Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
Kepercayaan sesuatu agama merupakan pokok dasarnya. Islam sebagai agama yang
mengingkari agamaagama !a"udi dan Nasrani serta agamaagama Ber"ala merasa perlu
untuk men#elaskan pokok dasar a#arannya dan segisegi dak$a" yang men#adi tu#uannya% al
&ur'an dan "adits"adits Nabi (u"ammad sa$ banyak berisi pembicaraan tentang )u#ud
*u"an% Keagungan% dan ke EsaanNya. &ur'an terutama menyebutkan untuk si+atsi+at *u"an
yang banyak sekali dan sebagian lagi menyatakan macammacam "ubungan dengan
mak"luknya seperti mendengar% meli"at% (a"a adil% menciptakan% memberi ri#ki%
meng"idupkan% mematikan dan sebagainya.
Ilmu tau"id belum dikenal pada masa Nabi (u"ammad sa$ dan sa"abatsa"abatnya
melainkan baru dikenal pada masa kemudiannya% setela" ilmuilmu keislaman satu persatu
muncul dan setela" orang banyak suka membicarakan alam g"aib atau meta+isika
1
BAB II
PEMBAHASAN
Latar Belakang Timbulnya Ilmu Kalam
A. Latar belakang persoalan Idiologi
Pada dasarnya setiap manusia mempunyai +itra" berupa kepercayaan ter"adap adanya
,at yang (a"a Kuasa%yang dalam istila" agama disebut *u"an. Para a"li ta+sir
mengatakan%+itra" artinya ciptaan atau ke#adian yang asli% karena naluri beragama tau"id
merupakan +itra" maka ketau"idan dalam diri seseorang tela" ada se#ak ia dila"irkan.
-ecara instingti+% manusia selalu ingin bertu"an. .le" sebab itu%kepercayaan adanya
*u"an tela" berkembang se#ak adanya manusia pertama. Abbas (a"moud Al Akkad
mengatakan ba"$a keberadaan mitos merupakan asalusul kepercayaan adanya agama
dikalangan orangorang priminti+.
/
*ylor #ustru mengatakan ba"$a animismeanggapan
adanya ke"idupan pada bendabenda mati merupakan asalusul kepercayaan ter"adap *u"an.
Adapun -pencer mengatakan ba"$a pemu#aan ter"adap nenek moyang merupakan bentuk
ibada" yang paling tua. Keduanya menganggap ba"$a animisme dan pemu#aan ter"adap
nenek moyang sebagai asalusul kepercayaan dan ibada" tertua ter"adap *u"an !ang (a"a
Esa% lebi" dilatarbelakangi ole" adanya pengalaman setiap manusia yang mengalami mimpi.
0
Di dalam mimpi% seseorang dapat bertemu% bercakapcakap% bercengkrama% dan
sebagainya dengan orang lain% ba"kan dengan orang yang tela" mati sekalipun. Ketika
seorang yang mimpi itu bangun% dirinya tetap berada ditempat semula. Kondisi ini tela"
membentuk intuisi bagi setiap orang yang tela" bermimpi untuk meyakini ba"$a apa yang
tela" dilakukannya dalam mimpi adala" perbuatan ro" lain% yang pada masanya ro" itu akan
kembali. Dari pemu#aan ter"adap ro" berkembang ke pemu#aan mata"ari% lalu lebi"
berkembang lagi pada pemu#aan bendabenda langit atau alam lainnya.
Abbas (a"moud Al Akkad% pada bagian lain% mengetakan ba"$a se#ak pemikiran
pemu#aan ter"adap bendabenda alam berkembang% di $ilaya"$ilaya" tertentu pemu#aan
ter"adap bendabenda alam berkembang secara beragam. Di (esir% masyarakatnya memu#a
Totemisme. (ereka menganggap suci ter"adap burung elang% burung nasr% ibn a$a 1semacam
an#ing "utan2% buaya% dan lainlain. Anggapan itu lalu berkembang men#adi pemu#aan
1
Abbas Mahmoud Al-Akkad,Ketuhanan ,hlm.14
2
Ibid., hlm .15
2
ter"adap mata"ari. Dari sini berkembang lagi men#adi percaya adanya keabadian dan balasan
bagi amal perbuatan yang baik.
3
Dari sini dapat disimpulkan ba"$a kepercayaan *u"an% secara instingti+% tela"
berkembang se#ak keberadaan manusia pertama. .le" sebab itu% sangat $a#ar kalau )illiam
L.4esee mengatakan ba"$a ilmu yang ber"ubungan dengan ketu"anan% yang dikenal dengan
istila" theologia% tela" berkembang se#ak lama. Ia ba"kan mengatakan ba"$a teologi muncul
dari sebua" mitos 1t"eologia $as originally 5ie$ed as concerned $it" myt"2. -elan#utnya
teologi itu berkembang men#adi 6t"eology natural7 1teologi alam2 dan 6re5ealed
t"eology71teologi $a"yu2.
