Anda di halaman 1dari 24

www.tabloiddiplomasi.

org
771978 917386
9
ISSN 1978-9173
www.tabloiddiplomasi.org
Email: tabloiddiplomasi@kemlu.go.id
TGL. 15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013
NO. 70
TAHUN VI
Media Komunikasi dan Interaksi
Diplomasi
TABLOID
Diplomasi
Kementerian Luar Negeri
Republik Indonesia
APEC
INDONESIA 2013
MEKANISME PENYELESAIAN
SENGKETA DI ASEAN
MENJARING DIPLOMAT HANDAL
MELALUI SISTEM REKRUTMEN YANG BAIK
BILATERAL INTERFAITH DIALOGUE RI - SERBIA
DIALOG UNTUK MEWUJUDKAN
Fokus Utama Sorot
Lensa
Fokus Utama
Sorot
Fokus Utama
Sorot
Lensa
Fokus Utama
Sorot
Lensa
Laporan Khusus
Sorot
Lensa
Laporan Khusus
Sorot
Lensa
Laporan Khusus
Lensa
4 12
19
5
13
6
14
21
7
15
22
8
16
23
9
17
24
10
18
KEMLU BENAHI SELEKSI PENERIMAAN CPNS DAN PENATAAN SDM
SECARA PROFESIONAL
KEMLU GELAR SOSIALISASI POTENSI DAERAH DAN ASET DIPLOMASI
PUBLIK BAGI PELAJAR DAN MAHASISWA PAPUA
Kerjasama rI-australIa menghadang laju PenyelunduPan
MANUSIA MELALUI BALI PROCESS PLUS
REKRUTMEN MENCARI DIPLOMAT BERKUALITAS
PembelI dI ajang teI 2013 dIdomInasI oleh negara-negara
non-tradIsIonal
MENJARING DIPLOMAT HANDAL
melaluI sIstem reKrutmen yang baIK
trade exPo IndonesIa (teI) 2013 membuKa Peluang bIsnIs
JANGKA PANJANG
RAPAT KOORDINASI POLITIK HUKUM DAN KEAMANAN SATUKAN
VISI DIPLOMASI LUAR NEGERI
PEMBAKUAN SISTEM SELEKSI
PENERIMAAN CPNS KEMLU
dubes trIyono : Perdagangan InternasIonal daPat
MENJADI KATALISATOR PENGHAPUSAN KEMISKINAN
bIlateral InterfaIth dIalogue rI - serbIa
INDONESIA DIANGGAP SUKSES MEMBANGUN SISTEM KERUKUNAN
DIPLOMASI EKONOMI STRATEGI MENINGKATKAN EKSPOR
Ke Pasar non-tradIsIonal afrIKa meKanIsme PenyelesaIan sengKeta dI asean yang relIable
bIlateral InterfaIth dIalogue rI - serbIa
DIALOG UNTUK MEWUJUDKAN PERDAMAIAN
DIPLOMASI EKONOMI PENETRASI PASAR AFRIKA
MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN
rI bangun KesePahaman negara-negara dI laut ChIna
SELATAN
MENGGANDENG AFRIKA SEBAGAI MITRA STRATEGIS
jumlah WnI Korban PenyelunduPan manusIa Ke australIa
MENINGKAT
14
Diplomasi
Daftar Isi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
Trade Expo Indonesia (TEI) 2013
MENLU RI DORONG KERJASAMA KONKRIT
ASEM
20
RAPAT KOORDINASI POLITIK HUKUM DAN KEAMANAN
21
PELINDUNG
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi
Publik
PENANGGUNG JAWAB/PEMIMPIN
REDAKSI
Direktur Diplomasi Publik
Direktur Informasi dan Media
Sekretaris Direktorat Jenderal IDP
REDAKTUR PELAKSANA
Firdaus
DEWAN REDAKSI
Siuaji Raja
Eni Hartati
S. Ari Wardhana
Azis Nurwahyudi
Aji Setiawan
Triyogo Jatmiko
STAF REDAKSI
Ainan Nuran
Shirley Malinton
Evan Pujonggo
A.R. Aji Nasution
Khariri
Cahyono
PENANGGUNG JAWAB DISTRIBUSI
Tubagus Riefhan IqbaI
Muji Lastari
TATA LETAK DAN ARTISTIK
Tsabit Latief
Anggita Gumilar
PENANGGUNG JAWAB WEBSITE
Kistono
Wahono Yulianto
ALAMAT REDAKSI
Direktorat Diplomasi Publik, Lt. 12
Kementerian Luar Negeri RI
Jl. Taman Pejambon No.6
Jakarta Pusat
Telp. 021- 68663162,
3863708,
Fax : 021- 29095331,
385 8035
Tabloid Diplomasi dapat didownload di
http://www.tabloiddiplomasi.org
Email : tabloiddiplomasi@kemlu.go.id
DITERBITKAN OLEH
Direktorat Diplomasi Publik
Kementerian Luar Negeri R.I.
Bagi anda yang ingin mengirim tulisan
atau menyampaikan tanggapan, infor-
masi, kritik dan saran, silahkan kirim
email:
tabloiddiplomasi@kemlu.go.id
Wartawan Tabloid Diplomasi tidak
diperkenankan menerima dana atau
meminta imbalan dalam bentuk
apapun dari narasumber, wartawan
Tabloid Diplomasi dilengkapi kartu
pengenal atau surat keterangan tugas.
Apabila ada pihak mencurigakan
sehubungan dengan aktivitas
kewartawanan Tabloid Diplomasi,
segera hubungi redaksi.
C
a
t
a
t
a
n

R
e
d
a
k
s
i
Firdaus
untuk melakukan investasi dan
menjalin kerja sama dengan para
pelaku usaha di Indonesia.
Bilateral Interfaith Dialogue RI-
Serbia ke-2 yang diselenggarakan
oleh Kementerian Luar Negeri dan
Kementerian Agama juga ditampilkan
di edisi kali ini. Serbia menilai bahwa
Indonesia bisa dijadikan contoh sebagai
negara yang sukses membangun
sistem kerukunan, karena meskipun
merupakan negara yang kompleks
dalam hal besarnya jumlah penduduk
dan beragamnya agama yang dianut
oleh penduduknya, namun Indonesia
tetap menjadi negara kesatuan.
Beberapa topik lainnya yang juga
diangkat untuk memperkaya edisi
kali ini, adalah mengenai lokakarya
Pengelolaan Konfik di laut China
Selatan, Rapat Koordinasi Menteri
Koordinator bidang Politk hukum dan
Keamanan dengan Kepala Perwakilan
RI, Pertemuan Tingkat Menteri Luar
Negeri ke-12 dalam kerangka Asia-
Europe Meetng (ASEM) di New
Delhi, India, Pemberdayaan Potensi
Daerah dalam pelaksanaan Diplomasi
Publik dan Politk luar negeri rI di
lingkungan pelajar dan mahasiswa
di Papua, mekanisme penyelesaian
sengketa di ASEAN, peringatan Hari
Pangan Sedunia, dan kerja sama RI-
Australia dalam menghadang laju
penyelundupan manusia.
Selamat membaca.
Salam Diplomasi,
Pada edisi kali ini Tabloid Diplomasi
menampilkan tema mengenai
penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) di Kementerian Luar Negeri
2013 sebagai topik utama. Dari tahun
ke tahun jumlah pelamar CPNS di
Kemlu RI terus meningkat. Tahun ini
jumlah pelamar mencapai 5.200 orang,
sedangkan lowongan yang tersedia
hanya sebanyak 71 untuk posisi Pejabat
diplomatk dan Konsuler, 60 untuk posisi
Penata Keuangan dan Kerumahtanggaan
Perwakilan dan 27 untuk posisi Petugas
Komunikasi. Selain telah memperoleh
sertfkasi Iso 9001:2008, sistem seleksi
penerimaan CPNS di Kemlu tahun
ini semakin disempurnakan dengan
penggunaan sistem Computer Assisted
Test (CAT) guna memperoleh SDM
berkualitas tnggi secara transparan.
Terkait dengan diplomasi ekonomi,
Tabloid Diplomasi ini menampilkan tema
mengenai strategi peningkatan ekspor
Indonesia ke pasar non-tradisional,
khususnya ke kawasan Afrika. Tabloid
Diplomasi juga menampilkan seputar
penyelenggaraan Trade Expo Indonesia
(teI) ke-28 di jakarta yang diikut oleh
2.000 eksibitor dan dihadiri lebih
dari 10.000 buyers internasional dari
105 negara. Event internasional yang
merupakan kerja sama Kementerian Luar
Negeri dan Kementerian Perdagangan ini
membukukan nilai transaksi sebesar USD
1,82 miliar. melalui event ini, Indonesia
semakin dikenal oleh para pebisnis
internasional sebagai salah satu negara
yang memiliki iklim usaha dan investasi
yang menjanjikan sehingga makin
mendorong para pebisnis internasional
KESELURUHAN PROSES DAN OUTPUT REKRUTMEN CPNS DI
LINGKUNGAN KEMLU RI DIPERTAHANKAN MELALUI PEMBAKUAN
SISTEM SELEKSI PENERIMAAN CPNS KEMLU. LANGKAH INI
MEMBUAHKAN PENGAKUAN DENGAN DITERIMANYA SERTIFIKAT
ISO 9001:2008 UNTUK PROSES REKRUTMEN CPNS KEMLU PADA
BULAN MARET 2009.
Budi Bowoleksono
Sekretaris Jenderal Kemlu RI
FOKUS UTAMA
pun dilakukan berdasarkan sistem
merit, dengan memperhitungkan
kinerja dan capaian tugas. Kemlu
juga memperbaiki sistem pendi-
dikan dan latihan, penempatan,
promosi dan penegakan disiplin
pegawai, untuk memperoleh pe-
gawai yang bersih, jujur, dan berse-
mangat, disamping kapabel secara
substansi.
Dengan adanya pengakuan pro-
fesi diplomat melalui aturan Jaba-
tan Fungsional Diplomat (JFD) pada
tahun 2005, ini menjadi dorongan
tambahan bagi Kemlu untuk benar-
benar menjalankan Benah Diri.
Dalam JFD, tugas pokok diplo-
mat merupakan tolok ukur penilaian
kinerja. Terdapat lima tugas pokok
diplomat, yaitu: mewakili, melaku-
kan negosiasi, melindungi, melaku-
kan promosi, dan pelaporan, yang
kinerja dan pencapaiannya akan
diukur setiap tahun melalui Sasaran
Kerja Individual (SKI).
Kemlu telah menyerahkan se-
cara langsung Dokumen Usulan
Reformasi Birokrasi Kementerian
Luar Negeri kepada Tim Reformasi
Birokrasi Nasional di Kementerian
PAN dan RB. Dokumen Usulan Re-
formasi Birokrasi ini disampaikan
sebagai persyaratan awal Kemlu
mengikuti program Reformasi Biro-
krasi Nasional.
masa lima tahun
pertama kemerdeka-
an Indonesia, Kemen-
terian Luar Negeri
(Kemlu) RI memiliki
tugas utama untuk mengusahakan
simpati dan dukungan masyarakat
internasional melalui diplomasi.
Kemlu bertugas untuk menggalang
solidaritas negara-negara sahabat
disegala bidang dan dengan berba-
gai macam upaya guna mempero-
leh dukungan dan pengakuan atas
kemerdekaan Indonesia. Melalui se-
mangat Diplomasi Perjuangan pada
akhirnya Indonesia berhasil meraih
dukungan luas masyarakat interna-
sional di PBB pada tahun 1950.
Saat ini, tugas utama Kemlu
diarahkan untuk memagari po-
tensi disintegrasi bangsa, berupaya
membantu pemulihan ekonomi,
meningkatan citra Indonesia serta
meningkatkan kualitas pelayanan
dan perlindungan WNI.
Pada tahun 2001, Kemlu men-
canangkan perbaikan secara in-
ternal untuk mewujudkan prinsip
pemerintahan yang baik dan me-
ningkatkan pelayanan kepada ma-
syarakat. Program ini dilaksanakan
melalui pembentukan budaya kerja
yang berdisiplin tinggi, melalui kon-
sep Tiga Tertib dan Satu Aman,
yakni tertib waktu, tertib adminis-
trasi, tertib fsik, serta aman per-
sonel, informasi, dan lingkungan
kerja.
tindih; serta pembentukan sumber
daya manusia yang berintegritas,
kompeten, profesional, berkinerja
tinggi dan sejahtera.
Tugas pembenahan profesi
diplomat dan peningkatan sum-
ber daya manusia ditindaklanjuti
dengan menata kembali peraturan
kepegawaian serta sistem peng-
embangan dan pembinaan karir.
UU No. 37 Tahun 1999 tentang Hu-
bungan Luar Negeri menuntut dip-
lomasi yang kreatif, aktif, antisipa-
tif, tidak sekedar rutin dan reaktif,
teguh, rasional dan luwes.
Dalam konteks mewujudkan
amanat UU tersebut, Kemlu mem-
benahi seleksi penerimaan CPNS,
yang dinilai merupakan tahap pen-
ting dalam penataan SDM secara
profesional. Sistem seleksi peneri-
maan CPNS telah dikembangkan
dan diterapkan sejak tahun 2002.
Pola rekrutmen terlaksana dalam
prinsip transparansi, efektif dan
efsien, melalui penggunaan tekno-
logi informasi dan metodologi yang
ketat, bersih dan akuntabel dalam
penentuan kelulusannya.
Proses seleksi inilah yang
mendapatkan pengakuan berupa
sertifkasi ISO 9001 : 2008. Pembe-
nahan sistem rekrutmen ini telah
mendapatkan pengakuan masyara-
kat dengan meningkatnya jumlah
peminat yang mengikuti proses se-
leksi CPNS Kemlu.
Pengembangan karir di Kemlu
Upaya ini dilakukan dalam
rangka mencapai sumber daya
manusia yang kompeten dan pro-
fesional untuk mendukung tujuan
organisasi. Hal ini diperkuat deng-
an Peraturan Presiden Nomor 05
Tahun 2004 tentang Percepatan
Pemberantasan Korupsi. Peraturan
ini memperkokoh usaha Kemlu un-
tuk membenahi dan menciptakan
organisasi dan profesi yang trans-
paran, kapabel dan bersih.
Kebijakan program tersebut
berfokus pada tiga aspek utama,
yaitu: restrukturisasi organisasi Ke-
menterian, restrukturisasi Perwaki-
lan RI di luar negeri, serta pembe-
nahan profesi diplomat. Dengan
demikian diharapkan bahwa mela-
lui proses Benah Diri dapat dicip-
takan organisasi yang ramping, pa-
dat, adaptif, efektif, dan efsien.
Ketiga pilar utama Benah Diri
tersebut selaras dengan sasaran
reformasi birokrasi sebagaimana
tercantum dalam Pedoman Umum
Reformasi Birokrasi pada Pera-
turan Menteri Negara Pendaya-
gunaan Aparatur Negara Nomor
PER/15/M.PAN/7/2008 Tahun 2008,
yaitu: penataan organisasi menuju
right sizing; pembentukan budaya
kerja untuk mewujudkan birokrasi
dengan integritas dan kinerja ting-
gi; pembangunan ketatalaksanaan
yang efektif, efsien, transparan
dan akuntabel; perumusan regu-
lasi yang tertib dan tidak tumpang
SELEKSI PENERIMAAN
CPNS DAN PENATAAN SDM
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
4
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
FOKUS UTAMA
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
5
Luar Negeri (Kem-
lu) RI memiliki kepentingan besar
untuk memperoleh SDM berkualitas
tinggi. Pasalnya, nantinya para CPNS
rekrutan Kemlu itu diharapkan dapat
mewakili kepentingan Indonesia di ajang Interna-
sional. Oleh karena itu, Kemlu mendukung penuh
penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) da-
lam pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) seleksi
CPNS 2013, karena sistem ini memudahkan Kemlu
dalam menjaring CPNS berkualitas.
