Anda di halaman 1dari 31

PROPOSAL PRAKTEK KERJA LAPANG

PROSES PRODUKSI CHICKEN NUGGET DI PT.BELFOODS INDONESIA,


BOGOR - JAWA BARAT
Diajukan Oleh:
Agus Rahman Salim
NIM 105100100111009
Diah Ratnasari
NIM 105100103111001
Nia Rohmawati
NIM 105100113111006
Okkie Dhyantari
NIM 105100107111007
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
anugerah-Nya penulis dapat menyelesaikan Proposal Praktek Kerja Lapang yang
berjudul Proses Produksi Chicken nugget di P.T.Belfoods Indonesia, Bogor -
Jawa Barat dengan baik. Penyusun ingin menyampaikan banyak terimakasih
kepada :
1. Dian Widya Ningtyas, STP, MP selaku dosen pembimbing PKL dari Agus
Rahman Salim
2. Dr.Ir. Elok Zubaidah, MP selaku dosen pembimbing PKL dari Diah Ratnasari
3. Ahmad Zaki Mubarok,STP, M.Si selaku dosen pembimbing PKL dari Okkie
Dhyantari
4. Dr. Widya Dwi Rukmi, STP, MSc selaku dosen pembimbing PKL dari Nia
Rohmawati
5. Dr. Agustin Krisna Wardani , STP. M.Si selaku Ketua Jurusan Teknologi
Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya Malang
6. Orang Tua Penyusun yang telah memberikan dorongan, baik moral maupun
materil
7. Dan semua pihak yang tidak dapat ditulis satu persatu yang telah banyak
membantu penyelesaian proposal ini, semoga segala kebaikan yang diterima
penyusun, menjadi amal baik dan mendapat pahala sepadan dari Tuhan
Yang Maha Esa
Penyusun sadar bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, maka dengan
kerendahan hati dan demi kesempurnaan proposal ini, penyusun mohon kritik dan
saran demi kesempurnaan yang diharapkan dari proposal ini serta berharap
proposal ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berminat dan membutuhkan.
Malang, Oktober 2012
Penyusun


RINGKASAN
Nugget merupakan produk olahan restrukturisasi yang dikembangkan melalui
beberapa metode yaitu dengan perlakuan mekanis dan penambahan binding agent.
Produk daging restrukturisasi pada umumnya menggunakan daging sapi, daging
kerbau, dan yang terbanyak menggunakan daging ayam
Bahan baku dan bahan pembuatan chicken nugget adalah daging ayam
dengan penambahan pati dan bumbu-bumbu antara lain garam, bawang putih,
tepung terigu, battermix, air, premix, tepung roti dan minyak goreng.
Proses pembuatan chicken nugget diawali dengan penyiapan bahan yaitu
penggilingan daging ayam Boneless Leg dan Boneless Brest, penyiapan bumbu
dengan mencampurkan premix berupa rempah rempah, STPP dan MSG , bawang
putih, air dengan komposisi tertentu, pembuatan emulsi oil dan kemudian
pencampuran seluruh bahan, yaitu bahan baku, bumbu dan emulsi oil. Adonan yang
terbentuk kemudian dilakukan pencetakan dengan bentuk tertentu, kemudian nugget
yang telah tercetak dilakukan pelapisan dengan tepung roti untuk menambah sifat
crispy pada chicken nugget. Setelah diberi tepung roti kemudian dilakukan
penggorengan pada suhu 170
o
C dengan metode deep fat frying, lalu terakhir
dilakukan pendinginan dan pengemasan untuk menjaga kualitas dan memudahkan
pendistribusian prodak chicken nugget.
Kata kunci : Nugget, Bahan pembuatan, Proses pembuatan.


DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................. i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... v
RINGKASAN ................................................................................................... vi
DAFTAR ISI ..................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ............................................................................................... x
BAB I Pendahuluan .......................................................................................... 1
I.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
I.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan .............................................................. 1
I.2.1 Tujuan Umum ....................................................................................... 1
I.2.2 Tujuan Khusus ...................................................................................... 2
BAB II Tinjauan Pustaka ................................................................................... 3
II.1 Nugget ................................................................................................... 3
II.2 Bahan Baku ........................................................................................... 3
II.2.1 Daging Ayam ....................................................................................... 3
II.3 Bahan Penunjang ................................................................................... 4
II.3.1 Tepung Terigu ..................................................................................... 4
II.3.2 Bawang Putih ...................................................................................... 4
II.3.3 Air......................................................................................................... 4
II.3.4 Premix .................................................................................................. 4
II.3.5 Battermix .............................................................................................. 5


II.3.6 Tepung Roti .......................................................................................... 5
II.4 Bahan Baku Pembantu............................................................................ 5
II.4.1 Minyak Goreng ..................................................................................... 5
II.4.2 Nitrogen Cair ........................................................................................ 5
II.4.3 Freon .................................................................................................... 6
II.5 Proses Pembuatan Chicken nuggets....................................................... 6
II.5.1 Penggilingan ........................................................................................ 6
II.5.2 Pencampuran ....................................................................................... 6
II.5.2.1 Penyiapan Bumbu ............................................................................. 6
II.5.2.2 Pembuatan Emulsi oil ........................................................................ 6
II.5.2.3 Pencampuran Seluruh Bahan ............................................................ 7
II.5.3 Pencentakan ........................................................................................ 7
II.5.4 Pelapisan dengan Larutan Batter ........................................................ 7
II.5.5 Pelapisan dengan Tepung Roti ........................................................... 7
II.5.6 Penggorengan ...................................................................................... 7
II.5.7 Pembekuan dan Pengemasan ............................................................. 8
BAB III METODE PELAKSANAAN
III.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ............................................................ 9
III.2 Metode Pengumpulan Data dan Informasi.............................................. 9
III.3 Jadwal Kegiatan Pelaksanaan PKL ...................................................... 10


BAB IV PENUTUP
IV.1 Kesimpulan .......................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran


DAFTAR TABEL
Tabel III.1. Rencana Kegiatan Praktek Kerja Lapang ......................................... 11


BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Praktek Kerja Lapang (PKL) merupakan suatu tugas bagi mahasiswa
tingkat akhir Program Sarjana Universitas Brawijaya Malang yang dilakukan
dengan praktek langsung di industri pangan. PKL tersebut wajib dilakukan oleh
mahasiswa Program Sarjana Universitas Brawijaya yang ingin menyelesaikan
masa studinya. Dalam melakukan PKL tersebut diharapkan mahasiswa dapat
mengaplikasikan seluruh mata kuliah yang telah diterima selama mengikuti
perkuliahan di perguruan tinggi. Selain itu mahasiswa diharapkan dapat
mengetahui kegiatan yang terjadi di industri pangan secara lebih mendalam
sehingga pada saat kerja nanti telah memiliki pengalaman sebelumnya.
Adanya kesesuaian antara proses pembuatan frozzen food khususnya
chicken nugget dengan ilmu serta aspek baik teori maupun praktek yang
dipelajari di jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya, maka hal
tersebut sangat sesuai jika dilakukannya PKL di P.T. Belfoods Indonesia yang
beralamat di Citra Indah Complex Kav. PA1-2, Jl. Raya Jonggol Km. 23.3,
Jonggol, Bogor, Jawa Barat 16830. PKL memiliki peran yang sangat penting bagi
mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian karena dapat menambah wawasan,
meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi baik secara teoritis
maupun praktek. PKL ini juga akan membantu mahasiswa untuk mengetahui dan
memahami kenyataan yang ada di lapang.
Dengan melaksanakan PKL di P.T. Belfoods Indonesia diharapkan dapat
memberikan pembelajaran lebih jauh tentang teknologi dan proses yang
berkaitan dengan proses pembuatan frozen food khususnya nugget.


I.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan
I.2.1 Tujuan Umum
1. Memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan jenjang pendidikan Strata 1 di
jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas
Brawijaya.
2. Mahasiswa dapat mengkorelasikan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan
yang diperoleh selama perkuliahan dengan realitas yang ada di lapangan.
3. Mempersiapkan mental mahasiswa yang profesional dan berkompeten dalam
menghadapi dunia kerja.
I.2.2 Tujuan Khusus
1. Mengetahui secara umum kondisi PT. Belfoods Indonesia ,Bogor Jawa Barat
yang meliputi sejarah, perkembangan perusahaan, struktur organisasi dan
aspek ketenagakerjaan.
2. Mengetahui, mempelajari dan memahami lebih jauh aspek penerapan bidang
Ilmu dan Teknologi Pangan di industri, yang meliputi bahan baku, mesin dan
peralatan yang digunakan, proses produksi, pengawasan mutu dari Chicken
nugget di PT. Belfoods Indonesia, Bogor Jawa Barat
3. Mendapatkan pemahaman dan skill spesifik dalam hal Industri Chicken
nugget di Indonesia yang dapat menjadi bekal yang baik bagi mahasiswa.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Nugget
Nugget merupakan produk olahan restrukturisasi yang dikembangkan
melalui beberapa metode yaitu dengan perlakuan mekanis dan penambahan
binding agent. Produk daging restrukturisasi pada umumnya menggunakan
daging sapi, daging kerbau, dan yang terbanyak menggunakan daging ayam.
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan produknya dititik beratkan pada
kemampuan mengikat antara partikel daging dan bahan-bahan lain yang
ditambahkan, oleh karena itu diperlukan pati sebagai bahan pengikat (Raharjo,
1996)
Nugget biasanya dibuat dari mechanically seperated meat, yaitu perekatan
atau penyatuan produk daging dengan memaksa melalui tekanan tinggi
menggunakan suatu alat untuk memisahkan tulang dari jaringan daging yang
dapat dikonumsi. Adanya beberapa proses penambahan di dalamnya seperti anti
foaming agent (biasanya polydimethylsiloxane) juga berperan perekatan produk.
Nugget dibuat dari daging ayam dengan penambahan pati dan bumbu-
bumbu antara lain garam, bawang putih, merica, dan air. Proses selanjutnya
adonan nugget dimasukkan dalam steam oven selama 30 menit, kemudian
dilakukan pengkondisian ,diiris, dan digoreng dengan cara deep fat frying
(Sahoo dan Anjaneyuhu, 1997)
II.2 Bahan Baku Utama
II.2.1 Daging Ayam
Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan yang kaya protein yang
mudah dicerna. Pada pembuatan chicken nugget, raw material yang digunakan
adalah boneless leg, atau bagian paha ayam yang memiliki spesifikasi yaitu
tranpa lemak, tanpa tulang, dengan kulit, aroma daging yang segar, serta tidak
ada memar pada daging, tidak ada darah beku, tidak ada benda asing. Selain
boneless leg, raw material yang digunakan adalah dari boneless breast.


Boneless breast yang akan digunakan harus mempunyai suhu 0-10
o
C, dan
memiliki spesifikasi seperti boneless leg. Penyimpanan raw material disimpan
dalam ruang chill room yang bersuhu 0-5
o
C (Ahmadi dan Estiasih, 2009)
II.3 Bahan Penunjang
II.3.1 Tepung Terigu
Terigu yang digunakan dalam pembuatan nugget adalah terigu berprotein
tinggi dengan kandungan protein gluten 11%-13% . Fungsi terigu dalam
pembuatan nugget adalah sebagai bahan pengisi dan pembentuk tekstur.
Tingginya protein yang terkandung pada terigu menjadikan sifatnya mudah
dicampur, daya serap air tinggi, elastis dan mudah digiling (annonymous
a
, 2008)
II.3.2 Bawang Putih
Bawang putih digunakan untuk mendapatkan citarasa nugget yang
diinginkan. Bawang memiliki senyawa volatil sekitar 0,1% yang mengandung
senyawa sulfur, sehingga bawang putih memiliki karakteristik bau yang kuat.
Terbentuknya subtansi yang disebut alicin menimbulkan bau yang segar dari
bawang putih. Penambahan bawang putih pun mempunyai pengaruh preserfatif
terhadap produk daging, karena dapat bersifat sebagai bakteriostatik dan
antioksidan yang dapat menghambat rancidity (Soeparno, 1994)
II.3.3 Air
Air ditambahkan untuk meningkatkan keempukan dan sebagai kompensasi
atas terjadinya cooking loss. Selain itu air yang ditambahkan juga berfungsi
sebagai carrier untuk bahan-bahan lain selain daging, sehingga mampu
menciptakan distribusi yang merata dari bahan-bahan dalam campuran (Barbut,
2002). Kualitas air harus dijaga karena berperan dalam tambahan fungsional
yang efektif dalam proses produksi chicken nugget.
II.3.4 Premix
Pembentukan flavor pada nugget didapat dari penambahan bumbu
tertentu. Bumbu yang digunakan biasa disebut dengan premix, yaitu merupakan
campuran dari bahan-bahan yang berfungsi untuk menciptakan atau


