adalah suatu metode mencari nilai x dan y dengan cara mengganti
dengan beberapa persamaan sedangkan metode eliminasi adalah suatu metode
mencari nilai x dan y dengan cara menghilangkan salah satu komponen dalam
persamaan tersebut.Berikut adalah prinsip dari metode persamaan simultan :
AX + BY = Z
A = kandungan protein bahan x (per seratus)
B = kandungan protein bahan y (per seratus)
X = jumlah penggunaan bahan x (gram)
Y = jumlah penggunaan bahan y (gram)
Z = jumlah protein yang dibutuhkan (gram)
2.1.3 Trial and Erorr
Metode coba-coba (Trial and Error) merupakan metode yang banyak
digunakan oleh pembuat pakan skala kecil dimana metode ini relatif sangatmudah
dalam membuat formulasipakan ikan. Metode ini prinsipnyaadalah semua bahan
baku yang akan digunakan harus berjumlah 100%. Jika bahan baku yang dipilih
untuk penyusunan formulasi sudah ditetapkan maka langkah selanjutnya adalah
mengalikan antara jumlah bahan baku dengan kandungan protein bahan baku.
Langkah tersebut dilakukan sampai diperoleh kandungan protein pakan sesuai
67



dengan yang diinginkan. Dalam metode ini maka si pembuat formula harus sudah
mengetahui dan memahami kebutuhan bahan baku yang akan digunakan tersebut
sesuai dengan kebutuhan ikan dan kebiasaan makan setiap jenis ikan serta
kandungan optimal setiap bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi
tersebut. Para peneliti yang menggunakan metode ini biasanya menggunakan
rumus matematika biasa yang digunakan dalam persamaam kuadrat atau dengan
menggunakan perkalian biasa atau menggunakan metode berat yaitu menghitung
dengan caramencoba dan mencoba lagi berdasarkan satuan berat.
Dasar metode ini adalah menentukan dahulu bahan makanan yang akan
digunakan, kemudian mencoba-coba atau diduga-duga presentase tiap bahan dan
kandungan nutrisinya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak tersebut. Bila
hasil perhitungan lebih atau kurang, maka presentasi pemakaian tiap bahan pakan
ditambah atau dikurangi hingga relatif mendekati kebutuhan nutrisi tersebut
(Rasyaf, 2006).
Metode ini merepotkan bila kandungan nutrisi yang kita ikut sertakan
lebih dari sepuluh bahan. Metode ini mempunyai kelebihan mudah dilakukan oleh
semua peternak yang mahir dalam hitung-menghitung. Kelemahan metode ini
adalah bagi mereka yang belum pernah melakukannya, maka untuk memperoleh
satu formula ransum memerlukan waktu yang lama (Rasyaf, 2007).
Prinsip dari metode trial and error merupakan metode coba-coba karena
dalam metode ini dihitung berbagai macam bahan yang akan dipakai dalam
bentuk tabel.








68



BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum
Praktikum teknik dasar formulasi pakan ikan dilaksanakan pada hari Rabu, 23
April 2014 , pukul 14.30 15.300 WIB bertempat di Laboratorium Nutrisi Ikan
FPIK UNPAD.

3.2 Prosedur Kerja

Gambar 2 .Bagan Alir Prosedur Kerja Teknik Dasar Formulasi Pakan Ikan
3.3 Analisis Data
Analisislah bahan baku atau carilah berbagai referensi yang berkaitan dengan
kandungan protein dari bahan baku yang tersedia. Misalkan diketahui tepung ikan
60% dan dedak 9,6%.Gambarlah sebuah bujur sangkar dan letakkan nilai
kandungan protein yang iinginkan tepat ditengah-tengah garis diagonal bujur
sangkar tersebut.Pada sisi kiri bujur sangkar cantumkan dua jenis bahan baku
yang tersedia berikut nilai kandungan proteinnya. Pada sisi kiri atas adalah bahan
Tetapkan Kebutuhan Gizi Pakan yang akan
diformulasi berdarkan tujuan peruntukan pelet
yang akan dibuat.
Tetapkan bahan Pakan yang akan digunakan
sesuai peruntukannya berikut komposisi gizinya
dalam bentuk tabel.
Lakukan Perhitungan awal berdasarkan
kandungan protein.
Cek ulang hasil perhitungan berdasarkan
variabel lain seperti kandungan energi, harga,
batasan serat, lemak, dan sebagainya.
Susun ulang bahan baku yang akan digunakan
berikut jumlah penggunaannya (Kg) dan
komposisi gizinya.
69



