Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN

PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN


ENZIM 1
UJI SPESIFIKASI ENZIM

Diajuakan untuk memenuhi persyaratan
Praktikum Biokimia Pangan



Oleh :
Nama : Shinta Selviana
NRP :123020011
Kel /Meja : A/5 (Lima)
Asisten :Noorman Adhi Tridhar
Tgl . Percobaan :21 April 2014



LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

I PENDAHULUAN

Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar
Belakang percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip
Percobaan, dan (4)Reaksi Percobaan.

1.1. Latar Belakang Percobaan
Enzim yaitu suatu katalisator protein yang mempercepat
reaksi kimia dalam makhluk hidup atau dalam sistem biologik
(Yuniastuti, hlm: 35, 2006).
Dalam tubuh manusia terjadi bermacam-macam proses
biokimia dari tiap proses menggunakan katalis enzim tertentu.
Untuk membedakannya maka tiap enzim diberi nama. Secara
umum nama tiap enzim disesuaikan dengan nama
substratnya, dengan penambahan ase dibelakangnya.
Substrat adalah senyawa yang bereaksi dengan bantuan
enzim. Sebagai contoh enzim yang menguraikan urea
(substrat) dinamakan urease (Poedjiadi, hlm:142, 2005).
Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu substrat
tertentu. Kekhasan inilah ciri suatu enzim. Ini sangat berbeda
dengan katalis lain (bukan enzim) yang dapat bekerja
terhadap berbagai macam reaksi. Enzim urease hanya
bekerja terhadap urea sebagai substratnya. Ada juga enzim
yang bekerja lebih dari satu substrat namun enzim tersebut
tetap mempunyai kekhasan tertentu. Misalnya enzim esterase
dapat menghidrolisir beberapa ester asam lemak, tetapi tidak
dapat menghidrolisir substrat lain yang bukan ester
(Poedjiadi, hlm:142, 2005).





Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan uji spesifikasi enzim untuk
mengetahui karakteristik atau kekhasan enzim terhadap
substrat.
1.3 Prinsip Percobaan
Prinsip percobaan uji spesifikasi berdasarkan sisi aktif
enzim yang sesuai dengan membentuk kompleks enzim
substrat.

1.4 Reaksi percobaan



Gambar 1. Reaksi Uji Spesifikasi Enzim










E + S ES


Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)


II METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang
Digunakan, (2) Pereaksi yang Digunakan, (3) Alat yang
Digunakan, dan (4) Metode percobaan
2.1. Bahan yang Digunakan
Bahan yang di gunakan dalam Uji spesifikasi enzim
adalah sampel A (kacang koro), sampel B (apel), sampel
C ( kentang)
2.2. Pereaksi yang Digunakan
Pereaksi yang digunakan dalam uji spesifikasi enzim
adalah larut urea, fenol, katekol
2.3. Alat yang Digunakan
Peralatan yang digunakan pada uji spesifikasi enzim
pipet dan tabung reaksi sebanyak sampel. rak tabung.

2.4. Metode Percobaan
Metode percobaan yang digunakan dalam Uji adalah
seperti gambar di bawah ini:





Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

1 ml urea
1 ml katekol
1 ml fenol 0,01 m
Simpan di suhu kamar
Masing-masing 1 ml
A
B
C
1
2 3
1
2 3
Segera tuangkan
Lakuakan
bersamaan
A A A
Untuk urea
tambahkan PP 1 tts
Setelah 5 menit bandingkan
warna tiap tabung

Gambar 2. Metode Percobaan Uji Spesifikasi Enzim



Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

III HASIL PENGAMATAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil
Pengamatan dan, (2) Pembahasan.
3.1. Hasil Pengamatan
Bahan Substrat Warna
sebelum
Warna
sesudah
Hasil Keterangan
A Urea putih pink +++ Enzim
bekerja
pada
substrat
A Fenol putih Putih ++ Enzim
kurang
bekerja
efektif pada
substrat
A Katekol putih Putih + Enzim tidak
bekerja
efektif pada
substrat
B Fenol coklat Coklat
muda
+ Enzim tidak
bekerja
efektif pada
substrat
B Urea coklat Coklat ++ Enzim
kurang
bekerja
pada
substrat
B Katekol coklat Coklat +++ Enzim
bekerja
efektif pada
substrat
C Urea Orange orange + Enzim tidak
bekerja
efektif pada
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

substrat
C Katekol Orange
muda
Coklat
tua
+++ Enzim
bekerja
pada
substrat
C Fenol Orange
muda
orange ++ Enzim
kurang
bekerja
efektif pada
substrat

Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Benedict
Keterangan : + :enzim tidak berja pada susbtrat
++ :enzim kurang bekerja pada substrat
+++ :enzim bekerja pada susbstrat

Sumber : Hasil I : Shinta dan Fitriani, Kelompok A, Meja 5,
2014
Hasil II : Laboratorium Biokimia Pangan, 2014














Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)




















Gambar 3. Hasil Pengamatan Uji spesifikasi enzim


Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

3.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan uji spesifikasi enzim
dengan ekstrak apel (sampel b )menggunakan substrat
katekol enzim bekerja efektif pada substrat, sedangkan
dengan substrat fenol enzim kurang bereaksi pada substrat,
dan substrat urea enzim tidak bekerja pada substrat. Ekstrak
kentang dengan menggunakan substrat katekol enzim bekerja
efektif pada substrat, dan ekstrak kentang dengan
menggunakan substrat fenol enzim kurang efektif bekerja
pada substrat, sedangkan dengan menggunakan substrat
urea enzim tidak bekerja pada substrat. Ekstrak kacang koro
(Sampel a) dengan menggunakan substrat urea enzim bekerja
efektif pada substrat, dan enzim kedelai dengan
menggunakan substrat fenol enzim kurang efektif bekerja
pada substrat, sedangkan dengan menggunakan katekol
enzim tidak bekerja pada substrat.

Enzim adalah golongan protein yang paling banyak
terdapat dalam sel hidup, dan mempunyai fungsi penting
sebagai katalisator reaksi biokimia yang secara kolektif
membentuk metabolisme-perantara (intermediary metabolism)
dari sel (Wirahadikusumah, hlm: 50, 1989).

Dalam tubuh manusia terjadi bermacam-macam proses
biokimia dan tiap proses menggunakan katalis enzim tertentu.
Untuk membedakannya maka tiap enzim diberi nama. Secara
umum nama tiap enzim disesuaikan dengan nama
substratnya, dengan penambahan ase dibelakangnya.
Substrat adalah senyawa yang bereaksi dengan bantuan
enzim (Poedjiadi, hlm:142, 2005).

Fungsi enzim yaitu sebagai biokatalisator, sebagai katalis
untuk proses biokimia yang terjadi didalam sel maupun diluar
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

sel, sebagai katalis yang efisien, serta mempunyai derajat
kekhasan yang tinggi.

Enzim karbohidrat, protein dan pengurainya berfungsi :
- Mengeluarkan kolesterol, lemak dalam darah, pemurnian
darah, menguraikan racun, anti infeksi dan kuman dalam
tubuh dan melancarkan pencernaan makanan.
- Mencegah kekurangan gizi, anemia, tekanan darah tinggi,
stroke, penimbunan kolesterol, sakit lambung, penawar
mabuk, memperlambat penuaan, menambah nafsu makan.
- Mengeluarkan zat racun dalam tubuh, mengeluarkan logam
berat dan air raksa, dan melancarkan sembelit.
- Mengurangi kegemukan, sembelit, wasir, plek hitam pada
wajah dan sakit liver (Akhyasrinuki, 2011).

Sifat-sifat khusus enzim yaitu, enzim dibentuk dalam
protoplasma sel, enzim beraktifitas didalam sel tempat
sintesisnya (endoenzim) maupun ditempat yang lain diluar
tempat sintesisnya (eksoenzim), sebagian enzim bersifat
endoenzim, dapat beraksi dengan senyawa asam maupun
basa kation maupun anion (Akhyasrinuki, 2011).

Urea adalah senyawa turunan dari asam karboksilat yang
mengikat gugus amida.Urea disintesis di industri dari amonia
dan karbon dioksida untuk digunakan sebagai bahan dalam
sintesa polimer, obatobatan, sumber nitrogen non-protein
bagi ternak ruminansia dan untuk pupuk nitrogen
(Novianti, 2011).

