Anda di halaman 1dari 6

TEKNIK RESERVOIR

JUDUL
: PERHITUNGAN CADANGAN
SUB JUDUL : Metode Volumetrik

NO : TR 03.02.02
Halaman
: 1 dr 6
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

CARA PEMBUATAN PETA CADANGAN

1.

TUJUAN
Membuat peta isopach batuan reservoir yang mengandung hidrokarbon.

2.

METODE DAN PERSYARATAN


2.1. METODE
Pembuatan kontur ketebalan lapisan yang mengandung hidrokarbon.
2.2. PERSYARATAN
Tersedia kombinasi log dari sumur yang menembus lapisan, sehingga dapat ditentukan puncak
dan dasar lapisan, ketebalan bersih lapisan dan batas fluida bila ada. Hasil UKL dapat membantu
penetapan kedalaman batas-batas fluida.

3.

LANGKAH KERJA
1.

Siapkan peta lokasi yang menunjukkan titik tembus sumur kedalaman lapisan.

2.

Siapkan log sumur yang menembus lapisan yang telah teruji kandungan hidrokarbon secara
positif. Dari analisis log ini diperoleh parameter berikut :
a.

Kedalaman puncak dan dasar lapisan dengan batuan - Ray dan microlog.

b.

Ketebalan bersih lapisan dengan bantuan microlog, ketebalan mana ditentukan dari log
yang menunjukkan seperti positif.

c.

Kedalaman batas gas-minyak bila ada dan ketebalan bersih lapisan gas dan minyak
dengan bantuan log FDC, CNL dan Microlog. Batas gas-minyak ditandai oleh bertambah
besarnya hasil rekaman porosity unit CNL (mendekati hasil bacaan FDC) ketika log
menembus lapisan minyak.

d.

Kedalaman batas minyak-air, bila ada, dari ketebalan bersih lapisan minyak dan air
dengan bantuan log EFT, CNL, FDC.
1

Direktorat Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: PERHITUNGAN CADANGAN
SUB JUDUL : Metode Volumetrik

NO : TR 03.02.02
Halaman
: 2 dr 6
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Catatan :

Penentuan ketebalan lapisan didasarkan pada ketebalan proyeksi vertikal dari


titik tembus ke lapisan.

Perlu dilakukan perhitungan tebal lapisan bagi sumur yang menembus lapisan
secara miring. Hasil UKL dapat digunakan sebagai pegangan utama dalam menentukan batasbatas fluida, kedalaman paling dangkal yang memberikan produksi cairan 100% air (hw) dan
yang memberikan produksi. Cairan 100% minyak (ho) digunakan sebagai parameter
penentuan kedalaman batas minyak-air rata-rata (hwoc).
hwoc = 0.5(ho + hw )

(1)

Kedudukan alat pada waktu menentukan batas gas-minyak, kalau ada, yang
menghasilkan faktor perbandingan gas minyak sesaat (R) 10000 SCF/STB digunakan
sebagai pegangan dalam penentuan kedalaman batas gas-minyak.

3.

Siapkan tabulasi data yang berisikan nomor sumur, kedalaman puncak dan dasar lapisan,
ketebalan bersih lapisan yang mengandung minyak, air, gas dan ketebalan total serta kedalaman
batas fluida.
Nomor
Sumur

4.

Kedalaman *
Puncak

Dasar

Tebal Bersih
Gas

Minyak

Air Total

Kedalaman Batas
Fluida

Buat peta kontur puncak lapisan pada kertas transparan (peta # l). Dari peta ini diperoleh kontur
perpotongan batas gas-minyak dan minyak-air, bila ada.

5.

Buat peta kontur dasar lapisan pada kertas transparan (peta # 2). Dari peta ini diperoleh kontur
perpotongan batas minyak-air, bila ada.
2

Direktorat Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: PERHITUNGAN CADANGAN
SUB JUDUL : Metode Volumetrik

NO : TR 03.02.02
Halaman
: 3 dr 6
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Catatan :

Bila tidak ada batas fluida, maka lingkupan struktural pembatas keberadaan hidrokarbon
yang paling rendah digunakan sebagai batas terbawah dari reservoir.

Guna data seismik sebagai pedoman pembuatan peta kontur.

6.

Buat peta isopach ketebalan bersih lapisan pada kertas transparan (peta # 3).

7.

Ambil kertas transparan dan jiplak kontur perpotongan batas fluida dengan puncak lapisan dari
peta # l beserta kedudukan titik tembus sumur pada puncak lapisan (peta # 4).

8.

Jiplak kontur batas fluida dari peta # 2 pada peta # 4.

9.

Jiplak peta isopach ketebalan bersih dari peta # 3 ke atas peta # 4. Garis isopach ketebalan bersih
yang terletak di dalam kontur perpotongan batas fluida dengan puncak lapisan sama dengan garis
ketebalan bersih hidrokarbon.

10. Buat garis isopach di antara kedua kontur batas fluida dengan menggunakan kontur perpotongan
batas fluida dengan dasar lapisan sebagai garis ketebalan 0.
Catatan :
Metode pembuatan metoda isopach di atas berlaku untuk batas minyak-air yang horisontal
atau memiliki kedalaman yang relatif sama.

3
Direktorat Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: PERHITUNGAN CADANGAN
SUB JUDUL : Metode Volumetrik

4.

NO : TR 03.02.02
Halaman
: 4 dr 6
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

DAFTAR PUSTAKA
1.

Bankhead, Jr., C. C. : "Processing of Geological and Engineering Data in


Multiply Fields for Evaluation", Petr. Trans, Reprint Series No. 3, SPE-AIME, 1970.
Dickey, P. A. : "Petroleum Development Geology", Penn Well Publ. 3rd ed.,

2.
1986.

4
Direktorat Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: PERHITUNGAN CADANGAN
SUB JUDUL : Metode Volumetrik

5.

NO : TR 03.02.02
Halaman
: 5 dr 6
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

DAFTAR SIMBOL
ho

= kedalaman sekat terbawah pada saat uji kandung lapisan menghasilkan 100% minyak, ft

hw

= kedalaman sekat terbawah pada saat UKL menghasilkan 100 % air, ft

hwoc

= kedalaman batas minyak-air, ft

= faktor perbandingan gas-minyak sesaat, SCF/STB

Singkatan :
FDC

= Compensated Density Log

CNL

= Compensated Neutron Log

EFT

= Electromagnetic Propagation Log

5
Direktorat Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: PERHITUNGAN CADANGAN
SUB JUDUL : Metode Volumetrik

6.

NO : TR 03.02.02
Halaman
: 6 dr 6
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

LAMPIRAN
6.1. LATAR BELAKANG DAN RUMUS
Penentuan batas reservoir merupakan masalah utama pembuatan isopach cadangan hidrokarbon.
Batas reservoir berupa puncak dan dasar lapisan serta batas fluida, bila ada. Ada dua sumber
informasi yang dapat digunakan untuk menentukan batas-batas fluida, yaitu : log dan uji
kandung lapisan (UKL). Yang terakhir merupakan pegangan utama,
UKL dilakukan bertahap mulai dari bawah lapisan ke atas. Dalam UKL, reservoir minyak yang
berdampingan dengan aquifer, cairan yang diproduksikan berangsur berubah dari 100 % air, air
+ minyak, kemudian 100% minyak. Kedudukan penyekat terbawah pada saat UKL
menghasilkan 100 % minyak (ho) dan pada saat UKL menghasilkan 100 % air (hw) digunakan
sebagai penentuan kedalaman batas minyak air (hwoc).
hwoc = 0.5(ho + hw )

Batas gas minyak ditentukan pada saat UKL menghasilkan faktor perbandingan gas-minyak
sesaat (R) 10000 SCF/STB kedudukan penyekat teratas pada saat itu menentukan kedalaman
batas gas-minyak.

6
Direktorat Hulu