Anda di halaman 1dari 43

BAB II

TINJAUAN TEORI
A. Asuhan keperawatan
1. Pengertian
Asuhan
keperawatan
merupakan
proses atau
rangkaian
kegiatan pada
praktik
keperawatan
yang diberikan
secara langsung
kepada klien
/pasien di berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Dilaksanakan
berdasarkan kaidah-kaidah keperawatan sebagai suatu profesi yang
berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan,bersifat humanistic,dan
berdasarkan pada kebutuhan objektif klien untuk mengatasi masalah
yang dihadapi klien.
5
Menurut Ali !""#$ proses keperawatan adalah metode
asuhan keperawatan yang ilmiah,sistematis,dinamis,dan terus-
menerus serta berkesinambungan dalam rangka pemecahan masalah
kesehatan pasien/klien,di mulai dari pengkajian pengumpulan
data,analisis data,dan penentuan masalah$ diagnosis keperawatan,
pelaksanaan, dan penilaian tindakan keperawatan. Asuhan
keperawatan di berikan dalam upaya memenuhi kebutuhan klien.
Menurut A Maslow ada lima kebutuhan dasar manusia yaitu
kebutuhan fisiologis meliputi oksigen,cairan,nutrisi, kebutuhan rasa
aman dan perlindungan,kebutuhan rasa cinta dan saling
memiliki,kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri.
%erdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan
bahwa asuhan keperawatan merupakan seluruh rangkaian proses
keperawatan yang diberikan kepada pasien yang
berkesinambungan dengan kiat-kiat keperawatan yang di mulai dari
pengkajian sampai dengan e&aluasi dalam usaha memperbaiki
ataupun memelihara derajat kesehatan yang optimal.
2. Tujuan asuhan keperawatan
Adapun tujuan dalam pemberian asuhan keperawatan antara
lain a. Membantu indi&idu untuk mandiri
b. Mengajak indi&idu atau masyarakat berpartisipasi dalam
bidang kesehatan
c. Membantu indi&idu mengembangkan potensi untuk
memelihara kesehatan secara optimal agar tidak tergantung pada
orang lain dalam memelihara kesehatannya
d. Membantu indi&idu memperoleh derajat kesehatan yang optimal
3. Fungsi prses keperawatan
'roses (eperawatan berfungsi sebagai berikut.
a. Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah
bagi tenaga keperawatan dalam memecahkan masalah klien
melalui asuhan keperawatan .
b. Memberi ciri profesionalisasi asuhan keperawatan melalui
pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan komunikasi
)
yang efektif dan efisien.
*
c. Memberi kebebasan pada klien untuk mendapat pelayanan
yang optimal sesuai dengan kebutuhanya dalam kemandirianya
di bidang kesehatan.
!. Tahap"tahap prses
keperawatan a. Pengkajian
'engkajian adalah upaya mengumpulkan data secara
lengkap dan sistematis untuk dikaji dan dianalisis sehingga
masalah kesehatan dan keperawatan yang di hadapi pasien
baik fisik, mental, sosial maupun spiritual dapat
ditentukan.tahap ini mencakup tiga kegiatan,yaitu pengumpulan
data,analisis data,dan penentuan masalah kesehatan serta
keperawatan.
!$ 'engumpulan data
+ujuan ,
Diperoleh data dan informasi mengenai masalah
kesehatan yang ada pada pasien sehingga dapat ditentukan
tindakan yang harus di ambil untuk mengatasi masalah
tersebut yang menyangkut aspek fisik,mental,sosial dan
spiritual serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Data
tersebut harus akurat dan mudah di analisis.
-enis data antara lain Data objektif, yaitu data
yang diperoleh melalui suatu pengukuran, pemeriksaan, dan
5
pengamatan, misalnya suhu tubuh, tekanan darah, serta warna
kulit.Data subjekyif, yaitu data yang diperoleh dari keluhan
yang
.
dirasakan pasien, atau dari keluarga pasien/saksi lain
misalnya,kepala pusing,nyeri,dan mual.
Adapun focus dalam pengumpulan data
meliputi a$ /tatus kesehatan sebelumnya dan
sekarang
b$ 'ola koping sebelumnya dan
sekarang c$ 0ungsi status sebelumnya
dan sekarang
d$ 1espon terhadap terapi medis dan tindakan
keperawatan e$ 1esiko untuk masalah potensial
f$ 2al-hal yang menjadi dorongan atau kekuatan
klien
3$ Analisa data
Analisa data adalah kemampuan dalam mengembangkan
kemampuan berpikir rasional sesuai dengan latar belakang ilmu
pengetahuan.
)$ 'erumusan masalah
/etelah analisa data dilakukan, dapat dirumuskan
beberapa masalah kesehatan. Masalah kesehatan tersebut ada
yang dapat diinter&ensi dengan asuhan keperawatan masalah
keperawatan$ tetapi ada juga yang tidak dan lebih memerlukan
tindakan medis. /elanjutnya disusun diagnosis keperawatan
#
sesuai dengan prioritas. 'rioritas masalah ditentukan
berdasarkan criteria penting dan segera. 'enting mencakup
kegawatan dan apabila tidak diatasi akan menimbulkan
komplikasi, sedangkan segera mencakup waktu misalnya pada
pasien stroke yang tidak sadar maka tindakan harus
4
segera dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih
parah atau kematian. 'rioritas masalah juga dapat d itentukan
berdasarkan hierarki kebutuhan menurut Maslow, yaitu ,
(eadaan yang mengancam kehidupan, keadaan yang
mengancam kesehatan, persepsi tentang kesehatan dan
keperawatan.
#. $iagnsa keperawatan
'engertian
Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang
menjelaskan respon manusia status kesehatan atau resiko
perubahan pola$ dari indi&idu atau kelompok dimana perawat
secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan
inter&ensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan
menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah
5arpenito,3666$.'erumusan diagnosa keperawatan ,
!$ Actual , menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan
data klinik yang ditemukan.
3$ 1esiko, menjelaskan masalah kesehatan nyata akan terjadi
jika tidak di lakukan inter&ensi.
)$ (emungkinan , menjelaskan bahwa perlu adanya data
tambahan untuk memastikan masalah keperawatan
kemungkinan.
"
*$ 7ellness , keputusan klinik tentang keadaan
indi&idu,keluarga,atau masyarakat dalam transisi dari tingkat
sejahtera tertentu ketingkat sejahtera yang lebih tinggi.
!6
5$ /yndrom , diagnose yang terdiri dar kelompok
diagnosa keperawatan actual dan resiko tinggi yang
diperkirakan muncul/timbul karena suatu kejadian atau situasi
tertentu.
%. Ren%ana keperawatan
/emua tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk
membantu klien beralih dari status kesehatan saat ini kestatus
kesehatan yang di uraikan dalam hasil yang di harapkan
8ordon,!""*$.
Merupakan pedoman tertulis untuk perawatan klien.
1encana perawatan terorganisasi sehingga setiap perawat dapat
dengan cepat mengidentifikasi tindakan perawatan yang
diberikan. 1encana asuhan keperawatan yang di rumuskan dengan
tepat memfasilitasi konyinuitas asuhan perawatan dari satu
perawat ke perawat lainnya. /ebagai hasil, semua perawat
mempunyai kesempatan untuk memberikan asuhan yang
berkualitas tinggi dan konsisten.
1encana asuhan keperawatan tertulis mengatur pertukaran
informasi oleh perawat dalam laporan pertukaran dinas. 1encana
perawatan tertulis juga mencakup kebutuhan klien jangka
panjangpotter,!""#$
&. I'p(e'entasi keperawatan
!!
Merupakan inisiatif dari rencana tindakan untuk
mencapai tujuan yang spesifik. +ahap pelaksanaan dimulai
dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada
nursing orders untuk membantu klien mencapai tujuan yang
diharapkan. 9leh karena itu
!3
rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk
memodifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masalah
kesehatan klien.
Adapun tahap-tahap dalam tindakan keperawatan
adalah sebagai berikut ,
+ahap ! , persiapan
+ahap awal tindakan keperawatan ini menuntut
perawat untuk menge&aluasi yang diindentifikasi pada
tahap perencanaan.
+ahap 3 , inter&ensi
0ocus tahap pelaksanaan tindakan perawatan adalah
kegiatan dan pelaksanaan tindakan dari
perencanaan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan
emosional. 'endekatan tindakan keperawatan meliputi
tindakan , independen,dependen,dan interdependen.
