Anda di halaman 1dari 17

TUGAS PENGANTAR FARMASI KLINIK

OBAT YANG MEMILIKI EFEK ADVERSE DRUG REACTION ( ADR )


DAN INTERAKSI OBAT DENGAN MAKANAN, OBAT DENGAN OBAT







Disusun oleh :
ERINE FEBRIAN (1101027)


Dosen Pembimbing : Septi Muharni ,M.Farm, Apt


PROGRAM STUDI S-I FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU
YAYASAN UNIVERSITAS RIAU
2013




ADVERSE DRUG REACTION ( ADR )

Beberapa definisi telah dikemukakan untuk adverse drug reaction.
WHO 1972, ADR adalah setiap efek yang tidak diinginkan dari
obat yang timbul pada pemberian obat dengan dosis yang
digunakan untuk profilaksis, diagnosis dan terapi.
FDA, 1995. ADR didefinisikan sebagai efek yang tidak diinginkan
yang berhubungan dengan penggunaan obat yang timbul sebagai
bagan dari aksi farmakologis dari obat yang kejadiannya mungkin
tidak dapat diperkirakan
Laurence, 1998. ADR adalah efek yang membahayakan atau tidak
mengenakkan yang disebabkan oleh dosis obat yang digunakan
sebagai terapi (atau profilaksis atau diagnosis) yang mengharuskan
untuk mengurangi dosis atau menyetop pemberian dan
meramalkan adanya bahaya pada pemberian selanjutnya.
Edward dan Aronson, 2000, ADR adalah reaksi yang berbahaya
atau tidak mengenakkan akibat penggunaan produk medis yang
memperkirakan adanya bahaya pada pemberian berikutnya
sehingga mengharuskan pencegahan, terapi spesifik, pengaturan
dosis atau penghentian obat.

