Anda di halaman 1dari 13

Sifat dan Pembuatan Unsur Halogen Halogen, yang terdiri dari fluor, klor, brom,

dan iod, tidak pernah ditemukan dalam keadaan bebas di alam karena tingkat
reaktifitasnya yang sangat tinggi (Brady, 1990: 791). Oleh karena itu, halogen hanya
ditemukan sebagai anion dalam bentuk garam dan mineral (Mc. Murry dan Fay, 2000:
225). Halogen merupakan unsur-unsur nonlogam di mana terdapat dalam bentuk
molekul diatomik. Halogen mempunyai konfigurasi elektron valensi ns2 np5 (Mc.
Murry dan Fay, 2000: 225). Berdasarkan konfigurasi elektronnya, halogen menempati
golongan VIIA dalam tabel periodik. Atom-atom unsur halogen memiliki afinitas
elektron tinggi sehingga mudah menerima elektron membentuk konfigurasi elektron
gas mulia. Oleh sebab itu, unsur-unsur halogen tidak pernah ditemukan dalam
keadaan unsur bebas di alam. Kecuali gas mulia, halogen mempunyai energi ionisasi
dan elektronegatifitas yang paling tinggi dari golongan unsur manapun. Dari unsur
golongan VII A, fluorlah yang paling erat mengikat elektron-elektronnya, dan iod
yang paling lemah. Kecenderungan ini bisa dikaitkan dengan ukuran atom halogen
(Keenan, dkk, 1992: 228).
1. Kelimpahan Unsur Halogen. Halogen umumnya terdapat dalam bentuk
garamnya. Oleh sebab itu, unsur-unsur golongan VIIA dinamakan halogen, artinya
pembentuk garam (halos dan genes, halos = garam; genes = pembentuk atau
pencipta). Fluorin dan klorin merupakan unsur halogen yang melimpah di alam.
Fluorin terdapat dalam mineral fluorapatit, 3Ca
3
(PO
4
)
2
.CaF
2
dan mineral fluorit, CaF
2
.
Bentuk kedua mineral tersebut ditunjukkan pada Gambar 3.6.

Gambar 3.6 Mineral fluoroapatit dan fluorit (fluorosfar)
Klorin melimpah dalam bentuk NaCl terlarut di lautan maupun sebagai deposit garam.
Bromin kurang melimpah, terdapat sebagai ion Br dalam air laut. Iodin terdapat dalam
jumlah sedikit sebagai NaI dalam air laut dan sebagai NaIO
3
bersama-sama garam
nitrat. Unsur astatin tidak dijumpai di alam sebab bersifat radioaktif sehingga mudah
berubah menjadi unsur lain yang lebih stabil.
2. Sifat-Sifat Unsur Halogen. Semua unsur halogen terdapat sebagai molekul
diatom, yaitu F
2
, Cl
2
, Br
2
, dan I
2
. Fluorin dan klorin berwujud gas, fluorin berwarna
kuning pucat dan klorin berwarna kuning kehijauan. Bromin mudah menguap, cairan
dan uapnya berwarna cokelat-kemerahan. Iodin berupa zat padat berwarna hitam
mengkilap yang dapat menyublim menghasilkan uap berwarna ungu (lihat Gambar
3.7).
Unsur-unsur halogen mudah dikenali dari bau dan warnanya. Halogen umumnya
berbau menyengat, terutama klorin dan bromin (bromos, artinya pesing). Kedua gas
ini bersifat racun sehingga harus ditangani secara hati-hati. Jika wadah bromin bocor
maka dalam beberapa saat, ruangan akan tampak cokelat-kemerahan.

Gambar 3.7 Kristal Iodium apabila dipanaskan tidak mencair, tetapi menyublim.
Kenaikan titik leleh dan titik didih dari atas ke bawah dalam tabel periodik disebabkan
gaya London di antara molekul halogen yang makin meningkat dengan bertambahnya
panjang ikatan. Gaya berbanding lurus dengan jarak atau panjang ikatan. Kereaktifan
halogen dapat dipelajari dari jari-jari atomnya. Dari atas ke bawah, jari-jari atom
meningkat sehingga gaya tarik inti terhadap penerimaan (afinitas) elektron makin
lemah. Akibatnya, kereaktifan unsur-unsur halogen dari atas ke bawah berkurang.
Kereaktifan halogen dapat juga dipelajari dari afinitas elektron. Makin besar afinitas
elektron, makin reaktif unsur tersebut. Dari atas ke bawah dalam tabel periodik,
afinitas elektron unsur-unsur halogen makin kecil sehingga kereaktifannya: F Cl Br I.
Oleh karena unsur halogen mudah menerima elektron maka semua unsur halogen
merupakan oksidator kuat. Kekuatan oksidator halogen menurun dari atas ke bawah
dalam tabel periodik. Hal ini dapat dilihat dari potensial reduksi standar:
F
2
+ 2e 2F

