Anda di halaman 1dari 33

Setiap saat kita berinteraksi dengan manusia.

Sebagian besar kegiatan


komunikasi yang kita lakukan dalam konteks komunikasi antarpribadi. Interaksi
antarmanusia dilakukan dengan berkomunikasi. Tanpa komunikasi interaksi antar
manusia menjadi sesuatu hal yang muskil. Komunikasi antar pribadi adalah sesuatu
yang kita lakukan setiap hari. Komunikasi antar pribadi tersebut berlangsung baik
secara perorangan, kelompok maupun organisasi. Simaklah beberapa contoh berikut :
o Berbicara dengan teman sekampus
o Menjawab pertanyaan dosen
o Mengirim pesan melalui SMS
o Menjawab e mail dari seorang teman
o Memperbaiki hubungan dengan teman
o utus hubungan dengan pacar
o Mengirim surat lamaran pekerjaan
o Memberikan perintah
!ontoh"contoh di atas berlangsung dalam situasi komunikasi antarpribadi.
Memahami interaksi tersebut diatas merupakan bagian yang esensial dalam pokok
bahasan ini. Keahlian berkomunikasi antarpribadi menjadi sesuatu yang mutlak dalam
kehidupan manusia. Sebagi contoh, sur#ey terhadap $%%% orang berumur diatas $&
tahun yang dilakukan di 'merika. (alam sur#ey tersebut )*+ responden mengatakan
ketidakmampuan berkomunikasi secara e,ekti, merupakan penyebab utama dari
perceraian.
Selain itu, keahlian berkomunikasi antarpribadi bagi para pekerja, manager
maupun para pro,essional juga memegang peranan penting. Sebuah studi yang
dilakukan oleh !ollegiate -mployment .esearches Institute o, Michigan State
/ni#ersity pada )%% pekerja, menyebutkan bahwa kemampuan berbicara dan menulis
dengan baik, kemampuan berkomunikasi antarpribadi dengan baik adalah kemampuan
yang mutlak dimiliki oleh para lulusan.
Memahami komunikasi antarpribadi secara mendalam, diperlukan pemahaman
tentang karakteristik, bentuk dan tujuannya.
$. Karakteristik Komunikasi 'ntarpribadi
Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang
0dyadic primacy), dua orang dalam suatu kelompok 0dyadic coalitions1 maupun
hubungan antara dua orang dimana anda mempunyai kesadaran sebagai bagian dari
sebuah hubungan 0dyadic consciousness1. Sebagai contoh : hubungan antara ibu dan
anak, dua orang sahabat, sepasang kekasih, pegawai dengan atasannya dst.
Komunikasi antarpribadi juga dapat berlangsung antara orang asing atau orang yang
tidak dikenal ketika ingin menanyakan situasi sekitarnya. 2adi tidak selalu terjadi antara
dua orang yang kenal akrab.
3. Bentuk Komunikasi 'ntarpribadi
Seringkali komunikasi antarpribadi dilakukan secara langsung atau tatap muka.
Berbicara dengan teman, berbagi rahasia dengan sahabat, bertukar cerita di meja
makan adalah salah satu interaksi yang sering kita lakukan secara langsung. Berkat
kemajuan teknologi kita dimungkinkan melakukan percakapan secara on"line.
Komunikasi on"line yang utama adalah e"mail, kelompok milis dan chat"group.
(alam e"mail kita biasanya menuliskan pesan pada sebuah program e"mail dan
megirimkannya dari komputer kita melalui modem yang menyalurkan pesan melalui
serangkaian jaringan komputer menuju alamat orang yang kita tuju.
Kelompok milis terdiri atas sekelompok orang yang tertarik pada topik tertentu
dan berkomunikasi melalui e"mail. Secara umum kita menda,tar pada sebuah list dan
berkomunikasi dengan semua anggotanya melalui alamat e"mail pada saat yang
bersamaan.
!hat group, terutama I.!, merupakan kelompok dimana anggotanya dapat
berkomunikasi secara langsung dalam kelompok. Terdapat ribuan grup yang berbeda,
sehingga kita dapat menemukan topic yang kita sukai. Baik chat group maupun milis
memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak pernah kita temui
sebelumnya. Selain itu kita juga dapat belajar aturan"aturan maupun norma"norma
budaya dari grup tersebut.
*. Tujuan Komunikasi 'ntarpribadi
Tujuan komunikasi antarpribadi diantaranya adalah :
o Sebagai sarana pembelajaran. Melalui komunikasi antarpribadi kita belajar untuk
lebih memahami dunia luar atau peristiwa"peristiwa yang terjadi di dunia ini. 4alaupun
sebagian besar in,ormasi tersebut kita dapatkan melalui media massa, in,ormasi
tersebut dapat kita bicarakan melalui komunikasi antarpribadi.
o Mengenal diri sendiri dan orang lain. Melalui komunikasi antarpribadi kita dapat
mengenal diri kita sendiri. (engan membicarakan tentang diri kita sendiri pada orang
lain, kita akan mendapatkan perspekti, baru tentang diri kita sendiri dan memahami
lebih mendalam tentang sikap dan perilaku kita. ersepsi diri kita sebagian besar
merupakan hasil interkasi kita dengan orang lain.
o Komunikasi antarpribadi membantu kita dalam membentuk suatu relasi (person
to person). Karena manusia adalah mahluk social, maka kebutuhan untuk berhubungan
dengan orang lain merupakan kebutuhan yang paling besar.
o Melalui komunikasi antarpribadi kita dapat mempengaruhi indi#idu untuk
melakukan sesuatu sesuai dengan yang kita inginkan.
o Melalui komunikasi antarpribadi kita dapat mengakrabkan diri kita dengan orang
lain.
o Bermain dan mencari hiburan. (alam berkomunikasi tidak selamanya kita selalu
berusaha mempengaruhi orang lain. Kita berkomunikasi juga untuk memperoleh
kesenangan. Bercerita tentang ,ilm yang kita tonton, melontarkan lelucon,
membicarakan hobi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperolah hiburan.
Tujuan"tujuan komunikasi antarpribadi tersebut di atas dapat dilihat dari dua perspekti,,
yaitu :
o Tujuan tersebut dapat dilihat sebagai moti#asi untuk melakukan komunikasi
antarpribadi. (engan demikian, kita melakukan komunikasi antarpersona untuk
memenuhi kebutuhan anda untuk mendapatkan pengetahuan atau untuk membentuk
suatu hubungan.
o Tujuan tersebut dapat dilihat sebagai hasil yang ingin dicapai dari komunikasi
antarpribadi. (engan demikian, kita melakukan komunikasi antarpribadi untuk
mengenal diri kita sendiri lebih baik, mengenal orang lain secara lebih baik pula,
maupun untuk membuat hubungan yang lebih bermakna dan memperolah pengetahuan
tentang dunia luar.
