Anda di halaman 1dari 63

1.

PENDAHULUAN
Apa yang dimaksud denganPolarizabillities?
a.
()
()


b.
()
()


c.
()
()


d.
()
()



2. LARUTAN
Plasma manusiamengandungkira-kira
5meq/liter ion kalsium.Berapa milligram
kalsiumkloridadihidrat, CaCl2 .2H2O
,diperlukanuntukmembuatsediaan 500mL
larutan yang setara ion kalsiumnyadengan
plasma manusia?
(Bobotmolekulkalsiumkloridadihidrat = 147
g/mol)
a. 183,75 mg
b. 275,60 mg
c. 367,50 mg
d. 514,55 mg
Jawaban :A. 183,75 mg
BobotekuivalengaramCaCl2
.2H2Oadalahsetengahdaribobotmolehulnya, yaitu
147/2 = 73,5 g/eq = 73,5 mg/meq
73,5 mg/m eq = mg /liter
5m eq/liter
73,5 mg/m eq x 5 m eq/liter = 367,5 mg/liter
Untuk 500 mL makaperlu :
367,5 x (500 mL/1000mL) = !83,75 mg CaCl2 .
2H2O
3. STABILITAS
Suatuperusahaanobatakanmembuatobat
analgesic cair. Sediaantersebutmengandung4 g/
100mL aspirin.Kelarutan aspirin padasuhu 25
o
C
adalah 0,33 g/100mL.
Sediaancairtersebutmenunjukkan pH= 6,0.
Tetapanlajuorde I bagidegradasi aspirin
dalamlarutanadalah4,5 x 10
-6
s
-1
.
Hitunglahwaktusimpanbagisediaan,
denganmenganggapproduktersebutmasihmem
enuhisyaratsampaisaatsediaantersebutterurai
10% padasuhukamar.
a. 5 hari
b. 4 hari
c. 3 hari
d. 2 hari
Jawaban :C.3 Hari
Ko = k x [ aspirindalamlarutan]
Ko= (4,5 x 10
-6
s
-1
) x (0,33 g/ 100 mL)
Ko= 1,5x 10
-6
s
-1

T90= 0,10 [A]0= (0,10) (4 g/100mL)
Ko(1,55 x 10
-6
s
-1
)
= 0,267 x 10
-6
s = 3 hari
4. DIFUSI
Difusi yang dapatselaluterjadimelaluisel lipoid
berlapisdua (bilayer) disebut?
a. Transeluler
b. Paraselluler
c. Obat
d. Nutrisi
5. FENOMENA ANTAR MUKA
Ingredient Amount RHLB
(O/W
)
1. Beeswax
2. Lanolin
3. Paraffin wax
4. Cetyl alcohol
5. Emulsifier
6. Preservative
7. Color
8. Water, purified
q.s.
30 g
20 g
40 g
10 g
4 g
0,4 g
As
require
d
200 g
9
12
10
15

Emulgator :Kombinasi Tween 80 (HLB=15,0 )
dengan Span 80 (HLB = 4,3).
Hitunglahberapasurfaktan yang diperlukan.
a. Tween 80 = 1,82 g
Span 80 = 0,18 g
b. Tween 80 = 0,18 g
Span 80 = 1,82 g
c. Tween 80 = 0,82 g
Span 80 = 1,18 g
d. Tween 80 = 1,18 g
Span 80 = 0,82 g
Jawaban :d.Tween 80 = 1,18 g
Span 80 = 0,82 g

Bobot total faseminyak = 100 g,
maka :
Beeswax 30/100 x 9 = 2,7
Lanolin 20/100 x 12
=2,4
Paraffin wax 40/100 x 10
=4
Cetyl alcohol 10/100 x 15
=1.5
HLBB total emulsi = 10,60

Tween 80 = HLBB-HLBB rendah
HLBB tinggi-HLBB rendah
= 10,6 - 4,3
15 4,3
= 0,59
Tween 80 = 0,59 x 2 = 1,18 g
Span 80 = 2 1,18 g = 0,82 g

6. RHEOLOGI
Rheologidapatditerapkandalamaspek-
aspekdibawahini, kecuali
a. Konsistensi
b. Pengemasan
c. Konsentrasi
d. Stabilitas

7. ZAT PADAT
Akseptabilitas suspense dibawahinibenar,
kecuali
a. Memisahdengancepat
b. Redispersimudah
c. Mudahdituang
d. Mudahmenyebar
8. MIKROMERITIKA
Sampelsuatuserbukmemilikikerapatansejati
6,406 danbobot 262,6 g mempunyai volume
ruah 93,0 cm
3
saatdimasukkandalamgelasukur
100mL. Hitungporositasnya!
a. 50 %
b. 45%
c. 40%
d. 35%
Jawaban :B. 45%
Volume partikel = 262,6 / 6,406 =
40,99 cm
3
Volume ruangkosong = v = 90
40,99 = 49,1 cm
3
Porositas = = 90 49,1= 0,45 = 45%
90

9. SISTEM DISPERSI
Hitunglah CMC daricampuran C12E8 dan DM.
Dimana CMC (C12E8)=8,1 x 10
-5
M
danfraksimolnya, x1 = 0,75 ; CMC DM = CMC2 =
15 x 10
-5
M.
a. 3,9 x 10
-5
M
b. 9,3 x 10
-5
M
c. 6,3 x 10
-5
M
d. 3,6 x 10
-5
M
Jawaban: b. 9,3 x 10
-5
M
X2 = 1 0,75 = 0,25
1/ CMC =( 0,75/8,1 x 10
-5
M ) + (0,25 / = 15 x 10
-
5
M)
CMC = 9,3 x 10
-5

1. Pendahuluan dan Sifat Fisika Molekul Obat
Pernyataan mengenai konstanta dielektrik dan
polarisasi terinduksi di bawah ini benar, kecuali...
a. Kapasitans kondenser tergantung atas jenis medium
dan tebal (jarak) antara dua pelat
b. Konstanta dielektrik adalah perbandingan
kapasitans kondensor yang diisi dengan suatu
material dengan kapasitans bakunya (Vakum)
c. Konstanta dielektrik merupakan ukuran
kemampuan molekul untuk menahan pemisahan
muatan
d. Polarisasi terinduksi dapat terjadi jika molekul polar
dalam pelarut yang cocok ditempatkan diantara
pelat kapasitor yang bermuatan
e. Daya polarisasi adalah suatu kemudahan suatu ion
atau molekul dapat dipolarisasikan oleh gaya luar
Jawaban : D
Karena polarisasi terinduksi dapat terjadi jika molekul
nonpolar dalam pelarut yang cocok ditempatkan
diantara pelat kapasitor yang bermuatan
2. Larutan dan Kelarutan
Jika plasma manusia normal berisi 3 mEq/liter ion
hidrogen fosfat HPO4
2-
, berapa miligramkah potasium
fosfat berbasa 2, K2HPO4 (berat molekul 174)
dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan HPO4
2-
untuk
larutan pengganti elektrolit dirumah sakit?
a. 261 mg/L
b. 58 mg/L
c. 422 mg/L
d. 87 mg/L
e. 14,6 mg/L
Jawaban : A
Potasium fosfat berbasa 2
Bobot ekivalen garam adalah setengah dari bobot
molekulnya = 174/2 = 87 g/eq, atau 87 mg/m eq.
Bobot ekivalen =


miligram/liter = bobot ekivalen x miliekivalen/liter
= 87 mg/m eq x 3 mEq/l
= 261 mg/L
Jadi untuk membuat 1 liter larutan pengganti
elektrolit di rumah sakit yang mengandung 3 mEq/liter
ion hidrogen fosfat HPO4
2-
dperlukan 261 mg garam
K2HPO4
3. Difusi dan Disolusi
Suatu obat memiliki luas permukaan 2,45x10
3
cm
2

dan kelarutan jenuhnya 0,315 mg/mL pada suhu 250
di dalam air. Koefisien difusi obat 1,80x10
-7
cm
2
/s dan
tebal lapisan difusi 0,8 m. Jika laju disolusi (dM/dt)
partikel obat adalah 1,4 mg/s. Berapakah konsentrasi
obat dalam larutan?
a. 2,64 mg/mL
b. 8,25 mg/mL
c. 2,64 x 10
-4
mg/mL
d. 16,5 mg/mL
e. 0,066 mg/mL
Jawaban : E
dM/dt = (DS/h)(Cs - C)
(Cs C) =

()

=



(Cs C) = 0,249
C = Cs 0,249
= 0,315 0,249
C = 0,066 mg/m
4. Stabilitas
Berikut ini adalah peruraian secara kimia yang dapat
mempengaruhi kestabilan suatu sediaan obat,
kecuali..
a. Hidrolisis
b. Transformasi polimorfik
c. Oksida
d. Isomerasi
e. Dekomposisi fitokimia
Jawaban : B
Karena Transformasi polimorfik merupakan peruraian
secara fisika
5. Fenomena permukaan
Berikut ini adalah cara (metode) untuk menentukan
tegangan permukaan, kecuali..
a. Kenaikan kapiler
b. Volume tetes
c. Cincin DuNoy
d. Tekanan gelembung
e. Tetes Wilhelmy
Jawaban : B
yg benar metode berat tetes, bukan volume tetes
6. Rheologi
Viskometer yang tidak terpengaruh oleh aliran sumbat
adalah..
a. viskometer Cone-plate
b. viskometer Cup-bob
c. viskometer Bola jatuh
d. Viskometer kapiler
e. Semua benar
Jawaban : A
7. Mikromeritika
Suatu sampel Alumunium Oksida mempunyai
kerapatan sebenarnya 4,0 g/cm
3
. Jika 75 g dari serbuk
tersebut ditempatkan dalam gelas ukur, Al2O3
ternyata mempunyai volume bulk 62 cm
3
. Berapakah
porositasnya?
a. 21,51 %
b. 39,51%
c. 69,76%
d. 79,33%
e. 85,71%
Jawaban : C
volume partikel 75g 4 g/cm
3
= 18,75 cm
3

porositasnya:
=

x 100%
=

x 100%
= 69,76 %
8. Zat Padat
Dibandingkan dengan polimorf stabil, polimorf
metastabil memiliki sifat sebagai berikut, keculi..
a. Tekanan uap lebih tinggi
b. Lebih mudah larut
c. Energi bebas lebih tinggi
d. Titik leleh lebih tinggi
e. Lebih mudah meleleh
Jawaban : D
Alasan jelas.

9. Sistem dispersi
Serbuk kasar dengan kerapatan sebenarnya 2,44
g/cm
3
dan diameter partikel rata-rata 100 m
didispersikan dalam karboksimetil selulosa 2%.
Dispersi tersebut mempunyai kerapatan 1,010 g/cm
3
.
Viskometer medium pada shear rate rendah adalah 27
poise. Hitung kecepatan sedimentasi rata-rata dari
serbuk tersebut dalam cm/detik.
a. 2,9 x 10
-4
cm/detik
b. 5,8 x 10
-6
cm/detik
c. 1,95 x 10 10
-4
cm/detik
d. 2 x 10
-4
cm/detik
e. 2,9 x 10
-6
cm/detik
Jawaban : A
v = d
2
(s o) g
180
= 0.01
2
(2,44 1,010) 987
18x27
= 2,9 x 10
-4
cm/detik
1. Sifat Fisika Molekul Obat
Kapasitas condenser yang diisi dengan sesuatu
material Cx dibagi dengan acuan baku Co disebut
a. Kapasitans
b. Tetapan permitivitas
c. Momen dipole
d. Tetapan dielektrik
e. Bilangan Avogadro

Jawaban : D

2. Larutan dan Kelarutan
Penentuan tekanan uap dari larutan secara langsung
dapat menggunakan alat yang disebut
a. Sphygmamometer
b. Spektrometer
c. Viskometer
d. Manometer
e. Cincin DuNuoy
Jawabab : D
3. Stabilitas
Konsentrasi suatu obat yang terurai menurut kinetika
orde I adalah 87 unit/mL. Laju dekomposisi spesifik k
yang diperoleh dari plot Arrhenius adalah 2,982 x 10
-
5
/jam pada suhu 27
o
. Ekaperimen sebelumnya
menunjukkan bahwa jika kadar obat di bawah 62
unit/mL maka obat itu sudah tidak berkhasiat lagi
dan harus ditarik dari pasaran. Hitunglah
kadaluwarsa obat tersebut!
a. 1,2 tahun
b. 1,3 tahun
c. 3,1 tahun
d. 2,1 tahun
e. 8 bulan
Jawaban : B
t =

log


t =

log


t = 0,114 x 10
5
jam 1,3 tahun

4. Difusi dan Disolusi
Proses untuk memisahkan partikel koloid dan
molekul besar dengan menggunakan suatu
membrane disebut
a. Dialisis
b. Osmosis
c. Uktrafiltrasi
d. Disolusi
e. Hemolisis

Jawaban : C

5. Fenomena Antarmuka
Tegangan antarmuka air S sebesar 72,8 dyne/cm
pada suhu kamar, tegangan permukaan benzene L =
28,9, dan tegangan antarmuka antara benzene dan
air SL = 35,0. Berapakah koefisien sebar awal
(initial)? Setelah terjadi kesetimbangan, S = 62,2
dyne/cm dan L = 28,8, berapakah koefisien sebar
akhir?
a. S0 = -1,6 dyne/cm dan S = 8,9 dyne/cm
b. S0 = 8,9 dyne/cm dan S = 1,6 dyne/cm
c. S0 = -8,9 dyne/cm dan S = -1,6 dyne/cm
d. S0 = -8,9 dyne/cm dan S = 1,6 dyne/cm
e. S0 = 8,9 dyne/cm dan S = -1,6 dyne/cm
Jawaban : E.
S0 = S ( L + SL )
S0 = 72,8 ( 28,9 + 35,0 )
S0 = 8,9 dyne/cm
Setelah Kesetimbangan,
S = 62,2 (28,8 + 35,0)
S = - 1,6 dyne/cm

6. Rheologi
Waktu yang dibutuhkan aseton untuk mengalir
antara kedua tanda pada viscometer kapiler adalah
48 detik, dan untuk air waktu yang dibutuhkan
adalah 100 detik pada 25
0
C. Pada temperature ini
kerapatan aseton adalah 0,788 g/cm
3
, kerapatan air
0,997 g/cm
3
pada 25
0
C, viskositas air 0,8904 cp.
Hitunglah viskositas aseton pada suhu tersebut.
a. 0,233 cp
b. 0,327 cp
c. 0,337 cp
d. 0.427 cp
e. 0,477 cp
Jawaban : C

=



1 = 0,337 cp

7. Wujud Zat
Urutan energy ikatan kovalen yang benar adalah
a. C H < N H < H H > H Cl
b. C H < C C < H Cl > H H
c. C H < O H < H H > C C
d. C H < H H > O H > C - Cl
e. C H < O H > H H > H - Cl
Jawaban : E
8. Mikromeritika
Bobot dari tablet magnesium sulfat adalah 0,1285 g
dan volume curahnya adalah 0,0827 g/cm
3
.
Kerapatan sejati dari magnesium sulfat adalah 1,68
g/cm
3
. Hitunglah kerapatan curah dan porositas total
dari tablet tersebut!
a. 1,554 g/cm
3
dan 7,5 %
b. 0,643 g/cm
3
dan 7,5 %
c. 0,643 g/cm
3
dan 6,1 %
d. 1,554 g/cm
3
dan 6,1 %
e. 0,775 g/cm
3
dan 6,5 %
Jawaban : A
b =

= 1,554 g/cm
3

total = 1

%


9. Sistem Dispersi
Sebuah sifat optis koloid berupa seberkas sinar kuat
akan memperlihatkan suatu kerucut, disebut sebagai

a. Gerakan Brown
b. Light scattering
c. Turbiditas
d. Efek Faraday-Tyndall
e. Tiksotropi
Jawaban : D
1. Kelarutan
Konsentrasi solute jika solvent telah dapat
melarutkan sebuah solute pada suhu tertentu
disebut Kelarutan.

2. Stabilitas / Kinetika
Suatu larutan obat mengandung 500 unit per
ml sewaktu dibuat. Setelah periode 40 hari
larutan tersebut dianalisis dan diketahui
mengandung 300 unit per ml. dengan anggapan
bahwa penguraian tersebut merupakan orde I.
hitunglah waktu ketika konsentrasi obat tinggal
setengah konsentrasi awal.
a. 60 hari
b. 55,4 hari
c. 54,3 hari
d. 52,2 hari
e. 50 hari
Cara pengerjaan :



3. Difusi dan Disolusi
Suatu granul obat seberat 0,55 g dan luas
permukaannya 0,28 m (0,28x10
4
cm)
dilarutkan dalam 500ml air pada suhu kamar.
Setelah menit pertama, 0,76 g terlarut. Jika
kelarutan obat Cs=15mg/ml. hitung k ; dan jika
tebal lapisan difusi h pada percobaan diatas
5x10
-3
cm. Hitung D dalam kondusi sink!
a. 3,05 x 10
-4
cm/sek
b. 3,04 x 10
-4
cm/sek
c. 3,03 x 10
-4
cm/sek
d. 3,02 x 10
-4
cm/sek
e. 3,01 x 10
-4
cm/sek
Cara Pengerjaan :

) =
K = 3,02x 10
-4
cm/sek

4. Fenomena Permukaan
Suatu formula emulsi M/A terdiri dari :
Komponen Jumlah
HLBB (M/A)
Malam 15
9
Lemak Bulu Domba 10
12
Parafin 20
10
Setilalkohol 5
15
Emulgator 2
Pengawet 0,2
Air sampai 100
Jika emulgator yang akan digunakan adalah
kombinasi tween 80 (HB=15) dengan Span 80
(HLB=4,3). Maka hitunglah berapa masing-
masing surfaktan yang diperlukan!
a. Tween 80 : Span 80 = 1,10 : 0,85
b. Tween 80 : Span 80 = 1,18 : 0,81
c. Tween 80 : Span 80 = 1,31 : 0,82
d. Tween 80 : Span 80 = 1,18 : 0,82
e. Tween 80 : Span 80 = 1,20 : 0,82
Cara Pengerjaan :
Tween 80 (HLB 15) 15
6,3

10,6
Span 80 (HLB 4,3) 4,3
4,4 +

10,7




5. Reologi
Asas Reologi dapat terlibat pada, kecuali :
a. Proses pencampuran
b. Stabilitas fisik
c. Pengemasan
d. Homogenitas zat aktif dalam obat
e. Kelarutan

6. Mikromeritika
Suatu bahan serbuk, kerapatan 2,7 g/cm
3

disuspensikan dalam air pada 20
0
C. Berapa
ukuran terbesar partikel yang akan memisah
tanpa menyebabkan turbulensi? Viscositas air
pada 20
0
C adalah 0,01 poise, dan kerapatannya
adalah 1,0 g/cm
3
.
a. 20
b. 30
c. 40
d. 50
e. 60
Cara Pengerjaan :






7. Zat Padat
Isi persamaan Hukum Gas Ideal Boyle-Gay
Lussac adalah..
a.


b. PV = nRT
c.


d. <
e. PV = RT

8. Sistem Dispersi
Faktor-faktor yang mempengaruhi solubilisasi
adalah Surfaktan Kimiawi, PH, Suhu.

9. Sifat Fisik Molekul
Apa yang dimaksud dengan konstanta
dielektrik? Rapatnya fluks elektrostatik dalam
suatu bahan bila diberi potensial listrik.
Kelarutan
1. Campuran fenol dengan air pada 20
0
C
mempunyai komposisi total 40% fenol. Tie line
pada suhu ini memotong garis binodial pada
titik ekivalen 7,5 dan 70% b/b fenol. Berapa
bobot lapisan air dan lapisan fenol dalam 500 g
campuran, dan berapa gram fenol yang ada
dalam masing-masing ke dua lapisan tersebut ?
Jawab :
a. 240 g, 150 g, 17 g, 200 g
b. 200 g, 260 g, 15 g, 182 g
d
R
g
e
s o o
3
2
18
=

q
( )
( )( )( )
( )
m 60 cm 10 6
981 0 , 1 0 , 1 7 , 2
01 , 0 2 , 0 18
3 -
2
3
= =

= d
( ) L g A
L g mL g A
t k A A
t
t
/ 656 , 38 24 2 278 , 1 100
/ 100 5 / 5 , 0

0
0 0
= =
= =
=
c. 240 g, 260 g, 18 g, 182 g
d. 250 g, 174 g, 15 g, 235 g
Penjelasan :
Misal :
Z = bobot (gram) lapisan air.
Maka bobot lapisan fenol = (500 Z) gram,
Jumlah persentase fenol dalam kedua lapisan
harus sama dengan seluruh komposisi yang
40% atau 500 x 0,40 = 200 g
- Bobot Lapisan Air (Z)
Z (7,5/100) + (500-Z)(70/100) =
200 g
0,075 Z + (500-Z)(70/100) =
200 g
350 0,0625 Z
= 200 g
Z
= 240 g
- Bobot Lapisan Fenol
500 - Z = ....g
500 - 240 = 260 g
- Bobot Fenol dalam Lapisan Air
240 x 0,075 = 18 g
- Bobot Fenol Dalam Lapisan Feno
260 X 0,7 = 182 g

Jawaban : c. 240 g, 260 g, 18 g, 182 g

Fenomena Permukaan
2. Kloroform dalam kapiler berjari-jari dalam 0,03
cm naik sampai 5,67 cm. Kerapatan kloroform
1,476 9/cm
3
. Hitung tegangan permukaan
kloroform, jika g = 981 cm/sek
2

a. 123,14 dyne/cm
b. 121,14 dyne/cm
c. 128 dyne/cm
d. 120 dyne/cm
Penjelasan :
= rhpg
= x 0,03 cm x 5,67 cm x 1,476 9/cm
3
x 981
cm/sek
2

= 123,14 gcm/sek
2
cm = 123,14 dyne/cm
Jawaban : a. 123,14 dyne/cm

Padatan
3. Polimorfisme adalah ....
a. Zat padat yang mempunyai tekanan uap yang
rendah
b. Kapasitas suatu zat untuk mengkristal lebih
dari satu bentuk kristal
c. Larutan pada suhu tertentu yang
mengandung solut lebih banyak daripada
normal
d. Zat terlarut (solut) berada dalam
kesetimbangan dengan fase padat (solute)
Jawaban : b. Kapasitas suatu zat untuk
mengkristal lebih dari satu bentuk kristal

Rheologi
4. Apakah yang dimaksud dengan Rheologi ...
a. Larutan pada suhu tertentu yang
mengandung solut lebih banyak daripada
normal
b. Sistem pseudoplastik disebut pula sistem
geser encer
c. Menggambarkan aliran zat cair dan
perubahan bentuk (deformasi) zat padat
d. Resistensi zat cair untuk mengalir
Jawaban : c. Menggambarkan aliran zat cair
dan perubahan bentuk (deformasi) zat padat

Stabiltas
5. Aspirin dalam larutan: orde I; pada pH 5, suhu
25
0
C: k1 =0,015/jam, kelarutan aspirin kondisi
tsb =85,2 g/L. Berapa k0 ? Jika suatu sedian
suspensi aspirin yang mengandung 0,5
g/sendok teh (5 mL) pada kondisi diatas,
hitunglah kadarnya setelah 2 hari ?
a. k0 = 1,108 gL
-1
jam
-1
; At = 40,2 g/L
b. k0 = 1,2 gL
-1
jam
-1
; At = 37 g/L
c. k0 = 1,38 gL
-1
jam
-1
; At = 35,44 g/L
d. k0 = 1,278 gL
-1
jam
-1
; At = 38,656 g/L
Penjelasan :
- k0 = 0,015 x 85,2 = 1,278 gL
-1
jam
-1

-

Jawaban : d. k0 = 1,278 gL
-1
jam
-1
; At = 38,656 g/
Mikromeritika
6. Sampel serbuk kalsium oksida dengan
kerapatan sejati 3,203 dan bobot 140,1 g
mempunyai volume ruah 80,0 cm
3
saat
dimasukkan dalam gelas ukur 100 ml. Hitunglah
porositasnya
a. 43 %
b. 45 %
c. 40 %
d. 50 %
Penjelasan :
- Volume Ruang Kosong = v
v = 80,0 43,74 = 36,26 cm
3

- Porositas =

Jawaban : b. 45 %

Difusi dan Disolusi
7. Apakah yang dimaksud dengan Uktrafiltrasi ....
a. Proses pemisahan berdasarkan perbedaan
laju antara solut dan solven melewati
membran mikropori
b. Proses yang berhubungan dengan dialisis
c. Solven yang berpindah
d. Proses untuk memisahkan partikel koloid
dan molekul besar dengan menggunakan
suatu membran
Jawaban : d. Proses untuk memisahkan
partikel koloid dan
molekul besar dengan
menggunakan suatu
membrane

Sifat Fisika Kimia
8. Suatu molekul dikatakan polar jika ....
a. Momen dipolnya sama dengan nol
b. Momen dipolnya tidak sama dengan nol
c. Momen dipolnya lebih besar dari 1
d. Momen dipolnya sama dengan 1
Jawaban : b. Momen dipolnya tidak sama
dengan nol

Sistem Dispersi
9. Berapakah rentang ukuran partikel dispersi
koloidal...
a. < 1,0 nm
b. > 0,5 m
c. 0,5 m 1,0 nm
d. 0,5 m 1,5 nm
Jawaban : c. 0,5 m 1,0 nm
Fenomena Permukaan
1. Tegangan permukaan air pada 20
0
C adalah 84
dyne/cm. Tegangan permukaan laktosa adalah
3
cm 43,74
3,203
140,1
partikel Volume = =
45% atau 0,45
80
43,74 - 80,0
= = c
79,8 dyne/cm. Tegangan antarmuka air dan
laktosa adalah 8,45 dyne/cm. Berapa sudut
kontak antara laktosa dan air?
A. 32,02
B. 34,87
C. 31,89
D. 32,32
E. 31,87
Penjelasan : S = SL + L cos
cos = S- SL
L
= 79,8-8,45
84
= 0,85
= 31,89
Sifat molekul
2. Suatu larutan fenisiklidina dalam 0,1 N asam
sulfat mempunyai absorbansi A=0,258 pada
263 nm dalam sel silika 3 cm. Jika absorptivitas
molar dari obat adalah 299 L mol
1
cm
1

dalam larutan asam, berapa konsentraasi
pensiklidina dalam larutan?
A. 0,87 x 10
4
mol/liter
B. 1,87 x 10
4
mol/liter
C. 2,87 x 10
4
mol/liter
D. 3,87 x 10
4
mol/liter
E. 4,87 x 10
4
mol/liter

Penjelasan :
c =
be
A
=
299 3
258 , 0
x
= 0,000287 = 2,87 x 10
4

mol/liter
Reologi
3. Suatu bahan plastis diketahui mempunyai yield
value 6300 dyne

. Pada shearing stress di


atas yield value, F ditemukan meningkat secara
linier dengan meningkatnya G. Jika rate of
shear 220

pada saat F 9400 dyne

, hitung U (viskositas plastis) dari sampel


tersebut.
A. 14,09 poise
B. 41,09 poise
C. 140,9 poise
D. 49,14 poise
E. 49,41 poise
Penjelasan :
U =
()

=
()

=14,09 poise
4. Suatu bahan serbuk mempunyai kerapatan 1,8
g/cm
3
, disuspensikan dalam air pada 20
o
C.
Berapa ukuran terbesar partikel yang akan
memisah tanpa menyebabkan turbulensi?
Viskositas air pada 20
o
C adalah 0,1 Poise dan
kerapatannya adalah 1,0 g/cm
3
?
A. 3,2 10
-3
cm
B. 3,3 10
-2
cm
C. 3,410
3
cm
D. 3,5 10
2
cm
E. 3,5 10
-2
cm
Penjelasan :
d
3
=

()
=
()()
()()
=4,5810
-5
cm
d =

= 3,5 10
2
cm
Stabilitas Obat
5. Pengertian dari orde nol semu adalah
A. Orde yang berada antara orde nol dan 1.
B. Orde yang berada antara orde nol dan 2.
C. Orde yang berada antara orde nol dan 3.
D. Orde yang berada antara orde nol dan 4.
E. Orde yang berada antara orde nol dan 5
Difusi dan disolusi

6. Disolusi adalah

A. Ilmu yang berhubungan dengan aliran
fluida dan perubahan bentuk zat padat
B. Perubahan yang lambat dan isothermal
pada bahan diam yang konsistensinya
hilang karena geseran
C. Kapasitas suatu zat untuk mengkristal
lebih dari satu bentuk Kristal
D. Proses transfer massa molekul zat yang
berkaitan dengan perbedaan konsentrasi
E. Kemampuan suatu zat kimia tertentu, zat
terlarut (solute), untuk larut dalam suatu
pelarut (solvent)
Penjelesan :
a. Definisi dari Rheologi
b. Definisi dari Tiksotropi
c. Definisi dari Polimorfisme
e. Definisi dari kelarutan
Wujud zat
7. Metode manakah yang tepat dan dapat
digunakan untuk metode pencairan zat.
A. Penyimpanannya dalam keadaan
panas dengan menggunakan
campuran pemanas.
B. Penyimpanannya dalam keadaan
dingin dengan menggunakan
campuran pendingin.
C. Membiarkan memuai dengan
lambat sehingga ada panas yang
masuk kedalam sistem.
D. Gas dapat dimuaikan dengan
menurunkan tekanan.
E. Tekanan turun molekul memuai dan
cairan berubah menjadi gas.
Penjelasan :
Jawabannya adalah B, karena pernyataan
yang lain seharusnya gas dapat dimuaikan
dengan menaikan tekanan, apabila
tekanan naik maka gas akan berubah
menjadi cair apabila tekanan diturunkan
seharusnya cairan yang menjadi gas
Sifat Fisika Molekul Obat
8. Satuan dari momen dipole adalah
A. Farad
B. Debye
C. Volt
D. g/mol
E. Dyne

9. Dalam suatu formulasi obat, solven semipolar
diperlukan untuk
A. Menaikkan tegangan permukaan
B. Mempercepat proses difusi
C. Menyatukan solven polar dan solven
nonpolar
D. Mengidentifikasi larutan lewat jenuh
e. Membentuk cacking
Penjelasan :
a. tegangan permukaan dinaikkan dengan
menambahkan konsentrasi zat
b. proses difusi dipercepat dengan
memperkecil ukuran partikel
d. larutan lewat jenuh diidentifikasi melalui
pembentukan endapan
e. Cacking dibentuk karena suspensi
terdeflokulasi

-Daya Polarisasi-
1. Metanol ( = 31,5) mempunyai bobot molekul 32
g/mol dan 0,79 g/cm
3
pada 25. Berapakah daya
polarisasi (polarizabilitas) molar induksinya?
a. 36,8 b. 19,4 c.
39,5 d. 36 e. 40,5
Jawab :
(


)


= (

= 36,8 cm
3
/mol

KELARUTAN
2. Berikut ini pernyataan yang benar mengenai
kelarutan dan jumlah pelarut :
1) Sangat mudah larut (< 1 bagian)
2) Mudah larut (5 - 10 bagian)
3) Larut (10 - 30 bagian)
4) Sukar larut (1000 - 10000 bagian
a. 1,2,3 benar b. 1 dan 3 benar c. 2
dan 4 benar d. benar semua
e. salah semua

DIFUSI DAN DISOLUSI
-Disolusi-
3. Suatu granul obat seberat 0,65 g dan luas
permukaannya 0,26 m
2
(0,26x10
4
cm
2
) dilarutkan dalam
500 ml air pada suhu kamar. Setelah menit pertama, 0,87
g terlarut. Jika kelarutan obat Cs =15 mg/ml. Hitung
tetapan laju disolusi (k) !
a. Kondisi sink = 3,72 b. kondisi
nonsink = 4,2 c. kondisi sink
= 4,2
d. a dan b benar e. salah semua
Jawab :
Kondisi sink

Kondisi non sink

Setelah 1 menit obat terlarut,C = 870 mg/500 ml = 1,74
mg/cm
3



STABILITAS
4. Aspirin dalam larutan: orde I; pada pH 5, suhu 25
0
C: k1
=0,023/jam, kelarutan aspirin kondisi tersebut =76,8 g/L.
Berapa k0 ?
a. 3,33 b. 1,76 c.
1,33 d. 2,67 e.
3,52
Jawab :
Suspensi: Orde nol semu
| | kelarutan
1 0
= k k
= 0,023 x 76,8 = 1,7664 gL
-1
jam
-1

FENOMENA PERMUKAAN
5.Tegangan permukaan air pada 20C adalah 72,8
dyne/cm. Tegangan permukaan Prednisolon 67,2
dyne/cm. Tegangan antarmuka air dan Prednisolon adalah
14,1 dyne/cm. Berapa sudut kontak antara Prednisolon
dan air ?
a. 66 b. 113
c. 43 d. 30 e.
48
Jawab :
Cos =

= 0,73
= 43

REOLOGI
6. Manakah yang menunjukkan aliran pseudoplastis :
a. b.
c.
d. e.

Jawab :
a. plastis b. bulge
c. spur d. pseudoplastis e.
dilatan

MIKROMERITIKA
7. Bagaimana rumus untuk menghitung kerapatan curah :
a. b.
ZAT PADAT
8. Manakah dari pernyataan berikut ini yang benar
mengenai gaya tarik intermolekuler :
1) Kekuatannya besar
2) Wujud zat
3) Molekul
4) 12 kkal memecahkan ikatan dalam 1 mol
a. 1, 2, dan 3 benar b. 2 dan 4 benar c. 1 dan 3
benar d. 4 benar e. benar semua

SISTEM DISPERSI
9. Yang merupakan contoh emulsi :
a. tinta b. cat c. susu
d. mentega e. buih sabun
1. REOLOGI
Hukum apakah yang mendukung teori tentang
sedimentasi ?
A. Brown
B. Einstein
C. Stokes
D. Vant hoff
E. Mark-Houwink

2. PENDAHULUAN & SIFAT FISIKA MOLEKUL
OBAT
Hukum apakah yang dapat mendefinisikan
potensial energi yang timbul dari dua muatan
yang terpisah dengan jarak tertentu?

s
C S k
dt
dM
=
( )
cm/sek 10 72 , 3
mg/cm 15 cm 10 26 , 0
sek 60
mg 870

4
3 2 4

=
=
k
k
( ) C C S k
dt
dM
s
=
( ) ( )
cm/sek 10 2 , 4
mg/cm 74 , 1 mg/cm 15 cm 10 26 , 0
sek 60
mg 870

4
3 3 2 4

=
=
k
k
| | kelarutan
1 0
= k k
g
b

g
1

b
1
b

1
g

1
A. Hk. Termodinamika B. Hk.
Coulomb C. Hk. Newton
D. Hk. Fick E. Hk. Stokes

3. LARUTAN & KELARUTAN
Penyimpangan hukum Raoult terdiri dari
deviasi negatif dan deviasi positif. Yang
termasuk deviasi negatif adalah ...
A. Benzena dengan etanol
B. Kloroform dengan aseton
C. Kloroform dengan etanol
D. Benzena dengan kloroform
E. Aseton dengan benzena

4. STABILITAS (KINETIKA)
Yang bukan termasuk fenomena elektrokinetik ,
yaitu ....
A. Elektroforesis
B. Elektroosmosis
C. Potensial sedimentasi
D. Potensial aliran
E. Semua benar

5. ZAT PADAT
Suhu pada saat tekanan uap cairan sama
dengan tekanan luar atau atmosfer disebut ...
A. Titik beku B.
Titik leleh C. Titik didih
D. Kalor uap E.
Titik uap

6. SISTEM DISPERSI
Suatu sampel glukosa terurai pada suhu 120
dalam larutan yang mengandung 0,05 M HCl.
Tetapan laju k = 0,008 jam
-1
. Jika tetapan laju
spontan ko = 0,001, berapakan koefisien
katalitik kH nya?
A. 0, 11 jam
-1
B. 0,12 jam
-1
C. 0,13 jam
-1
D. 0,14 jam
-1
E. 0,15 jam
-1
Cara Perhitungan: Dik: k = 0,008 jam
-1
[

] = 0,05 M
k0 = 0,001
Dit: kH = ?
Jawab: k =

]
0,008 =
0,001 +

()



7. DIFUSI & DISOLUSI
Suatu granul obat seberat 0,77 g dan luas
permukannya 0,3 m
2
(0,3

) dilarutkan
dalam 500 ml air pada suhu kamar. Setelah
menit pertama, 0,85 g terlarut. Jika kelarutan Cs
= 15 mg/ml. Berapakah k pada kondisi sink?
A. 1,15

cm/sek B. 2,15


cm/sek
C. 3,15

cm/sek D. 4,15


cm/sek
E. 5,15

cm/sek
Cara Perhitungan: Dik: m = 0,85 g =
850 mg S = 0,3


t = 1 menit =
60 sek

mg/ml
Dit: k = ?
Jawab: Pada
kondisi sink:

) mg/ml

cm/sek

8. MIKROMERITIKA
Suatu bahan serbuk, kerapatan 3,5 g/cm
3

disuspensikan dalam air pada 20. Jika
viskositas air pada 20 adalah0,01 poise, dan
kerapatannya adalh 1,0 g/cm
3
, berapa ukuran
terbesar partikel yang akan memisah tanpa
menyebabkan turbulensi?
A. 10 B. 20 C. 30

D. 40 E. 50
Cara Perhitungan: Dik:

g/cm
3

g/cm
3

Dit: d = ?
Jawab: d
3
=

(
)

d
3
=
()()()

()

d
3
= 1,5


d = 5

cm = 50


9. FENOMENA ANTARMUKA
Tegangan permukaan air

dyne/cm
pada suhu kamar. Tegangan permukaan
benzena

dyne/cm, dan tegangan


antarmuka antara benzena dan air


dyne/cm. Berapakah koefisien sebar awalnya?
A. 7,6 erg/cm
2
B. 6,8
erg/cm
2
C. 8,9 erg/cm
2

D. 5,4 erg/cm
2
E. 9,3 erg/cm
2

Cara Perhitungan: Dik:


dyne/cm

dyne/cm


dyne/cm
Dit: S = ?
Jawab: S =

)
S = 72,8 ( )
S = 8,9 dyne/cm = 8,9
erg/cm
2

1. Senyawa mana yang momen dipolnya 0?
A. Benzene
B. Sulfanilamide
C. Barbital
D. Aseton
E. Urea
Mikromeritika
2. Sebuah sampel serbuk kalsium oksida dengan
kerapatan sebenarnya 3,205 dan berat 131,5 gr
ternyata mempunyai volume bulk 66 cm
3
jika
ditempatkan dlam gelas ukur 100 ml. Hitung
porositasnya?
A. 37,8 %
B. 47,8%
C. 57,5%
D. 57,8%
E. 77,8%
Jawaban :
volume partikel-partikel adalah =

= 41,03
cm
3
volume ruang kosong, v = Vb VP = 66,00
41,03 = 24,97 cm
3

porositas, e =

= 0, 378 atau 37,8


%

Padatan
3. Apa yang dimaksud dengan tekanan uap
kesetimbang?
A. Jika pada suhu tertentu kecepatan
kondensasi tidak setara dengan kecepatan
penguapan, maka uap menjadi jenuh dan
tercapailah kesetimbangan dinamik.
B. Jika pada suhu tertentu kecepatan
kondensasi setara dengan kecepatan
penguapan, maka uap menjadi jenuh dan
tercapailah kesetimbangan dinamik
C. Tekanan yang dibutuhkan untuk
mencairkan gas pada suhu kritisnya
D. Jika tekanan diturunkan maka molekul
memuai dan cairan berubah menjadi gas
E. Jika tekanan uap naik dengan naiknya
suhu.