+ahap ) , dokumentasi
'elaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh
pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap
suatu kejadian dalam proses keperawatan.
e. E)a(uasi
'erencanaan e&aluasi memuat criteria keberhasilan proses
dan keberhasilan tindakan keperawatan. (eberhasilan proses dapat
!)
dilihat dengan jalan membandingkan antara proses dengan
pedoman/rencana proses tersebut. /edangkan keberhasilan
tindakan dapat dilihat dengan
!*
membandingkan antara tingkat kemandirian pasien dalam
kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan pasien
dengan tujuan yang telah di rumuskan sebelumnya./asaran
e&aluasi adalah sebagai berikut
!$ 'roses asuhan keperawatan, berdasarkan criteria/ rencana
yang telah disusun.
3$ 2asil tindakan keperawatan ,berdasarkan criteria
keberhasilan yang telah di rumuskan dalam rencana e&aluasi.
2asil
e&aluasi
+erdapat ) kemungkinan hasil e&aluasi
yaitu ,
!$ +ujuan tercapai,apabila pasien telah menunjukan
perbaikan/
kemajuan sesuai dengan criteria yang telah di tetapkan.
3$ +ujuan tercapai sebagian,apabila tujuan itu tidak tercapai
secara maksimal, sehingga perlu di cari penyebab dan
cara mengatasinya.
)$ +ujuan tidak tercapai,apabila pasien tidak
menunjukan perubahan/kemajuan sama sekali bahkan
timbul masalah baru.dalam hal ini perawat perlu untuk
mengkaji secara lebih mendalam apakah terdapat data,
analisis, diagnosa, tindakan, dan faktor-faktor lain yang tidak
!5
sesuai yang menjadi penyebab tidak tercapainya tujuan.
/etelah seorang perawat melakukan seluruh
proses keperawatan dari pengkajian sampai dengan
e&aluasi kepada
!.
pasien,seluruh tindakannya harus di dokumentasikan dengan
benar dalam dokumentasi keperawatan.
*. $ku'entasi keperawatan
Dokumentasi adalah segala sesuatu yang tertulis atau tercetak
yang dapat diandalkan sebagai catatan tentang bukti bagi
indi&idu yang berwenang potter 3665$.
'otter 3665$ juga menjelaskan tentang tujuan dalam
pendokumentasian yaitu ,
a. (omunikasi
/ebagai cara bagi tim kesehatan untuk mengkomunikasikan
menjelaskan$ perawatan klien termasuk perawatan
indi&idual,edukasi klien dan penggunaan rujukan untuk rencana
pemulangan.
b. +agihan financial
Dokumentasi dapat menjelaskan sejauhmana lembaga perawatan
mendapatkan ganti rugi reimburse$ atas pelayanan yang
diberikan bagi klien.
c. :dukasi
Dengan catatan ini peserta didik belajar tentang pola yang
harus ditemui dalm berbagai masalah kesehatan dan menjadi
mampu untuk mengantisipasi tipe perawatan yang dibutuhkan
klien.
!#
d. 'engkajian
5atatan memberikan data yang digunakan perawat untuk
mengidentifikasi dan mendukung diagnose keperawatan dan
merencanakan inter&ensi yang sesuai.
e. 1iset
'erawat dapat menggunakan catatan klien selama studi riset untuk
mengumpulkan informasi tentang faktor-faktor tertentu.
f. Audit dan pemantauan
+injauan teratur tentang informasi pada catatan klienmemberi
dasar untuk e&aluasi tentang kualitas dan ketepatan
perawatan yang diberikan dalam suatu institusi.
g. Dokumentasi legal
'endokumentasian yang akurat adalah salah satu pertahanan
diri terbaik terhadap tuntutan yang berkaitan dengan asuhan
keperawatan.
Dokumentasi penting untuk meningkatkan efisiensi dan
perawatan klien secara indi&idual. Ada enam penting penting
dalam dokumentasi keperawatan yaitu ,
a. Dasar factual
;nformasi tentang klien dan perawatannya harus berdasarkan
fakta yaitu apa yang perawat lihat,dengar dan rasakan.
b. (eakuratan
!4
5atatan klien harus akurat sehingga dokumentasi yang tepat dapat
dipertahankan klien.
!"
c. (elengkapan
;nformasi yang dimasukan dalam catatan harus
lengkap,mengandung informasi singkat tentang perawtan klien.
d. (eterkinian
Memasukan data secara tepat waktu penting dalam perawatan
bersama klien.
e. 9rganisasi
'erawat mengkomunikasikan informasi dalam format atau
urutan yang logis. 5ontoh catatan secara teratur menggambarkan
nyeri klien,pengkajian dan inter&ensi perawat dan dokter.
f. (erahasiaan
;nformasi yang diberikan oleh seseorang keorang lain dengan
kepercayaan dan keyakinan bahwa informasi tersebut tidak akan
dibocorkan.
