Anda di halaman 1dari 37

GURU SEBAGAI JABATAN

FUNGSIONAL
APA ITU JABATAN FUNGSIONAL?
APA BEDANYA DG JABATAN
STRUKTURAL?
APA CONTOH JABATAN FUNGSIONAL?
APA CONTOH JABATAN STRUKTURAL?
1
JENIS GURU
GURU KELAS
GURU MATA PELAJARAN
GURU PEMBIMBING
GURU PRAKTIK
2
URAIAN TUGAS GURU
MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN
MELAKSANAKAN PROSES PEMBELAJARAN
MENGEVALUASI HASIL PROSES
PEMBELAJARAN
MENGANALISIS HASIL EVALUASI
PEMBELAJARAN
MELAKUKAN TINDAK LANJUT

3
4

UGD
UU No. 14/2005 Ps 1 Ayat 1
Guru adalah pendidik profesional dengan
tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,
dan mengevaluasi peserta didik pada satuan
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah
5

Pasal 1 Ayat 2
Profesional adalah pekerjaan atau
kegiatan yang dilakukan oleh seseorang
dan menjadi sumber penghasilan
kehidupan yang memerlukan keahlian,
kemahiran, atau kecakapan yang
memenuhi standar mutu atau norma
tertentu serta memerlukan pendidikan
profesi
6

Kompetensi Guru
Kompetensi guru meliputi
kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional yang
diperoleh melalui pendidikan
profesi
7

Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedag merup kemam guru
dlm pengelolaan pembelaj p.d yg meliputi:
a. pemahaman wawasan atau landasan kependdk;
b. pemahaman thdp peserta didik;
c. pengembangan kurikulum/silabus;
d. perancangan pembelajaran;
e. Pelaks pembelajaran yg mendidik dan dialogis;
f. Pemanfaatan teknologi pembelajaran
g. Evaluasi hasil belajar;
h. Pengembangan peserta didik utk mengaktualisasikan
potensinya


8
VARIABEL KONTEKS
Karakteristik guru: JK, umur,
pengalaman, status sosial, latihan,
kepribadian

Karakteristik Murid: umur,
kemampuan, nilai, kepribadian,
status sosial

Krakteristik Kelas:
Ukuran fasilitas, ventilasi, dsb

Karakteristik mata pelajaran: sifat,
tingkat kesulitan, minat
mempelajari

Karakteristik sekolah: ukuran,
bangunan, fasilitas, etos, tata tertib,
kualitas masukan

Karakteristik Masyarakat: Tingkt
kemajuan, kepadatan pddk, lokasi
geografis

Karakteristik Peristiwa: waktu,
cuaca, bahan yg lalu, semster
ke
VARIABEL PROSES
Persepsi, strategi
dan tingkah laku
guru
Persepsi, strategi
dan tingkah laku
siswa
VARIABEL HASIL

Jangka pendek/jangka panjang
Tujuan kognitif, afektif , psikomotor:
Perubahan sikap siswa thd sekolah, mata
pelajaran, UN, peninkatan konsep diri, sukses
UN, kemndirian siswa
PEMBELAJARAN EFEKTIF (Kyriacou, 1997)
Karakteristik
Pembelajaran
9

Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian mencakup
kepribadian yang:
a. mantap;
b. stabil;
c. dewasa;
d. arif dan bijaksana;
e. jujur;
f. berwibawa;
g. berakhlak mulia;
h. teladan;
i. objektif;
j. mengembangkan diri




Apa itu
KOMPETENSI ?
Makna kompetensi
Pasal 3 PP 74 tahun 2008

merupakan seperangkat pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang harus
dimiliki, dihayati, dikuasai, dan
diaktualisasikan oleh Guru dalam
melaksanakan tugas keprofesionalan.
Kompetensi
Menurut Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional No. 045/U/2002,
kompetensi diartikan sebagai
seperangkat tindakan cerdas dan
penuh tanggung jawab yang dimiliki
seseorang sebagai syarat untuk
dianggap mampu oleh masyarakat
dalam melaksanakan tugas-tugas
sesuai dengan pekerjaan tertentu.
Kompetensi guru dapat diartikan
sebagai kebulatan pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang
diwujudkan dalam bentuk perangkat
tindakan cerdas dan penuh tanggung
jawab yang dimiliki seorang guru
untuk memangku jabatan guru
sebagai profesi.

PP RI No. 19 tahun 2005 pasal 28
Pendidik adalah agen pembelajaran
yang harus memiliki empat jenis
kompetensi, yakni kompetensi
pedagogik, kepribadian, profesional,
dan sosial

15
PP No. 19/2005: Penjelasan
Pasal 28 Ayat (1)

Yang dimaksud dengan pendidik
sebagai agen pembelajaran (learning
agent) pada ketentuan ini adalah peran
pendidik antara lain sebagai fasilitator,
motivator, pemacu, dan pemberi
inspirasi belajar bagi peserta didik
PP No. 19/2005: Pasal 28 Ayat (3),
Kompetensi sebagai agen
pembelajaran pada jenjang pendidikan
dasar dan menengah serta pendidikan
anak usia dini meliputi:
a. Kompetensi pedagogik
b. Kompetensi kepribadian
c. Kompetensi profesional; dan
d. Kompetensi sosial
16
APA ITU KOMPETENSI
PEDAGOGIK ?
KOMPETENSI PEDAGOGIK
MENURUT PP 74/2008
Merupakan kemampuan Guru dalam
pengelolaan pembelajaran peserta didik
yang sekurang-kurangnya meliputi:
a. pemahaman wawasan atau landasan
kependidikan;
b. pemahaman terhadap peserta didik;
c. pengembangan kurikulum atau silabus;
d. perancangan pembelajaran;

e. pelaksanaan pembelajaran yang mendi-
dik dan dialogis;
f. pemanfaatan teknologi pembelajaran;
g. evaluasi hasil belajar; dan
h. pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi
yang dimilikinya
KOMPETENSI
KEPRIBADIAN
MAKNA KOMPETENSI
KEPRIBADIAN
mencakup kepribadian yang:
beriman dan bertakwa;
berakhlak mulia;
arif dan bijaksana;
demokratis;
mantap;
berwibawa;
stabil;

dewasa;
jujur;
sportif;
menjadi teladan bagi peserta didik dan
masyarakat;
secara obyektif mengevaluasi kinerja
sendiri; dan
mengembangkan diri secara mandiri
dan berkelanjutan.

CINTA
Terkandung di dalamnya kondisi sbb:
1. Memiliki perasaan positif (yang mendalam)
terhadap subjek yg dicintai
2. Memenuhi kebutuhan subjek yg dicintai
3. Memberikan rasa senang kpd subjek yg
dicintai
4. Memberi kesempatan/Menghargai
kebebasan subjek yg dicintai
5. Mengendalikan diri





24
There is only one pedagogy, the
pedagogy of love
(Frederico Mayor, Mantan Sekjen UNESCO)
Hanya ada satu ilmu mendidik,
yaitu ilmu mendidik yang
didasarkan cinta pada pada
anak
The most powerful influence you
can have on your students is
realized through your
personality: your smile, your
humor, your praise and
caring.

Kappa Delta Pi Record , Winter 2006 by Richards, Jan
http://findarticles.com/p/articles/mi_qa4009/is_200601/ai_n17
170579/pg_3/?tag=content;col1, diakses tgl 10 April 2009

Human development occurs
within the context of real
relationships. We learn
from whom we love."

Kappa Delta Pi Record , Winter 2006 by Richards, Jan
http://findarticles.com/p/articles/mi_qa4009/is_200601/ai_n171
70579/pg_3/?tag=content;col1, diakses tgl 10 April 2009

KOMPETENSI SOSIAL
MAKNA KOMPETENSI SOSIAL
merupakan kemampuan Guru sebagai
bagian dari Masyarakat yang sekurang-
kurangnya meliputi kompetensi untuk:
berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat
secara santun;
menggunakan teknologi komunikasi dan
informasi secara fungsional;

bergaul secara efektif dengan peserta didik,
sesama pendidik, tenaga kependidikan,
pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau
wali peserta didik;
bergaul secara santun dengan masyarakat
sekitar dengan mengindahkan norma serta
sistem nilai yang berlaku; dan
menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan
semangat kebersamaan.

KOMPETENSI PROFESIONAL
MAKNA KOMPETENSI
PROFESIONAL
merupakan kemampuan Guru dalam
menguasai pengetahuan bidang ilmu
pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan
budaya yang diampunya yang sekurang-
kurangnya meliputi penguasaan:
materi pelajaran secara luas dan mendalam
sesuai dengan standar isi program satuan
pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok
mata pelajaran yang akan diampu; dan

konsep dan metode disiplin keilmuan,
teknologi, atau seni yang relevan, yang
secara konseptual menaungi atau koheren
dengan program satuan pendidikan, mata
pelajaran, dan/atau kelompok mata
pelajaran yang akan diampu.

KODE ETIK GURU
Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan
adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan YME,
bangsa, dan negara serta kemanusian pada
umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila
dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung
jawab terwujudnya cita-cita proklamasi ,
kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, oleh sebab itu,
guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan
karyanya dengan memedomani dasar-dasar
sebagai berikut:
33
KODE ETIK GURU (lanjutan)
1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk
membentuk manusia Indonesia seuituhnya yang
berjiwa Pancasila
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta
didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan
pembinaan
4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya
yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar

34
KODE ETIK GURU (lanjutan)
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua
murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran
serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap
pendidikan
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama
mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat
profesinya
7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat
kekelurgaan dan kesetiakawanan sosial
8. Guru secara bersama-sama memelihara dan
meningkatklan mutu organisasi PGRI sebagai sarana
perjuangan dan pengebdiannya
9. Guru melaksanakan segala kebijakansanaan pemerintah
dalam bidang pendidikan

35
Apatis
Bosan
Relaks
Kontrol
Flow
Tertantang
Gelisah
Khawatir
T
A
N
T
A
N
G
A
N

KETERAMPILAN Rendah
Tinggi
Tinggi
HUBUNGAN ANTARA TANTANGAN DAN
KETERAMPILAN
Csikszentmihalyi (1990)
37
TERIMA
KASIH
Assalammualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh