Anda di halaman 1dari 37

TUGAS MAKALAH

GAWAT DARURAT
Keperawatan Klien dengan Kegawatan Sistem Endokrin
s! A"#mad K$s%airi M!Kep
&le# Kelompok ' (
'! )$liatin
*! A#mad Ta$+ik ,aidawi
-! Liana M$nawaro#
.! Ha//$l )akin
0! 1era )$nita D
2! L$kaman Hakim
3! A! 4ono
5! M! L$t+i
SEK&LAH T6GG6 6LMU KESEHATA HA7SHAWAT)
8R&GRAM STUD6 S9' KE8ERAWATA
GEGG&G : 8R&,&L6GG&
*;'-
KATA 8EGATAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan
Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas dalam
pembuatan makalah dengan judul Keperawatan Klien dengan Kegawatan
Sistem Endokrin di T!"E Ha#sha$aty %ainul Hasan &engg'ng(
Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas dari )apak Ns(
*+hmad "usyairi, M("ep di T!"E Ha#sha$aty %ainul Hasan &engg'ng( ,an
pada kesempatan ini saya mengu+apkan terima kasih )apak Ns( *+hmad
"usyairi, M("ep atas penjelasannya yang telah banyak membantu dalam
pembuatan makalah ini(
aya menyadari bah$a makalah yang tersusun ini belumlah sempurna,
maka dari itu apabila ada kesalahan atau kekurangan, kami m'h'n ma-a# dan
mengharap segala saran dan kritik demi sempurnanya penyusunan makalah yang
selanjutnya(
*khirnya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa semata, saya berharap
sem'ga penyusunan makalah ini dapat berman#aat bagi para pemba+a khususnya
penulis sendiri( *min(
8en%$s$n
,A, 6
8EDAHULUA
'!' Latar ,elakang
istem end'krin adalah sistem k'ntr'l kelenjar tanpa saluran .du+tless/
yang menghasilkan h'rm'n yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah
untuk mempengaruhi 'rgan-'rgan lain( H'rm'n bertindak sebagai 0pemba$a
pesan0 dan diba$a 'leh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang
selanjutnya akan menerjemahkan 0pesan0 tersebut menjadi suatu tindakan(
istem end'krin tidak memasukkan kelenjar eks'krin seperti kelenjar ludah,
kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastr'instestin(
istem end'krin terdiri dari sekel'mp'k 'rgan .kadang disebut sebagai
kelenjar sekresi internal/, yang #ungsi utamanya adalah menghasilkan dan
melepaskan h'rm'n-h'rm'n se+ara langsung ke dalam aliran darah(
H'rm'n berperan sebagai pemba$a pesan untuk mengk''rdinasikan
kegiatan berbagai 'rgan tubuh( 1ika kelenjar end'krin mengalami kelainan
#ungsi, maka kadar h'rm'n di dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah,
sehingga mengganggu #ungsi tubuh( 2ntuk mengendalikan #ungsi end'krin,
maka pelepasan setiap h'rm'n harus diatur dalam batas-batas yang tepat(
"elainan metab'lisme seringkali disebabkan 'leh kelainan genetik yang
mengakibatkan hilangnya en3im tertentu yang diperlukan untuk merangsang
suatu pr'ses metab'lism(Pada keadaan tertentu bisa terjadi k'ndisi kelainan
sistem end'krin yang membutuhkan penanganan segera atau ga$at darurat,
keadaan ga$at darurat end'krin terjadi karena akibat lebih lanjut dari kelainan
#ungsi dari kelenjar end'krin(
&a$at darurat adalah suatu k'ndisi yang membutuhkan tindakan
segera untuk menangggulangi an+aman terhadap ji$a atau angg'ta badan
sese'rang yang timbul se+ara tiba-tiba, keterlambatan penanganan dapat
membahayakan klien, mengakibatkan terjadinya ke+a+atan atau mengan+am
kehidupan(
&a$at darurat end'krin adalah keadaan ga$at darurat yang diakibat-
kan gangguan dari sistem end'krin, sehingga terjadi k'ndisi mengan+am ji$a
sese'rang yang memerlukan pert'l'ngan segera agar tidak terjadi kematian(
"eadaan ga$at darurat end'krin bisa diakibatkan 'leh karena terganggunya
pr'duksi h'rm'n baik kelebihan maupun kekurangan pr'duksi h'rm'n 'leh
suatu kelenjar end'krin( "'ndisi ga$at darurat sistem end'krin antara lain 4
a/ Miksedema 5 k'ma miksedema
b/ "risis Tir't'sik .Tyr'id st'rm/
+/ "risis *ddis'n
d/ Hip'glikemia(
"arena itu diperlukan suatu pengetahuan bagi pera$at untuk dapat
menilai dan mengambil suatu tindakan tertentu untuk dapat menyelamatkan
ji$a(
'!* R$m$san Masala#
)erdasarkan masalah di atas, dapat di rumuskan masalah yaitu
bagaimana asuhan kega$at daruratan pada klien gangguan end'krin 6
'!- T$<$an
'!-!' T$<$an Um$m
2ntuk mengetahui dan memahami asuhan kega$at daruratan pada
klien gangguan end'krin
'!-!* T$<$an K#$s$s
a/ 2ntuk mengetahui dan memahami asuhan kega$at daruratan pada
klien gangguan end'krin miksedema 5 k'ma miksedema(
b/ 2ntuk mengetahui dan memahami asuhan kega$at daruratan pada
klien gangguan end'krin krisis tir't'sik .tyr'id st'rm/(
+/ 2ntuk mengetahui dan memahami asuhan kega$at daruratan pada
klien gangguan end'krin krisis addis'n(
d/ 2ntuk mengetahui dan memahami asuhan kega$at daruratan pada
klien gangguan end'krin hip'glikemia(
,A, *
T64AUA 8USTAKA
*!' Miksedema = Koma Miksedema
*!'!' De+inisi
Miksedema adalah keadaan lebih lanjut yang diakibatkan 'leh karena
kadar h'rm'n tir'id dalam darah berkurang( H'rm'n tir'id dalam darah
berkurang karena kurang akti#nya kelenjar tir'id dalam menghasilkan
h'rm'n tir'id atau h'rm'n tir'id yang dihasilkan terlalu sedikit
.Hip'tir'idisme/ pada 'rang de$asa( "'ma Miksedema adalah keadaan
yang mengan+am nya$a yang ditandai 'leh eksaserbasi .perburukan/ semua
gejala hip'tir'idisme(
*!'!* Etiologi
)anyak kasus k'ma miksidema dilatarbelakangi karena
Hip'tir'idisme berat, pembedahan kelenjar tir'id, atau karena pengaruh
radi'akti# y'dium pada peng'batan gangguan tir'id( "'ma miksidema
diakibatkan 'leh mal#ungsi kelenjar tir'id, hip'#isis, atau hip'talamus(
*pabila disebabkan 'leh mal#ungsi "elenjar Tir'id, maka kadar
H'rm'nTir'id .HT/ yang rendah akan disertai 'leh peningkatan kadar
Tir'id timulating H'rm'n .TH/ dan Tir'id Relea7ing H'rm'n .TRH/
karena tidak adanya umpan balik negati# 'leh HT pada hip'#isis anteri'r dan
hip'talamus(
*pabila hip'tir'idisme terjadi akibat mal#ungsi hip'#isis, maka
kadar HT yang rendah disebabkan 'leh rendahnya kadar TH( TRH dari
hip'talamus tinggi karena tidak adanya umpan balik negati# baik dari TH
maupun HT(
Hip'tir'idisme yang disebabkan 'leh mal#ungsi hip'talamus akan
menyebabkan rendahnya kadar HT, TH, dan TRH( Penurunan H'rm'n
Tir'id dalam darah menyebabkan laju metab'lism basal turun, yang
mempengaruhi semua sistem tubuh(
)eberapa #akt'r yang memi+u terjadinya k'ma miksidema se+ara
tiba-tiba terutama pada penderita hip'tir'idisme, antara lain 4
a/ 8bat-'batan .sedati9e, nark'tika, dan 'bat anesthesi/(
b/ :akt'r in#eksi(
+/ tr'ke(
d/ Trauma(
e/ &agal 1antung(
#/ Perdarahan saluran pen+ernaan(
g/ Hyp'termia
h/ "egagalan peng'batan gangguan kelenjar tir'id(
*!'!- Gam>aran Klinis
;/ istem neur'muskuler, terjadi kelambanan, perlambatan daya pikir, dan
gerakan yang lambat dan +anggung(
</ istem "ardi'9askuler, terjadi penurunan #rekuensi denyut jantung,
pembesaran jantung .jantung miksedema/, dan penurunan +urah jantung(
=/ Pembengkakkan dan edema kulit, terutama di ba$ah mata dan di
pergelangan kaki(
>/ Penurunan ke+epatan metab'lisme, penurunan kebutuhan kal'ri,
penurunan na#su makan dan penyerapan 3at gi3i dari saluran +erna(
?/ istem pen+ernaan terjadi k'nstipasi(
@/ istem perna#asan, terjadi sesak na#as saat akti#itas, pembengkakan pada
lidah dan apnea pada tidur yang diamati(
A/ Perubahan-perubahan dalam #ungsi repr'duksi siklus menstruasi
menjadi tidak teratur bagi perempuan( "esulitan dalam hamil dan $anita
hamil mungkin keguguran(
B/ "ulit kering dan bersisik serta rambut kepala, alis tumbuh tipis, rapuh
dan mudah r'nt'k(
C/ *kibat lebih jauh karena hip'tir'disme ini adalah keadaan yang disebut
miksidema yang ditandai muka 'edema terutama pada sekitar bibir,
hidung dan kel'pak mata, terjadi bradikardia, hyp'termia tanpa
menggigil, hyp'tensi, hyp'9entilasi dan penurunan kesadaran sampai
k'ma( "ematian dapat terjadi apabila tidak diberi h'rm'n tir'id dan
stabilisasi semua gejala(
*!'!. 8ato+isiologi
&angguan pada kelenjar tir'id menyebabkan penurunan pr'duksi
h'rm'n tir'id, sehingga mengganggu pr'ses metab'lisme tubuh( Yang
berakibat 4
a/ Pr'duksi *TP dan *,P menurun terjadi kelelahan .int'leransi akti#itas/(
b/ &angguan #ungsi perna#asan, terjadi depresi 9entilasi .hip'9entiasi/(
+/ Pr'duksi kal'r .panas/ turun terjadi hip'termia(
d/ &angguan #ungsi gastr'entestinal, terjadi peristaltik usus menurun
sehingga abs'rbsi +airan meningkat terjadi k'nstipasi(
e/ "arena terjadi hip'9entilasi suplai D< ke jaringan berkurang demikian
juga dengan 'tak sehingga terjadi perubahan p'la k'gniti# terjadi
perubahan pr'ses piker(
*!'!0 8emeriksaan 8en$n<ang
Pemeriksaan darah yang mengukur kadar H'rm'n Tir'id .T= dan
T>/, Tir'id timulating H'rm'n, dan Tir'id Releasing H'rm'n akan dapat
mendiagn'sis k'ndisi dan l'kalisasi masalah di tingkat susunan sara# pusat
atau kelenjar tir'id( Pemeriksaan lab'rat'rium untuk mengetahui #ungsi
tir'id biasanya menunjukkan4
a/ T> serum rendah, TH meningkat(
b/ Resp'n dari TH ke TRH meningkat(
+/ Eh'lester'l meningkat(
d/ Hip'natremia, k'nsentrasi pE8< meningkat .Hip'ksemia/(
e/ Pemeriksaan r'ntgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran
jantung(
#/ Pemeriksaan E"& dan en3im-en3im jantung diperlukan untuk
mengetahui adanya gangguan #ungsi jantung(
g/ Pemeriksaan #isik menunjukkan tertundanya pengenduran 't't selama
pemeriksaan re#leks( Penderita tampak pu+at, kulitnya kuning, pinggiran
alis matanya r'nt'k, rambut tipis dan rapuh, ekspresi $ajahnya kasar,
kuku rapuh, lengan dan tungkainya membengkak serta #ungsi mentalnya
berkurang( Tanda-tanda 9ital menunjukkan perlambatan denyut
jantung,tekanan darah rendah dan suhu tubuh rendah(
*!'!2 8enatalaksanaan
Miksedema 5 "'ma miksedema adalah situasi yang mengan+am
nya$a yang ditandai 'leh eksaserbasi .perburukan/ semua gejala
hip'tir'idisme termasuk hip'termi tanpa menggigil, hip'tensi, hip'glikemia,
hip'9entilasi, dan penurunan kesadaran hingga k'ma( Penatalaksanaan
dilakukan untuk stabilisasi semua gejala dan men+egah terjadinya kematian(
,alam keadaan darurat .misalnya k'ma miksedema/, 'bat yang diberikan
antara lain 4
a/ ?DD Fg tir'ksin i(9 sesegera mungkin diikuti dengan
b/ ;DD Fg T> setiap hari dan
+/ Hidr'+'rtis'n ;DD Fg i(9 tiap B jam
*!'!3 8engka<ian Keperawatan
,ampak penurunan kadar h'rm'n dalam tubuh sangat ber9ariasi,
'leh karena itu lakukanlah pengkajian terhadap ha;-ha; penting yang dapat
menggali sebanyak mungkin in#'rmasi antara lain 4
;( Ri$ayat kesehatan klien dan keluarga( ejak kapan klien menderita
penyakit tersebut dan apakah ada angg'ta keluarga yang menderita
penyakit yang sama(
<( "ebiasaan hidup sehari-hari seperti 4
a( P'la makan
b( P'la tidur .klien menghabiskan banyak $aktu untuk tidur/(
+( P'la akti9itas(
=( Tempt tinggal klien sekarang dan pada $aktu balita(
>( "eluhan utama klien, men+akup gangguan pada berbagai sistem tubuh 4
a( istem pulm'nari(
b( istem pen+ernaan(
+( istem kardi'9aslkuler(
d( istem muskul'skeletal(
e( istem neur'l'gik dan Em'si5psik'l'gis(
#( istem repr'duksi(
g( Metab'lik(
?( Pemeriksaan #isik men+akup
a( Penampilan se+ara umumG amati $ajah klien terhadap adanya edema
sekitar mata, $ajah bulan dan ekspresi $ajah k's'ng serta r'man $ajah
kasar( Hidah tampak menebal dan gerak-gerik klien sangat lamban(
P'stur tubuh keen dan pendek( "ulit kasar, tebal dan berisik, dingin dan
pu+at(
b( Nadi lambat dan suhu tubuh menurun(
+( Perbesaran jantung(
d( ,isritmia dan hip'tensi(
e( Parastesia dan re#lek tend'n menurun(
@( Pengkajian psik's'sial klien sangat sulit membina hubungan sasial
dengan lingkungannya, mengurung diri5bahkan mania( "eluarga
mengeluh klien sangat malas berakti9itas, dan ingin tidur sepanjang hari(
*!'!5 Diagnosa dan 6nter?ensi
;( !nt'leran akti9itas berhubungan dengan( kelelahan dan penurunan pr'ses
k'gniti#(
Tujuan 4 Meningkatkan partisipasi dalam akti9itas dan kemandirian(
!nter9ensi
a/ *tur inter9al $aktu antar akti9itas untuk meningkatkan istirahat dan
latihan yang dapat dit'lerir(
Rasi'nal 4 Mend'r'ng akti9itas sambil memberikan kesempatan
untuk mendapatkan istirahat yang adekuat(
b/ )antu akti9itas pera$atan mandiri ketika pasien berada dalam
keadaan lelah(
Rasi'nal 4 Memberi kesempatan pada pasien untuk berpartisipasi
dalam akti9itas pera$atan mandiri(
+/ )erikan stimulasi melalui per+akapan dan akti#itas yang tidak
menimbulkan stress(
Rasi'nal 4 Meningkatkan perhatian tanpa terlalu menimbulkan stress
pada pasien(
d/ Pantau resp'ns pasien terhadap peningkatan aktititas(
Rasi'nal 4 Menjaga pasien agar tidak melakukan akti9itas yang
berlebihan atau kurang(
<( Perubahan suhu tubuh(
Tujuan 4 Pemeliharaan suhu tubuh yang n'rmal(
!nter9ensi
;( )erikan tambahan lapisan pakaian atau tambahan selimut(
Rasi'nal 4 Meminimalkan kehilangan panas(
<( Hndari dan +egah penggunaan sumber panas dari luar .misalnya,
bantal pemanas, selimut listrik atau penghangat/(
Rasi'nal 4 Mengurangi risik' 9as'dilatasi peri#er dan k'laps
9askuler(
=( Pantau suhu tubuh pasien dan melap'rkan penurunannya dari nilai
dasar suhu n'rmal pasien(
Rasi'nal 4 Mendeteksi penurunan suhu tubuh dan dimulainya k'ma
miksedema
>( Hindungi terhadap pajanan ha$a( dingin dan hembusan angin(
Rasi'nal 4 Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien dan
menurunkan lebih lanjut kehilangan panas(
=( "'nstipasi berhubungan dengan penurunan gastr'intestinal
Tujuan 4 Pemulihan #ungsi usus yang n'rmal(
!nter9ensi
a/ ,'r'ng peningkatan asupan +airan(
Rasi'nal 4 Meminimalkan kehilangan panas(
b/ )erikan makanan yang kaya akan serat(
Rasi'nal 4 Meningkatkan massa #eses dan #rekuensi buang air besar(
+/ *jarkan kepada klien, tentang jenis -jenis makanan yang banyak
mengandung air
Rasi'nal 4 2ntuk peningkatan asupan +airan kepada pasien agar (
#eses tidak keras
d/ Pantau #ungsi usus(
Rasi'nal 4 Memungkinkan deteksi k'nstipasi dan pemulihan kepada
p'la de#ekasi yang n'rmal(
e/ ,'r'ng klien untuk meningkatkan m'bilisasi dalam batas-batas
t'leransi latihan(
Rasi'nal 4 Meningkatkan e9akuasi #eses(
#/ "'lab'rasi 4 untuk pemberian 'bat pe+ahar dan enema bila
diperlukan
Rasi'nal 4 2ntuk mengen+erkan #ees(
>( "urangnya pengetahuan tentang pr'gram peng'batan untuk terapi
penggantian tir'id seumur hidup(
Tujuan 4 Pemahaman dan penerimaan terhadap pr'gram peng'batan
yang diresepkan(
!nter9ensi
a/ 1elaskan dasar pemikiran untuk terapi penggantian h'rm'n tir'id(
Rasi'nal 4 Memberikan rasi'nal penggunaan terapi penggantian
h'rm'n tir'id seperti yang diresepkan, kepada pasien
b/ 2raikan e#ek peng'batan yang dikehendaki pada pasien
Rasi'nal 4 Mend'r'ng pasien untuk mengenali perbaikan status #isik
dan kesehatan yang akan terjadi pada terapi h'rm'n tir'id(
+/ )antu pasien menyusun jad$al dan +heklist untuk memastikan
pelaksanaan sendiri terapi penggantian h'rm'n tir'id(
Rasi'nal 4 Memastikan bah$a 'bat yangG digunakan seperti yang
diresepkan(
d/ 2raikan tanda-tanda dan gejala pemberian 'bat dengan d'sis yang
berlebihan dan kurang(
Rasi'nal 4 )er#ungsi sebagai penge+ekan bagi pasien untuk
menentukan apakah tujuan terapi terpenuhi(
e/ 1elaskan perlunya tindak lanjut jangka panjang kepada pasien dan
keluarganya(
Rasi'nal 4 Meningkatkan kemungkinan bah$a keadaan hip' atau
hipertir'idisme akan dapat dideteksi dan di'bati(
?( P'la napas tidak e#ekti# berhubungan dengan depresi 9entilasi
Tujuan 4 Perbaikan status respirat'rius dan pemeliharaan p'la napas
yang n'rmal(
!nter9ensi
a/ Pantau #rekuensiG kedalaman, p'la pernapasanG 'ksimetri denyut nadi
dan gas darah arterial
Rasi'nal 4 Mengidenti#ikasi hasil pemeriksaan dasar untuk
memantau perubahan selanjutnya dan menge9aluasi e#ekti#itas
inter9ensi(
b/ ,'r'ng pasien untuk napas dalam dan batuk
Rasi'nal 4 Men+egah akti#itas dan meningkatkan pernapasan yang
adekuat(
+/ )erikan 'bat .hipn'tik dan sedatip/ dengan hati-hati
Rasi'nal 4 Pasien hip'tir'idisme sangat rentan terhadap gangguan
pernapasan akibat gangguan 'bat g'l'ngan hipn'tik-sedati#(
d/ Pelihara saluran napas pasien dengan melakukan pengisapan dan
dukungan 9entilasi jika diperlukan(
Rasi'nal 4 Penggunaan saluran napas arti#isial dan dukungan
9entilasi mungkin diperlukan jika terjadi depresi pernapasan(
*!*! Krisis Tirotoksik @T%roid StromA
*!*!' De+inisi
Tyr'id tr'm juga dikenal sebagai krisis tir't'ksik, adalah keadaan
klinis hipertir'idisme paling berat yang mengan+am ji$a( 2mumnya
keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit &ra9es atau truma
Multi'dular t'7ik( Hal ini dapat berkernbang se+ara sp'ntan pada pasien
hipertir'id yang menjalani terapi, selama pembedahan kelenjar tir'id, atau
terjadi pada pasien hipertir'id yang tidak terdiagn'sis( *kibatnya adalah
pelepasan HT dalam jumlah yang sangat besar yang menyebabkan
takikardia, agitasi, trem'r, hipertermia .sampai ;D@ ':/, dan apabila tidak
di'bati akan terjadi kematian(
*!*!* Etiologi
"eadaan Tir'id tr'm pada penderita hipertir'idisme dipengaruhi
dan dipi+u 'leh #akt'r 4
;( epsis(
<( Pembedahan(
=( Pengaruh anestesi(
>( Pengaruh radi'akti# tera#i(
?( 8bat-'batan jenis adrenergi+ dan anti+'linergik seperti
pseud'epedrin, jenis N*!, g'l'ngan sali+ilat dan 'bat kem'thera#i(
@( "'ns'msi berlebihan makanan yang mengandung i'dium(
A( "egagalan dalam peng'batan *ntitir'id(
B( "eadaan ket'asid'sis diabetikum(
C( Trauma pada kelenjar tir'id(
;D( T'7emia pada kehamilan(
*!*!- Gam>aran klinis!
Terjadi peningkatan gejala Tir'ksik'sis pada sistem tubuh seperti4
;( &ejala umum yang tarjadi pada klien tir'id str'm 4
a/ ,emam,
b/ "eringat berlebihan(
+/ )erat badan menurun(
d/ "esukaran berna#as
e/ ,an +epat lelah .#atiIue/
<( &ejala istem Jaskular4
a/ Hipertensi dengan denyut nadi yang +epat dan lemah(
b/ Ta+y+ardia
+/ *ritmia(
=( &ejala pada sistem saluran +erna 4
a/ Mual dan muntah(
b/ ,iare(
+/ Nyeri perut(
d/ 1aundi+e(
>( &ejala pada sistem persara#an 4
a/ Eemas
b/ Perubahan prilaku
+/ Penurunan kesadaran sampai k'ma(
*!*!. 8ato+isiologi
Pada keadaan sehat, Hip'talamus menghasilkan TRH .Tir'id
Releasing H'rm'n/, yang merangsang "elenjar Hip'#isis *nteri'r
melepaskan TH .Tir'id timulating H'rm'n/ yang memi+u "elenjar
Tir'id melepaskan H'rm'n Tir'id .HT/( )ila kadar H'rm'n Tir'id dalam
darah Tinggi maka kadar TRH dan TH rendah .resp'n umpan balik( Tapi
