Anda di halaman 1dari 2

Kromatografi telah di definisikan terutama sebagai suati proses pemisahhan yang digunakan

untuk pemisahan campuran yang pada hakikatnya molekuler. Kromatografi bergantung pada
pembagian ulang molekul-molekul campuran antara dua fase atau lebih. Tipe-tipe kromatografi
mencakup kromatografi asorpsi, kromatografi partisi cairan dan pertukaran ion. System utama
yang digunakan dalam partisi adalah partisi gas, partisi cairan mrnggunakan alas tak
bergerak(misalnya kromatogfafi kolom), kromatogafi kertas dan lapisan tipis. Dalam
kromatografi partisi cairan, fase cair yang bergerak mengalir melewati fase cair stationeryang
diserakan pada suatu pendukung, dalam kromatografi kertas pendukung itu adalah kertas atau
kertas terolah, sedangan dalam kromatografi lapisan tipis absorbennya disalutkan pada lempeng
kaca atau lembarn plastic (basset, 1994 :225)
Kromatografi lapis tipis atau TLC(Thin layer chromatography) seperti halnya
kromatografi kertas, murah dan mudah dilakukan. Kromatografi ini mempunyai satu keunggulan
dari segi kecepatan dan kromatografi kertas. Kromatografi lapis tipis membutuhkan hanya
setengah jam saja, sedangkan pemisahan yang umum pada kertas membutuhkan waktu beberapa
jam. TLC sangat terkenal dan rutin digunakan di berbagai laboratorium. Media pemisahannya
adalah lapisan dengan ketebalan sekitar 0,1-0,3 mm zat padat adsorben pada lempeng kaca,
plastic dan aluminium. Lempeng yang paling umum digunakan yang berukuran 8x2 inchi.
Pertimbangan untuk pemilihan pelarut pengembang (aluen) umumnya sama dengan pemilihan
eluen untuk kromatografi kolom. Dalam kromatografi adsorpsi, pengelusi eluen naik sejalan
dengan pelarut (misalnya dari heksana ke aseton, ke alkohol, ke air). Eluen pengembang dapat
berupa pelarut tunggal dan campuran pelarut dengan susunan tertentu. Pelarut-pelarut
pengembang harus mempunyai kemurnian yang tiggi. Terdapatnya sejumlah air atau zat
pengotor lainnya dapat menghasilkan kromatogram yang tidak diharapkan. KLT merupakan
contoh dari kromatografi adsorpsi. Fase diam berupa padatan dan fase geraknya dapat berupa
cairan dan gas. Zat terlarut yang diadsorpsi oleh permukaan partikel padat. Kromatografi
adsorpsi memiliki beberapa kekurangan, yaitu : a. pemilihan fase diam(adsorben), b. koefisien
distribusi untuk seringkali tergantung pada kadar total, sehingga pemisahannya kurang
sempurna. ( Undewood. 2002 : 551 )
Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan atau cairan dengan
bantuan pelarut atau dapat pula dikatakan ekstraksi merupakan proses pemisahan satu atau lebih
komponen dari suatu campuran homogeny menggunakan pelarut cair sebagai separating gen,
pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang berbeda dari komponene-komponen dalam
campuran. Ekstraksi pelarut cair-cair merupakan satu komponen bahan atau lebih dari suatu campuran
yang dipisahkan dengan bantuan pelarut, ektraksi cair-cair tidak dapat digunakan apabila pemisahan
campuran dengan cara destilasi karena kepekaannya terhadap panas atau tidak ekonomis. Seperti pada
ekstraksi padat-cair, ekstraksi cair-cair selalu terdiri dari pencampuran secara intensif bahan ekstraksi
dengan pelarut dan pemisahan kedua fase cair sempurna Di antara berbagai jenis metode pemisahan,
ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan
popular. Alasan utamanya adalah bahwa peemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro
maupun mikro. Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih kecuali corong pisah. Prinsip
metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut
yang tidak saling bercampur, seperti benzene, karbon tetraklorida atau kloroform. Batasannya adalah
zat terlarut dapat di transfer pada jumlah yang berbeda dalam keadaan dua fase pelarut. Teknik ini
dapat digunakan untuk kegunaan preparatif, pemurnian, pemisahan serta analisis pada semua skala
kerja (Oxtoby,2001: 324).
Gillis, oxtoby. Prinsip-prinsip Kimia Modern Jilid I. Jakarta: Erlangga, 2001