Anda di halaman 1dari 25

Page 1 of 25

BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sistem pencernaan memiliki fungsi utama untuk memindahkan nutrient, air, dan elektrolit dari
makanan yang kita makan ke dalam lingkungan internal tubuh. Manusia menggunakan molekul-molekul
organik yang terkandung dalam makanan dan O
2
untuk menghasilkan energi.
Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu
proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya adalah proses
penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa
makanan melalui anus.
Makanan harus dicerna agar menjadi molekul-molekul sederhana yang siap diserap dari saluran
pencernaan ke dalam sistem sirkulasi untuk didistribusikan ke dalam sel. Dimana dalam proses
memindahkan zat tersebut sistem pencernaan melaksanakan empat proses dasar, yaitu motilitas, sekresi,
digesti, dan absorpsi.
Proses mengubah makanan menjadi zat yang dimanfaatkan oleh tubuh merupakan proses ilmiah
yang perlu kita ketahui. Dari pemahaman inilah kita nantinya diharapkan untuk lebih merawat dan
mendeteksi kemungkinan adanya kelainan fungsi pencernaan kita.

B. TUJUAN
Untuk memahami struktur alat pencernaan secara makro dan mikro, mengetahui mekanisme
pencernaan dalam mencerna karbohidrat, protein, dan lemak, serta mengetahui enzim dan hormon yang
bekerja dalam proses pencernaan tersebut, dan mempelajari proses terjadinya mual dan muntah





Page 2 of 25


BAB 2
PEMBAHASAN

A. STRUKTUR MAKROSKOPIS SISTEM PENCERNAAN
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan (esophagus),
lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang
terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.Serta dalam pencernaan
juga termasuk kelenjar-kelenjar yaitu glandula parotis, glandula submandibularis, glandula sublingualis.
1. Mulut (oris)
Di dalam rongga mulut, terdapat gigi, lidah, dan kelenjar air liur (saliva). Mulut adalah rongga
lonjong pada permulaan saluran pencernaan.Terdiri dari dua bagian-baian yang sempit yaitu vestibula
yaitu ruang di antara bibir,gusi serta pipi dan bagian dalam yaitu rongga mulut yang di batasi sisi-sisinya
oleh tulang maxilaris dan semua gigi dan di sebelah belakang bersambung dengan awal faring.
1

Gambar 1.1 rongga mulut
Pipi membentuk sisi berdaging pada wajah dan menyambung pada bibir mulai dengan lipatan
nasolabial berjalan dari sisi hidung ke sudut mulut.Pipi di lapisi dari dalam oleh mukosa yang
mengandung papila-papila.
Gigi terbentuk dari tulang gigi yang disebut dentin. Struktur gigi terdiri atas mahkota gigi yang
terletak diatas gusi, leher yang dikelilingi oleh gusi, dan akar gigi yang tertanam dalam kekuatan-
kekuatan rahang. Mahkota gigi dilapisi email yang berwarna putih.
1

Kalsium, fluoride, dan fosfat merupakan bagian penyusun email. Akar dilapisi semen yang melekatkan
akar pada gusi.
Page 3 of 25

Ada tiga macam gigi manusia, yaitu gigi seri (insisor) yang berguna untuk memotong makanan,
gigi taring (caninus) untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham (molar) untuk mengunyah makanan.
Dan terdapat pula tiga buah kelenjar saliva pada mulut, yaitu kelenjar parotis, sublingualis, dan
submandibularis. Kelenjar saliva mengeluarkan air liur yang mengandung enzim ptialin atau amilase,
berguna untuk mengubah amilum menjadi maltosa.
1
Lidah terdiri dari otot serta melintang dan di lapisi selaput lender.Otot lintang dapat berkerja dan
di gerakan ke segala arah.Struktur lidah terbagi menjadi tiga bagian :
Pangkal lidah(radix lingua),punggung lidah(dorsum lingua),ujung lidah(apex lingua). Lidah
mempunyai fungsi mengaduk makanan, dan membentuk suara,dan sebagai alat pengecap dan merasakan
makanan kemudian menelan.

Kelenjar ludah (saliva), terletak di sekitar rongga mulut terdapat tiga kelenjar ludah yaitu:
2
1. Kelenjar parotis (kelenjar terbesar)
Kelenjar ini letaknya di bawah depan dari telinga di antara prosessus mastoideus kiri dan kanan os
mandibular.Duktusnya bernama duktus stensoni keluar dari glandula parotis menuju ke rongga mulut
melalui pipi (muskulus buksinator). Ada dua struktur penting yang melewati kelenjar parotis,yaitu arteri
karotis externa dan saraf cranial ke tujuh (fasialis).
2. Kelenjar submandibularis
Kelenjar ini terletak pada bawah rongga mulut bagian belakang serta duktusnya adalah duktus wartoni.
3. Kelenjar sublingualis
Kelenjar ini terletak di bawah selaput lender dasar rongga mulut dan mengalir di dasar rongga mulut.


Gambar 1.2 kelenjar ludah (saliva)



Page 4 of 25


2. Tenggorokan (faring)
Menghubungkan rongga mulut dengan saluran makanan yaitu esophagus.Dalam lengkung faring
ini terdapat tonsil.Tonsil ini merupakan kumpulan kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit
dan merupakan pertahanan terhadap masuknya kuman ke dalam tubuh (infeksi).
Di organ ini terletak persimpangan antara organ pernafasan dan saluran makanan letaknya di
belakang rongga mulut dan rongga hidung,di depan ruas tulang belakang.
2