pada keadaan Hipertir'idisme, peningkatan TH akibat mal#ungsi kelenjar
tir'id akan disertai penurunan TH dan TRH karena umpan balik negati# HT
terhadap pelepasan keduanya( Pada mal#ungsi "elenjar Hip'#isis
memberikan gambaran kadar H'rm'n Tir'id .HT/ dan Tir'id timulating
H'rm'n .TH/ yang tinggi, kadar Tir'id Releasing H'rm'n .TRH/ akan
rendah karena umpan balik dari kadar HT dan TH( Pada mal#ungsi
Hip'talamus akan memperlihatkan kadar HT yang tinggi, disertai kadar
TRH dan TH yang berlebihan(
"adar H'rm'n Tir'id dalam darah yang tinggi mengakibatkan laju
metab'lisme basal dalam sel meningkat, yang meningkatkan akti#itas sistem
sara# simpatis, menstimulasi sistem kardiak dan meningkatkan jumlah
resept'r beta adrenergik, menyebabkan takikardia dan peningkatan +urah
jantung, 9'lume sekun+up dan aliran darah peri#er( Metab'lisme yang
sangat meningkat mengakibatkan penipisan lemak yang pada akhirnya
terjadi de#isiensi Nutrisi(
*!*!0 8emeriksaan 8en$n<ang
Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar HT .T= dan T>/, TH dan
TRH akan memastikan keadaan dan l'kalisasi masalah di sistem sara# pusat
atau kelenjar Tir'id(
;( T= dan T> selalu tinggi, T= .N'rmal K @D L ;CD Fg5 dH/ dan T>
.N'rmal4 ?(= L ;>(? Fg5 dH/
<( Radi'a+ti9e !'dine 2ptake .R!2/ MM
=( Resp'n TH terhadap TRH hampir tidak ada
>( Hyper+al+emia
?( TH darah rendah .N'rmal K N @ L ;D F25 mH/
@( Eh'lester'l darah OO
A( Penurunan kepekaan terhadap insulin, yang dapat menyebabkan
hiperglikemia(
*!*!2 8enatalaksanaan
;( ,iagn'sis dan memberikan tera#i terhadap penyakit-penyakit lain yang
diderita(
<( Pemberian tera#i supp'rti9e
beri 8<, 'bat penenang, in#us +airan
+'rti+'ster'id .hydr'+'tis'n sampai =DD mg5 injeksi/
in#us Na-i'dida ; L < gram tiap B jam
=( )eri 'bat anti tir'id d'sis tinggi
E'nt'h4 pr'pylthi'ura+yl sampai =DD mg p(' atau melalui N&T
>( )eri pr'pran'l'l .;- < mg iu sampai t'tal d'sis < L ;D mg/ L untuk
menenangkan ta+hy+ardinya(
*!*!3 8engka<ian Keperawatan
Pengkajian pada klien Tir'id tr'm pada prinsipnya sama dengan
pengkajian pada klien Hipertir'disme, namun pada klien Tir'id str'm lebih
dipri'ritaskan pada gejala yang mengan+am ji$a(
Pengkajian pada Hipertir'idisme dengan Tir'id tr'm(
;( *kti9itas atau istirahat
a/ &ejala 4 !ms'mnia, sensiti9itas meningkat, 8t't lemah, gangguan
k''rdinasi, "elelahan berat(
b/ Tanda 4 *tr'#i 't't
<( irkulasi
a( &ejala 4 Palpitasi, nyeri dada .angina/(
b( Tanda 4 ,istritmia .9ibrilasi atrium/, irama gall'p, murmur,
Peningkatan tekanan darah dengan tekanan nada yang berat(
Takikardia saat istirahat( irkulasi k'laps, sy'k .krisis
tir't'ksik'sis/(
=( Eliminasi
a( &ejala 4 Perubahan p'la berkemih .p'liuria, n'+turia/, Rasa
nyeri 5 terbakar, kesulitan berkemih .in#eksi/, !n#eksi saluran
kemih berulang, nyeri tekan abd'men, ,iare, 2rine en+er, pu+at,
kuning, p'liuria . dapat berkembang menjadi 'liguria atau anuria
jika terjadi hip'9'lemia berat/, urine berkabut, bau busuk
.in#eksi/, )ising usus lemah dan menurun, hiperakti# . diare /(
>( !ntegritas 5 Eg'
a( &ejala 4 tress, tergantung pada 'rang lain, Masalah #inansial
yang berhubungan dengan k'ndisi(
b( Tanda 4 *nsietas peka rangsang(
?( Makanan 5 Eairan
a( &ejala 4 Hilang na#su makan, Mual atau muntah( Tidak mengikuti
diet 4 peningkatan masukan gluk'sa atau karb'hidrat, penurunan
berat badan lebih dari peri'de beberapa hari5minggu, haus,
penggunaan diuretik .tia3id/(
b( Tanda 4 "ulit kering atau bersisik, muntah, Pembesaran thyr'id
. peningkatan kebutuhan metab'lisme dengan pengingkatan gula
darah /, bau halit'sis atau manis, bau buah .napas aset'n/(
@( Neur'sens'ri
a( &ejala 4 Pusing atau pening, sakit kepala, kesemutan, kebas,
kelemahan pada 't't parasetia, gangguan penglihatan(
b( Tanda 4 ,is'rientasi, megantuk, lethargi, stup'r atau k'ma .tahap
lanjut/, gangguan mem'ri .baru masa lalu/ ka+au mental( Re#leks
tend'n dalam .RT, menurunG k'ma/( *kti9itas kejang . tahap
lanjut dari ,"*/(
A( Nyeri 5 "enyamanan
a( &ejala 4 *bd'men yang tegang atau nyeri .sedang 5 berat/, Pajah
meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati-hati(
B( Pernapasan
a( &ejala 4 Merasa kekurangan 'ksigen, batuk dengan 5 tanpa
sputum purulen .tergantung adanya in#eksi atau tidak/(
b( Tanda 4 esak napas, batuk dengan atau tanpa sputum purulen
.in#eksi/, #rekuensi pernapasan meningkat(
C( "eamanan
a( &ejala 4 "ulit kering, gatal, ulkus kulit(
b( Tanda 4 ,emam, dia#'resis, kulit rusak, lesi atau ulserasi,
menurunnya kekuatan umum 5 rentang gerak, parastesia atau
paralysis 't't termasuk 't't-'t't pernapasan .jika kadar kalium
menurun dengan +ukup tajam /(
;D( eksualitas
a( &ejala 4 Rabas $anita . +enderung in#eksi /, masalah imp'tent
pada pria G kesulitan 'rgasme pada $anita(
b( Tanda 4 &luk'sa darah 4 meningkat ;DD-<DD mg5 dl atau lebih(
*set'n plasma 4 p'siti# se+ara menj'l'k( *sam lemak bebas 4
kadar lipid dengan k'l'ster'l meningkat(
*!*!5 Diagnosa Keperawatan
,iagn'sa kepera$atan yang la3im terjadi pada klien yang mengalami
hipertir'idisme adalah sebagai berikut 4
;( Risik' tinggi terhadap penurunan +urah jantung berhubungan dengan
hipertir'id tidak terk'ntr'l, keadaan hipermetab'lisme, peningkatan
beban kerja jantung(
<( "elelahan berhubungan dengan hipermetab'lik dengan peningkatan
kebutuhan energi(
=( Risik' tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan peningkatan metab'lisme .peningkatan na#su
makan5pemasukan dengan penurunan berat badan/(
>( Risik' tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan
dengan perubahan mekanisme perlindungan dari mata G kerusakan
penutupan kel'pak mata5eks'#talmus(
?( *nsietas berhubungan dengan #akt'r #isi'l'gisG status
hipermetab'lik(
@( "urang pengetahuan mengenai k'ndisi, pr'gn'sis dan kebutuhan
peng'batan berhubungan dengan tidak mengenal sumber in#'rmasi(
A( Risik' tinggi perubahan pr'ses pikir berhubungan dengan perubahan
#isi'l'gik, peningkatan stimulasi P5memper+epat akti#itas mental,
perubahan p'la tidur(
*!*!B 8eren"anaan = 6nter?ensi!
