Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sinyal keluaran dari sebuah tranduser atau sensor sangat kecil
hampir mendekati mikro volt. tegangan keluran dari tranduser belum
dapat dibaca oleh adc atau pengolah sinyal yang lain. Agar sinyal
tersebut dapat diolah oleh pengolah sinyal, maka tegangan keluaran
dari tranduser tersebut harus dinaikan dengan penguat operasional.
Penguat operasional adalah satu dari komponen komponen terpenting
dalam system instrumentasi. Penguat operasional dipakai hampir di
setiap system untuk menaikan sinyal level rendah dari tranduser ke
level cukup tinggi.
Dasar dari sebuah osilator yaitu sebuah rangkaian penguat
dengan sistem feedback, yaitu sebagian sinyal keluaran yang
dikembalikan lagi ke masukan dengan phase dan tegangan yang sama
sehingga terjadi osilasi yang terus menerus. Dalam elektronika banyak
sekali dijumpai jenis penguat.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat disimpulkan beberapa masalah:
1. Bagaimana p!Amp itu"
#. Bagaimana osilator itu "
$. Bagaimana penguat daya itu"
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penguat Operasional
A.. Pengertian Op!Amp
Penguat operasional %p Amp& dide'inisikann sebagai suatu
rangkaian terintegrasi yang berisi beberapa tingkat dan kon'igurasi
penguat di'erensial. Penguat operasional memilki dua masukan dan
satu keluaran serta memiliki penguatan D( yang tinggi. )ntuk dapat
bekerja dengan baik, penguat operasional memerlukan tegangan catu
yang simetris yaitu tegangan yang berharga positi' %*+& dan tegangan
yang berharga negati' %!+& terhadap tanah %ground&. Simbol dari
penguat operasional :
A.". #arakteristik I$eal Penguat Operasional
p!amp pada dasarnya adalah sebuah di''erential ampli'ier
%penguat di'erensial& yang memiliki dua masukan. ,nput %masukan& op!
amp ada yang dinamakan input inverting dan non!inverting. p!amp
ideal memiliki open loop gain %penguatan loop terbuka& yang tak
terhingga besarnya. Seperti misalnya op!amp -./01 yang sering
digunakan oleh banyak praktisi elektronika, memiliki karakteristik tipikal
2
open loop gain sebesar 110 2 113. Penguat operasional banyak
digunakan dalam berbagai aplikasi karena beberapa keunggulan yang
dimilikinya, seperti penguatan yang tinggi, impedansi masukan yang
tinggi, impedansi keluaran yang rendah dan lain sebagainya. Berikut
ini adalah karakteristik dari p Amp ideal:
Penguatan tegangan lingkar terbuka %open-loop voltage gain&
4egangan o'set keluaran %output offset voltage&
5ambatan masukan %input resistance&
5ambatan keluaran %output resistance&
-ebar pita %band 6idth&
7aktu tanggapan %respon time&
8arakteristik tidak berubah dengan suhu
8ondisi ideal tersebut hanya merupakan kondisi teoritis tidak
mungkin dapat dicapai dalam kondisi praktis. 4etapi para pembuat p
Amp berusaha untuk membuat p Amp yang memiliki karakteristik
mendekati kondisi!kondisi di atas. 8arena itu sebuah p Amp yang
baik harus memiliki karakteristik yang mendekati kondisi ideal. Berikut
ini akan dijelaskan satu persatu tentang kondisi!kondisi ideal dari p
Amp.
1. Penguatan 4egangan -ingkar 4erbuka
Penguatan tegangan lingkar terbuka %open loop voltage
gain& adalah penguatan di'erensial p Amp pada kondisi
dimana tidak terdapat umpan balik %feedback& yang diterapkan
padanya.
#. 4egangan 'set 8eluaran
3
4egangan o'set keluaran %output offset voltage& +

adalah harga tegangan keluaran dari p Amp terhadap tanah
%ground& pada kondisi tegangan masukan +
id
9 1. Secara ideal,
harga +