Kelarutan
4. Istilah sukar larut (slightly soluble)
memilikiberapa bagian pelarut untuk
melarutkan 1 bagian suatu zat?
A. 1000-10.000
B. 100 sampai 1000
C. 10-30
D. 0-10
E. Lebih dr 10.000

difusi dan disolusi
5. Mana yang tidak termasuk prinsip difusi dalam sistem
biologis?
A. stabilitas fisik dari sistem-sistem dispersi
B. absorpsi obat dalam lambung-usus
C. absorbsi perkutan
D. absorpsi buccal
E. difusi melalui rahim

Fenomena permukaan
6. Tegangan permukaan air pada 20
0
C adalah 73,8
dyne/cm. Tegangan permukaan laktosa adalah 72,6
dyne/cm. Tegangan anarmuka air dan laktosa adalah 6,55
dyne/cm. Berapa sudut kontak antara laktosa dan air?
A. 26,49
B. 24,96
C. 42,69
D. 24,94
E. 34


Rheology
7. Aliran yang seperti apa yang dapat ditentukan
viskositasnya oleh suatu viskometer?dan aliran seperti apa
yang sering ditemukan di bidang farmasi?
A. Aliran newton dan aliran non newton
B. Aliran non newton dan aliran newton
C. Kedua jawabannya aliran newton
D. Kedua jawabannya aliran newton
E. Pseudoplastis dan dilatan
Penjelasan : Viskometer dapat digunakan untuk
menentukan berbagai viskositas sistem newton, aliran
dimana jika viskositasnya tinggi maka besar pula gaya per
satuan luas yang diperlukan untuk menghasilkan suatu
rate of shear tertentu. Aliran yang sering ditemukan di
bidang farmasi adalah sistem aliran non newton.

Sistem dispersi
8. Berapa volume sedimentasi dari 5% b/v suspensi MgCO3
dalam air. Volume awal = 100 ml, volume akhir sedimen =
65 ml.
Jika derajat flokulasi = 1,3. Berapa volume sedimentasi
terdeflokulasi
A. 0,5
B. 1
C. 1,5
D. 2
E. 2,5


Kinetika
9. Suatu larutan obat mengandung 500 mg tiap ml pada
saat dibuat. Dianalisis setelah 40 hari dan ditemukan
terkandung 300 mg /ml. Anggaplah penguraian berjalan
dengan orde pertama, pada saat kapankah obat terurai
setengahnya dari konsentrasi awal?
Jawab:
A. 54,3
B. 56,7
C. 76,1
D. 56,9
E. 45,3
k = 2,303/t x log Co/C
= 2,303 / 40 x log 500/300
= 0,0128 hari
-1

t 1/2 = 2,303 / 0,0128 x log 500/300
= 54,3 hari
1. erapa tekanan uapika ,5 mol sukrosa
ditambahkan kedalam 1 gr air pada suhu
25 C erapa daya polurasi molar induksinya?
a. 13,53 mm c. 17,38 mm e.
20,08
b. 14,89 mm d. 19,88 mm
Jawaban: C
Stabilitas
2. Stabilitas sediaan farmasi tergantung pada,
kecuali
a. Suhu c. Kelembaban
e. Cahaya
b. Profil sifat kimia sediaan d. Harga
Jawaban: D

Difusi dan Disolusi
3. Waktu log metadon pada 25 melalu/i
membrane silicon tempelan transdermal silicon
adalah 6 menit. Luas permukaan dan tebal
membrane masing masing adalah 9,24 cm
2

dan 100m. Hitung jumlah total metadon yang
dilepaskan dari tempelan transdermal dalam 13
jam jika konsentrasi didalam tempelan 3,57
mg/ml adalah ( k=10,5)
a. 50,6 mg
b.
c. 100,2 mg
d. 70,4 mg
e. 60,01
Jawab : B
tL =



D =

()



P = Dk/h


(

)()


( )
cos
L SL S
+ =
49 , 26
895 , 0
8 , 73
55 , 6 6 , 72
cos
S
=
=

=
u


u
L
SL
5 , 0
3 , 1
65 , 0
65 , 0
100
65
0
= = = =
= = =

|
|
F
F
F
F
V
V
F
u

( )

Mikromeritika
4. Suatu bahan serbuk memiliki kerapatan 3,1
g/cm
3
disuspensikan dalam air pada suhu 20.
Berapa ukuran terbesar partikel yang akan
memisah tanpa menyebabkan turbulensi?
(viskositas air pada 20 = 0,02 poise viskositas
air pada 25 = 0,01 poise dan kerapatannya =
1,3g/cm
3
)
a. 8,15 x

cm
b. 5 x 10
-3
cm
c. 8,9 x 10
-3
cm
d. 4,57 x 10
-3
cm
e. 7,85x 10
-3
cm
Jawab : a
d
3
=

()


d
3
=
()()

()
= 8,15 x

cm
Fenomena Permukaan dan Antarmuka
5. Suatu formulasi emulsi M/A terdiri dari :
Komponen Jumlah HLBB M/A
Malam
Paraffin
Beeswax
Setil Alkohol
10 g
15 g
15 g
20 g
9
10
12
15

Emulgator
Pengawet
Air s/d
2 g
0,2 g
100 ml

Jika emulgator yang akan digunakan adalah
kombinasi Tween 80 (HLB=16)dan Span 80
(HLB=5,22). Hitung Span 80 dan Tween 80 yang
dibutuh kan ?
a. 1,3 g dan 0,7 g
b. 1,5 g dan 0,5 g
c. 0,9 g dan 2,3 g
d. 0,7 g dan 1,3 g
e. 0,5 g dan 1,5 g
Jawab : d
Malam :


tween 80 16
5,85
Paraffin :


11,05
Beeswax :


Span 80 5,2
4,95 +
Setil Alkohol :



10,8
Jumlah = 11,05
Span 80 = 3,77 / 10,8 x 2 g = 0,7 g
Tween 80 = 7,03 / 10,8 x 2 g = 1,3 g

Rheologi
6. Diketahui data sebagai berikut :
Rate of shear (

) = 100
200 300 400 500
Shear stress (dyne/

) = 125
177,5 225 350 450
Hitung viskositas plastic dari formulasi tgopikal diatas

a. 0,6
b. 0,73
c. 0,54
d. 0,92
e. 1
Jawab : e
u =
()
()
=
()
()
= 1

Sistem Dispersi
7. Yang bukan merupakan teknik pemisahan dari
sistem disperse di bawah ini adalah
a. Dialisis c. elektrodialis
e. a,b,c benar
b. Ultrafiltrasi d. lisis
Jawab : D

Sifat Fisika Kimia
8. Momen dipol permanen yang didefinisikan
sebagai hasil kali muatan dengan jarak antara
dua pusat listrik negatif dan positif, memiliki
a. Satuan , adalah mu: 1
-18
esu cm
b. Satuan , adalah debye: 1
-18
esu cm
c. Satuan , adalah esu : 10
-18
esu cm
d. Satuan , adalah debye : 10
-18
esu cm
e. Satuan , adalah esu : 1
-18
esu cm
Jawaban D


1. Sifat fisika Molekul Obat
Dua senyawa organik mempunyai bobot molekul yang
sama, namun senyawa A mempunyai kalor lebur lebih
tinggi dibandingkan senyawa B. Maka ..
a. Gaya Intermolekular senyawa A lebih kuat,
titik lebur lebih tinggi, titik didih lebih tinggi,
kelarutan lebih kecil
b. Gaya intermolecular senyawa A lebih rendah,
titik lebur lebih tinggi, titik didih lebih
tinggi,kelarutan lebih kecil
c. Gaya intramolekular senyawa B lebih tinggi,
titik lebur lebih tinggi, titik didih lebih tinggi,
kelarutan lebih kecil
d. Gaya intramolekular senyawa B lebih rendah,
titik lebur lebih tinggi, titik didih lebih
tinggi,kelarutan lebih kecil
e. Semua salah
Jawaban :
(A) Senyawa A berikatan oleh gaya intermolekular
yang lebih kuat, karena itu titik lebur lebih
tinggi; titik didih lebih tinggi; tekanan uap lebih
rendah; kelarutan lebih kecil

2. Larutan dan Kelarutan
Pada titik e (40% fenol dalam air) diagram dibawah ini:
Hitunglah banyak-nya fase A (air) dan fase B (fenol) yang
terdapat dalam 40 gram sistem.

A. air 5,577 g dan fenol g 307 , 22
B. air 8,35 g dan fenol 4,476 g
C. air g 69 , 17 dan fenol g 307 , 22
D. air 4,476 g dan fenol 8,35 g
E. air g 307 , 22 dan fenol 4,423 g
Jawaban :
(C)
g g air A 69 , 17 40
) 11 63 (
) 40 63 (
) ( =

=

g g fenol B 307 , 22 40
) 11 63 (
) 11 40 (
) ( =

=


3. Stabilitas
Tetapan laju orde I, k1, penguraian ampisilin pada pH 6,4
dan suhu 35
0
C adalah k1 = 2 10
-7
sek
-1
. Kelarutan
ampisilin: 1,1 g/100 ml. Jika akan dibuat sediaan suspensi
ampisilin 200 mg/5 ml, maka hitunglah Tetapan laju orde
nol !
A. 4,4 10
-7
g dl
-1
sek
-1

B. 2,2 10
-7
g dl
-1
sek
-1

C. 5 10
-7
g dl
-1
sek
-1

D. 2 10
-7
g dl
-1
sek
-1

E. 2,4 10
-7
g dl
-1
sek
-1

Jawaban :
(B)
k0 = k1 [C], [C] adalah kelarutan ampisilin
k0 = (2 10
-7
sek
-1
)(1,1 g/100 ml) = 2,2 10
-7
g dl
-1
sek
-1

4. Difusi dan Disolusi
Suatu zat yang berbobot 15 g mempunyai luas permukaan
1m
2
/g dilarutkan dalam 1000 cc air. Setelah 1 menit 0,9 g
zat terlarut. Kelarutan zat adalah 10 mg/cc. Hitunglah k
(tetapan disolusi intrinsik)
A. 1x10
-5
cm/s
B. 3,4x10
-6
cm/s
C. 4,3x10
-6
cm/s
D. 5,5x10
-6
cm/s
E. 8x10
-6
cm/s
Jawaban:
(A)
Luas permukaan total, S= 15 m
2
=15x10
4
cm
2

dM/dt= 0,9 g/menit = 900 mg/60 s = 15 mg/s
C = 900 mg/1000 cc = = 0,9 mg/cc C<<Cs
dM/dt =k S Cs 15 = k 15x10
4
x10, maka k
= 1x10
-5
cm/s

5. Fenomena Antarmuka
Formula losio minyak dalam air:

HLB
Minyak mineral 10 g
11
Vaselin 20 8
Asam stearat 15
17
Malam 5
9
Emulgator 5
Air sampai 100
Hitunglah banyaknya masing-masing emulgator (surfaktan)
jika emulgator yang digunakan adalah campuran Span 60
(HLB = 4,7) dan Tween 60 (HLB = 14,9).
A. Span 60 = 1,323 gram dan Tween 60 = 3,676
gram
B. Span 60 = 3,676 gram dan Tween 60 = 1,323
gram
C. Span 60 = 1,123 gram dan Tween 60 = 3,211
gram
D. Span 60 = 3,211 gram dan Tween 60 = 1,123
gram
E. Span 60 = 3,211 gram dan Tween 60 = 3,676
gram
Jawaban :
(A)
HLB butuh :
minyak mineral = 10/50 11 = 2,2
vasselin = 25/50 8 = 4
asam stearat = 15/50 17 = 5,1
malam = 5/50 9 = 0,9
HLB butuh total = 12,2
Span 60 : 4,7 2,7

12,2
Tween 60: 14,9 7,5
1
0,2
Diperlukan : Span 60 = 2,7/10,2 5 = 1,323 gram
Tween 60 = 7,5/10,2 5 = 3,676 gram

6. Rheologi
Suatu cairan sistem plastik mempunyai data sbb:
Laju geser (G. sek
-1
) Tekanan geser (F, dyne
cm
-2
)
100
9200
200
10200
300
11200
400
12200
Hitunglah : Viskositas plastik U dan yield value f
A. U = 10 poise dan f = 9200 dyne cm
-2

B. U = 10 poise dan f = 8200 dyne cm
-2

C. U = 8 poise dan f = 9200 dyne cm
-2

D. U = 8 poise dan f = 9200 dyne cm
-2

E. U = 10 poise dan f = 8200 dyne cm
-2

Jawaban
(B)
G
f F
U

=
F = UG +f
1 2
1
1 2
1
x x
x x
y y
y y



100 400
100
9200 12200
9200

x y

y = 10 x + 8200 U = 10 poise f = 8200 dyne cm
-2

7. Zat Padat
Berikut ini contoh Kristal yang memiliki jenis ikatan Van
Der Waals, kecuali :
A. Nipagin
B. Iodoform
C. Parafin
D. Vaselin
E. Sorbitol
Jawaban (E) karena sorbitol memiliki gugus fungsi alkohol
yang jenis ikatannya ikatan hydrogen. Nipagin memiliki
gugus ester, iodoform memiliki gugus halogen, paraffin
dan vaselin memiliki gugus hidrokaron yang kesemuanya
memiliki jenis ikatan van der waals

8. Mikromeritika
Berikut adalah fenomena yang dipengaruhi ukuran
partikel, kecuali ..
A. Laju Disolusi
B. Ekstraksi Galenis
C. Aktivitas Fisiologi
D. Kelarutan
E. Deformasi
Jawaban
(E) Ukuran partikel tidak mempengaruhi Deformasi

9. Sistem Dispersi
Berikut ini adalah sifat kinetic koloid, kecuali
A. Gerakan Brown
B. Efek faraday-Tyndall
C. Tekanan osmotic
D. Sedimentasi
E. Viskositas
Jawaban (B) Efek faraday-Tyndall merupakan sifat optis
koloid

I. Kelarutan
o Bila diketahui Ksp AgCl = 10
-10
,
berapa mol kelarutan (s) maksimum
AgCl dalam 1 liter larutan 0.1 M NaCl
?
a. 10
-9
mol/liter
b. 10
-6
mol/liter
c. 11
-9
mol/liter
d. 11
-6
mol/liter
Jawab:
AgCl(s) Ag
+(aq)
+ Cl
-(aq)

s s s
NaCl(aq) Na
+(aq)
+ Cl
-(aq)

Ksp AgCl = [Ag
+
] [Cl
-
]
= s . 10
-1

Maka,
s = 10
-10
/10
-1

= 10
-9
mol/liter
Jadi makin besar konsentrasi ion
sejenis maka makin kecil kelarutan
elektrolitnya.
o Apakah terjadi pengendapan
CaCO3. jika ke dalam 1 liter 0.05
M Na2CO3 ditambahkan 1 liter
0.02 M CaCl2, dan diketahui
harga Ksp untuk CaCO3 adalah 10
-6
.
a. terjadi endapan Na2CO3
b. tidak terjadi endapan
CaCO3
c. terjadi endapan CaCO3
d. tidak terjadi endapan
CaCl2
Jawab :

maka :
[Ca
2+
] x [CO32-] = 2.5 x 10
-2
x 10
-2

= 2.5 x 10
-4

karena :
[Ca
2+
] x [CO32-] > Ksp CaCO3, maka akan terjadi
endapan CaCO3

II. Tegangan Permukaan
Jika panjang kawat L 5 cm dan massa yang
diperlukan untuk memecahkan film sabun 0,53
g. Hitung tegangan permukaan larutan sabun.
Hitung usaha (kerja,work) untuk menarik kawat
1.4 cm ke bawah. (Gravitasi : 981 cm/sek2)
a. 49 dyne/cm dan 520.38 erg
b. 37.13 dyne/cm dan 490 erg
c. 52.03 dyne/cm dan 520.38 erg
d. 37.13 dyne/cm dan 520.38 erg
Jawab:
Gaya ke bawah= massax gravitasi
0.53x981cm/sec
2
=37.13 dyne/cm
14
Karena luas bertambah 10 cm
2
, maka
W=37.13 dyne/cmx10 cm
2
=520.38 erg
Perbedaan potensial antara permukaan dan
lapisan yang terikat dengan erat (bidang iris)
dan daerah netral listrik dari larutan tersebut.
Berikut ini bukan definisi yang sesuai, kecuali
a. Potensial elektrotermodinamik
(Nernst), E :
b. Potensial elektrokinetik / potensial
zeta, , :
c. Penerapan kestabilan suspensi
d. Pengaruh elektrolit
Fenomena antarmuka berikut ini adalah salah, kecuali
a. Penjerapan (adsorpsi) obat pada zat aktif
b. Penetrasi molekul tidak melewati membran
biologik
c. Pembentukan emulsi dan stabilitasnya
d. Dispersi partikel larut dalam suspensi

III. Stabilitas
suatu obat yang terurai menurut kinetika orde I
adalah 94 unit/ml. Laju dekomposisi spesifik
kyang diperoleh dari plot Arrhenius : 2,09x10-
5jam-1pada suhu kamar 250C. Eksperimen
sebelumnya menunjukkan bahwa jika kadar
obat dibawah 45 unit/ml obat tersebut sudah
tidak berkhasiat dan harus ditarik dari pasaran.
Hitung kadaluwarsa obat tsb.
a. 3,1x10
4
jam
b. 2tahun
c. 4 tahun
d. 3,5x10
2
jam
Jawab:
t=2.303 log co
k c
t=2.303 log 94
2,09x10-5 45
T= 3,5x10
4
jam=4 tahun
Berikut ini faktor yang mempengaruhi reaksi
hidrolisis pada stabilitas sediaan, kecuali
a. pH larutan
b. larutan dapar
c. suhu
d. sterilitas/sumber radiasi

IV. Rheologi
Data berikut menunjukkan hubungan antara
laju geser dengan tekanan geser formulasi
topikal yang memperlihatkan reologis plastik.
Plotkan data dan tentukan yield value dan
viskositas plastiknya.
Laju geser (s-1) 250
500 750 1000
1500
Tekanan geser (dyne/cm2) 162,5
275 387,5 500
725
a. 45 p
b. 0,45 p
c. 4,5 cp
d. 0,45 cp
Jawab:
ViskositasplastikU= 1/slop atau(x2-x1)/(y2-y1)
U =(725-162,5)/(1500-250) = 0,45 p = 45 cp
Berikut ini merupakan satuan dalam persamaan
aliran newton, kecuali
a. v viskositas
b. G rate of share
c. U viskositas plastik
d. q poise

V. Zat Padat
Keadaan yang secara ideal dicapai jika susunan polihedra
koordinasi paling stabil adalah yang memungkinkan
terjadinya energi per satuan volume yang minimum,
kecuali:
a. kenetralan listrik terpenuhi,
b. ikatan kovalen yang diskrit dan terarah
terpenuhi,
c. gaya tolak ion-ion menjadi maksimal,
d. susunan atom serapat mungkin.
Berikut ini adalah bukan bentuk sistem kristal, kecuali
a. Persegi
b. Trisiklik
c. Pentagonal
d. Rombohedral

VI. Mikromeritika
Fenomena yang mempengaruhi ukuran partikel berikut ini
benar, kecuali
a. AKTIVITAS KIMIA DAN LISTRIK
b. WUJUD SEDIAAN
c. LAJU DISOLUSI
d. EKSTRAKSI GALENIS

VII. Sistem Dispersi
Pada sistem dispersi terdapat tiga keadaan pada suatu
suspensi yang berikut ini benar, kecuali
a. Koagulasi
b. Flokulasi
c. Caking
d. Pengocokan

VIII. Difusi&Disolusi
Difusi pada kondisi tunak oleh hukum Fick pertama terdiri
dari satuan berikut benar, kecuali
a. J:flux, aliran g cm-2sek-1
b. C: Konsentrasi
c. S: satuan luas penampang barier, cm2
d. t: waktu, sekon

IX. Sifat Fisik Molekul
Momen dipol permanen molekul polar , didefinisikan
sebagai
a. Pemisahan muatan listrik
b. Elektron dan inti berpindah dari keadaan awal
c. Polarisasi molar terinduksi
d. Hasil kali muatan dengan jarak antara 2 pusat
listrik negatif dan positif


Josi Meika Mutmainah
260110090028
Tugas : Farmasi Fisika II (SAT)
Tegangan Permukaan
Jika panjang kawat L 5 cm dan massa yang diperlukan
untuk memecahkan film sabun 0,53 g. Hitung tegangan
permukaan larutan sabun. Hitung usaha (kerja,work)
untuk menarik kawat 1.4 cm ke bawah. (Gravitasi : 981
cm/sek2)
e. 49 dyne/cm dan 520.38 erg
f. 37.13 dyne/cm dan 520.38 erg
g. 37.13 dyne/cm dan 490 erg
h. 52.03 dyne/cm dan 520.38 erg
Jawab:
Gaya ke bawah= massax gravitasi
0.53x981cm/sec
2
=37.13 dyne/cm
14
Karena luas bertambah 10 cm
2
, maka
W=37.13 dyne/cmx10 cm
2
=520.38 erg

Stabilitas
Suatu obat yang terurai menurut kinetika orde I adalah 90
unit/ml. Laju dekomposisi spesifik k yang diperoleh dari
plot Arrhenius : 2,05x10
-5
jam
-1
pada suhu kamar 25
0
C.
Eksperimen sebelumnya menunjukkan bahwa jika kadar
obat dibawah 42 unit/ml obat tersebut sudah tidak
berkhasiat dan harus ditarik dari pasaran. Hitung
kadaluwarsa obat tsb.
e. 3,7x10
4
jam
f. 2 tahun
g. 4 tahun
h. 3,5x10
2
jam
Jawab:
t=2.303 log co
k c
t=2.303 log 94
2,09x10-5 45
T= 3,5x10
4
jam=4 tahun
T =


T =


T = 3,7x10
4
jam

Sifat Fisik Molekul
Momen dipol permanen molekul polar , didefinisikan
sebagai...
e. Elektron dan inti berpindah dari keadaan awal
f. Hasil kali muatan dengan jarak antara 2 pusat listrik
negatif dan positif
g. Polarisasi molar terinduksi
h. Pemisahan muatan listrik

Rheologi
Data berikut menunjukkan hubungan antara laju geser
dengan tekanan geser formulasi topikal yang
memperlihatkan reologis plastik. Plotkan data dan
tentukan yield value dan viskositas plastiknya.
Laju geser (s-1) 300 600
900 1200 1800
Tekanan geser (dyne/cm2) 172,5 288
403,5 519 750
e. 0,385 cp
f. 3,85 cp
g. 38,5 cp
h. 385 cp
Jawab:
Viskositas plastik U= 1/slop atau (x2-x1)/(y2-y1)
U =(750-172,5)/(1800-300) = 0,385 p = 38,5 cp

Zat Padat
Keadaan yang secara ideal dicapai jika susunan polihedra
koordinasi paling stabil adalah yang memungkinkan
terjadinya energi per satuan volume yang minimum, salah
satunya adalah :
e. kenetralan listrik tidak terpenuhi,
f. ikatan kovalen yang diskrit dan terarah terpenuhi
g. gaya tolak ion-ion menjadi maksimal,
h. susunan atom serenggang mungkin.

Mikromeritika
Fenomena yang mempengaruhi ukuran partikel berikut ini
benar, kecuali:
e. Aktivitas kimia dan listrik
f. Wujud sediaan
g. Laju disolusi
h. Ekstraksi galenis

Kelarutan
Apakah terjadi pengendapan CaCO3. jika ke dalam 1
liter 0.05 M Na2CO3 ditambahkan 1 liter 0.02 M CaCl2,
dan diketahui harga Ksp untuk CaCO3 adalah 10
-6
.
a. terjadi endapan Na2CO3
b. tidak terjadi endapan CaCO3
c. terjadi endapan CaCO3
d. tidak terjadi endapan CaCl2
Jawab :

maka :
[Ca
2+
] x [CO3
2-
] = 2.5 x 10
-2
x 10
-2
= 2.5 x 10
-4

karena :
[Ca
2+
] x [CO3
2-
] > Ksp CaCO3, maka akan terjadi
endapan CaCO3

Sistem Dispersi
Pada sistem dispersi terdapat tiga keadaan pada suatu
suspensi yang berikut ini benar, kecuali....
e. Pengocokan
f. Flokulasi
g. Koagulasi
h. Caking

Difusi dan Disolusi
Difusi pada kondisi tunak oleh hukum Fick pertama terdiri
dari satuan berikut benar, kecuali
e. J: flux, aliran g cm-2sek-1
f. C: Konsentrasi
g. S: satuan luas penampang barier, cm2
h. t: waktu, sekon
Nama : Natur Yasinka
NPM : 260110090030
Bab 1. Pendahuluan & Sifat Fisika Molekul Obat
1. Hal yang terkait dengan absorbsi obat dan
distribusinya ke dalam jaringan-jaringan tubuh adalah:
a. pKa
b. ionisasi
c. koefisien partisi
d. formulasi
e. gugus fungsi
Jawaban : B.
Alasan :
Gabungan beberapa gugus fungsional dalam satu
molekul obat akan menentukan secara keseluruhan
sifat-sifat molekul obat tersebut. Ionisasi molekul
obat merupakan hal yang penting karena terkait
dengan absorbsi obat dan distribusinya dalam
jaringan-jaringan tubuh. Nilai pKa suatu molekul
terkait dengan formulasi sediaan obat dan juga dalam
desain metode analis untuk keperluan penentuan
kadarnya

Bab 2. Padatan
2. Yang memberikan nilai karakteristik dari suatu Kristal
adalah:
a. Sudut antarmuka
b. Bangun kristal
c. Molekul kristal
d. Bentuk kristal
e. Kebiasaan kristal
Jawaban : A.
Bangun atau kebiasaan kristal dari suatu zat tertentu
dapat bervariasi, akan tetapi sudut antara permukaan
selalu tetap. Sudut antarmuka inilah yang
memberikan nilai karakteristik dari suatu kristal.

Bab 3. Kinetik
3. Aspirin dalam larutan: orde I; pada pH 5, suhu 25
0
C: k1
=0,013/jam, kelarutan aspirin kondisi tsb = 87 g/L. Dan
jika suatu sedian suspensi aspirin yang mengandung
0,6 g/sendok teh (5 mL) berada pada kondisi diatas,
hitunglah kadarnya setelah 3 hari.
a. 40,2 g/L
b. 50,7
c. 70,26
d. 38,57
e. 29,85
Jawaban : D
Alasan:
k0 = k1 x [kelarutan]
= 0,013 x 87
= 1,131 gL
-1
jam
-1

A0 = 0,6 g / 5 mL
= 120 g / L
At = A0 k0t
= 120 ( 1,131 x 3 x 24 )
= 38,568 g / L

Bab 4. Difusi dan Disolusi
4. Konsentrasi total A obat dalam matriks homogen=0,02
g/cm
3
. Kelarutan obat dalam polimer Cs =1,0x10
-3

g/cm
3.
Koefisien difusi D obat dalam matriks polimer =
360 x10
-6
cm
2
/sek. Hitunglah jumlah obat yang
dilepaskan Q dari matriks tablet dan pada waktu t
=180 menit
a. 1,3 x 10
-3
g/cm
2

b. 2,592 x 10
-6
g/cm
2

c. 1,6 x 10
-3
g/cm
2

d. 1,6 x 10
-6
g/cm
2

e. 2,6 x 10
-3
g/cm
2

Jawaban : C.
Alasan :
Q = ( 2 ADCst )

= ( 2 (0,02) (360x10
-6
) (1 x 10
-3
) (180) )


= 1,6 x 10
-3
g/cm
2

Bab 5. Fenomena Permukaan
5. Jika tegangan permukaan air S adalah 72,8 dyne / cm
pada 20
0
C, tegangan permukaan benzena L 30 dan
tegangan antarmuka antara benzena dan air adalah LS
36,1,berapakah koefisien sebar awalnya?
a. 6,7 dyne/cm
b. 8,9 dyne / cm
c. -8,9 dyne / cm
d. 6,7 dyne / cm
e. -16 dyne / cm
Jawaban : D
Alasan :
S = S (L + LS )
= 72,8 ( 30 + 36,1 )
= 6,7 dyne/ cm

Bab 6. Mikromeritika
6. Menurut Heywood, hukum Stokes tidak dapat dipakai
jika Re lebih besar dari ...... karena pada nilai tersebut
timbul turbulensi.
a. 0,5
b. 0,4
c. 0,8
d. 0
e. 0,2
Jawaban : E.
Alasan : Menurut Heywood, hukum Stokes tidak dapat
dipakai jika Re lebih besar dari 0,2 karena pada nilai
tersebut timbul turbulensi.

Bab 7. Rheologi
7. Suatu bahan plastis diketahui mempunyai yield value
5000 dyne/cm
2
. Pada shearing stress di atas yield
value, F ditemukan meningkat secara linear dengan
meningkatnya G. Jika rate of shear 200/detik pada
saat F 8000 dyne/cm
2
, hitung U (viskositas plastis) dari
sampel tersebut.
a. 18,67 poise
b. 15 poise
c. 18 poise
d. 16 poise
e. 20 poise
Jawaban : B
Alasan :
U =
()


= 15 poise

Bab 8. Kelarutan
8. Distribusi asam borat dalam air dan amil alkohol pada
25
0
C, menunjukkan konsentrasi asam borat dalam air
= 0,07 mol/l dan dalam amil alkohol = 0,02 mol/l.
Hitung koefisien distribusinya.
a. 3,29
b. 0,304
c. 3,2
d. 3,5
e. 0,35
Jawaban : D
Alasan :
K = CH2O / Calk
= 0,07 / 0,02
= 3,5

Bab 9. Sistem Dispersi
9. Yang termasuk golongan dispersi molekular adalah
a. Butir pasir
b. Sel darah merah
c. Sol perak koloidal
d. Polimer sintesis
e. Glukosa
Jawaban : E
Alasan:
Dispersi molekular memiliki jangkauan ukuran partikel
kurang dari 1 nm dan memiliki sifat sistem seperti
tidak terlihat dalam mikroskop elektron, dapat
melewati ultrafiltrasi dan membran semipermeabel,
serta mengalami difusi cepat. Hal-hal tersebut dimiliki
oleh glukosa. Sel darah merah dan butir pasir
termasuk ke dalam golongan dispersi kasar,
sedangkan sol perak koloidal dan polimer sintesis
termasuk ke dalam golongan dispersi koloid.
Sifat fisik molekul
Berikut adalah pernyataan yang benar mengenai gaya
antar molekul, kecuali
a. Gaya tarik antar dua molekul polar disebut
Gaya tarik dipol-dipol
b. Gaya tarik Van der Waals yang kuat terjadi
antara molekul yang memiliki momen dipol
permanen
c. Gaya tarik-menarik dipol-dipol menyebabkan
titik didih dan titik leleh lebih rendah daripada
molekul yang memiliki Gaya London
d. Gaya London menyebabkan adanya tarikan
antara molekul-molekul senyawa non polar

Kelarutan
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelarutan suatu
zat adalah
a. pH, suhu, konstanta dielektrik dan tekanan
b. temperature, surfaktan, jenis pelarut dan
konstanta dielektrik
c. jenis pelarut, bentuk partikel, pembentuk
komplek dan laju reaksi
d. pH, bentuk partikel, viskositas dan stabilitas ion
Difusi dan disolusi
Pada sistem dispersi terdapat tiga keadaan pada suatu
suspensi yang berikut ini benar, kecuali
i. Flokulasi
j. Pengadukan
k. Koagulasi
l. Caking

Stabilitas
Konsentrasi awal suatu obat yang mengikuti orde I adalah
300 mg/mL. Tetapan I spesifik yang diperoleh dari plot
Arrhenius adalah k= 3 x 1? /am pada suhu kamar atas
digunakan obat tersebut adalah 200 mg/mL. Berapakah
kadaluwarsa obat tersebut?
a. 1,9 tahun
b. 2 tahun
c. 1,6 tahun
d. 1 tahun
e. 1,2 tahun
Jawab:
t =

log

= 13.518 jam = 1,6 tahun



Fenomena permukaan
1. Sebuah batang dengan panjang 20 cm akan dimasukkan
ke dalam larutan sabun dan setelah diukur, massa yang
yang dibutuhkan untuk memecahkan film adalah 2,05
gram. Berapakah tegangan permukaan larutan sabun
tersebut?
a. 49,35 dyne/cm
b. 50,28 dyne/cm
c. 51,27 dyne/cm
d. 50,33 dyne/cm
Jawab:
fb
2L
= 2,05 gram x 981 cm/sek2
40 cm
= 50,28 dyne/cm
2. Tegangan permukaan air pada 20 C adalah 72,8
dyne/cm. Tegangan permukaan kloroform adalah 27,1
dyne/cm. Tegangan antarmuka antara air dan kloroform
adalah 32,5 dyne/cm. Berapa sudut kontak antara air dan
kloroform?
a. 94,25
b. 85,75
c. 35,05
d. 67,98
Jawab:
S = SL + L cos
cos = S - SL
L
= 27,1 32,5
72,8
= 94,25

Rheologi
Data berikut menunjukkan hubungan antara laju geser
dengan tekanan geser formulasi topikal yang
memperlihatkan reologis plastik. Plotkan data dan
tentukan yield value dan viskositas plastiknya.
Laju geser
(s-1)
250 500 750


1000 150
0
Tekanan
geser
(dyne/cm
2)
172,
5

281,
5

380,5

515

700


a. 42 p
b. 0,42 p
c. 42 cp
d. 0,42 cp
Jawab:
= y1-y2/x2-x1 = 1500-250/700-172,5
= 2,37 cm/dyne.s
= 1/
= 1/2,37 = 0,42 poise = 42 cp

Mikromeritika
Kerapatan granul, g, magnesium oksida adalah 2,775 dan
kerapatan seatinya, , adalah 3,65 erapakah porositas
intrapartikelnya?
a. 23,97 %
b. 31,53 %
c. 76,05 %
d. 131,7 %
Jawab:
intrapartikel = 1- kerapatan granul
Kerapatan sejati
= 1 2,775/3,65 = 0,2397 = 23,97 %


Zat padat
Berikut sifat-sifat molekul dari zat padat, kecuali
a. gaya tarik menarik sangat kuat
b. tidak bisa bergerak bebas
c. susunannya tidak beraturan
d. letaknya berdekatan

Sistem dispersi
Berapa volum sedimentasi dari 5% b/v suspense CaCO3
dalam air. Volum awal adalah 100 ml, volume akhir
sedimen adalah 35 ml. Jika derajat flokulasi adalah 1,45,
berapa volume sedimentasi terdeflokulasi?
a. 0,24
b. 4,14
c. 0,51
d. 0,448
Jawab:
F = Vu/V0 = 35/100 = 0,35
= volum sediaan sedimen akhir suspense terflokulasi/
volum sedimen akhir suspense terdeflokulasi
volume sedimentasi terdeflokulasi = F/
=
0,35/1,45
= 0,24
.
A. Momendipol
B. Dipol terinduksi
C. Daya polarisasi
D. Kapasitans
E. Dipol permanen

I. LARUTAN DAN KELARUTAN
- Dalam pengukuran osmolalitas jumlah total
partikel terlarut dalam satu kilogram air
tergantung pada sifat elektrolit solut yang ....
A. Mudah terionisasi
B. Tidak dapat terionisasi
C. Mudah larut
D. Jawaban A dan C adalah benar
E. Benar semua

II. STABILITAS
- Suatu sediaan cair aspirin mengandung
415mg/5mL (=8,39/100mL). Kelarutan aspirin
pada 25C adalah 0,289/100mL. Sedangkan
tetapan laju okdenol dalam sediaan ini adalah
1,26.10
-6
g/100mL. s
-1
. Berapa waktu simpan
sediaan tersebut saat terurai sehingga menjadi
tinggal 90%?
A. 5 hari
B. 6 hari
C. 7 hari
D. 8 hari
E. 9 hari
Penjelasan :
t90 =
[
]


t90=
()( )
(

)

t90 = 6,6.10
6
s = 7 hari

III. DIFUSI DAN DISOLUSI
- Faktor yang mempengaruhi disolusi obat yaitu
kecuali ....
A. Ukuran partikel
B. Variabilitas pH
C. Kompleks obat
D. Jumlah sediaan
E. Bentuk ion dan anion

IV. FENOMENA PERMUKAAN
- Suatu formula emulsi M/A terdiri dari:
Komponen Jumlah
HLBB

(M/A)
Malam 15
9
Lemak Bulu Domba 10
12
Parafin 20
10
Setil Alkohol 5
15

Emulgator 3
Pengawet 0,2
Air, sampai 100
Emulgator yang digunakan :
Tween 80 (HLB=18) dan Spam 80 (HLB:5,2). Berapa
masing-masing surfaktan yang dipakai:
A. Tween 80 = 1,78 g
Span 80 = 1,22 g
B. Tween 80 = 2,2 g
Span 80 = 1,22 g
C. Tween 80 = 1,0 g
Span 80 = 1,22 g
D. Tween 80 = 1,78 g
Span 80 = 1,9 g
E. Tween 80 = 1,5 g
Span 80 = 1,0 g
Penjelasan :
Tween 80 = 18 7,6


Span 80 = 5,2 5,2

12,8
12,8

Tween 80 =


Span 80 =


V. REOLOGI
- Yield value suatu bahan plastis 4600 dyne.cm
-2
.
Pada shearing stress di atas yield value, F
meningkat secara linear dengan meningkatkan G.
Jika rate of shear 152 detik
-1
pada F 7800 dyne.cm
-
2
, berapa nilai U (Poise)?
A. 18,10
B. 21,05
C. 20,5
D. 21,5
E. 18,05
Penjelasan :
U =
()


=
()

= 21,05 poise


VI. ZAT PADAT
- Kapasitas suatu zat untuk mengkristal lebih dari
satu bentuk kristal disebut ....
A. Amorf
B. Polimorfisme
C. Monoklinik
D. Aerosol
E. Semua salah

VII. MIKROMERITIKA
- Metode yang digunakan untuk menentukan
ukuran partikel, yaitu kecuali....
A. Mikroskopi
B. Penentuan volume
C. Sedimentasi
D. Viskometer
E. Pengayakan

VIII. SISTEM DISPERSI
- Bobot jenis minyak mineral 0,89 terdispersi
dalam fase air yang bobot jenisnya 1,06. Jika
partikel minyak memiliki diameter rata-rata
6(

) Fasa luar memiliki


viskositas 0,5 poise. Berapa kecepatan
creaming? (g=981 cm/s
2
)
A. -8,710
-6
cm/s
B. -7,810
-6
cm/s
C. 7,810
-6
cm/s
D. 8,710
-6
cm/s
E. 7,810
-5
cm/s
Penjelasan :

) ( )





Nama : Suciati Rahmadian
NPM : 260110090037
Tugas SAT Farmasi Fisik II
I. Sifat Fisika dan Molekul Obat
Bagaimana cara menghitung daya polaritas
molar induksi
a.
()
()


b.
()
()


c.
()
()


d.
()
()


e.
()
()

Jawab :
d.
()
()



II. Larutan dan Kelarutan
Sifat yang mana yang merupakan sifat-sifat dari
larutan, kecuali
a. Sifat koligatif
b. Sifat kumulatif
c. Sifat aditif
d. Refraksi sinar
e. Sifat konstitutif
Jawab :
b. Sifat kumulatif

III. Stabilitas
Dibuat sediaan cair aspirin yang mengandung
6,5 g/100 ml. Kelarutan aspirin pada suhu
kamar adalah 0,25 g/100 ml. Sediaan cair
tersebut menunjukkan pH=6,5. Tetapan laju
orde I untuk penguraian aspirin adalah 5,4 x 10
-
6
s
-1
. Hitung tetapan laju orde nol. Tentukan
waktu simpan sediaan sampai saat sediaan
terurai tinggal 90%, konsentrasi asal!
a. 1,35 x 10
-5
g/100 ml s
-1
dan 4 hari
b. 1,5 x 10
-5
g/100 ml s
-1
dan 5 hari
c. 1,35 x 10
-6
g/100 ml s
-1
dan 4 hari
d. 1,5 x 10
-6
g/100 ml s
-1
dan 4 hari
e. 1,35 x 10
-6
g/100 ml s
-1
dan 5 hari
Jawab :
e.1,35 x 10
-6
g/100 ml s
-1
dan 5 hari
[ ]
Ko = (5,4 x 10
-6
s
-1
) x (0,25 g/100 ml)
= 1,35 x 10
-6
g/100 ml s
-1


[]


()(

)
(

)


IV. Difusi dan Disolusi
Obat diabsorpsi dari saluran cerna secara difusi
pasif tergantung dari fraksi tak terdisosiasi pada
pH usus diesbut
a. Persamaan Bottari
b. Hipotesis Partisi pH
c. Persamaan Higuchi
d. Hukum Fick I
e. Hukum Fick II
Jawab :
c. Hipotesis Partisi pH

V. Fenomena Antarmuka
Larutan yang mengandung surfaktan dengan
udara dapat menimbulkan busa. Salah satu zat
anti busa adalah . . .
a. Tween 80
b. Gliserin
c. Asam oleat
d. Minyak jarak
e. Air
Jawab :
d. Minyak jarak

VI. Reologi
Hitung laju geser yang dilakukan pasien yang
mengolesi salep pada permukaan kulitnya
setebal 100 mikrometer dengan kecepatan 15
cm/s.
a. 1500 s
-1

b. 3000 s
-1

c. 750 s
-1

d. 30 s
-1

e. 75 s
-1

Jawab :
a. 1500 s
-1

s
-1


VII. Wujud Zat
Zat ini memiliki gaya dipol-dipol, kecuali
a. Alkohol
b. Etilasetat
c. Air
d. Fenol
e. Hcl
Jawab :
b. Etilasetat

VIII. Mikromeritika
Bobot kalsium oksida ialah 0,4178 gram dan
volume curahnya adalah 0,0945 cm
3
. Kerapatan
sejatinya adalah 4,745 g/cm
3
. Hitung kerapatan
curah dan porositas total tersebut!
a. 6,8 %
b. 13,6%
c. 3,2%
d. 7,8%
e. 9,6%
Jawab :
a. 6,8%



IX. Sistem Dispersi
Berapa volume sedimentasi dari 5% b/v
suspense MgCO3 dalam air jika volume awal =
100 ml dan volume akhir sedimentasi = 45 ml.
Derajat flokulasi = 1,6. Berapa volume
sedimentasi terdeflokulasi?
a. 0,14
b. 0,28
c. 0,56
d. 1,02
e. 14
Jawab :
f. 0,28



Reologi
1. Jenis jenis cairan non-newtonian adalah,
kecuali
a. Tipe Pseudoplastis
b. Tipe Plastis
c. Tipe Viscous
d. Tipe Dilatant
e. Salah Semua

Larutan dan Kelarutan
2. Faktor yang mempengaruhi kelarutan adalah,
kecuali
a. Jenis Zat Terlarut
b. Jenis Pelarut
c. Temperatur
d. Warna Zat
e. Tekanan

P endahuluan Sifat Fisika Molekul Obat
3. dibawah ini senyawa manakah yang
mempunyai momen dipol terkecil?
a. benzene
d. Karbon manoksida
b. air
e. Urea
c. metanol

Stabilitas
4. aplikasi dibidang farmasi yang berhubungan
dengan lapisan tunggal pada permukaan cair
adalah pada sediaan?
a. tablet
b. emulsi
c. pil
d. eliksir
e.benar semua

5. Satuan tetapan k pada orde reaksi I adalah
a. d[A]/dt = k k = mol L
-1
s
-1

b. d[A]/dt = k [A] k = 1/waktu = s
-1

c. d[A]/dt = k [A]
2
k = L mol
-1
s
-1

d. Tidak ada yang benar

Difusi dan Disolusi
6. Suatu granul obat seberat 0,4 g dan luas
permukaannya 0,2 m2 (0,2x10
4
cm2) dilarutkan
dalam 500 ml air pada suhu kamar. Setelah
menit pertama 0,6 g terlarut. Jika dalam
kelarutan obat Cs=10 mg/ml. Hitung k pada
kondisi non sink!
A. 6,381 x 10
-4
cm/sec
B. 5,112 x 10
-4
cm/sec
C. 5,681 x 10
-4
cm/sec
D. 5,911 x 10
-4
cm/sec
E. 5,821 x 10
-4
cm/sec
Cara perhitungan:
Dik: m= 0,6 g ; t= 60 sec ; S= 0,2 m2 ; Cs=10
mg/ml
Dit: k non sink?
Jawab: setelah 1 menit obat terlarut= 600 mg /
500 ml= 1,2 mg/cm3

) ( )


k= 5,681 x 10
-4
cm/sec

Sistem Dispersi
7. diameter rata-rata partikel AlCO3 dalam
suspensi adalah 27. Kerapatan AlCO3 = 5,4
kerapatan air= 0,997g/cm3.viskositas air= 0,009
poise, hitunglah laju dari AlCO3 tersebut!
A. 0,4 cm
B. 0,5 cm
C. 0,3 cm
D. 0,1 cm
E. 0,2 cm
Cara perhitungan:
Dik: d= 27 ; (

)
;

= 0,009
Dit: v?
Jawab: didapat berdasarkan hukum
stokes:


v= 0,100 cm

Mikromeritika
8. Satu gram serbuk granul mempunyai data
berikut:
Volume padatan: 0,3 cm3/g
Volume pori intrapartikel:0,15 cm3/g
Volume ruang antar partikel: 1,1 cm3/g
Hitung volume sejati spesifik,V, volume granul
spesifik,

, dan volume bulk spesifik,


A. 0,35 ; 0,45 ; 2,09
B. 0.3 ; 0,47 ; 2,11
C. 0,3 ; 0,45 ; 2,55
D. 0,35 ; 0,47 ; 2,09
E. 0,3 ; 0,47 ; 2,11
Cara perhitungan:
Dik: V= 0,3 ; volume pori intrapartikel= 0,15 ;
volume antar ruang partikel=1,1
Dit: a.V ; b.

; c.


Jawab: a. V= volume padatan= 0,3
b.

= V+ Pori intrapartikel

= 0,45
c.

+volume ruang antar


partikel

= 2,55
Zat Padat
9. Jika dibuat sistem yang terdiri dari 30% bobot
fenol dan 70% bobot air (titik d), akandiperoleh
dua fase cair di dalam tabung. Bagian atas, A,
mempunyai kompo-sisi 20% fenol dalam air
(titik b pada diagram) sedangkan lapisan lebih
bawah, B, mengandung 60% fenol (titik c pada
diagram). Perbandingan berat kedua fase
adalah
A. 3:4

B.1:3
C. 3:1

D. 4:3
E. 2:1
Cara perhitungan:
Karena titik b = 20%, titik c = 60%, dan titik d =
30%, maka perbandingan dc/bd = (60-30)/(30-
20) = 30/10 = 3/1.


Nama: Dylla M
NPM:260110090040
1. Manakah persamaan di bawah ini yang
merupakan kaidah fase Gibs...
a. F= C-P+2
b. F= C+P-2
c. F=C+P+2
d. F=C-P-2
e. F=C-P+1

2. Tetapan k yang nampak dalam persamaan laju
berhubungan dengan reaksi langkah
tunggal(elementer) biasa disebut dengan......
a. Orde semu
b. Orde nol
c. Tetapan laju spesifik
d. Tetapan laju non spesifik
e. Tetapan tunggal

3. Interaksi suatu substrat S dengan suatu enzim E
sehingga menghasilkan produk P mengikuti
suatu rangkaian reaksi :
E + S < -- > (E
S) -> P
merupakan persamaan dari...
a. Van der Waals
b. Arrhenius
c. Debye-Huckel
d. Michaelis-menten
e. Lineweaver-Burk

4. Sifat fisika kimia zat aktif meliputi, kecuali...
a. Bentuk kristal
b. Reaksi kimia
c. Ukuran partikel
d. Bentuk ion dan anion
e. Kompleks obat

5. Waktu lag metadon pada 30 derajat Celcius
melalui membran silikon tempelan transdermal
aldalah 5,25 menit. Luas permukaan dan tebal
membran masing-masing adalah 13,2 cm dan
100 mikrometer. Hitunglah koefisien
permeabilitas obat(k=10,5).
a. 5,5 . 10?
b. 4,5 1;:
c. 4,5 1?
d. 5,5 . 10;:
e. 3,51;:
Cara: tL =
<

maka D=
<


D =
A
()
=
;>

= 5,5 1;:

6. Hitunglah kelarutan perak nitrat dalam o,2 M
larutan amonium sulfat. Kekuatan ion 0,1 M
amonium sulfat 0,4 dan koefisien aktivitas
elektrolit 1:1 pada kekuatan ion ini = 0,75. Hasil
kali kelarutan perak nitrat 1,2 1;:
a. 1,2. 10
b. 1,4 1A
c. 2,2 1?
d. 1,6 1B
e. 2,11@
Cara: kelarutan =
;:

= 1,2 1@
7. Suatu larutan obat mengandung 600 unit per
ml sewaktu dibuat. Setelah periode 50 hari
larutan tersebut dianalisis dan diketahui
mengandung 300 unit per ml. Dengan
anggapan bahwa penguraian tersebut
merupakan orde I. Hitunglah waktu ketika
konsentrasi obat tinggal setengah dari
konsentrasi awal.
Lo g 0

5
4 Gradien kemiringan slop = -
k/2,303
3
2
1
0 100 200
t(menit)
a. 52,3 hari
b. 50,6 hari
c. 50 hari
d. 49 hari
e. 49,7 hari
Cara: k=

log

= 0,0137hari
t =

log

=50,6 hari

8. Konsentrasi awal suatu obat yang mengikuti
orde I adalah 200 mg/mL. Tetapan I spesifik
yang diperoleh dari plot Arrhenius adalah k= 3 x
10? jam pada suhu kamar. Batas digunakan
obat tersebut adalah 150 mg/mL. Hitunglah
kadaluwarsa obat tersebut.
f. 1,1 tahun
g. 1,2 tahun
h. 1,3 tahun
i. 1 tahun
j. 1,5 tahun
Cara t =

?
log

= 95000jam =1,1 tahun


9. Bilamana suatu molekul terlalu besar untuk
melewati saluran difusi tersebut maka difusan
akan terlarut dalam matriks polimer dan masuk
ke dalam melewati film secara...
a. Difusi bertingkat
b. Difusi sederhana
c. Difusi tunggal
d. Difusi majemuk
e. Difusi spesifik


Nama : Nadya Novyani
NPM : 260110090046
Tugas SAT Farmasi Fisik II
I. SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
Toluen C6H5CH3 dengan =2,38 dan kerapatan
8,622 g/cm
3
pada 25
o
C. Berapakah daya
polarisasi (polarizabilitas) molar induksinya?
a. 2,2 cm
3
/mol
b. 2,8 cm
3
/mol
c. 3,36 cm
3
/mol
d. 3,29 cm
3
/mol
e. 4,6 cm
3
/mol
Jawab: C. 4 cm
3
/mol
Pi= (


Pi= (

= 3,36 cm
3
/mol


II. LARUTAN DAN KELARUTAN
Tekanan uap murni trikloromonofluorometana
(BM 137,4) pada 21oC adalah 13,4 pound/inci2
(psi) dan tekanan uap murni
diklorodifluorometana (BM=120,9) pada 21oC
adalah 84,9 psi. Suatu campuran 50:50 dalam
garam berat dari trikloromonofluorometana
dan diklorodifluorometana. Berapakah tekanan
parsial dari trikloromonofluorometana dan
diklorodifluorometana dalam campuran 50:50
dan berapa tekanan uap total dari campuran
tersebut dalam satuan gauge?
a. 32,6 psig
b. 36,8 psig
c. 28,6 psig
d. 29,6 psig
e. 37,7 psig
Jawab: B. 36,8 psig
Dimisalkan trikloromonofluorometana = A
diklorodifluorometana
= B

nA=


= 0,364 mol
nB=

= 0,414 mol
trikloromonofluorometana = (

)
=
(


)
= 6,27 psi
diklorodifluorometana = (

)
= (


)
= 45,2 psi
Tekanan uap toal campuran :
6,27+45,2 =
51,5
Dalam satuan gauge (psig)
51,5 14,7
(tekanan atmosfer) = 36,8 psig

III. STABILITAS
Suhu merupakan salah satu faktor yang
berpengaruh terhadap laju reaksi suatu zat.
Dalam hal ini dinyatakan suatu persamaan yang
didasari oleh suhu. Perumusan persamaan
tersebut adalah?
a. k= Ae
RT/Ea
atau log k = log A -


b. k= Ae
RT/Ea
atau log k = log A -


c. k= Ae
Ea/RT
atau log k = log A +


d. k= Ae
-Ea/RT
atau log k = log A -


e. k= Ae
RT/Ea
atau log k = log A +


Jawab: D. k= Ae
-Ea/RT
atau log k = log A -



IV. DIFUSI DAN DISOLUSI
Berikut ini merupakan faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi kecepatan disolusi suatu zat.
Faktor-faktor yang tepat yaitu..
a. suhu, viskositas, pH, pengadukan, ukuran
partikel, polimorfisme dan sifat
permukaan zat
b. pengadukkan, pemanasan, kekentalan,
sifat permukaan zat
c. sifat zat, viskositas, zat tambahan, bahan
zat aktif, keasaman
d. ukuran obat, viskositas, zat tambahan,
warna zat, kebasaan
e. pemanasan, polimorfisme, titik leleh, pH,
keasaman
Jawab : A. suhu, viskositas, pH, pengadukan,
ukuran partikel, polimorfisme
dan sifat permukaan zat

V. FENOMENA ANTARMUKA
Pada pembuatan 1 liter emulsi tipe a/m
diperlukan emulgator dengan harga HLBB total
12, sebanyak 2 gr. Berapa perbandingan antara
Span 20 (HLB=8,6) dan Tween 20 (HLB=16,7)
dalam gram?
a. 1,16 gr dan 0,044 gr
b. 0,084 gr dan 1,3 gr
c. 1,16 gr dan 0,84 gr
d. 1,166 gr dan 0,64 gr
e. 0,84 gr dan 1,23 gr
Jawab : C. 1,16 gr dan 0,84 gr
Tween 20 = HLBB - HLB rendah
HLB tinggi HLB rendah
Tween 20 = 12 8,6
16,7 8,6
= 0,42
Tw 20 = 0,42 x 2 = 0,84 gr
Sp 20 = 2 0,84 = 1,16 gr
Cara aligasi :
Tween 20
(HLB 16,7) 16,7
3,4



12


Span 20
(HLB 8,6) 8,6
4,7

____

8,1
Banyaknya Tw 20 = 3,4/8,1 x 2gr = 0,84 gr
Banyaknya Sp 20 = 4,7/8,1 x 2gr = 1,16 gr

VI. RHEOLOGI
Apa yang dimaksud dengan aliran tiksotropi?
a. Aliran yang disebabkan karena terjadinya
perubahan struktur yang tidak dapat
kembali kekeadaan semula dengan cepat
apabila tekanan dihilangkan
b. Aliran yang biasanya terjadi pada suspensi
yang mengandung partikel terdeflokasi
dengan konsentrasi tinggi seperti cat dan
pasta
c. Aliran yang umumnya ditunjukkan oleh
polimer-polimer yang ada dalam larutan
seperti disperse tragakan, natrium
Alginate dan CMC-Na
d. Aliran yang terjadi pada sistem dengan
aliran dilatan, dan terjadi karena
memadatnya sistem dan gerakan perlahan
dan beraturan
e. Aliran yang umumnya tidak kembali
kekeadaan semula dengan cepat apabila
tidak adanya tekanan
Jawab : B. Aliran yang biasanya terjadi
pada suspensi yang mengandung partikel
terdeflokasi dengan konsentrasi tinggi
seperti cat dan pasta

VII. WUJUD ZAT
Berikut ini karakteristik yang salah dari polimorf
metastabil yang dibandingkan dengan polimorf
stabil, kecuali..
a. Tekanan uap lebih rendah
b. Enegi bebas lebih tinggi
c. Kelarutan lebih rendah
d. Titik leleh lebih tinggi
e. Kestabilan yang rendah
Jawab : B. Energi bebas lebih tinggi

VIII. MIKROMERITIKA
Kerapatan sebenarnya dari aspirin adalah 1,37
dan kerapatan granul adalah 1,33. Berapakah
porositas atau persen ruang kosong dalam
granul tersebut?
a. 1,5%
b. 2%
c. 1%
d. 3,5%
e. 3%
Jawab : E. 3%
intrapartikel = 1 kerapatan granul
kerapatan sejati
= 1 - g

intrapartikel = 1 1,33
1,37
= 0,03 x 100%
= 3%

IX. SISTEM DISPERSI
Apa yang dimaksud dengan sistem dispersi
koloid?
a. Secara makroskopis bersifat tidak melarut
b. Bentuknya sangat tidak stabil, layaknya
tepung atau kopi dalam air
c. Dapat untuk disaring biasa
d. Terdiri atas dua fase, fase terdispersi
dengan ukuran tertentu dalam medium
pendispersi
e. Ukuran partikel >100 nm
Jawab: D. Terdiri atas dua fase, fase terdispersi
dengan ukuran tertentu dalam
medium pendispersi


DEBORA JHILETA K S
260110090051
1.Konsentrasi solut dalam larutan jenuh pada suhu
tertentu dan secara kualitatif adalah interaksi spontan dari
dua zat atau lebih embentuk disperse molecular homogen
disebut
a.disolusi
b.kelarutan
c.sifat koligatif
d.osmolalitas
e.disosiasi ion

2.Orde reaksi dapat ditentukan dengan beberapa metode
dibawah ini,kecuali
a.Metode substitusi
b.Metode grafik
c.metode ordo
d.metode waktu paro
e.metode waktu

3.Zat yang mempengaruhi kecepatan reaksi namun zat
tersebut tidak berubah secara kimia adalah
a.katalisis
b.oksidator
c.reduktor
d.isolator e.stabilitas

4.Gaya per satuan panjang yang terdapat pada antarmuka
antara dua fase cair yang tidak bercampur disebut
a.gaya Lorentz
b.gaya antar muka
c tegangan permukaan
d.gaya bebas
e.gaya alir

5.dibawah ini yang bukan merupakan sifat kinetic koloid
adalah
a.difusi
b.gerakan brown
c.osmosis
d.tekanan osmotic
e.solubilisasi
6.Konsentrasi awal etil asetat dan natrium hidroksida
keduanya dalam campuran adalah 0,01000M,Perubahan
konsentrasi x alkali selama 20 menit adalah 0,0005666
mol/liter,karena itu(a-x)=0,01000-0,000566=0,00434.Maka
tetapan lau dan waktu paro adalah
a.6,52liter/mol;15,3 menit
b.15,3liter/mol:6 menit
c.7,24liter/mo;13,5 menit
d.9,24 liter/mol;12,8 menit
e.8,52 liter/mol;13,5 menit
PEMBAHASAN:
K= 1 0,00566
0,01x20 0,00434
=6,52 liter/mol
T = 1 = 1
=15,3 menit
a k 0,01x6,52

7.Untuk mengkaji absorpsi oral obat dari emulsi
m/a,digunakan model usus terbalik tertutup.Obat
diberikan pada usus tersebut dan system dipertahankan
pada suhu 37 C dalam medium buffer.Luas permukaan
untuk difusi 28,4cm dan konsentrasi obat di usus 1,50
mg/ml.Hitunglah jumlah obat yang akan masuk dalam 6
jam.Pengujian jika koefisien
permeabilitas=4,25x

.Anggap terjadi transport orde


nol dibawah kondisi sink
a.2,91 mg
b.3,1 mg
c.4,2 mg
d.3,91 mg
e.1,79 mg
PEMBAHASAN:
Dengan persamaan M=PSC


M=(4,25X

)(28,4)(1,5)(21600)
= 3,91 MG

8.Dalam praktek klinik injeksi diazepam(larutan stabil
diazepam dalam system kosolven propilenglikol-etanol-air)
sering diencerkan dengan injeksi garam normal.Terjadi
presipitasi diazepam yang kemudian akan terjadi disolusi
sempurna dalam beberapa menit setelah pengocokan.


dalam air =3 mg/ml,rho=1,0g/ml dan
D=5x

/sek.Hitung waktu terjadinya disolusi


sempurna jika

=1m
a.12 sek
b.33 sek
c.28 sek
d.30 sek
e.40 sek
PEMBAHASAN:
Waktu= (1g/ml)(


2(5x

)(3x

)
=33sek

9.Hitunglah CMC dari campuran n-dodesil
oktaoksietilenglikol monoeter(

) dan n dodesil D
maltosida(DM).CMC (

) adalah

=8,1x

M(mol/liter) dan fraksi mol nya adalah


0,75.CMC DM =

=15X

M
a.9,4x


b.8,4x


c.7,55x


d.9,35x


e.9,3x


X2=1-0,75=0,25
1 = 0,75 0,25
CMC 8,1X

15x


CMC=9,3x




Irma Amaliah
260110090052
Larutan dan Kelarutan
1. Larutan pada suhu tertentu yang mengandung solute
terlarut lebih banyak daripada normal sehingga
terdapat solute yang tidak larut adalah
a. Larutan tidak jenuh
b. Larutan hampir jenuh
c. Larutan lewat jenuh
d. Larutan jenuh
e. Larutan kurang jenuh
Jawab :c

Stabilitas
2. Konsebtrasi awal suatu obat mengikuti orde I adalah
250 mg/ml. tetapan laju spesifik yang diperoleh dari
plot Arrhenius adalah k= 2,5 x 10
-5
jam
-1
pada suhu
kamar. Batas digunakan obat tersebut adalah 150
mg/ml Hitung kadaluarsa obat tsb
a. 3,26 tahun
b. 2,2 tahun
c. 4 tahun
d. 1,8 tahun
e. 3,5 tahun
Jawab : a


t = 25536 jam 3,26 tahun

Difusi dan Disolusi
3. Waktu log metadon pada 25 melalu/i membrane
silicon tempelan transdermal silicon adalah 5,75
menit. Luas permukaan dan tebal membrane masing
masing adalah 14,21 cm
2
dan 100m. Hitung
jumlah total metadon yang dilepaskan dari tempelan
transdermal dalam 12 jam jika konsentrasi didalam
tempelan 4,75 mg/ml adalah ( k=10,5)
f. 242,6 mg
g. 146,7 mg
h. 200 mg
i. 157,2 mg
j. 187,4 mg
Jawab : b
tL =



D =

()



P = Dk/h


(

)()




( )


(
)

Mikromeritika
4. Suatu bahan serbuk memiliki kerapatan 3,8 g/cm
3

disuspensikan dalam air pada suhu 20. Berapa
ukuran terbesar partikel yang akan memisah tanpa
menyebabkan turbulensi? (viskositas air pada 20 =
0,02 poise viskositas air pada 25 = 0,01 poise dan
kerapatannya = 1,3g/cm
3
)
f. 8,37 x 10
-3
cm
g. 5 x 10
-3
cm
h. 8,9 x 10
-3
cm
i. 4,57 x 10
-3
cm
j. 7,85x 10
-3
cm
Jawab : a
d
3
=

()


d
3
=
()()

()
= 8,37 x

cm

Fenomena Permukaan dan Antarmuka
5. Suatu formulasi emulsi M/A terdiri dari :
Komponen Jumlah HLBB M/A
Malam
Paraffin
Beeswax
Setil Alkohol
20 g
15 g
10 g
20 g
9
10
12
15

Emulgator
Pengawet
Air s/d
2 g
0,2 g
100 ml

Jika emulgator yang akan digunakan adalah
kombinasi Tween 80 (HLB=16)dan Span 80
(HLB=5,22). Hitung Span 80 dan Tween 80 yang
dibutuh kan ?
f. 1,3 g dan 0,7 g
g. 1,5 g dan 0,5 g
h. 0,9 g dan 2,3 g
i. 0,7 g dan 1,3 g
j. 0,5 g dan 1,5 g
Jawab : d
Malam :


tween 80 16
7,03
Paraffin :


12,23
Beeswax :


Span 80 5,2
3,77 +
Setil Alkohol :



10,8
Jumlah = 12,23
Span 80 = 3,77 / 10,8 x 2 g = 0,7 g
Tween 80 = 7,03 / 10,8 x 2 g = 1,3 g

Rheologi
6. Diketahui data sebagai berikut :
Rate of shear (

) = 100
200 300 400 500
Shear stress (dyne/

) = 150
167,5 225 350 475
Hitung viskositas plastic dari formulasi tgopikal diatas

f. 0,6
g. 0,73
h. 0,54
i. 0,92
j. 0,81
Jawab : e
u =
()
()
=
()
()
= 0,81

Sistem Dispersi
7. Partikel memiliki karakteristik sbb :
- Partikel tidak tampak dalam mikroskop
electron
- Lolos melewati ultrafilter dan membrane
semipermeabel
- Difusi berlangsung cepat
Partikel tsb termasuk dalam golongan system
dispersi
a. Dispersi koloidal
b. Dispersi molecular
c. Dispersi halus
d. Dispersi kasar
e. Dispersi partikel
Jawab : b

Sifat Fisika Kimia
8. Pernyataan yang salah dibawah ini adalah ..\
a. Kapasitans (c ) sama dengan kuantitas muatan
listrik
b. Momen dipole permanen didefinisikan dengan
hasil kali jarak antara dua pusat listrik negative
dan positif
c. Kapasitans condenser tidak tergantung atas
jenis medium
d. Suatu dipole adalah pemisahan dari dua
muatan berlawanan sejauh r
e. Pada saat dipole terinduksi terjadi pemisahan
muatan listrik
Jawab : c

Zat Padat
9. Gaya yang berperan dalam kelarutan zat kristal ionik
dalam air, misalnya kation menarik atom oksigen
yang relatif negatif dari molekul air dan anion
menarik atom hidrogen dari molekul air yang dipolar
adalah pengertian dari
a. Gaya ion dipole induksi
b. Gaya ion dipole
c. Gaya London
d. Gaya van der walls
e. Ikatan hydrogen
Jawab : a

I. SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
Kloroform (= 4,8) memiliki bobot molekul 119
g/mol dan kerapatan 1,90 g/cm
3
pada 27
0
C.
Berapakah daya polarisasi molar induksinya?

a. 32,85 cm
3
/mol

b. 33,90 cm
3
/mol

c. 34,99
cm
3
/mol

d. 25,6 cm
3
/mol

e. 26,4
cm
3
/mol
Jawab : C. 34,99 cm
3
/mol
Pi= (


Pi= (

= 34,99 cm
3
/mol

II LARUTAN DAN KELARUTAN
Bagaimana cara menghitung larutan ideal
dalam kelarutan zat padat?
a. log X2
i
=

)
b. log X2
i
=

)
c. log X2
i
=

)
d. log X2
i
=

)
e. log X2
i
=

)
Jawab : A. log X2
i
=

)

III STABILITAS
Teori yang menyatakan suatu kesetimbangan
dianggap terdapat antara molekul reaktan normal
dengan suatu kompleks teraktifkan dari molekul-molekul
disebut a. Teori tumbukan klasik laju reaksi
b. Teori status transisi c. Teori arrhenius d. Hukum
distribusi boltzman e. Teori Higuchi et al
Jawab : B. Teori status transisi

IV DIFUSI dan DISOLUSI
Suatu granul obat sebesar 0,75 g dan luas
permukaannya 0,27 m
2
(0,27 x 10
4
cm
2
)
dilarutkan dalam 600 ml air pada suhu kamar.
Setelah menit pertama 0,85 g terlarut. Jika
kelarutan obat (s = 12 mg/ml). Hitung k!

a. 4,38 x 10
-4
cm/sek dan 4,85 x 10
-4

cm/sek
b. 4,28 x 10
-4

cm/sek dan 4,97 x 10
-4
cm/sek
c.
4,38 x 10
-4
cm/sek dan 4,97 x 10
-4
cm/sek

d. 4,28 x 10
-4
cm/sek dan 4,85 x 10
-4
cm/sek

e. 4,28 x 10
-4
cm/sek dan 4,38 x 10
-4
cm/sek

Jawab : C. 4,38 x 10
-4
cm/sek dan 4,97 x 10
-4

cm/sek
Kondisi sink =

= k x S x Cs
=


= k x (0,27 x 10
-
4
cm
2
) x 12 mg/cm
3

k = 4,38 x 10
-4
cm/sek
Kondisi non sink

Setelah 1 menit obat
terlarut =


= 1,42 mg/cm
3

= k x S x (Cs-C)
=


= k x (0,27 x 10
-4
cm
2
) x (12
mg/cm
3
1,42 mg/cm
3
)
k = 4,97 x 10
-4
cm/sek

V. FENOMENA ANTARMUKA
Pada suatu metode kenaikan kapiler, jika
sebuah tabung kapiler diletakkan di dalam gelas
beaker yang berisi cairan, maka cairan akan
naik dalam kapiler sampai jarak tertentu.
Peristiwa ini dapat teradi bila

a. Gaya adhesi antara molekul cairan dan
dinding kapiler sama dengan gaya kohesi
antara molekul cairan

b. Gaya adhesi antara
molekul cairan dan dinding kapiler lebih kecil
daripada gaya kohesi antara molekul cairan

c. Gaya adhesi
antara molekul cairan dan dinding kapiler lebih
besar daripada gaya kohesi antara molekul
cairan

d. Gaya kohesi antara molekul cairan dan
dinding kapiler lebih besar daripada gaya adhesi
antara molekul cairan

e. Gaya kohesi antara molekul cairan dan
dinding kapiler lebih kecil daripada gaya adhesi
antara molekul cairan
Jawab : C. Gaya adhesi antara molekul cairan
dan dinding kapiler lebih besar daripada gaya
kohesi antara molekul cairan

VI REOLOGI
Hitunglah laju geser yang dilakukan oleh pasien
yang mengoleskan salep pada permukaan
kulitnya setebal 300 mikrometer pada
kecepatan 30 cm/s.
a. 100 s
-1
b. 500 s
-1
c. 700 s
-1
d. 1000 s
-1

e. 1500 s
-1

Jawab : D. 1000 s
-1

1000 s
-1

VII WUJUD ZAT
Dalam suatu sediaan aerosol, obat dilarutkan
atau disuspensikan dalam suatu sediaan
propelan,yaitu

a.zat yang berbentuk
padat pada kondisi didalam wadah tetapi akan
berbentuk gas pada keadaan atmosfir normal

b.
zat yang berbentuk cair pada kondisi didalam
wadah tetapi akan berbentuk gas pada keadaan
atmosfir normal

c. zat yang berbentuk padat pada
kondisi didalam wadah dan tidak akan
berbentuk gas pada keadaan atmosfir normal

d. zat yang
berbentuk cair pada kondisi diluar wadah tetapi
akan berbentuk gas pada keadaan atmosfir
normal

e. zat yang berbentuk padat pada kondisi diluar
wadah dan tidak akan berbentuk gas pada
keadaan atmosfir normal
Jawab : B. zat yang berbentuk cair pada kondisi
didalam wadah tetapi akan berbentuk gas pada
keadaan atmosfir normal

VIII MIKROMERITIKA
Sampel serbuk magnesium oksida dengan
kerapatan sejati 3,65 dan bobot 140,3 g
mempunyai volume ruah 85,0 cm
3
saat
dimasukkan dalam gelas ukur 100 ml. Hitunglah
porositasnya.
a. 60,7 % b. 49,2 % c. 75,3 % d. 54,8 %
e. 35,4 %
Jawab : D. 54,8 %
volume partikel =

= 38,4 cm
3

porositas = =

= 0,548 atau 54,8


%

IX SISTEM DISPERSI
Pada umumnya partikel yang terdeflokulasi
memiliki ciri-ciri berikut, kecualia ikatan lebih kuat
b. memisah perlahan-lahan c. terjadi agregasi (cake)
d. sukar diresuspensi e. laju sedimentasi meningkat
Jawab : E. Laju sedimentasi meningkat
:
Diketahui :
Laju geser 500 600
700 800 900
Tekanan geser 20 40 60 80
100
Hitung fluiditas dan viskositasnya!
A. 16 cp
B. 18 cp
C. 20 cp
D. 22 cp
E. 24 cp
Penjelasan :
= Y2-Y1 = 900-500 = 400 = 5 cm
2
/dyne.s
X2-X1 100-20 80
= 1 = 1 = 0,2 poise = 20 cp
5

1. Sistem Dispersi
Partikel koloid dapat dipisahkan dari partikel molekular.
Di bawah ini yang termasuk kedalam teknik pemisahan
adalah :
A. Dialisis
B. Ultrafiltrasi
C. Elektrodialisis
D. Semuanya benar
E. Semuanya salah
Penjelasan :
Teknik pemisahan partikel koloid diantaranya dengan
cara dialisis, ultrafiltrasi, dan elektrodialisis.