8
Dari uraian diatas dapat disimpulkan ba"$a secara "istoris% ilmu kalam bersumber
pada Al&ur'an% "adist% pemikiran manusia% dan instink. Ilmu kalam adala" sebua" ilmu yang
mempunyai ob#ek tersendiri% tersistematiskan% dan mempunyai metodologi tersendiri.
Dikatakan ole" (ust"a+a Abd Ar4a,i9 ba"$a ilmu bermula di tangan pemikir (u'ta,iia"%
Abu Hasyim% dan ka$annya Imam AlHasan bin (u"ammad bin Hana+iya".
:
Adapun orang
yang pertama membentangkan pemikiran kalam secara lebi" baik dengan logikanya adala"
Imam AlAsy'ari% toko" a"li sunna" $a al#amaa"% melalui tulisantulisannya yang terkenal%
yaitu Al-Muqalat%
;
dan Al-Ibnah An-Ushul Ad-Diyanah.
B. Latar belakang persoalan Politik.
(enurut Harun Nasution% Kemunculan persoalan kalam dipicu ole" persoalan poiltik
yang menyangkut peristi$a pembunu"an Usman bin A++an yang berbuntut pada penolakan
(ua$iya" atas kek"ali+a"an Ali bin Abi *"alib. Ketegangan antara (u'a$iya" dan Ali bin
Abi *"alib mengkristal men#adi Perang Siffin yang berak"ir dengan keputusan ta"kim
1arbitrase2. -ikap Ali yang menerima tipu musli"at Amr bin AlAs"% utusan dari pi"ak
(u'a$iya" dalam ta"kim% dalam keadaan terpaksa% tidak disetu#ui ole" sebagaian
tentaranya.mereka berpendapat ba"$a persoalan yang ter#adi saat itu tidak dapat diputuskan
melalui tahkim. Putusan "anya datang dari Alla" dengan kembali pada "ukum"ukum yang
ada dalam Al&ur'an. La hukma illa lillah 1tidak ada "ukum selain dari "ukum Alla"2 atau la
hukma illa Allah 1tidak ada perantara selain Alla"2 men#adi semboyan mereka. (ereka
memandang Ali bin Abi *"alib tela" berbuat sala" se"ingga mereka meninggalkan
3
Ibid., hlm.50-51
4
William L Resse, Dictionary of Philosophy and Religion, hlm. 450
5
Rosihon Anwar dan Taui! Rahman, Prinsip-prinsip Dasar Aliran-aliran Teologi ISLA,hlm.2"
#
$arun %asu&ion, Teologi Isla!, hlm.#
3
barisannya. Dalam se#ara" Islam% mereka terkenal dengan nama ha!ari"# yaitu orang yang
keluar dan memisa"kan diri atau se$eders.
<
Diluar pasukan yang membelot Ali% sebagaian besar yang tetap mendukung Ali.
(ereka inila" yang kemudian memunculkan kelompok -yi'a". -yi'a" muncul ketika
berlangsung peperangan antara Ali dan (u'a$iya" yang dikenal dengan Perang Siffin.
-ebagai respon atas penerimaan Ali ter"adap arbitrase yang dita$arkan (u'a$iya"% pasukan
Ali terpeca" men#adi dua% satu kelompok mendukung sikap Ali disebut syi%ah dan dan
kelompok lain menolak sikap Ali disebut ha!ari".
&
C. Latar belakang persoalan sosiologi
-etela" 4asululla" $a+at% timbulla" persoalan% siapaka" yang ber"ak memegang
k"ila+at 1pimpinan kaum muslim2 sesuda"nya.K"ila+a" 4asyida" merupakan para pemimpin
ummat Islam setela" Nabi (u"ammad -A) $a+at% yaitu pada masa pemerinta"an Abu
Bakar% Umar bin K"attab% Utsman bin A++an dan Ali bin Abi *"alib% 4ad"ialla"u *a'ala an"u
a#ma'in dimana sistem pemerinta"an yang diterapkan adala" pemerinta"an yang islami
karena berundangundangkan dengan Al&ur'an dan As-unna".
