Anda di halaman 1dari 4

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya, baik itu sumber daya
alam maupun sumber daya manusia. Namun sayang sumber daya yang melimpah tersebut
kurang bisa dimaksimalkan sesuai dengan fungsinya. Sumber daya alam yang melimpah
belum dapat digunakan untuk mensejahterakan masyarakat. Sumber daya manusia yang
juga melimpah belum dapat digunakan untuk membuat negara ini maju. Lemahnya kualitas
sumber daya manusia menjadikan banyaknya pengangguran di Indonesia. Kemiskinan,
pengangguran, kesenjangan sosial di sana sini.
Tidak berbeda di desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.
Pengangguran juga banyak ditemukan di setiap RW. Terutama para pemuda putus sekolah
maupun pemuda usia produktif yang tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Sebagai
mahasiswa sekaligus warga negara Indonesia yang peduli terhadap sesamanya, terpikirlah
untuk membantu perekonomian warga sekitar tempat tinggal agar dapat meningkatkan
penghasilan dan dapat memenuhi kebutuhan hidup terutama untuk membiayai sekolah
anak, adik, atau keluarga mereka. Pemuda adalah harapan bangsa di masa depan. Pemuda
yang berkualitas akan dapat mengembangkan daerahnya dan akhirnya dapat
mengembangkan negara ini menjadi negara yang sejahtera dan maju.

B. Tujuan
Tujuan dari pembinaan kepemudaan di desa Bandingan Kecamatan Kejobong
Kabupaten Purbalingga adalah untuk meningkatkan kualitas pemuda yaitu sebagai:
1. Pemuda yang berkualitas sebagai sumber daya manusia yang unggul.
2. Penggerak pembangunan di daerahnya.
3. Penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerahnya.
4. Pemuda yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

C. Hasil yang Ingin Dicapai


Hasil yang ingin dicapai dalam pembinaan kepemudaan di desa Bandingan adalah
untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (terutama para pemuda) melalui
pembinaan kepemudaan yaitu di bidang produksi dan pemasaran keripik singkong
(sriping).
II. PELAKSANAAN PROGRAM

A. Tempat dan Waktu Kegiatan


Tempat Pembinaan : Desa Bandingan Kecamatan Kejobong.
Waktu Pelaksanaan : Bulan Oktober s/d November 2008 (Jadwal terlampir)

B. Materi Kegiatan
Materi kegiatan pembuatan keripik singkong.
Singkong (Manihot esculenta), yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi
kayu, dalam bahasa Inggris bernama cassava, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika
(daerah tropis / katulistiwa) dari keluarga Euphorbiaceae (umbi-umbian). Umbinya dikenal
luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya dimanfaatkan sebagai
sayuran. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin.
Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam
sianida yang bersifat racun bagi manusia.
Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga meskipun terkenal sebagai daerah
yang tandus, namun terkenal pula akan penghasil singkongnya. Semua desa di Kecamatan
Kejobong memiliki lahan pertanian yang ditanami singkong. Singkong yang ditanam
umumnya singkong hasil sambungan antara singkong biasa dengan singkong karet yang
lebih dikenal oleh warga sekitar sebagai singkong taun. Namun yang disayangkan singkong
ini bukanlah singkong yang enak untuk dimakan langsung maupun enak untuk diolah
menjadi jajanan. Singkong ini harus diolah terlebih dahulu agar bisa dinikmati oleh
manusia, misalnya sebagai bahan baku pembuatan tepung tapioka dan saus sambal.
Masyarakat Kecamatan Kejobong gemar memakan singkong. Namun mereka hanya
bisa memakan singkong dua kali dalam satu tahun, itu juga tidak banyak karena mereka
lebih banyak menanam singkong taun / singkong bahan baku pembuatan tepung tapioka.
Selain itu juga mereka tidak bisa menyimpan singkong terlalu lama dan akhirnya digunakan
untuk pakan ternak mereka. Camilan lezat yang terbuat dari singkong juga jarang
ditemukan di desa Bandingan.
Hal inilah yang membuat berbisnis keripik singkong (produksi dan pemasarannya)
menjadi unggul dan berpeluang besar untuk dapat dikembangkan di Desa Bandingan
Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga.
Dari uraian di atas maka kami menyusun materi yang akan kami sampaikan pada
para pemuda di antaranya:
1. Penyuluhan
Penyuluhan yang dilaksanakan antara lain tentang:
a. Mengenal lebih jauh singkong dan jenis-jenisnya.
b. Potensi daerah dan prospeknya.
c. Persiapan awal untuk membuat keripik singkong.
d. Pengolahan singkong menjadi keripik yang lezat.
e. Tata cara pengemasan keripik singkong yang baik.
f. Pemasaran keripik singkong.
2. Kegiatan Praktek Lapangan
Kegiatan praktek lapangan antara lain:
a. Mempersiapkan bahan baku keripik.
b. Mempersiapkan peralatan pengolahan bahan baku.
c. Membuat keripik singkong dengan berbagai bentuk dan ukuran.
d. Membuat bumbu aneka rasa untuk keripik singkong.
e. Mengemas keripik agar menarik, awet renyah dan tahan lama.
f. Menjajakan keripik hasil pengolahan di warung-warung terdekat.