2. Wujud Zat
Dalam penentuan spiritus, gas oksida nitrat yang di
bebaskan dari spiritus dikumpulkan pada sebuah buret
gas dengan volume 40 ml pada temperature 20
o
C dan
tekanan 740 mmHg. Berpa volumenya pada 0
o
C dan
760 mmHg ?
A. 36,29 ml
B. 36,49 ml
C. 35,15 ml
D. 35,29 ml
E. 35,49 ml
Penjelasan :
P1 = 740 mmHg
V1 = 40 ml
T1 = 273 + 20 = 293 K
P2 = 760 mmHg
T2 = 273 + 0 = 273 K
Ditanyakan : V2 = ?
Jawab :
T1
P1V1
=
T2
P2V2


293
40 740x
=
273
2 760xV

V2 = 36,29 ml

3. Mikromeritika
Dari pengamatan didapat data sebagai berikut :
Diameter
(m)
5 10 15 20 25
Jumlah
partikel (n)
3 1 3 2 4

Berapa rata-rata volume permukaan (dvs) ?
A. 25 m
B. 16.1 m
C. 21,7 m
D. 40,5 m
E. 42 m
Penjelasan :
dvs = nd / nd
=
(3x125)+(1x1000)+(3x3375)+(2x8000)+(4x1562
5) () () ()
() ()
= 90.000
= 21,7 m

4. Fenomena Permukaan
Suatu produk emulsi A/M dibuat dengan mengandung
campuran 60 gr campuran minyak 70% parafin dan
30% Beeswax. Kerapatan fase minyak 0.85 gr/cm serta
fase cair adalah 1 gr/cm dan kerapatan campurannya
adalah 0.87 gr/cm. HLB parafin = 4 dan beeswax = 5.
Surfaktan yang digunakan adalah campuran tween 80
(HLB 15,0) dan Span 80
(HLB 4,3). Berapa jumlah surfaktan minimum (Qs) ?
A. 4,3 gr
B. 0.24 gr
C. 1.5 gr
D. 0,82 gr
E. 0,48 gr
Penjelasan :
HLBB fase minyak = (4x0,7) + (5x0,3) = 4,3
Qs =
( )

+ 4Q/1000
Qs =
()

+ 4x60/1000
Qs = 0,48 gr

5. Stabilitas
Salah satu aplikasi kinetika yang digunakan dalam
bidang farmasi adalah untuk...
A. menghasilkan produk sediaan farmasi yang indah
B. menghasilkan produk sediaan farmasi yang rapuh
C. menghasilkan produk sediaan farmasi yang tidak
lembab
D. menghasilkan produk sediaan farmasi yang mudah
terdispersi
E. menghasilkan produk sediaan farmasi yang lebih
stabil
Penjelasan :
Karena ahli farmasi harus memahami sifat-sifat
kestabilan untuk menangani dan menyimpan produk
tersebut dalam kondisi yang tepat. Jadi dengan adanya
data tentang hasil penelitian yang berkaitan dengan
sistem kinetika obat, maka ahli farmasi dapat membatu
dokter dan pasien dalam penyimpanan dan pemakaian
obat yang tepat.

6. Difusi Disolusi
Tanda negative pada persamaan J = -D
dx
dc

menyatakan bahwa
A. Difusi terjadi pada arah yang sama dengan
konsentrasi yang meningkat.
B. Difusi terjadi pada arah yang berlawanan dengan
konsentrasi yang menurun.
C. Difusi terjadi pada arah yang sama dengan
konsentrasi yang menurun
D. Difusi terjadi pada arah yang berlawanan dengan
konsentrasi yang meningkat.
E. Difusi terjadi pada arah yang berlawanan dengan
konsentrasi yang tetap.
Penjelasan :
Difusi terjadi pada arah yang berlawanan dengan
konsentrasi yang meningkat.
(Difusi terjadi dalam arah berkurangnya konsentrasi
difusan).

7. Kelarutan
Dibawah ini yang termasuk kedalam sifat larutan adalah
:
A. Koligatif
B. Aditif
C. Konstitutif
D. Semuanya benar
E. Semuanya salah
Penjelasan :
Koligatif, Aditif, dan Konstitutif merupakan sifat sifat
kelarutan.

8. Sifat Molekul Obat
Yang merupakan contoh aksi obat berdasarkan sifat fisik
nya adalah..
A. Massa fisis
B. Pelepasan zat aktif
C. HLB
D. Absorpsi
E. Pemuaian zat padat
Penjelasan :
Dalam sifat sifat fisika suatu obat terdapat massa fisis
yang merupakan salah satu bentuk aksi obat.

1. Molekul di dalam wujud padat terikat erat oleh gaya...
a. Ionik
b. Kovalen
c. Intermolekular
d. Hidrogen
e. Interatomik

2. Jika dibuat sistem yang terdiri dari 24% bobot fenol
dan 76% bobot air (titik d), akan diperoleh dua fase
cair di dalam tabung. Bagian atas, A, mempunyai
komposisi 11% fenol dalam air (titik b pada diagram)
sedangkan lapisan lebih bawah, B, mengandung 63%
fenol (titik c pada diagram). Berapa bobot A dan B
pada setiap 10 g sistem cair yang berkesetimbangan
pada titik d?










a. 6,6 g fase A dan 1,6 g fase B
b. 6,9 g fase A dan 1,9 g fase B
c. 7,2 g fase A dan 2,2 g fase B
d. 7,5 g fase A dan 2,5 g fase B
e. 7,8 g fase A dan 2,8 g fase B
Jawaban:
Karena titik b = 11%, titik c = 63%, dan titik d =
24%, maka perbandingan dc/bd = (63-24)/(24-11)
= 39/13 = 3/1.
Jadi setiap 10 g sistem cair yang
berkesetimbangan pada titik d, akan diperoleh 7,5
g fase A dan 2,5 g fase B.

3. Metode yang biasa digunakan dalam penentuan orde
reaksi adalah metode...
a. Metode Substitusi
b. Metode Grafik
c. Metode Waktu Paro
d. Semua jawaban benar
e. Semua jawaban salah

4. Larut adalah jumlah yang diperlukan untuk
melarutkan 1 bagian zat dengan...
a. Kurang dari 1 bagian pelarut
b. 1 10 bagian pelarut
c. 10 30 bagian pelarut
d. 30 100 bagian pelarut
e. 100 1000 bagian pelarut

5. Difusi adalah...
a. Proses pemisahan berdasarkan perbedaan laju
antara solut dan solven melewati membran
mikropori
b. Proses transfer massa molekul zat , berkaitan
dengan perbedaan konsentrasi
c. Proses untuk memisahkan partikel koloid dan
molekul besar dengan menggunakan suatu
membran.
d. Solven menembus membran semi permeabel untuk
mengencerkan larutan
e. Semua jawaban salah

6. Tegangan permukaan air S = 72,5 dyne/cm pada
suhu kamar, tegangan permukaan benzena L = 28,6
dyne/cm, dan tegangan antarmuka antara benzena
dan air LS = 32,0 dyne/cm. Berapakah koefisien sebar
awal (initial) ?
Setelah terjadi kesetimbangan, S = 61,9 dyne/cm dan
L = 28,5 dyne/cm. Berapakah koefisien sebar akhir?
a. S = 11,9 dyne/cm; S = 1,4 dyne/cm
b. S = 12,2 dyne/cm; S = 1,7 dyne/cm
c. S = 11,6 dyne/cm; S = 1,1 dyne/cm
d. S = 12,5 dyne/cm; S = 2 dyne/cm
e. S = 11,3 dyne/cm; S = 1,4 dyne/cm
Jawaban:
S = S (L + LS)
= 72,5 (28,6 + 32,0)
= 11,9 dyne/cm
Setelah kesetimbangan,
S = 61,9 (28,5 + 32)
= 1,4 dyne/cm

7. Hitunglah laju geser (dv/dr) yang dilakukan oleh
pasien yang mengoleskan salep pada permukaan
kulitnya setebal 150 m pada kecepatan 7,5 cm/s.
a. 100 s
-1

b. 200 s
-1

c. 300 s
-1

d. 400 s
-1

e. 500 s
-1

Jawaban:


= 500 s
-1

8. Diameter bilangan volume rata-rata suatu serbuk
adalah 2,38 m atau 2,38 x 10
-4
cm. Jika kerapatan
serbuk 2,7 g/cm
3
, berapakah jumlah partikel setiap
gramnya?
a. 5,25 x 10
10

b. 5,35 x 10
10

c. 5,45 x 10
10

d. 5,55 x 10
10

e. 5,65 x 10
10

Jawaban:

)

= 5,25 x 10
10


9. Partikel padat tidak terlarut dalam medium cair
adalah...
a. Emulsi
b. Gel
c. Suspensi
d. Mikroemulsi
e. Krim


Nama: M Reggi Fauzi
NPM: 260110090059
1. sifat fisik molekul
Pernyataan manakah yang benar:
a. momen dipol permanen adalah hasil bagi
muatan dengan jarak antara dua pusat
listrik negatif dan positif
b. satuan untuk momen dipol adalah
g/cm
3

c. suatu senyawa polar mempunyai nilai
momen dipol 0
d. suatu senyawa polar mempunyai nilai
momen dipol =0
e. tidak ada jawaban

2. Larutan
Hal dibawah ini adalah faktor-faktor yang tidak
mempengaruhi kelarutan!
a. Suhu
b. Bahan kimia dan sifat fisika
c. Tekanan
d. Pengadukan secara fisik
e. Tidak ada jawaban
Jawab : Faktor-faktor: suhu, bahan kimia, sifat
fisika, tekanan, pengadukan secara fisik

3. Disolusi
Suatu sediaan granul obat seberat 0,55 g dan
luas permukaannya 0,28 m
2
(0,28 x
10
4
cm
2
)dibiarkan melarut dalam 500 mL air
pada 25
0
C. Sesudah menit pertama, jumlah
yang ada dalam larutan adalah 0,76 gram.
Kuantitas D/h dikenal sebagai konstanta laju
disolusi,k.
Jika kalarutan Cs dari obat adalah 15 mg/mL
pada 25
0
C, berapakah k?
a. 12,67 mg/detik
b. 3,02x10
-4
cm/detik
c. 3,35x 10
-4
cm/detik
d. 3,02x10
-4
mg/detik
e. 12,67 cm/detik

Jawab :

=



= 12,67 mg/detik

12,67 mg/detik= k x 0,28x10
4
cm
2
x 15
mg/cm
3

k = 3,02x10
-4

cm/detik

0,760 g larut dalam 500 mL sesudah
1 menit atau 760 mg/500mL= 1,5 mg/cm
3

Itu berarti

dari kelarutan obat


Jadi, k =

( )(

)

k = 3,35x 10
-4
cm/detik

4. stabilitas
Dalam suatu larutan terjadi kesetimbangan
distribusi yang mengandung 32% A dan 68% B.
Kemiringan (gradien, slope) garis= 0,010 min
-1
.
Tentukan kr dan kf.
a. Kf= 0,0147 min
-1
; kr= 0,0147 min
-1

b. Kf= 0,0147 min
-1
; Kr= 0,007 min
-1

c. Kr= 0,007 min
-1
; Kf= 0,0147 min
-1

d. Kf= 0,007 min
-1
; Kr= 0,007 min
-1

e. Kr= 0,0147 min
-1
; Kf= 0,0147 min
-1

Jawab:
( )
1 1 -
min 0147 , 0 dan min 007 , 0
010 , 0
303 , 2
1 , 2
010 , 0
303 , 2
1 , 2
32
68

= =
=
+
=
+
=
= = = =
f r
r r
r f
eq
eq
r
f
k k
k k
k k
Gradien
A
B
k
k
K


5. Fenomena permukaan
Ingredients Amoun
t
RHLB
(O/W
)
6. Beeswax
7. Lanolin
8. Paraffin wax
9. Cetyl alkohol
10. emulsifier
11. preservative
12. color
13. water,purified
q.s.
15 g
10 g
20 g
5 g
2 g
0,2 g
As
require
d
100 g
10
11
12
15

Emulgator : kombinasi Tween 80 (HLB=15,0)
dengan Span 80 (HLB=4,3). Hitunglah berapa
surfaktan yang diperlukan:
Jawab :
Bobot total fase minyak = 50 g
Beeswax 15/50 g x 10 = 3
Lanolin 10/50 g x 11 = 2,2
Paraffin 20/50 g x 12 = 4,8
Setilalkohol 5/50 g x 15 = 1,5
HLBB total untuk emulsi = 11,5

Tween 80 (HLB=15) 15 7,2
11,5
Span 80(HLB= 4,3) 4,3 3,5

10,7
Banyaknya tween 80 = 7,2/10,7 x 2g=1,346 g
Banyaknya span 80 = 3,5/10,7 x 2g=0,654 g
6. Rheologi
Suatu bahan plastik diketahui mempunyai yield
valve 5200 dyne/cm
2
. Pada shearing strees
diatas yield valve, F ditemukan meningkat
secara linear dengan meningkatnya G yaitu
8000 dyne/cm
2
. Jika rate of shear 150 detik
-1

pada saat dyne cm
-2
. Hitung U (viskositas
plastik) dari sampel tersebut.
a. -18,67 poise
b. 0,05 poise
c. 88 poise
d. 18,67 poise
e. 2800 poise
Jawab :
()


= (8000-5200)/150
= 2800/150
= 18,67 poise

7. Mikromeritika
Suatu bahan serbuk dengan kerapatan 2,7
disuspensikan dalam air pada 20
0
C. Berapakah
ukuran partikel terbesar yang akan mengendap
tanpa menyebabkan turbulansi? Viskositas air
pada 20
0
C adalah 0,01 poise atau g/cm.detik
dan kerapatannya adalah 1 (Re tidak melebihi
0,2)
a. 1,079 x 10
-6
cm
b. 6x10
-3
cm
c. 6x10
-6
cm
d. 1,058 x 10
-3
cm
e. 1,199 x 10
-8
cm
Jawab : d
3
=

()

=
()()()
()

= 6x10
-3
cm
= 60 m

8. zat padat
Pernyataan manakah yang benar:
a. amorf memiliki kelarutan yang tinggi
b. amorf secara termodinamika mempunyai
energi yang rendah
c. kristal mempunyai stabilitas yang rendah
d. kristal mempunyai struktur yang tidak
tetap
e. amorf mempunyai struktur yang tetap


9. Koloid
Pernyataan manakah yang benar:
a. Emulsi sistem w/o dapat
distabilkan dengan sabun alkali
tanah
b. Emulsi sistem w/o dapat
menghantarkan listrik
c. Emulsi sistem w/o dapat
bercampur dengan setetes air
d. Zat pengemulsi pada umumnya
merupakan koloid liofob
e. Larutan garam dapur, sabun
dan minyak kelapa dapat
membentuk emulsi
Jawab : a


Nama: Riyandwika Heru Satrio
NPM: 260110090061
1. Suatu serbuk memiliki kerapatan 5,00 g/cm
3

yang disuspensikan dalam air pada suhu 20
0
C.
Viskositas air pada suhu 20
0
C adalah 0,05
poise dengan kerapatan 1,05 g/cm
3
. Gravitasi
981 cm/det
2
. Re nya sebesar 0,2. Berapakah
ukuran partikel terbesar yang akan memisah
tanpa menyebabkan turbulensi?
a. 2,21x10
-3
cm
d. 3,1 m
b. 3,1x10
-3
m
e. 21 cm
c. 2,21 cm
Penyelesaian:

( )



2. Tekanan kritis adalah
a. Tekanan yang dibutuhkan untuk
mencairkan gas pada suhu kritisnya
b. Tekanan yang dibutuhkan untuk
membekukan zat cair
c. Tekanan maksimal untuk dapat
mencairkan fase es
d. Tekanan yang dibutuhkan untuk
membuat fase padat menjadi fase gas
e. Tidak ada yang benar

3. Manakah pernyataan dibawah ini yang salah ?
a. Jika molekul nonpolar dalam
pelarut yang cocok
ditempatkan di antara pelat
kapasitor yang bermuatan,
dapat terjadi polarisasi
terinduksi dari molekul.
b. Daya polarisasi : kemudahan
suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh gaya luar (
medan listrik, energy sinar,
molekul lain).
c. Momen dipole terinduksi
semenara berbanding terbalik
dengan kuat medan dan daya
terpolarisasi terinduksi
d. Dipol terinduksi : terjadi
pemisahan muatan listrik.
Elektron dan inti berpindah
dari posisi awal.

4. Di bawah pH berapa fenobarbital bebas mulai
mengendap dari larutan yang konsentrasi awal
25,4 g na-fenobarbital per 500 ml pada suhu
25
0
C. Kelarutan molar, S0, fenobarbital 0,001 M
dan pKa = 7,50. BM na-fenobarbital: 254.
0
0
log
S
S S
pK pH
a p

+ =



a. 7,495
b. 8,495
c. 9.495
d. 6,495
e. 5,495

5. Suatu granul obat seberat 0,50 g dan luas
permukaannya 5.000 cm
2
dilarutkan dalam 500
ml air pada suhu kamar. Setelah menit
pertama, 900 mg terlarut. Jika kelarutan obat Cs
=20 mg/ml, berapa tetapan laju disolusi pada
kondisi sink?
a. 15 cm/sek d.
1,5x10
-3
cm/sek
b. 1,05 cm/sek e. 1,5x10
-4

cm/sek
c. 1,5x10
-2
cm/sek
Penyelesaian:

cm/sek

6. Ingredient amount
rhlb (O/W)
Beeswax 10 g
9
Lanolin 15 g
12
Paraffin wax 16
g 10
Cetyl alcohol 4 g
15
Emulsifier 3 g
Preservative 0,3
g
Color
required
Water ad
100ml
Emulgator: kombinasi Tween 80 (HLB=15,0)
dengan Span 80 (HLB=4,3). Hitunglah berapa
surfaktan yang diperlukan.
Bobot total fase minyak = 45 g, maka:
Beeswax
10/45 X 9 = 2,000
( )
495 , 9
001 , 0
001 , 0 10 , 0
log 50 , 7 mol/l 10 , 0
254
4 , 25
BM
g/l
: al fenobarbit - na molar i Konsentras
=

+ = = =
p
pH
Lemak bulu domba
15/45 X 12 = 4,000
Parafin
14/45 X 10 = 3,111
Setilalkohol
4/45 X 15 = 1,333
HLBB total untuk emulsi =10,444


6,144


10,444







4,666


10,81
Banyaknya Tw 80 = 6,144/10,81 X 3 g = 1,705 g
Banyaknya Sp 80 = 4,666/10,81 X 3 g = 1,294 g
a. 2,875 dan 1,987
b. 1,705 dan 1,294
c. 3,705 dan 2,294
d. 1,000 dan 2,000
e. 1,105 dan 1,694

7. Aplikasi reologi dalam bidang farmasi
a. Larutan polimer : sediaan oftalmik.
b. Sifat reologik supositoria pada suhu rektal
mempengeruhi pelepasan dan
bioabsorpsi obat, khususnya dasar
berlemak.
c. Terjadi penurunan tiksotropik dari
sediaan kosmetik batang (stick)
mengandung PG, PEG 400 dan 600 sbg.
humektan dengan zat aktif pantenol,
klorfenesin, dan lignokain.
d. Semua salah
e. Semua benar

8. Ciri ciri suspensi, kecuali
a. Partikel padat tidak terlarut dalam
medium cair.
b. Diameter partikel > 0,1 m
c. Konsentrasi padat: 31 50%
d. Stabilitas fisik: Kondisi partikel tidak
teragregasi dan tetap terdistribusi rata
dalam sistemnya.
e. Partikel yang mengendap harus mudah
terdispersi kembali dengan sedikit
pengocokan

9. Suatu zat pada suhu 127
o
C memiliki tetapan
laju 2,345 jam
-1
, sedangkan pada suhu 227
0
C
memiliki tetapan laju 5,678 jam
-1
. Berapa
energi aktivasinya?
a. 25 kkal/mol d.
55 kkal/mol
b. 35 kkal/mol e.
65 kkal/mol
c. 45 kkal/mol
Penyelesaian:



Ea = 35 kkal/mol

Kelarutan dan larutan
1. Larutan fero sulfat kering dibuat dengan
melarutkan 41,5 g FeSo4 dalam air hinga
diperoleh 1ml larutan pada suhu 18C
kerapatan larutan 1,0375 (BM 151,9) . berapa
molaritas dan molalitas FeSo4 ??
a. 0,2732 M dan 0,2742 molal
b. 0, 3572 M dan 0, 25 molal
c. 0, 001 M dan 0,05 molal
d. 0.05 M dam o,001 molal
e. 0,75 M dan 0,009 molal
Jawab :
Molaritas =


=

= 0,2732 mol x

= 0.2732 M
Gram larutan = volume x kerapatan
1000 x 1,0375 = 1037,5 g
Gram solven = gram larutan gram FeS04
1037,5- 41,5 = 996 gram
Molalitas =


=

= 0,2742 m

2. Yang mempengaruhi sifat koligatif adalah
kecuali
a. Penurunan Tekanan Uap
b. Kenaikan Titik Didih
c. Penurunan titik beku
d. Tekanan osmotic
e. Orde reaksi

3. Factor factor berikut yang mempengaruhi laju
reaksi kecuali
a. Tetapan dielektrik
b. Tekanan osmotic
c. Kekuatan ion
d. Pelarut
e. Suhu

4. Soal difusi disolusi
Waktu lag metformin pada suhu 25c melalui
membrane silicon tempelan transdermal
selama 5 menit dengan luas permukaan dan
tebal 12,53 cm dan 1 m. hitung keofisien
permebilitasnya dengan ( K=10,5)
a. 3,56 cm/s
b. 6,27 . 105 cm/s
c. 58,38 . 108 cm/s
d. 40,12 cm/s
e. 11,1 .106 cm/s
Cara :
TL = 5 menit x 60 = 300 detik
D =


=
( )

= 5,56 . 1012
P =

=


= 58,38 . 108

5. Ada beberapa cara untuk menentukan
tegangan permukaan , dan yang prinsipnya
bahwa gaya yang diperlukan untuk menarik
cincin kawat platina yang dicelupkan pada
permukaan berbanding lurus dengan tegangan
permukaan adalah
a. Tensiometer DuNouy
b. Bobot tetes
c. Tekanan gelembung
d. Kenaikan kapiler
e. Tetes Wilhelmy

6. Persamaan yang digunakan dalam aliran plastic
adalah
a. = A


b. U =
( )


c. Ln = ln A + E/R (1 / T )
d. =


e. =



7. Contoh senyawa anionic pada golongan asosiasi
koloidal adalah
a. Dimetildodesilaminio propan sulfona
b. Natrium lauril sulfat
c. Polioksietilen lauril eter
d. Setil trimetamonium bromide
e. Benzene

8. Diameter rata-rata partikel CaCO3 dalam
suspense adalah 54 m. kerapatan CaCO3 = 2,7
, kerapatan air = 0,997 g/cm. viskositas air =
0,009 poise . hitung laju turun V sampel CaCO3
pada dua porositas berbeda = ,95 dan =
0,5 . harga n = 19,73
a. 3,0 . 107 cm/sek
b. 3,5 . 107 cm/sek
c. 4,0 . 107 cm/sek
d. 4,5 . 107 cm/sek
e. 5,0 . 107 cm / sek
Cara :
V =
( )()

= 0,3 cm
= ,95 ln v = -1,204 + [19,73(-0,051)]
= -2,210 v = ,11 cm/sek
= ,5 - v = 3,5 17 cm/sek

9. Penggolongan ketidakstabilan emulsi yaitu
kecuali :
a. Flokulasi
b. Kriming
c. Koalesensi dan pecah
d. Inverse fase
e. Caking
1. (PADATAN)
Perubahan wujud dari padat menjadi cair, melibatkan
:
a. | bobot molekul | gaya antarmolekul | AHf |Ttk Lebur
b. | bobot molekul | gaya antarmolekul | AHv |Ttk Didih
+ Tek. Uap
c. + bobot molekul + gaya antarmolekul | AHf |Ttk Lebur
d. + bobot molekul +gaya antarmolekul | AHv |Ttk Didih
+ Tek. Uap
e. | bobot molekul | gaya antarmolekul + AHf +Ttk Lebur
2. (STABILITAS)
Dalam suatu larutan terjadi kesetimbangan distribusi
yang mengandung 24% A dan 66% B. Kemiringan
(gradien, slope) garis= 0,010 min
-1
. Tentukan kf !
a. 2.75
1
min


b. 0.006
1
min


c. 0.0165
1
min


d. 0.36
1
min


e. 0.83
1
min


Cara :
( )
( )
1
1 -
1 -
min 0165 , 0
min 006 , 0 75 , 2 75 , 2
min 006 , 0
02303 , 0 75 , 3
010 , 0
303 , 2
75 , 2
010 , 0
303 , 2
75 , 2
24
66

=
= =
=
=
=
+
=
+
=
= = = =
f
f r f
r
r
r r r f
eq
eq
r
f
k
k k k
k
k
k k k k
Gradien
A
B
k
k
K


3. (MIKROMERITIKA)
Metode yang tepat untuk digunakan dalam analisis
ukuran partikel dan luas permukaan spesifik yang
memiliki rentang ukuran partikel 1m - 1m
adalah..
a. Adsorpsi
b. Sedimentasi
c. Mikroskop Elektron
d. Mikroskop Optik
e. Permeabilitas Udara

4. (KELARUTAN)
Rumus dari usaha total adalah..
a. w22 + w11 +2 w12
b. w22 + w11 -2 w12
c. w22 - w11 +2 w12
d. w22 - w11 -2 w12
e. -w22 + w11 -2 w12

5. (DIFUSI&DISOLUSI)
Faktor yang mempengaruhi penetrasi perkutan
adalah..
a. Konsentrasi solut, Cs
b. Koefisien partisi K antara kulit dan pembawa
(vehicle)
c. Koefisien difusi, barier pembawa Dv, dan barier
kulit Ds
d. A, B, dan C salah
e. A, B, dan C benar

6. (REOLOGI)
Nama viscometer di bawah ini yang merupakan jenis
viscometer putar adalah..
a. Ferranti-Shirley Viscometer
b. Hoeppler Falling Ball Viscometer
c. Viscometer Stromer
d. Viscometer Brookfield
e. Ostwald viscometer

7. (FENOMENA PERMUKAAN & ANTARMUKA)

HLB
Mineral oil 12 12
Petrolatum 28 8
Stearic acid 16 17
Beeswax 6 11
Emulsifier 3
Preservative 0,5
Water 45
Parfume q.s
Berapakah jumlah tween 60 yang dibutuhkan jika
emulgator yang digunakan adalah tween 60 (HLB = 14,9)
dan arlasel 60 (HLB = 11,28) ?
a. 3 gr
b. 3,63 gr
c. 1,06 gr
d. 1,93 gr
e. 6,58
Cara : mineral oil + petrolatum + stearic acid + beeswax
12 + 28 + 16 + 6 = 62
- Mineral oil = 12/62 x 12 =
2,3
- Petrolatum = 28/62 x 8 =
3,6
- Stearic acid = 16/62 x 17 =
4,38
- Beeswax = 6/62 x 11 = 1
Total
= 11,28
Tween 60 = 14,9 11,28 = 3,62
Arlasel 60 = 11,28 4,7 = 6,58
Total = 10,2
Tween 60 = 6,58/10,2 x 3gr = 1,93
Arlasel 60 = 3,62/10,2 x 3gr = 1,06

8. (SISTEM DISPERSI)
Jika 2 cm
3
minyak mineral didispersikan menjadi globul
yang mempunyai garis tegah volume-surface dvs 0,02
m dalam 2 cm
3
air sehingga membentuk emulsi yang
halus, berapakah energy bebas permukaan tersebut?
(tegangan antarmuka minyak mineral-air = 57
erg/cm
2
) (1 Kalori = 4,184 joule)
a. 2 kalori
b. 3 kalori
c. 4 kalori
d. 5 kalori
e. 6 kalori
Cara : Sv = 6/dvs
Sv = 6/2 x 10
-6
= 3 x 10
6
cm
2
= 300 m
2

W = ow x A
W = 57 erg/cm
2
x (3 x 10
6
cm
2
) = 17 x 10
7
erg
= 17 joule = 4 kalori

9. (KINETIKA)
Satu larutan obat mengandung 1000 unit per ml
sewaktu dibuat. Setelah periode 60 hari larutan
tersebut dianalisis dan diketahui mengandung 700
unit per ml. Dengan anggapan bahwa penguraian
tersebut merupakan orde I, hitunglah waktu ketika
konsentrasi obat tinggal setengah konsentrasi awal !
a. 90 hari
b. 95,5 hari
c. 100 hari
d. 115,5 hari
e. 125,3 hari
Cara : k = 2,303/60 log 1000/700 = 0,006 hari
-1

t1/2 = 2,303/0,006 log 1000/500 = 115,5 hari


Nama : Rydo Pratama Putra
NPM : 260110090075
Tugas : Farmasi Fisik 2
KINETIKA
1. Tetapan laju, k1, suatu zat pada suhu 100
o
C (373 K) =
1,173 jam
-1
atau 3,258 x 10
-4
sek
-1
, sedangkan pada
suhu 150
0
C (423
0
K) tetapan laju,k2 = 4,860 jam
-1
.
Hitung energi aktivasi Ea kkal/mol dan faktor
frekuensi A dalam detik (sekon). [B]
a. 4,0 X 10
4
b. 3,8 X 10
4
c. 4,7 x 10
4
d.
3,5 x 10
4
e. 3,3 x 10
4

Jawab :
|
|
.
|

\
|
=
1 2
1 2
1
2
303 , 2
log
T T
T T
R
E
k
k
a

1
1
1
303 , 2
log log
RT
E
A k
a
=

( )
( )
( )
( )
( ) kal/mol detik 10 8 , 3
373 987 , 1 303 , 2
kal 8920
log sek 10 3,258 log
: Arrhenius pers. C, 120 suhu Pada
kkal/mol 92 , 8
373 423
373 423
987 , 1 303 , 2 173 , 1
860 , 4
log
373 423
373 423
987 , 1 303 , 2 173 , 1
860 , 4
log
4 1 - 4 -
0
=

=
=

= =

=
A A
E
E
E
E
a
a
a
a

MIKROMERITIKA
2. Contoh sediaan dengan ukuran partikel 10-50
adalah [A]
a. Emulsi kasar b. Suspense c. Serbuk
halus d. Emulsi halus e. Serbuk
kasar
3. Perbedaan system dilatan dengan system
antitiksotropi adalah[A]
a. Sistem dilatan mengalami deflokulasi dan
memilki fase solid lebih dari 50%, sedangkan system
antitiksotropi mengalami flokulasi dan memilki
fase solid kecil (1% 10%)
b. Sistem dilatan mengalami flokulasi dan memilki
fase solid lebih dari 50%, sedangkan system
antitiksotropi mengalami deflokulasi dan
memilki fase solid kecil (1% 10%)
c. Sistem dilatan mengalami deflokulasi dan
memilki fase solid kecil (1% 10%), sedangkan
system antitiksotropi mengalami flokulasi dan
memilki fase solid lebih dari 50%
d. Sistem dilatan mengalami flokulasi dan memilki
fase solid kecil (1% 10%), sedangkan system
antitiksotropi mengalami deflokulasi dan
memilki fase solid lebih dari 50%

DIFUSI DAN DISOLUSI
4. Obat terabsorpsi dalam saluran cerna salah satunya
akan mengalami penetrasi. Faktor yang
menyebabkan penetrasi, kecuali[D]
a. Konsentrasi solute
b. Koefisien partisi K antara kulit dan pembawa
(vehicle)
c. Koefisien difusi, barier pembawa Dv, dan barier
kulit Ds
d. konsetrasi pelarut
e. semua jawaban salah

RHEOLOGI
5. Bobot tablet natrium iodida 0,3439 g dan volume
curahnya adalah 0,0963 cm
3
. Kerapatan sejati
natrium iodida adalah 3,667 g/cm
3
. Hitunglah
kerapatan curah dan porositas total tablet tersebut.
[A]
a. 3,571 g/cm
3
dan 2,6% c. 3,572 g/cm
3

dan 2,7% e. 3,555 g/ cm
3
dan 2,6%
b.
3
g/cm 571 , 3 dan % 6 , 2 d.
3,572 g/cm
3
dan 2,7%
Jawab :

3
g/cm 571 , 3
0963 , 0
3439 , 0
= =
b



% 6 , 2 026 , 0
667 , 3
571 , 3
1 = = =
total
c

FENOMENA PERMUKAAN
6. Perhatikan table berikut:
Ingredient Amount RHLB (o/w)
1. Beeswax
2. Lanolin
3. Parafin wax
4. Cetyl alcohol
5. Emulsifier
6. Preservative
7. Color
8. Water, purified
q.s
12 g
8 g
15 g
5 g
2 g
0,2 g
As required
100 g
9
12
10
15

Emulgator : kombinasi Tween 80 (HLB =15) dengan
Span 80 (HLB= 4,3). Hitunglah berapa surfaktan yang
diperlukan.. [A]
a. Tween 80=1,17 g dan Span 80=0,77 g d.
Tween 80=1,16 g dan Span 80=0,76 g
b. Tween 80=1,16 g dan Span 80=0,77 g e.
Tween 80=1,17 g dan Span 80=0,78 g
c. Tween 80=1,17 g dan Span 80=0,76 g
Jawab :
Bobot total fase minyak = , maka:
Malam 12/40 x 9 = 2,7
Tween 80 15 6,43
Lemak bulu domba 8/40 x 12 = 2.4
(HLB =15)
Paraffin 15/40 x 10 = 3,75
10,73
Setil alcohol 5/40 x 15 = 1,88
Span 80
HLBB total untuk emulsi = 10,73
(HLB= 4,3) 4,3 4,27


11
Banyaknya Tween 80 = 6,43/11 x 2 g = 1,17
Banyaknya Span 80 = 4,27/11 x 2 g = 0,77

WUJUD ZAT
7. Berikut adalah ciri dari zat padat, kecuali..[D]
a. Bentuk amorf
b. Tersusun dalam pola geometric yang tetap

c. Sudut antar permukaan selalu tetap d. Bergerak
dengan kuat dan cepat ke segala arah
e. Memiliki susunan geometri yang berulang secara
tetap dalam 3 dimensi

LARUTAN
8. Plasma manusia mengandung kira-kira 3 m eq/l ion
kalsium. Berapa milligram kalsium klorida dihidrat
CaCl2.2H2O (BM=147 g/mol) diperlukan untuk membuat
sediaan 500 mL larutan yang setara ion kalsiumnya dengan
plasma manusia? [A]
a. 275,6 mg c. 275,4 mg
e. 275,2 mg
b. 275,5 mg d. 275,3 mg
Jawab : Bobot ekivalen garam CaCl2.2H2O adalah setengah
dari BM yaitu 73,5 g/eq atau 73,5 mg/m eq
mg/l = 73,5 mg/m eq x 3 m eq/l
= 220,5 mg/l
Untuk 500 mL perlu : 220,5 mg/l x 500 ml/1000
ml = 275,6 mg CaCl2.2H2O

SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
9 Yang dimaksud dengan kapasitansi adalah[A]
a. jumlah muatan listrik dibagi dengan beda potensial
b. jumlah arus listrik dibagi dengan beda potensial
c. jumlah hambataan listrik dibagi dengan beda potensial
d. jumlah muatan listrik dikali dengan beda potensial
e. jumlah arus listrik dikali dengan beda potensial





