Anda di halaman 1dari 8

ISOTERM ADSORPSI FREUNDLICH

Tujuan : Menentukan nilai n, k atau tetapan Freundli! pada pr"#e#


ad#"rp#i aran$ akti% ter!adap a#a& "k#alat
Na&a 'el"&p"k : I (a)an Her) 'ari#tiana *+++,-,+-,./
Ni Putu 0ia Ari#andi *+++,-,+-,1/
I 2u#ti A)u Prati3i *+++,-,+-.,/
I4 Da#ar Te"ri
Adsorbsi adalah peristiwa penyerapan cairan pada permukaan zat penyerap (adsorbsi).
Zat yang diserap disebut adsorbat. Zat padat terdiri dari atom-atom atau molekul-molekul yang
saling tarik menarik dengan daya tarik Van Der Waals. alau ditin!au molekul-molekul di dalam
zat padat" maka gaya tarik menarik antara satu molekul dengan molekul yang lain
disekelilingnya adalah seimbang" karena gaya tarik yang satu akan dinetralkan oleh yang lain
yang letaknya simetri (atau resultantenya # $) (%uardana" &$$&).
'ntuk adsorben dengan luas permukaan tertentu" makin tinggi konsentrasi adsorbat
makin besar zat yang dapat diserap. (roses adsorbsi berada dalam keadaan setimbang apabila
kecepatan desorbsi sama dengan kecepatan adsorbsi. Apabila salah satu zat ditambah atau
dikurangi maka akan ter!adi kesetimbangan baru. Desorbsi adalah kebalikan adsorbsi" yaitu
peristiwa terlepasnya kembali adsorbat dari permukaan adsorben. Adsorbsi isotermis adalah
adsorbsi yang ter!adi pada temperatur tetap. 'ntuk menerangkan )enomena adsorbsi secara
kuantitati) dapat didasarkan pada teori termodinamika dari *ibbs dan Van+t ,o)). A. -agi suatu
sistem adsorpsi tertentu" hubungan antara banyaknya zat yang teradsorpsi persatuan luas atau
persatuan berat adsorben dengan konsentrasi zat terlarut pada temperatur tertentu disebut dengan
isoterm adsorpsi. .leh /reundlich isoterm adsorpsi ini dinyatakan dengan rumus0
m
x
# k1
23n
4444444444444444444444444. 2
Dimana" 5 merupakan !umlah zat yang teradsorpsi (gram)" m adalah !umlah adsorben (gram) dan
1 adalah konsentrasi zat terlarut dalam larutan setelah tercapainya kesetimbangan adsorpsi.
%edangkan k dan n merupakan suatu tetapan. (ersamaan 2 di atas dapat diubah men!adi0
1 log n k log
m
5
log + =