baku yang memiliki nilai kandungan protein lebih tinggi (yaitu tepung ikan),
sedangkan pada sisi kiri bawah adalah yang memiliki nilai kandungan protein
lebih rendah (yaitu dedak).
Lakukan perhitungan dengan melakukan pengurangan untuk setiap kandungan
protein bahan baku antara nilai yang lebih besar dengan nilai kandungan protein
yang diinginkan (yang ada ditengah-tengah garis diagonal). Hasilnya merupakan
bagian dari masing-masing komponen bahan baku pakan tersebut.Lakukan
penjumlahan masing-masing komponen bahan baku tersebut.
Lakukan perhitungan Formulasi yang cepat dan tepat dari soal-soal yang
diberikan.Adapun metode perhitungan formulasi pakan dapat dilakukan beberapa
cara, antara lain persen square, persamaan simultan, trial error, & program
komputer.



64



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil.
4.1.1 Data Formulasi Pakan Dengan Metode Percent Square
a.Campuran 5 kg dedak padi dan b kg bungkil kelapa mengandung15%
protein. Berapa b ?
Dedak padi 11,5 % 3,5 % = 5 kg



Bungkil Kelapa 21 % 6% = b


6 b = 5 . 3,5
6 b = 17,5
b =


b.Campuran 4 kg dedak padi 3,5 kg bungkil kelapa dan c kg tepung ikan
mengandung 23% protein. Berapa c ?Buatlah Formulasi pakan ikan dengan
bahan
60% 59,75 -23= 36,75
36,75 .100% = 49,8 % (c )
73,75

(11,5 . 4 )+ (21 . 3,5 ) 60- 23 =37 .100%=50,2 %
2 73,75
= 119,5 = 59,75 % Presentase penngguna=36,75+73,75
2
65



Campuran dedak +bungkil kelapa
4+3,5 =7,5
49,8 = c
50,2 7,5
50,2 c = 373,5
C= 373,5 =7,4
50,2

4.1.2 Data Formulasi Pakan Dengan Metode Simultan
a.Kandungan protein per kg tepung ikan setara dengan
A. kg bungkil kedele 43%
43/100. (x) =0,6
43X = 60
X = 1,39 kg
B. kg bungkil kelapa 21%
21/100. (x) =0,6
21X = 60
X = 2,85 kg
C. kg tepung darah 80%
80/100. (x) =0,6
80X = 60
X =0,75 kg
D. kg jagung 9,6%
9,6/100. (x) =0,6
9,6X = 60
X =6,25 kg
E. kg dedak padi 11,5%
66



11,5/100. (x) =0,6
11,5X = 60
X =5 ,21 kg
b.Protein 5 kg jagung dapat diganti dengan protein dari campuran 1,75 kg
dedak padi dan q kg bungkil kedele. Berapa q ?
AX + BY = Z ( 5000 . 9,6 )
(11,5 . 1750) + (43 . y ) = 48000 gr
20125 + 43y = 48000 gr
43y = 48000 20125 / 1000
y = 0,648 kg
Jumlah kedelai yang dibutuhkan adalah 0,648 kg
4.1.3 Data Formulasi Pakan Dengan Metode Trial and Erorr
Terlampir
4.2 Pembahasan
4.2.1 Formulasi Pakan Dengan Metode Percent Square
Dalam metode segi empat ini langkah pertama adalah melakukan pemilihan
bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan. Disarankan untuk
memilih bahan baku pembuatan pakan ikan ini tidak hanya dari satu sumber
bahan saja tetapi menggunakan beberapa bahan baku dari sumber nabati, hewani
atau limbah hasil pertanian.
Dari data diatas kita akan membuat pakan ikan dengan kadar protein 35%
dengan menggunakan bahan baku terdiri dari dedak padi dan bungkil kelapa.
Maka dengan menggunakan metode segiempat ini kita mengatahui bahwa bahan
baku yang telah dipilih berdasarkan kadar protein dari setiap bahan baku tersebut
67



