Anda di halaman 1dari 2

Siklus Hidup Aedes aegypti

Aedes aegypti mengalami metamorfosis sempurna. Nyamuk betina melekatkan telurnya


di atas permukaan air. Seekor nyamuk betina dapat meletakkan rata-rata sebanyak 100 butir telur
tiap kali bertelur. Telur Aedes aegypti mempunyai dinding yang bergaris-garis dan membentuk
bangunan yang menyerupai gambaran kain kasa.
Setelah kira-kira 2 hari telur menetas menjadi jentik (larva), selama pertumbuhannya
jentik mengalami 4 kali stadium (disebut instar). Jentik nyamuk Aedes aegypti mempunyai
pelana yang terbuka dan gigi sisir yang berduri lateral. Jentik mengambil makanan dari tempat
perindukannya. Setelah itu, jentik tumbuh menjadi pupa. Pupa tidak makan tetapi masih
memerlukan oksigen yang diambilnya melalui corong pernapasan. Setelah menjadi pupa maka
nyamuk menjadi dewasa. Pertumbuhan dari telur menjadi dewasa memerlukan waktu kira-kira 9
hari. Telur, larva, pupa hidup di dalam air sedangkan stadium dewasa beterbangan.


Tempat perindukan utama Aedes aegypti adalah tempat-tempat berisi air bersih yang
berada di dalam rumah atau berdekatan dengan rumah penduduk. Tempat istirahat Aedes aegypti
dapat di dalam maupun di luar rumah seperti semak-semak, kebun dan dapat juga berupa benda-
benda yang bergantungan di dalam rumah. Nyamuk dewasa betina di alam bebas, berumur kira-
kira 10 hari, sedangkan di laboratorium mencapai umur 2 bulan.
Nyamuk dewasa betina mengisap darah manusia pada siang hari yang dilakukan baik di
dalam rumah ataupun di luar rumah. Untuk menjadi kenyang nyamuk betina memerlukan 2-3
kali hinggap dan menghisap darah (multiple bitters). Pengisapan darah dilakukan dari pagi
sampai petang dengan dua puncak waktu yaitu setelah matahari terbit (08.00-12.00) dan sebelum
matahari terbenam (15.00-17.00). Aedes aegypti terbang dengan jarak tempuh yang pendek,
umumnya kurang lebih 40 meter, bisa juga mencapai beberapa ratus meter. Jika dibantu dengan
angin, nyamuk ini mampu terbang sejauh 2 kilometer.