;( Risik' tinggi terhadap penurunan +urah jantung berhubungan dengan
hipertir'id tidak terk'ntr'l, keadaan hipermetab'lisme, peningkatan beban
kerja jantung(
Tujuan 4 "lien akan mempertahankan +urah jantung yang adekuat
sesuai dengan kebutuhan tubuh,
"riteria Hasil4 ;/ Nadi peri#er dapat teraba n'rmal( </ Jital sign
dalam batas n'rmal( =/ Pengisian kapiler n'rmal >/ tatus mental
baik ?/ Tidak ada disritmia(
!nter9ensi 4
a( Pantau tekanan darah pada p'sisi baring, duduk dan berdiri jika
memungkinkan Perhatikan besarnya tekanan nadi(
Rasi'nal 4 Hip'tensi umum atau 'rt'statik dapat terjadi sebagai
akibat dari 9as'dilatasi peri#er yang berlebihan dan penurunan
9'lume sirkulasi(
b( Periksa kemungkinan adanya nyeri dada atau angina yang
dikeluhkan pasien(
Rasi'nal 4 Merupakan tanda adanya peningkatan kebutuhan
'ksigen 'leh 't't jantung atau iskemia(
+( *uskultasi suara na#as( Perhatikan adanya suara yang tidak
n'rmal .seperti krekels/
Rasi'nal 4 ; dan murmur yang men'nj'l berhubungan dengan
+urah jantung meningkat pada keadaan hipermetab'lik(
d( 8bser9asi tanda dan gejala haus yang hebat, muk'sa membran
kering, nadi lemah, penurunan pr'duksi urine dan hip'tensi(
Rasi'nal 4 ,ehidrasi yang +epat dapat terjadi yag akan
menurunkan 9'lume sirkulasi dan menurunkan +urah jantung(
e( Eatat masukan dan haluaran *skep "lien Hipertir'idisme(
Rasi'nal 4 "ehilangan +airan yang terlalu banyak dapat
menimbulkan dehidrasi berat(
<( "elelahan berhubungan dengan hipermetab'lik dengan peningkatan
kebutuhan energi
Tujuan 4 "lien akan mengungkapkan se+ara 9erbal tentang
peningkatan tingkat energy
!nter9ensi 4
a( Pantau tanda 9ital dan +atat nadi baik istirahat maupun saat
akti9itas(
Rasi'nal 4 Nadi se+ara luas meningkat dan bahkan istirahat ,
takikardia mungkin ditemukan(
b( Eiptakan lingkungan yang tenang(
Rasi'nal 4 Menurunkan stimulasi yang kemungkinan besar dapat
menimbul-kan agitasi, hiperakti#, dan ims'mnia(
+( arankan pasien untuk mengurangi akti9itas(
Rasi'nal 4 Membantu mela$an pengaruh dari peningkatan
metab'lisme(
d( )erikan tindakan yang membuat pasien merasa nyaman seperti
massage(
Rasi'nal 4 Meningkatkan relaksasi
=( Risik' tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan peningkatan metab'lisme .peningkatan na#su
makan5pemasukan dengan penurunan berat badan/(
Tujuan 4 "lien akan menunjukkan berat badan stabil
"riteria Hasil 4 ;/ Na#su makan baik, </ )erat badan n'rmal, +/
Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
!nter9ensi 4
a( Eatat adanya an'reksia, mual dan muntah
Rasi'nal 4 Peningkatan akti9itas adrenergi+ dapat
menyebabkan gangguan sekresi insulin5terjadi resisten yang
mengakibatkan hiperglikemia(
b( Pantau masukan makanan setiap hari, timbang berat badan
setiap hari(
Rasi'nal 4 Penurunan berat badan terus menerus dalam
keadaan masukan kal'ri yang +ukup merupakan indikasi
kegagalan terhadap terapi antitir'id(
+( k'lab'rasi untuk pemberian diet tinggi kal'ri, pr'tein,
karb'hidrat dan 9itamin
Rasi'nal 4 Mungkin memerlukan bantuan untuk menjamin
pemasukan 3at-3at makanan yang adekuat dan
mengidenti#ikasi makanan pengganti yang sesuai
*!- Krisis Addison
*!-!' De+inisi
uatu keadaan ga$at darurat yang berhubungan dengan menurunnya
atau kekurangan h'rm'n yang relati# dan terjadinya k'laps sistem
kardi'9askuler dan biasanya gejala gejalanya n'n spesi#ik, seperti muntah
dan nyeri abd'men
*!-!* Etiologi
Penyebab primer adalah perdarahan kelenjar adrenal bilateral,
tr'mb'sis atau nekr'sis selama terjadi sepsis atau ketika mendapat
antik'agulan( )ila kehilangan kelenjar adrenal unilateral tidak akan
menyebabkan insu#isiensi adrenal( Penyebab sekunder adalah peripartum
pituitary in#ark .heehanQs syndr'm/, Pituitary ap'ple7y . perdarahan pada
kelenjar pituitary/, trauma kepala dengan gangguan batang kelenjar pitutari,
tetapi biasanya tidak seberat pada keadaan adrenal insu#i+ien+y primer
karena sekresi ald'ster'n tidak dipengaruhi(
*!-!- 7aktor Resiko
Penggunaan ster'id , kurang lebih <D mg sehari dari prednis'n atau
persamaannya sekurang kurangnya ? hari pada ; tahun terahir, penderita
menerima d'sis yang mendekati kadar #isi'l'gis yang dibutuhkan selama ;
bulan untuk memulihkan #ungsi dari kelenjar adrenal( tres #isi'l'gik yang
berat seperti sepsis, trauma, luka bakar, tindakan pembedahan( )erikut ini
adalah keadaan yang terjadi pada hip'talamik-pituitaryadrenal
a7is pada keadaan n'rmal, keadaan stress #isi'l'gis yang berat dan dalam
keadaan +riti+al illness( 8rganisme yang berhubungan dengan krisis adrenal
yaitu haem'philus !n#luen3a, staphil'k'kus aureus, strept'k'kus
pneum'nia, jamur(
elain itu penggunaan 'bat inhalasi #luti+as'ne, setelah injeksi
ster'id intra artikular, dan pada pengguna 'bat-'batan ket'k'na3'le,
phenit'in, ri#ampisin(
*!-!. Ge<ala Klinis
&ejala klinis yang mendukung suatu diagn'sis krisis adrenal adalah sebagai
berikut 4
o y'k yang sulit dijelaskan eti'l'ginya biasanya tidak ada pengaruh
dengan pemberian resusitasi +airan atau 9as'pres'r(
o Hip'termia atau hipertermia
o Yang berhubungan dengan kekurangan k'rtis'l yaitu +epat lelah, lemah
badan, an'reksia, mual mual dan muntah , diare, hip'glikemi, hip'tensi,
hip'natremi(
o Yang berhubungan dengan kekurangan h'rm'n ald'ster'n yaitu
hiperkalemia dan hip'tensi berat yang menetap
o Hain lain tergantung dari penyebab, mungkin didapatkan panas badan,
nyeri abd'men dan pinggang yang berhubungan dengan perdarahan
kelenjar adrenal(
*!-!.8emeriksaan 8en$n<ang
,ata lab'rat'rium memperlihatkan kadar gluk'sa darah yang rendah(
)iasanya kadar natrium plasma juga rendah tetapi jarang diba$ah ;<D
meI5H dan kadar kalium adalah meningkat, tetapi jarang diatas A meI(H(
Penderita biasanya mengalami asid'sis dengan kadar bikarb'nat plasma
antara ;?-<D meI 5H( "adar ureum juga meningkat( "emungkinan diagn'sa
juga dapat di lihat dari adanya e'sin'#ilia dan limp'sit'sis pada *,T, dan
adanya gangguan kadar serum tir'id >(,iagn'sa paling spesi#ik yaitu
dengan memeriksa kadar *ETH dan k'rtis'l, jika terdapat banyak $aktu(
erum k'tis'l biasanya kadarnya kurang dari <D m+g5dl tetapi kita dapat
menunggu untuk melakukan pemeriksaan ini bila pasien sudah dapat
distabilkan( 1ika akan dilakukan test untuk menstimulasi *ETH setelah
memulai stess d'se ster'id, pastikanlah ster'id sudah diganti ke
de7ametas'n karena tidak akan mempengaruhi test( Eara melakukan *ETH
test adalah pertama tetapkan kadar k'rtis'l plasma baseline, kemudian
berikan *ETH <?D m+g inta9ena yang diberi tekanan kemudian pantau
serum k'rtis'l =D-@D menit setelah diberikan *ETH( "enaikan kurang dari
C m+g dapat dipikirkan sebagai insu#i+iensi adrenal( Pada #'t' th'ra7 harus
di+ari tanda tanda tuber+ul'sis, hist'plasm'sis, keganasan, sark'id dan