Salah satu keunggulan CAT adalah mampu
menghasilkan dan menampilkan skor peserta secara
real time, sehingga menciptakan transparansi yang
sangat tinggi dalam tahapan tes kompetensi dasar.
Saya berharap agar transparansi melalui CAT ini
dapat menghapus keraguan masyarakat akan hasil
seleksi CPNS dan menepis masih adanya anggapan
mengenai mudahnya proses rekrutmen CPNS
disusupi oleh kepentingan-kepentingan pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab.
Setelah mengikuti rangkaian pelaksanaan TKD
dan dinyatakan lulus, selanjutnya para peserta akan
mengikuti rangkaian Tes Kompetensi Bidang (TKB).
Tahapan TKB ini meliputi tes substansi dan ujian
kemampuan/penguasaan bahasa asing serta peme-
riksaan psikologi. Setelah itu dilanjutkan dengan tes
wawancara dan tes kesehatan.
Sedangkan untuk menjangkau putera puteri ter-
baik Indonesia yang berada di daerah-daerah, khu-
susnya di Kawasan Timur Indonesia, Kemlu menga-
dakan seleksi jalur khusus di 6 (enam) perguruan
tinggi di Indonesia. Untuk itu pihak universitas dan
para peserta seleksi sebaiknya dapat menyiapkan
diri dan memanfaatkan kesempatan jalur khusus ini
dengan sebaik-baiknya. Dan dengan meningkatnya
partisipasi para lulusan universitas yang berasal dari
daerah, maka pada gilirannya akan meningkatkan
pula keterwakilan wakil-wakil dari seluruh provinsi di
Indonesia dalam misi diplomasi RI.
Tercatat sekitar 5.200 peserta telah mengikuti
TKD yang berlangsung sejak tanggal 30 September -
8 Oktober 2013. Dalam hal ini Kemlu menerapkan sis-
tem yang efsien dan ketat, termasuk pemberlakuan
sistem barcode untuk registrasi peserta, pengacakan
12 macam soal, dan pengamanan secara berlapis.
Sebelum tes, setiap peserta diberi barcode untuk
registrasi ulang. Saat peserta akan memasuki ru-
angan, mereka hanya perlu menunjukkan kode yang
dimiliki. Setelah kode dipindai, peserta bisa langsung
masuk ke ruangan untuk mengikuti proses ujian.
Waktu yang dibutuhkan untuk registrasi peserta
hanya 2,3 detik. Selain itu, dengan penggunaan bar-
code ini maka kami tidak mengetahui nama peserta,
sehingga dengan demikian bisa obyektif.
Setiap nomor registrasi peserta menunjukkan
tempat di mana ia duduk. Soal yang akan diterima
juga sudah ditentukan berdasarkan nomor registrasi.
Jadi, kalau peserta salah tempat duduk, maka ia akan
salah terima soal. Untuk pengamanan, soal-soal test
disegel sehingga tidak mungkin bocor. Kemudian
ada 12 macam soal yang diacak, sehingga peserta
akan kesulitan menyontek karena peserta yang du-
duknya bersebelahan soalnya tidak sama.
Tahun lalu ada sebanyak 3.352 peserta yang
mengikut tes untuk memperebutkan 120 lowongan
di Kemlu. Jumlah lowongan ini berbeda setiap tahun-
nya karena disesuaikan dengan kebutuhan. Kebutu-
han CPNS di Kemlu memang relatif sangat kurang,
namun Biro Kepegawaian Kemlu akan mengoptima-
lisasikan sumber daya manusia (SDM) yang sudah
ada.[]
Rekrutmen Mencari
DIPLOMAT BERKUALITAS
Yuwono A. Putranto
Kepala Biro Kepegawaian
Kemlu RI
FOKUS UTAMA
negara besar, Indonesia diharapkan mampu beradap-
tasi dengan pesoalan-persoalan global yang berkembang setiap
saat. Isu-isu luar negeri dan hubungan internasional harus disi-
kapi dengan cepat dan keputusan yang tepat. Menurut Menlu
Marty, Ciri khas diplomasi yang kita miliki selama ini adalah si-
kap kita menjembatani berbagai pandangan. Oleh karena itu kita harus siap
ketika nanti ada perpecahan. Kita akan menunjukkan sosok Indonesia yang
moderat, akan tetapi juga tegas dalam bersikap, urainya.
Indonesia tahun 2013 berbeda dengan Indonesia tahun 1998. Apabila dulu
kita mengalami defsit kepercayaan dunia internasional, saat ini, kita menda-
patkan kepercayaan yang sangat besar. Indonesia saat ini merupakan bagian
dari solusi berbagai permasalah global.
Indonesia adalah regional power with global interest. Tidak ada perma-
salahan global yang luput dari perhatian Indonesia Semua itu tak lepas dari
perkembangan dalam negeri yang menunjukkan tren positif dan peningkatan
diplomasi luar negeri yang mampu meletakkan Indonesia sebagai salah satu
poros kekuatan regional.
Seiring dengan semakin besarnya tantangan dan peran diplomasi Indo-
nesia di kancah global maka Kementerian Luar Negeri melakukan berbagai
upaya benah diri diantaranya dengan meningkatkan kemampuan diplomat
dan membenahi pola rekrutmen CPNS yang lebih terbuka melalui sistem on-
line dan dilakukan dalam beberapa tahapan.
Sejak tahun 2008 dirintis layanan registrasi online untuk pelamar CPNS
Kemlu dalam upaya peningkatan kecepatan pengolahan data pelamar. Se-
tahun kemudian, dalam Seleksi Penerimaan CPNS 2009 diperkenalkan peng-
gunaan aplikasi e-recruitment yakni sistem pengelolaan data pelamar secara
elektronik dengan kemampuan penyajian informasi secara real time. Aplikasi
e-recruitment terus disempurnakan dari waktu ke waktu antara lain dengan
perluasan fasilitas input data berbasis barcode guna mendukung peningkatan
kecepatan layanan dan akurasi data.
Untuk kemudahan mengakses informasi, pelamar yang telah melakukan
registrasi online akan memperoleh akun individual dalam sistem e-recruitment.
Melalui akun tersebut pelamar dapat memperoleh informasi kelulusan dalam
setiap tahapan ujian dan perkembangan terbaru dari proses Seleksi Peneri-
maan CPNS Kemlu.
Pemberlakuan sistem e-recruitment membuahkan pengakuan dengan
diterimanya Sertifkat ISO 9001:2008 untuk proses rekrutmen CPNS Kemlu
pada bulan Maret 2009. Museum Rekor Indonesia juga mencatat Kemlu se-
bagai instansi pemerintah pertama dengan sistem rekrutmen pegawai yang
memenuhi standar ISO 9001:2008.
Pada tahun 2013 ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mem-
buka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia pria dan wanita yang me-
miliki integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Si-
pil (CPNS) Golongan III dan II untuk dididik menjadi Pejabat Dinas Luar Negeri
(PDLN) yang akan ditugaskan di lingkungan Kementerian Luar Negeri RI dan
Perwakilan RI di Luar Negeri.
Sejumlah 71 orang Lulusan Sarjana (S-1), Master/Magister (S-2) atau Dok-
tor (S-3) dari berbagai jurusan sosial akan dididik untuk menjadi CPNS Golong-
an III, yaitu sebagai Pejabat Diplomatik dan Konsuler (PDK/Diplomat) selama
kurang lebih 8 (delapan) bulan pada Sekolah Dinas Luar Negeri (SEKDILU) di
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI.
Pejabat Diplomatik dan Konsuler (PDK/Diplomat) di lingkungan Kemlu
dan Perwakilan RI di luar negeri ini akan melaksanakan tugas dan fungsi me-
wakili negara dan pemerintah Indonesia (representing), melakukan perun-
dingan untuk dan atas nama kepentingan nasional (negotiating), melindungi
kepentingan negara dan pemerintah, warga negara, dan Badan Hukum Indo-
nesia (protecting), membangung jejaring dan kerja sama untuk memajukan
hubungan kedua negara/pihak (promoting) dan melakukan pelaporan pelak-
sanaan tugas dan pengamatan di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial
dan budaya (reporting).
Sejumlah 60 orang Lulusan Sarjana (S-1) Akuntansi menjadi CPNS Golong-
an III sebagai Penata Keuangan dan Kerumahtanggaan Perwakilan (PKKRT)
selama kurang lebih 7 (tujuh) bulan pada Diklat PKKRT di Pusat Pendidikan
dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI.
Penata Keuangan dan Kerumahtanggaan Perwakilan (PKKRT) adalah staf
non-diplomatik yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang administrasi,
keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan kerumahtanggaan pada Kemen-
terian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri.
Sedangkan 27 orang Lulusan Diploma 3 (D-3) Jurusan Komputer akan
dididik menjadi CPNS Golongan II sebagai Petugas Komunikasi (PK) selama
kurang lebih 7 (tujuh) bulan pada Diklat PK di Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Kementerian Luar Negeri RI.
Petugas Komunikasi (PK) adalah staf non-diplomatik yang membantu
pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang pengelolaan teknologi informasi,
komunikasi, persandian, pengamanan, pengawasan dan pengendalian pem-
beritaan pada Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri.
Para pelamar melakukan registrasi online melalui situs https://e-cpns.
kemlu.go.id mulai tanggal 3 September 2013 dan mencetak formulir regis-
trasi beserta pernyataan menyetujui ketentuan dan syarat yang ditetapkan.
Disamping melakukan registrasi online, para pelamar juga wajib mengi-
rimkan berkas lamaran kepada Panitia Seleksi Penerimaan CPNS Kemlu Ta-
hun Anggaran 2013 melalui Pos Tercatat mulai tanggal 3 September 2013 (CAP
POS) dan berakhir pada tanggal 17 September 2013 (CAP POS), serta sudah
harus diterima Panitia selambat-lambatnya tanggal 20 September 2013, di-
tujukan kepada Ketua Panitia Seleksi Penerimaan CPNS Kemlu T.A. 2013.
Seleksi penerimaan PDK, PKKRT, dan PK dilakukan dengan beberapa ta-
hapan, yaitu: seleksi administrasi, tes kompetensi dasar. Tes Kompetensi Bi-
dang, Ujian Kemampuan/Penguasaan Bahasa Inggris dan/atau bahasa asing
lainnya berdasarkan pilihan yang tersedia.
Seleksi selanjutnya adalah tes Psikologi, Wawancara Substansi, dan Tes
Kesehatan. Pelamar yang lulus pada setiap tahapan ujian akan diumumkan
melalui situs https://e-cpns.kemlu.go.id. Seleksi dilakukan dengan sistem gu-
gur dan keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.[]
MELALUI SISTEM REKRUTMEN YANG BAIK
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
6
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
FOKUS UTAMA
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
7
ONSI STENSI
mutu keseluruhan
proses dan output
rekrutmen CPNS di
lingkungan Kemlu
RI dipertahankan melalui pembaku-
an sistem Seleksi Penerimaan CPNS
Kemlu. Langkah ini membuahkan
pengakuan dengan diterimanya
Sertifkat ISO 9001:2008 untuk pro-
ses rekrutmen CPNS Kemlu pada
bulan Maret 2009. Museum Rekor
Indonesia juga mencatat Kemlu se-
bagai instansi pemerintah pertama
dengan sistem rekrutmen pega-
wai yang memenuhi standar ISO
9001:2008.
Namun demikian, pembakuan
sistem Seleksi Penerimaan CPNS
tidak menutup upaya-upaya pe-
nyempurnaan terutama dalam
pelaksanaan proses. Sejak tahun
2008 telah dirintis layanan registrasi
online untuk pelamar CPNS Kem-
lu dalam upaya peningkatan
kecepatan pengolahan data pela-
mar. Setahun kemudian, dalam
Seleksi Penerimaan CPNS 2009
diperkenalkan penggunaan secara
penuh aplikasi e-recruitment
yakni sistem pengelolaan data
pelamar secara elektronik de-
ngan kemampuan penyajian
informasi secara real time. Aplikasi
e-recruitment terus disempurnakan
dari waktu ke waktu antara lain
dengan perluasan fasilitas input data
berbasis barcode guna mendukung
peningkatan kecepatan layanan
dan akurasi data.
Untuk kemudahan mengak-
ses informasi, pelamar yang telah
melakukan registrasi online akan
memperoleh akun individual dalam
sistem e-recruitment. Melalui akun
tersebut pelamar antara lain dapat
memperoleh informasi kelulusan
dalam setiap tahapan ujian dan per-
kembangan terbaru dari proses Se-
leksi Penerimaan CPNS Kemlu.
Seleksi penerimaan CPNS 2013
di Kementerian Luar Negeri (Kem-
lu) di https://e-cpns.kemlu.go.id ini
tampaknya bakal cukup sengit.
Pasalnya jumlah pelamar yang su-
dah melakukan pendaftaran online
sebanyak 17.849 orang dan mereka
harus bersaing memperebutkan lo-
wongan yang tersedia yang hanya
berjumlah 158 formasi.
Pelamar wajib mengirimkan
berkas lamaran kepada Panitia
Seleksi Penerimaan CPNS Kemlu
Tahun Anggaran 2013 melalui Pos
Tercatat mulai tanggal 3 September
2013 (CAP POS) dan berakhir pada
tanggal 17 September 2013 (CAP
POS).
Pelamar yang mendaftar online
di https://e-cpns.kemlu.go.id pada
penerimaan CPNS 2103 di Kemlu
terdiri dari pelamar Pejabat Diplo-
matik dan Konsuler (Diplomat/PDK)
sebanyak 11.130 orang sementara
yang dibutuhkan hanya 71 pegawai.
Selanjutnya untuk formasi Penata
Keuangan dan Kerumahtanggaan
Perwakilan (PKKRT), pelamar yang
mendaftar 3.877 orang sedangkan
kebutuhan sebanyak 60 orang. Di
formasi Petugas Komunikasi (PK),
kebutuhan pegawai 27 sementara
yang melamar secara online sudah
mencapai 2.842 orang.
Formasi PDK atau Diplomat
ditujukan untuk pelamar Lulusan
Sarjana (S-1), Master/Magister (S-2)
atau Doktor (S-3) sejumlah 71 orang
untuk menjadi CPNS Golongan III
dan dididik menjadi Pejabat Diplo-
matik dan Konsuler (PDK/Diplomat)
selama kurang lebih 8 (delapan) bu-
lan pada Sekolah Dinas Luar Negeri
(SEKDILU) di Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Kemlu.
Formasi PKKRT ditujukan un-
tuk pelamar lulusan Sarjana (S-1)
sejumlah 60 orang untuk menjadi
CPNS Golongan III dan dididik men-
jadiPenata Keuangan dan Keru-
mahtanggaan Perwakilan (PKKRT)
selama kurang lebih 7 (tujuh) bulan
pada Diklat PKKRT di Pusat Pendi-
dikan dan Pelatihan Kemlu.
