Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

PRIMORDIALISME DAN ETNOSENTRISME


Nama Kelompok :
1. Khurin In
2. Saniaul !a"hila
#. Nailaun Nikmah
$. !iroul Mai"ah
%. &ahroul muniroh
'. (mi ha)i)ah
*. Hin"a+ai Mu,a-i"ah
MA. SA.IL(L (L(M MA/ON0
TP. 211#2211$
.A. I
PENDAH(L(AN
A. Laar .elakan3 Ma,alah
Ikatan seseorang pada kelompok yang pertama dengan segala nilai
yang diperolehnya melalui sosialisasi akan berperan dalam
membentuk sikap primordial. Di satu sisi, sikap primordial
memiliki fungsi untuk melestarikan budaya kelompoknya. Namun,
di sisi lain sikap ini dapat membuat individu atau kelompok
memiliki sikap etnosentrisme, yaitu suatu sikap yang cenderung
bersifat subyektif dalam memandang budaya orang lain. Mereka
akan selalu memandang budaya orang lain dari kacamata
budayanya. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang telah
tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi nilai yang mendarah
daging internalized value! dan sangatlah susah untuk berubah dan
cenderung dipertahankan bila nilai itu sangat menguntungkan bagi
dirinya.
.. Rumu,an Ma,alah
"erdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut#
$. %pakah yang dimaksud dengan ekstrimisme&
'. %pakah penyebab terjadinya ekstrimisme&
(. %pa saja contoh-contoh kasus ekstrimisme&
). %pakah yang dimaksud dengan primordialisme&
*. %pakah penyebab terjadinya primordialisme&
+. %pa saja jenis-jenis primordialisme&
4. Tu5uan
"erdasarkan rumusan masalah di atas, penulisan makalah ini
bertujuan untuk#
$. Mengetahui definisi ekstrimisme.
'. Mengetahui penyebab terjadinya ekstrimisme.
(. Mengetahui contoh-contoh kasus ekstrimisme.
). Mengetahui definisi primordialisme.
*. Mengetahui penebab terjadinya primordialisme.
+. Mengetahui jenis-jenis primordialisme.
D. MAN!AAT
1. Man-aa eorii,
2. Man-aa praki,
a. "agi guru#
Dengan mengetahui definisi ekstrimisme dan primodialitas
diharapkan sebagai calon guru ataupun guru dapat menyaring
adanya berbagai kelompok sosial agar tidak terjadi konflik ataupun
tindakan-tindakan ekstrim.
b. "agi sis,a#
-is,a dapat menyesuaikan diri dalam menghadapi prubahan sosial
sehingga sis,a tidak melakukan tindakan yang dianggap ekstrim
dan berbahaya.
.A. II
PEM.AHASAN
1. Pen3erian Ek,rimi,me
.kstremisme adalah paham atau keyakinan yang sangat kuat
terhadap suatu pandangan yang melampaui batas ke,ajaran dan
bertentangan dengan hukum yang berlaku. /aham ekstremisme
sering menggunakan cara atau gerakan yang bersifat keras dan
fanatic dalam mencapai tujuan. .kstremisme mengakibatkan
pertentangan-pertentangan antara satu dengan yang lain,
menimbulkan perasaan saling mencurigai, sehingga
mengakibatkan perpecahan antara satu dengan yang lain,
menimbulkan perasaan saling mencurigai, sehingga
mengakibatkan perpecahan.
-eseorang dikatakan ekstrimis bila #
0 -angat antusias dan sangat berlebihan dalam tindakan yang tidak
tepat, karena terlalu memfokuskan diri pada interpretasi pribadi
yang berlebihan dalam melihat dunia ini.
0 Hanya memperhatikan logika berpikir dari perilaku mereka
sendiri, pemikiran pihak lain le,at, dan cenderung close mind.
0 1idak berempati terhadap pihak lain dan cenderung tidak
manusia,i terhadap korban' mereka.
