Anda di halaman 1dari 7

1

Konsep Sehat-Sakit dan Vektor yang Mempengaruhi pada Penyakit Muntaber di


Puskesmas Telagasari

Ega Farhatu Jannah
(102012277)

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No. 06 Jakarta Barat
farhatujannahega@yahoo.com

Latar Belakang
Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang
dilakukan secara berkelanjutan. Berdasarkan visi pembangunan nasional melalui pembangunan yang
dicapai untuk mewujudkan Indonesia Sehat. Pembangun kesehatan adalah meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Namun
kenyataanya masih banyak masyarkat yang memiliki pola hidup bersih yang sangat rendah sehingga
membuat suatu masyarakat itu rentan terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit yang
dipengaruhi lingkungan contohnya yaitu muntaber. Perlu dilakukan berbagai cara untuk
memberantas penyakit itu agar tidak menjadi wabah bagi masyarakat lainnya. Perlu dilakukan
pengendalian dan kerja sama berbagai pihak agar benar-benar terwujud Indonesia Sehat.

Identifikasi Istilah yang tidak Diketahui
Muntaber adalah keadaan dimana seseorang mengalami muntah-muntah disertai buang air
besar berkali-kali.
1


Rumusan Masalah
1. Kenaikan kasus muntaber pada musim kemarau di Telagasari.
2. Pola hidup bersih masyarakat yang masih rendah.

Hipotesis
Pola hidup masyarakat yang masih rendah menyebabkan kenaikan kasus muntaber sehingga
mempengaruhi status kesehatan masyarakat.
Tinjauan Pustaka
2

Analisis Masalah
Gambaran mind map:











Menentukan Sasaran Pembelajaran
Mampu memahami pola hidup bersih
Mampu memahami konsep sehat sakit.

Pola Hidup Bersih dan Sehat
Perilaku hidup bersih dan sehat adalah budaya perilaku hidup bersih dan sehat untuk
perorangan, keluarga kelompok dan masyarakat umum. Pola hidup bersih dan sehat adalah
pencegahan terbaik agar terhindar dari berbagai penyakit baik yang menular atau tidak.
2
Ada
beberapa perilaku hidup bersih dan sehat di pelayanan kesehatan yaitu:
1. Kesehatan ibu dan anak
- Ibu hamil.
- Ibu yang bersalin
- Ibu yang mempunyai bayi
2. Gizi dan makanan
- Makanan bervariasi dan gizi seimbang
- Menggunakan garam beryodium
- Ibu hamil agar menambah makanan yang mengandung zat besi
- Makanan yang bebas dari pencemaran
3. Gaya hidup
- Olahraga secara teratur
- Hindari rokok, minuman keras dan obat berbahay
- Menyadari bahaya AIDS
Pola hidup bersih yang
rendah
Muntaber
Vektor
Konsep sakit
Pejamu
Lingkungan Agent
Konsep sehat
Konsep Blum
Lingkungan Konsep Blum Perilaku
3

4. Hygiene dab sanitasi
- Menggunakan jamban (WC)
- Menggunakan air bersih yang memenhi persyaratan kesehatan
- Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih.
5. Peran serta masyarakat
- Imunisasi lengkap ibu hamil dan anak balita
- Memanfaatkan sarana kesehatan
- Mejadi peserta dana sehat menuju JPKM
- Melakukan kesehatan mandiri.
Apabila kita telah melaksanakan beberapa pencegahan tersebut maka resiko kita lebih kecil
untuk terkena penyakit.
Konsep Sehat
Arti kesehatan secara harfiah adalah sesuatu yang berhubungan dengan kondisi fisik
seseorang. Orang dikaakan sehat apabila terbebas dari serangan penyakit dan sebaliknya orang
dikatakan sakit apabila kondisi fisiknya tidak baik akibat penyakit menular atau tidak menular. Ini
dinamakan konsep sehat sakit. Di Indonesia kriteria sehat ini ditetapkan melalui Undang-undang
nomor 1960 tentang pokok-pokoo kesehatan dan telah diperbarui dengan Pasal 1 Ayat (1) yang
berbunyi: kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
3
Berikut adalah skema tentang konsep sehat
Skema Blum:














Gambar 1.1 skema Blum
STATUS
KESEHATAN
PERILAKU
PELAYANAN
KESEHATAN
LINGKUNGAN
KETURUNAN
- FISIK
- BIOLOGIS
- SOSIAL
4

Ke empat faktor pada gambar diatas saling berpengaruh positif dan sangat berpengaruh
terhadap status kesehatan seseorang. Status kesehatan akan tercapai optimal apabila keempat faktor
tersebut posistif mempengaruhi secara optimal. Apabila salah satu faktor tidak optimal, maka status
kesehatan akan bergeser kea rah dibawah optimal.
3
Berikut ini adalah penjelasan dari faktor-faktor
tersebut:
1. Faktor keturunan. Faktor ini lebih mengarah pada kondisi individu yang berkaitan dengan
asal-usul keluarga, ras dan jenis golongan darah. Beberapa penakit tertentu disebabkan oleh
faktor keturunana antara lain hemophilia, hipertensi, kelainan bawaan, ailbino dll.
3