Formasi Petugas Komunikasi
(PK) untuk lulusan Diploma 3 (D-3)
sejumlah 27 orang untuk menjadi
CPNS Golongan II dan dididik men-
jadi Petugas Komunikasi (PK) se-
lama kurang lebih 7 (tujuh) bulan
pada Diklat PK di Pusat Pendidikan
dan Pelatihan Kemlu.[]
PENERIMAAN CPNS KEMLU
Budi Bowoleksono
Sekretaris Jenderal Kemlu RI
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
LAP0RAN KHUSUS
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
8
STRATEGI MENINGKATKAN EKSPOR
KE PASAR NON-TRADISIONAL AFRIKA
ENUA Afrika selalu
menjadi fokus per-
hatian dan memiliki
tempat tersendiri
dalam setiap lang-
kah kebijakan Politik Luar Negeri
Indonesia. Letak geografs yang
berjauhan bukanlah penghalang
bagi hubungan kedekatan antara
Indonesia dengan benua yang ter-
kenal dengan kekayaan alam serta
fora dan fauna tersebut.
Hubungan kedekatan antara
Indonesia dengan Benua Afrika
diwarnai dengan sejarah yang pan-
jang. Syekh Yusuf Al Makassari Al
Bantani merupakan tokoh Ulama
besar asal Makasar yang hingga
kini dikenang sebagai tokoh pe-
juang yang bersama-sama rakyat
Afrika Selatan ikut menghadapi
kekuatan kolonialisme pada abad
ke-17 di negara tersebut. Pada ta-
hun 2009, secara resmi Pemerin-
tah Afrika Selatan menganugerahi
Syekh Yusuf Al Makassari Al Ban-
tani sebagai Pahlawan Nasional
Republik Afrika Selatan.
Hubungan Indonesia dengan
Benua Afrika juga diwarnai oleh
romantisme ketika negara-negara
di Asia dan Afrika baru saja mem-
bebaskan diri dari penjajahan kolo-
nialisme Barat. Kenangan yang pa-
ling indah adalah penyelenggaraan
Konferensi Asia-Afrika di Bandung
pada 24 April 1955, dimana Indo-
nesia memainkan peranan kunci
sebagai salah satu penggagas dan
sekaligus penyelenggara pertemu-
an akbar dan bersejarah tersebut.
Semangat Dasasila Bandung
masih tetap dianggap relevan da-
lam situasi global saat ini.
Melangkah pada tahap be-
rikutnya, sesuai dengan amanat
konstitusi Undang-undang Dasar
1945, Indonesia secara aktif ikut
memainkan peran dalam mendu-
kung perjuangan menentang kebi-
jakan apartheid di berbagai forum
internasional, hingga akhirnya kini
seluruh rakyat Afrika Selatan da-
pat mengenyam persamaan hak
berbagai ras, etnik, dan agama di
dalam negeri.
Selain itu, pemerintah dan ra-
kyat Indonesia juga menunjukkan
perhatian yang besar terhadap
krisis kelaparan terbesar di Ethio-
pia yang telah menggugah simpati
masyarakat dunia pada pertenga-
han dekade 1980-an. Hingga kini
antara Indonesia dan negara-ne-
gara Afrika senantiasa berupaya
meningkatkan hubungan dalam
bentuk saling dukung baik dalam
kerangka Gerakan Non-Blok dan
Kerjasama Selatan-Selatan mau-
pun pada berbagai fora internasio-
nal lainnya.
Peringatan 50 Tahun Konfe-
rensi Asia-Afrika di Bandung pada
tahun 2005, yang dihadiri oleh se-
banyak 106 negara di kawasan Asia
dan Afrika, ditandai oleh suatu ba-
bak baru dengan dicetuskannya
bentuk kemitraan strategis ber-
nama The New Asian-African Stra-
tegic Partnership (NAASP) yang
bertujuan memfokuskan kerjasa-
ma Asia-Afrika secara konkrit dan
komplementer demi tercapainya
perdamaian, stabilitas, dan kemak-
muran di kedua benua. Mengacu
pada NAASP, kemitraan negara-
negara di Benua Asia dan Afrika di-
dasarkan pada tiga pilar kemitraan
yaitu: antar pemerintah, antar
organisasi sub-regional, dan antar
kelompok masyarakat. Kemitraan
strategis yang baru ini diharapkan
dapat memberikan kontribusi ter-
hadap pembangunan berkelanju-
tan di kawasan Asia-Afrika.
Berdasarkan data Bank Dunia,
prospek pertumbuhan Benua Afri-
ka, khususnya di kawasan Sub-Sa-
hara, menunjukkan kecenderungan
yang positif, dengan pertumbuhan
yang meningkat dari 5,3 % pada ta-
hun 2012 menjadi dan 5,6 % pada
tahun 2013. Secara umum, Benua
Afrika juga telah berhasil mengu-
rangi angka kemiskinan dari 58,1
% pada tahun 1999 menjadi sebe-
sar 47,5% pada tahun 2008. Tahun
2011, arus investasi langsung me-
lonjak sebesar 25% atau sekitar
US$ 35,6 milyar. Dalam kurun wak-
tu 10 tahun terakhir, terdapat pe-
ningkatan jumlah negara-negara di
Afrika yang memiliki pendapat per
kapita sebesar lebih dari US$ 1000/
tahun. Disamping itu, pada tahun
2011, Benua Afrika memperoleh
pemasukan remitansi tertinggi
yaitu sebesar US$ 23 milyar.
Catatan Bank Dunia selanjut-
nya menunjukkan bahwa pada
tahun 1980 hanya 28% penduduk
Afrika yang tinggal di wilayah per-
kotaan. Namun kini 40% penduduk
hidup di wilayah perkotaan. Pada
tahun 2030, diproyeksikan mening-
kat menjadi 50%, dan diperkirakan
sebanyak18 kota di Benua Afrika
akan memiliki daya beli tahunan
gabungan sebesar US$ 1,3 triliun.
Berdasarkan kenyataan ter-
sebut, saat ini Kebijakan Politik
Luar Negeri Indonesia diantaranya
diarahkan untuk mengoptimalkan
daya saing dalam rangka mening-
katkan ekspor ke pasar non-tradi-
sional di Benua Afrika. Kini total
nilai perdagangan antara Indone-
sia dan negara-negara Afrika telah
mencapai + US$10 miliar. Khusus
dengan Afrika Selatan, nilai total
perdagangan tercatat sebesar US$
74,62 juta pada bulan Januari 2013,
terdiri dari ekspor sebesar US$
22,35 juta dan impor sebesar US$
52,27 juta. Sedangkan dengan Ke-
nya, total nilai perdagangan hing-
ga bulan November 2012 menca-
pai US$ 238,39 juta, dengan nilai
ekspor sebesar US$ 252,7 juta dan
nilai impor sebesar US$ 14,31 juta.
Selain itu banyak pengusaha Indo-
nesia yang melakukan investasi di
Benua Afrika pada bidang tambang
batu bara dan minyak. Namun de-
mikian Indonesia masih terus beru-
paya menjajaki berbagai potensi
baru dalam tatanan diplomasi per-
dagangan ke Afrika.
Guna mendukung kebijakan
Politik Luar Negeri Indonesia di Be-
nua Afrika, pada tahun 2012, Pusat
Pengkajian dan Pengembangan
Kebijakan Kawasan Asia, Pasifk,
dan Afrika telah menyusun suatu
Kajian Mandiri berjudul Exploring
Africa: Mainstreaming Indonesias
Economic Diplomacy in Non-Tradi-
tional Markets. Isu-isu utama yang
diangkat dalam kajian dimaksud
adalah peluang-peluang apa yang
dapat dicapai oleh Indonesia da-
lam mengembangkan hubungan
dengan Afrika serta bagaimana
Indonesia mempersiapkan strategi
untuk memperluas penetrasi ke
pasar non-tradisional Afrika.
Dalam rangka peluncuran dan
sosialisasi kajian tersebut, Pusat
Pengkajian dan Pengembangan
Kebijakan Kawasan Asia, Pasifk,
dan Afrika juga telah menyeleng-
garakan kegiatan Forum Kajian
Kebijakan Luar Negeri bertema
Diplomasi Indonesia dan Pasar
Non-Tradisional Afrika, bertem-
pat di Bandung, pada tanggal 8
Juni 2013.
Sebagai kelanjutan dari rang-
kaian kegiatan-kegiatan sebelum-
nya sebagaimana telah diuraikan,
maka pada hari ini Pusat Peng-
kajian dan Pengembangan Kebi-
jakan Kawasan Asia, Pasifk, dan
Afrika kembali menyelenggarakan
kegiatan berupa seminar dengan
tema African Experience dengan
menghadirkan dua orang Duta
Besar Indonesia yang saat ini ma-
sih menjalankan tugas secara ak-
tif pada Kedutaan Besar Republik
Indonesia di Pretoria dan Nairobi,
yaitu Bapak Duta Besar Sjahril Sa-
baruddin dan Bapak Duta Besar
Sunu Mahadi Soemarno. Seminar
juga akan diisi oleh paparan dua
orang pakar akademisi di bidang
ekonomi dan hubungan interna-
M.Erie Saripudin
Kepala K3P2 Aspasaf
Guna mendukung kebijakan
Politik Luar Negeri Indonesia
di Benua Afrika, pada tahun
2012, Pusat Pengkajian dan
Pengembangan Kebijakan
Kawasan Asia, Pasifk, dan
Afrika telah menyusun
suatu Kajian Mandiri
berjudul Exploring Africa:
Mainstreaming Indonesias
Economic Diplomacy in Non-
Traditional Markets.
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
LAP0RAN KHUSUS
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
9
sional dari Universitas Padjadjaran
dan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia, yaitu Ibu Prof. Dr. Rina
Indiastuti, SE, MSIE dan Bapak Drs.
Agus Rubianto Rahman, MM, ME.
Penyelenggaraan seminar ini
dimaksudkan untuk merangkul
kalangan pelaku bisnis, akademisi,
dan media, serta kalangan instansi
pemerintah terkait dan masyara-
kat umum untuk ikut mendukung
langkah kebijakan dan strategi
Pemerintah RI, khususnya pada
tataran pelaksanaan politik luar
negeri, dalam memanfaatkan pel-
uang serta mengatasi tantangan
dalam pengembangan kerjasama
ekonomi dan perdagangan dengan
negara-negara di Benua Afrika.
Seminar ini bertujuan tidak
semata sebagai public awareness
tetapi juga sebagai salah satu ben-
kondusif, serta saling mengun-
tungkan. Kehadiran para Duta Be-
sar RI di Pretoria dan Nairobi seba-
gai pembicara tentunya juga akan
semakin membuka cakrawala kita
mengenai berbagai gambaran rea-
lita yang terdapat di wilayah akre-
ditasi masing-masing.
tuk public consultation bagi upaya
penyusunan rancangan rekomen-
dasi kebijakan yang action orien-
ted melalui diskusi interaktif serta
diharapkan dapat menghasilkan
rekomendasi peta arah kebijakan
Politik Luar Negeri RI terhadap
negara-negara di Benua Afrika
- khususnya Afrika Selatan dan
Kenya bagi upaya peningkatan
hubungan bilateral yang dinamis,
Indonesia
Incorporated harus
diimplementasikan
dan dikembangkan
dalam upaya pene-
trasi pasar non-tradisional Afrika.
Kesimpulan ini mengemuka dalam
kegiatan seminar sehari yang dise-
lenggarakan oleh Pusat Pengkajian
dan pengembangan Kajian Kawa-
san Asia, Pasifk, dan Afrika (P3K2
Aspasaf), Badan Pengkajian dan
Pengembangan Kebijakan, Kemen-
terian Luar Negeri RI, pada tang-
gal 23 Oktober 2013, bertempat
di Hotel Savoy Homann Bidakara,
Bandung.
Seminar juga menyimpulkan
perlunya upaya untuk terus men-
sosialisasikan kepada khalayak luas
Indonesia mengenai pelurusan ter-
hadap berbagai kesalahan persepsi
yang selama ini berkembang di da-
lam negeri terhadap kenyataan di
negara-negara Afrika.
Indonesia memiliki potensi
untuk meningkatkan nilai transaksi
perdagangan dengan Afrika Sela-
tan hingga US$ 10 milyar, ungkap
Duta Besar LBBP RI untuk Republik
Afrika Selatan, Sjahril Sabaruddin.
Indonesia dapat memanfaatkan
peluang berbagai kebutuhan masy-
arakat Afrika Selatan, seperti pro-
duk makanan, pakaian, kosmetik,
hingga otomotif.
Sedangkan Duta Besar LBBP RI
untuk Republik Kenya, Sunu Mahadi
Soemarno, mengungkapkan bahwa
beberapa produk Indonesia sudah
mulai dikenal luas oleh masyarakat
Kenya, seperti mie instan, obat nya-
muk, semir sepatu, dan minuman
berenergi. Hal ini tentunya dapat
terus dikembangkan guna mem-
perluas jangkauan dan pemasaran
komoditi ekspor Indonesia lainnya
di Kenya. Kedua Kepala Perwakilan
RI tersebut menyatakan akan terus
mendukung berbagai upaya pelaku
usaha untuk memasarkan produksi-
nya di wilayah akreditasi masing-
masing.
Pembicara lainnya yang turut
berpartisipasi dalam seminar terse-
but adalah Prof. Dr. Rina Indiastuti,
SE, MSIE, Wakil Rektor Bidang Pe-
rencanaan, Sistem Informasi, dan
Keuangan, Universitas Padjajaran.
Dalam paparannya, Rina Indiastuti
mengutarakan pemikiran mengenai
perlunya Indonesia mengembang-
kan pabrik di negara-negara Afrika
untuk meringankan beban biaya
yang ditanggung oleh para pengu-
saha selama ini dalam memasarkan
produksinya ke Afrika.
Sementara itu, Drs. Agus R.
Rahman, Peneliti Madya pada Lem-
baga Ilmu Pengetahuan Indonesia,
yang juga menjadi pembicara pada
seminar tersebut menawarkan peta
jalan upaya promosi hubungan bi-
lateral Indonesia dengan negara-
negara Afrika melalui kerangka ker-
jasama New Asian-African Strategic
Partnership (NAASP) serta Indian
Ocean Rim Association (IORA).
Seminar ini merupakan kelanju-
tan dari serangkaian kegiatan yang
telah diselenggarakan pada waktu
sebelumnya, yaitu kegiatan penyu-
sunan Kajian Mandiri berjudul
Exploring Africa: Mainstreaming
Indonesias Economic Diplomacy in
Non Traditional Markets dan Forum
Kajian Kebijakan Luar Negeri berte-
ma Diplomasi Indonesia dan Pasar
Non-Tradisional Afrika pada bulan
Juni 2013 di Bandung.
Dalam sambutan pembukaan
seminar yang dihadiri oleh para
peserta dari kalangan pelaku usa-
ha, instansi terkait, akademisi dan
media ini, Kepala P3K2 Aspasaf, M.
Hery Saripudin, menegaskan bah-
wa penyelenggaraan seminar ini ti-
dak hanya bertujuan sebagai public
awareness campaign tetapi juga se-
bagai salah satu bentuk public con-
sultation bagi upaya penyusunan
rancangan rekomendasi kebijakan
yang action oriented melalui dis-
kusi interaktif.[]
Diplomasi Ekonomi
PENETRASI
PASAR AFRIKA
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
LAP0RAN KHUSUS
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
10
adanya rute pelayaran langsung
(direct route); skema pembiayaan
ekspor yang belum optimal karena
tidak adanya kepercayaan dari per-
bankan Indonesia terhadap per-
bankan di Afrika, dan sebaliknya;
serta banyaknya kompetitor besar
(China, India) yang telah terlebih
dulu merebut pangsa pasar Afrika.