4444444444444444.4444 &
Dimana" k dan n merupakan suatu tetapan.
(ersamaan & mengungkapkan bahwa bila suatu proses adsorpsi menurut isoterm
/reundlich" maka aturan
m
5
log
terhadap log 1 merupakan garis lurus. -erdasarkan garis lurus
yang diperoleh pada aluran tersebut" harga n dan k dapat ditentukan.
(ersamaan /reundlich berlaku pada proses penyerapan yang berlangsung dalam larutan
encer" isotermal dan biasanya untuk men!elaskan penyerapan di permukaan dengan panas
penyerapan yang heterogen. 6ilai 23n biasanya berkisar antara $"& sampai dengan $"7 dengan
kur8a berbentuk parabolik. (ersamaan isoterm adsorpsi /reundlich didasarkan atas terbentuknya
lapisan monolayer dari molekul-molekul adsorbat pada permukaan adsorben. 6amun pada
adsorpsi /reundlich situs-situs akti) pada permukaan adsorben bersi)at heterogen.
9erdapat beberapa kemungkinan adsorbsi larutan oleh zat padat" seperti0
2. Adsorbsi positi)" yaitu adsorpsi apabila solut relati) lebih besar teradsorbsi daripada
adsorben. 1ontohnya seperti penyerapan zat warna oleh aluminium atau kromium.
&. Adsorbsi negati)" yaitu adsorpsi apabila sol8en relati) lebih besar teradsorbsi daripada
solut dalam larutan. 1ontohnya adsorpsi alkaloid dengan karbon akti).
-erdasarkan kondisi dikenal dua !enis adsorbsi" yaitu0
2. Adsorbsi )isika (physisorption)
Apabila adsorbsi ber!alan pada temperatur rendah dan prosesnya re8ersibel !umlah asam
yang hilang karena diadsorp # pengurangan konsentrasi asam dalam larutan.
&. Adsorbsi kimia (chemisorption" activated adsorbsion)
Apabila adsorbsi ber!alan pada temperatur tinggi disertai dengan reaksi kimia yang
irre8ersibel.
'ar5"n Akti%
Arang tersusun dari kristal molekulerato karbon yang berbentuk heksagonal berlapis.
Antar atom karbon yang satu dengan yang karbon yang lain terikat dengan ikatan ko8alen"
sedangkan antara lapisan heksagonal yang satu dengan yang lapisan heksagonal yang lain
dihubungkan oleh gaya Van der Waals. Atom-atom karbon pada arang mengalami hibridisasi
sp
&
. .rientasi sp
&
adalah trigonal datar" maka bagian dari kristal yang terikat secara ko8alen
membentuk lapisan atau lembaran. Diantara lembaran atau lapisan inilah gas atau zat lain dapat
diserap. :katan yang lemah antar lapisan menyebabkan arang mempunyai si)at yang rapuh
sehingga mudah dibuat bubuk dengan ukuran partikel yang halus (Anonim"&$$;).
arbon akti)" atau sering !uga disebut sebagai arang akti)" adalah suatu !enis karbon yang
memiliki luas permukaan yang sangat besar. ,al ini bisa dicapai dengan mengakti)kan karbon
atau arang tersebut. ,anya dengan satu gram dari karbon akti)" akan didapatkan suatu material
yang memiliki luas permukaan kira-kira sebesar <$$ m
&
(didapat dari pengukuran adsorpsi gas
nitrogen). -iasanya pengakti)an hanya bertu!uan untuk memperbesar luas permukaannya sa!a"
namun beberapa usaha !uga berkaitan dengan meningkatkan kemampuan adsorpsi karbon akti)
itu sendiri (Anonim" &$$;).
2a&5ar +. Arang Akti)
Daya absorpsi arang sangat ditentukan oleh porositas dan luas permukaan arang. %emakin
luas ukuran partikel arang semakin besar daya adsorpsi arang tersebut. Akti8itas arang bertu!uan
untuk memperluas luas permukaan arang dengan membuka pori-pori yang tertutup sehingga
biasanya diisi oleh ter" hidrokarbon" abu" air serta persenyawaan yang mengandung nitrogen dan
sul)ur. Akti8itas arang dapat dilakukan secara )isika dengan mengalirkan uap air panas atau
secara kimia dengan menggunakan bahan kimia.
II4 ALAT DAN 6AHAN
Alat 7u&la! 6a!an 'eteran$an
1awan porselin 2 buah
=arutan asam oksalat
$"> 6? $"& 6? $"2
6? $"$< 6? $"$2
6? dan $"$$< 6
=abu @rlenmeyer
bertutup
A buah
(ipet 8olume 2$ m= 2 buah
(ipet tetes 2 buah Arang akti) 2< gram
1orong 2 buah =arutan standar 6a., $"2 6
-uret <$ m= 2 buah :ndikator )enolptalein < m=
aca arlo!i 2 buah ertas saring %ecukupnya
%patula 2 buah
III4 PROSEDUR 'ER7A DAN HASIL PEN2AMATAN
N" Pr"#edur 'erja Ha#il Pen$a&atan
2 Bemasukkan ke dalam enam buah labu
erlenmeyer tertutup masing-masing <
gram arang akti).
& Benyediakan larutan asam oksalat
sebanyak 2$$ m= dengan konsentrasi
masing-masing $"> B? $"& B? $"2 B?
$"$< B? $"$2 B? dan $"$$< B.
> Bemasukkan masing-masing larutan
asam oksala ke dalam labu erlenmeyer
yang telah diisi arang akti).
Benutup labu erlenmeyer dan
dibiarkan selama > !am sambil diaduk
secara perlahan-lahan sehingga
tercapai kesetimbangan.
Bembiarkan campuran sampai 7 hari
Bencatat temperatur selama percobaan
dan men!aga agar tidak ter!adi
perubahan temperatur yang terlalu
besar. Cika diperlukan" maka
digunakan penangas air.
D Benyaring larutan dengan menggunakan
kertas saring yang kering.
A Bembuat larutan 6a., $"2 6 untuk
digunakan mentitrasi )iltrat.
%ebelum digunakan" larutan 6a.,
yang telah dibuat distandarisasi
terlebih dahulu dengan larutan asam
oksalat" dimana masing-masing < m=
larutan ,
&
1
&
.
D
ditambahkan > tetes
indikator (( kemudian dititrasi dengan
6a., $"2 6 sampai ditun!ukkan
perubahan warna men!adi merah
muda. Volume 6a., yang digunakan
selan!utnya dicatat.
7 /iltrat dititrasi dengan menggunakan
larutan 6a., $"2 6 dan ditambahkan >
tetes indikator ((.
Le&5ar Pen$a&atan
'"n#entra#i
H
8
C
8
O
.

0"lu& t"tal
%iltrat
*H
8
C
8
O
.
ak!ir/
0"lu&e H
8
C
8
O
.
*Titrat/
'"n#entra#i
NaOH
*Titran/
0"lu&e NaOH
*Titran/
)an$ di!a5i#kan
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
Eata-rata #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
Eata-rata #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
Eata-rata #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
Eata-rata #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
Eata-rata #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
9itrasi : #
9itrasi :: #
9itrasi ::: #
Eata-rata #
D"#en Pen$a&pu
* /
Le&5ar Pen$a&atan
'"n#entra#
i H8C8O.
A3al
0"lu&e
T"tal
Filtrat
)an$
diper"le!
0"lu&e
Filtrat
*H8C8O.
#i#a/ )an$
dititra#i
'"n#entra#
i Titran
*NaOH/
0"lu&e Titran *NaOH/ )an$
di!a5i#kan pada #aat Titra#i
I II III
$">$ 6 $"2$ 6
$"&$ 6 $"2$ 6
$"2$ 6 $"2$ 6
$"$< 6 $"2$ 6
$"$2 6 $"2$ 6
$"$$< 6 $"2$ 6
D"#en Pen$a&pu
* /