Anda di halaman 1dari 10

BAB IX

DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kenyataan yang ada setiap individu di dalam kehidupannya memiliki
kepentingan dan tujuan tertentu yang berbeda antar individu yang satu dengan individu yang
lain, dan dari ini tercipta juga perbedaan status hanya merupakan salah satu dari sejumlah
tindakan yang terjadi secara alamiah di dalam kelompok. Sehingga dengan sifat dan
karakteristik setiap individu yang berbeda-beda itu, tentunya akan memiliki potensi yang
besar pula jika diwujudkan ke dalam suatu kepentingan dan tujuan bersama atau kelompok.
Dengan alasan tersebut dapat dilihat berbagai macam bentuk kelompok yang ada
pada saat ini dengan kepentingan dan tujuan yang bermacam-macam. Eksistensi suatu
kelompok sebenarnya bersifat informal sedangkan organisasi bersifat formal. Kelompok
informal ini terbentuk secara alamiah dalam suasana kerja yang muncul sebagai tanggapan
terhadap kebutuhan akan kontak sosial sedangkan kelompok formal dibentuk seseuai rencana
dan memilik itujuan yang jelas Dalam kehidupan suatu kelompok sudah tentu tidak terlepas
dari adanya perilaku setiap individu yang tidak sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia.
Akan tetapi justru di balik perbedaan itu tersimpan suatu kekuatan besar ketika terakumulasi
ke dalam dinamika kelompok. Setelah setiap individu masuk ke dalam kepentingan dan
tujuan kelompok maka perilaku mereka akan menjadi perilaku kelompok untuk kebersamaan.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembahasan BAB 9 in adalah
1. Mendefenisikan Pengertian Kelompok serta Perbedaan Kelompok Formal dan Kelompok
Informal
2. Mengklasifikasikan Tahap Tahap Perkembangan Kelompok
3. Menjelaskan Hal Hal Mengenai Kelompok
4. Mendeskripsikan Pengambilan Keputusan Kelompok










BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Kelompok serta Perbedaan Kelompok Formal dan Kelompok Informal
Kelompok adalah agregat sosial dimana anggota-anggotanya yang saling tergantung,
dan setidak-tidaknya memiliki potensi untuk melakukan interaksi satu sama lain. Kelompok
adalah suatu kolektif yang terdiri atas berbagai organisme dimana eksistensi semua anggota
sangat penting untuk memuaskan berbagai kebutuhan individu. Artinya, kelompok merupakan
suatu alat untuk mendapatkan berbagai kebutuhan individu. Individu menjadi milik kelompok
karena mereka mendapatkan berbagai kepuasan ssebaik mungkin melalui organisasi yang tidak
dengan mudah mereka dapatkan melalui cara lainnya.
kelompok merupakan suatu kumpulan orang yang berinteraksi satu sama lain secara
teratur dalam suatu periode tertentu, dan merasakan adanya ketergantungan diantara mereka
dalam rangka mencapai satu atau lebih tujuan bersama. Kelompok adalah kumpulan dari dua
orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam
rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling
mempengaruhi. Kelompok (group) didefinisikan sebagai dua individu atau lebih, yang
berinteraksi dan saling bergantung untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian kelompok
tidak terlepas dari unsur-unsur berupa keberadaan dua orang atau lebih yang melakukan
interaksi dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun ini
tidak berlaku bagi sekumpulan individu yang tidak memenuhi unsur-unsur di atas, maka
belumlah dikatakan sebagai kelompok misalnya penonton sepakbola yang menjadi sekumpulan
individu namun mereka tidak saling mengenal dan tidak melakukan interaksi.
Kelompok dapat dikategorikan dalam dua bentuk dasar, yakni :
Kelompok Formal (formal group)
Yaitu Kelompok kerja yang ditugaskan dan didefinisikan oleh struktur organisasi.
Kelompok Informal (Informal group)
Yaitu Kelompok yang tidak berstruktur formal maupun secara organisasional timbul
sebagai respons terhadap kebutuhan akan kontak sosial.
Kelompok juga dapat lebih diklasifikasikan secara lebih mendalam kedalam beberapa
subklasifikasi sebagai berikut:
Kelompok Komando (command group)
Yaitu Kelompok yang terdiri atas individu-individu yang melapor secara langsung kepada
seorang manajer.
Kelompok Tugas (task group)
Yaitu Mewakili mereka yang bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Kelompok Kepentingan (Interest group)
Yaitu mereka yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan dengan kepentingan
masing-masing.
Kelompok Persahabatan (friendship group)
Yaitu Mereka yang berkumpul bersama karena mereka memiliki satu atau lebih
persamaan karateristik.
Adapun secara umum setiap kelompok memiliki karakteristik yang lazim dijumpai
dalam setiap bentuk kelompok, antara lain
a. Merupakan kumpulan yang beranggotakan lebih dari satu orang, yang berarti adanya
karakteristik yang berbeda dari setiap orang.
b. Adanya interaksi diantara kumpulan orang tersebut.
c. Adanya tujuan bersama yang ingin dicapai.
Penelitian mendalam mengenai sifat-sifat dan hasil-hasil interaksi dalam
kehidupan (empat) ciri kelompok yaitu :
a. Terdapat dorongan (motif) yang sama pada individu-individu yang menyebabkan
terjadinya interaksi di antaranya kea rah tujuan yang sama.
b. Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu-individu yang satu dari
yang lain berdasarkan reaksi-reaksi dan kecakapan-kecakapan-kecakapan yang berbeda-
beda antara individu yang terlibat di dalamnya. Oleh karea itu, lambat laun mulai
terbentuk pembagian tugas serta struktur tugas-tugas tertentu dalam usaha bersama untuk
mencapai tujuan yang sama itu. Di sisi lain, terbentuk pula norma-norma yang kkhas
Dalam interaksi kelompok kearah tujuannya sehinggga mulai terbentuk kelompok sosial
dengan cirri-ciri yang khas.
c. Pembentukan dan penegasan struktur (organisasi) kelompok yang jelas dan terdiri atas
peranan-peranan dan kedudukan hierarkis yang lambat laun berkembang dengan
sendirinya dalam usaha pencapaian tujuan. Terjadi pembatasan yang jelas antara usaha-
usaha dan orang yang termasuk ingroup serta usaha-usaha dan orang outgroup.
d. Terjadinya penegasan dan peneguhan norma-norma pedoman tingkah laku
anggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam
merealisasikan tujuan kelompok. Norma-norma dan pedoman tingkah laku ini
sebagaiman juga struktur pembagian tugas anggotanya merupakan norma dan struktur
yang khas bagi kelompoknya itu.

2.2 Tahap Tahap Perkembangan Kelompok
Sebelum terbentuk sebuah kelompok, perlu diperhatikan beberapa hal yang menyebabkan seorang
individu bergabung dalam sebuah kelompok tertentu, yakni
a. Faktor Keamanan
Individu yang berada di dalam kelompok bisa mengurangi rasa tidak aman karena sendirian.
Merasa lebih kuat, lebih percaya diri, dan lebih tahan terhadap ancaman.
b. Faktor Status
Bergabung ke dalam kelompok yang dipandang penting, memberikan pengakuan dan status
bagi para anggotanya.
c. Faktor harga diri
Memiliki harga diri karena menjadi bagian kelompok dan kejelasan status mereka bagi
kelompok lain.
d. Faktor Afiliasi
Kelompok bisa memenuhi kebutuhan social anggotanya.
e. Faktor Kekuasaan
Kekuasaan dan kekuatan bisa diraih dengan berada di dalam kelompok yang sulit diperoleh
jika sendirian.
f. Faktor Pencapaian Sasaran
Untuk mencapai sasaran dan menyelesaikan tugas dibutuhkan lebih dari satu atau dua orang.
Ada kebutuhan mengumpulkan bakat, pengetahuan, atau kekuasaan untuk menyelesaikan
pekerjaan.

