Anda di halaman 1dari 8

SAMBUT 2009 DENGAN SENYUM KEMENANGAN

Para-social interaction Vs Dramatism Theory

Bukan tak mungkin para


elit yang pandai
Horton dan Wohl (1956)
memanfaatkan faktor
metafora theatrical dan Keneth Burke
dramatism pentad(best
Rosenngern (1989) acting) dalam kampanye
di media massa akan
mampu memperdaya Erving Goffman
floating voters yang saat
Austin
Austin (1992)
(1992) ini kondisinya masih
sangat emosional karena
rendahnya rata-rata
tingkat rasionalitasnya.
SAMBUT 2009 DENGAN SENYUM KEMENANGAN

Kerelaan bayar mahal iklan TV

Kekuatan TV

Special Sound Calculivation effect

Picture effect Live and Update

Deep Impact Wide and flaten


Televisi
SAMBUT 2009 DENGAN SENYUM KEMENANGAN

Kemungkinan terjebak

Bambang Sudibyo
Bukan tak mungkin bila parpol,
para elite, dan masyarakat kurang
hati-hati, serta jeli, justru merasa
akan termediasi, oleh kepiawaian
para pengelola media dalam
membaca peluang. Prinsip
komodifikasi segala hal sesuai
dengan pendekatan ekonomi
politik demi profit, bukan tidak
mungkin justru menjebak ke
duanya.
SAMBUT 2009 DENGAN SENYUM KEMENANGAN

Ambisi untuk populer


Miliaran rupiah pun tak jadi masalah, untuk
berkampanye lewat media sambil bermain drama
seapik mungkin layaknya bintang sinetron. Parpol
serta para elit tanpa memperhitungkan kapasitas
serta kapabilitasnya, terjebak oleh keinginannya
untuk populer.
Sementara masyarakat (floating voters khususnya)
akan mudah terjebak pada pilihan yang salah,
hanya karena keapikan serta kepiawaian elit
tertentu dalam memainkan peran.

Kasus Cabup Ponorogo yang gagal dan stres karena


merasa kehilangan segalanya adalah kasus konkret.
Demikian pula masyarakat yang makin tidak simpatik
terhadap parpol & elit yang didukungnya, yang antara lain
bisa dilihat semakin tingginya prosentase angka golput.
SAMBUT 2009 DENGAN SENYUM KEMENANGAN

Junjung tinggi kejujuran

Karena itu, ke depan mestinya baik parpol, para elit


serta masyarakat haruslah makin waspada serta
berhati-hati. Menampilkan kampanye yang menarik
memang prinsip yang harus dilakukan, karena
dengan tampil menarik, masyarakat akan
memberikan atensi.
Namun filosofi komunikasi lainnya, yaitu kejujuran
(honesty) harus juga dipegang.
SAMBUT 2009 DENGAN SENYUM KEMENANGAN

Buang jauh sifat “kemaruk”

Maka sifat kemaruk kekuasaan tanpa


memperhitungkan kapasitas, kapabilitas, serta masa
depan masyarakat, bangsa dan negara hendaknya
dibuang jauh-jauh. Bila modal uang dan nekad saja
yang digunakan, ke depan bila terpilih akan susah
memenuhi janji muluk yang biasanya terucap,
sehingga muaranya pada turun bahkan hilangnya
kredibilitas
SAMBUT 2009 DENGAN SENYUM KEMENANGAN

Media yang berkualitas

Ke depan, idealnya akan terjadi simbiosis mutualistis


antarkomponen. Media massa mampu menjadi
mediasi untuk menunjukkan parpol serta elit
berkualitas kepada masyarakat.
Para elit pun memanfaatkan media berkampanye bila
mereka siap, sehingga masyarakat tidak lagi salah
pilih. Dan, kondisi bangsa yang terpuruk, pelan-pelan
akan merangkak menuju perbaikan sesuai dengan
amanat konstitusi.
Terima Kasih