3. Kerongkongan (esophagus)
Menghubungkan tekak dan lambung,memiliki panjang kira-kira 25cm.esophagus terdapat di
belakang trakea dan di depan tulang punggung setelah melaui kavum toraks menembus diafragma
dan masuk ke dalam abdomen menuju lambung (gaster) di mulai dari faing sampai batas kardiak di
bawah lambung.
1
4. Lambung (gaster)
Merupakan saluran makanan yang paling dapat mengembang lebih besar terutama pada
epigastrium.
Bagian gaster atau ventrikulum ini terdiri atas:
1. Osteum kardiak adalah bagian akhir oesophagus yang masuk ke dalam lambung
2. Fundus ventrikuli adalah bagian yang menonjol ke atas terletak di sebelah kiri osteum kardiak
biasanya terisi gas.
3. Korpus ventrikuli adalah bagian lambung,setinggi osteum kardiak lekukan pada bagian bawah
kurvatura minor.
2
4. Kurvatura minor terletak di sebelah kanan lambung,dari osteum kardiak sampai pylorus.
5.Kurvatura mayor terletak di sebelah kiri osteum kardiak melalui fundus ventrikuli menuju kanan
sampai pylorus inferior.
6. Antrum pylorus adalah bagian lambung seperti tabung mempunyai otot tebal yang membentuk
sfingter pylorus.
Page 5 of 25


Gambar 1.3 lambung

5. Usus halus
Terletak di daerah umbilicus dan mengelilingi usus besar. Usus halus memiliki tiga bagian yaitu,
usus dua belas jari (duodenum) adalah bagian pertama usus halus yang 25 cm panjangnya berbentuk
sepatu kuda dan kepalnya mengelilingi kepala pancreas., usus tengah (jejunum)menempati dua
perlima sebelah atas dari usus yang selebihnya, dan usus penyerapan (ileum) menempati tiga perlima
akhir.
2
Suatu lubang pada dinding duodenum menghubungkan usus 12 jari dengan saluran getah
pancreas dan saluran empedu (ampula hepatopankreatica).
2

6. Usus besar
Panjangnya kira-kira 150 cm dan lebarnya 5-6 cm yang di mulai di papilla ilialis.
Susunan usus besar dari atas ke bawah adalah:
1. Sekum (caecum)
Adalah tempat bermuaranya makanan yang telah di serap usus halus melalui valvula
baukini.terletak di abdomen sebelah kanan bawah dan di bawah sekum terdapat apendiks
vermiformis yang bentuknya seperti cacing yang di sebut umbai cacing yang panjangnya kurang
lebih 6 cm.
1,2

2. Kolon asendens
Bagian kolon ini terdapat di abdomen sebelah kanan membujur ke atas dari ileum menuju ke
bawah hepar dan melengkung kea rah kiri menuju kolon transversum.Lengkungan ini biasa di
sebut flexura hepatica.Panjang kolon ini dapat mencapai 13 cm.

Page 6 of 25


3. Kolon tranversum
Bagian kolon ini membujur dari abdomen sebelah kanan kolon ascenden ke abdomen sebelah kiri
kolon desenden di bawah hepar dan lambung. Atau sebelah kiri terdapat flexura hepatica dan
sebelah kanan fexura lienalis.Panjangnya dapat mencapai kurang lebih 38 cm dan berbentuk khas
segitiga.
2

4. Kolon desenden
Kolon ini panjangnya 25 cm letaknya terdapat pada flexura lienalis membujur dari atas abdomen
sebelah kiri sampai depan ileum kiri kemudian nyambung dengan kolon sigmoid.
2

5. Kolon sigmoid
Kolon ini merupakan kelanjutan dari kolon desenden terletak miring di dalam abdomen bawah
tepatnya pelvis sebelah kiri membentuk huruf S dan ujung bawahnya berhubungan dengan
rectum.
1

7. Rectum
Merupakan kelanjutan kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor (usus besar atau
kolon) dengan anus. Letaknya dalam rongga pelvis di depan os sacrum dan os koksiggis.
1


8. Anus
Adalah saluran pencernaan yang paling akhir serta menghubungkan intestinum mayor (usus
besar atau kolon) dengan dunia luar.Letaknya di abdomen bawah bagian tengah di dasar pelvis
setelah rectum.
Dinding otot anus di perkuat oleh tiga sfingter yaitu:
2
- sfingter ani internus (involunter)
- sfingter levator ani (involunter)
- sfingter ani externus (volunter)



Page 7 of 25


B. STRUKTUR MIKROSKOPIS SISTEM PENCERNAAN
Struktur mikroskopis yang umum dari saluran pencernaan terdiri dari empat lapisan. Lapisan
lapisan tersebut adalah tunika mukosa, tunika submukosa, tunika muscularis eksterna dan tunika
adventitia. Bagian yang dimaksud dalam pembicaraan kali ini adalah mulai dari oesofagus sampai
dengan anus.
3
Tunika mukosa terdiri dari epitel mukosa, jaringan ikat dibawahnya yang disebut dengan lamina
propia, dan tunika muskularis interna pada bagian yang lebih bawanya lagi. Pada lamina propia sudah
terdapat pembuluh darah halus yang berfungsi untuk menyerap zat-zat.
3

Tunika muskularis mukosa merupakan lapisan yang membatasi lamina propia dengan tunika
submukosa. Otot ini berjalan secara sirculer, sehingga berfungsi untuk mengecilkan rongga dari
saluran pencernaan tersebut.
3

Tunika submukosa merupakan jaringan ikat padat. Pada lapisan ini terdapat pembuluh darah dan
pembuluh limfe yang lebih besar dibandingkan dengan lamina propia. Pada tunuika submukosa juga
terdapat plexus otonom submukosa atau meisner. Plexus submukosa meisner ini juga dapat diatur atau
dekendalikan oleh saraf simpatis maupun saraf parasimpatis, oleh sebab itu pada bagian ini juga
terdapat saraf-saraf.
Pada bagian yang lebih dalamnya lagi terdapat tunika muskularis eksterna yang dibagi menjadi dua
yaitu tunika muskularis sirkularis dan tunika muskularis longitudinalis. Fungsi dari tunika muskularis
sirkularis adalah untuk mengecilkan rongga dari saluran pencernaan tersebut. sedangkan tunika
muskularis longitudinalis berfungsi untuk memendekan saluran pencernaan. Antara kedua lapisan otot
tersebut terdapat pleksus myenterikus aurbach. Pleksus ini juga dapat dirangsang oleh saraf simpatis
dan saraf parasimpatis. Lapisan terakhir yang umum dijumpai adalah tunika adventitia/fibrosa. Lapisan
ini merupakan jaringan ikat longgar yang merupakan peritoneum. Pada lapisan ini sering dijumpai
jaringan lemak dan terdiri dari epitel selapis gepeng.
3

