Anda di halaman 1dari 4

SAMPLING

1. Cara mendapatkan sampel :


defikasi spontan. rectal toucher (saat perlu).
Pilih bagian ysng memberi kemungkinan adanya kelainan, bagian yg bercampur lendir atau darah,
2. Macam sampel :
A. Sampel seaktu.
!. Sampel 2" #am, digunakan untuk pemeriksaan kuantitatif $at tertentu dalam faeces.
Penggumpulan sampel 2" #am dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Penderita makanan yang dicampur dengan 2 gr charcoal sampai bersih % bebas dari charcoal baik secara
makroskopis maupun mikroskopis.
&ormal aktu penampungan sampel 2" #am ' "( #am.
). *uantitas faeces
&ormal : )++ ' "++ gram faeces, bs , sampai (++ gram pada diet tertentu.
-olume faeces meningkat pada keadaan sebagai berikut:
' .iet karbonat.
' /nsufisiensi pancreas.
' 0 Coeliac disease 0.
' 1nteritis.
' Sprue.
". Pengiriman sampel :
penampung yang terbuat dari kaca%plastik yang tidak dapat ditembus.
2aeces keras dikirim dgn karton dilapisi paraffin. Penampung bermulut lebar.
PEMERIKSAAN
Pemeriksaan faeces terdiri atas :
1. Pemeriksaan Makroskopi : !entuk dan konsistensi, 3arna dan bau, .arah dan lendir.
2. Pemeriksaan mikroskopis : Sel 4 sel darah dan epitel, Sisa 4 sisa makanan 5Pati % amylum, Protein, 6emak7, Parasit dan kista.
). Pemeriksaan kimiai. : .arah samar, !ilirubin, 8robillin 5 Sterkobilin 7
1. Pemeriksaan Makroskopis
Cara ker#a :
Amati sampel 9 laporkan kelainan
!ila kurang #elas ratakan pada kaca obyek dan amati komponen yg tampak misalnya : sisa makanan, parasit, benda
asing.
1.1. !entuk dan konsistensi .
&ormal : silinder, padat % lembek sampai keras.
Abnormal :
!entuk dan konsistensi *linis
' Cair ' 1nteritis.
' Pensil ' Stenosis rectum.
' *ecil 4 kecil dan keras ' Spasme colon.
' -iscous hitam ' Perdarahan saluran cerna.
' -iscous merah segar ' Perdarahan saluran cerna baah.
1.2. 3arna dan bau .
!au normal : khas
3arna normal : Coklat muda sampai coklat tua oleh karena oksidasi urobilin.
3arna abnormal :
3arna *linis
' Purulen, darah 9, lendir 9 ' Colitis ulcerosa.
' Putih ' Steatorrhea.
' :i#au ' *lorofil.
' Merah segar, #umlah ;; ' *eganasan % hemorrhoid.
' *eabuan ' 6emak tak tercerna.
' Seperti dempul % acholik ' <bstruksi empedu.
' :itam ' Melena.
1.). .arah dan lendir .
a. .arah :
!ila faeces terdapat darah, ini selalu abnormal.
&ormal : darah 5 ' 7
.arah 5 9 7 : adanya rangsangan atau iritasi pada usus.
1
.arah segar : distal.
.arah hitam % coklat : proksimal.
b. 6endir :
Adanya lendir dalam faeces berarti adanya rangsangan atau radang pada dinding usus.
6okasi *linis
' Pada bagian luar faeces ' /ritasi colon.
' =ercampur faeces ' 8sus proksimal.
' 6endir sa#a ' /ntususepsi.
' 6endir dan nanah ' .isentri, /leocolitis.
2. Pemeriksaan Mikroskopis.
:al 4 hal yang harus dilakukan sebelum menger#akan pemeriksaan :
1. Pilih sampel yang dicurigai adanya kelainan dan diker#akan dari beberapa bagian daerah seluruh faeces.
2. !ila sampel kering ambil bagian tengah%lunakkan dulu dengan garam fisiologis.
). !ila sampel lunak atau tidak berbentuk langsung dibuat preparat.
". !ila sampel cair, pusingkan dengan kecepatan 1>++ rpm, > 4 1+ menit, buat preparat dari sediaan yang terbentuk.
=u#uan pemeriksaan :
1. Mencari proto$oa dan telur cacing.
2. Mencari adanya sel 4 sel darah, sel ragi dan epitel.
). Mengetahui sisa makanan yang tidak tercerna.
Alat : ' *aca obyek dengan kaca penutup.