Katekol adalah suatu o-difenol yang mudah diserang oleh
fenolase, dan hanya reaksi yang dikatalisa oleh katekolase.
Pembentukan quinon ditentukan oleh keberadaan enzim dan
oksigen. Sekali reaksi berlangsung maka reaksi lanjutan
berjalan secara spontan, dan keadaan demikian tergantung
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

pada keberadaan fenolase dan oksigen. Kebanyakan teori
pencoklatan menggunakan dasar reaksi pembentukan
melanin berwarna coklat (Asfar, 2011).

Senyawa golongan fenol adalah golongan senyawa
dengan struktur aromatik dengan mengandung gugus OH
pada rantai aromatik. Jadi pada fenol gugus OH langsung
terikat pada inti benzene (Musyaffa, 2010).

Substrat urease menggunakan 1 tetes PP yang berfungsi
sebagai indikator, sehingga enzim terlihat aktif bekerja
spesifik, PP dapat diganti dengan menggunakan methilens
blue karena sama-sama bersifat basa, sedangkan tidak dapat
menggunakan indikator metal merah karena substrat urea dan
metal merah bersifat asam sehingga tidak dapat terlihat enzim
bekerja secara spesifik.
Waktu yang diberikan setelah pencampuran yaitu sebesar
5 menit, ini dibagi menjadi dua macam yaitu, 5 menit pertama
yang berfungsi agar substrat beradaptasi dengan lingkungan,
dan 5 menit kedua yang berfungsi agar substrat bereaksi
secara sempurna.
Oleh Commision on Enzyme of the International Union of
Biochemistry, enzim dibagi dalam enam golongan besar.
Penggolongan ini didasarkan atas reaksi kimia dimana enzim
memegang peranan

Golongan I Oksidureduktase
Enzim-enzim yang termasuk golongan ini dapat dibagi
dalam dua bagian yaitu dehidrogenase dan oksidase.
Dehidrogease bekerja pada reaksi-reaksi dehidrogenase
yeitu, reaksi pengambilan atom hidrogen dari suatu senyawa
(donor). Hidrogen yang dilepas diterima oleh senyawa lain
(akseptor). Reaksi pembentukkan aldehida dari alkohol adalah
contoh reaksi dehidrogenase (Poedjiadi, hlm: 152, 2005).
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

Glutamat dehidrogenase adalah contoh enzim
dehidrogenase yang bekerja terhadap asam glutamate
sebagai substrat. Enzim ini banyak terdapat pada mitokondria
dalam semua sel jaringan (Poedjiadi, hlm: 153, 2005).

Enzim-enzim oksidase juga bekerja sebagai katalis pada
reaksi pengambilan hidrogen dari suatu substrat. Xantin
oksidase ialah enzim yang bekerja pada reaksi oksidasi xantin
menjadi asam urat. Contoh lain enzim oksidase yang bekerja
sebagai katalis adalah enzim pada reaksi oksidasi asam-asam
amino. Glisin oksidase adalah enzim pada reaksi oksidasi
glisin menjadi asam glikosilat (Poedjiadi, hlm:153, 2005).
Golongan II Transferase
Enzim yang termasuk golongan ini bekerja sebagai katalis
pada reaksi pemindahan suatu senyawa kepada senyawa
lain. Beberapa contoh enzim yang termasuk golongan ini,
ialah metiltransferase, hidroksimetiltransferase,
karboksiltransferase, asiltransferase, dan amino transferase
atau sering disebut juga transaminase
(Poedjiadi, hlm: 153, 2005).
Enzim transaminase bekerja pada reaksi transaminasi
yaitu suatu reaksi pemindahan gugus amino dari suatu asam
amino kepada senyawa lain (Poedjiadi, hlm: 154, 2005).
Golongan III HIdrolase
Enzim yang termasuk dalam kelompok ini bekerja
sebagai katalis pada reaksi hidrolisis. Ada tiga jenis hidrolase,
yaitu yang memecah ikatan ester, memecah glikosida, dan
yang memecah ikatan peptide. Beberapa enzim sebagai
contoh ialah esterase, lipase, fosfatase, amylase, amino
peptidase, karboksi peptidase, pepsin, tripsin, dan kimotripsin
(Poedjiadi, hlm: 155, 2005).