9 1 +. p Amp yang dapat memenuhi harga


tersebut disebut sebagai p Amp dengan (.: %common mode
rejection& ideal.
$. 5ambatan .asukan
5ambatan masukan %input resistance& :
i
dari p Amp
adalah besar hambatan di antara kedua masukan p Amp.
Secara ideal hambatan masukan p Amp adalah tak berhingga.
4etapi dalam kondisi praktis, harga hambatan masukan p Amp
adalah antara 3 8; hingga #1 .;, tergantung pada tipe p
Amp.
0. 5ambatan 8eluaran
5ambatan 8eluaran %output resistance& :

dari p Amp
adalah besarnya hambatan dalam yang timbul pada saat p
Amp bekerja sebagai pembangkit sinyal. Secara ideal harga
hambatan keluaran :

p Amp adalah 9 1.
3. -ebar Pita
-ebar pita %band width& B7 dari p Amp adalah lebar
'rekuensi tertentu dimana tegangan keluaran tidak jatuh lebih
dari 1,/1/ dari harga tegangan maksimum pada saat amplitudo
tegangan masukan konstan. Secara ideal, p Amp memiliki
lebar pita yang tak terhingga. 4etapi dalam penerapannya, hal
ini jauh dari kenyataan.
4
<. 7aktu 4anggapan
7aktu tanggapan %respon time& dari p Amp adalah 6aktu
yang diperlukan oleh keluaran untuk berubah setelah masukan
berubah. Secara ideal harga 6aktu respon p Amp adalah 9 1
detik, yaitu keluaran harus berubah langsung pada saat
masukan berubah.
/. 8arakteristik 4erhadap Suhu
Sebagai mana diketahui, suatu bahan semikonduktor yang
akan berubah karakteristiknya apabila terjadi perubahan suhu
yang cukup besar. Pada p Amp yang ideal, karakteristiknya
tidak berubah terhadap perubahan suhu. 4etapi dalam
prakteknya, karakteristik sebuah p Amp pada umumnya sedikit
berubah, 6alaupun pada penerapan biasa, perubahan tersebut
dapat diabaikan.
A.%. Aplikasi Penguat Operasional
1. Pembanding %(omparator&
(omparator adalah penggunaan op amp sebagai
pembanding antara tegangan yang masuk pada input %*& dan
input %!&.
=ika input %*& lebih tinggi dari input %!& maka op amp akan
mengeluarkan tegangan positi' dan jika input %!& lebih tinggi
5
dari input %*& maka op amp akan mengeluarkan tegangan
negati'. Dengan demikian op amp dapat dipakai untuk
membandingkan dua buah tegangan yang berbeda.
8omparator membandingkan dua tegangan listrik dan
mengubah keluarannya untuk menunjukkan tegangan mana
yang lebih tinggi.
di mana V
s
adalah tegangan catu daya dan penguat
operasional beroperasi di antara * V
s
dan > V
s
.&
2. Penguat Pembalik %,nverting&
Gambar 1: rangkaian penguat pembalik
Penguat pembalik adalah penggunanan op amp sebagai
penguat sinyal dimana sinyal outputnya berbalik 'asa 1?1
derajat dari sinyal input.
dimana :
6
@
in
9 :
in
karena + adalah bumi maya %virtual ground&
sebuah resistor dengan nilai :
ditempatkan di antara masukan non!pembalik dan bumi.
7alaupun tidak dibutuhkan, hal ini mengurangi galat karena
arus bias masukan.
Bati dari penguat ditentukan dari rasio antara :
'
dan :
in
,
yaitu:
4anda negati' menunjukkan bah6a keluaran adalah
pembalikan dari masukan.
(ontoh soal:
Gambar Rangkaian penguat pembalik
Sebuah penguat pembalik seperti pada gambar memiliki
hambatan :1 sebesar 111; dan :# sebesar 18;. Penguat
pembalik tersebut di beri input sebesar 1111A+olt. 5itung
berapa besarnya penguat dan tegangan output"
7
=a6ab
10
100
1
1
2
=

