Anda di halaman 1dari 9

BAHASA DAN OTAK

(Language and The Brain)


Oleh: Dudung Andriyono
1. PENDAHULUAN
Eksistensi hubungan antara otak dan bahasa telah dikenal dalam waktu yang sangat
lama. Orang esir kuno telah merekam la!oran"la!oran mengenai ke!ala yang terluka yang
menyebabkan hilangnya #ungsi bi$ara% yang selan&utnya #enomena ini dikenal dengan afasia.
'e!erti telah kita ketahui bahwa otak ber!eran dalam !er#ormansi dan kom!etensi kebahasaan.
Perkembangan kemam!uan !roduksi bahasa anak tergantung !ada kematangan mekanisme
kortikal (berkaitan dengan daerah"daerah otak) yang mengontrol sistem motor bi$ara.
ekanisme atau #ungsi kortikal ini meli!uti isi !ikiran manusia% ingatan atau memori% emosi%
!erse!si% organisasi gerak dan aksi% dan &uga #ungsi bi$ara (bahasa). *ita &uga mengetahui
bahwa otak harus menyediakan !engorganisasian waktu bagi sistem !roduksi bahasa% dan ini
meru!akan salah satu as!ek yang sangat !enting dalam keterlibatan otak dengan bahasa.
+iga tema akan membimbing kita dalam !embahasan mengenai hubungan bahasa dan
otak. Pertama% lokalisasi #ungsi"#ungsi bahasa. Hal ini menekankan !ada hubungan antara
struktur otak se$ara khusus dan #ungsi"#ungsi bahasa se$ara khusus !ula. *edua% berhubungan
erat dengan hal !ertama% menekankan !ada dam!ak"dam!ak kerusakan otak terhada! #ungsi"
#ungsi bahasa yang selan&utnya dikenal dengan afasia. *etiga% yang berkaitan dengan
keberadaan bahasa manusia yang unik.
,. *A-.AN +EN+AN/ HU0UN/AN 0AHA'A DEN/AN O+A*
'e&ak orang esir kuno !ertama kali menemukan a#asia% kita telah mem!ela&ari banyak
hal tentang otak dan bahasa. eski!un kita telah menerima banyak #akta% hubungan antara
keduanya masih kita abaikan.
'truktur Otak dan 0ahasa
Dalam diskusi mengenai otak dan bahasa% orang sering mendengarkan !ernyataan bahwa
manusia mem!unyai otak yang luas% berat tubuh yang relati#% dibandingkan dengan binatang.
*enyataan ini kadang"kadang digunakan untuk men&elaskan menga!a manusia yang memiliki
bahasa1 hanya mereka yang mem!unyai otak $uku! besar yang men$aku! bahasa yang
kom!leks.
enurut enyuk (dalam Abdul 2haer% ,334: 115)% otak seorang bayi ketika baru
dilahirkan beratnya hanyalah kira"kira 63 7 dari berat otak orang dewasa1 sedangkan makhluk
1
!rimata lain se!erti kera dan sim!anse adalah 83 7 dari otak dewasanya. 'lobin (dalam Abdul
2haer% ,334: 115) menyatakan bahwa dari !erbandingan tersebut tam!ak bahwa manusia
kiranya telah dikodratkan se$ara biologis untuk mengembangkan otak dan kemam!uannya
se$ara $e!at. Dalam waktu yang tidak terlalu lama otak itu telah berkembang menu&u
kesem!urnaanya. 'ebaliknya% makhluk !rimata lain se!erti kera dan sim!anse% yang ketika
lahir telah memiliki 83 7 dari otaknya itu dan tentunya yang telah da!at berbuat banyak se&ak
lahir% hanya memerlukan tambahan sedikit% yaitu sekitar 43 7. 'ewaktu dewasa manusia
mem!unyai otak seberat 1493 gram% sedangkan sim!anse dewasa hanya 693 gram. Lenneberg
menyatakan memang ada manusia kerdil (termasuk nanochepalic) yang berat otaknya hanya
693 gram waktu dewasa% teta!i masih da!at berbi$ara se!erti manusia lainnya% sedangkan
makhluk lain tidak (dalam Abdul 2haer% ,334: 115).
Otak manusia% a!abila dilihat dari luar se!erti sebuah sarung tin&u yang berkerut. Agar
lebih &elas% berikut ini disa&ikan gambar !enam!ang otak manusia dan bagian"bagiannya.
Perbedaan otak manusia dan otak makhluk lain% se!erti kera dan sim!anse% bukan hanya
terletak !ada beratnya sa&a% melainkan &uga !ada struktur dan #ungsinya. Pada otak manusia
ada bagian"bagian yang da!at disebut manusiawi% se!erti bagian"bagian yang berkenaan
dengan u&aran. 'ebaliknya% !ada otak makhluk lain% banyak bagian yang berhubungan dengan
insting1 sedangkan !ada manusia tidak banyak. .ni berarti bahwa !erbuatan manusia bukan
hanya karena insting (Abdul 2haer% ,334: 115).
,
/ambar: Penam!ang Otak
'umber /ambar: 0uku Psikolinguistik
4. A:A'.A DAN LO*AL.'A'. :UN/'.":UN/'. 0AHA'A
A#asia adalah istilah umum yang digunakan untuk menga$u !ada gangguan berbi$ara
karena kerusakan otak. Penyakit yang disebabkan oleh !e$ahnya !embuluh darah%
tersumbatnya !embuluh darah% atau kurangnya oksigen !ada otak dinamakan stroke.
/angguan wi$ara yang disebabkan oleh stroke dinamakan a#asia (aphasia) ('oen&ono
Dard&owid&o&o% ,334:,16). *erusakan da!at berasal dari dalam otak misalnya !erdarahan
bagian otak atau karena tumor1 atau dari luar misalnya luka di ke!ala. /e&ala"ge&ala !enderita
a#asia sangat ber;ariasi dari !asien satu dengan !asien yang lain% baik dalam hal &enis dan
kerumitannya.
4.1. A#asia: /e&ala"ge&ala dan 'umber
Hal umum untuk menandai ge&ala"ge&ala a#asia yaitu dalam hal $ara !engungka!an%
bahwa mereka menun&ukkan as!ek"as!ek ber;ariasi dalam !roduksi bahasa. 0ebera!a
!enderita a#asia menghasilkan sedikit bahasa% menun&ukkan kesulitan"kesulitan dalam
mendeskri!sikan atau mendiskusikan sesuatu% yang seharusnya mereka ketahui dengan baik.
0ahasa"bahasa atau u&aran mereka sering tidak lan$ar% !roduksi bahasanya lambat% dengan
banyak berhenti dan dengan usaha"usaha yang sungguh berat. ereka sering membuat
kesalahan !engu$a!an% mengganti bunyi"bunyi dengan bunyi yang tidak sesuai% kadang"
kadang dengan !ola yang tidak sesuai.
Ada !ula !enderita a#asia yang lan$ar dalam berbi$ara% dan bentuk sintaksinya &uga
$uku! baik. Hanya sa&a% kalimat"kalimatnya sukar dimengerti karena banyak kata yang tidak
$o$ok maknanya dengan kata"kata lain sebelum dan sesudahnya. Hal ini disebabkan karena
!enderita a#asia ini sering keliru dalam memilih kata% misalnya kata fair digantikan dengan
kata chair% carrot dengan cabbage% dan seterusnya. Ada !ula !enderita a#asia yang mengalami
gangguan dalam kom!rehensi# lisan. Dia tidak mudah da!at memahami a!a yang kita katakan.
'elain itu masih banyak ge&ala lainnya.
4.,. A#asia dan Otak
asalah"masalah yang berkaitan dengan a#asia adalah masalah"masalah yang berkaitan
dengan otak. A#asia meru!akan !enyakit bertutur yang diakibatkan oleh kerusakan atau
!enyakit !ada otak. A#asia menyangkut hubungan di antara bagian"bagian otak yang rusak
dengan kom!onen"kom!onen bahasa yang normal. A#asia da!at ber!engaruh terhada! #ungsi
dan !roduksi bahasa se$ara alamiah men&adi tidak normal. Da!at dikatakan bahwa kerusakan
bahasa disebabkan oleh kerusakan otak. A!abila hubungan ini diketahui maka !engobatan
atau !enanganannya !un akan lebih mudah dilakukan.
4
4.4. A#asia: Usia Permulaan dan Prognosis (Perkiraan)
*arakteristik klinis dari a#asia bergantung !ada !enyebab dan lokalisasi kerusakan di
otak se!erti !ada orang dewasa% teta!i gambaran klinisnya berubah bergantung !ada usia
bera!a kerusakan itu ter&adi. Hal ini disebabkan oleh !eralihan #ungsi bahasa dari hemis#er kiri
ke hemis#er kanan% sehingga ter&adi !erbaikan #ungsi bahasa !ada anak. Namun% hal ini
ditemukan a!abila kerusakan ter&adi sebelum anak berusia 5 tahun. A!abila kerusakan ter&adi
setelah usia 5 tahun% maka ter&adi reorganisasi intrahemis#erik (di dalam bagian otak).
Pada anak dengan kerusakan !ada hemis#er kiri yang ter&adi !ada umur lebih dini
mem!eroleh skor .< ;erbal lebih baik dan skor !er#ormansinya lebih buruk dari!ada bila
kerusakan !adahemis#er kiri ter&adi !ada umur lebih tua. *riteria ini berbeda dari anak dengan
dis#asia (keterlambatan atau kegagalan dalam mem!eroleh bahasa) !erkembangan di mana
skor .< ;erbalnya lebih rendah dari!ada skor !er#ormansinya ('oen&ono Dard&owid&o&o%1==1:
166).
6. LO*AL.'A'. :UN/'.":UN/'. 0AHA'A: LA+E>AL.'A'.
Ada bebera!a !endekatan untuk mem!ela&ari Lateralisasi. +es yang di!erkenalkan oleh
!akar bernama ?ada dan >asmussen (1=53). Dalam tes ini obat sodium amysal diin&eksikan
ke dalam sistem !eredaran salah satu belahan otak. 0elahan otak yang menda!atkan obat ini
akan men&adi lum!uh untuk sementara. -ika hemis#er (belahan@bagian) otak kanan yang
dilum!uhkan dengan sodium amysal ini% maka anggota"anggota badan sebelah kiri tidak
ber#ungsi sama sekali. Namun% #ungsi bahasa tidak terganggu sama sekali% dan orang yang
diteliti ini da!at ber$aka!"$aka! dengan normal se!erti biasa. A!abila hemis#er kiri yang
diberi sodium amysal% maka anggota badan sebelah kanan akan men&adi lum!uh% termasuk
#ungsi bahasa. -adi% hasil tes ini membuktikan bahwa !usat bahasa berada !ada hemis#er kiri.
+eta!i teknik sema$am ini sangat sulit dan banyak risikonya untuk ditera!kan% sehingga &arang
digunakan.
6.1. 0ukti dari 'ub&ek yang Normal: *euntungan +elinga *anan
+es yang dilakukan oleh *imura (1=51). +es ini didasarkan !ada teori bahwa hemis#er
kiri menguasai ker&a anggota tubuh sebelah kanan% dan hemis#er kanan menguasai ker&a
anggota tubuh sebelah kiri. +es ini dilakukan dengan mem!erdengarkan !asangan kata yang
berbeda (misalnya boy dan girl, atau a!a sa&a) !ada waktu bersamaan di telinga kiri dan
telinga kanan orang yang dites dengan kenyaringan yang sama. Um!amanya% !ada telinga
kirinya di!erdengarkan kata girl dan !ada telinga kanannya di!erdengarkan kata boy. +ernyata
6
kata boy yang di!erdengarkan !ada telinga sebelah kanan da!at diulangi dengan baik dari!ada
kata girl yang di!erdengarkan !ada telinga sebelah kiri. Hal ini dilakukan berulang"ulang
dengan !asangan kata dan usia orang yang berbeda% dan ternyata hasilnya selalu sama. Hasil
tes membuktikan bahwa telinga kanan (yang dilandasi oleh hemis#er kiri) lebih !eka terhada!
bunyi"bunyi bahasa dibandingkan dengan telinga kiri (yang dilandasi oleh hemis#er kanan).
Lateralisasi da!at diartikan sebagai !embagian tugas !ada bagian (hemis#er) otak.
Pembagian tugas yang dimaksud adalah tugas hemis#er kanan dan hemis#er kiri. *edua
hemis#er otak ini mem!unyai !eranan yang berbeda bagi #ungsi kortikal. :ungsi bi$ara"bahasa
di!usatkan !ada hemis#er kiri. Hemis#er kiri ini disebut &uga hemis#er dominan bagi bahasa%
dan korteksnya dinamakan korteks bahasa. Hemis#er kiri ini memiliki bentuk yang berbeda
dengan hemis#er kanan. 0entuknya lebih besar% lebih !an&ang% dan lebih berat dari!ada
hemis#er kanan (Abdul 2haer% ,334: 1,3). Hemis#er kiri mem!unyai arti !enting bagi bi$ara"
bahasa% &uga ber!eran untuk memori yang bersi#at ;erbal (verbal memory). 'ebaliknya
hemis#er kanan !enting untuk #ungsi emosi% lagu isyarat (gesture)% baik emosional mau!un
;erbal. +an!a hemis#er kanan !embi$araan seseorang akan men&adi monoton% tak ada !rosodi
(kesenya!an)% tak ada lagu kalimat1 tan!a menam!akkan adanya emosi1 dan tan!a disertai
isyarat"isyarat bahasa (Abdul 2haer% ,334: 1,3).
6.,. 0ukti dari 'ub&ek A Split-Brain B
0ukti tambahan !ada si#at dasar dan keluasan !erbedaan"!erbedaan hemis#erik dalam
!emrosesan bahasa berawal dari studi manusia dalam hubungan"hubungan antara dua
hemis#er otak di!utuskan melalui o!erasi@!embedahan. .ni adalah orang"orang yang sering
dia$u sebagai !emilik As!lit brainsB.
Hal itu tam!ak wa&ar bahwa kemam!uan !roses bahasa hemis#er kiri adalah !ada orang
dewasa yang normal% lebih besar dari yang ada di hemis#er kanan% yang di!ikirkan dengan
!ertimbangan yang belum &elas. 'emua &enis bukti yang sudah kita !ertimbangkan menun&uk
kesim!ulan ini1 teta!i !ada waktu yang sama% mereka menun&ukkan bahwa !erbedaan itu
adalah yang satu kom!leks dan tidak mutlak.
6.4. 'i#at Dasar Hemis#er Dominan"*iri
Pandangan lama memang mengatakan bahwa ikhwal kebahasaan itu ditangani oleh
hemis#er kiri% dan sam!ai sekarang !andangan itu masih &uga banyak dianut orang dan banyak
!ula benarnya. Dari hasil o!erasi yang dinamakan hemispherectomy C o!erasi di mana satu
hemis#er diambil dalam rangka men$egah e!ile!sy C terbukti &uga bahwa bila hemis#er kiri
yang diambil% maka kemam!uan berbahasa orang itu menurun dengan drastis. 'ebaliknya% &ika
9
yang diambil hemis#er kanan% orang tersebut masih da!at berbahasa% meski!un tidak sem!urna
('oen&ono Dard&owid&o&o% ,334: ,1,).
eski!un kasus"kasus di atas mendukung !eran hemis#er kiri sebagai hemis#er bahasa%
dari !enelitian"!enelitian mutakhir dida!ati bahwa !andangan ini tidak seluruhnya benar.
Hemis#er kanan !un ikut ber!eran dalam masalah bahasa. Hemis#er kanan berkaitan dengan
gerak% eks!resi% dan sebagainya yang da!at membantu menyatakan maksud dalam
menyam!aikan bahasa.
6.6. Perkembangan Lateralisasi
Pada waktu manusia dilahirkan% belum ada !embagian tugas antara kedua hemis#er
(hemis#er kanan dan hemis#er kiri). Akan teta!i% men&elang anak men$a!ai umur sekitar 1,
tahun ter&adilah !embagian #ungsi yang dinamakan Lateralisasi. Pada mulanya dinyatakan
bahwa hemis#er kiri ditugasi terutama untuk mengelola ikhwal bahasa% sedangkan hemis#er
kanan untuk hal"hal lain. Perkembangan terakhir menun&ukkan bahwa hemis#er kanan !un ikut
bertanggung &awab akan !enggunaan bahasa.
9. *E*HA'AN -EN.': 0AHA'A PADA '.PAN'E
Hal mendasar dari !ertanyaan ini adalah tentang dasar dari struktur otak dan !roses
yang menekankan !ada bahasa. 'e$ara esensial% hal ini meru!akan sebuah !erbandingan
!endekatan !sikologis terhada! kemam!uan"kemam!uan bahasa manusia se$ara alamiah.
9.1. 'istem"sistem *omunikasi yang +er&adi se$ara Alamiah
0ebera!a usaha serius untuk menghubungkan dengan !ertanyaan ini telah mengambil
!endekatan dengan mem!ela&ari sistem"sistem komunikasi yang ter&adi se$ara alamiah !ada
s!esies lain% meneliti !ersamaan dan !erbedaan antara sistem"sistem yang se&enis dan bahasa
manusia. Penelitian tentang bahasa lebah (misalnya dilakukan 0rown% 1=9D). 0erdasarkan
hubungan antara sistem"sistem komunikasi se&enis dan bahasa manusia dengan $e!at
membuatnya &elas sehingga kita tidak da!at ber!ikir bahasa sebagai sesuatu yang tunggal%
tergabung dari bebera!a hal bahwa yang lain ada atau tidak ada. Dalam tangga!an ini%
membandingkan sistem"sistem komunikasi yang lain dengan bahasa telah membantu
mem!erta&am dan klari#ikasi a!a yang ter$aku! dalam bahasa manusia. 'ebagai $ontoh%
A!er$aka!anA burung menghasilkan bunyi atau suara yang tidak sama dengan yang dihasilkan
manusia. 0urung hanya bersi#at menirukan kata"kata yang didengar sa&a% tidak da!at
men$i!takan bahasa sendiri.
5
9.,. Penga&aran 0ahasa anusia ke!ada Nonmanusia
enga!a sim!anse tidak da!at berbi$araE *ita mengetahui bahwa otak manusia berbeda
dengan otak sim!anse. Perbedaannya bukan hanya terletak !ada besar dan beratnya otak itu%
melainkan &uga !ada #ungsinya. Pada otak manusia ada bagian"bagian yang disebut
manusiawi% sedangkan !ada otak hewan tidak ada. *arena ketidakadaan #ungsi"#ungsi yang
disebut manusiawi inilah% maka hewan"hewan% misalnya sim!anse% tidak da!at berbi$ara atau
berbahasa. Namun% dalam kehidu!an sehari"hari kita bisa melihat banyak hewan yang bisa
menangka! dan menerima !erintah"!erintah dari !awang atau !emiliknya yang diberikan
dalam bentuk u&aran. -adi% tam!aknya hewan"hewan itu AmengertiB bahasa manusia karena
mereka bisa melakukan !erintah"!erintah yang diberikan.
engerti bahasa dan da!at berbahasa adalah dua hal yang berbeda. Hewan"hewan yang
dilatih% se!erti dalam sirkus% memang mengerti bahasa manusia karena ia da!at melakukan
!erbuatan yang di!erintahkan ke!adanya. Namun% kemengertiannya itu sebenarnya bukanlah
karena dia mengerti bahasa% melainkan sebagai hasil dari res!on"res!on yang dikondisikan
(conditioned responses). 'ebagai $ontoh% kalau burung beo dan burung nuri da!at AngomongB
bukanlah karena burung"burung itu da!at berbahasa% melainkan karena alat artikulasinya
memungkinkan dia da!at menirukan u&aran manusia yang didengar atau dilatihkan. 0urung"
burung beo dan nuri itu hanya bisa mengu$a!kan kalimat yang !ernah didengarnya% teta!i
tidak da!at membuat kalimat"kalimat baru ('oen&ono Dard&owid&o&o% ,334: 163).
9.4. 'im!anse dan +anda 0ahasa serta akna Lain dari Eks!resi
Di kalangan hewan% misalnya sim!anse% &uga terda!at komunikasi antarindi;idu.
/erakan"gerakan tertentu dilakukan untuk menun&ukkan maksud tertentu. 'elain dengan
gerakan"gerakan% mereka &uga menggunakan bunyi"bunyi tertentu. -adi% sudah tam!ak !ada
hewan bahwa komunikasi dilakukan dengan gerakan% !erilaku tertentu% atau dengan bunyi"
bunyi tertentu.
Para ahli biologi telah mem!ela&ari tanda"tanda yang diberikan seekor hewan ke!ada
hewan se&enis dan segolongannya. 'im!anse da!at mengeluarkan ,9 ma$am bunyi% teta!i bila
dia&ar dengan kata"kata bahasa manusia hanya menghasilkan bunyi se!erti peuh, meuh, keup.
.a tidak da!at merangkai bunyi"bunyi yang da!at diu$a!kannya untuk membentuk bunyi
kom!leks baru ('oen&ono Dard&owid&o&o% 1==1: ,1).
Fang dikomunikasikan hewan &uga terbatas% biasanya mengenai keadaan emosi% tanda"
tanda bahaya% mengenali sesama golongan% memanggil !asangan atau anak% adanya makanan
di tem!at tertentu% dan !er$umbuan. Demikian !ula !ada sim!anse.
8
5. PENU+UP
0erdasarkan uraian !ada !endahuluan dan uraian materi di atas da!at diambil bebera!a
sim!ulan sebagai berikut.
a. Hubungan antara otak dan bahasa telah dikenal se&ak lama% yaitu se&ak Gaman esir kuno.
Namun% hubungan keduanya tam!ak nyata yang didukung banyak #akta% hubungan
keduanya masih diabaikan.
b. Ukuran otak manusia lebih luas dan lebih berat dari!ada otak kera dan sim!anse. 'elain
itu% se$ara biologis otak manusia berkembang menu&u kesem!urnaannya se$ara $e!at dan
memungkinkan manusia da!at berbahasa se$ara kom!leks.
$. Perbedaan otak manusia dengan otak makhluk lain% se!erti kera dan sim!anse% bukan
hanya terletak !ada beratnya sa&a% melainkan &uga !ada struktur dan #ungsinya. Pada otak
manusia ada bagian"bagian yang disebut manusiawi% sedangkan binatang tidak ada. .ni
berarti bahwa !erbuatan manusia bukan hanya karena insting.
d. A#asia adalah gangguan berbi$ara karena kerusakan otak. /e&ala"ge&ala !enderita a#asia
sangat ber;ariasi dari !enderita satu dengan !enderita yang lain% baik dalam hal &enis
mau!un kerumitannya.
e. A#asia dan otak memiliki hubungan yang erat% karena masalah a#asia adalah masalah yang
berkaitan dengan otak. *erusakan bahasa diakibatkan oleh kerusakan otak. A!abila
hubungan ini diketahui% maka !engobatannya akan lebih mudah.
#. Lateralisasi diartikan sebagai !embagian tugas !ada bagian otak (hemis#er)% yaitu hemis#er
kanan dan hemis#er kiri. Hemis#er kiri memiliki bentuk yang berbeda dengan hemis#er
kanan% yakni lebih !an&ang dan lebih berat. Hemis#er kiri disebut hemis#er dominan bagi
bahasa. Hemis#er kanan &uga ber!eran dan bertanggung &awab dalam !enggunaan bahasa.
g. Lateralisasi belum ter&adi ketika anak baru dilahirkan% akan teta!i Lateralisasi ter&adi
men&elang anak berusia 1, tahun.
h. Hewan sebenarnya tidak mengerti bahasa% sehingga ia tidak da!at berbahasa. Fang
dimaksud kemengertian !ada hewan adalah sebatas res!on yang dikondisikan
(conditioned response). Hewan dikatakan tidak da!at berbahasa karena ia tidak da!at
membuat bahasa baru atau kalimat"kalimat baru.
i. *omunikasi hewan hanya sebatas keadaan emosi% tanda"tanda bahaya% mengenali sesama
golongannya% memanggil anak atau !asangan% adanya makanan di tem!at tertentu% dan
!er$umbuan.

D
DAFTAR PUSTAKA
Abdul 2haer. ,334. Psikolinguistik: Kajian eoretik. -akarta: >ineka 2i!ta.
0ambang *aswanti Purwo (!d.). 1=D=. P!""B# $. -akarta: *anisius.
:oss% Donald -. 1=H Psycholinguistics.
'oen&ono Dard&owid&o&o (!d.). 1==1. P!""B# %. -akarta: *anisius.
=