Esterase ialah enzim yang memecah ikatan ester dengan
cara hidrolisis. Esterase yang terdapat dalam hati dapat
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

memecah ester sederhana, misalnya etil butirat menjadi
etanol dan asam butirat. Lipase ialah enzim yang memecah
ikatan ester pada lemak, sehingga terjadi asam lemak dan
gliserol. Fosfatase adalah enzim yang dapat memecah ikatan
fosfat pada suatu senyawa, misalnya glukosa 6-fosfat dapat
dipecah menjadi glukosa dan asam fosfat
(Poedjiadi, hlm: 155, 2005).

Ada dua macam peptidase, yaitu endopeptidase dan
eksopeptidase. Endopeptidase memecah protein pada
tempat-tempat tertentu dalam molekul protein dan biasanya
tidak mempengaruhi gugus yang terletak diujung molekul.
Sebagai contoh endopeptidase ialah enzim pepsin yang
terdapat dalam usus halus dan papain, suatu enzim yang
terdapat dalam papaya. Eksopeptidase bekerja terhadap
kedua ujung molekul protein. Karboksipeptidase dapat
melepaskan asam amino yang memiliki gugus COOH bebas
pada ujung molekul protein, sedangkan amino peptidase
dapat melepaskan asam amino pada ujung lain yang memiliki
gugus NH
2
bebas (Poedjiadi, hlm: 155-156, 2005).

Golongan IV Liase
Enzim yang termasuk golongan ini mempunyai peranan
penting dalam reaksi pemisahan suatu gugus dari suatu
substrat (bukan cara hidrolisis) atau sebaliknya. Contoh enzim
golongan ini antara lain dekarboksilase, aldolase, dan
hidratase (Poedjiadi, hlm: 156, 2005).

Piruvat dekarboksilase adalah enzim yang bekerja pada
reaksi dekarboksilasi asam piruvat dan menghasilkan
aldehida. Enzim aldolase bekerja pada reaksi pemecahan
molekul fruktosa 1,6-difosfat menjadi dua molekul triosa yaitu
dihidroksi aseton fosfat dan gliseraldehida-3-fosfat. Adapun
enzim fumarat ghidratase berperan dalam reaksi
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

penggabungan satu molekul H
2
O kepada molekul asam
fumarat dan membentuk asam malat
(Poedjiadi, hlm: 156-157, 2005).

Golongan V Isomerase
Enzm yang termasuk golongan ini bekerja pada reaksi
perubahan intramolekuler, misalnya reaksi perubahan glukosa
menjadi fruktosa, perubahan senyawa L menjadi senyawa D,
senyawa sis menjadi senyawa trans dan lain-lain
(Poedjiadi, hlm: 157, 2005).

Contoh enzim yang termasuk golongan isomerase antara
lain ialah ribolosafosfat epimerase dan glukosafosfat
isomerase. Enzim ribulosa epimerase merupakan katalis bagi
reaksi epimerisasi ribulosa (Poedjiadi, hlm: 157, 2005).

2.1.6 Golongan VI Ligase
Enzim yang termasuk golongan ini bekerja pada reaksi-
reaksi penggabungan dua molekul. Oleh karenanya enzim-
enzim tersebut juga dinamakan sintetase. Ikatan yang
terbentuk dari penggabungan tersebut adalah ikatan C-O, C-
S, C-N atau C-C. Contoh enzim golongan ini antara lain ialah
glutamin sintetase dan piruvat karboksilase. Enzim glutamin
sintetase yang terdapat dalam otak dan hati merupakan
katalis dalam reaksi pembentukkan glutamin dari asam
glutamate (Poedjiadi, hlm: 157-158, 2005).
Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu substrat
tertentu. Kekhasan inilah ciri suatu enzim. Ini sangat berbeda
dengan katalis lain (bukan enzim) yang dapat bekerja
terhadap berbagai macam reaksi. Enzim urease hanya
bekerja terhadap urea sebagai substratnya. Ada juga enzim
yang bekerja terhadap lebih dari satu substrat namun enzim
tersebut mempunyai kekhasan tertentu. Suatu enzim
dikatakan mempunyai kekhasan nisbi apabila ia dapat bekerja
terhadap beberapa substrat. (Poedjiadi, 2006, hal 142).
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)


Dehidrogenase bekerja pada reaksi-reaksi
dehidrogenase, yaitu reaksi pengambilan atom hidrogen dari
suatu senyawa (donor). Hidrogen yang dilepas diterima oleh
senyawa lain (akseptor) (Poedjiadi, 2006, 152).

