Anda di halaman 1dari 27

07/06/2014 1 Metode Eksplorasi

TIMAH ALLUVIAL
Timah putih (Sn) adalah logam berwarna putih
keperakan, dengan kekerasan yang rendah,
berat jenis 7,3
mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang
tinggi.
Logam timah putih bersifat mengkilap dan mudah
dibentuk.
Timah diperoleh terutama dari mineral kasiterit yang
terbentuk sebagai oksida, tidak mudah teroksidasi,
sehingga tahan karat.
07/06/2014 2 Metode Eksplorasi
Endapan timah aluvial insitu pada
wilayah bekas tambang di Singkep
(Rohmana dkk, 2008)
07/06/2014 3 Metode Eksplorasi
Persentase kandungan kasiterit dan mineral
ikutan pada konsentrat pasir timah (Data dari
beberapa sumber)
07/06/2014 4 Metode Eksplorasi
Tailing tambang
timah yang
kembali ditambang
(Widhiyatna dkk,
2006)
07/06/2014 5 Metode Eksplorasi
Penambangan di bekas pit timah
07/06/2014 6 Metode Eksplorasi
Penambangan timah oleh masyarakat pada wilayah bekas KP PT. Timah
di lepas pantai timur Pulau Singkep
07/06/2014 7 Metode Eksplorasi
Sumber daya timah lepas pantai tersisa di beberapa daerah prospek Wilayah Bekas
Tambang Pulau Singkep dan Sekitarnya (Data dari beberapa sumber)
Timah Indonesia
Merupakan bagian jalur timah Asia Tenggara (The South
East Asia Tin Belt), jalur timah terkaya di dunia yang
membentang mulai dari Selatan Cina-Thailand- Birma-
Malaysia-Indonesia)
Di Indonesia, jalur timah ini 2/3 bagian tertutup oleh
laut, sedangkan ndaratan berupa deretan pulau-pulau
yang bertebaran dari arah Barat Laut, Pulau Karimun,
Kundur, Singkep, Bangka hingga Belitung dan jejak
granit bertimah terakhir terdapat di Pulau Karimata di
Timur Pulau Belitung. Geografis gugus pulau ini terletak
antara 98T 110 T dan 3 U 5 S
07/06/2014 8 Metode Eksplorasi
Mineral yang terkandung di dalam bijih timah berupa
kasiterit sebagai mineral utama, dengan
Mineral ikutan seperti pirit, kuarsa, zirkon, ilmenit,
senotim, dan monasit. Mineral-mineral ikutan pada
bijih timah akan terpisahkan pada proses
pengolahan, sehingga berpotensi menjadi produk
sampingan
07/06/2014 9 Metode Eksplorasi
07/06/2014 10 Metode Eksplorasi
07/06/2014 11 Metode Eksplorasi
07/06/2014 12 Metode Eksplorasi
Deposit timah primer Pemali dan Alluvial dalam
di sebelah Selatan
07/06/2014 13 Metode Eksplorasi
Penyebaran
Endapan
Timah
Indonesia
07/06/2014 14 Metode Eksplorasi
Pulau-pulau itu diperkirakan terbentuk dalam proses erosi
residual dan merupakan sisa bagian yang resisten dari
mountain ranges yang berlangsung pada masa-masa
terbentuknya Sunda Shelf
Genetis kehadiran timah bermula dengan adanya intrusi
granitie biotite, yang diperkirakan terjadi 222 jt tahun yang
lalu pada masa Triassic atas
Sebagai host rock adalah batuan dinamo metamorphic yang
berumur Permokarbon dan yang beumur Trias bawah, yang
terdiri dari batupasir, kwarsit, shales, fosilliferous limestone,
chert, konglomerat dan diabas
07/06/2014 15 Metode Eksplorasi
Eksplorasi Timah
1709 telah dimulainya pengusahaan timah secara
sederhana oleh rakyat setempat di Sungai Oelin
Bangka Selatan
Bijih timah yang terdapat di permukaan di sungai
atau pantai, diambil dengan cara di dulang
Sesudah penambangan semakin meluas,
diperkenalkan chinese stick , yakni sebatang tongkat
besar yang pada ujungnya dipertajam, dan dibuatkan
kantong kecil untuk menangkap konsentrat pasir,
bila ditumbukkan ke dalam lapisan alluvial
07/06/2014 16 Metode Eksplorasi
Instalasi Bangka
Bor
07/06/2014 17 Metode Eksplorasi
Contoh : endapan timah di Pulau Bangka
Busur pluton yang membentang dari Asia hingga di
Kepulauan Bangka dan Belitung cebakan timah yang
terkaya di dunia.
Secara genetik, kehadiran timah bermula dengan adanya
tubuh intrusi granit yang diperkirakan terjadi lebih dari
200 juta tahun yang lalu.
Magma yang bersifat asam mengandung unsur gas SnF4,
dimana akibat proses penumatolitik menerobos dan
mengisi celah retakan yang terdapat pada batuan sekitar
SnF4 + H2O SnO2 + HF4
07/06/2014 18 Metode Eksplorasi
Contoh : endapan timah di Pulau Bangka
Akibat iklim tropis proses pelapukan baik kimiawi maupun
mekanis,
Berlanjut dengan proses erosi dan transportasi melalui sungai-
sungai kassiterit (BD = 7),
Jenis endapan sekunder sangat bervariasi, sejak dari elluvial,
colluvial, alluvial dangkal hingga alluvial dalam (lebih dari 120
m) serta kipas alluvial.
Penyebaran konsentrasi lapisan pasir bertimah (tin bearing sand)
baik vertikal maupun lateral dalam banyak hal sangat
dipengaruhi oleh gejala naik turunnya permukaan laut.