1. Pendahuluan dan Sifat Fisika Molekul Obat :
Konsep molaritas dan tetapan dielektrik adalah
...
a. Menempatkan suatu molekul dalam
medan listrik adalah salah satu cara untuk
menginduksi (imbas) dipol.
b. Listrik akan mengalir dari pelat positif
munuju pelat negatif melalui batere
sampai beda potensialnya sama dengan
yang diberikan oleh batere pada awalnya.
c. Bilamana dua pelat penghantar yang
paralel, misalnya pelat konduksi listrik,
yang terpisahkan olem medium sejauh r
dan diberikan suatu tegangan.
d. a dan b benar
e. Benar semua
Jawab : e

2. Larutan dan Kelarutan : Plasma manusia
mengandung kira kira 5 meq/l ion natrium.
Berapa miligram natrium klorida, NaCl (bobot
molekul 58,5 g/mol) diperlukan untuk
membuat sediaan 500 mL larutan yang setara
ion natriumnya dengan plasma manusia?
a. 263,25 mg
d. 13 mg
b. 131,625 mg e.
1053 mg
c. 3,25 mg
Jawab : a
Dik : BE NaCl = BM = 58,8 mg/meq
C Na
+
= 9 meq/l
Vlar = 500 mL
Dit : Massa NaCl yang diperlukan agar
setara dengan kadar ion natrium plasma
Jwb :



Mg/l = 526,5 mg/l



3. Difusi dan Disolusi : Faktor faktor yang
mempengaruhi disolisi obat, kecuali ...
a. Faktor fisiko kimia zat aktif
b. Faktor formulasi
c. Faktor fisiologik
d. Faktor mikrobiologik
e. Semua benar
Jawab : d

4. Stabilitas : Satu larutan obat mengandung 650
unit/mL sewaktu dibuat. Setelah periode 50
hari larutan tersebut dianalisis dan diketahui
mengandung 400 unit/mL. Dengan anggapan
bahwa penguraian tersebut merupakan orde 1,
hitunglah half life dan shelf life dari larutan
obat tersebut!
a. 50,0 dan 10,8 hari d.
71,3 dan 36,2 hari
b. 238,9 dan 36,2 hari e.
50,0 dan 36,2 hari
c. 71,3 dan 10,8 hari
Jawab : c
Dik : C0 = 650 unit/mL
t = 50 hari
C = 400 unit/mL
Dit : t1/2 dan t90
Jwb:


Atau


dan



5. Fenomena Permukaan dan Antarmuka :
Tegangan permukaan air S = 75,2 dyne/cm da
n pada suhu kamar tegangan permukaan
benzena L = 26,9 dyne/cm, dan tegangan
antarmuka antara benzena dan air LS = 38,4
dyne/cm. Berapakah koefisien sebar awal?
Setelah terjadi kesetimbangan S = 64,6
dyne/cm dan L = 27,7 dyne/cm. Berapakah
koefisien sebar akhir?
a. 86,7 dan 75,3 dyne/cm
d. 9,9 dan -1,5 dyne/cm
b. -9,7 dan 1,5 dyne/cm
e. -9,9 dan 1,5 dyne/cm
c. 63,7 dan 53,9 dyne/cm
Jawab : d
Dik : S = 75,2 dyne/cm S
= 64,6 dyne/cm
L = 26,9 dyne/cm L
= 27,7 dyne/cm
LS = 38,4 dyne/cm
Dit : S dan S
Jwb :
S = S (L + LS)
S = S (L+ LS)
S = 75,2 (26,9 + 38,4)
S = 64,6 (27,7 + 38,4)
S = 9,9
S = -1,5
6. Rheologi : Jika tekanan geser dinaikkan maka
laju geser akan meningkat dan viskositas zat
menurun merupakan sifat rheologi dari...
a. Aliran plastik
d. Aliran sumbat
b. Aliran pseudoplastik
e. Tiksotropi
c. Aliran dilatan
Jawab : b

7. Mikromeritika : Suatu bahan serbuk yang
memiliki kerapatan 3,4 g/cm
3
disuspensikan
dalam air pada suhu 20
0
C. Barapa ukuran
terbesar partikel yang akan memisah tanpa
menyebabkan turbulensi? Viskositas air pada
20
0
C adalah 0,97 poise, dan kerapatannya
adalah 1,0 g/cm
3
.
a. 1,01 x 10
-3
cm
d. 1,48 x 10
-3
cm
b. 7,19 x 10
-3
cm
e. 1,41 cm
c. 1,44 x 10
-3
cm
Jawab : c
Dik : s = 3,4 g/cm
3

= ,97 poise
0 = 1,0 g/cm
3
Dit : d
Jwb :

()


()()

()


()()

()


d
3
= 1,44 x 10
-3
cm

8. Zat Padat : Berikut ini merupakan sifat dari
padatan amorf, kecuali...
a. Molekulnya tersusun dengan keteraturan
yang pendek
b. Cenderung mengalir jika diberikan suatu
tekanan yang cukup pada periode waktu
c. Molekulnya tersusun secara berulang dan
teratur dalam rantai yang panjang
d. Tidak mempunyai titik leleh tertentu
e. Dapat dianggap sebagai intermediate
antara padatan dan cairan
Jawab : c

9. Sistem Dispersi : Pada solut polar transfer dari
medium air ke medium organik memiliki harga
Gs
0
dan Ss
0
yang...
a. Gs
0
negatif dan Ss
0
= 0


d Gs
0
negatif dan Ss
0
positif
b. Gs
0
positif dan Ss
0
positif


e Gs
0
positif dan Ss
0
negatif
c. Gs
0
negatif dan Ss
0
negatif
Jawab : e
REOLOGI
1. Alat untuk mengukur viskositas adalah viskometer.
Berikut adalah macam-macam viskometer adalah
A.Viskometer kapiler
B. Viskometer bola jatuh
C.Viskometer cone dan plate
D. Viskometer cup dan
bup
E. Benar semua
LARUTAN DAN KELARUTAN
2. Konsentrasi solut jika solven telah dapat melarutkan
seluruh solut pada suhu tertentu adalah pengertian dari
A. Larutan jenuh
B. Kelarutan
C. kelarutan kuantitatif
D. Larutan lewat jenuh
E. larutan tidak jenuh
PENDAHULUAN-SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
3. dibawah ini senyawa manakah yang mempunyai momen
dipol terbesar?
A. benzene
B. Karbon manoksida
C. air
D. Urea
E. metanol
STABILITAS
4. aplikasi dibidang farmasi yang berhubungan dengan
lapisan tunggal pada permukaan cair adalah pada sediaan?
A. emulsi
B. Tablet
C. pil
D. Pulveres
E.benar semua
FENOMENA
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dibawah
ini adalah....
A. Suhu
B. Pelarut
C. katalisator
D. Salah semua
E. benar semua
DIFUSI DAN DISOLUSI
6. Suatu granul obat seberat 0,5 g dan luas permukaannya
0,3 m
2
(0,3x10
4
cm
2
) dilarutkan dalam 500 ml air pada suhu
kamar. Setelah menit pertama 0,8 g terlarut. Jika dalam
kelarutan obat Cs=15 mg/ml. Hitung k pada kondisi non
sink!
A. 3,315 cm/sec
B. 3,330 cm/sec
C. 3,401 cm/sec
D. 3,240 cm/sec
E. 3,380 cm/sec
Cara perhitungan:
Dik: m= 0,8 g ; t= 60 sec ; S= 0,3 m
2
; Cs=15 mg/ml
Dit: k non sink?
Jawab: setelah 1 menit obat terlarut= 800 mg / 500 ml=
1,6 mg/cm
3

) ( )


k= 3,315 x 10
-4
cm/sec
SISTEM DISPERSI
7. diameter rata-rata partikel CaCO3 dalam suspensi
adalah 54. Kerapatan CaCO3=2,7 kerapatan air=
0,997g/cm3.viskositas air= 0,009 poise, hitunglah laju dari
CaCO3 tersebut!
A. 0,4 cm B.
0,45 cm
C. 0,3 cm
D. 0,35 cm
E. 0,48 cm
Cara perhitungan:
Dik: d= 54 ; (

) ;

=
0,009
Dit: v?
Jawab: didapat berdasarkan hukum stokes:


v= 0,30 cm
MIKROMERITIKA
8. Satu gram serbuk granul mempunyai data berikut:
Volume padatan: 0,35 cm3/g
Volume pori intrapartikel:0,12 cm3/g
Volume ruang antar partikel: 1,64 cm3/g
Hitung volume sejati spesifik,V, volume granul spesifik,

,
dan volume bulk spesifik,


B. 0,35 ; 0,45 ; 2,09
B. 0.35 ; 0,47 ; 2,11
D. 0,3 ; 0,45 ; 2,11
D. 0,35 ; 0,47 ; 2,09
F. 0,3 ; 0,47 ; 2,11
Cara perhitungan:
Dik: V= 0,35 ; volume pori intrapartikel= 0,12 ;
volume antar ruang partikel=1,64
Dit: a.V ; b.

; c.


Jawab: a. V= volume padatan= 0,35
b.

= V+ Pori intrapartikel

= 0,47
c.

+volume ruang antar


partikel

= 2,11
ZAT PADAT
9. Jika dibuat sistem yang terdiri dari 24% bobot fenol
dan 76% bobot air (titik d), akandiperoleh dua fase cair
di dalam tabung. Bagian atas, A, mempunyai kompo-sisi
11% fenol dalam air (titik b pada diagram) sedangkan
lapisan lebih bawah, B, mengandung 63% fenol (titik c
pada diagram). Perbandingan berat kedua fase adalah
A. 3:1
B.1:3
C. 3:4
D. 4:3
E. 2:1
Cara perhitungan:
Karena titik b = 11%, titik c = 63%, dan titik d =
24%, maka perbandingan dc/bd = (63-24)/(24-
11) = 39/13 = 3/1.

TUGAS MEMBUAT SOAL SAT FARMASI FISIKA
1. Sifat Fisika Molekul
Bila molekul-molekul berinteraksi maka akan
terjadi:
a. Gaya gesek
b. Gaya tolak
c. Gaya tarik
d. A dan b benar
e. B dan c benar
Jawaban: e. b dan c benar. Karena interaksi
yang disebabkan perbedaan muatan akan
menyebabkan tarik menarik atau tolak
menolak.
2. Kelarutan
Bila 0,023 g oksigen dilarutkan dalam 1 liter air
pada suhu 25
0
C dan pada tekanan oksigen 450
mmHg erapakah ?
a = 4,11x1
-5

b = 2,11x1
-5

c =3, 11x1
-5

d =5, 11x1
-5

e = 5,51x1
-5

awaban: d = 5,11x1
-5
= C2 (g/l) : P (mmHg)= 0,023:450= 5,11x10
-5


3. Difusi dan disolusi
Kriteria sediaan tablet yang diuji disolusi
adalah, kecuali:
a. Mengandung zat aktif yang digunakan
untuk pengobatan penyakit gawat.
b. Mengandung zat aktif yang jarak
tercapainya relative kecil.
c. Mengandung zat aktif dengan bahan
pembawa yang sesuai.
d. Mengandung zat aktif yang sulit atau tidak
larut.
e. Mengandung zat aktif yang dapat berubah
menjadi bentuk tidak larut dalam cairan
pencernaan.
Jawaban: c. mengandung zat aktif dengan
bahan pembawa yang sesuai. Hal tersebut tidak
termasuk criteria pengujian disolusi.
4. Fenomena permukaan
Metode yang dapat digunakan untuk mengukur
tegangan permukaan dan antarmuka adalah,
kecuali:
a. Pengukuran kecepatan aliran
b. Metode kenaikan kapiler
c. Tensiometer cincin DuNouy
d. Metode bobot tetes
e. Metode pelat Wilhemy
Jawaban: a. pengukuran kecepatan aliran.
Hal tersebut tidak dapat menentukan
tegangan permukaan atau antarmuka.

5. Sistem dispersi
Reaksi kimia yang terjadi pada system koloid
jenis koloid liofobik adalah, kecuali:
a. Hidrolisis
b. Reduksi
c. Alkilasi
d. Penguraian ganda
e. Oksidasi
Jawaban: c. alkilasi. Alkilasi tidak terjadi pada
system koloid manapun.
6. Mikromeritika
Satu gram serbuk granul mempunyai data
sebagai berikut:
Volume padatan itu sendiri = 0,6 cm
3
/g.
Volume pori intrapartikel = 0,2 cm
3
/g.
Volume ruang antarpartikel = 2,7 cm
3
/g.
Berapakah volume sejati spesifik (V), volume
granul spesifik (Vg) dan volume bulk spesifik
(Vb)?
a. V= 0,06 cm
3
/g Vg= 0,04 cm
3
/g Vb=3,35
cm
3
/g
b. V=0,1 cm
3
/g Vg=0,08 cm
3
/g Vb=3,0
cm
3
/g
c. V=0,3 cm
3
/g Vg= 0,4 cm
3
/g Vb=3,3
cm
3
/g
d. V=0,4 cm
3
/g Vg=0,4 cm
3
/g Vb=2,5
cm
3
/g
e. V=0,6 cm
3
/g. Vg=0,8cm
3
/g. Vb=3,5
cm
3
/g.
Jawaban: e. V=0,6 cm
3
/g. Vg=0,8cm
3
/g.
Vb=3,5 cm
3
/g.
V=0,6 cm
3
/g.
Vg= V+pori intrapartkel = 0,6 cm
3
/g + 0,2
cm
3
/g= 0,8cm
3
/g.
Vb=V+pori intrapartikel+ruang antarpartikel=
0,6 cm
3
/g + 0,2 cm
3
/g+2,7 cm
3
/g = 3,5 cm
3
/g.
7. Reologi
Data berikut menunjukkan laju geser sebagai
fungsi dari tegangan geser suatu cairan Newton
pada suhu kamar:
Laju geser: 300 600 900
1200 1500
Tegangan geser: 100 200 300
400 500
Berapa fluiditas serta viskositas cairan?
a. | = 1 cm
2
/dyne.s q= 100 cp
b. | = s dyne / cm 3
2
q= 33 cp
c. | = 2 cm
2
/dyne.s q=50 cp
d. | = 2,3 cm
2
/dyne.s q= 43 cp
e. | = 3,3 cm
2
/dyne.s q= 30 cp
jawaban: b. | = s dyne / cm 3
2

q= 33 cp




8. Zat padat
Tekanan yang dibutuhkan untuk mencairkan
gas pada suhu kritisnya disebut dengan?
a. tekanan kritis
b. tekanan parsial
c.tekanan ruang
d. tekanan antarpermukaan
e. tekanan dan suhu
jawaban: a. tekanan kritis

9. Stabilitas
Aspirin dalam larutan: orde I; pada pH 5,5, suhu
25
0
C: k1 =0,032/jam, kelarutan aspirin kondisi
tersebut =78,49 g/L.
Berapa k0 ?
a. 1,02743 gL
-1
jam
-1

b. 0,96821 gL
-1
jam
-1

c. 1,82563 gL
-1
jam
-1

d. 2,13517 gL
-1
jam
-1

e. 2,51168 gL
-1
jam
-1

Jawaban: e. 2,51168 gL
-1
jam
-1

k0 = 0,032 x 78,49 = 2,51168 gL
-1
jam
-1


Fenomena antarmuka
1. Formula suatu emulsi adalah

Cera alba 4
9
Adeps lanae 2
12
Paraffin solid 3
10
Setil alcohol 1
15
Emulgator 2%
Aquades ad 30
Emulgator yang digunakan adalah kombinasi
tween 20 (HLB 16,7) dan span 20 (HLB 8,6) .
Hitunglah jumlah tween 20 dan span 20 yang
diperlukan !
a. 0,14 dan 0,46 d.
0,82 dan 1,18
b. 0,46 dan 0,14 e.
3,27 dan 1,73
c. 1,18 dam 0,82
Jawab :
- cera alba = 4/10 x 9 = 3,6
-adeps lanae = 2/10 x 12 = 2,4 total
seluruhnya =
-parafin solid = 3/10 x 10 = 3 10,5
-setil alcohol = 1/10 x 15 = 1,5
Tween 20 = 16,7
1,9
10,5
Span 20 = 8,6 6,2

+

8,1
Tween 20 = 1,9/8,1 x ( 2% x 30 )
= 0,14
Span 20 = 6,2/8,1 x (2% x 30 )
= 0,459 = 0,46

Reologi
2. Dit : f (yield) dan U ( viscosity )
Data
G (/sec) F (dyne/cm2)
100 10.200
300 12.200
600 15.200
a. 10 poise dan 9200 dyne/cm2
b. 20 poise dan 9200 dyne/cm2
c. 9200 dyne/cm2 dan 20 poise
d. 9000 dyne/cm2 dan 10 poise
e. 9200 dyne/cm2 dan 10 poise
Jawab :

= 10
poise
F = UG + f
15200 = 10 x 600 + f
f = 9200 dyne/cm2
s dyne / cm 3
100 500
300 1500
2
1 2
1 2
=

=
x x
y y
fluiditas|
cp 33 poise 33 . 0
3
1

1
= = = =
|
q

mikromeritika
3.
Diameter 10 20 30
Number of
particles
3 2 1
= 1,5 g/m3
Dit : dln (particle diameter) , dvs (volume
surface diameter), Sw (specific surface)
a. 33,33 m ; 3 x 1 -4 cm ; 1333 cm3/g
b. 16,67 m ; 23 x 10 -4 cm ; 1740 cm3/g
c. 16,67 m ; 23 x 1 -4 cm ; 1333 cm3/g
d. 33,33 m ; 3 x 1 -4 cm ; 1740 cm3/g
e. 16,67 m ; 30 x 10 -4 cm ; 1333 cm3/g
Jawab :
D n nd nd2 nd3
10 3 30 300 3000
20 2 40 800 16000
30 1 30 900 27000
6 100 2000 46000

= 16,67 m

= 23 m = 23 1
-4 cm

( )
= 1740
cm3/g

Disperse
4. Menggunakan hokum Stoke, hitunglah
kecepatan sedimentasi dari Zinc yang memiliki
diameter 1 m dengan ari-jari 2,5 x 10 -5 cm ,
densitasnya 2,5 g/cm3 dalam media suspending
dengan dedesitas 1,1 g/cm3 . aliran newton 5
poises ()
a. 1,4 x 10 -6 cm/sec
b. 1,25 x 10 -6 cm/sec
c. 1,5 x 10 -7 cm/sec
d. 1,25 x 10 -7 cm/sec
e. 1,4 x 10 -7 cm/sec
Jawab :
d = 1 m r = 2,5 x 10 -5 cm
= 2,5 g/cm3
= 1,1 9/cm3

( )

=
( )()

= 1,5 x
10 -7

Kelarutan
5. Mekanisme dari solven polar, kecuali
a. Menurunkan gaya atraksi antara ion
berlawanan
b. Membuat molekul solut berada dalam
larutan oleh gaya van der Waals-London
c. Memutuskan ikatan kovalen dengan
reaksi asam-basa
d. Mensolvat molekul & ion melalui gaya
interaksi dipole
e. Meningkatkan tetapan dielektrik
Sifat fisika molekul obat
6. Jika molekul nonpolar dalam pelarut yang
cocok ditempatkan di anatra pelat kapasitor yg
bermuatan dapat teradidari molekul
a. Depolarisasi terinduksi
b. Gaya ion-dipol induksi
c. Gaya van der waals
d. Polarisasi terinduksi
e. Hiperpolarisasi
Zat padat
7. Molekul cair agar berubah menjadi gas,
memiliki ciri seperti dibawah ini kecuali
a. Titik didih menurun
b. bobot molekul meningkat
c. gaya antar molekul meningkat
d. tekanan uap menurun
e. titik didih meningkat
Difusi dan disolusi
8. Difusi obat dalam sistem dispersi kasar
menggunakan
a. Persamaan Henderson-Hasselbalch
b. Hukum Fick kedua

c. Hukum Higuchi
d. Persamaaan Noyes-Whitney
e. Hokum Fick pertama
Kinetika
9. Jika tekanan internal atau polaritas produk
sama dengan solven, yakni Ao* ~ 0, dan
tekanan internal reaktan tidak sama dengan
solven, yakni AoA dan AoB >0 , maka
a. laju akan lebih cepat dalam solven
dibandingkan dengan laju dalam larutan
ideal
b. laju akan lebih lambat dalam solven
dibandingkan dengan laju dalam larutan
ideal
c. laju dalam solven sama dengan laju dalam
larutan ideal
d. laju larutan ideal akan tetap sedangkan
laju dalam solvent lambat
e. laju dalam solven tetap sedangkan laju
ideal cepat


Nama : Raisa Nurhijriyah
NPM : 260110090098
1. Sifat fisik molekul
Jika molekul nonpolar dalam pelarut yang
cocok ditempatkan diantara pelat kapasitor
yang bermuatan, dapat terjadi............
a. Nonpolarosasi terinduksi
b. Nonpolarisasi tidak terinduksi
c. Polarisasi tidak terinduksi
d. Polarisasi terinduksi
e. Dipol terinduksi

2. kelarutan
Plasma manusia mengandung kira-kira 5 mcq/l
ion kalsium. Berapa miligram kalsium klorida
dihidrat, CaCl2.2H2O (bobot molekul 147 g/mol)
diperlukan untuk membuat sediaan 750 mL
larutan yang setara ion kalsiumnya dengan
plasma manusia?
a. 276,6 mg CaCl2.2H2O
b. 275,6 mg CaCl2.2H2O
c. 277,6 mg CaCl2.2H2O
d. 265,6 mg CaCl2.2H2O
e. 285,6 mg CaCl2.2H2O

3. Difusi & disolusi
Difusi merupakan proses yang lambat, yang
disebabkan oleh........
a. berat molekul
b. bentuk molekul
c. kelarutan molekul
d. gerakan molekul acak
e. luas permukaan molekul

4. stabilitas
( ) | |
2 / 1
2 t C C A D Q
s s
=
( ) C C KS dt dc
s
= /
) / ( dx dC DS
dt
dM
=
2
2
x
c
D
t
C
c
c
=
c
c
Pada umumnya waktu paro suatu reaksi yang
seluruh reaktan sama konsentrasinya
adalah........
a. t =


b. t =


c. t =


d. t =


e. t =



5. fenomena permukaan
Energi bebas permukaan adalah usaha (kerja,
work) yang harus dilakukan agar terjadi........
a. penurunan permukaan persatuan luas
b. penurunan permukaan per satuan waktu
c. peningkatan permukaan persatuan luas
d. peningkatan permukaan persatuan
waktu
e. tidak ada jawaban yang benar

6. rheologi
Laju geser (dv/dr) yang dilakukan oleh pasien
yang mengoleskan salep pada permukaan
kulitnya setebal 200m pada kecepatan 10
cm/s adalah........
a. 350 s
-1

b. 320 s
-1

c. 125 s
-1

d. 400 s
-1

e. 500 s
-1


7. mikromeritika
kerapatan sejati dari aspirin adalah 1,37 dan
kerapatan sejati dari granul adalah 1,33.
Porositas granul tersebut adalah......
a. 2,5%
b. 4%
c. 3%
d. 2%
e. 3,2%

8. Sistem dispersi
CMC dari campuran n-dodesil
oktaoksietilenglikol monoeter (C12 E8) dan n-
dodesil D-maltosida (DM) CMC C12E12 adalah
CMC1 = 8,1 x 10
5
M (mol/liter) dan fraksi molnya
X1 = 0,75, CMC DM=CMC2=15 X10
5
M (mol/liter)
adalah.......
a. 8,3 x 10
5
M
b. 9,3 x 10
5
M
c. 7,3 x 10
5
M
d. 6,3 x 10
5
M
e. 5,3 x 10
5
M

9. Zat padat
dibawah ini merupakan sifat-sifat zat padat
kecuali.........
a. titik lebur zat padat berubah terhadap
tekanan luar
b. tekanan sublimasi bertambah jika
temperatur naik
c. kapasitas panas berubah terhadap
temperatur
d. beberapa kristal mempunyai daya larut
berbeda pada permukaannya
e. bentuk luar kristal atau habit senyawa
atau unsur tidak dapat berubah
KUNCI JAWABAN
1. D
2. B
3. D
4. A
5. C
6. E
7. C
8. B
9. E
2. Bobot ekivalen garam CaCl2.2H2O adalah setengah dari
bobot molekulnya=147/2= 73,5 mg/m eq.
73,5 mg/m cq = mg / liter
5 m eq/liter
73,5 mg/m eq x 5 m eq/liter = 367,5 mg/liter
Untuk 750mL maka perlu : 367,5 x 750 ml = 275,6
mg CaCl2.2H2O
1000 ml


6. dv = 10 = 500 S
-1
dr 2x10
-2

7. = 1- granul
sejati
= 1-

= 1 0,97
= 0,03 X 100 %
= 3 %

8. X2 = 1-0,75 = 0,25
1 = x1 + 1
CMC CMC CMC1
1 = 0,75 + 0,25
CMC 8,1X10
-5
15X10
-5

CMC = 9,3 X 10
-5
M

1. SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
Dua senyawa organik mempunyai bobot
molekul yang sama, namun senyawa A
mempunyai kalor lebur lebih tinggi
dibandingkan senyawa B. Bandingkan sifat fisika
A dan B meliputi : titik lebur, titik didih dan
kelarutannya!
a) Senyawa A : titik lebur, titik didih
dan kelarutan lebih tinggi daripada
senyawa B
b) Senyawa A : titik lebur dan titik didih
lebih tinggi tetapi kelarutannya lebih rendah
daripada B
c) Senyawa A : titik lebur lebih tinggi
tetapi titik didih dan kelarutannya lebih rendah
daripada B
d) Senyawa A : kelarutannya lebih
tinggi tetapi titik lebur dan titik didih lebih
tinggi daripada B
e) Senyawa A : titik didih lebih tinggi
tetapi titik lebur dan kelarutan lebih rendah
daripada B

Jawaban : A
Karena senyawa A berikatan oleh gaya
intermolekuler yang lebih kuat, karena itu titik
lebur lebih tinggi, titik didih lebih tinggi,
kelarutan lebih kecil.

2. KELARUTAN
Hitunglah pH minimum yang diperlukan agar
terjadi kelarutan yang sempurna dari suatu
larutan obat yang mengandung 6 g natrium
fenobarbital dalm 100 mL larutan alcohol 30%
v/v, pKa fenobarbital dalam larutan alcohol 30%
v/v + 7,92. BM natrium fenobarbital 254; BM
fenobarbital = 231. So fenobarbital dalam
larutan alcohol 30% v/v adalah 0,64% b/v.
a) 8,89
b) 5,79
c) 6,79
d) 8,79
e) 7,79
Jawaban : D
Konsentrasi Na-fenobarbital = 6 g/100 mL =
60/1000mL = 60/254 = 0,236 M
So fenobarbital = 0,64 % b/v = 6,4/231 =
0,028





3. DIFUSI DAN DISOLUSI
Faktor yang berpengaruh pada penetrasi di
antaranya:
a) Konsentrasi solut, Cs
b) Koefisien partisi K antara kulit dan pembawa
c) Koefisien difusi, barier pembawa Dv, dan barier
kulit Ds
d) a, b dan c benar
e) Semua salah
Jawaban : D

4. STABILITAS
Satu larutan obat mengandung 500 unit per ml
sewaktu dibuat. Setelah periode 40 hari larutan
tersebut. dianalisis dan diketahui mengandung 300
unit per ml. Dengan menganggap bahwa penguraian
tersebut merupakan orde I, hitunglah waktu ketika
konsentrasi obat tinggal setengah konsentrasi awal.
a) 65,3 hari
b) 54,3 hari
c) 56,4 hari
d) 64,3 hari
e) 59,3 hari
Jawaban : B


5. FENOMENA PERMUKAAN
Jika panjang kawat L 5 cm dan massa yang
diperlukan untuk memecahkan film sabun 0,50
g. Berapakah tegangan permukaan larutan
sabun?
a) 37 dyne/cm
b) 57 dyne/cm
c) 46 dyne/cm
d) 49 dyne/cm
e) 40 dyne/cm
Jawaban : D
Gaya ke bawah :massa x grafitasi
x 2L =
=
2L
]


/ 2
= 49 /
10
x cm sek
dyne cm
cm
0,50 981
=


6. RHEOLOGY
Apa yang dimaksud dengan aliran tikostropi?
a) Aliran yang umumnya ditunjukkan oleh polimer-
polimer yang ada dalam larutan
b) Aliran yang biasanya terjadi pada suspensi yang
mengandung partikel terdeflokulasi dengan
konsentrasi tinggi
c) Aliran yang disebabkan karena terjadinya
perubahan struktur yang tidak dapat kembali
ke keadaan semula dengan cepat bila tekanan
dihilangkan
d) Aliran yang terjadi pada sistem dengan aliran
dilatan, dan terjadi karena memadatnya sistem
akibat adanya gerakan perlahan dan beraturan
e) Aliran dengan adanya partikel terflokulasi
dalam suspensi pekat
Jawaban : C

7. MIKROMERITIKA
Fenomena yang dipengaruhi ukuran partikel
yaitu :
a) Aktivitas kimia dan listrik
b) Penjerapan
c) Kelarutan
d) a, b dan c
e) Semua salah
Jawaban : D

8. ZAT PADAT


Pada titik e (40% fenoldalam air) diagram di bawah ini :
Hitunglah banyaknya fase A (air) dan fase B (fenol) yang
terdapat dalam 10 g sistem.
a) 4,423 g dan 5,577 g
b) 4,323 g dan 5,577 g
c) 4,423 g dan 5,657 g
d) 4,423 g dan 5,357 g
e) 5,577 g dan 4,342 g
Jawaban : A






9. SISTEM DISPERSI
Partikel koloid dapat dipisahkan dari partikel
molecular dengan relative mudah. Teknik
pemisahan tersebut dinamakan
a) Dialisis
b) Kondensasi
c) Hidrasi
d) Elektrodialisis
e) Hidrolisis

Jawaban : A
1. Soal Fenomena Antarmuka
Tegangan permukaan n-heptyl alkohol adalah
27,0 erg/cm
2
, Tegangan permukaan air adalah
72,8 erg/cm
2
dan tegangan antara dua liquid
adalah 8,0 erg/cm
2
pada 20C. Hitunglah Wa?
A. 91,8 C. 37,8 E.
27
B. 54 D. 72,8
Jawaban: A
Dik: s = 72,8 erg/cm
2
L= 27,0 erg/cm
2

Ls = 8,0 erg/cm
2

Dit: Wa, Wc, dan S ?
Jawab:
Wa= L+ s - Ls = 27+72,8 8 = 91,8 erg/cm
2

Wc= 2. L = 2. 27 = 54 erg/cm
2

S= s (L+ Ls) = 72,8 (27+8) = 37,8 erg/cm
2

2. Soal Reologi
Menggunakan viskometer ostwald pada 20C,
waktu untuk mengalir adalah 297,3 sekon.
pKp = pKa log
S So
So

+
0, 236 0, 028
= 7,92 log 8, 79
0, 028

+ =
-1
1/ 2
2, 303 500
log 0, 0128 hari
40 300
2, 303 500
log 54, 3 hari
0, 0128 250
k
t
= =
= =
( )
( )
63-40
A(air)= 10 4, 423
63-11
x g g =
( )
( )
40-11
B(fenol)= 10 5,577
63-11
x g g =
Ketika alat diisi dengan karbondisulfida, waktu
alirnya dalah 85,1 sekon. Kerapatan air adalah
0, 9982 g/ml dan kerapatan karbondisulfida
adalah 1,2632 g/ml. Viskositas air adalah 1,002
cP. Berapa Viskositas Karbondisulfida ?
A. 2,76 C. 1,2 E.
84,3
B. 85,1 D. 0,36
Jawaban: D
Dik: Air t1=297,3 s 1=0, 9982
g/ml 1=1,002 cP
CS2 t2=85,1 s 2=1,2632
g/ml
Dit: 2 =?
Jawab:

= 2,76
2 = 0,36 cP

3. Soal Sistem Dispersi
Emulsi minyak mineral menggunakan
kombinasi span 80 dan Tween 80. Rasio emulsi
terbaik span-tween adalah 40/60. Hitung HLB
campuran. HLB span 80 adalah 4,3 dan Tween
80 adalah 15.
A. 1,72 C. 10,72 E.
16,3
B. 9 D. 20,3
Jawaban: C
Span 80

x 4,3 = 1,72
Tween 80

x 15 = 9
Maka, HLB Campuran = 1,72+9 = 10,72

4. Soal Mikromeritika
Hitung porositas alumunium oksida yang
kerapatan sejatinya 4,0 g/cm
2
. Ketika 75 gram
serbuk ditempatkan di graduate silinder,
volume bulk A10 adalah 62 cm
3
?
A. 62% C. 69% E.
68,9%
B. 68% D. 69,8%
Jawaban: D
=4,0 g/cm
3
w=75 gram
Vb=62 cm
3
Vp=

= 18,75 cm
3

Volume ruang kosong = 62 18,75 = 43,25 cm
3
=

= 0, 698 = 69,8 %

5. Soal Difusi dan Disolusi
Berikut adalah pernyataan yang benar
mengenai Difusi dan Disolusi, kecuali:
A. Difusi adalah proses pemisahan
berdasarkan perbedaan laju antara solut
dan solven melewati membran mikropori.
B. Osmosis didefinisikan dengan hanya
solven yang berpindah.
C. Pada osmosis solven menembus
membran semi permeabel untuk
mengencerkan larutan.
D. Osmosis adalah Proses yang berhubungan
dengan dialisis.
E. Difusi adalah Proses untuk memisahkan
partikel koloid dan molekul besar dengan
menggunakan suatu membran.
Jawaban: E
Karena, Proses untuk memisahkan partikel
koloid dan molekul besar dengan menggunakan
suatu membran adalah Uktrafiltrasi

6. Soal Kelarutan.
Suatu zat dikatakan sangat sukar larut apabila
jumlah bagian pelarut diperlukanuntuk
melarutkan 1 bagian zat adalah:
A. 10 sampai 30 C. 100 sampai
1000 E. > 10.000
B. 30 sampai 100 D. 1000
sampai 10.000
Jawaban: D

7. Soal Stabilitas/Kinetika
Tetapan k untuk Orde dua adalah:
A. k = mol L
-1
s
-1

B. k = s
-1

C. k = L mol
-1
s
-1

D. k = L mol
-2
s
-2

E. k = mol L
-1
s
-2

Jawaban: C
8. Soal Zat Padat
Yang dimaksud dengan Titik Didih adalah
keadaan dimana:
A. Suhu pada saat tekanan uap cairan sama
dengan tekanan luar atau atmosfer
B. Suhu pada saat tekanan uap cairan lebih
kecil dari tekanan luar atau atmosfer
C. Suhu pada saat tekanan uap cairan lebih
besar dari tekanan luar atau atmosfer
D. Suhu pada saat tekanan uap cairan = 100
E. Suhu pada saat tekanan uap cairan > 100
Jawaban: A

9. Soal Sifat Fisika Molekul Obat
Hasil kali muatan dengan jarak antara dua
pusat listrik negatif dan positif disebut?
A. Daya Polarisasi/ polarizabilitas
B. Momen Dipol Permanen
C. Konstanta dielektrik
D. Kapasitansi
E. Energi Potensial
Jawaban: B
I. PENDAHULUAN &SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
- Hasil kali muatan dengan jarak antara dua
pusat listrik ngatif dan positif merupakan ....
A. Dipol terinduksi
B. Momendipol
C. Momendipol permanen
D. Kapasitans
E. Daya polarisasi

II. LARUTAN DAN KELARUTAN
- Kelarutan gas dalam cairan bergantung pada
hal-hal berikut, kecuali ....
A. Tekanan
B. Berat molekul
C. Suhu
D. Adanya garam
E. Reaksi kimia

III. STABILITAS
- Konsentrasi awal etil asetat dan natrium
hidroksida keduanya dalam campuran adalah 0,01
M. Perubahan konsentrasi X alkali selama 20
menit adalah 0,00625 mol/L, karena itu (a-x)=0,01-
0,00625= 0,00375. Berapa tetapan laju dan waktu
paronya?
A. 12 menit
B. 10 menit
C. 22 menit
D. 2 menit
E. 15 menit
Penjelasan:






IV. DIFUSI DAN DISOLUSI
- Proses molekul obat yang dibebaskan dari fase
padat & memasuki fase larutan disebut sebagai
proses ....
A. Difusi
B. Disolusi
C. Absorpsi
D. Dispersi
E. Kelarutan

V. FENOMENA PERMUKAAAN DAN ANTARMUKA
- Panjang kawat L : 6 cm dan massa yang diperlukan
untuk memecah film sabun 0,62g. Berapa
tegangan permukaan larutan sabun ?
A. 40,2 dyne/cm
B. 76,03 dyne/cm
C. 50,68 dyne/cm
D. 61,50 dyne/cm
E. 40,55 dyne/cm
Penjelasan :