a. Oesofagus
Pada oesofagus yang merupakan lanjutan dari faring memiliki beberapa perbedaan yang tampak
pada sediaan histologi dari sediaan oragan lain. Pertama, pada tunika mukosa oesofagus terdiri dari
epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Tunika muskularis mukosa pada oesofagus hanya terdiri
dari selapis otot polos yang berjalan longitudinal. Pada lamina propianya terdapat kelenjar mukus
tubulosa kompleks, kelenjar ini merupakan perluasan dari kelenjar kardiaka pada lambung. Kelenjar
yang disebut dengan kelenjar superfisialis ini banyak terdapat pada oesofagus bagian distal
Page 8 of 25

dibandingkan dengan oesofagus bagian proksimal. Pada lapisan submukosanya terdapat kelenjar
oesofageal yang disebut juga sebagai kelenjar submukosa. Fungsi dari kedua kelenjar ini adalah untuk
menghasilkan mukus yang berfungsi untuk membantu pencernaan makanan dan melindungi dinding
mukosa oesofagus. Sedangkan pada tunika muskularisnya terbagi menjadi tiga bagian. Sepertiga
bagian proksimal tersusun dari otot lurik, sepertiga bagian tengah terdiri dari campuran otot lurik dan
otot polos, dan sepertiga bagian distal terseusun dari otot polos. Oleh karena itu, dapat disimpulkan
bahwa sepertiga bagian proksimal dari oesofagus dapat dirangsang secara volunter dalam proses
penelanan. Oesofagus tidak dapat melakukan fungsi pemecahan makanan karena pada oesofagus ini
tidak memiliki sel yang berfungsi untuk mencerna makanan. Selain dari pada itu oesofagus juga tidak
dapat menyerap sari makanan karena epitel dari oesofagus merupakan epitel yang rapat.
3

b. Lambung
Tunika mukosa dari lambung terdiri dari sel epitel selapis thorak tanpa sel goblet. Seluruh
dinding mukosa dari lambung terdapat gastrik pits atau foveola gastrica. Lambung sendiri terdiri dari
tiga bagian yang memiliki struktur histologis yang berbeda yaitu cardia fundus dan pylorus. Pada
bagian yang lebih dekat dengan pylorus lapisan ototnya lebih tebal karena berfungsi untuk mencampur
makanan. Sedangkan pada akhir dari pilorus terdapat otot yang tebal yang berfungsi sebagai sfinggter
dari pylorus tersebut. pada permukaan dari lambung, dindingnya berlipat-lipat yang disebut sebagai
rugae. Lipatan ini akan berubah menjadi datar apabila terisi makanan, sehingga lambung dapat
menampung sejumlah makanan dalam jumlah yang besar.
3
Fungsi dari lambung adalah menghasilkan HCl dan mensekresikan enzim-enzim untuk memulai
pencernaan. Pada lamina propia dari lapisan mukosa lambung terdapat kelenjar-kelenjar yang sesuai
dengan letaknya yaitu kelenjar kardia, kelenjar fundus, dan kelenjar pylorus. Kelenjar-kelenjar ini
meluas mulai dari bawah gastric pits sampai dengan tunika muskularis mukosa.
Kelenjar kardia dan kelenjar pylorus merupakakan kelenjar yang jumlahnya sanngat sedikit dan
hanya berfungsi untuk menghasilkan mukus. Fungsi dari mukus ini adalah unutk menjaga agar enzim-
enzim dan zat-zat yang dikeluarkan dari lambung tidak menghancurkan lambung itu sendiri. Ukuran
dari kelenjari ini juga rrelatif kecil dibandingkan dengan kelenjar fundus. Pada kelenjar fundus
kelenjarnya bermula dari dasar gastric pits sampai dengan tunika muskularis mukosa yang berarti
hampir menutupi seluaruh dari lamina propia. Kelenjar tersebut dibagi atas bagian leher, korpus dan
fundus. Bagian leher ini lah yang akan terus mengantikan bagian sel lain yang rusak.
Dalam kelenjar pylorus terdapat 4 jenis sel yaitu,
4
- chief sel yang berfungsi untuk menghasilkan pepsinogen. Bentuk dari chief sel ini adalah berbentuk
piramid dengan inti sel berada di basal dengan kromatin agak padat. Pada bagian apikal dari sel ini
Page 9 of 25

terdapat butir-butir zymogen yang berisi pepsinogen yang dapat dikeluarkan sewaktu-waktu apabila
ada perangsangan.
4

- sel pariental. Fungsi dari sel ini adalah menghasilkan hcl dan faktor-faktor intruinsik lambung.
Bentuk dari sel ini adalah oval dan paling banyak terdapat dalam korpus kelenjar.
- sel leher. Mukosa dari sel leher berbentuk sel kubus atau torak rendah.sitoplasmanya bergranula halus
pucat yang mengandung musigen dimana musigennya adalah acid mucopolisacharide.
4

- sel argentafin, dimana sel ini hanya dapat dilihat dengan perwarnaan perak. Fungsi dari sel ini adalah
menghasilkan hormon sekretonin, histamin, gastrin dan enterogl.

c. Usus halus
Usus halus dibagi menjadi tiga bagian yaitu duodenum, yeyunum dan illeum. Epitel dari
keseluruhan usus halus merupakan epitel selapis thorax berselgoblet. Fungsi dari sel goblet ini adalah
untuk menghasilkan mukosa. Pada sel thoraksnya terdapat beberapa mikrofili yang berfungsi untuk
memperluas permukaan penyerapan dari sari makanan. Oleh karena itu, fungsi utama dari organ ini
adalah untuk proses penyerapan makanan. Sedangkan sel goblet dari daerap prokesimal ke daerah
distal jumlahnya makin banyak. Pada usus halus terdapat lipatan, lipatan-lipatan berfungsi untuk
memperluas daerah penyerapan yang terbentuk dari lipatan laipasan mukosa dan lipatan submukosa.
Lipatan ini juga sering disebut sebagai plica sircularis. Sepanjang dari usus halus terdapat glandula
intestinalis yang bermuara diantara vili intestinalis. Pada dasarnya terdapat sel panteh yang pada
bagian apikalnya mengandung granula eosinofilia. Selain itu juga terdapat sel-sel cryptus yang
berfungsi untuk menggantikan sel-sel epitel permukaan yang rusak.Untuk membedakan dari ketiga
bagian tersebut dapat dilakukan dengan mengidentifikasi ciri-ciri utama dari ketiga bagian tersebut.
3
o duodenum terdapat kelenjar bruner yang berfungsi untuk menghasilkan sekeresi mukus. Kelenjar
duodenalis bruner ini terdapat pada lapisan submukosa.
4

o ileum ciri khas utamanya adalah memiliki agregat limfonodus atau sering disebut sebagai plaque
peyeri pada lamina propria dan kadang meluas sampai dengan tunika sumbukosa.
3

o jejunum tidak memiliki kedua ciri khas tersebut.