-lemen"-lemen Komunikasi 'ntarpribadi
Komunikasi antarpribadi memiliki elemen sebagai berikut :
Source-Receiver
(alam prosesnya komunikasi antarpribadi melibatkan dua orang. Masing"masing
orang mem,ormulasi dan mengirimkan pesan 0,ungsi source1 serta merasa dan
memahami pesan 0,ungsi recei#er1. 5ubungan source"recei#er tersebut menegaskan
bahwa kedua ,ungsi tersebut diperankan oleh masing"masing indi#idu dalam
komunikasi antarpribadi. 6atar belakang seseorang akan mempengaruhi pesan yang
disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya. endidikan yang dimiliki oleh
lawan bicara kita juga turut mempengaruhi cara kita berkomunikasi.
Encoding-Decoding
-ncoding merupakan proses yang dilakukan untuk memproduksi pesan.Sumber
harus merubah perasaan atau pikiran /ntuk menyampaikan apa yang ada di dalam hati
0perasaan1 atau apa yang ada di dalam kepala 0pikiran1, sumber harus merubah
perasaan atau pikiran tersebut ke dalam seperangkat symbol #erbal maupun non #erbal
yang dapat dimengerti oleh penerima pesan. roses inilah yang disebut penyandian
0encoding1.
(ecoding adalah kebalikan dari encoding, yang merupakan perbuatan untuk
memahami pesan. engalaman masa lalu 0,ield o, e7perience1, rujukan nilai 0,rame o,
re,erence1, pengetahuan, persepsi, pola pikir, perasaan, penerima pesan ini
menerjemahkan atau mena,sirkan seperangkat symbol #erbal maupun non #erbal
menjadi gagasan yang dapat dipahami. roses inilah yang disebut penyandian balik
0decoding1.
Istilah encoding"decoding digunakan untuk menegaskan bahwa kedua akti#itas
tersebut dilakukan oleh kedua belah pihak secara bergantian. Supaya komunikasi
antarpribadi dapat terjadi, pesan harus di encoding dan decoding.
Competence
Kemampuan untuk dapat melakukan komunikasi secara e,ekti, merupakan
kemampuan yang harus dimiliki dalam komunikasi antarpribadi. Kemampuan tersebut
antara lain adalah kemampuan untuk mengetahui pembicaraan yang sesuai
dengan orang yang diajak bicara, pengetahuan tentang aturan dalam tingkah laku non
#erbal 0 misalnya : ketepatan dalam sentuhan, #olume suara, kedekatan ,isik 1
merupakan salah satu kemampuan dalam komunikasi antarpribadi. Singkatnya,
kemampuan antarpribadi meliputi bagaimana mengatur komunikasi berdasarkan
suasana dalam interaksi, siapa yang diajak berinteraksi dst.
Kemampuan berkomunikasi dapat diperoleh melalui obser#asi dan pengalaman.
'da seseorang yang mampu belajar dengan baik sehingga tahu apa yang akan
dikatakan, bagaimana serta kapan waktu untuk berbicara. Memiliki kemampuan
berkomunikasi memudahkan kita untuk membina hubungan dengan orang lain baik itu
di kampus maupun ditempat kerja. Serta memudahkan kita untuk membina hubungan
persahabatan, cinta maupun pertemanan. Kemampuan berkomunikasi juga
menghindarkan diri kita dari rasa rendah diri, depresi dan kesendirian.
Messages
esan merupakan sinyal yang berperan sebagai stimuli untuk penerima pesan,
dapat didengar, dilihat, disentuh, dicium, dirasakan atau dipadukan. Kita berkomunikasi
secara personal melalui bahasa tubuh dan melalui kata"kata. akaian yang kita
kenakan, cara berjalan, duduk, tersenyum mengkomunikasikan siapa diri kita baik
kepada orang lain maupun diri kita sendiri.
Feedback Messages
Keseluruhan dari proses komunikasi antarpribadi adalah kita saling memberi
umpan balik, pesan dikirimkan kembali kepada pembicara atas reaksi yang telah
dikatakan. /mpan balik memberitahukan kepada penanya apa pengaruh dari pesan
bagi pendengarnya. /mpan balik ini digunakan sebagai dasar oleh pembicara untuk
mengatur, memodi,ikasi, memperkuat, menegaskan atau mengubah konteks pesan.
/mpan balik dapat berasal dari diri sendiri atau dari orang lain. Saat
mengirimkan pesan kita juga mendengarkan diri sendiri : kita mendengarkan apa yang
kita katakan, merasakan apa yang kita lakukan dan melihat apa yang kita tulis. Sebagai
tambahan dari umpan balik diri sendiri, kita mendapat umpan balik dari orang lain.
Channel
!hannel adalah media dimana pesan melintas. Bisa dianalogikan sebagai
jembatan yang menghubungkan antara sumber dan penerima.Komunikasi biasanya
menggunakan lebih dari satu saluran. Misalnya pada saat komunikasi empat mata, kita
tidak hanya berbicara dan mendengar tetapi juga menggunakan gesture dan menerima
signal #irtual. Selain itu channel juga dapat rusak. Misalnya, apabila komunikator atau
recei#er buta atau tuli. 5al ini tentu akan menghambat penyampaian pesan.
Noise
8oise adalah gangguan yang terjadi pada saat proses penyampaian pesan dan
dapat menghambat proses komunikasi. 8oise dapat berupa ,isik 0suara gaduh, orang
yang batuk dll1,prasangka maupun kesalahpahaman. Salah satu konsep dalam
memahami noise dan kepentingannya dalam komunikasi adalah signal"to"noise ratio.
Signal yang diberi makna adalah in,ormasi yang dianggap penting dan noise adalah
in,ormasi yang tidak berguna.
Ethics
(ikarenakan adanya konsekuensi atau dampak, komunikasi juga melibatkan
etika. Setiap kegiatan komunikasi memiliki dimensi moral dan norma"norma kebenaran.
roses komunikasi harus dibarengi oleh etika dan juga kee,ekti,an serta kepuasan.
Komunikasi antarpribadi 0interpersonal communication1 adalah komunikasi
antara indi#idu"indi#idu 06ittlejohn, $9991.
Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik yang
melibatkan hanya dua orang secara tatap"muka, yang memungkinkan setiap
pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara #erbal ataupun
non#erbal, seperti suami"isteri, dua sejawat, dua sahabat dekat, seorang guru dengan
seorang muridnya, dan sebagainya.
Steward 6. Tubbs dan Syl#ia Moss 0dalam (eddy Mulyana, 3%%)1 mengatakan
ciri"ciri komunikasi diadik adalah:
: eserta komunikasi berada dalam jarak yang dekat;
: eserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik
secara #erbal maupun non#erbal.
Komunikasi antarpribadi sangat potensial untuk menjalankan ,ungsi instrumental
sebagai alat untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain, karena kita dapat
menggunakan kelima lat indera kita untuk mempertinggi daya bujuk pesan yang kita
komunikasikan kepada komunikan kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan
paling sempurna, komunikasi antarpribadi berperan penting hingga kapanpun, selama
manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap"muka ini membuat
manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat
media massa seperti surat kabar, tele#isi, ataupun lewat teknologi tercanggihpun.