2. Faktor pelayanan kesehatan. Faktor ini dipengaruhi oleh seberapa jauh pelayanan kesehatan
yang diberikan. Hal ini berhubungan dengan tersedianya sarana dan prasarana intstitusi
kesehatan antara lain rumah sakit, puskesmas, labkes, balai pengobatan serta tersedianya
fasilitas pada institusi tersebut (tenaga kesehatan, obat-obatan, alat-alat kesehatan) yang
semuannya tersedia dalam kondisi baik,cukup, dan siap pakai.
3

3. Faktor perilaku. Faktor perilaku berhubungan dengan perilaku individu atau masyarakat,
perilaku petugas kesehatan dan perilaku para pejabat pengelola pemerintahan (pusat dan
daerah) serta perilaku pelaksana bisnis. Dan perilaku ini biasanya sangat dipengaruhi oleh
tingkat pengetahuan seseorang, dengan pengetahuan yang lebih memadai seseorang akan
berperilaku menjadi lebih baik sehingga pola hidup bersih akan menjadi lebih baik. Perilaku
individu atau masyarakat yang positif pada kehidupan sehari-hari misalnya membuang
sampah atau kotoran secara baik, minum air masak, saluran limbah terpelihara dan mandi
setiap hari secara higienis. Perilaku petugas kesehatan adalah member pelayanan yang baik
antara lain ramah, cepat tanggap, disiplin yang tinggi, terapi yang tepat sesuai diagnosis,
tidak malpraktik, pemberian obat ayng rasional, dan bekerja dengan penuh pengabdian.
Perilaku pemerintah pisat dan daerah dalam menyingkapi suatu permasalahan kesehatan
masyarakat secara tanggap dan penuh kearifan, misalnya cepat tanggap terhadap penduduk
yang gizinya buruk, adanya wabah diare disuatu masyarakat, serta menyediakan sarana dan
prasaran kesehatan dan fasilitas umun (jalan parit, TPA, penyediaan air bersih, jalur hijau,
pemukiman sehat) yang didukung oleh peraturan perundang-undangan yang berhubungan
dengan kesehatan dan ligkungan hidup dan menerapakan sanksi yang tegas bagi
pelanggarnya.
3

4. Faktor lingkungan. Faktor lingkungan sanagat besar pengaruhnya terhadap status kesehatan,
terlihat dari gambar 1.1 dengan panah yang lebih besear disbanding faktor lainnya.
3
Faktor
lingkungan terdiri dari tiga bagian:
a. Lingkungan fisik, terdiri dari benda mati yang dapat dilihat, diraba, dirasakan antara lain
bangunan, jalan, jembatan, kendaraan, gunung, air, tanah. Benda mati yang dapat dilihat
5

dan dirasakan tetapi tidak dapat diraba antara lain api, asap, kabut dll. Benda mati yang
tidak dapat diraba, tidak dapat dilihat, namun dapat dirasakan antara lain udara, angin,
gas, bau-bauan, suara dll.
3

b. Lingkungan biologis, terdiri dari makhluk hidup yang bergerak, baik yang dapat dilihat
maupun tidak antara lain manusia, hewan, kehidupan akuatik, amuba, virus, plangton).
Makhluk hidup tidak bergerak antara lain tumbuhan, karanglaut, bakteri dll.
3

c. Lingkungan sosial. Lingkungan sosial adalah bentuk lain secara fisik dan biologis.
Lingkungan sosial tidak berbentuk nyata, namun ada dalam kehidupan di bumi ini.
Lingkungan sosial terdiri dari sosio-ekonomi, sosio-budaya, adat istiadat, agama,
organisasi kemasyarakatan dll. Melalui lingkungan sosial manusia melakukan interaksi
dalam bentuk pengelolaan hubungan dengan alam dan buatannya dengan perangkat nilai,
ideology, sosial dan budaya sehingga dapat menentukan arah pembangunan lingkungan
yang selaras dan sesuai dengan daya dukung lingkungan yang sering disebut dengan etika
lingkungan.
3


Konsep Sakit
Sakit merupakan penyimpangan dari keadaan yang optimal. Disease (penyakit) yaitu kondisi
gangguan pada diri seseorang dimana mereka telah terekspos/terpapar oleh kuman, bakteri, virus,
jamur, dan sebagainya, sehingga mengakibatkan hambatan dalam melakukan aktivitas sebagai
dampak langsung pada aspek fisik, sosial dan mental (psikologis).
4
Faktor-faktor yang mempengaruhi timmbulnya penyakit yaitu:
- Pejamu (host)
- Penyebab penyakit (agent)
- Lingkungan
Pejamu atau host biasanya itu subyek yang terkena penyakit, yang mempengaruhinya yaitu:
keturunan, mekanisme pertahanan tubuh, umur, jenis kelamin, ras, status perkawinan, pekerjaan dan
kebiasaan hidup. Penyakit yang menular terutama pada tubuh yang rentan.
Faktor terpenting dari agent adalah sifat-sifat dari bibit penyakit yang dibedakan atas empat
macam yaitu:
1. Patogenicity adalah kemampuan mikroorganisme dalam menimbulkan penyakit kepada
manusia.
2. Virulensi adalah ukuran keganasan dari bibit penyakit.
3. Antigenicity adalah kemampuan dari mikroorganisme untuk membentuk antibody.
4. Infectivity adalah kemampuan organisme untuk masuk dan berkembang biak pada tubuh
manusia, hewan dan serangga.
6