Hasil dari misi dagang Indo-
nesia ke Afrika dipandang masih
belum dapat menghasilkan return
yang sepadan karena kegiatan ter-
sebut belum dilaksanakan secara
berkesinambungan. Untuk itu, misi
dagang yang selanjutnya akan lebih
baik apabila ditekankan pada en-
trepreneurial activity dengan fokus
branding produk-produk Indonesia
guna meningkatkan brand awa-
reness dari konsumen Afrika.
Untuk mengatasi tingginya bi-
aya transportasi ke Afrika, seperti-
nya akan jauh lebih strategis bagi
pengusaha-pengusaha Indonesia
apabila dapat langsung membuka
pabrik di Afrika. Hal tersebut ten-
tunya akan dapat meningkatkan
efsiensi dan daya saing, dari segi
harga, bagi produk-produk Indone-
sia dimata konsumen Afrika.
Di sisi lain, Indonesia dinilai te-
lah melupakan dua pilar penting
dalam hal hubungan dengan Afrika,
yakni Konferensi Asia Afrika (KAA)/
New Asia Afrika Strategic Partner-
ship dan Indian Ocean Rim Asso-
ciation (IORA). Indonesia kiranya
tidak hanya berhenti pada nostal-
gia peringatan tahunan KAA tanpa
dapat memanfaatkan momen his-
toris tersebut untuk kepentingan-
kepentingan Indonesia yang lebih
besar. Di sisi lain, Indonesia juga
dipandang lebih condong pada hu-
bungan-hubungan regionalisme di
kawasan Asia Pasifk seperti, ASEAN
dan Asia-Pasifc Economic Coopera-
tion (APEC) dibandingkan dengan
pengembangan hubungan dengan
negara-negara IORA.
Untuk melakukan penetrasi
pasar Afrika, diusulkan strategi
pemilahan negara-negara kunci
berdasarkan skala prioritas yang
termasuk ke dalam dua pilar di atas,
yakni NAASP dan IORA, dengan
mempertimbangkan kesetaraan
keberadaan perwakilan diploma-
tik. Dengan demikian terdapat lima
negara di mana Indonesia dapat
cenderung
dicitrakan negatif
pada dekade 70-
80an karena kemisk-
inan, kriminalitas
tinggi, wabah penyakit, dan tingkat
pendidikan yang rendah. Afrika dip-
andang sebagai blackmail oleh ne-
gara-negara lain untuk men-discou-
rage Indonesia agar tidak masuk ke
Afrika. Pada kenyataannya, Afrika
telah berkembang menjadi kawa-
san yang memiliki potensi ekonomi
yang luas, dan memiliki masa depan
yang cerah sehingga menarik bagi
banyak investor dan pelaku usaha
dari berbagai negara untuk berin-
vestasi dan menjual produknya.
Bahkan Ernst & Young dalam la-
porannya tahun 2012 menyebutkan
bahwa Afrika adalah benua masa
depan karena kekayaan alamnya
yang belum tersentuh. Oleh karena
itu, Indonesia sesungguhnya da-
pat memanfaatkan potensi Afrika
tersebut untuk sebesar-besarnya
kepentingan nasional Indonesia di-
mana Indonesia memiliki potensi
untuk meningkatkan nilai transaksi
perdagangan dengan Afrika Sela-
tan hingga US$ 10 milyar.
Saat ini produk-produk consu-
mer goods asal Indonesia (terutama
di Afrika Selatan dan Kenya) sudah
mulai dikenal dan disukai di Afrika,
namun demikian Indonesia sudah
tertinggal jauh bila dibandingkan
negara-negara seperti China dan
India, atau bahkan sesama negara
ASEAN (Malaysia dan Singapura)
sekalipun, dalam engagement
dengan Afrika.
Afrika Selatan dan Kenya
merupakan dua negara kunci di
subkawasan Afrika bagian selatan
dan timur, apabila dilihat dari sisi
tingkat kemajuan ekonomi, keter-
sediaan infrastruktur, dan tingkat
intensitas hubungan ekonomi bila-
teralnya dengan Indonesia. Bahkan
Indonesia dan Afrika Selatan telah
menandatangani perjanjian strate-
gic partnership sebagai upaya untuk
mempererat hubungan bilateral.
Namun demikian, perjanjian ter-
sebut sampai saat ini masih belum
dapat diimplementasikan dengan
baik karena tidak adanya plan of
action.
Tidak adanya rute pener-
bangan dan jalur pelayaran langs-
ung antara Indonesia dan Afrika
merupakan kendala khusus bagi
pengembangan perdagangan dan
investasi bagi Indonesia dan nega-
ra-negara di Afrika. Perjanjian per-
hubungan udara yang ada sampai
saat ini masih belum dapat diimple-
mentasikan karena kendala load
factor yang rendah.
Terobosan yang dilakukan oleh
beberapa BUMN unggulan Indo-
nesia seperti WIKA, INKA, Garuda
Indonesia, Pindad, Dirgantara In-
donesia, dan Pertamina, dalam
melakukan penetrasi bisnis di Afri-
ka perlu disikapi dengan kesatuan
gerak dari pihak Pemerintah untuk
menjamin kelancaran usaha me-
reka dalam menjalankan bisnisnya
di Afrika.
Berbagai kendala yang dihadapi
Indonesia dalam upaya menembus
pasar Afrika, diantaranya adalah
berupa: daya saing produk Indone-
sia yang relatif lebih rendah diban-
dingkan kompetitor karena tidak
MENGGANDENG AFRIKA
SEBAGAI MITRA STRATEGIS
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
LAP0RAN KHUSUS
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
11
memberikan fokusnya, yakni Afrika
Selatan, Mesir, Kenya, Tanzania,
dan Mozambik. Selain itu, guna
mendukung upaya menembus
pasar Afrika, diperlukan strategi
dan kerjasama yang erat diantara
pemerintah, pelaku usaha dan sta-
keholders lainnya dalam kerangka
Indonesia Incorporated.
Kemajuan integrasi organisasi
regional dalam hal free trade dan
common market di mana Afrika
Selatan dan Kenya aktif di dalam-
nya yakni SADC (Southern African
Development Community) dan EAC
(East African Community) dapat di-
manfaatkan sebagai peluang untuk
penetrasi pasar ke negara anggota
organisasi regional lainnya.
Sementara itu, melalui skema
Kerjasama Selatan-Selatan (KSS),
program kerja sama teknik da-
pat dijadikan sebagai pintu masuk
(gat eway) untuk penetrasi pasar di
Afrika. Apalagi ketika KSS menjadi
salah satu program prioritas pe-
merintah.
Strategi yang dilakukan China
dalam menembus pasar Afrika se-
perti melalui penyelenggaraan Chi-
na-Afrika business forum dan pendi-
rian China-Afrika Development Bank
kiranya dapat dicontoh Indonesia
sebagai salah satu model yang baik
untuk penetrasi pasar ke Afrika.
Nampaknya perhatian Pemerin-
tah Indonesia ke Afrika masih belum
mendapatkan porsi yang seharus-
nya. Upaya menjalankan penetrasi
pasar non-tradisional ke Afrika juga
dipandang belum berhasil sepenuh-
nya. Oleh karena itu, pemerintah
perlu lebih menunjukkan komit-
mennya terhadap upaya penetrasi
pasar non-tradisional.
Fasilitasi pemerintah bagi peng-
usaha, BUMN, dan UKM merupakan
upaya yang penting sebagai strategi
untuk menembus pasar Afrika, hal
tersebut mengingat Afrika adalah
pasar non-tradisional. Upaya fasi-
litasi ini melingkupi diplomasi, ne-
gosiasi, hingga melakukan berbagai
upaya untuk meringankan proses
perijinan usaha, mengurangi ham-
batan perdagangan, dan berbagai
kerangka perjanjian untuk melin-
dungi badan usaha.
Pendekatan melalui jalur histo-
ris dan diaspora juga dinilai penting
untuk dimanfaatkan bagi peningka-
tan kepentingan ekonomi. Karena
itu upaya diplomasi diaspora yang
selama ini telah dilakukan Indone-
sia perlu terus dipertahankan, khu-
susnya di negara-negara yang me-
miliki penduduk bergaris-keturunan
Indonesia.
Beberapa negara seperti India,
Jepang dan China memandang ka-
wasan Afrika sebagai mitra strate-
gis sebagaimana dibuktikan dengan
diadakannya pertemuan summit se-
cara regular antara Negara tersebut
dengan Afrika. Summit forum anta-
ra negara-negara dimaksud dengan
Afrika mempunyai pengaruh sig-
nifkan terhadap peningkatan hu-
bungan ekonomi bilateral mereka.
Salah satu kendala internal yang
dihadapi dalam upaya peningkatan
kerjasama ekonomi dan penetrasi
pasar kawasan Afrika adalah le-
mahnya koordinasi antar kemente-
rian. Sedangkan kendala eksternal
yang dihadapi di antaranya terkait
dengan sistem pembayaran dan
perbankan yang masih perlu peny-
esuaian; jaringan yang masih perlu
ditingkatkan serta diperkuat; sis-
tem bisnis, budaya dan tradisi yang
juga berbeda dan perlu pengenalan;
serta adanya inkonsistensi pera-
turan perundang-undangan yang
berhubungan dengan pelaksanaan
kerjasama luar negeri.
Di tingkat nasional, perlu ada-
nya koordinasi dan kerjasama erat
dan serius antar semua pemangku
kepentingan baik pemerintah (se-
bagai image builder dan penyusun
peraturan bilateral, misalnya Per-
janjian Penghindaran Pajak Ber-
ganda/P3B), sektor perbankan/jasa
keuangan yang diharapkan mem-
berikan insentif bagi pengusaha/
eksportir Indonesia, pihak media
yang berperan mendiseminasikan
informasi mengenai peluang pasar
Afrika guna meningkatkan public
awareness, pelaku usaha, serta
akademisi dalam mendukung peru-
musan strategi kebijakan. (Sumber:
P3K2 Aspasaf).
Kemayoran Jakarta kembali menjadi ajang penyelenggaraan Pameran Perdagangan Indonesia
atau Trade Expo Indonesia (TEI) ke-28 pada tanggal 16-20 Oktober 2013. Trade Expo Indonesia (TEI)
merupakan kegiatan pameran tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional
Indonesia, membangun jaringan bisnis dan sekaligus saling berbagi ide dan pengetahuan khususnya bagi para
eksportir Indonesia yang sedang mencari mitra dagang asing dan berkeinginan memasuki pasar global.
Pameran Perdagangan Indonesia ke-28 kali ini di antaranya memamerkan produk produk pertanian, per-
tambangan hingga industri termasuk jasa. Beberapa jenis produk yang dipamerkan, antara lain berupa kom-
ponen otomotif, kulit dan produk kulit, kakao, makanan olahan, kopi, produk pertanian, kelapa sawit, bahan
bangunan, peralatan listrik dan elektronik, bahan kimia, alas kaki, makanan dan minuman, furniture, peralatan
rumah tangga, karet dan produk barang pecah belah, tekstil dan produk tekstil, produk kertas, kerajinan tangan,
jasa, dan obat-obatan herbal.
Selain itu juga ada rumah lipat, panser buatan PT Pindad, sel surya produksi PT LEN Industri, dan ukir-
ukiran kayu dari berbagai daerah. TEI merupakan pameran dagang berskala internasional yang digelar secara
rutin oleh Kemendag dimana tahun ini mengusung tema Trade with Remarkable Indonesia dimana sekitar
2.000 eksibitor dan 10.000 pembeli internasional dari 105 negara hadir dalam pameran ini.
Pameran ini merupakan kesempatan baik untuk mempromosikan berbagai produk Indonesia yang bernilai
tambah, mulai dari handicraf hingga aircraf, mulai dari jasa tenaga kerja terampil hingga jasa bisnis profesional,
serta berbagai peluang investasi di Indonesia, kata Plt Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus
Nuzulia Ishak.
Sementara itu di dalam hall tempat acara
pameran diadakan, berbagai produk Indonesia
mampu mencuri perhatian pengunjung. Pesa-
wat N-219 yang miniaturnya dipajang misalnya,
meski baru akan diproduksi oleh PT Dirgantara
Indonesia (DI) pada tahun 2015, namun sudah
mendapat peminat dari dalam dan luar negeri.
Niat beli sudah datang dari pemerintah Tai-
land. Di dalam negeri, Lion Air sudah memberi-
tahu minatnya juga, kata VP Marketing Directo-
rate Commercial PT DI Arie Wibowo.
Pameran yang digelar di areal seluas ham-
pir 60.000 meter persegi ini tidak hanya mema-
merkan pesawat buatan Indonesia, kendaraan
bermotor produksi Indonesia juga menarik para
pengunjung dari luar negeri. Viar, kendaraan
bermotor yang memiliki pabrik seluas 25 Ha
di Semarang, juga sudah diminati oleh pembeli
dari India, Arab, Libya, Jepang, Cina, Taiwan.
Sebagian besar pengunjung asing yang datang
atau sekitar 75% dari mereka menyatakan keter-
tarikan untuk membeli.
Saat ini hampir 85% komponen kendaraan
bermotor Viar sudah diproduksi di dalam nege-
ri. Karena itu, Viar berani membuat motto Viar
Motor Indonesia.
Expo Indonesia (TEI) ke-28
MENINGKATKAN KINERJA
EKSPOR NASIONAL INDONESIA
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
SOROT
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
12
KEMLU GELAR SOSIALISASI POTENSI DAERAH DAN ASET DIPLOMASI PUBLIK
di Papua ini dalam audiensi kami
jawaban mereka sangat bagus.
Pemuda memiliki masa depan
yang disiapkan untuk menjadi
Pemimpin. Pemuda bisa salah
dari awal kalau kita tidak berikan
masukan. Pemuda bisa mencon-
toh yang benar dan bisa juga
mencontoh yang salah katanya.
Maka dari itu, Bagas me-
lanjutkan, mulai dari sekarang
harus dibiasakan untuk mem-
berikan pemahaman yang baik
kepada para pemuda, dan salah
satunya adalah pemahaman
tentang berdiplomasi. Mereka
harus berlomba-lomba menga-
tasi permasalahan yang terjadi,
entah masalah ekonomi, keterti-
ban dan masalah lainnya.
Sebagai hasil diskusi ini,
Duta Besar Bagas mengatakan,
bahwa pihaknya akan membawa
berbagai pemikiran yang muncul
ini ke pemerintah pusat untuk
nantinya diambil kebijakan yang
tepat untuk para pelajar di Pa-
pua. Pelajar di Papua memiliki
potensi yang besar sehingga kita
harus memajukan kemampuan
mereka.[]
upaya
penguatan ka-
pasitas SDM dan
peningkatan cara-
cara berkomuni-
kasi yang baik di lingkungan pe-
lajar dan mahasiswa di Papua,
Direktorat Jenderal Informasi
dan Diplomasi Publik Kemlu RI
menggelar kegiatan public lec-
ture bagi akademisi/ mahasiswa
perguruan tinggi se-Papua, ser-
ta kegiatan sosialisasi diplomasi
publik untuk para pelajar SMA
di Papua yang masing-masing
dilaksanakan pada tanggal 17
dan 18 September 2013.
Kegiatan tersebut dilaksana-
kan oleh Kemlu RI bekerja sama
dengan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik (FISIP) Universitas
Cendrawasih (Uncen) serta Di-
nas Pendidikan, Pemuda dan
Olah Raga (Dikpora) Propinsi
Papua, Jayapura.
Acara yang masing-masing
digelar di Kantor Dinas Pendidi-
kan Pemuda dan Olahraga (Dik-
pora) Provinsi Papua dan Aula
Fisip Uncen Kampus Waena
tersebut dimaksudkan sebagai
upaya sosialisasi mengenai dip-
lomasi publik kepada para pe-
lajar di Papua dan upaya untuk
meningkatkan cara berkomunikasi
yang baik dan kemampuan dalam
berdiplomasi bagi akademisi/ ma-
hasiswa perguruan tinggi se-Papua.