Adapun tahapan tahapan dalam pembentukan kelompok adalah sebagai berikut :
(Model Lima Tahap)
Tahap Pembentukan (Forming)
Tahap pertama dalam perkembangan kelompok, dikarakteristikkan oleh banyaknya ketidak
pastian. Memiliki karateristik ketidak pastian atas tujuan, struktur dan kepimpinan kelompok
tersebut.
Tahap Timbulnya Konflik (Storming Stage)
Satu dari konflik intra kelompok. Para anggotanya menerima keberadaan kelompok tersebut
tetapi terdapat penolakan terhadap batasan-batasan yang diterapkan kelompok tersebut
terhadap setiap individu.
Tahap Normalisasi (Norming Stage)
Dikarakteristikan oleh hubungan yang dekat dan kekohesifan. Ini selesai ketika struktur
kelompok tersebut menjadi solid dan kelompok telah mengasimilasi serangkaian ekspetasi
umum devinisi yang benar atas perilaku anggota.
Tahap Berkinerja (Performing)
Pada titik ini struktur telah sepenuhnya fungsional dan diterima. Energi kelompok telah
berpindah dari saling mengenal dan memahami menjadi mengerjakan tugas yang ada.
Tahap Pembubaran (Adjourning Stage)
Tahap terakhir dalam perkembangan kelompok untuk kelompok-kelompok sementara,
dikarakteristikan oleh perhatian untuk menyelesaikan aktivitas-aktivitas dibandingkan
penampilan tugas.

2.3 Hal Hal Mengenai Kelompok
a. Peran
Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seorang yang melaksanakan hak-hak
dan kewajibannya. Artinya, apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai
dengan kedudukannya, maka dia telah menjalankan suatu peranan. Suatu peranan paling tidak
mencakup tiga hal berikut :
a. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang
dalam masyarakat
b. Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam
masyarakat sebagai organisasi
c. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial.
Peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang berdasarkan status yang melekat pada
dirinya. Dalam sistem sosial seseorang yang menduduki status tertentu dan bertindak atau
berperan sesuai dengan status yang melekat pada dirinya, contoh sederhana misalnya dalam
tim sepakbola, dimana ada manager, pelatih, official, serta pemain. Ketika tim tersebut
bermain, maka masing-masing bagian memerankan peranannya, dimana seorang manager
memegang status paling tinggi dalam managemen tim, serta pelatih sebagai mempunyai status
yang paling tinggi dalam menginstruksikan pemainnya dalam sebuah pertandingan. Contoh
lain si A jika berada dikampus, ia berstatus sebagai mahasiswa, sedangkan dalam masyarakat,
si A adalah anggota masyarakat.
Identitas peran
Yaitu sikap-sikap dan perilaku-perilaku tertentu yang konsisten sebuah peran.
Persepsi peran
Yaitu pandangan seorang individu atas bagaimana ia harus bertindak dalam situasi
tertentu.
Ekspektasi peran (role expectacion)
Didefinisikan sebagai apa yang diyakini orang lain mengenai bagaimana anda bertindak
dalam suatu situasi.
Kontrak spikologis (psychological contract)
Yaitu sebuah perjanjian tidak tertulis diantara karyawan dan pemberi kerja mereka.
Konflik peran (role conflict)
Sebuah isituasi dimana seorang individu dihadapkan ekspektasi-ekspektasi peran yang
berlainan.

b. Norma
Norma dapat diartikan sebagai standar-standar yang dapat diterima atas perilaku yang dianut
bersama oleh anggota kelompok. Dalam kelompok, norma norma ini meliputi anjuran dan
larangan sebagai pendorong produktivitas kerja kelompok.
Norma Kelas Umum
a. Norma kelas yang paling umum adalah norma kinerja yang sangat kuat
mempengaruhi produktivitas kerja secara individual dan mampu secara signifikan
mengubah prediksi kerja sesuai dengan kemampuan dan potensi seseorang.
b. Kategori kedua meliputi norma penampilan, dimana penampilan merupakan kode
atau tanda kepantasan.
c. Kategori lainnya menyangkut norma pengaturan sosial.
d. Kategori yang terakhir berhubungan dengan norma alokasi sumber daya.
Kelompok Referensi (Reference Group)
Kelompok-kelompok penting dimana individu-individu menjadi anggota atau berharap
untuk menjadi anggotanya dan dengan norma-norma yang kemungkinan akan disesuaikan
oleh individu tersebut.
Perilaku menyimpang ditempat kerja
Disebut dengan perilaku anti sosial atau ketidak sopanan di tempat kerja (deviant work
place behavior) adalah peilaku yang disengaja yang melanggar norma-norma
organisasional signifikan dan, dengan melakukannya, mengancam kesejahteraan
organisasi atau anggota-anggotanya.