07/06/2014 19 Metode Eksplorasi
Endapan Timah
Sumber timah yang terbesar yaitu sebesar 80% berasal dari
endapan timah sekunder (alluvial) yang terdapat di alur-alur
sungai, di darat (termasuk pulau-pulau timah), dan di lepas
pantai.
Endapan timah sekunder berasal dari endapan timah primer
yang mengalami pelapukan yang kemudian terangkut oleh
aliran air, dan akhirnya terkonsentrasi secara selektif
berdasarkan perbedaan berat jenis dengan bahan lainnya
Mineral utama yang terandung pada bijih timah adalah
cassiterite (Sn0
2
)
07/06/2014 20 Metode Eksplorasi
Batuan pembawa mineral ini adalah batuan granit
yang berhubungan dengan magma asam dan
menembus lapisan sedimen (intrusi granit)
Batuan induk yang mengandung bijih timah (Sn)
adalah granit, adamelit, dan granodiorit
07/06/2014 21 Metode Eksplorasi
Berdasarkan tempat atau lokasi pengendapannya
endapan bijih timah sekunder dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
1. Endapan Elluvial :
Terdapat dekat sekali dengan sumbernya, tersebar
pada batuan sedimen atau batuan granit yang telah
lapuk, Ukuran butir agak besar dan angular
2. Endapan Kollovial :
Butiran agak besar dengan sudut runcing, biasanya
terletak pada lereng suatu lembah
3. Endapan Alluvial
Terdapat di daerah lembah, mempunyai bentuk
butiran yang membundar






07/06/2014 22 Metode Eksplorasi
4. Endapan Miencan
Endapan bijih timah yang terjadi akibat pengendapan
yang selektif secara berulang-ulang pada lapisan
tertentu, dg ciri-ciri : Endapan berbentuk lensa-lensa,
bentuk butiran halus dan bundar
5. Endapan Disseminated
Jarak transportasi sangat jauh sehingga menyebabkan
penyebaran yang luas tetapi tidak teratur. Ciri-ciri :
tersebar luas, tetapi bentuk dan ukurannya tidak
teratur, ukuran butir halus karena jarak transportasi
jauh, terdapat pada lapisan pasir atau lempung




07/06/2014 23 Metode Eksplorasi
Eksplorasi Timah
Eksplorasi timah di darat dilakukan dengan pemboran, test pit
(sumur uji) dan pengambilan conto (sampling), baik terhadap
endapan primer maupun sekunder
Eksplorasi dengan pemboran alatnya dikenal dengan Bangka
bor yang ditujukan pada endapan timah yang dalam jarak
pemboran tergantung dari bentuk penyebaran dan tujuan
Sumur uji ditujukan pada endapan yang relatif dangkal
Pengambilan conto secara alur digunakan pada lubang bukaan
tambang dalam dengan mengetahui cadangan lebih rinci
pada eksplorasi timah jauh dilepas pantai dengan metode
Geofisika

07/06/2014 24 Metode Eksplorasi
Teknik eksplorasi
tipe endapan alluvial darat
Inventarisasi dan evaluasi data-data pengeboran timah di
tambang lama, lembah-lembah, dan daerah-daerah
pengaruh granit
memilih target eksplorasi pengeboran, untuk endapan
alluvial dalam tersembunyi dilakukan survey geofisika,
resistivity survey.
Pengeboran dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu
pengeboran deliniasi potensi dan pengeboran penentuan
cadangan. Pengeboran pada umumnya dengan Bangka bor

07/06/2014 25 Metode Eksplorasi
Teknik eksplorasi
tipe endapan alluvial laut (Off shore deposit)
Tahap pertama adalah pengumpulan data-data pemetaan
dari daerah yang berbatasan dengan endapan-endapan yang
sudah diketahui, dan dilanjutkan dengan tahap survey
Tahap survey dilaksanakan dengan seismic, profiling dan
magnetic survey, untuk menentukan letak daerah arah jalur
lemah, tebal lapisan, dalam laut dan penyebaran granit
Dari studi literatur dan survey tersebut dirumuskan
pemilihan target pengeboran
07/06/2014 26 Metode Eksplorasi
Pengeboran dilakukan dengan dua tahap, yaitu pengeboran
prospecting dan dilanjutkan dengan pengeboran penentuan
cadangan
Ada tiga tipe yang dikembangkan Indonesia untuk pengeboran
lepas pantai
1. Bor Mesin Semprot (BMS) adalah bor putar dengan pengambilan
contoh dengan semprot dan dipasang di atas ponton
2. Bor conterflash (semprot terbalik), dipasang di atas kapal,
dikembangkan untuk pengambilan contoh (core recovery) yang
lebih teliti
3. Ponton yang bisa terangkat (jeck up), yang dapat dipergunakan di
laut dalam dan keadaan gelombang yang lebih besar

07/06/2014 27 Metode Eksplorasi