Page 10 of 25


d. Colon
Tunika mukosanya tidak mengandung plica sirkularis dan vili intestinal. Pada lapisan mukosanya
banyak terdapat sel goblet yang berfungsi untuk menyatukan feses dan menjaga kebasaan dari feses.
Pada colon juga terdapat cryptus liberkuhn ada sel paneth dan sel argentafin sedikit sekali. Berbeda
dengan illeum yang terdapat limfonodus agregati, pada colon terdapat limfonodus solitarius. Pada
tunika mukoosa longitudinal membentuk tiga pita longitudinal. Selain dari pada itu appendix yang
merupakan evaginasi dari usus besar strukturnya hampir sama dengan usus besar. Yang berbeda
hanyalah pada appendix banyak terdapat folikel limphoid pada lapisan submkosa.
3

e. Rektum

Rektum merupakan anal canal. Pada lapisan mukosanya merupakan lipatan longitudinal rectal
collum. Epitelnya tersusun dari epitel selapis torak tanpa sel goblet. Pada bagian ini juga masih
terdapat criptus. Setelah feses melalui rektum, feses tersebut melalui anus yang teridri dari tiga bagian
yaitu zona collumnaris, zona intermedia dan zona cutanea. Zona collumnaris terdapat epiter berlapis
kubus dengan kelenjar cirkumcanalis pada lamina submukosanya. Pada zona intermedia terdapat epitel
berlapis gepeng tanpa tanduk, sedangkan pada zona cutanea terbentuk dari kulit biasa. Tunika
muskularis mukosa pada anus disebut sebgagai M. Dilatator ani internus. Otot sirkularnya disebut
dengan M. Sphincter ani internus dan otot luriknya disebut dengan M. Sphincter ani externus.
3

C. MEKANISME PENCERNAAN
a. Motilitas
Motilitas mengacu pada kontraksi otot yang mencampur dan mendorong isi saluran pencernaan.
Otot polos di saluran pencernaan terus menerus berkontraksi dengan kekuatan rendah yang disebut
tonus. Terhadap aktivitas tonus yang terus menerus terdapat dua jenis dasar motilitas pencernaan:
5
1. Gerakan propulsif/peristaltik (mendorong) yaitu gerakan memajukan isi saluran pencernaan ke depan
dengan kecepatan yang berbeda. Kecepatan propulsif bergantung pada fungsi yang dilaksanakan
oleh setiap organ pencernaan.
2. Gerakan mencampur/segmentasi memiliki fungsi ganda. Pertama, mencampur makanan dengan
getah pencernaan. Kedua, mempermudah penyerapan dengan membawa semua isi usus ke
permukaan penyerapan saluran pencernaan.
Page 11 of 25



1. MOTILITAS MULUT
Pintu masuk pertama ke saluran pencernaan melalui mulut atau rongga oral, makanan akan
dihancurkan dengan dikunyah yang melibatkan seluruh organ dalam mulut, yaitu:
1
a. Gigi. Bertugas memotong, merobek, menggiling, dan mencampur makanan.
b. Lidah. Membentuk dasar rongga mulut, terdiri dari otot rangka yang dikontrol secara volunter,
pergerakannya penting untuk memandu makanan di dalam mulut sewaktu mengunyah dan menelan.
Di lidah terdapat papil-papil pengecap (taste buds) yang juga tersebar di palatum mole, tenggorokan
dan dinding dalam pipi.
c. Palatum. Keberadaannya memungkinkan bernapas dan mengunyah berlangsung bersamaan.
d. Uvula. Terletak di bagian belakang palatum dekat tenggorokan yaitu suatu tonjolan menggantung
dari palatum mole (langit-langit lunak), yang berperan untuk menutup saluran hidung ketika
menelan.

2. MOTILITAS FARING DAN ESOFAGUS
Motilitas yang berkaitan dengan faring dan esofagus adalah menelan atau deglutition. Menelan
dimulai ketika bolus didorong oleh lidah ke bagian belakang mulut menuju faring. Tekanan bolus di
faring merangsang reseptor tekanan di faring yang kemudian mengirim impuls aferen ke pusat menelan
di medula. Pusat menelan kemudian secara refleks mengaktifkan serangkaian otot yang terlibat dalam
proses menelan. Menelan dibagi menjadi tiga tahap yaitu :
4
o Fase Oral
Makanan yang dikunyah oleh mulut (bolus) didorong ke belakang mengenai dinding posterior
faring oleh gerakan volunter lidah.
o Fase Faringeal/orofaring
Page 12 of 25

Uvula terelevasi sehingga menutup rongga hidung, laring terelevasi kemudian kontraksi otot-otot
laring menyebabkan pita suara merapat erat satu sama lain, sehingga pintu masuk glotis tertutup
dan mencegah makanan masuk trakea. Kemudian bolus melewati epiglotis menuju faring bagian
bawah dan memasuki esofagus.
o Fase Esofageal
Terjadi gelombang peristaltik pada esofagus mendorong bolus menuju sfingter esofagus bagian
distal, kemudian menuju lambung. Peristaltik mengacu pada kontraksi berbentuk cincin otot
polos sirkuler yang bergerak secara progresif ke depan dengan gerakan mengosongkan,
mendorong bolus di depan kontraksi. Dengan demikian pendorongan makanan melalui esopagus
adalah proses aktif yang tidak mengandalkan gravitasi. Makanan dapat didorong ke lambung
bahkan dalam posisi kepala di bawah. Gelombang peristaltik berlangsung sekitar 5 9 detik
untuk mencapai ujung bawah esopagus. Kemajuan gelombang tersebut dikontrol oleh pusat
menelan melalui persyarafan vagus.