Enzim-enzim oksidase juga bekerja sebagai katalis
pada reaksi pengambilan hidrogen dari suatu substrat. Dalam
reaksi ini yang bertidak selaku akseptor hidrogen ialah
oksigen (Poedjiadi, 2006, hal 153).

Urease adalah enzim yang dapat menguraikan urea
menjadi CO2 dan NH3 (Andry, 2010). Katekin adalah salah
satu turunan dari Poliphenol yang Apabila kadar substrat tetap
dan kadar enzim turun, maka kecepatan rekasi yang
dikatalisis enzim akan menurun karena enzim yang tersedia
tidak cukup banyak untuk bereaksi dengan substrat
(Filzahazny, 2009).

Semakin banyak enzim yang berikatan dengan
substrat, kecepatan reaksi semakin meningkat dan semakin
banyak kompleks enzim-substrat yang terbentuk. Maka
produk yang terbentuk pun semakin banyak. Pada percobaan
kali ini dibuat larutan enzim dengan berbagai macam
konsentrasi untuk dapat membandingkan kerja enzim pada
berbagai konsentrasi. Kadar enzim yang bervariasi dibuat
dengan pengenceran dengan aquadest. Pada hasil
percobaan, aktivitas enzim tertinggi (kecepatan reaksi
enzimatik tertinggi) seharusnya diperoleh pada kadar enzim
terbesar. Hal ini disebabkan banyak enzim yang bereaksi
dengan substrat sehingga kecepatan reaksi tinggi dan produk
banyak yang dihasilkan. Semakin menurun kadar enzim,
aktivitas enzim seharusnya semakin menurun (Filzahazny,
2009).

memiliki khasiat antioxidant yang tinggi. Dipandang
dari sisi kesehatan, makin tinggi katekin berarti makin
bermanfaat buat kesehatan. Akan tetapi ironisnya, ditinjau dari
sisi rasa, memiliki perbandingan yang terbalik. Katekin
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

berperan penting di dalam menentukan aroma dan rasa. Rasa
pahit dan sepet sangat dipengaruhi oleh zat ini. Berarti makin
tinggi katekin, makin tinggi pula rasa pahit dan sepetnya (Puri,
2008).

Aktivitas katekin melibatkan pengoksidasian dua
molekul -difenol menjadi dua molekul -kuinon,
mengakibatkan reduksi satu molekul oksigen menjadi dua
molekul air. Kompleks enzim-oksigen bertindak sebagai
senyawa antara penghidroksilasi atau pendehidroksilasi, dan
(Cu)n menyatakan penandaan muatan sebenarnya tembaga
pada tapak aktif (Anonim, 2011).

Penambahan PP pada substrat urea adalah sebagai
indikator, untuk mengetahui enzim tersebut bereaksi atau
tidak. Indikator PP bisa diganti dengan indikator lain yang
bersifat basa juga seperti methylen blue. Substrat yang tepat
untuk ekstrak pisang adalah katenol, karena pada substrat
katenol terjadi perubahan warna hasil dari enzim yang
terdapat pada ekstrak pisang yang dapat menguraikan
substrat katekol. Selain itu, karena enzim katekin merupakan
suatu senyawa turunan fenol yang sifantnya tidak bereaksi
atau diuraikan akibat terjadinya browning.

Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi
sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi
tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik
(Anonim, 2011).

Biokatalisator adalah senyawa yang mempercepat reaksi
metabolisme tanpa mengalami perubahan struktur kimia
(Anonim, 2009).

Enzim memiliki sifat-sifat yang khas yaitu, dapat mempercepat
reaksi (biokatalisator), tidak membutuhkan energi, mempunyai
tempat aktif, kerja enzim spesifik, tidak ikut bereaksi,
memerlukan energy aktivasi (energy untuk memecah ikatan
kimia), bekerja searah (irreversibel) atau bolak-balik
(reversibel), dan bekerja
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

dipengaruhi oleh faktor konsentarsi enzim, konsentrasi
substrat, suhu, pengaruh pH, serta inhibitor (penghambat).
Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya
setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam
senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan
struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Enzim biasanya
sangat spesifik terhadap reaksi yang ia kataliskan maupun
terhadap substrat yang terlibat dalam reaksi. Bentuk, muatan
dan katakteristik hidrofilik atau hidrofobik enzim dan substrat
bertanggung jawab terhadap kespesifikan ini. (Anonim, 2011).

menguraikan substrat katekol. Selain itu, karena enzim katekin
merupakan suatu senyawa turunan fenol yang sifantnya tidak
bereaksi atau diuraikan akibat terjadinya browning.