Melalui dokumentasi keperawatan akan dapat dilihat sejauh
mana peran dan fungsi perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan pada klien. 2al ini akan bermanfaat bagi
peningkatan mutu pelayanan dan bahan pertimbangan dalam
kenaikan jenjang karir/kenaikan pangkat. /elain itu dokumentasi
keperawatan juga dapat menggambarkan tentang kinerja seorang
perawat.
36
B. +inerja perawat
1. $e,inisi +inerja
Menurut ;lyas 3663$ kinerja adalah penampilan karya
personal baik kualitas maupun kuantitas dalam suatu organisasi.
(inerja dapat merupakan penampilan indi&idu maupun kelompok
kerja personal.
Menurut Mangkunegoro 3663$ kinerja prestasi kerja$ adalah
hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawabnya yang diberikan kepadanya.
(inerja perawat adalah tindakan yang dilakukan oleh
seorang perawat dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan
tanggungawabnya masing-masing,tidak melanggar hukum,aturan
serta moral dan etika, dimana kinerja yang baik dapat memberikan
kepuasan pada pengguna jasa <acobales,!""#$
2. -&e( Teri kinerja
Menurut ;lyas 3663$, untuk mengetahui faktor yang
mempengaruhi kinerja personal dilakukan pengkajian terhadap
beberapa teori kinerja. /ecara teoritis ada tiga kelompok &ariabel
yang mempengaruhi perilaku kinerja dan kerja yaitu ,
a. =ariabel indi&idu, dikelompokkan pada sub &ariabel
kemampuan, latar belakang dan geografis. /ub &ariabel
3!
kemampuan dan ketrampilan merupakan faktor utama yang
mempengaruhi perilaku
33
dan kinerja. /edangkan &ariabel geografis mempunyai efek
tidak langsung pada perilaku dan kinerja indi&idu.
b. =ariabel psikologis, terdiri dari sub &ariabel persepsi,
sikap, kepribadian belajar dan moti&asi. =ariabel ini banyak
dipengaruhi oleh keluarga, tingkat sosial, pengalaman kerja
sebelumnyan dan &ariabel geografis. =ariabel psikologis
merup akan &ariabel yang komplek dan sulit diukur dan sukar
mencapai kesepakatan karena seseorang indi&idu masuk dan
bergabung dalam organisasi kerja pada usia, etnis, latar belakang
dan ketrampilan berbeda satu dengan lainnya.
c. =aribel organisasi, berefek tidak langsung terhadap perilaku
kinerja indi&idu yang digolongkan dalam sub &ariabel sumber
daya, kepemimpinan, imbalan, struktur dan desain pekerjaan. /ub
&ariabel imbalan berpengaruh untuk meningkatkan moti&asi
kerja yang pada akhirnya secara langsung akan meningkatkan
kinerja indi&idu.
(etiga kelompok &ariabel tersebut mempengaruhi perilaku
kerja yang pada akhirnya berpengaruh pada kerja personal.
'erilaku yang berhubungan dengan kinerja adalah yang berkaitan
dengan tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan untuk
mencapai sasaran suatu jabatan atau tugas.
3)
3. Faktr . Faktr /ang -e'pengaruhi +inerja
Mangkunegoro 3663$ menyebutkan faktor yang
mempengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan ability$
dan faktor moti&asi moti&ation$.
a. 0aktor kemampuan
/ecara psikologis, kemampuan ability$ pegawai terdiri dari
kemampuan potensi ;>$ dan kemampuan reality knowledge ?
skill$. Artinya, pegawai yang memiliki ;> diatas rata-rata ;>
!!6 -!36$ dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya
dan terampil dalam mengerjakan pelajaran sehari-hari, maka ia
akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. 9leh karena
itu, pegawai perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan
keahliannya.
b. 0aktor Moti&asi
Moti&asi terbentuk dari sikap attitude$ seorang pegawai dalam
menghadapi situasi situasion$ kerja. Moti&asi merupakan
kondisi yang menggerakkan diri pegawai yang terarah untuk
mencapai tujuan organisasi tujuan kerja$. /ikap mental
merupakan kondisi mental yang mendorong diri pegawai untuk
berusaha mencapai prestasi kerja secara maksimal. /ikap mental
seorang pegawai harus sikap mental yang siap secara psikofisik
siap secara mental, fisik, tujuan, dan situasi$. Artinya, seorang
3*
pegawai harus siap mental, mampu secara fisik, memahami
tujuan, dan target kerja yang akan dicapai, mampu memanfaatkan,
dan menciptkan situasi kerja.
