Anda di halaman 1dari 7

Konfigurasi Integrasi PLC, DCS dan Control Valve

Dalam melakukan integrasi PLC dan DCS, maka PLC akan difungsikan sebagai sequensial
control dan DCS berfungsi sebagai regulation control (proses monitoring). Gambar 1
menunjukkan contoh konfigurasi integrasi PLC dan DCS di industri.

Gambar 1. Contoh kasus integrasi PLC dan DCS untuk menggerakan konveyor
Gambar 1 menunjukkan dua buah konveyor yang dikontrol oleh PLC dan DCS. Pada sisi
PLC akan mengantrol motor 1 untuk menggerakan konveyor 1 dan motor 2 untuk
menggerakan konveyor 2 secara sekuensial. Sementara itu, DCS akan difungsikan untuk
membaca nilai sensor (load cell), nilai kecepatan motor 1 dan nilai kecepatan motor 2.
Apabila terjadi kesalahan, misalnya beban pada konveyor 2 berlebihan atau kecepatan
pada motor 1 dan kecepatan pada motor 2 tidak sesuai dengan yang diinginkan, DCS akan
memerintahkan PLC untuk melakukan perubahan kecepatan pada motor 1 dan motor 2.

Apabila tugas akhir yang akan dilakukan mengikuti prinsip kerja pada Gambar 1, maka
tidak diperlukan modul tambahan (modul komunikasi) pada sisi DCS. Gambar 2
memperlihatkan analogi konfigurasi integrasi PLC dan DCS dengan mengikuti prinsip kerja
pada Gambar 1.


Gambar 2. Konfigurasi integrasi PLC dan DCS untuk mengatur plant control valve

Pada Gambar 2 menunjukkan salah satu contoh konfigurasi PLC dan DCS. Pada
konfigurasi ini PLC akan mengatur bukaan control valve. Sementara itu, DCS akan
membaca nilai dari sensorflow 1 dan sensor flow 2. Apabila nilai sensor flow 1 dan
sensor flow 2 tidak sesuai dengan nilai yang diinginkan, maka DCS memrintahkan PLC
untuk mengubah nilai sinyal kontrol padacontrol valve.

Konfigurasi lain untuk mengintegrasikan PLC dan DCS dengan menambahkan modul
komunikasi pada sisi DCS. Tabel 1 menunjukkan jenis-jenis modul komunikasi DCS
Yokogawa dengan subsistem lainnya misalnya PLC.

Tabel 1. Jenis-jenis modul komunikasi yag dimiliki oleh DCS Yokogawa

Kemungkinan untuk merealisasikan konfigurasi kedua ini, maka PLC yang akan digunakan
adalah PLC Omron tipe Synmac CQM1 atau PLC AB tipe SLC 5 (kedua PLC tersebut
tersedia di LAB). Karena kedua PLC tersebut memiliki protokol RS-232 untuk modul
komunkasinya. Adapun modul komunikasi yang digunakan pada sisi DCS untuk komunikasi
integrasi ini adalah modul ACM11. Modul ACM11 merupakan modul komunikasi pada
DCSCentum CS 3000Yokogawa dengan menggunakan protokol RS-232C. Modul tersebut
dapat digunakan pada tipe DCS PFCS, LFCS, dan SFCS. Modul ACM11 dapat
berkomunikasi dengan sub-sistem lainnya dengan menggunakan protokol RS-232 untuk
proses pertukaran data, disamping itu modul ini dapat juga ditancapkan pada modul
komunikasi AMN33. Gambar 3 menunjukkan contoh konfigurasi PLC dan DCS dengan
menggunakan modul komunikasi ACM11 pada sisi DCS.

Gambar 3. Konfigurasi kedua integrasi PLC dan DCS

Pada Gambar 3 dapat dilihat bahwa modul komunikasi pada sisi DCS dibutuhkan untuk
melakukan proses tukar menukar data antara DCS dan PLC master. PLC master berfungsi
untuk mengatur PLC slave yang berada dibawahnya. Jumlah PLC slave yang berada di
bawah PLC master sesuai dengan banyaknya loop proses kontrol yang akan diataur. untuk
konfigurasi kedua harus diketahui metode sharing memory dari masing-masing peralatan.

