Anda di halaman 1dari 5

TUGAS:

Ulkus Kornea Fungi


A. Etiologi
1. Jamur berfilamen (filamentous fungi), bersifat multiseluler dengan cabang-cabang hifa.
a. Jamur bersepta : Fusarium sp, Acremonium sp, Aspergilus sp, Clodosporium sp,
Penicillium sp, Paecilomces sp, Phialophora sp, Cur!ularia sp, Altenaria sp.
b. Jamur tida" bersepta : #ucor sp, $hi%opus sp, Absidia sp.
&. Jamur ragi (east)
Jamur uniselular dengan pseudohifa dan tunas : Candida albicans, Crptococcus sp,
$odotolura sp.
'. Jamur dimorfi"
Pada (aringan hidup membentu" ragi, sedang"an pada media perbia"an membentu"
misellium : )lastomices sp, Coccididies sp, *istoplasma sp, +porothri, sp.
B. Mekanisme infeksi
1. -rauma oleh bahan !egetatif. Penderita ang umum adalah para pe"er(a lapangan
"hususna di musim panen.
2. -rauma "arena pema"aian "onta" lensa.
3. Penggunaan "orti"osteroid "arena menurun"an resistensi "ornea terhadap infe"si.
4. .ndi!idu imuno"ompromis dan "eratitis "roni"
Antibioti" mengganggu simbiosis antara ba"teri dan (amur, steroid membuat (amur patogen
fa"ultatif.
. Manifestasi Klinis
1. $i/aat trauma tumbuh-tumbuhan.
&. -ersang"a ul"us (amur (i"a pe"er(aanna ter"ait dengan bidang agri"ultur.
'. #ata merah dan neri seperti ul"us ba"terial, tapi edema palpebra minimal.
0. A/alna bentu" lesi tida" teratur, pinggirna menon(ol dan ireguler, lesi satelit, cincin
imun dan hipopion.
1. Permu"aanna aga" tinggi dengan infiltrat putih "eabu-abuan, ang bisa dengan
munculan "ering atau tida" "ering.
2. 3l"us ang timbul "arena (amur ang berpigmen a"an tampa" co"lat atau gelap4 pinggir
tinggi, "ering, "asar dengan pla" luna" di permu"aan "ornea.
'&
!. !iagnosis
1. Anamnesis
-ana"an ri/aat trauma terutama tumbuhan, tanah, dan pema"aian streoid topi"al lama.
2. "emeriksaan #ftalmologi
3ntu" memeri"sa ul"us "ornea diperlu"an slit lamp atau "aca pembesar dan pencahaaan terang.
*arus diperhati"an pantulan cahaa saat menggera""an caha di atas "ornea, daerah ang "asar
menanda"an defe" pada epitel.
Cara lain untu" melihat ul"us adalah dengan tes fluoresein. Pada tes fluoresein defe" epitel ditandai
dengan adana daerah ang ber/arna hi(au.
3. "emeriksaan $a%oratorium
1. Melakukan &emeriksaan kerokan kornea
Pemeri"saan "ero"an "ornea sebai"na dengan mengguna"an spatula "imura aitu dari
dasar dan tepi ul"us dengan biomi"ros"op. 5apat dila"u"an pe/arnaan 67*, 8ram,
8iemsa atau 67* 9 -inta .ndia, dengan ang"a "eberhasilan masing-masing &:-':;, 1:-
2:;, 2:-<1; dan =:;.
2. Kultur
-6oloni Fusarium ber/arna putih dalam tahap a/al, "eti"a "oloni de/asa
pigmentasi ter(adi dari "uning sampai merah "emudian merah sampai ungu.
-6oloni Aspergillus ber/arna putih pada a/alna, tetapi produ"si spora men(adi"an /arna
hi(au beludru.
-6oloni Candida ber/arna putih sampai tan dan opa" dengan "ontur datar, mulus, bulat.
6onsistensi pucat luna".
3.Bio&si 'aringan kornea
5i/arnai dengan Periodic acid schiff atau #ethenamine +il!er.
E. "enatalaksanaan
3ntu" penatala"sanaan (amur pada "ornea pengobatan didasar"an pada (enis dari (amur.
1. )elum diidentifi"asi (enis (amur penebabna : beri"an topi"al Amphotericin )
:,&1 mg>ml, -hiomerosal 1: mg>ml, ?atamcin @ 1: mg>ml, golongan .mida%ole.
''
&. Jenis (amur telah diidentifi"asi
a. Jamur berfilamen : obat pilihan adalah natamcin suspensi 1; 1 "ali > hari.
Ji"a natamcin tida" tersedia, beri"an Amfoterisin - ) :,11; setiap 1 menit selama 1 (am
"emudian 1 (am untu" pertama &0 sampai 0= (am
b. $agi (east) : Amp-) :,11; setiap 1 menit selama 1 (am dan "emudian 1 (am untu"
beberapa hari.
c. 6eto"ona%ol oral bisa diguna"an untu" terapi a(u!an pada ul"us (amur berfilamen ang
berat. Flu"ona%ol oral bisa diguna"an pada ul"us et causa Candida ang berat.
d. Ji"a terapi ini tida" efe"tif, stop terapi selama &0 (am. Ambil spesimen untu" "ultur
