Anda di halaman 1dari 12

MENENTUKAN JARI-JARI DAN MUATAN LISTRIK ELEKTRON DARI

EKSPERIMEN TETES MINYAK MILIKAN


Vina Puji Lestari
1
, Faridhatul Khasanah
2
, Ihfadni Nazwa
3
, Imroatul Maghfiroh
4
,
Yousida Hariyani
5

Laboratorium Fisika Radiasi, Departement Fisika,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Jalan Mulyorejo,
Surabaya
email: vina_pujilestari@yahoo.com



Abstrak

Dari eksperimen kali ini, dilakukan suatu pengukuran muatan listrik melalui tetes minyak yang disebut
dengan tetes minyak milikan.Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan jari-jari dan muatan
listrik elektron suatu minyak milikan serta membuktikan bahwa muatan listrik terkuantisasi secara
diskret.Adapun peralatan yang disusun dalam eksperimen ini adalah sistem peralatan yang dahulu diperkenalkan
oleh R.A Milikan pada tahun 1913.Dengan eksperimennya,beliau dapat membuktikan dengan tepat suatu muatan
elektron.Metode yang digunakan dalam eksperimen ini adalah dengan cara metode kesetimbangan dan dinamis.
Eksperimen ini dilakukan dengan prinsip menyemprotkan minyak ke dalam tabung melingkar yang terdiri atas
dua keping sejajar yang telah diberi suatu tegangan listrik.Cahaya diatur agar ruang pengamatan yang dilihat
melalui mikroskop mendapatkan cahaya.Selanjutnya,ditentukan tetesan minyak yang akan dijadikan objek dan
mencatat waktu yang dibutuhkan butiran minyak untuk naik dan turun dengan skala yang ditentukan serta
tegangan yang diperlukan untuk turun pada skala tersebut. Dari hasil pengamatan metode
kesetimbangan,diperoleh nilai muatan listrik elektron yakni 5,489 x 10
19
C,sedangkan dengan metode dinamis
yakni 0,535 x 10
19
C .Dari hasil tersebut,muatan elektron bersifat diskret yang merupakan kelipatan bilangan
bulat muatan dasar elektron (1,6 x


Keywords: minyak milikan,muatan listrik elektron
1 Pendahuluan
Pada tahun 1913,seorang ilmuwan bernama Robert Andrews Milikan mendapatkan jawaban atas
eksperimennya.Percobaan yang dilakukannya dikenal dengan nama oil drop atau tetes minyak milikan.Selama
kurang lebih tujuh tahun Milikan melakukan percobaan tetes minyak karena ingin mengetahui seberapa besar
muatan listrik yang ada pada sebuah elektron.Dalam eksperimennya,beliau mengamati beribu-ribu tetes
minyak dan mengamatinya pada ruang pengamatan yang dipengaruhi medan listrik homogen dari plat
kapasitor.Muatan listrik adalah muatan sebuah elektron sebagai muatan elementer. R.A Milikan melakukan
percobaan dengan meneteskan minyak melelui dua plat logam dengan beda potensial yang diatur agar gaya
elektrostatis mampu menghentikan tetes minyak.
Pada eksperimen tersebut,jatuhan minyak akan mengalami percepatan kebawah oleh karena adanya
gaya gravitasi.Sedangkan ketika gerak tersebut dipengaruhi oleh beda potensial maka akan menghambat gaya
gravitasi sehingga terjadi gaya stokes yang disebabkan nilai viskositas yang dimilki fluida.Dalam hal ini,gerak
muatan elektron dipengaruhi oleh gaya gravitasi,gaya Archimedes dan gaya Stokes.Gaya Stokes adalah gaya
yang melawan gaya gravitasi atau gaya penghambat dan erat hubungannya dengan viskositas fluida
(kekentalan).Gaya gravitasi adalah gaya gerak ke arah bumi dan gaya Archimedes adalah gaya gerak ke
atas.Gaya penghambat yang terjadi merupakan keseimbangan gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik
antara kedua plat konduktor.Dari pengamatannya,beliau memberikan bukti yang kuat bahwa elektron terkecil
memiliki ukuran yang sama.Dan dari eksperimennya ini,R.A. Milikan memenangkan penghargaan Nobel
dalam Fisika pada tahun 1923 karena isolasi dan pengukuran muatan elektron.