**Karena terbatasnya jumlah I/O yang dimiliki oleh peralatan Lab maka kedua konfiguasi
yang saya tawarkan di atas tidak bisa direalisasikan, sehingga saya merancang kembali
konfigurasi untuk mengintegrasikan PLC dan DCS seperti yang di tunjukkan pada Gambar
4. Konfigurasi ini saya laporkan pada progres report tertanggal 18 maret 2010.


Gambar 4. Konfigurasi PLD, DCS dan plant control valve

Pada Gambar 4 dapat dilihat bahwa sistem yang akan dibangun memiliki 3 masukkan dan
2 keluaran. Tiga buah masukan tersebut ditunjukkan untuk mengontrol ketiga control
valve yang ada pada sistem. Dimana valve pertama akan diatur secara otomatis dari sinyal
kontrol yang digunakan, sedangkan valve dua dan tiga diatur secara manual dengan
menggunakan PLC. Dua buah keluaran dari sistem ini adalah dua buah nilai sensor yang
dipasang pada bagian depan dan belakan dari valve pertama.

**Setelah berkonsulatesi dengan Pak Joko Susila (pembimbing 1), beliau kurang setuju
dengan konfigurasi pada Gambar 4. Beliau menyarankan untuk membuat sistem yang
dapat merepresentasikan sistem distribusi yang digunakan di dunia industri. Setelah
merancang kembali didapatkan sistem integrasi seperti pada Gambar 5, yang saya
laporkan pada progres report tertanggal 19 maret 2010.


Gambar 5. Konfigurasi PLC, DCS dan plant control valve

Pada Gambar 5 dapat dijelaskan bahwa DCS hanya akan berfungsi sebagai monitoring
proses yang terjadi pada keseluruhan sistem. Sementara itu, PLC berfungsi sebagai
sekuensial kontrol dengan menggunakan PID sebagai algoritma kontrolnya.

**Karena konfigurasi yang ditunjukkan pada Gambar 5 lagi-lagi mengalami kendala untuk
direalisasikan, selanjutnya perancangan kembali dilakukan seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 6. Laporan progre report tertanggal 20 maret 2010.


Gambar 6. Konfigurasi PLC, DCS dan plant control valve

Pada Gambar 6 dapat dilihat bahwa jumlah I/O yang akan digunakan dengan rincian
sebagai berikut, pada sisi DCS akan digunakan tiga modul masukan dan tiga modul
keluaran sedangkan pada sisi PLC akan digunakan satu modul masukan dan satu modul
keluaran. Diantara PLC dan plant control valve perlu ditambah V/I yang berfungsi untuk
mengubah sinyal kontrol dari PLC yang berupa tegangan diubah terlebih dahulu menjadi
arus, karena spesifikasi plant control valve yang digunakan hanya dapat dikendalikan
dengan menggunakan arus.

**Lagi-lagi konfigurasi pada Gambar 6 tidak dapat direalisasikan. Setelah melakukan
beberapa kali perancangan dan pertimbangan ini dan itu akhirnya didapatkan konfigurasi
akhir seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7.


Gambar 7. Konfigurasi akhir

Pada Gambar 7 dapat dilihat bahwa PLC 2 akan membaca nilai sensor flow 1 dan
sensor flow2 sebagai indikator besar bukaan control valve. Sinyal sensor yang dibaca akan
diteruskan ke DCS melalui modul masukan yang terdapat pada FCS. Semnetara itu, PLC 1
berfungsi untuk membuka control valve 2 secara sekuensial berdasarkan program kontrol
sekuensial yang telah dibuat pada PLC 1. Disamping itu, PLC 1 juga berfungsi untuk
meneruskan sinyal kontrol dari DCS menuju ke control valve 1. Seluruh perintah yang
berasal dari DCS akan diolah oleh PLC 1 untuk selanjutnya akan dikalkulasi berdasarkan
algoritma program yang telah dibuat, yang selanjutnya akan dilakukan aksi kontrol
ke plant yang berupa aliran yang melalui control valve.