ulang.
1. Klasifikasi o%at anti()amur :
a.Turunan &ol*lene
A"si : )eri"atan dengan membran sel (amur menebab"an "ebocoran sel in"lusi dan
"erusa"an o"sidatif pada sel-sel (amur.
1. ?atamcin
5osis : 1; suspensi 1 "ali sehari selama & minggu.
Afe" samping : iritasi, pemba"aran, "eratitis punctata dan chemosis.
A"ti!itas : Fusarium, Aspergillus dan Candida
&. Amfoterisin-).
5osis : :,11; sampai :,&1; solusi per (am, dosis .B 1,1 mg > "g)) dalam de,trose 1;,
mulai dengan dosis rendah. 5osis sub-"on(ungti!a :,1 hingga & mg dalam :,1 ml.
Afe" samping : nefroto"sisitas, pene"anan sumsum tulang, anemia, sa"it "epala, muntah,
to"sisitas topi"al diminimal"an dengan pengenceran.
A"ti!itas : Aspergillus dan Candida
'.?istatin .
5osis : 1::.::: .3 salep mata 0-1 "ali sehari sampai penembuhan.
Afe" samping :rea"si alergi hipersensiti!itas
A"ti!itas : Candida
'0
%. Gru& a+ole(Turunan imi,a+ol
A"si : #enghambat sintesis ergosterol menebab"an disorganisasi membran sel (amur.
1.#icona%ole
5osis : tetes mata 1; per (am, salep mata &;, sub-"on(ungti!a 1-1: mg setiap 0= (am
selama &-' hari
Afe" samping : erosi epitel punctata, pruritus, iritasi dan eritema.
A"ti!itas : (amur berfilamen, Candida.
&.Clotrima%ole.
5osis : tetes mata 1; per (am sampai penembuhan ter(adi "emudian tappering off '-0 "ali
per hari
Afe" samping : iritasi dan "eratopati punctata, hepato-to"sisitas, diare, mual
A"ti!itas : Candida dan Aspergillus
'. Acona%ole.
5osis : tetes mata 1; 0-2 "ali sehari
Afe" samping : iritasi lo"al
A"ti!itas : Aspergillus, Fusarium, Penicillium
0. 6eto"ona%ol
A"si : pening"atan permeabilitas membran dengan menghambat ambilan pre"ursor sintesis
$?A dan 5?A.
5osis : tetes mata 1; 0 "ali sehari, &::-=:: mg > hari selama 1 minggu
Afe" samping : gine"omastia, impotensi, fungsi hati abnormal
A"ti!itas : Candida, Aspergillus, Fusarium dan Cur!ularia
-. Trio+ole ,eri.atif
1. Flu"ona%ol
A"si : pening"atan permeabilitas membran dengan menghambat ambilan pre"ursor sintesis
$?A dan 5?A.
5osis : tetes mata :,'; setiap 0 (am , turun"an dosis sampai 0 "ali sehari selama 10-&1 hari.
P7 &::-2:: mg > hari dalam & dosis selama ' minggu untu" Candida dan 1:-1& minggu
untu" Crptococcus. 5osis intra-!itreal 1:: mi"rogram
Afe" samping : .ritasi, sensasi terba"ar
A"ti!itas : Candida dan Crptococcus
'1
&. .tracona%ole
A"si : pening"atan permeabilitas membran dengan menghambat ambilan pre"ursor sintesis
$?A dan 5?A.
5osis : salep mata 1; setiap satu (am. P7 &:: mg )5 selama 1 minggu
Afe" samping : pusing, sa"it "epala, gatal, hipo"alemia
A"ti!itas : Candida dan Crptococcus
'. -ercona%ole
A"si : penghambatan sele"tif 10 alpha sintesis desmethl sterol
5osis : salep mata 1; setiap satu (am, P7 &:: mg > hari dalam dosis terbagi
A"ti!itas : Candida
,. "*rami,ine ,eri.atif : Flusitosin
A"si : mengganggu sintesis asam nu"leat
5osis : 1; tetes mata selama satu (am, lalu 0 "ali sehari selama ' minggu. P7 1:-11: mg >
"g)) > hari dalam dosis terbagi selama 1 minggu
Afe" samping : .ritasi, gatal, sensasi terba"ar, mual, muntah, diare
A"ti!itas : Candida, "ripto"o"us, aspergillus, Penicillium
2. Tera&i %e,a/ ,ilakukan mem%antu me,ikamentosa *aitu :
1.!e%ri,ement
.ndi"asi : "eratitis (amur superfisial. 5ebridement a"an menig"at"an penetrasi natamisin
atau amfoterisin ) secara signifi"an.
2.Fla& kon)ungti.a.
.ndi"asi :
-3l"us epitel dan stroma "roni" steril.
-Cu"a "ornea tertutup tapi tida" stabil.
6ontraindi"asi : ul"us infe"tif a"tif atau perforasi "ornea.
6ompli"asi : retra"si flap.
3.Kerato&lasti &enetrasi
.ndi"asi : penurunan !isus.
Penembuhan lama dan anti (amur topi"al masih diperlu"an paling "urang ' minggu setelah
epitelisasi sempurna ter(adi
Penanganan ang tida" a"urat sering ter(adi perforasi "ornea dan dia"hiri dengan e!iserasi
'2