Anda di halaman 1dari 32

ANTI MALARIA

MALARIA:
PENYAKIT INFEKSI
DENGAN DEMAM PERIODIK
DITULARKAN OLEH NYAMUK ANOPHELES BETINA
DISEBABKAN OLEH PARASIT

Falcifarum
Malariae
Vivax
Ovale
Diagnosis:
Hapusan
Darah
SIKLUS HIDUP
Sporozoit dalam kel.ludah nyamuk
..
Fase Pre-Eritrosit : ( sel parenchim hati)

Skizon jaringan

Merozoit ( ke sirk.darah)

Fase Eritrosit: Eri + skizon matang pecah
Merozoit ke-sirkulasi
mikro/makro gametosis

..
Gamet zygot sporozoit (kel.ludah nyamuk)

Bentuk serangan demamnya:
Fase menggigil :
berlangsung 30 menit1 jam
suhu menjadi 41
Fase panas :
berlangsung 2 6 jam
mengigau (delirium)
Fase berkeringat :
badan terasa letih
ingin tidur
ISTILAH PENTING:
PHASE SCHIZOGONY
PHASE SPOROGONY
RELAPS


Plasmodium merupakan protozoa parasit
dari jenis sporozoa.
Plasmodium sp pada manusia
menyebabkan penyakit malaria dengan
gejala demam, anemia dan spleomegali
(pembengkakan spleen). Dikenal 4
(empat) jenis plasmodium, yaitu :





1.Plasmodium vivax menyebabkan
malaria tertiana (malaria tertiana begigna).
2.Plasmodium malariae menyebabkan
malaria quartana
3.Plasmodium falciparum menyebabkan
malaria topika (malaria tertiana maligna).
4.Plasmodium ovale menyebabkan
malaria ovale.



Malaria menular kepada manusia melalui
gigitan nyamuk Anopheles sp. dalam
siklus hidupnya. Plasmodium sp
berproduksi secara sexual (sporogoni)dan
asexual (schizogon) di dalam host yang
berbeda, host dimana terjadi reproduksi
sexsual, disebut host definitive sedangakn
reproduksi asexual terjadi pada host
intermediate. Reproduksi sexual hasinya
disebut sporozoite sedangkan hasil
reproduksi asexual disebut merozoite.


Daur hidup Plasmodium ada dua, yaitu:
(a) Fase di dalam tubuh nyamuk (fase
sporogoni)

Di dalam tubuh nyamuk ini terlihat
Plasmodium melakukan reproduksi secara
seksual. Pada tubuh nyamuk, spora
berubah menjadi makrogamet dan
mikrogamet, kemudian bersatu dan
membentuk zigot yang menembus dinding
usus nyamuk. Di dalam dinding usus
tersebut zigot akan berubah menjadi
ookinet ookista sporozoit, kemudian
bergerak menuju kelenjar liur nyamuk.
Sporozoit ini akan menghasilkan spora
seksual yang akan masuk dalam tubuh
manusia melalui gigitan nyamuk.



(b) Fase di dalam tubuh manusia (fase
skizogoni)
Setelah tubuh manusia terkena gigitan
nyamuk malaria, sporozoit masuk dalam
darah manusia dan menuju ke sel-sel hati.
Di dalam hati ini sporozoit akan membelah
dan membentuk merozoit, akibatnya sel-
sel hati banyak yang rusak. Selanjutnya,
merozoit akan menyerang atau
menginfeksi eritrosit. Di dalam eritrosit,
merozoit akan membelah diri dan
menghasilkan lebih banyak merozoit.
Dengan demikian, ia akan menyerang
atau menginfeksi pada eritrosit lainnya
yang menyebabkan eritrosit menjadi
rusak, pecah, dan mengeluarkan merozoit
baru. Pada saat inilah dikeluarkan racun
dari dalam tubuh manusia sehingga
menyebabkan tubuh manusia menjadi
demam. Merozoit ini dapat juga
membentuk gametosit apabila terisap oleh
nyamuk (pada saat menggigit) sehingga
siklusnya akan terulang lagi dalam tubuh
nyamuk, demikian seterusnya. Coba Anda
pikirkan fase apakah yang terjadi di dalam
tubuh manusia?

1.Plasmodium vivax menyebabkan malaria
tertiana (malaria tertiana begigna).
2.Plasmodium malariae menyebabkan
malaria quartana
3.Plasmodium falciparum menyebabkan
malaria topika (malaria tertiana maligna).
4.Plasmodium ovale menyebabkan malaria
ovale.



Malaria menular kepada manusia melalui
gigitan nyamuk Anopheles sp. dalam
siklus hidupnya. Plasmodium sp
berproduksi secara sexual (sporogoni)dan
asexual (schizogon) di dalam host yang
berbeda, host dimana terjadi reproduksi
sexsual, disebut host definitive sedangakn
reproduksi asexual terjadi pada host
intermediate. Reproduksi sexual hasinya
disebut sporozoite sedangkan hasil
reproduksi asexual disebut merozoite.