Sosialisasi dengan tema Po-
tensi Daerah dan Aset Diplomasi
Publik Indonesia tersebut dibuka
oleh Duta Besar Bagas Hapsoro dan
Samuri Ongge yang mewakili Ke-
pala Dinas Dikpora Provinsi Papua.
Acara ini dihadiri tidak kurang dari
150 pelajar dari berbagai SMA di
wilayah Kotamadya dan Kabupaten
Jayapura.
Dalam kesempatan tersebut,
Duta Besar Bagas Hapsoro me-
nanyakan kepada para pelajar yang
hadir, siapa yang tidak kenal deng-
an Duta Besar Freddy Numberi,
Duta Besar Barnabas Suebu, Duta
Besar Theo Waimuri dan Duta Besar
Mikael Manufandu. Mereka adalah
para diplomat Indonesia yang bera-
sal dari Papua dan pernah mendu-
duki jabatan tinggi pada Perwakilan
RI di luar negeri. Mereka menjadi
wakil Pemerintah RI dan wakil pri-
badi Presiden RI, serta menjadi
inspirasi bagi puluhan diplomat
Papua lainnya yang sedang meniti
karir di Kemlu RI.
Sedangkan Samuri Ongge men-
gatakan bahwa pelajar adalah masa
depan, dimana mereka merupakan
sumber daya manusia di Papua, dan
merupakan salah satu potensi yang
akan lebih ditingkatkan di masa
depan. Lebih lanjut Samuri Ongge
menjelaskan bahwa diplomasi sang-
at penting bagi suatu negara untuk
memiliki kawan di luar negeri.
Samuri Ongge berharap agar
sosialisasi ini dapat memberikan in-
formasi dan pengalaman terkait po-
litik luar negeri yang inspiratif bagi
pelajar Papua.
Acara ini juga dilengkapi deng-
an paparan mengenai Indonesia
dan Komunitas ASEAN 2015 oleh
Dubes Bagas Hapsoro, perlindung-
an WNI di perbatasan oleh Direktur
Perlindungan WNI dan BHI, Tatang
Budie Utama Razak, serta perlunya
peran masyarakat dalam berdiplo-
masi publik oleh Deputi Direktur
Diplomasi Publik, Siuaji Raja.
Bagas Hapsoro mengungkap-
kan bahwa tujuan diadakannya
sosialisasi diplomasi publik untuk
pelajar SMA se-Papua ini untuk
menggugah kesadaran bahwa sebe-
narnya Papua ini mempunyai aset
yang luar biasa, aset SDA, alam dan
pemandangan yang indah, banyak
ragam seni dan budaya, ditambah
lagi aset yang belum demikian keli-
hatan, aset ini yaitu SDM.
Saya lihat murid-murid SMA
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
SOROT
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
13
Expo Indonesia
(TEI) ke-28 tahun 2013
ini membukukan total
transaksi US$ 1,82
miliar. Nilai transaksi
meningkat 80,91 persen dibanding-
kan nilai transaksi TEI 2012 yang ha-
nya sebesar US$ 1,001 miliar.
Pada penyelenggaraan TEI ke-
28 tahun ini ada potensi nilai tran-
saksi lebih besar karena banyak
pembeli yang mengunjungi produ-
sen di daerah untuk melihat pro-
ses produksi secara langsung. Jika
realisasi kontak dagang yang telah
tercatat diakumulasi dengan yang
masih dalam tahap negosiasi, maka
target US$ 2 miliar sangat mungkin
tercapai.
Porsi transaksi terbesar dibuku-
kan oleh transaksi investasi dengan
nilai US$ 1,068 miliar atau 58,68
persen dari total transaksi di TEI.
Investasi tersebut berasal dari 14
negara, di antaranya ialah Jepang,
Inggris, Taiwan, Australia, Rusia, In-
dia, Mesir, Persatuan Emirat Arab,
dan Nigeria.
Selanjutnya Thailand, Brasil,
Korea Selatan, Hungaria, dan Afri-
ka Selatan. Investasi dilakukan di
sektor pertambangan, manufaktur
(ban dan glassware), pengelolaan
air bersih, pertanian, perdagangan,
tekstil, dan alat kesehatan.
Transaksi produk senilai US$
692,2 juta dan transaksi jasa terca-
tat sebesar US$ 65,9 juta.
Pembeli di ajang TEI didominasi
oleh negara-negara non-tradisio-
nal. Kali ini ada buyer pendatang
baru yang berasal dari Suriname,
Papua Nugini, Yaman, Aljazair, Bul-
dan gas, terapis spa, teknologi in-
formasi, serta perawat dan peng-
asuh adalah yang paling diminati.
Permintaan untuk sektor ini sebagi-
an besar berasal dari Afrika Selatan,
Australia, Malaysia, Suriname, Le-
sotho, RRT, Persatuan Emirat Arab,
Taiwan, Irak, dan Chile.
TEI tahun ini diikuti oleh 1.511
peserta dari perusahaan besar, me-
nengah, dan kecil yang tidak hanya
berasal dari Jakarta dan sekitarnya,
tetapi juga dari daerah lainnya di
Indonesia. Pameran ini dikunjungi
oleh 9.343 buyers dari 118 negara.
garia, dan Kamerun yang melaku-
kan transaksi cukup besar. Hal ini
menunjukkan kebijakan diversif-
kasi pasar oleh pemerintah mulai
menunjukkan hasil.
Pembeli dengan jumlah tran-
saksi terbesar selama penyeleng-
garaan TEI 2013 adalah Republik
Rak-yat Tiongkok sebesar 11,84
persen dari seluruh total transaksi.
Kemudian posisi kedua dan sete-
rusnya diikuti oleh Jepang dengan
6,20 persen, Australia 5,38 persen,
Afrika Selatan 4,78 persen, India
4,68 persen, Korea Selatan 4,57
persen, Amerika Serikat 4,18 per-
sen Zimbabwe 3,81 persen, Malay-
sia 3,66 persen, dan Arab Saudi 2,93
persen.
Sementara itu, sepuluh produk
yang paling diminati buyers selama
penyelenggaraan TEI 2013 adalah
produk pertanian, furnitur, otomotif
dan komponennya, kopi, makanan
dan minuman, tekstil dan produk
tekstil, listrik dan produk elektro-
nik, barang-barang kebutuhan ru-
mah tangga, rempah-rempah, serta
kertas dan produk kertas.
Untuk sektor jasa, tenaga
kerja di bidang konstruksi dan
manufaktur, hospitality, minyak
Pembeli di Ajang TEI 2013
Gita Wirjawan
Menteri Perdagangan
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
SOROT
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
14
Trade Expo Indonesia (TEI) 2013
Dok.konjen houston
buyers tahun lalu yang hanya seki-
tar tiga buyers, ujar Wakil Kepala
ITPC Sao Paulo, Bayu Setiawan.
Para buyers ini datang dari pe-
rusahaan-perusahaan ternama di
Brasil. Mereka adalah Caf Pel Com-
panhia De Caf Soluvel (kopi), Mart
Presentes (glassware), Sierra By
Nova America (furniture), Ing Import
(houseware & gift), Ademar Nasci-
mento, Torex Importao E Exportao
Ltda (trading), Artecor Textil, Em-
brapa (agriculture), Farol Consulting,
Sigma Trading, Importadora Cas-
cavel (houseware & gift), M.Cassab
Comercio E Indstria Ltda, Brazilian
Football Cafe, Casa & Video Rio De
Janeiro S.A (glassware), Avibras In-
dustria Aeroespacial S.A (spare parts
& components).
Beberapa buyers yang tertarik
mengunjungi penyelenggaraan
TEI 2013 bahkan tidak hanya da-
tang untuk melakukan pembelian,
tetapi juga melakukan penjajakan
peluang bisnis jangka panjang.
Bahkan beberapa perusahaan
dari negara lain yang hadir dalam
pameran-pameran tersebut seperti
dari Uruguay, Venezuela, dan Ar-
gentina juga menyatakan ketertari-
kannya terhadap penyelenggaraan
TEI.
Beberapa buyers Brasil tertarik
untuk membeli produk dari Indone-
sia karena Indonesia relatif sedikit
terkena tindakan anti-dumping dari
pemerintah Brasil. Ini merupakan
peluang emas dalam rangka mere-
but pasar yang selama ini dikuasai
oleh produk-produk dari China,
ungkap Bayu Setiawan.
Sementara itu produk andalan
ekspor Indonesia semakin berva-
riasi, tidak hanya komoditas primer
berbasis sumber daya alam, namun
juga produk industri yang memiliki
nilai tambah lebih tinggi.
Produk yang dipamerkan tidak
hanya mengandalkan sumber daya
alam, tapi telah ditunjang oleh tek-
nologi tinggi, inovasi dan kreati-
vitas yang merupakan karya cipta
profesional muda Indonesia, kata
Wakil Menteri Perdagangan (Wa-
mendag) Bayu Krisnamurthi.
Oleh karena itu, pada TEI 2013
tidak hanya produk berbasis sumber
daya alam saja yang dipamerkan,
melainkan juga produk hasil industri
strategis, industri kreatif dan UKM,
serta produk manufaktur lainnya, di
samping produk jasa dan potensi
investasi.
Misalnya PT Biofarma, mereka
memamerkan produk vaksin dan
antiserum berkualitas tinggi, yang
telah diekspor ke seluruh dunia. Ini
merupakan bukti Indonesia tidak
hanya mengandalkan produk sum-
ber daya alam saja, kata Bayu.
Transaksi investasi memiliki
porsi terbesar pada acara Trade Expo
Indonesia (TEI) ke-28 yang berlangs-
ung 16-20 Oktober 2013. Total tran-
saksi investasi mencapai US$ 1,068
miliar atau 58,49% dari keseluruhan
total transaksi. Jumlah ini merupa-
kan pencapaian terbaik sepanjang
penyelenggaraan TEI.
Transaksi investasi ini berasal
dari banyak negara. Ajang ini da-
pat mempertemukan peserta yang
memiliki peluang investasi dengan
para investor yang datang ke Indo-
nesia, ujar Direktur Pameran dan
Sarana Promosi Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM), Johny
Ferauchi Djafar. Kesepakatan in-
vestasi banyak terjadi pada sektor
pertambangan, manufaktur (ban
dan glassware), pengelolaan air ber-
sih, pertanian, perdagangan, tekstil
dan alat kesehatan.
Transaksi investasi terbesar be-
rasal dari Inggris yang menanam-
kan modalnya untuk pengolahan air
minum di Purwakarta, Jawa Barat.
Kemudian diikuti oleh Jepang untuk
pengembangan ikan, Taiwan untuk
industri tekstil dan keramik, serta
Australia pada sektor peternakan
sapi.
Nilai investasi ini berpotensi ma-
sih bisa terus bertambah meskipun
TEI ini sendiri telah berakhir. Hal ter-
sebut karena kesepakatan investasi
masih akan membutuhkan waktu
sehingga masih bisa untuk dilaku-
kan kesepakatan lanjutan, karena
itu perlu untuk terus di follow up.[]
E ME NT E R I A N
Perdagangan (Ke-
mendag) RI me-
nyebutkan bahwa
sejumlah pengusa-
ha dari Brasil, Italia dan Jepang me-
miliki minat yang tinggi untuk me-
nyambangi pameran perdagangan
Trade Expo Indonesia tahun ini.
Indonesia mulai dikenal pebis-
nis Italia sebagai salah satu negara
yang memiliki iklim usaha dan in-
vestasi yang menjanjikan. Hal ter-
sebut dapat dilihat dari maraknya
permintaan pebisnis Italia untuk
menjalin kerja sama dengan pelaku
usaha Indonesia, kata Kepala In-
donesian Trade Promotion Center
(ITPC) Milan, Sumber Sidabutar.
Menurut Sumber Sidabutar,
ITPC Milan banyak menerima per-
mintaan dari para pengusaha Italia
hadir dan dipertemukan dengan
pengusaha Indonesia dalam Trade
Expo Indonesia (TEI) 2013.
Beberapa perusahaan yang ha-
dir dalam TEI 2013 antara lain Sopra
il Muro yang mencari produk furni-
tur outdoor; Bamboo Design yang
mencari produk furnitur etnik; Bea-
con Srl yang berminat pada sektor
CPO (produsen dan pengolahan),
perusahaan konstruksi, perusahaan
penerbangan, pengadaan kayu.
Kemudian produsen dan
eksportir produk makanan, minu-
man dan wine, inspeksi perpipaan,
serta pengawasan dan keamanan
udara; Teak Furniture yang bermi-
nat pada sektor industri makanan
kemasan dan makanan beku; RKB
International yang bergerak pada
sektor mekanik, mesin untuk indu-
stri, pembangunan kapal, otomo-
tif, pertanian teknologi angin, dan
industri pertambangan; serta dari
sektor medis yang berminat pada
persediaan produk-produk medis.
Sementara dari Jepang, terca-
tat 26 buyers dari 20 perusahaan
akan menghadiri TEI. Kepala In-
donesian Trade Promotion Centre
(ITPC) Osaka, Rosiana C Frederick
menyatakan selain menghadiri TEI,
para buyers juga dijadwalkan mela-
kukan kunjungan ke sentra-sentra
bisnis dan business matching deng-
an para pelaku bisnis di Indonesia.
Perusahaan-perusahaan yang
melakukan business matching ter-
sebut yaitu dari K Co Ltd dengan
petani coklat di Sulawesi Barat;
Keifuku Trading Co Ltd dengan
perusahaan sambal cap Ibu Jari;
Kupu-kupu dengan perusahaan ke-
rajinan tangan di Jogjakarta, sekali-
gus mengunjungi Jogjakarta Expo;
serta Megane Top Co Ltd dengan
beberapa perusahaan furnitur kayu
di Semarang dan Jepara.
Dari Brasil, 20 buyers potensial
dan pelaku usaha dari sekitar 15 pe-
rusahaan dipastikan hadir. Jumlah
ini jauh meningkat dibandingkan
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
SOROT
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
15
lam agenda pembangunan global
pasca 2015. Melalui tujuan khusus
ini diharapkan perdagangan inter-
nasional dapat menjadi katalisator
penghapusan kemiskinan. Untuk
itu, UNCTAD mengusulkan agar da-
lam agenda pembangunan global
yang terkait dengan isu perdagang-
an internasional, berbagai indikator
kuantitatif yang telah ada harus
dibarengi dengan indikator kualita-
tif, ujar Dubes Triyono.
Isu-isu global lainnya yang tak
luput dari perhatian UNCTAD adalah
bantuan yang diberikan kepada
rakyat Palestina yang dituangkan
dalam sebuah laporan khusus yang
bertajuk: Report on the Assistance to
the Palestinian People.
Dalam laporan serta pembaha-
sannya selama pelaksanaan sidang
TDB sesi ke-60, terungkap bahwa
rakyat Palestina masih mengalami
berbagai kesulitan yang sangat se-
rius akibat krisis fskal, isolasi per-
ekonomian Palestina dari pasar in-
ternasional, tingkat pengangguran
yang terus meningkat, serta berba-
gai keterbatasan supply dan demand
untuk pertumbuhan ekonominya.
Beragam kesulitan yang di-
hadapi rakyat Palestina tersebut ti-
dak dapat dipisahkan dari berbagai
kebijakan represif Israel di wilayah
pendudukan.