' Mikroskop.
' Penganduk.
?eagen : .igunakan bermacam reagen seperti :
1. 1osin 1 4 2 @
2. 6ugol 1 4 2 @
). Asam Asetat 1+ dan )+ @
". Sudan ///
>. Aaram 2isiologis rutin
Cara ker#a :
1. 6etakan sedikit sampel yang dicurigai adanya kelainan pada kaca obyek, campur dengan reagen.
2. =utup kaca penutup dan baca dibaah mikroskop dengan pembesaran 1++ B dan "++ B.
Sel 4 sel epitel
.igunakan reagen 1osin 1 4 2 @ 1 tetes.
:asil pemeriksaan :
a. Sel 1pitel
!ila sel berasal dari saluran cerna bagian proksimal dinding sel sebagian atau
seluruhnya sudah rusak. Sel asal bagian distal saluran cerna dinding masih utuh.
Arti klinis :
&ormal : ditemukan 1 4 2 epitel % 6P*.
Abnormal : ditemukan dalam #umlah banyak % bergerombol kemungkinan ada radang saluran cerna atau
rangsangan yang bertambah
b. Makrofag
Sel besar dengan sitoplasma yang luas dinding sel tidak teratur dan mengandung Cakuola yang berisi sisa 4 sisa benda
asing yang difagositosis misal bakteri. Sel ini mirip amuba hanya tidak bergerak.
c. 6eukosit
Ada yang berinti tunggal dan ada yang bersegmen. Selain diperiksa dengan eosin 1 @ . 6eukosit akan lebih #elas terlihat
bila menggunakan reagen asam acetat 1+ @.
Arti klinis :
&ormal : 1 4 2 sel leukosit % 6P!.
Abnormal : bila ditemukan dalam #umlah banyak kemungkinan ada
peradangan saluran cerna misal : ' Colitis ulcerosa.
' .isentri basiler.
d. 1ritrosit
Sel mempunyai ukuran kira 4 kira D E dan tidak berinti. !ila sel ini ditemukan di dalam faeces selalu menun#ukan
keadaan yang patologis, dan berasal dari colon sampai anus misal adanya fisura ani.
Sisa 4 sisa makanan
.apat ditemukan sisa 4 sisa makanan yang tak tercerna dengan sempurna misalnya :
' Sisa sayuran : bentuk seperti sarang lebah, spiral atau serabut pan#ang yang berinti.
' Serabut otot : bentuk seperti pita dengan garis melintang.
2
' *arbohidrat : bentuk heksagonal seperti kaca, dapat bergerombol atau satu 4 satu.
a. Pati % amylum
Cara pemeriksaan :
' 2aeces dicampur dengan setetes lugol 1 4 2 @, tutup dengan kaca penutup.
' Panaskan diatas api.
' Amati dibaah mikroskop akan tampak butiran 4 butiran berarna biru.
b. Protein
Cara pemeriksaan :
' 2aeces dicampur dengan 1 tetes Asam acetat )+ @, tutup dengan kaca penutup.
' Amati dibaah mikroskop akan tampak serabut bengkak homogen, arna kuning muda.
c. 6emak
!entuk bermacam 4 macam.
' 6emak netral F asam lemak bebas : droplet atau plaGue.
' Asam lemak : tipis tak berarna atau kristal bentuk
#arum tak berarna.
' Sabun : kristal cluster, kristal pendek dan tebal.
Metode pemeriksaan :
- Pemanasan
Cara pemeriksaan : ' 2aeces dibuat preparat tipis, lalu tutup dengan kaca
penutup.
' Panaskan atau bakar diatas pemanas spiritus.
' Amati dibaah mikroskop.
/nterpretasi hasil : ' =etesan lemak 597: feses mengandung asam lemak dan
lemak netral.
- Asam asetat 30 %
8ntuk mendeteksi persabunan lemak.
Cara pemeriksaan : ' 2aeces dicampur dengan 1 4 2 tetes Asam asetat )+ @,
tutup dengan kaca penutup.
' Panaskan diatas api busen % pemanas spirtus yang kecil.
' Amati dibaah mikroskop.
/nterpretasi hasil : ' 6emak akan mengeluarkan sabun lemak dan membentuk
butiran'butiran saat dipanaskan.
' =etesan % butiran lemak 597 : feces mengandung sabun.
2.). Parasit dan kristal
a. Parasit : kemungkinan ditemukan bermacam 4 macam.
' telur cacing atau larCa cacing.