3. MOTILITAS LAMBUNG
Motilitas lambung bersifat kompleks dan dikontrol oleh beberapa faktor, terdapat empat aspek
motilitas lambung, yaitu:
o Pengisian lambung (gastric filling): volume lambung kosong adalah 50 ml sedangkan lambung
dapat mengembang hingga kapasitasnya 1 liter
Plastisitas adalah kemampuan otot polos mempertahankan ketegangan konstan dalam rentang
panjang yang lebar, dengan demikian pada saat serat-serat otot polos lambung teregang pada
pengisian lambung, serat-serat tersebut melemas. Sifat dasar otot polos tersebut diperkuat oleh
relaksasi refleks lambung pada saat terisi. Interior lambung membentuk lipatan-lipatan yang
Page 13 of 25

disebut rugae. Selama makan, rugae mengecil dan mendatar pada saat lambung sedikit demi
sedikit melemas karena terisi. Relaksasi refleks lambung sewaktu menerima makanan ini disebut
relaksasi resesif.
o Penyimpanan lambung (gastric storage): pada bagian fundus dan korpus lambung, makanan
yang masuk tersimpan relatif tenang tanpa adanya pencampuran. Makanan secara bertahap akan
disalurkan dari korpus ke antrum.
4

o Pencampuran lambung (gastric mixing): kontraksi peristaltik yang kuat merupakan penyebab
makanan bercampur dengan sekresi lambung dan menghasilkan kimus. Dengan gerakan
retropulsi menyebankan kimus bercampur dengan rata di antrum. Gelombang peristaltik di
antrum akan mendorong kimus menuju sfingter pilorus.
4

o Pengosongan lambung (gastric emptying): kontraksi peristaltik antrum menyebabkan juga gaya
pendorong untuk mengosongkan lambung.
4


4. MOTILITAS USUS HALUS
a. Segmentasi adalah metode motilitas utama usus halus yaitu proses mencampur dan mendorong secara
perlahan kimus dengan cara kontraksi bentuk cincin otot polos sirkuler di sepanjang usus halus, diantara
segmen yang berkontraksi terdapat daerah yang berisi kimus. Cincin-cincin kontraktil timbul setiap
beberapa sentimeter, membagi usus halus menjadi segmen-segmen seperti rantai sosis. Segmen-segmen
yang berkontraksi, setelah jeda singkat, melemas dan kontraksi kontraksi berbentuk cincin kemudian
muncul di daerah yang semula melemas. Perjalanan isi usus biasanya memerlukan waktu 3-5 jam untuk
melintasi seluruh panjang usus halus, sehingga tersedia cukup waktu untuk berlangsungnya proses
pencernaan dan penyerapan.
2
b. Komplek motilitas migratif. Jika sebagian makanan sudah diserap maka proses segmentasi akan
berhenti dan digantikan oleh komplek motilitas migratif yang akan menyapu bersih usus diantara
waktu makan.
1

5. MOTILITAS USUS BESAR
Gerakan usus besar umumnya lambat dan tidak propulsif, sesuai dengan fungsinya sebagai tempat
absorpsi dan penyimpanan. Motilitas yang terjadi pada kolon adalah kontraksi haustra yaitu gerakan
mengaduk isi kolon dengan gerakan maju mundur secara perlahan yang menyebabkan isi kolon terpajan
ke mukosa absortif. Peningkatan motilitas terjadi setiap 3-4 kali sehari setelah makan yaitu terjadi
Page 14 of 25

kontraksi simultan segmen-segmen besar di kolon asendens dan transversum sehingga feses terdorong
sepertiga sampai seperempat dari panjang kolon, gerakan ini disebut gerakan massa yang mendorong isi
kolon ke bagian distal usus besar sebagai tempat defekasi. Sewaktu gerakan massa di kolon mendororng
isi kolon ke dalam rektum, terjadi peregangan rektum dan merangsang reseptor regang di dinding rektum
serta memicu refleks defekasi.
1

b. Sekresi
Sejumlah getah pencernaan disekresikan ke dalam lumen saluran pencernaan oleh kelenjar-
kelenjar eksokrin. Setiap sekresi pencernaan terdiri dari air, elektrolit, dan konstituen organik spesifik
yang penting dalam proses pencernaan (misalnya enzim, garam empedu, dan mukus). Sekresi ini
memerlukan ATP, baik untuk transport aktif bahan-bahan ke dalam sel maupun untuk sintesis produk
sekretorik oleh Retikulum Endoplasma. Sekresi tersebut dikeluarkan ke dalam lumen saluran pencernaan
karena adanya rangsangan saraf dan hormon sesuai.

1. SEKRESI MULUT
Kelenjar saliva utama yaitu kelenjar sublingual, submandibula, dan parotis yang terletak di luar
rongga mulut dan menyalurkan air liur melalui duktus-duktus pendek ke dalam mulut. Selain itu,
terdapat kelenjar saliva minor yaitu kelenjar bukal di lapisan mukosa pipi.
Saliva terdiri dari 99,5 % H2O, 0,5 % protein dan elektrolit. Protein saliva terpenting adalah amilase,
mukus, dan lisosom, yang menentukan fungsi saliva sebagai berikut :
5
a. Saliva memulai pencernaan karbohidrat di mulut melalui kerja amilase saliva, enzim yang memecah
polisakarida menjadi disakarida.
b. Saliva mempermudah proses menelan dengan membasahi partikel-partikel makanan sehingga
menyatu serta menghasilkan pelumasan karena adanya mukus yang kental dan licin.
c. Saliva mempunyai efek antibakteri oleh enzim lisosom
d. Saliva berfungsi sebagai pelarut untuk molekul-molekul yang merangsang papil pengecap karena
hanya molekul dalam larutan yang dapat bereaksi dengan reseptor papil pengecap.
e. Saliva berperan dalam higiene mulut dengan membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi.
f. Penyangga bikarbonat saliva menetralkan asam pada makanan yang dihasilkan oleh bakteri di mulut
sehingga membantu mencegah karies gigi.
Page 15 of 25