Nabi (u"ammad -"allalla"u =Alai"i $asallam tidak meninggalkan $asiat tentang
siapa yang akan menggantikan beliau -"allalla"u =Alai"i $asallam sebagai pemimpin politik
umat Islam setela" beliau -"allalla"u =Alai"i $asallam $a+at. Ia -"allalla"u =Alai"i
$asallam nampaknya menyera"kan persoalan tersebut kepada kaum muslimin sendiri untuk
menentukannya. Karena itula"% tidak lama setela" beliau -"allalla"u =Alai"i $asallam $a+at>
belum lagi #ena,a"nya dimakamkan% se#umla" toko" (u"a#irin dan Ans"ar berkumpul di
balai kota Bani -a?ida"% (adina". (ereka memusya$ara"kan siapa yang akan dipili"
men#adi pemimpin. (usya$ara" itu ber#alan cukup alot karena masingmasing pi"ak% baik
(u"a#irin maupun Ans"ar% samasama merasa ber"ak men#adi pemimpin umat Islam.
Namun% dengan semangat uk"u$a" Islamiya" yang tinggi% ak"irnya% Abu Bakar 4ad"ialla"u
=an"u terpili". 4upanya% semangat keagamaan Abu Bakar 4ad"ialla"u =an"u mendapat
peng"argaan yang tinggi dari umat Islam% se"ingga masingmasing pi"ak menerima dan
membaiatnya.
"
W.Mon'omer( Wa&&, )emikiran Teolo'i *an +ilsaa& ,slam, &er-,.mar /asalim.)enerbi& )3M,0akar&a,
112", hlm.10
2
,bid..hlm #-"
4
-ebagai pemimpin umat Islam setela" 4asul% Abu Bakar 4ad"ialla"u =an"u disebut
K"ali+a" 4asulilla" 1Pengganti 4asul Alla"2 yang dalam perkembangan selan#utnya disebut
k"ali+a" sa#a. K"ali+a" adala" pemimpin yang diangkat sesuda" Nabi -"allalla"u =Alai"i
$asallam $a+at untuk menggantikan beliau -"allalla"u =Alai"i $asallam melan#utkan tugas
tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerinta"an.
D. Latar belakang persoalan filosofis
Bermula dari timbulnya persoalan siapa yang ka+ir dan siapa yang bukan ka+ir dalam arti
siapa yang tela" ke luar dari Islam dan siapa yang masi" tetap dalam Islam.kha!ari"
memandang ba"$a Ali% (ua$iya"% Amr Ibn alAs% ka+ir% karena Al&ur'an mengatakan@
Art
inya @ Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Alla"% (aka mereka itu adala"
orangorang yang ka+ir.
A

Dari ayat inila" mereka mengambil semboyan la hukma illa lillah. Karena ke empat
pemuka Islam diatas tela" dipandang ka+ir dalam arti ba"$a mereka mereka tela" ke luar dari
Islam.
/B
Kemudian arti ka+ir% semakin berkembang tidak "anya pada orang yang tidak
menetukan "ukum berdsarkan Al9uran tetapi #uga kepada orang yang berbuat dosa besar.
Persoalan dosa besar mempunyai pengaru" besar dalai pertumbu"an teologi selan#utnya.
Persoalan ini menimbulkan tiga aliran dalam islam% yaitu @
/. K"a$ari# % berpendapat ba"$a orang yang berdosa adala" ka+ir. Artinya keluar dari islam
1murtad2 karena itu ia $a#ib dibunu".
0. (ur#i'a"% (enegaskan orang yang melakukan dosa besar tetap mukmin% bukan Ka+ir.
Adapun dosa yang dilakukannya tersera" pada Alla" untuk diampuni atau tidak.
3. (u'ta,ila"% kaum ini tidak setu#u dengan pendapat diatas. Baginya orang yang
melakukan dosa besar bukan ka+ir tetapi #uga bukan mukmin. .rang yang melakukan
dosa besar mengambil posisi antara mukmin Dan ka+ir. *ekenal dengan pa"amCistila"
(an,ila" baina Alman,ilataini.
1
34. Almaidah 5 44
10
*rs.$.Muhammad ahmad, Tauhid ilmu kalam, , )enerbi& 6us&aka se&ia,/andun'.2001 ,hlm.143
5
Al Hasan AlBisri menetapkan yang men#adi anutan umum ummat Islam%yaitu orang
yang menger#akan dosa besar dipandang +asi9% tidak keluar dari gelanggang mu'min.
Pendapat AlHasan ini dibanta" keras ole" muridnya )as"il Ibn At"a'. Dia mengatakan
ba"$a orang yang menger#akan dosa bsar berada diantara dua martabat. Pendapatnya diikuti
ole" Ibn Ubaid.