memodifikasi flavor dari nugget sesuai dengan yang diinginkan. Kandungan
premix dapat terdiri dari garam (NaCl), rempah-rempah, fosfat (STPP), dan MSG.
II.3.5 Battermix
Battermix digunakan untuk pembuatan larutan batter. Larutan batter adalah
bahan pelapis potongan nugget setelah dicetak dan sebelum pelapisan dengan
tepung roti. Lapisan dengan batter bertujuan untuk melakatkan tepung roti pada
potongan nugget dan mencegah pelepasan tepung roti yang sudah melekat, saat
diproses lebih lanjut. Larutan batter disimpan diruang chillroom suhu 0-5
0
c paling
lama 48 jam
II.3.6 Tepung roti
Tepung roti digunakan untuk memberikan tekstur renyah pada permukaan
nugget. Meningkatkan cita rasa, meningkatkan volume, serta meningkatkan yield.
Tepung roti dapat dibuat dari roti kering yang ditumbuk halus, penyimpanan
tepung roti disimpan dalam suhu 15-25
0
C.
Menurut annonymous
a
(2008) tepung roti mengandung berbagai macam
vitamin asam lemak dan asam amino yang bermanfaat bagi tubuh. Nilai nutrisi
tepung roti/100 gr makanan adalah energi 361 kkal, air 13,36 gram, protein 11,98
gram, total lemak 1,66 gram dan karbohidrat 72,53 gram.
II.4 Bahan Baku Pembantu
II.4.1 Minyak goreng
Minyak goreng merupakan trigliserida yang tersusun atas tiga unit asam
lemak, berwujud cair dan mengandung asam lemak yang tidak jenuh (Rosita dan
Wenti , 2008). Fungsi minyak goreng dalam pembuatan nugget adalah sebagai
media penghantar panas dalam proses penggorengan nugget sebelum
dibekukan. Minyak goreng yang digunakan adalah minyak kelapa sawit. Minyak
goreng juga selain sebagai media penghantar panas, digunakan sebagai
pengemulsi pada adonan.
II.4.2 Nitrogen Cair
Nitrogen cair digunakan sebagai media pendingin yang digunakan dalam
proses pembekuan dalam freezer box. nitrogen cair bersifat tidak berasa dan


berbau serta bersifat inert, sehingga aman ketika dilakukan pembekuan secara
langsung (Ahmadi dan Estiasih, 2009).Harga Nitrogen sangat mahal, sehingga
penggunaan nitrogen cair harus dihemat.
II.4.3 Freon
Freon merupakan salah satu refrigeran yang sering dipakai dalam proses
pendinginan. Karakteristik freon beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan
untuk pendinginan (sesuai kapasitas bahan yang akan didinginkan dan suhu
yang diinginkan). Freon digunakan sebagai media pendingin dalam proses
pembekuan dengan metode air blast freezing.
II.5 Proses Pembuatan Chicken nuggets
II.5.1. Penggilingan
Bahan baku berupa BB dan BL yang telah direndam dalam flaked ice
digiling dalam mesin grinder. Penggilingan bertujuan untuk pengecilan ukuran
protein daging sehingga permukanaan protein semakin luas. Proses ekstraksi
protein sangat penting karena berperan sebagai pengemulsi alami yang
membuat tekstur stabil. Suhu daging yang diinginkan berkisar antara -3
o
C
sampai -2
o
C.
II.5.2 Pencampuran
II.5.2.1 Penyiapan Bumbu
Bawang putih dan premix serta air dengan komposisi tertentu dicampur
menjadi larutan bumbu. Pencampuran dilakukan dengan mesin battermix hingga
larutan homogen. Lama pencampuran biasanya 15 menit. Larutan bumbu dibuat
sebelum proses pencampuran berlangsung. Larutan bumbu disimpan sementara
dalam wadah dan diletakan dalam chillroom.
II.5.2.2 Pembuatan Emulsi Oil
Emulsi oil digunakan sebagai pengemulsi produk dan memperbaiki
tekstur produk. Bahan pembuatan emulsi oil adalah es batu + air + minyak nabati
+ isolat protein dengan perbandingan tertentu. Proses pengemulsian silakukan
dalam bowlcutter dengan memasukan es batu dan air setelah itu isolat protein
dan minyak nabati.


II.5.2.3 Pencampuran Seluruh Bahan
Bahan baku berupa BB, BL, larutan bumbu, dan emulsion oil dicampur
dalam mesin pencampur menggunakan loader. Lama pencampuran terjadi
dakam 5 10 menit. Pencampuran dapat menyebabkan denaturasi protein,
namun dicegah dengan cara menurunkan suhu adonan dengan mengguanakan
nitrogen cair. Penurunan suhu juga berfungsi untuk memadatkan adonan supaya
mudah untuk dicetak.
II.5.3 Pencetakan
Adonan yang telah siap cetak setelah keluar dari mesin mixing akan
dicetak dengan mesin multi former menjadi nugget dengan bentuk tertentu.
Kerusakan produk saat pencetakan akan dicetak ulang. Kecepatan pencetakan
dapat diatur dengan mengatur stroke yang disesuaikan dengan adonan hasil
cetakan dan suhu penggorengan.
II.5.4 Pelapisan dengan Larutan Batter
Nugget yang telah tercetak dilakukan pelapisan menggunakan larutan
batter dari pencampuran antara battermix dan air sesuai spesifikasi. Larutan
batter yang tidak segera digunakan disimpan sementara dalam wadah tertutup
dan disimpan dalam chillroom.
II.5.5 Pelapisan Dengan Tepung Roti
Pelapisan dengan tepung roti dilakukan menggunakan mesin breader.
Pada mesin ini potongan nugget berjalan disepanjang conveyor yang dihampari
tepung roti, dan dari bagian atas terdapat mesin yang berfungsi untuk menaburi
nugget dengan tepung roti. Sehinga bagian atas dan bawah nugget tertutupi oleh
tepung roti.
II.5.6 Penggorengan
Produk yang telah dilapisi oleh tepung roti selanjutnya memasuki mesin
penggorengan untuk dilakukan proses pemasakan. Suhu yang digunakan adalah
160
o
C 170
o
C selama 105 -107 detik. Proses penggorengan dilakukan
menggunakan metode deep fat frying secara kontinu. Tujuann dari penggunaan
metode deep fat frying adalah agar nugget terendam seluruhnya dalam minyak


sehingga tingkat kematangan merata (Ahmadi dan Estiasih, 2009). Minyak
goreng yang digunakan dikontrol kandungan asam lemak bebasnya sehingga
tidak melawati kadar tertentu.
II.5.7 Pembekuan dan Pengemasan
Nugget yang telah masuk proses penggorengan selanjutnya didinginkan
pada suhu -40
o
C. Proses pembekuan dilakukan dengan metode pembekuan
cepat. Adanya pembekuan cepat menyebabkan terbentuknya kristal es yang
kecil dan tidak rusak ketika proses thawing. Suhu dan waktu pembekuanpun
menetukan umur simpan dari nugget.
Produk yang telah dilakukan pembekuan kemudian dikemas dalam berat
dan ukuran tertentu. Produk dikemas dalam wadah yang tertutup rapat sehingga
kemanan pangan dapat terjaga.