2. SEKRESI ESOFAGUS
Sekresi esofagus seluruhnya bersifat protektif dan berupa mukus, mukus disekresikan di sepanjang
saluran pencernaan. Dengan menghasilkan lubrikasi untuk lewatnya makanan, mukus esofagus memperkecil
kemungkinan rusaknya esofagus oleh bagian-bagian makanan yang tajam, mukus juga melindungi dinding
esofagus dari asam dan enzim getah lambung apabila terjadi refluks lambung.
2
3. SEKRESI LAMBUNG
Mukosa lambung mempunyai dua tipe kelenjar tubular yang penting, yaitu kelenjar Oksintik (disebut
juga kelenjar gastrik) dan kelenjar pilorik. Kelenjar oksintik mensekresi asam hidroklorida, pepsinogen,
faktor intrinsik, dan mukus. Kelenjar pilorik terutama mensekresi mukus untuk melindungi mukosa pilorus
dari asam lambung. Kelenjar pilorik juga mensekresi hormon gastrin.
5
a. HCl: Sel-sel parietal secara aktif mengeluarhan HCl ke dalam lumen lambung, hal ini menyebabkan pH
lumen turun sampai 2. HCl membantu fungsi pencernaan, antara lain:
o Mengaktifkan prekursor enzim pepsinogen menjadi pepsin dan membentuk lingkungan asam
untuk aktivitas pepsin.
o Membantu penguraian serat otot dan jaringan ikat, sehingga partikel makanan berukuran besar
dapat dipecah menjadi partikel kecil.
o Bersama dengan lisosom mematikan sebagian besar mikroorganisme yang masuk bersama
makanan
b. Pepsinogen merupakan enzim inaktif yang disintesa oleh aparatus golgi dan retikulum endoplasma
kemudian disimpan di sitoplasma dalam vesikel sekretorik yang dikenal dengan granula zimogen. Pepsin
berfungsi untuk mengaktifkan kembali pepsinogen (proses otokatalitik) dan pencernaan protein dengan
memecah ikatan asam amino menjadi peptida. Karena fungsinya memecah protein, maka peptin dalam
lambung harus disimpan dan disekresikan dalam bentuk inaktif (pepsinogen) agar tidak mencerna
sendiri sel-sel tempat ia terbentuk.

Kel. parotis

Kel. sublingualis
Kel. lingualis
Page 16 of 25

c. Mukus berfungsi sebagai sawar protektif dari cedera pada mukosa lambung karena sifat lubrikalis dan
alkalisnya dengan menetralisasi HCl yang terdapat di dekat mukosa lambung.
d. Faktor intrinsik sangat penting dalam penyerapan vitamin B
12
. Vitamin B
12
penting dalam
pembentukan eritrosit. Apabila tidak ada faktor intrinsik, maka vitamin B
12
tidak dapat diserap.
e. Hormon gastrin disekresikan oleh sel-sel gastrin (sel G) yang terletak di daerah kelenjar pilorus
lambung, gastrin merangsang peningkatan sekresi getah lambung yang bersifat asam, dan mendorong
pertumbuhan mukosa lambung dan usus halus, sehingga keduanya dapat mempertahankan kemampuan
sekresi mereka.


4. SEKRESI USUS HALUS
Kelenjar brunner di duodenum mensekresikan mukus alkalis kental yang membantu melindungi
mukosa duodenum dari asam lambung. Rangsang vagus meningkatkan sekresi kelenjar brunner tetapi
mungkin tidak menimbulkan efek pada kelenjar usus. Selain itu, juga terdapat sekresi HCO
3
-
dalam
jumlah yang cukup banyak yang independen terhadap kelenjar brunner. Setiap hari kelenjar eksokrin
yang terletak di mukosa usus halus mengeluarkan 1,5 liter larutan garam dan mukus cair (succus
entericus).
6
5. SEKRESI USUS BESAR
Sekresi kolon terdiri dari larutan mukus alkalis (HCO
3
-
) yang fungsinya adalah melindungi mukosa
usus besar dari cedera kimiawi dan mekanis, juga menghasilkan pelumasan untuk memudahkan feses
lewat.

c. Digesti dan absorpsi

1. DIGESTI dan ABSORPSI LIPID
Enzim utama yang berperan adalah lipase. Sekitar 2-4 jam lemak dipecah di lambung, sebagian
langsung diserap dan sebagian yang lain diteruskan ke duodenum. Pemecahan lemak oleh lipase
pankreas menghasilkan gliserol dan asam lemak, yang selanjutnya dibawa melalui pembuluh darah
menuju hati.
6

Page 17 of 25

1) Di rongga mulut
Saliva mengandung amilase dan lipase. Lipase lingual diekskresi oleh kelenjar ebner, namun enzim ini
kurang berarti pada manusia. Di mulut, makanan dikunyah dicampur dengan musin (ludah) yang
berfungsi sebagai pelicin kemudian ditelan masuk ke lambung.

2) Lambung
Asam dan temperatur tinggi penting untuk mencairkan gumpalan-gumpalan lemak dalam makanan.
Lipase lingual dan lipase lambung mulai mencerna sebagian kecil trigliserida menjadi molekul yang
lebih kecil, ini berlangsung 2-4 jam. Kemudian diserap masuk dalam pembuluh darah, dan sebagian
besar dilanjutkan ke usus (duodenum).
4

3) Usus halus
Usus halus merupakan tempat terjadinya hampir seluruh proses pencernaan. Lipase pankreas dibantu
garam empedu memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak, yang kemudian dibawa melalui
pembuluh darah menuju hati.

4) Usus besar
Sedikit lemak dan kolesterol diikat oleh serat dan dikeluarkan dalam bentuk feses.

2. DIGESTI dan ABSORPSI PROTEIN
Pemecahan protein dimulai di lambung, dipengaruhi oleh asam lambung dan pepsin, kemudian
diteruskan ke usus. Di duodenum usus, polipeptida dipecah oleh enzim protease pankreas manjadi asam
amino bebas yang kemudian diserap melalui epitel usus dan masuk ke dalam darah.