Paradigma kesehatan lingkungan adalah pola fikir keterkaitan terjadinya suatu penyakit/masalah
kesehatan yang berkaitan dengan faktor-faktor lingungan. Pathogenesis penyakit erat kaitannya
dengan media lingkungan. Wabah penyakit diare sangat erat kaitannya dengan penyediaan sarana
dan pengawasan kualitas air bersih, sanitasi yang kurang memadai, penyediaan sarana pembuangan
sampah, pencemaran lingkungan dan pola makan yang kurang baik.
4

Muntaber
Prilaku yang kotor akan menyebabkan timbulnya bebagai penyakit seperti muntaber.
Muntaber adalah penyakit yang bisa dialami oleh siapa saja, jika terserang muntaber maka penderita
kan mengalami muntah dan berak yang terus menerus. Hal itu akan berdampak buruk pada tubuh
karena tubuh akan kekurangan cairan.
1
Vektor adalah organisme hidup yang dapat menularkan agent penyakit dari satu hewan ke hewan
lain atau ke manusia. Vector-vektor yang membawa penyakit serius yang ditularkan kepada manusia
antara lain serangga (lalat, nyamuk), binatang-binatang yang hidup di air (kerang), binatang yang
hidup di darat (anjing, kucing, babi). Penularan penyakit pada manusia melalui vector serangga
dikenal sebagai arthropod borne disease atau sering dikenal sebagai vector borne disease.
Pemutusan rantai penularan dapat dilakukan dengan mempelajari cara penularan dari penyakit yang
ada. Untuk pencegahan penyebaran penyakit dapat dilakukan pengendalian vector yang terdiri atas
pengendalian lingkungan, pengendalian kimia, pengendalian biologi, pengendalian genetic dan
pengendalian fisika.
5
Vector dan binatang pengganggu pada dasarnya dapat mempengaruhi kehidupan manusia dengan
berbagai cara. Berikut ini adalah penyakit yang ditimbulkan berdasarkan jumlah faktor kehidupan
yang terlibat.
5
1. Penyakit-penyakit dengan dua faktor kehidupan (manusia-Arthropoda). Keadaan ini disebut
penyakit yang diakibatkan oleh pengaruh langsung Arthropoda terhadap manusia, bukan
karena virus, bakteri, protozoa, cacing, atau jamur yang pada dasarnya berkaitan dengan
penyakit tersebut.
5

2. Penyakit dengan tiga faktor kehidupan (manusia-Arthropoda vector-kuman). Keadaan ini
merupakan gambaran umum penyakit pada manusia dimana manusia sebagai host, dan
Arthropoda berperan sebagai vector bagi kuman penyebab/parasit dari satu orang kepada
orang lainnya. Dalam pola ini terdapat vector yang akan membawa bibit penyakit dari host
yang satu kepada host yang lainnya, dengan menggunakan wahana dalam bentuk udara, air,
atau makanan sehingga dikenal adanya penybaran penyakit secara airborne infection, water
borne infection dan food borne infection.
5

7

3. Penyakit dengan empat faktor kehidupan (manusia- Arthropoda vector-kuman-reservoir).
Keadaan penyakit seperti ini disebut zoonosis, yaitu penyakit binatang yang dapat menular
kepada manusia. Manusia mendapat penularan penyakit akibat kecelakaan dan tuan rumah
penyakit ini yang terutama adalah binatng liar. Misalnya dikemukakan penyakit demam
kuning (yellow fever) yang disebabkan menjadi urban yellow fever, dimana kera dan binatang
menyusui lainnya dihutan berperan selaku host, sedang vector nya adalah nyamuk hutan.
5


Kesimpulan
Muntaber adalah penyakit yang sangat dipengaruhi lingkungan dan pola hidup, maka perlu
dilakukan berbagai perbaikan pada sarana dan prasarana misalnya air bersih yang memadai, sanitasi
lingkungan yang baik, pelayananan kesehatan yang baik, tempat pembuangan sampah dan gizi yang
sehat seimbang.


Daftar Pustaka
1. Chandra B. Pengantar kesehatan lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2007.h.46-8.
2. Edberg M. Kesehatan masyarakat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;2007.h.74-5.
3. Suyono, Budiman. Ilmu kesehatan masyarakat dalam konteks kesehatan lingkungan. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC;2010.h.1-5
4. Mckenzie JF, Pinger RR, Kotecki JE. Kesehatan masyarakat suatu pengantar. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC;2003.h.93-6.
5. Mubarak WI, Chayatin N. ilmu kesehatan masyarakat: teori dan aplikasi. Jakarta: Penerbit
Salemba Medika;2009.h.309-12.