Model lock and key dari Fischer. Substrat memiliki
daerah polar (- dan +) da non polar (H, hidrofobik) diletakkan
pada tempat aktif yang baik bentuk maupun muatannya
merupakan pasangan atau komplementer dari substrat
tersebut (Yuniastuti, hlm: 45-46, 2006).



Gambar 4. Cara Kerja Enzim Teori Kunci Gembok dan
Teori Kecocokan Induksi.
Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

Model anak kunci dan kunci menerangkan adanya
kespesifikan suatu enzim, karena senyawa yang tidak cocok
bentuknya dengan tempat aktif, baik karena terlalu besar
maupun karena terlalu kecil tidak dapat terikat pada tempat
aktif (yuniastuti, hlm: 48, 2006).
Model induced-fit dari Koshland. Menurut teori ini
senyawa-senyawa yang lebih besar atau lebih kecil daripada
substrat yang asli ataupun mempunyai sifat kimia berbeda,
masih dapat berinteraksi dengan tempat aktif meskipun tidak
membentuk produk. Model ini menerangkan dimana tempat
aktif pada mulanya belum sesuai dengan bentuk substrat,
tetapi setelah substrat menempel pada bagian tertentu dari
tempat aktif barulah terinduksi dan menyesuaikan dengan
bentuk substrat. Hal ini dimisalkan seperti jari tangan
menyesuaikan bentuk dengan sarung tangan. Jadi sesuai
dengan teori Koshland, enzim atau tempat aktif bersifat
fleksibel (Yuniastuti, hlm: 48, 2006).










Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

IV KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan
dan (2) Saran.
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan uji spesifikasi enzim
dengan ekstrak apel menggunakan substrat katekol enzim
bekerja efektif pada substrat, sedangkan dengan substrat
fenol enzim kurang bereaksi pada substrat, dan substrat urea
enzim tidak bekerja pada substrat. Ekstrak pisang dengan
menggunakan substrat katekol enzim bekerja efektif pada
substrat, dan ekstrak pisang dengan menggunakan substrat
fenol enzim kurang efektif bekerja pada substrat, sedangkan
dengan menggunakan substrat urea enzim tidak bekerja pada
substrat. Ekstrak kedelai dengan menggunakan substrat urea
enzim bekerja efektif pada substrat, dan enzim kedelai dengan
menggunakan substrat fenol enzim kurang efektif bekerja
pada substrat, sedangkan dengan menggunakan katekol
enzim tidak bekerja pada substrat.

4.2 Saran
Seharusnya pada saat melakukan praktikum, praktikkan
harus lebih teliti dalam melihat perubahan warna serta diiringi
dengan waktu yang telah ditentukan, sehingga tidak terjadi
kesalahan pada saat mengamati perubahan warna yang terjad




Laboratorium Biokimia pangan Enzim I (Uji Spesifikasi Enzim)

DAFTAR PUSTAKA

Akhyasrinuki, 2011. Definisi dan Fungsi Enzim, Pengertian
Koenzim dan Sifat-sifat Khusus.
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2150299-
definisi-dan-fungsi-enzim-pengertian/ Diakses: 24/4-2014.
Ashfar, 2011. Pencoklatan Enzimatis.
http://muhammadasfar.blogspot.com/2011_01_01_archive
.html Diakses: 24/4-2014.
Musyaffa, 2010. Identifikasi Golongan Fenol.
http://ripanimusyaffalab.blogspot.com/2010/02/identifikasi-
gol-fenol-farmasi.html Diakses: 24/4-2014.
Novianti Novi, 2011. Urea Formaldehid. http://nova-
novianti.blogspot.com/2011/04/laporan-praktikum-urea-
formaldehid.html Diakses: 24/4-2014.
Poedjiadi Anna, 2005. Dasar-Dasar Biokimia. UI-Press:
Jakarta.
Wirahadikusumah, 1989. Biokimia (Protein, Enzim, dan
Asam Nukleat). ITB: Bandung.
Yuniastuti Ari, 2006. Biokimia. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai