Anda di halaman 1dari 2

1.

Spektrofotometer AAS
Penerapan di bidang pangan:
Analisa kadar logam arsen (As) pada pengolahan air minum dari
PDAM
Menentukan kadar kalsium (Ca) pada susu dan hasil olahannya
seperti keju.
Menentukan kadar besi (Fe) pada bayam.
PRINSIP UJI:
Spektrofotometer Serapan Atom menentukan konsentrasi elemen yang
diserap oleh optikal pengukuran dan pancaran cahaya. Penyerapan Atom terjadi
ketika satu atom di dalamnya dalam keadaan menyerap cahaya dari satu panjang
gelombang tertentu, sehingga menyebabkan salah satu elektron bergerak untuk
pindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Kemudian atom tersebut akan berada
dalam tingkat energi yang lebih tinggi. Emisi atomik terjadi ketika elektron jatuh
kembali ke tingkat energi yang lebih rendah dan emisi cahaya akan sama seperti
panjang gelombang yang diserap sebelumnya.

2. Spektrofotometer MS
Penerapan di bidang pangan:
Identifikasi minyak atsiri dalam buah (yang penerapannya
digabungkan dengan metode kromatografi gas).
Analisis adanya minyak babi pada bahan pangan (yang
penerapannya digabungkan dengan metode kromatografi gas).
Menentukan komposisi dari garam dapur (NaCl) yaitu natrium dan
klorin.
PRINSIP UJI:
Spektrofotometer MS menghasilkan berkas ion dari suatu zat uji,
memilah ion tersebut menjadi spektum yang sesuai dengan perbandingan
massa terhadap muatan dan merekam kelimpahan relatif tiap jenis ion
yang ada. Umumnya hanya ion positif yang dipelajari karena ion negatif
yang dihasilkan dari sumber tumbukan umumnya sedikit.

3. Spektrofotometer NMR
Penerapan di bidang pangan:
Identifikasi struktur protein yang terkandung dalam daging sapi
Mengetahui struktur gula pada madu
Mempelajari pengaruh perubahan suhu terhadap perubahan
struktur protein.
PRINSIP UJI:
Spektrofotometer NMR didasarkan pada penyerapan energi oleh
partikel yang sedang berputar di dalam medan magnet yang kuat. Energi
yang dipakai dalam pengukuran dengan metode ini berada pada daerah
gelombang radio 75-0,5 m atau pada frekuensi 4-600 MHz, yang
bergantung pada jenis inti yang diukur. Inti yang dapat diukur dengan
NMR yaitu :
a. Bentuk bulat
b. Berputar
c. Bilangan kuantum spin =
d. Jumlah proton dan netron ganjil, contoh : 1H, 19F, 31P, 11B, 13C
Di dalam medan magnet, inti aktif NMR (misalnya 1H atau 13C)
menyerap pada frekuensi karakteristik suatu isotop. Frekuensi resonansi,
energi absorpsi dan intensitas sinyal berbanding lurus dengan kekuatan
medan magnet.