yaitu ;
- Bahan baku kelompok protein Basal : Dedak Padi 60 %
- Bahan baku kelompok protein Suplemen: Bungkil Kelapa 21 % dan tepung ikan
23%
Melakukan perhitungan rata-rata kandungan bahan baku dari protein basal dan
protein suplemen dengan cara melakukan penjumlahan semua bahan baku yang
berasal dari protein basal dan membagi dengan berapa macam jumlah bahan baku
protein basal. Jika dalam komposisi bahan baku pembuatan pakan ikan akan
ditambahkan bahan tambahan maka jumlah bahan baku utama harus
dikurangi dengan jumlah bahan tambahan yang akan digunakan.Begitu juga
dengan bahan baku suplemen dilakukan penjumlahan kadar protein suplemen
kemudian dibagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein suplemen.
Dari soal nomer 2 kita dapat menemukan bahwa nilai dari berat yang diperlukan
untuk bungkil kelapa adalah sebesar 2,9 kg nilai tersebut dapat dilihat sekitar 58
% dari nilai protein basal yang dibutuhkan.Sedangkan pada nomer 3 dengan
menyusun formuilasi pakan dengan metode percent square dapat diketahui bahwa
nilai c adalah 7,4 kg dimana merupakan total dari penyusunan formulasi pakan
berupa Campuran 4 kg dedak padi +3,5 kg bungkil kelapa+ 7,4 kg tepung ikan
dimana dikatuhui total protein yang terkandung dalam formulasi pakan sebesar
23% protein.
4.2.2 Formulasi Pakan Dengan Metode Simultan
Dari data di atas di ketahui bahwa metode aljabar merupakan suatu metode
penyusunan formulasi yang didasari pada perhitungan matematika yang bahan
bakunya dikelompokkan menjadi X dan Y. X merupakan jumlah berat bahan baku
dari kelompok sumber protein utama (protein suplement) dan Y merupakan
jumlah berat kelompok sumber protein basal. Setelah menghitung menggunakan
metode tersebut dapat diketahui kandungan protein per kilogram tepung ikan
68



setara dengan 1,39 kg bungkil kedele, 2,85 kg bungkil kelapa, 0,75 kg tepung
darah, 6,25 kg jagung, dan 5,21 kg dedak padi.
Padal soal b kita juga dapet mengatahui bahwa 5 kilogram protein jagung
dapat diganti dengan protein dari campuran 1,75 kg dedak padi dan 0,648 kg
bungkil kedele melalui perhitungan dengan metode simultan.
Perhitungannya menggunakan rumus simultan sehingga didapat formulasi
pakan ikan sesuai dengan kebutuhan. Pada persamaan aljabar dalam matematika
ada dua metode yang digunakan dalam mencari nilai pada komponen X dan Y
yaitu metode substitusi dan metode eliminasi. Metode substitusi adalah suatu
metode mencari nilai x dan y dengan cara mengganti dengan beberapa
persamaan sedangkan metode eliminasi adalah suatu metode mencari nilai x dan y
dengan cara menghilangkan salah satu komponen dalam persamaan tersebut.
Berdasarkan perhitungan tersebut terbukti bahwa formulasi pakan dengan
menggunakan metode aljabar dapat dengan mudah dibuat dengan kelebihan dapat
menggunakan bahan baku sesuai dengan kebutuhan ikan atau kebiasaan makan
ikan dan kebutuhan optimal pemakaian bahan baku.

4.4.3 Formulasi Pakan Dengan Metode Trial and Erorr
Hal yang dilakukan pada metode coba-coba ini adalah dengan memasukkan
jumlah bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi pakan sampai semua
bahan baku yang digunakan berjumlah 100%. Dalam mengisi kolom jumlah
bahan baku harus mempertimbangkan kadar protein bahan baku, jenis ikan yang
akan mengkonsumsi bahan baku, macam-macam bahan baku, harga dan
kebutuhan optimal bahan baku untuk setiap jenis ikan berdasarkan kebiasaan
makannya.
Dari hasil coba-coba tersebut baru diperoleh kadar protein semua bahan baku
adalah 132.30%,85.45%, 24.56%, 37.7%, 31.125%, 30,935 padahal kadar protein
pakan yang diinginkan adalah 22,22% maka beberapa hasil data di atas
mengalami kelebihan kebutuhan protein ,adapun satu perhitungn yang mendekati
namum masih ada kelebihan protein yang diingnkan sebesar 2,34 %, maka dari
bahan baku yang digunakan harus dikurangi bahan baku yang kadar proteinnya
69



lebih rendah dan menambah jumlah bahan baku yang kadar proteinnya rendah
sampai benar-benar diperoleh nilai kadar protein sebesar 22,22%. Maka
komposisi pakan ikan kadar 22,22% harus diperbaiki.
Metode ini jarang digunakan dalam perhitungan yang disebabkan masih
banyaknya kesalahan dari pengguna metode ini.Hal ini mengalami banyak
kesalahan yang mungkin disebabkan oleh kurang mahirnya pengguna metode dan
kurang tepatmnya pemilihan formulasi yang digunakan. Formulasi pakan yang
telahdibuat tersebut dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada ikan
budidaya jika pakan yang dibuat tersebut mempunyaiperbandingan/rasio protein
energi berkisar antara 8 10. Nilaiperbandingan antara protein dan energi
(digestible energi) dapatdilakukan perhitungan.





91

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan teknik dasar formulasi pakan ikan ,maka
disimpulkan:
Perhitungan jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan
ikan tersebut dinamakan menyusun formulasi pakan. Setelah mengetahui tentang
jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan, kandungan
zat gizi dari bahan-bahan baku tersebut dan cara menyusun formulasi/ramuan
pakan buatan barulah kita dapat membuat pakan buatan. Dari han baku pembuatan
pakan ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu bahan baku nabati dan bahan baku
hewani. Zat gizi yang dibutuhkan oleh ikan adalah protein,lemak, karbohidrat,
vitamin, mineral dan air. Pakan buatan dapat berbentuk pellet, tepung, remeh atau
crumble dan pasta. Metode yang bisa digunakan untuk menyusun formulasi pakan
antara lain Metode Percobaan dan Kesalahan, Persamaan Aljabar dan Metode
Segi Empat Person.

5.2 Saran
Teknik dasar formulasi pakan ikan Dalam meramu pakan buatan harus tetap
selau memperhatikan kandungan kualitas atau nilai gizi maupun efek negatif anti
nutrisi yang terkandung di dalam bahan penyusun.. Manajemen pemberian pakan
juga juga perlu diperhatikan agar pakan yang diberikan sesuai dengan jumlah
konsumsi ikan atau tidak berlebihan (mubazir). Sehingga perlu diterapakan
manjemen yang baik yaitu dengan menghitung persentase pakan yang diberikan
sesui dengan bobot ikan yang diketahui dengan melakukan sampling secara
berkala.






92

DAFTAR PUSTAKA


Anggorodi. R. 1997. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gadjah Mada University
Press. Jogjakarta.
Anshory Irfan , 1984. Bahan Pakan dan Formulasi Ransum. Jakarta :
Erlangga
Dwidjo. J. P.1997. Teknik Penyusunan Ransum. Penebar Swadaya. Jakarta.
Kaswari. T. 2008. Diktat Nutrisi Ternak dasar. Fakultas Peternakan Universitas
Jambi. Jambi.
Parning, Mika, Marlan, (2000). Penuntun Belajar Bahan Pakan dan
Formulasi Ransum. Jakarta : Yudistira.
Purba, Michael. 2003. Kimia 2000. Erlangga. Jakarta.
Ucoep Haroen et.al. (2008), Bahan Ajar Nutrisi Ternak Unggas. Fakultas
Peternakan Universitas Jambi, Jamb













93

DAFTAR GAMBAR
halaman
1. Rumus umum metode percent square
2. Bagan Alir Prosedur Kerja Teknik Dasar Formulasi Pakan Ikan