Anda di halaman 1dari 7

Perangkap Lalat Buah Beratraktan (Perangkap feromon)

Musuh utama tanaman buah adalah lalat buah. Buah yang kita harapkan
berbuah ranum tanpa cacat tiba-tiba harus busuk oleh lalat buah. Apalagi kalau
buah jambu, jeruk, pamelo dll ini sasaran empuk lalat buah. Cara yang aman dan
cukup efektif gunakan perangkap lalat buah beratraktan.





Alat dan bahan
- Botol air mineral 1,5 liter.
- Pisau pemotong atau gunting dapur untuk memotong botol mineral.
- Tali (untuk menggantungkan botol pada tanaman buah.
- Kapas.
- Cairan Atraktan.
Cara membuat perangkap feromon
Buka tutup botol, potonglah seperempat bagian depan dari botol lalu
pasang terbalik mirip corong agar lalat buah mudah masuk dan sulit untuk
keluar lagi, beri staples untuk merekatkannya. Setelah itu, tetesi kapas dengan
cairan atraktan lalat buah. Buatlah lubang pada botol untuk menggantungkan
tali ke bagian tanaman buah. Gantungkan perangkap ini dengan posisi
horizontal, diamkan selama tiga hari, amati kemudian catatlah hasil
pengamatan.
Kami menggantungkan perangkap feromon pada tanaman buah sirsak
di sekitar halaman rumah Indah Ayuningsari di daerah Bandung. Prinsip kerja
perangkap lalat buah ini adalah memikat lalat buah agar masuk ke dalam
perangkap. Minyak atraktan dari metil eugenol diteteskan pada kapas yang
dimasukkan ke dalam botol berguna untuk menarik perhatian lalat jantan.
Metil eugenol ini mengeluarkan aroma wangi yang dibutuhkan lalat buah
jantan, sehingga lalat buah jantan dari jarak 20 - 10 m akan tertarik masuk
perangkap.
Diantara bahan-bahan pemikat Lalat buah yang biasa digunakan ialah
Minyak Cemara Hantu (Melaleuca bracteata) dan Minyak Selasih (Ocimum
sanctum) yang mengandung bahan Metil Eugenol. Bahan ini mempunyai bau
(aroma) yang sama seperti yang dikeluarkan oleh lalat buah betina untuk
menarik perhatian lalat buah jantan untuk melakukan hubungan (Sex
Pheromone).
Metil eugenol terdapat dalam berbagai jenis tumbuhan
seperti beberapa famili Anacardiaceae, Araceae, Caricaceae, Liliaceae dan
Leguminosae.

Lalat Buah (Bactrocera sp.)
Lalat buah yang terperangkap pada perangkap feromon yang kami pasang
pada tanaman buah sirsak berjumlah 28 ekor.
Klasifikasi lalat buah
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Diptera
Famili : Tephritidae
Genus : Bactrocera
Spesies : Bactrocera sp.


Morfologi
Lalat buah berukuran 1-6 mm, berkepala besar, berleher sangat kecil.
Warnanya sangat bervariasi, kuning cerah, oranye, hitam, cokelat, atau
kombinasinya dan bersayap datar. Pada tepi ujung sayap ada bercak-bercak
coklat kekuningan. Pada abdomennya terdapat pita-pita hitam, sedangkan
pada thoraxnya terdapat bercak-bercak kekuningan. Ovipositornya terdiri dari
tiga ruas dengan bahan seperti tanduk yang keras.

Bioekologi


Siklus hidup lalat buah (Bactrocera sp.)

- Telur berwarna putih, berbentuk bulat panjang, diletakkan berkelompok
2-15 butir dan diletakkan dibawah kulit buah, dalam waktu 2
hari telur akan menetas menjadi 1arva yang akan membuat terowongan
kedalam buah dan memakan dagingnya kurang lebih 2 minggu. Seekor
lalat betina mampu menghasilkan telur 1200 - 1500 butir.
- Larva berwarna putih keruh atau putih kekuning-kuningan, berbentuk
bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing. Larva terdiri atas tiga
instar, dengan lama stadium larva 6 - 9 hari. Larva setelah berkembang
maksimum akan membuat lubang keluar untuk meloncat dan melenting
dari buah dan masuk ke dalam tanah untuk menjadi pupa.
- Pupa terbentuk dari larva yang telah dewasa yang meninggalkan buah dan
jatuh di atas tanah, kemudian masuk kedalam tanah dan membentuk pupa
didalamnya. Pupa berwarna coklat, dengan bentuk oval, panjang 5 mm
dan lama stadium pupa 4 - 10 hari.
- Imago rata-rata berukuran panjang 7 mm, lebar 3 mm. Lalat buah
dewasa berwarna kuning, sayapnya datar dan transparan dengan bercak-
bercak pita (band) yang bervariasi merupakan ciri masing-masing spesies
lalat buah. Pada ujung sayap ada bercak coklat kekuningan. Pada
abdomen terdapat pita-pita hitam pada thoraxnya ada bercak-bercak
kekuningan. Ovipositornya terdiri dari 3 ruas dengan bahan seperti tanduk
keras. Pada lalat betina ujung abdomennya lebih runcing dan mempunyai
alat peletak telur, sedangkan abdomen lalat jantan lebih bulat. Secara
keseluruhan daur hidup lalat buah berkisar 25 hari.

Gejala Serangan
Hama ini menyerang pada fase larva. Batang menjadi bisul. buah yang
terserang kecil dan warnanya kuning. Serangan berat buah menjadi busuk.
Gejala awal pada permukaan kulit buah ditandai dengan adanya noda/titik
bekas tusukan ovipositor (alat peletak telur) lalat betina saat meletakkan
telurnya ke dalam buah. Selanjutnya akibat gangguan larva yang menetas dari
telur di dalam buah, maka noda-noda tersebut berkembang menjadi bercak
coklat di sekitar titik tersebut. Larva memakan daging buah, dan akhirnya
buah menjadi busuk dan gugur sebelum matang.



Daerah Sebaran
Hama lalat buah pada tanaman mangga banyak dijumpai di Jawa Barat, Jawa
Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.
Tanaman inang
Menyerang lebih dari 20 jenis buah-buahan, diantaranya belimbing, pepaya,
jeruk, jambu, pisang, dan cabai merah.

Pengendalian
- Cara Peraturan
Menerapkan peraturan karantina antar area/wilayah/negara yang ketat
untuk tidak memasukkan buah yang terserang dari daerah endemis.
- Cara Kultur Teknis
a. Pencacahan tanah di bawah tajuk pohon yang agak dalam dan merata
agar pupa yang terdapat di dalam tanah akan terkena sinar matahari
dan akhirnya mati.
b. Pembungkusan buah saat masih muda dengan kantong plastik, kertas
semen, kertas koran, atau daun pisang.
- Cara Fisik/Mekanis
a. Mengumpulkan buah yang terserang baik yang masih berada pada
pohon maupun yang gugur, kemudian dibakar atau dibenamkan 60
70 cm dalam tanah agar larvanya terbunuh.
b. Pengasapan di sekitar pohon dengan membakar serasah/jerami sampai
menjadi bara yang cukup besar untuk mengusir lalat. Pengasapan
dilakukan 3 4 hari sekali dimulai pada saat pembentukan buah dan
diakhiri 1 2 minggu sebelum panen.
- Cara Biologi
a. Penggunaan perangkap yang diberi umpan atau atraktan (misalnya
Methyl Eugenol)
b. Menurunkan populasi lalat dengan melepas serangga jantan mandul
(steril) dalam jumlah yang banyak, agar kemungkinan berhasilnya
perkawinan dengan lalat fertile di lapang menjadi berkurang.
c. Pemanfaatan musuh alami antara lain Biosteres sp., Opius sp.,
(Braconidae), semut (Formicidae), laba-laba (Arachnidae), kumbang
(Staphylinidae) dan cocopet (Dermaptera).
d. Penanaman tanaman selasih di sekitar kebun.
- Cara Kimiawi
a. Dilakukan apabila dijumpai lalat buah dalam perangkap dan diulang
setiap 47 hari sampai populasi turun.
b. Pemberian umpan semprot (bait spray), yaitu umpan protein yang
mengandung ammonia dicampur dengan insektisida khlorfirifos atau
malation.
























DAFTAR PUSTAKA

Arisandi, Yudi. 2012. Atraktan Perangkap Lalat Buah. [Online]. Tersedia :
http://dc440.4shared.com/doc/Ot4Py6Di/preview.html. (Diakses pada 29
Mei 2014).
Habibi. 2012. Lalat Buah. [Online]. Tersedia :
http://infohamapenyakittumbuhan.blogspot.com/2012/04/lalat-buah-
bactrocera-sp.html. (Diakses pada 29 Mei 2014).

Anda mungkin juga menyukai