VI. REOLOGI
- Yield value suatu bahan plastis 5400 dyne.cm
-2
.
Pada shearing stress di atas yield value, F
meningkat secara linear dengan meningkatkan G.
Jika rate of shear 210 detik
-1
pada F 8500 dyne.cm
-
2
, berapa nilai U (Poise)?
A. 14
B. 14,7
C. 10,8
D. 12,8
E. 12
Penjelasan :
U =
()


=
()

= 14,7 poise

VII. ZAT PADAT
- Tekanan yang dibutuhkan untuk mencairkan
gas pada suhu kritisnya disebut ....
A. Tekanan parsial
B. Tekanan kritis
C. Tekanan maksimum
D. Tekanan minimum
E. Tekanan optimum

VIII. MIKROMERITIKA
- Jumlah suatu zat terlarut per satuan luas per
satuan waktu disebut ....
A. Laju disolusi
B. Porositas
C. Kerapatan
D. Tata susun
E. Luas permukaan partikel

IX. SISTEM DISPERSI
- Bobot jenis minyak mineral 0,92 terdispersi
dalam fase air yang bobot jenisnya 1,09. Jika
partikel minyak memiliki diameter rata-rata 4
(

) Fasa luar memiliki


viskositas 0,6 poise. Berapa kecepatan
creaming? (g=981 cm/s
2
)
A. -2,4710
-6
cm/s
B. -3,2710
-6
cm/s
C. 2,4710
-6
cm/s
D. 3,2710
-6
cm/s
E. 2,910
-5
cm/s
Penjelasan :

) ( )




RHEOLOGI
1. Suatu bahan plastik mempunyai harga yield value 5200
dyne cm
-2
. Pada tekanan geser (shearing stresses) di atas
yield value, F meningkat secara linear dengan G. Jika laju
geser (rate of shear) 150 sek
-1
saat F = 8000 dyne cm
-2
,
hitunglah viskositas plastik U sampel tersebut.
A.18,63 poise
B. 18,90 poise
C.18,88 poise
D. 18,78 poise
E. 18,67 poise
Cara perhitungan:
( ) ( ) poise U G f F U 67 , 18 150 / 5200 8000 / = = =


LARUTAN DAN KELARUTAN
2. Pada istilah kelarutan, jika jumlah bagian pelarut
diperlukan untuk melarutkan 1 bagian zat 10 sampai 30
artinya zat tersebut
A. sangat mudah larut
B. Larut
C. agak sukar larut
D. Sukar larut
E. mudah larut

PENDAHULUAN-SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
3. Dibawah ini senyawa manakah yang mempunyai
momen dipol terbesar?
A. benzene
B. Karbon manoksida
C. air
D. Urea
E. metanol

STABILITAS
4. Aspirin dalam larutan: orde I; pada pH 5, suhu 25
0
C: k1
=0,025/jam, kelarutan aspirin kondisi tsb =77,5 g/L. Jika
suatu sedian suspensi aspirin yang mengandung 0,8
g/sendok teh (5 mL) pada kondisi diatas, hitunglah
kadarnya setelah 3 hari.
A. 20,5 g/L
B. 39,5 g/L
C. 21,5 g/L
D. 29,5 g/L
E.20 g/L
Cara perhitungan:
k0 = 0,025 x 77,5 = 1,9375 gL
-1
jam
-1

At = A0 k0t
A0 = 0,8 g/5 ml = 160 g/L
At = 160 (1,9375 x 3 x 24) = 20,5 g/L
FENOMENA
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dibawah
ini adalah....
A. Suhu
B. Pelarut
C. katalisator
D. Salah semua
E. benar semua

DIFUSI DAN DISOLUSI
6. Suatu granul obat seberat 0,6 g dan luas permukaannya
0,3 m
2
(0,3x10
4
cm
2
) dilarutkan dalam 500 ml air pada suhu
kamar. Setelah menit pertama 0,85 g terlarut. Jika dalam
kelarutan obat Cs=15 mg/ml. Hitung k pada kondisi non
sink!
A. 3,551 cm/sec
B. 3,330 cm/sec
C. 3,450 cm/sec
D. 3,155 cm/sec
E. 3,352 cm/sec
Cara perhitungan:
Dik: m= 0,85 g ; t= 60 sec ; S= 0,3 m
2
; Cs=15 mg/ml
Dit: k non sink?
Jawab: setelah 1 menit obat terlarut= 850 mg / 500 ml=
1,7 mg/cm
3

) ( )


k= 3,551 x 10
-4
cm/sec
SISTEM DISPERSI
7. Diameter rata-rata partikel CaCO3 dalam suspensi
adalah 60. Kerapatan CaCO3=2,5 kerapatan air=
0,999g/cm3.viskositas air= 0,009 poise, hitunglah laju dari
CaCO3 tersebut!
A. 0,30 cm B.
0,45 cm
C. 0,33 cm
D. 0,35 cm
E. 0,48 cm
Cara perhitungan:
Dik: d= 60 ; (

)
;

= 0,009
Dit: v?
Jawab: didapat berdasarkan hukum stokes:


v= 0,33 cm

MIKROMERITIKA
8. Satu gram serbuk granul mempunyai data berikut:
Volume padatan: 0,4 cm3/g
Volume pori intrapartikel:0,2 cm3/g
Volume ruang antar partikel: 1,8 cm3/g
Hitung volume sejati spesifik,V, volume granul spesifik,

,
dan volume bulk spesifik,


C. 2,4 ; 0,6 ; 0,4
B. 0,4 ; 0,6 ; 2,4
E. 0,4 ; 2,4 ; 0,6
D. 2,4 ; 0,4 ; 0,6
G. 0,6 ; 0,4 ; 2,4
Cara perhitungan:
Dik: V= 0,40 ; volume pori intrapartikel= 0,2 ;
volume antar ruang partikel=1,8
Dit: a.V ; b.

; c.


Jawab: a. V= volume padatan= 0,4
b.

= V+ Pori intrapartikel

= 0,6
c.

+volume ruang antar


partikel

= 2,4

ZAT PADAT
9. Jika dibuat sistem yang terdiri dari 24% bobot fenol
dan 76% bobot air (titik d), akan diperoleh dua fase cair
di dalam tabung. Bagian atas, A, mempunyai komposisi
11% fenol dalam air (titik b pada diagram) sedangkan
lapisan lebih bawah, B, mengandung 63% fenol (titik c
pada diagram).

Perbandingan berat kedua fase adalah
A. 3:1
B.1:3
C. 3:4
D. 4:3
E. 2:1
Cara perhitungan:
Karena titik b = 11%, titik c = 63%, dan titik d =
24%, maka perbandingan dc/bd = (63-24)/(24-
11) = 39/13 = 3/1.


Nama : Aldila Indah Refiani
NPM : 260110090029
Sifat Fisik Molekul
Momen dipol suatu bahan obat penting untuk diketahui
karena berpengaruh terhadap ...
a. Kelarutan
b. Efek terapeutik obat
c. Interaksi obat dengan reseptor
d. Formulasi
e. Benar semua
Jawaban: E
Momen dipol suatu bahan obat berpengaruh terhadap
polaritas dengan kata lain berkaitan dengan proses
kelarutan dan formulasi. Selain itu, momen dipol juga
mempengaruhi interaksi obat dengan reseptor sehingga
mempengaruhi efek terapeutik yang dihasilkan obat
tersebut.

Kelarutan
Berikut ini merupakan pernyataan yang benar mengenai
kelarutan, kecuali ...
a. Kelarutan adalah konsentrasi solut jika solven
telah dapat melarutkan seluruh solut pada suhu
tertentu.
b. Kelarutan merupakan interaksi spontan dari
dua zat atau lebih untuk membentuk dispersi
molekular homogen.
c. Kelarutan dapat dilukiskan dengan
menggunakan kaidah fase Gibb: F = C P + 2
d. Kelarutan dinyatakan dengan jumlah mililiter
solven yang dapat melarutkan satu miligram
solut.
e. Kelarutan secara kuantitatif diungkapkan dalam
istilah molaritas, molalitas, dan dalam persen.
Jawaban: D
Kelarutan bukan dinyatakan dengan jumlah mililiter solven
yang dapat melarutkan satu miligram solut, melainkan
dinyatakan dengan jumlah mililiter solven yang dapat
melarutkan satu gram solut.
Penjelasannya dapat dilihat melalui rumus Molaritas yang
merupakan salah satu ungkapan kelarutan secara
kuantitatif:
Molaritas =
gram
x
1000
Mr mL larutan

Difusi dan Disolusi
Waktu lag suatu obat pada 25
0
C melalui membran silikon
tempelan transdermal adalah 4,2 menit. Luas permukaan
dan tebal membran masing-masing adalah 11,3 cm
2
dan
100 m. Hitunglah jumlah total obat yang dilepaskan dari
tempelan transdermal dalam 10 jam jika konsentrasi di
dalam tempelan 5,25 mg/mL (diketahui K = 11,5).
a. 146,46 mg
b. 153,52 mg
c. 160,96 mg
d. 172, 34 mg
e. 184,23 mg
Jawaban: C
D =
h
2

=
(10
-2
)
2

= 6,6 x 10
-8
cm
2
/s
6tL 6(4,2 x 60)

P =
DK
=
(6,6 x 10
-8
)(11,5)
= 7,59 x 10
-5
cm/s
h 10
-2


M = PSCd(t-tL) = (7,59 x 10
-5
)(11,3)(5,25)(36000-252) = 160,96 mg

Stabilitas
Konsentrasi awal suatu obat yang mengikuti orde reaksi I
adalah 300 mg/mL. Tetapan laju spesifik yang diperoleh
dari plot Arrhenius adalah k = 2,5 x 10
-5
jam
-1
pada suhu
kamar. Batas digunakan obat tersebut adalah pada saat
konsentrasi 200 mg/mL. Hitung kadaluarsa obat tersebut!
a. 2,2 tahun
b. 1,8 tahun
c. 1,6 tahun
d. 1,2 tahun
e. 0,8 tahun
Jawaban: B
t =
2,303
log
300
= 16221,53 jam = 1,8 tahun
2,5 x 10
-5
200

Fenomena Permukaan
Dari hasil suatu penelitian tentang pengaruh pengikat
tablet terhadap kemampuan pembasahan tablet
asetaminofen memberikan data berikut ini:
A B C D E
Koefisien
sebar
-
18,13
-17,3 -15,2 -14,4 -16,3
Usaha
adhesi
120,2
Nm
-1

121,12
Nm
-1

124,23
Nm
-1

125,33
Nm
-1

122,73
Nm
-1


Manakah diantara kelima jenis pengikat tablet yang paling
baik untuk digunakan ...
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E
Jawaban: D
Harga negatif S yang paling kecil menunjukkan bahwa zat
tersebut lebih mudah menyebar. Harga usaha adhesi yang
lebih besar menunjukkan zat tersebut lebih kuat daya
ikatnya antara air dengan permukaan tablet dan lebih baik
pembasahannya. Pembasahan yang lebih baik
menyebabkan waktu hancur yang lebih pendek. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa zat pengikat yang mempunyai
harga negatif S yang paling kecil dan harga usaha adhesi
yang paling besar menunjukkan zat pengikat tablet yang
paling baik.

Reologi
Data berikut menunjukkan laju geser sebagai fungsi dari
tegangan geser suatu cairan Newton pada suhu kamar:
Tentukan fluiditas serta viskositas cairan tersebut!
a. 6 cm
2
/dyne s dan 16,67 cp
b. 5 cm
2
/dyne s dan 20 cp
c. 4 cm
2
/dyne s dan 25 cp
d. 3 cm
2
/dyne s dan 33,33 cp
e. 2 cm
2
/dyne s dan 50 cp
Jawaban: E
Data yang ada diplotkan dalam grafik laju geser terhadap
tegangan geser.

Fluiditas () = slop (kemiringan) = [(y2-y1)/(x2-x1)] = (500-
100)/(250-50) = 2 cm
2
/dyne s
Viskositas () = 1/ = poise = 50 cp

Mikromeritika
Suatu sampel serbuk alumunium oksida mempunyai
kerapatan sejati 3,8 g/cm
3
dan bobot 142,1 g mempunyai
volume ruah 88 cm
3
saat dimasukkan ke dalam gelas ukur
100 mL. Hitunglah porositasnya!
a. 57,5%
b. 58,7%
c. 59,6%
d. 60,5%
e. 61,2%
Jawaban: A
Volume partikel =
Bobot serbuk
=
142,1
= 37,39 cm
3

Kerapatan sejati 3,8

Porositas =
Volume ruah - Volume partikel
=
88 - 37,39
= 0,575 = 57,50%
Volume ruah 88

Zat Padat
Perbedaan yang tepat antara zat padat kristal dan amorf
adalah ...
a. Di dalam amorf, atom atau molekul
penyusunnya mempunyai struktur tetap, tetapi
dalam kristal, tidak.
b. Molekul-molekul kristal dapat mengalami
gerakan walaupun terbatas, sedangkan zat
amorf tidak.
c. Molekul-molekul kristal menduduki tempat
yang tetap, sedangkan molekul-molekul amorf
tidak.
d. Berbeda dengan kristal, zat padat amorf dapat
dianggap sebagai cairan yang membeku
terlambat dengan viskositas yang kecil.
e. Titik lebur kristal pasti, sedangkan titik lebur zat
padat amorf tidak pasti.
Jawaban: E
0 1000
50 100 150 200 250
L
a
j
u

g
e
s
e
r

(
s
-
1
)

Tegangan geser (dyne/cm
2
)
Grafik Laju Geser Terhadap
Tegangan Geser
Kristal mempunyai titik lebur yang pasti, sedangkan zat
padat amorf titik leburnya tidak pasti, tetapi terdapat
dalam suatu interval suhu tertentu.

Sistem Dispersi
Pemisahan dalam suspensi dipengaruhi oleh kecepatan
sedimentasi suatu sediaan suspensi, yang bergantung
kepada hal berikut dibawah ini, kecuali ...
a. Diameter partikel
b. Kerapatan fase terdispersi dan medium dispersi
c. Percepatan gravitasi
d. Viskositas medium dispersi
e. Volume partikel
Jawaban: E
Hal-hal yang mempengaruhi kecepatan sedimentasi suatu
sediaan suspensi bergantung pada diameter partikel,
kerapatan fase terdispersi dan medium dispersi,
percepatan gravitasi, viskositas medium dispersi. Dapat
dilihat dari rumus kecepatan sedimentasi yang dinyatakan
dalam hukum Stokes:
v =
d
2
(s0) g
180
1. kecenderungan zat terlarut untuk lebih mudah
larut dalam campuran pelarut daripada dalam 1
pelarut saa disebut
a. konsisten
b. konsistensi
c. kosolven
d. kosolvensi
e. solven
Jawab: D. kosolvensi
Kecenderungan zat terlarut untuk lebih mudah
larut dalam campuran pelarut daripada dalam 1
pelarut saja disebut kosolvensi. Sedangkan
kosolven adalah pelarut dalam campuran yang
menambah kelarutan dari zat terlarut.
2. Dalam suatu larutan terjadi kesetimbangan
distribusi yang mengandung 32% A dan 68% B.
kemiringan (gradient) garis = 0,010 min
-1
. Maka
nilai kr nya adalah min
-1

a. 0,007
b. 0,008
c. 0,009
d. 0,010
e. 0,011
Jawab: A. 0,007
K=


K= tetapan kesetimbangan reaksi
K=

= 2,1
Gradient =
()

= 0,010

= 0,010
3,1 kr = 0,02303
Kr = 0,007 min
-1

3. Berikut ini merupakan faktor yang
mempengaruhi disolusi obat, kecuali
a. Ukuran partikel
b. Bentuk ion dan anion
c. Factor formulasi
d. Factor fisiologik
e. Temperatur
Jawab: E. temperatur
Laju serta terjadinya disolusi dipengaruhi oleh
sifat fisikokimia zat aktif, factor formulasi, dan
factor fisiologik manusia. Sifat fisiko kimia zat
aktif meliputi bentuk ion dan anion, ukuran
partikel, bentuk Kristal, dan kompleks obat.
Factor formulasi dibagi menjadi sediaan padat,
suspense dan emulsi, serta sediaan semisolida.
Sedangkan factor fisiologik berkaitan dengan
pengosongan lambung dan waktu transit usus
(intestinal), serta variabilitas pH. Temperatur
tidak termasuk factor yang mempengaruhi
disolusi obat.
4. Fenomena permukaan
Sifat yang dimiliki oleh surfaktan yang
menyebabkan surfaktan dijerap pada antar
muka disebut
a. Amfifilik
b. Hidrofilik
c. Lipofilik
d. B dan c benar
e. Semua benar
Jawab: A. amfifilik
Surfaktan memiliki sifat amfifilik yang
menyebabkan surfaktan dijerap pada
antarmuka, baik antarmuka cair/gas atau
antarmuka cair/cair. Surfaktan dinamakan
amfifil karena molekul atau ion tersebut
mempunyai afinitas tertentu terhadap pelarut
polar dan nonpolar.
5. rheologi
Viskositas plasma manusia pada 37
o
C adalah
1,2 cp. Jika plasma bersifat cairan newton,
tentukan viskositas plasma yang diperlukan
untuk invus yang disimpan pada suhu kamar
(25o C). energi aktivasi plasma= 4,25 x 10
3

kal/mol. R= 1,987 kal.
o
K
-1
mol
-1

a. 1,26
b. 1,58
c. 2,12
d. 2, 52
e. 2,77
Jawab: A. 1,58 cp
ln = ln A +


pada 37
o
C (T=310 K)
ln (1,2) = ln A +


ln A = -6,718
A= 1,21 x 10
-3
cp
ln 25 = ln (1,21 x 10-3) +


ln 25 = 0,460
25 = 1,58 cp
6. Untuk dapat memahami aspek kinetic dari
proses solubilisasi dan interaksi obat dengan
elemen berbeda yang terkandung dalam misel
perlu diketahui
a. Lokasi obat
b. Distribusi obat
c. Orientasi obat
d. A dan b benar
e. A, b, dan c benar
Jawab: e. a, b, dan c benar
Lokasi, distribusi, serta orientasi obat yang
tersolubilisasi di dalam misel perlu diketahui
karena factor-faktor ini dapat mempengaruhi
kestabilan dan bioavailabilitas obat. Lokasi
molekul pada solubilisasi dalam misel
berhubungan dengan kesetimbangan antara
sifat polar dan nonpolar molekul.
7. Berikut ini merupakan Faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap lau reaksi, kecuali
a. cahaya
b. Pelarut
c. Katalis
d. Suhu
e. Titik didih
Jawab : e. titik didih
Laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi, suhu,
cahaya, pelarut, dan katalis. Suhu dikatakan
dapat mempengaruhi laju reaksi karena
kecepatan reaksi meningkat kira-kira dua
hingga tiga kali setiap kenaikan suhu 10
o
. titik
didih tidak berpengaruh terhadap laju reaksi.
8. Akan dibuat sediaan cair aspirin. Sediaan
tersebut mengandung 5,5 gr/100 ml. Kelarutan
aspirin pada 25
0
C adalah 0,33 gr/100 ml.
Sediaan cair tsb menunjukkan pH 6,0. Tetapan
laju orde 1 bagi penguraian aspirin dalam
larutan ini adalah 4,5 x 10
-6
/detik. Hitunglah
tetapan laju orde nol. Tentukan waktu simpan
bagi sediaan dengan menganggap produk tsb
masih memenuhi syarat sampai saat sediaan
tsb terurai menjadi tinggal 90% konsentrasi asal
(terurai 10%) pada 25
0
C
a. 2,67 x 10
-7

b. 4,52 x 10
-7

c. 6,11 x 10
-7

d. 7,82 x 10
-7

e. 12,0 x 10
-7

Jawab : A. 2,67 x 10
-7

Ko = K x [aspirin dalam larutan]
Ko = (4,5 x 10
-6
) x (0,33)
Ko = 1,5 x 10
-6
t90 =
[]


=
() ()


=3,67 x 10
-7

9. Tegangan permukaan air s = 72,8 dyne/cm
pada suhu kamar, tegangan permukaan
benzena L = 28,9, dan tegangan antarmuka
antara benzena dan air LS = 35,0. Berapakah
koefisien sebar awal (initial)? Setelah terjadi
kesetimbangan, s = 63,3 dyne/cm dan L =
28,8. Berapa koefisien sebar akhir?
a. 2,5 dyne/cm
b. 4,2 dyne/cm
c. 5,6 dyne/cm
d. - 1,6 dyne/cm
e. 3,0 dyne/cm
Jawab: d. - 1,6 dyne/cm
s= s (s + LS)
s= 72,8 (28,9 +35) = 8,9 dyne/cm
setelah kesetimbangan, s= 62,2 (28,8 + 35) =
-1,6 dyne/cm

1. Bagaimana cara menentukan menentukan
banyaknya ( jumlah ) partikel per gram ?
a) N


b) N


c) N


d) N




2. Jika molekul nonpolar dalam pelarut yang
ditempatkan diantara pelat kapasitor yang
bermuatan, dapat terjadi .................. dari
molekul
Jawab :
a) Daya polarisasi terinduksi
b) Polarisasi terinduksi
c) Momen dipol
d) Pemisahan muatan listrik

3. Plasma manusia mengandung kira-kira 5 m eq/l
ion kalsium, Berapa miligram kalsium klorida
dihidrat, CaCl2.2H2O (bobot molekul 147
g/mol ) diperlukan untuk membuat sediaan 850
ml larutan yang setara ion kalsiumnya dengan
plasma manusia ?
a) 293 mg CaCl2.2H2O
b) 294 mg CaCl2.2H2O
c) 284 mg CaCl2.2H2O
d) 249 mg CaCl2.2H2O
Bobot ekivalen garam CaCl2.2H2O adalah
setengah dari bobot molekulnya
= 147/2 = 73,5 mg/m eq
73,5 mg/m eq =



73,5 mg/m eq x 5 m eq/l = 367,5 mg/l
Untuk 800 ml perlu :

CaCl2.2H2O



4. Proses yang berhubungan dengan dialisi
disebut...
a. Difusi
b. Osmosis
c. Disolusi
d. Tekanan
e. Tegangan permukaan



5. Sebutkan dan jelaskan pernyataan sifat-sifat
larutan dibawah ini yang salah adalah ?

a) Sifat koligatif yaitu jumlah partikel dalam
larutan, tekanan osmotik, penurunan
tekanan uap, penurunan titik beku,
kenaikan titik didih.
b) Sifat aditif yaitu kontribusi total atom
didalam molekul atau pada jumlah dari
sifat konstituen dalam larutan
c) Sifat konstitutif yaitu susunan dan jumlah
dari jenis atom didalam molekul
d) Sifat koligatif yaitu jumlah partikel dalam
larutan, kenaikan tekanan uap,
penurunan titik didih, kenaikan titik beku

6. Apa sifat dari salah satu reologi emulsi yang
benar adalah
a). Kebanyakan emulsi : aliran non-Newton,
Pengecilan ukuran partikel rata-rata
meningkatkan viskositas, Makin kecil
konsentrasi emulgator maka viskositas produk
akan semakin tinggi

b).Konsentrasi volume fase terdispersinya
rendah (kurang dari 0,05): Newton, ukuran
viskositas produk akan semakin tinggi.

c) Konsentrasi volumenya dinaikkan: aliran
pseudoplastik, Bila konsentrasi volume
mencapai 0,74 akan terjadi inversi dengan
tanda adanya perubahan viskositas, Makin
besar konsentrasi emulgator maka viskositas
produk akan semakin rendah.


d) Pada konsentrasi yang tinggi : aliran plastik,
Pengecilan ukuran partikel rata-rata
meningkatkan viskositas, Makin kecil
konsentrasi emulgator maka viskositas produk
akan semakin rendah

7. Suatu sampel kloroform naik sampai ketinggian
4,24 cm pada 20
0
C dalam suatu tabung kapiler
yang mempunyai jari-jari dalam 0.02 cm.
Berapakah tegangan permukaan kloroform
pada temperatur ini ? kerapatan kloroform
adalah 1,476 gram/cm
3


a) 61,39 dyne/cm
b) 62,29 dyne/cm
c) 60,39 dyne/cm
d) 61,29 dyne/cm

= x r x h x x g
= x 0,02 cm x 4,24 cm x 1,476 gram/cm
3

x 981 cm/detik
2
= 61,39 gram cm / detik
2
cm
= 61,39 dyne/cm

8. Bobot tablet natrium iodida adalah 0,3490 g
dan volume curah ( bulk ) yang diukur dengan
jangka sorong menghasilkan 0,0995 cm
3
.
Kerapatan sejati NaI adalah 3,667 g/cm
3
.
Hitunglah porositas total dari tablet tersebut ?
a) 9,0%
b) 8,9%
c) 9,5%
d) 5,9%

b =
= 3,667 g/cm
3
total = 1-



Kerapatan curah b =

g/cm
3

total = 1

atau 9,5 %


9. Hitunglah volume sedimentasi terdeflokulasi
jika derajat flokulasi = 2,5. Volume awal 200ml
dan volume akhir sedimentasi = 45 ml.
a) F = 0,123
b) F = 0.133
c) F = 134
d) F = ,143

F =




Nama: Aldimas Wisnuvidya
NPM: 260110090017

MIKROMERITIKA

10. Berapakah kerapatan serbuk
yangdisuspensikandalam air padasuhu 20
0
C.
Viskositas air padasuhu 20
0
C adalah 0,01 poise
dengankerapatan 1,05 g/cm
3
.Gravitasi 981
cm/det
2
, diketahui ukuran
partikelpartikelsebesar

.
d. 3,65 X 10
-1
g/cm
3

d. 3,65mg/cm
3

e. 3,65 X 10
-2
g/cm
3

e. 3,65 g/cm
3

f. 3,65 X 10
-3
g/cm
3

Penyelesaian:



KINETIKA
1. Suatu zat pada suhu 100
o
C memiliki tetapan
laju 1,212 jam
-1
, sedangkan pada suhu 200
0
C
memiliki tetapan laju 5,290 jam
-1
. Berapa energi
aktivasinya?
d. 3,117 kkal/mol d.
6,117 kkal/mol
e. 4,117 kkal/mol e.
7,117 kkal/mol
f. 5,117 kkal/mol
Penyelesaian:



Ea = 5,117 kkal/mol

FENOMENA KELARUTAN DAN DISTRIBUSI
1. Suatuoksigendengan kelarutan 1,48 x 10
-
4
dilarutkandalam 2 liter air padasuhu 25
0
C
danpadatekananoksigen 350 mm Hg. Hitunglah
massaoksigen tersebut!
a. 0,052 mg
d.52 X 10
-1
mg
b. 0,52 mg
e.52 x 10
-2
mg
c. 52 mg
Penyelesaian:



DIFUSI DAN DISOLUSI
1. Suatu granul obat seberat 0,45 g dan luas
permukaannya 3.100cm
2
dilarutkan dalam 500
ml air pada suhu kamar. Setelah menit
pertama, 800mg terlarut. Jika kelarutan obat Cs
=30 mg/ml,
berapatetapanlajudisolusipadakondisi sink?
d. 14,3 cm/sek d. 1,43x10
-3

cm/sek
e. 1,43 cm/sek e. 1,43x10
-4

cm/sek
f. 1,43x10
-2
cm/sek

Penyelesaian:

cm/sek


REOLOGI
1. Yang bukan merupakan aliran non-newton
adalah:
a. Plastik
b. Pseudoplastik
c. Dilatan
d. Tiksotropi
e. Tidak ada yang benar

SISTEM DISPERSI
1. Berikutadalahpenggolonganuntuk disperse
koloidal, kecuali
a. ukuranpartikel> 0,5 m
b. berdifusisangatlambat
c. dapatmelewatikertassaring,
tapitidakdapatmelewati membrane semi
permeable
d. partikeltidakteramatidalammikroskopbias
a
e. dapatdiamatidalammiroskop electron


ZAT PADAT
1. Di bawahini yang merupakan pernyataan
teorimolekulerkinetik adalah:
a. Gas terdiridaripartikel yang
disebutmolekul. Volume total
sangatkecildibandingkandengan volume
wadahsehinggadiabaikan.
Keadaaniniberlakuterhadap gas
nyatapadatekananrendahdansuhutinggi.
b. Partikel gas
tidaksalingtariktetapibergerakbebas;
berlakupadatekananrendah.
c. Molekulmemperlihatkansifatelastisitasse
mpurna, yaitutidakadakecepatan yang
hilangsetelahsalingbertabrakanantarsesa
madandengandindingwadah.
d. Pernyataan a, b dan c benar
e. Semua pernyataan salah
SIFAT FISIK MOLEKUL OBAT
1. Pengertian daya polarisasi, kecuali:
a. kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh medan listrik
b. kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh energi cahaya
c. kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh induksi molekul lain
d. a,c benar; b salah
e. semua benar

FENOMENA ANTARMUKA
1. Aplikasi fenomena antar permukaan, kecuali
a. Penjerapan (adsorpsi) obat pada bahan
pembantu
b. Penetrasi molekul melewati membran
biologik
c. Pendispersian partikel larut dalam
suspensi
d. Pembentukan emulsi dan stabilitasnya
e. Dispersi partikel tak larut dalam suspensi
Nama: Dianti Nofriani
NPM: 260110090032
10. Dalam suatu larutan terjadi kesetimbangan
distribusi yang mengandung 32% A dan 68% B.
Kemiringan (gradient) garis = 0,010 min
-1
. Maka nilai
kr nya adalah min
-1

f. 0,080
g. 0,008
h. 0,700
i. 0,070
j. 0,007
Pembahasan :
K=


K= tetapan kesetimbangan reaksi
K=

= 2,1
Gradient =
()

= 0,010

= 0,010
3,1 kr = 0,02303
Kr = 0,007 min
-1

2. Akan dibuat sediaan cair aspirin. Sediaan tersebut
mengandung 7,5 gr / 100 ml. Kelarutan aspirin pada
25
0
C adalah 0,33 gr / 100 ml. Sediaan cair tersebut
menunjukkan pH 6,0. Tetapan laju orde 1 bagi
penguraian aspirin dalam larutan ini adalah 4,5 x 10
-6

s
-1
. Hitunglah tetapan laju orde 0 (nol)! Tentukan
waktu simpan bagi sediaan dengan menganggap
produk tersebut masih memenuhi syarat sampai saat
sediaan tersebut terurai menjadi tinggal 90%
konsentrasi asal (terurai 10%) pada 25
0
C!
a. 4,3 x 10
5
s
b. 4,3 x 10
6
s
c. 4,3 x 10
-6
s
d. 5 x 10
5
s
e. 5 x 10
6
s
Pembahasan :
Ko = K x [aspirin dalam larutan]
Ko = (4,5 x 10
-6
s
-1
) x (0,33 gr / 100 ml)
Ko = 1,5 x 10
-6
gr / 100 ml s
-1

t90 =
[]


=
() ( )


= 5 x 10
5
s = 5,79 hari

3. Tegangan permukaan air S = 72,8 dyne / cm pada suhu
kamar, tegangan permukaan benzena L = 28,9 dyne /
cm, dan tegangan antarmuka antara benzena dan air
LS = 35,0 dyne / cm. Berapakah koefisien sebar awal
(initial)? Setelah terjadi kesetimbangan, S = 63,3 dyne
/ cm dan L = 28,8 dyne / cm. Berapa koefisien sebar
akhir?
a. -1,6 dyne / cm
b. 1,6 dyne / cm
c. -1,5 dyne / cm
d. 1,5 dyne / cm
e. -2,5 dyne / cm
Pembahasan :
S = S (S + LS)
S = 72,8 (28,9 +35) = 8,9 dyne / cm
setelah kesetimbangan, S= 62,2 (28,8 + 35) = -1,6
dyne / cm

4. Viskositas plasma manusia pada 37
o
C adalah 1,2 cp.
Jika plasma bersifat cairan newton, tentukan
viskositas plasma yang diperlukan untuk invus yang
disimpan pada suhu kamar (25
o
C). energi aktivasi
plasma= 4,25 x 10
3
kal / mol. R= 1,987 kal K
-1
mol
-1

f. 1,26 cp
g. 1,58 cp
h. 2,12 cp
i. 2, 52 cp
j. 2,77 cp
Pembahasan :
ln = ln A +


pada 37
o
C (T=310 K)
ln (1,2) = ln A +


ln A = -6,718
A= 1,21 x 10
-3
cp
ln 25 = ln (1,21 x 10-3) +


ln 25 = 0,460
25 = 1,58 cp

5. Proses dimana suatu fase padat (misalnya tablet atau
serbuk) menuju fase larutan disebut dengan ...
a. difusi
b. disolusi
c. osmosis
d. absorbsi
e. adsorpsi
Pembahasan :
Difusi adalah proses transfer massa molekul zat yang
berkaitan dengan perbedaan konsentrasi melalui
suatu batas. Osmosis adalah. Absorbsi adalah.
Adsorpsi adalah.

6. Rentang ukuran golongan dispersi koloidal adalah ...
a. < 1,0 nm
b. 0,5 - m 1,0 nm
c. > 0,5 m
d. < 0,1 nm
e. > 5,0 nm
Pembahasan :
< 1,0 adalah dispersi molekuler dan > 0,5 m adalah
dispersi kasar.

7. Berikut ini adalah faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap fluiditas serbuk, kecuali...
a. Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel
b. Bentuk partikel dan tekstur
c. Viskositas
d. Kondisi percobaan
e. Kandungan lembab
Pembahasan :
Fakor-faktor yang berpengaruh pada fluiditas serbuk
antara lain adalah ukuran partikel dan distribusi
ukuran partikel (particle size and size distribution),
bentuk partikel (particle shape) dan tekstur (texture),
kerapatan jenis (bulk density), porositas (porosity),
kandungan lembab (MC), dan kondisi percobaan
(handling and processing conditions).

8. Untuk dapat memahami aspek kinetic dari proses
solubilisasi dan interaksi obat dengan elemen berbeda
yang terkandung dalam misel perlu diketahui,
kecuali
f. Lokasi obat
g. Distribusi obat
h. Orientasi obat
i. Kestabilan obat
j. Adsorpsi obat
Pembahasan :
Lokasi, distribusi, serta orientasi obat yang
tersolubilisasi di dalam misel perlu diketahui karena
factor-faktor ini dapat mempengaruhi kestabilan dan
bioavailabilitas obat. Lokasi molekul pada solubilisasi
dalam misel berhubungan dengan kesetimbangan
antara sifat polar dan nonpolar molekul.

9. Berikut adalah salah satu contoh pelarut polar, yaitu ...
a. n-heksan
b. aseton
c. etanol
d. petroleum benzen
e. etil asetat
Pembahasan :
Aseton dan etil asetat adalah contoh pelarut
semipolar. N-heksan dan petroleum benzen adalah
contoh pelarut nonpolar. Sedangkan contoh-contoh
pelarut polar adalah air, etanol, metanol, dll.