lymph'ma( Pada pemeriksaan ET s+an abd'men menggambarkan kelenjar
adrenal mengalami perdarahan, atr'pi, gangguan in#iltrasi, penyakit
metab'lik( Perdarahan adrenal terlihat sebagai bayangan hiperdens, dan
terdapat pembesaran kelenjar adrenal yang bilateral( Pada pemeriksaan E"&
mempelihatkan adanya pemanjangan dari inter9al RT yang dapat
mengakibatkan 9entikular aritmia, gel'mbang t in9erted yang dalam dapat
terjadi pada akut adrenal krisis( Pemeriksaan hist'l'gis tergantung dari
penyebab kegagalan adrenal( Pada kegagalan adren'k'tikal yang primer,
terlihat gambaran in#eksi dan penyakit in#iltrati#( Pada kegagalan
adren'k'tikal yang sekunder dapat menyebabkan atr'#i kelenjar adrenal(
&ambaran dari perdarahan adrenal bilateral mungkin hanya ditemukan
gambaran darah saja(
*!-(0 8enatalaksanaan
;/ Eairan is't'nik seperti NaEl CS diberikan untuk menambah 9'lume
dan garam(
</ 1ika penderita hip'glikemi dapat di berikan +airan de7tr'se ?DS
=/ ter'id !J se+epatnya 4 de7ametas'n > mg atau hydr'k'rtis'ne ;DD mg(
etelah penderita stabil lanjutkan dengan de7ametas'ne > mg !J tiap
;<
jam atau hydr'k'rtis'n ;DD mg !J tiap @-B jam(
>/ 8bati penyakit dasarnya seperti in#eksi dan perdarahan, untuk in#eksi
dapat
diberikan antibi'tik(
?/ 2ntuk meningkatkan tekanan darah dapat diberikan d'pamin atau
n'repineprin(
@/ Terapi pengganti mineral'k'rtik'id dengan #ludri+'rtis'ne
A/ Penderita harus dik'nsultasikan dengan end'krin'l'gist, spesialis
penyakit !n#eksi, ahli +riti+al +are, kardi'l'gis, ahli bedah(
*!-!2 8ato+isiologi
"'rtek adrenal mempr'duksi = h'rm'n ster'id yaitu h'rm'n
gluk'k'rtik'id .k'rtis'l/, mineral'k'rtik'id .ald'ster'n, ;;
de'7y+'ti+'ster'ne/ dan andr'gen .dehydr'epiandr'ster'ne/( H'rm'n
utama yang penting dalam kejadian suatu krisis adrenal adalah pr'duksi
dari k'rtis'l dan adrenal ald'lter'n yang sangat sedikit( "'rtis'l
meningkatkan gluk'ne'genesis dan menyediakan 3at - 3at melalui
pr'te'lisis, penghambat sintesis pr'tein, m'bilisasi asam lemak,dan
meningkatkan pengambilan asam amin' di hati( "'rtis'l se+ara tidak
langsung meningkatkan sekresi insulin untuk mengimbangi hperglikemi
tetapi juga menurunkan sensiti9itas dari insulin( "'rtis'l juga mempunyai
e#ek anti in#lamasi untuk mestabilkan lis's'm, menurunkan resp'n
leuk'sitik dan menghambat pr'duksi sit'kin( *kti9itas #ag'sitik
dipertahankan tetapi sel mediated imunity hilang pada keadaan
kekurangan k'rtis'l dan mensupresi sintesis adren'k'rtik'tr'pik h'rm'n
.*ETH/( *ld'ster'n di keluarkan sebagai resp'n terhadap stimulasi dari
angi'tensin !! melalui system renin angi'tensin, hiperkalemi, hip'natremi
dan antag'nis d'pamin( E#ek nya pada target 'rgan primer( &injal
meningkatkan reabs'rpsi dari natrium dan sekresi dari kalium dan
hidr'gen( Mekanismenya masih belum jelas, peningkatan dari natrium dan
kalium mengakti9asi en3im aden'sine triph'sphatase . Na5" *TPase/
yang bertangung ja$ab untuk trasp'rtasi natrium dan juga meningkatkan
akti9itas dari +arb'ni+ anhidrase, e#ek nya adalah meningkatkan 9'lume
intra9askuler( ystem rennin angi'tensin-ald'ster'n tidak dipengaruhi
'leh gluk'k'rtik'id eks'gen dan kekurangan *ETH mempuyai e#ek yang
sangat ke+il untuk kadar ald'ster'n kekurangan h'rm'n adren'k'rtikal
menyebabkan e#ek yang berla$anan dengan h'rm'n ini dan menyebabkan
gejala klinis yang dapat ditemukan pada krisis adrenal(
*!. Hipoglikemia
*!.!' De+inisi
Hip'glikemia adalah keadaan dengan kadar gluk'sa darah diba$ah
@D mg5dl, yang merupakan k'mplikasi p'tensial terapi insulin atau 'bat
hip'glikemi 'ral(. Hudak 5 &alu/(
Hip'glikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah
hingga diba$ah @D mg5dl se+ara abn'rmal rendah( . http 45 $$$(
!nd'nesiasehat( E'm/(
Hip'glikemia merupakan salah satu kega$atan diabeti+ yang
mengan+am, sebagai akibat dari menurunnya kadar gluk'sa darah N @D
mg5dl
*!.!* Etiologi
Eti'l'gi hip'glikemia pada diabete militus .,M/ 4
a(Hip'glikemia pada ,M stadium dini
b( Hip'glikemia dalam ranka peng'batan ,M(
Penggunaan insulin
Penggunaan sul#'ni lurea
)ayi yang baru lahir dengan ibu ,M
+( Hip'glikemia ang tidak berkaitan dengan ,M
Hiperinsulinisme alimenter pas+agastrekt'mi
!nsulin'ma
Penyakit hati berat
Tum'r ekstra pangkratik 4 #ir'sark'ma, karsin'ma
ginjal
Hip'pituitarisme
*!.!- Ge<ala Klinis
a(&ejala adrenergik atau sistem sara# 't'n'm 4
Pu+at
,iah#'resis
Takikardi
Rasa lapar
Palpitasi
Trem'r halus
&ugup
Eepat marah
Parestisia pada bibir dan jari
Pil'ereksi
b( &ejala neur'gli'penia atau sistem sara# pusat 4
akit kepala
"'n#ulsi
Merasa lelah
)i+ara tidak jelas
,ipl'pia
Em'si labil
ering menguap
&erakan spastik pada tungkai ba$ah
"ejang dan k'ma
+(Perubahan Psikis karena hip'glikemia 4
,epresi dan iritabel
Ngantuk pada jam bangun dan malam hari tidak bisa tidur
Tidak mampu k'nsentrasi
d( &ejala karena e#ek hip'glikemik pada sistem muskuler 4
Hemah
Mudah +epat
*!.!. 8ato+isiologi
"etergantungan 'tak setiap saat pada gluk'sa yang disuplai 'leh
sirkulasi diakibatkan 'leh ketidak mampuan 'tak untuk membakar asam
lemak berantai panjang, kurangnya simpanan gluk'sa sebagai glik'gen
didalam 'tak 'rang de$asa, dan ketidak tersediaan ket'n dalam #ase makan
atau p'sabs'rbti#(
Puasa / intake kurang

Glikogenolisis

Deficit glikogen pada hepar

Gula darah menurun < 60 mg/dl

Penurunan nutrisi jaringan otak

Respon SSP
Respon Otak Respon egetatif

!ortek sere"ri Pelepasan norepinefrin # energi $ < %0mg/dl&
adrenalin

!eka"uran 'ang dirasa dikepala (akikardia) pucat) gemetar)
Sulit konsentrasi / "erfikir "erkeringat
Gemetar
!epala terasa mela'ang (idak sadar
Gangguan proses "erfikir Stupor) kejang) koma
*!.!0 8emeriksaan diagnostik
a( Tes gluk'sa darah melalui #inger-sti+k
b( Hem'gl'bin glik'siat bisa n'rmal atau tinggi
+( Hipid serum bisa n'rmal atau abn'rmal
d( "et'n bisa negati9e atau p'siti#
e( ,asar diagn'sis terbukti hip'glikemi dipakai trias $hipple 4
Hip'glikemi dengan gejala-gejala sara# pusat, psikiatrik
9as'm'trik
Penentuan kadar gluk'sa darah berulang ditemuka dengan harga N
?Dmg S
&ejala akan hilang dengan pemberian gluk'sa
*!.!2 8enatalaksanaan
Peng'batan harus +pat dilakukan( )ila pasienmasi sadar tindakan dapat
dilakukan 'leh pasien itu sendii dengan minum larutan gula ;D-=D g( pada
pasien tidk sadar diberikan b'lus dekstr'sa ;?-<?g( bila tindakan tersebut
belum dapat dilakukan, 'leskan mdu atau sirup kemuk'sa pipi
)ila hip'glikemia terjadi pada pasien yang mendapatkan terapi insulin,
maka selain dekstr'sa dapat juga digunakan suntikan glu+ag'n ;mg im,
lebih-lebih bila suntikan dekstr'sa i9 sulit dilakukan(
)ila k'ma hip'glikmia terjadi pada pasien yang mendapat sul#'milure
sebaiknya pasien tersebut dira$at dirumah sakit, karena ada resik' jatuh
