Anda di halaman 1dari 23

Dr. Ir.

Yusrini Marita, MT




JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
II


Korosi (pengkaratan) merupakan
fenomena kimia pada bahan-bahan logam
di berbagai macam kondisi lingkungan,
yaitu reaksi kimia antara logam dengan
zat-zat yang ada di sekitarnya atau
dengan partikel-partikel lain yang ada di
dalam matrik logam itu sendiri.


Jadi dilihat dari sudut pandang kimia,
korosi pada dasarnya merupakan reaksi
logam menjadi ion pada permukaan logam
yang kontak langsung dengan lingkungan
berair dan oksigen.


Mekanisme korosi tidak terlepas dari
reaksi elektrokimia. Reaksi elektrokimia
melibatkan perpindahan elektron-elektron
merupakan hasil reduksi oksidasi (redoks).

Perbedaan reaksi kimia biasa dengan reaksi
elektrokimia.
1. NaOH + HCl NaCl + H
2
O
Reaksi kimia
2. Zn + HCl ZnCl
2
+ H
2


Reaksi elektrokimia

Zn Zn
++
+ 2 e
-
HCl + 2 e
-
2 Cl
-
+ H
2



Reaksi anodik (oksidasi)

Mekanisme korosi melalui reaksi
elektrokimia melibatkan reaksi anodik di
daerah anodik. Reaksi anodik (oksidasi) di
indikasikan melalui peningkatan valensi
elektron-elektron
Bila sepotong logam dicelupkan ke dalam
larutan elektrolit maka beberapa atom logam
akan larut ke dalam elektrolit dengan
melepaskan sejumlah elektronnya logam
mengalami oksidasi.

Proses korosi dari logam M adalah proses
oksidasi logam menjadi suatu ion (n+) dalam
pelepesan n elektron.
M M
n+
+ ne
-

8
Contoh logam yang mengalami oksidasi:
Fe Fe
2+
+ 2e
-

Al Al
3+
+ 3e
-
Bagian yang mengalami oksidasi
disebut anode; kadang-kadang oksidasi
disebut reaksi anodik.
Reaksi Katodik (reduksi)

reaksi katodik juga berlangsung diproses
korosi. Reaksi katodik diindikasikan
melalui penurunan nilai valensi atau
konsumsi elektron-elektron yang
dihasilkan dari reksi anodik. Reaksi katodik
terletak di daerah katoda

Elektron yang dihasilkan dari atom logam
yang mengalami oksidasi harus ditransfer
dan menjadi bagian dari unsur kimia yang
lain yang disebut dengan istilah reaksi
reduksi.
Contoh : beberapa logam yang mengalami
korosi pada larutan asam, yang memiliki
konsentrasi tinggi ion hydrogen (H
+
); ion H
+

berkurang sebagai berikut :

Ion logam yang berada dalam larutan dapat
juga berkurang menjadi logam netral :


2H
+
+ 2e
-
H
2
M
n+
+ ne
-
M

Posisi tempat terjadinya pengurangan/
reduksi ion disebut katoda.
Keseluruhan reaksi elektrokimia minimal
harus terdiri dari satu reaksi oksidasi dan
satu reaksi reduksi.
Serangan elektrokimia terjadi jika dua
macam logam dihubungkan dengan cairan
penghantar listrik, misalnya berupa larutan
garam atau asam yang diencerkan .

Contohnya, kerusakan talang dari seng
yang kejatuhan paku baja disebabkan oleh
proses elektrokimia.

Jika dua jenis logam yang berbeda
dihubungkan dengan kawat di dalam cair
penghantar, terjadilah elemen galvanis,
tempat mengalirnya arus listrik.






Dalam keadaan begitu satu logam menjadi
anoda dan yang lain menjadi katoda
Logam yang kurang mulia akan larut-
logam itu kena korosi, logam yang
membentuk anode akan hancur.
Kehancuran berlangsung kian cepat
jika kedua logam makin berjauhan
letaknya satu sama lain dalam deretan
tegangan elektrokimia
Logam seng (Zn) dicelupkan dalam larutan
asam yang berisi ion H
+
:

Zn Zn
2+
+ 2e
-
2H
+
+ 2e
-
H
2
(gas)
Karena seng adalah logam,
maka memiliki daya hantar
listrik yang baik, sehingga
electron akan mudah bergerak
menuju ion H
+
, membentuk gas
H
2
:


Dari uraian diatas dapat disimpulkan proses
korosi dilingkungan basah dapat terjadi bila
tiga syarat terpenuhi, sebagai berikut:
1. Ada katoda dimana reaksi katodik terjadi
2. Ada lingkungan yang bersifat elektrolit
3. Ada anoda dimana reaksi anodik terjadi

ADANYA
ANODA
ADANYA
ELEKTROLIT
ADANYA
KATODA
Peristiwa korosif disebabkan juga peristiwa
elektrikal yaitu:
1. Ada anoda dan katoda
2. Berada dalam media yang sama
3. Hubungan listrik antara anoda dan katoda
4. Adanya O
2

Anoda adalah logam yang relatif lebih aktif,
yang menjadi pemasok elektron bagi reaksi
reduksi, sehingga terkorosi

Katoda adalah logam yang relatif lebih
mulia, yang permukaannya menjadi tempat
berlangsungnya reaksi reduksi.

Elektrolit adalah media yang mengandung
zat-zat yang korosif seperti H
+
dan O
2
yang
cenderung terreduksi, disamping menjadi
tempat bagi zat lain yang dapat
mengakselerasi korosi seperti Cl
-
.

Konduktor adalah sarana untuk transfer
elektron dari anoda ke katoda.

ANODA :
TERJADI REAKSI OKSIDASI LOGAM
PELEPASAN ELEKTRON ION LOGAM
PELARUTAN LOGAM

KATODA :
PENGIKATAN ELEKTRON YANG DILEPASKAN
LOGAM
LANGKAH YANG MENENTUKAN LAJU KOROSI

V
e
-

e
-

e
-

e
-

e
-

e
-

H
2

H
2

H
2

H
2

H
+

H
+

H
+

H
+

H
+
H
+
H
+

e
-

e
-

e
-

e
-

e
-

e
-

e
-

e
-

i
Elektrolit
Anoda
Katoda
Konduktor
M
n+

M
n+

M
n+

M
n+

e
-

O
2

O
2

O
2

Fe
2+

e
-

e
-

e
-

OH
-
OH
-

O
2

Cathode
Cathode
Anode
Fe
2
O
3
Fe
2
O
3

Reaksi reduksi:
O
2
+ 2H
2
O + 4e
-
OH
-