Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
Koagulasi Intravaskular Diseminata (KID) atau Disseminated Intravascular
Coagulation (DIC) adalah suatu penyakit di mana bekuan-bekuan darah kecil tersebar
di seluruh aliran darah sehingga menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah
kecil dan berkurangnya factor pembekuan yang diperlukan untuk mengendalikan
perdarahan. Keadaan hiperkoagulabilitas darah yang disebabkan berbagai keadaan
atau penyakit di mana pada suatu saat sel darah merah menggumpal di dalam kapiler
di seluruh tubuh. Penggumpalan darah dapat terjadi dalam waktu singkat, beberapa
jam, beberapa hari, beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan. Pada KID akut,
terjadi penggumpalan darah dalam waktu singkat sehingga mengakibatkan sebagian
besar bahan-bahan koagulasi, seperti: trombosit, fibrinogen dan factor pembekuan
dipergunakan selama proses penggumpalan tersebut. Oleh karena itu, keadaan ini
disebut juga consumption coagulopathy atau defibrinolysis syndrome.
KID ditandai dengan proses aktivasi dari sistem koagulasi yang menyeluruh
yang menyebabkan pembentukan fibrin di dalam pembuluh darah sehingga terjadi
oklusi trombotik di dalam pembuluh darah yang berukuran sedang dan kecil. Proses
tersebut menjadikan aliran darah terganggu sehingga terjadi kerusakan pada banyak
organ tubuh. Pada saat yang bersamaan, terjadi pemakaian trombosit dan protein dari
factor-faktor pembekuan darah sehingga terjadi pembekuan darah.
Sebelum dikenal istilah KID, dahulu dikenal istilah-istilah lain yang diberikan
sesuai dengan patofisiologinya, yakni: coagulopathy comsumption, hyperfibrinosis,
defibrinasi dan thrombohaemoragic syndrome. KID merupakan keadaan yang
termasuk dalam kategori kedaruratan medic sehingga membutuhkan tindakan medis
dan penanganan segera. Tindakan dan penanganan yang diberikan tergantung dari
patofisiologi penyakit yang mendasarinya, apakah terjadi secara akut atau memang
sudah ada penyakit yang telah lama di derita. Tanda-tanda yang dapat dilihat pada
penderita KID yang disertai dengan perdarahan, misalnya: petekie, ekimosis,
hematuria, melena, epistaksis, hemoptisis, perdarahan gusi, penurunan kesadaran
hingga terjadi koma yang disebabkan oleh perdarahan otak, sedangkan tanda-tanda
yang dapat dilihat pada thrombosis mikrovaskular adalah gangguan aliran darah yang
mengakibatkan terjadinya iskemik pada organ dan berakibat kegagalan fungsi organ
tersebut seperti gagal ginjal akut, gagal napas akut, iskemik fokal dan gangrene pada
kulit.
Berbagai keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya KID antara lain:
adanya sepsis, trauma, keganasan, komplikasi obstetric, kelainan pembuluh darah,
reaksi terhadap toksin dan kelainan imunologik.