2alaludin .akhmat 0$99<1 meyakini bahwa komunikasi antarpribadi dipengaruhi oleh
persepsi interpersonal; konsep diri; atraksi interpersonal; dan hubungan interpersonal.
: ersepsi interpersonal
ersepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi, atau mena,sirkan
in,ormasi inderawi. ersepi interpersonal adalah memberikan makna terhadap stimuli
inderawi yang berasal dari seseorang0komunikan1, yang berupa pesan #erbal dan
non#erbal. Kecermatan dalam persepsi interpersonal akan berpengaruh terhadap
keberhasilan komunikasi, seorang peserta komunikasi yang salah memberi makna
terhadap pesan akan mengakibat kegagalan komunikasi.
: Konsep diri
Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Konsep diri
yang positi,, ditandai dengan lima hal, yaitu: a. =akin akan kemampuan mengatasi
masalah; b. Merasa stara dengan orang lain; c. Menerima pujian tanpa rasa malu; d.
Menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku
yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat; e. Mampu memperbaiki dirinya karena
ia sanggup mengungkapkan aspek"aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan
berusaha mengubah. Konsep diri merupakan ,aktor yang sangat menentukan dalam
komunikasi antarpribadi, yaitu:
$. 8ubuat yang dipenuhi sendiri. Karena setiap orang bertingkah laku sedapat
mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Bila seseorang mahasiswa menganggap
dirinya sebagai orang yang rajin, ia akan berusaha menghadiri kuliah secara
teratur, membuat catatan yang baik, mempelajari materi kuliah dengan sungguh"
sungguh, sehingga memperoleh nilai akademis yang baik.
3. Membuka diri. engetahuan tentang diri kita akan meningkatkan komunikasi,
dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan
pengetahuan tentang diri kita. (engan membuka diri, konsep diri menjadi dekat
pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita akan lebih
terbuka untuk menerima pengalaman"pengalaman dan gagasan baru.
*. ercaya diri. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai
communication apprehension. >rang yang aprehensi, dalam komunikasi
disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri. /ntuk menumbuhkan percaya diri,
menumbuhkan konsep diri yang sehat menjadi perlu.
<. Selekti#itas. Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena
konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri
0terpaan selekti,1, bagaimana kita mempersepsi pesan 0persepsi selekti,1, dan
apa yang kita ingat 0ingatan selekti,1. Selain itu konsep diri juga berpengaruh
dalam penyandian pesan 0penyandian selekti,1.
: 'traksi interpersonal
'traksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positi, dan daya
tarik seseorang. Komunkasi antarpribadi dipengaruhi atraksi interpersonal dalam hal:
$. ena,siran pesan dan penilaian. endapat dan penilaian kita terhadap orang
lain tidak semata"mata berdasarkan pertimbangan rasional, kita juga makhluk
emosional. Karena itu, ketika kita menyenangi seseorang, kita juga cenderung
melihat segala hal yang berkaitan dengan dia secara positi,. Sebaliknya, jika
membencinya, kita cenderung melihat karakteristiknya secara negati,.
3. -,ekti#itas komunikasi. Komunikasi antarpribadi dinyatakan e,ekti, bila
pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan.
Bila kita berkumpul dalam satu kelompok yang memiliki kesamaan dengan kita,
kita akan gembira dan terbuka. Bila berkumpul dengan denganorang"orang yang
kita benci akan membuat kita tegang, resah, dan tidak enak. Kita akan menutup
diri dan menghindari komunikasi.
: 5ubungan interpersonal
5ubungan interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara
seseorang dengan orang lain. 5ubungan interpersonal yang baik akan
menumbuhkan derajad keterbukaan orang untuk mengungkapkan dirinya, makin
cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya, sehingga makin
e,ekti, komunikasi yang berlangsung di antara peserta komunikasi. Miller 0$9?@1
dalam -7plorations in Interpersonal !ommunication, menyatakan bahwa
AMemahami proses komunikasi interpersonal menuntut hubungan simbiosis
antara komunikasi dan perkembangan relasional, dan pada gilirannya 0secara
serentak1, perkembangan relasional mempengaruhi si,at komunikasi antara
pihak"pihak yang terlibat dalam hubungan tersebut.A
6ebih jauh, 2alaludin .akhmat 0$99<1 memberi catatan bahwa terdapat
tiga ,aktor dalam komunikasi antarpribadi yang menumbuhkan hubungan
interpersonal yang baik, yaitu: a. ercaya; b. sikap suporti,; dan c. sikap terbuka.
Secara umum komunikasi antar pribadi 0K'1 dapat diartikan sebagai
suatu proses pertukaran makna antara orang"orang yang saling berkomunikasi.
Komunikasi terjadi secara tatap muka 0,ace to ,ace1 antara dua indi#idu. (alam
pengertian tersebut mengandung * aspek:
i. engertian proses, yaitu mengacu pada perubahan dan tindakan yang
berlangsung terus menerus.
ii. K' merupakan suatu pertukaran, yaitu tindakan menyampaikan dan
menerima pesan secara timbal balik.
iii. Mengandung makna, yaitu sesuatu yang dipertukarkan dalam proses
tersebut, adalah kesamaan pemahaman diantara orang"orang yang
berkomunikasi terhadap pesan"pesan yang digunakan dalam proses
komunikasi.
(ari ketiga aspek tersebut maka K' menurut 2udy !. earson memiliki karakteristik
sebagai berikut:
$. K' dimulai dengan diri pribadi 0sel,1. Berbagai persepsi komunikasi yang
menyangkut pemaknaan berpusat pada diri kita, artinya dipengaruhi oleh pengalaman
dan pengamatan kita.
3. K' bersi,at transaksional. 'nggapan ini mengacu pada pihak"pihak yang
berkomunikasi secara serempak dan bersi,at sejajar, menyampaikan dan menerima
pesan.
*. K' mencakup aspek"aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. 'rtinya isi pesan
dipengaruhi oleh hubungan antar pihak yang berkomunikasi.
<. komunikasi antarpribadi mensyaratkan kedekatan ,isik antar pihak yang
berkomunikasi.
). K' melibatkan pihak"pihak yang saling bergantung satu sama lainnya dalam proses
komunikasi.
@. K' tidak dapat diubah maupun diulang. 2ika kita salah mengucapkan sesuatu pada
pasangan maka tidak dapat diubah. Bisa memaa,kan tapi tidak bisa melupakan atau
menghapus yang sudah dikatakan.
K' berlangsung antar dua indi#idu, karenanya pemahaman komunikasi dan
hubungan antar pribadi menempatkan pemahaman mengenai komunikasi dalam proses
psikologis. Setiap indi#idu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna
pribadi terhadap setiap hubungan dimana dia terlibat di dalamnya.
5al terpenting dari aspek psikologis dalam komunikasi adalah asumsi bahwa diri
pribadi indi#idu terletak dalam diri indi#idu dan tidak mungkin diamati secara langsung.
'rtinya dalam K' pengamatan terhadap seseorang dilakukan melalui perilakunya
dengan mendasarkan pada persespsi si pengamat. (engan demikian aspek psikologis
mencakup pengamatan pada dua dimensi, yaitu internal dan eksternal. 8amun kita
mengetahui bahwa dimensi eksternal tidaklah selalu sama dengan dimensi internalnya.
Bungsi psikologis dari komunikasi adalah untuk menginterpretasikan tanda"tanda
melalui tindakan atau perilaku yang dapat diamati. roses interpretasi ini setiap indi#idu
berbeda. Karena setiap indi#idu memiliki kepribadian yang berbeda, yang terbentuk
karena pengalaman yang berbeda pula.
Baktor",aktor yang mempengaruhi indi#idu dalam K'
Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa komunikasi antarpribadi dimulai
dari diri indi#idu. Tampilan komunikasi yang muncul dalam setiap kita berkomunikasi
mencerminkan kepribadian dari setiap indi#idu yang berkomunikasi. emahaman
terhadap proses pembentukan keperibadian setiap pihak yang terlibat dalam
komunikasi menjadi penting dan mempengaruhi keberhasilan komunikasi. (alam modul
ini realita komunikasi antarpribadi dianalogikan seperti ,enomena gunung es 0the
communication iceberg1.
'nalogi ini menjelaskan bahwa ada berbagai hal yang mempengaruhi atau yang
memberi kontribusi pada bagaimana bentuk setiap tampilan komunikasi.
Cunung es yang tampak, dianalogikan sebagai bentuk komunikasi yang teramati
atau terlihat 0#isibleDobser#able aspect1 yaitu:
$. interactant, yaitu orang yang terlibat dalam interaksi komunikasi seperti pembicara,
penulis, pendengar, pembaca dengan berbagai situasi yang berbeda.
3. symbol. Terdiri dari symbols 0huru,, angka, kata"kata, tindakan1 dan symbolic
language 0bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dll1
*. media, saluran yang digunakan dalam setiap situasi komunikasi.
Sedangkan bagian bawah gunung es yang menjadi penyangga gunung es itu
tidak tampak atau tidak teramati. Inilah yang disebut sebagai in#isibleDunobser#able
aspect. 2ustru bagian inilah yang penting. 4alaupun tak tampak karena tertutup air, dia
menyangga tampilan gunung es yang muncul menyembul kepermukaan air. Tanpa itu
gunung es tidak akan ada. (emikian halnya dengan komunikasi, di mana tampilan
komunikasi yang teramatiDtampak dipengaruhi oleh berbagai ,aktor yang tidak terlihat,
tapi terasa pengaruhnya, yaitu:
$. meaning 0makna1.
Ketika simbol ada, maka makna itu ada dan bagaimana cara menanggapinya.
Intonasi suara, mimik muka, kata"kata, gambar dsb. Merupakan simbol yang mewakili
suatu makna. Misalnya intonasi yang tinggi dimaknai dengan kemarahan, kata pohon
mewakili tumbuhan dsb.
3. learning.
Interpretasi makna terhadap simbol muncul berdasarkan pola"pola komunikasi
yang diasosiasikan pengalaman, interpretasi muncul dari belajar yang diperoleh dari
pengalaman. Interpretasi muncul disegala tindakan mengikuti aturan yang diperoleh
melalui pengalaman.
engalaman merupakan rangkaian proses memahami pesan berdasarkan yang
kita pelajari. 2adi makna yang kita berikan merupakan hasil belajar.
ola"pola atau perilaku komunikasi kita tidak tergantung pada turunanDgenetik,
tapi makna dan in,ormasi merupakan hasil belajar terhadap simbol"simbol yang ada di
lingkungannya.
" Membaca, menulis, menghitung adalah proses belajar dari lingkungan
,ormal.
" 2adi, kemampuan kita berkomunikasi merupakan hasil learning 0belajar1
dari lingkungan.
*. subjecti#ity.
engalaman setiap indi#idu tidak akan pernah benar"benar sama, sehingga
indi#idu dalam meng"encode 0menyusun atau merancang1 dan men"decode 0menerima
dan mengartikan1 pesan tidak ada yang benar"benar sama.
Interpretasi dari dua orang yang berbeda akan berbeda terhadap objek yang
sama.
<. negotiation
Komunikasi merupakan pertukaran symbol. ihak"pihak yang berkomunikasi masing"
masing mempunyai tujuan untuk mempengaruhi orang lain. (alam upaya itu terjadi
negosiasi dalam pemilihan simbol dan makna sehingga tercapai saling pengertian.
" ertukaran simbol sama dengan proses pertukaran makna.
" Masing"masing pihak harus menyesuaikan makna satu sama lain.
). culture.
" Setiap indi#idu adalah hasil belajar dari dan dengan orang lain.
" Indi#idu adalah partisipan dari kelompok, organisasi dan anggota masyarakat
" Melalui partisipasi berbagi simbol dengan orang lain, kelompok, organisasi dan
masyarakat.
" Simbol dan makna adalah bagian dari lingkungan budaya yang kita terima dan
kita adaptasi.
" Melalui komunikasi budaya diciptakan, dipertahankan dan dirubah.
" Budaya menciptakan cara pandang 0point o, #iew1
@. interacting le#els and conte7t.
Komunikasi antar manusia berlangsung dalam bermacam konteks dan tingkatan.
6ingkup komunikasi setiap indi#idu sangat beragam mulai dari komunikasi antar pribadi,
kelompok, organisasi, dan massa.
?. sel, re,erence.
erilaku dan simbol"simbol yang digunakan indi#idu mencerminkan pengalaman
yang dimilikinya, artinya sesuatu yang kita katakan dan lakukan dan cara kita
menginterpretasikan kata dan tindakan orang adalah re,leksi makna, pengalaman,
kebutuhan dan harapan"harapan kita.
&. sel, re,le7i#ity.
Kesadaran diri 0sel,"cosciousnes1 merupakan keadaan dimana seseorang
memandang dirinya sendiri 0cermin diri1 sebagai bagian dari lingkungan. Inti dari proses
komunikasi adalah bagaimana pihak"pihak memandang dirinya sebagai bagian dari
lingkungannya dan itu berpengaruh pada komunikasi.
9. ine#itability.
Kita tidak mungkin tidak berkomunikasi. 4alaupun kita tidak melakukan apapun
tetapi diam kita akan tercermin dari non#erbal yang terlihat, dan itu mengungkap suatu
makna komunikasi.
Berbagai aspek yang dibahas di atas menegaskan bahwa suatu proses
komunikasi secara ,isik terlihat sederhana, padahal jika kita mellihat pola komunikasi
yang terjadi itu menjelaskan kepada kita sesuatu yang sangat kompleks. 2adi dapat
disimpulkan di sini bahwa komunikasi antarpribadi bukanlah sesuatu yang sederhana.
(alam sudut pandang psikologis K' merupakan kegiatan yang melibatkan dua
orang atau lebih yang memiliki tingkat kesamaan diri. Saat dua orang berkomunikasi
maka keduanya harus memiliki kesamaan tertentu, katakanlah laki"laki dan perempuan.
Mereka secara indi#idual dan serempak memperluas diri pribadi masing"masing ke
dalam tindakan komunikasi melalui pemikiran, perasaan, keyakinan, atau dengan kata
lain melalui proses psikologis mereka. roses ini berlangsung terus menerus sepanjang
keduanya masih terlibat dalam tindak komunikasi.
Manajemen Konlik
.obbins 0$99@1 dalam E>rganiFation Beha#iorA menjelaskan bahwa kon,lik
adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua
pendapat 0sudut pandang1 yang berpengaruh atas pihak"pihak yang terlibat baik
pengaruh positi, maupun pengaruh negati,.
Sedang menurut 6uthans 0$9&$1 kon,lik adalah kondisi yang ditimbulkan oleh
adanya kekuatan yang saling bertentengan. Kekuatan"kekuatan ini bersumber pada
keinginan manusia. Istilah kon,lik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu
perbedaan pendapat, persaingan dan permusuhan.
erbedaan pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. >leh karena
kon,lik bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berarti
kon,lik. ersaingan sangat erat hubungannya denga kon,lik karena dalam persaingan
beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya satu yang mungkin
mendapatkannya. ersaingan tidak sama dengan kon,lik namun mudah menjurus ke
arah kon,lik, terutuma bila ada persaingan yang menggunakan cara"cara yang
bertentengan dengan aturan yang disepakati. ermusuhan bukanlah kon,lik karena
orang yang terlibat kon,lik bisa saja tidak memiliki rasa permusuhan. Sebaliknya orang
yang saling bermusuhan bisa saja tidak berada dalam keadaan kon,lik.
Kon,lik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu negati, akibatnya.
Berbagai kon,lik yang ringan dan dapat dikendalikan 0dikenal dan ditanggulangi1 dapat
berakibat positi, bagi mereka yang terlibat maupun bagi organisasi.
!enis-jenis Konlik
Menurut 2ames '.B. Stoner dan !harles 4ankel dikenal ada lima jenis kon,lik
yaitu kon,lik intrapersonal, kon,lik interpersonal, kon,lik antar indi#idu dan kelompok,
kon,lik antar kelompok dan kon,lik antar organisasi.
Konlik "ntrapersonal
Kon,lik intrapersonal adalah kon,lik seseorang dengan dirinya sendiri. Kon,lik
terjadibila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak
mungkin dipenuhi sekaligus.
Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal"hal
sebagai berikut:
$. Sejumlah kebutuhan"kebutuhan dan peranan"peranan yang bersaing
3. Beraneka macam cara yang berbeda yang mendorong peranan"peranan dan
kebutuhan"kebutuhan itu terlahirkan.
*. Banyaknya bentuk halangan"halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan
tujuan.
<. Terdapatnya baik aspek yang positi, maupun negati, yang menghalangi tujuan"tujuan
yang diinginkan.
5al"hal di atas dalam proses adaptasi seseorang terhadap lingkungannya
acapkali menimbulkan kon,lik. Kalau kon,lik dibiarkan maka akan menimbulkan
keadaan yang tidak menyenangkan.
'da tiga macam bentuk kon,lik intrapersonal yaitu :
$. Kon,lik pendekatan"pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan
yang sama"sama menarik.
3. Kon,lik pendekatan G penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua
pilihan yang sama menyulitkan.
*. Kon,lik penghindaran"penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada satu
hal yang mempunyai nilai positi, dan negati, sekaligus.
Kon,lik Interpersonal
Kon,lik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena
pertentengan kepentingan atau keinginan. 5al ini sering terjadi antara dua orang yang
berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain"lain. Kon,lik interpersonal ini merupakan
suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena kon,lik semacam
ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak
bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.
Kon,lik antar indi#idu"indi#idu dan kelompok"kelompok
5al ini seringkali berhubungan dengan cara indi#idu menghadapi tekanan"tekanan
untuk mencapai kon,ormitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja
mereka.
Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang indi#idu dapat dihukum oleh
kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma"norma produkti#itas
kelompok dimana ia berada.
Kon,lik antara kelompok dalam organisasi yang sama
Kon,lik ini merupakan tipe kon,lik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.
Kon,lik antar lini dan sta,, pekerja dan pekerja G manajemen merupakan dua macam
bidang kon,lik antar kelompok.
Kon,lik antara organisasi
!ontoh seperti di bidang ekonomi dimana 'merika Serikat dan negara"negara lain
dianggap sebagai bentuk kon,lik, dan kon,lik ini biasanya disebut denganpersaingan.
Kon,lik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya
pengembangan produk"produk baru, teknologi baru dan ser#is baru, harga lebih rendah
dan peman,aatan sumber daya secara lebih e,isien.
eranan Kon,lik
'da berbagai pandangan mengenai kon,lik dalam organisasi. andangan tradisional
mengatakan bahwa kon,lik hanyalah merupakan gejala abnormal yang mempunyai
akibat"akibat negati, sehingga perlu dilenyapkan. endapat tradisional ini dapat
diuraikan sebagai berikut :
" Kon,lik hanya merugikan organisasi, karena itu harus dihindarkan dan ditiadakan.
" Kon,lik ditimbulka karena perbedaan kepribadian dan karena kegagalan dalam
kepemimpinan.
" Kon,lik diselesaikan melalui pemisahan ,isik atau dengan inter#ensi manajemen
tingkat yang lebih tinggi.
Sedangkan pandangan yang lebih maju menganggap bahwa kon,lik dapat berakibat
baik maupun buruk. /saha penanganannya harus berupaya untuk menarik hal"hal yang
baik dan mengurangi hal"hal yang buruk. andangan ini dapat diuraikan
sebagai berikut :
" Kon,lik adalah suatu akibat yang tidak dapat dihindarkan dari interaksi organisasional
dan dapat diatasi dengan mengenali sumber"sumber kon,lik.
" Kon,lik pada umumnya adalah hasil dari kemajemukan sistem organisasi
" Kon,lik diselesaikan dengan cara pengenalan sebab dan pemecahan masalah.
Kon,lik dapat merupakan kekuatan untuk pengubahan positi, di dalam suatu organisasi.
(alam padangan modern ini kon,lik sebenarnya dapat memberikan man,aat yang
banyak bagi organisasi. Sebagai contoh pengembangan kon,lik yang positi, dapat
digunakan sebagai ajang adu pendapat, sehingga organisasi bisa memperoleh
pendapat"pendapat yang sudah tersaring.
Seorang pimpinan suatu organisasi pernah menerapkan apa yang disebutnya dengan
Emitra tinjuA ada saat ada suatu kebijakan yang hendak diterapkannya di organisasi
yang dipimpinnya ia mencoba untuk mencari Emitra yang beroposisi dengannyaA.
Kadang kon,lik pun terjadi. 'pakah itu menjadi persoalan bagi dirinya H EBagi saya hal
itu menjadi hal yang positi,, karena saya dapat melihat kebijakan yang dibuat tersebut
dari sisi lain. Saya dapat mengidenti,ikasi kemungkinan kelemahan yang ada dari situ.
Selama kita masih bisa
mentolerir dan dapat mengendalikan kon,lik tersebut ke arah yang baik, hal itu tidak
menjadi masalahA, ujarnya. 5al ini sejalan dengan pendapat yang ditulis oleh .obbins
0$99@1 yang membahas kon,lik dari segi human relations and interactionist perspecti#e.
(ijelaskan bahwa
kon,lik itu adalah hal yang alamiah dan selalu akan terjadi. Kon,lik merupakan bagian
dari pengalaman hubungan antar pribadi 0interpersonal e7perience1 Karena itu bisa
dihindari maka sebaiknya kon,lik dikelola dengan e,ekti,, sehingga dapat berman,aat
dan dapat menciptakan perbedaan serta pembaharuan ke arah yang lebih baik dalam
organisasi.
Kesimpulannya kon,lik tidak selalu merugikan organisasi selama bisa ditangani
dengan baik sehingga dapat :
" mengarah ke ino#asi dan perubahan
" memberi tenaga kepada orang bertindak
" menyumbangkan perlindungan untuk hal"hal dalam organisasi
" merupakan unsur penting dalam analisis sistem organisasi
Baktor",aktor yang mempengaruhi Kon,lik
(apat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu ,aktor intern dan ,actor
ekstern. (alam ,aktor intern dapat disebutkan beberapa hal :
$. Kemantapan organisasi
>rganisasi yang telah mantap lebih mampu menyesuaikan diri sehingga tidak mudah
terlibat kon,lik dan mampu menyelesaikannya. 'naloginya dalah seseorang yang
matang mempunyai pandangan hidup luas, mengenal dan menghargai perbedaan nilai
dan lain"lain.
3. Sistem nilai
Sistem nilai suatu organisasi ialah sekumpulan batasan yang meliputi landasan maksud
dan cara berinteraksi suatu organisasi, apakah sesuatu itu baik, buruk, salah atau
benar.
*. Tujuan
Tujuan suatu organisasi dapat menjadi dasar tingkah laku organisasi itu serta para
anggotanya.
<. Sistem lain dalam organisasi
Seperti sistem komunikasi, sistem kepemimpinan, sistem pengambilan keputusan,
sistem imbalan dan lain"lain. (lam hal sistem komunikasi misalnya ternyata persepsi
dan penyampaian pesan bukanlah soal yang mudah.
Sedangkan ,aktor ekstern meliputi :
$. Keterbatasan sumber daya
Kelangkaan suatu hal yang dapat menumbuhkan persaingan dan seterusnya dapat
berakhir menjadi kon,lik.
3. Kekaburan aturanDnorma di masyarakat
5al ini memperbesar peluang perbedaan persepsi dan pola bertindak.
*. (erajat ketergantungan dengan pihak lain
Semakin tergantung satu pihak dengan pihak lain semakin mudah kon,lik terjadi.
<. ola interaksi dengan pihak lain
ola yang bebas memudahkan pemamparan dengan nilai"nilai ain sedangkan pola
tertutup menimbulkan sikap kabur dan kesulitan penyesuaian diri.
#enanganan Konlik
/ntuk menangani kon,lik dengan e,ekti,, kita harus mengetahui kemampuan diri
sendiri dan juga pihak"pihak yang mempunyai kon,lik. 'da beberapa cara untuk
menangani kon,lik antara lain :
$. Introspeksi diri
Bagaiman kita biasanya menghadapi kon,lik H Caya apa yang biasanya digunakanH
'pa saja yang menjadi dasar dan persepsi kita. 5al ini penting untuk dilakukan
sehingga kita dapat mengukur kekuatan kita.
3. Menge#aluasi pihak"pihak yang terlibat.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui pihak"pihak yang terlibat. Kita dapat
mengidenti,ikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki, bagaimana nilai dan sikap
mereka atas kon,lik tersebut dan apa perasaan mereka atas terjadinya kon,lik.
Kesempatan kita untuk sukses dalam menangani kon,lik semakin besar jika kita meliha
kon,lik yang terjadi dari semua sudut pandang.
*. Identi,ikasi sumber kon,lik
Seperti dituliskan di atas, kon,lik tidak muncul begitu saja. Sumber kon,lik sebaiknya
dapat teridenti,ikasi sehingga sasaran penanganannya lebih terarah kepada sebab
kon,lik.
<. Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan kon,lik yang ada dan memilih
yang tepat.
Spiegel 0$99<1 menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam
penanganan kon,lik :
a. Berkompetisi
Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas
kepentingan pihak lain. ilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu
membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan
pilihan kita sangat #ital. 5anya perlu diperhatikan situasi menang G kalah 0win"win
solution1 akan terjadi disini. ihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi
kon,lik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan G
bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya 0kepentingan organisasi1 di
atas kepentingan bawahan.
b. Menghindari kon,lik
Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi tersebut secara
,isik ataupun psikologis. Si,at tindakan ini hanyalah menunda kon,lik yang terjadi.
Situasi menag kalah terjadi lagi disini. Menghindari kon,lik bisa dilakukan jika masing"
masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, mebekukan kon,lik untuk
sementara. (ampak kurang baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat kon,lik
meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa
masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.
c. 'komodasi
=aitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak
lain mendapat keuntungan dari situasi kon,lik itu. (isebut juga sebagai sel, sacri,ying
beha#iour. 5al ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih utama
atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut.
ertimbangan antara kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal yang utama
di sini.
d. Kompromi
Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut
sama Gsama penting dan hubungan baik menjadi yang uatama. Masing"masing pihak
akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang"
menang 0win"win solution1
e. Berkolaborasi
Menciptakan situasi menang"menag dengan saling bekerja sama. ilihan tindakan ada
pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing"masing tindakan. 2ika terjadi
kon,lik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadai hal
yang harus kita pertimbangkan.
K$NF%"K D&N DEFEN"S"N'&
Kon,lik dapat berupa perselisihan 0disagreement1, adanya ketegangan 0the presence o,
tension1, atau munculnya kesulitan"kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Kon,lik
sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di
mana pihak"pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan
pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masingmasing. Subtanti#e con,licts
merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan kelompok, pengalokasian
sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan
pembagian jabatan pekerjaan. -motional con,licts terjadi akibat adanya perasaan
marah, tidak percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertentangan
antar pribadi 0personality clashes1.
("N)K&( K$NF%"K *%E+E%S $F C$NF%"C(,
Kon,lik yang timbul dalam suatu lingkungan pekerjaan dapat dibagi dalam
empat tingkatan:
$. Kon,lik dalam diri indi#idu itu sendiri
Kon,lik dalam diri seseorang dapat timbul jika terjadi kasus o#erload dimana ia dibebani
dengan tanggung jawab pekerjaan yang terlalu banyak, dan dapat pula terjadi ketika
dihadapkan kepada suatu titik dimana ia harus membuat keputusan yang melibatkan
pemilihan alternati, yang terbaik. erspekti, di bawah ini mengidenti,ikasikan empat
episode kon,lik, dikutip dari
tulisan Thomas I. Banoma dan Cerald Jaltman dalam buku sychology ,or
Management:
$. 'ppriach"approach con,lict, yaitu situasi dimana seseorang harus memilih
salah satu di antara beberapa alternati, yang sarna baiknya.