BEBERAPA OBAT YANG MEMILIKI EFEK ADR
Obat NSAID ( piroksikam, natrium diklofenak, asam mefenamat,
ibuprofen dan aspirin )
Penggunaan NSAID dapat meningkatkan insiden terjadinya perdarahan dan
perforasi pada saluran pencernaan bagian atas. Faktor risiko terjadinya perdarahan
saluran cerna pada penggunaan NSAID adalah usia lanjut, riwayat tukak lambung
dan perdarahan saluran cerna, serta penggunaan bersama kortikosteroid. Oleh
karena itu NSAID harus digunakan dengan hati-hati pada pasien usia lanjut
terutama yang mempunyai faktor risiko lain. Penyesuaian dosis mungkin
diperlukan pada pasien usia lanjut dan dianjurkan menggunakan dosis terendah
yang masih efektif bagi pasien.
Dalam suatu meta analisis didapatkan bahwa piroksikam mempunyai
risiko relatif tertinggi dari terjadinya komplikasi saluran pencernaan. Ibuprofen
dosis rendah mempunyai risiko relatif yang rendah tetapi risiko ini meningkat
pada penggunaan dosis besar. NSAID lain yang mempunyai risiko besar bagi
terjadinya perdarahan saluran pencernaan adalah azapropazon dan ketoprofen.
Obat Hipoglikemia oral
Obat hipoglikemi oral yang menyebabkan ADR pada adalah glibenklamid,
dan kombinasi glibenklamid dengan metformin.
Glibenklamid merupakan obat hipoglikemi oral golongan sulfonylurea yang
mempunyai waktu kerja yang panjang. Efek samping yang lazim ditemukan pada
penggunaan obat golongan sulfonilurea adalah terjadinya hipoglikemi. Pada
penelitian yang mengkaji 57 laporan kasus hipoglikemi akibat penggunaan
glibenklamid tercatat bahwa 20% kejadian hipoglikemi terjadi pada satu bulan
pertama penggunaannya. Terdapat 24 pasien mengalami hipoglikemi hingga 72
jam. Kejadian yang fatal tidak hanya didapatkan pada pasien yang menggunakan
dosis tinggi (median 10 mg/hari) tetapi juga pada dosis kecil (2,5-5 mg/hari).
Faktor independen yang merupakan risiko terjadinya hipoglikemi yang serius
adalah riwayat strok sebelumnya dan adanya gangguan jantung pada pasien.
Faktor lain yang mempunyai kontribusi terhadap kejadian hipoglikemi adalah
penurunan fungsi ginjal, asupan pasien yang kurang, diare, konsumsi alkohol dan
adanya interaksi dengan obat lain. (Merry Christianie dkk, 2008).
Mengingat waktu kerjanya yang panjang maka penggunaan glibenklamid
pada usia lanjut sebaiknya dihindari. Penggunaan sulfonilurea yang mempunyai
waktu kerja yang lebih pendek seperti gliklazid, glikuidon, dan glipizid lebih
dianjurkan untuk pasien yang berusia lanjut. Dalam beberapa penelitian
disebutkan bahwa insiden terjadinya hipoglikemi pada penggunaan glibenklamid
lebih besar daripada glipizid yang waktu kerjanya lebih singkat.
Metformin
Metformin merupakan obat hipoglikemi oral golongan biguanid. Tidak
seperti obat hipoglikemi golongan sulfonilurea, metformin jarang menyebabkan
hipoglikemi pada pasien yang menggunakannya kecuali bila pasien menggunakan
kombinasi dengan obat lain.
Metformin merupakan obat pilihan pertama untuk pasien diabetes mellitus
dengan kelebihan berat badan (overweight), tetapi merupakan kontraindikasi
untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan gagal jantung. Metformin dapat
menyebabkan asidosis laktat pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal Semua
kejadian penurunan kesadaran karena hipoglikemi dalam penelitian ini berkaitan
dengan asupan pasien yang kurang. Pasien dan keluarganya tidak mengetahui
tanda-tanda hipoglikemi yang merupakan efek samping utama dari obat
hipoglikemi oral golongan sulfonilurea, sehingga pada saat pasien mengalami
penurunan kadar gula darah, pasien tetap mengkonsumsi obat hipoglikemi oral
tersebut. Jadi pemberian informasi yang benar oleh tenaga kesehatan tentang
penggunaan obat hipoglikemi oral sangat penting agar ADR dapat dihindari.
Pada pasien usia lanjut sebaiknya dosis diberikan bertahap dari dosis
terendah dan dapat disesuaikan tiap 1 sampai 3 minggu. Dosis awal glibenklamid
yang direkomendasikan untuk pasien usia lanjut adalah 1,25- 2,5 mg/hari dan
dosis awal metformin adalah 500 mg/hari.
Metformin dapat diterima baik oleh pasien dengan hanya sedikit gangguan
gastrointestinal yang biasanya bersifat sementara. Hal ini umumnya dapat
dihindari apabila metformin diberikan bersama makanan atau dengan mengurangi
dosis secara temporer. Biasanya efek samping telah lenyap pada saat diabetes
dapat dikontrol.
Bila tampak gejala-gejala intoleransi, penggunaan Metformin tidak perlu langsung
dihentikan, biasanya efek samping demikian tersebut akan hilang pada
penggunaan selanjutnya.
Dapat menyebabkan asidosis laktat tetapi kematian akibat insiden ini lebih rendah
10 - 15 kali dari fenformin dan lebih rendah dari kasus hipoglikemia yang
disebabkan oleh glibenklamid/sulfonilurea. Kasus asidosis laktat dapat dibati
dengan natrium bikorbonat. Kasus individual dengan metformin adalah anemia
megaloblastik, pneumonitis, vaskulitis.
Buscopan tablet (Hyoscine-N-butylbromide)
ADR : Pada kasus yang jarang pernah dilaporkan terjadinya reaksi hipersensitif,
khususnya reaksi pada kulit, dan pada kasus yang sangat jarang pernah dilaporkan
terjadinya sesak napas.
Ibuprofen 400 mg
ADR : Juga pernah dilaporkan terjadi ruam pada kulit, bronchospasme
(penyempitan bronkus), trombositopenia (penurunan sel pembeku darah).
Captopril
Neutropenia/agranulositosis terjadi kira-kira 0,4 % penderita. Efek samping ini
terutama terjadi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. Neutropenia ini
muncul dalam 1 - 3 bulan pengobatan, pengobatan agar dihentkan sebelum
penderita terkena penyakit infeksi. Pada penderita dengan resiko tinggi harus
dilakukan hitung leukosit sebelum pengobatan, setiap 2 minggu selama 3 bulan
pertama pengobatan dan secara periodik. Pada penderita yang mengalami tanda-
tanda infeksi akut (demam, faringitis) pemberian kaptopril harus segera
dihentikan karena merupakan petunjuk adanya neutropenia.
Hipotensi dapat terjadi 1 - 1,5 jam setelah dosis pertama dan beberapa
dosis berikutnya, tapi biasanya tidak menimbulkan gejala atau hanya
menimbulkan rasa pusing yang ringan. Tetapi bila mengalami kehilangan cairan,
misalnya akibat pemberian diuretik, diet rendah garam, dialisis, muntah, diare,
dehidrasi maka hipotensi tersebut menjadi lebih berat. Maka pengobatan dengan
kaptopril perlu dilakukan pengawasan medik yang ketat, terutama pada penderita
gagal jantung yang umumnya mempunyai tensi yang nomal atau rendah.
Hipotensi berat dapat diatasi dengan infus garam faal atau dengan menurunkan
dosis kaptopril atau diuretiknya.
Sering terjadi ruam dan pruritus, kadang-kadang terjadi demam dan eosinofilia.
Efek tersebut biasanya ringan dan menghilang beberapa hari setelah dosis
diturunkan.
Teriadi perubahan rasa (taste alteration), yang biasanya terjadi dalam 3 bulan
pertama dan menghilang meskipun obat diteruskan.
Retensi kalium ringan sering terjadi, terutama pada penderita gangguan ginjal,
sehingga perlu diuretik yang meretensi kalium seperti amilorida dan
pemberiannya harus dilakukan dengan hati-hati.