k'ma lagi setelah suntikan dekstr'sa( Pemberian dektr'sa diteruskan dengan
in#use dekstr'sa ;D S selama T = hari( M'nitr gluk'a darah setiap =-@ jam
sekali dan kadarnya diertahankan CD-;BDmgS( hip'glikemia karena
sul#'nylurea ini idak e#ekti# dngan pemberian glu+ag'n(
ebagian ke+il pasien tidak beresp'n terhadap peng'batan diatas dan
tetap tidak sadar $alaupun kadar gluk'sa darah sudah diatas n'rmal( Pada
pasien ini biasanya terjadi edema serebri dan perlu peng'batan dengan
manit'l atau teksametas'l( ,'sis manit'l ;,?-<g5kg )) dibrika setiap@-B
jam( ,'sis a$al destrametas'n ;Dmg b'lus dilanjutkan <mg setiap @ jam(
Pasien tetap mendapat in#us dekst'sa ;DS dan gluk'sa darah dipertahankan
sekitar ;BDmgS, disamping di+ari penyebab k'ma yan lain( Hindari
#ruktuasi kadar glik'sa yang besar karena akan memperberat edema serebri(
)ila k'ma berlangsung lama, perlu diberikan insulin alam d'sis ke+il(
*!.!3 As$#an Keperawatan
A! 8engka<ian
;( *kti9itas 5 !stirahat
&ejala 4 Hemah, letih, sulit bergerak5berjalan, "ram 't't, t'nus 't't
menurun, gangguan istrahat5tidur
Tanda 4 Takikardia dan takipnea pada keadaan istrahat atau akti#itas,
Hetargi5dis'rientasi, k'ma, Penurunan kekuatan 't't
<( irkulasi
&ejala 4 ri$ayat hipertensi, !M akut, "laudikasi, kebas dan kesemutan
pada ekstremitas, 2lkus pada kaki, penyembuhan yang lama, Takikardi(
Tanda 4 Perubahan tekanan darah p'stural, hipertensi, Nadi yang
menurun5tidak ada, ,isritmia, krekels, distensi 9ena jugularis, kulit
panas, kering, dan kemerahan, b'la mata +ekung
=( !ntegritas 5 Eg'
&ejala 4 tress, tergantung pada 'rang lain, masalah #inansial yang
berhubungan dengan k'ndisi
Tanda 4 *nsietas, peka rangsang
>( Eliminasi
&ejala 4 Perubahan p'la berkemih .p'liuria/, n'kturia, rasa
nyeri5terbakar, kesulitan berkemih .in#eksi/, !" baru5berulang, nyeri
tekan abd'men, diare(
Tanda 4 2rine en+er, pu+at, kuning, p'liuri . dapat berkembang menjadi,
'liguria5anuria, jika terjadi hip'9'lemia berat/ 2rin berkabut, bau
busuk .in#eksi/( *bd'men keras, adanya asites( )ising usus lemah dan
menurun, hiperakti# .diare/
?( Nutrisi dan Eairan
&ejala 4 Hilang na#su makan, Mual5muntah, Tidak mematuhi diet,
peningkattan masukan gluk'sa5karb'hidrat, Penurunan berat badan lebih
dari beberapa hari5minggu, Haus, penggunaan diuretik .Thia3id/
Tanda 4 "ulit kering5bersisik, turg'r jelek, "ekakuan5distensi abd'men,
muntah, Pembesaran tir'id .peningkatan kebutuhan metab'lik dengan
peningkatan gula darah/, bau halisit'sis5manis, bau buah .napas aset'n/(
@( Neur'sens'ri
&ejala 4 Pusing5pening, sakit kepala, "esemutan, kebas, kelemahan pada
't't, parestesia, &angguan penglihatan(
Tanda 4 ,is'rientasi, mengantuk, alergi, stup'r5k'ma .tahap lanjut/(
&angguan mem'ri .baru, masa lalu/, ka+au mental, Re#leks tend'n dalam
menurun .k'ma/, *kti#itas kejang .tahap lanjut dari ,"*/
A( Nyeri 5 kenyamanan
&ejala 4 *bd'men yang tegang5nyeri .sedang5berat/
Tanda 4 Pajah meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati-hati
B( Pernapasan
&ejala 4 Merasa kekurangan 'ksigen, batuk dengan5tanpa sputum purulen
.tergantung adanya in#eksi5tidak/
Tanda 4 Hapar udara, batuk dengan5tanpa sputum purulen, :rekuensi
pernapasan meningkat
C( "eamanan
&ejala 4 "ulit kering, gatal, ulkus kulit
Tanda 4 ,emam, diaph'resis, "ulit rusak, lesi5ulserasi, Menurunnya
kekuatan umum5rentang erak, Parestesia5paralisis 't't termasuk 't't-'t't
pernapasan .jika kadar kalium menurun dengan +ukup tajam/(
;D( eksualitas
&ejala 4 Rabas 9agina .+enderung in#eksi/, Masalah imp'ten pada pria,
kesulitan 'rgasme pada $anita
,! Diagnosa keperawatan
;( "ekurangan 9'lume +airan berhubungan dengan diuresis 'sm'tik
akibat hiperglikemia, pengeluaran +airan berlebihan 4 diare, muntahG
pembatasan intake akibat mual, ka+au mental
<( Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
ketidak+ukupan insulin, penurunan masukan 'ral, status
hipermetab'lisme
=( Resik' tinggi terhadap in#eksi .sepsis/ berhubungan dengan
peningkatan kadar gluk'sa, penurunan #ungsi lek'sit, perubahan pada
sirkulasi
>( Resik' tinggi terhadap perubahan sens'ri-perseptual berhubungan
dengan ketidkseimbangan gluk'sa5insulin dan5atau elektr'lit
?( "elelahan berhubungan dengan penurunan pr'duksi energi metab'lik,
insu#isiensi insulin, peningkatan kebtuhan energi 4 status
hipermetab'lik5in#eksi
@( "etidakberdayaan berhubungan dengan penyakit jangka panjang,
ketergantungan pada 'rang lain
A( "urang pengetahuan mengenai penyakit, pr'gn'sis, dan peng''batan
berhubungan dengan kesalahan menginterpretasi in#'rmasi, tidak
mengenal sumber in#'rmasi
C! 6nter?ensi Keperawatan
;( "ekurangan 9'lume +airan berhubungan dengan diuresis 'sm'tik
akibat hiperglikemia, pengeluaran +airan berlebihan 4 diare,
muntahG pembatasan intake akibat mual, ka+au mental
Tujuan 4 setelah dilakukan askep selama <7<> jam diharapkan
9'lume +airan terpenuhi(
"riteria hasil 4 TTJ dalam batas n'rmal, Pulse peri#er dapat
teraba, turg'r kulit dan ERT baik, "eseimbangan urin 'utput,
kadar elektr'lit n'rmal
!nter9ensi 4
!nter9ensi Rasi'nal
"aji ri$ayat durasi5intensitas mual,
muntah dan berkemih berlebihan
M'nit'r 9ital sign dan perubahan
tekanan darah 'rth'statik
M'nit'r p'la napas seperti adanya
kussmaul atau pernapasan yang
berbau ket'n(
8bser9asi kulaitas na#as,
Membantu memperkirakan pengurangan
9'lume t'tal( Pr'ses in#eksi yang
menyebabkan demam dan status
hipermetab'lik meningkatkan pengeluaran
+airan insensibel(
Hyp'9'lemia dapat dimani#estasikan 'leh
hip'tensi dan takikardia( Hip'9'lemia
berlebihan dapat ditunjukkan dengan
penurunan T, lebih dari ;D mmHg dari
p'sisi berbaring ke duduk atau berdiri(
Pelepasan asam karb'nat le$at respirasi
menghasilkan alkal'sis respirat'rik
terk'mpensasi pada ket'asid'sis( Napas bau
a+et'n disebabkan peme+ahan asam ket'n
dan akan hilang bila sudah terk'reksi(
Peningkatan beban na#as menunjukkan
penggunaan 't't bantu napas dan
+yan'sis
8bser9asi 'uput dan kualitas urin(
8bsera9si suhu, $arna kulit, atau
kelembabanya(
Timbang ))
Pertahankan +airan <?DD ml5hari
dalam batas yang dapat dit'leransi
jantung jika pemasukan +airan
melalui 'ral sudah dapat diberikan(
Eiptakan lingkungan yang nyaman,
perhatikan perubahan em'si'nal
Eatat hal yang dilap'rkan seperti
mual, nyeri abd'men, muntah dan
distensi lambung
8bse9asi adanya perasaan
kelelahan yang meningkat, edema,
peningkatan )), nadi tidak teratur
dan adanya distensi pada 9askuler
Kolaborasi:
Pemberian N'rmal salin atau
setengah n'rmal dengan atau tanpa
de7tr'sa
*lbumin, plasma, de7tran
Pertahankan kateter terpasang
ketidakmampuan untuk berk'mpensasi
terhadap asid'sis(
Menggambarkan kemampuan kerja ginjal
dan kee#ekti#an terapi(
Meskipun demam, menggigil,dia#'resis