= =
K
R
R
A
mVolt Volt V A V
in out
10 1000 10 = = =
Sebuah penguat pembalik seperti pada gambar memiliki
hambatan :1 sebesar 111;. Penguat pembalik tersebut di
beri input sebesar 111

+olt. 4egangan keluaran dari


penguat yang diinginkan 1,# +olt. 5itung berapa besarnya
penguat dan hambatan :#"
=a6ab
in
out
V
V
A =

Volt
Volt
A
100
2 , 0
=
2000 = A
) 1 ( 2 R A R =

) 100 ( 2000 2 = R
= K R 200 2
3. Penguat &i$ak Mem'alik (Non In)erting*
Banyak rangkaian elektronika yang memerlukan
penguatan tegangan atau arus yang tinggi tanpa terjadi
pembalikan %inversion& isyarat. Peguat op!amp tak!membalik
%noninverting op-amp& didesain untuk keperluan ini. :angkain
ini dapat digunakan untuk memperkuat isyarat A( maupun D(
dengan keluaran yang tetap se'ase dengan masukan.
8
,mpedansi masukan dari rangkaian ini berharga sangat tinggi
dengan nilai sekitar 111 .. Dengan isyarat masukan
dikenakan pada terminal masukan noninverting, besarnya
penguatan tegangan tergantung pada harga in R dan F R
yang dipasang. ,syarat keluaran penguat ini diambil dari
resistor L R %biasanya berharga sekitar $3!31 &.
Penguat non inverting ini memiliki masukan yang dibuat
melalui input non!inverting. Dengan demikian tegangan
keluaran rangkaian ini akan satu 'asa dengan tegangan
inputnya. )ntuk menganalisa rangkaian penguat op!amp non
inverting, caranya sama seperti menganalisa rangkaian
inverting.
gambar : penguat non-inverterting
Dengan menggunakan analisa konsep bumi semu:
v
in
9 v
*
v
*
9 v
!
9 v
in
Dari sini ketahui arus pada hambatan :
#
dan arus pada
hambatan :
1
adalah
9
i
:1
9 v
in
B:
1

i
out
9 %v
out
!v
in
&B:
#
5ukum kirchko' pada titik input inverting merupakan 'akta
yang mengatakan bah6a :
i
out
* i
%!&
9 i
:1
Arus yang masuk dalam op!amp adalah nol,
0 i_ =
maka
i
out
9 i
:1
%v
out
C v
in
&B:
#
9 v
in
B:
1
yang kemudian dapat disederhanakan menjadi :
v
out
9 v
in
%1 * :
#
B:
1
&
=ika penguatan D adalah perbandingan tegangan keluaran
terhadap tegangan masukan, maka didapat penguatan op!
amp non!inverting :
E %#&
,mpendasi untuk rangkaian p!amp non inverting adalah
impedansi dari input non!inverting op!amp tersebut. Dari
datasheet, -./01 diketahui memiliki impedansi input @
in
9 11
?
to 11
1#

hm.
(ontoh Soal :
10
gambar : penguat non-inverterting
Sebuah penguat tak membalik seperti pada gambar memiliki
hambatan :1 sebesar 111; dan :# sebesar 18;. Penguat
pembalik tersebut di beri input sebesar 1111A+olt. 5itung
berapa besarnya penguat dan tegangan output"
=a6ab
11 1 +
100
1
1 +
1
2
=

= =
K
R
R
A
mVolt Volt V A V
in out
11 1000 11 = = =
Sebuah penguat pembalik seperti pada gambar memiliki
hambatan :1 sebesar 111;. Penguat pembalik tersebut di
beri input sebesar 111

+olt. 4egangan keluaran dari


penguat yang diinginkan 1,# +olt. 5itung berapa besarnya
penguat dan hambatan :#"
=a6ab
in
out
V
V
A =

Volt
Volt
A
100
2 , 0
=
2000 = A
1 +
1
2
R
R
A =

1
2
1
R
R
A =

( ) 1 1 2 R A R =

( )100 1 2000 2 = R
; :# 9 1FFF11 ;
:# 9 1FF,F8;
0. Pengikut 4egangan % Bu''er &
Pengikut tegangan biasanya dide'inisikan sebagai
11
rangkaian dengan penguatan satu. Diantara masukan dan
keluaran terdapat isolasi impedansi. 8eluaran dari op amp
terhubung pada masukan inverting dan tegangan masukan
dihubungkan pada masukan non inverting. 5ambatan umpan
balik sama dengan nol sehingga besarnya penguatan adalah
1
1
0
1 =
+
= + =
in in
f
R R
R
A
Dengan masukan non inverting, rangkaian ini memiliki
impedansi masukan yang amat tinggi serta impedansi
keluaran yang amat rendah. 8euntungan ini menjadi sangat
ideal untuk penyangga.
Dambar $: Dambar penyangga positi'
Penyangga negative sering diperlukan dalam
pemakaian khusus. :angkaian penyangga 'ase terbalik
ditunjukan pada Dambar 0. 8arena :
in
sama dengan :
'
maka
rumus penguatan sebagai berikut:
1 1
0
1 = + = + =
in in
f
R R
R
A
8elemahan dari rangkaian ini adalah amat
berkurangnya impedansi masukan.
12
Dambar 0: Dambar penyangga negative
5. Penguat Di''erensial (Su'tra+tor*
Gambar !:Rangkaian differensial
Penguat di'erensial digunakan untuk mencari selisih dari
dua tegangan yang telah dikalikan dengan konstanta tertentu
yang ditentukan oleh nilai resistansi yaitu sebesar :
'
B:
1
untuk
:
1
9 :
#
dan :
'
9 :
g
. Penguat jenis ini berbeda dengan
di'erensiator. :umus yang digunakan adalah sebagai berikut:
Sedangkan untuk :
1
9 :
#
dan :
'
9 :
g
maka:
13
(ontoh soal:
5itung +out pada rangkaian di ba6ah iniG
6. Penguat Penjumlah %Summing Ampli'ier&
Penguat penjumlah ber'ungsi menjumlahkan beberapa
level sinyal input yang masuk ke op!amp. Penggunanan op!
amp sebagai penjumlah sering dijumpai pada rangkaian miHer
audio.