Bab 1. Pendahuluan & Sifat Fisika Molekul Obat
10. Air (H2O) memiliki nilai momen dipol yang tidak sama
dengan nol, hal ini menunjukan sifat
f. Non inert
g. inert
h. polar
i. semi polar
j. non polar
Jawaban : C.
Karena momen dipol sangat menentukan sifat
kepolaran suatu senyawa dimana semakin besar nilai
momen dipol makasemakin polar senyawa tersebut.
Bab 2. Padatan
11. Dibawah ini yang bukan merupakan permasalahan
yang ditimbulkan oleh sifat polimorfisme suatu obat
dalam formulasi adalah
f. Sulit diformulasikan menjadi tablet
g. Dapat terbentuk caking dalam sedian suspense
h. Dalam sediaan krim terbentuk kristal
i. Sulit ditentukan bioavibilitasnya
j. Karakteristik yang berbeda pada sedian
supositoria
Jawaban : D.
Bioavibilitas merupakan istilah yang digunakan untuk
seberapa banyak dan cepat adsorbsi obat sehingga
polimorfisme tidak akan mempengaruhi kecepatan
adsorbs suatu zat kedalam tubuh.
Bab 3. Kinetik
12. Suatu obat dalam larutan: orde I; pada pH 6, suhu 27
0

C: k1 =0,015/jam, kelarutan aspirin kondisi tsb = 85
g/L. Dan jika suatu sedian suspensi aspirin yang
mengandung 0,6 g/sendok teh (5 mL) berada nilai k0
nya?
f. 1,275
g. 1,375
h. 1,475
i. 1,575
j. 1,675
Jawaban : A.
k0 = k1 x [kelarutan]
= 0,015 x 85
= 1,275 gL
-1
jam
-1


Bab 4. Difusi dan Disolusi
13. Konsentrasi total A obat dalam matriks homogen=0,03
g/cm
3
. Kelarutan obat dalam polimer Cs =1,0x10
-3

g/cm
3.
Koefisien difusi D obat dalam matriks polimer =
340 x10
-6
cm
2
/sek. Hitunglah jumlah obat yang
dilepaskan Q dari matriks tablet dan pada waktu t
=180 menit
f. 1,3 x 10
-3
g/cm
2

g. 2,592 x 10
-6
g/cm
2

h. 1,6 x 10
-3
g/cm
2

i. 1,6 x 10
-6
g/cm
2

j. 2,6 x 10
-3
g/cm
2

Jawaban : E.
Q = ( 2 ADCst )

= ( 2 (0,03) (340x10
-6
) (1 x 10
-3
) (180) )


= 2,6 x 10
-3
g/cm
2

Bab 5. Fenomena Permukaan
14. Jika tegangan permukaan air S adalah 68,4 dyne / cm
pada 20
0
C, tegangan permukaan benzena L 29 dan
tegangan antarmuka antara benzena dan air adalah LS
36,1,berapakah koefisien sebar awalnya?
d. 3,5 dyne / cm
e. 3,3 dyne / cm
f. -3,3 dyne / cm
d. -3,5 dyne / cm
e. 3,9 dyne / cm

Jawaban : D
Alasan :

S = S (L + LS )
= 68,4 ( 29 + 36,1 )
= 3,3 dyne/ cm
Bab 6. Mikromeritika
15. Satu gram granul suatu senyawa memilik volume
0,5cm3/g, volume pori partikel 0,2 cm3/g, dan volume
ruang antar partikelnya 1,8 cm3/g. berapakahan
porositas totalnya?
f. 0,5
g. 0,4
h. 0,8
i. 0
j. 0,2
Jawaban : C
V = 0,5 cm3
Vg = 0,5 + 0,2 = 0,7 cm3
Vb = 0,5 + 0,2 + 1,8 = 2,5 cm3
Porositas total =

= 0,8
Bab 7. Rheologi
16. Apakah yang dimaksud dengan aliran tiksotropi
f. Aliran yang terjadi pada sistem dengan aliran
dilatan, dan terjadi karena memadatnya sistem
akibat adanya gerakan perlahan dan beraturan
g. Aliran yang disebabkan karena terjadinya
perubahan struktur yang tidak dapat kembali
ke keadaan semula dengan cepat bila tekanan
dihilangkan
h. Aliran yang umumnya ditunjukan oleh polimer
polimer yang ada dalam larutan seperti disperse
tragakan.
i. Aliran yang biasanya terjadi pada suspensi yang
mengandung partikel deflokulasi dengan
konsentrasi tinggi seperti cat dan pasta
Jawaban : B
Bab 8. Kelarutan
17. Kelarutan gas dalam cairan tergantung pada faktor
berikut kecuali
f. tekanan
g. suhu
h. adanya garam
i. volume
j. reaksi kimia
Jawaban : D
Alasan : nilai kelarutan adalah kemampuan suatu
pelarut untuk melarutkan zat terlarutnya per satuan
volume. sehingga nilainya sudah pasti tidak dapat
dipengaruhi berapa volume
Bab 9. Sistem Dispersi
18. faktor yang tidak berpengaruh pada penetrasi
terhadap kulit adalah
f. Kelarutan obat
g. Koefisien difusi
h. Barier pembawa
i. Barier kulit
j. Konsentrasi solute
Jawaban : E
Alasan:
Penetrasi adalah kemampuan suatu zat untuk masuk
menembus suatu membran. Sehingga sangat
dipengaruhi oleh pembawanya, struktur kulit, jumlah
zat, dan koefisien difusinya. Sedangkan kelarutan obat
pada pembawanya tidak berpengaruh karena yang
diperhatikan adalah bagaimana zat tersebut bisa
masuk menembus membran kulit bukan bagaimana
melarutkan zat tersebut pada pembawanya.

1. PENDAHULUAN DAN SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
Daya polarisasi merupakan
a. kemudahan suatu ion atau molekul tidak dapat
dipolarisasikan oleh gaya dalam
b. kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh gaya luar
c. kemampuan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh gaya dalam
d. kemampuan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh muatan listrik
e. kemudahan suatu ion atau molekul untuk dapat
mempolarisasikan muatan listrik
Pembahasan :
Daya polarisasi adalah kemudahan suatu ion
atau molekul dapat dipolarisasikan oleh gaya
luar. Gaya luar yang dimaksud adalah medan
listrik, energi sinar dan molekul lain.

2. LARUTAN DAN KELARUTAN
Bila ada 0,042 g Oksigen (O2) dilarutkan dalam 0,5 L air
dengan suhu 25C pada tekanan Oksigen (O2) 300 mm Hg.
Hitunglah
a. 0,0777
b. 0,0834
c. 0,0374
d. 0,0734
e. 0,08
Jawab :

(

)
()


3. STABILITAS
Dalam praktek klinik injeksi diazepam (larutan steril
diazepam dalam sistem kosolven propilenglikol-etanol-air)
sering diencerkan dengan injeksi garam normal. Terjadi
presipitasi diazepam yang kemudian akan terjadi disolusi
sempurna dalam beberapa menit setelah pengocokan. Cs
dalam air = 3mg/mL, 1 g/mL, dan D = 510
-6
cm
2
/sek.
Hitung waktu terjadinya disolusi sempurna jika r0 = 10 m
a. 28 sek
b. 29 sek
c. 32 sek
d. 33 sek
e. 30 sek
Jawab :

)(

)

4. DIFUSI DAN DISOLUSI
Orde reaksi dapat ditentukan dengan beberapa metode
yaitu
a. Metode Substitusi
b. Metode Grafik
c. Metode Adisi
d. Metode Waktu Paro
e. a, b, d benar
Pembahasan :
Orde reaksi dapat ditentukan dengan beberapa metode
yaitu substitusi , data yang telah diperoleh dari percobaan
kinetik dapat disubstitusikan dalam persamaan-persamaan
orde reaksi, jika diperoleh harga k yang tetap dihitung
dengan salah satu persamaan orde, maka orde reaksinya
adalh sesuai dengan persamaan orde tersebut.
5. FENOMENA ANTARMUKA
Jika panjang kawat L 7 cm dan massa yang diperlukan
untuk memecahkan sabun 0,5 g, berapakah tegangan
permukaan larutan sabun, dan berapa usaha (work, kerja)
yang diperlukan untuk menarik kawat 2 cm kebawah?
a. 34,04 dan 490,56 erg
b. 34,04 dan 500 erg
c. 35,04 dan 490,56 erg
d. 34,44 dan 480 erg
e. 34,05 dan 488 erg
Jawab :
Gaya kebawah = massa gravitasi



Karena luas bertambah 14cm
2
, maka :
W = 35,04 dyne /cm 14 cm
2
= 490,56 erg
6. REOLOGI
Data berikut menunjukkan laju geser sebagai fungsi dari
tegangan geser suatu cairan Newton pada suhu kamar
Laju geser (s
-1
) 300 600 900 1200 1500
Tegangan geser 100 150 200 250 300
Tentukan fluiditas serta viskositas cairan!
a. 5 dan 16 cp
b. 6 dan 17,4 cp
c. 6,1 dan 16,8 cp
d. 6 dan 16,7 cp
e. 5,6 dan 16,7 cp
Jawab :
Fluiditas () = slop (kemiringan) = *
()
()
+
*
()
()
+
()

()

poise = 16,7 cp
7. ZAT PADAT
Urutan yang benar dari energi ikatan kovalen antar atom
dibawah ini adalah
a. H H ; H Cl ; O H
b. O H ; H H ; H Cl
c. H H ; O H ; H Cl
d. H Cl ; O H ; H H
e. O H ; H Cl ; H H
Pembahasan :
Energi ikatan kovalen O H : 110,6
Energi ikatan kovalen H H : 104,2
Energi ikatan kovalen H Cl : 103,2
8. MIKROMERITIKA
Laju disolusi merupakan
a. jumlah zat pelarut per satuan luas per satuan
waktu
b. jumlah zat terlarut per satuan waktu per satuan
luas
c. jumlah zat terlarut per satuan luas per satuan
waktu
d. jumlah zat pelarut per satuan berat per satuan
luas
e. jumlah zat terlarut per satuan berat per satuan
luas
Pembahasan :
Laju disolusi adalah jumlah zat terlarut per
satuan luas per satuan waktu dengan
kebanyakan zat padat dinyatakan dengan g cm
-2

menit
-1
.
9. SISTEM DISPERSI
Jenis koloid mana yang mudah dibuat hanya dengan
melarutkan zat dalam cairan yang digunakan
a. Koloid Asosiasi (amfifilik)
b. Koloid Liofilik
c. Koloid Liofobik
d. a dan b benar
e. a dan c benar
Pembahasan:
Koloid liofolik mudah dibuat dengan melarutkan zat dalam
cairan yang digunakan misalnya pelarutan akasia atau
gelatin dalam air akan membentuk sol atau seluloid
dengan amil asetat, karena koloid liofilik ini merupakan
ssitem yang mengandung partikel koloidal yang mudah
berinteraksi dengan medium dispersi dengan kata lain
suka solven jadi zat-zat yang mempunyai afinitas terhadap
medium dispersi akan mudah membentuk dispersi koloidal
atau sol.


Nama: Kurnia A Fuadi
NPM: 260110090049
1. Satu gram serbuk granul mempunyai data
berikut:
Volume padatan itu sendiri = 0,3 cm
3
/g
Volume pori intrapartikel = 0,1 cm
3
/g
Volume ruang antar partikel = 1,6 cm
3
/g
Berapa volume sejati spesifik, V, volume granul
spesifik, Vg, dan volume bulk spesifik, Vb?
a. 0,4 cm
3
; 0,3 cm
3
; 2,0 cm
3

b. 2,0 cm
3
; 0,4 cm
3
; 0,3 cm
3

c. 0,3 cm
3
; 0,4 cm
3
; 2,0 cm
3

d. 0,3 cm
3
; 2,0 cm
3
; 0,4 cm
3

e. 2,0 cm
3
; 0,3 cm
3
; 0,4 cm
3


Penyelesaian :
V = 0,3 cm
3

Vg = V + pori intrapartikel
= 0,3 + 0,1
= 0,4 cm
3

Vb = V + pori intrapartikel + ruang antarpartikel
= 0,3 +0,1+ 1,6
=2,0 cm
3



2. Di bawah ini merupakan pernyataan yang
benar mengenai Teori Molekul Kinetik, kecuali

a. Gas terdiri dari partikel yang disebut molekul.
b. Partikel gas tidak saling tarik tetapi bergerak
bebas; berlaku pada tekanan rendah.
c. Partikel memperlihatkan gerakan acak terus
menerus karena mempunyai energi kinetic.
d. Energi kinetik rata-rata E berbanding
terbalik dengan suhu mutlak gas.
e. Molekul memperlihatkan sifat elastisitas
sempurna

3. Jika suatu sedian suspensi aspirin yang
mengandung 0,8 g/sendok teh (5 mL) pada
kondisi diatas, Hitunglah kadarnya setelah 5
hari !
a. 26,94 g / L
b. 26,49 g / L
c. 24,07 g / L
d. 27,04 g / L
e. 27, 40 g / L



Penyelesaian :
( ) L g A
L g mL g A t k A A
t
t
/ 04 , 27 24 5 108 , 1 160
/ 160 5 / 8 , 0
0 0 0
= =
= = =
4. Dalam praktek klinik injeksi diazepam (larutan
steril diazepam dalam sistem kosolven
propilenglikol-etanol-air) sering diencerkan
dengan inejeksi garam normal. Terjadi
presipitasi diazepam yang kemudian akan
terjadi disolusi sempurna dalam beberapa
menit setelah pengocokan. Cs dalam air=
5mg/ml, ~ 1,0 g/ml, dan D = 7x10
-6
cm
2
/sek.
Hitung waktu terjadinya disolusi sempurna jika
r0 = 20 m ! ( dibulatkan )
a. 28 sekon
b. 27 sekon
c. 26 sekon
d. 25 sekon
e. 24 sekon

Penyelesaian :
( )( )
( )( )
sekon 57 , 28
g/ml 10 5 sek / cm 10 7 2
cm 10 20 g/ml 1
3 2 6
2
4
=


=

t


5. Hitung kelarutan perak nitrat dalam 0,1 M
larutan amonium sulfat. Kekuatan ion 0,1 M
amonium sulfat = 0,3 dan koefisien aktivitas ()
elektrolit 1:1 pada kekuatan ion ini = 0,70 Hasil
kali kelarutan perak nitrat = 1,5 10
-10
.
a. 1,8 mol/l 10
5

b. 1,7 mol/l 10
5

c. 1,6 mol/l 10
5

d. 1,5 mol/l 10
5

e. 1,4 mol/l 10
5


Penyelesaian :
mol/l 10 74 , 1
70 , 0
10 5 , 1
= Kelarutan
5
10



6. Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk
menentukan tegangan permukaan dan
tegangan antarmuka, kecuali
a. Kenaikan Kapiler
b. Cincin DuNouy
c. Tetes Wilhelmy
d. Bobot Tetes
e. Potensi Nernst


7. Rheologi sangat berperan penting dalam bidang
farmasi. Salah satu yang berhubungan dengan
bidang farmasi adalah
a. Penerapan bidang formulasi dan analisis
produk farmasi seperti emulsi, pasta, salut
tablet.
b. Menghasilkan suatu sediaan produk yang
lebih stabil.
c. Mempengaruhi penyerapan obat pada bahan
pembantu padat dalam obat jadi.
d. Mengetahui sifat terapetik dalam suatu obat.
e. mengetahui penyimpanan dan pemakaian
obat yang tepat.

8. Di dalam sistem dispersi, terdapat 3 golongan
berdasarkan penggolongan ukuran, yaitu
a. dispersi molekular, dispersi halus, dispersi
koloidal
b. dispersi molekular, dispersi kinetik, dispersi
osmotik
c. dispersi molekular, disperse koloidal,
dispersi kasar
d. dispersi koloidal dispersi elektron, dispersi
kasar
e. dispersi koloidal, dispersi partikel, dispersi
halus

9. Penentuan orde reaksi dapat ditentukan
dengan beberapa metode (cara). Dibawah ini
merupakan beberapa metode untuk
menentukan orde reaksi, kecuali
a. Metode Substitusi
b. Metode Grafik
c. Metode Dispersi
d. Metode Waktu Paro
e. Metode Laju Spesifik

1. Sifat Fisik Molekul Obat
Untuk mendapatkan 0,1M aspirin (mr= 138,12)
dengan volume 250mL, dibutuhkan aspirin
sebanyak gram
a. 1,3812
b. 3,254
c. 13,812
d. 3,453
e. 3,434
Jawaban: D.




2. Kelarutan
Suatu zat dikatakan mudah larut jika jumlah
bagian pelarut yang diperlukan untuk
melarutkan satu bagian zat
a. 10 sampai 30 bagian
b. 1 sampai 10 bagian
c. Kurang dari 1 bagian
d. 30 sampai 100 bagian
e. 100 sampai 1000 bagian
Jawaban: B.

3. Difusi dan Disolusi
Suatu molekul obat seberat 0,65 g dan luas
permukaannya 0,36 m
2
(0,36x10
4
cm
2
)
dilarutkan dalam 500 mL air pada suhu kamar.
Setelah menit pertama, 0,84 g terlarut. Jika
kelarutan obat Cs= 15 mg/mL. Jika molekul obat
ini dalam keadaan sink, nilai k adalah
a. 1,59x10
-4
cm/sek
b. 2,59x10
-7
cm/sek
c. 0,59x10
-4
cm/sek
d. 2,59x10
-4
cm/sek
e. 1,59x10
-7
cm/sek
Jawaban: D.




= 0,36104 215/
k= 2,59 x 10
-4
cm/sek

4. Stabilitas
Suatu sediaan mengandung natrium diklofenak
500mg/5mL (2g/100mL). kelarutan zat aktifnya
pada 25
o
C adalah 0,35 g/100mL dan memiliki
pH 6,2. Tetapan laju orde I bagi penguraian
natrium diklofenak dalam larutan ini adalah 3 x
10
-6
.s
-1
. Tetapan laju orde nol dari sediaan
tersebut adalah dan waktu simpannya
adalah selama hari
a. 1,05 x 10-6 dan 190476,19 detik
b. 1,05 x 10-6 dan 190485,28 detik
c. 1,03 x 10-6 dan 180724,17 detik
d. 1,02 x 10-6 dan 180935,73 detik
e. 1,03 x 10-6 dan 190847,15 detik
Jawaban: A.
Ko= k x [natrium diklofenak dalam larutan]
Ko= (3 x 10
-6
) (0,35g/100mL)
Ko= 1,05 x 10
-6


[]

()(

)
(

)

190476,19 detik

5. Fenomena Permukaan
Tegangan permukaan air S 73 dyne/cm pada
suhu kamar, tegangan permukaan benzene L
28,85 dyne/cm, dan tegangan antarmuka
antara benzene dan air LS = 35,0. Koefisien
sebarnya adalah
a. 91,5 dyne/cm
b. 9,05 dyne/cm
c. 6,685 dyne/cm
d. 9,15 dyne/cm
e. 66,85 dyne/cm
Jawaban: D.
S = S (L + LS)
= 73 (28,85 + 35)
= 9,15 dyne/cm
6. Reologi
Pada sistem non-newton, terdapat beberapa
golongan aliran, diantaranya adalah:
a. Plastik, buatan, dan alami
b. Laminar dan turbulensi
c. Dilatan, plastic dan pseudoplastik
d. Dilatan, stabil, tunak
e. Laminar, stabil, buatan

Jawaban: C.

7. Mikromeritika
Tipe-tipe dari kerapatan adalah
a. Kerapatan bulk, kerapatan zat murni,
kerapatan padat
b. Kerapatan lemah, kerapatan kuat
c. Kerapatan sejati, kerapatan kasar, kerapatan
acak
d. Kerapatan bulk, kerapatan mampat,
kerapatan sejati
e. Kerapatan kuat, kerapatan kasar, kerapatan
sebenarnya
Jawaban: D.

8. Zat Padat
Zat padat yang mudah larut dalam air adalah
a. Kristal hidrat
b. Amorf solvate
c. Kristal monohidrat
d. Kristal anhidrat
e. Serbuk

Jawaban: D

9. Sistem Dispersi
Suatu suspensi yang dibuat dalam air diuji
stabilitasnya dengan melihat kecepatan
sedimentasinya. Diketahui kerapatan airnya 1
g/cm
3
, kerapatan fase terdispersinya 3,2 g/cm
3
,
diameter partikelnya 35m dan viskositas
sediaan 30,5 poise. Bila sediaan diuji
menggunakan hukum Stokes, kecepatan
sedimentasinya adalah (g= 98 cm/s
2
)
a. 4,8 x 10
-5
cm/sek
b. 4,2 x 10
-5
cm/sek
c. 4,4 x 10
-5
cm/sek
d. 4,6 x 10-5 cm/sek
e. 4,9 x 10
-5
cm/sek
Jawaban: A

Plasma manusia mengandung kira kira 10 meq/l ion
kalsium. Berapa miligram kalsium klorida dihidrat,
CaCl2HO (M= 147 g/mol) diperlukan untuk membuat
sediaan 800 ml larutan yang setara ion kalsiumnya dengan
plasma manusia?
Jawab :
E garam CaCl2HO = M
147/2 = 73,5 g/eq atau 73,5 mg/m eq


= 73,5 mg/m eq
10 m eq/liter x 73,5 mg/meq = 735 mg / liter
Untuk 800 mL maka diperlukan


x 73,5
mg/liter = 58,8 mg , CaCl2HO

1. Tegangan permukaan air dyne/cm
pada suhu kamar, tegangan permukaan benzena
dan tegangan antarmuka antara
benzena dan air Berapakah koefisien
sebar awal (initial)? Setelah terjadi
kesetimbangan dyne/cm dan
. Berapakah koefisien sebar akhir?
Jawab :
S = ( )
S = 145,6 (57,6 + 70) = 19 dyne/cm atau 9,0
erg/cm
Setelah kesetimbangan :
S = 124,4 (57,6 + 70) = - 3,2 dyne/cm
Oleh karena itu walaupun pada awalnya benzena
akan menyebar diatas air, namun pada
kesetimbangan terbentuk lapisan tunggal jenuh
dengan benzena berlebih (jenuh dengan air)
membentuk lensa.

2. Formula suatu emulsi adalah :
Komponen jumlah HLBB
(M/A)
Cera alba 4 9
Adeps lanae 2 12
Parafin solid 3 10
Cetyl alcohol 1 15
Emulgator 2%
Aquadest Add 30

Elmugator yang digunakan adalah kombinasi
tween 20, HLB = 16,7 dengan span 20 HLB= 8,6.
Hitunglah jumlah tween 20 dan span 20 yang
dibutuhkan!
Jawab:
HLB cera alba =

x 9 = 3,6
HLB adeps lanae

x 12 = 2,4
HLB parafin solid

x 15 = 3,0
HLB cetyl alcohol

x 15 = 1,5
Total HLB = 3,6 + 2,4 + 3,0 + 1,5 = 10,5




HLB tween = 16,7 1,9
10,5
6,2
HLB Span = 8,6 +
8,1
Jumlah tween 20 =

x 2% x 30 = 0,141
Jumlah span 20

x 2% x 30 = 0,459

3. Mengapa asas reologi sangat penting dalam
bidang farmasi?
Jawab :
Dalam, bidang farmasi, reologi sangat penting
terutama pada penerapan bidang formulasi dan
analisis produk farmasi seperti emulsi, pasta,
supositoria dan salut tablet. Krim , pasta, dan
losio baik medisinal maupun kosmetik yang
diproduksi oleh industri selain kosistensi dan
kehalusannya harus memenuhi persyaratan yang
dapat diterima, sediaan tersebut harus mampu
pula untuk menghasilkan kualitas yang sama
setiap kali diproduksi ulang. Selain itu, reologi
ada kaitannya dengan pencampuran dan aliran
bahan bahan, pengemasan bahan kedalam
wadah serta pengeluarannya saat akan dipakai,
yaitu apakah akan dituangkan dari botol, dipencet
dari tube, atau dikeluarkan melalui jarum suntik.
Sifat reologis sistem farmasetis dapat pula
berpengaruh pada pemilihan peralatan yang
digunakan dalam proses produksi.

4. Akan dibuat sediaan cair parasetamol. Sediaan
tersebut mengandung 350 mg/5ml (7,0 g/100ml ).
Kelarutan parasetamol pada 25:C adalah ,25
g/100ml. Sediaan cair tersebut menunjukan pH
6,0. Tetapan laju orde I bagi penguraian
(degradasi) parasetamol adalah 5 x1@ s1
Hitunglah tetapan laju orde nol. Tentukan waktu
simpan bagi sediaan, dengan menganggap produk
tersebut masih memenuhi syarat saat sediaan
tersebut terurai menjadi tinggal 90% konsentrasi
asal (atau terurai 1%) pada 25:C
Jawab :
k = k x * parasetamol dalam larutan +
k = (5 x1@ s1) x (,25 g/1ml)
k = 1,255 x1@ g/1ml sek1
t =
[]

=
()( )
( )
= 5,58 x 1A
sek = 6 hari


5. Sebutkan dan jelaskan faktor faktor yang
mempengaruhi disolusi suatu obat!
Jawab :
- Bentuk ion dan anion
Karena bentuk garam dari elektolit lemah
lebih larut air dari pada asam atau basa
lemah, maka disolusi akan lebih cepat dalam
bentuk garamnya. Bentuk ionisasi obat juga
bergantung pH dimana disolusi kemungkinan
terjadi. Namun perlu diperhatikan bahwa
meskipun laju disolusi naik dengan ionisasi,
namun absorpsi obat lebih efisien jika obat
dalam bentuk anion.
- Ukuran partikel
Dari hubungan Noyes- Whitney, laju disolusi
partikel berbanding lurus dengan luas
permukaan. Menurunkan ukuran partikel
akan memperbesar luas permukaan.
- Bentuk kristal
Obat berbentuk kristal akan cenderung larut
lebih lambat dibandingkan bentuk amorf
karena lebih banyak energi yang diperlukan
untuk memecahkan habit kristal. obat
berbentuk kristal anhidrat larut lebih cepat
dibandingkan dengan obat berbentuk kristal
hidrat.
- Kompleks obat.
Pembentukan kompleks obat digunakan
untuk menambah absorpsi obat dari saluran
cerna. Kompleks obat- polimer cenderung
melarut lebih cepat, namun dilain pihak
polimer menyebabkan obat diabsorpsi kurang
efisien karena ukuran molekul yang besar.

6. Konsentrasi awal suatu obat yang mengikuti orde
I adalah 250 mg/ml. Tetapan laju spesifik yang
diperoleh dari plot Arrhenius adalah k= 3,5 x 1?
am1 pada suhu kamar atas digunakan obat
tersebut adalah 210 mg/ml. Hitung kadaluwarsa
obat tersebut.
Jawab :
t =


log


= 66 am 9 bulan

7. Sebutkan dan jelaskan jenis jenis sistem
koloidal!
Jawab :
- Koloid liofilik (suka solven)
Adalah sistem yang mengandung partikel
koloidal yang mudah berinteraksi dengan
medium dispersi. Zat zat yang mempunyai
afinitas terhadap medium dispersi akan
mudah membentuk dispersi koloidal atau
sol. Oleh karena itu sol koloidal liofilik mudah
dibuat yaitu hanya dengan melarutkan zat
dalam cairan yang digunakan.
- Koloid liofobik (tak suka solven)
Memiliki bahan yang mempunyai gaya tarik
(atraksi) kecil terhadap medium dispersi,
mengandung partikel anorganik yang
didispersikan dalam air, misalnya emas,
perak. Pembuatannya terdiri dari dua cara,
yaitu cara dispersi dan cara kondensasi.
- Koloid asosiasi (amfifilik)
Pada konsentrasi rendah dalam medium cair
amfifil akan berada terpisah dan mempunyai
ukuran subkoloidal. Jika konsentrasi dinaikan
akan terjadi agregasi pada rentang
konsentrasi yang sempit.

8. Apa saja fenomena fenomena yang
dipengaruhi oleh ukuran partikel?
Jawab :
a. Aktivitas kimia dan listrik
b. Ukuran partikel dan distribusi ukuran
c. Sedimentasi
d. Volume partikel
e. Luas permukaan partikel

Kelarutan
1. Larutan memiliki sifat koligatif. Yang termasuk sifat
koligatif larutan adalah, kecuali..
a. Penurunan tekanan uap
b. Penurunan titik didih
c. Penurunan titik beku
d. Gejala tekanan osmotik
Jawab: b. Penurunan titik didih
Yang termasuk sifat koligatf larutan adalah
penurunan tekanan uap, peningkatan titik didh,
penurunan titik beku dan gejala tekanan
osmotik.
Stabilitas
2. Laju reaksi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap laju reaksi
tersebut adalah
a. Suhu, pelarut, kekuatan ion, dan tetapan
dielektrik
b. Suhu, konsentrasi, polaritas, dan tetapan
dielektrik
c. Suhu, polaritas, kekuatan ion, dan laju reaksi
d. Suhu, pH, tetapan dielektrik dan laju reaksi
Jawab: a. Suhu, pelarut, kekuatan ion, dan tetapan
dielektrik
Mikromeritika
3. Serbuk memiliki sifat turunan, salah satunya adalah
kerapatan atau density. Yang bukan termasuk
kerapatan atau density adalah
a. Kerapatan = massa/volume
b. Simbol rho ()
c. Dimensinya


d. Satuannya


Jawab: d. Satuannya


Karena satuan dari kerapatan adalah

.
Dimana kg adalah satuan dari massa,
sedangkan

adalah satuan dari volume.


Rheology
4. Pada rheology terdapat laju geser (shear rate)
dalam hukum aliran Newton. Berapa laju geser
(shear rate) bila sedikit minyak digosokkan ke
kulit dengan laju gerak relatif antara kedua
permukaan 15 cm/s dan ketebalan lapisan 100
m.
a. 1500


b. 1500


c. 150


d. 0.15


Jawab : a. 1500


Laju geser = G =



= 1500


Sifat fisika molekul obat
5. Apa yang dimaksud dengan daya polarisasi?
a. Hasil kali muatan dengan jarak antara dua
pusat listrik positif dan negatif
b. Perpindahan elektron dan inti dari posisi
awal
c. Kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh gaya dari luar
d. Kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh gaya dari dalam
Jawab : c. Kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolaeisasikan oleh gaya luar
Difusi dan disolusi
6. Hitung laju disolusi pertikel obat dengan luas
permukaan 4 x

dan kelarutan
jenuhnya 0.15 mg/mL pada suhu ruang di
dalam air. Koefisien difusi 1,75 x

/s,
tebal lapisan difusi 2 m. Konsentrasi obat
dalam larutan 2,1 x

mg/mL
a. 0, 423 mg/s
b. 0.524 mg/s
c. 5.24 mg/s
d. 0.052 mg/s
Jawab : b. 0.524 mg/s

= (DS/h)(

- C)

=
(

)(

(0.15 - 2,1 x

)
= 0.524 mg/s
Tegangan permukaan
7. Jika panjang kawat L = 10 cm dan massa yang
diperlukan untuk memecahkan film sabun 0,05
g, berapakah tegangan permukaan larutan
sabun, dan berapa usaha W yang diperlukan
untuk menarik kawat 1 cm ke bawah?
a. 981 erg
b. 9.81 erg
c. 98.1 erg
d. 0.981 erg
Jawab : c. 98.1 erg
Gaya kebawah = massa x gravitasi

= 2.4525 dyne/cm
2L x Ds = 20 x 2 = 40

,
Karena luas bertambah dengan 40

, maka :
W = 2.4525 dyne/cm x 40


= 98.1 erg
Sistem dispersi
8. Pada sistem dispersi terdapat sistem koloidal.
Berapa CMC sistem koloidal dari campuran n-
dodesil oktaoksietilenglikol monoeter (

)
dan n-dodesil D-maltosida (DM). CMC


adalah

= 8,1 x

M (mol/liter) dan
fraksi molnya

= 0,75. CMC DM =

= 15
x

M (mol/liter)
a. 8,3 x

M
b. 9.3 x

M
c. 9,4 x

M
d. 9,5 x

M
Jawab : b. 9.3 x

= 1 - 0,75 = 0,25



CMC = 9.3 x

M


Fenomena permukaan dan antarmuka
9. Tegangan permukaan air adalah 72,8 dyne/cm
pada suhu kamar, tegangan permukaan
benzene adalah 28,9 dyne/cm, dan tegangan
antarmuka antara benzene dan air sebesar 35,0
dyne/cm. berapakah koefien sebar awal dan
sebar akhir setelah terjadi kesetimbangan

=
62,2 dyne/cm dan

= 28,8 dyne/cm?
a. -1,6 dyne/cm dan 8,9 dyne/cm
b. 1,6 dyne/cm dan -8,9 dyne/cm
c. 8,9 dyne/cm dan -1,6 dyne/cm
d. -8,9 dyne/cm dan 1,6 dyne/cm
Jawab : c. 8,9 dyne/cm dan -1,6 dyne/cm
S =

- (

)
S = 72,8 (28,9 + 35,0) = 8,9 dyne/cm
Setelah setimbang,
S = 62,2 (28,8 + 35,0) = -1,6 dyne/cm

SOAL BAB FENOMENA PERMUKAAN

Diketahui sudut kontak suatu lotion saat
digunakan pada tangan adalah

, tegangan
permukaan dari lotion itu 56,3 dyne/cm. Maka,
usaha adhesi dan koefisien sebar awal dari
lotion itu adalah

a.Usaha adhesi : 154,3 dan koefisien sebar :
154,3
bUsaha adhesi : 41,7 dan koefisien sebar :
89,5
c. Usaha adhesi : 48,47 dan koefisien sebar :
64,13
d.Usaha adhesi : 55,7 dan koefisien sebar :
123,9
e.Usaha adhesi : 64,13 dan koefisien sebar :
41,7

Jawaban: C

Uraian

Diketahui :
=

= 56,3 dyne/cm

Ditanyakan :
- Usaha adhesi (

)
- Koefisien sebar awal (

)
Jawab

W =

( cos + 1)
= 56,3 ( cos

+ 1)
= 56,3 0,861
= 48,47

S =

( cos 1 )
= 56,3 ( cos

1 )
= 56,3 ( 1.139 )
= 64,13

SOAL BAB STABILITAS

Semua pernyataan dibawah ini mengenai
kinetika adalah benar, kecuali

a. Dalam menentukan orde reaksi dengan
menggunakan metode waktu paro, harga
waktu paro dan konsentrasi awal
disubstitusikan ke dalam persamaan
n =

()


()
(

)
+ 1

b. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
laju reaksi yaitu cahaya, pelarut (solven),
katalisator, suhu, dan konsentrasi.
c. Laju atau kecepatan suatu reaksi
dinyatakan dengan dC/dt
d. Efek kinetik terhadap tetapan laju reaksi
ionik, yang diekstrapolasikan pada
keadaan yang sangat encer sekali
sehingga pengaruh kekuatan ion = 0,
informasi ini sering digunakan dalam
mengembangkan sediaan obat yang
baru.
e. Menurut Transition State Theory, suatu
kesetimbangan dianggap terdapat antara
molekul reaktan normal dengan suatu
kompleks teraktifkan dari molekul-
molekul ini. Penguraian dari kompleks
teraktifkan menghasilkan produk.

Jawaban : D

SOAL BAB MIKOMERITIKA

Porositas dari suatu sampel yang jumlahnya
sebanyak 84 gram, memiliki kerapatan 2,7
g/

dan diketahui bahwa volume ruahnya 78

yaitu

a. 81,3 %
b. 60,11 %
c. 99 %
d. 16 %
e. 53 %

Jawaban : B

Uraian

Diketahui:
= 2,7 g/


m = 84 gram
V ruah = 78



Ditanyakan:
Porositas ?

Jawab
Volume partikel =



= 31,11


Porositas / =



=



= 0,60115
= 60,11 %

SOAL BAB DIFUSI DAN DISOLUSI

Interaksi antara obat dengan transporter
digolongkan atas transpor aktif dan difusi
terfasilitasi. Transpor aktif biasanya dibantu
senyawa protein transpor yang terjadi pada
saat...

a. pelepasan obat
b. efek farmakologi aktif
c. keluarnya obat
d. obat melewati membran
e. absorbsi dan eliminasi obat

Jawaban : E


SOAL BAB SISTEM DISPERSI

Pernyataan berikut ini mengenai sifat jenis
sistem koloidal adalah salah, kecuali....

a. pada koloid liofobik,viskositas
medium dispersi tidak meningkat
oleh adanya partikel koloidal
liofobik tersebut, yang tak
tersolvatasi dan simetrik.
b. Dispersi pada koloid liofilik tidak akan
stabil dengan adanya elektrolit.
c. Solvatasi antara partikel dengan
medium pada koloid liofobik adalah
sangat tinggi.
d. Molekul terdispersi tidak akan
membetuk koloidal pada koloid liofilik.
e. Dispersi liofobik sangat stabil dengan
adanya elektrolit.
Jawaban : A





SOAL BAB RHEOLOGI

Manakah persamaan berikut ini yang dapat
digunakan untuk mengetahui laju geser, dan
berapakah laju geser yang dilakukan oleh
seorang pasien yang megoleskan obat salep
pada permukaan kulitnya setebal 180 m pada
kecepatan 11 cm/s....

a. Persamaan

dan laju gesernya 191


b. Persamaan

dan laju gesernya 16,36



c. Persamaan

dan laju gesernya 611,11



d. Persamaan

dan laju gesernya 1980



e. Persamaan

dan laju gesernya 500


Jawaban : C

Uraian

Persamaan untuk mengetahui laju geser

meupakan tekanan geser, adalah koefisien


viskositas.

=


F merupakan

dan G adalah gradien kecepatan /


laju geser



Diketahui:
dv = 11 cm/s
dr = 18 m = 1,8



Ditanyakan:
Laju geser /

?

Jawab

= 611,11




SOAL BAB KELARUTAN

Jika 0,012 gram oksigen dilarutkan dalam 2 liter
air pada suhu

C dan pada tekanan oksigen 290


mm Hg, maka koefisien kelarutannya....

a. 41,84


b. 32,01


c. 8,3


d.4,13


e. 3,48



Jawaban : D

Uraian

Diketahui:

) = 0,012
= 290

Ditanyakan:
Koefisien kelarutan ( ) ?

Jawab

=
(

)
()


=



= 4,13




SOAL BAB SIFAT FISIK MOLEKUL OBAT

Pelarutpolar mempunyaikonstantadielektrik yang
tinggidapatmelarutkanzat-zat non polar sukarl arut di
dal amnya, Begi tu pul a
sebal i knya. Besarnyatetapandi el ektri ki ni d a p a t d
i a t u r d e n g a n p e n a mb a h a n p e l a r u t l a i n .
T e t a p a n d i e l e k t r i k s u a t u c a mp u r a n p e l a r u t
me r u p a k a n

a . h a s i l p e n j u ml a h a n d a r i ma s i n g - ma s i n g
t e t a p a n d i e l e k t r i k

b . h a s i l p e n j u ml a h a n d a r i ma s i n g - ma s i n g
p e l a r u t

c . h a s i l p e n j u ml a h a n d a r i t e t a p a n d i e l e k t r i
k ma s i n g -
ma s i n g y a n g s u d a h dikalikandengan % volume
masing-masingkomponenpelarut.

d. hasil penjumlahan dari tetapan dielektrik masing-masing
yang sudah dibagi dengan % volume masing-masing
pelarut.

e.hasil penjumlahan dari tetapan dielektrik masing-masing
yang sudah dikurangi % volume pelarut.