1) Di rongga mulut
Makanan dikunyah dan dicampur dengan ludah kemudian ditelan. Tidak terjadi pencernaan protein oleh
enzim.

2) Lambung
Keadaan lambung yang asam menyebabkan protein mengalami denaturasi (penggumpalan) sehingga
lebih mudah dicerna oleh pepsin. Pepsin merupakan enzim yang memulai pencernaan protein di dalam
lambung.

Page 18 of 25


3) Usus halus
Pankreas mengeluarkan cairan yang yang bersifat basa dan enzim protease, dibantu oleh enzim peptidase
usus halus memecah protein menjadi asam amino.

4) Usus besar
Protein atau asam amino yang tidak diabsorpsi masuk ke dalam usus besar dan terjadi fermentasi oleh
bakteri, kemudian dikeluarkan dalam bentuk feses.

D. MEKANISME REFLEKS MUNTAH
Mual yaitu : rasa ingin muntah yang dapat di sebabkan oleh impuls iritasi yang datang dari traktus
gastrointestinal, impuls yang berasal dari otak bawah yang berhubungan dengan motion sickness,
maupun impuls yang berasal dari korteks serebri untuk memulai muntah.
Muntah merupakan proses refleks dengan tingkat koordinasi yang tinggi dan dimulai
dengan retching. Diafragma yang turun dengan kuat dan konstriksi dari otot perut dengan relaksasi dari
kardia lambung secara aktif memaksa isi lambung bergerak kembali ke esofagus. Proses ini
dikoordinasikan dalam pusat muntah medula yang dipengaruhi secara langsung oleh inervasi aferen dan
secara tidak langsung oleh chemoreceptor trigger zone dan sistem saraf pusat.
2
Mekanisme mual pada penderita maag atau gastritis:
Di dalam tubuh kita terjadi peradangan lambung akibat kita makan-makanan yang mengandung alcohol,
aspirin, steroid, dan kafein sehingga menyebabkan terjadi iritasi pada lambung dan menyebabkan
peradangan di lambung yang diakibatkan oleh tingginya asam lambung .
Setelah terjadi peradangan lambung maka tubuh akan merangsang pengeluaran zat yang di sebut vas
aktif yang menyebabkan permeabilitas kapilier pembuluh daran naik
Sehingga menyebabkan lambung menjadi edema (bengkak) dan merangsang reseptor tegangan dan
merangsang hypothalamus untuk mual.



Page 19 of 25

Proses muntah itu sendiri meliputi beberapa tahap diantaranya yaitu:
Muntah diawali oleh inspirasi dalam dan penutupan glotis.
Diafragma yang berkontraksi turun menekan lambung sementara kontraksi otot-otot abdomen secara
simultan menekan rongga abdomen, sehingga tekanan intra abdomen meningkat dan isi abdomen
terdorong keatas.
Karena lambung yang lunak tertekan antara difragma dari atas dan tekanan rongga abdomen dari bawah
isi lambung terdorong kedalam esofagus dan keluar melalui mulut.
Glotis tertutup sehingga muntahan tidak masuk kedalam saluran pernapasan.
Uvula juga terangkat untuk menutup rongga hidung.
Proses muntah dibagi menjadi 3 fase berbeda, yaitu: nausea, retching, dan emesis.
2
1. Nausea merupakan sensasi psikis yang dapat ditimbulkan akibat rangsangan pada organ dalam labirin,
atau emosi dan tidak selalu diikuti oleh retching atau muntah
2. Retching merupakan fase di mana terjadi gerak nafas spasmodik dengan glotis tertutup, bersamaan
dengan adanya usaha inspirasi dari otot dada dan diafragma sehingga menimbulkan tekanan intratoraks
yang negatif.
3. Emesis (ekspulsi) terjadi bila fase retching mencapai puncaknya yang ditandat dengan kontraksi kuat
otot perut, diikuti dengan bertambah turunnya diafragroa, disertai dengan penekanan mekanisme
antirefluks. Pada fase ini, pilorus dan antrum berkontraksi, fundus dan esofagus relaksasi, dan mulut
terbuka.

Selain itu muntah juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu:
Penyakit infeksi atau radang di saluran pencernaan atau di pusat keseimbangan,
Penyakit-penyakit karena gangguan metabolisme seperti kelainan metabolisme karbohidrat
(galaktosemia dan sebagainya), kelainan metabolisme asam amino/asam organic (misalnya gangguan
siklus urea dan fenilketonuria),
Gangguan pada system syaraf (neurologic) bisa karena gangguan pada struktur (misalnya
hidrosefalus), adanya infeksi (misalnya meningitis dan ensefalitis), maupun karena keracunan
(misalnya keracunan syaraf oleh asiodosis dan hasil samping metabolisme lainnya)
Kondisi fisiologis misalnya yang terjadi pada anak-anak yang sedang mencari perhatian dari
lingkungan sekitarnya dengan mengorek kerongkongan dengan jari telunjuknya.
Page 20 of 25


E. SEKRESI dan EKSRESI PENCERNAAN
Hormon pencernaan
Hormon yang berperan dalam proses pencernaan secara umum terbagi menjadi 4, yaitu :
1. Gastrin
o Kimus yang mengandung protein di lambung merangsang pengeluaran gastrin
o Bekerja pada sel parietal dan sel utama
o Meningkatkan sekresi HCl dan pepsinogen
o Meningkatkan motilitas lambung, merangsang motilitas ileum, melemaskan sfingter ileosekum,
memicu gerakan massa di kolon

2. Sekretin
o Dirangsang oleh keberadaan asam di duodenum
o Empat fungsi utama :
- Menghambat pengosongan lambung untuk mencegah lebih banyak asam yang masuk ke
duodenum sampai asam sudah dinetralisir
- Menghambat sekresi lambung untuk menghambat jumlah asam yang dihasilkan
- Merangsang sel-sel duktus pankreas untuk menghasilkan sekresi NaHCO
3
encer dalam
jumlah besar mengalir ke duodenum untuk menetralkan asam
- Merangsang sekresi empedu kaya NaHCO
3
oleh hati yang juga mengalir ke duodenum
untuk membantu proses netralisasi

3. CCK (kolesitokinin)
o Nutrien dan lemak yang ke duodenum merangsang hormon CCK
o 3 Fungsi utama :
- Menghambat motilitas dan sekresi lambung sehingga tersedia cukup waktu bagi
duodenum untuk mencerna dan menyerap makanan yang ada didalamnya
- Merangsang sel-sel asinus pankreas untuk sekresi enzim-enzim pankreas (efek ini
terutama penting bagi lemak, karena lipase pankreas satu-satunya enzim yang mencerna
lemak)
Page 21 of 25

- Menyebabkan kontraksi kantung empedu dan relaksasi sfingter oddi, sehingga empedu
mengalir ke duodenum untuk membantu pencernaan dan penyerapan lemak.