35
/uyanto 3664$ menyatakan ada beberapa tekhnik untuk
memoti&asi bawahan yaitu
!$ %ersikap baik the be good approach$ dengan cara
mencitakan kondisi kerja yang baik seperti tunjangan,gaji
dan bonus yang tinggi.
3$ Menggunakan kekerasan the strong approach$ yaitu pemimpin
memberikan wewenangnya untuk menekan bawahan.
)$ 'erundingan implicit implicit bergaining$ melalui
perundingan antara bawahan dan atasan terhadap hasil kerja
yang dicapai sesuai dengan imbalan yang akan diberikan.
*$ (ompetisi competition$ yaitu diberikan kesempatan pada
seseorang untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin
sesuai dengan kemampuannya.
5$ ;nternalisasi internali@ed moti&ation$ yaitu pertimbangan
terhadap ketrampilan,kebebasan,perhatian dan percaya diri
yang dimiliki.
Menurut 2andoko 366!$ menyatakan bahwa faktor-faktor
yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah moti&asi,
kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi fisik pekerjaan, sistem
kompetisi, desain pekerjaan,dan aspek ekonomi. Di tambah lagi
super&isi dan kapasitas pekerjaan atau beban kerja juga
dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Menurut /uyanto
3.
3664$, /uper&isi merupakan segala bantuan dari pimpinan /
penanggung jawab kepada perawat yang ditujukan untuk
perkembangan para perawat dan staf lainnya dalam
3#
mencapai tujuan asuhan keperawatan. /elain itu,perawat
pelaksana akan mendapat dorongan positif sehingga mau
belajar dan meningkatkn kemampuan profesionalnya. Dengan
kemauan belajar,secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja
perawat. sedangkan kapasitas pekerjaaan adalah frekuensi kegiatan
rata-rata dari masing-masing pekerjaan dalam jangka waktu
tertentu ;rwandy, 366# dalam 7irnata,366"$.
/elain itu karakteristik perawat juga dapat mempengaruhi
kinerja. (arakeristik itu antara lain,
a. Amur
Amur adalah usia perawat yang secara garis besar menjadi
indicator dalam setiap mengambil keputusan yang mengacu pada
setiap pengalamannya%erg,!"".$, dengan semakin banyaknya
umur maka dalam menerima sebuah pekerjaan akan semakin
bertanggungjawab dan berpengalaman.
b. 'endidikan
'erawat sebagai bagian penting rumah sakit dituntut memberikan
perilaku yang baik dalam rangka membantu pasien mencapai
kesembuhan. 'endidikan seorang perawat yang tinggi akan
memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. 'engembangan
pendidikan formal keperawatan saat ini terutama ditujukan untuk
menumbuhkan serta membina sikap dan tingkah laku
34
professional
3"
serta membutuhkan dan membina landasan etik keperawatan
yang kokoh dan mantap MaBrifin,dalam 2amid,!""5$.
c. Masa kerja
Masa kerja merupakan lama kerja seorang perawat yang
bekerja dirumah sakit dari mulai awal bekerja sampai dengan
seorang perawat berhenti bekerja ;smani,366!$.
0. 1tan&ar
+inerja
:&aluasi kinerja melibatkan komunitas yang jelas mengenai
target dan standarC penetapan tujuan yang spesifik dan dapat diukurC
dan umpan balik feedback$ yang berkelanjutan, 'ophal, 3664$.
a. 1tan&ar kinerja
/tandar kinerja menjabarkan tentang pekerjaan yang
tercakup dalam satu pekerjaan tertentu. ;ni adalah langkah
sangat penting sebelum menetapkan tujuan, tapi perlu maju satu
langkah lebih jauh dengan menerangkan bagaimana setiap
pekerjaan harus dilakukan untuk memenuhi standar pekerjaan
tersebut. +anpa standar, masalah kinerja dapat menjadi sangat
rancu.