2. Pen+e)a) er5a"in+a Ek,rimi,me
.kstrimisme disebabkan oleh aktivitas kelompok dan ideologi
yang dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut#
a. 2ataldo Neuberger and 3alentini $44+!, /earlstein $44$! dan
/ost $445! mengatakan bah,a penyebab ekstremis adalah
penyimpangan kepribadian 6 mental disorder.
b. 1etapi "raungart 7 "raungart $44'!, 2rensha, '555!, 8abbie
$44$!, 8oss $44)!, dan -ilke $449! menolak pandangan
tersebut, mereka berargumentasi bah,a kepribadian bukanlah
penyebab ekstremisme.
c. -ecara politik, perilaku ekstrimis dipandang bukan dari hasil
psycopathologi 6 mental disorder, melainkan karena adanya
ideologi bersama yang kuat dan solidaritas kelompok yang kokoh
aktivitas kelompok!.
d. "aumeister $44:#$45! mengatakan bah,a perilaku kekerasan
oleh ekstrimis hampir selalu didorong oleh semangat kelompok.
e. Dalam hal ini ada dukungan dan tekanan dari kelompok,
sehingga peran individu sendiri tidak begitu kuat.
f. 1ajfel dan 1urner $4:4! menyatakan banyak perilaku sosial kita
yang bisa dijelaskan dari kecenderungan kita untuk
mengidentifikasikan diri kita sebagai bagian dari sebuah kelompok
dan menilai orang lain sebagai bagian dari kelompok itu atau
bukan.
1ajfel dan 1urner mengemukakan tiga proses kognitif dalam
menilai orang lain sebagai golongan ;kita< atau ;mereka<.
a. /engelompokan sosial, kita mengidentifikasikan diri kita dan
orang lain sebagai anggota kelompok sosial. =ita semua cenderung
membuat pengelompokan social seperti jender, ras, dan kelas.
"eberapa kelompok sosial lebih relevan bagi sebagian orang
daripada yang lain, misalnya penggemar sepak bola dan pecinta
kucing. =elompok yang kita anggap paling penting berbeda-beda
menurut individu yang bersangkutan, tetapi kita tidak bergabung
dengan kelompok karena individunya. =ita menerima kelompok-
kelompok yang kita tahu memang penting. 1entu saja kita bisa
mengelompokkan diri kita sebagai bagian dari beberapa kelompok
sekaligus.
b. Identifikasi sosial, kita mengambil identitas kelompok yang kita
ikuti. Misalnya, jika anda mengelompokkan diri anda sebagai
seorang mahasis,a, kemungkinan anda akan mengambil identitas
sebagai seorang mahasis,a dan mulai bersikap dengan cara yang
anda percaya sebagai cara bersikap seorang mahasis,a.
Identifikasi anda pada suatu kelompok akan memberikan suatu
makna emosional, dan harga diri anda akan terkait erat dengan
keanggotaan kelompok.
c. /erbandingan sosial. -ekali kita sudah mengelompokkan diri
kita sebagai bagian dari sebuah kelompok dan berpihak pada
kelompok itu, maka kita cenderung membandingkan kelompok
kita dengan kelompok lain. "ila harga diri kita harus
dipertahankan, kelompok kita harusdibandingkan secara
menguntungkan dengan kelompok lain. Inilah yang penting dalam
memahami prasangka, sebab begitu dua kelompok
mengidentifikasikan diri sebagai musuh, mereka terpaksa bersaing
agar harga diri anggota-anggotanya dapat ditegakkan. Maka,
persaingan dan permusuhan diantara kelompok bukan hanya
masalah berebut sarana seperti pekerjaan, tetapi juga dampak dari
identitas yang diperebutkan. 1entu saja, ini tidak berarti bah,a kita
tidak bisa berbuat apa-apa untuk meredakan prasangka.
#. 4onoh67onoh Ka,u, Ek,rimi,me
"eberapa contoh kasus ekstrimisme politik sebagai berikut#
$. =elompok 1eroris di %merika -erikat
> =elompok /atriot6 neo Na?i berjumlah * -$' juta orang! # yang
terlalu bangga dengan ras kulit putih, memandang kelompok
miskin sebagai akibat dari adanya imigran dan ras kulit hitam.
Mereka mengkambing-hitamkan imigran dan ras kulit hitam
sebagai penyebab kemiskinannya.
> =elompok Identitas =risten# yang menganggap =risten sebagai
agama yang paling benar.
'. =asus ekstrimisme di %ustralia
> @ne Nation /arty kulit putih!
> Musuh utamanya lebih cenderung imigran %sia! daripada kulit
hitam, karena kulit hitam di %ustralia relative sedikit.
$. Pen3erian Primor"iali,me
/rimordialisme adalah paham atau ide dari anggota masyarakat
yang mempunyai kecenderungan untuk berkelompok sehingga
terbentuklah suku-suku bangsa. /engelompokan itu tidak hanya
pembentukan suku bangsa saja, tetapi juga di bidang lain, misalnya
pengelompokan berdasarkan idiologi agama dan kepercayaan.