[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

2 Dasar Teori
Untuk dapat mengukur muatan elektron,digunakan eksperimen yang disebut tetes minyak
milikan.Tetes minyak milikan merupakan eksperimen yang menunjukkan bahwa muatan elektron bermuatan
diskret yang artinya gaya ke bawah dan pada tetes minyak milikan (percepatan ke bawah) akan terhambat oleh
gaya Stokes.Menurut stokes, bila sebuah benda dilepaskan tanpa kecepatan awal di dalam fluida, benda mula-
mula akan mendapatkan kecepatan. Eksperimen tetes minyak milikan ini pertama kali diperkenalkan oleh
Robert Andrews Milikan tahun 1913. Beliau melakukan penelitian dengan menyeimbangkan gaya-gaya antara
gaya gravitasi,gaya Archimedes,dan gaya Stokes pada suatu tetes kecil minyak yang berada diantara dua
keping plat sejajar.Dengan mengetahui medan listriknya,maka muatan yang jatuh pada tetes minyak dapat
diketahui.Pada prinsipnya,percobaan ini terdiri dari dua plat logam yang disusun horizontal yang kemudian
disemprot dengan minyak pada lubang kecil diantara kedua plat. Cahaya dan teleskop diatur agar cahaya yang
dipantulkan oleh butiran minyak dapat diterima oleh teleskop.Butiran minyak ini seolah-olah bergerak keatas
pada saat diamati,padahal yang sebenarnya terjadi butiran minyak ini bergerak ke bawah karena pengaruh
gaya gravitasi.Gerak ke bawah butiran minyak disebabkan karena belum adanya beda potensial atau tegangan
yang mempengaruhi tetesan minyak.Pada kedua plat,jika plat atas diberi potensial positif dan plat bawah
diberi potensial negatif maka diantar plat tersebut akan timbul medan listrik yang homogen.Dengan mengatur
beda potensial antar plat,dapat diamati butiran minyak tersebut tetap diam.Pada keadaan ini berlaku
kesetimbangan gaya berat,gaya apung (Archimedes),dan gaya listrik. Dari ketiga gaya ini,dapat dituliskan
persamaan untuk menentukan muatan elektron (q),yaitu:

Keadaan Pertama
Medan listrik E dianggap tidak ada diantara dua keping sejajar.Tetes minyak jatuh dan melalui keping
bawah disebabkan pengaruh gaya gravitasi dan diperlambat oleh gaya Stokes dan Archimedes.Dan gaya yang
bekerja adalah:
1. Gaya gravitasi:

(1)
2. Gaya Archimedes:

(2)
3. Gaya Stokes:

(3)

Keterangan:



Resultan gaya yang terjadi pada tetesan minyak adalah:

(4)
Jika


maka persamaan menjadi:

(5)
Bila

,maka resultan gaya tetes minyak adalah:


(6)
Atau

(7)

[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

Keadaan Kedua
Plat sejajar dialiri medan listrik sehingga tetes minyak bergerak ke atas dengan kecepatan

Jika
tegangan antar plat adalah U dan jarak d, maka E= U/d dengan gaya yang bekerja adalah:

(8)
Atau

(9)
Untuk tetes minyak yang melayang antara plat sejajar dan dipengaruhi medan listrik E,maka:

(10)
Dari persamaan diatas,terdapat dua metode untuk menentukan muatan elektron:
1. Mengukur kecepatan jatuh bebas

sebelum diberikan medan listrik dan mengukur

sehingga tetes
minyak diam diantara dua plat.Sehingga dapat disubtitusikan ke persamaan (7) dan (10),maka:

dengan d=6 mm (11)


2. Mengukur kecepatan jatuh tetes minyak milikan dalam ruang bebas medan listrik

dan kecepatan naik


pada tegangan tentu

.Dengan subtitusi persamaan (7) dan (9) diperoleh:



(12)
Dalam meningkatkan kedekatan nilai terukur dengan referensi dalam percobaan Milikan, digunakan faktor
koreksi Cunningham sebagai berikut : Andaikan muatan terkoreksi q
C
dan tekanan udara p (mbar), maka
koreksi persamaan pada metode 1 dan 2 dapat diberikan dalam :

(13)
dimana b adalah suatu konstanta yang diperoleh dari solusi grafis 6,13 x 10
-6
cmHg.m
Nilai q yang telah didapt diatas,selanjutnya digunakan untuk menentukan banyaknya butiran dengan:

(14)
3 Metode Eksperimen
3.1 Alat
Dalam eksperimen ini diperlukan peralatan,yakni:

1. Peralatan Milikan (Leybold 55941)
2. Power Supply
3. Minyak Pengisi
4. Pengukur waktu (stopwatch)
5. Kabel penghubung

[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

3.2 Prosedur Eksperimen
Adapun prosedur yang dilakukan dalam eksperimen ini adalah:

1. Mengatur alat dan mengatur sumber tegangan
2. Menyemprotkan minyak ke dalam platbsejajar dengan memompa sehingga minyak dapat melalui celah
kecil.
3. Mengatur posisi teropong untuk mengamati dengan jelas tetesan minyak
4. Mengamati 1 dari banyaknya minyak yang disemprotkan.Kemudian menentukan waktu (Ta=naik ;
Tb=turun) yang dibutuhkan serta kecepatan tetesan tersebut ketika naik dan turun.
5. Data yang diperlukan selanjutnya,adalah mengalirkan tegangan listrik pada dua plat sejajar sehingga
dihasilkan medan listrik yang menahan minyak agar posisinya diam.
6. Saat posisi tetesan diam,amati berapa tegangan (U
1
) yang tercatat pada voltmeter.
7. Kemudian untuk mengukur diameter dan muatan listrik tetesan minyak dilakukan dengan memperbesar
tegangan listriknya sehingga tetes minyak bergerak berlawanan arah gravitasi.
8. Catat waktu yang dibutuhkan tetes minyak (U
2
).
9. Ulangi percobaan tersebut untuk butiran tetes minyak yang lain.

4 Data Hasil Eksperimen

Tabel Data 1
Tetes minyak ke : 1
Jumlah skala (x) : 10 skala = 5.33 x 10
-4
m
No
Waktu (sekon) Tegangan (volt)
Naik (Ta) Turun (Tb) Tetes Minyak Diam (U1) Tetes Minyak akibat M.Listrik(U2)
Loop-1 00:00:04:05 00:00:03:01 300 600
Loop-2 00:00:04:00 00:00:04:05 350 600
Loop-3 00:00:04:10 00:00:03:20 190 600

Tabel Data 2
Tetes minyak ke : 2
Jumlah skala (x) : 10 skala = 5.33 x 10
-4
m
No
Waktu (sekon) Tegangan (volt)
Naik (Ta) Turun (Tb) Tetes Minyak Diam (U1) Tetes Minyak akibat M.Listrik (U2)
Loop-1 00:00:09:31 00:00:09:31 320 600
Loop-2 00:00:07:02 00:00:08:95 230 600
Loop-3 00:00:08:28 00:00:08:28 360 600