4. Gastric inhibitory peptide (GIP)
o Menghambat motilitas dan sekresi lambung terhadap responnya terhadap lemak, asam,
hipertonisitas, peregangan di duodenum
o Merangsang pengeluaran insulin oleh pankreas

Enzim percernaan
A. Pencernaan Karbohidrat
Tujuan akhir pencernaan dan absorpsi karbohidrat adalah mengubah karbohidrat menjadi ikatan-
ikatan lebih kecil, terutama berupa glukosa dan fruktosa, sehingga dapat diserap oleh pembuluh darah
melalui dinding usus halus. Pencernaan karbohidrat kompleks dimulai di mulut dan berakhir di usus
halus.

Pencernaan karbohidrat :
1. Mulut
Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut. Bola makanan yang diperoleh setelah makanan
dikunyah bercampuran dengan ludah yang mengandung enzim amilase (sebelumnya dikenal sebagai
ptialin). Amilase menghidrolisis pati atau amilum menjadi bentuk karbohidrat lebih sederhana, yaitu
dekstrin. Bila berada di mulut cukup lama, sebagian diubah menjadi disakarida maltosa. Enzim amilase
ludah bekerja paling baik pada pH ludah yang bersifat netral. Bolus yang ditelan masuk ke dalam
lambung.
2

2. Usus Halus
Pencernaan karbohidrat dilakukan oleh enzim-enzim disakarida yang dikeluarkan oleh sel-sel mukosa
usus halus berupa maltase, sukrase, dan laktase. Hidrolisis disakarida oleh enzim-enzim ini terjadi di
dalam mikrovili dan monosakarida yang dihasilkan adalah sebagai berikut :
5


Page 22 of 25

Maltase
Maltosa 2 mol glukosa
Sukrase
Sakarosa 1 mol glukosa + 1 mol fruktosa
Laktase
Laktosa 1 mol glukosa + 1 mol galaktosa
Monosakarida glukosa, fruktosa, dan galaktosa kemudian diabsorpsi melalui sel epitel usus halus dan
diangkut oleh sistem sirkulasi darah melalui vena porta. Bila konsentrasi monosakarida di dalam usus
halus atau pada mukosa sel cukup tinggi, absorpsi dilakukan secara pasif atau fasilitatif. Tapi, bila
konsentrasi turun, absorpsi dilakukan secara aktif melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan
energi dari ATP dan ion natrium.
3. Usus Besar
Dalam waktu 1-4 jam setelah selesai makan, pati nonkarbohidrat atau serat makanan dan sebagian kecil
pati yang tidak dicernakan masuk ke dalam usus besar dalam bentuk monosakarida. Sisa-sisa pencernaan
ini merupakan substrat potensial untuk difermentasi oleh mikroorganisme di dalam usus besar. Substrat
potensial lain yang difermentasi adalah fruktosa, sorbitol, dan monomer lain yang susah dicernakan,
laktosa pada mereka yang kekurangan laktase, serta rafinosa, stakiosa, verbaskosa, dan fruktan. Produk
utama fermentasi karbohidrat di dalam usus besar adalah karbondioksida, hidrogen, metan dan asam-
asam lemak rantai pendek yang mudah menguap, seperti asam asetat, asam propionat dan asam butirat.
6


B. Pencernaan Protein
Pencernaan protein dimulai di lambung.
1. Di lambung, Hydrochloric acid (HCL) menguraikan rangkaian protein (denaturasi protein) dan
mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin lalu menguraikan protein menjadi polipeptida
kecil dan beberapa asam amino bebas.
6

Pepsinogen + HCl Proteosa + pepton

Page 23 of 25

2. Di usus kecil, polipeptida diuraikan menjadi asam amino dengan menggunakan enzim pankreas dan
intestinal protease:
o Tripsin -> menguraikan ikatan peptida menjadi asam amino lysine dan arginine.
o Kimotripsin -> menguraikan ikatan peptida menjadi asam amino phenylalanine, tyrosine,
tryptophan, methionine, asparagine, dan histidine.
o Karboksi peptidase -> menguraikan asam amino dari ujung karboksil polipeptida.
o Elastase dan collagenase -> menguraikan polipeptida menjadi polipeptida yang kebih kecil dan
tripeptida.
Dan enzim yang ada di permukaan sel dinding usus halus:
o Intestinal tripeptidase -> menguraikan tripeptida menjadi dipeptida dan asam amino.
o Intestinal dipeptidase -> menguraikan peptida menjadi asam amino.
o Intestinal aminopeptidase -> menguraikan asam amino dari ujung amino polipeptida kecil.
3. Setelah itu, asam amino diserap oleh dinding usus, lalu diangkut ke sel, dimana asam amino tersebut
dilepaskan ke dalam darah.
4. Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh, melainkan akan dirombak dalam hati menjadi senyawa
yang mengandung unsur N, seperti NH
3
(amonia) dan NH
4
OH (amonium hidroksida) serta senyawa
yang tidak mengandung unsur N. Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea di
hati, karena hati mempunyai enzim arginase. Urea diangkut bersama zat-zat sisa lainnya ke ginjal untuk
dikeluarkan melalui urin. Senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali.
5
















Page 24 of 25


BAB 3
PENUTUP


A. KESIMPULAN
Gangguan sistem pencernaan seperti nyeri ulu hati disertai mual dan muntah dapat disebabkan oleh
faktor terlambat makan sehingga menyebabkan gangguan pada mekanisme pencernaan.


























Page 25 of 25