Pada akhir laporannya, Dubes
Triyono mengharapkan agar Komi-
te II SMU PBB-68 dapat menyetujui
dan mengesahkan tawaran Peru un-
tuk menjadi tuan rumah Konferensi
UNCTAD XIV pada tahun 2016.
Dubes Triyono terpilih menjadi
Presiden TDB UNCTAD pada sesi
ke-60 persidangan badan tersebut
yang dilaksanakan pada tanggal
16-27 September 2013. Masa Kepre-
sidenan Dubes Triyono yang akan
berakhir pada September 2014, me-
miliki arti strategis serta akan men-
jadi masa yang bersejarah, meng-
ingat selain tugas rutin memimpin
pertemuan-pertemuan TDB, tugas
Presiden TDB pada masa ini juga
akan merencanakan dan melak-
sanakan perayaan ke-50 Hari Ulang
Tahun UNCTAD, yang rangkaian
acaranya akan dimulai pada bulan
April 2014.
Selain itu, pada masa Kepre-
sidenan tahun 2013-2014 akan
dilakukan proses mid-term review
hasil-hasil Konferensi UNCTAD XIII
di Doha tahun 2012, untuk dijadikan
rujukan persiapan Konferensi UNC-
TAD XIV di Peru, tahun 2016.[]
ngunan global pasca 2015, tegas
Dubes Triyono.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa
dalam proses menyiapkan hari jadi-
nya yang ke-50 pada tahun 2014,
UNCTAD berencana akan meraya-
kannya dengan mendedikasikan
pembahasan utama pada isu-isu
agenda pembangunan global pasca
2015.
Terkait dengan isu investasi,
Dubes Triyono memaparkan bahwa
UNCTAD telah menerbitkan World
Investment Report 2013 yang secara
ekstensif membahas peranan Glo-
bal Value Chains (GVCs) terhadap
pembangunan.
Pembuatan kebijakan yang re-
levan dengan memperhatikan situ-
asi dan kekhususan masing-masing
negara berkembang merupakan hal
penting agar GVCs dapat berdaya
guna secara optimal, papar Dubes
Triyono tegas.
Selain itu, Dubes Triyono juga
menyampaikan bahwa negara-ne-
gara anggota UNCTAD mengingin-
kan agar isu perdagangan dapat
dijadikan sebuah tujuan khusus da-
AKIL Tetap RI
utuk PBB, WTO
dan Organisasi
I nt er nas i onal
lainnya di Je-
newa, Duta Besar Triyono Wibowo
dalam kapasitasnya sebagai Presi-
den Trade and Development Board
UNCTAD, dalam laporannya ke-
pada sidang Komite II SMU PBB-
68, di New York pada tanggal 24
Oktober 2013 menyampaikan bah-
wa United Nations Conference on
Trade and Development (UNCTAD)
dapat memberikan kontribusi yang
memadai dan relevan dalam proses
penyusunan agenda pembangunan
global pasca 2015. Hal ini meng-
ingat UNCTAD adalah organisasi in-
ternasional yang merupakan wadah
pembahasan isu perdagangan dan
pembangunan negara berkembang
dan memiliki tiga pilar utama, yaitu
concensus building, research and
analysis, dan technical assistance.
Dalam pertemuan yang dip-
impin oleh Ketua Komite II, Watap
Senegal untuk PBB di New York,
Ambassador Abdu Salam Diallo dan
dihadiri oleh hampir seluruh negara
anggota PBB, Dubes Triyono men-
jelaskan beberapa isu global yang
akan menjadi perhatian UNCTAD
dalam masa kepresidenannya.
Dubes Triyono menekankan
beberapa isu seperti tindak lanjut
berbagai konferensi internasional
khususnya yang terkait dengan
proses penyusunan agenda pem-
bangunan global pasca 2015,
investasi dalam kaitannya dengan
Global Value Chains, evolusi trend
sistem perdagangan internasional,
serta bantuan UNCTAD kepada
rakyat Palestina. Semua isu
tersebut telah dibahas pada Sidang
TDB sesi ke-60 di Jenewa, tanggal
16-27 September 2013.
UNCTAD akan terus beru-
paya memberikan kontribusi ter-
baiknya dalam pembahasan isu-isu
pembangunan melalui evaluasi se-
cara kritis dan konstruktif terhadap
proses dan pencapaian target Mil-
lenium Development Goals (MDGs),
serta mengidentifkasi berbagai
indikator yang dapat digunakan
dalam menyusun agenda pemba-
DUBES TRIYONO :
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
DAPAT MENJADI KATALISATOR
PENGHAPUSAN KEMISKINAN
Duta Besar Triyono Wibowo sebagai Presiden Trade and Development Board UNCTAD
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
SOROT
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
16
P
ke-12
Gugus Tugas Peny-
elesaian Sengketa
ASEAN (12th Meeting
of the Task Force on
ASEAN Dispute Settlement Mecha-
nism) telah dibuka di Lombok, pada
tanggal 24 Oktober 2013. Perte-
muan yang berlangsung selama
dua hari membahas mekanisme isu
sengketa perekonomian ASEAN.
Selain itu, pertemuan juga membi-
carakan status DSM Fund Manage-
ment, nominasi anggota panel di
tingkat pertama dan banding dan
perkembangan terakhir mengenai
daftar persetujuan ekonomi yang
akan dicakup.
Para pakar hukum dan lemba-
ga terkait dari ASEAN telah mulai
membahas langkah penyempurna-
an naskah Protokol ASEAN menge-
nai penyelesaian sengketa. Dele-
gasi Indonesia antara lain terdiri
dari Dubes Bagas Hapsoro, Abdul
Kadir Jaelani, Direktur Perjanjian
Internasional Ekososbud, dan wa-
kil-wakil dari Direktorat Perjanjian
Internasional Ekososbud, Direkto-
rat Kerjasama Ekonomi ASEAN Ke-
menterian Luar Negeri, Perutusan
Tetap Indonesia untuk ASEAN dan
Kementerian Perdagangan. Per-
temuan juga mendengarkan pan-
dangan pakar hukum Uni Eropa/
WTO, Paolo Vergano.
Enhanced Dispute Settlement
Mechanism (EDSM) ini sangat di-
perlukan karena akan memfasilitasi
pembentukan komunitas ASEAN
serta memperkuat integrasi ASEAN.
Kita harus mempunyai mekanisme
penyelesaian sengketa yang reli-
able, kata Dubes Bagas Hapsoro
dalam pidato pembukaannya. Hal
ini diartikan bahwa ASEAN tidak
bisa semata-mata mengandalkan
peraturan pada World Trade Orga-
nization (WTO).
Kewenangan Gugus Tugas
ASEAN di bidang Penyelesaian
Sengketa ini mendapat dorongan
dan support penuh dari Senior
Economic Ofcials Meeting (SEOM).
Bahkan salah satu keputusan High
Level Task Force on ASEAN Economic
Integration ke-22 adalah upaya
penguatan penyelesaian sengketa
sesuai dengan Roadmap ASEAN
Economic Community.
Indonesia berpandangan bahwa
langkah untuk memperbaiki dan
mendorong pemanfaatan EDSM,
khususnya menjelang terwujudnya
ASEAN Community pada 1 Januari
2016 adalah melakukan revisi ter-
hadap Protokol EDSM tahun 2004.
ASEAN perlu memfokuskan
pada persoalan sistemik dan per-
soalan prosedural yang terdapat
dalam Protokol EDSM 2004. Se-
bagaimana diketahui EDSM 2004
dibentuk sebelum adanya Piagam
ASEAN. Karena itu perlu disesuai-
kan dengan ketentuan-ketentuan
mengenai penyelesaian sengketa
dan kelembagaan yang berlaku da-
lam Piagam ASEAN.
Masalah sistemik antara lain
adalah ketidakjelasan defnisi eco-
nomic agreements, yang berakibat
pada meluasnya scope penanganan
sengketa ke sektor lain disamping
perdagangan. Berikutnya adalah
trigger mechanism yang melibatkan
non-violation complaint.
Mengenai masalah kelembaga-
an, kiranya perlu dipertimbangkan
peranan dubes ASEAN di Jakarta
(Committee of Permanent Repre-
sentatives) untuk ikut serta dalam
pengelolaan sistem EDSM.
Penanganan upaya revitalisasi
Protokol EDSM 2004 ini merupakan
salah satu prioritas yang memer-
lukan perhatian dan penanganan
secara khusus dalam rangka me-
nyambut ASEAN Community pada
tahun 2015.[]
MEKANISME PENYELESAIAN
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
ILUSTRASI
SOROT
perkuat kemandirian pangan harus
kita lakukan, saya sendiri dua hari
yang lalu memimpin rapat kabinet
terbatas diperluas di Bukittinggi un-
tuk menyusun rencana aksi pening-
katan produksi pangan terutama
lima bahan pangan strategi yaitu
beras, kedelai, jagung, gula dan
daging sapi, juga kami bahas untuk
menjaga kecukupan serta stabili-
tas harga bawang, bawang putih,
bawang merah termasuk cabai.
Setelah melalui pembahasan yang
mendalam dengan melibatkan para
menteri terkait, para lembaga pe-
meritahan non kementerian, para
gubernur, dan para pimpinan dunia
usaha secara bersama telah mene-
tapkan sebuah rencana aksi yang
kita sebut Rencana Aksi Bukittinggi,
yang akan segera kita laksanakan
mulai tahun ini juga.
Rencana aksi ini merupakan
program akselerasi, disamping
yang sudah kita jalankan program-
program peningkatan kemandirian
pangan yang berlangsung selama
ini. Melalui upaya ini, kita optimis
di tahun-tahun mendatang Indone-
sia akan semakin mandiri dan tidak
mudah tergoncang oleh gejolak
harga pangan dunia. Hal ini semakin
penting mengingat ke depan kita
dihadapkan pada meningkatnya
permintaan bahan pangan. Pening-
katan bahan meningkat tidak saja
karena pertambahan penduduk di
negeri kita yang menuju ke angka
250 juta tetapi juga jumlah karena
jumlah masyarakat kelas menengah
kita yang semakin besar dari 50 juta
dua tahun yang lalu, konon tahun
2030 akan mencapai 150 juta. Saya
berharap Hari Pangan Sedunia yang
kita laksanakan di Kota Padang
dapat menjadi momentum bagi
terwujudnya kemandirian pangan
yang berkelanjutan.
(Sumber : Arahan Presiden pada
peringatan hari Pangan se-Dunia
Ke-33, tahun 2013, Padang 31 Okto-
ber 2013.)[]
man hayati harus kita akhiri, untuk
mengatasi masalah kekurangan
gizi tidak saja diperlukan intervensi
langsung di sektor kesehatan dan
gizi. Tetapi juga yang lebih pen-
ting lagi adalah melalui intervensi
di semua sektor terkait, misalnya,
penyediaan pangan yang cukup,
penyediaan air bersih dan sanitasi,
penanggulangan kemiskinan, serta
penyediaan layanan keluarga be-
rencana, dan pendidikan khususnya
pendidikan bagi kaum perempuan.
Dalam penanganan masalah gizi
juga diperlukan komitmen dari kita
semua, baik pemerintah pusat dan
pemerintah daerah, lembaga sosial
kemasyarakatan dan keagamaan,
akademisi, organisasi profesi, pers
dan media massa, maupun dunia
usaha dan mitra-mitra pembangu-
nan lainnya. Pada tanggal 16 Juni
2013 lalu, Indonesia menerima pen-
ghargaan dari FAO atas keberhasi-
lan kita dalam mengurangi secara
drastis angka kelaparan yang seja-
lan dengan pencapaian Millenium
Development Goals.Terima kasih
bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kebijakan terintegrasi dalam
rangka perbaikan gizi telah dite-
tapkan dalam Peraturan Presiden
Nomor 42 Tahun 2013 dalam perce-
patan perbaikan gizi masyarakat
pada 1000 hari pertama kehidupan
yaitu sejak janin dalam kandungan
ibu hingga anak berusia dua tahun.
Saudara-saudara, saat ini sudah tiba
saatnya kita mengubah konsumsi
pangan secara bertahap dengan
lebih meningkatakan asupan buah-
buahan, sayuran, daging, dan ikan,
dan mengurangi porsi beras se-
bagai sumber karbohidrat. Untuk
itu Indonesia harus meningkatkan
sumber perikanan, peternakan,
dan peningkatan upaya diversifkasi
pangan. Diversifasi pangan atau
keragaman konsumsi pangan me-
rupakan salah satu strategi untuk
meningkatkan ketahanan pangan
secara nasional. Upaya untuk mem-
ERINGATAN hari
pangan sedunia ta-
hun 2013 mengang-
kat tema Sustainable
Food Systems for Food
Security and Nutrition. Untuk Indo-
nesia, tema itu kita kembangkan
menjadi Optimalisasi Sumber Daya
Lokal Melalui Diversifkasi Pangan
Menuju Kemandirian Pangan dan
Perbaikan Gizi Masyarakat. Dalam
pidatonya, perwakilan FAO di Ja-
karta telah menjelaskan menga-
pa tema besar ini penting untuk
mengajak masyarakat dunia untuk
bersama-sama meningkatkan ke-
tahanan pangan dan kecukupan
nutrisi.
Tema ini mendorong kita
bersama untuk menuju ke keman-
dirian pangan yang kuat. Sistem
pangan dan kemandirian pangan
yang kuat kita lakukan melalui
optimalisasi sumber daya lokal
sebagai pondasi utama dalam
memperkuat kedaulatan bangsa
dan negara kita di bidang pangan.
Saat ini, hampir 870 juta orang
di seluruh dunia menghadapi
kekurangan gizi, antara lain akibat
model pembangunan yang tidak
berkelanjutan. Dapat dikatakan
bahwa di dunia ini setiap 10 (sepuluh)
orang, satu orang di malam hari
tidak bisa tidur nyenyak. Tidak
cukup mendapatkan kebutuhan
pangan dalam kehidupan sehari-
harinya. Tentu kondisi dunia seperti
ini harus kita ubah, bangsa-bangsa
sedunia harus bersatu bekerja sama
untuk meningkatkan kecukupan
dan ketahan pangan secara global
agar tidak ada lagi suatu saat di
dunia ini saudara-saudara kita yang
kelaparan, yangtidak bisa tidur di
malam hari karena merasa lapar
tadi.
Model pembangunan yang me-
rusak lingkungan alam serta meng-
ancam ekosistem dan keanekaraga-
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
17
MENUJU
KEMANDIRIAN
PANGAN
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
PresIden rI:
LENSA
18
JUMLAH WNI KORBAN PENYELUNDUPAN
MANUSIA KE AUSTRALIA MENINGKAT
J
umlah WNI yang menjadi korban
penyelundupan manusia ke Australia
terus bertambah. Beberapa waktu
lalu, 1200 orang tenggelam di lautan
antara Indonesia dan Australia. dianta-
ranya adalah WNI yang masih di bawah
umur. Ini harus segera dihentikan, dan
semua pihak harus ambil andil.
Serangkaian fakta menunjukkan
meningkatnya penyelundupan manu-
sia melalui kapal yang tertangkap oleh
otoritas Australia. Pada tahun 2010 se-
banyak 126 kapal mengangkut 362 ABK
ilegal tertangkap di Australia. Pada ta-
hun 2013, hingga bulan ini angkanya me-
ningkat tajam menjadi 299 kapal dengan
617 ABK ilegal.
Tragisnya, dari sekian banyak ABK
yang tertangkap, sejumlah besar adalah
WNI korban penyelundupan manusia
yang masih berada di bawah umur. Me-
reka adalah anak-anak kita yang harus
kita selamatkan.