Fase di dalam tubuh nyamuk (fase sporogoni)
Di dalam tubuh nyamuk ini terlihat Plasmodium
melakukan reproduksi secara seksual. Pada tubuh
nyamuk, spora berubah menjadi makrogamet dan
mikrogamet, kemudian bersatu dan membentuk zigot
yang menembus dinding usus nyamuk. Di dalam dinding
usus tersebut zigot akan berubah menjadi ookinet
ookista sporozoit, kemudian bergerak menuju kelenjar
liur nyamuk. Sporozoit ini akan menghasilkan spora
seksual yang akan masuk dalam tubuh manusia melalui
gigitan nyamuk.

Fase di dalam tubuh manusia (fase skizogoni)
Setelah tubuh manusia terkena gigitan nyamuk malaria,
sporozoit masuk dalam darah manusia dan menuju ke
sel-sel hati. Di dalam hati ini sporozoit akan membelah
dan membentuk merozoit, akibatnya sel-sel hati banyak
yang rusak. Selanjutnya, merozoit akan menyerang atau
menginfeksi eritrosit. Di dalam eritrosit, merozoit akan
membelah diri dan menghasilkan lebih banyak merozoit.
Dengan demikian, ia akan menyerang atau menginfeksi
pada eritrosit lainnya yang menyebabkan eritrosit
menjadi rusak, pecah, dan mengeluarkan merozoit baru.
Pada saat inilah dikeluarkan racun dari dalam tubuh
manusia sehingga menyebabkan tubuh manusia
menjadi demam. Merozoit ini dapat juga membentuk
gametosit apabila terisap oleh nyamuk (pada saat
menggigit) sehingga siklusnya akan terulang lagi dalam
tubuh nyamuk, demikian seterusnya
Gol Antibakteri:
Sulfonamid,tetrasiklin,
Spiramisin,azitromisin,
Klindamisin,rifampisin,
Gol Artemisin:
Artemisin,Artemer,
Artesunat
Gol Kuinolin:
Kuinine,kuinidin,primakuin
Klorokuin,amodiakuin,
Meflokuine,halofantrin
Gol Antifolat:
Pirimetamin,
Trimetropim, Proguanil,
Klorprokuanil
KELOMPOK OBAT ANTIMALARIA

P.Falciparum & P.malariae have only one cycle of liver cell
invation, there-after multipication is confined to
erythrocytes.

Infeksi sel hati berhenti spontan < 4 mgg
Terapi ditujukan utk mengeliminasi
parasit erithrocytic.





P.vivax & P. ovale have a dormant hepatic stage, that is
responsible for recurrent infections and relapses after
apperent recovery of the host from the initial infection.

Dibutuhkan obat obat untuk pembasmian/
eradikasi parasit hepatis dan parasit
eritrositik.
SCHIZONTICIDE DARAH
membunuh parasit eritrositik
CHLOROQUINE, MEFLOQUINE, QUININE
EFEKTIVITAS
OBAT
Spesies plasmodium
Tingkat siklus hidup
Resistensi
SCHIZONTICIDE JARINGAN
membunuh skizon di hepar vivax & ovale
PRIMAQUINE Relaps
GAMETOSIT
membunuh gamet
CHLOROQUINE, QUININE, PRIMAKUIN
SPORONTOSID
membunuh spora
PROGUANIL, PYRIMETHAMINE
Schizontisid Darah: Obat obat yang
bekerja pada parasit darah
Cholroquine
Amodiaquine
Quinine
Mefloquine

Schizonticid jaringan: mengeliminasi
bentuk yg sedang berkembang dan juga
dormant dalam sel hati.
Primaquine

Gametocid: membunuh tahap tahap seksual dan
mencegah transmisi ke nyamuk.
- Klorokuin & kuinin vivax & ovale
- Primaquine falciparum

Sporonticid:
Proguanil, Pyrimethamine (anti folate agents)

Obat obat kemoterapi ini diharapkan efektif
membunuh parasit eritrositik sebelum parasit2 ini
tumbuh dlm jumlah yg banyak G.klinis/
penyakit
Parasit penyebab Malaria mempunyai
tahapan tahapan dalam siklus hidupnya
yang kompleks, dan obat obat anti Malaria
bekerja pada beberapa titik (tempat)
dalam siklus tersebut.

Terapi malaria
Serangan klinis :
Dengan skizontosid fase eritrosit tidak
terbentuk skizon baru tidak terjadi
penghancuran eritrosit tidak muncul gejala
klinis
Pengobatan supresi
Membunuh semua parasit dari tubuh dengan
memberikan skintosid darah dlm waktu lama
Pengobatan radikal
Untuk memusnahkan parasit fase eritrosit dan
eksoeritrosit skiontosid darah dan jaringan
(kombinasi)
Pencegahan
Digunakan skizontosid jaringan
RESISTENSI OBAT PADA MALARIA
Adanya parasit yang masih tetap hidup
ataupun mengadakan multiplikasi
walaupun penderita mendapat
pengobatan dengan obat anti malaria

Semua jenis Plasmodium

Sering: Plasmodium falciparum
CHLOROQUINE
Obat utama antimalaria sampai munculnya
resisten P. Falcifarum
< Toksik dibanding turunannya
sebagai antiinflamasi: artritis rematoid & SLE
24-48 jam: gejala (-)
48-72 jam: parasit (-)
IV: hindari
Absorbsi: baik; makanan
antasid, antidiare


Efek Samping

Sakit kepala, g3 GIT, gatal2, g3 penglihatan (distribusi
di melanin >> periksa rutin!)
Jarang: gangguan EKG, rambut memutih
KI: penyakit hepar; psoriasis/porfiria (serangan akut!!!)
Aman untuk bumil dan anak-anak
Mekanisme Kerja
Mencegah polimerisasi heme menjadi
hemozoin. Akumulasi heme intrasel adalah
toksik bagi parasit

QUININE (kulit pohon KINA)
Infeksi berat (P.Falsiparum)
Quinidine: D-rotatory stereoisomer Quinine
Efek samping: (lebih toksik)profilaksis(-)
- Sinkonisme reversibel
(N/V, tinitus, vertigo, visus, flushing)
- hipoglikemi, hipotensi (bila IV cepat)



PRIMAQUINE
Mula kerja lambat, t singkat
Efek samping:
1. Anemia hemolitik akut px def. G6PD
2. Methemogobinemia, Agranulositosis
3. G3 GIT durante coenam

KI: px granulositopenia (artritis rematoid, SLE)
px tx obat hemolisis, depresi sutul
bumil


AGEN ANTI FOLAT
Menghambat enzim dihidrofolat reduktase
plasmodia sintesis purin terhambat
skizon di hati gagal membelah.
Sulfonamid: dihidropteroat sintetase
ES: Anemia makrositik stop/ tx:leukovorin
Fansidar: Pyrimethamine + Sulfadoxine tx
falciparum yg resisten klorokuin (tdk berat)
Kemoprofilaksis dgn antifolat tunggal tdk
dianjurkan sering resisten
P. Falciparum
Chloroquine
Mefloquine
Resisten
Doxycycline/
Chloroquine + Proguanil
Resistens
Multi Obat
P. Vivax/
P. Ovale
Primaquine
Profilaksis
Antimalaria
P. Falciparum
Chloroquine
Quinine +
Fansidar/
Doxycycline/
Clindamycin
Resisten,
Komplikasi (-)
IV monitor
jantung
Resistensi
Komplikasi (+)
P. Vivax/
P. Ovale
Chloroquine
G6PD N
Primaquine
Pengobatan
Antimalaria
Tanpa Komplikasi: Kloroquine
Fansidar Quinine/ Mefloquinine
Quinine/ Artesunat
Relaps : 1 tablet/hari selama 14 hari
Malaria berat
1. Kloroquinine / Artemisin supp
2. Quinine / Quinidine / Artemisin
Bumil: Chloroquine & Proguanil
Kemoprofilaksis tinggal >3 minggu:
Fansidar 1 tablet/hari s/ 4 minggu
sesudah keluar

Obat lain yang digunakan sbg antimalaria
PROGUANID ATAU KLOROGUANID
Skintosid melalui mekanisme antifolat (sama
dengan pirimetamin)
Mudah ressten (sekarang kurang digunakan)
MEFLOKUIN
Belum tersedia di Indonesia
TETRASIKLIN / DOKSISIKLIN
Digunakan untuk P. falsifarum yang resisten
terhadap klorouin atau kombinasi
pirimetamin+sulfadoksin
Dosis : 4x250 mg selama 7-10 hr (tetrasiklin)
2x100 mg selama 7-10 hr (doksisiklin)
ARTEMISININ
Skintosid yang cepat untuk malaria berat

Drugs used in Malaria*

Drug

Use in
acute
attack?
Use for
eredicati
on of
Liver
Stage?

Use for prophylaxis?
Chloroquine Yes No Yes, exept in region where
P.falciparum is resistant.
Quinine,
Mefloquine
Yes, in
resistant
P.falc
No Yes, Mefloquine is used in region
with Chloroquine-resistant
P.falciparum.
Primaquine No Yes
(P.vivax,
P.ovale)
Yes, but only if exposed to P.vivax
or P.ovale.
Antifols Yes, but
only in
resistant
P.falc
No Not usually advised.
Obat obat untuk mencegah Malaria pd
Wisatawan
Obat Penggunaan Dosis dewasa
Chloroquine
Daerah tanpa P.falc
resisten
500 mg setiap minggu
Mefloquine
Daerah dgn P.falc
resisten-Chloroquine
250 mg setiap minggu
Doxycycline
Daerah dgn P.falc
resisten-multi obat.
100 mg setiap hari
Chloroquine
+ Proguanil
Regimen alternatif
menggantikan
mefloquine
500 mg Chloroquine setiap
minggu + 200 mg Proguanil
setiap hari.
Primaquine
Profilaksis terminal
infeksi P.vivax dan
P.ovale.
26,3 mg setiap hari selama
14 hari setelah perjalanan.