c. Status
Adalah sebuah posisi atau pangkat yang didevinisikan secara sosial yang diberikan kepada
kelompok atau anggota kelompok oleh orang lain-meresap dalam setiap masyarakat.
Kedudukan (status) diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok
sosial. Sedangkan kedudukan sosial (social status) artinya tempat seseorang secara umum
dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya,
prestisenya, dan hak-hak serta kewajiban-kewajibannya. Namun untuk mempermudah dalam
pengertiannya maka dalam kedua istilah di atas akan dipergunakan dalam arti yang sama dan
digambarkan dengan istilah kedudukan (status) saja.
Menurut teori karaktersitik status (status Characteristic theory), perbedaan dalam
karakteristik status menciptakan hierarki-hierarki dalam kelompok.
Status dan Norma
Status telah terlihat memiliki pengaruh-pengaruh menarik pada kekuatan norma dan
tekanan untuk menyesuaikan diri.
Ketidaksetaraan Status
Para anggota kelompok penting untuk percaya bahwa hierarki itu setara. Ketika terjadi
ketidaksetaraan, hal tersebut menciptakan ketidak seimbangan yang menghasilkan
berbagai jenis perilaku korektif.
Kemalasan Sosial (Social Loafing)
Sebuah kecenderungan para individu untuk mengeluarkan usaha yang lebih sedikit ketika
bekerja secara kolektif daripada ketika bekerja secara individual.

d. Ukuran
Ukuran dari sebuah kelompok mempengaruhi perilaku kelompok secara
keseluruhan. Bukti yang ada mengindikasikan bahwa kelompok yang lebih kecil lebih cepat
dalam menyalesaikan tugas daripada kelompok yang lebih besar, dan bahwa individu-
individu berkinerja lebih baik dalam kelompok yang lebih kecil. Tetapi, jika kelompok
tersebut terlibat dalam pemecahan masalah, kelompok besar secara konsisten mendapat nilai
yang lebih baik dibandingkan yang lebih kecil.
Salah satu penemuan paling penting yang berhubungan dengan ukuran sebuah
kelompok telah diberi label kemalasan sosial (social loafing). Kemalasan sosial adalah sebuah
kecenderungan para individu untuk mengeluarkan usaha yang lebih sedikit ketika bekerja
secara kolektif daripada ketika bekerja secar individual.
e. Kekohesifan
Kelompok-kelompok berbeda dalam kekohesifan (cohesiveness) mereka, yaitu
tingkat di mana para anggotanya saling tertarik dan termotivasi untuk tinggal dalam
kelompok tersebut. Saran untuk mendorong kekohesifan kelompok:
Membuat kelompok tersebut menjadi lebih kecil.
Mendorong untuk mengadakan perjanjian denan tujuan-tujuan kelompok.
Meningkatkan waktu yang dihabiskan anggota secara bersama-sama.
Meningkatkan status kelompok dan anggapan sulitnya menjadi anggota dari kelompok
tersebut.
Mendorong persaingan dengan kelompok-kelompok lain.
Memberikan penghargaan kepada kelompok dan tidak kepada anggota secara individual.
Secara fisik mengisolasi kelompok tersebut.

2.4 Pengambilan Keputusan Kelompok
a. Kelompok versus Individual
Pengambilan keputusan kelompok dapat secara luas digunakan di dalam
organisasi, terdapat keunggulan dan kelemahan pengambilan keputusan kelompok.
Keunggulan pengambilan keputusan kelompok. (1) Kelompok dapat
menghasilkan informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap. (2) semakin meningkatnya
keragaman pandangan. (3) meningkatkan penerimaan atas sebuah solusi.
Kelemahan pengambilan keputusan kelompok. (1) keputusan kelompok lebih
memakan waktu banyak untuk sebuah solusi dalam mengambil keputusan. (2) terdapat
tekanan-tekanan konformitas dalam kelompok. (3) diskusi kelompok didominasi oleh satu
atau sedikit anggota. (4) adanya tanggung jawab ambigu.
Efektivitas dan Efisiensi. Terkait dengan akurasi, keputusan kelompok biasanya
lebih akurat dibandingkan keputusan dari rata-rata individu dalam sebuah kelompok tetapi
kurang akurat dibandingkan penilaian dari anggota kelompok yang paling akurat. Jika
efektifitas keputusan didefinisikan dalam hal kecepatan, individual lebih unggul. Jika
kreativitas penting, kelompok cenderung lebih efektif dibandingkan individual. Jika
efektivitas berarti tingkat penerimaan atas solusi akhir dicapai, sekali lagi kelompok lebih
efektif dibandingkan individual. Namun efektivitas tidak dapat dipertimbangkan tanpa
menilai efisiensi. Dalam hal efisiensi, kelompok hampir selalu berada ditempat kedua
dibandingkan pengambilan keputusan individual.

