Anda di halaman 1dari 5

CANDRADIMUKA MAHASISWA

Pada tahun 1946 didirikanlah Balai PT Gadjah Madah dan pada tahun 1949 berubah
menjadi UGM. Sekolah tinggi islam (STI-tempat kuliah lapran fane), Sekolah teknik tinggi dll
memfasilitasi kepentingan perjuangan mahasiswa dengan membentuk Perserikatan Mahasiswa
Yogyakarta (PMY).
Ditengah berkorbarnya revolusi untuk mempertahankan kemerdekaan, kehidupan politik
pun berkembang untuk membangun RI yang demokratis tertanda dengan berdirinya partai politik
ideologi: Masyumi, PNI, Partai Sosialis Indonesia dll.
Dalam situasi politik yang ditandai dengan propaganda ideologis, PMY terpengaruh oleh
para aktivis PSI yang arah pergerakannya cenderung condong ke ideology komunis, hadirnya
gaya pergaulan hidup hedonis yang jauh dari nilai-nilai islam. Semakin memantapkan mahasiswa
islam untuk mendirikan organisasi mahasiswa islam.
Lahirnya HMI dimulai dari kisah heroic (lafran) akibat kegelisahan dengan
perkembanagan keadaan serta melihat potensi mahasiswa islam yang besar dan perlu diorganisir
dengan baik. Dimotori oleh 15 mahasiswa STI dan kemudiah menjarah ke BPT Gadjah Madah,
STT dan kawsan nusantara.
PMKRI dan PMKI sekarang GMKI ikut didirikan tahun 1950-an sehingga kehidupan
kemahasiswaan di Indonesia semakin marak dan dinamis.
Karakteristik atau jati diri HMI mengandung prinsip : Berasaskan islam, berwawasan
keislaman-keindonesian-kemahasiswaan, bertujuan lima kualitas insan cita
(akademis,pencipta,pengabdi) dalam diri mahasiswa. Bersifat independen, berstatus sebagai
organisasi kemahasiswaan, berfungsi sebagai organisasi kader, berperan sebagai organisasi
perjuangan, bertugas sebgai insane pemimpin bangsa, berkedudukan sebagai organisasi modern
BADKO dibentuk tahun 1963, mengkoordinir beberapa cabang minimal cabang-cabang
disatu provinsi. KORKOM dibentuk tahun 1964 untuk mengkoordinir Komisariat.
Kongres HMI ke-8 diSurakarta (10-17 septem 1966) dibentuknya KOHATI dan KAHMI.
KOHATI bersifat otonom. Struktur KAHMI bersifat horizontal dan kedudukannya
berdampingan dengan kedudukan HMI setempat.
Kongres 10-12, KAHMI dapat dibentuk apabila ada cabang HMI. Kongres 13-17,
KAHMI masih diatur dalam ART (alumni HMI dan pengurus cabang dapat membentuk KAHMI
yang bersifat kekeluargaan. Kongres 18-21 dst, HMI menetapkan secara eksplisit bahwa
KAHMI tidak diatur lagi dalam AD/ART HMI (penyebab lain : sejak tahun 1987, KAHMI
berubah menjadi ormas yang telah memiliki AD/ART (Pendaftaran ke departemen dalam
negeri).
Alumni HMI adalah anggota HMI yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi lebih dari
2 tahun.
PERKEMBANGAN DAN PERAN HMI DALAM KEHIDUPAN KEMAHASISWAAN,
UMAT DAN NEGARA
4 Februari 1947 : Lafran Pane (Para pendiri HMI)-STI.
22 Agustus 1947 : MS.Mintareja (Mahasiswa FH BPT Gadja Mada)/Lafran : Wakil ketua
30 November 1947 : Kongres I HMI (Sudah terbentuk 4 cabang, Yogya,Solo,Klaten dan
Malang).
1961 : 40% mahasiswa UGM adalah HMI (4.800 Mahasiswa)