[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

5 Pembahasan
Tetes minyak milikan merupakan eksperimen yang dilakukan dalam menunjukkan bahwa muatan
elektron bersifat diskret (gaya ke bawah) dan tetes minyak akan terhambat oleh gaya Stokes.Tujuan
dilakukannya eskperimen ini adalah untuk menentukan besar jari-jari tetesan minyak dan menentukan nilai
muatan listrik elektron.Pada prinsipnya,ketika minyak disemprotkan maka butiran minyak bergerak
menumbuk partikel cahaya yang kemudian menyebabkan elektron memiliki energi yang diperoleh dari foton
cahaya tersebut.Butiran-butiran minyak akan bergerak turun karena adanya pengaruh gaya gravitasi dan
setelah diberikan tegangan,butiran minyak tersebut akan bergerak naik disebabkan oleh gaya luar berupa
medan listrik yang sangat kuat sehingga nilainya akan lebih besar dari gaya gravitasi.Pada eksperimen
ini,teleskop bersifat nyata,terbalik dan diperbesar sehingga bayangan yang terbentuk pada lensa okuler
seakan-akan butiran minyak tersebut mengarah ke atas saat dalam pengaruh gaya gravitasi padahal
kenyataannya pergerakan butiran minyak tersebut mengarah ke bawah. Dan sebaliknya,ketika diberikan suatu
tegangan, seolah-olah pergerakan butiran minyak tersebut mengarah ke bawah,sebenarnya butiran tersebut
bergerak ke atas karena kuatnya medan listrik yang menarik butiran tersebut ke atas.
Pada prosesnya,ketika butiran minyak bergerak ke atas dan mencapai batas garis atas untuk
membelokkan pergerakan minyak,maka diputar tombol untuk memeberikan tegangan diantara kedua plat
sehingga timbul medan listrik yang dapat membelokkan pergerakan butiran minyak dari batas atas menuju
batas bawah.Data yang tercatat adalah pergerakan dari tetesan minyak dalam skala tertentu dengan mencatat
lama waktu yang dibutuhkan agar dapat menentukan kecepatan (v
1
) butiran minyak.Dari hasil analisis
terlampir,diketahui kecepatan tetes minyak adalah (0,87 0,094) 10
-4
m/s.Dari diketahuinya kecepatan,dapat
ditentukan besar jari-jari tetes minyak yakni (0,90 0,149) 10
-6
m. Eksperimen dilanjutkan dengan
mengalirkan arus listrik antara kedua plat hingga dapat diamati tetesan minyak tersebut diam dan yang
berperan pada kasus ini adalah hukum kesetimbangan yakni tetesan minyak akan mengalami gaya gravitasi
dan gaya listrik yang arahnya berlawanan. Dari hukum kesetimbangan ini,dapat digunakan untuk menentukan
besar muatan listrik butiran minyak. Dan adapun hasil perhitungan muatan listrik adalah 5,489 x 10
-19
C dan
bersifat diskret karena merupakan kelipatan bilangan bulat muatan e = 1,6 x 10
-19
C dan hasil analisis
menyatakan kelipatan bilangan bulat n 3 .Selanjutnya,aliran listrik pada plat tersebut diperbesar dan hingga
tetes minyak bergerak melawan gaya gravitasi dan kecepatan tetes minyak (v
2
) sebesar (0,869 0,043) 10
-4

m/s. Dengan diketahuinya bahwa prinsip ini merupakan jumlah dari gaya gravitasi dan gaya Stokes maka
dapat ditentukan besar muatan listrik yaitu 0,535 x 10
-19
C. dan diketahui besar muatan listrik adalah kelipatan
bilangan bulat n .
Dari hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa semakin besar tegangan yang diberikan maka akan
semakin besar pula muatan listriknya.Presentase kesalahan ketika dibandingkan dengan referensi memberikan
hasil sebesar 0,10 % dan 0,04 %
Presentase kesalahan tersebut menunjukkan bahwa hasil eksperimen berbeda dengan referensi (1,6 x 10
-19
C)
dan ini dapat disebabkan oleh:
1. Pengamatan tetes minyak yang kurang teliti.
2. Fokus mata yang mulai berkurang setelah beberapa waktu pengamatan
3. Pengukuran waktu dalam menekan tombol stopwatch saat start dan stop yang kurang tepat
4. Pembacaan tegangan yang kurang teliti
5. Adanya human dan analisis error yang sangat mempengaruhi hasil eksperimen.
[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

6 Tugas Akhir
1. Jari-jari tetes minyak yang diperoleh pada eksperimen ini adalah sebesar (0,90


dan (0,907


2. Muatan listrik pada tetes minyak dengan metode 1 = 5,489


Muatan listrik pada tetes minyak dengan metode 2 = 0,535


Elektron yang terdapat dalam masing-masing minyak adalah = 1,6003

C dan 1,6027

C
Perbandingan dengan referensi menghasilkan persentase kesalahan sebesar =0,10 %
Perbandingan dengan referensi menghasilkan persentase kesalahan sebesar =0,04 %
7 Kesimpulan
1. Muatan listrik yang terkuantisasi pada eksperimen ini bersifat diskret,karena merupakan bilangan
bulat elektron dasar (e = 1,6 x 10
-19
C) dengan n 3 dan n 0
2. Jari-jari muatan dari hasil analisis data memberikan hasil sebesar (0,90

dan
(0,907


3. Muatan listrik minyak adalah 5,489

dan 0,535


8 Saran
Diharapkan pengukuran beulang untuk kedepannya agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan
meningkatkan akurasi nilai yang teramati dengan referensi yang ada.
9 Daftar Pustaka

Alonso m. Finn. 1992. Dasar-Dasar Fisika Universitas Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga
Giancoli, Douglas C.2001. Fisika Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Krane,Kenneth S. 1992. Fisika Modern. Alih bahasa: Hans J.Wospakrik dan Sofia Niksolihin, Jakarta:
Penerbit Universitas Indonesia




[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

10 Lampiran
10.1 Lampiran 1 (Analisis Data)

Nilai Rata-Rata dari Data Pengamatan
Pengukuran
Waktu (sekon) Tegangan (volt)
t Naik (s) t Turun (s) U1 U2
Loop-1 6.9 6.16 310 600
Loop-2 5.31 6.5 290 600
Loop-3 6.19 5.75 275 600
Rata-rata 6.13 6.136 291.6 600

10.1.1 Analisis Data Metode Kesetimbangan
Pengukuran x (Jumlah skala) t (waktu) (s) x
2
t
2

Loop-1 10 6.9 100 47.61
Loop-2 10 5.31 100 28.19
Loop-3 10 6.19 100 38.31
Jumlah 30 18.4 300 114.11
Rata-rata 10 6.13 100 38.03

1). Menentukan Kecepatan Tetes Minyak




Jadi jumlah skala adalah (10 0)




Jadi waktu yang diperlukan adalah
Kecepatan tetes minyak (v
1
) adalah:

,Dengan s =


[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

| || |

| ||
|

| || |

| ||
|

| || |

| ||
|

|||

m/s
Jadi kecepatan tetes minyak adalah (0,87

m/s
2). Menentukan Jari-jari Tetes Minyak

m


|

| |

|
|

]| |

|
|

| |

|
|

| |

|
|

|
[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

m
Jari -jari tetes minyak adalah = (0,90

m
3). Menentukan Nilai Muatan Listrik Elektron
[

)(
(


Nilai muatan elektron adalah (5,489


Muatan listrik merupakaan dikret (terkuantisasi),yakni kelipatan bilangan bulat dari muatan dasar
e =

yang dirumuskan dengan:






10.1.2 Analisis Data Metode Kesetimbangan
Pengukuran x (Jumlah skala) t (waktu) (s) x
2
t
2

Loop-1 10 6.16 100 47.61
Loop-2 10 6.50 100 28.19
Loop-3 10 5.75 100 38.31
Jumlah 30 18.408 300 113.25
Rata-rata 10 6.136 100 37.75

1). Menentukan Kecepatan Tetes Minyak



[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014


Jadi jumlah skala adalah (10 0)




Jadi waktu yang diperlukan adalah
Kecepatan tetes minyak (v
1
) adalah:

,Dengan s =

| || |

| ||
|

| || |

| ||
|

| || |

| ||
|

|||

m/s
Jadi kecepatan tetes minyak adalah (0,869

m/s
2). Menentukan Jari-jari Tetes Minyak

m


[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

|

| |

|
|

]| |

|
|

| |

|
|

| |

|
|

m
Jari -jari tetes minyak adalah = (0,907

m
3). Menentukan Nilai Muatan Listrik Elektron


Nilai muatan elektron adalah (


Muatan listrik merupakaan dikret (terkuantisasi),yakni kelipatan bilangan bulat dari muatan dasar
e =

yang dirumuskan dengan:






[TETES MINYAK MILIKAN]
March 18, 2014

Hasil perolehan analisis diatas kemudian dikoreksi dengan koreksi Cunningham,dengan persamaan


Maka:
Metode Kesetimbangan

)


Metode Dinamis

)


Untuk menghitung jumlah muatan elektron pada tetes minyak (N):






Maka akan diperoleh