BAB III
METODE PELAKSANAAN
III.1 Waktu dan Tempat
Praktek Kerja Lapang (PKL) ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 1
bulan yaitu pada tanggal 15 Januari 2013 hingga 15 Februari 2013 di P.T.
Belfoods Indonesia yang beralamat di Citra Indah Complex Kav. PA1-2, Jl. Raya
Jonggol Km. 23.3, Jonggol, Bogor, Jawa Barat 16830.
III.2 Metode Pengumpulan Data dan Informasi
Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara :
1. Observasi
Teknik ini dilakukan dengan cara pengamatan dan peninjauan secara
langsung terhadap obyek kegiatan dalam manajemen produksi di lapangan,
serta suvey ke lokasi fasilitas produksi dan utulitas.
2. Wawancara
Teknik ini dilakukan dengan tanya jawab secara langsung dengan
pembimbing lapang dan para pekerja yang ada di lokasi baik di fasilitas
produksi maupun manajemen
3. Dokumentasi
Teknik ini dilakukan dengan cara pencarian dan pengumpulan dokumen-
dokumen, laporan-laporan, buku-buku yang berhubungan dengan obyek
pembahasan. Data yang dikumpulkan antara lain meliputi sejarah
perusahaan, struktur organisasi, ketenagakerjaan dan diagram alir proses.
4. Studi Kepustakaan
Teknik ini dilakukan dengan bantuan dari bermacam-macam sumber pustaka.
Teknik ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil yang diperoleh selama
pelaksanaan Praktek Kerja Lapang dengan pencarian berbagai literatur yang
berhubungan dengan obyek pembahasan melalui perpustakaan.






III.3 Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL)
Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama PKL dapat dilihat
pada Tabel III.1.
Tabel III.1. Rencana Kegiatan Praktek Kerja Lapang
No. Rencana Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
Januari minggu ke- Februari minggu ke-
I II III IV I II III IV
1. Penyelesaian administrasi,
perkenalan staff dan
lingkungan.

2. Pengenalan keadaan
umum perusahaan.

3. Mempelajari proses
produksi

4. Pengumpulan data /
observasi

5. Konsultasi
6. Pengolahan Data
7. Studi pustaka dan
penyusunan laporan

8.
Penyerahan draft laporan,
penyelesaian administrasi
pasca praktek kerja lapang
dan mohon undur diri

11
BAB IV
PENUTUP
Demikian proposal Praktek Kerja Lapang (PKL) ini kami buat, sebagai
persyaratan untuk dapat melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL) di P.T.
Belfoods Indonesia yang beralamat di Citra Indah Complex Kav. PA1-2, Jl. Raya
Jonggol Km. 23.3, Jonggol, Bogor, Jawa Barat 16830. Harapan kami, semoga
proposal ini dapat diterima dan disetujui oleh pihak yang bersangkutan. Atas
perhatian dan ijinnya, kami ucapakan terima kasih.