Gambar ": Rangkaian penjumlah
14
Besarnya penguatan Dain pada masing!masing titik tegangan
masukkan adalah:
Dain 9 :
'
B:
in
Dimana :
:
'
adalah resistor 'eed!back menuju input inverting.
:
in
adalah resistor yang dile6ati tegangan masukkan menuju
input invering op!amp.
Besarnya tegangan keluaran +out pada gambar diatas adalah:
+
out
9 ! %%:
'
B:
1
& H +
1
* %:
'
B:
#
& H +
#
* ... * %:
'
B:
n
& H +
n
&
(ontoh soal:
5itung +out pada rangkaian di ba6ah ini jika +19# +,+#9 !$
+ G
+out9 !%#!$&9 1 +olt
15
B. Osilator
B.. Pengertian Osilator $an ,ara #er-an.a
Pengertian Os+ilator
.erupakan suatu device yang dapat
menghasilkankeluaran gelombang sinusoida. scilator
merupakan suatu rangkaian loop tertutup yang sinyal inputnya
didapat dari rangkaian itu sendiri dengan meman'aatkan
umpan balik positi'.
,ara ker-a Os+ilator
Seperti yang telah dituliskan di atas bah6a oscilator
itu dapat menghasilkan keluaran gelombang sinusoidal yang
inputnyamerupakan suatu sinyal yang kecil kemudian
diperkuat oleh komponen akti' sehingga sinyal ini merupakan
sinyal keluaran yang nanti digunakan, sebagian dari sinyal ini
kemudian diumpan balikkan ke input sehingga sinyal akan
terus kontinu dan dapat menghasilkan keluaran gelombang
sinusoidal yang dikehendaki. Salah satu syarat yng harus
dipenuhi agar oscilator dapat bergetar sendiri adalah 'asa
yang tepat antara sinyal keluaran dengan sinyal yang diumpan
balikkan, juga penguatan yang tepat untuk diumpan balikkan.
Satu yang dianggap penting bah6a oscilator tidak
menciptakan energi karena alasan demikian itu, tetapi
oscilator dapat bekerja karena adanya sumber tegangan, dan
sumber tegangan inilah yang digunakan untuk menghasilkan
sinyal dengan mengubahnya dari catu searah %D(& menjadi
keluaran sinusoidal %A(&.
16
B.". /enis!/enis Osilator
8ita dapat mengelompokkan osilator berdasarkan metode
pengoperasiannya menjadi dua kelompok, yaitu osilator balikan
dan osilator relaksasi. Pada silator Balikan terjadi balikan pada
sistem!suara yang digunakan pada suatu pertemuan. =ika
mikropon terletak terlalu dekat dengan speaker, maka sering
terjadi proses balikan dimana suara dari speaker terambil kembali
oleh mikropon diteruskan ke ampli'ier menghasilkan dengung.
8ondisi ini dikenal dengan balikan mekanik. 4erjadinya balikan
pada sistem ini sangat tidak diharapkan, namun sistem balikan
pada osilator sangat diperlukan.
silator ralaksasi utamanya digunakan sebagai pembangkit
gelombang sinusosidal, Delombang gigi gergaji, gelombang kotak
dan variasi bentuk gelombang tak beraturan. Pada dasarnya
osilator ini tergantung pada proses pengosongan dan pengisian
jaringan kapasitor dan resistor. Perubahan tegangan pada
jaringan digunakan untuk mengubah!ubah konduksi piranti
elektronika. )ntuk pengontrol, pada osilator dapat digunakan
transistor atau ,( %integrated circuit&.
B.%. Dasar! Dasar Osilator #ristal
Dambar /. silator kristal
17
silator 8ristal adalah osilator yang rangkaian resonansinya
tidak menggunakanan -( atau :( melainkan sebuah kristal k6arsa.
:angkaian dalam kristal me6akili rangkaian :, - dan ( yang disusun
seri. silator Pierce ditemukan oleh Deorge 7. Pierce. silator
Pierce banyak dipakai pada rangkaian digital karena bentuknya yang
simpel dan 'rekuensinya yang stabil.
silator kristal adalah osilator yang menggunakan kristal
sebagai kalang penentu 'rekuensi osilator 'rekuensi tetap jika
dibutuhkan stabilitas yang tinggi. Bahan dari kristal tertentu
memperlihatkan e'ek pieIoelektrik %e'ek dimana terjadi perubahan
energi mekanik menjadi energi elektrik& apabila dikenai tegangan
listrik. Pada osilator kristal berlaku sebagai rangkaian resonansi seri.
8ristal seolah!olah memiliki komponen :, - dan (.