E = +2,87 V
Cl
2
+ 2e 2Cl

E = +1,36 V
Br
2
+ 2e 2Br

E = +1,07 V
I
2
+ 2e 2I

E = +0,54 V
Berdasarkan data potensial reduksi standar dapat disimpulkan bahwa F
2
merupakan
oksidator paling kuat. Oleh karena itu, unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain
yang terletak di bawahnya dalam tabel periodik, tetapi reaksi kembalinya tidak terjadi.
Kekuatan oksidator F
2
, Cl
2
, Br
2
, dan I
2
dapat dilihat dari reaksi antarhalogen. Gas
fluorin dapat mengoksidasi unsur-unsur halogen yang berada di bawahnya:
F
2
(g) + 2Cl(aq) 2F(aq) + Cl
2
(g)
F
2
(g) + 2Br

(aq) 2F

(aq) + Br
2
(g)
F
2
(g) + 2l

(aq) 2F

(aq) + l
2
(s)
Demikian pula jika gas klorin ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung ion
Br

atau ion I

, akan terbentuk bromin dan iodin.


Cl
2
(aq) + 2Br

(aq) 2Cl

(aq) + Br
2
(aq)
Cl
2
(aq) + 2I

(aq) 2Cl

(aq) + I
2
(aq)
Reaksi Cl
2
dengan Br

atau I

dapat digunakan untuk identifikasi bromin dan klorin


dalam suatu senyawa ion.
Nilai GGL dapat dipakai untuk meramalkan kespontanan reaksi. Pada reaksi halogen
dan air, nilai GGL dapat dihitung dari potensial reduksi standar, misalnya:
2F
2
(g) + 2H
2
O(l) 4HF(aq) + O
2
(g) E = 2,05 V
Oleh karena potensial sel sangat tinggi maka reaksi fluorin dan air berlangsung sangat
dahsyat. Reaksi gas Cl
2
, Br
2
, dan I
2
dengan air menghasilkan nilai GGL berturut-turut
0,54 volt; 0,24 volt; dan 0,28 volt. Berdasarkan nilai GGL, gas Cl
2
dan Br
2
dapat
bereaksi, sedangkan I
2
tidak bereaksi.
Cl
2
(g) + H
2
O(l) HClO(aq) + HCl(aq)
Br2(aq) + H2O(l) HBrO(aq) + HBr(aq)
Kelarutan halogen dalam air beragam. Gas F
2
bereaksi dengan air membentuk HF.
Gas Cl
2
dan Br
2
larut baik dalam air, sedangkan I
2
sukar larut dalam air. Agar I
2
dapat
larut dalam air, harus ditambah KI karena terbentuk senyawa kompleks I
3

.
KI(aq) + I
2
(s) KI
3
(aq)
Halogen dapat bereaksi dengan hampir semua unsur, baik unsur logam maupun
nonlogam. Demikian pula dengan sesama halogen dapat membentuk senyawa
antarhalogen, seperti ClF, BrF, IBr, ClF
3
, ClF
5
, dan IF
7
. Pada senyawa antarhalogen,
biloks positif dimiliki oleh halogen dengan keelektronegatifan lebih kecil. Misalnya,
dalam molekul ClF
3
, biloks Cl = +3 dan biloks F = 1. Halogen bereaksi dengan
logam membentuk senyawa ionik. Dengan unsur bukan logam, halogen membentuk
senyawa kovalen. Baik dalam senyawa ionik maupun kovalen, pada umumnya
halogen memiliki bilangan oksidasi 1. Semua unsur halogen dapat membentuk asam
okso, kecuali fluorin. Bilangan oksidasinya mulai dari +1, +3, +5, dan +7. Contohnya
dapat dilihat pada Tabel 3.5.
Tabel 3.5 Senyawa Halogen yang Dapat Membentuk Asam Okso
Halogen Hipohalida Halit Halat Perhalat
Klorin HClO HClO
2
HClO
3
HClO
4

Bromin HBrO HBrO
2
(*) HBrO
3
HBrO
4
(*)
Iodin HIO HIO
2
(*) HIO
3
HIO
4

Reaksi-reaksi halogen sebagai berikut.
a. Reaksi Halogen dengan Logam
Halogen bereaksi dengan semua logam dalam sistem periodik unsur membentuk
halida logam. Jika bereaksi dengan logam alkali dan alkali tanah, hasilnya (halida
logam) dapat dengan mudah diperkirakan, sedangkan bila bereaksi dengan logam
transisi, produk (halida logam) yang terbentuk tergantung pada kondisi reaksi dan
jumlah reaktannya (Mc. Murry dan Fay, 2000: 226).
Reaksi: 2 M + n X2 2 MXn, dengan: M = logam X = F, Cl, Br, I
Tidak seperti unsur logam, semakin ke bawah halogen menjadi kurang reaktif karena
afinitas elektronnya semakin berkurang, atau dengan kata lain F2 > Cl2 > Br2 > I2
(Mc. Murry dan Fay, 2000: 227).
b. Reaksi Halogen dengan Hidrogen
Halogen bereaksi dengan gas hidrogen membentuk hidrogen halida (HX). Hidrogen
halida sangat berharga karena bersifat asam jika dilarutkan dalam air. Kecuali
hidrogen fluorida, semua hidrogen halida yang lain merupakan asam kuat jika
dimasukkan ke dalam larutan (Mc. Murry dan Fay, 2000: 227).
Reaksi: H2(g) + X2 2HX(g), dengan X = F, Cl, Br, I
c. Reaksi Halogen dengan Halogen Lain
Halogen mempunyai molekul diatomik, maka tidaklah mengherankan jika dapat
terjadi reaksi antarunsur dalam golongan halogen. Reaksi antarhalogen ini dapat
disamakan dengan proses redoks, di mana unsur yang lebih reaktif merupakan
oksidator, sedangkan unsur yang kurang reaktif merupakan reduktor (Mc. Murry dan
Fay, 2000: 227).
Reaksi: X2 + Y2 2 XY,
dengan X, Y = F, Cl, Br, I
Contoh Reaksi Antar halogen
Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut jika dapat bereaksi.
(a) I

(aq) + Br
2
(l)
(b) Cl

(aq) + I
2
(s)
Jawab
(a) Br
2
dapat mengoksidasi ion halogen yang berada di bawahnya pada tabel periodik.
Dengan demikian, Br
2
akan mengoksidasi I

:
2I

(aq) + Br
2
(l) 2Br

(aq) + I
2
(s)
(b) Ion Cl

adalah ion halogen berada di atas iodium dalam tabel periodik. Oleh
karena itu, I
2
tidak dapat mengoksidasi Cl

. Jadi, tidak akan terjadi reaksi:


Cl(aq) + I2(s) /
3. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen
Gas F
2
merupakan oksidator kuat sehingga hanya dapat dibuat melalui elektrolisis
garamnya, yaitu larutan KF dalam HF cair. Dalam elektrolisis dihasilkan gas H
2
di
katode dan gas F
2
di anode. Perhatikan Gambar 3.8

Gambar 3.8 Pembuatan gas F
2
secara Elektrolisis
Gas F
2
diproduksi secara komersial untuk bahan bakar nuklir uranium. Logam
uranium direaksikan dengan gas fluorin berlebih menghasilkan uranium
heksafluorida, UF
6
(padatan berwarna putih dan mudah menguap). Gas Cl
2
dibuat
melalui elektrolisis lelehan NaCl, reaksinya:
Anode: Cl

( l) Cl
2
(g)
Katode: Na+( l) Na(s)
Gas Cl
2
digunakan sebagai bahan dasar industri plastik, seperti vinil klorida,
CH
2
=CHCl (untuk PVC), CCl
4
(untuk fluorokarbon), dan CH
3
Cl (untuk silikon dan
TEL). Dalam jumlah besar, klorin digunakan untuk desinfektan, pemutih, pulp kertas,
dan tekstil. Gas Br
2
dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl
2
. Secara
komersial, pembuatan gas Br
2
sebagai berikut.
a. Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara.
b. Uap air panas dan gas Cl
2
dialirkan dari bawah menuju tanki. Setelah terjadi reaksi
redoks, gas Br
2
yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah.
Bromin cair berada di dasar tangki, sedangkan air di atasnya.
c. Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi.
Bromin digunakan dalam industri untuk membuat senyawa metil bromida, CH
3
Br
(sebagai pestisida), perak bromida (untuk film fotografi), dan alkali bromida (untuk
sedatif).