C. Pengampu / Narasumber
Pengampu atau narasumber kami merencanakan dari mahasiswa, masyarakat sekitar
serta dari PPL Pertanian tingkat kecamatan.

D. Strategi
Strategi yang direncanakan dalam pembinaan kepemudaan di desa Bandingan
adalah sebagai berikut:
1. pendataan para pemuda
2. penyusunan proposal
3. sosialisasi Kegiatan Kepemudaan
4. pengajuan proposal kepada para pemuda untuk mendapat persetujuan
5. melaksanakan kegiatan pembinaan kepemudaan
6. melaksanakan praktek
7. menyusun laporan akhir

E. Dana
Dana yang diperlukan dalam kegiatan ini dihimpun dari swadaya mahasiswa,
pemuda, dan dari pihak lain yang peduli terhadap kegiatan kepemudaan ini.

F. Sarana dan Prasarana


Sarana : Buku Panduan Membuat Keripik Singkong.
Prasarana :
a. Ruangan untuk dapur
b. Alat-alat menggoreng
c. Kompor
d. Wadah untuk bahan baku dan hasil jadi
e. Plastik kemasan
f. Alat pengemas plastik / sealer
g. Alat pemotong / pengiris singkong
h. Bumbu dapur pendukung
i. dan alat pendukung lain

G. Teknik Evaluasi Keberhasilan


Untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini digunakan beberapa teknik, di antaranya
adalah:
a. kelengkapan daftar hadir
b. kesesuaian antara praktek dengan petunjuk yang telah diberikan
oleh mahasiswa selama pembinaan
c. pencapaian hasil olahan yang lebih baik dari sebelum pembinaan,
dibuktikan dengan wujud keripik yang menarik, kemasan yang lebih rapi dan
bersih, dan rasa yang lebih lezat.
d. pemasaran yang lebih baik, dibuktikan dengan keuntungan yang
meningkat.

III. SARAN DAN KESIMPULAN

A. SARAN
Dalam merencanakan usaha keripik singkong sebaiknya dianalisa terlebih dahulu
apa dan bagaimana teknik yang benar dalam mengolah bahan baku, berapa biaya yang
harus dikeluarkan serta bagaimana cara agar dapat dicapai keuntungan yang maksimal.

B. KESIMPULAN
Kegiatan kepemudaan yang direncanakan di desa Bandingan Kecamatan Kejobong
Kabupaten Purbalingga menitikberatkan pada bidang industri rumah tangga dengan alasan
untuk mengolah sumber daya alam, meningkatkan kreativitas dan menambah pengetahuan
para pemudanya. Sehingga diharapkan pemuda dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan
yang bermanfaat serta dapat menambah penghasilan dalam keluarga.

Anda mungkin juga menyukai