- ditentukan berdasarkan massa kristal, ( ditentukan
berdasarkan kemampuannya berubah secara mekanik, sedangkan :
berhubungan dengan gesekan mekanik.
:angkaian Jkuivalen 8ristal berdasarkan tata kerja kristal dapat
diilustrasikan melalui rangkaian ekuivalen yang terdiri dari dua buah
kapasitor, satu buah induktor dan satu buah resistor.
-1 %motional inductance& adalah padanan dari massa keping
kristal yang bergetar, (1 %motional capacitance& adalah padanan dari
kekakuan keping kristal mela6an getaran, :1 adalah padanan dari
energi yang hilang diserap oleh kristal karena bentuknya mengalami
perubahan ketika bergetar. (1 %shunt capacitor& adalah kapasitansi
yang terbentuk diantara dua elektroda yang mengapit potongan
kristal. )mumnya, nilai induktansi -1 adalah sangat tinggi sementara
nilai kapasitansi (1 sangat rendah. Sebagai contoh, sebuah kristal
yang mempunyai 'rekuensi getar 11.5I mempunyai nilai -1 9
1.135, (1 9 1.1131pK, :1 9 3; dan (1 9 <pK.
18
Lilai 'aktor kualitas kristal umumnya bekisar diantara 110
sampai dengan 11<, bandingkan dengan nilai 'aktor!kualitas
rangkaian -( biasa yang hanya berkisar diangka ratusan.
silator (olpitts 8ristal dapat digunakan sebagai pengganti jajaran
resonansi -( untuk hampir semua jenis rangkaian osilator, baik
secara resonansi!seri maupun resonansi!paralel. Sebagai contoh
adalah rangkaian osilator (olpitts yang menggunakan jajaran kristal
dan kapasitor secara resonansi!seri.
,. PEN0UA& DA1A
Dalam elektronika banyak sekali dijumpai jenis penguat
pengelompokkan dapat berdasarkan:
1. rentang 'rekuensi operasi,
a. gelombang lebar %seperti: penguat audio, video, r' &
b. gelombang sempit %seperti tuned amplifier&.
#. metoda pemasangan rangkaian,
a. pemasangan #$ : semua komponen 'rekuensi rendah %termasuk
dc& tidak diteruskan ke rangkaian penguat.
b. pemasangan %$ : salah satu tipenya adalah penguat chopper,
sinyal input terbelah menjadi seri pulsa kemudian diperkuat oleh
penguat ac sebelum dikembalikan lagi ke level dc.
$. titik bias pada penguat: kelas A, kelas B, kelas AB dan kelas (
0. tegangan
19
3. arus
<. daya
Berdasarkan dengan tipe pembiasan yang dilakukan oleh
penguat, dapat dikelompokkan menjadi:
. #elas A
4itik kerja diatur agar seluruh 'asa sinyal input diatur
sedemikian rupa sehingga seluruh 'asa arus output selalu mengalir.
Penguat ini beroperasi pada daerah linear.
". #elas B
4itik kerja diatur pada suatu sisi ekstrim saja, sehingga daya
Muiescent sangat kecil. )ntuk sinyal input sinusoida, penguatan
hanya terjadi pada setengah perioda sinyal input saja.
%. #elas AB
4itik kerja diatur dua ekstrim dari kelas A dan kelasB. =adi
sinyal output sama dengan nol pada satu bagian namun dengan
selang kurang dari setengah siklus sinyal sinus.
2. #elas ,
4itik kerja diatur beropersi untuk arus %tegangan& output sama
dengan nol dengan selang lebih besar dari setengah siklus sinus.
Sehingga penguat bekerja kurang dari setengah perioda sinyal
input.
20
D. Soal Dan Pem'ahasan
Di ba6ah ini adalah soal beserta ja6aban.
1. Sebutkan jenis!jenis rangkaian penguat operasional yang anda
ketahuiG
=a6ab:
(omparator
,nverting ampli'ier
Lon inverting ampli'ier
Bu''er
Subtractor
Summing
,ntegrator
Di'erensiator
#. Sebut dan jelaskan perbedaan yang mendasar antara rangkaian
p!Amp inverting dan p!Amp non invertingG
=a6ab:
a. ,nverting
Dambar rangkaian sebagai berikut:
Sinyal outputnya berbalik 'asa 1?1 derajat dari sinyal
input.
Dimana A adlah penguatan, berarti
b. Lon inverting
21
Dambar rangkaian sebagai berikut:
4egangan keluaran rangkaian ini akan satu 'asa dengan
tegangan inputnya.
Dimana D adalah penguatan maka
$. Bagaimanakah karakteristik rangkaian p!Amp di ba6ah ini"