b. Pemikiran Kelompok dan Pergeseran Kelompok
Pemikiran kelompok (groupthink), berhubungan dengan norma. Pemikiran
kelompok merupakan fenomena yang menunjukkan norma konsensus melampaui penilaian
atas sejumlah alternatif tindakan yang lebih realisris.
Pergeseran kelompok (groupshift). Perubahan risiko keputusan antara keputusan
kelompok dan keputusan individu yang dibuat oleh anggota dalam kelompok dapat menjadi
risiko yang konservatif atau lebih besar.



d. Teknik-teknik Pengambilan Keputusan Kelompok
Bentuk pengambilan keputusan kelompok yang paling umum terjadi di dalam
kelompok yang berinteraksi (interacting group), yaitu kelompok biasa, dimana para
anggotanya saling berinteraksi secara tatap muka. Terdapat tiga teknik pengambilan
keputusan yang diusulkan sebagai cara-cara untuk mengurangi banyak masalah yang
melekat pada kelompok yang berinteraksi secara tradisional:
Tukar pikiran. Sebuah proses pembangkitan ide yang secara khusus mendorong
semua alternatif apa pun sambil menahan kritik atas alternatif-alternatif tersebut.
Teknik nominal kelompok. Sebuah metode pengambilan keputusan kelompok
dimana para anggota individual bertemu secara tatap muka untuk menyatukan penilaian
mereka dengan cara sistematis tetapi independen.
Pertemuan dengan media elektronik. Sebuah pertemuan di mana para anggotanya
berinteraksi menggunakan komputer, yang memungkinkan anonimitas komentar dan
agrerasi suara.
























BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahsan di atas dapat disimuplkan beberapa hal mengenai dasar-dasar Perilaku
Kelompok
1. Kelompok dapat dikategorikan dalam dua bentuk dasar, yakni :
Kelompok Formal (formal group) Yaitu Kelompok kerja yang ditugaskan dan
didefinisikan oleh struktur organisasi.
Kelompok Informal (Informal group) Yaitu Kelompok yang tidak berstruktur formal
maupun secara organisasional timbul sebagai respons terhadap kebutuhan akan kontak
sosial.
2. Tahap-Tahap Perkembangan Kelompok (Model 5 Tahap)
1. Tahap pembentukan
2. Tahap Timbulnya konflik
3. Tahap Normalisasi
4. Tahap Bekinerja
5. Tahap pembubaran
3. Hal-Hal mengenai kelompok melipuiti:
- Peran,
- Norma
- Ukuran Dan
- Kekohesifan
4. Pengambilan keputusan kelompok bergantung pada sejumlah faktor yaitu
a. Kelompok Versus Individual
- Keunggulan pengambilan keputusan kelompok
- Kelemahan Keputusan Kelompok
- Efektivitas dan Efisiensi
b. Pemikiran Kelompok dan pergeseran kelompok
c. Teknik-teknik pengambilam keputusan kelompok
3.2 Saran
Dari Pembahasan di atas dapat disarankan bahwad sebuah kelompok dapat di jadikan
sumber atas masukan untuk pengumpulan informasi. Karena Semakin beragam latar belakang
anggota kelompok, semakin solutif jalan keluar yang dapat dihasilkan atas suatu
permasalahan yang muncul meskipun potensi konflik juga sangat riskan berkembang. Namun
demikian, dengan adanya kelompok dapat membuat individu individu belajar bagaimana
cara mengambil keputusan atas keberagaman pemikiran yang berkembang dalam
kehidupan kelompok yang lebih luas lagi.