' Amuba diperiksa dengan eosin 2 @ dan bentuk kistanya diperiksa dengan lugol.
b. *ristal : berbagai kristal dapat ditemukan dalam faeces.
' &ormal : tripel fosfat, kalsium oksalat.
' Abnormal : Charcot 4 6eyden, hematoidin.
3. Pemeriksaan kimiawi.
).1. .arah samar.
Metode : ' !ensidin basa.
' :ema test.
' Auaiac.
=u#uan untuk mendeteksi adanya darah 5 :b 7 dalam faeces.

Metode Bensidin basa
Alat dan reagen : ' ?ak dan tabung reaksi.
' 6ampu spirtus.
' Corong dan kertas sarinng.
' Pengaduk.
' Serbuk !ensidin basa 5 karsinogenik 7.
' Asam asetat glacial.
' Perhidrol ) @ % garam fisiologis.
Prinsip ker#a : :emoglobin mempunyai sifat 4 sifat peroksidasi yang akan
menguraikan perhidrol dan akan mengoksidasi men#adi $at yang
berarna hi#au sampai biru tua.
Cara ker#a : 1. !uat suspensi faeces dengan aGuadest atau garam fisiologis kira 4
)
kira 1+ ml, panaskan sampai mendidih.
2. .alam keadaan panas suspensi faeces disaring dan biarkan filtratnya
men#adi dingin.
). !uat ) ml larutan #enuh !ensidin basa dalam Asam asetat glacial
pada tabung reaksi yang lain.
". Campur 2 ml filtrat 5 ad 2 7 kedalam tab 5 ad ) 7, kemudian campur
dengan 1 ml perhidrol ) @.
H. Amati perubahan arna dalam aktu > menit tepat.
Penilaian hasil :
&egatif : tak tampak perubahan arna.
Positif 1 5 9 7 : ter#adi arna hi#au.
Positif 2 5 9 9 7 : arna biru kehi#auan.
Positif ) 5 999 7 : arna biru.
Positif " 5 9999 7 : arna biru tua.
Arti klinis : normal negatif 5 normal darah keluar 2 4 2,> mg%hari 7
Abnormal : positif 1 4 ", tergantung banyaknya darah dalam faeces.
Positif palsu : pada diet % mendapat obat yg mengandung $at besi dan adanya aktifitas
bakteri yang dapat menghasilkan peroksida 5 dapat dihilangakan dengan
pemanasan 7
&egatif palsu : adanya reaksi :b dengan asam askorbat akibat intake Citamin C lebih dari )++ mg%hari.
Hema Test
Prinsip pemeriksaan sama dengan !ensidin basa.
3aktu pemeriksaan 2 menit.
Sensitifitas test ini H mg mg :b%gr faeces.
).2. Pemeriksaan !ilirubin
Alat dan reagen : ' Alat seperti pemeriksaan darah samar.
' *ertas saring.
' ?eagen 2ouchet.
' !arium Chlorida 1+ @.
' AGuadest.
Prinsip pemeriksaan :
!ilirubin dalam faeces akan dioksidasi men#adi biliCerdin yang berarna hi#au.
Cara ker#a : 1. !uat suspensi faeces dengan !arium Chlorida 1+ @, biarkan beberapa
menit, kemudian saring.
2. !iarkan endapan pada kertas saring agak kering, kemudian tetesi reagen
2ouchet.
). Amati perubahan arna yang ter#adi.
Penilaian hasil :
&egatif 5 &ormal 7 : tak ada perubahan arna.
Positif : timbul arna hi#au sampai biru.
).). Pemeriksaan 8robilin
Alat reagen : ' Mortir dan stamper.
' Caan porselin.
' Pipet.
' Penganduk.
' Merkuri Chlorida 1+ @.
Prinsip pemeriksaan :
8robilin faeces akan bereaksi dengan Merkuri Chlorida dan terbentuk senyaa arna merah.
Cara ker#a : 1. Campur satu Colume faeces dengan 1 Colume Mercuri Chlorida 1+ @
dalam mortir dengan menggunakan stampernya.
2. =uang kecaan datar dan biarkan menguap H 4 2" #am.
). Amati perubahan arna yang ter#adi.
Penilaian : Positif bila timbul arna merah.
CA=A=A& :
2aeces normal selalu mengandung urobilin.
Arti klinis :
8robilin menurun pada ikterus obstruktifus, negatif bila ter#adi ikterus total.
Penetapan ekskresi urobilin 2" #am lebih bermakna pada anemia hemolitik,ikterus obtruktif dan ikterus hepatobilier.
"