=elaskanG
:
=a6ab:
.erupakan rangkaian bu''er, biasanya dide'inisikan
sebagai rangkaian dengan penguatan satu. 8eluaran dari op
amp terhubung pada masukan inverting dan tegangan masukan
dihubungkan pada masukan non inverting.
0. Sebut dan jelaskan jenis!jenis isolator yang adaG
22
R
=a6ab:
8ita dapat mengelompokkan osilator berdasarkan metode
pengoperasiannya menjadi dua kelompok, yaitu osilator balikan
dan osilator relaksasi.
Pada silator Balikan terjadi balikan pada sistem!suara yang
digunakan pada suatu pertemuan. =ika mikropon terletak terlalu
dekat dengan speaker, maka sering terjadi proses balikan
dimana suara dari speaker terambil kembali oleh mikropon
diteruskan ke ampli'ier menghasilkan dengung.
silator ralaksasi utamanya digunakan sebagai pembangkit
gelombang sinusosidal, Delombang gigi gergaji, gelombang
kotak dan variasi bentuk gelombang tak beraturan. Pada
dasarnya osilator ini tergantung pada proses pengosongan dan
pengisian jaringan kapasitor dan resistor.
3. Apa yang kamu ketahui tentang osilator kristal"=elaskanG
=a6ab:
silator 8ristal adalah osilator yang rangkaian resonansinya
tidak menggunakanan -( atau :( melainkan sebuah kristal
k6arsa. Bahan dari kristal tertentu memperlihatkan e'ek
pieIoelektrik %e'ek dimana terjadi perubahan energi mekanik
menjadi energi elektrik& apabila dikenai tegangan listrik. Pada
osilator kristal berlaku sebagai rangkaian resonansi seri. 8ristal
seolah!olah memiliki komponen :, - dan (.
<. Apakah yang dimaksud dengan penguat daya"
=a6ab:
23
Penguat daya adalah penguat isyarat tegangan yang kecil
diperkuat dan dibuat agar mampu memberikan arus isyarat
yang besar, untuk menggetarkan pengeras suara,
menggerakkan motor listrik. Pada penguat daya, tegangan
isyarat besar dan arus isyarat juga besar. Penguat daya
bertujuan untuk meningkatkan daya sinyal output.
/. Sebutkan jenis!jenis %kelas& penguat daya yang kamu ketahui
dan untuk apakah 'ungsi penggunaannya secara umumG
=a6ab:
:angkaian penguat umumnya digolongkan dalam kelas!
kelas, #elas A3 B3 AB3 $an , untuk rancangan analog, 8elas D
dan J untuk rancangan pengalih %switching&. Di samping itu
masih ada kelas JBK untuk penguat daya pengalih e'isiensi
tinggi yang bekerja untuk gelombang segi empat.
?. Sebutkan cirri khas penguat daya kelas AG
=a6ab:
(iri khas dari penguat kelas A:
Penguat dengan letak titik N di tengah!tengah garis beban.
.empunyai sinyal keluaran yang paling bagus diantara
penguat jenis yang lain.
J'isiensinya paling rendah, karena banyaknya daya yang
terbuang di transistor.
4itik kerja diatur agar seluruh 'asa sinyal input diatur
sedemikian rupa sehingga seluruh 'asa arus output selalu
mengalir. Penguat ini peroperasi pada daerah linear.
24
Disipasi daya tertinggi terjadi saat tidak ada sinyal masukan.
25
26
27
BAB III
PENU&UP
A. #esimpulan
Penguat operasional %p Amp& dide'inisikann sebagai suatu
rangkaian terintegrasi yang berisi beberapa tingkat dan kon'igurasi
penguat di'erensial. Berikut ini adalah karakteristik dari p Amp ideal:
Aplikasi penguat operasional4
Pem'an$ing (+omparator*
Penguat pem'alik (in)erting*
Penguat tak mem'alik (non in)erting*
Bu''er
Penguat di''erensial %subtractor&
Penguat penjumlah %summing ampli'ier&
silator merupakan suatu device yang dapat
menghasilkankeluaran gelombang sinusoida. scilator merupakan
suatu rangkaian loop tertutup yang sinyal inputnya didapat dari
rangkaian itu sendiri denganmeman'aatkan umpan balik positi'.
Berdasarkan dengan tipe pembiasan yang dilakukan oleh
penguat, dapat dikelompokkan menjadi: kelas A,kelas B, 8elas AB dan
kelas (.
B. #ritik Dn Saran
28
Dalam makalah ini sangat banyak kekurangan untuk itu penulis
berharap masukan dari pembaca.
29