Anda di halaman 1dari 5

Optik Geometri

Teori Cahaya
1. Sir Isaak Newton teori emisi = kec cahaya 3 x 10
8
m/s
2. Christian Huygens teori eter alam = perambatan cahaya sama dengan bunyi
3. Thomas Young dan Augustine Fresnell cahaya membelok & interferensi
4. Jean Leon Foucault kec cahaya di zat cair < kec cahaya di udara
5. James Clark Maxwell cahaya merupakan gel elektromagnetik
Sifat Gelombang Cahaya
Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik. Cahaya
dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x 10
8
m/s.
Sifat2 cahaya :
Dapat mengalami pemantulan (refleksi)
Dapat mengalami pembiasan (refraksi)
Dapat mengalami pelenturan (difraksi)
Dapat dijumlahkan (interferensi)
Dapat diuraikan (dispersi)
Dapat diserap arah getarnya (polarisasi)
Bersifat sebagai gelombang dan partikel
Sifat sifat gelombang cahaya
Tidak memerlukan medium.
Merambat dalam suatu garis lurus.
Kecepatan terbesar di dalam vakum (ruang hampa), yaitu 3 x 10
8
m/s
Kecepatan di dalam medium lain lebih kecil daripada kecepatan di dalam vakum
Kecepatan cahaya didalam vakum adalah absolut, tidak tergantung pada pengamat.

Macam-macam pemantulan
Pemantulan teratur, yaitu bila cahaya mengenai permukaan yang datar
Pemantulan baur, yaitu bila cahaya mengenai permukaan yang tidak rata
Hukum pemantulan (snellius) :
1. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
2. Sudut datang = sudut pantul


Pemantulan Sempurna
Pada sudut kecil boleh dikatakan semua sinar dibiaskan
Ketika sudut bias mencapai 90
0
, seluruh sinar dipantulkan oleh bidang batas
Sudut 90
0
disebut juga sudut kritis atau sudut batas
Pemantulan sempurna hanya dapat terjadi jika cahaya datang dari zat yang mempunyai kerapatan
lebih besar ke zat yang mempunyai kerapatan lebih kecil.
Jika i
k
menyatakan sudut kritis dan n
m
menyatakan indeks bias medium, maka :



Pembiasan Cahaya
Pembiasan cahaya adalah pembelokan arah rambat cahaya. Pembiasan cahaya terjadi jika
cahaya merambat dari suatu medium menembus ke medium lain yang memiliki kerapatan yang
berbeda. Misalkan dari udara ke kaca, dari air ke udara dan dari udara ke air.
Hukum Snellius pada pembiasan

m
k
n
i
1
sin
Indeks Bias
Indeks bias suatu zat adalah perbandingan cepat rambat cahaya di ruang hampa dengan
cepat rambat cahaya dalam zat tersebut

Indeks bias suatu zat dapat dicari dengan cara metode snellius ( lihat gambar)
Persamaan umum snellius tentang pembiasan adalah :



Dimana :
* n
1
dan n
2
menyatakan indeks bias medium 1 dan 2
* v
1
dan v
2
menyatakan kecepatan merambat cahaya dalam medium 1 dan 2
Pada pembiasan cahaya berlaku:
n
1
sin i = n
2
sin r
n
1
V
1
= n
2
V
2

n
1
.
1
= n
2
.
2

f
1
= f
2

Keterangan:
n
1
, n
2
= indek bias medium 1 dan 2
v
1
, v
2
= cepat rambat cahaya dalam medium 1 dan 2
f
1
, f
2
= frekuensi cahaya dalam medium 1 dan 2
i = sudut datang
r = sudut bias

2
1
1
2
sin
sin
v
v
n
n
r
i

Pembiasan cahaya pada kaca plan-paralel

Pembiasan pada Prisma
Prisma adalah benda optik berbentuk segitiga atau piramit

C. Pembiasan cahaya pada prisma
sudut deviasi :
= i
1
+ r
2
-
= r
1
+ i
2

Deviasi minimum :
i
1
= r
2
dan r
1
= i
2


sangat kecil
( < 15
0
)

m
= (n
2
/n
1
1)
Dispersi cahaya
=
u
-
m

= (n
u
n
m
). prisma di udara, deviasi minimum dan kecil



Dispersi Cahaya
Dispersi cahaya adalah penguraian warna-warna cahaya. Suatu berkas sinar putih bila melalui prisma
akan terurai menjadi warna merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu (perhatikan gambar)
Penyebab dispersi cahaya
Dispersi cahaya terjadi karena setiap warna cayaha memiliki panjang gelombang yang
berbeda sehingga sudut biasnya berbeda-beda.
Cahaya putih terdiri dari gabungan beberapa warna, yaitu merah, hijau dan biru.
Putih disebut warna polikromatik, yaitu warna cahaya yang masih bisa diuraikan lagi menjadi
warna-warna dasar.
Merah, hijau dan biru merupakan warna dasar atau warna monokromatik, yaitu warna
cahaya yang tidak dapat diuraikan kembali.