Gambar 3.9 (a) Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl
2
. (b) Pelat
film ini dilapisi oleh AgBr, yang sensitif terhadap cahaya.
Gas I
2
diproduksi dari air laut melalui oksidasi ion iodida dengan oksidator gas Cl
2
.
Iodin juga dapat diproduksi dari natrium iodat (suatu pengotor dalam garam (Chili,
NaNO
3
) melalui reduksi ion iodat oleh NaHSO
3
. Iodin digunakan untuk membuat
senyawa AgI sebagai film fotografi dan KI sebagai nutrisi dan makanan ternak.
Beberapa kegunaan senyawa halogen dijabarkan pada Tabel 3.6.
Tabel 3.6 Beberapa Kegunaan Senyawa Halogen
Senyawa Kegunaan
AgBr, AgI Film fotografi
CCl
4
Industri fluorokarbon
CH3Br Pestisida
C
2
H
4
Br
2
Penangkapan timbal dalam gasolin
C
2
H
4
Cl Industri polivinil klorida dan plastik
C
2
H
5
Cl Industri TEL
HCl Pengolahan logam dan makanan
NaClO Pemutih pakaian dan industri hidrazin
NaClO
3
Pemutih kertas dan pulp
KI Nutrisi manusia dan suplemen makanan hewan
4. Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen. Senyawa halogen yang penting adalah
asam hidrogen halida (HX), asam okso-halida (HXOn), dan garamnya (MX). Setiap
unsur halogen dapat membentuk senyawa biner dengan hidrogen: HF, HCl, HBr, dan
HI. Semuanya merupakan gas tak berwarna dengan bau sangat tajam. Titik didih asam
halida meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik (HCl = 85C; HBr =
67C; HI = 35C), kecuali HF memiliki titik didih paling tinggi, yaitu 20C.
Penyimpangan ini sebagai akibat adanya ikatan hidrogen antarmolekul HF yang
sangat kuat dibandingkan asam-asam halida yang lain. Kekuatan asam halida di dalam
pelarut air meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Hal ini disebabkan oleh
jari-jari atom halogen yang makin besar sehingga kemampuan menarik atom H makin
lemah, akibatnya atom H mudah lepas. Asam-asam halida di dalam air terionisasi
sempurna, kecuali asam fluorida tergolong asam lemah dengan derajat ionisasi 2,9%.
Persamaan ionisasinya:
HF(aq) H+(aq) + F(aq)
Asam-asam halida dapat disintesis langsung dari unsur-unsurnya, seperti berikut ini.
a. Gas F
2
dan H
2
bereaksi sangat dahsyat membentuk senyawa HF, tetapi reaksinya
tidak memiliki nilai komersial, sebab gas F
2
sendiri dibuat dari penguraian HF.
H
2
(g) + F
2
(g) 2HF(g)
b. Senyawa HCl dibuat melalui reaksi gas Cl
2
dan H
2
berlebih.
H
2
(g) + Cl
2
(g) 2HCl(g)
c. HBr dan HI dibuat dengan cara serupa, tetapi menggunakan katalis platina sebab
reaksi tanpa katalis sangat lambat.
H
2
(g) + Br
2
(g)
Pt
2HBr(g)
H
2
(g) + I2(g)
Pt
2HI(g)
Umumnya, asam-asam halida disintesis melalui pemanasan garam halida dengan asam
yang tidak mudah menguap, seperti berikut ini.
a. HF, dibuat dari garam CaF2 dan asam sulfat pekat. Reaksinya:
CaF
2
(s) + H
2
SO
4
(l)

CaSO
4
(s) + 2HF(g)
b. HCl, dibuat dari natrium klorida dan asam sulfat pekat. Reaksinya:
NaCl(s) + H2SO4(l)

NaHSO
4
(s) + HCl(g)
Pada suhu tinggi, hasil yang terbentuk adalah natrium sulfat:
NaCl(s) + NaHSO
4
(l)

Na
2
SO
4
(s) + HCl(g)
c. HBr dan HI, tidak dapat dibuat dengan H
2
SO
4
, sebab dapat mengoksidasi Br

dan I

menjadi unsur-unsurnya. Dalam hal ini digunakan asam fosfat. Reaksinya:


NaBr(s) + H
3
PO
4
(l)

HBr(g) + NaH
2
PO
4
(s)
Kegunaan utama HF adalah sebagai bahan baku pembuatan CCl
3
F, freon, dan teflon
(Gambar 3.10).