DAFTAR PUSTAKA
Anonymous
a
. 2008. Tepung Terigu.http//myhobbyblogs.com/tepung-terigu-lain-
jenis-lain-gunanya/.diakses tanggal 20 september 2012.
Barbut, S . 2002. Poultry Products Processing an Industry Gilde.CRC Press .
Washington DC
Ahmadi, Kgs dan Teti Estiasih . 2009 . Teknologi Pengolahan Pangan. Bumi
aksara. Jakarta
Raharjo, S. 1996. Technologies for The Production or Restructure Meat.
Indonesian Food and Nutrision Progress. 3 :39-52
Rosita, A.F. dan Wenti A.W. 2008. S. Peningkatan Kualitas Minyak Goreng
Bekas dari KFC dengan Menggunakan Adsorben Karbon Aktif. Skiripsi
Undip.Semarang.
Sahoo, J and A.S.R. An Janeyuu.1997. Effect of natural Antioxidant and vacuum
packaging on Quality of Bufallo Meat Nuggets During Refrigerated Storage.
Meat Science. 47:223-230
Soeparno.1994. Ilmu dan Teknologi Daging . Gadjah Mada University Press .
Yogyakarta
CURRICULUM VITAE
Data Pribadi
Nama : Agus Rahman Salim
Tempat, Tangal lahir : Sukabumi, 06 Agustus 1991
Jenis kelamin : Laki laki
Status Pernikahan : Belum menikah
Kewarganegaraan : Indonesia
Tinggi, Berat badan : 167 cm , 58 kg
Agama : Islam
Alamat di Malang : Dusun kepuharjo Rt 03/01 karangploso kabupaten Malang
Alamat Asal : Kp. Bantarmuncang Wetan Rt 01/09 Cibadak, kabupaten Sukabumi
No. HP : 085289386969
E-mail : salim.rahman@rocketmail.com
Pendidikan Formal
1996 1998 RA Miftahul Huda
1998 2004 SDN 1 Cibadak
2004 2007 SMP Negeri 1 Cibadak
2007 2010 SMA Negeri 1 Cibadak
Universitas Brawijaya Malang, sedang menempuh
Pengalaman Organisasi
2010 2011 Staff magang divisi Kewirausahaan HIMALOGISTA (Himpunan Mahasiswa
Teknologi Pertanian) Universitas Brawijaya periode 2010-2011
2010 2011 Angkatan Muda divisi Kewirausahaan ARSC (Agritech Research Science
Club) Universitas Brawijaya periode 2010-2011
Pengalaman Kepanitian
2010 Sie Dana dan Usaha Pestaflogistha di Himalogista UB
2011 Sie Keamanan OPJH (Orientasi Pengenalan Jurusan dan Himpunan) diHimalogista
UB
2011 Sie Marketing HGE (Himalogista Great Event) 6 di Himalogista UB
2012 Sie Marketing HACCP di Himalogista UB
2012 Sie HPDD(Humas, Publikasi, Dekorasi, Dokumentasi) HGE( Himalogista Great
Event) 7

Data Pribadi
Nama : Diah Ratnasari
Tempat,Tangal lahir : Malang, 09 Agustus 1992
Jenis kelamin : Perempuan
Status Pernikahan : Belum menikah
Kewarganegaraan : Indonesia
Tinggi, Berat badan : 163 cm , 52 kg
Agama : Islam
Alamat Lengkap : Jalan Terusan Sigura-gura no.09 Malang
No. HP : 083834551552
E-mail : dyah_ratnasari@hotmail.com
Pendidikkan Formal
1996 1998 TK Adhyaksa Jambi
1998 2004 SD Karawang Wetan 1 Karawang
2004-2007 SMP Negeri 2 Bandung
2007- 2010 SMA Negeri 7 Bandung
Universitas Brawijaya Malang, sedang menempuh
Pengalaman Organisasi
2010 2011 Staff magang divisi STRAKOLOGI (Strategi Komunikasi Eksternal dan
Teknologi Informasi) HIMALOGISTA (Himpunan Mahasiswa Teknologi
Pertanian) Universitas Brawijaya
2011 2012 Staff divisi STRAKOLOGI (Strategi Komunikasi Eksternal dan Teknologi
Informasi) HIMALOGISTA (Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian)
Universitas Brawijaya
Pengalaman Kepanitian
2010 Sie Acara Pestaflogistha di Himalogista UB
2011 Sie Acara OPJH (Orientasi Pengenalan Jurusan dan Himpunan) di Himalogista UB
2012 SC Himalogista Anniversary di Himalogista UB
2012 Sie Acara HACCP di Himalogista UB
2012 SC OPJH (Orientasi Pengenalan Jurusan dan Himpunan) di Himalogista UB
2012 Sie Konsumsi Brave di BEM FTP UB
2012 Sie Konsumsi HGE( Himalogista Great Event) 7di Himalogista UB
2012 Sekertaris Stulakom (Studi Lapang dan Komparasi) diHimalogista UB
2012 Sie Konsumsi Himalogista Berbagi di Himalogista UB
2012 Sie PerlengkapanSarasehan Himalogista di Himalogista UB
2012 Sie Konsumsi Buka Bersama HMPPI (Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan
Indonesia) di Himalogista UB