Karna mereka ini mengasingkan diri dari ma#lis gurunya Al Hasan atau dari pendapat
umum% dinamakanla" mereka dengan Mu%ta'ilah.
.le" karena golongan &adariya" dan Dabariya" tidak dapat berdiri sebagai golongan%
tetapi lebur dalam kelompokkelompok lain% maka nama &adariya" dan Dabariya" men#adi
nama +a"am sa"a#a% tidak men#adi nama golongan. (aka &adariya" berpinda" kepada nama
Mu%ta'ilah. (ereka dinamakan #uga &udriya"% lantaran mereka menetapkan ba"$a "amba
mempunyai 9udrat yang bebas akti+. (ereka sendiri tidak menerima namanama itu. (ereka
menanamkan dirinya dengan A"lul =adli $at *au"id.
Dikatakan mereka dengan a"lul'li% adala" karena mereka menetapkan @ ba"$asannya
"amba ini mempunyai 9udrat% bebas akti+ dalam segala tindakannya% yang karenanya mereka
dipa"alai dan disiksa. (ereka menindak adakan ke,aliman bagi Alla". Dan mereka
menamakan dirinya dengan a"lut *au"id adala" karena mereka menindak adakan si+at diri
pada Alla"% agar ,at Alla" benarbenar tidak tersusun dari ,at dan si+at dan supaya benar
benar Alla" Esa.
Di ak"ir masa ini $as"il bin at"a' tela"dapat menyusun dasardasar Ilmiya" bagi mad,ab
(u'ta,ila" dan #alan#alan masyarakat kepadanya. Dia melepaskan pembantupembantunya
1pendukungpendukung +a"amnya2 ke pelosok untuk mengembangkan +a"amnya dengan
segenap tenaga dan kecakapannya% "ingga samapila" da'$a"nya ke K"urasan sebela" timur
dan ke (arokosebela" barat% ke Armiya sebela" utara dan ke !aman sebela" selatan.
(enurut uraian Al(a9ri,i% )as"il Ibn At"a' tela" menyusun sebua" kitab lagi yang
dinamakan Kitabut *au"id% sebua" kitab lagi yang dinamakan Kitabul (an,ilati Bainal
(an,ilataini dan kitab AlEutuya.
Dengan demikian dapatla" kita katakan% ba"$a dalam masa inila" mulai timbul usa"a
menyusun ilmu 1kitab2 dalam Ilmu Kalam.
#
BAB III
KE-I(PULAN
Adanya perbedaanperbedaan pa"am antara golongan atau pa"am k"o$ari#% mur#i'a"
dan mukta#ila" dalam menyikapi masala" seperti yang ter#adi diatas. Ak"irnya para Ulama
a"li kalam 1tau"id2 merasa k"a$atir golongangolongan tersebut didalam menentukan "ukum
dan menyikapi masala"masala" yang ter#adi% keluar dari nas" yang suda" digariskan ole" al
9ur'an dan "adits% terutama yang berkaitan dengan a9ida" atau kepercayaan umat islam.
(aka la"irla" ilmu kalam sebagai landasan dan acuan didalam menyikapi masala"masala"
yang berkaitan dengan masala"masala" a9ida" 1kepercayaan2% se"ingga tidak keluar dari
a#aran dan ketentuanketentuan yang tela" dinas"kan ole" "ukum"ukum islam baik al
&ur'an maupun -unna" 4asululla" sa$.
Keyakinan yang $a#ib kita pegang iala"% ba"$a agama islam adala" agama
1kepercayaan2 6*au"id7 1monot"eisme2% bukan agama yang berpeca"peca" dalam
keprcayaankepercayaan itu. Akal adala" pembantunya yang paling utama dan na9l 1al
&ur'an dan -unna"2 adala" merupakan sendisendi yang paling kuku". Dibalik itu "anyala"
godaangodaan setan belaka dan na+suna+su orang yang "aus kekuasaan.
"
DAFTAR PUSTAKA
A"mad% (u"ammad.0BBA. Tauhid ilmu kalam. Bandung@ Pustaka -etia
Hana+i% Pengantar Theology Islam% Al Husna Fikra% Dakarta% /AA:
Nasution% Harun% *eologi Islam@ Aliran-aliran# se"arah# Analisa (erbandingan# UI Press%
Dakarta% /AG;
(u"lis.0BBG.7PerananKaumK"a$ari#dan(u?ta,ila"7.
1htt()**muhlis.files!ord(ress.$om*+,,&*,-*se"arah-ilmu-kalam.(df diakses /G maret 0B/02
4o,ak% Abdul% 4osi"on An$ar. 0B//. Ilmu alam. Bandung@ Pustaka -etia%
2