INTERAKSI OBAT DENGAN MAKANAN
Makanan beralkali Metenamin ( Hiprex, Mandelamine, Urex )
Efek metenamin dapat berkurang. Metenamin digunakan untuk mengobati infeksi
saluran kemih ( kandung kemih dan ginjal ).Akibatnya : infeksi mungkin tidak
terobati dengan baik.
hindari makanan beralkali seperti :
amandel, susu mentega, kastanye, sari buah jeruk, kelapa, susu, buah-buahan,
(kecuali berry, prem,, buah prem yang diinginkan), susu, sayuran(kecuali jagung).
Makanan beralkali Kinidin
(Cardioquin, Duraquin, Quinaglute Dura Tabs, Quinidex Extentabs,
Quinora)
Efek kinidin dapat meningkat. Kinidin digunakan untuk menormalkan kembali
denyut jantung yang tak beraturan. Akibatnya : mungkin terjadi efek samping
yang merugikan karena terlalu banyak kinidin disertai gejala jantung berdebar
atau denyut jantung yang tidak teratur , pusing, sakit kepala, telinga berdenging,
dan gangguan penglihatan.
hindari makanan seperti :
amandel, susu mentega, kastanye, sari buah jeruk, kelapa, buah- buahan (kecuali
jagung ).
Makanan berkarbohidrat Asetaminofen
Efek Asetaminofen dapat berkurang . Asetaminofen adalah obat penghilang nyeri
dan demam yang mansyur. Akibatnya nyeri dan demam mungkin tidak hilang
sebagaimana mestinya . sumber karbohidrat: roti, biscuit, korma , jeli.
Nama Paten Asetaminofen :
Anacin -3, Bromo Seltzen, Datril, Excedrin PM , Febrinol, Liquiprin, Percogesic,
Phenaphen, Tapar, Tempra, Tylenol, Valadol.
Makanan berlemak Griseofulfin (Fulvicin P/G , Fulvicin U/F,
Griseofulfin V, Grisactin, Gric PEG )
Efek Griseofulfin dapat meningkat. Griseofulfin diberikan secara oral untuk
mengobati infeksi jamur pada rambut, kulit, kuku tangan, dan kuku kaki.
interaksi yang terjadi adalah interaksi yang menguntungkan dan griseofulvin
sebaiknya ditelan pada saat makan makanan berlemak seperti :
alpukat, daging sapi, mentega , kue, slada ayam, kentang goreng, ayam goreng.
Garam Litium (Eskalith, Lithane, Lithonate, Lithobid, Lithonate
S, Lithotabs).
Makanan berkadar garam rendah meningkatkan efek litium, sedangkan yang
berkadar garam tinggi menurunkan efek litium, Litium digunakan untuk
menanggulangi beberapa gangguan jiwa yang berat. Akibatnya : garam
a) Makanan yang mengandung terlalu sedikit garam dapat menimbulkan
keracunan Litium dengan gejala pusing, mulut kering, lemah, bingung, tak
bertenaga, kehilangan selera makan, mual, nyeri perut, dan bicara tidak
jelas.
b) Jika makanan yang mengandung terlalu banyak garam, kondisi yang
diobati mungkin tidak terkendali dengan baik.
Natrium Klorida (garam dapur) terdapat didalam bermacam- macam
makanan.