Untuk itu, perlu adanya langkah kon-
krit untuk mencegah kejahatan ini, salah
satunya adalah dengan meningkatkan
kesadaran masyarakat. Merupakan ke-
wajiban seluruh pemangku kepentingan
untuk bersama-sama meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk tidak ter-
goda dengan tawaran para otak peny-
elundupan manusia tersebut.
Saya berharap, ke depan, dapat
terbentuk suatu tim terpadu yang
nantinya dapat menangani masalah
penyelundupan ini secara komprehensif
sembari membantu memberikan pe-
nyuluhan bahaya penyelundupan
manusia yang semakin marak kepada
masyarakat awam.[]
Nadjib Riphat Kesoema
Duta Besar RI untuk Australia
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
voanews.com
LENSA
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
19
D
aya tarik Australia
sebagai negara tu-
juan para imigran,
meningkatkan ka-
sus penyelundupan
manusia dari tahun ke tahun. Se-
bagai salah satu Negara tetangga
terdekat dengan negeri kangguru,
Indonesia terkena dampak arus
penyelundupan tersebut. Bagi para
penyelundup, jalur laut Indonesia
yang begitu luas menjadi jalur favo-
rit untuk menembus daratan Aus-
tralia.
Berbagai langkah untuk men-
ekan maraknya penyelundupan
manusia terus dilakukan, salah satu
diantaranya adalah melalui awa-
reness campaign.
Sebagai salah satu kontribusi
nyata pada penanggulangan per-
masalahan penyelundupan manu-
sia, KBRI Canberra bersama sama
dengan Kedutaan Besar Australia
di Jakarta, Badan Pengkajian dan
Pengembangan Kebijakan Kemen-
terian Luar Negeri telah menyel-
enggarakan awareness campaign
untuk mencegah keterlibatan ABK
WNI dalam penyelundupan manu-
sia, khususnya ke Australia.
Kegiatan dalam bentuk jamuan
makan malam yang diselenggara-
kan di Hotel Aryaduta Makassar
pada tanggal 21 Oktober 2013 ter-
sebut dihadiri oleh sekitar 25 war-
tawan dari berbagai media massa
baik di pusat maupun di daerah.
Kegiatan awareness campaign
ini merupakan bagian dari rang-
kaian kegiatan peluncuran (soft
launching) hasil kajian Analisis Kri- Analisis Kri-
tis Evaluasi Kebijakan Pemerintah
Indonesia dalam Menanggulangi
Masalah Penyelundupan Manusia
Ke Australia, yang merupakan ha-
sil kerjasama KBRI Canberra den-
gan Universitas Hasanuddin.Pada
kesempatan tersebut Duta Besar
Australia untuk Indonesia menyam-
paikan mengenai bahaya keterliba-
tan ABK WNI pada penyelundupan
manusia, seperti terjadinya kecela-
kaan kapal, penahanan ABK WNI
di Australia, dampak negatif bagi
keluarga yang ditinggalkan, dan
bagi lingkungan yang lebih besar.
Walaupun hal ini bukan merupa-
kan permasalahan baru, namun da-
lam beberapa tahun terakhir jumlah
kedatangan kapal pembawa penca-
ri suaka yang diawaki oleh ABK WNI
menunjukkan tren peningkatan.
Untuk itu, merupakan kewajiban
seluruh pemangku kepentingan un-
tuk bersama-sama meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk tidak
tergoda dengan tawaran para otak
penyelundupan manusia tersebut.
Penanganan permasalahan
penyelundupan manusia merupa-
kan shared responsibility antara ne-
gara tujuan, negara transit dan ne-
gara asal. Disamping itu pendekatan
yang terintegrasi dan komprehensif
menjadi kunci bagi keberhasilan
penanganan masalah penyelundu-
pan manusia, yaitu meliputi: pence-
gahan, deteksi dini, perlindungan,
dan penegakan hukum.
Dalam pertemuan dengan PM
Australia Tony Abott beberapa
waktu lalu, Presiden RI bahkan me-
nyampaikan bahwa Indonesia dan
Australia akan mengedepankan
Bali Process Plus dalam menanggu-
langi isu ini.
Wakil Dubes Australia untuk
Indonesia, David Engel yang turut
hadir dalam acara tersebut meny-
ampaikan bahwa Pemerintah Aus-
tralia yang baru menekankan perlu-
nya kebijakan tersebut untuk terus
diperkuat, dan Australia akan men-
ghilangkan daya tarik bagi pencari
suaka untuk datang ke Indonesia
(take the sugar from the table -Red).
Dubes RI Canberra juga
menyampaikan pentingnya Mem-
bangun kapasitas masyarakat
di pesisir pantai adalah salah
satu kebijakan yang akan kita
lakukan. Kesenjangan ekonomi
dan keterbatasan lahan pekerjaan
adalah salah satu peluang para
penyelundup manusia leluasa me-
lakukan aksinya di daerah pesisir
Indonesia.
Apalagi masyarakat Makassar
dan Bugis, tambah Dubes Nadjib,
adalah sasaran utama mengingat
mereka adalah pelaut yang handal
dan mudah untuk diiming-imingi.
Banyak masyarakat kita tertipu
akan tawaran para penyelundup
ini, kata Nadjib.
Tidak dapat dipungkiri bahwa
masalah penyelundupan manusia
telah menjadi sangat relevan bagi
hubungan Indonesia-Australia. Hal
ini ditekankan oleh Wakil Dubes
Australia untuk Indonesia David
Engel. Indonesia dan Australia
adalah korban yang paling merugi
dalam kasus penyelundupan ma-
nusia.
Australia sangat mengapresiasi
usulan Indonesia terkait Bali Pro-
cess Plus dan terus berkomitmen
untuk menjaga kerja sama yang te-
lah terjalin erat. Dalam hubungan
dengan Indonesia hanya ada satu
aturan main, no surprises, katanya
mantap. David juga menegaskan
betapa pentingnya Indonesia di
mata Australia dan memastikan
penghormatan kedaulatan Indone-
sia merupakan suatu prasyarat pen-
ting hubungan kedua negara.
Bali Process Plus adalah dalam
konteks lebih mengintensifan ker-
jasama negara-negara di kawasan.
Menurut Dubes Nadjib, Bali Process
Plus ini nantinya akan melibatkan
seluruh stakeholders dan negara-
negara terkait dalam menangani
kejahatan yang telah banyak meru-
gikan Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga akan
terus mengedepankan pendekatan
early detection dengan cara mem-
berikan penyuluhan kepada kelurga
dan kerabat agar korban tidak mu-
dah tergiur tawaran kerja yang me-
nyesatkan di negara lain.
Selanjutnya, adalah perlindung-
an yang akan terus menjadi tumpu-
an Perwakilan RI di Australia terkait
masalah ini. Peninjauan ke tempat
detensi dan pemberian advokasi
akan terus dilakukan. Sebagai cata-
tan, dari tahun 2008 hingga Oktober
2013 Perwakilan RI di Australia telah
berhasil memulangkan 1500 WNI
yang diduga terlibat penyelundu-
pan manusia. Sedihnya dari se-
kian banyak korban, mayoritas dari
pada mereka adalah anak-anak, hal
ini yang menjadi perhatian kita ber-
sama ujar Dubes Nadjib. (Sumber:
P3K2 Aspasaf/KBRI Canberra).
Kerjasama RI-Australia
MENGHADANG LAJU
PENYELUNDUPAN MANUSIA
MELALUI BALI PROCESS PLUS
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
LENSA

ENTERI Luar
Negeri RI, Dr.
R.M. Marty M.
Na t a l e ga wa ,
me n y e r u k a n
perlunya kerjasama konkrit dian-
tara negara-negara Asia dan Eropa
yang memberikan dampak nyata
terhadap masyarakat di kedua be-
nua. Hal ini disampaikan Menlu RI
pada hari pertama Pertemuan Ting-
kat Menteri Luar Negeri (PTM) ke-
11 Asia Europe Meeting (ASEM) di
New Delhi, India (11-12/11).
Dalam kaitan ini, pada sesi ple-
no pertama tanggal 11 November
2013, Menlu RI menyerukan peng-
galangan dukungan masyarakat
internasional, khususnya negara-
negara ASEM kepada Filipina yang
dilanda bencana typhoon Haian.
Indonesia mendorong agar
negara-negara ASEM tidak hanya
memberikan pernyataan simpati,
ASEM harus dapat mengam-
bil langkah-langkah nyata untuk
membantu Filipina, salah satu ne-
gara anggota ASEM, yang dilanda
bencana typhoon Haian. Hal ini se-
jalan dengan kesepakatan bersama
ASEM untuk mendukung koordi-
nasi dan kolaborasi yang lebih luas
dalam penanganan bencana alam.
Pemerintah Indonesia telah mem-
persiapkan bantuan konkrit sesuai
demikian ditegaskan oleh Menlu RI
dalam intervensinya.
PTM ke-11 ASEM ini memba-
has berbagai isu untuk mendo-
rong pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan yang berkelanjutan,
dan berbagai tantangan keamanan
non-tradisional.
ASEM merupakan forum dialog
antar negara di kawasan Asia dan
Eropa. Keanggotaan ASEM terdiri
dari 20 negara Asia, 29 negara Ero-
pa, Sekretariat ASEAN dan Komisi
Eropa. Perekonomian ASEM mem-
berikan 60 persen dari PDB total
dunia dan dua per tiga nilai perda-
gangan dunia.
Di sela-sela pertemuan hari
pertama PTM ASEM ke-11, tanggal
11 November 2013, Menlu RI telah
melakukan pertemuan bilateral
dengan sejumlah Menteri Luar Ne-
geri negara sahabat yakni Luksem-
burg, Malta, Polandia, Slowakia dan
Jerman.
Sejumlah isu utama yang diba-
has dalam pertemuan-pertemuan
bilateral tersebut adalah pening-
katan hubungan ekonomi, perda-
gangan dan investasi. Selain itu
juga dibahas kerjasama di forum
multilateral termasuk upaya saling
dukung di forum-forum PBB. (Sum-
ber: BAM)
kebutuhan yang disampaikan Pe-
merintah Filipina, demikian dite-
gaskan Menlu Marty Natalegawa.
Selain itu, dalam pembaha-
san PTM ASEM ke-11 yang ber-
temakan Bridge to Partnership for
Growth and Development, Menlu
RI juga mendorong kerjasama
konkrit ASEM dalam menciptakan
pembangunan yang berkelanjutan
(sustainable development).
Sebagai organisasi antar-
kawasan, ASEM dapat memberi-
kan nilai tambah dan melengkapi
berbagai kerjasama kawasan dan
global terkait isu pembangunan
yang berkelanjutan, demikian ujar
Menlu Marty Natalegawa.
Pada hakekatnya pembangu-
nan yang berkelanjutan terwujud
melalui keseimbangan yang opti-
mal antara pertumbuhan ekonomi
(growth), pemerataan sosial (social
equity), dan lingkungan hidup yang
berkesinambungan (environmental
sustainability).
Secara konkrit pembangu-
nan yang berkelanjutan dapat
dicapai melalui: (i) fasilitasi per-
dagangan dan investasi dan (ii)
pengembangan konektivitas untuk
mendorong pertumbuhan eko-
nomi, dan (iii) dukungan terhadap
Usaha Kecil dan Menengah untuk
memastikan pemerataan sosial.
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
20
MENLU RI DORONG KERJASAMA KONKRIT
ASEM
Sebagai
organisasi antar-
kawasan, ASEM
dapat memberikan
nilai tambah
dan melengkapi
berbagai kerjasama
kawasan dan
global terkait isu
pembangunan yang
berkelanjutan.
Menlu Marty Natalegawa
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
Menko bidang Polhukam, Djoko Suyanto perlunya suatu shifting of paradigm dari pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yaitu menggunakan soft-power untuk memproyeksi-
kan ke seluruh negara dan pihak-pihak terkait lainnya di dunia bahwa Indonesia yang kuat adalah mitra, bukan ancaman, agar mereka tidak ber-upaya melemahkan Indonesia untuk
mengurangi ancaman tersebut.
LENSA
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
21
Rapat Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan
ONDISI politik, hu-
kum dan keamanan
Indonesia kondusif
menjelang pemili-
han umum tahun
2014 yang akan datang.
Demikian disampaikan Menko
bidang Polhukam, Djoko Suyanto
kepada peserta Rapat Koordinasi
Menko Polhukam dengan Kepala
Perwakilan RI wilayah Asia Pasifk,
pada hari Jumat (15/11), di Grand
Millennium Hotel, Beijing, Republik
Rakyat Tiongkok.
Kegiatan tahunan ini dilaksana-
kan oleh Kementerian Koordinator
Polhukam sejak tahun 2011. Pada
tahun 2013 ini KBRI Beijing ber-
tindak sebagai tuan rumah untuk
wilayah Asia-Pasifk. Rapat koordi-
nasi dilaksanakan sejak tanggal 14
November 2013, dan dihadiri 89 pe-
serta dari 44 Perwakilan RI dengan,
termasuk 18 Duta Besar, 12 Konsul
Jenderal dan Konsul RI.
Pemerintah RI secara umum
berhasil mengelola dinamika poli-
tik, hukum dan keamanan nasional,
dengan dukungan seluruh lapisan
masyarakat. Meski demikian, un-
tuk memastikan stabilitas politik,
hukum dan keamanan jangka pan-
jang, seluruh komponen bangsa
harus bekerjasama bagi penegakan
hukum dan pemberian keamanan
yang sesuai dengan peraturan pe-
rundangan yang berlaku.
Pada pertemuan di Beijing,
Menkopolhukam juga mendorong
koordinasi dan kerjasama yang le-
bih erat antara kementerian terkait
di dalam negeri, dan Perwakilan RI
di luar negeri dalam menghadapi
isu-isu domestik yang berkembang,
termasuk gerakan-gerakan sempa-
lan, perlindungan warga dan penja-
gaan wilayah perbatasan. Menko-
polhukam menyambut baik saran
peserta rakor untuk merumuskan
panduan bagi Perwakilan RI dalam
menghadapi isu-isu tersebut, agar
pelaksanaan kebijakan dalam dan
luar negeri Indonesia seirama da-
lam mencapai kepentingan nasio-
nal bangsa.
Dalam sambutan pembukaan-
nya, Duta Besar RI untuk RRT Imron
Cotan menyampaikan tentang per-
lunya suatu shifting of paradigm
dari pelaksanaan politik luar negeri
Indonesia yaitu menggunakan soft-
power untuk memproyeksikan ke
seluruh negara dan pihak-pihak ter-
kait lainnya di dunia bahwa Indone-
sia yang kuat adalah mitra, bukan
ancaman, agar mereka tidak ber-
upaya melemahkan Indonesia un-
tuk mengurangi ancaman tersebut.
Para peserta rakor juga ber-
harap dapat memberikan inspirasi
bagi Indonesia untuk memberikan
yang terbaik baik bagi pembangu-
nan maupun bagi upaya-upaya me-
magari Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Dalam sesi tanya jawab, Men-
kopolhukam menekankan arti
penting untuk menyelenggarakan
berbagai pekerjaan rumah, antara
lain pemberantasan korupsi, perce-
patan pembangunan di wilayah ter-
tinggal, serta penjagaan berlang-
sungnya pesta demokrasi Indonesia
dengan damai pada tahun 2014.