Jawaban : C
SOAL BAB PADATAN

Secara klinis hanya ada satu bentuk polimorf yang
lebih efektif dari bentuk lainnya, hal tersebut
disebabkan oleh
a. Persamaan kelarutan, koefisien sebar dan
kecepatan distribusi
b. Perbedaan daya adsorpsi
c. Persamaan perubahan suhu
d. Perbedaan koefisien distribusi, kelarutan,
dan koefisien partisi
e. Persamaan kelarutan

Jawaban : D
MIKROMERITIKA
1. Bobot tablet natrium iodida adalah 0,3349 g
dan volume curah (bulk) yang diukur dengan
jangka sorong menghasilkan 0,095 cm
3
.
Kerapatan sejati NaI adalah 3,667 g/cm
3
.
Berapakah porositas total dari tablet tersebut?
a. 2,56 %
b. 3,86 %
c. 4,26 %
d. 5,76 %
e. 6,16 %

Penyelesaian :
total =


total =

3,86 %

ZAT PADAT
1. Suhu kritis air adalah...
a. 354
0
C atau 627
0
K
b. 364
0
C atau 637
0
K
c. 374
0
C atau 647
0
K
d. 384
0
C atau 657
0
K
e. 394
0
C atau 667
0
K

SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
1. Pernyataan berikut tentang konsep polaritas
dan tetapan elektrik yang salah,kecuali
a. Saat terjadi dipol terinduksi, terjadi
pemisahan muatan listrik, tetapi elektron
dan inti tidak berpindah dari posisi awal.
b. Momen dipol terinduksi sementara ini
sebanding dengan kuat medan dan daya
polarisasi terinduksi
c. Jika molekul nonpolar dalam pelarut yang
cocok ditempatkan di antara pelat
kapasitor yang tidak bermuatan, maka
dapat terjadi polarisasi terinduksi dari
molekul.

d. Suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh gaya dalam.
e. Suatu ion atau molekul tidak dapat
dipolarisasikan oleh gaya luar (medan
listrik, energi sinar, molekul lain).

FENOMENA KELARUTAN DAN DISTRIBUSI
2. Sejumlah oksigen dilarutkan dalam 1 liter air
pada suhu 25
0
C dan pada tekanan oksigen 300
mm Hg.
Dengan koefisien kelarutan dari oksigen adalah
5,33 x 10
-5
,hitung jumlah oksigen:
d. 0,160 g d.
0,0160 g
e. 0,356 g e.
0,666 g
f. 0,116 g
Penyelesaian:



DIFUSI DAN DISOLUSI
2. Konsentrasi total A obat dalam matriks
homogen = 0,02 g/cm
3
.Kelarutan obat dalam
polimer Cs=1,0 x 10
-3
g/cm
3
.koefisien difusi D
obat dalam matriks polimer = 6,0 x 10
-6

cm
2
/s.Hitung jumlah obat yang dilepaskan Q
dari matriks tablet pada waktu t=60 menit:
g. 1,306 x 10
-4
g/cm
2
d. 9,295 x10
-4

g/cm
2

h. 2,95 x 10
-4
g/cm
2
e. 5,5 x 10
-4

g/cm
2

i. 9,57 x 10
-4
g/cm
2


Penyelesaian:
(


[()(

)(

)()]

g/cm
2
FENOMENA ANTARMUKA
1. Jika panjang kawat L 5 cm dan massa yang
diperlukan untuk memecahkan film sabun 0,20
g. Hitung tegangan permukaan larutan sabun:
(anggap percepatan gravitasi = 981 cm/s
2
).
a. 17,62 dyne/cm d. 29,24
dyne/cm
b. 18,62 dyne/cm e. 39,24
dyne/cm
c. 19,62 dyne/cm

Penyelesaian:





REOLOGI
1. Suatu sediaan minyak digosokkan ke kulit
dengan laju gerakan relatif antara kedua
permukaan 10 cm/s dan ketebalan lapisan
200m. Hitung laju geser :
a. 500 s d. 2 s
b. 1 s e. 1 s
c. 15 s
Penyelesaian:




SISTEM DISPERSI
2. Di bawah ini adalah penggolongan untuk
disperse koloidal, kecuali
f. berdifusi sangat lambat
g. dapat melewati kertas saring, tapi tidak
dapat melewati membrane semi
permeable
h. partikel tidak teramati dalam mikroskop
biasa
i. ukuran partikel > 0,5 m
j. dapat diamati dalam miroskop electron
k.
KINETIKA
1. Konsentrasi awal suatu obat yang terurai
menurut kinetika orde I adalah 90 unit/ml. Laju
dekomposisi spesifik k yang diperoleh dari plot
Arrhenius : 3x10
-5
jam
-1
pada suhu kamar 25
0
C.
Eksperimen sebelumnya menunjukkan bahwa
jika kadar obat dibawah 30 unit/ml obat
tersebut sudah tidak berkhasiat dan harus
ditarik dari pasaran. Hitung kadaluwarsa obat
tersebut?
a. 3 tahun
b. 4 tahun
c. 6 tahun
d. 7 tahun
e. 9 tahun

Penyelesaian :
tahun 4 jam 10 3,66 t

30
90
log
10 3
303 , 2
log
303 , 2
4
5
0
=

=
=

t
c
c
k
t


MIKROMERITIKA
2. Bobot tablet natrium iodida adalah 0,3317 g
dan volume curah (bulk) yang diukur dengan
jangka sorong menghasilkan 0,0975 cm
3
.
Kerapatan sejati NaI adalah 3,667 g/cm
3
.
Berapakah porositas total dari tablet tersebut?
f. 5,5 %
g. 6,8 %
h. 7,2 %
i. 7,7 %
j. 8,1 %

Pembahasan :
total =


total =

7,2 %


ZAT PADAT
3. Manakah pernyataan berikut yang tidak benar?
a. Zat padat amorf cenderung mengalir jika
diberikan sesuatu tekanan yang cukup
pada suatu periode waktu.
b. Bentuk amorf atau kristal suatu zat
mempengaruhi aktivitas terapi. Bentuk
kristal antibiotika asam novobiosin kurang
sekali diserap dan tidak aktif sedangkan
bentuk amorf sebaliknya mudah diserap
dan aktif.
c. Zat padat amorf, seperti kristal kubus:
isotropik yaitu memperlihatkan sifat yang
sama (daya hantar listrik, indeks bias, laju
kelarutan) pada segala arah.
d. Bahan seperti gelas dan kebanyakan
plastik sintetik merupakan zat padat
amorf.
e. Zat padat amorf mempunyai titik leleh
tertentu.

Pembahasan :
Semua yang dinyatakan diatas benar mengenai
zat padat amorf kecuali pernyataan zat amorf
mempunyai titik leleh tertentu karena
sebenernya zat amorf tidak mempunyai titik
leleh tertentu.


SIFAT FISIKA MOLEKUL OBAT
4. Manakah pernyataan berikut yang salah,
kecuali?
a. Jika molekul nonpolar dalam pelarut yang
cocok ditempatkan di antara pelat
kapasitor yang tidak bermuatan maka
dapat terjadi polarisasi terinduksi dari
molekul
b. Dipol terinduksi adalah proses terjadi
pemisahan muatan listrik yang
mengakibatkan elektron berpindah dari
posisi awal sedangkan inti tidak berpindah
dari posisi awal
c. Momen dipol terinduksi sementara tidak
sebanding dengan kuat medan dan daya
polarisasi terinduksi
d. Kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh gaya luar (medan
listrik, energi sinar, molekul lain) disebut
momen dipol
e. Semua salah

Pembahasan :
Semua pernyataan diatas salah, pernyataan
yang benar antara lain jika molekul nonpolar
dalam pelarut yang cocok ditempatkan di
antara pelat kapasitor yang bermuatan maka
dapat terjadi polarisasi terinduksi dari molekul,
dipol terinduksi adalah proses terjadi
pemisahan muatan listrik yang mengakibatkan
elektron dan inti berpindah dari posisi awal,
momen dipol terinduksi sementara sebanding
dengan kuat medan dan daya polarisasi
terinduksi, kemudahan suatu ion atau molekul
dapat dipolarisasikan oleh gaya luar (medan
listrik, energi sinar, molekul lain) disebut daya
polarisasi


KELARUTAN
5. Bila 0,017 g oksigen dilarutkan dalam 1 liter air
pada dan 25
0
C dan pada tekanan oksigen 250
mm Hg. Berapa gram oksigen dapat dilarutkan
dalam 500 ml larutan air jika tekanan total di
atas campuran 760 mm Hg. Tekanan parsial
oksigen dalam larutan adalah 0,245 atm, dan
suhu 25
0
C?
a. 6,35 x 10
-3
g / 500 ml
b. 7,25 x 10
-3
g / 500 ml
c. 6,80 x 10
-5
g / 500 ml
d. 6,35 x 10
-4
g / 500 ml
e. 7,25 x 10
-4
g / 500 ml

Pembahasan :

= 6,8 10
-5


-5
=

()

C2 = 6,8 x 10
-5
x 760 x 0,245
= 0,0127 g/l atau 6,35 x 10
-3
g / 500 ml


DIFUSI DAN DISOLUSI
6. Faktor penting yang berpengaruh terhadap
penetrasi obat pada kulit antara lain, kecuali?
a. Konsentrasi obat terlarut
b. Konsentrasi pelarut
c. Koefisien partisi
d. Koefisien difusi
e. Semua benar

Pembahasan :
Faktor faktor yang berpengaruh terhadap
penetrasi obat kulit antara lain : konsentrasi
obat terlarut, koefisien partisi dan koefisien
difusi sedangkan konsentrasi pelarut tidak
berpengaruh terhadap penetrasi obat pada
kulit.


FENOMENA PERMUKAAN
7. Tegangan permukaan air pada 20
0
C adalah 72,8
dyne/cm. Tegangan permukaan benzena adalah
28,9 dyne/cm. Tegangan antarmuka air dan
benzena adalah 11,11 dyne/cm. Berapa sudut
kontak antara benzena dan air?
a. 33
b. 59
c. 67
d. 76
e. 81


Pembahasan :
cos
L SL S
+ =
76
244 , 0
8 , 72
11 , 11 9 , 28
cos
S
=
=

=
u


u
L
SL



REOLOGI
8. Pernyataan yang benar mengenai sistem aliran
dilatan antara lain?
a. Sistem aliran dilatan volumenya
bertambah jika diberikan geseran
b. Saat tekanan dihilangkan maka sistem
dilatan kembali ke fluiditas asal
c. Bahan dilatan disebut juga sebagai sistem
geser encer
d. A dan B benar
e. A dan C benar

Pembahasan :
Hal hal menggenai sistem dilatan antara lain :
sistem aliran dilatan volumenya bertambah jika
diberikan geseran, saat tekanan dihilangkan
maka sistem dilatan kembali ke fluiditas asal,
tipe aliran dilatan berlawanan dengan jenis
aliran pseudoplastik serta bahan dilatan disebut
juga sebagai sistem geser kental. Sistem geser
encer bukan bahan dilatan melainkan bahan
pseudoplastik.


SISTEM DISPERSI
9. Berapa volume sedimentasi terdeflokulasi dari
5% b/v suspensi MgCO3 dalam air. Volume awal
200 ml, volume akhir sedimen 40 ml, derajat
flokulasi 1,2. Berapa volume sedimentasi
terdeflokulasi?
a. 0,17
b. 0,19
c. 0,21
d. 0,23
e. 0,25

Pembahasan :
17 , 0
2 , 1
2 , 0
2 , 0
200
40
0
= =
=
= =

|
|
F
F
F
F
V
V
F
u



KINETIKA
10. Konsentrasi awal suatu obat yang terurai
menurut kinetika orde I adalah 75 unit/ml. Laju
dekomposisi spesifik k yang diperoleh dari plot
Arrhenius : 2,17x10
-5
jam
-1
pada suhu kamar 25
0

C. Eksperimen sebelumnya menunjukkan
bahwa jika kadar obat dibawah 30 unit/ml obat
tersebut sudah tidak berkhasiat dan harus
ditarik dari pasaran. Hitung kadaluwarsa obat
tersebut?
f. 3 tahun
g. 5 tahun
h. 6 tahun
i. 7 tahun
j. 9 tahun

Pembahasan :
tahun 5 jam 10 4,26 t

30
75
log
10 15 , 2
303 , 2
log
303 , 2
4
5
0
=

=
=

t
c
c
k
t
Mikromeritika
2. Satu sampel serbuk NaCl yang mempunyai
kerapatan sejati 5510 kg/m
3
dan bobotnya 4,2
g diketahui mempunyai volume ruah 47,50 cm
3

saat diukur dalam gelas ukur 100 mL. Hitunglah
porositasnya intrapartikelnya!
a. 0,0163 d. 0,6031
b. 0,0631 e. 6,1030
c. 0,0136



Zat Padat
3. Bentuk polimorf (kristal dengan lebih dari satu
bentuk kristal) yang metastabil memiliki ...
dengan/daripada bentuk polimorf stabil.
a. Kelarutan lebih besar & titik leleh lebih
tinggi
b. Tekanan uap lebih besar & kelarutan
lebih lebih besar
c. Tekanan uap lebih besar & kelarutan lebih
kecil
d. a,b benar; c salah
e. a,c benar; b salah

Sifat Fisik Molekul Obat
4. Pengertian daya polarisasi, kecuali:
f. kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh medan listrik
g. kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh energi cahaya
h. kemudahan suatu ion atau molekul dapat
dipolarisasikan oleh induksi molekul lain
i. a,c benar; b salah
j. semua benar

Kelarutan
5. Diketahui: Alkohol dengan air pada 20
0
C; 66%
alkohol. Tie line memotong garis binodial pada
titik ekivalen 13,13% dan 66,6% b/b fenol.
Ditanya: Bobot lapisan air dan lapisan fenol
dalam 666 g campuran (a); berapa gram alkohol
dalam air (b); dan alkohol dalam alkohol (c)
a. (a650,5; b0,77; c42,5) g
b. (a658,5; b0,98; c438,5) g
c. (a645,5; b0,66; c417,5) g
d. (a666,5; b0,55; c43,5) g
e. salah semua



( )


() ( )()







Jadi, massa lapisan air =7,473 g
Massa lapisan alkohol = 666-7,473=658,527 g
Alkohol di air = 13,13% x 7,473=0,981 g
Alkohol di alkohol = 66,6% x 658,527=438,578 g

Difusi dan disolusi
6. Suatu obat seberat 0,77 g dan luas
permukaannya 0,13 m
2
dilarutkan dalam 600
ml air pada suhu kamar. Setelah menit
pertama, 0,66 g terlarut. Jika kelarutan obat Cs
=25 mg/ml. Hitung k(sink) !
a.

m/menit d.


cm/s
b.

m/s e. Betul
semua
c.

cm/menit

cm/s 2,03x10
-3
cm/menit

Fenomena Permukaan
7. Fenol dalam kapiler berjari-jari dalam 0,05 cm
naik sampai 4,66 cm. Kerapatan Fenol 1,666
g/cm
3
. Hitung tegangan permukaan fenol, jika
g=1000 cm/sek
2

a. 176,089 dyne/cm d.
201,089 dyne/cm
b. 163,089 dyne/cm e.
194,089 dyne/cm
c. 189,089 dyne/cm



Reologi
8. Pengaruh reologi pada sediaan farmasi:
1. Stabilitas obat
2. Pemilihan alat produksi obat
3. Farmakokinetik obat
4. Pembuatan kemasan

a. 1,2,3 benar d. 4 saja
b. 1,3 benar e. Semua
benar
c. 2,4 benar

Sistem Dispersi
9. Dispersi koloidal:
a. Ukuran partikel <5nm
b. Tidak lolos dialisis
c. Contoh: sel darah merah
d. Difusi sangat lambat
e. Tampak di bawah mikroskop

Kinetika
10. Konsentrasi awal suatu obat terurai adalah 160
unit/ml (orde I). Laju dekomposisi spesifik k
yang diperoleh dari plot Arrhenius : 7,777x10
-5

jam
-1
pada suhu kamar 25
0
C. Eksperimen
sebelumnya menunjukkan bahwa jika kadar
obat dibawah 66 unit/ml obat tersebut sudah
tidak berkhasiat dan harus ditarik dari pasaran.
Hitung kadaluwarsa obat tsb.
a. 1,23 tahun d. 4,82 tahun
b. 2,94 tahun e. 5,03 tahun
c. 3,38 tahun






Nama : Ismail Ahsanuddien A.
NPM : 260110097006

Soal Sifat Fisika Molekul Obat
1. Hasil kali muatan dengan jarak antara dua pusat listrik
negatif dan positif merupakan ?
a. Kapasitans c. Dipol
terinduksi e. Momen dipol
b. Dipol permanen d. Momendipol
permanen
Soal Larutan dan Pelarutan
2. Konsentrasi solut jika solven telah dapat melarutkan
seluruh solut pada suhu tetentu disebut ?
a. Larutan jenuh c. Kelarutan
e. Molaritas
b. Larutan tidak jenuh d. Larutan
lewat jenuh
Soal Stabilitas
3. Metode apakah yang dapat digunakan untuk
menentukan orde reaksi ?
a. Metode substitusi c. Metode waktu paro
e. Semua salah
b. Metode grafik d. Semua benar
Soal Difusi dan Disolusi
4. Proses pemisahan berdasarkan perbedaan laju antara
solut dan solven yang mampu melewati membran
mikropori disebut ?
a. Dialisis c. Osmosis e. Semua salah
b. Difusi d. Permeabilitas
Soal Antarmuka
5. Tegangan permukaan air adalah 80 dyne/cmn pada
suhu 25
0
C dan kerapatannya adalah 0,9971 g/cm
3
.Berapa
tinggi air pada pipa kapiler yang mempunyai jari-jari
0,0025 ?
a. 68,9 c. 70
e. 60,4
b. 65,4 d. 90,9
Jawab :
r
h =

= 65,4
Soal Reologi
6. Menggunakan viskometer ostwald pada 25
0
C, waktu
untuk mengalir adalah 279,4 sekon. Ketika alat diisi
dengan karbon disulfida, waktu alirnya 90,5 sekon.
Kerapatan air adalah 0,9982 dan CS2 adalah 1,26 g/ml.
Visksitas air adalah 1,002 cP. Berapa viskositas CS2 ?
a. 0,41 cP c. 0,88 cP
e. 0,39 cP
b. 1,05 cP d. 0,56 cP
Jawab :


2 = 0,41 Cp
Zat Padat
7. Hukum gas ideal umum adalah ?
a. PV = nRT c. n = PVRT
e. n = P/VRT
b. P = nVRT d. PV = RT/n
Soal Mikromeritika
8. Berapa S partikel serbuk sulfathiazole yang kerapatan
partikelnya 2,6 g/cm
3
dan diameter dvs 3 m ?
a. 0,48 m
2
/g c. 0,99 m
2
/g
e. 0,77 m
2
/g
b. 0,87 m
2
/g d. 0,66 m
2
/g
jawab :
S =



S =


= 0,77x 10
4
cm
2
/g = 0,77m
2
/g
Soal Sistem Dispersi
9. Emulsi minyak mineral menggunakan kombinasi span 80
dan tween 80. Rasio emulsi terbaik span-tween 30/70.
Hitung HLB campuran. HLB span 80 adalah 2,3 dan tween
80 adalah 18.
a. 11,50 c. 11,88
e. 15
b. 14,33 d. 13,29
jawab :
Span 80 HLB = 2,3
Tween 80 HLB = 18
Span 80


Tween 80


Jadi HLB campuran adalah 0,69 + 12,6 = 13,29

Thiloshini Asukumar
260110073004
1. Sifat fisik molekul:
Diantara berikut, yang manakah mempunyai daya tarikan
yang tinggi bagi elektron?
A. A.Hidrogen
B. Carbon
C. Klorine
D. Oksigen

2. Kelarutan:
Bila 0,0200 g oksigen dilarutkan dalam 1 liter air pada dan
25
0
C dan pada tekanan oksigen 400 mm Hg. Hitunglah o
A. 8


B. 5


C. 7


D. 4



3. Zat padatan:
Berikut merupakan pernyataan bagi gaya tarik
intramolekular di antara atom. Diantara pernyataan
tersebut yang mana salah?
A. Wujud molekul
B. Wujud zat
C. Kekuatannya besar
D. Lebih 220 kkal diperlukan untuk memecahkan
seluruh ikatan O-H dari 1 mol air.

4. Difusi & Disolusi :
Konsentrasi total A obat dalam matriks homogen=0,06
g/cm
3
. Kelarutan obat dalam polimer Cs =3,0x10
-3
g/cm
3.
Koefisien difusi D obat dalam matriks polimer = 420 x10
-6

cm
2
/sek. Hitunglah jumlah obat yang dilepaskan Q dari
matriks tablet pada waktu t =200 menit. ( )


A. 55.0

g/


B. 550.0

g/


C. 5.50

g/


D. 0.55

g/



Q = [2(0.06)( 420 x10
-6
)( 3,0x10
-3
)( 200)]

5. Kinetika:
Obat A dalam larutan: orde I; pada pH 6, suhu 25
0
C: k1
=0,023/jam, kelarutan obat A dalam kondisi tsb =96,3 g/L.
Berapa k0 ?
A. 2.2149 gL
-1
jam
-1

B. 2.3884 gL
-1
jam
-1

C. 0.0886 gL
-1
jam
-1

D. 0.5316 gL
-1
jam
-1

k0 = 0,023 x 96,3 = 2.2149 gL
-1
jam
-1


6. Fenomena permukaan
Formula bagi metode Wilhemy Plate adalah
A.


B.


C.


D.



7. Rheology:
Calculate the rate of shear (dv/dr) applied by a patient in
rubbing a 500 m in thick film of ointment on the skin
surface at a rate of 40 cm/s.
A. 800


B. 0.08


C. 12.5


D. 8



dv/dr = 40/ 5

= 800





()
()


8. Mikromeritika :
Menurut Heywood, hukum Stokes tidak dapat dipakai jika
Re lebih besar dari x karena pada nilai tersebut timbul
turbulensi. X adalah?
A. 0,3
B. 2
C. 0,2
D. 0,02

9. Sistem Dispersi
Partikel-partikel tidak tampak dalam mikroskop electron;
lolos melewati ultra-filter dan membrane semipermeabel;
difusi berlangsung cepat. Pernyataan tersebut merupakan
karakteristik sistem bagi golongan
A. Dispersi Kasar
B. Dispersi Koloidal
C. Dispersi Molecular
D. Dispersi Halus
Sifat fisikal molekul ubat
Momen dipole biasanya dinyatakan dalam ?
a. Joule
b. Hz
c. Debye
d. Kilo Joule
(C)

1. Larutan dan Kelarutan
Hitung kelarutan Besi Nitrat dalam 0,1 M
larutan amonium sulfat. Kekuatan ion 0,1 M
amonium sulfat = 0,3 dan koefisien aktivitas ()
elektrolit 1:1 pada kekuatan ion ini = 0,35 Hasil
kali kelarutan besi nitrat = 3.1 x 10
-10


mol/l 10 03 . 5
35 , 0
10 1 . 3
= Kelarutan
5
10

=


2. Stabilitas
Konsentrasi awal suatu obat yang terurai
menurut kinetika orde I adalah 94 unit/ml. Laju
dekomposisi spesifik k yang dioperoleh dari plot
Arrhenius : 2,09x10
-5
jam
-1
pada suhu kamar 25
0

C. Eksperimen sebelumnya menunjukkan
bahwa jika kadar obat dibawah 45 unit/ml obat
tersebut sudah tidak berkhasiat dan harus
ditarik dari pasaran. Hitung berapa tahun
kadaluwarsa obat tsb.



3. Difusi dan Desolusi
Solven menembus membran semi permeabel
untuk mengencerkan larutan.
Kenyataan diatas merupakan definisi daripada,

a. Osmosis
b. Dialisis
c. Ultrafiltrasi
d. Difusi
(a)
4. Fenomena Antarmuka
Etanol dalam kepiler berjejari 0.05cm naik
sampai 5.02cm. Kerapatan etanol ialah
tahun 4 jam 10 3,5 t

45
94
log
10 09 , 2
303 , 2
log
303 , 2
4
5
0
~ =

= =

t
c
c
k
t
1.537g/cm
3
. Hitung tegangan permukaan
etanol jika g = 731 cm/sek
2

= rhpg

= x 0.05 cm x 5.02 cm x 1.537 g/cm
3
x 731
cm/sek
2

= 141.05 dyne/cm

5. Reologi
Reologi adalah studi tentang aliran materi:
terutama dalam keadaan cair, tetapi juga
sebagai 'padatan lunak' atau padatan dalam
kondisi di mana mereka menanggapi dengan
aliran plastis daripada deformasi elastis dalam
menanggapi sebuah gaya yang diterapkan.
Antara aplikasi Reologi ialah ;
a. bahan ilmu teknik
b. geofisika
c. biologi manusia
d. farmasi
e. semua diatasa (e)

6. Zat Padat
Apakah perbedaan zat padat amorf dan zat
padat kristal?
a. Cenderung mengalir jika diberikan
sesuatu tekanan yang cukup pada suatu
periode
b. Lebih viskos
c. Zat padat Kristal tidak mempunyai titik
leleh tertentu
d. Zat padat Kristal lebih mudah diserap dan
lebih aktif
(a)

7. Mikromeritika
Mikromeritika adalah ilmu dan teknologi
partikel kecil. Pengetahuan dan kontrol ukuran
partikel sangat penting dalam bidang farmasi
dan ilmu material.
Yang manakah berkenaan dengan
Mikromeritika adalah tepat?
a. Ukuran partikel obat tidak
mempengaruhi pelepasan dari
bentuk sediaan yang diberikan
secara oral, parenteral, rektal dan
topical.
b. Ukuran, dan karenanya luas
permukaan partikel, dapat
berhubungan dengan fisik, kimia dan
sifat farmakologis obat.
c. Stabilitas fisik dan respon
farmakologis tidak tergantung pada
ukuran partikel dicapai dalam
produk.
d. Luas permukaan yang lebih rendah
membawa hubungi tentang intim
obat dengan cairan disolusi in vivo
dan meningkatkan kelarutan obat
dan pembubaran.
(b)

8. Sistem Dipersi
Bila suatu zat dicampurkan dengan zat lain,
maka akan terjadi penyebaran secara merata
dari suatu zat ke dalam zat lain yang disebut
dengan sistem dispersi.
Berdasarkan ukuran partikelnya sistem dispersi
dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:
i. Larutan
ii. Koloid
iii. Suspensi
iv. Gas
a. i, ii, iii
b. i, iii, iv
c. ii, iii, iv
(a)
Fenomena Permukaan
1. Formula emulsi terdiri dari:

HLB Butuh
Parafin Cair 35 12
Lemak Buku domba 2 10
Setil alkohol 2 15
Emulgator 5
Air sampai 100
Jika emulgator yang digunakan adalah
kombinasi Tween 80 (HLB= 15) dan Span80 (HLB:
4,3), hitunglah berapa banyaknya surfaktan masing-
masing?
a. Tween 80= 3,06g, Span 80= 1,20g
b. Tween 80= 3,64g, Span 80= 1,36g
c. Tween 80= 4,80g, Span 80= 0,50g
d. Tween 80= 2,90g, Span 80= 2,36g
e. Tween 80= 1,87g, Span 80= 0,97g

Fase minyak = 35+2+2 = 39
Parafin cair = 35/39 X 12 = 10,8
Lemak Buku domba = 2/37 10 = 0,5
Setil alkohol = 2/37 15 = 0,8
Jumlah HLB butuh = 10,8 + 0,5 + 0,8 = 12,1
Sp 80 : 4,3 2,9
Sp 80 = 2,9/10,7 5 g = 1,36 g
12,1
Tw 80: 15 7,8
Tw 80 = 7,8/10,7 5 g = 3,64 g

10,7
Kinetika
2. Tetapan laju, k1, suatu zat pada suhu 120
o
C (393
o
K)
= 2,350 jam
-1
atau 6,523 x 10
-4
sek
-1
, sedangkan
pada suhu 140
0
C (413
0
K) tetapan laju,k2 = 5,890
jam
-1
. Hitung energi aktivasi Ea (kkal/mol) dan faktor
frekuensi A dalam detik (sekon).
a. Ea= 14,82 kkal/mol, A=1,13x10
5
detik
b. Ea= 20,89kkal/mol, A=1,13x10
7
detik
c. Ea= 16,72 kkal/mol, A=1,93x10
7
detik
d. Ea= 10,95 kkal/mol, A=2,59x10
5
detik
e. Ea= 25,67 kkal/mol, A=0,85x10
5
detik



Zat Padat
3. Berikut adalah pernyataan yang benar tentang gaya
ikatan antarmaolekul, kecuali...
a. Gaya tarik intramolekular di antara atom
kekuatannya besar.
b. Gaya tarikan intramolekular mempunyai
12kkal untuk memecahkan gaya
intermolekular dalam 1 mol es.
c. Gaya tarik intramolekular di antara atom
mempunyai kurang dari 220kkal untuk
memecahkan seluruh ikatan O-H dari 1 mol
air.
d. Gaya tarikan intramolekular kekuatannya
kecil.
e. Gaya tarik intramolekular di antara atom
wujud sebagai molekul.
( )
( )
( ) detik 10 13 , 1
393 987 , 1 303 , 2
kal 14820
log sek 10 6,523 log
: Arrhenius pers. C, 120 suhu Pada
kkal/mol 14,82
393 413
393 413
987 , 1 303 , 2 350 , 2
890 , 5
log
5 1 - 4 -
0
=

=
=

=
A A
E
E
a
a
|
|
.
|

\
|
=
1 2
1 2
1
2
303 , 2
log
T T
T T
R
E
k
k
a
1
1
1
303 , 2
log log
RT
E
A k
a
=
Difusi dan Disolusi
4. Suatu granul obat seberat 2,5 g dan luas
permukaannya 0,81 m
2
(0,81x10
4
cm
2
) dilarutkan
dalam 950 ml air pada suhu kamar. Setelah menit
pertama, 2 g terlarut. Jika kelarutan obat Cs =30
mg/ml. Hitung k?
a. k= 2,20 x 10
-4
cm/sek
b. k= 1,88 x 10
-5
cm/sek
c. k= 0,89 x 10
-4
cm/sek
d. k= 1,88 x 10
-4
cm/sek
e. k= 1,20 x 10
-5
cm/sek

Setelah 1 menit obat terlarut, C= 2500mg/950ml =
2,63mg/cm
3




Rheology
5. is the property of certain gels or fluids that
are thick (viscous) under normal conditions, but
flow (become thin, less viscous) over time when
shaken, agitated, or otherwise stressed.
a. Pseudoplastic
b. Rheology
c. Viscoelastic
d. Rheopexy
e. Thixotropy

Mikromeritika
6. Suatu bahan serbuk, kerapatan 3,5 g/cm
3

disuspensikan dalam air pada 20
0
C. Berapa ukuran
terbesar partikel yang akan memisah tanpa
menyebabkan turbulensi? Viscositas air pada 20
0
C
adalah 0,05 poise, dan kerapatannya adalah 2,2
g/cm
3
.
a. 147,48 m
b. 204,56 m
c. 398,13 m
d. 125,89 m
e. 89,90 m
( )( )( )
( ) 981 2 , 2 2 , 2 5 , 3
05 , 0 2 , 0 18
2
3

= d


=3,208 x 10
-6
= 147,48 m

Kelarutan
7. Berikut adalah pernyataan yang benar tentang
ketergantungan kelarutan gas dalam cairan,
kecuali...
a. Suhu
b. Tekanan
c. pH larutan
d. Reaksi kimia
e. Adanya garam

Sifat fisika molekul obat
8. Pernyataan dibawah yang mana tidak benar?
a. Momen dipol permanen: hasil kali muatan
dengan jarak antara dua pusat listrik negatif
dan positif.
b. Dipol terinduksi: terjadi pemisahan muatan
listrik. Elektron dan inti tidak berpindah
antara satu sama lain.
c. Daya polarisasi: kemudahan suatu ion atau
molekul dapat dipolarisasikan oleh gaya luar.
d. Momen dipol terinduksi sementara ini
sebanding kuat medan dan daya polarisasi
terinduksi.
e. Jika molekul nonpolar dalam pelarut yang
cocok ditempatkan di antara pelat kapasitor
yang bermuatan, dapat terjadi polarisasi
terinduksi dari molekul.

Sistem dispersi
9. Berikut adalah pernyataan yang benar tentang sifat
kinetik koloid, kecuali...
a. Gerakan Brown
b. Difusi
c. Solubilisasi
d. Tekanan osmotik
e. Sedimentasi
MIKROMERITIKA
Diameter bilangan volume rata-rata suatu serbuk adalah 3,
73 m. Jika kerapatan serbuk 4,1 g/cm
3
, berapakah jumlah
partikel di setiap gramnya?
A. 8910
8
B. 9810
8
C. 9810
10
D.
8910
10
E. 8,910
8

Jawab: A. 8910
8



DIFUSI DAN DISOLUSI
Proses untuk memisahkan partikel koloid dan molekul
besar dengan menggunakan suatu membran adalah....
A. Dialisis
B. Osmosis
C. Uktrafiltrasi
D. Difusi
E. Filtrasi
Jawab: C. Uktrafiltrasi

KINETIKA
Konsentrasi awal suatu obat yang terurai menurut kinetika
orde I adalah 92 unit/ml. Laju dekomposisi spesifik k yang
diperoleh dari plot Arrhenius: 2,0910
-5
jam
-1
pada suhu
kamar 25
o
C. Eksperimen sebelumnya menunjukan bahwa
jika kadar obat dibawah 50 unit/ml obat tersebut sudah
tidak berkhasiat dan harus ditarik dari pasaran. Hitung
kadaluwarsa obat tersebut!
A. 1 tahun B. 2 tahun C. 3 tahun D.
4 tahun E. 5 tahun
Jawab: C. 3 tahun



WUJUD ZAT
Pada sediaan suspensi kecepatan transisi polimorf
bergantung pada, kecuali....
A. Kelarutan
B. Kecepatan difusi molekul
C. Suhu
D. Koefisien partisi
E. Viskositas
Jawab: C. Suhu

FENOMENA PERMUKAAN
Kloroform dalam kapiler 0,02 cm naik sampai 4,11 cm.
Kerapatan kloroform 1,476 g/cm
3
. Hitung tegangan
permukaan kloroform, jika g=981 cm/sek
2

A. 51,59 dyne/cm
B. 59,51 dyne/cm
C. 60,51 dyne/cm
D. 69,73 dyne/cm
E. 51,69 dyne/cm
( ) C C S k
dt
dM
s
=
( ) ( )
cm/sek 10 88 , 1
2,63mg/cm mg/cm 30 cm 10 81 , 0
sek 60
mg 2500

4
3 3 2 4

=
=
k
k
g
R
d
o o s
e

q
) (
18
2
3

=
Jawab: B. 59,51 dyne/cm



KELARUTAN
Hitung kelarutan perak nitrat dalam 0,1 M larutan
ammonium sulfat. Kekuatan ion 0,1 M ammonium
sulfat=0,3 dan koefisien aktivitas elektrolit 1:1 pada
kekuatan ion ini= 0,80. Hasil kali kelarutan perak nitrat =
1,310
-10
.
A. 1,610
-5
mol/l
B. 1,24510
-5
mol/l
C. 1,52410
-5
mol/l
D. 1,42510
-5
mol/l
E. 1,25410
-5
mol/l


Jawab: D. 1,42510
-5
mol/l



RHEOLOGY
Hal-hal yang termasuk kedalam rheology adalah, kecuali:
A. Kadaluwarsa suatu sediaan
B. Stabilitas fisika
C. Pencampuran dan aliran dari bahan-bahan
D. Availabilitas biologi
E. Penempatan pada kontainer (tempat
penyimpanan sediaan)
Jawab: A. Kadaluwarsa suatu sediaan

SISTEM DISPERSI
Ukuran partikel dari koloid adalah....
A. > 1 nm
B. 1-100 nm
C. < 100 nm
D. < 1000 nm
E. <500 nm
Jawab: B. 1-100 nm

SIFAT FISIK MOLEKUL OBAT
Konsep polaritas dan tetapan dielektrik adalah sebagai
berikut, kecuali:
A. Menempatkan suatu molekul dalam medan
listrik
B. Menginduksi dipol dengan menggunakan
medan listrik
C. Adanya muatan permanen dalam molekul
D. Pelat penghantar listrik dipasang secara paralel
E. Pemberian listrik melalui batere sampai beda
potensialnya sama dengan yang diberikan oleh
batere pada awalnya
Jawab: C. Adanya muatan permanen dalam molekul