3. '#oidance"a#oidance con,lict, yaitu keadaan dimana seseorang terpaksa
memilih salah satu di antara beberapa alternati, tujuan yang sama buruknya.
*. 'pproach"a#oidance con,lict, merupakan suatu situasi dimana seseorang
terdorong oleh keinginan yang kuat untuk mencapai satu tujuan, tetapi di sisi lain
secara simultan selalu terhalang dari tujuan tersebut oleh aspek"aspek tidak
menguntungkan yang tidak bisa lepas dari proses pencapaian tujuan itu sendiri.
<. Multiple aproach"a#oidance con,lict, yaitu suatu situasi dimana seseorang
terpaksa dihadapkan pada kasus kombinasi ganda dari approach"a#oidance
con,lict.
3. Kon,lik interpersonal, yang merupakan kon,lik antara satu indi#idual dengan
indi#idual yang lain. Kon,lik interpersonal dapat berbentuk substanti#e maupun
emotional, bahkan merupakan kasus utama dari kon,lik yang dihadapi oleh para
manajer dalam hal hubungan interpersonal sebagai bagian dari tugas manajerial itu
sendiri
*. Kon,lik intergrup
Kon,lik intergrup merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun, dan
kon,lik ini meyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan
dengan tugas"tugas dan pekerjaan. (alam setiap kasus, hubungan integrup harus di"
manage sebaik mungkin untuk mempertahankan kolaborasi dan menghindari semua
konsekuensidis,ungsional dari setiap kon,lik yang mungkin timbul.
<. Kon,lik interorganisasi
Kon,lik ini sering dikaitkan dengan persaingan yang timbul di antara perusahaan"
perusahaan swasta. Kon,lik interorganisasi sebenarnya berkaitan dengan isu yang lebih
besar lagi, contohnya persetisihan antara serikat buruh dengan perusahaan. (alam
setiap kasus, potensi terjadinya kon,lik melibatkan indi#idual yang mewakili organisasi
secara keseluruhan, bukan hanya subunit internal atau group.
K$NF%"K SE-&)&" S.&(. #R$SES
Kon,lik merupakan proses yang dinamis, bukannya kondisi statis. Kon,lik memiliki awal,
dan melalui banyak tahap sebelum berakhir. 'da banyak pendekatan yang baik untuk
menggambarkan proses suatu kon,lik antara lainsebagai berikut :
$. 'ntecedent !onditions or latent !on,lict
Merupakan kondisi yang berpotensi untuk menyebabkan, atau mengawali sebuah
episode kon,lik. Terkadang tindakan agresi dapat mengawali proses kon,lik. 'tecedent
conditions dapat tidak terlihat, tidak begitu jelas di permukaan. erlu diingat bahwa
kondisi"kondisi ini belum tentu mengawali proses suatu kon,lik. Sebagai contoh,
tekanan yang didapat departemen produksi suatu perusahaan untuk menekan biaya
bisa menjadi sumber ,rustasi ketika manager penjualan ingin agar produksi ditingkatkan
untuk memenuhi permintaan pasar yang mendesak. 8amun demikian, kon,lik belum
tentu muncul karena kedua belah pihak tidak berkeras memenuhi keinginannya masing"
masing. (isinilah dikatakan kon,lik bersi,at laten, yaitu berpotensi untuk muncul, tapi
dalam kenyataannya tidak terjadi.
3. ercei#ed !on,lict
'gar kon,lik dapat berlanjut, kedua belah pihak harus menyadari bahwa mereka dalam
keadaan terancam dalam batas"batas tertentu. Tanpa rasa terancam ini, salah satu
pihak dapat saja melakukan sesuatu yang berakibat negati, bagi pihak lain, namun tidak
disadari sebagai ancaman. Seperti dalam kasus dia atas, bila manager penjualan dan
manager produksi memiliki kebijaksanaan bersama dalam mengatasi masalah
permintaan pasar yang mendesak, bukanya kon,lik yang akan muncul melainkan
kerjasama yang baik. Tetapi jika perilaku keduanya menimbulkan perselisihan, proses
kon,lik itu akan cenderung berlanjut.
*. Belt !on,lict
ersepsi berkaitan erat dengan perasaan. Karena itulah jika orang merasakan adanya
perselisihan baik secara aktual maupun potensial, ketegangan, ,rustasi, rasa marah,
rasa takut, maupun kegusaran akan bertambah. (i sinilah mulai diragukannya
kepercayaan terhadap pihak lain, sehingga segala sesuatu dianggap sebagai ancaman,
dan orang mulai berpikir bagaimana untuk mengatasi situasi dan ancaman tersebut.
<. Mani,est !on,lit
ersepsi dan perasaan menyebabkan orang untuk bereaksi terhadap situasi tersebut.
Begitu banyak bentuk reaksi yang mungkin muncul pada tahap ini; argumentasi,
tindakan agresi,, atau bahkan munculnya niat baik yang menghasilkan penyelesaian
masalah yang konstrukti,.
). !on,lict .esolution or Suppression
!on,lict resolution atau hasil suatu kon,lik dapat muncul dalam berbagai cara. Kedua
belah pihak mungkin mencapai persetujuan yang mengakhiri kon,lik tersebut. Mereka
bahkan mungkin mulai mengambil langkah"langkah untuk mencegah terulangnya
kon,lik di masa yang akan datang. Tetapi terkadang terjadi pengacuan 0suppression1
dari kon,lik itu sendiri. 5al ini terjadi jika kedua be2ah pihak menghindari terjadintya
reaksi yang keras, atau mencoba mengacuhkan begitu saja. ketika terjadi perselisihan.
Kon,lik juga dapat dikatakan selesai jika satu pihak berhasil mengalahkan pihak yang
lain.
@. !on,lict 'lternati,
Ketika kon,lik terselesaikan, tetap ada perasaan yang tertinggal. Terkadang perasaan
lega dan harmoni yang terjadi, seperti ketika kebijaksanaan baru yang dihasilkan dapat
menjernihkan persoalan di antara kedua belah pihak dan dapat meminimasik kon,lik"
kon,lik yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Tetapi jika yang tertinggal
adalah perasaan tidak enak dan ketidakpuasan, hal ini dapat menjadi kondisi yang
potensial untuk episode kon,lik yang selanjutnya. ertanyaan kunci adalah apakah
pihak"pihak yang terlibat lebih dapat bekerjasama, atau malah semakin jauh akibat
terjadinya kon,lik.
#EN'E-&- (ER!&D"N'& K$NF%lK
enyelesaian e,ekti, dari suatu kon,lik seringkali menuntut agar ,aktor",aktor
penyebabnya diubah. enyebab terjadinya kon,lik dikelompokkan dalam tiga kategori
besar, yaitu karateristik indi#idual, beberapa kondisi umum yang muncul diantara orang"
orang dan group, serta desain dan struktur organisasi itu sendiri.
