Anda di halaman 1dari 10

Definisi

Sampling bukanlah suatu pengembangan modern tetapi pendahuluan


metode statistic dan control kualitas dalam berbagai industry telah berperan banyak terhadap
kedudukan sekrang ini. Penarikan sampel membutuhkan pengalaman. Dalam teknik sampling
terdapat istilah-istilah yang perlu di mengerti secara jelas, misalkan sampel adalah bagian terpilih
dari materi yang memilihi sifat-sifat sampel adalah bagian terpilih dari materi yang memiliki
sifat-sifat yang pada dasarnya sama dengan keseluruhan materi. Suatu prosedur sampling terdiri
atas langkah-langkah sampling dapat di definisikan sebagai besar paket minimum materi yang di
gunakan sampel. Suatu penambahan dari sampel yang menyatakan sejumlah tertentu materi
yang di ambil dari setiap unit sampling. Sedangkan sampel bruto adalah sampel yang di
persiapkan dengan mencampur berbagai penambahan bersama. Suatu sampel adalah suatu
sampel bruto dengan ukuran lebih kecil. Sampel analisi adalah banyak nya sampel yang di ambil
untuk di analisis.

Teori sampling
Suatu sampel yang ideal memiliki semua sifat intensif yang identik dengan keselurusah
matri dari mana dia berasal. Factor-faktor yang harus di perhatikan terutama adalah variasi yang
di perbolehkan dalam materi, ketepatan metode pengujian dan keadaan dari materi yang di
gunakan.
Terdadapat banyak kekeliruan yang nyata dalam sampling yang kita beri istilah
kecerobohan sampling. Sebagai contoh, adalah suatu hal yang ceroboh menerima materi untuk di
analisis tanpa suatu pengetauan mengai latar belakangnya. Pemilihan yang random adalah
sumber suatu penyimpanan dalam sampling. Pemisahan ukuran partikel dapat pula
mengahasilkan kesalahan yang serius. Tindakan-tindakan ini dapat mengubah komposisi sampel
dan ini harus di hindarkan. Pita perekat yang biasa di gunakan tidak boleh di lekatkan lagsung
pada sampel mineral atau bijih-bijihan karena dapat menghasilkan informasi yang keliru tentang
adanya seng oksidasi dari pita perekat.

Teknik sampling
Berbagai teknik sampling gas-gas, cairan, dan padatan akan di bicarakan. Gas biasanya
dikumpulkan dengan penghisapan, bilasan, pemindahan dengan suatu cairan den diekspansikan
dalamm suatu wadah vakum. Sifat fisika dari pengotoran (kontaminan) akan mempengaruhi
metode sampling. Di dalam cairan sampling suatu carian murni atau cairan homogen tertntu
prosedurnya sederhana kerena biasanya cairan bersifat homogen. Terakhir di di dalam hal
sampel padat, sampling suatu padatan menciptakan suatu variable yang tidak di jumpai di
sampling cairan yakni perbedaan ukuran partikel. Oleh karena itu sampel yang di gerus halus
lebih di sukai dari padatan heterogen. Umumnya sampling dengan tangan, tidak teliti. Saat ini
mesin sampling banyak di gunakan secara ekstensif karena alat tersebut lebih teliti dan lebih
cepat untuk t capel daripada dengan tangan. Keselurusan cara-cara sampling mekanis diatas,
kesempuraan pencampuran adalah yang paling penting. Materi-materi yang halus dapat di
sampling dengan menggunakan tabung sampling yang di sebut thief . Kadang kala Thief ini
mengukur secara tepat untuk sampling padatan dan cairan. Ditinjau dari prosedur sampling,
dapat disimpulakan: materi yang akan di jadikan sampel harus di pecah pecah menjadi satuan
sampling nyata ataupun imajiner. Sangat berguna mengetahui varians relative di antara satuan
dan dalam sutuan sampling ini sendiri. Dengan melakukan analisis varians relatif di antara satuan
dan dalam satuan sampling itu sendiri. Dengan melakukan analisis varians pada sampling
berserta (lihat bagian 3.6) maka dapat di tentukan apakah stratifikasi perlu di lanjutkan pada
semua tingkat. Secara umum beberapa stratifikasi akan bermanfaat.Untuk materi tertentu ukuran
sample haruslah ukuran maksimum dari partikel. Penghalusan sample yang berlebihan sebaik
nya dihindarkan karena kadangkala butiran yang satu dapat berkomposisi berbeda dengan yang
lain nya. Biasanya sample bruto dikumpulkan untuk kemudian dikecilkan ukuran nya untuk di
analisis.
Kriteria Secara Stasistik dari Sampling yang Baik dan Ukuran yang Diperlukan
Skema sampling baru dapet dinyatakan bila rata- rata sample memberikan sebuah estimasi yang
tidak menyimpang bias dari rata rata populasi sample. Sampel juga harus memberikan sebuah
estimaasi yang yang tidak menyimpang dari varians populasi. Kediu hal tersebut dapat tercapai
bila setiap unit ukuran yang mungkin terpilih mrmpunyai kesempatan yang samaharus mencapai
estimasi nilai pusat dan penyebaran nya seteliti mungkin ini di mungkinkan dengan prosedur
stratifikasi. Faktor penting berikut nya adalah estimaasi ukuran sample yang diperlukan dari
materi yang bersifat partikel kasar. Untuk materi tersebut berat sample yang diambil secara acak
harus makan besar dengan makan bertambah nya variasi komposisi tergantung pada ketelitian
analisis yang di kehendaki dan sifat ukuran partikel. Kriteria utamanya adalah jumlah sample
yang minimal yang dapat diambil sehingga kesalahan sampling nya masih di bawah batas.
Prosedur ini akan lebih jelas di terangkan dalam soal no 3.1 dan 3.2 pada akhir bab ini. Dari soal
soal ini akan terlihat bahwa kesalahan analitik dan kesalahan sampling masing masing dapat
dengan mudah teridentifikasi Meskipun unit sampling sudah di bicarakan dalam Bagian 3.2 perlu
di tambahkan di sini beberapa hal. Suatu prosedur sampling yang acak adalah prosedur dimana
masing masing porsi dari keseluruhan yang yang di berikan mempunyai kesempatan yang
sama agar dapat muncu sebagai sample. Pada pratiknya pemilihan secara acak jarang di gunakan
pada