/rimordialisme oleh sosiologi digunakan untuk menggambarkan
adanya ikatan-ikatan seseorang dalam kehidupan sosial dengan
hal-hal yang di ba,ah sejak a,al kelahiran seperti suku bangsa,
daerah kelahiran, ikatan klan, dan agama.
Aadi primordialisme adalah paham atau ide dari anggota
masyarakat yang memiliki kecenderungan untuk berkelompok
berdasarkan suku-suku bangsa.
%. Pen+e)a) Ter5a"in+a Primor"iali,me
-alah satu konsekuensi dari kenyataan adanya kemajemukan
masyarakat atau diferensiasi sosial adalah terjadinya
primordialisme, yaitu pandangan atau paham yang menunjukkan
sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat
pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, dan agama.
/rimordialisme sebagai identitas sebuah golongan atau kelompok
sosial merupakan faktor penting dalam memperkuat ikatan
golongan atau kelompok yang bersangkutan dalam menghadapi
ancaman dari luar. Namun, seiring dengan itu, primordialisme juga
dapat membangkitkan prasangka dan permusuhan terhadap
golongan atau kelompok sosial lain.
/rimordialisme dapat terjadi karena faktor-faktor berikut#
a. %danya sesuatu yang dianggap istime,a oleh individu dalam
suatu kelompok atau perkumpulan sosial.
b. %danya suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu
kelompok atau kesatuan sosial dari ancaman luar.
c. %danya nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan,
seperti nilai keagamaan dan pandangan hidup.
'. 8eni,65eni, Primor"iali,me
a. Primor"iali,me Suku
/rimodialisme suku adalah seseorang yang terikat dengan sukunya
sendiri daripada suku yang lain. 2ontoh # =elompok suku "ugis
yang keras, tidak mau mengalah, menganggap kepercayaannya
paling sempurna dan mau menang sendiri terhadap suku Dayak.
). Primor"iali,me A3ama
/rimodialisme agama adalah seseorang yang mempercayai atau
berpegang teguh pada agamanya sendiri dan cenderung fanatik.
2ontoh# -ekelompok orang dari B/I yang menganggap agamanya
paling benar dan unggul dari agama lain dan menyebabkan konflik
karena pemikirannya.
7. Primor"iali,me Ke"aerahan
/rimodialisme kedaerahan adalah seseorang yang terikat dengan
daerahnya sendiri ketimbang daerah lainnya. 2ontoh# pemikiran
yang beranggapan kepentingan kelompok suatu daerah tertentu
harus mengalahkan kepentingan daerah lain atau lebih
mementingkan daerahnya sendiri.
.A. III
PEN(T(P
A. KESIMP(LAN
.kstrimisme merupakan gerakan ekstrim yang lebih banyak
disebabkan oleh faktor kelompok 6 lingkungan. .kstremisme dapat
berbentuk state actor maupun non state actor. .kstrimisme dapat
direkrut melalui berbagai macam cara, baik yang bersifat kontak
personal maupun paksaan. -edangkan primordialisme adalah
paham atau ide dari anggota masyarakat yang mempunyai
kecenderungan untuk berkelompok sehingga terbentuklah suku-
suku bangsa.
.. SARAN
Ikatan seseorang terhadap suatu kelompok yang diperolehnya
melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap dari
seseorang tersebut. Namun apabila sikap dari hasil sosialisasi
tersebut terlalu mendarahdaging dan bahkan menjadi sebuah
keyakinan akan berdampak buruk dalam kehidupan sosialisasi
orang tersebut. -eharusnya seseorang dapat saling menghargai
terhadap keyakinan dan paham dari masing-masing orang. Aika
seseorang dapat saling menghargai keyakinan dan paham maka
kesatuan dan persatuan akan dapat terbentuk dengan baik.
D%B1%8 I-I
rikimaulana'(.blogspot.com6'5$(65$6prasangka-diskriminasi-dan.html
http#66p(laj)r.blogspot.com6'5$'65)6karya-tulis-ilmiah-konflik-antar-etnisC$4.html
http#66alhada-fisip$$.,eb.unair.ac.id6artikelCdetail-+((9+-Makalah-=onflikD'5"udaya
D'5diD'5Indonesia.htm