K&R&K(ER"S("K "ND"+"D.&%
Berikut ini merupakan perbedaan indi#idual antar orang"orang yang mungkin dapat
melibatkan seseorang dalam kon,lik.
$. 8ilai sikap dan Kepercayaan 0Ialues, 'ttitude, and Balie,s1
erasaan kita tentang apa yang benar dan apa yang salah, dan predisposisi untuk
bertindak positi, maupun negati, terhadap suatu kejadian, dapat dengan mudah menjadi
sumber terjadinya kon,lik. 8ilai"nilai yang dipegang dapat menciptakan ketegangan"
ketegangan di antara indi#idual dan group dalam suatu organisasi. Sebagai contoh,
ketua serikat pekerja cenderung untuk memiliki nilainilai yang berbeda dengan para
manager. (i satu sisi ketua serikat pekerja mengutamakan kesejahteraan tenaga kerja,
sedangkan di sisi yang lain manager
memandang maksimalisasi pro,it sebagai prioritas utama. 8ilai juga bisa menjadi
alasan kenapa orang tertarik untuk bergabung dalam suatu struktur organisasi tertentu.
>rang"orang yang bekerja dalam susunan organisasi yang birokrasi memiliki sikap
yang berbeda dengan orang yang bekerja dalam struktur organisasi yang dinamis.
(alam organisasi birokrat, orang"orang cenderung memiliki toleransi yang rendah
terhadap keterbukaan interprestasi, indi#idualisme, dan nilai"nilai pro,esional. Mereka
cenderung tidak suka berhadapan dengan in,ormasi #ang
kompleks serta menilai otoritas hierarki dan kekuasaan berdasarkan posisi dalam
organisasi.
3. Kebutuhan dan Kepribadian 08eeds and ersonality1
Kon,lik muncul karena adanya perbedaan yang sangat besar antara kebutuhan dan
kepribadian setiap orang, yang bahkan dapat berlanjut kepada perseteruan antar
pribadi. Sering muncul kasus di mana orang"orang yang memiliki kebutuhan kekuasaan
dan prestasi yang tinggi cenderung untuk tidak begitu suka bekerjasama dengan orang
lain, karena mereka menganggap prestasi pribadi lebih penting, sehingga hat ini tentu
mempengaruhi pihak"pihak lain dalam organisasi tersebut.
*. erbedaan ersepsi 0ersptual (i,,erences1
ersepsi dan penilaian dapat menjadi penyebab terjadinya kon,lik. Misalnya saja, jika
kita menganggap seseorang sebagai ancaman, kita dapat berubah menjadi de,ensi,
terhadap orang tersebut. (i satu sisi, ia juga nganggap kita tidak bersahabat, sehingga
potensial terjadinya kon,lik muncul dengan sendirinya. Kon,lik juga dapat timbul jika
orang memiliki persepsi yang salah, misalnya dengan menstereotype orang lain atau
mengajukan tuduhan ,undamental yang salah. erbedaan perstual sering di dalam
situasi yang samar. Kurangnya in,ormasi dan pengetahuan mengenai suatu situasi
mendorong persepsi untuk mengambil alih dalam
memberikan penilaian terhadap situasi tersebut.
F&K($R S"(.&S"
$. Kesempatan dan Kebutuhan Barinteraksi 0>pportunity and 8eed to Interact1
Kemungkinan terjadinya kon,lik akan sangat kecil jika orang"orang terpisah secara ,isik
dan jarang berinteraksi. Sejalan dengan meningkatnya assosiasi di antara pihak"pihak
yang terlibat, semakin mengikat pula terjadinya kon,lik. (alam bentuk interaksi yang
akti, dan kompleks seperti pengambilan keputusan bersama 0joint decision"making1,
potensi terjadinya ko,lik bahkan semakin meningkat.
3. Kebutuhan untuk Berkonsensus 08eed ,or !onsensus1
'da banyak hal di mana para manager dari departemen yang berbeda harus memiliki
persetujuan bersama, hal ini menolong menekan kon,lik tingkat minimum.Tetapi banyak
pula hal dimana tiap"tiap departemen harus melakukan consensus bersama. Karena
demikian banyak pihak yang terlibat dalam masalah"masalah seperti ini, proses menuju
tercapainya konsensus seringkali didahului dengan munculnya kon,lik. Sampai setiap
manager departemen yang terlibat setuju, banyak kesulitan yang akan muncul.
*. Ketergantungan satu pihak kepada ihak lain 0(ependency o, >ne arty to 'nother1
(alam kasus seperti ini, jika satu pihak gagal melaksanakan tugasnya, yang lain juga
terkena akibatnya, sehingga kon,lik lebih sering muncul.
<. erbedaan Status 0Status (i,,erences1
'pabila seseorang bertindak dalam cara"cara yang kongruen denganstatusnya, kon,lik
dapat muncul. Sebagai contoh dalam bisnis konstruksi, para insinyur secara tipikal
sering menolak ide"ide ino#ati, yang diajukan oleh diajukan oleh juru gambar
0(ra,tsmen1 karena meraka menganggap juru gambar memiliki status yang lebih
rendah, sehingga tidak sepantasnya juru gambar menjadi sejajar dalam proses desain
suatu konstruksi.
). .intangan Komunikasi 0!ommunication Barriers1
Komunikasi sebagai media interaksi diantara orang"orang dapat dengan mudah
menjadi basis terjadinya kon,lik. Bisa dikatakan komunikasi oleh pedang bermata dua:
tidak adanya komunikasi dapat menyebabkan terjadinya kon,lik, tetapi disisi lain,
komunikasi yang terjadi itu sendiri dapat menjadi potensi terjadinya kon,lik. Sebagai
contoh, in,ormasi yang diterima mengenai pihak lain akan menyebabkan orang dapat
mengindenti,ikasi situasi perbedaan dalam hal nilai dan kebutuhan. 5al ini dapat
memulai kon,lik, sebenarnya dapat dihindari dengan komunikasi yang lebih sedikit.
@. Batas"batas tanggung jawab dan 2urisdiksi yang tidak jelas 0'mbiguous
tesponsibilites and 2urisdictions1
>rang"orang dengan jabatan dan tanggung ajwab yang jelas dapat mengetahui apa
yang dituntut dari dirinya masing"masing. Ketika terjadi ketidakjelasan tanggung jawab
dan jurisdiksi, kemungkinan terjadinya kon,lik jadi semakin besar. Sebagai contoh,
departemen penjualan terkadang menemukan dan memesan material di saat
departemen produksi mengklaim bahwa hal tersebut tidak diperlukan. Bagian produksi
kemudian akan menuduh departemen penjualan
melangkahi jurisdiksi mereka, sehingga kon,lik pun muncul tak henti"hentinya. 5al ini
dapat menyebabkan terlambatnya dipenuhi permintaan pasar, hilangnya pelanggan,
bahkan mogok kerja.
K$M.N"K&S" &N(&R #R"-&D"
D&N
M&N&!EMEN K$NF%"K
Suwita.
-di. K
-di. 5
agi. M
F&K.%(&S "%M. K$M.N"K&S"
.N"+ERS"(&S #&S.ND&N
-&ND.N)