Gambar 3.10 Polimer jenis politetrafluoroetilen (teflon) juga merupakan
senyawakarbon yang mengandung gugus fluorin. Senyawa CCl
3
F digunakan sebagai
pendingin dan bahan bakar aerosol, yang disintesis dari CCl
4
dan HF dengan antimon
pentafluorida sebagai katalis. Reaksinya:
CCl
4
(l) + HF(g)
SbF5
CCl
3
F(aq) + HCl(g)
Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas (Gambar 3.11).

Gambar 3.11 Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas.
Kegunaan utama HF yang lain adalah sebagai cairan elektrolit dalam pengolahan
mineral aluminium dan untuk mengetsa gelas. Dalam etsa gelas, HF bereaksi dengan
silika (SiO
2
), kemudian bereaksi dengan gelas. Reaksinya:
6HF(aq) + SiO
2
(s) H
2
SiF6(aq) + 2H
2
O(l)
Silika
CaSiO
3
(s) + 8HF(aq) H
2
SiF
6
(aq) + CaF
2
(aq) + 3H
2
O(l)
Gelas Asam heksafluorosilikat
Senyawa HCl adalah asam keempat yang penting bagi industri asam setelah asam
sulfat, fosfat, dan nitrat. Asam ini digunakan untuk membersihkan permukaan logam
dari oksida (disebut pickling) dan untuk mengekstrak bijih logam tertentu, seperti
tungsten. Dalam elektrolisis larutan NaCl, gas Cl
2
yang dihasilkan pada anode dapat
bereaksi dengan larutan NaOH yang dihasilkan di katode membentuk natrium
hipoklorit. Reaksinya:
Cl
2
(g) + 2NaOH(aq) NaClO(aq) + NaCl(aq) + H
2
O(l)
Larutan NaClO digunakan sebagai pemutih pada industri tekstil. Ion hipoklorit tidak
stabil, dan terdisproporsionasi membentuk ion klorat, ClO
3

dan ion klorida, Cl

.
Reaksinya:
3ClO

(aq) ClO
3

(aq) + 2Cl

(aq


Kegunaan Halogen dan Senyawa Halogen -
1. Fluorin dan Senyawanya
Keberadaan fluorin di alam paling banyak dan paling reaktif. Fluor ditemukan pada mineral
fluorspar (CaF2), kriolit (Na
3
AlF
6
), dan flouroapatit (Ca
5
(PO
4
)
3
F). Selain itu unsur ini
ditemukan pada gigi manusia dan hewan, walaupun dalam kadar rendah.Fluor dapat
diperoleh dengan menggunakan proses Moissan, sesuai dengan nama orang yang pertama
kali mengisolasi fluorin, H. Moissan (1886). Proses ini menggunakan metode elektrolisis HF
terlarut dalam leburan KHF
2
.
Reaksi: 2 HF H
2
(g) + F
2
(g)
F
2
disimpan dalam wadah Ni atau Cu, karena permukaan dari wadah logam akan
membentuk pelindung dari lapisan fluorida.
Kegunaan senyawa fluorin, antara lain:
a. CCl
2
F
2
(freon-12), digunakan sebagai zat pendingin pada lemari es dan AC.
b. Na
2
SiF
6
, bila dicampur dengan pasta gigi akan berfungsi untuk menguatkan gigi.
c. NaF, dapat digunakan dalam proses pengolahan isotop uranium, yaitu bahan bakar reaksi
nuklir.
d. Teflon, bahan plastik tahan panas.
Asam fluorida, digunakan untuk mengukir (mensketsa) kaca karena dapat bereaksi dengan
kaca.
2. Klorin dan Senyawanya
Klorin terkandung di dalam air laut dalam bentuk garam (NaCl) dengan kadar 2,8%. Sifat
oksidator yang tidak sekuat F
2
menyebabkan klorin dapat diproduksi dengan menggunakan
cara elektrolisis maupun oksidasi.
Klorin dapat dibuat menggunakan beberapa cara, yaitu:
a. Proses Deacon (oksidasi)
HCl dicampur dengan udara, kemudian dialirkan melalui CuCl
2
yang bertindak sebagai
katalis. Reaksi terjadi pada suhu 430 C dan tekanan 20 atm.
Reaksi: 4 HCl + O
2