Data Pribadi
Nama : Okkie Dhyantari
Tempat, Tangal lahir : Banyuwangi, 15 Oktober 1992
Jenis kelamin : Perempuan
Status Pernikahan : Belum menikah
Kewarganegaraan : Indonesia
Tinggi, Berat badan : 164 cm , 48 kg
Agama : Islam
Alamat : Graha Saptoraya AT 12 Pakis - Malang
No. HP : 08655572297
E-mail : biph_dhyan@yahoo.com
Pendidikkan Formal
1996 1998 TK Sunan Kalijaga Banyuwangi
1998 2004 SDN Bangorejo 3 Banyuwangi
2004 2007 SMPN Cluring 1 Banyuwangi
2007 2010 SMK Putra Indonesia Malang
Universitas Brawijaya Malang sedang menempuh
PengalamanOrganisasi
2008 2009 Anggota Aikido Malang
2010 2011 Anggota Basic Shooter UniversitasBrawijaya Malang
2011 2012 Staff Kaderisasi dan Organisasi Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil
Pertanian (Himalogista) Universitas Brawijaya
PengalamanKepanitian
2010 Sie Acara Pestaflogista di Himalogista UB
2011 Sie HPDD (Humas, Publikasi, DokumentasidanDekorasi) OPJH di Himalogista UB
2011 Steering Comitte Himalogista Anniversary di Himalogista UB
2012 Sie Acara Pengangkatan Pangan Lokal di Himalogista UB
2012 Sie Konsumsi Pelatihan HACCP di Himalogista UB
2012 Sie Marketing Himalogista Great Event di Himalogista UB
Prestasi
2011 Penerima Dana Hibah DIKTI BidangPenelitian
2010 Karya Tulis Terbaik Bidang PKM-GT Mahasiswa Baru Teknologi Hasil Pertanian
2003 Juara 1 Basket di Kabupaten Banyuwangi

Data Pribadi
Nama : Nia Rochmawati
Tempat, Tangal lahir : Malang, 14 Oktober 1992
Jenis kelamin : Perempuan
Status Pernikahan : Belum Kawin
Kewarganegaraan : Indonesia
Tinggi, Berat badan : 160 cm , 45 kg
Agama : Islam
Alamat : Jalan Kertanegara 25 B Karangploso, Malang
No. HP : 08649545657
E-mail : Guesswho.nia@gmail.com

Pendidikkan Formal
1997 1999 TK Dharma Wanita Karangploso
1999 2005 SDN Girimoyo 2 Karangploso
20045 2008 SMPN 1 Karangploso
2008 2010 SMAN 01 Batu
2010 sekarang Universitas Brawijaya Malang sedang menempuh

Pengalaman Organisasi
2010- 2011 Anggota staff magang Kaderisasi dan Organisasi Himalogista UB
2010 2011 Anggota ESP Fakultas Teknologi Pertanian UB
2010- sekarang Paguyuban Duta Wisata Kangmas Nimas Kota Wisata Batu

PengalamanKepanitian
2010 Sie DDM Pestaflogista di Himalogista UB
2011 Sie acara OPJH di Himalogista UB
2011 Sie Acara lomba mewarna Banteng Nuswantara Kota Wisata Batu
2011 Sie Konsumsi HGE 6 Himalogista UB
2012 Sekretaris Pemilihan Kangmas Nimas Kota Wisata Batu
2012 Sie Konsumsi BRAVE BEM FTP UB

Prestasi
2006 Juara 3 Speech Contest se-Malang Raya di SMK Putra Indonesia Malang
2007 Juara 2 English Story Telling se-Malang Raya di SMKN 3 Tlogomas Malang
2010 Finalis Duta Wisata Kangmas Nimas Kota Wisata Batu
2012 Juara 1 National Food Technology Competition di Universitas Katolik Widya
Mandala Surabaya