Sampling berstrata dan sampling acak
Jika suatu materi yang akan di ambil sampelnya di bagi bagi menjadi unit-unit sampling ,
maka ada dua cara acak. Sejumlah sampel dapat di pilih secara acak dari babadan materi dapat
distrafikasi dengan pertma kali memilih dari sejumlah unit-unit sampling dan kemudian di
perlakukan sekali lagi sampling di dalam unit-unit trsebutdengan prosedur acak. Prosedur dengan
startifikasi memberikan hasil yang seteliti cara acak sederhana dan memberikan hasil yang lebih
baik bila varians antara unit sampling lebih besar di banding varians antara unit smpling populasi
di bagi-bagi dengan prosedut acak menjadi sejumlah subbagian (seksi)dan bila varians di anata
seksi adalah besar di bandingkan varians di dalam seksi maka hasil lebih teliti akan di dapat
dengan secara teliti mensampling masing-masing seksi prosedur berstrata tersebut mengandung
suatu resiko penyimpangan. Resiko ini sebenarnya dapat di kurangi dengan membuat prosedur
serepresentatif mungin. Dalam istilah statistic, jika keseluruhan populasi ang akan di sampling
adalah homogen, maka sampling acak sederhana tidak lebih buruk dari pada sampling bertrata,
tapi bila kita mempunyai subpopulasi yang berbeda(atau populasi heteroen )maka sampling
subpopulasi dengan prosdur berstrata dapat di terima, jita suatu estimasi rata-rata poplasi adalah
tidak menyimpang dengan estimasi varian minimum maka jumlah sampel yang di amil untuk
tiap strata dan standar deviasinya yaitu

dimana

, jumlah sampel dari strata r,


bobot strata

,deviasi standar dengan strata ke r. Dalamm perhitung rata-rata strata harus di


beri bobot sesuai dengan ukuran strata Jadi :

,Jika

, nilai yang di tententukan pada


strata r, x estimasi rata-rata populasi. Jika strata berbeda dalam ukuran tetapi mempunyai varians
yang sama, maka

adalah sama untuk semua sehingga


Jumlah sampel di dalam strata harus sesuai dengan ukuran strata, ini dikenal sebagai
sampling representative yang memberikan estimasi yang tidak biasa dari rata-rata populasi, tetapi
menghasilkan varians estimasi yang besar, kecuali bila varians homogen di seluh strata. Estimasi
yang besar, kecuali bila varians homogen di seluruh strata,varians dari nilai rata-rata tidak
bergantung pada varians di antra strata. Prosedur berstrata harus memberikan hasil yang sanga
baik bila varians di antara strata sebanding besarnya dengan varians dalam strata sendiri.