CuCl2
2 H
2
O + 2 HCl
2

b. Elektrolisis larutan NaCl menggunakan diafragma
Reaksi: 2 NaCl + 2 H
2
O -elektrolisis 2K2NaOH + H+2ACl
c. Elektrolisis lelehan NaCl
Reaksi: 2 NaCl elektrolisis KNa+2A
Kegunaan senyawa klorin, antara lain:
a. Cl
2
, digunakan sebagai disinfektan untuk membunuh kuman yang dapat menyebabkan
berbagai penyakit.
b. NaCl, digunakan sebagai garam dapur.
c. KCl, digunakan untuk pupuk.
d. NH
4
Cl, digunakan sebagai elektrolit pengisi batu baterai.
e. NaClO, dapat mengoksidasi zat warna (pemutih), sehingga dapat digunakan
sebagai bleaching agent, yaitu pengoksidasi zat warna.
f. Kaporit (Ca(OCl)
2
), digunakan sebagai disinfektan pada air.
g. ZnCl
2
, sebagai bahan pematri atau solder.
h. PVC, digunakan pada industri plastik untuk pipa pralon.
i. Kloroform (CHCl
3
), digunakan sebagai pelarut dan obat bius pada pembedahan.
3. Bromin dan Senyawanya
Bromin dapat ditemukan dalam air laut. Sifat oksidator bromin tidak terlalu kuat. Bromin
dapat diperoleh dengan beberapa cara. Pada skala industri, bromin dihasilkan dengan cara
mengekstraksi air laut. Hal ini dikarenakan kandungan air laut akan Br tinggi (kira-kira
70 ppm). Mula-mula pH air laut dibuat menjadi 3,5 dan kemudian direaksikan dengan
Cl
2
(g) untuk mengoksidasi Br menjadi Br
2
(g).
Reaksi: Cl
2
(g) + 2 Br

(aq) Br
2
(g) + 2 Cl

(aq)
Kegunaan senyawa bromin antara lain:
a. NaBr, sebagai obat penenang saraf.
b. AgBr, untuk film fotografi. AgBr dilarutkan dalam film gelatin, kemudian film dicuci
dengan larutan Na
2
S
2
O
3
untuk menghilangkan kelebihan AgBr, sehingga perak akan
tertinggal pada film sebagai bayangan hitam.
c. CH
3
Br, sebagai bahan campuran zat pemadam kebakaran.
d. C
2
H
4
Br
2
, ditambahkan pada bensin agar timbal (Pb) dalam bensin tidak mengendap
karena diubah menjadi PbBr
2
.
4. Iodin dan Senyawanya
Senyawa iodin yang paling banyak ditemukan adalah NaNIO
3
yang bercampur dengan
NaNO
3
. Iodin meskipun padat, tetapi mudah menyublim karena mempunyai tekanan uap
yang tinggi. Dalam skala industri, iodin diperoleh dengan mereaksikan NaIO
3
dengan
natrium bisulfit (NaHSO
3
). Endapan I
2
yang didapat, disaring dan dimurnikan.
Reaksi: 2 NaIO
3
+ 5 NaHSO
3
3 NaHSO
4
+ 2 Na
2
SO
4
+ H
2
O + I
2

Kegunaan senyawa iodin, antara lain:
a. I
2
dalam alkohol, digunakan sebagai antiseptik luka agar tidak terkena infeksi.
b. KIO
3
, sebagai tambahan yodium dalam garam dapur.
c. I
2
, digunakan untuk mengetes amilum dalam industri tepung.
d. NaI, bila ditambahkan pada garam dapur dapat digunakan untuk mengurangi kekurangan
yodium yang akan menyebabkan penyakit gondok.
e. Iodoform (CHI3), sebagai disinfektan untuk mengobati borok.
http://budisma.web.id/materi/sma/kimia-kelas-xii/kegunaan-halogen-dan-senyawa-halogen/

Brom adalah agen pemutih dan umum digunakan untuk mensterilkan air misalnya pada kolam renang.
Strip tes bromin juga digunakan untuk mendeteksi fenol, alkalinitas, pH, dan kesadahan air.