Susu dan produk susu Antibiotik Tetrasiklin
Efek tetrasiklin dapat berkurang, Tetrasiklin adalah antibiotic yang digunakan
untuk melawan infeksi. Akibatnya : infeksi yang diobati mungkin tidak terkendali
dengan baik. Untuk mencegah interaksi, gunakan tetrasiklin satu jam sebelum
atau dua jam sesudah minum susu atau produk susu. Kekecualian : doksisiklin
(Doxychel, Vibramycin, Vibratab) dan monosiklin (minocin).

Makanan yang kaya vitamin K - Antikoagulan
(Athrombin K, Coufarin, Coumadin, dikumarol, Hedulin, Miradon,
Panwarfin )
Efek Antikoagulan dapat berkurang. Antikoagulan digunakan untuk
mengencerkan darah dan mencegah pembekuan darah. Akibatnya : darah
mungkin tetap membeku meski penderita sedang berobat dengan antikoagulan.
untuk mengurangi interaksi ini, jangan makan makanan yang mengandung
vitamin K:
Hti sayuran berdaun, (asparagus, brokoli, kol, kembang kol, kankung, slada, kapri,
bayam, lobak cina hijau,, sledri air).
Makanan yang mengandung vitamin B6 ( Piridoksin) Levodopa (
Dopar, Larodopa, Sinemet ).
Efek Levodopa dapat berkurang. Levodopa digunakan untuk mengendalikan
tremor karena penyakit Parkison. Akibatnya : Kondisi mungkin tidak terkendali
sebagai mana mestinya.
Hindari atau kurangi makanan yang kaya vitamin B6 :
Alpukat, daging babi , daging roti, ragi bir, beras dan produknya, ginjal sapi, hati
sapi, susu skim kering, kacang merah, miju miju, susu bubuk campur ragi,
molase, bubur gandum, ubi jalar, ikan bandeng ( segar), kedelai, biji kapri, ikan
tuna, kenari, gandum.
Catatan : sebagian besar sediaan vitamin mengandung vitamin B6.
Kayu Manis ( Licorice ) obat jantung digitalis ( Crystodigin,
Digifortis, Lanoxin, Purodigin).
Efek digitalis dapat meningkat . Digitalis digunakanpada layu jantung dan untuk
menormalkan kembali denyut jantung yang tak beraturan. Akibatnya : Mungkin
terjadi efek samping merugikan karena terlalu banyak efek digitalis, disertai
dengan gejala mual, gangguan penglihatan, sakit kepala, tak bertenaga, kehilangan
selera makan, dan denyut jantung tidak beraturan. Jangan makan kayu manis alam
kayu manis buatan boleh saja.
Makanan Berkofein Obat asma ( golongan teofilin)
Efek obat asma dapat meningkat. Obat asma melebarkan jalan udara dan
memudahkan pernafasan penderita asma. Akibatnya : mungkin terjadi efek
samping yang merugikan karena terlalu banyak teofilin disertai gejala mual,
pusing, sakit kepala, mudah tersinggung, tremor, insomnia, denyut jantung tidak
teratur, dan mungkin terjadi serangan.
sumber Kofein : kopi, the, kola dan minuman ringan, coklat, beberapa pil
pelangsing yang dijual bebas, sediaan untuk flu/ batuk, nyeri, dan sakit yang
mengaggu akibat haid- baca komposisi pada etiket sediaan .
Sate Sapi atau hamburger obat asma ( turunan teofilin)
Efek obat asma dapat berkurang. Obat asma membuka jalan udara diparu-paru
dan memperoleh pernafasan penderita asma. Akibatnya : Asma mungkin tidak
terkendali dengan baik.
Makanan berprotein tinggi ( daging ,produk susu ) Levadopa (
Dopar, Larodopa, Sinemet)
Efek levodopa dapat berkurang. Levodopa dapat digunakan untuk mengendalikan
tremor pada penderita penyakit Parkison. Akibatnya: kondisi yang diobati
mungkin tidak terkendali dengan baik. Hindari atau makanlah sedikit mugkin
makanan yang berprotein tinggi.
Sayuran yang berdaun hijau Tiroid( Armour Thyroid, Cytomel,
Euthiroid, Levothroid, Proloid, Synythroid, Tyhrar, Thyrolar )
Efek tiroid mungkin dilawan. tiroid digunakan untuk memperbaiki hipotiroidisme
( kalenjer tiroid tidak berfungsi sempurna) dan gondok ( pembesaran kalenjer
tiroid ). Akibatnya : gangguan tiroid mungkin tidak terobati dengan baik.
hindari atau kurangi makan sayuran berdaun hijau seperti : asparagus, brokoli,
bunga kol, kankung, dajun slada, bucis , bayam, lobak cina, seledri.

Makanan yang berserat banyak Digogsin ( Lanoksin )
Efek digogsin dapat berkurang. Digogsin digunakan untuk mengobati layu
jantung dan untuk menormalkan kembali denyut jantung yang tak beraturan.
Akibatnya : kondisi yang diobati mungkin tidak terkendali dengan dengan baik.
Gunakan digogsin satu jam sebelum atau dua jam sesudah menyantap makanan
yang berserat bnayak seperti :
sari buah pren, serealia beras, makanan dari gandum , biji bijian, sayuran
mentah, sayuran berdaun yang sudah dimasak, dan buah buahan.

Makanan yang mengandung zat Tyramine ( seperti bir, anggur,
alpukat, beberapa jenis keju, dan berbagai daging olahan )
kelompok obat antidepresi
Memperlambat kerja enzim yang memetabolisme obat penghambat MAO (
kelompok obat antidepresi ) dan dapat menyebabkan efek yang berbahaya,
termasuk tekanan darah tinggi yang serius. Beberapa jenis makanan dapat
mencegah obat tertentu untuk diserap ke dalam darah setelah ditelan, dan yang
lain sebaliknya dapat meningkatkan penyerapan obat.


Obat Diuretik
Obat golongan ini bekerja dengan cara mengeluarkan air dan elektrolit (natrium,
kalium dan klorida) dari dalam tubuh. Beberapa contoh obat golongan ini adalah,
Furosemid, Triamteren, Hidroklorothiazid.
Interkasi dengan Makanan: diuretik dapat menyebabkan kehilangan kalium,
kalsium dan magnesium. Tetapi sebaliknya, triamteren akan menghambat
pengeluaran kalium dari tubuh hingga dapat mengakibatkan terjadinya
hiperkalemia yang ditandai dengan denyut jantung cepat dan tidak beraturan
(palpistasi jantung). Oleh karena itu saat mendapat Triamteren, hindari makanan
yang mengandung banyak kalium seperti pisang, jeruk, sayuran berwarna hijau
atau garam pengganti yang mengandung kalium.
Obat Beta Bloker
Obat golongan ini bekerja dengan cara menurunkan nerve impulse ke jantung dan
pembuluh darah sehingga menurunkan detak jantung dan beban jantung. Contoh
obat golongan ini adalah, atenolol, metoprolol, propranolol, nadolol.
Interaksi dengan Alkohol : hindari minum alkohol jika sedang minum
propranolol karena kombinasi keduanya akan menyebabkan penurunan tekanan
darah yang sangat tajam.
Obat penghambat enzim pengubah angiotensin (Penghambat ACE)
Obat golongan ini akan melebarkan pembuluh darah dengan cara mencegah
pembentukan angiotensin II yang bersifat vasokonstriktor. Contoh obat obat
golongan ini adalah Kaptopril, enalapril, lisinopril, kuinapril.
Interaksi dengan Makanan: dapat menurunkan penyerapan kaptopril sehingga
obat ini diminum 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Obat golongan ini
juga dapat menyebabkan peningkatan kadar kalium dalam tubuh yang dapat
membahayakan kesehatan. Informasikan kepada dokter jika anda sedang
meminum suplemen diuretik atau diuretik lain yang dapat meningkatkan kadar
kalium dalam tubuh. Oleh karena itu hindari makanan yang mengandung banyak
kalium seperti pisang, jeruk dan sayuran berwarna hijau.,
Obat anti infeksi
Obat golongan ini digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri
atau jamur. Golongan penisilin. Contoh obat golongan ini adalah amoksilin,
ampisilin, kloksasilin.
Interaksi dengan Makanan : penyerapan ampisilin dan kloksasilin akan
dipengaruhi oleh makanan. Oleh karena itu dianjurkan untuk diminum saat perut
kosong. Sedangkan penyerapan amoksilin tidak dipengaruhi oleh makanan.
Golongan kinolon.
Contoh obat golongan ini adalah siproflokasin, levofloksasin, ofloksasin,
trovafloksasin.
Interaksi dengan Makanan: minum obat dalam keadaan perut kosong 1 jam
sebelum atau 2 jam sesudah makan karena penyerapan terbaik pada perut kosong.
Jika perutnya mengalami gangguan, boleh diminum bersama makanan. Hindari
makanan yang mengandung kalsium seperti susu, yogurt, vitamin atau mineral
yang mengandung zat besi dan antasida karena akan menurunkan kadar obat
dalam tubuh secara bermakna. Kafein: jika diminum bersama kafein, kadar kafein
akan meningkat yang dapat menyebabkan terjadinya rasa gelisah dan excitability (
rasa gembira yang berlebihan)
Golongan cefalosporin. Contoh obat golongan ini adalah sefaklor, sefadroksil,
sefiksime, sefrozil, sefaleksin, sefnidir.
Interaksi dengan makanan : minum obat dalam keadaan perut kosong 1 jam
sebelum atau 2 jam sesudah makan karena penyerapan obat dapat dipengaruhi
oleh makanan. Contohnya sefnidir. Jika perutnya mengalami gangguan, boleh
diminum bersama makanan.
Golongan makrolida. Beberapa contoh obat golongan ini adalah Azitromisin,
klaritromisin, eritromisin.
Interaksi dengan Makanan : minum obat dalam keadaan perut kosong 1 jam
sebelum atau 2 jam sesudah makan, karena makanan dapat mengganggu
penyerapan Eritromisin. Jika perutnya mengalami gangguan, boleh diminum
bersama makanan.
INTERAKSI OBAT DENGAN OBAT
Doksisiklin Barbiturat
Efek dosisiklin dapat berkurang.Akibatnya, keadaan jerawat tidak akan berubah
kecuali kalau dosis dosisiklin ditambah. Barbituran biasanya digunakan sebagai
sedative atau pil tidur. Dosisiklin ( Doxy- Tabs, Doxychel, Vibramycin, Vibratab
)
Kelompok tetrasiklin Pil KB
Efek pil Kb dapat berkurang . Akibatnya resiko kehamilan meningkat kecuali jika
selama pengobatan dengan antibiotic digunakan cara pencegahan kehamilan yang
lain. pendarahan merupakan simpton yang menunjukkan kemungkinan adanya
reaksi.
nama paten pil Kb:
Brevicon,Demulen, LoestrinOvcon, Ovulen
Antihistamin pil tidur
akibatnya : mengantuk, pusing, hilangnya koordinasi otot dan kewaspadaan
mental sehingga berbahaya bagi si pengguna. untuk mengemudikan kendaraan
atau melakukan pekerjaan lain yang membutuhkan kewaspadaan sempurna . pada
yang berat terjadi kegagalan pendarahan darah dan fungsi pernafasan ,
menyebabkan koma dan kematian.
pil tidur digunakan pada insomnia. kedua jenis pil tidur adalah barbituran dan non
barbiturate.
nama paten pil tidur :
Pil tidur barbiturate : Fenobarbiturat, Amytal, Butisol, Buticap,Luminal,
Nembutal, Seconal dll
Tetrasiklin ( semua) - Pencahar
( hanya yang mengandung magnesium : magnesium sitrat, garam Epson, susu
magnesia)
Efek tetrasiklin dapat berkurang :
Akibatnya infeksi mungkin tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan
tetrasiklin. Untuk mencegah interaksi ini, penggunaan masing masing obat
supaya diselangi waktu 2 jam.