Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN

PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN


PROTEIN I
UJI XANTOPROTEIN

Diajuakan untuk memenuhi persyaratan
Praktikum Biokimia Pangan



Oleh :
Nama : Shinta Selviana
NRP :123020011
Kel /Meja : A/5 (Lima)
Asisten :Noorman Adhi Tridhar
Tgl . Percobaan :5 Mei 2014



LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014
Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

I PENDAHULUAN

Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar
Belakang percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip
Percobaan, dan (4)Reaksi Percobaan.

1.1. Latar Belakang Percobaan
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang
berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik
kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer
dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu
sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein
mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang
kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam
struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim.
Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau
mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang
dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem
kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam
bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji)
dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber
gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi
organisme yang tidak mampu membentuk asam amino
tersebut (heterotrof) (Anonim, 2011).
Protein adalah molekul penyusun tubuh kita yang
terbesar setelah air. Hal ini mengindikasikan pentingnya
protein dalam menopang seluruh proses kehidupan dalam
tubuh. Dalam kenyataannya, memang kode genetik yang
tesimpan dalam rantaian DNA digunakan untuk membuat
protein, kapan, dimana dan seberapa banyak. Protein
berfungsi sebagai penyimpan dan pengantar seperti
hemoglobin yang memberikan warna merah pada sel darah
merah kita, bertugas mengikat oksigen dan membawanya ke
Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

bagian tubuh yang memerlukan. Selain itu juga menjadi
penyusun tubuh, "dari ujung rambut sampai ujung kaki",
misalnya keratin di rambut yang banyak mengandung asam
amino Cysteine sehingga menyebabkan bau yang khas bila
rambut terbakar karena banyaknya kandungan atom sulfur di
dalamnya, sampai kepada protein-protein penyusun otot kita
seperti actin, myosin, titin, dsb. Kita dapat membaca teks ini
juga antara lain berkat protein yang bernama rhodopsin, yaitu
protein di dalam sel retina mata kita yang merubah photon
cahaya menjadi sinyal kimia untuk diteruskan ke otak. Masih
banyak lagi fungsi protein seperti hormon, antibodi dalam
sistem kekebalan tubuh, dll (Anonim, 2011)

1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan uji xantoprotein adalah untuk
mengetahui adanya asam amino aromatik.
1.3. Prinsip Percobaan
Prinsip dari percobaan uji Xantoprotein adalah
berdasarkan adanya reaksi nitrasi intibenzena yang terdapat
pada molekul protein sehingga menghasilkan senyawa
kompleks berwarna kuning jingga











Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

1.4. Reaksi percobaan






Gambar 1. Reaksi Uji Xantoprotein











C
C
C
N R
H
+ HNO3
NO2
OH
O
O
CoNa
Orange

Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

II METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang
Digunakan, (2) Pereaksi yang Digunakan, (3) Alat yang
Digunakan, dan (4) Metode percobaan
2.1. Bahan yang Digunakan
Bahan yang di gunakan dalam uji pengaruh pH
adalah sampel D (sosis) , sampel C ( bubur bayi) , sampel H
(madu), sampel B (pepton), sampel F(santan)

2.2. Pereaksi yang Digunakan
Pereaksi yang di gunakan dalam uji pengarh pH
adalah HNO
3
dan NaOH 50%

2.3. Alat yang Digunakan
Alat yang di gunakan dalam uji pengaruh pH adalah
tabung reaksi sejumblah sampel , pipiet tetes, dan waterbath.










Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

2.4. Metode Percobaan


Gambar 2. Metode Percobaan Uji Xantoprotein


Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

III HASIL PENGAMATAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil
Pengamatan dan, (2) Pembahasan.
3.1. Hasil Pengamatan
Baha
n
Preaks
i
warna
Hasi
l I
Hasi
l II
Sebelum
di
Panaska
n
Sesudah
di
panaska
n
Sesudah
di
Panaska
n dan di
+ NaoH
D
L
a
r
u
t
a
n

H
N
O
3


d
a
n

N
a
o
H

5
0

%


Orange
muda
Kuning
Kuning
jingga
+ +
C Kuning Kuning
Kuning
jingga
+ +
H Bening Bening
Kuning
jingga
+ -
B Bening Bening
Kuning
jingga
+ -
F Bening Kuning Kuning - -

Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Ninhydrin
Keterangan : + positif mengangandung asam amino bebas
- Tidak terdapat asam amino bebas
Sumber : Hasil I : Shinta dan Fitriani, Kelompok A, Meja 5,
2014
Hasil II : Laboratorium Biokimia Pangan, 2014



Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)









Gambar 3. Hasil Pengamatan Uji Xantoprotein
3.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan dari ke lima sampel
yang posif mengandung asam amino aromatic adalah sampel
D, C, H, F, yang di tandai adanya perubahan warna setlah
penambahan NaOH menjadi warna kuning jingga sedangakn
pada sampel B tidak terdapat asam amino aromatic karena
tidak ada perubahan warna kuning jinga.
Uji xantoprotein merupakan uji kualitatif pada protein
yang digunakan untuk menunjukkan adanya gugus benzena
(cincin fenil). Asam amino yang menunjukkan reaksi positif
untuk uji ini adalah tyrosin, phenilalanin, dan tryptophan.
Reaksi positif ada uji xantoprotein adalah munculnya
gumpalan atau cincin warna kuning. Pada uji ini, digunakan
larutan HNO
3
yang berfungsi untuk memecah protein menjadi
gugus benzene (Anonim, 2010).
Uji xantoprotein akan menghasilkan warna orange
pada reaksi yang menghasilkan turunan benzena dengan
penambahan basa. Uji xantoprotein digunakan untuk asam

Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

amino yang mengandung inti benzene. Reaksi yang
digunakan adalah reaksi nitrasi pada inti benzena yang
terdapat di protein oleh asam nitrat pekat. Reaksi ini positif
untuk triptofan, fenilalanin, dan tirosin. Warna hasil reaksi
dengan asam nitrat pekat adalah kuning tua, sedangkan
warna orange muncul ketika reaksi ditambahkan dengan
NaOH sebagai basa. Orange pekat pada fenol menunjukkan
adanya inti benzene pada gugus fenol. Hal itu memang
sangatlah tepat karena fenol memang memiliki gugus
benzene (Harper, 1980).
Reaksi xantoprotein terjadi pada saat larutan asam
nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan
protein. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat
berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. Reaksi yang
terjadi adalah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada
molekul protein. Jadi reaksi ini positif untuk protein yang
mengandung tirosin, fenilalanin dan triptofan. Kulit kita bila
kena asam sitrat berwarna kuning, itu juga karena reaksi
xantoprotein ini (Poedjiadi, 2005).
Asam amino aromatik adalah asam amino yang
mempunyai gugus benzena, suatu senyawa dikatakan
aromatik apabila memenuhi aturan Hckel. Asam amino
aromatik terdiri dari fenilalanin, tirosin dan triptofan. Ketiga
asam amino ini disebut asam amino esensial yaitu, asam
amino yang harus didatangkan dari luar tubuh dan diperlukan
oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagai
kerangka molekul-molekul penting. Ia disebut esensial bagi
suatu spesies organisme apabila spesies tersebut
memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi dan
mesintesinya sendiri atau selalu kekurangan asam amino
yang bersangkutan. Sebagian besar asam amino ini hanya
dapat disintesis oleh sel tumbuhan, sebab untuk sintesisnya
memerlukan senyawa nitrat anorganik (Marliya, 2012).
Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

Asam amino aromatik terdiri dari beberapa macam
yaitu fenilalanin, tirosin, dan triptofan. Ketiga senyawa asam
amino aromatik ini Bersifat relatif non polar, hidrofobik dan
fenilalanin adalah yang paling hidrofobik . Tirosin mempunyai
gugus hidroksil dan triptofan mempunyai cincin indol sehingga
mampu membentuk ikatan hidrogen yang penting untuk
menentukan struktur enzim. Asam amino aromatik mampu
menyerap sinar UV 280 nm sehingga sering digunakan
untuk menentukan kadar protein (Marliya, 2012).
Fenilalanin bersama-sama dengan tirosin dan triptofan
merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau
penyampaian pesan (neurotransmitter) pada sistem saraf
otak. Asam amino ini bertugas mengontrol berat badan,
karena efeknya dalam mengatur tiroid dan dan menekan
nafsu makan. (Marliya, 2012).
Asam amino non essensial adalah asam amino yang
dapat disintesis oleh tubuh manusia dengan bahan baku asam
amino lainnya. Contohnya Alanin, Asparagin, Asam Aspartat,
Asam Glutamat, Glutamin dan Prolin
Asam amino essensial adalah asam amino yang
harus didatangkan dari luar tubuh manusia karena sel sel
tubuh tidak dapat mensintesisnya. Sebagian besar asam
amino ini hanya dapat disintesis oleh sel tumbuhan, sebab
untuk sintesisnya memerlukan senyawa nitrat anorganik.
Contohnya Isoleusin, Leusin, Lisin, Metionin, Fenilalanin,
Treosin, Valin dan Triptofan.
Asam amino semi essensial adalah asam amino yang
dapat menghemat pemakaian beberapa asam amino
essensial. Definisi semi essensial juga dapat diartikan asam
amino yang dapat mencukupi untuk proses pertumbuhan
orang dewasa, tetapi tidak mencukupi untuk proses
pertumbuhan anak anak. Contohnya Arginin, Histidin, Sistin,
Glisin, Serin dan Triosin.
Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

Nitrasi adalah reaksi substitusi atom H pada gugus
benzena oleh gugus nitro (NO
2
). Pereaksi yang digunakan
adalah asam nitrat pekat (HNO
3
). Senyawa yang terbentuk
memiliki nama nitrobenzena (Yusdi, 2012).

HNO
3
pekat berperan dalam reaksi nitrasi inti
benzena, peranan HNO
3
pekat tidak dapat digantikan, karena
nitrasi memerlukan HNO
3
pekat agar reaksi dapat
berlangsung. NaOH 50% berfungsi menciptakan suasana
basa sehingga terionisasi dan didapat nilai ionisasi di atas
trayek pH isolistrik menghasilkan ion negatif. NaOH harus
50%, karena apabila kurang dari 50% tidak akan terionisasi,
apabila lebih dari 50% maka akan jenuh. NaOH ditambahkan
setelah pemanasan agar bereaksi sempurna, apabila
penambahan dilakukan diawal tidak akan terionisasi.
Pemanasan pada metode xantoprotein lebih lama
dibanding dengan uji Millon, karena pada uji xantoprotein ini
asam amino aromatik yang diidentifikasi yaitu, tirosin,
fenilalanin dan tripofan, sedangkan pada uji millon hanya
tiroson saja.
Fungsi penambahan pereaksi NaOH dan HNO
3
adalah agar
terjadi nitrasi pada inti benzena yang terdapat dalam molekul
protein sehingga terjadi endapan putih yang berubah menjadi
kuning apabila dipanaskan.
Asam amino aromatik merupakan asam amino yang
mempunyai gugus -R non polar, di mana gugus -R di dalam
golongan asam amino ini merupakan hidrokarbon dan bersifat
hidrofobik. Golongan ini mengandung gugus -R alifatik (alanin,
valin, leusin, isoleusin dan prolin) sedangkan dengan dua
lingkaran aromatik (fenilalanin dan triptofan) dan satu
Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

mengandung sulfur (metioin). Pada prolin gugus alfa -
aminonya tidak bersifat bebas, tetapi disubstitusi oleh
sebagian gugus -Rnya yang menghasilkan struktur melingkar
(Sudarmadji, 1989).
Asam amino aromatik merupakan asam amino yang
mempunyai gugus -R non polar, di mana gugus -R di dalam
golongan asam amino ini merupakan hidrokarbon dan bersifat
hidrofobik. Golongan ini mengandung gugus -R alifatik (alanin,
valin, leusin, isoleusin dan prolin) sedangkan dengan dua
lingkaran aromatik (fenilalanin dan triptofan) dan satu
mengandung sulfur (metioin). Pada prolin gugus alfa -
aminonya tidak bersifat bebas, tetapi disubstitusi oleh
sebagian gugus -Rnya yang menghasilkan struktur melingkar.
Pada percobaan ini terdapat kesalahan harusnya sempel
Susu kental manis tidak mengandung ikatan peptida. Hal ini
mungkin terjadi karena kurang teliti dalam kebersihan alat-alat
yang dipakai. Sebaiknya kebersihan alat diperhatikan dengan
baik karena dapat menyebabkan kontaminasi sehingga sangat
mempengaruhi hasil akhirnya. Hal ini juga dapat disebabkan
karena konsentrasi yang digunakan pada pembuatan sampel
tidak sebanding dengan pelarutnya yaitu air sehingga
menjadikan larutan tersebut berkonsentrasi rendah.
Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke
dalam larutan protein. Setelah dicampur terjadi endapan putih
yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan.
Reaksi yang terjadi adalah nitrasi pada inti bezena yang
terdapat pada molekul protein. Jadi reaksi ini positif untuk
protein yang mengandung tirosin, fenilalanin, dan triptofan.
Kulit kita jika terkena asam nitrat akan berwarna kuning, itu
juga karena terjadi reaksi xanthoprotein.
Senyawa berwarna jingga tersebut terbentuk karena asam
amino yang direaksikan dengan HNO3 teroksidasi sehingga
membentuk endapan kuning yang merupakan endapan
protein sample tersebut, kemudian endapan tersebut
direaksikan dengan NaOH sehingga terbentuk senyawa yang
berwarna jingga yang menunjukkan adanya asam amino
aromatik pada bahan, selain itu koagulasi proein merupakan
aspek kestabilan bahang yang dapat berkaitan dengan
susunan dan urutan asam amino dalam protein.
Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

Senyawa berwarna jingga terbentuk karena asam amino
yang direaksikan dengan HNO
3
teroksidasi sehingga
membentuk endapan kuning yang merupakan endapan
protein sampel tersebut, kemudian endapan tersebut
direaksikan dengan NaOH sehingga terbentuk senyawa yang
berwarna jingga yang menunjukkan adanya asam amino
aromatik pada bahan.
Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke
dalam larutan protein. Setelah dicampur terjadi endapan putih
yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan.
Reaksi yang terjadi adalah nitrasi pada inti benzena yang
terdapat pada molekul protein. Jadi reaksi ini positif untuk
protein yang mengandung tirosin, fenilalanin dan triftofan. Kulit
kita bila terkena asam nitrat berwarna kuning, itu juga karena
reaksi xanthoprotein ini.
Asam amino aromatik adalah jenis asam amino yang terdiri
atas beberapa atom karbon yang umumnya kurang larut
dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Sampel yang
mengadung gugus asam amino aromatik yang terdapat
dalam protein untuk mensintesa peptida gugus karboksil dari
asam amino sebelumnya diaktifkan dahulu. Metode yang
biasa digunakan pada kimia organik adalah sistem asam
klorida. Senyawa asam amino dan HNO
3
menghasilkan
endapan protein yang berwarna kuning lalu senyawa tersebut
direaksikan dengan Hg
2+
.
Protein(akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti
yang paling utama) adalah senyawa organik kompleks
berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari
monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu
sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein
mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang
kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam
struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim.
Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau
mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang
dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem
kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam
bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji)
Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber
gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi
organisme yang tidak mampu membentuk asam amino
tersebut (heterotrof).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa,
selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan
penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan
salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia.
Protein ditemukan oleh Jns Jakob Berzelius pada tahun
1838.
Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa
struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier
(tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat). Struktur primer
protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang
dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu,
struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal
dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang
distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur
sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
alpha helix (-helix, puntiran-alfa), berupa pilinan
rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;
beta-sheet (-sheet, lempeng-beta), berupa
lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai
asam amino yang saling terikat melalui ikatan
hidrogen atau ikatan tiol (S-H)
beta-turn, (-turn, lekukan-beta); dan
gamma-turn, (-turn, lekukan-gamma).
Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan
menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur
tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa
molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan
kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer,
trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener.
Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco
dan insulin.
Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa
metode:
Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

1) Hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N hcl)
dan kemudian komposisi asam amino ditentukan
dengan instrumen amino acid analyzer
2) Analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan
degradasi Edman
3) Kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri
massa
4) Penentuan massa molekular dengan spektrometri
massa.
Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan
spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform
Infra Red (FTIR). Spektrum CD dari puntiran-alfa
menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm
dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar
210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari
protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum
FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan
dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi
struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari
spektrum inframerah.
Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain.
Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana
umumnya hanya memiliki satu domain. Pada protein yang
lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di
dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di
dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda
dengan komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada
struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-
masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah
yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener.
Pada struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya
berpisah, protein tersebut tidak fungsional.




Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

IV KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan
dan (2) Saran.
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dari ke lima sampel
yang posif mengandung asam amino aromatic adalah sampel
D, C, H, F, yang di tandai adanya perubahan warna setlah
penambahan NaOH menjadi warna kuning jingga sedangakn
pada sampel B tidak terdapat asam amino aromatic karena
tidak ada perubahan warna kuning jinga.

4.2 Saran
Sebaiknya praktikan memahami terlebih dahulu
metodeyang akan dilakukan. Saat mengambil sampel
berbedasebaiknya menggunakan pipet berbeda agar sampel
tidakbercampur dan alat yang digunakan harus dalam
keadaanbersih dan harus berhati hati saat penggunaan
sampel karena mudah rusak.










Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)

Daftar Pustaka
Andresjiala ( 2010). Makalah Kimia Tentang "Protein" .
http://andresjiala.blogspot.com/2013/05/makalah-kimia-
tentang-protein.html. Diakses : 06 Mei 2014
Anonim, (2009). Protein. http://id.wikipedia.org/wiki/Protein.
Diakses : 06 Mei 2014.

Harper, et al., (1980), Biokimia (Review Of Physilogical
Chemistry) Edisi 17. EGC : Jakarta.

Marliya, Rita, (2012). Asam Amino Aromatik.ritamarliya0228
fkipunsyiah.blogspot.com/2012/11/asamamino-aromatik
.html. Diakses 6 April 2014.

Poedjadi, Anna., (2005), Dasar-dasar Biokimia. Universitas
Indonesia : Jakarta.

Yusdi, (2012). Reaksi Substitusi dan Tatanama Senyawa
Benzena dan Turunannya.yyusdi.blogspot.com/2012/
11/reaksi-substitusi-dan-tatanama-senyawa_20.html.
Diakses 6 Mei 2014.








Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)






















Laboratorium Biokimia pangan PROTEIN I(Uj Xantoprotein)