Tujuan berdirinya HMI : untuk mencegah dominasi PMY yang mulai hedonis, upaya
mempertahankan NKRI (Agresi militer I, 21 Juli 1947 para mahasiswa Yogya secara spontan
menyatakan kerelaannya untuk menjadi barisan terdepan perjuangan. Mahasiswa dilatih selama
7 hari tentang kemiliteran.
Akhir dari pendidikan militer itu lahirlah KORPS MAHASISWA (CM) yang dipimpin
oleh HARTONO (Anggota HmI), keanggotaan CM didominasi oleh anggota HmI sehingga
membuat anggota CM lainnya masuk HMI.
Keterlibatan HMI dalam perjuangan NKRI mendapat apresiasi dari PANGLIMA BESAR
ANGKATAN PERANG RI (Soedirman). Dukukangan tersebut terdengar dari sambutan beliau
di DIES NATALIS I HMI (Yogya) yang mengartikan HMI sebagai HARAPAN
MASYARAKAT INDONESIA.
Sejak tahun 1947. ORMAWA eksternal Universitas bergabung dalam Perserikatan
Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang dipelopori oleh HMI pada kongres
mahasiswa Indonesia di Malang (1947). Selama PPMI berdiri, HmI selalu menjadi ketua dan
setidknya wakil dengan partner PMY,GMD (Gerakan Mahasiswa Djakarta),PMKRI. Dan
akhirnya PPMI banyak terpengaruh parpol karena tidak adanya aturan dalam PPMI
pelarangan menjadi underbouw parpol.
18 sept 1948, pemberontakan PKI di Madiun. Tema-tema perjuangan HMI (HMI kader
revolusi, HMI avant garde revolusi, go ahead HMI/HMI jalan terus, HMI Independen)
merupakan semangat HMI ketika berhadapan dengan CGMI/PKI.
Pendukung HMI di rana perjuangan sehingga sulit untuk dibubarkan CGMI diantaranya :
Jenderal A.Yani sebagai Pembantu Presiden Soekarno karena adanya Lobby-lobby dari
Sulastomo, Ahmad Tirtosudiro, Dahlan Ranuwihardjo. K.H.Saifuddin Zuhri (Menag) yang
menceritakan dalam bukunya (Berangkat dari Pesantren) Saya memberitahu kepada saudara
bahwa HMI akan dibubarkan karena tukang kritik, liberal, seolah-olah ingin mengembalikan
ala kebaratan. Dengan perdebatan, akhirnya K.H mengancam akan keluar dari posisi Menag
jika Soekarno tetap ingin membubarkan HMI.
Akhir 1966, Sasaran perjuangan HMI adalah upaya meruntuhkan orde lama, bukan untuk
diri Soekarno langsung (hasil perhitungan Sulastomo, Ketum PB HMI).
13 september 1965 (pada rapat Samudera didepan istana Negara untuk melantik wakil
MPRS/Ketua PKI, DN.AIDIT, barisan HMI membawa poster yang bertuliskan Langkahi
Mayatku sebelum ganyang HMI.
Pada tanggal 17 september 1965 Soekarno menjelaskan untuk tidak melakukan
pembubaran HMI (go ahead HMI).
Sebelum presiden Soeharto lengser dari jabatan, pada Dies Natalis ke-50 di Jakarta.
Taufik Hidayat selaku Ketum PB menyampaikan langsung didepan Soeharto, bahwa dalam
aktualiasinya, HMI akan tetap setia pada karakternya sebagai ORMAWA yang independen.
Berupa penegasan atas-atas kritikan yang memandang HMI terlalu dekat dengan kekuasaan.
Bagi HMI politik atau kekuasaan bukanlah wilayah haram. Politik justru mulia bila
dijalankan atas etika dengan tujuan menegakkan nilai kebenaran dan keadilam.
Zaman orba, konsultasi Cipayung (20-22 Januari 1972) kesepakatan Cipayung I yang
berisikan 7 Rumusan tentang Indonesia yag dicita-citakan. Diantaranya adalah mendesak
pemerintah agar melaksanakan secra nyata sila-sila dan pembukaan UUD 1945, membuka
peluang pemuda dalam perencanaan nasional, membangun media keterbukaan yang bebas.
23 juli 1973 Lahirlah KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) yang dipelopori oleh
kelompok cipayung.
DOKTRIN PERJUANGAN HMI
Misi HMI :
1. Menegakkan dan mengembangkan islam (sumber qur`an dan hadis) untuk tegaknya
keyakinan tauhid dalam kehidupan bermasya,bernegara dengan melakukan dakwah.
2. Berperan dan berpartisifasi aktif bersama pemerintah RI untuk mengangkat harkat-
martabat untuk mencapai masya adil makmur.
3. Berusaha menguasai dan mengembangkan IPTEK dalam rangka membangun masa depan
bangsa.
4. Membina kader-kader intelektual yang berwawasan keislaman,keindonesiaan dan
independen sebagai calon pemimpin masa depan.
5. Memberantas dan membendung bahaya laten komunis dalam segala bentuk
manifestasinya.
6. Senantiasa mengusahakan persatuan dan kesatuan dengan kemajuan yang majemuk.

Doktrin perjuangan HMI sebagai energy dan daya dorong sehingga berhasil
mencapai cita-cita. 5 naskah doktrin yang masih dipakai diantaranya : PEMIKIRAN
KEISLAMAN-KEINDONESIAAN HMI, TAFSIR TUJUAN, TAFSIR
INDEPENDENSI, MEMORI PENJELASAN TENTANG ISLAM SEBAGAI AZAS
HMI dan NDP.

1. PEMIKIRAN/IDEOLOGI KEISLAMAN-KEINDONESIA HMI
Terbagi dalam 3 periode : 1. (tahun 47-65) pemikiran islam-indonesia belum
terumuskan secara komprehensif, 2. (Tahun 66-84) pmikiran sudah dirumuskan
namun masih belum dielaborasi sepenuhnya, 3. (Tahun 85-97) sudah dirumuskan
olehNurcholis Madjid tahun 1986.
Keislaman dan keindonesian bagi HMI bukan alternative pilihan melainkan dua
sisi dari sekeping mata uang (keduanya bernilai jika bersatu). Doktrin ini
menampilkan islam yang bercorak khas Indonesia.

1926 (Soekarno) : merintis ideology Nasionalisme,Islamisme dan Marxisme. Tahun
1961 (Soekarno) : merintis ideology NASAKOM. Dimana kedua ideology tersebut
terpatahkan karena tidak sesuai dengan realita masya dan bertentangan dengan PANCASILA.