Anda di halaman 1dari 11

DENSITAS,SAND CONTENT DAN

PENGUKURAN KADAR MINYAK


PADA LUMPUR PEMBORAN
DENSITAS LUMPUR
Definisi : berat per unit volume dari lumpur
pemboran yang dinyatakan dalam pon per
galon (ppg) atau pon per ft
3

berhubungan langsung dengan fungsi lumpur
bor sebagai penahan tekanan formasi
Apabila densitas lumpur yang terlalau besar
akan menyebabkan lumpur hilang ke formasi
Apabila densitas lumpur bor terlalu kecil akan
menyebabkan kick (masuknya fluida formasi
ke dalam lubang sumur)
Oleh karena itu, densitas lumpur harus
disesuaikan dengan keadaan formasi yang
akan dibor.

Densitas lumpur dapat
menggambarkan gradient
hidrostatik dari lumpur
bor dalam psi/ft. Namun,
di lapangan umumnya
dipakai satuan pound per
gallon (ppg)

Dengan asumsi :

Volume setiap material
adalah additive :
Vs + Vml = Vmb


Jumlah berat adalah
additive, maka :
sVs + mlVml = mbVmb


SAND CONTENT
Definisi : sebuah material padat kasar yang
tidak larut yang terdapat dalam lumpur
pemboran
Tercampurnya cutting dapat mempengaruhi
karakteristik lumpur pemboran
Jadi setelah disirkulasikan lumpur harus
mengalamai proses pembersihan dengan
menggunakan alat-alat yang disebut
Conditioning Equipment
Alat-alat yang biasa digunakan :
Shale Shaker
Degasser
Desander
Desilter

KANDUNGAN MINYAK PADA LUMPUR
PEMBORAN
Definisi : Kandungan minyak adalah banyaknya
minyak yang terkandung dalam lumpur emulsi
dimana air sebagai bahan dasarnya
Kandungan minyak pada lumpur cukup
penting karena minyak akan memberikan
pelumasan sehingga :
1. pahat lebih awet
2. mengurangi pembesaran lubang bor
3. mengurangi penggesekan pipa bor dengan
formasi serta mengurangi kemungkinan
terjadinya jepitan terhadap pahat
Namun bila kandungan minyak pada lumpur
terlalu banyak dapat menyebabkan slip dari
bit pada batuan formasi yang menjadi lebih
licin
Alat ukur yang di pakai adalah Retort Kit