Selain itu, menjawab pertanya-
an mengenai proyeksi tantangan
polhukam terbesar dalam lima ta-
hun ke depan, Menkopolhukam
menyatakan bahwa, sebagaimana
RRT, Indonesia juga memiliki midd-
le class yang terus berkembang. Un-
tuk itu, Indonesia perlu mewaspadai
tantangan middle income trap dan
masalah kesenjangan sosial yang
berpotensi mengganggu stabilitas
ekonomi, sosial dan politik Indone-
sia. (Sumber: KBRI Beijing)
SEBAGAIMANA RRT, INDONESIA
JUGA MEMILIKI MIDDLE CLASS YANG
TERUS BERKEMBANG. UNTUK ITU,
INDONESIA PERLU MEWASPADAI
TANTANGAN MIDDLE INCOME TRAP
DAN MASALAH KESENJANGAN
SOSIAL YANG BERPOTENSI
MENGGANGGU STABILITAS
EKONOMI, SOSIAL DAN POLITIK
INDONESIA.
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
MENKO BIDANG POLHUKAM
DJOKO SUYANTO
DIPERLUKAN SUATU ShIFTING OF PARADIGM DARI PELAKSANAAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA YAITU MENGGUNA-
KAN SOFT-POwER uNtuK MeMPROyeKSIKAN Ke SeLuRuh NegARA DAN PIhAK-PIhAK teRKAIt LAINNyA DI DuNIA
BAHWA INDONESIA YANG KUAT ADALAH MITRA, BUKAN ANCAMAN, AGAR MEREKA TIDAK BERUPAYA MELEMAHKAN
INDONESIA UNTUK MENGURANGI ANCAMAN TERSEBUT.
DUTA BESAR RI UNTUK RRT
IMRON COTAN
LENSA

Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
22
BILATERAL INTERFAITH DIALOGUE RI-SERBIA
INDONESIA DIANGGAP SUKSES MEMBANGUN SISTEM KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
S
EBAGAI tindak lanjut
dari Dialog Antarumat
Beragama I yang dise-
lenggarakan di Bel-
grad, Ibukota Serbia
pada 2011 lalu, Kementerian Luar
Negeri RI bersama Kementerian
Agama RI menyelenggarakan 2
nd

Indonesia-Serbia Bilateral Interfaith
Dialogue II (ISBID II) pada tanggal 23
Oktober 2013 di Gedung Kemente-
rian Agama RI, Jl. Thamrin, Jakarta.
Acara dialog yang dibuka oleh
Sekretaris Jenderal Agama, Keme-
nag RI, Bahrul Hayat Ph.D ini diha-
diri oleh Direktur Jenderal Informasi
dan Diplomasi Publik Kemlu RI,
Duta Besar AM Fachir, Duta Besar
RI untuk Serbia, Semuel Samson,
dan Wakil Kementerian Agama Ser-
bia, Dr. Mileta Rodojevic.
Tema dialog kali ini adalah Ma-
naging Religious and Cultural Diver-
sity (Mengelola Keragaman Agama
dan Budaya), dimana seluruh dele-
gasi, baik Indonesia maupun Serbia,
mengakui bahwa dialog antar umat
beragama perlu dilakukan demi
tercapainya keharmonisan. Dialog
ini merupakan refeksi keinginan
kedua negara untuk hidup rukun,
damai, dan toleran.
Delegasi Indonesia dalam dia-
log tersebut diantaranya adalah
Bahrul Hayat (Kemenag), Abdul
Fatah Muchit (Staf ahli Menag
Bidang Kerukunan Umat Bera-
gama), Amin Abdullah (staf Menag
Bidang Pendidikan), H Mubarok
(Kepala PKUB Pusat), Prof Franz
Magnis-Suseno SJ (Guru Besar STF
Driyarkara), Arkhimandrit Romo
Daniel Bambang Dwi Byantoro (Ge-
reja Ortodoks Indonesia), Pdt Joas
Adiprasetya (ST Teologi Jakarta),
KS Arsana (Parisada Hindu Dharma
Indonesia Pusat), Suhadi Sendjaya
(Perwakilan Umat Buddha Indone-
sia), Candra Setiawan (Majelis Ting-
gi Agama Khonghucu Indonesia).
Sedangkan delegasi Serbia di-
wakili antara lain oleh Mileta Rado-
jevic (Direktur Urusan Kerja Sama
Gereja dan Komunitas Agama-aga-
ma Serbia), Muhamed Jusufspahic
(Mufti Serbia), Isak Asiel (Komuni-
tas Yahudi Serbia), Stanislav Hoce-
var (Uskup Agung Gereja Katolik),
Radomir Rakic (Gereja Serbia Orto-
dox), Dragomir Sando (Universitas
Belgrade), Patriarch Irinej, Dragon
Novakovic , Aleksandar Rakovic,
dan Adem ef Zilkic.
Serbia menilai bahwa Indonesia
merupakan negara yang kompleks,
baik dari segi jumlah penduduk
maupun perbedaan agama yang
dianut oleh penduduknya, namun
demikian Indonesia tetap menjadi
sebuah negara kesatuan. Hal ini di-
nilai bisa dijadikan sebagai contoh
oleh Serbia untuk membangun sis-
tem kerukunan.
Ketua Delegasi Serbia, Mileta
Radojevic mengatakan bahwa
hubungan yang erat antara Ja-
karta-Beograd telah dimulai
sejak tahun 50-an saat masih
bernama Yugoslavia. Kerjasama
berlangsung dalam segala bidang
kecuali bidang keagamaan. Kini
saatnya dimana kekosongan itu
dapat diisi, ujar Mileta.
Dengan total populasi pendu-
duk hanya sekitar 7 juta orang, ne-
gara pecahan Yugoslavia itu memi-
liki populasi agama yang beragam.
Variasi agama di Serbia terdiri dari
Kristen Ortodoks (80%), Katolik
Roma (10%), Kristen Protestan
(5%), Islam (3,5%), Yahudi (0,1%)
dan agama lainnya.
Para tokoh agama dari Republik
Serbia yang hadir dalam acara dia-
log ini juga berkesempatan mela-
kukan kunjungan ke kantor Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-
telah pelaksanaan dialog. Dengan
didampingi oleh Duta Besar RI un-
tuk Republik Serbia Semuel Sam-
son, para tokoh lintas agama Serbia
ini disambut oleh Wakil Sekretaris
BAZNAS M. Fuad Nasar.
Dalam kesempatan ini BAZNAS
menyerahkan sumbangan dana se-
besar Rp 100 juta untuk pembangu-
nan Masjid di Serbia. BAZNAS me-
rasa terpanggil untuk berpartisipasi
membantu pembangunan masjid
bagi umat Islam di Serbia yang se-
dang menata masa depan secara
damai. Masjid yang dibangun di
Serbia ini diharapkan menjadi tem-
pat untuk membina generasi mus-
lim yang kuat akidahnya, tekun
ibadahnya, cerdas akalnya, mulia
akhlaknya serta terjaga martabat
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
LENSA
BILATERAL INTERFAITH DIALOGUE RI - SERBIA
Diplomasi
TABLOID
Media Komunikasi dan Interaksi
23
Konstitusi kita menghormati
keragaman agama. Sejak reformasi
tahun 1999 pertumbuhan rumah
ibadah sangat pesat, jumlah ge-
reja Katolik bertambah 153 persen
dari 4.934 menjadi 12.473, gereja
Protestan 131 persen dari 18.977
menjadi 43.909, jumlah vihara ber-
tambah 368 persen dari 1.523 men-
jadi 7.129, jumlah pura Hindu naik
475,25 persen dari 4.247 menjadi
24.431, sedangkan masjid bertam-
bah 64 persen dari 392.044 menjadi
643.843, paparnya.
Secara khusus Ketua Delegasi
Serbia, Mileta Radojevic menyata-
kan kekaguman terhadap Pancasila
yang menurutnya berhasil mem-
persatukan bangsa besar ini. Jaga-
lah Indonesia dan jagalah Pancasila
anda yang indah sekali. Kalau bang-
sa kami punya Pancasila dari dulu
mungkin negara kami tidak terpe-
cah seperti sekarang, ungkapnya.
Kemlu dan Kemenag mengha-
rapkan agar kegiatan dialog ini
akan membuahkan jejaring antar
tokoh lintas agama dan masyarakat
madani di kedua negara. Selain itu
kedua pihak juga diharapkan me-
nyepakati suatu kerjasama konkrit
dalam bentuk berbagai proyek ker-
jasama lanjutan guna memperda-
lam kerjasama yang telah ada guna
memperkuat rasa saling pengertian
dan hubungan baik antar masyara-
kat (people-to-people relations) dari
kedua negara.
Direktur Jenderal Informasi
dan Diplomasi Publik, Kemlu, Duta
Besar A.M. Fachir menyampaikan
bahwa seperti halnya Serbia, Indo-
nesia juga menghadapi berbagai
tantangan terkait dengan kera-
kehidupannya di muka bumi.
Kedatangan para tokoh lintas
agama Serbia ini ternyata tidak
hanya membawa misi dialog me-
lainkan juga mengusung misi te-
rima kasih atas sikap Indonesia atas
masalah Kosovo. Hingga saat ini,
Indonesia masih belum mengakui
Kosovo sebagai negara merdeka,
karena Kosovo belum memenuhi
aturan Dewan Keamanan PBB
1244.
Selanjutnya para tokoh lintas
agama Serbia ini juga berkesempa-
tan berkunjung ke DPR RI dan dio-
terima oleh Ketua DPR RI Marzuki
Alie. Dalam kesempatan tersebut
Marzuki Alie menjelaskan menge-
nai keragaman dan harmoni antar
umat beragama, serta pesatnya
pembangunan rumah ibadah di In-
donesia.
gaman kepercayaan di Indonesia.
Untuk menghadapi hal tersebut,
Indonesia memandang penting un-
tuk mengintensifan dialog serta
mengedepankan nilai pendidikan di
masyarakat dalam menjembatani
pemahaman diantara keragaman
komunitas, multi kulturalisme serta
toleransi, tegasnya.
Indonesia sebagai negara deng-
an penduduk Muslim terbesar di du-
nia perlu untuk terus menampilkan
wajah Islam yang moderat, negara
multi agama dan multi budaya yang
tidak memformalisasikan Islam se-
bagai ideologi negara tetapi juga
bukan negara sekuler, serta meng-
gunakan nilai-nilai budaya lokal
dan agama-agama lainnya untuk
membangun kehidupan berbangsa
dan bernegara berdasarkan Ketu-
hanan Yang Maha Esa.[]
DIALOG UNTUK MEWUJUDKAN
antarumat beragama adalah salah satu
rekomendasi yang sangat ditekankan oleh para
Founding Father Republik Indonesia dan diatur
dalam konstitusi yang termaktub dalam Pembu-
kaan UUD 1945, yaitu melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
Pertemuan berupa dialog antarumat beragama antara RI
Serbia ini sangat penting, disaat dunia sedang dalam kon-
disi yang sangat komplek, akibat adanya hegemoni politik,
sosial, ekonomi, budaya, pengetahuan, IT dan lain sebagain-
ya. Pertemuan ini juga menjadi agenda penting Presiden RI,
dimana tahun depan Indonesia menjadi tuan rumah forum
global PBB aliansi peradaban dunia yang membahas pen-
tingnya perdamaian antar peradaban.
Bagi Indonesia, kegiatan interfaith dialogue merupakan
implementasi dari tujuan negara Indonesia sebagaimana
tercantum dalam konstitusi kita. Kegiatan dialog ini juga
penting untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang
menjunjung tinggi toleransi. Diskusi dalam pertemuan ini di-
harapkan mampu memperkuat pemahaman agama masing-
masing, menambah kebersamaan kita, toleransi, dan kema-
nusiaan. Kami yakin dialog sangat penting bagi terwujudnya
perdamaian dunia.[]
Bahrul Hayat Ph.D
Sekretaris Jenderal Agama RI
15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013 No. 70 Tahun VI
http://www.tabloiddiplomasi.org
www.tabloiddiplomasi.com
NO. 70 TAHUN VI, TGL. 15 NOPEMBER - 14 DESEMBER 2013
Tabloid Diplomasi dapat diakses melalui:
http://www.tabloiddiplomasi.org
Bagi Anda yang berminat menyampaikan
tulisan, opini, saran dan kritik silahkan kirim ke:
tabloiddiplomasi@kemlu.co.id
Direktorat Diplomasi Publik
Jalan Taman Pejambon No. 6 Jakarta 10110
Telepon : 021-3813480
Faksimili : 021-3858035
RI Bangun
Kesepahaman
Negara-negara
di Laut China
Selatan
tidak kita kelola akan menjadi out
of hand. Relevansi Lokakarya ini,
menurut Dubes Hasjim, terletak
pada usaha kita dalam mengelola
konfik ini menjadi beragam kerja-
sama yang telah tercipta selama
ini.
Kita mungkin tidak dapat me-
nyelesaikan masalah di Lautan ini,
namun kita tentu bisa meredam
masalah ini dan menjadikannya
potensi kerja sama, tukas Dubes
Hasjim.
Peran Indonesia yang dihargai
oleh dunia dalam kaitan ini adalah
bagaimana kita dapat menciptakan
ruang bagi negara-negara di kawa-
san untuk berdialog dan bekerja
sama. Bukan hanya negara-negara
pihak saja yang kita ajak bekerja
sama, namun juga negara anggota
ASEAN yang tidak memiliki kepen-
tingan di Laut China Selatan, se-
perti Thailand, Laos, dan Kamboja,
tutur Dubes Hasjim.
Selain itu, tambah Dubes Ha-
sjim, hanya melalui forum yang
diinisiasi Indonesia ini, Chinese Tai-
pei dan RRT mau duduk bersama
dan memikirkan berbagai proyek di
Laut China Selatan dalam kerangka
kepentingan bersama. (Sumber:
BBPK/Dit. Infomed/PY)
L
okakarya Pengelolaan
Konfik di Laut China
Selatan telah berhasil
membangun kese-
pahaman di antara
negara-negara di kawasan. Hal ini
ditunjukan dengan terlaksananya
berbagai proyek kerja sama di ber-
bagai bidang. Hal ini disampaikan
Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bi-
dang Ekososbud Dubes Wahid Su-
priyadi pada penutupan Lokakarya
Pengelolaan Potensi Konfik di Laut
China Selatan yang ke-23 di Yog-
yakarta (2/11).
Menurut Dubes Wahid, proyek-
proyek di laut China Selatan seperti
teknologi perikanan, keanekara-
gaman hayati, database maritim,
ekosistem pesisir, studi kenaikan air
laut, dan data hidrografk yang ber-
hasil kita bawa di dalam Lokakarya
ini telah menjadi rujukan dan model
berbagai institusi ilmiah di seluruh
dunia.
Saya percaya bahwa Lokaka-
rya ini dapat terus berkontribusi
dalam membentuk kolaborasi re-
gional yang kuat di Laut China Sela-
tan, tutur Dubes Wahid.
Tidak dapat dipungkiri bahwa
ke depan kita akan menghadapi
berbagai persoalan baru terkait
masalah ini di kawasan. Untuk itu,
saya harapkan kita semua dapat
merespon masalah ini dengan te-
rus merevitalisasi mekanisme dan
proses internal dari Loakarya ini di
masa mendatang.
Relevansi Lokakarya dan Peran
Indonesia
Ditemui secara terpisah usai
acara Lokakarya, Dubes Hasjim
Djalal menyatakan keyakinannya
bahwa Lokakarya ini akan terus re-
levan dalam menghadapi berbagai
masalah di Laut China Selatan.
Potensi konfik di Laut China
Selatan sangat besar dan apabila
Media Komunikasi dan Interaksi
Diplomasi
TABLOID
Diplomasi
Kita mungkin tidak
dapat menyelesaikan
masalah di Lautan ini,
namun kita tentu bisa
meredam masalah ini
dan menjadikannya
potensi kerja sama
Dubes Hasjim.