merupakan hal umumterjadi pada pr'ses
in#eksi, demam dengan kulit kemerahan,
kering mungkin sebagai +erminan dehidrasi(
Menunjukkan status +airan dan keadekuatan
rehidrasi(
Mempertahankan hidrasi dan sirkulasi
9'lume(
Mengurangi peningkatan suhu yang
menyebabkan pengurangan +airan,
perubahan em'si'nal menunjukkan
penurunan per#usi +erebral dan hip'ksia
"ekurangan +airan dan elektr'lit mengubah
m'tilitas lambung, sering menimbulkan
muntah dan p'tensial menimbulkan
kekurangan +airan U elektr'lit
Pemberian +airan untuk perbaikan yang
+epat mungkin sangat berp'tensi
menimbulkan beban +airan dan &1"
Pemberian tergantung derajat kekurangan
+airan dan resp'ns pasien se+ara indi9idual
Plasma ekspander dibutuhkan saat k'ndisi
mengan+am kehidupan atau T, sulit
kembali n'rmal dengan usaha rehidrasi yang
telah dilakukan(
Memudahkan pengukuran haluaran urin(
,apat dilepas jika pasien berada dalam
keadaan stabil untuk menurunkan resik'
terjadinya in#eksi(
Pantau pemeriksaan lab 4
Hemat'krit
)2N5"reatinin
8sm'lalitas darah
Natrium
"alium
Pasang N&T dan lakukan
penghisapan sesuai dengan indikasi
Mengkaji tingkat hidrasi akibat
hem'k'nsentrasi
Peningkatan nilai men+erminkan kerusakan
sel karena dehidrasi atau a$itan kegagalan
ginjal
Meningkat pada hiperglikemi dan dehidrasi
Menurun men+erminkan perpindahan +airan
dari intrasel .diuresis 'sm'tik/, tinggi berarti
kehilangan +airan5dehidrasi berat atau
reabs'rpsi natrium dalam beresp'ns terhadap
sekresi ald'ster'n
"alium terjadi pada a$al asid'sis dan
selanjutnya hilang melalui urine, kadar
abs'lut dalam tubuh berkurang( )ila insulin
diganti dan asid'sis teratasi kekurangan
kalium akan terlihat(
Mendek'mpresi lambung dan dapat
menghilangkan muntah(
<( Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
ketidak+ukupan insulin, penurunan masukan 'ral, status
hipermetab'lisme
Tujuan 4 setelah dilakukan askep selama <7<>jam diharapkan
nutrisi klien terpenuhi
"riteria hasil 4 "lien men+erna jumlah kal'ri5nutrien yang
tepat, Menunjukkan tingkat energi biasanya,
Mendem'nstrasikan berat badan stabil atau penambahan sesuai
rentang n'rmal(
!nter9ensi 4
!nter9ensi Rasi'nal
Pantau berat badan setiap hari atau
sesuai indikasi
Tentukan pr'gram diet dan p'la
makan pasien dan bandingkan dengan
makanan yang dihabiskan pasien(
*uskultasi bising usus, +atat adanya
nyeri abd'men5perut kembung, mual,
muntahan makanan yang belum
di+erna, pertahankan puasa sesuai
indikasi
)erikan makanan yang mengandung
nutrien kemudian upayakan pemberian
yang lebih padat yang dapat dit'leransi
Hibatkan keluarga pasien pada
peren+anaan sesuai indikasi
8bser9asi tanda hip'glikemia, seperti
perubahan tingkat kesadaran, kulit
lembab5dingin, denyut nadi +epat,
lapar, peka rangsang, +emas,sakit
kepala, pusing(
Kolaborasi :
Pemeriksaan &,* dengan #inger sti+k(
Pantau pemeriksaan lab'rat'rium
seperti aset'n, pH dan HE8
=(
)erikan peng'batan insulin se+ara
teratur sesuai indikasi(
Mengkaji pemasukan makanan yang
adekuat termasuk abs'rpsi dan
utilitasnya(
Mengidenti#ikasi kekurangan dan
penyimpangan dari kebutuhan terapetik
Hiperglikemia dan ggn keseimbangan
+airan dan elektr'lit dapat menurunkan
m'tilitas5#ungsi lambung .distensi atau
ileus paralitik/yang akan mempengaruhi
pilihan inter9ensi(
Pemberian makanan melalui 'ral lebih
baik jika pasien sadar dan #ungsi
gastr'intestinal baik
Memberikan in#'rmasi pada keluarga
untuk memahami kebutuhan nutrisi
pasien
Hip'glikemia dapat terjadi karena
terjadinya metab'lisme karb'hidrat yang
berkurang sementara tetap diberikan
insulin , hal ini se+ara p'tensial dapat
mengan+am kehidupan sehingga harus
dikaji(
Memantau gula darah lebih akurat
daripada reduksi urine untuk mendeteksi
#luktuasi(
&ula darah akan menurun perlahan
dengan penggantian +airan dan terapi
insulin terk'ntr'l(
Mempermudah transisi pada
metab'lisme karb'hidrat dan
menurunkan insiden hip'glikemia
,A, 61
8EUTU8
.!' Kesimp$lan
Miksedema adalah keadaan lebih lanjut yang diakibatkan 'leh karena
kadar h'rm'n tir'id dalam darah berkurang( Penyebabnya adalah 'bat-'batan ,
fakt'r in#eksi, str'ke, trauma, gagal jantung, perdarahan saluran pen+ernaan,
kegagalan peng'batan gangguan kelenjar tir'id, dan hyp'thermia(
Tyr'id tr'm juga dikenal sebagai krisis tir't'ksik, adalah keadaan klinis
hipertir'idisme paling berat yang mengan+am ji$a( Eti'l'ginya yaitu sepsis,
pembedahan, pengaruh anestesi, pengaruh radi'akti# tera#i, 'bat-'batan jenis
adrenergi+ dan anti+'linergik seperti pseud'epedrin, jenis N*!, g'l'ngan
sali+ilat dan 'bat kem'thera#i, k'ns'msi berlebihan makanan yang mengandung
i'dium, kegagalan dalam peng'batan *ntitir'id, keadaan ket'asid'sis diabetikum,
trauma pada kelenjar tir'id, dan t'7emia pada kehamilan(
"risis *ddis'n adalah suatu keadaan ga$at darurat yang berhubungan
dengan menurunnya atau kekurangan h'rm'n yang relati# dan terjadinya k'laps
sistem kardi'9askuler dan biasanya gejala gejalanya n'n spesi#ik, seperti muntah
dan nyeri abd'men( Penyebabnya yaitu 4 penyebab primer adalah perdarahan
kelenjar adrenal bilateral, tr'mb'sis atau nekr'sis selama terjadi sepsis atau ketika
mendapat antik'agulan( )ila kehilangan kelenjar adrenal unilateral tidak akan
menyebabkan insu#isiensi adrenal( Penyebab sekunder adalah peripartum pituitary
in#ark .heehanQs syndr'm/, Pituitary ap'ple7y . perdarahan pada kelenjar
pituitary/, trauma kepala dengan gangguan batang kelenjar pitutari, tetapi
biasanya tidak seberat pada keadaan adrenal insu#i+ien+y primer karena sekresi
ald'ster'n tidak dipengaruhi(
Hip'glikemia adalah keadaan dengan kadar gluk'sa darah diba$ah @D mg5dl,
yang merupakan k'mplikasi p'tensial terapi insulin atau 'bat hip'glikemi 'ral(
. Hudak 5 &alu/( Eti'l'gi hip'glikemia pada diabete militus .,M/ 4
+(Hip'glikemia pada ,M stadium dini
d( Hip'glikemia dalam ranka peng'batan ,M(
Penggunaan insulin
Penggunaan sul#'ni lurea
)ayi yang baru lahir dengan ibu ,M
d( Hip'glikemia ang tidak berkaitan dengan ,M
Hiperinsulinisme alimenter pas+agastrekt'mi
!nsulin'ma
Penyakit hati berat
Tum'r ekstra pangkratik 4 #ir'sark'ma, karsin'ma
ginjal
Hip'pituitarisme
.!* Saran
,iharapkan kepada para pemba+a agar dalam pembuatan tugas selanjutnya
dapat lebih baik lagi karena kami akui masih banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini(
DA7TAR 8USTAKA
;( http455$$$(>shared(+'m5'##i+e5gdPVM%*%5askepWhip'glikemia(html
diakses pada tanggal <= N'9ember <D;= jam ;@(DD
<( http455$$$(s+ribd(+'m5d'+5;>DC@ADCA5*"EP-H!P8&H!"EM!* diakses
tanggal << N'9ember <D;= jam ;>(DD
=( )runner U uddarth, <DD<, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi
8 Vol.2, 1akarta, E&E
>( Thyr'id +risis( *9ailable at4 http455$$$(n+bi(nlm(nih(g'95Mesh5database(
php6keyKthyr'idW+risis(