/ebelum menentukan tingkat kinerja tertentu, sebaiknya
dibuat garis dasar kinerja untuk jenis kerja yang sedang ditangani.
)6
/etelah itu membuat target minimal tingkat kinerja. +ingkat
minimal ini menjadi standar dan tolak ukur bahwa suatu
kinerja dianggap layak. %erdasarkan tingkat kelayakkan
minimal, maka dapat ditentukan
)!
standar istimewa dan ketidaklayakan dalam kinerja. Antuk
masing- masing standar kita akan menentukan tingkat kinerja
bagaimana yang melebihi dan kurang dari harapan kita.
Dursalam 3663$, dalam penilaian pelaksanaan kerja
perawat sering ditemukan berbagai permasalahan antara lain,
!. 'engaruh hallo effect, tendensi untuk menilai pelaksanaan
kerja bawahannya terlalu tinggi.
3. 'engaruh horn , kecenderungan untuk menilai pegawai
lebih rendah dari pelaksanaan kerja yang sebenarnya karena
alasan- alasan tertentu.
#. Penentuan Target
+enaga pemersatu yang berada dalam setiap perusahaan
adalah bahwa, setidaknya secara teoritis, setiap orang dalam
perusahaan bekerja untuk tujuan yang sama, yaitu
keberhasilan perusahaan. /ebuah pemahaman yang jelas
tentang tujuan yang mendasari perusahaan dan bagaimana
setiap karyawan berkontribusi kepada tujuan tersebut dapat
meningkatkan semangat dan produkti&itas.
Ada beberapa keuntungan dari pembuatan tujuan yang jelas
dan terukur. +ujuan yang spesifik dan terukur menciptakan
keteraturan dan kesatuan tujuan bagi seluruh unsur dalam
perusahaan. +ujuan yang jelas memungkinkan karyawan dan
)3
manajer untuk mengembangkan pandangan yang lebih luas
tentang tujuan perusahaan. /etelah tujuan ditetapkan, manajemen
akan lebih mampu mengambil keputusan
))
berdasarkan arahan perusahaan dan karyawan. /etelah tujuan
mulai tercapai, tingkat percaya diri karyawan dan manajer pun
meningkat.
'enyusunan target itu sendiri adalah sebuah proses yang
memungkinkan manajer dan karyawan untuk terus mengupayakan
peningkatan. +ujuan perusahaan harus memiliki karakteristik-
karakteristik berikut ,
!$ /pesifik. /angat penting bahwa tujuan harus spesifik dan terukur.
(etika tujuan departemen atau perusahaan tidak jelas,
moti&asi pun berkurang.
3$ +elah disepakati bersama. Dorong para manajer dan penyelia
agar bekerja sama dengan karyawan dalam penyusunan tujuan.
(etika dua orang bekerja untuk mencapai tujuan yang
sama, maka peluang untuk mencapai tujuan tersebut akan
bertambah secara substansial.
)$ /ulit tetapi dapat dicapai. +arget harus realistis, harus
menantang tapi mungkin untuk dicapai.
*$ (omprehensif. +arget harus mencakup tujuan perusahaan.
+arget dapat dibuat untuk kegiatan manajemen dan juga staf.
$. 1tan&ar +inerja Perawat
'erkembangan keperawatan sebagai suatu profesi, diperlukan
penetapan standar praktik keperawatan. /tandar praktik sangat
)*
penting untuk menjadi pedoman objektif di dalam menilai asuhan
keperawatan. Apabila sudah ada standar, klien akan yakin bahwa
ia mendapatkan
)5
asuhan yang bermutu tinggi. /tandar praktik juga sangat penting
jika terjadi kesalahan yang terkait dengan hukum /itorus, 1 , 366.$.
American Dursing Association ADA$ menjelaskan bahwa
standar praktek keperawatan merefleksikan nilai-nilai dan
prioritas profesi perawat. /tandar tersebut memberikan arah dalam
melakukan praktek perawatan profesional dan menjadi kerangka
dalam menge&aluasi praktek tersebut. 'erawat bertanggung jawab
kepada masyarakat tentang hasil akhir asuhan keperawatan yang
diberikan. 'enetapan standar ini juga bertujuan untuk
mempertahankan mutu pemberian asuhan keperawatan yang tinggi.
'ersatuan 'erawat Dasional ;ndonesia ''D;$ sudah menetapkan
standar praktek keperawatan yang dikembangkan berdasarkan
standar praktik keperawatan yang dikeluarkan ADA ''D;,
3663, dalam /itorus, 1 , 366.$. /tandar praktik keperawatan
menurut
ADA ,
/tandar ; , perawat mengumpulkan data
tentang kesehatan klien
/tandar ;; , perawat menetapkan diagnosa keperawatan
/tandar ;;; , 'erawat mengidentifikasi hasil
yang diharapkan untuk setiap klien
/tandar ;= , perawat mengembangkan rencana
).
asuhan keperawatan yang berisi rencana
tindakan untuk mencapai hasil yang
diharapkan
)#
/tandar = , perawat mengimplementasikan
tindakan yang sudah ditetapkan dalam
rencana asuhan keperawatan
/tandar =; , perawat menge&aluasi perkembangan
klien dalam mencapai hasil akhir yang
sudah ditetapkan
Ditambahkan oleh Dursalam 3664$ bahwa selain keenam
standar tersebut, untuk penilaian pelaksanaan kerja perawat juga
meliputi ketrampilan komunikasi dan harapan institusi dan profesi.
Disamping standar-standar keperawatan yang sudah di
terangkan diatas, menurut Dursalam 3663$ untuk menciptakan
pelayanan keperawatan yang professional dan dalam rangka
memenuhi tuntutan masyarakat akan pelayanan keperawatan yang
berkualitas,maka peran perawat harus lebih independen sehingga
pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan dan tanggung
gugat. 'eran tersebut adalah E5A1:F yang dapat di jabarkan
sebagai berikut ,
5 , 5ommunication
5iri khas perawat professional harus dapat berkomunikasi secara
lengkap, akurat dan tepat,dan yang terpenting adalah mampu
berbicara dan menulis bahasa asing minimal bahasa inggris ini di
maksud untuk mengantisipasi terjadinya persaingan pasar bebas.
)4
A , Acti&ity
'rinsip melakukan asuhan keperawatan harus dapat
bekerjasama dengan tman sejawat serta dengan tenaga kesehatan
lainnya. Aktifitas tersebut harus ditunjang dengan menunjukan
suatu kesungguhan dan sikap empati serta bertanggungjawab
terhadap setiap tugas yang di emban.
1 , 1e&iew
'rinsip dalam melaksanakan asuhan keperawatan kepada
klien, perawat harus selalu berpedoman pada nilai-nilai etik
keperawatan dan standar keperawatan yang ada serta ilmu
keperawatan.
: , :ducation
'eningkatan kualitas asuhan keperawatan di masa mendatang,
seorang perawat harus mempunyai komitmen yang tinggi
terhadap profesi dengan jalan secara terus menerus menambah
ilmu melalui pendidikan formal atau informal sampai pada suatu
keahlian tertentu.
)"
0aktor-faktor yang
mempengaruhi
kinerja,
!. Moti&asi
3. (emampuan
). (epuasan kerja
*. +ingkat stress
5. (ondisi fisik pekerjaan
.. Aspek ekonomi
#. /ystem kompetisi
4. /uper&isi
". %eban kerja
(arakteristik perawat
,
!. Amur
3. 'endidikan
). Masa kerja
E. +erangka teri
0aktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan di rumah sakit 1oemani /emarang.
*6
Asuhan
keperawatan
dirumah sakit
/umber , 2andoko,366!$
*!
F. +erangka knsep
0aktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan di rumah sakit 1oemani /emarang.
0aktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja,
!. /uper&isi ruangan
3. (apasitas
pekerjaan
). Moti&asi
dalam pekerjaan
Asuhan keperawatan
di rumah sakit
karakteristik
perawat
umur,pendidikan,masa
kerja
/umber , /uyanto,3664$
+eterangan
Area penelitian
2. 3aria#e( pene(itian
!. =ariabel independent , faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat.
3. =ariabel dependent , pemberian asuhan keperawatan dirumah sakit.
*3
4. 4iptesa
!. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan di rumah sakit.
3. Ada hubungan antar moti&asi dengan kinerja perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan dirumah sakit 1oemani /emarang
). Ada hubungan antara super&isi dengan kinerja perawat
dalam membeerikan asuhan keperawatan dirumah sakit 1oemani
/emarang
*. Ada hubungan antara kapasitas pekerjaan dengan kinerja perawat
dalam memberikan asuhan keperawatan dirumah sakit 1oemani
/emarang.